SITE STATUS
Jumlah Member :
501.135 member
user online :
816 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Blog -- Susu Ibu Hamil untuk Mengurangi Resiko Bayi Mengalami Gizi Buruk. Cukup Efektifkah?



Blog posted by

Susu Ibu Hamil untuk Mengurangi Resiko Bayi Mengalami Gizi Buruk. Cukup Efektifkah?


Blog posted on 21-09-2016

Sebenarnya seberapa efektif susu ibu hamil mengatasi masalah gizi buruk?



Tingkat bayi lahir yang mengalami gizi buruk di beberapa daerah meningkat. Hal ini tidak lepas karena kurangnya pengetahuan seorang ibu hamil terhadap nutrisi kehamilan.



Untuk itu, banyak pakar kesehatan yang menyarankan agar digalakkannya wajib mengkonsumsi susu kehamilan bagi setiap ibu hamil.



Namun, tidak banyak juga yang meragukan hal tersebut.



Bagaimana dengan ibu? Agar lebih obyektif ibu memandang hal ini, ibu perlu tahu apa sebenarnya manfaat dari susu untuk ibu hamil ini.



Peran Utama Susu



Apakah dengan mengkonsumsi susu berarti semua nutrisi ibu hamil terpenuhi? Pertanyaan ini harus dijawab lebih dahulu.



Karena ternyata jawabannya tidak. Dengan hanya mengkonsumsi susu saja, ibu tidak bisa mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah yang cukup. Karena susu hanya sebagai pelengkap saja.



Akan tetapi, bukan berarti susu itu tidak penting bagi seorang ibu hamil. Kandungan nutrisi yang lengkap membuat susu ibu hamil sangat dibutuhkan. Apalagi kandungan setiap gizi di dalam susu sudah diukur sehingga ibu hamil akan mendapatkan gizi seimbang.



Pemenuhan gizi seimbang ini sangat penting agar mengurangi resiko terkena masalah atau keluhan kesehatan. Contoh sederhananya saja seperti berikut ini. Jika seorang ibu hamil kelebihan nutrisi berupa protein, maka ada kemungkinan ia akan mengalami obesitas. Tidak menutup kemungkinan juga bayi di dalam kandungan memiliki berat badan di atas normal sehingga proses persalinan menjadi sulit.



Jadi, peran utama susu untuk ibu hamil adalah memastikan bawasannya seorang ibu hamil mendapatkan semua nutrisi seimbang yang dibutuhkan setiap hari.



Makanan Tetap yang Utama



Yang perlu dikampanyekan adalah tentang program mengkonsumsi makanan sehat khususnya untuk ibu hamil. Karena semakin banyaknya makanan kurang sehat seperti fast food membuat orang lebih suka mengkonsumsi makanan tersebut daripada makanan yang sehat.



Padahal salah satu faktor bayi mengalami gizi buruk itu disebabkan ibu hamil banyak yang mengkonsumsi makanan kurang sehat.



Ibu harus tahu makanan yang menyumbang gizi terbesar saat ibu hamil. Semantara susu untuk ibu hamil sebagai pelengkap yang memastikan nutrisi harian ibu hamil terpenuhi dan seimbang.



Tidak hanya makanan utama yang perlu ibu perhatikan. Karena ada juga makanan ringan yang mengandung gizi untuk ibu hamil. Jadi, selain mengkonsumsi makanan yang sehat, ibu juga perlu memilih makanan ringan yang sehat dan bergizi juga. Dengan demikian, kebutuhan nutrisi terpenuhi.



Menurunkan prosentasi bayi lahir dengan gizi buruk memerlukan kesadaran setiap ibu hamil untuk meninggalkan mengkonsumsi makanan yang kurang bergizi. Setiap ibu hamil harus memastikan semua makanan yang dikonsumsi setiap hari mengandung gizi yang tinggi.



Selain itu, lengkapi juga dengan mengkonsumsi susu ibu hamil. Dengan demikian, bayi yang akan ibu lahirkan nanti sehat.



Jika ibu selama 9 bulan membiasakan hidup sehat dengan cara mengkonsumsi makanan yang sehat serta minum susu setiap hari, ibu mungkin akan mulai melupakan dengan kebiasaan buruk seperti makan makanan fast food. Dengan demikian, ibu akan menjadi lebih sehat mulai saat hamil hingga setelah proses persalinan nanti.



Anggap saja saat proses kehamilan ini merupakan turning point di mana ibu sudah mulai meninggalkan kebiasaan buruk dan mulai menjalani hidup dengan lebih baik dan sehat. Niat yang kuat tersebut akan membuat ibu merasa lebih ringan untuk menjalani pola hidup yang baik. 





Ditampilkan sebanyak : 351

Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang blog ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman