SITE STATUS
Jumlah Member :
508.481 member
user online :
969 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Blog -- Perjuangan Mencari penyembuhan yang tepat untuk Anakku ADHD



Blog posted by

Perjuangan Mencari penyembuhan yang tepat untuk Anakku ADHD


Blog posted on 06-07-2011

Dear bunda, berikut copas tulisan pengalaman seorang bunda ttg anaknya yg ADHD , semoga bermanfaat



MASA KEHAMILAN



Memang aku hamilnya rada telat..usia 34 tahun, kata para ahli usia ini rawan...banyak masalahnya, emang sih...diawal hamil 2 minggu keluar flek-flek darah yang pekat kecoklatan, kental, awalnya bercak aja, lalu agak banyak sehingga kelihatan nempelnya di CD. di periksa ke dokter kandungan, di suruh test darah Toksoplasma...ternyata ada virus tokso, jadilah aku minum obat dari dokter.Sayangnya waktu itu aku gak minta di periksa total semua jenis virus  TORCH , and dokternya juga gak nyaranin aku periksa TORCH. Belakangan setelah ada masalah ADHD pada anakku , aku periksa di RSCM ternyata baik di IBU dan ANAK ada 4 jenis virus yang di atas ambang batas.



ANAKKU KOK BEDA YA?



sampai usianya 1.5 tahun anakku belum bicara, tapi aku pikir ah...biasa, mungkin karena dia lebih cepat jalan ..jadi bicaranya telat...



Sampai 2 tahun belum juga bicara...senang bentur2 in kepala , memutar-murat roda atau apapun yang sifatnya berputar (pernah ngikutin tukang sayur keliling kompleks cuma buat megang roda gerobak sayurnya).



Aku bawa periksa ke beberapa ahli untuk mendapatkan "kemantapan hati". pertama ke psikolog di sebuah klinik terapi anak kebutuhan khusus ;kata mereka "anak ibu tidak autis, tapi kurang di simulasi saja, karena tadi waktu dipanggil dianya noleh, lalu waktu di larang dianya masih mau nurut" di terapi PERILAKU aja bu...

karena waktu itu aku kerja full time gila2an and nyampe rumah aja jam 9 malem...biasa ...kejar setoran..aku betul2 merasa bersalah, segitu kerjanya sampai lalai mendidik anak sendiri , melatih dia bicara...mengajak menyanyi.latihan berteman .etc..etc. Akhirnya aku mundur deh dari kerjaan ku supaya bisa BAYAR HUTANG ke anakku.



Tapi ada kerabat (yang anaknya menderita autis) menyarankan aku untuk cari second opinion.. lalu pergilah ke RSCM; scan telinga....Scan Otak...etc..etc.  kesimpulannya Telinga normal ; jadi belum bisa bicaranya bukan karena gangguan telinga ...Otak normal ..berarti gangguan bicara nya karena Autis atau ADHD . dikasih obat spy anak bisa "tenang"..tapi gak berlangsung lama, karena aku gak tega ngasih minumnya karena harus adu otot dulu, dianya nolak dikasih obat..diusianya 2-4 tahun tenaga anakku emang bikin takjub..aku aja bisa sampai terguling meluk dia untuk ngasih obatnya. entah kenapa aku gak terlalu ikhlas ngasih obat ke anakku, terutama karena katanya obat ini untuk menenangkan anak, supaya jangan hiperaktif. jadinya mubazir deh tuh obat mahal-mahal.



