SITE STATUS
Jumlah Member :
497.637 member
user online :
576 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Menangis Sampai Membiru

   

Menangis Sampai Membiru
Oleh :


malam bunda saya mau tanya....???? anak saya sekarang berusia 18 Bln sering kejang ketika ada masalah atau ketika nangis saking kesal. mulutnya terlihat biru mukanya pucat napasnya panjang sampai suaranya gak keluar sambil kejang setelah beberapa saat ditangani sendiri sebisa mungkin langsung pingsan. setelah tanya ke paraji dan bidan itu hanya kejang biasa nanti juga bakalan sembuh "katanya" terus ada masukan dari teman saya itu harus seken otak karena tersumbatnya oksigen pada otak. yang jd pertanyaan ": 1. ada apakah dengan anak saya? 2. Apa benar itu tidak menjadi masalah 3. Dengan cara apa anak saya dapat sembuh? mohon penjelasannya sedetil mungkin terimakasih....
   
 
dr. Tanti menjawab


Dear Bunda,

Adakalanya seorang anak bayi maupun balita memiliki kebiasaan buruk menangis dan menahan nafasnya sejenak hingga tampak membiru kemudian Ia akan menangis kembali. Hal ini terutama untuk menarik perhatian dari pengasuhnya bila keinginannya tidak dituruti (terutama pada balita).

Hal yang perlu Bunda perhatikan adalah;  

Apakah bayi anda mempunyai penyakit jantung bawaan (yang terjadi semenjak ia berada di dalam kandungan)? Untuk memastikan hal ini, Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak yang merawat bayi Anda.

 Keadaan berikutnya, apakah bayi nAda mengalami demam  tinggi di atas 37 derajat Celsius saat ia “tampak kejang” dan menangis? 

Apakah tanpa menangispun anak Anda pernah mengalami pingsan ataupun kejang?. Bila kejang atau pingsan sering terjadi, maka sebaiknya di periksakan lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada penyakit lain , epilepsy sebagai contohnya.

Apabila setelah diperiksa memang tidak ada kelainan atau penyakit, maka kebiasaan menangis sambil menahan nafas merupakan kebiasaan yang dilakukan karena anak Anda marah dan menginginkan perhatian. Tenangkan dengan lembut ketika anak Anda menangis, jangan mengguncang-guncang anak Anda agar tidak terjadi cedera, pastikan tidak ada benda yang menyumbat pada saluran pernafasannya (hidung maupun mulut). Lambat laun kebiasaan ini akan menghilang dengan bertambah dewasanya anak Anda, bila perlu konsultasikan Anak anda pada klinik tumbuh kembang untuk  mengetahui apakah ada masalah lain (masalah emosi atau komunikasi) pada anak Bunda. Demikian jawaban saya, semoga dapat membantu.

   
 
 


Bagaimana menurut Anda mengenai jawaban ini? Silahkan sampaikan komentar Anda.


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman