SITE STATUS
Jumlah Member :
493.603 member
user online :
1227 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: terlihat urat di atas hidung antara kedu

New Topic :  
Jumlah Posts : 11
Jumlah di-Like : belum ada like
Ass..bunda smuanya slm kenal yaa,,, ini aq punya artikel tentang "mitos bayi baru lahir" bukan mitos tentang kehamilan,,, tapi kali2 aja bisa dibaca2,, hehe... 

Mitos: Gurita bayi mencegah perut buncit.

Fakta: Salah. Pemakaian gurita pada bayi (terutama bayi perempuan) sama sekali tidak ada hubungannya dengan upaya pencegahan agar perut tidak melar ketika dewasa. Ketika dilahirkan, semua bayi memiliki perut yang ukurannya lebih besar daripada dada. Seiring pertambahan usia, perut bayi akan terlihat mengecil. Pemakaian gurita malah sebaiknya dihindari, karena membuat bayi susah bernapas.

Mitos: Uang logam yang ditempel di pusar bisa mencegah bodong.

Fakta: Salah. Tak hanya mitos, hal ini berbahaya karena uang logam (yang pastinya kotor) bisa menyebabkan infeksi! Pusar menonjol alias bodong adalah kondisi yang wajar. Otot dinding perut pada bayi masih lemah, sehingga bisa mempengaruhi bentuk pusar. Jangan khawatir karena seiring bertambah kuatnya dinding perut, bentuk pusar juga akan mengalami  perubahan.

Mitos: Agar mancung, tarik-tarik hidung bayi sejak dini.

Fakta: Salah. Anatomi hidung seseorang ditentukan oleh bentuk tulang hidung dan ini bersifat genetis.

Mitos: Bedong membuat bayi tidur nyaman dan tak ‘masuk angin’.

Fakta: Benar. Bedong memang bisa mencegah ‘masuk angin’ dan membuat bayi tidur nyenyak. Ketika dibedong, bayi merasa seperti sedang dipeluk. Hasilnya? Ia merasa nyaman dan hangat.

Mitos: Jangan ajak bayi ke luar rumah sebelum 40 hari.

Fakta: Benar. Bayi yang usianya masih dalam hitungan hari memiliki daya tahan tubuh yang amat rendah. Begitu ada kuman atau virus yang masuk kedalam tubuhnya, ia mudah jatuh sakit.

Mitos: Embun pagi di rumput akan membuat anak cepat berjalan.

Fakta: Benar. Paduan antara dinginnya embun pagi dan tekstur rumput memang bisa merangsang saraf-saraf yang ada di telapak kaki anak.Rangsangan ini nantinya akan diteruskan ke otak. Saat kakinya diletakkan di atas rumput, anak akan merasa nyaman (seolah-olah dipijat!) dan hal itu akan memancingnya untuk melangkah. 

   


09-12-2007 00:23:18 DUNIA BAYI
Jumlah Posts : 368
Jumlah di-Like : 1
BAYI TAK BOLEH DIPAKAIKAN GURITA
Begitu kata dokter, kebalikan dari kebiasaan yang terjadi selama ini. Memang, tak sedikit kebiasaan turun- temurun dalam merawat bayi yang bertentangan dengan dunia medis. Bagaimana kita menyikapinya?



Dalam merawat sang buah hati, hampir bisa dipastikan kita akan "dihujani" oleh segala macam nasihat ataupun larangan dari lingkungan, entah kakek-nenek, orang tua, kaum kerabat, maupun tetangga. Umumnya, nasihat/larangan tersebut merupakan kebiasaan-kebiasaan praktek perawatan bayi yang bersifat turun-temurun.


Namun, "seringkali nasihat dan larangan tersebut tak bisa diterima akal sehat, meskipun ada pula yang kedengarannya masuk akal," ujar dr. Eric Gultom, Sp.A. dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo dalam cara Ibu Bayi dan Balita di ANTeve, kerja sama nakita dengan PT Endrass Perdana. Misalnya, bayi tak boleh digendong dengan kedua tungkai memeluk tubuh ibu agar kelak tungkainya tak pengkor, bengkok, atau melengkung. Begitu pula dengan nasihat untuk membedong bayi agar kelak bentuk kakinya jadi bagus.


"Kedengarannya memang masuk akal bahwa cara menggendong dengan posisi demikian mungkin saja akan menyebabkan pengkar. Apalagi pada kenyataannya, saat lahir, tungkai bayi memang penampilannya bengkok atau melengkung," tutur Eric yang juga berpraktek di RSIA Lestari, Cirendeu dan RS Medistra. Tapi, lanjutnya, bila dijelaskan dengan cara lain, akan tampak penjelasan tersebut kurang masuk akal.


Semua bayi, tutur Eric, kakinya memang akan tampak melengkung ketika lahir. Pasalnya, rongga rahim sangat terbatas ruangnya. Nah, agar si bayi cukup dalam rongga rahim, posisinya harus sedemikian rupa sehingga kedua tungkai dalam posisi bersila dan melengkung ke atas. "Tentunya dalam posisi demikian selama 9 bulan, akan menyebabkan kedua tungkai penampilannya melengkung ketika lahir." Selain itu, tulangnya masih lebih lunak dan sedang bertumbuh sehingga gampang sekali terbentuk melengkung.

Kendati demikian, tungkai yang melengkung ini berangsur-angsur akan lurus kembali sejalan dengan pertumbuhan bayi. Kecuali bila ada faktor genetik dimana salah satu orang tua penampilan tungkainya tak lurus atau melengkung, akan diturunkan pada anaknya. Jadi, tukas Eric, "melengkung tidaknya tungkai tak tergantung posisi ketika menggendong bayi." Begitupun bila bayi tak dibedong, kakinya akan tumbuh lurus sesuai potensi genetik yang dimilikinya.


MEMBAHAYAKAN BAYI


Berbagai praktek perawatan bayi yang mengikuti kebiasaan-kebiasaan turun-temurun ini, menurut Eric, seringkali bukan hanya kurang dapat diterima dasar ilmiahnya, tapi juga bisa merugikan. Misalnya, pemakaian gurita untuk bebat perut bayi. Kata orang, supaya bayi jangan masuk angin." Ada pula yang bilang, agar perutnya enggak besar dan pusarnya enggak bodong.

Dalam dunia medis, tuturnya, tak dikenal istilah masuk angin. "Istilah ini mungkin maksudnya aerophagia , yaitu bayi banyak mengandung udara di lambungnya sehingga terlihat kembung. Hal ini bisa disebabkan bayi menangis lama atau cara minum susu botol kurang betul." Jadi, Bu-Pak, sama sekali tak ada kaitannya dengan pemakaian gurita.


Begitupun dengan perut besar dan pusar bodong. "Besar kecilnya perut ditentukan oleh ketebalan kulit, lemak kulit, dan otot perut yang sanggup menahan daya dorong isi perut atau usus keluar. Secara alamiah, usus, kan, berusaha mendorong keluar," terang Eric. Nah, pada bayi, lanjutnya, kulit maupun lemak dan ototnya masih tipis karena belum tumbuh, sehingga belum mampu menahan ususnya yang mendorong keluar. Jadilah si bayi kelihatannya seperti kembung, perutnya agak besar. "Nanti, bila kulit dan lemak serta ototnya sudah lebih tebal, akan lebih sanggup menahan daya dorong tersebut." Jadi, tak akan gendut lagi, kecuali kalau makannya memang banyak.


Sama halnya dengan pusar bodong, "Bila perutnya membesar, tentu pusarnya akan menonjol, dong," tukas Eric. Tak demikian halnya setelah ketebalan kulit, lemak kulit, dan ototnya bertumbuh menjadi lebih tebal. Jadi, bukan lantaran dipakaikan gurita maka pusarnya jadi enggak bodong. Jikapun si bayi sampai punya pusar bodong, menurut Eric, karena bagian dari puntung tali pusatnya memang sejak awalnya sudah lebih besar. "Jadi, sejak lahir pusarnya memang sudah bodong, bukan karena tak dipakaikan gurita."

Pemakaian gurita, tutur Eric lebih lanjut, sebenarnya justru dapat merugikan bayi. "Bayi jadi kepanasan dan banyak keringat sehingga bisa mengalami keringet buntet di bawah lapisan gurita." Selain itu, bila pemakaian gurita terlalu ketat, "akan mengganggu gerak pernafasan bayi." Soalnya, bayi bernafas lebih dominan menggunakan gerak pernafasan perut. Jadi kalau kita bebat dia erat-erat di bagian perut, tentu akan mengganggu pernafasannya."


Contoh lain dari kebiasaan turun-temurun yang membahayakan bayi ialah membubuhkan bahan-bahan tradisional pada tali pusat yang belum puput. Hal ini bisa menimbulkan infeksi. "Perawatan tali pusat cukup dilakukan dengan menggunakan alkohol 70 persen," ujar Eric. Sebab, alkohol 70 persen dapat membunuh kuman dan mencegah berkembang-biaknya kuman, sehingga tali pusat pun terhindar dari infeksi.


Masih banyak lagi kebiasaan-kebiasaan turun-temurun yang sampai sekarang masih sering dijumpai dalam praktek perawatan bayi sehari-hari. Saran Eric, sebaiknya Bapak dan Ibu tanyakan dulu kepada dokter, apakah ada bahayanya bagi bayi Anda. Bila tidak, prakteknya terpulang kepada Bapak-Ibu sendiri sebagai orang tua si bayi.






Julie Erikania




ANEKA KEBIASAAN TURUN-TEMURUN PERAWATAN BAYI


*ASI

ASI harus dibuang dulu sebelum menyusu. Alasannya, ASI yang keluar adalah ASI lama (basi).


ASI tak pernah basi! Biasanya yang dimaksud dengan ASI lama adalah ASI yang berwarna kekuningan dan kental; penampilannya memang seperti cairan tak segar. Padahal, ASI kekuningan tersebut yang paling baik mutunya. "Kandungan nutriennya paling tinggi dan memang diperolehnya pada tetesan ASI paling awal," jelas Eric Gultom.


Warna dan penampilan ASI putih keruh serta encer sering pula diasumsikan sebagai ASI kualitas jelek. Hal ini sama sekali tak benar! "Warna dan kejernihan ASI sangat tergantung bahan nutrien yang terkandung di dalamnya," jelasnya lagi. Perlu diingat, tak ada ibu yang mempunyai ASI seputih dan seindah penampilan susu formula. Namun begitu, kualitas ASI tak dapat ditandingi oleh susu formula manapun.


Usai melahirkan, ibu harus makan ayam arak agar tubuhnya hangat dan ASI-nya banyak atau minum jamu-jamuan untuk kesegaran ibu.


Hal ini justru berbahaya karena sering berpengaruh terhadap kandungan nutrien ASI dan menyebabkan bayi kuning. Kandungan dalam ayam arak -mungkin araknya- dan jamu-jamuan, menurut observasi dokter dan para bidan, seringkali berkaitan dengan timbulnya kuning pada bayi, suatu keadaan yang secara medis disebut ikterus atau hiperbilirubinemia. "Bila kadar kuningnya tinggi, dapat membahayakan bayi karena, bahan kuning ini bukan hanya akan melekat di mata maupun kulit sehingga jadi kuning, tapi juga di sel-sel otak," terang Eric.


* MEMANDIKAN BAYI


Bayi harus dimandikan dengan air hangat agar tak masuk angin.


Memandikan bayi dengan air hangat tak perlu apabila bayi Anda normal, cukup bulan dan dalam keadaan sehat. Mandikanlah sehari dua kali, gunakan sabun bayi dan cuci rambut dengan sampo bayi. Perlakukan bayi sebagaimana layaknya Anda sebagai orang sehat mandi dan mencuci rambut.


"Mandi dengan air hangat tujuannya terutama agar bayi tak kedinginan atau hipotermi dalam bahasa kedokterannya. Tapi, sebagai bayi normal yang sehat, bayi Anda dapat beradaptasi dengan keadaan tersebut," terang Eric. Jadi, Bu-Pak, tak usah takut memandikan si kecil dengan air dingin selama kondisinya normal dan sehat serta dalam cuaca yang tak dingin.


Kepala tak boleh dibasahi saat bayi dimandikan.


Nasihat ini tentulah tak benar. Jika kepala bayi tak pernah dibasahi, kotoran di kepala jadi menumpuk dan bercampur dengan endapan lemak sehabis dilahirkan. Akibatnya, timbullah kerak kepala yang sering disebut sarapen atau dalam istilah medisnya, dermatitis seboroik.


Bayi tak boleh dimandikan jika tali pusatnya belum lepas.

Salah! Justru tali pusatnya harus dibersihkan, lalu dikeringkan dengan alkohol 70 persen.


* BEDAK DAN MINYAK-MINYAKAN


Kepala bayi perlu diberi pupur agar tak gampang pilek.


Tak ada hubungannya antara pilek dan diberi pupur. "Pilek lebih sering terjadi bila bayi tertular orang dewasa yang pilek dan mencium bayinya," urai Eric. Sebaliknya, pupur dapat menyebabkan banyak kerak di kepala dan merupakan media tumbuh kuman yang baik bila tak dibersihkan dengan baik.


Bayi harus dibedaki sesudah mandi agar tubuhnya harum. Sehabis BAK, selangkangannya dikeringkan dengan bedak. Begitu juga bila tubuhnya berkeringat, dikeringkan dengan bedak.


Sebaiknya bedak tak digunakan jika dimaksudkan untuk membuat tubuh bayi harum, mengeringkan keringat, bekas BAK atau sesudah cebok.


Di negeri tropis, bayi Anda memang akan cenderung lebih sering berkeringat. Campuran bedak dengan keringat, terang Eric, merupakan media yang baik untuk berkembang biaknya kuman di permukaan kulit, terutama di daerah tertutup dan lipatan leher, ketiak, atau selangkangan. Lagi pula campuran air dan bedak akan menutup pori-pori kulit bayi yang sangat halus dan menyumbat pernafasan kulit serta saluran kelenjar keringat, terutama bila diborehkan terlalu tebal. Hal ini menyebabkan lebih banyak keringet buntet dan ruam (kemerahan) di permukaan kulit.


Bedak hanya boleh dipakai untuk mencegah tergoresnya kulit kering. Akan tetapi, kulit kering jarang terjadi di negeri tropis karena udaranya cukup lembab sehingga kulit cenderung lebih basah; berbeda di negara empat musik yang kelembaban udaranya lebih rendah. Jikapun Anda ingin si kecil dipakaikan bedak, sebaiknya bubuhkan tipis-tipis di permukaan kulit, terutama bagian tubuh yang mudah tergores.


Bagaimana dengan minyak-minyakan dan baby oil?


Bahan minyak-minyakan, misalnya, minyak telon dan minyak kayu putih, sering diborehkan dengan alasan mencegah masuk angin dan menghangatkan tubuh bayi, terutama minyak kayu putih. Jadi, hal ini sering dipraktekkan.


Namun demikian, ingat Eric, pemakaiannya harus hati-hati. Soalnya, respons kulit bayi terhadap kandungan minyak telon dan minyak kayu putih berbeda-beda. Jika timbul kemerahan dan gejala iritasi (kulit kering seperti terbakar dan bersisik/beruntusan), sebaiknya pemakaian dihentikan.

Baby oil lebih parah lagi dalam menyumbat pori-pori kulit dan saluran kelenjar keringat karena partikelnya lebih besar dan lebih kental. Jadi, sebaiknya tak diberikan untuk kulit bayi Anda.


* MAKANAN


Bayi harus diberi pisang atau nasi kepal/ulek agar tak kelaparan.


Salah dan berbahaya! Sistem pencernaannya belum sanggup mencerna atau menghancurkan makanan tersebut. Dengan demikian, makanan tersebut akan mengendap di lambung dan menyumbat saluran pencernaan, sehingga akhirnya bayi jadi muntah. Itulah mengapa, sebelum usia 4 bulan, bayi belum boleh diberikan makanan tambahan. Jadi, Bu-Pak, tak usah takut si kecil akan kelaparan. Toh, di usia tersebut, makanannya memang cuma ASI dan ia pun boleh menyusu ASI sepuasnya kapanpun ia menginginkannya.


Bayi harus diberi susu lebih kental agar cepat gemuk.


Salah! Susu yang sangat kental juga tak dapat dicerna dan menyebabkan endapan susu di lambung sehingga bayi jadi muntah.


Bayi boleh diberi air tajin sebagai pengganti susu/pelarut susu.


Air tajin tak dapat menggantikan susu karena kandungan nutriennya kurang; juga, tak perlu dipakai sebagai pelarut bila pengenceran susu dengan air matang sudah sesuai petunjuk pelarutan yang diberikan pada setiap kemasan susu kaleng.


Susu kaleng perlu dicampur-campur (berbagai merek dagang) agar keunggulan masing-masing susu dapat dikonsumsi sekaligus oleh bayi.


Jangan termakan iklan, dong! Semua keunggulan yang diiklankan tersebut tak ada yang dapat menyaingi keunggulan ASI.


BILA BAYI PANAS


Baluri seluruh tubuhnya dengan bawang merah.


Bau, dong! Panas tak pernah turun karena bawangnya, tapi karena waktu memborehkan bawang, semua baju dibuka dan terjadi penguapan dari permukaan kulit yang basah. Itulah mengapa, praktek membungkus bayi rapat-rapat dengan beberapa lapis pakaian pada waktu bayi panas justru akan menyebabkan suhu tubuh semakin panas. Bila bayi panas, jangan membungkus bayi terlalu rapat atau dengan pakaian terlalu tebal.


"Malah lebih baik kalau semua pakaiannya dilepaskan, agar terjadi penguapan atau pelepasan panas dari tubuh bayi ke udara sekitar," tutur Eric. Bahkan, dikompres sambil telanjang pun boleh. Namun tentunya, sebelum itu si bayi sudah diberi obat penurun panas. Tak usah cemas bayi Anda akan semakin parah sakitnya. Kecuali, bila kemudian Anda tak membawanya ke dokter untuk mengatasi penyebabnya. Bukankah penyebabnya yang harus diatasi, karena penyebabnya inilah yang membuat si bayi menjadi panas.


Lepaskan semua pakaian bayi, lalu dekap di dada ibu/ayah yang tanpa busana pula. Dengan demikian bisa menurunkan panas.


Memang hal ini juga bisa dilakukan pada bayi yang mengalami panas untuk mengurangi panasnya. Tapi panas badan kita, kan, normalnya 37 derajat Celcius, sedangkan suhu udara jauh lebih rendah, sekitar 28-30 derajat Celcius. Jadi, penetralannya lebih baik ketimbang badan ibu/bapaknya.


* DIURUT


Bayi perlu diurut bila mengalami keseleo/kecengklak.


Dunia medis tak mengenal istilah keseleo/kecengklak. Mengurut bayi justru dapat menyebabkan cedera jaringan bila cara pijatan dan urutannya berlebihan, apalagi di tempat-tempat organ berbahaya semisal perut.


* TIDUR


Bayi tak boleh tidur ditengkurapkan karena susah bernafas.


Salah! Tidur tengkurap lebih nyaman buat bayi karena membuatnya lebih nyenyak dan tak rewel, serta membantu rekoil pernafasan dada lebih teratur. Sejak lahir pun, setiap saat diletakkan di tempat tidur, bayi boleh ditengkurapkan. Pengalaman menunjukkan, dengan sering ditengkurapkan, perkembangan motoriknya angkat kepala, tengkurap, bolak-balik, duduk, dan sebagainya- lebih baik.


Keberatan tidur tengkurap belakangan ini sering dikaitkan dengan tulisan mengenai SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) yang sering terjadi di negeri Barat karena bayi tidur di ranjang terpisah dari orang tua, kadang di kamar yang terpisah pula. Sedangkan di Indonesia, umumnya bayi tidur di samping orang tua dan jarang sekali ditinggal sendiri. Jadi, tak perlu takut dengan SIDS hanya karena menengkurapkan bayi.


* PERAWATAN UMUM


Bayi tak boleh didudukkan karena takut susah kencing.


Tidak benar! Jikapun nasihat ini diikuti, boleh saja; toh, tak akan merugikan bayi.


Bila bayi kembung, laburi perutnya dengan daun-daunan obat.


Justru berbahaya bila kulit bayi sangat sensitif karena menimbulkan iritasi. Bila bayi mengalami kembung, cukup ditengkurapkan; karena dalam posisi tersebut, bayi akan banyak mengeluarkan angin. Nanti kembungnya akan hilang sendiri.


Bayi perlu diberi penghitam mata di alis mata (sipat) agar matanya jernih.


Tak ada hubungannya antara mata jernih dengan pemberian penghitam mata. Jikapun ingin diberikan, boleh saja karena tak ada bahayanya bagi bayi.


Jika bayi sering belekan, baluri di atas alis matanya dengan kunyit yang sudah dihaluskan agar saat bangun tidur, tahi matanya keluar semua sehingga enggak belekan lagi.


Salah! Mata belekan disebabkan saluran mata -masing-masing di sudut mata dekat hidung- bayi masih terlalu halus (salurannya masih sempit sekali) sehingga bila ada kotoran atau partikel-partikel di sudut mata yang mau dibersihkan di saluran tersebut namun ukurannya lebih besar dari salurannya, maka mengumpullah kotorannya di sudut mata. Itulah yang disebut belekan. Untuk mengatasinya, lakukan pemijatan sesering mungkin pada masing-masing saluran mata.








   
Jumlah Posts : 7
Jumlah di-Like : belum ada like
Bunda, dulu pas seminggu lahir mata sebelah kiri keluar kotoran berlebihan bahkan seperti belekan, pas kontrol seminggu itu katanya karena air mata belum sempurna, trus disuruh pijat bagian atas mata (antara mata kanan kiri/hidung atas) dan di jemur serta di kasih ASI yg banyak, tapi baby q umur 12minggu sekarang kok masih tetep bnyk dr pada yg kanan ya? ASI ku jg ga terlalu bancar/lancar jg soalnya, bagaimana ini bun? trus sekarang dia jg kayak flu (saya lihat hidungnya ada kotorannya jg, normal gak si).. sharing donk bun...­čś×
   


25-08-2015 09:49:57 hb rendah
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

Masa kehamilan merupakan masa dimana tubuh sangat membutuhkan asupan makan yang maksimal baik untuk jasmani maupun rohani (selalu rileks dan tidak stress). Di masa-masa ini pula, wanita hamil sangat rentan terhadap menurunnya kemampuan tubuh untuk bekerja secara maksimal.

Wanita hamil biasanya sering mengeluh, sering letih, kepala pusing, sesak nafas, wajah pucat dan berbagai macam keluhan lainnya. Semua keluhan tersebut merupakan indikasi bahwa wanita hamil tersebut sedang menderita anemia pada masa kehamilan. Penyakit terjadi akibat rendahnya kandungan hemoglobin dalam tubuh semasa mengandung. Anemia ini secara sederhana dapat kita artikan dengan kurangnya sel-sel darah merah di dalam darah daripada biasanya.

Anemia dalam kehamilan ialah suatu kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr % terutama pada trimester I dan trimester ke III. Kadar Hb yang normal untuk wanita hamil trimester akhir minimal 10,5 g/dL. Jika kurang, disebut anemia. Pada wanita tidak hamil, kadar normal Hb adalah 12-16 g/dL

Ibu Hamil Rentan Anemia.

Anemia dalam masa kehamilan merupakan hal yang sering terjadi. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa 35-75% perempuan pada negara berkembang dan 18% perempuan pada negara maju mengalami anemia dalam masa kehamilan.

Anemia dalam kehamilan dapat dibagi menjadi dua yaitu:

1. Anemia akibat perubahan yang normal terjadi dalam kehamilan

2. Anemia akibat adanya hal yang tidak normal.

Mengapa anemia dapat timbul tanpa adanya abnormalitas selama masa kehamilan? Karena selama kehamilan, jumlah plasma ibu meningkat sampai 50% (sekitar 1000 cc). Jumlah sel darah juga meningkat, tapi hanya 25% dan baru timbul pada kehamilan akhir. Hal inilah yang menyebabkan kadar hemoglobin merosot.

Penyebab anemia yang paling sering pada kehamilan selain anemia fisiologis yang telah dijelaskan di atas adalah anemia defisiensi besi. Kekurangan zat gizi yang satu ini merupakan penyebab 75% kasus anemia dalam kehamilan. Angka kejadiannya pada trimester pertama hanya 3-9%, dan meningkat 16-55% pada trimester ketiga. Biasanya anemia jenis ini terjadi pada ibu yang mengalami mual dan muntah yang berlebihan atau memiliki penyakit kronik.

Total simpanan besi tubuh pada perempuan tidak hamil adalah 2,2 g dan jumlah ini meningkat 3,2 g pada ibu hamil. Sekitar 500-600 mg di antaranya digunakan untuk membentuk sel darah merah, dan 300 mg di antaranya digunakan oleh janin.

Pada ibu hamil dengan simpanan zat besi yang cukup, kebutuhan zat besi harian adalah 27 mg per hari. Berbeda dengan ibu yang tidak hamil, yaitu hanya membutuhkan 18 mg per hari. Kebutuhan yang tinggi ini berusaha dicapai oleh tubuh dengan cara meningkatkan kapasitas penyerapan besi di usus. Selama kehamilan, usus dapat menyerap besi 40% lebih banyak. Namun, penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil sangat sulit mengejar kebutuhan besi melalui asupan makanan saja, terutama setelah memasuki paruh akhir kehamilan. Bahkan perempuan yang sehat pun seringkali tidak memiliki simpanan besi yang cukup untuk menunjang kebutuhan selama kehamilan.

Anemia akibat defisiensi besi perlu dibedakan dengan anemia akibat perubahan fisiologis. Caranya adalah dengan memeriksakan kadar simpanan besi yaitu ferritin dan kadar besi dalam darah yaitu serum iron. Kadar serum iron dan ferritin yang rendah jelas menggambarkan keadaan defisiensi besi. Namun terkadang, defisiensi besi belum sampai menyebabkan simpanan besi tubuh berkurang sehingga yang terlihat dalam pemeriksaan adalah kadar serum iron yang turun. Jika pasien minum suplementasi besi beberapa hari sebelum pemeriksaan pun, kadar serum iron dapat terlihat normal. Oleh karena itu, diskusikanlah hasil pemeriksaan dengan dokter untuk mendapatkan interpretasi yang benar.

Untuk mencegah keadaan defisiensi besi selama kehamilan, WHO merekomendasikan suplementasi besi 60 mg/hari yang dimulai sesegera mungkin setelah kehamilan diketahui dan diberikan sepanjang masa kehamilan. Jadi, mulailah tingkatkan asupan besi Anda dan sertakan suplementasi untuk mencegah kekurangan besi.

PENYEBAB ANEMIA PADA IBU HAMIL 

Anemia pada kehamilan disebabkan :

  • Meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin.
  • Kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi ibu hamil
  • Pola makan ibu terganggu akibat mual selama kehamilan
  • Adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi (Fe) pada wanita akibat persalinan sebelumnya dan menstruasi.

GEJALA ANEMIA

Gejala yang umum timbul adalah berdebar-debar, pucat, bernafas lebih cepat, cepat lelah, dan sakit kepala, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunnya kebugaran tubuh dan gangguan penyembuhan luka.

DAMPAK ANEMIA PADA IBU HAMIL

Efek anemia bagi ibu dan janin bervariasi dari ringan sampai berat. Bila kadar hemoglobin lebih rendah dari 6 g/dL, maka dapat timbul komplikasi yang signifikan pada ibu dan janin. Kadar hemoglobin serendah itu tidak dapat mencukupi kebutuhan oksigen janin dan dapat menyebabkan gagal jantung pada ibu. Beberapa penelitian juga menemukan hubungan antara anemia ibu pada trimester satu dan dua dengan kelahiran prematur (kurang dari 37 minggu).

Selain itu anemia pada ibu hamil juga menyebabkan hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak, Abortus, lamanya waktu partus karena kurang daya dorong rahim, pendarahan post – partum, rentan infeksi, rawan dekompensasi cordis pada penderita dengan Hb kurang dari 4 g – persen.

Hipoksia akibat anemia dapat menyebabkan shock bahkan kematian ibu saat persalinan, meskipun tak disertai pendarahan, kematian bayi dalam kandungan, kematian bayi pada usia sangat muda serta cacat bawaan, dan anemia pada bayi yang dilahirkan.

DIAGNOSA

Diagnosis Anemia pada ibu hamil biasanya ditegaskan dan dapat diketahui melalui pemeriksaan darah atau kadar hemoglobin (Hb)

PENANGANAN

Selain terapi obat penanganannya dapat dilakukan dengan terapi diet. Untuk memenuhi asupan zat besi, tingkatkan konsumsi bahan makanan tinggi zat besi (Fe) misalnya makanan hewani, kacang-kacangan, dan sayuran berwarna hijau tua. Defisiensi besi bukan satu-satunya penyebab anemia, tetapi apabila prevalensi anemia tinggi, defisiensi besi biasanya dianggap sebagai penyebab yang paling dominan. Pertimbangan itu membuat suplementasi tablet besi folat selama ini dianggap sebagai salah satu cara yang sangat bermanfaat dalam mengatasi masalah anemia.

Anemia dapat diatasi dengan meminum tablet besi atau Tablet Tambah Darah (TTD). Kepada ibu hamil umumnya diberikan sebanyak satu tablet setiap hari berturut-turut selama 90 hari selama masa kehamilan. TTD mengandung 200 mg ferrosulfat, setara dengan 60 miligram besi elemental dan 0.25 mg asam folat. Pada beberapa orang, pemberian preparat besi ini mempunyai efek samping seperti mual, nyeri lambung, muntah, kadang diare, dan sulit buang air besar. Agar tidak terjadi efek samping dianjurkan minum tablet setelah makan pada malam hari.

   
03-07-2015 21:09:09 hb 8,5
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

Masa kehamilan merupakan masa dimana tubuh sangat membutuhkan asupan makan yang maksimal baik untuk jasmani maupun rohani (selalu rileks dan tidak stress). Di masa-masa ini pula, wanita hamil sangat rentan terhadap menurunnya kemampuan tubuh untuk bekerja secara maksimal.

Wanita hamil biasanya sering mengeluh, sering letih, kepala pusing, sesak nafas, wajah pucat dan berbagai macam keluhan lainnya. Semua keluhan tersebut merupakan indikasi bahwa wanita hamil tersebut sedang menderita anemia pada masa kehamilan. Penyakit terjadi akibat rendahnya kandungan hemoglobin dalam tubuh semasa mengandung. Anemia ini secara sederhana dapat kita artikan dengan kurangnya sel-sel darah merah di dalam darah daripada biasanya.

Anemia dalam kehamilan ialah suatu kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr % terutama pada trimester I dan trimester ke III. Kadar Hb yang normal untuk wanita hamil trimester akhir minimal 10,5 g/dL. Jika kurang, disebut anemia. Pada wanita tidak hamil, kadar normal Hb adalah 12-16 g/dL

Ibu Hamil Rentan Anemia.

Anemia dalam masa kehamilan merupakan hal yang sering terjadi. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa 35-75% perempuan pada negara berkembang dan 18% perempuan pada negara maju mengalami anemia dalam masa kehamilan.

Anemia dalam kehamilan dapat dibagi menjadi dua yaitu:

1. Anemia akibat perubahan yang normal terjadi dalam kehamilan

2. Anemia akibat adanya hal yang tidak normal.

Mengapa anemia dapat timbul tanpa adanya abnormalitas selama masa kehamilan? Karena selama kehamilan, jumlah plasma ibu meningkat sampai 50% (sekitar 1000 cc). Jumlah sel darah juga meningkat, tapi hanya 25% dan baru timbul pada kehamilan akhir. Hal inilah yang menyebabkan kadar hemoglobin merosot.

Penyebab anemia yang paling sering pada kehamilan selain anemia fisiologis yang telah dijelaskan di atas adalah anemia defisiensi besi. Kekurangan zat gizi yang satu ini merupakan penyebab 75% kasus anemia dalam kehamilan. Angka kejadiannya pada trimester pertama hanya 3-9%, dan meningkat 16-55% pada trimester ketiga. Biasanya anemia jenis ini terjadi pada ibu yang mengalami mual dan muntah yang berlebihan atau memiliki penyakit kronik.

Total simpanan besi tubuh pada perempuan tidak hamil adalah 2,2 g dan jumlah ini meningkat 3,2 g pada ibu hamil. Sekitar 500-600 mg di antaranya digunakan untuk membentuk sel darah merah, dan 300 mg di antaranya digunakan oleh janin.

Pada ibu hamil dengan simpanan zat besi yang cukup, kebutuhan zat besi harian adalah 27 mg per hari. Berbeda dengan ibu yang tidak hamil, yaitu hanya membutuhkan 18 mg per hari. Kebutuhan yang tinggi ini berusaha dicapai oleh tubuh dengan cara meningkatkan kapasitas penyerapan besi di usus. Selama kehamilan, usus dapat menyerap besi 40% lebih banyak. Namun, penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil sangat sulit mengejar kebutuhan besi melalui asupan makanan saja, terutama setelah memasuki paruh akhir kehamilan. Bahkan perempuan yang sehat pun seringkali tidak memiliki simpanan besi yang cukup untuk menunjang kebutuhan selama kehamilan.

Anemia akibat defisiensi besi perlu dibedakan dengan anemia akibat perubahan fisiologis. Caranya adalah dengan memeriksakan kadar simpanan besi yaitu ferritin dan kadar besi dalam darah yaitu serum iron. Kadar serum iron dan ferritin yang rendah jelas menggambarkan keadaan defisiensi besi. Namun terkadang, defisiensi besi belum sampai menyebabkan simpanan besi tubuh berkurang sehingga yang terlihat dalam pemeriksaan adalah kadar serum iron yang turun. Jika pasien minum suplementasi besi beberapa hari sebelum pemeriksaan pun, kadar serum iron dapat terlihat normal. Oleh karena itu, diskusikanlah hasil pemeriksaan dengan dokter untuk mendapatkan interpretasi yang benar.

Untuk mencegah keadaan defisiensi besi selama kehamilan, WHO merekomendasikan suplementasi besi 60 mg/hari yang dimulai sesegera mungkin setelah kehamilan diketahui dan diberikan sepanjang masa kehamilan. Jadi, mulailah tingkatkan asupan besi Anda dan sertakan suplementasi untuk mencegah kekurangan besi.

PENYEBAB ANEMIA PADA IBU HAMIL 

Anemia pada kehamilan disebabkan :

  • Meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin.
  • Kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi ibu hamil
  • Pola makan ibu terganggu akibat mual selama kehamilan
  • Adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi (Fe) pada wanita akibat persalinan sebelumnya dan menstruasi.

GEJALA ANEMIA

Gejala yang umum timbul adalah berdebar-debar, pucat, bernafas lebih cepat, cepat lelah, dan sakit kepala, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunnya kebugaran tubuh dan gangguan penyembuhan luka.

DAMPAK ANEMIA PADA IBU HAMIL

Efek anemia bagi ibu dan janin bervariasi dari ringan sampai berat. Bila kadar hemoglobin lebih rendah dari 6 g/dL, maka dapat timbul komplikasi yang signifikan pada ibu dan janin. Kadar hemoglobin serendah itu tidak dapat mencukupi kebutuhan oksigen janin dan dapat menyebabkan gagal jantung pada ibu. Beberapa penelitian juga menemukan hubungan antara anemia ibu pada trimester satu dan dua dengan kelahiran prematur (kurang dari 37 minggu).

Selain itu anemia pada ibu hamil juga menyebabkan hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak, Abortus, lamanya waktu partus karena kurang daya dorong rahim, pendarahan post – partum, rentan infeksi, rawan dekompensasi cordis pada penderita dengan Hb kurang dari 4 g – persen.

Hipoksia akibat anemia dapat menyebabkan shock bahkan kematian ibu saat persalinan, meskipun tak disertai pendarahan, kematian bayi dalam kandungan, kematian bayi pada usia sangat muda serta cacat bawaan, dan anemia pada bayi yang dilahirkan.

DIAGNOSA

Diagnosis Anemia pada ibu hamil biasanya ditegaskan dan dapat diketahui melalui pemeriksaan darah atau kadar hemoglobin (Hb)

PENANGANAN

Selain terapi obat penanganannya dapat dilakukan dengan terapi diet. Untuk memenuhi asupan zat besi, tingkatkan konsumsi bahan makanan tinggi zat besi (Fe) misalnya makanan hewani, kacang-kacangan, dan sayuran berwarna hijau tua. Defisiensi besi bukan satu-satunya penyebab anemia, tetapi apabila prevalensi anemia tinggi, defisiensi besi biasanya dianggap sebagai penyebab yang paling dominan. Pertimbangan itu membuat suplementasi tablet besi folat selama ini dianggap sebagai salah satu cara yang sangat bermanfaat dalam mengatasi masalah anemia.

Anemia dapat diatasi dengan meminum tablet besi atau Tablet Tambah Darah (TTD). Kepada ibu hamil umumnya diberikan sebanyak satu tablet setiap hari berturut-turut selama 90 hari selama masa kehamilan. TTD mengandung 200 mg ferrosulfat, setara dengan 60 miligram besi elemental dan 0.25 mg asam folat. Pada beberapa orang, pemberian preparat besi ini mempunyai efek samping seperti mual, nyeri lambung, muntah, kadang diare, dan sulit buang air besar. Agar tidak terjadi efek samping dianjurkan minum tablet setelah makan pada malam hari.

   


28-06-2015 12:28:24 baby gak mw bobo di kasur
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

Tanpa kita sadari, ketika melihat disekeliling kita ada perbedaan tingkat kecerdasan dan kemandirian pada anak-anak. Perbedaan tersebut bukan karena orang tua bayi kaya atau miskin, akan tetapi hal tersebut terjadi karena salah merawat dan memperlakukan anak ketika masih bayi. Jadi janganlah heran bila masa bayi yang diperlakukan mulia akan menjadi anak-anak yang tumbuh sesuai dengan harapan orang tua.

Inti dari pembentukan kecerdasan bayi dimula pada perlakuaan orang tua terhadap bayi berusia 0 – 6 bulan. Bayi pada usia tersebut selain membutuhkan pertumbuhan tubuh yang sehat, sel dan selaput otak bayi harus dapat perlakuan khusus.

Bahaya Ayunan

Indonesia memiliki tradisi mengayunkan bayi sebagai salah satu bentuk kasih sayang. Jika bayi menangis, biasanya bayi akan digendong kemudian diayun-ayunkan agar ia berhenti menangis. Tetapi tindakan ini ternyata bisa berbahaya bagi bayi itu sendiri.

Shake baby syndrom adalah salah satu bentuk kejadian yang cukup sering terjadi pada bayi tanpa kita sadari. Selain diakibatkan karena trauma, ternyata shake baby syndrom juga bisa dipicu karena mengayun-ayunkan bayi.

”Shake artinya menggoyang atau mengguncang. Shake baby syndrom merupakan kumpulan gejala yang timbul akibat melakukan gerakan menggoyang bayi terlalu keras,” ujar dr. I Gusti Ngurah Suwarba, Sp.A. dari Sub Bagian Saraf Otak Bagian SMF IKA RS Sanglah.

Lanjutnya, mengayun-ayunkan bayi dalam batas tertentu mungkin tidak apa-apa, tetapi jika sering tidur diayunan membuat bayi mengalami guncangan pada kepalanya dan akan sangat berbahaya. Efek ayunan pada bayi menurut Suwarba bisa terjadi dalam jangka pendek atau jangka panjang.

Untuk jangka pendek atau akibat yang segera terlihat adalah bayi mengalami perdarahan di mata dan otak. Tanda-tanda jika anak mengalami perdarahan pada otaknya adalah ia sering menangis dengan suara melengking dan lama.

”Ciri-ciri bayi yang mengalami pendarahan pada selaput otak dan mata, ia sering menangis dengan suara yang melengking, karena bayi mengalami sakit di kepalanya yang luar biasa, akibat dari guncangan yang didapatkan dari efek ayunan,” jelas Suwarba, sembari menambahkan kualitas ayunan yang sempit (Bahan kain) juga salah satu penyebab berkurangnya pasokan oksigen ke otak bayi, yang dapat melemahkan pertumbuhan IQ.

Perdarahan yang disebabkan oleh ayunan tidak nampak atau meninggalkan bekas dan bukti. Beda jika perdarahan karena trauma atau jatuh.

Bagaimana pun, Struktur tubuh bayi yang masih sangat lemah bila mendapatkan guncangan/ayunan yang kuat dapat menyebabkan terjadinya tarikan/rentangan antara otak dengan selaput otak yang melekat pada tulang kepala. Rentangan ini menyebabkan terjadinya robekan pembuluh darah yang menghubungkan antara otak dengan selaput otak. Gejala yang paling ringan pada bayi yang terkena sindrom tersebut adalah pendarahan di retina (selaput jala) mata dan jangka panjang dapat menyebabkan kebutaan. Pendarahan di retina tidak dapat dilihat secara klinis tetapi harus menggunakan alat oleh ahli saraf mata.

Gejala lainnya yang bersifat umum dapat dilihat antara lain muntah-muntah, penurunan kesadaraan, serta perubahan pada pupil mata. Selain itu ayunan yang kuat, dapat membuat tulang kaki, tungkai, serta lengan patah. Ini dapat terjadi karena saat mengayun bayi, yang dipegang bukan badannya melainkan kaki, lengan/ketiaknya.

Bayi tetap akan dapat tidur dengan nyenyak tanpa harus diayun dengan kuat. Karena itu adalah sifat alamiah manusia. Bila bayi telah kenyang dan tubuhnya sehat, ia pasti akan mudah untuk tidur.

Berdasarkan data kejadian di USA per tahun terjadi 1.200-1.400 kasus shake baby syndrom dengan 7-30 persen meninggal dunia, 30-50% mengalami gangguan saraf dan kecerdasan, sementara sisanya tidak memperlihatkan efek yang nyata. Untuk di Indonesia sendiri menurut Suwarba kasusnya berfluktuasi.

Pernahkan Mama mengalami kejadian seperti ini saat sedang menyusui?

1. Tiba-tiba dalam waktu beberapa hari bayi terlihat sering ingin menyusu sepanjang hari.
2. Bayi tampak selalu haus dan tidak kenyang.
3. Bayi sering ingin bangun dan menyusu di malam hari dan rewel.

Kemudian setelah mengalami hal tersebut di atas selama beberapa hari (sekitar 2-3 hari), bayi tampak tenang dan lebih sering tidur dalam waktu 1-2 hari setelahnya. Jika Mama pernah merasakan bayi menunjukkan perilaku seperti ini, bisa saja bayi Anda sedang mengalami suatu periode pertumbuhan yang dinamakan growth spurt.

Bayi akan mengalami growth spurt atau disebut juga percepatan pertumbuhan biasanya dalam 12 bulan pertama kehidupannya. Percepatan pertumbuhan di sini artinya bayi “didorong” untuk tumbuh lebih cepat dari biasanya sehingga dia membutuhkan asupan ASI lebih banyak dan tubuh Mama akan mendapatkan “natural alert” untuk memproduksi dan menyuplai ASI lebih banyak lagi sesuai kebutuhan bayi. Jadi Mama tidak perlu khawatir ASI kurang. Ingat lagi prinsip pembentukan ASI berdasarkan demand and supply process, semakin bayi menyusu lebih sering dan banyak maka semakin banyak pula ASI yang dihasilkan.

Bagaimana kita tahu bayi kita sedang mengalami growth spurt? Berikut ini adalah tanda-tandanya:

1. Bayi menyusu lebih sering dari biasanya, kadang bisa setiap jam atau setiap 30 menit sekali atau hampir nonstop.
2. Bayi lebih rewel dari biasanya, begitu rewel dan disodorkan payudara, bayi langsung mau menyusu. Mudahnya bayi lebih memilih “nempel” langsung pada Mamanya.
3. Bayi sering bangun tengah malam untuk menyusu. Bayi seakan mengerti bahwa produksi hormon prolaktin paling tinggi pada malam hari.
4. Gejala ini bisa berlangsung selama 2-3 hari, beberapa kasus ada bayi yang mengalami growth spurt sampai 1 minggu. Setelah periode growth spurt, bayi akan tidur lebih tenang dan lebih lama selama 1-2 hari, seakan-akan dia letih habis bekerja keras. Lucu ya, Ma. :)

Begitu bayi menunjukkan tanda-tanda seperti ini, suplai ASI Mama juga akan meningkat selama beberapa hari disesuaikan dengan peningkatan kebutuhan bayi. Waktu-waktu tertentu dimana bayi mungkin mengalami growth spurt yaitu selama beberapa hari pertama pasca lahir (ketika bayi sudah pulang ke rumah, pulang dari rumah bersalin), usia 7-10 hari, usia 2-3 minggu, usia 4-6 minggu, usia 3 bulan, usia 4 bulan, usia 6 bulan, usia 9 bulan atau lebih. Waktu-waktu ini tidak jadi patokan karena masing-masing bayi menunjukkan pola yang berbeda.

Jika bayi menunjukkan gejala growth spurt seperti yang sudah disebutkan di atas, bagaimana cara menanganinya? Saya akan bagi bebebrapa tips yang bisa dicoba Mama:

1. Ikuti kemauan bayi. Jika dia ingin menyusu setiap 30 menit sampai 1 jam sekali, ikuti saja karena bayi yang paling tahu seberapa banyak asupan ASI yang dia butuhkan untuk mempercepat pertumbuhannya. Ketika bayi sering menyusu, sinyal yang dicetuskan ke badan Mama untuk menghasilkan ASI juga semakin banyak. Artinya tubuh akan terus memproduksi ASI lebih banyak lagi.
2. Bayi sehat 0-6 bulan yang mengalami growth spurt tidak membutuhkan asupan lain selain ASI. Pemberian susu formula dan makanan padat hanya akan mengganggu “natural alert” atau sinyal ke tubuh Mama untuk memproduksi ASI lebih banyak lagi. Selalu tanamkan di mind-set Mama bahwa ASI akan semakin banyak karena bayi yang terus menyusu.
3. Hilangkan pikiran negatif dan kekhawatiran bahwa bayi yang terus menyusu berarti belum kenyang karena ASI-nya kurang atau ASI tidak cukup. Pikiran Mama sangat mempengaruhi proses pengeluarkan oksitosin yang tugasnya menyuplai ASI. Pikiran negatif dapat mengganggu kerja oksitosin.
4. Hindari memberlakukan jadwal menyusu pada bayi. Ini dapat membuat bayi stress dan semakin rewel. Mama juga ikut stress dan pembentukan ASI bisa terhambat.
5. Mama biasanya lebih letih ketika bayi sedang growth spurt, jangan lupa tetap makan makanan dengan gizi seimbang, banyak minum air putih, tidurlah bersama bayi ketika ia tidur.
6. Tetap perhatikan tanda bayi mendapat cukup ASI yaitu dari kenaikan berat badan bayi pada grafik pertumbuhan, frekuensi BAK minimal 6x sehari, frekuensi BAB yang sering pada awal-awal kehidupannya dan bisa menjadi jarang mulai usia 40 hari.
7. Tetap tenang dan percaya diri.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu Mama menghadapi situasi saat bayi sedang mengalami growth spurt.

Selamat menyusui. :)

   
Jumlah Posts : 326
Jumlah di-Like : belum ada like

Anemia dalam masa kehamilan merupakan hal yang sering terjadi. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa 35-75% perempuan pada negara berkembang dan 18% perempuan pada negara maju mengalami anemia dalam masa kehamilan.

Anemia dalam kehamilan dapat dibagi menjadi dua yaitu:

1. Anemia akibat perubahan yang normal terjadi dalam kehamilan

2. Anemia akibat adanya hal yang tidak normal.

Mengapa anemia dapat timbul tanpa adanya abnormalitas selama masa kehamilan? Karena selama kehamilan, jumlah plasma ibu meningkat sampai 50% (sekitar 1000 cc). Jumlah sel darah juga meningkat, tapi hanya 25% dan baru timbul pada kehamilan akhir. Hal inilah yang menyebabkan kadar hemoglobin merosot.

Penyebab anemia yang paling sering pada kehamilan selain anemia fisiologis yang telah dijelaskan di atas adalah anemia defisiensi besi. Kekurangan zat gizi yang satu ini merupakan penyebab 75% kasus anemia dalam kehamilan. Angka kejadiannya pada trimester pertama hanya 3-9%, dan meningkat 16-55% pada trimester ketiga. Biasanya anemia jenis ini terjadi pada ibu yang mengalami mual dan muntah yang berlebihan atau memiliki penyakit kronik.

Total simpanan besi tubuh pada perempuan tidak hamil adalah 2,2 g dan jumlah ini meningkat 3,2 g pada ibu hamil. Sekitar 500-600 mg di antaranya digunakan untuk membentuk sel darah merah, dan 300 mg di antaranya digunakan oleh janin.

Pada ibu hamil dengan simpanan zat besi yang cukup, kebutuhan zat besi harian adalah 27 mg per hari. Berbeda dengan ibu yang tidak hamil, yaitu hanya membutuhkan 18 mg per hari. Kebutuhan yang tinggi ini berusaha dicapai oleh tubuh dengan cara meningkatkan kapasitas penyerapan besi di usus. Selama kehamilan, usus dapat menyerap besi 40% lebih banyak. Namun, penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil sangat sulit mengejar kebutuhan besi melalui asupan makanan saja, terutama setelah memasuki paruh akhir kehamilan. Bahkan perempuan yang sehat pun seringkali tidak memiliki simpanan besi yang cukup untuk menunjang kebutuhan selama kehamilan.

Anemia akibat defisiensi besi perlu dibedakan dengan anemia akibat perubahan fisiologis. Caranya adalah dengan memeriksakan kadar simpanan besi yaitu ferritin dan kadar besi dalam darah yaitu serum iron. Kadar serum iron dan ferritin yang rendah jelas menggambarkan keadaan defisiensi besi. Namun terkadang, defisiensi besi belum sampai menyebabkan simpanan besi tubuh berkurang sehingga yang terlihat dalam pemeriksaan adalah kadar serum iron yang turun. Jika pasien minum suplementasi besi beberapa hari sebelum pemeriksaan pun, kadar serum iron dapat terlihat normal. Oleh karena itu, diskusikanlah hasil pemeriksaan dengan dokter untuk mendapatkan interpretasi yang benar.

Untuk mencegah keadaan defisiensi besi selama kehamilan, WHO merekomendasikan suplementasi besi 60 mg/hari yang dimulai sesegera mungkin setelah kehamilan diketahui dan diberikan sepanjang masa kehamilan. Jadi, mulailah tingkatkan asupan besi Anda dan sertakan suplementasi untuk mencegah kekurangan besi.

PENYEBAB ANEMIA PADA IBU HAMIL 

Anemia pada kehamilan disebabkan :

  • Meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin.
  • Kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi ibu hamil
  • Pola makan ibu terganggu akibat mual selama kehamilan
  • Adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi (Fe) pada wanita akibat persalinan sebelumnya dan menstruasi.

GEJALA ANEMIA

Gejala yang umum timbul adalah berdebar-debar, pucat, bernafas lebih cepat, cepat lelah, dan sakit kepala, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunnya kebugaran tubuh dan gangguan penyembuhan luka.

DAMPAK ANEMIA PADA IBU HAMIL

Efek anemia bagi ibu dan janin bervariasi dari ringan sampai berat. Bila kadar hemoglobin lebih rendah dari 6 g/dL, maka dapat timbul komplikasi yang signifikan pada ibu dan janin. Kadar hemoglobin serendah itu tidak dapat mencukupi kebutuhan oksigen janin dan dapat menyebabkan gagal jantung pada ibu. Beberapa penelitian juga menemukan hubungan antara anemia ibu pada trimester satu dan dua dengan kelahiran prematur (kurang dari 37 minggu).

Selain itu anemia pada ibu hamil juga menyebabkan hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak, Abortus, lamanya waktu partus karena kurang daya dorong rahim, pendarahan post – partum, rentan infeksi, rawan dekompensasi cordis pada penderita dengan Hb kurang dari 4 g – persen.

Hipoksia akibat anemia dapat menyebabkan shock bahkan kematian ibu saat persalinan, meskipun tak disertai pendarahan, kematian bayi dalam kandungan, kematian bayi pada usia sangat muda serta cacat bawaan, dan anemia pada bayi yang dilahirkan.

DIAGNOSA

Diagnosis Anemia pada ibu hamil biasanya ditegaskan dan dapat diketahui melalui pemeriksaan darah atau kadar hemoglobin (Hb)

PENANGANAN

Selain terapi obat penanganannya dapat dilakukan dengan terapi diet. Untuk memenuhi asupan zat besi, tingkatkan konsumsi bahan makanan tinggi zat besi (Fe) misalnya makanan hewani, kacang-kacangan, dan sayuran berwarna hijau tua. Defisiensi besi bukan satu-satunya penyebab anemia, tetapi apabila prevalensi anemia tinggi, defisiensi besi biasanya dianggap sebagai penyebab yang paling dominan. Pertimbangan itu membuat suplementasi tablet besi folat selama ini dianggap sebagai salah satu cara yang sangat bermanfaat dalam mengatasi masalah anemia.

Anemia dapat diatasi dengan meminum tablet besi atau Tablet Tambah Darah (TTD). Kepada ibu hamil umumnya diberikan sebanyak satu tablet setiap hari berturut-turut selama 90 hari selama masa kehamilan. TTD mengandung 200 mg ferrosulfat, setara dengan 60 miligram besi elemental dan 0.25 mg asam folat. Pada beberapa orang, pemberian preparat besi ini mempunyai efek samping seperti mual, nyeri lambung, muntah, kadang diare, dan sulit buang air besar. Agar tidak terjadi efek samping dianjurkan minum tablet setelah makan pada malam hari.

   
Jumlah Posts : 326
Jumlah di-Like : belum ada like

Bawa bayi Anda terbang naik pesawat?

Buat orang tua yang akan melakukannya untuk pertama kali, membawa si buah hati naik pesawat bisa jadi pengalaman yang menimbulkan kecemasan. Selain berkonsultasi dengan dokter mengenai kesiapan si kecil, berikut adalah tips membawa bayi Anda naik pesawat, mulai dari persiapan booking tiket pesawat hingga tips agar si kecil tenang dan nyaman selama di pesawat.

Selain itu, simak juga ketentuan bayi dari tiap-tiap maskapai utama di Indonesia di bawah ini.

Sebelum booking tiket

Kapan usia aman bayi naik pesawat?

Ketentuan tiap maskapai bisa berbeda-beda, ada yang minimum usia 2 hari, ada yang minimum usia 14 hari. Maskapai biasanya akan meminta Surat Keterangan Medis dari dokter yang menyatakan bahwa bayi cukup sehat untuk terbang.

Bayi berusia di bawah 2 minggu memiliki risiko lebih besar. Dalam usia dini ini, daya tahan bayi masih sangat lemah dan karenanya rentan untuk terjangkit penyakit seperti batuk atau flu dari orang sekitar di ruang kabin pesawat nanti.

Jadi kapan usia terbaik untuk bayi naik pesawat? Usia minimum 3 bulan dianggap usia yang paling aman untuk bayi naik pesawat. Saat mencapai usia ini, daya tahan bayi sudah lebih kuat juga dalam menghadapi perubahan suhu udara.

Berapa harga tiket pesawat untuk bayi?

Umumnya, bayi digolongkan berusia di bawah 2 tahun (24 bulan) pada saat penerbangan. Sebagian besar maskapai mengharuskan bayi untuk duduk di pangkuan penumpang dewasa, dengan batasan satu orang dewasa hanya boleh membawa satu bayi.

Walau tidak memiliki tempat duduk sendiri, bayi tetap membutuhkan tiket, bukti usia seperti akte lahir, demikian juga paspor ketika terbang ke luar negri. Tiap maskapai memiliki ketentuan berbeda mengenai harga tiket bayi. Bagi beberapa maskapai, harga tiket bayi gratis. Namun ada juga maskapai yang menentukan tarif bayi yaitu sekian persen dari tarif dewasa, sekalipun bayi duduk di pangkuan penumpang dewasa. Jika bayi memiliki tempat duduk sendiri, tarif yang dikenakan serupa dengan tarif dewasa.

