SITE STATUS
Jumlah Member :
506.503 member
user online :
998 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi
Pusat informasi - kontrasepsi yang aman


kontrasepsi yang aman
dok,setelah 40 hr sehabis lahiran bagusnya pake kontrasepsi apa ya yg aman dan tidak gemuk ke badan ?
12 May 2017, 15:29
Dari : Eneng Santi

Jawaban
Hi Bunda,
Kami, dari Tim Helpdesk akan mencoba membantu menjawab pertanyaan Bunda dengan memberikan link kasus maupun artikel yang serupa dengan keluhan Bunda. Untuk kasus-kasus yang berhubungan dengan kegawatdaruratan (Emergensi) ataupun menyangkut keluhan fisik lain yang harus segera diobati, kami menyarankan untuk segera menghubungi dokter Anda.


Kutipan dari artikel yang berjudul " MEMILIH KONTRASEPSI " :
Berikut ini adalah uraian mengenai beberapa pilihan kontrasepsi yang bisa dijadikan referensi untuk bunda sebelum menjatuhkan pilihan pada satu jenis kontrasepsi :

1.Kontrasepsi hormonal
Kontrasepsi hormonal (progesteron) terkadang menimbulkan gangguan menstruasi. Meski penggunanya haid, darah yang keluar sedikit dan tidak teratur. Namun, dr Dwiana mengatakan, hal itu tidak berbahaya bagi kesehatan.

• Pil KB
Pil KB dosis rendah adalah kontrasepsi yang aman untuk ibu menyusui karena mengandung hormon progesterone. Bila anda menginginkan kehamilan, penggunaan pil KB dapat dihentikan seketika.

Cuma, wanita pengguna pil KB harus taat waktu, yakni tidak boleh lupa meminum pil, setiap hari. Bila alpa, risikonya hamil. Karena itu, kontrasepsi ini kayaknya rada kurang diminati wanita aktif.


• Suntik KB
suntik KB memiliki ‘masa suntik’ bervariasi. Ada per satu bulan. Ada pula per tiga bulan. Untuk KB suntik per satu bulan, wanita menyusui harus waspada: Jangan menggunakan!. Pasalnya, menurut dr Dwiana Ocviyanti SpOG (K), suntik KB satu bulan mengandung unsur estrogen.

• Susuk KB (implant)
kontrasepsi hormonal yang aman untuk ibu menyusui karena mengandung progesteron, yakni susuk KB atau implant. Ini adalah kontrasepsi jangka panjang. Karena sekali ‘ditanam’ di bawah jaringan kulit, kontrasepsi ini akan berfungsi selama tiga tahun (satu batang), lima tahun (enam batang), dan tiga tahun (dua batang).

2.Kontrasepsi non hormonal
Bagi kaum wanita yang tidak ingin dibuat repot dan bertanya-tanya tentang efek samping kontrasepsi hormonal, kontrasepsi non hormonal bisa menjadi pilihan berikut.

• IUD
Dalam kelompok ini ada IUD. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) adalah sebutan lain IUD. Bentuk umum kontrasepsi ini adalah T.

Yang perlu diketahui, IUD dapat ‘ditanam’ di dalam rahim seorang ibu setelah enam minggu melahirkan. Bila belum menstruasi. Tak soal. IUD tetap dapat dipasang.

• Kondom
Kontrasepsi yang beredar dan mudah didapat adalah kondom. Walaupun program KB belum sepenuh hati mengakui kondom sebagai bagian dari program, jenis kontrasepsi ini belakangan semakin dikenal oleh masyarakat luas, sebagai alat penangkal HIV/AIDS.

Selain disuluhkan sebagai cara menjarangkan kehamilan, kondom juga disosialisasikan sebagai alat mencegah penularan penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS.

3.Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)
Kontrasepsi ini umumnya digunakan oleh mereka yang benar-benar tidak menginginkan anak lagi, dengan batasan usia tertentu (di atas 40 tahun) atau sesuai anjuran dokter.

Kontrasepsi ini Berupa vasektomi dan tubektomi, yang secara awam dapat diartikan sebagai pengikatan saluran sperma dan indung telur. Dengan memakai teknologi terkini, proses jalannya operasi (operasi kecil) vasektomi/ tubektomi hanya memakan waktu tak lebih dari 10 menit. Pasien bisa langsung pulang.

Meski dengan ditemukannya sistem rekanalisasi (dibukanya ikatan pada saluran sperma atau indung telur), dunia medis belum begitu yakin kesuburan akan dapat pulih kembali. Karena itu, mereka yang menjatuhkan pilihan untuk menggunakan cara KB ini akan menjalani proses konsultasi ketat.

Kembali lagi, untuk dapat menentukan jenis kontrasepsi yang tepat untuk bunda dan pasangan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terkait.

Jika enggan memakai kontrasepsi, tidak dianjurkan menggunakan sistem kalender. Hal tersebut dikarenakan siklus haid yang belum teratur tidak menjamin sistem itu berjalan aman. Bisa-bisa gagal, dan rencana bunda untuk menunda memiliki momongan pun batal.


Berikut ini jawaban Bidan pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " kakha " dengan judul pertanyaan " KB Setelah Melahirkan " pada Tanya Bidan:bu, saya mau tanya. saya baru melahirkan 4bln, tetapi saya blm KB. kb apa yang cocok bu?? biar tdk hamil?? saya blm pgn pnya ank lagi..
trms..

Bidan menjawab
Dear bunda Kakha,
Alat kontrasepsi yang dianjurkan adalah spiral / IUD, karena jenis KB ini tidak mengandung hormonal, tidak mengganggu produksi ASI, tidak perlu mengingat - ingat, efektifitasnya segera setelah pemasangan, dan tidak mengganggu hubungan intim.


Berikut ini jawaban Dokter pada kasus serupa yang pernah di tanyakan oleh Bunda " ctra22 " dengan judul pertanyaan " Memilih alat kontrasepsi setelah melahirkan " pada Tanya Dokter:Selmt siang dok,, sy citra 24 th,, mau bertanyaa,, tgl 5 mret 2014 lalu sya melahirkan, stelah massa nifas selesei sya blom sempat di kb, tpi skrng sudah keluar lg darah seperti haid,, apakah ini normal dok? Saat haid gini boleh ga d kb suntik? Terima kasih :)

dr. Tanti menjawab
Dear Bunda,
Setelah melahirkan, Bunda dapat memilih metode kontrasepsi suntik KB 3 bulan (depo) yang mengandung hormon progestin sehingga tidak mengganggu produksi ASI. Penyuntikan dapat dilakukan pada hari ke 5 siklus menstruasi (hari ke-5 menstruasi) agar memastikan Bunda tidak dalam keadaan hamil dan langsung memberikan efek kontrasepsi. Bila Bunda melakukan penyuntikan setelah masa haid, maka setelah penyuntikan tetap gunakan kontrasepsi kondom selama 7 hari untuk memberikan waktu bagi obat suntik tersebut bekerja dengan baik memberikan efek kontrasepsi.

Link yang disarankan :
Jenis : Artikel
Jenis : Artikel
Jenis : Artikel
Jenis : Artikel
Jenis : Tanya Dokter
Jenis : Tanya Dokter
Jenis :
Jenis : Artikel
Jenis : Tanya Dokter
Jenis :