SITE STATUS
Jumlah Member :
493.861 member
user online :
1004 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: yang harus dibawa saat ke rumah sakit berslin

New Topic :  
10-08-2012 14:47:00 Obat Penyakit Asma
Jumlah Posts : 14
Jumlah di-Like : belum ada like
Obat Penyakit Asma


Di masyarakat umum mungkin sudah banyak yang mengenal penyakit asma.Ataupun mungkin anda salah satu yang menderita penyakit asma.Maka dari itu sekarang kami sebagai agen obat herbal Xamthone Plus akan memberikan solusi yang baik kepada anda untuk menyembuhkan penyakit asma.cara pemesanan klik disini

Penyakit asma adalah penyakit yang mempunyai banyak faktor penyebab, dimana yang paling sering karena faktor atopi atau alergi.Penyakit ini merupakan penyakit keturunan.Banyak kasus-kasus penyakit asma di masyarakat yang tidak terdiagnosis, yang sudah terdiagnosis pun belum tentu mendapatkan pengobatan secara baik.Penyakit asma dikenal karena adanya gejala sesak napas, batuk dan mengi yang disebabkan oleh penyempitan saluran napas.

Penyakit asma adalah peradangan kronis di saluran udara yang menuju ke paru-paru. Jika Anda memiliki asma, saluran udara Anda ekstra-sensitif. Saluran udara yang ekstra-sensitif itu dapat meradang, bengkak dan berlendir bila dipicu oleh kondisi tertentu. Otot-otot di sekitar saluran udara juga mengejang dan menciut, mengalami apa yang disebut bronkospasma. Saluran udara yang menyempit oleh peradangan, lendir dan bronkospasma itu membuat Anda mengalami sesak napas, sesak dada, mengi (napas berbunyi) dan batuk yang kadang-kadang disertai lendir. Sesak napas berlangsung selama suatu periode atau selama beraktivitas fisik. Serangan asma dapat memiliki intensitas kuat atau lemah dan dapat menghilang untuk waktu yang lama sebelum timbul lagi. Serangan asma yang parah dapat menimbulkan kondisi yang disebut status asmatikus, yang ditandai oleh warna kulit kebiruan, nafas tersengal, dada menggembung dengan bahu terangkat, lemas, kebingungan dan kegelisahan, cemas dan takikardia (denyut jantung cepat). Tanda-tanda itu disebabkan oleh kurangnya asupan oksigen ke dalam tubuh. Seorang pasien dalam status asmatikus harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Adapun tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :

- Pernafasan berbunyi atau bengek terutama saat mengeluarkan nafas . Tidak semua penderita asma memiliki pernafasan yang berbunyi, dan tidak semua orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah penderita asma!

- Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.

- Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit..
- Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).
- Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan.

Semua serangan penyakit asma harus dicegah. Serangan penyakit asma dapat dicegah jika faktor pemicunya diketahui dan bisa dihindari.

Usaha-usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah datangnya serangan penyakit asma,

Menjaga kesehatan
Menjaga kebersihan lingkungan
Menghindarkan faktor pencetus serangan penyakit asma
Menggunakan obat-obat antipenyakit asma


Dengan format SMS:
Xamthone: Jumlah Pesanan : Nama : Alamat Pengiriman: No. Hp / Telepon
Contoh untuk pemesanan 4 botol :
Xamthone: 4 botol : fahmi : Jl. Tentara pelajar No. 001 Tasikmalaya Jawa Barat : Hp. 08565812345
kirim ke 081 222 991 999 / 0853 2248 9000

   


Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
Dear all bunda.....
Mohon sharingnya donk bund, bagi yang udah ngalamin...
Aku sejak usia kehamilanku 7 minggu, aku sering banget mual n muntah yang akhirnya aku hyperemesisi gravidarium sehingga aku di opname 2 hari...
sejak saat itu dokter memberi aku "ondavel 8mg" mengandung ondansetron sehari 1 x 3 kali.
pernah aku terlambat minum obat itu, sehingga aku harus balik lagi ke rumah sakit dan akhirnya dokter tidak menyuruhku opname tapi cukup diinjeksi saja dan dilanjutkan meminum obat itu dan sampai saat ini.
setiap saya mencoba untuk tidak meminum obat itu, lambung saya serasa dililit n perih banget, karena saya juga punya maag. kemudian saya tiap hari muntah bisa sampai lebih dari 5x jadi saya g bisa makan n akhirnya maag saya yang bereaksi...
terakhir periksa kemarin saya coba tanyakan k dokter tentang efek obat itu...tapi dokter bilang tidak apa2 n ada pasiennya yg mengkonsumsi obat itu sampai usia 9 bulan.
tapi aku kok jadi takut y bund....apakah obat itu benar2 aman bagi bayiku?????
dan aku juga takut klo mo menghentikan obat itu aku jadi muntah2 lagi seperti 2 hari yang lalu....
mohon infonya y buund...
maksi...
   
28-11-2008 12:15:15 Sering Jatuh
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10
PERTOLONGAN PERTAMA BAYI JATUH Hati-hati jangan langsung menggendongnya. Pastikan dulu bagaimana kondisinya! Usia bayi adalah masa rawan terjadi kecelakaan. Saat ia belajar berguling umpamanya dan orangtua lengah, ia bisa saja terjatuh dari tempat tidur. Untuk itulah manajemen penanganan kasus bayi terjatuh amat diperlukan. Yang pasti, saat si kecil terjatuh, jangan hanya mengkhawatirkan bagian kepala saja, karena semua anggota tubuhnya memiliki risiko yang sama untuk mengalami benturan yang dapat membahayakannya. Berikut penjelasan dr. Anna Tjandra, Sp.A dari RSAB Harapan Kita, Jakarta mengenai manajemen kecelakaan pada anak yang sederhana, yaitu: * Menyaksikan langsung anak terjatuh. - Perhatikan bagian mana dari tubuh anak yang mengalami benturan. - Ingat proses jatuhnya, apakah langsung menghujam ke lantai atau terbentur sesuatu terlebih dahulu baru ke lantai. - Pastikan dari ketinggian berapa meter anak terjatuh dan media apa yang menjadi tempat pendaratannya. - Lihat dan perhatikan baik-baik kondisi si kecil. Apakah setelah jatuh langsung menangis dan menggerak-gerakkan semua anggota badannya? Jika ya, kita bisa langsung menggendong untuk menenangkannya. Setelah ia tenang, baru lakukan observasi. - Adapun observasi yang perlu dilakukan adalah: + Cari dan ingat bagian-bagian mana saja yang lebam/benjol/memar di seluruh anggota badan bayi. Jika menemukan benjolan di kepala atau memar di badan, boleh diobati dengan obat antitrauma oles. Jika pada bagian kepala tidak ditemukan lebam atau benjol, tapi bayi menangis saat dipegang, larikan segera ia ke rumah sakit terdekat. + Coba gerakkan kedua tangan bayi, ke samping, ke atas, ke bawah, ke depan, lalu rentangkan dan angkat-angkatlah. Jika ada keluhan pastikan di tangan yang mana dan saat dalam posisi seperti apa. Ini sebagai bahan untuk dilaporkan ke dokter. + Lakukan hal yang sama pada kaki. + Tengokkan kepala bayi ke kanan dan ke kiri. Coba dekatkan dagu bayi ke dada secara perlahan. Jika ada keluhan catat sebagai laporan pada dokter. + Miringkan badan si kecil ke kiri dan ke kanan. Jika ada keluhan catat dan laporkan ke dokter. - Observasi perlu dilakukan selama 2x24 jam. Jika dalam kurun waktu itu ada keluhan, apalagi sampai muntah dengan menyembur, segera larikan ke rumah sakit terdekat. - Sebaliknya bila setelah jatuh dalam keadaan sadar tapi pasif (apalagi tidak menggerak-gerakkan anggota badannya) jangan mengangkatnya. Hubungi UGD rumah sakit terdekat atau 118 untuk minta pertolongan paramedis. Salah mengangkat dalam kondisi seperti ini dapat berisiko fatal. * Jika menemukan si kecil sudah di lantai. - Perhatikan keadaan bayi; sadar atau tidak, menangis atau tidak, dapat menggerak-gerakkan anggota badan atau tidak. Jika ia tidak sadar atau sadar tapi pasif, ingat jangan menggendongnya, tapi segera minta bantuan paramedis terdekat, UGD atau 118. - Perhatikan dalam posisi seperti apa si kecil saat ditemukan. +Jika dalam keadaan tengkurap kemungkinan besarnya aman. Tapi kita mesti melakukan pemeriksaan seputar bahu, kedua tangan, dada dan kaki. Caranya gerakkan tangan ke atas, depan, samping. Jika ada keluhan sakit segera bawa ke dokter. + Jika dalam keadaan telentang. Periksa dan perhatikan daerah kepala bagian belakang, leher, punggung, dan panggul, mulai dari tanda lebam atau merah, hingga keluhan sakit saat disentuh dan digerakkan seperti yang telah disebutkan di atas. Pastikan bayi tidak muntah atau mengalami penurunan kesadaran dalam 2x24 jam. Jika ada keluhan segera larikan ke dokter. + Jika bayi ditemukan dalam posisi miring, kanan atau kiri. Perhatikan dan periksa kepala, tangan yang menjadi tumpuan badan, juga kaki. Lakukan pemeriksaan seperti yang disebutkan di atas. Jika ada keluhan segera larikan ke dokter. + Jika ditemukan dalam posisi duduk. Periksa dan pastikan bayi masih sadar, biasanya menangis, dan mampu menggerakkan anggota badan. Periksa bagian panggulnya, ada tidak tanda memar, merah, atau sakit saat dipegang atau digerakkan. Jika ya segera larikan ke dokter. * Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan - Dalam posisi apa pun jatuhnya si kecil, jangan lupa melakukan pemeriksaan mata. Baiknya menggunakan senter: + Masih bereaksikah saat kita senter matanya, mengedip, menutup matanya atau kaget. Jika tidak bawa segera anak ke rumah sakit. + Gerakan senter ke kanan dan ke kiri, masih mampukah bayi mengikuti gerakan sinar. Jika tidak ia harus segera dilarikan ke rumah sakit. + Perhatikan pupil matanya, apakah pupil mata yang kiri dan kanan sama besar/kecilnya saat kita senter satu per satu. Jika sama kita bisa bernapas lega. Bila tidak, bayi perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut, seperti CT Scan. - Ukur dan pastikan si kecil jatuh dari ketinggian berapa. Sebab semakin tinggi pastinya gaya gravitasi bumi akan lebih kuat menarik si anak. Tentu efek yang ditimbulkan pun semakin besar. EFEK POSISI JATUH Di bawah ini kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi pada bayi saat terjatuh. Dengan pengetahuan ini diharapkan orangtua bisa lebih memahami kondisi bayi bila terjatuh dan mampu melakukan pertolongan pertama yang benar: * Jika kepala terlebih dahulu yang membentur lantai Di sebelah mana pun benturan itu terjadi selama masih di kepala, kita perlu mewaspadainya. Tulang tengkorak bayi masih rapuh dan ia belum memiliki refleks untuk menahan dengan baik. Kemungkinan yang bisa terjadi, bayi mengalami fraktur atau retak/patah tulang tengkorak kepala, atau perdarahan di luar tengkorak atau di dalam tengkorak. Perdarahan di luar dapat ditandai dengan adanya benjol/memar. Selama tidak ada fraktur, kondisi ini bisa dikatakan tidak parah. Rabalah ubun-ubunnya apakah menjendol atau tidak. Ubun-ubun yang menjendol menjadi tanda adanya peningkatan tekanan dalam otak yang dapat terjadi karena edema otak atau perdarahan. Harap diketahui, bila tidak ditemukan benjolan/memar, tapi bayi menangis (atau justru tidak menangis dan langsung tertidur), tidak sadarkan diri, mengalami kejang/muntah-muntah (yang menyembur bukan gumoh), ada kecurigaan bayi mengalami perdarahan di dalam tengkorak kepalanya. Segera larikan ke rumah sakit terdekat. * Jika dada terlebih dahulu yang membentur permukaan Kalau tempat mendaratnya datar, kemungkinan risiko bayi untuk cedera lebih sedikit. Sebaliknya, tempat mendarat yang tidak mulus atau ada tonjolan yang tepat mengarah ke dadanya dapat mengakibatkan fraktur/parah tulang iga atau rusuk yang patahannya dapat mengenai organ paru-paru atau jantungnya. Untuk itu perhatikan apakah si kecil dapat bernapas secara normal atau tidak. Umumnya jika bagian dada terlebih dahulu yang "mendarat", secara alami tangan akan membuat perlindungan terlebih dahulu. Karena itu periksa juga kondisi tangan dan bahu bayi. Apakah ada pergelangan tangannya mengalami patah atau adakah sendi yang keluar (dislokasi) dari tempatnya. Periksa juga bagian kepala, khususnya dahi. Biasanya saat mendarat, sekalipun dada terlebih dahulu, kepala langsung menyusul membentur lantai. * Jika panggul terlebih dahulu yang mendarat Kemungkinan besar bayi akan mengalami dislokasi atau fraktur tulang panggul. Karena panggul berhubungan langsung dengan tulang belakang, dikhawatirkan ada saraf-saraf yang terjepit. Jika yang terjepit saraf kaki biasanya si kecil tidak bisa menggerakkan kakinya alias lumpuh. * Jika yang mendarat kaki terlebih dahulu Kejadiannya pada tiap bayi bisa berbeda. Jika ia sudah bisa berdiri pasti akan menahan tubuhnya dengan kaki lalu jatuh bersimpuh. Risiko kasus ini adalah dislokasi atau keseleo. Pada bayi di bawah 6 bulan meski belum mampu menahan tubuhnya, secara alami badan bayi akan terjatuh ke depan dan sebelum mendarat tangannya akan menjadi bumper. * Jika yang mendarat bokong duluan Berbahaya karena kaitannya langsung dengan tulang belakang dan dapat mengakibatkan patah pada tulang punggung bayi. Risiko lain, bila ada saraf yang terjepit bisa mengakibatkan kelumpuhan. Bayi yang ditemukan terjatuh pada posisi seperti ini jangan digendong. Biarkan paramedis yang melakukan pertolongan. Tapi jika si kecil sadar dan bisa aktif kita bisa langsung menggendongnya. * Jika yang mendarat terlebih dahulu punggung Menjadi bahaya jika saat mendarat posisi leher ikut terlipat/tertekuk karena bisa mengakibatkan keseleo dan fraktur tulang leher. Bila bayi dalam keadaan tidak sadar jangan mencoba mengangkatnya. Langkah yang bisa kita lakukan adalah minta bantuan paramedis di UGD di rumah sakit atau 118
   


14-04-2008 10:15:29 kepala sering kejedot
Jumlah Posts : 141
Jumlah di-Like : 1
Array

kalau setahu ku...kalo kejedotnya cuma benjol sih g apa2,tapi kalau sampe dia nangis terus,rewel..muntah2..atau keluar darah dari telinga,nah itu yg berbahaya..apalagi kalo smp pingsan,cepet2 bw kedokter tuh!

sering jatuh atau kejedot sih...kalo g parah2 bgt yah efeknya paling cuma benjol aja.

Kalo Rara sm Raka sih sering bgt kejedot,jatuh sampe benjol..yg heboh sih papa,oma,opa nya...padahal benjolnya jg ilang kok kalo di kasih trombopop/minyak tawon...ini ada artikel bt masukan.....



Hati-hati jangan langsung menggendong bila si kecil menjerit kesakitan. Pastikan dulu bagaimana kondisinya!

Usia bayi adalah masa rawan terjadi kecelakaan. Saat ia belajar berguling umpamanya dan orangtua lengah, ia bisa saja terjatuh dari tempat tidur. Untuk itulah manajemen penanganan kasus bayi terjatuh amat diperlukan. Yang pasti, saat si kecil terjatuh, jangan hanya mengkhawatirkan bagian kepala saja, karena semua anggota tubuhnya memiliki risiko yang sama untuk mengalami benturan yang dapat membahayakannya.

Berikut penjelasan dr. Anna Tjandra, Sp.A dari RSAB Harapan Kita, Jakarta mengenai manajemen kecelakaan pada anak yang sederhana, yaitu:

* Menyaksikan langsung anak terjatuh.

- Perhatikan bagian mana dari tubuh anak yang mengalami benturan.

- Ingat proses jatuhnya, apakah langsung menghujam ke lantai atau terbentur sesuatu terlebih dahulu baru ke lantai.

- Pastikan dari ketinggian berapa meter anak terjatuh dan media apa yang menjadi tempat pendaratannya.

- Lihat dan perhatikan baik-baik kondisi si kecil. Apakah setelah jatuh langsung menangis dan menggerak-gerakkan semua anggota badannya? Jika ya, kita bisa langsung menggendong untuk menenangkannya. Setelah ia tenang, baru lakukan observasi.

- Adapun observasi yang perlu dilakukan adalah:

+ Cari dan ingat bagian-bagian mana saja yang lebam/benjol/memar di seluruh anggota badan bayi. Jika menemukan benjolan di kepala atau memar di badan, boleh diobati dengan obat antitrauma oles. Jika pada bagian kepala tidak ditemukan lebam atau benjol, tapi bayi menangis saat dipegang, larikan segera ia ke rumah sakit terdekat.

+ Coba gerakkan kedua tangan bayi, ke samping, ke atas, ke bawah, ke depan, lalu rentangkan dan angkat-angkatlah. Jika ada keluhan pastikan di tangan yang mana dan saat dalam posisi seperti apa. Ini sebagai bahan untuk dilaporkan ke dokter.

+ Lakukan hal yang sama pada kaki.

+ Tengokkan kepala bayi ke kanan dan ke kiri. Coba dekatkan dagu bayi ke dada secara perlahan. Jika ada keluhan catat sebagai laporan pada dokter.

+ Miringkan badan si kecil ke kiri dan ke kanan. Jika ada keluhan catat dan laporkan ke dokter.



- Observasi perlu dilakukan selama 2×24 jam. Jika dalam kurun waktu itu ada keluhan, apalagi sampai muntah dengan menyembur, segera larikan ke rumah sakit terdekat.

- Sebaliknya bila setelah jatuh dalam keadaan sadar tapi pasif (apalagi tidak menggerak-gerakkan anggota badannya) jangan mengangkatnya. Hubungi UGD rumah sakit terdekat atau 118 untuk minta pertolongan paramedis. Salah mengangkat dalam kondisi seperti ini dapat berisiko fatal.



* Jika menemukan si kecil sudah di lantai.

- Perhatikan keadaan bayi; sadar atau tidak, menangis atau tidak, dapat menggerak-gerakkan anggota badan atau tidak. Jika ia tidak sadar atau sadar tapi pasif, ingat jangan menggendongnya, tapi segera minta bantuan paramedis terdekat, UGD atau 118.

- Perhatikan dalam posisi seperti apa si kecil saat ditemukan.

+ Jika dalam keadaan tengkurap kemungkinan besarnya aman. Tapi kita mesti melakukan pemeriksaan seputar bahu, kedua tangan, dada dan kaki. Caranya gerakkan tangan ke atas, depan, samping. Jika ada keluhan sakit segera bawa ke dokter.

+ Jika dalam keadaan telentang. Periksa dan perhatikan daerah kepala bagian belakang, leher, punggung, dan panggul, mulai dari tanda lebam atau merah, hingga keluhan sakit saat disentuh dan digerakkan seperti yang telah disebutkan di atas. Pastikan bayi tidak muntah atau mengalami penurunan kesadaran dalam 2×24 jam. Jika ada keluhan segera larikan ke dokter.

+ Jika bayi ditemukan dalam posisi miring, kanan atau kiri. Perhatikan dan periksa kepala, tangan yang menjadi tumpuan badan, juga kaki. Lakukan pemeriksaan seperti yang disebutkan di atas. Jika ada keluhan segera larikan ke dokter.

+ Jika ditemukan dalam posisi duduk. Periksa dan pastikan bayi masih sadar, biasanya menangis, dan mampu menggerakkan anggota badan. Periksa bagian panggulnya, ada tidak tanda memar, merah, atau sakit saat dipegang atau digerakkan. Jika ya segera larikan ke dokter.



* Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan

- Dalam posisi apa pun jatuhnya si kecil, jangan lupa melakukan pemeriksaan mata. Baiknya menggunakan senter:

+ Masih bereaksikah saat kita senter matanya, mengedip, menutup matanya atau kaget. Jika tidak bawa segera anak ke rumah sakit.

+ Gerakan senter ke kanan dan ke kiri, masih mampukah bayi mengikuti gerakan sinar. Jika tidak ia harus segera dilarikan ke rumah sakit.



+ Perhatikan pupil matanya, apakah pupil mata yang kiri dan kanan sama besar/kecilnya saat kita senter satu per satu. Jika sama kita bisa bernapas lega. Bila tidak, bayi perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut, seperti CT Scan.



- Ukur dan pastikan si kecil jatuh dari ketinggian berapa. Sebab semakin tinggi pastinya gaya gravitasi bumi akan lebih kuat menarik si anak. Tentu efek yang ditimbulkan pun semakin besar.



EFEK POSISI JATUH



Di bawah ini kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi pada bayi saat terjatuh. Dengan pengetahuan ini diharapkan orangtua bisa lebih memahami kondisi bayi bila terjatuh dan mampu melakukan pertolongan pertama yang benar:



* Jika kepala terlebih dahulu yang membentur lantai



Di sebelah mana pun benturan itu terjadi selama masih di kepala, kita perlu mewaspadainya. Tulang tengkorak bayi masih rapuh dan ia belum memiliki refleks untuk menahan dengan baik. Kemungkinan yang bisa terjadi, bayi mengalami fraktur atau retak/patah tulang tengkorak kepala, atau perdarahan di luar tengkorak atau di dalam tengkorak.



Perdarahan di luar dapat ditandai dengan adanya benjol/memar. Selama tidak ada fraktur, kondisi ini bisa dikatakan tidak parah. Rabalah ubun-ubunnya apakah menjendol atau tidak. Ubun-ubun yang menjendol menjadi tanda adanya peningkatan tekanan dalam otak yang dapat terjadi karena edema otak atau perdarahan.



Harap diketahui, bila tidak ditemukan benjolan/memar, tapi bayi menangis (atau justru tidak menangis dan langsung tertidur), tidak sadarkan diri, mengalami kejang/muntah-muntah (yang menyembur bukan gumoh), ada kecurigaan bayi mengalami perdarahan di dalam tengkorak kepalanya. Segera larikan ke rumah sakit terdekat.



* Jika dada terlebih dahulu yang membentur permukaan



Kalau tempat mendaratnya datar, kemungkinan risiko bayi untuk cedera lebih sedikit. Sebaliknya, tempat mendarat yang tidak mulus atau ada tonjolan yang tepat mengarah ke dadanya dapat mengakibatkan fraktur/parah tulang iga atau rusuk yang patahannya dapat mengenai organ paru-paru atau jantungnya. Untuk itu perhatikan apakah si kecil dapat bernapas secara normal atau tidak.



Umumnya jika bagian dada terlebih dahulu yang “mendarat”, secara alami tangan akan membuat perlindungan terlebih dahulu. Karena itu periksa juga kondisi tangan dan bahu bayi. Apakah ada pergelangan tangannya mengalami patah atau adakah sendi yang keluar (dislokasi) dari tempatnya. Periksa juga bagian kepala, khususnya dahi. Biasanya saat mendarat, sekalipun dada terlebih dahulu, kepala langsung menyusul membentur lantai.



* Jika panggul terlebih dahulu yang mendarat



Kemungkinan besar bayi akan mengalami dislokasi atau fraktur tulang panggul. Karena panggul berhubungan langsung dengan tulang belakang, dikhawatirkan ada saraf-saraf yang terjepit. Jika yang terjepit saraf kaki biasanya si kecil tidak bisa menggerakkan kakinya alias lumpuh.



* Jika yang mendarat kaki terlebih dahulu



Kejadiannya pada tiap bayi bisa berbeda. Jika ia sudah bisa berdiri pasti akan menahan tubuhnya dengan kaki lalu jatuh bersimpuh. Risiko kasus ini adalah dislokasi atau keseleo. Pada bayi di bawah 6 bulan meski belum mampu menahan tubuhnya, secara alami badan bayi akan terjatuh ke depan dan sebelum mendarat tangannya akan menjadi bumper.



* Jika yang mendarat bokong duluan



Berbahaya karena kaitannya langsung dengan tulang belakang dan dapat mengakibatkan patah pada tulang punggung bayi. Risiko lain, bila ada saraf yang terjepit bisa mengakibatkan kelumpuhan. Bayi yang ditemukan terjatuh pada posisi seperti ini jangan digendong. Biarkan paramedis yang melakukan pertolongan. Tapi jika si kecil sadar dan bisa aktif kita bisa langsung menggendongnya.



* Jika yang mendarat terlebih dahulu punggung



Menjadi bahaya jika saat mendarat posisi leher ikut terlipat/tertekuk karena bisa mengakibatkan keseleo dan fraktur tulang leher. Bila bayi dalam keadaan tidak sadar jangan mencoba mengangkatnya. Langkah yang bisa kita lakukan adalah minta bantuan paramedis di UGD di rumah sakit atau 118



semoga bermanfaat yahhh....

Array
   
11-04-2010 17:46:53 kenapa normal????
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
@Bunda Sortauli,

Wah, bunda takut ya dengar kata orangtua dulu?
Dulu awal kehamilan, saya juga sering kebangun dan ngeri ngebayangin kata-kata Mommy yang tiap kali aku nakal waktu kecil dulu, dibilang, "tidak tahu kau dulu melahirkan kau itu, Mommy sakitnya bukan main" Dan sempat merasa bersalah dan merasa melahirkan itu seperti kutukan wanita.

Dan saya berusaha tenang, berusaha rileks... di trimester ke 3, bahkan pernah mengalami Braxton hiks yang buset sakit amat... tapi saya malah perbanyak jalan (dan kalau benar-benar tidak tahan, baru rebahan), juga ketika sakit menyerang, saya bersyukur, karena berarti tubuh saya sedang berusaha membuat jalan lahir bagi anak saya nanti. Saya malah ingin membuktikan kalau melahirkan itu tidak sakit seperti kata orang-orang. Kalau pun sakit, saya tidak akan sampai teriak-teriak dan menyerah seperti tidak punya kekuatan begitu. Buktinya, hewan saja tidak ada yang teriak kalau melahirkan (karena tidak ada yang bilang ke mereka kalau melahirkan itu sakit).

Tiga minggu yang lalu saya melahirkan. Bahkan saya diinduksi. Saat ke rumah sakit, saya lebih sering tersenyum dan berusaha seramah dan sebaik mungkin ke semua perawat, bidan dan dokter, bahkan ke OB. Saya tidak ingin kalau anak saya nanti ikutan stress juga. Hasilnya, semuanya jadi memperlakukan saya dengan baik (dan tentunya sangat membantu dalam memperhatikan saya dan baby saya nanti).

Sudah bukaan 2 waktu saya datang ke rumah sakit, dan sama sekali saya tidak merasa sakit. Cuma karena pecah air ketuban dulu, dan karena minimnya pengetahuan saya dalam hal ini, ada suatu tindakan yang dilakukan dokter. Untuk para bunda yang baru pertama kali hamil, hati-hati jika air ketuban pecah dulu. Jangan berjalan, berdiri atau pun duduk. Segera berbaring, bahkan jika ingin buang air pun di pispot. Karena setelah air ketuban pecah, saya masih mandi, jalan-jalan, duduk, hingga air ketuban bercampur darah pun, saya masih buang air kecil di toilet (yang ternyata bercampur dengan air ketuban), sampai berkali-kali minta maaf ke OB.

Singkat cerita, saya mengalami persalinan tanpa rasa sakit. Sungguh-sungguh tanpa sakit sama sekali. Bahkan sampai dokter memuji saya, karena saya bekerja sama juga dengan dokter pada saat mengejan. Padahal saya belum bukaan lengkap, dikarenakan air ketuban sudah habis ditakutkan kalau bayi saya kenapa-napa.

Puji Tuhan, saya merasa persalinan yang benar-benar nyaman, rasanya cuma pengen pup saja, yang tentunya pup itu enak sekali saat keluar, dan waktu plasenta keluar pun rasanya seperti pipis.

Ceritanya panjang banget ya? Maaf ya kalau bosan membacanya. Soalnya masih kebayang-bayang melahirkan kemarin, sampai akhirnya kalau saya cerita ini ke orang yang sudah pernah merasakan melahirkan, mereka cuma membelalakan mata dan terdiam. Dikira saya sedang berbohong. Hahaha...
   


24-01-2017 20:28:10 asi gak keluar sedihhhh
Jumlah Posts : 5
Jumlah di-Like : belum ada like
aq share pengalaman ku ya bun..aq dlu abis melahirkan asi tidak keluar karna stres anak sakit masuk nicu...tp berhbng asi ttp harus di kirim ke rumah sakit akhirnya mertua kasih kacang bun di sangrai .... ternyata habis makan kacang itu asiku keluar bun sampe netes2.
sampe sekarang asiku jg masih keluar bun padahal aku tidak menyusui karna anakku meninggal 7 bulan yg lalu.
   
Jumlah Posts : 5
Jumlah di-Like : belum ada like
sekedar berbagi pengalaman bunda q hpl tanggal 17 juni tp tanggal 1 juni udah ngalamin mules2 akhirnya d bawa ke bidan kata bidan masih pembukaan 1 akhirnya q d suruh pulang malamnya q balik lg k bidan karena mulesnya udh terlalu sering.. kata bidan pembukaan 2 tp q d suruh plng lagi karena masih lama..dr tgl 1 sampai tgl 4 q harap2 cemas bunda karena mules udh g berasa lagi flek pun g ada dan pada akhirnya kamis malam sekitar jam 10 kerasa rembesan air d celana q lngsung ke bidan lagi nyampek sana airnya udah banyak yg kluar alias pecah ketuban tp pembukaan pun tak kunjung nambah akhirnya bidan ngasih obat perangsang sampai jam stngh 2 malam pembukaan cuma nambah 1 jadi pembukaan cma 3 alhasil saya harus d rujuk ke rumah sakit sekitar jam stngh 3 nyampek rumah sakit dan di perangsang kembali dg 3x lebih sakit dr rangsangan bu bidan td
setelah itu alhmdulillah tak harus nunggu lama jam 04.10 tanggal 05 juni 2015 dedek lahir dg selamat....
sungguh sebuah perjuangan ....
untuk para bunda semangat terus yah yg lagi nunggu lahiran...
   
21-11-2013 01:15:25 barang persiapan persalinan
Jumlah Posts : 22
Jumlah di-Like : belum ada like
hallo bunda.. salam kenal semua nya :)
mohon untuk pada sharing donk bunda..
aku hamil pertama nih.. belum pengalaman..
?apa yang perlu dibawa saat nanti kerumah sakit bunda?
?barang2 yang penting / wajib dibawa apa aja?
?dirumah sakit kira2 nginep brpa lama?

sekian bunda pertanyaan dari aku...
keep sharing yahh
   
Jumlah Posts : 12
Jumlah di-Like : belum ada like
salam kenal bunda atika....

wah, usia kandungan kita sama...tapi saya baru ambil cuti 2 minggu lagi. walaupun sebenernya pinggang udah sakit2, tp sayang klo lama ambil cuti di depan, pengennya biar bisa lebih lama sama dedek setelah lahir.

Kalo udah mulai cuti, dipersiapkan aja tas dan perlengkapan yg akan dibawa utk ke rumah sakit. Kalo aku udah mulai nyicil...nyuci baju2 bayi, dan dimasukin ke tas..jadi tinggal ditenteng aja nanti. Selain itu paling banyakin jalan, praktekin senam hamil dan hypnobirthing kalo bisa, dan jgn lupa istirahat yg cukup utk mengumpulkan tenaga buat lahiran nanti.

Semoga lancar ya bunda...
   
Jumlah Posts : 29
Jumlah di-Like : belum ada like
Bunda Indica,

usia kehamilanku skr 29week, klo soal kram kaki hampir setiap mlm aku alami. klo saya ya bun...klo udh kram kaki langsung bangunin suami dan minta di pijjet. Saran saya sih bun klo tiba2 kaki kram jgn di tekuk soalnya nanti sakitnya nggak ilang2 sampe 2 harian. Klo saya setiap kali mulai kram kakinya dilurusin trus telapak kakinya didorong ke arah dlm (ky pemain bola gtu deh klo lg kram), Alhamdulillah abis itu nggak terasa lagi sakitnya.

Aku share dikit nih bun artikel yg pernah aku baca (sumber wollipop.com) :

Hamil bisa jadi momen paling membahagiakan untuk seorang wanita. Namun saat hamil itu, wanita bisa juga mengalami masa-masa sulit, salah satunya susah tidur di malam hari.

Dilansir Kids Health, salah satu penyebab utama wanita hamil sulit tidur adalah semakin besarnya janin di dalam rahim. Bertambah besarnya janin membuat wanita hamil sulit mencari posisi tidur yang nyaman.

Posisi tidur yang direkomendasikan dokter untuk wanita hamil adalah menyamping ke kiri. Mengapa? Karena hati manusia terletak di bagian kanan perut. Dengan posisi tidur menyamping, janin bisa terhindar dari tekanan organ tersebut. Posisi tidur tersebut juga bisa mengoptimalkan aliran darah ke plasenta dan janin.

Sebenarnya bukan hanya posisi tidur saja yang membuat wanita hamil terjaga di malam hari. Seperti dilansir Baby Center, berikut lima hal yang menyebabkan wanita hamil sulit tidur dan cara mengatasinya:

1. Sering Buang Air Kecil
Hal pertama ini biasanya terjadi saat kehamilan sudah memasuki trimester ketiga. Saat itu, letak janin yang mulai membesar dan mendesak kandung kemih. Tekanan pada rahim terhadap kandung kemih ini membuat kemampuan kandung kemih semakin terbatas untuk diisi air seni. Frekuensi buang air kecil bisa semakin sering di malam hari jika bayi Anda juga aktif di waktu tersebut.

Untuk mengatasinya cobalah melakukan latihan kegel. Wanita hamil sebaiknya juga beristirahat serta mengonsumsi air yang cukup agar terhindar dari dehidrasi.

2. Sulit Bernapas
Wanita hamil perlu tahu, kemampuan mereka bernapas dipengaruhi oleh peningkatan hormon kehamilan. Peningkatan hormon inilah yang membuat wanita hamil harus bernapas lebih dalam. Para calon ibu ini pun akan merasa sulit untuk mendapatkan udara segar. Makanya bernapas pun rasanya jadi semakin sulit saat usia kehamilan bertambah besar.

Agar masalah sulit bernapas ini bisa diatasi, wanita hamil bisa mencoba melakukan latihan penapasan di rumah. Caranya, mulailah dengan menarik napas dalam-dalam sebanyak yang bisa lakukan, lalu tahan napas selama dua detik dan buang secara perlahan-lahan. Solusi lainnya, cobalah untuk duduk tegak dan menjaga bahu tetap dalam posisi yang benar. Posisi tersebut bisa memberikan lebih banyak ruang pada paru-paru. Usahakan istirahat yang cukup agar tidak stres. Stres bisa mempengaruhi pola pernapasan.

3. Sakit Pinggang
Ada beberapa hal yang menyebabkan wanita hamil sakit pinggang. Pertama karena bertambahnya beban yang harus dibawa sehingga meningkatkan stres pada sendi. Rahim yang tumbuh bisa juga bisa menekan saraf. Kedua, perubahan hormonal membuat sendi dan ligamen yang menempel tulang panggul ke tulang belakang menjadi longgar, sehingga timbul rasa sakit. Ketiga, posisi pinggul yang bengkok seperti duduk di kursi dan membungkuk ke depan saat bekerja di meja bisa membuat nyeri punggung semakin memburuk.

Untuk mengatasi sakit pinggang, wanita hamil bisa mulai mencoba mengganti posisi duduknya. Biasanya wanita hamil cenderung duduk dengan bahu turun dan punggung bungkuk sehingga menekan perut, hal ini akan memberikan tekanan lebih pada tulang belakang. Jadi usahakan untuk berdiri atau duduk dengan posisi tegak, sehingga perut tidak tertekan.

Selain mengubah posisi duduk, sakit pinggang bisa juga diatasi dengan mengkompres dengan air hangat, berendam dalam air hangat atau meletakkan botol berisi air hangat bisa membuat ibu hamil sedikit merasa lega.

4. Sulit Buang Air Besar
Peningkatan hormon progesteron membuat wanita hamil jadi sulit buang air besar. Peningkatan hormon tersebut mengakibatkan gerakan organ pencernaan menjadi lambat karena progesteron sebenarnya berperan dalam proes relaksasi kerja otot halus. Peningkatan progesteron juga membuat gerakan peristaltik usus melambat sehingga daya dorong dan kontraksi usus pada sisa makanan melemah.

Semakin membesarnya perut wanita hamil juga menyebabkan rektum (bagian terbawah usus besar) tertekan. Penekanan ini membuat jalannya feses tidak lancar.

Bagaimana cara mengatasi konstipasi atau sulit buang air besar ini? Pertama, minum air putih yang cukup 8-10 gelas sehari. Kedua, konsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah-buahan dan ketiga lakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki, secara teratur.

5. Kram
Kram terjadi karena kelelahan otot di daerah kaki yang harus menahan berat tubuh. Saat tubuh wanita hamil semakin bertambah beratnya, otot kaki pun akan semakin lelah. Selain itu, kram juga bisa timbul karena aliran darah dari kaki yang tidak lancar akibat pembesaran rahim.

Cara mengobati kram, lakukan pijatan lembut dengan menggunakan minyak di kaki. Usahakan agar wanita hamil tidak duduk dengan kaki yang terlipat dalam jangka waktu lama. Agar tidak kram, lakukan peregangan betis dan kaki pada siang hari dan sebelum tidur. Banyak minum air putih, mandi air hangat, berbaring dengan posisi miring, juga bisa jadi alternatif cara terhindar dari kram.


Semoga bermanfaat ^^

   
20-01-2009 08:02:55 Batuk & pilek pada bayi
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

Duh, enggak tega rasanya bila melihat si kecil yang masih bayi terserang batuk dan pilek. Kalau hidungnya tersumbat, tidurnya jadi tak nyenyak. Dari dadanya juga terdengar suara grok...grok...grok. Harus bagaimana, ya?

Imbauan ASI eksklusif jelas tidak main-main. Kalau bayi dilahirkan dengan kondisi sehat, pertumbuhan berat badannya sesuai standar dan ia memperoleh ASI eksklusif selama 6 bulan, boleh dijamin ia akan terbebas dari segala macam penyakit. "Kalaupun sakit, biasanya sangat ringan dan bisa diredakan dengan pemberian ASI saja. Apalagi pada bulan-bulan pertama, bayi masih memiliki antibodi milik ibunya yang diperoleh lewat ari-ari. Jadi sebenarnya ia bisa bebas dari penyakit," ungkap dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A.

Tradisi yang tidak mengizinkan bayi keluar sebelum usia 40 hari ada benarnya karena membuatnya jadi tak terpajan pihak luar. Lewat usia 6 bulan biasanya lingkungan bayi makin meluas. Nah, setelah usia 6 bulan barulah penyakit biasanya mulai menjangkiti si kecil. Mengapa? Pertama, saat usia 6 bulan peran ASI mulai berkurang dengan adanya makanan tambahan semipadat. Kedua, setelah usia 6 bulan, bayi mulai mengenal lingkungan luar selain keluarganya.

Bahkan pada kenyataannya, sebelum usia 6 bulan banyak bayi yang sudah terserang batuk pilek. Penyebabnya, apalagi kalau bukan karena ia tak mendapat ASI eksklusif dengan berbagai alasan. "Akhirnya jumlah antibodi dalam tubuh bayi berkurang dan bayi jadi gampang sakit," ujar staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta ini.

PENYAKIT RINGAN

Namun sekali lagi, penyakit yang menjangkiti bayi biasanya merupakan penyakit ringan dan penyebabnya adalah virus. "Karena penyebabnya virus, mestinya batuk-pileknya tidak buru-buru diberi antibiotik. Antibiotik tidak dapat membunuh virus," tukasnya.

Tak perlu juga buru-buru memberinya obat karena obat yang dibilang ringan pun selalu memiliki efek samping. "Jangan lupa, organ tubuh bayi belum matang. Oleh sebab itu, bila penyakitnya tidak berbahaya tak perlu diberi obat," saran Waldi.

Sebagai langkah awal, cari penyebab batuk si kecil. Pemicu batuk yang paling sering adalah polutan seperti asap atau debu. Walau polutannya hanya sedikit tetap saja bisa menyebabkan bayi batuk. Oleh sebab itu, hindari merokok di dekat bayi atau di dalam rumah.

Air conditioner (AC) atau penyejuk ruangan bisa juga merupakan biang keladi batuk pilek pada bayi, karena ia sebenarnya "didesain" untuk tidak berada dalam ruangan ber-AC. Jadi, bayi sebenarnya lebih senang berada di udara hangat ketimbang dingin. "Yang senang udara dingin, kan, orang tuanya, maka dipasanglah AC," kata Waldi.

Menurutnya, ruangan ber-AC yang biasanya tertutup sangat memungkinkan virus yang ada di dalamnya tidak bisa dienyahkan. Walaupun katanya ada AC yang sanggup memfiltrasi kuman, tidak dijamin kuman yang menempel di pegangan pintu atau tepi tempat tidur bisa terhapus. Kalau seseorang di dalam ruangan itu sakit, ia akan dengan mudah menulari orang lain yang masuk ke kamar tersebut. "Namun bukan berarti bayi tidak boleh berada di ruangan ber-AC, hanya saja setiap hari jendela dan pintu ruang itu harus dibuka lebar-lebar sebagai jalan pergantian udara, dan tidak lupa membersihkan semua perabot di kamar itu secara teratur."

BERI BANYAK MINUM

Nah, bagaimana dengan penanganan batuk-pilek si kecil? Untuk memperlancar hidung bayi yang tersumbat tetesi dengan larutan NaCl fisiologis yang bebas dibeli di mana saja dengan harga relatif sangat terjangkau. Larutan tersebut berfungsi mencairkan lendir dan biasanya dijual dengan kemasan 25 ml dan bertuliskan Sodium Chloride 0,9 %. "NaCl fisiologis bukan obat tapi larutan yang sama dengan cairan tubuh, sehingga dapat diteteskan pada hidung bayi sesering mungkin tanpa menimbulkan efek samping."

Batuk berdahak bisa diatasi dengan memberi bayi minum lebih banyak daripada biasanya. Tujuannya agar dahak menjadi encer dan mudah keluar. "Balsam boleh-boleh saja dibalurkan karena uap yang terhirup dapat memberi wangi yang enak pada bayi. Tapi waspadai zat-zat yang terkandung di dalamnya karena bisa menimbulkan reaksi pada kulit bayi. Sebagai percobaan, oleskan balsam sedikit. Bila tidak ada reaksi seperti merah-merah pada tubuh bayi bisa dioleskan pada dada dan punggungnya."

Suara grok-grok yang biasanya terdengar saat bayi tidur tak perlu dikhawatirkan. Suara tersebut muncul karena ada lendir yang terkumpul di jalan napas bagian atasnya. Selama bayi dapat tidur nyenyak, asupan makan dan minumnya tak terganggu, serta tumbuh kembangnya setiap bulan tampak baik berarti ia hanya terjangkit penyakit ringan. Dahak pada manusia, kata Waldi, sebenarnya tidak perlu selalu dikeluarkan lewat mulut karena akan dikeluarkan secara alamiah oleh saluran napas. Contohnya, karena bayi belum memiliki kemampuan untuk meludah, dahak yang sudah keluar di rongga belakang mulut (farings) akan tertelan dengan sendirinya masuk ke dalam saluran cerna.

GEJALA RAWAN

Sebagai informasi, penyakit saluran napas seperti batuk pilek biasanya berlangsung selama 3 hingga 10 hari. Bila dalam batas waktu tersebut bayi masih terserang batuk pilek tanpa penyebab yang jelas tentu perlu segera diperiksakan ke dokter. "Kadang-kadang orang tua terlalu khawatir. Saat mendengar bayinya batuk langsung panik. Padahal bayi batuk sekali dua kali, kan boleh-boleh saja karena mungkin tenggorokannya kemasukan sesuatu."

Lain bila batuk pilek yang dialami sampai menyebabkan si kecil rewel, tidak bisa tidur, dan tidak bisa minum atau makan. "Nah, ini jelas serius sehingga harus dibawa ke rumah sakit, " ujar Waldi. Gejala penyakit lain yang mengharuskan bayi ditangani serius adalah (1) tidak mau makan-minum (2) napas cepat, dan (3) muntah-muntah. Kalau sampai bayi tidak mau makan dan minum, hal ini menunjukkan penyakit yang serius.

Tak mau makan dan minum bisa dikarenakan napas bayi yang sudah memburu. Patokan frekuensi napas yang sudah masuk kategori berbahaya adalah lebih atau sama dengan 50 kali permenit untuk bayi higga usia 1 tahun. Untuk itulah orang tua mesti menghitung jumlah napas bayi saat ia terlihat tersengal-sengal. "Agar hitungannya tidak salah, lakukan saat bayi dalam keadaan tenang sambil dipangku, misalnya. Bila jumlahnya sampai 50 kali setiap menit atau lebih, segera larikan bayi ke rumah sakit. "

Muntah-muntah juga merupakan gejala yang perlu dicermati. Walau agak sulit menentukan frekuensi yang sudah dianggap rawan, sebagai patokan bila muntah itu terjadi setiap kali bayi diberi asupan minuman dan makanan, berarti kondisinya cukup serius. Kalau bayi sudah muntah-muntah sekitar 3-4 kali dalam sehari, lebih baik bawa dia ke dokter. Yang dikhawatirkan, akibat muntah-muntah yang dialami, bayi tidak mendapat asupan gizi yang cukup. Muntah sendiri bisa menunjukan gejala penyakit pada saluran napas, saluran cerna, penyakit saraf pusat dan lainnya. Nah, kalau ini yang terjadi, bawalah segera bayi Anda ke dokter yang berkompeten.

IMUNISASI TETAP BERLAKU

Yang perlu diketahui, anggapan bahwa bayi sakit tak boleh diimunisasi sebenarnya kurang tepat. Jika bayi terjangkit penyakit ringan seperti batuk pilek, maka secara teori jadwal imunisasinya tak perlu terganggu. Saran Waldi, kalau sudah tiba jadwal imunisasi, walau sedang flu, sebaiknya bayi tetap dibawa ke dokter. "Biar dokter yang memutuskan melalui pemeriksaan. Bila kondisi bayi baik, dokter akan tetap memberi imunisasi. Sebaliknya bila sakitnya ternyata agak berat, imunisasi akan ditunda."

Lain halnya dengan bidan yang umumnya akan menunda imunisasi bila orang tua melaporkan kondisi si kecil sedang tak sehat. "Ini wajar karena bidan tidak bisa menentukan ringan tidaknya penyakit yang diderita bayi."

   
11-11-2008 08:10:14 anakku jatuh...
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
Alo...lam kenal dulu ayah Keiko...   nah tuk jaga2 sih klo punya anak bayi yg udah guling2, klo tidur jangan pake ranjang mendingan ngampar aja tuk menghindari resiko sekecil apapun...trus dipinggir2 kasur dihalangin bantal atau guling...InsyaAllah aman, soalnya kan klo mo guling ketahan bantal..   Mudah2an Keiko sehat2 aja ya... TRAUMA KEPALA RINGAN “ANAK JATUH”Februari 22, 2008

Jatuh adalah satu kejadian yang sering terjadi pada anak baik di dalam maupun di luar rumah. Orangtua tentunya sangat khawatir akan akibat yang terjadi, banyak pertanyaan yang timbul pada saat orangtua mengetahui anaknya jatuh, terutama bila kepla terbentur lantai. Beberapa pertanyaan yang timbul adalah: apa yang harus orangtua lakukan, haruskah segera dibawa ke Rumah Sakit. apakah perlu di lakukan pemeriksaan CT Scan kepala, apa yang harus diperhatikan setelah jatuh, apakah akan berpengaruh di kemudian hari, bagaimanakah mencegah anak jatuh?

Trauma kepala dengan luka di sekitar kepala, tidak selalu menimbulkan kegawatan. Sebaliknya benjolan di daerah samping kepala akibat jatuh ternyata dapat menimbulkan kegawatan. Oleh karenanya, diperlukan pengetahuan yang benar tentang trauma kepala ringan. Menurut American Academy of Pediatrics (1999) trauma kepala ringan didefinisikan sebagai trauma kepala dengan status mental dan neurologis pada pemeriksaan awal normal, dan tidak adanya fraktur tulang kepala pada pemeriksaan fisis. Pada keadaan ini dapat disertai kehilangan kesadaran < 1 menit, kejang singkat setelah trauma, muntah, sakit kepala dan lesu.


Problem anak jatuh

Tidak semua orangtua mengetahui apa yang harus dilakukan saat melihat anaknya jatuh. Sebenarnya informasi yang perlu diketahui tentang anak jatuh adalah:

  • Posisi anak jatuh, bagian yang terbentur lantai: muka, kepala, atau bagian tubuh lainnya
  • Apakah anak pingsan, berapa lama - Adakah benjolan di daerah kepala
  • Adakah patah tulang: leher, bahu, lengan, atau tungkai
  • Adakah sakit kepala atau muntah

Untuk mengetahui akibat jatuh, orangtua seharusnya perlu melakukan pemeriksaan:

  • Yakinkan apakah anak sadar atau tidak: panggil namanya, goyangkan badannya.
  • Rabalah seluruh bagian kepalanya dengan sedikit penekanan, sehingga memastikan adakah benjolan (hematom), nyeri, atau “dekok” (fraktur kompresi) di kepala.
  • Bila ubun-ubun belum menutup, rabalah ubun-ubun apakah membonjol atau tidak. Ubun-ubun membonjol tanda adanya peningkatan tekanan dalam otak, dapat terjadi karena edema otak atau perdarahan.
  • Gerakkan kepala, dan tangan kakinya untuk memastikan tidak ada patah tulang leher, bahu, tulang belakang atau ekstremitas.
  • Perhatikan dengan teliti: mata, kelopak mata, raut wajah atau senyumnya adakah perubahan?.
  • Pastikan penglihatannya tidak terganggu.

Pada anak jatuh terutama dengan kepala terbentur lantai, beberapa keadaan darurat dapat terjadi:

  • Anak tidak sadar, dapat disebabkan perdarahan dalam rongga kepala (perdarahan epidural, subdural), atau akibat pembengkakan (edema) otak, terkenanya pusat kesadaran saat kepala terbentur.
  • Benjolan (hematom) di kepala terutama bila terdapat di daerah samping kepala (temporal), karena fraktur/retak tulang di daerah tersebut dapat merobek pembuluh darah di dinding tulang kepala.
  • Terbenturnya kepala bagian belakang (oksipital) dengan keras dapat menyebabkan pembengkakan otak sehingga penglihatan menjadi terganggu atau buta dalam beberapa hari.
  • Terbenturnya bagian depan kepala (frontal) dapat menyebabkan hematom di pelipis awalnya. Kadang hematom ini akan turun sehingga kedua kelopak mata atas menjadi bengkak.
  • Kekakuan di leher dapat disebabkan perdarahan subdural yang pada pemeriksaan funduskopi didapatkan papil edema atau perdarahan subhialoid.
  • Keluar cairan atau darah dari hidung dan lubang telinga.

Bawalah segera anak ke rumah sakit bila didapatkan kelainan di atas. Tetapi bila tidak, anak dapat diobsevasi di rumah. Pengawasan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan setiap 2 -3 jam perhari sampai 3 hari setelah anak jatuh. Selama observasi anak tidak diberikan obat muntah, karena dapat menghilangkan gejala muntah yang bertambah.

Bawalah anak segera ke rumah sakit bila selama observasi didapatkan:

  • Anak menjadi tidak sadar atau tidur terus.
  • Anak menjadi delirium, bingung, dan iritabel.
  • Kejang/kelumpuhan pada wajah atau ekstremitas.
  • Sakit kepala atau muntah yang menetap atau semakin bertambah.
  • Adanya kekakuan di leher.
  • Timbul benjolan di kepala terutama pada daerah samping kepala (temporal).

Di rumah sakit perlu dilakukan pemeriksaan CT Scan kepala untuk melihat adakah fraktur tulang kepala atau perdarahan otak. Rontgen kepala saat ini tidak dianjurkan lagi. Pemeriksaan kepala dilakukan atas indikasi bila dicurigai adanya perdarahan otak dan tidak harus segera setelah jatuh. Ini disebabkan perdarahan otak dapat berlangsung sedikit demi sedikit. Anak yang mengalami perdarahan otak ringan umumnya tidak akan mengalami gangguan perkembangan di kemudian hari.

Pencegahan

Pencegahan sebaiknya dilakukan untuk menghindari anak jatuh atau terbentur kepalanya. Pencegahan dapat dilakukan:

  • Pada bayi <6 bulan, apabila sudah dapat berguling, taruhlah kasur di samping tempat tidur.
  • Bila bayi sudah dapat berdiri berikan pelindung di tempat tidurnya.
  • Bila anak sudah dapat berlari awasi dengan ketat, jangan sampai menarik taplak meja atau pintu rak lemari.
  • Hindari pemakaian baby walker tanpa pengawasan.
  • Jangan biarkan air seni berserakan di lantai.
  • Kakak jangan nakal terhadap adik, misalnya: main dorong dorongan

Kesimpulan

Dari uraian di atas, beberapa hal penting pada kedaruratan anak jatuh terutama bila kepala terbentur lantai:

  • Lakukan tindakan pencegahan anak agar tidak jatuh.
  • Periksalah dengan teliti bila anak jatuh, terutama bila kepala terbentur lantai.
  • Observasi klinis anak jatuh di lakukan selama 3 hari setelah anak jatuh.
  • Bawalah ke rumah sakit bila dicurigai adanya perdarahan otak.
  • Pemeriksaan CT Scan kepala dilakukan sesuai indikasi, tidak selalu dilakukan segera setelah anak jatuh
mudah2an artikelnya bermanfaat ....   salam..Niswa & mom
   
23-05-2008 14:43:30 Sakit dan nyeri
Jumlah Posts : 1000
Jumlah di-Like : 11
BILA ANDA HAMIL: 2/11/2008 Tanda dan Gejala Kelahiran Prematur Dan Apa Yang Harus Dilakukan Apakah yang dimaksud dengan kelahiran prematur? Kelahiran prematur atau kelahiran sebelum waktunya terjadi saat Anda melahirkan sebelum kehamilan Anda genap 37 minggu. Saat itu masih terlalu dini bagi bayi Anda untuk dilahirkan. Bayi yang dilahirkan terlalu dini biasanya sering mengalami masalah kesehatan atau mengalami masalah kesehatan yang membahayakan hidupnya. Apakah kelahiran prematur dapat dihentikan? Banyak bumil yang diberi obat untuk memperlambat atau menghentikan kelahiran prematur. Pada beberapa kasus, kelahiran dapat diperlambat cukup lama sehingga bumil dapat dibawa ke rumah sakit yang memiliki neonatal intensive care unit (NICU) – unit perawatan khusus untuk bayi yang baru lahir. Para ibu juga diberi obat-obatan yang dapat meningkatkan kesehatan sang bayi, meskipun bayi mereka lahir lebih cepat. Tanda-tanda bahaya Berikut ini adalah tanda-tanda bahaya: Terjadinya kontraksi (perut Anda mengeras seperti kepalan tangan) setiap 10 menit atau lebih sering lagi. Terjadi perubahan pada cairan vagina (adanya cairan yang merembes atau pendarahan dari vagina Anda) Tekanan pada panggung—ada rasa bahwa janin Anda mendorong ke bawah Rasa kebas di punggung bagian bawah Kram seperti Anda sedang haid Kram perut dengan atau tanpa diare Apa yang harus saya lakukan bisa saya merasa akan mengalami kelahiran prematur? Segera hubungi penyedia jasa kesehatan Anda (perawat, dokter, atau bidan) atau segera pergi ke rumah sakit bila Anda merasa Anda akan mengalami kelahiran prematur, atau bila Anda mengalami salah satu dari tanda-tanda di atas. Tetap lakukan hal yang sama seperti di atas meskipun Anda hanya mengalami salah satu tanda di atas. Petugas kesehatan Anda mungkin akan meminta Anda untuk: Segera datang ke tempat prakter atau ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Menghentikan kegiatan Anda. Istirahat selama 1 jam dengan posisi miring. Minum 2-3 gelas air atau jus (bukan kopi atau soda). Bila gejala-gejala ini makin bertambah atau tidak hilang dalam waktu satu jam, hubungi lagi petugas kesehatan atau segera berangkat ke rumah sakit. Bila gejala-gejalanya membaik, istirahatlah sepanjang hari. Adakah Perawatan Untuk Mencegah Kelahiran Prematur? Selama bertahun-tahun, para dokter telah mencoba berbagai kiat untuk membantu mencegah terjadinya kelahiran prematur, termasuk bedrest, perawatan prenatal (sebelum kelahiran) intensif untuk perempuan berisiko tinggi, dan terapi obat untuk menghentikan terjadinya kontraksi rahim. Namun tak satupun dari kiat-kiat di atas yang efektif, meskipun pada individu-individu tertentu tindakan tersebut dapat membantu. Namun demikian, pada tahun 2003, dua buah studi yang menggembirakan menunjukkan bahwa perawatan dengan menggunakan hormon progesteron dapat mengurangi kejadian kelahiran prematur pada bumil yang sudah pernah mengalami kelahiran prematur sebelumnya. Kelompok ini merupakan kelompok yang berisiko tinggi untuk kembali mengalami kelahiran prematur. Menurut American College of Obstretricians and Gynecologists (ACOG), perawatan dengan progesteron (terkadang disebut 17p) harus diberikan hanya pada bumil yang memenuhi semua kriteria di bawah ini: Pernah mengalami kelahiran prematur untuk satu orang bayi (bukan kembar dua, tiga atau lebih) Kelahiran dimulai secara alami (bukan dengan induksi) Sedang menjalani kehamilan lagi dengan 1 janin Para peneliti terus menyelidiki apakan perempuan lain yang juga berisiko tinggi, termasuk para perempuan yang menjalani kehamilan kembar dua atau lebih juga mendapatkan keuntungan dengan adanya terapi 17p. Sejumlah penelitian menitikberatkan pada efektivitas pemberian antibiotik dalam mengurangi risiko terjadinya kelahiran prematur. Perawatan dengan antibiotik kelihatannya membantu memperpanjang masa kehamilan pada bumil yang mengalami robekan prematur (kantung ketuban pecah sebelum 37 minggu). Kondisi ini (juga disebut sebagai PROM) seringkali menyebabkan terjadinya kelahiran prematur. Antibiotik juga diberikan pada perempuan yang mengalami infeksi vaginal, seperti bacterial vaginosis (BV) dan trichomoniasis. Ibu hamil yang mengalami gangguan ini mungkin sekali mengalami peningkatan risiko kelahiran prematur. Namun sebagian besar studi tidak dapat menunjukkan bahwa antibiotik mengurangi risiko kelahiran dini pada sebagian besar perempuan dengan infeksi genital seperti ini. Ada beberapa studi yang mengatakan bahwa sebuah prosedur yang disebut cerclage (dimana dokter melakukan jahitan pada rahim agar tetap tertutup) juga dapat membantu mengurangi risiko kelahiran prematur pada bumil yang sebelumnya pernah mengalami kelahiran prematur dan juga memiliki abnormalitas tertentu pada rahim. Dokter akan membuka jahitan tadi pada saat kehamilan mencapai usia sekitar 37 minggu. Saat ini para ibu yang mengalami kelahiran sebelum kehamilannya berusia 34 minggu seringkali menjalani perawatan dengan beberapa obat-obatan (yang disebut tocolytics). Obat-obatan ini seringkali dapat memperlambat kelahiran selama sekitar 48 jam—sehingga memberikan waktu tambahan untuk dapat memberikan perawatan dengan obat-obatan kortikosteroid pada bumil. Kortikosteroid akan mempercepat pematangan paru-paru serta organ lainnya pada janin, mengurangi risiko kematian bayi dan komplikasi serius lainnya yang disebabkan oleh kelahiran prematur, termasuk sindrom stres pada organ respiratori (masalah pernapasan) dan perdarahan pada otak. Para dokter merekomendasikan kortikosteroid bila bumil kemungkinan akan mengalami kelahiran sebelum 34 minggu. Memprediksi kelahiran prematur Beberapa tes cukup akurat untuk dapat mengidentifikasi bumil yang berisiko tinggi untuk mengalami kelahiran prematur, sementara tes lainnya terbukti tidak efektif. Panjang leher rahim. Panjang leher rahim diukur dengan menggunakan USG vaginal. Perempuan yang memiliki leher rahim yang lebih pendek dari rata-rata dan rahimnya memendek dalam beberapa pemeriksaan yang dilakukan secara berturut-turut memiliki risiko tinggi akan mengalami kelahiran prematur. Tes ini cukup akurat dalam menentukan bumil mana yang memiliki risiko rendah untuk mengalami kelahiran prematur. Fetal Fibronectin. Fibronectin adalah lem biologis yang membantu menempelkan kantung janin pada dinding rahim. Fetal fibronectin normalnya dapat dilihat dalam cairan vagina hingga kehamilan berusia 22 minggu, kemudian menghilang hingga satu atau dua minggu sebelum kelahiran. Uji usap dapat dilakukan untuk mengambil sampel cairan vagina pada kehamilan usia 22 dan 34 minggu. Bila terlihat adanya fibronection, bumil tersebut memiliki risiko tinggi akan mengalami kelahiran prematur. Tes ini menunjukkan keberhasilan yang cukup tinggi dalam meramalkan siapa bumil yang tidak akan mengalami kelahiran prematur. Pada kasus tertentu, tes ini dapat dikombinasikan dengan pengukuran panjang leher rahim untuk meningkatkan akurasi. Salivary estriol. Karena tingkat hormon ini dalam air ludah terlihat meningkat tepat sebelum terjadinya kelahiran, dilakukanlah usaha untuk melakukan pengukuran kadar hormon ini. Studi menunjukkan bahwa tes ini tidak akurat. Monitoring urin di rumah. Bumil yang berisiko tinggi terkadang dimonitor apakah ia mengalami kontraksi tanpa rasa sakit dalam usaha untuk mendiagnosis apakah ia akan mengalami kelahiran prematur, pada saat kehamilannya masih dalam perawatan. Sejumlah studi menunjukkan bawa monitor urin di rumah tidaklah efektif untuk mencegah terjadinya kelahiran prematur. Jadi Siapa yang Berisiko Tinggi? Kelahiran prematur sebelum waktunya dapat terjadi pada bumil manapun. Namun kejadian seperti ini ini lebih sering terjadi pada perempuan-perempuan tertentu dibandingkan dengan perempuan lainnya. Para peneliti terus melakukan studi mengenai kelahiran prematur ini. Mereka berhasil mengindentifikasi beberapa faktor risiko, namun masih belum dapat memprediksikan perempuan yang seperti apa yang akan mengalami kelahiran dini. Memiliki satu faktor risiko tidak berarti seorang perempuan akan mengalami kelahiran dini atau kelahiran prematur. Ada tiga kelompok perempuan yang memiliki risiko paling besar akan mengalami kelahiran prematur: Perempuan yang sebelumnya pernah mengalami kelahiran prematur Perempuan yang menjalani kehamilan kembar dua, tiga atau lebih Perempuan yang memiliki rahim atau saluran rahim yang abnormal. Bila seorang perempuan memiliki salah satu dari tiga faktor risiko ini, penting baginya untuk mengetahui tanda-tanda dan gejala kelahiran prematur dan apa yang harus dilakukan bila ia mengalami gejala tersebut. Risiko Gaya Hidup dan Lingkungan Beberapa penelitian menemukan bahwa faktor gaya hidup tertentu dapat membuat seorang perempuan memiliki risiko tinggi akan mengalami kelahiran prematur. Faktor-faktor ini termasuk: Perawatan prenatal yang terlambat bahkan tidak menjalani perawatan prenatal sama sekali Merokok Minum minuman keras Menggunakan obat-obatan terlarang Terpapar pengobatan DES Kekerasan dalam rumah tangga, termasuk penganiayaan secara fisik, seksual maupun emosional Tidak adanya dukungan sosial Tingkat stres yang sangat tinggi Jam kerja yang panjang dengan periode berdiri yang sangat lama Risiko Medis Beberapa kondisi medis tertentu selama kehamilan dapat meningkatkan kemungkinan seorang perempuan mengalami kelahiran prematur. Kondisi ini termasuk: Infeksi (saluran kencing, vaginal, penularan seksual; dan lain-lain) Diabetes Tekanan darah tinggi Kelainan pembekuan darah (thrombophilia) Pendarahan dari vagina Kelainan tertentu pada janin Kehamilan dengan satu janin setelah pembuahan in vitro (IVF-bayi tabung) Terlalu kurus sebelum hamil Obesitas Jarak kehamilan yang terlalu pendek (kurang dari 6-9 bulan antara kelahiran anak pertama dan dimulainya kehamilan yang kedua) Para peneliti juga telah berhasil mengidentifikasi faktor risiko yang lain. Misalnya, perempuan keturunan Afrika-Amerika, perempuan yang usianya lebih muda dari 17 tahun atau lebih tua dari 35 tahun, dan para perempuan miskin memiliki risiko yang lebih besar daripada perempuan-perempuan lainnya. Para ahli tidak sepenuhnya memahami mengapa dan bagaimana faktor-faktor di atas meningkatkan risiko sehingga seorang perempuan dapat mengalami kelahiran prematur. (WM) Sumber: Sidelines National Support Network memberikan bantuan pada para perempuan yang mengalami kelahiran prematur. Artikel ini ditulis berdasarkan sebagian dari Buletin Praktek ACOG, nomor 43 (Mei 2003) yang diterbitkan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists
   
22-01-2008 17:00:06 mau tanya nih bunda
Jumlah Posts : 18
Jumlah di-Like : belum ada like
Allow Bunda... dapet info dari browsing nih, tapi sayang lupa webnya apa, cuman kebetulan ada soft copynya. Semoga membantu.



KEBUTUHAN IBU DAN BAYI

* Persiapan sebaiknya dilakukan saat usia kehamilan 7 bulan. Minta bantuan suami/keluarga jika ibu diharuskan beristirahat total akibat akibat kondisinya.

* Buat daftar keperluan bayi yang pokok dahulu. Tak semua perlengkapan harus dibeli. Misal changing table bisa digantikan fungsinya dengan tempat tidur biasa atau matras. Boks bayi bisa digantikan dengan tempat tidur biasa. Kereta dorong atau keranjang bayi bisa digantikan dengan gendongan. Kalau mau yang murah, beli perlengkapan second hand dari teman, kerabat atau cari informasi di internet dan media iklan baris.

* Pakaian bayi kecil di bulan pertama tak perlu banyak, karena ia akan tumbuh dengan cepat. Sebelum dikenakan, cuci dulu.



DAFTAR KEPERLUAN BAYI:



Perlengkapan Pakaian:

Popok kain (2 lusin), alas tidur (2 lusin), bedongan (1 lusin), celana panjang berlubang dan tertutup (masing-masing 1/2 lusin), gurita tak wajib dibeli (kalaupun beli cukup 1/2 lusin), baju lengan panjang dan pendek, baju tanpa lengan, sarung tangan dan kaki, sepatu bayi (1 pasang), tadah liur (2), baju hangat, topi dan selimut untuk bepergian.



Perlengkapan Tidur

Boks bayi dan perlengkapannya seperti perlak, seprei boks, bantalan untuk pinggiran boks, kelambu, dan bantal tipis.



Perlengkapan Mandi

Bak mandi khusus bayi, waslap, baskom kecil untuk air bilasan, handuk lembut bayi, sabun dan sampo.



Perlengkapan lain

Gendongan, gunting kuku bayi, baby oil, bedak, krim untuk ruam popok, alkohol 70 persen, cotton bud, kapas, kassa steril untuk menyikat gusi dan lidahnya, tas untuk tempat perlengkapan kalau bepergian.



Daftar Keperluan Ibu

baju berkancing depan, kain panjang, BH menyusui, gurita/stagen, pembalut, breast pad (untuk bepergian), pompa ASI.



PERSIAPAN HARI "H"

Menjelang hari kelahiran sebaiknya sudah dipersiapkan koper atau tas yang berisi pakaian ibu dan bayi, serta perlengkapan lain yang diperlukan. Jadi bila sewaktu-waktu ibu mendadak harus ke rumah sakit, keperluan barang untuk di rumah sakit sudah siap dibawa. Berikut perlengkapan yang diperlukan:



Perlengkapan bayi

Biasanya perlengkapan yang akan dikenakan bayi saat pulang seperti baju, popok sekali pakai, bedongan, botol susu untuk tempat ASI bila diperah, tisu basah, sarung tangan dan kaki, topi dan selimut.



Perlengkapan ibu selama di rumah sakit

Baju berkancing depan untuk menyusui, bra menyusui, celana dalam, pembalut, perlengkapan mandi seperti handuk dan sabun, baju untuk pulang, perlengkapan kosmetik seperti bedak dan lipstik, sandal, gurita atau korset.



Perlengkapan lain yang dibawa suami

Biasanya selama di rumah sakit suami akan menemani. Untuk itu jangan lupa pula membawa sejumlah uang tunai atau kartu kredit, makanan dan minuman kecil, handphone dan charger, kamera dengan film dan baterai cadangannya.

Peralatan mandi, t-shirt/kemeja, celana panjang, baju dalam, perlengkapan ibadah, sandal dan lainnya.

   
12-11-2007 10:22:23 PENYEBAB SESAK NAFAS BAYI
Jumlah Posts : 54
Jumlah di-Like : belum ada like
Banyak penyebab sesak napas pada bayi. Yang jelas, segera bawa ke dokter atau rumah sakit karena bisa fatal akibatnya.
Kasus sesak napas pada usia bayi banyak terjadi. Bisa saat pertama lahir, maupun beberapa hari atau bulan setelah kelahirannya baru mengalami sesak napas ini. Dalam istilah kedokteran, kata Muljono Wirjodiardjo, M.D., PhD, "Yang disebut sesak napas adalah jika frekuensi napasnya betul-betul tinggi, ada suara napas yang berbeda dari biasanya (stridor), seperti suara menggorok atau kucing mendengkur. Fatalnya, jika muka sampai tampak membiru."

Sedangkan menurut pendekatan orang awam, definisi sesak napas lebih mudah lagi yaitu terlihat dari gejalanya. Jadi, kalau anaknya susah napas disebut sesak napas. Begitu juga kalau napasnya berbunyi.

ANEKA PENYEBAB

Penyebab sesak napas pada bayi, lanjut spesialis anak dari RS Internasional Bintaro ini, banyak sekali. Bisa karena kelainan bawaan, penyakit infeksi, maupun noninfeksi seperti tersedak. Gejalanya hampir sama. Misalnya untuk derajat ringannya, ada napas yang berbunyi atau batuk berlendir, disertai tak mau makan-minum dan rewel. Sementara kalau derajatnya makin berat, fungsi paru-parunya sudah terganggu sehingga sesak napas dan sampai membiru.

Jadi, derajat sesak napas berbeda-beda. Ada yang mulanya ringan dan makin berat dan ada juga sesak napas yang kejadiannya tiba-tiba atau mendadak. Berikut uraian Muljono mengenai hal-hal yang bisa menyebabkan sesak napas pada bayi:

Kelainan bawaan/kongenital jantung atau paru-paru.
Bila bayi mengalami sesak napas begitu lahir atau 1-2 hari kemudian, biasanya disebabkan adanya kelainan jantung atau paru-paru. Hal ini bisa terjadi pada bayi dengan riwayat kelahiran normal atau bermasalah, semisal karena ketuban pecah dini atau lahir prematur.

Pada bayi prematur, sesak napas bisa terjadi karena adanya kekurangmatangan dari organ paru-paru. Paru-paru harusnya berfungsi saat bayi pertama kali menangis, sebab saat ia menangis, saat itu pulalah bayi mulai bernapas. Tapi pada bayi lahir prematur, karena saat itu organnya tidak siap, misalnya gelembung paru-paru tak bisa mekar atau membuka, sehingga udara tidak masuk. Itu sebabnya ia tak bisa menangis. Ini yang namanya penyakit respiratory distress syndrome (RDS). Tidak membukanya gelembung paru-paru tersebut karena ada suatu zat, surfactan, yang tak cukup sehingga gelembung paru-paru atau unit paru-paru yang terkecil yang seperti balon tidak membuka. Ibaratnya, seperti balon kempis.

Gejala pada kelainan jantung bawaan adalah napas sesak. Ada juga yang misalnya sedang menyusui atau beraktivitas lainnya, mukanya jadi biru dan ia jadi pasif. Jadi, penyakitnya itu utamanya karena kelainan jantung dan secondary-nya karena masalah pernapasan. Jadi, biasanya sesak napas yang terjadi ini tidak bersifat mendadak. Walaupun demikian, tetap harus segera dibawa ke dokter.

Kelainan pada jalan napas/trakea.
Kelainan bawaan/kongenital ini pun paling banyak ditemui pada bayi. Gejalanya, napas sesak dan napas berbunyi "grok-grok". Kelainan ini terjadi karena adanya hubungan antara jalan napas dengan jalan makanan/esophagus. Kelainan ini dinamakan dengan trackeo esophageal fistula. Akibat kelainan itu,ada cairan lambung yang bisa masuk ke paru-paru. Tentunya ini berbahaya sekali. Sehingga pada usia berapa pun diketahuinya, harus segera dilakukan tindakan operasi. Tak mungkin bisa menunggu lama karena banyak cairan lambung bisa masuk ke paru-paru.

Sebelum operasi pun dilakukan tindakan yang bisa menolong jiwanya, misal dengan dimasukkan selang ke jalan napas sehingga cairan dari lambung tak bisa masuk. Biasanya sesak napasnya tampak begitu waktu berjalan 1-3 jam setelah bayi lahir. Nah, bila ada sesak napas seperti ini, prosedur yang harus dilakukan adalah dilakukan foto rontgen segera untuk menganalisanya.

Tersedak air ketuban.
Ada juga penyakit-penyakit kelainan perinatologi yang didapat saat kelahiran. Bukankah saat dalam kandungan bayi minum dan buang air dalam air ketuban? Nah, karena suatu hal, misalnya stres pada janin, ketuban jadi keruh dan air ketuban ini masuk ke paru-paru bayi. Hal ini akan mengakibatkan kala lahir ia langsung tersedak.

Bayi tersedak air ketuban akan ketahuan dari foto rontgen, yaitu ada bayangan "kotor". Biasanya ini diketahui pada bayi baru lahir yang ada riwayat tersedak, batuk, kemudian sesak napasnya makin lama makin berat. Itulah mengapa, pada bayi baru lahir kita harus intensif sekali menyedot lendir dari mulut, hidung atau tenggorokannya. Bahkan kalau tersedak air ketubannya banyak atau massive, harus disedot dari paru-paru atau paru-parunya dicuci dengan alat bronchowash. Lain halnya kalau air ketubannya jernih dan tak banyak, tak jadi masalah. Biasanya dengan obat saja sudah sembuh, tak usah dicuci paru-parunya.

Namun kalau air ketubannya hijau dan berbau, harus disedot dan "dicuci" paru-parunya. Sebab, karena tersedak ini, ada sebagian paru-parunya yang tak bisa diisi udara/atelektasis atau tersumbat, sehingga menyebabkan udara tak bisa masuk. Akibatnya, jadi sesak napas. Biasanya kalau di-rontgen,bayangannya akan terlihat putih.

Selain itu, karena tersumbat dan begitu hebat sesak napasnya,ada bagian paru-paru yang pecah/kempes/pneumotoraks. Ini tentu amat berbahaya. Apalagi kejadiannya bisa mendadak dan menimbulkan kematian. Karena itu bila sesak napas seperti ini, harus lekas dibawa ke dokter untuk mendapatkan alat bantu napas/ventilator.

Seram sekali, ya, Bu-Pak? Karena itulah kala melahirkan si kecil, sebaiknya kita didampingi dokter anak, sehingga dia bisa menilai sistem pernapasan anak, apakah baik atau tidak.

Pembesaran kelenjar thymus.
Ada lagi napas sesak karena beberapa penyakit yang cukup merisaukan yang termasuk kelainan bawaan juga. Gejalanya tidak begitu kuat. Biasanya bayi-bayi ini pun lahir normal, tak ada kelainan, menangisnya pun kuat.

Hanya saja napasnya seperti orang menggorok dan semakin lama makin keras, sampai suatu saat batuk dan berlendir. Kejadian ini lebih sering dianggap karena susu tertinggal di tenggorokan. Namun ibu yang sensitif biasanya akan membawa kembali bayinya ke dokter. Biasanya kemudian diperiksa dan diberi obat. Bila dalam waktu seminggu tak sembuh juga, baru dilakukan rontgen.

Penyebabnya biasanya karena ada kelainan pada jalan napas, yaitu penyempitan trakea. Ini dikarenakan adanya pembesaran kelenjar thymus. Sebetulnya setiap orang punya kelenjar thymus. Kelenjar ini semasa dalam kandungan berfungsi untuk sistem kekebalan. Letaknya di rongga mediastinum (diantara dua paru-paru). Setelah lahir karena tidak berfungsi, maka kelenjar thymus akan menghilang dengan sendirinya. Namun adakalanya masih tersisa: ada yang kecil, ada juga yang besar; baik hanya satu atau bahkan keduanya. Nah, kelenjar thymus yang membesar ini akan menekan trakea. Akibatnya, trakea menyempit dan mengeluarkan lendir. Itu sebabnya napasnya berbunyi grok-grok dan keluar lendir, sehingga jadi batuk.

Pengobatannya biasanya dilakukan dengan obat-obatan khusus untuk mengecilkan kelenjar thymus agar tidak menekan trakea. Pemberian obat dalam waktu 2 minggu. Kalau tak menghilang, diberikan lagi pengobatan selama seminggu. Sebab, jika tidak diobati, akan menganggu pertumbuhan si bayi. Berat badan tak naik-naik, pertumbuhannya kurang, dan harus banyak minum obat.

Kelainan pembuluh darah.
Ada lagi kelainan yang gejalanya seperti mendengkur atau napasnya bunyi (stridor), yang dinamakan dengan vascular ring. Yaitu,adanya pembuluh darah jantung yang berbentuk seperti cincin (double aortic arch) yang menekan jalan napas dan jalan makan. Jadi, begitu bayi lahir napasnya berbunyi stridor.

Terlebih kalau ia menangis, bunyinya semakin keras dan jelas. Bahkan seringkali dibarengi dengan kelainan menelan, karena jalan makanan juga terganggu. Pemberian makanan yang agak keras pun akan menyebabkannya muntah, sehingga anak lebih sering menghindari makanan padat dan maunya susu saja.

Pengobatannya, bila setelah dirontgen tidak ditemui kelenjar thymus yang membesar, akan diminta meminum barium untuk melihat apakah ada bagian jalan makan yang menyempit. Setelah diketahui, dilakukan tindakan operasi, yaitu memutuskan salah satu aortanya yang kecil.

Tersedak makanan.
Tersedak atau aspirasi ini pun bisa menyebabkan sesak napas. Bisa karena tersedak susu atau makanan lain, semisal kacang. Umumnya karena gigi mereka belum lengkap, sehingga kacang yang dikunyahnya tidak sampai halus. Kadang juga disebabkan mereka menangis kala mulutnya sedang penuh makanan. Atau ibu yang tidak berhati-hati kala menyusui, sehingga tiba-tiba bayinya muntah. Mungkin saja sisa muntahnya ada yang masih tertinggal di hidung atau tenggorokan. Bukankah setelah muntah, anak akan menangis? Saat menarik napas itulah, sisa makanan masuk ke paru-paru.

Akibatnya, setelah tersedak anak batuk-batuk. Mungkin setelah batuk ia akan tenang, tapi setelah 1-2 hari napasnya mulai bunyi. Bahkan bisa juga kemudian terjadi peradangan dalam paru-paru. Anak bisa panas karena terjadi infeksi. Yang sering adalah napas berbunyi seperti asma dan banyak lendir.

Biasanya setelah dilakukan rontgen akan diketahui adanya penyumbatan/atelektasis. Pengobatan dapat dilakukan dengan bronkoskopi, dengan mengambil cairan atau makanan yang menyumbatnya.

Selain makanan, akan lebih berbahaya bila aspirasi terjadi karena minyak tanah atau bensin, meski hanya satu teguk. Ini bisa terjadi karena kecerobohan orang tua yang menyimpan minyak tanah/bensin di dalam botol bekas minuman dan menaruhnya sembarangan. Bahayanya bila tersedak minyak ini, gas yang dihasilkan minyak ini akan masuk ke lambung dan menguap, kemudian masuk ke paru-paru, sehingga bisa merusak paru-paru. Akan sangat berbahaya pula kalau dimuntahkan, karena akan langsung masuk ke paru-paru. Jadi, kalau ada anak yang minum minyak tanah/bensin jangan berusaha dimuntahkan, tapi segera ke dokter. Oleh dokter, paru-parunya akan "dicuci" dengan alat bronkoskop.

Infeksi.
Selain itu sesak napas pada bayi bisa terjadi karena penyakit infeksi. Bila anak mengalami ISPA (Infeksi saluran Pernapasan Akut) bagian atas, semisal flu harus ditangani dengan baik. Kalau tidak sembuh juga, misalnya dalam seminggu dan daya tahan anak sedang jelek, maka ISPA atas ini akan merembet ke ISPA bagian bawah, sehingga anak mengalami bronkitis, radang paru-paru, ataupun asmatik bronkitis. Gejalanya, anak gelisah, rewel, tak mau makan-minum, napas akan cepat, dan makin lama melemah. Biasanya juga disertai tubuh panas, sampai sekeliling bibir biru/sianosis, berarti pernapasannya terganggu. Penyebabnya ini akan diketahui dengan pemeriksaan dokter dan lebih jelasnya lagi dengan foto rontgen. Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotika. Biasanya kalau bayi sudah terkena ISPA bawah harus dilakukan perawatan di rumah sakit. Setelah diobati,umumnya sesak napas akan hilang dan anak sembuh total tanpa meninggalkan sisa, kecuali bagi yang alergi.