SITE STATUS
Jumlah Member :
505.936 member
user online :
332 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi
Pusat informasi - keguguran berulang


keguguran berulang
dok saya mengalami 2x keguguran di kehamilan pertama pada tahun 2015 uk 23 minggu & pada tahun 2017 keguguran kembali pada bulan juni uk 18 minggu, pada tahun 2015 saya cek tokso & rubella, hasilnya IgG Rubella positive : 76.0 IU/Ml, apakah saya perlu cek tokso & rubella kembali apabila saya mau promil..tks sebelumnya..
12 Sep 2017, 14:19
Dari : rnay.almubaroq

Jawaban
Hi Bunda,
Kami, dari Tim Helpdesk akan mencoba membantu menjawab pertanyaan Bunda dengan memberikan link kasus maupun artikel yang serupa dengan keluhan Bunda. Untuk kasus-kasus yang berhubungan dengan kegawatdaruratan (Emergensi) ataupun menyangkut keluhan fisik lain yang harus segera diobati, kami menyarankan untuk segera menghubungi dokter Anda.


Kutipan dari artikel yang berjudul " Vaksinasi Saat Perencanaan Kehamilan " :Sedia payung sebelum hujan. Itulah peribahasa yang mengungkapkan pentingnya sebuah perencanaan. Seperti misalnya perencanaan kehamilan. Sebelum hamil, Bunda perlu mempersiapkan ‘senjata’ untuk melindungi sang calon janin. Ada beberapa vaksin atau imunisasi yang perlu Bunda dapatkan setidaknya 6 bulan sebelum kehamilan terjadi. Tetapi tentu saja tidak semua jenis vaksin harus diberikan. Nah, vaksin apa sajakah yang dianjurkan?

1.Measles, Mumps, Rubella (MMR)
Bila wanita hamil terinfeksi Rubella atau biasa dikenal dengan Campak Jerman, peluang janin keguguran cukup tinggi, yakni 50%. Tidak heran, para ahli menyatakan vaksin MMR ini penting untuk mencegah terjadinya keguguran. Bukan hanya itu, vaksin ini dapat menghindari janin dari resiko Congenital Rubella Syndrome yang mengakibatkan tuli, keterbelakangan mental, kelainan jantung bawaan, dll. Sebaiknya vaksin MMR didapat 3 bulan sebelum kehamilan.

2.Varisella
Vaksin Varisella (Cacar Air) diberikan minimal satu bulan sebelum kehamilan. Vaksin ini berbahan virus aktif, sehingga tidak dapat dipastikan keamanannya pada janin bila diberikan pada saat hamil. Vaksin ini memiliki efek samping walaupun tidak selalu terjadi. Efek samping yang sering ditemukan seperti demam, nyeri, kemerahan, ruam hingga ada benjolan kecil pada bekas suntikan yang bisa bertahan hingga 3 minggu.

3.Pneumokokus
Dengan memberikan vaksin Pneumokokus sebelum hamil, janin akan terhindar dari resiko terinfeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus Pneumoniae. Bakteri ini dapat menimbulkan penyakit Pneumonia dan Meningitis. Belum ada penelitian yang menyimpulkan bahwa pemberian vaksin ini pada Bunda hamil trimester pertama akan mempengaruhi pertumbuhan janin.

4.Hepatitis A
Seperti vaksin-vaksin di atas, vaksin ini juga berbahan aktif yang sebaik dihindari diberikan pada Bunda hamil. Beberapa wanita mengalami nyeri, kemerahan pada bekas suntikan, sakit kepala dan pegal-pegal. Bunda perlu mendapatkan vaksin ini terutama bila memiliki kelainan hati, hidup di lingkungan orang yang terinfeksi Hepatitis A.

Selain keempat vaksin di atas, masih ada beberapa vaksin yang mungkin perlu Bunda dapatkan. Vaksin-vaksin lain yang dimaksud seperti Hepatitis B, Difteri, Pertusis dan Tetanus (DPT), Influenza, Herpes, HIV, Pertusis., dll. Tetapi Bunda tidak perlu mendapatkan semua jenis vaksin ini. Tergantung dari seberapa tinggi resiko Bunda tertular penyakit tersebut. Apakah Bunda cukup sering bersentuhan dengan orang-orang yang terinfeksi virus tersebut. Bila tidak, Bunda boleh melewatinya.

Tips :
Memang belum ada penelitian yang menyatakan langsung vaksin-vaksin di atas berbahaya untuk Bunda hamil. Tetapi alangkah baiknya bila vaksin-vaksin ini didapatkan saat merencanakan kehamilan.


