SITE STATUS
Jumlah Member :
484.199 member
user online :
1700 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Balita

umur 19 bulan blm bisa ngomong..wajar ga?

New Topic :  
13-02-2009 11:47:17 ke: 1
Jumlah Posts : 14
Jumlah di-Like : belum ada like
Syafiq tgl 16 pebruari ini umur 19 bulan, sampe skrg masih bisa ngomong dikit2 misalnya ayah, unda, tatak, teteh, atuh dan beberapa kata lain tp itupun ga bisa disuruh kalo lagi ga mau ngomong. Sebenernya dr umur 11 bulan dah bisa manggil ayah dan nda tp sampe skrg g banyak kemajuan. kira2 wajar ga ya? dan gmn cara menstimulusnya? sudah nyoba berbagai cara masih blm berhasil. mohonpencerahannya ya...
   
14-02-2009 10:05:21 ke: 2
Jumlah Posts : 90
Jumlah di-Like : belum ada like

Dari milis balita-anda

Supaya tidak terlambat berbicara, latihlah sejak bayi. Bayi sejak lahir sudah bisa mendengar dan mengerti suara manusia, terutama suara ibunya. Walaupun bayi belum bisa menjawab dengan kata-kata tetapi bayi bisa menyatakan perasaannya dengan : senyuman, gerakan bibir, bersuara, berteriak, menggerakkan tangan kaki, kepala atau dengan menangis. Dengan latihan setiap hari sejak bayi, lama kelamaan bayi dan anak dapat menjawab dengan kata-kata dan kalimat. Latihan ini sekaligus merangsang perkembangan emosi, sosial, & perkembangan kecerdasannya. Supaya bayi / anak anda tidak terlambat berbicara, lakukan metode ini setiap hari, ketika anda berada tidak jauh dari bayi anda.

I. Melatih Bayi dan Anak Berbicara

Berbicaralah kepada bayi / anak sebanyak mungkin dan sesering mungkin, dengan penuh kasih sayang, walaupun ia belum bisa menjawab. Bertanya pada bayi/anak.. Contoh : Adik haus, ya? Gardi lapar,ya?. Elta mau susu, lagi ? Ini gambar apa ? Ini boneka apa ? Ini warnanya apa ? Ini namanya siapa ? Komentar terhadap perasaan bayi / anak . Contoh : Kasihan, adik rewel kepanasan, ya?. Nah sekarang dikipasin ya ? Ooo, kasihan, adik rewel gatal digigit nyamuk,ya ? Jatuh ya ? Sakit, ya? Sini di obatin ! Menyatakan perasaan ibu/ayah. Contoh: Aduh,mama kangen banget sama adik. Tadi mama di kantor ingat terus sama adik. Mmmh , mama sayang deh sama adik. Komentar keadaan bayi / anak.. Contoh : Aduh pipi Ade tembem ! Wow, Rama matanya besar banget! Wah, kepala Gardi botak! Ai, ai, Elta buang air besar lagi ! Komentar perilaku bayi / anak Contoh : Wah, Rini sudah bisa duduk! Eeee, Tono sudah bisa berdiri ? Ai, ai, Ari sudah bisa duduk ! Wah, adik sudah bisa jalan ! Bercerita tentang benda-benda di sekitar bayi / anak. Contoh : Lihat nih. Ini namanya bantal. Warnanya merah muda, ada gambar Winnie the Pooh. Adik tahu nggak Winni the Pooh ? belum tahu ? Winni The Pooh itu beruang yg lucu & cerdik. Nanti kalau sudah gede pasti tahu deh. Yg ini namanya boneka Teletubies. Warnanya merah. Yg ini warnanya hijau, yang itu ungu. Nih, coba di peluk. Bercerita tentang kegiatan yang sedang dilakukan pada bayi / anak Contoh : Adik dimandiin dulu, ya ? Pakai air hangat, pakai sabun, biar bersih, biar kumannya hilang, biar kulitnya bagus sepeti bintang film. Sekarang dihandukin biar kering, tidak kedinginan. Sudaaaaah selesai. Sekarang pakai pampers, pakai baju, dibedakin dulu, biar kulitnya halus, wangi.. Nah, selesai. Enak, kan ? Asyik, kan ? Habis ini minum ASI terus tidur, ya ? Mama mau masak, ya ? Bercerita tentang kegiatan yang sedang dilakukan ibu / ayah. Contoh : Mama / Papa sekarang mau bikin susu buat adik sebentar , ya ? Nih, susunyal 3 takar , ditambah air 90 cc, terus dikocok-kocok. Kepanasan nggak ? Enggak kok. Nah, siap deh.

II. Dengarkan suara bayi / anak, berikan jawaban atau pujian

Ketika bayi atau anak bersuara atau berbicara (walaupun tidak jelas), segera kita menoleh dan memandang ke arah bayi dan mendengarkan suara bayi atau anak seolah-olah kita mengerti maksudnya. Pandang matanya, tirukan suaranya, berikan jawaban / pujian, seolah-olah bayi mengerti jawaban kita. Contoh: Ta-ta-ta-ta ? Ma-ma-ma-ma? Kenapa,sayang ? Minta susu ? Mau poop ?

III. Bermain sambil berbicara

Ciluk - ba. Ibu mengucapkan ciluuuuuukk (muka ditutup bantal) beberapa detik kemudian bantal ditarik kesamping sambil ibu mengucapkan : baaaaaa !!. Kapal terbang. Nih ada kapal terbang sedang terbang. Ngngngngngng. Ada musuh, kapal terbangnya menembak musuh … dor .. dor .. dor. Kapal terbangnya turun ke muka bayi terus keperutnya. Boneka, dimainkan seolah-olah ia berbicara kepada bayi / anak Menyebutkan nama mainan, nama makanan, anggota badan (tangan, kaki, jari-jari, mulut, mata, telinga, hidung dll.)

IV. Bernyanyi sambil bermain.

Pok-ambai-ambai, belalang kupu-kupu, tepok biar ramai, pagi-pagi minum …. cucu. Cecak-cecak didinding, diam-diam merayap, datang seekor lalat, ..hap! lalu ditangkap. Dua mata saya, hidung saya satu, (sambil menunjuk ke mata, hidung dst.) Putarkan kaset lagu anak-anak, ikut bernyanyi, sambil tepuk tangan, goyang kepala dll.

V. Membacakan cerita sambil menunjukkan gambar-gambar

Bacakan cerita singkat dari buku cerita anak yang bergambar. Tunjukkan gambar tokoh-tokoh yang ada dalam cerita (binatang, benda-benda, manusia). Tanyakan kembali apa nama benda tersebut, apa gunanya, siapa nama tokohTunjukkan gambar-gambar di dalam majalah.

VI. Menonton TV bersama anak sambil menyebutkan nama-nama benda, tokoh atau kejadian yang terlihat di TV

Itu mobil, yang itu kapal, itu sepeda. Itu kucing, di sebelahnya ada tikus dan anjing Kucing melompat, tikus lari, anjing duduk.

VII. Banyak berbicara sepanjang jalan ketika bepergian (ke pertokoan,rumah keluarga dll)

Tunjuklah benda-benda atau kejadian sambil menyebutkan dengan kata-kata berulang-ulang. Itu layang-layang sedang terbang, itu kakak sedang menyeberang jalan, itu burung sedang terbang, itu pohon ada bunganya, itu boneka pakai kacamata dll.

VIII. Bermain dengan anak lain yang lebih jelas dan lancar berbicaranya

Ajak bermain dengan anak lain (kakak, tetangga, sepupu) yang sudah lebih jelas berbicaranya, bermain bersama menggunakan boneka, kubus, balok, puzzle, Lego, gambar-gambar, buku bergambar dll.

PERHATIAN !!!

Jangan memaksa anak berbicara. Kalau bayi / anak bersuara (walaupun tidak jelas) berikan jawaban, seolah-olah kita mengerti ucapannya Pujilah segera kalau dia berbicara benar. Jangan menyalahkan anak kalau ia salah mengucapkannya Kalau anak sudah bosan sebaiknya beralih ke kegiatan lain  
   
14-02-2009 10:08:43 ke: 3
Jumlah Posts : 90
Jumlah di-Like : belum ada like

10 CARA EFEKTIF BICARA Dengan SI BATITA

Kenali karakteristik serta kematangan berpikirnya. Kalau Anda sudah tahu sifat-sifat si kecil dan bisa mengira-ngira kecepatannya menangkap informasi, Anda akan lebih mudah melakukan pendekatan yang pas untuknya. Ya, tiap anak pasti butuh pendekatan yang berbeda tergantung pada pembawaannya. Namun demikian, ada patokan dasar tentang resep berkomunikasi efektif dengan si kecil. Nah, mari kita simak patokan-patokan tersebut seperti disampaikan Linawaty Mustopoh Psi., dari Experd Consulting, berikut ini:

* Singkat dan sederhana

Akui saja, kita terkadang bingung bila mendengar pembicaraan yang panjang lebar atau ngalor-ngidul, bukan? Nah, apalagi anak-anak. Lantaran itu, gunakan bahasa yang sederhana dan singkat. Saat kita memberikan suatu intruksi, katakan "Yuk, cuci tangan sebelum makan!" Lebih baik lagi bila orangtua mencontohkan bagaimana cara melakukan hal tersebut. Kemudian, saat berkomunikasi dengan si kecil perhatikan intonasi dan nada suara. Jangan terburu-buru atau dengan nada menghardik. Intonasi tak jelas atau nada terburu-buru, membuat si batita kurang tanggap akan apa yang dibicarakan.

* Jelas

Kemampuan berbahasa, si batita, kan, masih terbatas. Hindari kata-kata yang membingungkan. Misalnya, "Awas, jangan ke sana, nanti jatuh!" Anak, kan, jadi bingung, kenapa dilarang? Terus, maksud kata "ke sana" itu apakah ke ruang tamu, kamar, dapur, teras atau lainnya. Berbeda bila Anda mengatakan, "Sayang, kamarmu baru dipel. Masih licin. Duduk di kursi dulu ya!" Jadi, pesan yang disampaikan harus jelas maknanya. Jangan sampai menimbulkan banyak pemahaman. Maka berbicaralah sesuai bahasa yang dipahami batita.

* Suara lembut

Namanya juga menghadapi anak, jadi harus disikapi dengan nada atau suara lembut dan menenangkan. Dengan begitu, si kecil seolah-olah tidak sedang dimarahi. Ucapan yang terdengar keras, suara tinggi atau penuh kemarahan, membuat anak me-rasa tak aman, nyaman bahkan takut. Apalagi kalau mengucapkannya dibarengi bahasa tubuh yang tidak menyenangkan, seperti bertolak pinggang. Jadi tunjukkan pula raut wajah yang cerah, kata-kata dan suara yang menyenangkan. Tak lupa pula untuk melakukan kontak fisik, misalnya sambil memeluk atau mengelus-ngelusnya.

* Konkret

Anak usia batita masih dalam tahap berpikir praoperasional. Maksudnya, dalam memahami sesuatu anak masih berpikir konkret. Dia belum dapat berpikir secara abstrak. Jadi, gunakan bahasa sekonkret mungkin. Misalnya, "Kamu jangan pelit dong sama teman." Lebih enak kalau dibilang, "Yuk, mainnya sama-sama, tak perlu rebutan mainan."

* Empati

Tempatkanlah diri kita pada situasi dan kondisi yang dihadapi anak. Salah satunya adalah mau mendengar dan memahami si kecil. Entah itu keinginan atau keluhannya. Tentunya mendengar dalam arti luas, tidak hanya melibatkan indra pendengaran tapi juga perasaan atau mata hati. Jadi sebaiknya jangan menuntut anak untuk mengerti keinginan kita, tapi berusahalah memahami anak terlebih dahulu. Kelak, bersikap empati ini dapat menumbuhkan keterbukaan dan rasa percaya antara orangtua dan anak.

* Perhatikan Situasi dan Kondisi

Pilihlah waktu yang enak dan tepat saat mengajak si kecil berbicara. Jangan ketika anak sedang asyik bermain atau beraktivitas, tiba-tiba kita ingin mengajaknya ngobrol. Beri jeda waktu pada dia untuk me-nyelesaikan kegiatannya itu. Alih-alih mau berbincang, dia malah bisa merasa terganggu.

* Kembangkan dialog

Sebaiknya hindari kata-kata yang bernada satu arah atau bahkan cenderung memaksa, contoh,"Adek harus tidur siang, ya. Jangan membantah!" Sikap "otoriter" seperti itu hendaknya ditinggalkan. Jadi, kembangkan upaya dialogis. Biarkan anak mengutarakan pendapatnya. Berikan kesempatan pada anak untuk berekspresi atau menyatakan apa yang ingin disampaikannya. Bisa kita pancing misalnya dengan cara, "Menurut Adek, tidur siang itu baik enggak?" Dengan mengupayakan cara dialogis, komunikasi yang dijalin diharapkan lebih efektif. Contoh, ketika kita meminta tolong si kecil, daripada memberi perintah, "Nak, buang bungkus permen di tong sampah dong!", lebih baik ajukan pertanyaan yang membuat anak sampai pada keputusan yang harus dilakukan. "Ayo, ke mana bungkus permen ini mesti dibuang?" Nada bertanya lebih efektif karena anak belajar bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya. Lontaran pertanyaan seperti ini sekaligus mengasah kemampuan berpikir si kecil.

* Konsisten

Saat berbicara dengan anak, tunjukkan kesungguhan atau konsistensi. Umpamanya, ketika memutuskan untuk mengatakan "tidak", terhadap sesuatu hal, maka kita harus konsisten. Misalnya, tak boleh makan cokelat menjelang tidur. Dengan bersikap konsisten, maka tak memungkinkan anak untuk melakukan "tawar-menawar". Sebaiknya sikap konsisten ini juga ditunjukkan semua orang di rumah termasuk saudara, kerabat atau kakek-neneknya. Anak akan paham aturan mana yang boleh dan mana yang tidak. Dengan begitu, komunikasi yang dijalin bisa efektif.

* Tegas

Dalam berkomunikasi kita sebaiknya tegas. Tapi bukan berarti dengan marah. Sikap tegas diperlukan bila si kecil "membandel" atau melakukan sesuatu yang sebetulnya sudah kita peringatkan. Misalnya, saat nonton teve, posisi duduknya selalu terlalu dekat. Padahal, kita sudah minta agar duduknya mundur atau menjauh. Bila dia tak juga mau menurut, maka boleh saja kita menarik tubuhnya agar menjauh dari teve. Beri alasan kenapa nonton teve tak boleh dekat-dekat karena bisa merusak mata.

* Beri pujian

Dalam berkomunikasi, unsur pujian mengandung makna positif buat si kecil. Dia akan merasa dihargai atas apa yang dilakukannya. Tiap si kecil berhasil melakukan sesuatu, kita sebagai orangtua jangan lupa untuk mengucapkan, "Terima kasih." Berikan juga ciuman atau peluk sayang sebagai tanda kita merasa senang. Dengan merasa dihargai, anak pun belajar menghargai orang lain.    
   
23-02-2009 11:31:26 ke: 4
Jumlah Posts : 160
Jumlah di-Like : 1
iffa 21 bln, kata2 yg jelas hanya beberapa mama, ayah, nen (nenek), titi (tante), nda(bunda), ka(buka)...tp kata2 yg tidak jelas lebih banyak lagi....spt... ..yakjijig.... .yabedabediii.. ..dakdeniii...hidingding.....  ..ketaketiniii,,,
n bahasa "planet nya" itu menjadi bahasa sehari2 dia klo kita ato dia mo nanya ttg sesuatu.... 
Aq sih gak kawatir krn dia mo ngomong sendiri walo gak jelas gitu...n mgkn jg karena maslah bhsa "ibu" di rumah... ayah nya bicara dg iffa pake bahasa aceh n aq pake bahasa indonesia so....mgkn aja iffa bingung ngucapin nya yaaaa.....tp dia tau apa yg kita maksud..

   
23-02-2009 11:58:40 ke: 5
Jumlah Posts : 14
Jumlah di-Like : belum ada like
brarti syafiq masih wajar ya??? lega deh ....kalo syafiq sih dah lumayan banyak kosa katanya, alhamdulillah tiap hari nambah. kalo ngoceh2 ga jelas dia dah sering dan diajak ngomong dia jg dah ngerti.
Kmrn sempet down waktu pulkam akhir taun syafiq dibanding2in sama sepupunya yang umur 2.5 thn padahal waktu itu syafiq blm genep umur 1.5 thn, kepikiran terus apa anakku perkembangannya ga wajar.
alhamdulillah skrg dah agak tenang..makasih banyak ya bunda
   
09-03-2009 14:47:31 ke: 6
Jumlah Posts : 84
Jumlah di-Like : belum ada like
sabar aja buu...
anak kan emang beda beda..
yg penting usaha, doa, ma latihan aja terus..
:)
   
10-03-2009 15:48:06 ke: 7
Jumlah Posts : 14
Jumlah di-Like : belum ada like
ya... makasih bun...
skrg syafiq sudah tambah jelas ocehannya, bisa diajak ngomong, bunda-nya nih yg tll kuatir
   
13-03-2009 08:19:37 ke: 8
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
Hi bu...Perkembangan setiap anakkan beda-beda.Sama dengan anakku sekarang 22bulan tapi ngomong belum lancar,ngomong tergantung mood aja.kalo lagi mood dia bisa ngomong" mama mau ikut" tapi kalo gak 1 hari bisa diam aja cuma main doang.Selagi anak pernah keluarkan kata-kata, jangan takut dia gak bisa bicara yang penting sering diajak bicara walau dia sepertinya gak nanggapi.Ibu yakin deh secara tidak langsung kata2x kita disimpan kok ama dia ntar suatu saat pasti dia ngomongi kata2x yang kita omongi.So Don't worry ya.salam kenal mom ebil :-)
   
14-03-2009 14:27:14 ke: 9
Jumlah Posts : 19
Jumlah di-Like : belum ada like

Hai bunda semua,
ternyata masalah ini bukan cuma kejadian sm tatya ya...Tatya skr usianya 21 bulan tp dia ngomongnya yg ngucapinnya jelas cuma ayah, mbak, mbah, maem, dada, udah. tapi yang bikin aku tenang dia sering bicara sendiri dgn bahasa planetnya. dan misalnya diajak bicara dia ngerti. Kadang saya juga coba untuk menyuruhnya mengambilkan boneka, ato bantal dia dan tnyata dia mengerti...Jadi saya berfikir perkembangan anak memang tidak sama dan tatya spt itu juga masih dalam batas wajar kok....

Bunda Tatya


   
18-03-2009 16:53:47 ke: 10
Jumlah Posts : 14
Jumlah di-Like : belum ada like
alhamdulillah tgl 16 kmrn syafiq 20 bulan dan skrg lumayan banyak perkembangannya, sekali2 sudah bisa bicara dgn menggabungkan 2 kata ato lebih.
bener2 bikin surprise waktu tiba2 ngomong 1 kalimat dgn jelas.
maklum ibu2 anak pertama jadi suka khawatir sendiri hehe...... 
   
 page  1  2 Next
atau login dengan Facebook Anda