SITE STATUS
Jumlah Member :
462.104 member
user online :
540 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

frequently asked questions

Seputar Masalah Menyusui
  • Q : Payudara saya kecil, apakah saya dapat memproduksi ASI yang cukup?

    A : ukuran payudara besar atau kecil dipengaruhi oleh banyaknya jaringan lemak, sedangkan payudara kecil atau besar mempunyai alveoli dan sinus laktiferus yang sama, sehingga dapat menghasilkan ASI sama banyak. Makin banyak ASI yang dikeluarkan dari gudang ASI (sinus laktiferus), makin banyak produksi ASI. Dengan kata lain, makin sering bayi menyusui makin banyak ASI diproduksi. Sebaliknya, makin jarang bayi menghisap, makin sedikit payudara menghasilkan ASI. Jika bayi berhenti menghisap maka payudara akan berhenti menghasilkan ASI.


  • Q : Saya sedang menyusui dan ternyata hamil kembali, apa yang harus saya lakukan?

    A : Bila ibu hamil kembali ketika dalam masa menyusui, maka dianjurkan sebagai berikut:
    1. Bila bayi belum berusia 6 bulan, terus menyusui karena ASI masih merupakan makanan tunggal.
    2. Bila bayi berusia 6-12 bulan, terus menyusui karena ASI masih merupakan makanan utama.
    3. Bila bayi sudah berusia lebih dari 12 bulan, boleh disapih.


  • Q : Apa yang mungkin terjadi pada keadaan hamil kembali namun masih menyusui?

    A : Bila menyusui tetap diteruskan, maka perlu diperhatikan beberapa hal, yaitu (1)  kemungkinan volume ASI dapat berkurang karena pengaruh hormon ibu hamil, (2) kecenderungan puting akan lecet, (3) ibu mungkin akan mengalami keletihan, (4) rasa ASI berubah ke arah kolostrum, (5) terjadi kontraksi rahim karena hormon ibu hamil


  • Q : Saya adalah seorang ibu yang bekerja di kantor, bagaimana saya dapat memberikan ASi kepada anak saya?

    A :
    1. Siapkan pengasuh bayi (nenek, kakek, anggota keluarga lain, baby sitter, pembantu) sebelum ibu mulai bekerja kembali.
    2. Berlatihlah memerah ASI sebelum ibu bekerja kembali. ASI yang diperah dapat dibekukan untuk persediaan / tambahan apabila ibu mulai bekerja. ASI beku dapat disimpan antara 1-6 bulan, bergantung dari jenis lemari es nya. Di dalam lemari es dua pintu ASI beku dapat disimpan lebih dari 3 bulan.
    3. Latihlah pengasuh bayi untuk terampil memberikan ASI perah dengan cangkir. 
    4. Hindari pemakaian dot/empeng karena kemungkinan bayi akan menjadi “bingung puting”.   
    5. Susuilah bayi sebelum ibu berangkat bekerja, dan pada sore hari segera setelah ibu pulang, dan diteruskan pada malam hari. 
    6. Selama di kantor, perah ASI setiap 3-4 jam dan disimpan di lemari es, diberi label tanggal dan jam ASI diperah. ASI yang disimpan dalam lemari es pendingin dapat bertahan selama 2x24 jam. ASI perah ini akan diberikan esok harinya selama ibu tidak di rumah. ASI yang diperah terdahulu diberikan lebih dahulu.
    7. ASI yang disimpan di lemari es perlu dihangatkan sebelum diberikan kepada bayi dengan merendamnya dalam air hangat. ASI yang sudah dihangatkan tidak boleh dikembalikan ke dalam lemari es. Maka yang dihangatkan adalah sejumlah yang habis diminum bayi satu kali. 
    8. Apabila ASI yang diperah kemarin tidak mencukupi kebutuhan bayi sampai ibu kembali dari bekerja, dapat digunakan ASI beku yang sudah disiapkan sebelumnya. ASI beku ini kalau akan diberikan harus ditempatkan di lemari es pendingin supaya mencair dan harus digunakan dalam 24 jam.
    (www.idai.or.id)