Masih belum terima juga anakku di bilang Autis..lalu aku pergilah ke dokter Melly, psikolog Pakar anak Autis yang sdh banyak mendiagnosa dan menangani anak kebutuhan khusus. Sama Dokter Melly di sarankan TEST DARAH untuk melihat pakah anakku ini alergi GLUTEN , karena anak autis umumnya alergi GLUTEN. test darah ini di kirim ke Amerika karena di indonesia (waktu itu th. 2008) belum ada yang canggih. Biayanya ?? LUMAYAAANNN bikin meringis. he..he . Hasil test lab nya berupa sebuah buku yang berisi daftar makanan yang anakku alergi. dan...wahhh banyaaaak banget, sampe dr. Melly geleng2 kepala sambil bilang "aduuh kasihan sekali...banyak sekali pantangannya"...aku aja sampe bingung lihat tabelnya ...wong sama beras aja di kategorikan alergi menengah, susu sapi alergi berat, susu kedelai alergi juga...lha terus anakku bisanya mangan opo??? bisanya makan sayuran hijau seperti bayam, kangkung, sawi, terong..itupun kudu organik (hu...huu...harganya mahal and nyarinya susah) ..kesimpulan dokter MELLY .."anakku ADHD,  AUTIS MENENGAH"...kaget banget deh...ah masak menegah sih dok, autis ringan kaliii?..biasalah ini namanya FASE GAK MAU NERIMA KENYATAAN.



TERAPI, TERAPI, I'TIKAF, URUT, SEMUA DIJALANI



mulailah FASE TERAPI sambil terus nyari info sana sisi yang bisa "nyembuhin" anakku.



TERAPI paling awal adalah di klinik khusus, lalu aku ganti dengan manggil terapis ke rumah, terutama terapi wicara...mulai ada kemajuan. mulai bicara tapi sangat sedikit, aktifnya gak kurang, tapi sdh mau duduk di meja dg terapisnya, masih bentur2in kepala, tetapi menjelang bulan ke 5 terapi sudah banyak kurang, kontak mata mulai ada. Aku juga "ngintip" cara terapis nanganin anakku, lalu aku pakai cara itu (dg improvisasi seorang ibu tentunya) ke anakku sepanjang hari (karena aku sekarang full time moms). Hasilnya "PESAT" menurut terapisnya.

so menurutku MOMS :

"OBAT TERBAIK UNTUK ANAK KITA ADALAH KEHADIRAN BUNDANYA" .



EDU GAMEs for autistic Children:



Gak sengaja akau memperkenalkan CD edu games ke anakku; namanya "CD akal interaktif aku anak cerdas ' ....eh ternyata dia seneng banget; karena di CD itu yang bbicara suara anak-anak ...jadi dia tertarik, misalnya belajar warna: kita klik warna merah maka suara anak  kecil itu keluar: merah..merah....lama2 anakku jadi ngerti  o..itu namanya warna merah dan ikutan ngomong : merah..merah, alhamdulillah, aku sangat bersyukur ketemu CD itu; anakku cepat berlatih bicara, selain itu dia juga jadi ngerti warna, bentuk geometris, dan ngerti cara pakai komputer di usia 2.5 tahun. Yang bikin program mungkin gak sadar bahwa CD nya itu sangat membantu terapi wicara anakku, Therapist nya sendiri juga mengakui bahwa dia jadi lebih mudah meng handle anakku.



ada juga website edu games  khusus anak autis namanya ZAC browser, web ini dibuat oleh seorang kakek yg prihatin thd cucunya yg autis, menurutku web ini sangat edukatif, bukan hanya untuk anak autis, tapi buat anak umumnya juga. Anakku sampai loncat2 di kursi waktu aku tunjukkin web ini, karena berisi gambar2 lucu dan music2 yg disenangi anak. Mereka di ajak untuk interaktif dan berpikir dengan cara lucu dan gak bosenin.  Dicoba deh para moms, buka web ini, and  maen bareng-bareng si anak...seru and fun and gratis pula.



