SITE STATUS
Jumlah Member :
506.940 member
user online :
370 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Kenali Alergi Terhadap Makanan

   

Kenali Alergi Terhadap Makanan



Menurut Dr. William Sears yang menulis buku The Baby Book bersama istrinya, Martha Sears, alergi terhadap makanan termasuk ke dalam ‘sensitif terhadap makanan’. Bersama dua istilah lain yang hampir sama penjelasannya, yaitu intoleransi (ketidakmampuan tubuh dalam menerima makanan) dan hipersensitivas, alergi terhadap makanan adalah masalah yang cukup sering menimpa bayi dan balita. Ketiganya merujuk pada suatu kondisi di mana makanan-makanan tertentu dapat menyebabkan anak merasa tidak nyaman dan salah tingkah, atau organ-organ tertentu tidak berfungsi baik dan sesuai. Kondisi di mana seseorang terkena alergi adalah sebagai berikut; setiap makanan, khususnya yang berasal dari hewan, mengandung protein yang disebut antigen yang dapat menimbulkan alergi, bila kita alergi terhadapnya. Protein yang dicurigai itu masuk ke dalam aliran darah dan dikenali tubuh sebagai benda asing. Sistem kekebalan tubuh mempersepsi benda-benda asing ini dan memobilisasi pasukan proteinnya sendiri yang disebut antibodi. Antigen dan antibodi berperang, dan efeknya menyerbu ke bagian tertentu dalam tubuh, biasanya saluran napas, usus, dan kulit. Reaksi-reaksinya menyerupai ledakan kecil yang mengeluarkan zat-zat kimia sehingga menyebabkan tanda-tanda alergi. Zat-zat kimia terkenal yang dilepaskan adalah histamin (makanya, obat untuk alergi sering disebut antihistamin), yang mengganggu jaringan dan menyebabkan pembuluh darah bocor, merembeskan cairan (hidung berlendir, atau mata bengkak berair), serta melebar. Terkadang, otot-otot dari saluran pernapasan menjadi kejang. Tanda-tanda akibat ‘peperangan’ yang berlangsung tadi berbeda-beda kekuatannya. Ada yang terjadi segera setelah peperangan terjadi, ada yang dalam hitungan menit, jam, atau bahkan beberapa hari. Pada sebagian anak, alergi terkadang semakin berkurang dengan bertambahnya umur. Namun, ada juga yang malah memburuk, atau malah hilang sama sekali. Hal ini belum sepenuhnya dapat dipahami, namun para ahli menyimpulkan bahwa kebanyakan alergi terjadi karena faktor keturunan. Alergi terhadap makanan juga bisa berubah. Saat ini balita Anda alergi terhadap saus tomat, tapi ketika alergi terhadap jenis makanan ini sembuh, boleh jadi ia tiba-tiba alergi terhadap mustard. Pada usia setahun mungkin ia alergi terhadap telur, namun ketika menginjak dua tahun, ia alergi terhadap cokelat. Karena itu, ada baiknya Anda mencatat beberapa jenis makanan yang paling mungkin menimbulkan alergi, yaitu kelapa, selai kacang, kayumanis, buncis, gandum, mustard, produk olahan berbahan susu, gula, cokelat, buah-buahan asam, tomat, ragi, kacang-kacangan, kulit ikan, kedelai, jagung, dan putih telur. Sedangkan makanan yang paling tidak mungkin menimbulkan alergi adalah apel, mangga, avokad, peach, brokoli, kurma, labu, daging kambing, daging lembu muda, asparagus, pepaya, kismis, buah bit, wortel, beras, pir, anggur, minyak bunga matahari, madu, ikan salmon, dan daun kol. (Hannie)
Tolong beritahu kami apa pendapat Anda tentang artikel ini


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman