Informasi : aku di mandiin pembantu ku yang tua


   
Tanya dokter
Subject : Penggunaan obat tidur pada bayi (18 February 2014)
Oleh :


"Dokter Tanti, Saya ibu bekerja dengan anak umur 5,5 bulan. Saat ini anak saya diasuh oleh pembantu pada saat saya ke kantor, sedangkan dirumah tidak ada yang mengawasi. Dengan banyak cerita tentang pemberian obat tidur oleh pembantu, saya jadi khawatir. Bagaimana cara mendeteksi penggunaan obat tidur dokter? apakah bisa lewat pemeriksaan urin, atau tes laboratorium lainnya? terima kasih"
 Ingin tahu lebih lanjut jawabannya? klik disini
 
Subject : Masalah ASI, alergi susu sapi dan Baby Blues (17 February 2014)
Oleh :


"assalamu'alaikum wr wb dokter, saya membaca artikel anda di internet... saya tertarik dgn pembahasan anda mengenai apakah asi ibu kurang?? hal tersebut pernah saya alami ketika saya melahirkan bayi saya pd 30 april 2011 kemarin. ceritanya begini dokter, sebelum saya hamil, saya melakukan operasi fibroadenoma mamae di kedua payudara saya, jmlhnya sangat byk. di payudara sebelah kiri ada 15 tumor (paling besar diameter 4cm, yg lain kecil), di payudara kanan ada 7 tumor. 3 bulan setelah operasi, saya konsultasi ke dokter bedah yg telah mengoperasi saya dan dokter kandungan untuk menanyakan apakah saya boleh hamil dlm wkt dekat atau tidak? beliau membolehkan untuk segera hamil. akhirnya 1 bulan kemudian saya hamil...alhamdulillah... namun saya agak bimbang apakah nnt saya bisa menyusui? karena setelah operasi payudara lebih kecil dr sebelumnya bahkan efeknya payudara kecil dan cekung (karena banyak daging yg diambil)... tp lambat laun payudara saya kembali cembung namun tidak sebesar dulu pada saat belum operasi tumor. 9 bulan kemudian saya melahirkan, pada saat saya melahirkan dengan cesar karena ketuban pecah dan ditunggu 36 jam pembukaan baru pembukaan 4 akhirnya dilakukan operasi. pada waktu itu, rmh sakit tidak menerapkan IMD pdhal saya sdh bilang, namun bayi diberikan sufor selama 2 hari, pada hari kedua saya baru dipertemukan dengan bayi saya. tentunya asi saya belum keluar.... asi saya keluar pada hari keempat, namun sufor msh diberikan. setelah pulang dr RS, begitu sampai rumah saya mengalami babyblues..... saya merasa khawatir yg berlebihan pd diri saya, apakah nnt saya bisa merawat bayi saya, apakah bayi saya sehat, apakah bayi saya bisa bertahan hidup (krn saya trauma dulu saya pernah melahirkan dua putri kembar namun meninggal semua).ditambah saya sangat tidak suka sama pembantu saya, saya takut pembantu saya akan melukai bayi saya. akhirnya saya minta ditemani kedua orang tua saya dan bergatian dengan kedua mertua saya (kebetulan saya tinggal beda kota dengan kedua ortu dan mertua saya). namun justru inilah yang menjadi masalah bagi saya dan anak saya. ketika bayi saya susui, sdh lama saya susui tp msh menangis mnt asi lg, terus selama sehari semalam saya tdk tidur krn bayi terus mnt minum, kemudian orangtua saya bilang kalo asi saya kurang harus diberikan sufor. saya ngotot tdk mau memberikan sufor krn saya ingin sekali asi eksklusif. mulai saat itu diotak saya terngiang2 kalo asi saya kurang, asi saya kurang terus terngiang2.... akhirnya sufor saya berikan. tp begitu dikasih sufor bayi saya bisa tidur nyenyak.alhasil saya patah semangat dan rencana asi eksklusif gagal saya berikan. setelah sufor dimimunkan produksi asi jd menurun. 2 minggu berlalu bayi saya masih jg rewel padahal mnm sufro sdh banyak bahkan melebihi ukuran untuk bayi baru lahir, tidurnya cuma sebentar sebentar, sering kagetan, nafasnya grok2, keluar air mata+kotoran dr mata, telinga bagian belakang nyenyehen (istilah orang jawa), pusarnya basah warnanya kuning kyk infeksi, tiap malam selalu nangis mnt gendong. saya tambah depresi berat, saya sering nangis.... kemudian saya konsultasikan bayi saya ke dokter anak, dokternya bilang kalo anak saya alergi, jd susunya hrs diganti yg HA (awalnya saya pake enfamil A+), kmdian saya pulang tp susu tdk saya ganti, saya msh blm percaya. ternyata anaka saya jg msh blm sembuh. usia bayi 1 bulan saya konsultasikan lagi ke dokter anak, beliau meminta untuk segera ganti yg HA, akhirnya saya ganti susu yg Nan HA.alhamdulillah langsung ada perbaikan. sekarang usia anak saya 17 bulan dan msh mnm NAn HA2.... yang ingin saya tanyakan : 1. apakah memang benar asi saya kurang dokter? (krn kl ga dimimun 4 jam sdh bengkak) 2. apakah operasi tumor payudara mempengaruhi produksi asi? 3. bolehkah minum obat agar asi banyak (spt moloco)? 4. bagaimana mengatasi alergi pada bayi? 5. apa yang harus saya lakukan bila nnt saya punya anak lagi, bagaimana caranya agar saya bisa berhasil memberikan asi ekslusif pada bayi saya? 6. bagaimana caranya mengatasi sindrome babyblues? "
 Ingin tahu lebih lanjut jawabannya? klik disini
 
Artikel
Berbagi Tugas Rumah dengan Buah Hati

Saat mendekati Lebaran biasanya pembantu akan mudik ke kampung halamannya. Banyak dari para Bunda mengeluh dengan pekerjaan rumah yang terasa menumpuk. Mulai dari menyapu, mengepel, mencuci baju, menyetrika sampai mengurus anak. Setelah Lebaran usai pembantu pun tak langsung kembali dan rasanya penderitaan Bunda tak kunjung selesai.

PRT dan BABY SITTER mudik, (harusnya) tidak masalah

Menjelang hari raya Lebaran ini, tentu saja Anda sudah bersiap-siap ditinggal mudik sejumlah �armada� di rumah. Mulai dari pembantu rumah tangga (PRT), baby sitter, sopir, tukang kebun, atau siapa pun yang selama ini sering membantu menjalankan tugas-tugas rumahtangga. Walaupun ketiadaan mereka selama beberapa waktu mungkin membuat Anda � ibu bekerja maupun ibu rumahtangga � cukup repot, namun toh hal ini tetap harus dihadapi. Untungnya, banyak cara menyiasati keadaan ini. Apalagi, sekarang ini sudah banyak peralatan modern yang serbacanggih untuk membantu menjalankan roda kehidupan sehari-hari. Kuncinya, terapkan strategi dan bekerjasamalah dengan anggota keluarga, terutama suami. Terutama untuk hal-hal yang berhubungan dengan pengurusan bayi atau balita.

Siapkan masakan sebelum pembantu mudik

Ketiadaan pembantu dan baby sitter memaksa Anda untuk menyediakan sendiri kebutuhan akan makanan, terutama untuk si kecil. Pada hari-hari biasa, barangkali persoalan ini tidak terlalu berat, apalagi buat Anda yang memang sudah biasa melakukannya sendiri karena ingin makanan buat si kecil terjaga kesehatan dan keamanannya. Namun, sekarang pekerjaan jadi berkali lipat karena Anda juga harus menyediakan makanan buat seluruh anggota keluarga. Bila ingin praktis, cara termudah adalah memutar nomor telepon restoran yang menyediakan layanan antar.