SITE STATUS
Jumlah Member :
501.732 member
user online :
1156 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Blog -- Meski Sudah Lama Belajar Jalan, Kenapa Si Kecil Masih Terlihat Sempoyongan?



Blog posted by

Meski Sudah Lama Belajar Jalan, Kenapa Si Kecil Masih Terlihat Sempoyongan?


Blog posted on 09-02-2016

Belajar jalan membutuhkan waktu yang cukup lama. Awalnya, si kecil akan mencoba untuk berdiri tanpa bantuan orang lain. Selanjutnya, ia akan mulai melangkahkan kaki walaupun harus merambat melalui kursi, meja, dan perabotan rumah tangga lainnya. Selanjutnya, ia akan lebih sering meminta untuk dituntun. Lambat laun, kakinya akan kuat dan terbiasa untuk melangkah sendiri. Akhirnya, sang buah hati bisa berjalan sendiri.





Namun, apabila ibu merasa proses belajar jalan bayi sudah sangat lama tapi masih terlihat tidak seimbang dan sering sempoyongan ketika berjalan, ibu pantas untuk mengkhawatirkan kondisi tersebut. Bisa saja ada masalah dengan kondisi badan si kecil.



Penyebab Si Kecil Jalan Tidak Seimbang



Jika sang buah hati ibu sudah berusia 1 tahun lebih atau bahkan sudah 2 tahun, seharusnya ia sudah tidak lagi dalam proses belajar jalan, tapi suda benar-benar bisa berjalan. Hanya saja beberapa balita mengalami keterlambatan dalam proses perkembangan ini.



Akan tetapi, jika balita ibu terlihat tidak seimbang dan sempoyongan ketika berjalan, ada kemungkinan ada terjadi gangguan saraf. Ibu bisa perhatikan apakah si kecil sering terjatuh ketika berjalan, atau sering salah arah dan akhirnya jatuh? Jika ya, ada yang harus ibu konsultasi dengan dokter anak.



Pasalnya, ada beberapa kasus di mana anak balita usia 2 tahun yang sudah lama sekali belajar jalan namun sering sempoyongan dan jatuh itu dikarenakan ada masalah dengan telinganya. Menurut ahli medis, telinga sangat mempengaruhi keseimbangan si kecil ketika berjalan.



Telinga memiliki saraf yang disebut dengan vestibulocochlear di mana saraf itulah yang menentukan kesimbangan tubuh si kecil ketika berjalan. Jika ada gangguan pada saraf tersebut, maka si kecil akan sering terlihat sempoyongan dan jatuh ketika belajar jalan.



Oleh karena itu, jika ada tanda-tanda seperti itu, ibu sebaiknya segera konsultasi dengan dokter anak karena dikhawatirkan memang ada permasalah dengan saraf tersebut.



Penyebab Masalah pada Saraf Telinga



Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, keseimbangan balita untuk berjalan itu ditentukan juga oleh saraf pada telinga yang disebut dengan vestibulocochlear. Namun, tahukah ibu apa yang menjadikan saraf tersebut terganggu?



Menurut penelitian, salah satu faktor penyebabnya adalah pengobatan dengan menggunakan antibiotik. Pengobatan ini biasanya diberikan ketika balita ibu sedang sakit. Namun, mulai sekarang ibu harus hati-hati karena pengobatan dengan memberikan antibiotik ternyata bisa merusak telinga sehingga si kecil tidak seimbang ketika ia belajar jalan.



Selain itu, faktor lain yang sering ditemui adalah adanya cedera pada telinga. Ibu silakan ingat-ingat apakah si kecil pernah jatuh pada waktu masih bayi atau ketika sudah menginjak balita sehingga kecelakaan tersebut mengakibatkan telinga cedera? Jika ya, ada kemungkinan kecelakaan tersebut mengakibatkan rusaknya saraf pada telinga yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan ketika berjalan.



Tentu banyak lagi penyebab rusaknya saraf pada telinga sehingga si kecil sering terjatuh ketika ia belajar berjalan. Itulah mengapa penting sekali mengetahui mulai dari bagaimana cara memberikan perawatan bayi hingga balita untuk memastikan tumbuh kembangnya tidak terganggu. Jangan sampai ibu menyesal ketika tumbuh kembang balita ibu tidak normal.



Semoga informasi ini berguna bagi ibu. Jagalah sang buah hati dengan baik. Agar tidak terjadi cedera yang mengakibatkan rusaknya saraf yang mengontrol keseimbangan, perhatikan betul-betul ketika si kecil belajar jalan.





Ditampilkan sebanyak : 534

Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang blog ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman