SITE STATUS
Jumlah Member :
281.157 member
user online :
4854 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Blog -- Pengalaman Melahirkan di Jepang



Blog posted by

Pengalaman Melahirkan di Jepang


Blog posted on 30-09-2011

Cerita 2 bulan yang lalu, tepatnya Juli tanggal 11, dokter memutuskan saya harus menjalani operasi caesar untuk kelahiran karena tali plasenta saya yang pendek sudah nggak bisa diselamatkan lagi. Yah, sudah deh,, mau gimana lagi, pasrah aja. Dan dokter langsung menjadwalkan operasi tanggal 3 Agustus,, itu berarti saya hanya punya waktu 3 minggu lagi. Huaaa.... waktu itu shock banget. Gimana nggak, membayangkan operasi aja udah takut,, ini di negeri orang pula. Waktu itu banyak banget yang saya khawatirkan,, pertama: operasi di luar negeri = sendiri, nggak ada yang nemenin kecuali suami = bakal nginep di RS lama (10 hari) = biaya mahal; kedua: BB bayi yang masih rendah = takut kalo BBLR (berat bayi lahir rendah) = harus masuk inkubator = nambah biaya lagi; ketiga: kalo tanggal 3 Agustus berarti masih 36 minggu = takut ASI belum keluar = bayi dikasih susu formula. Huhu... sedihnya...



Untung suami berusaha menguatkan, ada teman juga yang turut menyemangati. Masalah biaya nggak perlu khawatir karena pemerintah Jepang memberikan keringanan biaya bagi setiap ibu yang melahirkan. Tiap individu mendapat bantuan sekitar 420ribu yen (sekitar 42 juta rupiah), dan itu langsung disalurkan ke pihak RS. Jika biayanya lebih dari itu, kita tinggal membayar sisanya saja. Yah, mudah-mudahan tambahannya nggak banyak.



Tanggal 29 juli, kontrol terakhir sebelum operasi tanggal 3 Agustus. Saya dikejutkan dengan berita, kata dokter tali plasenta saya tiba-tiba memanjang, dan tidak jadi operasi caesar, diusahakan lahir normal. Senangnyaaa...... mengucap syukur berkali-kali hari itu. Untuk lebih pastinya, dokter menyarankan saya cek MRI, dan USG tranvaginal sampai 3x. Akhirnya dipastikan tidak jadi caesar. Tapi pas mo pulang dari RS,, pas mo bayar,, uang saya kurang sodara2... huhu... mana lagi nggak bawa kartu ATM. Berusaha untuk nggak panik dan tetep cool,, saya bilang setengah berbisik ke petugas kasir. Uang saya kurang, saya harus gimana,, apa saya diijinkan pulang dulu ambil uang ato gimana lah. Eh, mbak2 kasirnya dengan tenang bilang, kekurangannya bisa dibayar nanti pas pemeriksaan berikutnya, sekarang bayar seadanya aja dulu. waaah,, lega rasanya... ngebayangin kalo di indonesia gimana yah,, ninggal KTP mungkin?? ato nggak boleh pulang sampe bisa bayar?? haha....


Kontrol berikutnya tanggal 9 Agustus,, nggak ada masalah. Disuru banyak jalan biar posisi baby cepet turun. Tanggal 16 Agustus kontrol lagi. Tapi, dari pagi itu saya merasa baby saya nggak banyak bergerak di perut. Saya pikir mungkin si baby lagi tidur. Pas di USG, berat baby turun drastis,, dari minggu lalu 2,5 kg,, menjadi 2,2 kg. Saya bingung,, kok bisa ya. Trus, waktu diperiksa denyut jantungnya, agak lemah nggak banyak pergerakan. Kata suster mungkin lagi tidur,, tapi walopun udah diguncang2 perut saya, tetap aja datar denyutnya. Dokter menyarankan saya periksa lagi 3 hari kemudian.




Tapi, sorenya saya pendarahan, nggak banyak sih. Saya pikir wah, ini dia sudah mulai ada tanda2. Malamnya saya mulai merasakan kontraksi, tapi ilang-ilangan. Ah, masih belum...



 

Paginya, 17 agustus, saya segar bugar, nggak ada kontraksi, kalo darah sih masih keluar sedikit. Aktivitas pagi itu saya jalani biasa aja, masih fb-an n nonton tv online upacara bendera di istana,, hehe.. ikut merayakan hut RI nih ceritanya. Pas siang, kontraksi itu datang lagi. Kali ini semakin kuat, maka saya mulai menghitung menit. Ah, masih 15 menit,, saya coba tidur, karena sempat hilang kontraksinya. Baru tidur sekitar 15 menitan,, tiba2 ketuban saya pecah. Saya kaget luar biasa. Saya langsung ganti baju, siap2 ke RS setelah sebelumnya telepon rumah sakitnya dulu. Untung aja suami pas libur hari itu. Sepanjang jalan saya masih terus "ngompol" walopun sudah pakai pembalut. Sampai di RS, diperiksa, posisi bayi belum turun, pembukaan masih 1 cm, sedangkan saya sudah mengalami kontraksi cukup hebat (kira2 udah 2 menit sekali). Diperiksa denyut jantung bayi sangat lemah. Saya dan suami panik juga bingung. Akhirnya dokter bilang harus operasi saat itu juga. Saya pasrah, suami langsung menandatangani berkas2.


Akhirnya, pukul 18.27 waktu setempat, my baby lahir. Nggak sempat IMD (inisiasi menyusui dini) -impian para ibu2- karena bayi saya langsung masuk inkubator. Suara tangisnya pun nggak terdengar. saya hanya melihat dari jauh bayi saya tergolek lemah di inkubator. Rasanya pengen nangis ditempat.




Semua kekhawatiran saya terwujud. Operasi caesar sendiri (berdua dgn suami) di negeri orang nggak ada keluarga ato temen2 yang nemenin (bakal lama nginep di RS),, bayi lahir dengan berat rendah (masuk inkubator), and bayi saya nggak bisa langsung merasakan ASI. huhu... lengkap sudah. Tapi ada satu fakta yang membuat saya bersyukur pada Allah. Ternyata leher bayi saya terlilit tali pusar yang membuatnya sulit bernapas (mungkin itu juga penyebab turunnya BB bayi karena nggak dapat asupan makanan dengan baik), dan saat dilahirkan denyut jantung bayi saya benar2 berhenti. Akhirnya tim dokter segera mengambil tindakan memacu jantung dengan alat pacu jantung. Maha Besar Allah, jantung bayi saya kembali berdetak. Selama 3 hari bayi saya diinfus dan memakai alat bantu pernapasan di inkubator. Melihatnya membuat saya berpikir bahwa apa yang saya alami belum apa2 jika dibandingkan dengan perjuangan bayi saya. Nggak sepatutnya saya mengeluh, saya harus berjuang juga menghasilkan ASI yang banyak untuk pemulihan kondisi bayi saya. Saya bersyukur, Allah masih memberikan kehidupan buat saya dan bayi saya, itu aja sudah nikmat yang tak terhingga buat saya.



Saat ini bayi saya sudah berusia 1 bulan 14 hari,, dengan berat lahir 2,2 kg, saat ini sudah naik menjadi 3,6 kg. Berkat ASI, berat ideal untuk bayi 1 bulan bisa terkejar,, Alhamdulillah....




Sehat terus ya,, my baby girl......

love u always..... :))







Ditampilkan sebanyak : 1041

Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang blog ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman
 
karu2606's blog :