Berikut ini jawaban Bidan pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " Alriyanthy MaRia Makagiantang " dengan judul pertanyaan " Ingin hamil pasca keguguran berulang " pada Tanya Bidan:Selamat Pagi Bunda.
Bunda mau tanya, saya kan pernah keguguran 2x,, apa ada resiko saya bisa hamil lagi??
Lalu saya sudah 2bulan ini belum menstruasi, tapi belum ada tanda" kehamilan.
Terima kasih

Bidan menjawab
Dear bunda Alriyanthy Maria Makagiantang,
Pada bunda yang pernah mengalami keguguran, memiliki resiko lebih tinggi mengalam keguguran berulang yang disebut RPL ( Recurret Pregnancy Loss ). Bunda yang pernah mengalami keguguran sekali, resiko kehamilan berikutnya mengalami keguguran meningkat sekitar 6 persen. Jika sudah 2 kali keguguran, untuk keguguran ketiga kalinya akan meningkat sekitar 15 sampai 20 persen. Dan pada kehamilan ke 4 akan meningkat lebih dari 30 persen. Pada PRL, penyebab keguguran harus dicari agar lebih mudah ditangani pada kehamilan berikutnya. Apakah keguguran terjadi dibawah 10 minggu atau diatas 10 minggu. Selain pemeriksaan bentuk rahim, kekentalan darah, hormon tiroid dan kencing manis pada bunda juga harus di periksa.


Berikut ini jawaban Dokter pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " neena_geulis " " dengan judul pertanyaan " Tokso, Rubella, CMV " pada Tanya Dokter: Salam dok, saya ingin bertanya. Saya memiliki riwayat 2 kali hamil dan dua-duanya BO yg akhirnya d kuret. Saat BO pertama dan selesai d kuret saya periksa k dokter menanyakan apakah aman untuk hamil lg, dokter mnjawab boleh karena BO awal kmngkinannya bukan dr virus. Setelah itu saya hamil lg namun lagi2 saya BO. Karena sdah 2x BO, akhirnya atas rekomendasi dokter saya Minggu ini saya periksa lab dengan hasil IgG tokso (+), IgG Rubella (+), IgG CMV (+). Yang ingin saya tanyakan bagaimana cara aman agar saya bisa hamil lagi dengan aman. Apakah harus periksa k fetomaternal atau cukup dokter kandungan biasa? Terima kasih

dr. Tanti menjawab
Dear Bunda,
Pemeriksaan Immunoglobulin baik G ataupun M pada pemeriksaan Toxoplasmosis dan Rubella dapat membantu untuk mengetahui waktu terjadinya infeksi. Pada infeksi Rubella, IgM yang dapat terdeteksi sampai pada masa puncaknya 7-10 hari setelah terjadinya infeksi dan akan mulai menurun kemudian tidak terdeteksi. Sedangkan IgG pada rubella mengindikasikan bahwa infeksi tersebut terajdi di masa lampau, dan nilainya mungkin akan menetap dalam jumlah yang tidak tinggi sepanjang hidup. Pada infeksi toxoplasmosis, IgM juga mengindikasikan adanya infeksi yang baru terjadi, IgM terdeteksi 1-2 minggu setelah infeksi kemudian bertahan sampai beberapa bulan lalu menurun dan menghilang. Sedangkan IgG akan mengindikasikan infeksi di masa lampau, kadar IgG akan meningkat 6-8 minggu setelah terjadinya infeksi, akan menetap tinggi bahkan sampai bertahun-tahun kemudian turun sampai nilai yang rendah namun tidak menghilang sepanjang hidup.
Fetomaternal merupakan cabang atau subspesialis dari ilmu Kebidanan dan Kandungan yang dapat membantu memeriksa ataupun menangani kasus yang berhubungan dengan janin dan ibu hamil ketika dalam kehamilan, persalinan dan nifas. Dokter umum maupun Dokter spesialis kandungan dapat merujuk Bunda bila memang diperlukan. Merujuk pada bagian fetomaternal adalah bila adanya riwayat kesehatan Bunda yang memiliki masalah dalam kehamilan dan janin Bunda untuk permasalahan yang mendalam dan lanjut. Bagian fetomaternal akan memeriksa dan membahas lebih dalam mengenai kelainan-kelainan yang dialami oleh janin dan ibu hamil.





Link yang disarankan :
Jenis : Artikel
Jenis : Artikel
Jenis :
Jenis : Artikel
Jenis : Berita
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis :
Jenis : Artikel
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Artikel
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter