SITE STATUS
Jumlah Member :
485.845 member
user online :
2287 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

efek stress pada bumil

   

efek stress pada bumil
Oleh :


Assalamu'alaikum dokter. Dok saya mau tanya. Kira2 efek/dampak bagi bumil yg sering mrasa stress/ banyak pikiran dan tertekan, atau malah sering nangis sesegukan. Bahaya n efek nya apa ya dok?? Trimakasih
   
 
dr. Tanti menjawab


Dear Bunda,

Pada tubuh seorang ibu hamil, banyak sekali terjadi perubahan baik anatomi maupun hormonal. Perubahan ini akan mengganggu keseimbangan berbagai pola dalam hidup ibu. Ibu akan bertambah sensitif, nafsu makan bertambah tinggi, mudah lelah dan sebagainya. Hal ini normal terjadi namun harus diingat, ibu juga harus tetap mengkontrol emosi ibu. Biasanya lingkungan ibu akan bertoleransi terhadap ibu hamil, tetapi mari ibu juga turut lebih bersabar lagi. Bila emosi ibu tinggi, jantung akan memompa darah lebih cepat, sehingga oksigen juga tidak dapat teraliri dengan baik keseluruh jaringan tubuh, tubuh ibu akan siaga dan beberapa hormon akan dihasilkan untuk keadaan ini, efeknya bisa terjadi kejang atau kontraksi pada kandungan ibu. Maka itu bila emosi meningkat, usahakan untuk tetap bersabar, tarik nafas dalam, tutup mata ibu dan bayangkan hal yang ibu sukai. Jalinlah kerjasama dengan teman dan lingkungan ibu, agar mereka juga merasa nyaman berada di dekat ibu. Berbagai pendapat mengenai keadaan psikologis ibunda akan berpengaruh pada keadaan janinnya. Bayi-bayi yang murung dan rewel ternyata berhubungan dengan keadaan suasana hati ibunya ketika mengandung yang juga sering merasa sedih dan merasa tidak aman (misalnya dalam keadaan bahaya atau tertekan). Bunda dapat berbicara secara pribadi pada orang yang Bunda percaya untuk menceritakan keluhan atau kekhawatiran yang menjadi penyebab kesedihan Bunda untuk lebih meringankan beban psikologis. Beri tahu kepada dokter kandungan Bunda bahwa Bunda mengalami hal ini, bila perlu akan dikonsultasikan pada dokter psikiater maupun psikolog untuk hal ini. Semoga jawaban saya dapat membantu.
   
 
 


Bagaimana menurut Anda mengenai jawaban ini? Silahkan sampaikan komentar Anda.


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman