SITE STATUS
Jumlah Member :
501.804 member
user online :
850 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi
Pusat informasi - menurunx daya isap menyusui


menurunx daya isap menyusui
asslm,,,
sy mw nanya,,,akhir2 ini anak sy kurang bgt frekuensi minum susux (susu formula), tiap di buatin pasti ngga pernah hbs, tdk sprti sblmx,?? apakah itu ada pengaruhx dgn ayunan,,,
14 Apr 2018, 10:51
Dari : Nunung Anugrah

Jawaban
Hi Bunda,
Kami, dari Tim Helpdesk akan mencoba membantu menjawab pertanyaan Bunda dengan memberikan link kasus maupun artikel yang serupa dengan keluhan Bunda. Untuk kasus-kasus yang berhubungan dengan kegawatdaruratan (Emergensi) ataupun menyangkut keluhan fisik lain yang harus segera diobati, kami menyarankan untuk segera menghubungi dokter Anda.


Kutipan dari artikel yang berjudul " Memilih Susu Formula yang Tepat " :Beberapa Bunda merasa putus asa karena tak mampu memberikan Air Susu Ibu (ASI) pada anaknya. Dengan terpaksa Bunda memberikannya susu formula. Bunda harus memilih susu formula yang tepat untuknya. Berikut cara memilihnya :

1.Konsultasikan pada dokter mengapa si kecil perlu susu formula. Dengan mengetahui alasannya Bunda bisa memilih kandungan susu formula yang paling tepat.

2.Jangan tergoda iklan. Belum tentu susu formula yang mahal cocok untuknya. Cocok tidaknya susu formula tergantung dari kandungannya. Pilih kandungan yang paling mirip dengan ASI.

3.Sesuaikan susu formula dengan usianya. Jangan memberikan susu sapi segar pada bayi di bawah 1 tahun. Kandungan natrium, protein dan elektrolit susu sapi masih tinggi yang dapat merusak ginjal bayi di bawah 1 tahun.

4. Beli susu formula pada kemasan paling kecil terlebih dahulu. Perhatikan apakah bayi cocok dengan susu formula tersebut. Bila si kecil diare, sembelit atau muntah bisa jadi ia alergi susu sapi.

Tips :
-Bila si kecil alergi susu sapi, konsultasikan pada dokter. Biasanya dokter akan meresepkan susu formula dengan protein yang terhidrolisis sehingga lebih mudah dicerna bayi.

-Jangan paksakan bayi harus minum satu botol susu formula. Bila ia hanya minum sedikit mungkin ia tidak suka atau sudah kenyang.

-Kenali takarannya sekali minum. Jangan memberikan susu formula yang sudah dilarutkan lebih dari 2 jam


Kutipan dari Berita yang berjudul " Takaran Pemberian Susu Formula " :
Sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) Nomor 33/2012 tentang ASI Eksklusif, sebaiknya bayi usia 0-6 bulan hanya diberikan ASI Ekslusif tanpa adanya pemberian makanan atau minuman lainnya. Namun adakalanya kondisi Bunda tidak memungkinkan untuk memberikan ASI kepada sang buah hati, sehingga banyak orang tua yang memberikan susu formula sebagai pendamping ASI.

Pemberian susu formula disarankan untuk bayi usia 6 bulan keatas, takarannya harus disesuaikan tergantung pada berat badan, pertumbuhan serta perkembangan buah hati Bunda. Bayi dilahirkan dengan lambung lebih kecil, sehingga hanya dapat diisi sejumlah susu. Takaran susu formula sudah dibuat sedemikian rupa seperti yang tercantum dalam kemasan dengan memperhatikan tingkat kekentalan yang disesuaikan dengan kemampuan fungsi pencernaan bayi. Jika pengenceran susu formula tidak sesuai maka dapat menimbulkan gangguan pencernaan seperti sembelit, mencret, muntah dan kolik.

Idealnya, asupan susu formula dalam 24 jam adalah 150 ml untuk per 1 kg berat badan (BB) bayi. Contoh : BB bayi 6kg, maka kebutuhan susunya adalah 150ml x 6kg = 900ml/hari. Jadi, Bunda dapat memberikan susu formula kepada bayi sebanyak 37,5 ml setiap 1 jam sekali.

Jika terlalu kenyang bisa saja bayi akan muntah dan merasa kesakitan. Jadi pastikan Bunda mengetahui takaran susu formula yang pas untuk buah hati Bunda. Jika Bunda merasa ragu berapa takaran susu formula yang tepat, Bunda dapat mengunjungi dokter dan berkonsultasi. Dengan mengetahui usia, tinggi dan berat bayi, dokter akan menjelaskan berapa banyak susu formula yang sebaiknya Bunda berikan. Tidak ada patokan harus susu formula X atau susu Y. Biarkan ia yang memilih susu yang paling disukainya.


Berikut ini jawaban Bidan pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " DianPutriAr " dengan judul pertanyaan " Anak Tidak mau ngedot " pada Tanya Bidan:Dok, saya mau tanya, saya dengan suami saya sangat binggung, tidak ada apa2, anak saya tidak mau minum susu dari dot, tapi makan, minum dari gelas, atau sedotan mau dok, udah periksa dikasih amoxilin dan obat bubuk kurang tau namanya, tapi tetap aja gak mau, rasa susu juga sudah Dok, saya mau tanya, saya dengan suami saya sangat binggung, tidak ada apa2, anak saya tidak mau minum susu dari dot, tapi makan, minum dari gelas, atau sedotan mau dok, udah periksa dikasih amoxilin dan obat bubuk kurang tau namanya, tapi tetap aja gak mau, rasa susu juga sudah saya ganti, tapi tetap tidak mau. ganti, tapi tetap tidak mau.

Bidan menjawab
Dear bunda DianPutri,
Apakah saat ini ananda dalam keadaan kurang sehat ?? Bunda serta ayah tidak perlu merasa bingung bila ananda tidak mau menyusu menggunakan dot, apabila memang anada dapat minum melalui gelas ataupun menggunakan sedotan. Yang perlu dikhawatir adalah apabila ananda sama sekali tidak mau makan dan minum atau tidak ada sama sekali asupan makanan dan minuman yang dapat masuk. Cari penyebab ananda tidak mau menggunakan dot, cobalah ganti dot dengan dot yang lebih nyaman, pilih yang kualitasnya bagus dan perhatikan kebersihannya. Pemilihan susu formula haruslah tepat dan disukai ananda, walaupun ananda tetap susah untuk diberikan susu formula, namun bunda harus tetap berusaha, secara perlahan mungkin ananda akan mau minum susu dengan dot.


Berikut ini jawaban Dokter pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " teny.novalia " dengan judul pertanyaan " Anak tidak mau makan dan minum susu " pada Tanya Dokter: dokter, anak saya usia 10bln tp sudah 2 bln ini tidak mau makan dan minum susu juga berkurang.sampai badannya sekarang menjadi kurus.tpi anak saya aktif banget dokter.gmn ya dokter?tolong beri solusinya...

dr. Tanti menjawab
Dear Bunda,
Masalah tumbuh kembang anak merupakan hal yang memerlukan pemeriksaan dan pengamatan lebih lanjut. Sebaiknya mengukur pertumbuhan anak secara lengkap baik panjang, berat badan sampai lingkar kepala diperhitungkan. Dengan KMS maka dapat dilihat grafik pertumbuhan dan perkembangan anak Anda apakah masih berada dalam batas normal , di atas atau di bawah batas normal berdasarkan variabel-variabel pengukuran seperti berat badan, tinggi badan maupun lingkar kepala.
Penyebab masalah pertumbuhan dan perkembangan anak dapat bermacam-macam. Dapat disebabkan adanya masalah pencernaan sehingga nutrisi yang masuk tidak dapat dimanfaatkan dengan baik, dapat juga masalah "picky eating" atau anak susah makan maupun masalah metabolisme. Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat pada permasalahan ini.

Link yang disarankan :
Jenis : Artikel
Jenis : Berita
Jenis :
Jenis : Artikel
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis :
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Berita