SITE STATUS
Jumlah Member :
480.514 member
user online :
1823 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Bolehkah ke Dokter Gigi Saat Hamil?

   

Bolehkah ke Dokter Gigi Saat Hamil?



Bunda hamil mengalami perubahan hormon yang dapat mempengaruhi kesehatan mulut dan gigi. Tetapi beberapa wanita hamil kuatir untuk dokter gigi karena takut tindakan-tindakan di dokter gigi dapat membahayakan janin. Yuk, simak tulisan berikut, perawatan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat hamil :
1. Tambal gigi
Tambal gigi boleh dilakukan saat hamil. Saat ini dokter sudah menggunakan komposit untuk menambal gigi. Tambalan amalgam sudah tidak lagi digunakan dokter karena mengandung merkuri. Jika tambalan amalgam terlepas, uapnya bisa merusak sistem syaraf, kekebalan tubuh, peredaran darah dan system reproduksi yang dapat diteruskan ke plasenta dan ke janin. Jika Bunda ingin menambal gigi, sebaiknya di trimester kedua kehamilan, karena janin sudah lebih kuat.
2. Cabut gigi
Bila memang gigi sudah rusak dan harus dicabut, sebaiknya tindakan pencabutan dilakukan di akhir trimester kedua, menjelang trimester ketiga. Mengapa? Karena jika terjadi kontraksi saat pencabutan berlangsung, kandungan sudah cukup kuat. Pastikan dokter gigi akan mengupayakan perdarahan yang minimal dan penanganan yang lembut. Jangan lupa untuk meminta obat yang aman untuk ibu hamil.
3. Rontgen gigi
Sebaiknya Bunda menunda melakukan rontgen gigi sampai si kecil lahir. Kecuali bila keadaan gigi yang sudah parah dan harus mendapat penanganan segera, rontgen gigi boleh dilakukan tetapi hanya sebatas pada bagian rongga mulut saja. Biasanya dokter akan menggunakan proteksi selama proses rontgen.
4. Obat sakit gigi
Pada dosis yang tepat, obat pereda senut-senut pada gigi boleh diberikan pada ibu hamil. Dokter akan memberikan obat yang aman untuk meredakan sakit gigi.
5. Memutihkan gigi
Bahan pemutih gigi mengandung zat karbamid peroksida yang dapat membahayakan janin. Bila Bunda ingin memutihkan gigi, sebaiknya tunggu hingga Bunda melahirkan si kecil. Karena memutihkan gigi bukanlah sesuatu yang mendesak, disarankan untuk memutihkan gigi setelah masa menyusui.
6. Pasang behel
Meski tidak terlalu berbahaya, sebaiknya tunda dulu pemakaian behel. Gangguan hormonal yang dialami ibu hamil kadang menimbulkan gusi berdarah. Untuk menghindari infeksi ibu hamil harus melakukan perhatian ekstra pada behel yang bisa saja mempersulit ibu hamil. 
 
Kesimpulannya, selama pengobatan dan perawatan gigi bersifat fungsional, untuk mengunyah, menghindari infeksi dan menghindari rasa sakit berlebihan, tindakan dokter gigi dibolehkan, tetapi bila sifatnya tidak terlalu urgent, ada baiknya ditunda sampai si kecil lahir atau hingga masa menyusui selesai.
 
Tips:
- Gunakan obat kumur yang tidak mengandung alkohol.
- Usahakan jangan sampai menelan pasta gigi, karena pasta gigi mengandung detergen, formaldehyde, paraffin, menthol, kapur dan titanium dioxide.

Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang artikel ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman