SITE STATUS
Jumlah Member :
484.202 member
user online :
1239 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Ragu akan penggunaan KB

   

Ragu akan penggunaan KB
Oleh :


Selamat sore Doc, saya ibu Irah umur 22 tahun dan punya satu anak umur 7 bulan. saya blum pernah menggunakan KB, Doc. saya blum siap untuk punya anak lagi tapi takut akan efek sampingnya KB akan memperlambat kesuburan saya jika saya sudah mau melahirkan lagi nanti. jadi, Kb apa yang paling nyaman dan sebaiknya berapa bulan sebelum kita harus berhenti menggunakannya kalo udah siap mau punya anak lagi,Doc? terima kasih.
   
 
dr. Tanti menjawab


Dear Bunda,
Saya mengerti kekhawatiran Bunda. Pilihan KB bagi Bunda yang menyusui ASI dapat berupa pil KB laktasi ataupun suntik KB 3 bulan yang tidak mempengaruhi produksi ASI. Kedua pilihan ini berupa kontrasepsi hormonal dan kemungkinan untuk kembali subur setelah tidak menggunakannya lagi sangat bervariasi bagi setiap penggunanya. Ada yang langsung mendapatkan menstruasi segera setelah melepas KB tersebut, namun ada juga yang harus menunggu 6 bahkan 9 bulan setelah penghentian penggunaan kemudian  mendapatkan menstruasi dan kesuburan yang normal kembali. Bunda juga dapat menggunakan metode kontrasepsi IUD tanpa hormon, penggunaan IUD atau sering dikenal sebagai KB spiral ini ada yang tidak mengandung hormon sehingga tidak mempengaruhi siklus menstruasi, meskipun terkadang ada beberapa Bunda yang untuk sementara mengalami gangguan menstruasi pada awal pemakaian. Setelah melepas alat tersebut, maka kesuburan dapat terjadi segera (secara teori demikian karena tidak mengandung hormonal). Bila Bunda sudah tidak menyusui ASI, maka dapat menggunakan pil KB kombinasi atau suntik KB 1 bulanan, metode ini akan memberikan menstruasi buatan yang regular dan setelah tidak menggunakan KB tersebut maka pada menstruasi alami juga dapat terjadi dengan baik dengan harapan kesuburan juga terjadi dengan baik. Bunda dapat mengunjungi Bidan ataupun Dokter Bunda untuk konsultasi lebih lanjut.
   
 
 


Bagaimana menurut Anda mengenai jawaban ini? Silahkan sampaikan komentar Anda.


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman