SITE STATUS
Jumlah Member :
281.331 member
user online :
4139 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: usia 5 bulan janin berada di perut atas atau bawahhtml

New Topic :  
Jumlah Posts : 12
Jumlah di-Like : belum ada like
siang dok...saya mau tanya..umur kandungan saya 4bulan..tp kata bodan saya janin pada rahim masih berada di posisi bawah...saya khawatir..dan ingin tau apa wajar dan normal dalam usia 4 bulan janin masih di bawah..karena saya punya riwayat keguguran..
   


18-05-2014 13:39:04 makan sampingan
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
boleh apaa tidaak anak usia 5 bulan 18 hari.di berikan jus buah.dan apa aja jenis buah nya.
   
Jumlah Posts : 140
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda lia , semua janin tumbuh berbeda" . . waktu q hamil pertama , q lahir di usia 7 bulan tp paru"nya lom sempurna jd ank q lom kuat tuk bernafas sendiri , jd ank q meninggal . . karena q jg di usia 7 bulan janin udh di bwh N udh ngebuka 1 itu gara"nya q di urut . .
   


18-04-2011 15:02:57 keputihan saat hamil
Jumlah Posts : 20
Jumlah di-Like : 1
makasih infonya bundaa.. *hugs*

kl aq sih ga tiap hari keputihan,cm klo pas kluar tu rasanya risiiih bgt. warnanya agak keruh gt.. takut klo ada efek d dlm kandungan nih bund.. coz dr pengalaman temenku dia hamil usia 5 bln janin meninggal d perut gr2 kena virus.katanya sih gr2 keputihan n dia telat konsul ma dokternya..ngeri juga kan.
makanya aq trus cpt2 nyari info nih.. semoga kita semua sehat ibu n babynya yaaa..
   
11-05-2010 13:52:15 pendarahan
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
Berikut adalah beberapa hal yang disebut sebagai Komplikasi Kehamilan dan bahayanya: (tolong di baca perlahan..agar bunda2 lebih paham)

1. KEGUGURAN & KELAHIRAN MATI

Keguguran (Aborsi Spontan) adalah kehilangan janin karena penyebab alami sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu.
Kelahiran Mati (Stillbirth) adalah kehilangan janin karena penyebab alami pada saat usia kehamilan mencapai lebih dari 20 minggu.

Seorang bayi yang lahir pada usia kehamilan berapapun dan langsung bernafas atau jantungnya berdenyut spontan, dikatakan lahir hidup. Jika kemudian bayi tersebut meninggal, maka dikatakan sebagai kematian bayi baru lahir(kematian neonatus).

Sekitar 20-30% wanita hamil mengalami perdarahan atau kram minimal 1 kali selama 20 minggu pertama kehamilan. Sekitar separuhnya menyebabkan keguguran.

Sekitar 85% keguguran terjadi pada trimester pertama dan biasanya disebabkan oleh kelainan pada janin.
15% sisanya, terjadi pada minggu ke 13-20; duapertiganya terjadi akibat kelainan pada ibu dan sepertiganya penyebabnya tidak diketahui.

Sebelum terjadinya keguguran, wanita hamil biasanya mengalami spotting (bercak perdarahan) atau perdarahan dan keputihan dari vagina. Rahimnya berkontraksi, menyebabkan kram. Jika terjadi keguguran, maka perdarahan, keputihan dan kram menjadi lebih berat. Pada akhirnya, sebagian atau seluruh isi rahim akan keluar.

Pada keguguran stadium awal, dengan USG bisa diketahui apakah bayi masih hidup.
Setelah keguguran, USG dan pemeriksaan lainnya digunakan untuk melihat apakah semua isi rahim telah keluar.

Jika seluruh isi rahim telah keluar, maka tidak perlu dilakukan pengobatan. Jika hanya sebagian isi rahim yang keluar, maka dilakukan kuretase untuk membersihkan rahim.

Jika janin telah mati tetapi tetap berada dalam rahim (missed abortion), maka janin dan plasenta harus dikeluarkan melalui kuretase.
Untuk missed abortion stadium lanjut, bisa digunakan obat yang menyebabkan kontraksi rahim sehingga rahim mengeluarkan isinya (misalnya oksitosin).

Jika perdarahan dan kram terjadi pada kehamilan 20 minggu (ancaman aborsi), maka dianjurkan untuk menjalani tirah baring. Wanita tersebut tidak boleh bekerja dan tidak boleh melakukan hubungan seksual.
Tidak diberikan hormon karena hampir selalu tidak efektif dan bisa menyebabkan cacat bawaan, terutama pada jantung atau organ reproduksi.

Ancaman aborsi bisa terjadi jika leher rahim (serviks) membuka terlalu dini akibat kelemahan pada jaringan fibrosa. Kadang pembukaan servikal ini bisa ditutup melalui pembedahan dengan menjahitnya, yang nanti akan dibukan sesaat sebelum persalinan.

Aborsi septik adalah infeksi yang sangat serius. Isi rahim harus segera dikeluarkan dan infeksi harus diatasi dengan antibiotik dosis tinggi.


2. KEHAMILAN EKTOPIK

Kehamilan Ektopik (Kehamilan Diluar Kandungan) adalah suatu kehamilan dimana janin berkembang diluar rahim, yaitu di dalam tuba falopii (saluran telur), kanalis servikalis (saluran leher rahim), rongga panggul maupun rongga perut.

Dalam keadaan normal, sebuah sel telur dilepaskan dari salah satu ovarium (indung telur) dan masuk ke dalam tuba falopii. Di dalam tuba, dengan dorongan dari rambut getar yang melapisi tuba, dalam waktu beberapa hari, sel telur akan mencapai rahim. Biasanya sel telur dibuahi di dalam tuba falopii tetapi tertanam di dalam rahim.
Jika tuba tersumbat (misalnya karena infeksi), maka sel telur akan bergerak secara lambat atau tertahan. Sel telur yang telah dibuahi tidak pernah sampai ke rahim dan terjadilah kehamilan ektopik.

Resiko terjadinya kehamilan ektopik meningkat pada: - Kelainan tuba falopii
- Sebelumnya pernah mengalami kehamilan ektopik
- Pemakaian DES(dietilstilbestrol)
- Kegagalan ligasi tuba (prosedur sterilisasi, dimana dilakukan pengikatan atau pemotongan tuba).

Kehamilan ektopik biasanya terjadi pada salah satu tuba falopii (kehamilan tuba).
Kehamilan ektopik bisa berakibat fatal dan harus segera diatasi.

Gejala dari kehamilan ektopik adalah spotting dan kram. Gejala ini timbul karena ketika janin mati, lapisan rahim dilepaskan seperti yang terjadi pada menstruasi yang normal.

Jika janin mati pada stadium awal, maka tidak terjadi kerusakan tuba falopii. Jika janin terus tumbuh, bisa menyebabkan robekan pada dinding tuba sehingga terjadi perdarahan.
Jika perdarahan terjadi secara bertahap, bisa menimbulkan nyeri dan kadang menimbulkan penekanan pada perut bagian bawah akibat penimbunan darah.
Biasanya setelah sekitar 6-8 minggu, penderita tiba-tiba merasakan nyeri yang hebat di perut bagian bawah, lalu pingsan. Gejala ini biasanya menunjukkan bahwa tuba telah robek dan menyebabkan perdarahan hebat ke dalam perut.

Kadang kehamilan ektopik sebagian terjadi di dalam tubah dan sebagian di dalam rahim. Keadaan ini menyebabkan kram dan spotting.
Janin memiliki ruang untuk tumbuh, sehingga kehamilan ektopik biasanya baru pecah di kemudian hari, biasanya pada minggu ke 12-16.

Jika hasil pemeriksaan darah dan air kemih menunjukkan positif hamil tetapi rahim tidak membesar, maka diduga telah terjadi kehamilan ektopik. Pada USG rahim tampak kosong dan di dalam rongga panggul atau rongga perut terlihat darah.
Laparoskopi digunakan untuk melihat kehamilan ektopik secara langsung.
Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan kuldosentesis, yaitu pengambilan contoh darah yang tertimbun akibat kehamilan ektopik melalui sebuah jarum yang dimasukkan lewat dinding vagina ke dalam rongga panggul. Berbeda dengan darah vena atau arteri, darah ini tidak membeku.

Biasanya harus dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan kehamilan ektopik.
Pada kehamilan tuba, biasanya dibuat sayatan ke dalam tuba dan janin serta plasenta diangkat. Tuba dibiarkan terbuka agar penyembuhan terjadi tanpa pembentukan jaringan parut karena jaringan parut bisa menyebabkan penderita sulit untuk hamil lagi. Prosedur ini kadang dilakukan melalui suatu laparoskopi.
Jika terjadi kerusakan berat pada tuba dan tidak dapat diperbaiki, maka tuba harus diangkat.

Jika tidak terdengar denyut jantung janin, pada kehamilan tuba stadium awal bisa diberikan obat metotreksat.


3. ANEMIA

Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pengangkut oksigen) kurang dari normal.

Selama hamil, volume darah bertambah sehingga penurunan konsentrasi sel darah merah dan hemoglobin yang sifatnya menengah adalah normal.

Selama hamil, diperlukan lebih banyak zat besi (yang diperlukan untuk menghasilkan sel darah merah) karena ibu harus memenuhi kebuhan janin dan dirinya sendiri.
Jenis anemia yang paling sering terjadi pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi, yang biasanya disebabkan oleh tidak adekuatnya jumlah zat besi di dalam makanan.
Anemia juga bisa terjadi akibat kekurangan asam folat (sejenis vitamin B yang diperlukan untuk pembuatan sel darah merah).

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan darah yang menentukan jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin dan kadar zat besi dalam darah.

Anemia karena kekurangan zat besi diobati dengan tablet besi. Pemberian tablet besi tidak berbahaya bagi janin tetapi biasa menyebabkan gangguan lambung dan sembelit pada ibu, terutama jika dosisnya tingggi.
Wanita hamil dianjurkan untuk minum tablet besi meskipun jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobinnya normal, agar yakin bahwa mereka memiliki zat besi yang cukup untuk janin dan dirinya sendiri.

Anemia karena kekurangan asam folat diobati dengan tablet folat.
Untuk wanita hamil yang menderita anemia sel sabit, pengobatannya masih bersifat kontroversial; kadang perlu dilakukan transfusi darah.


4. INKOMPATIBILITAS Rh

Inkompatibilitas Rh adalah suatu ketidaksesuaian Rh di dalam darah ibu hamil dan darah bayinya.

Sebagai akibat dari inkompatibilitas Rh, tubuh ibu akan membentuk antibodi terhadap sel-sel darah merah bayi. Antibodi menyebabkan beberapa sel darah merah pecah dan kadang menyebabkan penyakit hemolitik (sejenis anemia) pada bayi.

Golongan darah ditentukan berdasarkan kepada adanya molekul-molekul pada permukaan sel darah merah. Golongan darah Rh terdiri dari beberapa molekul tersebut.
Salah satu dari molekul tersebut adalah Rh-nol-D, yang biasanya menyebabkan inkompatibilitas Rh. Jika sel darah merah memiliki molekul Rh-nol-D, maka dikatakan Rh-positif; jika tidak memiliki molekul Rh-nol-D, dikatakan Rh-negatif.

Inkompatibilitas Rh terjadi jika ibu memiliki darah dengan Rh-negatif dan janin memiliki Rh-positif yang berasal dari ayahnya. Darah janin bisa bercampur dengan darah ibu melalui plasenta (ari-ari), terutama pada akhir kehamilan dan selama persalinan.
Sel darah janin dianggap sebagai benda asing oleh tubuh ibunya, sehingga ibu menghasilkan antibodi untuk menghancurkannya. Kadar antibodi pada tubuh ibu terus bertambah selama kehamilan dan antibodi ini bisa melewati plasenta lalu masuk ke tubuh janin dan menghancurkan sebagian sel darah merah janin.
Akibatnya bisa terjadi penyakit hemolitik pada janin (eritroblastosis fetalis) atau pada bayi baru lahir (eritroblastosis neonatorum).
Tetap pada kehamilan pertama, anak yang dilahirkan jarang mengalami kelainan ini karena biasanya tidak terjadi kontak yang berarti antara darah janin dan darah ibu. Pada setiap kehamilan berikutnya, ibu menjadi lebih sensitif terhadap darah Rh-positif dan menghasilkan antibodi lebih dini.

Penghancuran sel darah merah pada tubuh janin bisa menyebabkan anemia dan peningkatan kadar bilirubin (limbah hasil penghancuran sel darah merah). Jika kadar bilirubin ini sangat tinggi, bisa terjadi kerusakan otak.

Pada pemeriksaan kehamilan biasanya dilakukan penyaringan untuk menentukan golongan darah ibu. Jika ibu memiliki Rh-negatif, dilakukan pemeriksaan golongan darah ayah. Jika ayah memiliki Rh-positif, dilakukan pengukuran kadar antibodi Rh pada ibu.

Darah ibu dan darah bayi bisa mengadakan kontak selama persalinan sehingga tubuh ibu membentuk antibodi. Karena itu sebagai tindakan pencegahan, diberikan suntikan immunoglobulin Rh-nol-D kepada ibu yang darahnya memiliki Rh-negatif dalam waktu 72 jam setelah melahirkan bayi dengan Rh-positif (bahkan juga setelah mengalami keguguran atau aborsi).
Pemberian suntikan ini menyebabkan hancurnya sel-sel dari bayi yang mungkin mensensitisasi ibu, sehingga biasanya kehamilan berikutnya tidak berbahaya.
Tetapi sekitar 1-2% ibu yang mendapatkan suntikan ini tetap mengalami sensitisasi, kemungkinan karena sensitisasi terjadi lebih dini. Untuk mencegah terjadinya sensitisasi dini, suntikan bisa diberikan pada kehamilan 28 minggu dan setelah persalinan.

Dengan mengukur kadar antibodi Rh pada ibu secara periodik, bisa diambil tindakan untuk mengantisipasi gangguan pada janin.
Jika kadar antibodi Rh terlalu tinggi, dilakukan amniosentesis (pengambilan contoh cairan ketuban untuk dianalisa). Kadar bilirubin pada contoh cairan ketuban diukur. Jika kadarnya terlalu tinggi, dilakukan transfusi darah pada janin.
Transfusi tambahan biasanya diberikan setiap 10-14 hari sampai kehamilan 32-34 minggu. Setelah lahir, biasanya diberikan 1 atau beberapa kali transfusi.
Pada kasus yang tidak terlalu berat, transfusi biasanya baru dilakukan setelah bayi lahir.


5. ABRUPSIO PLASENTA

Abrupsio Plasenta adalah pelepasan plasenta yang berada dalam posisi normal pada dinding rahim sebelum waktunya, yang terjadi pada saat kehamilan bukan pada saat persalinan.

Plasenta mungkin tidak menempel seluruhnya (kadang hanya 10-20%) atau menempel seluruhnya. Penyebabnya tidak diketahui.
Abrupsio lebih sering ditemukan pada wanita yang menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes atau penyakit rematik dan wanita pemakai kokain.

Terjadi perdarahan rahim yang berasal dari sisi tempat menempelnya plasenta. Perdarahan eksternal terjadi jika darah keluar melalui vagina, tetapi jika darah terperangkap di belakang plasenta, akan terjadi perdarahan tersembunyi.
Gejala yang timbul tergantung kepada luasnya pelepasan plasenta dan banyaknya darah yang hilang.
Gejalanya berupa:
- perdarahan vagina
- nyeri perut yang timbul secara tiba-tiba
- nyeri kram perut
- nyeri jika perut ditekan.
Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan USG.

Abrupsio plasenta menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen dan zat gizi untuk janin dan bisa menyebabkan kematian janin.
Sedangkan ibu bisa mengalami perdarahan yang serus, DIC(disseminated intravascular coagulation, bekuan darah di dalam pembuluh darah), gagal ginjal dan perdarahan ke dalam dinding rahim. Keadaan ini lebih sering terjadi pada wanita hamil yang mengalami pre-eklamsi) dan bisa merupakan petunjuk bahwa janin berada dalam keadaan gawat atau telah meninggal.

Penderita segera dirawat dan menjalani tirah baring.
Jika gejalanya berkurang, penderita mulai latihan berjalan dan mungkin boleh pulang.
Jika gejalanya semakin memburuk, dilakukan persalinan dini untuk menyelamatkan ibu dan bayi.


6. PLASENTA PREVIA

Plasenta Previa adalah plasenta yang tertanam di atas atau di dekat serviks (leher rahim), pada rahim bagian bawah.

Di dalam rahim, plasenta bisa menutupi lubang serviks secara keseluruhan atau hanya sebagian.
Plasenta previa biasanya terajdi pada wanita yang telah hamil lebih dari 1 kali atau wanita yang memiliki kelainan rahim (misalnya fibroid).

Pada akhir kehamilan, tiba-tiba terjadi perdarahan yang jumlahnya bisa semakin banyak. Darah yang keluar biasanya berwarna merah terang.
Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan USG.

Jika perdarahannya hebat, dilakukan transfusi darah berulang.
Jika perdarahannya ringan dan persailinan masih lama, bisanya dianjurkan untuk menjalani tirah baring.
Hampir selalu dilakukan operasi sesar karena cenderung terjadi pelepasan plasenta sebelum waktunya, bayi bisa mengalami kekurangan oksigen dan ibu bisa mengalami perdarahan hebat.


7. HIPEREMESIS GRAVIDARUM

Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan selama masa hamil, tidak seperti morning sickness yang biasa dan bisa menyebabkan dehidrasi dan kelaparan.

Penyebabnya tidak diketahui.
Faktor psikis bisa memicu atau memperburuk muntah.

Berat badann pendertia menurun dan terjadi dehidrasi.
Dehidrasi bisa menyebabkan perubahan kadar elektrolit di dalam darah sehingga darah menjadi terlalu asam.

Jika muntah terus terjadi, bisa terjadi kerusakan hati.
Komplikasi lainnya adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah.

Penderita dirawat dan mendapatkan cairan, glukosa, elektrolit serta vitamin melalui infus. Penderita berpuasa selama 24 jam. Jika perlu, bisa diberikan obat anti-mual dan obat penenang.
Jika dehidrasi telah berhasil diatasi, penderita boleh mulai makan makanan lunak dalam porsi kecil.
Biasanya muntah berhenti dalam beberapa hari. Jika gejala kembali kambuh, maka pengobatan diulang kembali.


8. PRE-EKLAMSI & EKLAMSI

Pre-eklamsi (Toksemia Gravidarum) adalah tekanan darah tinggi yang disertai dengan proteinuria (protein dalam air kemih) atau edema (penimbunan cairan), yang terjadi pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan.
Eklamsi adalah bentuk pre-eklamsi yang lebih berat, yang menyebabkan terjadinya kejang atau koma.

Pre-eklamsi terjadi pada 5% kehamilan dan lebih sering ditemukan pada kehamilan petama dan pada wanita yang sebelumnya menderita tekanan darah tinggi atau penyakit pembuluh darah.
Eklamsi terjadi pada 1 dari 200 wanita yang menderita pre-eklamsi dan jika tidak diobati secara tepat biasanya bisa berakibat fatal.

Penyebab dari pre-eklamsi dan eklamsi tidak diketahui.
Resiko utama terjadinya pre-eklamsi adalah abrupsio plasenta.

Gejala-gejala dari pre-eklamsi adalah:
- tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 mm Hg
- wajah atau tangan membengkak
- kadar protein yang tinggi dalam air kemih.
Seorang wanita yang pada saat hamil tekanan darahnya meningkat secara berarti tetapi tetap dibawah 140/90 mm Hg, juga dikatakan menderita pre-eklamsi.

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita pre-eklamsi, 4-5 kali lebih rentan terhadap kelainan yang timbul segera setelah lahir. Bayi yang dilahirkan juga mungkin kecil karena adanya kelainan fungsi plasenta atau karena lahir prematur.

Pre-eklamsi dan eklamsi tidak memberikan respon terhadap diuretik (obat untuk membuang kelebihan cairan) dan diet rendah garam.
Penderita dianjurkan untuk mengkonsumsi garam dalam jumlah normal dan minum air lebih banyak. Sangat penting untuk menjalani tirah baring.
Penderita juga dianjurkan untuk berbaring miring ke kiri sehingga tekanan terhadap vena besar di dalam perut yang membawa darah ke jantung berkurang dan aliran darah menjadi lebih lancar.

Untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah kejang, bisa diberikan magnesium sulfat intravena (melalui pembuluh darah).

Jika pre-eklamsinya bersifat ringan, penderita cukup menjalani tirah baring di rumah, tetapi harus memeriksakan diri ke dokter setiap 2 hari.
Jika perbaikan tidak segera terjadi, biasanya penderita harus dirawat dan jika kelainan ini terus berlanjut, maka persalinan dilakukan sesegera mungkin.

Penderita pre-eklamsi berat dirawat di rumah sakit dan menjalani tirah baring.
Cairan dan magnesium sulfat diberikan melalui infus.
Dalam waktu 4-6 jam, biasanya tekanan darah kembali normal dan bayi dapat dilahirkan dengan selamat.
Jika tekanan darah tetap tinggi, sebelum persalinan dimulai, diberikan obat tambahan.

Komplikasi utama dari pre-eklamsi dan eklamsi adalah sindroma HELLP, yang terdiri dari:
 
  • Hemolisis (penghancuran sel darah merah)
  • Peningkatan enzim hati (yang menunjukkan adanya kerusakan hati)
  • Penurunan jumlah trombosit (yang menunjukkan adanya gangguan kemampuan pembekuan darah).
    Sindroma HELLP cenderung terjadi jika pengobatan pre-eklamsi tertunda.
    Jika terjadi sindroma HELLP, bayi segera dilahirkan melalui operasi sesar.

    Setelah persalinan, dilakukan pemantauan ketat untuk melihat tanda-tanda terjadinya eklamsi. 25% kasus eklamsi terjadi setelah persalinan, biasanya dalam waktu 2-4 hari pertama setelah persalinan.
    Tekanan darah biasanya tetap tinggi selama 6-8 minggu. Jika lebih dari 8 minggu tekanan darahnya tetap tinggi, kemungkinan penyebabnya tidak berhubungan dengan pre-eklamsi.


    9. HERPES GESTASIONAL

    Herpes Gestasional adalah lepuhan berisi cairan yang sangat gatal, yang terjadi selama kehamilan.

    Penggunaan istilah herpes sebenarnya tidak tepat karena ruam yang terjadi tidak disebabkan oleh virus herpes maupun virus lainnya.
    Herpes gestasional diduga disebabkan oleh antibodi abnormal yang beraksi terhadap jaringan tubuh sendiri (reaksi autoimun).
    Ruam ini bisa timbul kapanpun setelah kehamilan 12 minggu atau segera setelah persalinan.

    Ruam biasanya terdiri dari vesikel (lepuhan kecil/besar yang berisi cairan) atau bula (pembengkakan yang bentuknya tidak beraturan dan berisi carian).
    Ruam ini seringkali berawal di perut lalu menyebar.
    Segera setelah persalinan, ruam akan semakin memburuk dan menghilang dalam beberapa minggu atau bulan kemudaian.

    Ruam seringkali muncul lagi pada kehamilan berikutnya atau jika penderita menggunakan pil KB.
    Bayi yang dilahirkan mungkin memiliki ruam yang serupa, tetapi biasanya akan menghilang dalam beberapa minggu, tanpa pengobatan.

    Untuk memperkuat diagnosis, diambil kerokan kulit yang terkena dan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui adanya antibodi.

    Tujuan pengobatan adalah untuk meringankan gatal-gatal dan mencegah terbentuknya lepuhan yang baru.
    Untuk ruam yang ringan, diberikan krim kortikosteroid yang dioleskan langsung ke kulit yang terkena sesering mungkin.
    Untuk ruam yang lebih luas, diberikan kortikosteroid per-oral (melalui mulut). Mengkonsumsi kortikosteroid pada akhir kehamilan tidak akan membahayakan bayi.
    Jika setelah persalinan gatal-gatal semakin hebat atau ruam semakin menyebar, mungkin perlu diberikan kortikosteroid dengan dosis yang lebih tinggi.


    10. URTIKARIA GESTASIONAL

    Urtikaria Gestasional adalah kaligat yang terjadi pada saat hamil.

    Penyebabnya tidak diketahui.
    Kaligata biasanya timbul di perut, dan bisa menyebar ke paha, bokong, kadang sampai ke lengan.

    Ruam kaligata biasanya muncul pada 2-3 minggu menjelang persalinan. Tetapi mungkin saja timbul setelah kehamilan mencapai 24 minggu.
    Rasa gatal sering menyebabkan penderita tidak dapat tidur di malam hari.
    Setelah persalinan, kaligata biasanya menghilang dan tidak kambuh pada kehamilan berikutnya.

    Untuk mengatasi gatal-gatal dan meredakan ruam kaligata, diberikan krim kortikosteroid yang dioleskan sesering mungkin.
    Jika ruamnya lebih berat, diberikan kortikosteroid per-oral.
semoga membantu
salam

putri a.k.a zach mom's
   


23-12-2008 13:40:34 bayi sungsang
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

MEMUTAR JANIN SUNGSANG

Memutar posisi janin atau versi luar, tak bisa sembarangan. Harus dilihat dulu penyebabnya dan dilakukan oleh ahlinya.

Harusnya, pada usia kehamilan di atas 8 bulan, kepala janin berada di bawah dan bokongnya di atas. Hingga, saat persalinan nanti, pengeluaran bayi jadi lebih mudah dilakukan. Akan tetapi, pada kenyataannya tak selalu posisi demikian yang diperoleh ibu hamil. Banyak pula yang mengalami kelainan posisi janin berupa letak sungsang atau letak lintang.

Tentunya, kelainan-kelainan tersebut harus diatasi sejak mulai terdeteksi. Menurut dr. Dwiana Ocvianti SpOG. dari RS Siaga Raya, Jakarta, deteksi bisa saja datang dari si ibu. Misal, pada janin sungsang, yaitu bila posisi janin memanjang sejajar sumbu panjang rahim, dengan bokong janin berada di bagian terendah, "Ibu dapat merasakan dari tendangan si janin yang lebih banyak geraknya ke bawah."

Gerakan di bawah adalah gerakan yang didominasi oleh kaki. Dengan demikian berarti kepala dan tangannya berada di atas. Padahal normalnya, setelah usia kehamilan 7-8 bulan, ibu akan merasakan gerakan janin lebih banyak di atas pusar. Ciri lain: bagian yang keras (kepala janin) mendesak tulang iga ibu hingga menimbulkan rahim sesak atau tertekan.

Ada pula gerakan janin yang mendominasi di perut sebelah kiri atau kanan. Jika ini terjadi, kemungkinannya adalah letak janin melintang. Posisi-posisi ini jelas tak seharusnya dan ibu harus segera minta kepada dokter ahli untuk mengubahnya. "Tapi ingat, penanganan harus dilakukan oleh dokter atau bidan yang benar-benar ahli. Karena tidak sembarangan kita boleh memutar-mutar janin."

Memang, aku Dwiana, ada ibu yang tak dapat mendeteksi sendiri kelainan posisi janinnya. Dia pun tak dapat mengungkapkan secara spesifik mengenai pergerakan janin hingga perlu pemeriksaan ahlinya. "Dokter atau bidan yang terlatih biasanya hanya melakukan perabaan di perut ibu. Dari perabaan itu dapat dirasakan di mana posisi kepala dan di mana posisi bokong."

Namun, pemeriksaan seperti ini sulit dilakukan terhadap ibu yang bertubuh gemuk karena rahimnya terhalang oleh lemak. Bila dokter tak yakin dengan perabaannya, akan dilakukan pemeriksaan dengan ultrasonografi.

PENYEBAB

Letak sungsang ada beberapa variasi; dari letak bokong dengan kedua tungkai kakinya ke atas dan bokong di posisi yang terendah, letak sungsang sempurna di mana kedua kaki ada di samping bokong, dan letak sungsang tak sempurna di mana selain bokong ada bagian tubuh lain seperti kaki atau lutut berada paling bawah. Pada letak sungsang tak sempurna, biasanya satu kaki menjulur ke bawah hingga ke jalan rahim.

Adapun penyebab kelainan posisi pada janin, terang Dwiana, dari si janin sendiri. "Tak ada pengaruh antara ibu yang beraktivitas tinggi, ibu yang memiliki penyakit kronis, atau ibu yang mengkonsumsi narkoba dengan kelainan posisi janin."

Dalam hal letak sungsang bisa disebabkan bayinya yang terlalu besar. "Bila tubuh bayi terlalu besar, maka kepalanya tak bisa berputar ke bawah karena tak bisa masuk ke atas panggul." Namun, kenapa si bayi terlalu besar, bisa disebabkan ibunya yang kebanyakan makan. Akibatnya, si ibu kegemukan, begitupun bayinya. "Karena itulah, ibu hamil kalau datang periksa, berat badannya ditimbang. Kalau berat badannya terlalu gemuk akan dinasihati untuk tak menambah berat badannya karena bayinya nanti terlalu besar."

Letak sungsang juga bisa terjadi saat hamil muda, di mana ukuran bayi masih kecil sementara ruangan rahim relatif luas, kepala janin akan terputar ke atas. Juga, terjadi pada ibu yang sering mengalami persalinan. Pada ibu yang sering bersalin ini, otot rahim akan molor dan ruangan rahim pada kehamilan berikutnya jadi lebih luas. Bila risiko ini ditambah lilitan tali pusat, dapat dipastikan janin akan sungsang. Lilitan tali pusat pada tubuhnya membuat dia tetap di posisi semula, kepala di atas dan bokong di bawah. "Janin yang tak bisa memutar secara alamiah ini akan sungsang hingga melahirkan nanti."

Selain itu, sungsang juga disebabkan letak plasenta di bawah hingga kepala tak bisa turun. Sekalipun janin bisa berputar, kepala akan turun setengah hingga posisinya kadang jadi melintang. Ciri-ciri janin melintang. Tubuh akan membesar ke samping dan bagian tengah terasa kosong. Posisi ini bahkan lebih berbahaya daripada sungsang. Dalam persalinan lintang dikhawatirkan, "Selain bayinya meninggal, ibunya juga. Karena kalau bayi itu melintang, dia tak bisa lahir, padahal kontraksi rahim begitu kuat. Dengan demikian, rahim bisa pecah, yang disebut ruptura uteri," jelas Dwiana.

Hal lain yang dapat menyebabkan sungsang adalah terdapat kecacatan pada bayi. Misal, yang kepalanya besar (hidrosefalus) atau kepalanya tak ada tulang tengkorak. Kelainan-kelainan dengan bagian tubuh membesar dapat pula terjadi pada organ tubuh lain, seperti bahu, perut, dan bokong.

TAK BOLEH SEMBARANGAN

Tentunya, untuk melakukan tindakan terhadap bayi sungsang harus dilihat dulu penyebabnya. Sebab, untuk melakukan pemutaran tak boleh sembarangan. Jadi, tidak asal memutar. "Bahaya sekali melakukan tindakan pemutaran kalau kita tak tahu persis apa penyebab bayi itu menjadi sungsang," ungkap Dwiana.

Larangan pun berlaku bagi dokter atau bidan yang tak terampil melakukan pemutaran. "Yang melakukannya harus dokter atau bidan terlatih." Sebab, kalau penyebab janin sungsang adalah lilitan tali pusat, tindakan memperbaiki akan menyebabkan bayinya malah tambah terjerat. Dalam kondisi seperti ini, kepala bayi tak akan bisa turun. Seandainya dipaksakan pun, bayi akan makin terjerat. "Biasanya dokter atau bidan akan membiarkannya dalam posisi seperti ini. Kemungkinannya, persalinan dilakukan dengan jalan bedah sesar."

Dwiana lantas menggambarkan cara memutar bayi sungsang dengan tangan yang dikenal dengan versi luar. Pertama-tama, si ibu dalam posisi terlentang, kondisi relaks, dan belum ada kontraksi. "Bila sudah terjadi kontraksi, maka pemutaran tak dapat dilakukan karena rahim sudah tak relaks lagi dan ibu sudah siap melakukan persalinan."

Kemudian, "Perlahan-lahan bayi kita geser dengan tangan dari luar." Pemutaran bayi boleh diteruskan bila tak terasa sakit. Bila terasa sakit, pemutaran harus dihentikan untuk mencegah terjadi luka di rahim, misal, plasenta putus atau rahim robek. "Biasanya, pemutaran dilakukan antara 10 sampai 15 menit dalam satu kali pemutaran." Pemutaran tak dapat dilakukan setahap demi setahap. Misal, hari ini bayi diputar setengah kemudian besok setengahnya lagi.

Bagaimana dengan pengurutan? Dwiana dengan tegas melarang, "Sebaiknya jangan melakukan urut-mengurut. Ibu tak diperkenankan melakukan pemijatan di daerah perut apalagi rahim." Meskipun pengurutan dilakukan ahlinya, tetap dilarang. Apalagi bila ahli itu tak mengerti medis.

BAYI SUNGSANG HARUSKAH DILAHIRKAN SESAR?

Asalkan usia kehamilan masih di bawah 32 minggu, posisi sungsang masih dapat diperbaiki.

Dokter menyatakan janin Anda sungsang? Itu berarti, si janin dalam posisi memanjang dengan kepala di bagian atas rahim (fundus uteri) dan bokongnya ada di bagian bawah. Umumnya pada kehamilan trimester kedua, posisi sungsang sudah dapat dideteksi. Kandungan terasa penuh di bagian atas dengan gerakan janin terasa lebih banyak di bagian bawah. Ibu yang sudah pernah hamil sebelumnya akan merasa kehamilan sekarang terasa berbeda. Namun untuk memastikan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan.

Untuk langkah awal, lakukanlah pemeriksaan luar. Caranya dengan meraba bagian bawah rahim. Apakah ada bagian yang keras dan bulat menyerupai kepala di situ? Bila tidak ada, maka kemungkinan posisi janin sungsang. Jangan keliru dengan bagian bokong yang juga terasa berbentuk bulat. Cara membedakan kepala dan bokong adalah dengan menggerak-gerakkan bagian tersebut secara perlahan. Jika tak mau bergerak atau terasa sulit sekali bergerak, dapat dipastikan itu adalah bokong. Kepala lebih mudah digerakkan daripada bokong.

Selanjutnya, cobalah raba bagian atas rahim. Andaikan posisi janin memang sungsang, maka akan teraba kepalanya pada bagian ini. Denyut jantung janin pun akan teraba di posisi setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada pusar ibu. Bila masih ragu, lakukan pemeriksaan dalam atau dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG).

PENCETUS SUNGSANG

Letak janin bergantung pada proses adaptasinya di dalam rahim. Jadi, tak perlu keburu khawatir jika posisi sungsang terjadi di bawah usia kehamilan 32 minggu. Pada usia kehamilan ini, jumlah air ketuban relatif lebih banyak sehingga janin masih dapat bergerak bebas. Dari yang posisinya sungsang lantas berputar menjadi melintang lalu berputar lagi sehingga posisi kepala di bagian bawah rahim. Jangan heran kalau pada kehamilan belum cukup bulan, frekuensi letak sungsang menjadi lebih tinggi.

Memasuki usia kehamilan 37 minggu ke atas, posisi sungsang sudah sulit untuk berubah karena bagian terendah janin sudah masuk ke pintu atas panggul. Namun semestinya di trimester ketiga, bokong janin dengan tungkai terlipatyang ukurannya lebih besar daripada kepala akan menempati ruangan yang lebih besar yakni di bagian atas rahim. Sedangkan kepala berada dalam ruangan yang lebih kecil, di segmen bawah rahim. Masalahnya, mengapa posisi sungsang masih dapat terjadi hingga usia kehamilan cukup bulan?

Multiparitas

Ibu telah melahirkan banyak anak sehingga rahimnya sudah sangat elastis dan membuat janin berpeluang besar untuk berputar hingga minggu ke-37 dan seterusnya.

Hamil kembar

Adanya lebih dari satu janin dalam rahim menyebabkan terjadinya perebutan tempat. Setiap janin berusaha mencari tempat yang lebih nyaman, sehingga ada kemungkinan bagian tubuh yang lebih besar (yakni bokong janin) berada di bagian bawah rahim.

Hidramnion (kembar air)

Jumlah air ketuban yang melebihi normal menyebabkan janin lebih leluasa bergerak walau sudah memasuki trimester ketiga.

Hidrosefalus

Besarnya ukuran kepala akibat kelebihan cairan (hidrosefalus) membuat janin mencari tempat yang lebih luas, yakni di bagian atas rahim.

Plasenta previa

Adanya plasenta yang menutupi jalan lahir dapat mengurangi luas ruangan dalam rahim. Akibatnya, janin berusaha mencari tempat yang lebih luas yakni di bagian atas rahim.

Panggul sempit

Sempitnya ruang panggul mendorong janin mengubah posisinya menjadi sungsang.

Kelainan bawaan

Jika bagian bawah rahim lebih besar daripada bagian atasnya, maka janin cenderung mengubah posisinya menjadi sungsang.

4 POSISI SUNGSANG

Presentasi bokong

Pada pemeriksaan dalam yang dapat teraba hanya bokong bayi saja. Terjadi karena janin meluruskan (ekstensi) kedua sendi lututnya, sehingga kedua kaki mengarah ke atas dan kedua ujungnya sejajar dengan bahu atau kepala.

Presentasi bokong kaki sempurna

Kala pemeriksaan dalam dilakukan, bokong dan kedua kaki dapat teraba.

Presentasi bokong kaki tidak sempurna

Bagian bokong teraba dengan satu kaki di sampingnya, sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas.

Presentasi kaki

Yang teraba lebih dulu adalah salah satu atau kedua kaki karena posisi kaki berada di bagian paling rendah.

MENGUBAH POSISI SUNGSANG

Cara termudah dan teraman untuk mengubah posisi janin sungsang adalah dengan bersujud (knee chest position) secara rutin setiap hari sebanyak 2 kali sehari, misalnya pagi dan sore. Masing-masing selama 10 menit. Biasanya bayi akan berputar dan posisinya kembali normal, yaitu kepala berada di sebelah bawah rahim. Pada saat kontrol kandungan, mintalah bidan atau dokter memeriksa posisi janin. Jika belum berhasil, maka ulangi latihan setiap hari. Namun, latihan ini hanya efektif jika usia kehamilan maksimal 35­36 minggu.

Cara lain yakni dengan memutar posisi janin dari luar. Tentu tindakan ini hanya boleh dilakukan oleh ahli dan tidak semua dokter kandungan mahir melakukannya. Tindakan yang dikenal dengan nama versi luar ini berisiko. Bila tali pusat terlalu panjang dapat me-lilit. Sedangkan jika tali pusat pendek, plasenta bisa lepas akibat tarikan. Lantaran itu, tindakan versi luar saat ini jarang dipraktikkan.

SAAT PERSALINAN

Posisi janin sungsang tentunya dapat memengaruhi proses persalinan. Jika yang terjadi adalah presentasi bokong murni, maka persalinan normal masih relatif mudah dilakukan. Namun, ini pun hanya berlaku bagi ibu yang sudah memiliki pengalaman melahirkan per vaginam. Sedangkan jika yang terjadi adalah presentasi kaki, pada saat ketuban pecah spontan mungkin saja tali pusat ikut keluar (prolapsus tali pusat). Jika tidak segera dilakukan persalinan, janin mungkin tidak terselamatkan. Untuk mencegahnya, persalinan dapat dilakukan dengan cara sesar.

Proses persalinan yang salah jelas dapat menimbulkan risiko, seperti janin mengalami pundak patah atau saraf di bagian pundak tertarik (akibat salah posisi saat menarik bagian tangannya ke luar), perdarahan otak (akibat kepalanya terjepit dalam waktu yang lama), patah paha (akibat salah saat menarik paha ke luar), dan lain-lain. Untuk itu biasanya dokter menggunakan partograf, alat untuk memantau kemajuan persalinan. Jika persalinan dinilai berjalan lambat, maka harus segera dilakukan operasi (seksiosesaria).

Untuk ibu yang baru pertama kali hamil atau terdapat faktor penyulit pada kehamilan seperti ketuban pecah dini atau janin besar (di atas 3,5 kg) maka persalinan sesar merupakan jalan terbaik. Dalam hal ini, serahkan keputusan terbaik kepada dokter yang menangani.

   
16-12-2009 12:02:00 Babyku sungsang
Jumlah Posts : 43
Jumlah di-Like : 5
Dear Bunda Utie,

Kalau usia janin masih 6 bulan memang kebanyakan masih kepalanya di atas (sungsang), tetapi terkadang juga bisa di bawah. Karena ini merupakan masa transisi si janin memasuki trimester ke-3. Masih belajar jungkir balik istilahnya :)

Makanya kadang bunda dapat merasakan si baby putar-putar di perut karena rahim masih cukup luas dan masih banyak ruang gerak buatnya. Namun nanti jika sudah 7 bulan ke 8 bulan, kebanyakan posisi baby kepalanya di bawah (tidak terhindar kemungkinan kepala berputar ke atas lagi). Yang perlu diwaspadai kalau sudah masuk usia 9 bulan. Jika posisi masih sungsang, baru d disarankan harus banyak melakukan posisi sujud atau nungging untuk membantu si janin menggeser posisinya. Karena saat usia 9 bulan ruang geraknya sudah sempit dan janin sudah susah bergerak jadi harus dibantu sang bunda.

Saya juga sedang hamil anak pertama dah mau 7 bulan. Waktu usia 5 bulan dan 6 bulan USG malah kepala sudah di bawah. Tetapi kadang terasa si baby berputar dan ketika menendang, tendangannya di bagian abdomen (perut bawah), kalau tendangan di bawah otomatis kepala di atas donk.. Saya juga pernah konsultasi ke dokter katanya tidak apa-apa selama kondisi si janin sehat.

Semoga bermanfaat.

Salam,
   
07-02-2014 09:33:38 gerakan janin
Jumlah Posts : 44
Jumlah di-Like : belum ada like
aku jg di urut kemaren usia 5 bulan karna kandungan turun..cari tukang urutnya yg memang udah biasa bund pegang orang hamil dan melahirkan biasanya di kampung2 adanya dan perutnya jg ga di urut kenceng lebih ke elus2 tapi sesuai arah..allhamdulillah langsung enakan tadinya kedutan terus di atas kemaluan (maaf) agak sakit jg di perut bawah dan kalo jongkok rasanya kaya ada yg mau jatuh gitu..tukang urutku ga ganti2 dari jamannya kakakku hamil dan allhamdulillah sehat2 aja bund jd menurut aku bukan karna di urutnya aja bund mungkin bunda jg telat di urutnya jd udah keburu turun banget dan tukang urutnya kurang berpengalaman jg kali ya..maaf ya kepanjangan :))
   
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
Hi bunda...

Salam kenal semuanya.....pengalaman aku waktu hamil kedua..waktu USG umur 7 minggu dokter sudah bilang wah ini kok jelek ya...terus saya USG di dokter lain dan ternyata hasilnya juga sama...lalu minggu ke 10 aku pendarahan...lalu aku ke dokter di beri obat penguat..tapi janin aku tidak bisa tertolong...dan harus dikuret...kata dokter harus menunggu dulu untuk hamil lagi...lalu suami aku yang KB selama 4 bulan...Alhamdulillah sudah 4 bulan dilepas KB nya saya hamil lagi....aku USG lagi di usia 13 minggu alhamdulillah bayi dalam kandungan saya sehat...lahir lah anak kedua kami...tapi pada saat usia 5 bulan lahir...anak saya diambil oleh Allah swt di bulan Januari 2011...saya KB Pil ...tapi PIL yang saya minum kadang2 lupa...pada bulan Juni 2011 saya telat haid..lalu saya belum TP tapi di bulan Juli saya USG ternyata saya dinyatakan hamil terlihat kantung usia nya 7 minggu...senang rasanya bisa dipercaya lagi...waktu usia kandungan sudah 13 minggu saya USG lagi di 4 Dimensi ternyata janin dalam perut saya kembar....Alhamdulilah Allah swt menggantikan nya.

   
Jumlah Posts : 362
Jumlah di-Like : 8
Dear all bunda...
Alhamdulillah aku sedang hamil 5 bulan...
Tapi kok perutku itu masih kelihatan membelah y bunda...Maksudku peruku masih terbagi menjadi dua bagian atas n bawah....Jadi perut yang di bawah pusar itu lebih besar daripada perut yang di atas pusar.
Aku dan suamiku sempat khawatir....padahal aku pake celananya yang di bawah perut....tapi kok sampai usia 5 bulan ini masih begini y bunda???
Klo aku liha orang hamil pada umumnya kan perutnya rata membesar dari bawah dada sampai perut bawah y....*_*
Apakah ada bunda2 yg ngalamin sama kayak aku???
Mohon sharenya y bunda...

   
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
hi, salam...
sekedar berbagi aja nih, memang usia kehamilan 13 minggu janin masih sangat kecil, berdasarkan kalender kehamilan, beratnya-pun masih sekitar 14-25 gram....dan posisinya (di rahim) memang masih di bawah, hal ini juga saya ketahui waktu konsul ke dokter SPOG, saat itu perut saya sakit, sebelum di USG dokter tanya, perut bagian atas atau bawah bu? saya jawab atas karena memang saat itu yg sakit bagian atas, dokter kemudian menjelaskan bahwa saat itu janin masih berada di perut bagian bawah, jadi kemungkinan yg sakit adalah organ pencernaan saya, dan untuk meyakinkan saya dilakukan USG terhadap posisi janin....jadi memang benar kata bidan mba...tapi untuk meyakinkan lagi, daripada risau terus, ada baiknya mba berkonsultasi ke dokter kandungan...
   
Jumlah Posts : 6
Jumlah di-Like : belum ada like
Sist, Ibu2 semuanya, hallo salam kenal. Boleh tanya gak ya? Memangnya kalau lagi hamil 5 minggu / muda, gak boleh kebanyakan gendong ya? aku punya anak usia 1 tahun 6 bulan. Yang akhir2 ini kenapa jadi aleman alias minta digendong mulu. Aman gak buat si janin yang di perut? kalau ga aman? amannya diusia kehamilan berapa ya? atau ga amannya bagaimana untuk si janin? Tolong nasihat dan masukannya. Terima kasih.
Salam...
   
10-12-2008 14:03:08 Jari Masuk Mulut
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

NGENYOT JARI, BOLEH ENGGAK SIH ?

Mengisap sebetulnya merupakan salah satu refleks yang diberikan Tuhan agar bayi dapat bertahan hidup. Tanpa perlu diajari atau dilatih, bayi otomatis dapat mengisap puting payudara ibu secara naluriah.

Sigmund Freud seorang ahli psikoanalisa terkemuka menjelaskan lebih jauh, bahwa refleks mengisap merupakan cerminan dari fase oral yang sedang terjadi pada bayi. Fase yang berlangsung sejak bayi lahir hingga usia 18 bulan ini membuat bayi mendapat kepuasan lewat sensasi di sekitar mulutnya.

Berdasar teori tersebut, baru dikatakan tidak wajar bila lewat usia 18 bulan, anak masih mempertahankan kebiasaan ngenyot jari. Dengan alasan itu, Maria Herlina Limyati, Psi., dari Fakultas Psikologi UKRIDA, Jakarta Barat, berpendapat, orangtua tidak perlu terlalu memusingkan kebiasaan si kecil ini, "Toh, nanti jika usianya sudah lewat dari fase oral, bayi dapat berhenti ngenyot jari."

Maria mengakui kalau ada beberapa ahli yang memiliki pendapat berseberangan. Mereka menganggap kebiasaan ngenyot jari ini harus dicegah dan dihilangkan karena akan berdampak buruk. Selain pertumbuhan gigi bayi kelak terganggu, secara psikologis anak pun akan sulit meninggalkan kebiasaan ini karena ia keburu merasa aman dan nyaman (secure feeling). Ngenyot jari pun berubah dari suatu kebiasaan menjadi sebuah kebutuhan. Selanjutnya, bila kebiasaan ini terus terbawa hingga anak besar, ia akan jadi bahan ejekan teman-temannya yang pada akhirnya akan berpengaruh pada pembentukan konsep diri si anak.

DIKHAWATIRKAN

Jadi yang mana yang benar dong? Dari hasil penelitian yang dilakukan American Dental Assosiation, terbukti sebagian besar anak yang mengisap jempol (bahkan hingga usia 5­6 tahun) tidak mengalami kerusakan gigi atau gusi dan gigi permanen. Secara psikologis pun mereka tetap tumbuh dengan baik.

Kerusakan pada gigi hanya dapat terjadi bila kebiasaan mengisap jari/jempol dilakukan secara agresif (dengan cara mendorong-dorong lidah ke depan hingga mengenai gigi). Namun, bayi biasanya tidak akan melakukan perilaku ini kecuali oleh anak-nak yang sudah besar (balita). Jadi sekali lagi, selama kebiasaan mengisap jari/jempol merupakan bagian dari proses pertumbuhan bayi (karena masih dalam fase oral), maka tak perlu melarangnya. Menghentikan kebiasaan ngenyot jari mungkin justru akan sia-sia jika terlalu dipaksakan. Semakin dilarang, keinginan bayi untuk mengisap jari makin besar. Untuk itu, biarkanlah bayi menghentikan kebiasaannya itu secara alami dan atas dasar keinginannya sendiri.

Pesan Maria, saat si kecil dalam fase oral, pastikan jari dan benda di sekeliling si kecil (yang bisa dia pegang dan masukkan ke dalam mulut) keadaan bersih dan higienis. "Kebiasaan ini bila tidak dijaga bisa membuahkan infeksi pada si kecil, karena dia ngenyot jarinya yang kotormengandung kuman."

CARA MENGHENTIKAN

Toh, kalau Ibu khawatir kebiasaan ini akan terbawa selepas masa bayi, ibu bisa mengurangi intensitas bayi mengemut jarinya dengan beberapa cara di bawah ini. Namun ingat ya jangan menghukum atau memarahi bayi bila mendapatinya sedang mengisap jari. Si kecil akan bingung karena ia tidak melihat sesuatu yang salah dengan kebiasaan yang membuatnya nyaman itu.

Perhatikan juga kapan biasanya bayi mulai memasukkan jarinya ke mulut. Biasanya saat ia berada dalam suasana emosional yang tidak menyenangkan (bosan, lelah, takut atau cemas menghadapi sesuatu yang baru dalam hidupnya). Dengan ngenyot jari, ia mendapatkan ketenangan dan kenya-manan.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi intensitas bayi mengemut jari:

1. Alihkan perhatian pada aktivitas lain. Contoh, kalau kebiasaannya ngenyot itu muncul setiap ia sedang menganggur atau bosan, cobalah ajak ia bermain.

2. Apabila ia mengemutnya saat sedang gelisah atau sedih dengan tujuan menenangkan dirinya sendiri, posisikanlah diri kita sebagai si penenang, alias pengganti jari yang diemutnya. Beri ia perhatian lebih, entah itu dengan belaian, sapaan dan kata sayang yang bisa menenangkan hatinya sehingga ia lupa untuk mengemut.

3. Bila kebiasaan itu muncul setiap kali ia lapar, perhatikan jam biologisnya. Jika tampak tanda-tanda ia lapar, ajak bayi menyusu ASI atau makan dengan menu makanan favoritnya (bila memang sudah masuk dalam tahapan makan makanan semipadat/padat).

4. Jangan mengganti kebiasaan ngenyot jari dengan empeng. Empeng hanya memberi kepuasan palsu dan dikhawatirkan efek psikologisnya terbawa terus sampai dewasa.

5. Jika si kecil sudah agak besar (sudah bisa duduk sendiri) lakukan hal di bawah ini:

- Kenalkan cara minum menggunakan gelas.

- Jelaskan kebiasaan bahwa ngenyot jari dapat berakibat buruk. Seperti kuman bisa masuk ke dalam tubuh bila tangannya tidak bersih, dan sebagainya.

- Alihkan perhatiannya pada hal lain yang juga mendatangkan kepuasan. Contohnya dengan memperkenalkannya pada beberapa jenis mainan baru, bunyi-bunyian dan sebagainya.

   
14-11-2008 15:45:49 sulit tidur
Jumlah Posts : 52
Jumlah di-Like : 1
adek bara kini berusia 4.5 bln, dan setiap malam rewel, susah tidur, guling sana guling sini. awalnya sih kukira kecapekan lantaran baru pertama kali masa tengkurap, tapi lama kelamaan kok tetep aja ya, banyak menjerit trus ada memerah dikulit kadang kulit kepala, kadang pipi...   dugaanku mulai ke susah tidur akibat gatal, akhirnya kucari artikel di internet, alangkah kagetnya ketika kutemukan artikel mengenai alergi dan pengaruhnya terhadap otak, dengan ciri2 yang mengejutkan, karena hampir sama dengan yang adek bara alamin.  

HEALTHY PARENTING

ALERGI MAKANAN

MENGGANGGU SEMUA ORGAN TUBUH  TERMASUK OTAK DAN PERILAKU ANAK

MANIFESTASI KLINIS YANG BERKAITAN DENGAN ALERGI PADA BAYI :

o       Kulit sensitif, sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Kotoran telinga berlebihan. Kulit Kepala Berkerak

o       Sering muntah/gumoh, kembung,“cegukan”, sering buang angin, sering “ngeden /mulet”, sering REWEL atau  GELISAH atau COLIK terutama malam hari), Sering buang air besar (> 3 kali perhari), tidak BAB tiap hari, BERAK DARAH.

o       Lidah/mulut sering timbul putih, mulut berbau

o       Napas grok-grok, kadang disertai batuk ringan, TIDUR KADANG BERBUNYI (NGOROK)

o       Sesak bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB)

o       Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, BILA TIDUR kepala sering miring ke salah satu sisi karena hidung buntu SEBELAH. Minum ASI sering tersedak atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara.

o       Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi/kedua sisi.

o       Sering berkeringat (berlebihan)

o       Berat Badan lebih/kegemukan (umur <1tahun) atau berat badan turun setelah usia 4-6 bulan.

o       Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis

o       Kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat.

o       Gangguan hormonal : keputihan/keluar darah dari vagina, timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok.

o       Mudah kagetbila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar

MANIFESTASI KLINIS YANG BERKAITAN DENGAN ALERGI PADA ANAK

·         Sering batuk, batuk lama (>2 minggu), pilek, (TERUTAMA MALAM DAN PAGI HARI siang hari hilang) sinusitisbersin,mimisan.  tonsilitis (amandel), sesak, suara serak.

·         Pembesaran kelenjar di leher dan kepala belakang bawah.

·         Sering lebam kebiruan pada kaki/tangan seperti bekas terbentur.

·         Kulit timbul bisul, kemerahan, bercak putih dan bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Sering menggosok mata, hidung atau telinga. Kotoran telinga berlebihan.

·         Nyeri otot & tulang berulang malam hari. Sering kencing, Bed wetting (Ngompol)

·         Sering muntah , nyeri perutSULIT MAKAN disertai berat badan kurang (biasanya setelah umur 4-6 bulan).

·         Sering sariawan, lidah sering putih/kotor nyeri gusi/gigi, mulut berbau, air liur berlebihan, bibir kering.

·         Sering Buang air besar (> 2 kali/hari), sulit buang air besar (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana.

·         Tidur larut malam/sering terbangun.

·         Kepala,telapak kaki/tangan sering teraba hangat.Sering berkeringat (berlebihan)

·         Mata gatal, timbul bintil di kelopak mata, mata sering berkedip, memakai kaca mata sejak usia sangat muda (usia 6-12 tahun).

·         Gangguan hormonal : tumbuh rambut berlebihadi kaki/tangan, keputihan.

·         Sering sakit kepala, migrain.

ALERGI DAPAT MENYEBABKAN GANGGUAN OTAK/PERILAKU

(“BRAIN ALLERGY” / CEREBRAL ALLERGY)

·         GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN

usia < 6 bulan: mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, usia > 6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala ke belakang-membentur benturkan kepala. Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}, sering memanjat. Perilaku “TOMBOY” pada anak perempuan

·         GANGGUAN TIDUR  (biasanya MALAM-PAGI) gelisah/bolak-balik ujung ke ujung, bila tidur posisi “nungging”, berbicara/tertawa/berteriak dlm tidur, sulit tidur, PADA ANAK LEBIH BESAR malam sering terbangun/duduk,mimpi buruk, “beradu gigi”

·         AGRESIF sering memukul kepala sendiri,orang atau benda di sekitarnya. Sering menggigit, menjilat, mencubit, menjambak (spt “gemes”)

·         GANGGUAN KONSENTRASI : GANGGUAN KONSENTRASI DAN GANGGUAN BELAJAR : CEPAT BOSAN terhadap sesuatu aktifitas (kecuali menonton televisi, baca komik atau main game),  TIDAK BISA BELAJAR LAMA, terburu-buru, tidak mau antri, TIDAK TELITI, sering kehilangan barang atau sering lupa, nilai pelajaran naik turun drastis. Nilai pelajaran tertentu baik, tapi pelajaran lain  buruk. Sulit menyelesaikan pelajaran sekolah dengan baik.Sering mengobrol dan mengganggu teman saat pelajaran.  ANAK TAMPAK CERDAS DAN PINTAR.

·         GANGGUAN KOORDINASI :

BOLAK-BALIK, DUDUK, MERANGKAK tidak sesuai usia. Berjalan sering terjatuh dan terburu-buru, sering menabrak, jalan jinjit, duduk leter W/kaki ke belakang. Jalan Pincang.

·         KETERLAMBATAN BICARA Tidak mengeluarkan kata umur < 15 bulan, hanya 4-5 kata umur 20 bulan, kemampuan bicara hilang dari yang sebelumnya bisa, biasanya > 2 tahun membaik.

·         IMPULSIF : banyak bicara/tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain)

·         Memperberat gejala ADHD (hiperaktif) dan AUTISME (hiperaktif, keterlambatan bicara, gangguan sosialisasi)

KOMPLIKASI

·         Sering mengalami infeksi saluran napas berulang. Infeksi sal kencing.

·         Gangguan organ tubuh (paru,ginjal, otak,mata, kulit, saluran kencing, otot dll)

·         Efek samping dari minum obat yang sering dan berkepanjangan

·         KADANG GEJALA KLINIS ALERGI  MIRIP PENYAKIT TBC , SEHINGGA SERING DIOBATI ANTIBIOTIKA JANGKA PANJANG (PADAHAL DIAGNOSIS  TBC BELUM TENTU BENAR)

·         GIZI GANDA (berat badan kurang/kurang gizi atau Berat badan lebih) & KESULITAN MAKAN (berat badan sulit naik

·         Gangguan perkembangan (gangguan belajar, gangguan konsentrasi, agresif, keterlambatan bicara, perilaku/ hiperaktif/ autisme dll)

 

bunda, ada yang tahu ngga? bener ga sih seperti artikel itu? hik hik

   
29-04-2014 07:20:42 makanan tambahan
Jumlah Posts : 78
Jumlah di-Like : belum ada like
MPASI ? Susu lain selain ASI
Informasi - 15 comments - Mia Sutanto
Selamat, bayi anda sekarang sudah berusia 6
bulan, sudah lulus ASI eksklusif (ASIX) dan
sudah waktunya untuk diperkenalkan dengan
Makanan Pendamping ASI (MPASI). Artikel ini
tidak akan membahas mengenai berbagai jenis
MPASI hasil olahan makanan padat, tetapi lebih
terfokus pada pertanyaan ?APAKAH BAYI SAYA
PERLU DIBERIKAN TAMBAHAN SUSU LAIN
SELAIN ASI??.
Beberapa mitos yang berkembang:
1. Bayi harus diajarkan untuk minum dari botol
supaya mereka bisa diberikan ASI Perah
(ASIP) ketika ibunya sedangdiluar rumah.
TIDAK BENAR. Beberapa bayi ASIX tidak
akan pernah mau minum dari botol ketika
mereka mencapai usia 2 atau 3 bulan.
Kebanyakan dari bayi-bayi ASIX yang belum
pernah disusui dengan botol dan dot,
bahkan mereka yang pada minggu-minggu
pertama kehidupan sempat disusui dengan
botol kemudian berhenti, akan menolak
botol tersebut ketika mereka berusia 4 atau
5 bulan. Ini bukanlah suatu tragedi , jadi
tidak ada alasan untuk memberikan botol
kepada bayi di awal kehidupannya dengan
dalil supaya bayi belajar untuk minum dari
botol. Apabila bayi anda menolak, jangan
dipaksakan; ibu dan bayi akan sama-sama
menjadi frustasi. Apabila bayi berusia
sekurangnya 6 bulan ketika anda mulai
masuk kerja lagi di kantor, maka bayi benar-
benar tidak perlu untuk minum dari botol.
Bahkan jika bayi anda baru berusia 4 bulan
(atau bahkan mungkin dibawah 4 bulan), dia
tidak perlu belajar untuk minum dari botol.
Dia bisa diberikan cairan dengan
menggunakan sendok, pipet ataupun spuit
(suntikan biasa, ataupun yang khusus untuk
minum obat dan vitamin). Selain daripada
itu, bayi bisa mulai belajar untuk minum
dari cangkir pada saat berusia 5 atau 6
bulan (bahkan dibawah usia 5 bulan sudah
bisa diberikan cairan melalui cangkir).
Cangkirnya boleh jenis yang terbuka, tidak
perlu tipe gelas khusus yang pakai spout
(dot khusus untuk belajar minum). Mulailah
dengan memberikan air putih (pada usia 6
bulan) karena pada permulaan belajar bayi
akan lebih banyak menumpahkan
minumannya. Namun, apabila bayi belum
bisa untuk minum dari cangkir pada saat
anda sudah akan mulai masuk kerja lagi,
jangan khawatir, bayi anda tetap bisa minum
cairan dengan menggunakan sendok, pipet
atau pun spuit tadi.
2. Tetapi tidak ada salahnya kan untuk
mengajarkan bayi supaya mau minum dari
botol.
TIDAK SEPENUHNYA BENAR . Ada beberapa
bayi yang tidak mengalami masalah sama
sekali dengan metode Some babies do fine
with both. Sesekali memberikan cairan
melalui botol, apabila kegiatan menyusui
berjalan dengan lancar, tidak akan terlalu
berpengaruh. Namun, apabila bayi secara
rutin diberikan asupan melalui botol
(beberapa kali dalam sehari), dan pasokan
ASI anda juga mengalami penurunan karena
bayi semakin jarang menyusu secara
langsung pada anda, maka kemungkinan
besar bayi akan mulai menolak untuk
menyusu sama sekali, bahkan untuk bayi
yang berusia diatas 6 bulan sekalipun.
3. Bayi perlu minum susu ketika ibu sedang
berada diluar rumah.
TIDAK BENAR. Menyusu sekurangnya 3-4
kali dalam 24 jam ditambah dengan berbagai
macam hidangan MPASI dengan gizi
seimbang, akan memberikan seluruh nutrisi
yang dibutuhkan oleh bayi anda sehingga
bayi tidak memerlukan jenis susu lainnya
ketika anda sedang berpergian. Ditambah
lagi, hidangan MPASI-nya bisa juga
dicampurkan dengan ASIP, tetapi ini bukan
suatu keharusan.
4. Seandainya saya ingin memberikan susu
selain ASI kepada bayi saya,maka lebih baik
susu buatan (susu formula) sampai dengan
bayi berusia 9 bulan.
TIDAK BENAR. Apabila bila bayi masih
menyusu beberapa kali dalam sehari dan
juga mendapatkan asupan MPASI dengan
menu gizi seimbang, maka susu formula
sama sekali tidak diperlukan dan tidak
dianjurkan. Bahkan, bayi-bayi yang belum
pernah mencicipi susu formula ketika
mereka berusia dibawah 5-6 bulan,
kebanyak akan menolak untuk minum
tersebut karena rasanya yang tidak enak.
(Kenapa ASI rasanya jauh lebih manis
dibandingkan dengan susu formula padahal
kandungan gulanya sama).
5. Bayi perlu minum susu (formula) untuk
mendapatkan asupan kalsium.
TIDAK BENAR. Apabila anda khawatir
mengenai asupan kalsium bayi anda, maka
kalsium dapat diperoleh dari keju ataupun
yoghurt. Tidak perlu untuk minum kalsium.
Lagipula, apabila bayi masih menyusu,
ASIanda juga mengandung kalsium.
6. Susu formula lanjutan (susu buatan untuk
anak diatas usia 6 bulan) secara khusus
diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan anak
diantara usia 6-12 bulan.
TIDAK BENAR. Susu formula lanjutan sama
sekali tidak perlu, dan secara khusus
diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan
marjin keuntungan perusahaan produsen
susu formula. Jenis susu ini juga
merupakan bagian dari strategi pemasaran
perusahaan produsen susu formula untuk
mensiasati batasan-batasan yang berlaku
sehubungan dengan promosi dan pemasaran
susu buatan secara langsung ke
masyarakat.
7. Bayi ASIX pada usia 4 bulan perlu
mendapatkan tambahan asupan zat besi
selain dari ASI.
TIDAK BENAR. Untuk bayi yang lahir cukup
bulan dan sedang dalam masa ASIX, seluruh
kebutuhan zat besi dipasok oleh ASI.
Namun, pada usia kurang lebih 6 bulan,
merupakan hal yang baik untuk mulai
memberikan tambahan asupan zat besi
kepada bayi, selain dari ASI. Cara terbaik
untuk melakukan hal tersebut adalah melalui
makanannya (MPASI), dan sumber zat besi
yang terbaik adalah daging (merah), bukan
susu formula dan bukan juga sereal bayi.
8. Cara paling baik untuk meyakinkan bahwa
anak mendapatkan zat besi adalah dengan
memberikan sereal bayi.
TIDAK BENAR. Sereal bayi memang
mengandung zat besi dalam jumlah yang
tinggi, tetapi sebagian besar dari zat besi
tersebut tidak dapat diserap oleh sistem
pencernaan tubuh, sehingga jumlah zat besi
yang tinggi tersebut seringkali
menyebabkan sembelit pada bayi.
Selanjutnya, banyak bayi ASIX yang tidak
suka dengan rasa sereal. Tidak salah kok
kalau kita mau mencoba memberikan sereal
bayi, tetapi jangan dipaksakan karena bisa
menimbulkan masalah seputar kebiasaan
makan di kemudian hari. Cara paling tepat
untuk memastikan apakah bayi kita cukup
mendapatkan asupan zat besi adalah dengan
terus memberikan ASI dan memperkenalkan
MPASI dengan suasana yang relaks,
menyenangkan dan pada waktu yang tepat.
Cara paling mudah untuk memberikan
tambahan zat besi kepada bayi berusia 6-12
bulan adalah melalui asupan daging (merah),
karena zat besi yang terkandung didalam
daging sangat mudah dicerna dan diserap
oleh usus bayi.