SITE STATUS
Jumlah Member :
292.532 member
user online :
2302 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Bayi

bab bayi yang sehat n bentuk juga berapa kali normalnya?

New Topic :  
15-10-2008 11:35:22 ke: 1
Jumlah Posts : 56
Jumlah di-Like : 2
babyku baru berumur 11hr,tgl 7 kemarin dia kena kuning n diare,trus nginep di Rs ampek tgl 11,abis itu selain ASI susunya disapih dengan NL-33 dan diberi obat jalan,setelah dirumah babyku pernah bab 4x sehari banyak trus bentuknya spt bubur warna kuning,trus yg terakhir agak lebih encer berwarna kuning,apakah itu masik dbilang mencret?setelah itu 2hr ini malahan ga pub sama sekali..jadi bingung deh harusnya berapa kali seharikan baby itu pub? bangaimana bentuk n warna pub baby sehat? mohon saran n masukan dari bunda2 yang lain thanx weny
   
15-10-2008 11:54:06 ke: 2
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10
Nah, menurut dr. Eva J. Soelaeman, SpA., normal tidaknya feses dapat dilihat dari warna, bentuk, dan bau. Berikut penjelasannya: Mendeteksi feses dari warna Normal: warnanya kuning tua. Tidak normal: - Abu-abu atau abu-abu kehitam-hitaman bisa terjadi kalau si kecil terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan zat besi yang terlalu tinggi. Solusi: Tetap berikan ASI atau pilih susu formula dengan kandungan zat besi yang standar, tidak berlebih. - Merah. Penyebabnya: (1) terlalu banyak mengonsumsi makanan berwarna merah, (2) pengaruh obat (3) pertanda adanya darah. Penyebab ketiga inilah yang patut diwaspadai. Untuk itu bila yakin darah yang terlihat, segera bawa bayi ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Mendeteksi feses dari bentuk Normal: Feses bayi yang berbuih/bercampur buih sekali dua kali adalah wajar. Penyebabnya bisa makanan ibu menyusui yang terlalu banyak mengonsumsi makanan yang merangsang, seperti pedas. Tapi jika sudah lebih dari tiga kali dan berat badannya turun, itu pertanda si kecil mengalami dehidrasi dan ada infeksi di ususnya. Kondisi seperti ini perlu penanganan dokter. Tidak normal: - Seperti dempul dengan warna putih/putih kekuning-kuningan. Bisa dipastikan si kecil mengalami kelainan liver/hati. Segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. - Hitam dan dibarengi sakit perut. Kemungkinan besar si kecil mengalami perdarahan. Segera bawa si kecil ke dokter dan bawa sampel feses untuk dicek ke laboratorium guna mencari penyebabnya. Mendeteksi feses dari bau Normal: - Beraroma khas, bukan bau busuk. Tidak normal: - Baunya sangat busuk. Dicurigai, ada pembusukan yang tidak normal oleh bakteri di usus. - Bau sangat asam. Biasanya pertanda ada gangguan penyerapan gula atau istilahnya malabsorbsi karbohidrat laktosa karena bayi tidak dapat mengonsumsi susu sapi. Coba, gantilah susu si kecil dengan susu kedelai. - Bau amis. Kemungkinan infeksi amuba atau jamur. Kondisi ini perlu penanganan dokter. Mendeteksi feses dari asupan yang didapat bayi: - Bayi yang mendapat ASI eksklusif: Fesesnya akan encer/tak berbentuk dan berwarna kuning. - Bayi yang hanya mendapat susu formula: Jika susunya cocok maka bentuk fesesnya cenderung liat dan berwarna kuning. Namun bila tidak cocok, fesesnya bisa berwana abu-abu karena kemungkinan komposisi zat besi dalam susu formula tersebut terlalu tinggi untuk si bayi. Feses bayi yang berwarna hijau atau kehijau-hijauan menandakan lemak dalam susu formula yang diminumnya terlalu tinggi. - Bayi yang mendapat asupan campur (ASI dan susu formula): * Feses berwarna kuning dan tak berbentuk merupakan tanda si kecil lebih banyak mendapat ASI ketimbang susu formula. Di luar itu pertanda si kecil terlalu banyak mendapatkan susu formula. * Di atas usia enam bulan, bila bayi sudah mendapatkan makanan lebih padat, fesesnya akan berbentuk seperti bubur dan menyerupai feses anak di atas usianya. - Bayi yang dipengaruhi obat: * Akibat pengaruh obat yang sedang dikonsumsinya , frekuensi BAB bisa berkurang dan feses bayi menjadi keras. Di antaranya pengaruh obat batuk yang mengandung zat antitusif. Pantaulah selalu fesesnya.
   
15-10-2008 12:00:40 ke: 3
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10
Frekuensi buang air besar (BAB) dan kecil (BAK) bayi berkaitan erat dengan asupan yang masuk. Buktinya, antara bayi yang mendapat ASI dan tidak berbeda pula frekuensi pup dan pipisnya. Kok bisa seperti itu? Lalu, bagaimana frekuensi yang normal? Simaklah penjelasan dari dr. Eva J. Soelaeman, SpA. BAYI YANG MENYUSU ASI: Usia 0-6 Bulan: Frekuensi BAB normal: Sehari 1-7 kali atau bahkan hanya 1-2 hari sekali. Dengan catatan berat badan bayi terus bertambah sesuai grafik normal yang tertera pada Kartu Menuju Sehat/KMS. Jika yang terjadi sebaliknya, si kecil harus menjalani pemeriksaan dokter. Frekuensi BAB tidak normal: * Setelah 2 hari tidak BAB atau BAB tiga hari 1 kali. Kondisi ini perlu dikonsultasikan pada dokter. Biasanya dokter akan melihat kondisi perut bayi, kembung atau tidak, keadaan feses, berat badan, dan tumbuh kembang bayi. Beberapa kemungkinan penyebab bayi jarang BAB adalah: * Faktor makanan ibu. Misal, ibu menyusui sedang mengonsumsi obat-obatan/jamu. Akibatnya bayi yang memperoleh asupan makanan dari ASI ibu ikut "merasakan" dampak obat itu. Asal tahu saja, beberapa obat/jamu bisa membuat gerak/kerja usus menjadi lambat. Kondisi ini yang pada akhirnya membuat bayi mengalami sembelit. * Masalah pada sistem pencernaan bayi. Misal, ususnya tersumbat atau melintir. * Lebih dari 7 kali sehari. Frekuensi BAB yang lebih sering dari biasanya dapat disebabkan faktor makanan ibu. Contoh, ibu menyusui yang mengonsumi makanan pedas atau makan yang mengandung serat tinggi dapat membuat bayinya jadi lebih sering pup. BAYI YANG TIDAK MENYUSU ASI Usia Usia 0-6 bulan Frekuensi BAB yang normal: Sekitar 3-4 kali sehari sampai hanya 1-2 hari sekali. Kenapa frekuensi BAB-nya lebih jarang dari bayi yang menyusu ASI? ASI seperti diketahui sangat mudah dicerna oleh bayi. Namun tidak begitu dengan susu formula yang lebih sulit dicerna dan diserap oleh sistem pencernaan bayi. Inilah yang menyebabkan kenapa bayi yang menyusu ASI jarang mengalami kegemukan, sementara "bayi susu formula" kerap kelebihan berat badan. Frekuensi BAB yang tidak normal: Bila feses bayi encer dan frekuensinya lebih dari 10 kali per hari disertai penurunan berat badan. Usia 6 bulan ke atas Frekuensi BAB normal: Biasanya 3-4 kali sehari atau 2 hari sekali. Setelah anak menginjak 4 tahun, frekuensi BAB-nya sudah seperti orangtuanya, yakni satu sampai dua kali sehari. Frekuensi BAB tidak normal: * Lebih dari 4 kali sehari disertai gejala-gejala lain. Misalnya, bayi BAB sampai 6 kali sehari. Ini bisa dijadikan alarm bagi orangtua bahwa kondisi si kecil sedang tidak sehat. Coba perhatikan apakah bayi juga rewel atau gelisah? Jika ya, kemungkinan ada sesuatu yang tidak beres pada pencernaannya. Untuk menelusuri penyebabnya, ingat-ingat apa menu makanannya hari itu hingga 2 hari sebelumnya; apakah terlalu banyak serat? Terlalu banyak diberi buah/sayuran mungkin. Bayi yang terlalu banyak mengonsumsi serat berpotensi untuk lebih sering BAB dan akhirnya menjadi kurus. Sebab apa yang dikonsumsinya lebih banyak yang dikeluarkan ketimbang yang diserap. Dua kali dalam kurun waktu tujuh hari atau kurang. Kemungkinan bayi mengalami konstipasi/sembelit atau pemampatan feses di usus besar. Hati-hati, jika feses yang keras membuat anusnya luka dan si kecil mengalami trauma sehingga enggan untuk buang air besar yang berikutnya. Penyebab konstipasi: * Bisa jadi bayi terlalu banyak minum susu dan kurang mendapat makanan padat serta kurang minum air putih. * Kurang serat/kurang mengonsumsi sayuran atau buah-buahan. Cara mengatasinya, penyebab pertama bisa diatasi dengan mengurangi asupan susu formula pada bayi dan menggantikannnya dengan memperbanyak asupan makanan padat sesuai usianya. Sementara yang kedua, tentu bayi harus lebih banyak diberi makan buah-buahan, sayuran, dan tak lupa banyak minum air putih. Bila kondisi ini tidak mengalami perbaikan, amat bijak bila si kecil diperiksakan ke dokter. FREKUENSI BAK Dalam sehari, normalnya bayi buang air kecil sekitar 3-4 kali. Namun, sebetulnya frekuensi BAK tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Jika lebih dari itu oke-oke saja. Kecuali bila pipisnya sangat sering (lebih dari 10 kali/hari) atau jarang sama sekali. Dalam artian selama tidak ada tanda-tanda dehidrasi atau bayi menjadi lesu dan rewel, tak perlu terlalu mempermasalahkannya. Apalagi sampai khawatir bayi terkena diabetes militus karena DM pada anak, apalagi bayi sangat jarang terjadi. Namun waspadai bila frekuensi BAK bayi jarang/menjadi jarang. Misalnya, satu hari hanya sekali padahal biasanya bisa 4 kali. Atau sejak lahir si kecil memang jarang pipis padahal asupan cairannya mencukupi. Beberapa penyebab frekuensi BAK yang jarang adalah: 3 Bayi mengalami kekurangan cairan. Ini bisa karena ibu yang menyusui kurang banyak minum atau bayi sedang mengalami muntah-muntah atau berkeringat berlebihan. Kondisi seperti ini dapat diatasi dengan banyak memberi asupan cairan pada bayi. Ibu menyusui, misalnya, mesti banyak minum. Namun untuk kasus muntah-muntah, sebaiknya bayi segera dibawa ke dokter untuk mencari penyebabnya dan mencegahnya dari dehidrasi. 3 Pada bayi laki-laki, coba perhatikan ujung kulupnya apakah terlihat kecil atau tidak. Bila ya, bisa jadi ia mengalami phymosis (ujung kulup kecil) sehingga menyebabkannya jarang BAK. Sebagai solusi biasanya dokter akan melakukan pembesaran dengan cara sunat. Kondisi ini perlu diatasi segera karena jika dibiarkan bisa menimbulkan infeksi pada saluran kencing bayi. 3 Sukar pipis pada bayi perempuan bisa disebabkan infeksi pada organ intimnya meski bisa juga BAK-nya justru jadi lebih sering. Sebagai pecegahan, sehabis BAK, lubang kencing dan daerah sekitarnya mesti langsung dibersihkan. Sisa air seni bisa mengendap di lipatan-lipatan sekitar kelaminnya dan menimbulkan infeksi. Perha-tikan juga teknik menceboki. Jangan menceboki dari arah belakang ke depan namun dari depan kebelakang. Ini dimaksudkan agar kotoran dari anus tidak terbawa ke vagina.
   
16-10-2008 11:38:48 ke: 4
Jumlah Posts : 56
Jumlah di-Like : 2
Wah thanks a lot Aurel Mom's atas informasinya.lengkap n jelas ^_^
   
30-10-2008 11:18:52 ke: 5
Jumlah Posts : 20
Jumlah di-Like : belum ada like
Dear All anakku udah kurang lebih 5 hari BAB nya bau dan berwarna kehijau2an dan juga hitam.......awalnya aku pikir ga masalah tp setelah baca info diatas ini BAB anakku ga normal.....anakku sekarang 5 bulan dan hanya minun Sufor dan sebelumnya BAB warna kuning setelah minum obat Batuk dan Puyer antibiotik dan flu, setelah BAB nya jd warna hitam dan hijau bau lagi, dan setelah selesai aku imin DPT dan aku kasih obat Tempra dampai sekarang BAB nya blm beruba....saran dunk thanx, Mama Avel
   
15-02-2010 21:02:01 ke: 6
Jumlah Posts : 6
Jumlah di-Like : belum ada like
Mama Avel, saya sudah 1 bulan ini coba kasih Malika (8 bln) Quacker Oat instan yang kadang dicampur apel, pear atau susu, dan Alhamdulillah pupnya bagus dan rutin, Malika juga tidak mengejan saat pup.
Gandum baik untuk pencernaan sama seperti Yogurt jadi mungkin bisa dicoba, sebaiknya dicoba bila bayinya sudah berumur 6 bulan/ lebih. Maaf kalau tidak berkenan:)
   
17-03-2010 13:26:12 ke: 7
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda semua, anaku umurnya hampir 6 bln lbh 2 minggu, bbrp hari ini BABnya berwarna kehijau-hijauan enderung ke hitam & berbentuk. dari umur 6 bulan kmrn susu formulanya sdh ganti yg 6 - 12 bln tp produk su2 msh sama. wktu awal2 pergantian susu ga da mslah, BAB nya msh normal2 aja tp stlh sktr 10 hari pergantian susu muncul mslh ini. klo BAB sering nangis mungkin kesakitan.. jd kasian bgt nglihatnya. apa karena disebabkan pergantian su2 itu?  Apa perlu ganti su2 formula? su2 yang co2k apa? Tolong solusinya ya bun.. thanx, Ma2 Bryan
   
23-03-2010 12:15:59 ke: 8
Jumlah Posts : 90
Jumlah di-Like : 2
dear bunda.

aq mau share dunks..
aq baru saja melahirkan putri aq yg pertama. nah banyak hal yang baru buat aq saat ini..
kalo ada bunda yg pernah ngalamin tolong bantu sharing nya yaks..

baby aq kok sering banget tidur ya?nyenyak banget... walau biasanya bangun kalo pipis atau haus. apakah itu normal untuk bayi yg baru lahir?

nah yang saya tahu khan bayi baru lahir itu harus rajin minum ASI.. tapi kalo babynya tidur lelap gitu, apa kita harus bangunin???

sebaiknya pemberian ASI itu disesuaikan kebutuhan baby ( saat baby haus saja) atau kita yang harus nyusuin kapan kita mau.. (saat baby tidur kita bangunin)

terima kasih

winnie (Bunda Tanaya)
   
23-03-2010 15:47:09 ke: 9
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
dear winnie
bayi bru lahir harus di beri minum setiap 2 atau 3 jam sekali
klo tidur pulas harus dibangun kan
karena klo di biarkan tidur malah tdk baik untuk bayi
semakin byak di susuin baby semakin terhindar dr penyakit kuning
   
23-03-2010 20:21:58 ke: 10
Jumlah Posts : 5
Jumlah di-Like : belum ada like
dear winnie
setuju dengan littleholiday
pokoknya bangunin aza..susuin terus biar ga dehidrasi.oya tar klo dh 2 mggn di massage aza.bagus lohh. sy fisioterapis yg biasa megang bayi massage.gudlak hehe..tks
   
 page  1  2 Next
atau login dengan Facebook Anda