SITE STATUS
Jumlah Member :
501.110 member
user online :
762 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi
Pusat informasi - bayi terkena sarab


bayi terkena sarab
dok saya mau nnya ..anak saya keluar sarab dari dahi kepala sampai ke badan juga ..gimna ya cara mengobati nya biar sarab nya itu cepet kering dan hilang ?
25 Oct 2018, 15:11
Dari : Tety Sugiarti

Jawaban

Hi Bunda,

Kami, dari Tim Helpdesk akan mencoba membantu menjawab pertanyaan Bunda dengan memberikan link kasus maupun artikel yang serupa dengan keluhan Bunda. Untuk kasus-kasus yang berhubungan dengan kegawatdaruratan (Emergensi) ataupun menyangkut keluhan fisik lain yang harus segera diobati, kami menyarankan untuk segera menghubungi dokter Anda.


Kutipan dari artikel yang berjudul " Berbagai Keluhan Bayi Baru Lahir " :Memiliki bayi baru adalah sebuah hal yang menakjubkan. Setiap harinya Bunda akan tersenyum dan tertawa dibuatnya. Tetapi disamping itu mungkin Bunda juga akan merasa kuatir karenanya. Setiap hal yang menurut Bunda mengganggu si kecil akan terus Bunda kuatirkan dan bertanya-tanya dan mencari tahu apa penyebabnya. Tenang, Bun! Setiap Bunda baru mengalami beberapa keluhan bayi baru lahir.
Biasanya Bunda baru akan lebih panik karena belum ada pengalaman bagaimana menghadapi kasus ini. keluhan umum bayi yang biasa dialami Bunda adalah:

1.Bercak merah di pipi
Siapa yang tidak senang mengelus pipi mungil seorang bayi. Tetapi kadang pipi bayi merah dan beruntusan. Bercak ini menimbulkan gatal dan membuat bayi rewel. Seringkali bercak ini dikira karena terkena Air Susu Ibu (ASI). Benarkah?
Tidak benar. ASI tidak menyebabkan bercak merah di pipi. Jadi Bunda tidak perlu kuatir bila ASI menempel di kulitnya. Bercak merah yang ada biasanya justru dikarenakan alergi susu formula yang biasa disebut dengan Eksim Susu. Selain alergi, bercak merah juga dipicu karena cuaca panas keringat, dan juga bila memiliki keturunan alergi susu.
Pencegahan:
Berikan ASI daripada susu formula. Tidak ada bayi yang alergi terhadap ASI, sehingga si kecil tidak beresiko terkena Eksim Susu. Dan jangan lupa mandikan bayi dua kali sehari.

2.Kulit kepala berkerak
Kerak di kulit kepala bayi biasanya timbul di minggu pertama hingga minggu ke empat sejak kelahirannya. Kerak kepala seringkali dikaitkan dengan posisi tidur bayi yang terlentang, kekebalan tubuh bayi dan karena Bunda tidak menjaga kebersihan selama hamil. Padahal tidak demikian. Kerak kepala disebabkan karena hormon Bunda yang masih ada dalam tubuh bayi. Hormon ini melepaskan minyak lebih banyak yang menimbulkan serpihan kulit yang menempel di kepala.
Cara mengatasi:
Ambil baby oil, lalu oleskan dan pijat lembut ke kulit kepala bayi. Sisir perlahan supaya kulit yang menempel bisa terlepas. Lakukan saat bayi terlelap. Jangan mencabutnya bila masih keras karena bisa menimbulkan luka dan infeksi.

3.Biang keringat
Biang keringat adalah gangguan kesehatan kulit yang seringkali dialami bayi. Biang keringat alias keringat buntet disebabkan karena tersumbatnya kelenjar keringat pada permukaan kulit. hal ini dikarenakan fungsi kelenjar keringat bayi yang belum sempurna. Gejalanya muncul bintik-bintik kecil yang terkadang berisi air. Terasa gatal di kulit, bahkan panas. Tidak heran, bayi seringkali rewel dibuatnya.
Pencegahannya:
Pilihkan pakaian yang menyerap keringat dan mandikan bayi dua kali sehari.
Cara mengatasinya:
Gunakan bedak dingin atau salep yang mengandung Zinc Oxide.

Masih ada beberapa keluhan bayi baru lahir yang akan dibahas. Sabar menanti ya, Bunda! Di artikel minggu depan, Infobunda akan membahas keluhan lainnya.


Berikut ini jawaban Bidan pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " Rani Sapoetra " dengan judul pertanyaan " muka bayi merah dan kasar " pada Tanya Bidan:bu bidan saya mau tanya wajah anak saya pada bintik-bintik merah dan kasar dan ada yg mengelupas
itu kenapa ya bu bidan
kata orang sini sih karna kena asi apa benar asi bisa menyebabkan seperti itu dan jika benar apa ada obat buat menyembuhkannya
mohon bantuannya
terima kasih

Bidan menjawab
Dear bunda Rani Sapoetra,
Sepertinya ananda menderita dermatitis atopi yaitu suatu kelainan kulit berupa ruam yang terlihat kering, kasar, merah, dan melepuh. Hal ini bukan karena terkena ASI, tetapi dipicu dari alergen yang ada pada makanan bunda ( pada ASI eksklusif ). Alergi cendrung diturunkan. Untuk mengatasi keluhan, disarankan untuk menjaga kulit ananda tidak terlalu kering dengan memandikannya secara teratur, menggunakan sabun yang lembut dan tidak mengandung parfum, memberikan krim bayi yang lembut bila kulit terlihat lebih kering, hindari menggaruk, hindari perubahan suhu ruang yang mendadak ( dari ruangan yang begitu dingin ketempat ruang yang terlalu panas ) dan bunda harus menghindari makanan yang dapat mencetuskan timbulnya alergi. Apabila keluhan tidak membaik, segera periksakan keadaan ananda pada dokter spesialist anak untuk terapi yang tepat.


Berikut ini jawaban Dokter pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " andinta " dengan judul pertanyaan " Kemerahan dan kasar pada leher bayi " pada Tanya Dokter:Dokter mau tanya apa penyebab leher dan pipi pada bayi merah2 dan kasar ya dok? sdh di kasih salep dokter, hilang tapi timbul lagi. Trus cara menghaluskan kembali pipi bayi dari merah2dan kasar bagaimana dok? Tks

dr. Tanti menjawab
Dear Bunda,
Mungkin Bunda akan mendapati pipi bayi Anda mengalami kemerahan, berbintik dan beruntusan atau bisa juga timbul di daerah lain seperti lipatan kulit, kepala dan bokong. Banyak Bunda yang berpendapat bahwa hal ini di sebabkan oleh sisa ASI pada kulit. Sebenarnya hal tersebut bukanlah akibat dari cairan ASI yang menempel pipi bayi. Keadaan tersebut lebih tepat pada kondisi dermatitis atopi. Permukaan kulit bayi yang sensitif dapat terititasi oleh cairan, atau susu bahkan oleh bahan pakaian bayi. Berhati-hati dalam memilih sabun detergen, sabun mandi dan juga produk untuk kulit bayi, karena dapat dicurigai menimbulkan reaksi alergi berupa ruam pada kulit bayi. Usap permukaan kulit bayi dengan handuk basah yang sudah di basahi dengan air bersih setelah meminum susu atau bila Bunda mendapati kulit bayi lembab karena air liur atau sebab lain. Jagalah kulit bayi agar senantiasa kering. Bila kulit sudah terlanjur didapati ruam terutama yang lebih parah sampai kearah infeksi sekunder, maka sebaiknya dilakukan pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter.

Untuk menjaga agar terhindar dari ruam, setelah di bersihkan dengan air atau wash lap basah, keringkan kulit tidak dengan mengusap tapi menepuk halus permukaan kulit dengan handuk bersih. Boleh Bunda lapisi permukaan kulit dengan bedak atau dengan baby oil atau baby cream, namun bila sudah ada luka lecet atau iritasi sebaiknya tidak di olesi dengan bedak. Bila luka lecet sudah sembuh, maka kulit akan memperbaiki permukaan dengan sendirinya, sebaiknya tidak mengelupas bekas luka tersebut sampai akhirnya sembuh dengan sendirinya. Bila luka lecet ataupun ruam tidak membaik atau bertambah parah, maka Bunda sebaiknya memeriksakan pada dokter untuk terapi yang tepat.

Link yang disarankan :
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Artikel
Jenis : Artikel
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Apoteker
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis :
Jenis :