DOYAN KOMPUTER



Banyak yang bilang anak-anak kebutuhan khusus ini cepat ngerti komputer, anakku sepertinya juga begitu, hanya dalam seminggu diperkenalkan komputer, dia ngotot mengoperasikan sendiri, bahkan proses menghidupkan dan mematikan nya  (mulai dr stop kontak, stabilizer, ups, monitor) dia kuasai dalam seminggu. tadinya aku gak yakin dia bisa, tapi tak coba ajarin aja...eh..ternyata bisa. Kadaang-kadang kita para ortu suka under estimate dengan anak sendiri, Jadinya sekarang aku mengajarkan apa saja yang bisa aku jelaskan, gak terlalu mikir "dia bisa gak ya, dia paham gak ya?" ....yang penting ajarin dulu aja, ternyata walaupun saat itu dia belum ngerti tapi ke rekam semua apa yang di ajarin, misalnya aku cerita tentang energi angin yg dimanfaatkan pesawat terbang, besok besok dia melihat sesuatu yang terbang dia bilang " itu digerakkan energi angin ya bunda?"





URUT dan I;tikaf

saking pingin nyari kesembuhan untuk anakku, akupun i;tikaf di bulan ramadhan , di sebuah mesjid yang juga ada kegiatan pengobatannya. jadi deh aku kontrak rumah petakan yang dekat masjid spy gampang bawa anakku tiap malam untuk di urut. Di urutnya disepanjang punggung mengarah ke atas (leher)  lalu di daerah pundak dan  tengkuk juga di urut hati-hati, memang tengkuknya kaku n keras banget, sepertinya inilah yg juga menghambat aliran darah ke otak. Aku juga di ajari urut sendiri anakku sambil terus baca shalawat. Alhamdulillah, banyak kemajuan, aktifnya banyak berkurang, tetangga and teman2 yang kenal anakku juga pada komentar kalau dia sekarang jauh lebih tenang.

Ternyata terapi urut ini juga dipakai oleh salah seorang terapis SEnsory Integrasi  anakku namanya pak Rosyid ( yang antri pingin anaknya di pegang pak Rosyid banyakkk banget); menurut dia salah satu sebab anakku susah di pangkas rambutnya adalah karena daerah tengkuknya sangat kaku and sensitiv, tapi sambil terapi Sensory dia urut tangan, kaki, pundak dan tengkuk, lalu anakku di bawanya ke tukang pangkas rambut ( wah pak Rosyid sendiri yang bawa anakku ke tukang pangkas, ditemanin suamiku) ternyata anakku gak terlalu menolak lagi di pangkas. biasanya dia berontak seperti orang ketakutan.



So moms, gak ada salahnya kita sering2 membelai/urut ringan punggung anak kita, termasuk kepalanya, karena itu bermanfaat memperlancar peredaran darah ke otak, anak merasa nyaman and lebih anteng. Insya Allah.



INDRA NYA LEBIH SENSITIF DARI ANAK UMUMNYA



Pada Beberapa kasus anak autis ada yang indra nya sangat sensitif, ada yang anti berat  sama "glitter" alias yang kelap kelip karena "menyakiti" indra matanya, nah..anakku sepertinya pendengarannya dan kulitnya sangat sensitif...awalnya aku bingung ...masa dikasih minyak telon aja guling-guling kepanasan??, jadilah sampai usianya 4 tahun dia takut banget sama minyak hangat, apapun merek dan jenisnya. Lalu gak mau pakai sendal and sepatu karena dia merasa tidak nyaman kulitnya terutama di sela2 jari kaki.setelah dicoba sana sini, akhirnya di carilah sendal yang lembuuut and modelnya jangan sendal jepit, barulah pada usia 4 tahun aku berhasil membujuknya pakai sendal n sepatu, sebelumnya...nyeker..he..he, kadang ke mall aja sama dia sendalnya di buang entah kemana and dia lari sana sini sambil nyeker.



InDRA pendengarannya juga super sensitif; misalnya dengar suara blender dia bisa jerit-jerit ketakutan...awalnya saya gak 'mudeng'...dikirain cuma ketakutan anak kecil biasa, tetapi melihat reaksinya yg gak wajar, maka sebagai ibu saya mencoba menyelami perasaan nya...lalu sampailah pada kesimpulan bahwa suara blender itu di telinga nya yang super sensitif terdengar sangat keras sehingga seperti raungan yang mengerikan.



Dari hal diatas saya belajar satu hal lagi..tidak semua info tentang penyakit dan masalah anak bisa kita dapat dari literatur atau para pakar, terkadang kita harus mendengar suara hati kita seorang ibu alias INSTING. Dan ternyata penyelesaian masalahnya terkadang hanyalah PENGERTIAN dan MENYELAMI dan MEMAHAMI, apalagi saat itu anakku masih belum bisa berkomunikasi sampai usianya  4 tahun.

 



MENGALAMI KEKERASAN FISIK OLEH PENGASUHNYA



Waktu masih kerja full time aku pernah mengalami pengalaman menyedihkan: tiap aku mau pergi kerja anakku (waktu itu masih 2.5 tahun, belum bisa bicara) selalu nangis dengan sedihnya sampai air matanya bercucuran, lalu menarik narik baju dan tangan ku , lalu didepan cermin dia sambil nangis memukul mukul kepalanya dengan tinjunya...aku jadi heran " lho...kenapa di pukul kepalanya nak? sakit kan..." aku juga berusaha bilang bahwa " bunda pergi kerja sebentar kok, nanti sore juga pulang..gak perlu nangis.." ...tapi dia tetap nangis dengan sedihnya sambil narik narik bajuku.



Belakangan ada yang laporin ke aku kalau mbak pengasuhnya ternyata ringan tangan, kepala anakku suka ditampar sambil bentak bentak : diam..diam...

lalu telinganya dijewer, rambutnya suka dijambak jambak, dan suka di cubit...padahal kalau di depan aku itu pengasuh kayaknya sayaaang banget sama anakku, sungguh gak nyangka ada yang tega, memang anakku hiperaktif ..tapi bukan berarti boleh di pukulin.Pantaslah dia mencoba memberi tahu ibunya kekerasan yg dia alami dengan memukuli kepalanya sendiri di depan cermin dengan muka sedihnya...tapi bunda gak ngerti...maaf ya nak, pastilah saat itu adalah saat yg menakutkan buat mu...saat bunda tidak dirumah.  Tiap kali ingat kejadian ini selalu air mata saya gak terbendung.



so bunda...sekali lagi aku dapat pelajaran, saat anak kita belum bisa berkomunikasi secara verbal...kita harus memahami bahasa tubuh dan perilaku "aneh" anak kita dengan cara pikir dan sudut pandang anak...bukan dgn cara pikir kita orang dewasa. Berpikir logis dan realistik memang bagus, tetapi untuk anak kita mungkin harus ditambahkan dengan insting dan Rasa dan kepekaan seorang bunda.



kasus ini jugalah yg membuat saya berpikir untuk stop kerja full time: anak hiperaktif memang butuh kesabaran sangat ekstra untuk menjaganya...orang lain bisa tidak mampu menahan sabar menghadapi hiperaktifnya..hanya orangtuanya terutama bundanya bisa paling sabar menghadapi apaun yg terjadi (walaupun kadang2 emosi juga), mungkin inilah yg di maksud RAHIM alias kasih sayang tak  berbatas dari IBU kepada  ANAK.





BERMACAM TERAPI DI COBA



Pertama-tama dicoba terapi ke klinik tumbuh kembang, cuma tahan 3 kali, karena kebetulan ada teman yg punya kenalan terapis bisa panggil kerumah, nah ini lebih ringan, karena kadang2 bawa anak ke klinik perlu energi besar, maklumlah si anak gak bisa diam, menclok sana sini.



Terapis ini keahliannya adalah Terapi wicara, tetapi bisa juga terapi lainnya sepert okupansi dan remedial. Cukup bagus, mulai mengikuti meniru suara dan kata yg di ucapkan terapisnya, mulai mau duduk lamaan dikit, lalu bentur2 in kepala ke tembok mulai berkurang. Oh ya masalah bentur in kepala ini rada aneh, awalnya benturin dahinya ke dinding, lalu beberapa bulan kemudian benturin kepala nya ke belakang. dan itu cukup keras, sampai temboknya ber suaranya duk-duk. Akhirnya dengan terapi ini Benturin kepalanya berhenti total di bulan ke enam. 



NGECES: air liurnya suka menetes, sampai bajunya basah, oleh terapisnya diurut area mulut dan rahang, alhamdulillah ngecesnya pun berkurang 80%.



saya bersyukur sekali Allah memberi saya Terapis yg sabar, serba bisa dan gak money oriented. Inilah mungkin pertolongan Allah ats doa saya tiap saat agar anak saya di pertemukan dengan orang yg tepat.



TERAPI SENSORY INTEGRASI: dari seorang bunda yg juga anaknya autis sy dapat info tentang sensory integrasi dan terapisnya yg ok banget, Alhamdulillah anak saya cocok dg terapis ini, selesai terapi area punggung, tengkuk tangan dan kepalanya di urut oleh pak Rosyid. kemajuannya pun semakin banyak. Kontak mata mulai intens, diajak bicara mulai nyambung, sebelumnya gak nyambung, misalnya kita nanya "hari ini ngapain aja nak?" anakku tidak mampu menjawab dengan tepat apa yg ditanya, malah menjawab apa yg terlintas di benaknya seperti "bajuku warnaya biru", jadinya komunikasi kita dengan anak kayak stuck.  kadang-kadang suka diledekkin neneknya "yaa,,,error deh"



TERAPI GELOMBANG OTAK : saya temukan ini waktu pameran, tentang bagaimana menstimulasi gelombang otak Alpha, Betha dan Gamma ; agar mencapai titik optimal. misalnya jika seseorang suka lupa, maka gelombang Alpha nya lah yg bermasalah,  nah di salah satu titik di kepala ditempellah elektroda dan dikirmlah sinyal gelombang elektromagnetik yg bersifat merangsang titik Alpha  tersebut sehingga skor nya mendekati kondisi manusia umumnya. Ini sebenarnya tidak beda dengan EMR kalo di rumah sakit. bedanya kalau di rumah sakit EMR hanya dipakai untuk mendeteksi penyakit , maka pada tekhnologi ini EMR dipakai juga untuk menstimulasi otak. 



dari evaluasi awal diketahui beberapa masalah dg gelombang otak anakku yg mempengaruhi perilakunya, misalnya gelombang Betha pendek di dahi terlalu tinggi sehingga anak menjadi Thought racing atau PIKIRAN BERKECAMUK, menyebabkan dia gelisah, tidak bisa tenang, selalu dipenuhi pikira-pikiran sehingga tidurnya pun tidak pulas. lalu gelombang Alpha di dekat  ubun ubun juga terlalu tinggi, sehingga dia selalu merasa ber energi, tidak mau diam dan hiperaktif.



terapi pun dimulai dengan menstimulasi tiap titik yg bermasalah, dan dilihat skor hari ini apakah ada kemajuan dari skor terapi sebelumnya, umumnya tiap titik membutuhkan 3-4 kali terapi spy skornya bergeser mendekati skor anak normal.



Perubahan Perilaku memang terlihat significant, kalau sebelumnya kami orang tua sering merasa kelelahan baik fisik maupun emosional dengan ke hiperaktifan anak, perlahan-lahan anak mulai berkembang seperti anak lainnya, bisa diajak bercanda, ngobrolnya mulai nyambung dan jawabannya gak error, sehingga kita gak frustasi. Aktifnya masih, tetapi mulai bisa di kontrol, misalnya "kalau di kelas tidak boleh sering2 lari keluar ya nak" ..dia sdh mulai mau mengingat pesan, dan berusaha tetap tinggal di dalam kelas, sebalumnya dia gak bisa kontrol keinginannya, kalau pingin kabur..ya kabur aja ......(bersambung..kayak cerpen ajah..wkk)





 





Ditampilkan sebanyak : 3034

Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang blog ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman
 
bunda ariz's blog :