SITE STATUS
Jumlah Member :
485.785 member
user online :
1062 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

berita



ASI Selamatkan Lebih Banyak Nyawa dan Biaya

(Posted:2010-04-08 13:42:04)

Kehidupan hampir 900 bayi bisa diselamatkan tiap tahun, setara dengan miliaran dolar, jika 90% wanita Amerika Serikat memberi asupan air susu ibu (ASI) hanya selama enam bulan usia pertama bayi.

Hasil mengejutkan itu dipublikasikan secara online di dalam jurnal Pediatrik, hanya sebagai perkiraan awal. Tetapi beberapa ahli yang meninjau analisis itu mengatakan metode dan kesimpulan penelitian itu baik.

"Sistem perawatan kesehatan harus lebih diperhatikan bahwa air susu ibu (ASI) membuat perbedaan signifikan,” ujar Dr Ruth Lawrence, kepala Seksi ASI Akademi Pediatrik AS.

Temuan itu memberikan saran bahwa ada ratusan kematian bayi dan banyak lagi yang disebabkan sakit setiap tahunnya dari masalah kesehatan yang seharusnya bisa dicegah dengan cara memberikan air susu ibu. Hal tersebut di antaranya virus sakit perut, infeksi telinga, diabetes anak, sindrom kematian bayi secara tiba-tiba, dan bahkan leukemia dini.

“Gelombang keuntungan kesehatan yang terhubung dengan ASI sangat tidak dihargai,” ujar Dr Melissa Bartick, Internis dan Instruktur di Sekolah Medis Harvard. Air susu ibu terkadang dipertimbangkan sebagai pilihan gaya hidup, tetapi Bartick menyebutnya sebagai isu kesehatan publik.

Di antara keuntungannya adalah susu ASI mengandung antibodi yang menolong bayi melawan infeksi. Selain juga bisa meningkatkan level insulin di dalam darah, di mana kemudian ASI menghindarkan bayi dari bahaya diabetes dan obesitas.

Analisis mempelajari tingkat ketahanan dari 10 penyakit yang terjadi pada anak, biaya mengatasi penyakit itu, termasuk rumah sakit dan studi level perlindungan penyakit yang terhubung dengan air susu ibu.

Uang senilai US$13 miliar (Rp124,8 triliun) adalah estimasi kehilangan yang harus dibayarkan karena rata-rata penerapan air susu ibu termasuk sebuah kalkulasi ekonomi secara khusus berdasarkan upah seumur hidup yang potensial, US$10,56 (Rp101,4 miliar) per kematian.

Metode itu serupa laporan pemerintah pada 2001 yang mengatakan bahwa dana US$3,6 miliar (Rp 34,6 triliun) dapat dihemat sebanyak 50% jika ibu menyusui bayinya selama enam bulan. Biaya medis telah meningkat jika rata-rata ASI menurun.

Sekitar 43% ibu di Amerika Serikat setidaknya memberikan ASI selama enam bulan, tetapi hanya 12% yang mengikuti panduan pemerintah yang merekomendasikan bahwa bayi menerima hanya ASI saja tidak ada susu lainnya selama enam bulan.

Dr Larry Gray, pediatris Universitas Chicago menyebutkan analisis itu sangat persuasif dan mengatakan untuk berusaha mencapaian angka 90%. Tetapi dia juga mengatakan bahwa ibu yang tidak memberikan ASI selama enam bulan tidak semestinya juga disalahkan atau merasa bersalah karena pekerjaan mereka dan permintaan lain yang membuatnya tidak mungkin melakukan hal tersebut.

"Kami semua sangat suka sebagai pediatris karena bisa memberikan informasi ke dalam kelas dengan mengatakan bahwa kita akan mendapatkan hasil dengan perubahan kecil di tempat kerja,” ujar Gray.

Bartick mengatakan ada sinyal yang mendorong keberanian. Pemerintah telah meminta perusahaan yang memperkerjakan karyawan dalam jumlah besar untuk menyediakan tempat privat untuk ibu bekerja agar bisa memberikan ASI.

Di bawah peraturan yang disahkan pada 1 April oleh komisi gabungan agensi akreditasi rumah sakit, maka rumah sakit bisa mengevaluasi usaha mereka untuk memastikan bayi yang baru lahir diberi ASI sebelum pulang ke rumah.

"Praktek rumah sakit harus berubah segaris dengan perawatan berbasis bukti,” ujar Bartick. “Tidak seharusnya ibu disalahkan,” kata Bartick.

Sumber: inilah.com

berita lainnya :

Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang artikel ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman