SITE STATUS
Jumlah Member :
499.003 member
user online :
927 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi
Pusat informasi - telat 1 minggu hasil msh negatif


telat 1 minggu hasil msh negatif
dok saya dh telat 1 minggu ko pk tespek hasilnya msih negatif juga
20 Jun 2014, 12:15
Dari : Julaeha

Jawaban
Hi Bunda,
Kami akan mencoba membantu menjawab pertanyaan Bunda dengan memberikan link kasus maupun artikel yang serupa dengan keluhan Bunda. Untuk kasus-kasus yang berhubungan dengan kegawatdaruratan (Emergensi) ataupun menyangkut keluhan fisik lain yang harus segera diobati, kami menyarankan untuk segera menghubungi dokter Anda.

Berikut ini jawaban dokter pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda ratna priyotomo, dengan judul pertanyaan Telat menstruasi pada tanya dokter: "Tidak datangnya menstruasi memang dapat menjadi tanda awal terjadi kehamilan. Selain itu tanda kehamilan juga terasa nyeri dan perubahan pada payudara yaitu bertambah gelapnya daerah sekitar puting payudara, payudara bertambah kencang dan berisi. Selain itu bunda juga dapat memeriksakan beta HCG urine dengan test pack. Bila hasilnya negative maka bunda sebaiknya menunggu sampai bulan depan untuk test kembali atau pemeriksaan USG. Tidak datangnya menstruasi juga dapat terjadi di karenakan perubahan hormonal namun tidak terjadi kehamilan, hal ini juga terkadang di ikuti dengan perubahan tekstur payudara namun tidak ada perubahan warna yang bertambah gelap pada daerah di sekitar puting payudara".

Berikut ini kami berikan kutipan Artikel di Infobunda yang berkaitan dengan dengan kasus Bunda:
Untuk mengetahui apakah siklus menstruasi Bunda teratur atau tidak tentunya kita harus tahu bagaimana siklus menstruasi yang teratur. Rata-rata siklus yang teratur adalah 28 hari. Dihitung dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi berikutnya.

Kenapa tidak teratur?
Menstruasi tidak teratur disebabkan oleh beberapa faktor terutama hormon. Berikut faktor-faktor penyebabnya :
• Hormon
Hormon estrogen dan progesterone memiliki peran besar dalam setiap siklus menstruasi. Jika hormon estrogen kurang, maka siklus menstruasi bisa semakin lama. Demikian pula sebaliknya jika hormon ini berlebih maka siklus menjadi lebih cepat.
• Berat badan
Naiknya berat badan secara drastis mempengaruhi siklus menstruasi. Begitu juga dengan turunnya berat badan yang signifikan. Untuk itu penting tetap berada di garis berat badan ideal.
• Obat-obatan
Beberapa jenis obat-obatan ternyata dapat mempengaruhi hormon. Terutama pil KB yang berpengaruh besar terhadap kadar hormon.
• Stress
Tentunya stress memiliki dampak yang buruk termasuk mengganggu siklus menstruasi Bunda. Memiliki waktu beristirahat yang cukup sangat disarankan untuk tetap dalam siklus menstruasi yang normal.
• Olahraga Berlebihan
Olahraga memang baik untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Tetapi bila berlebihan juga bisa mengakibatkan dampak negatif, salah satunya mengganggu siklus menstruasi.

Bagaimana Mengatasinya?
Untuk mengembalikan siklus menstruasi kembali normal kita harus mengetahui terlebih dahulu penyebabnya. Misalnya karena olahraga berlebihan. Tentunya Bunda harus berolahraga yang lebih ringan. Bila stress maka Bunda harus menenangkan pikiran dan meluangkan waktu dari rutinitas sehari-hari yang padat.

Kapan harus ke dokter?
Siklus normal menstruasi memang 28 hari, namun perempuan yang memiliki siklus 21-35 hari masih dapat dikatakan normal. Terlebih lagi remaja bisa mengalami siklus hingga 45 hari. Tetapi siklus tidak dapat dikatakan normal bila melebihi angka tersebut. Periksalah ke dokter bila Bunda merasa ada kelebihan 7 hari dalam siklus menstruasi selama tiga kali berturut-turut.

Tips :
- sisihkan waktu untuk rileks dan memanjakan diri setiap hari. Hal ini dapat menghindari kita dari stress yang bisa mengganggu siklus menstruasi.
Link yang disarankan :
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis :
Jenis :
Jenis :
Jenis :
Jenis :
Jenis :
Jenis : Artikel
Jenis : Berita
Jenis : Tanya Dokter