Apakah bayi mendapat jatah bagasi sendiri? Hal ini juga tergantung tiap maskapai. Pastikan hal ini dari maskapai terkait.

Barang-barang apa saja yang diperlukan selama penerbangan?

Antisipasi juga sekiranya terjadi delay. Di beberapa penerbangan internasional berlaku batasan untuk membawa cairan di kabin, namun ini tidak berlaku khusus untuk makanan/susu bayi:

Pastikan Anda memiliki barang-barang ini di dalam tas kabin Anda:

  • Bawa popok sekali pakai dan tissue basah, dikemas bersama di dalam sebuah tas/kantung kecil. Saat mengganti popok bayi di toilet pesawat, Anda jadi tidak perlu membawa seluruh tas kabin.
  • Baju cadangan untuk bayi dan juga Anda. Ini terutama untuk mengantisipasi hal-hal seperti ketumpahan, muntah, turbulensi dll.
  • Susu dan makanan bayi. Ini termasuk ASI yang sudah diperah dalam botol jika bayi Anda minum ASI.
  • Air panas di dalam botol untuk membuat makanan bayi.
  • Nursing apron atau celemek menyusui, yaitu kain yang berguna untuk menutupi ibu dan bayi saat menyusui maupun memerah susu di tempat umum.
  • Selimut untuk bayi. Walau di beberapa penerbangan jarak jauh (long-haul) disediakan selimut, bahannya bisa jadi tidak cocok untuk kulit bayi yang masih sensitif. Selain itu, bau selimut bayi Anda sendiri akan menyenangkan buat si bayi.
  • Empeng.
  • Mainan favorit bayi, dan juga mainan baru untuk mencegah bayi dari kebosanan.

Saat booking tiket

Saat memesan tiket, ada beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan, antara lain:

  • Waktu terbang. Untuk penerbangan jarak pendek, memilih waktu terbang siang bisa jadi keputusan terbaik karena itu adalah jam tidur siang bayi. Untuk penerbangan jarak jauh, waktu terbang malam adalah paling nyaman untuk bayi karena dia bisa tidur nyenyak di pesawat.
  • Jika bayi Anda sudah lebih besar, pesanlah satu tempat duduk ekstra untuk bayi, terutama untuk penerbangan jarak jauh.
  • Jika memungkinkan, book tempat duduk di bagian depan (bulkhead seat). Tempat duduk ini memiliki ruang lebih untuk kaki Anda dan lebih jauh dari mesin pesawat yang bising. Jika Anda book tiket secara online, informasikan hal ini sekali lagi melalui call center maskapai.
  • Pilih tempat duduk di gang (aisle) agar leluasa keluar masuk mengurus si kecil ke toilet atau berjalan-jalan di lorong kabin.
  • Cari tahu tentang peraturan kereta bayi (stroller) bagi tiap maskapai. Ada maskapai yang mengizinkan membawa stroller ke kabin, ada yang menggolongkan stroller sebagai bagasi.

Saat tiba di bandara

Usahakan untuk tiba jauh lebih awal di bandara, supaya Anda tidak tergesa-gesa sewaktu check-in dan melewati security (jika ke luar negri: bagian imigrasi). Jika Anda membawa bayi dengan stroller, maka stroller harus dilipat tiap kali melewati mesin scan security.

Selagi menunggu boarding, usahakan untuk bermain/beraktivitas dengan sang bayi agar dia kelelahan dan mudah tertidur saat sudah di atas pesawat.

Bagaimana agar bayi tenang selama di pesawat?

  • Usahakan untuk menyusui bayi Anda saat lepas landas dan mendarat. Menelan akan mencegah bayi dari mengalami kesakitan telinga akibat perubahan tekanan udara. Empeng juga dapat menolong.
  • Jika bayi nampak resah dan rewel, ajak dia berkeliling di lorong kabin dan melihat-lihat. Ini biasanya efektif untuk menenangkan bayi.
  • Suhu kabin cenderung dingin. Perlengkapi bayi dengan baju hangat, kaos kaki, penutup kepala dan sarung tangan.
  • Jika bayi dalam keadaan bangun selama penerbangan, sibukkan bayi dengan beraktivitas kecil agar dia tidak kebosanan. Jika dia masih rewel dengan mainannya, beri mainan baru.
  • Jangan merasa sungkan untuk meminta bantuan dari kru kabin sekiranya Anda butuh pertolongan.

Ketentuan bayi dari tiap maskapai

Ketentuan bayi naik pesawat Lion Air,Wings Air, Malindo, Batik Air:

Usia bayi:

  • Bayi berusia kurang dari 2 tahun (24 bulan) pada saat penerbangan.
  • Maskapai berhak tidak mengangkut bayi yang usianya kurang dari 2 (dua) hari.
  • Bayi berusia antara 3 (tiga) dan 7 (tujuh) hari harus memiliki Surat Keterangan Medis (terbit setidaknya 72 jam sebelum jam keberangkatan) dari dokter yang menyatakan bayi dalam keadaan sehat untuk perjalanan udara.
  • Orang tua bayi harus menandatangani Formulir Ganti Rugi yang membebaskan maskapai dari pertanggungjawaban sekiranya terjadi apa-apa dengan bayi selama penerbangan.

Tarif bayi: Sekitar 20% dari tarif dewasa.
Bagasi bayi: Tidak ada.

Ketentuan bayi naik pesawat Sriwijaya Air, NAM Air:

Usia bayi:

  • Bayi berusia 0-23 bulan pada saat penerbangan.
  • Lingkar pinggang bayi tidak boleh melebihi 40 cm dan kepala bayi tidak lebih tinggi dari hidung bawah pemangku.

Tarif bayi: Sekitar 10% dari tarif dewasa.
Bagasi bayi: Tidak ada.

Ketentuan bayi naik pesawat Garuda Indonesia:

Usia bayi:

  • Bayi berusia di bawah 2 tahun (24 bulan) saat penerbangan.
  • Bayi berusia di bawah 7 hari setelah dilahirkan tidak direkomendasikan untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang Garuda Indonesia. Bayi prematur dapat terbang dengan melengkapi Medical Information (MEDIF) dan laporkan kondisi tersebut pada petugas darat.
  • Bayi harus disertai dengan seorang pendamping dewasa yang memangku bayi tersebut.
  • Pendamping tersebut harus bepergian pada penerbangan yang sama, di kelas yang sama, dan untuk tujuan yang sama dengan bayi.
  • Satu bayi wajib didampingi oleh satu penumpang dewasa yang mengambil tanggung jawab penuh atas bayi.
  • Bayi dapat menggunakan fasilitas Baby Basinet yang disediakan oleh Garuda di dalam pesawat (selama masih tersedia), namun pada saat lepas landas, mendarat dan kondisi turbulensi, bayi wajib dipangku.
  • Awak kabin akan membantu penggunaan sabuk pengaman khusus bagi bayi. Selain itu juga disediakan pelampung khusus bagi bayi yang akan dikumpulkan kembali setelah mendarat. Pelampung tersebut hanya digunakan pada saat kondisi darurat.

Tarif bayi: Sekitar 20% dari tarif dewasa.
Bagasi bayi: gratis 10 kg.
Stroller di kabin: Tidak diizinkan.

Ketentuan bayi naik pesawat Citilink:

Usia bayi:

  • Bayi berusia di bawah 2 tahun (24 bulan) saat penerbangan.
  • Bayi harus dipangku penumpang dewasa, satu orang dewasa hanya boleh membawa satu bayi.

Tarif bayi: Sekitar 20% dari tarif dewasa.
Bagasi bayi: Tidak ada.
Stroller di kabin: Tidak diizinkan.

Ketentuan bayi naik pesawat AirAsia:

Usia bayi:

  • Bayi berusia di bawah 2 tahun (24 bulan) saat penerbangan.
  • Bayi harus dipangku penumpang dewasa, satu orang dewasa hanya boleh membawa satu bayi.

Tarif bayi: Rp 150.000
Bagasi bayi: Tidak ada.
Stroller di kabin: Tidak diizinkan.

Ketentuan bayi naik pesawat Tigerair Mandala:

Usia bayi:

  • Bayi berusia kurang dari 7 (tujuh) hari tidak diizinkan ikut dalam penerbangan.
  • Bayi harus dipangku penumpang dewasa (berusia 18 tahun atau lebih), satu orang dewasa hanya boleh membawa satu bayi.

Tarif bayi: Rp 150.000. Jika ingin book tempat duduk sendiri untuk bayi, maka dikenakan tarif tiket dewasa.
Bagasi bayi: Tidak ada.
Stroller dan kursi bayi di kabin: Tidak diizinkan.

Ketentuan bayi naik pesawat Jetstar:

Usia bayi:

  • Bayi adalah berusia kurang dari 2 (dua) tahun saat penerbangan.
  • Untuk bayi berusia kurang dari 7 (tujuh) hari khusus Jetstar (JQ), Jetstar Asia (3K) dan Valuair (VF), orang tua harus mengisi formulir Jetstar Travel Celarance. Bayi dengan usia kurang dari 7 (tujuh) hari tidak diizinkan ikut dalam penerbangan Jetstar Pacific (BL) dan Jetstar Japan.
  • Bayi wajib disertai bukti usia seperti akte lahir atau paspor (wajib untuk internasional)
  • Bayi harus disertai dengan orang tua atau orang dewasa berusia 15 tahun atau lebih.

Tarif bayi:
Gratis jika tidak duduk di tempat duduk sendiri (khusus rute domestik dan rute antara Australia dan Selandia Baru). Untuk rute lain, berlaku tarif bayi.
Bagasi bayi: Tidak ada.

   
01-06-2015 18:13:09 hb kurang
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

Masa kehamilan merupakan masa dimana tubuh sangat membutuhkan asupan makan yang maksimal baik untuk jasmani maupun rohani (selalu rileks dan tidak stress). Di masa-masa ini pula, wanita hamil sangat rentan terhadap menurunnya kemampuan tubuh untuk bekerja secara maksimal.

Wanita hamil biasanya sering mengeluh, sering letih, kepala pusing, sesak nafas, wajah pucat dan berbagai macam keluhan lainnya. Semua keluhan tersebut merupakan indikasi bahwa wanita hamil tersebut sedang menderita anemia pada masa kehamilan. Penyakit terjadi akibat rendahnya kandungan hemoglobin dalam tubuh semasa mengandung. Anemia ini secara sederhana dapat kita artikan dengan kurangnya sel-sel darah merah di dalam darah daripada biasanya.

Anemia dalam kehamilan ialah suatu kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr % terutama pada trimester I dan trimester ke III. Kadar Hb yang normal untuk wanita hamil trimester akhir minimal 10,5 g/dL. Jika kurang, disebut anemia. Pada wanita tidak hamil, kadar normal Hb adalah 12-16 g/dL

Ibu Hamil Rentan Anemia.

Anemia dalam masa kehamilan merupakan hal yang sering terjadi. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa 35-75% perempuan pada negara berkembang dan 18% perempuan pada negara maju mengalami anemia dalam masa kehamilan.

Anemia dalam kehamilan dapat dibagi menjadi dua yaitu:

1. Anemia akibat perubahan yang normal terjadi dalam kehamilan

2. Anemia akibat adanya hal yang tidak normal.

Mengapa anemia dapat timbul tanpa adanya abnormalitas selama masa kehamilan? Karena selama kehamilan, jumlah plasma ibu meningkat sampai 50% (sekitar 1000 cc). Jumlah sel darah juga meningkat, tapi hanya 25% dan baru timbul pada kehamilan akhir. Hal inilah yang menyebabkan kadar hemoglobin merosot.

Penyebab anemia yang paling sering pada kehamilan selain anemia fisiologis yang telah dijelaskan di atas adalah anemia defisiensi besi. Kekurangan zat gizi yang satu ini merupakan penyebab 75% kasus anemia dalam kehamilan. Angka kejadiannya pada trimester pertama hanya 3-9%, dan meningkat 16-55% pada trimester ketiga. Biasanya anemia jenis ini terjadi pada ibu yang mengalami mual dan muntah yang berlebihan atau memiliki penyakit kronik.

Total simpanan besi tubuh pada perempuan tidak hamil adalah 2,2 g dan jumlah ini meningkat 3,2 g pada ibu hamil. Sekitar 500-600 mg di antaranya digunakan untuk membentuk sel darah merah, dan 300 mg di antaranya digunakan oleh janin.

Pada ibu hamil dengan simpanan zat besi yang cukup, kebutuhan zat besi harian adalah 27 mg per hari. Berbeda dengan ibu yang tidak hamil, yaitu hanya membutuhkan 18 mg per hari. Kebutuhan yang tinggi ini berusaha dicapai oleh tubuh dengan cara meningkatkan kapasitas penyerapan besi di usus. Selama kehamilan, usus dapat menyerap besi 40% lebih banyak. Namun, penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil sangat sulit mengejar kebutuhan besi melalui asupan makanan saja, terutama setelah memasuki paruh akhir kehamilan. Bahkan perempuan yang sehat pun seringkali tidak memiliki simpanan besi yang cukup untuk menunjang kebutuhan selama kehamilan.

Anemia akibat defisiensi besi perlu dibedakan dengan anemia akibat perubahan fisiologis. Caranya adalah dengan memeriksakan kadar simpanan besi yaitu ferritin dan kadar besi dalam darah yaitu serum iron. Kadar serum iron dan ferritin yang rendah jelas menggambarkan keadaan defisiensi besi. Namun terkadang, defisiensi besi belum sampai menyebabkan simpanan besi tubuh berkurang sehingga yang terlihat dalam pemeriksaan adalah kadar serum iron yang turun. Jika pasien minum suplementasi besi beberapa hari sebelum pemeriksaan pun, kadar serum iron dapat terlihat normal. Oleh karena itu, diskusikanlah hasil pemeriksaan dengan dokter untuk mendapatkan interpretasi yang benar.

Untuk mencegah keadaan defisiensi besi selama kehamilan, WHO merekomendasikan suplementasi besi 60 mg/hari yang dimulai sesegera mungkin setelah kehamilan diketahui dan diberikan sepanjang masa kehamilan. Jadi, mulailah tingkatkan asupan besi Anda dan sertakan suplementasi untuk mencegah kekurangan besi.

PENYEBAB ANEMIA PADA IBU HAMIL 

Anemia pada kehamilan disebabkan :

  • Meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin.
  • Kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi ibu hamil
  • Pola makan ibu terganggu akibat mual selama kehamilan
  • Adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi (Fe) pada wanita akibat persalinan sebelumnya dan menstruasi.

GEJALA ANEMIA

Gejala yang umum timbul adalah berdebar-debar, pucat, bernafas lebih cepat, cepat lelah, dan sakit kepala, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunnya kebugaran tubuh dan gangguan penyembuhan luka.

DAMPAK ANEMIA PADA IBU HAMIL

Efek anemia bagi ibu dan janin bervariasi dari ringan sampai berat. Bila kadar hemoglobin lebih rendah dari 6 g/dL, maka dapat timbul komplikasi yang signifikan pada ibu dan janin. Kadar hemoglobin serendah itu tidak dapat mencukupi kebutuhan oksigen janin dan dapat menyebabkan gagal jantung pada ibu. Beberapa penelitian juga menemukan hubungan antara anemia ibu pada trimester satu dan dua dengan kelahiran prematur (kurang dari 37 minggu).

Selain itu anemia pada ibu hamil juga menyebabkan hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak, Abortus, lamanya waktu partus karena kurang daya dorong rahim, pendarahan post – partum, rentan infeksi, rawan dekompensasi cordis pada penderita dengan Hb kurang dari 4 g – persen.

Hipoksia akibat anemia dapat menyebabkan shock bahkan kematian ibu saat persalinan, meskipun tak disertai pendarahan, kematian bayi dalam kandungan, kematian bayi pada usia sangat muda serta cacat bawaan, dan anemia pada bayi yang dilahirkan.

DIAGNOSA

Diagnosis Anemia pada ibu hamil biasanya ditegaskan dan dapat diketahui melalui pemeriksaan darah atau kadar hemoglobin (Hb)

PENANGANAN

Selain terapi obat penanganannya dapat dilakukan dengan terapi diet. Untuk memenuhi asupan zat besi, tingkatkan konsumsi bahan makanan tinggi zat besi (Fe) misalnya makanan hewani, kacang-kacangan, dan sayuran berwarna hijau tua. Defisiensi besi bukan satu-satunya penyebab anemia, tetapi apabila prevalensi anemia tinggi, defisiensi besi biasanya dianggap sebagai penyebab yang paling dominan. Pertimbangan itu membuat suplementasi tablet besi folat selama ini dianggap sebagai salah satu cara yang sangat bermanfaat dalam mengatasi masalah anemia.

Anemia dapat diatasi dengan meminum tablet besi atau Tablet Tambah Darah (TTD). Kepada ibu hamil umumnya diberikan sebanyak satu tablet setiap hari berturut-turut selama 90 hari selama masa kehamilan. TTD mengandung 200 mg ferrosulfat, setara dengan 60 miligram besi elemental dan 0.25 mg asam folat. Pada beberapa orang, pemberian preparat besi ini mempunyai efek samping seperti mual, nyeri lambung, muntah, kadang diare, dan sulit buang air besar. Agar tidak terjadi efek samping dianjurkan minum tablet setelah makan pada malam hari.

   
05-05-2015 08:21:54 Mitos atau Fakta
Jumlah Posts : 738
Jumlah di-Like : belum ada like
Bayi perempuan:
Payudara berwarna pink dan lebih merah
Sering mual setiap pagi di awal kehamilan
Detak jantung bayi rata-rata kurang dari 140/menit
Pinggul dan pantat lebih besar, berat badan bertumpu di bagian pinggul
Tubuh terlihat lebih tinggi
Perut terlihat seperti semangkadan melebar
Lebih menyukai makananyang manis-manis
Tergila-gila pada buah-buahan, terutama buah yang rasanya manis
Lebih cerewet ketimbang sebelum hamil
Moody dan suka marah-marah, terutama jika udaranya panas
Sering mual terutama pada menu-menu beraroma tajam
Rambut terlihat lebih merah
Warna urine lebih gelap dari biasanya
Lebih suka tampil minimalis tanpa makeup
Dada sebelah kiri lebih besar
Bayi laki-laki:
Kelebihan berat badan cenderung membuat tubuh melebar ke depan dan samping
Jarang mual dan lebih bersikap seperti sebelum hamil
Detak jantung bayi rata-rata berkisar 140/menit
Perut bentuknya lebih bulat seperti bola
Cenderung menyukai makananyang rasanya asin dan masam
Cenderung menyukai makananyang kaya protein seperti keju, daging, telur, dan lain sebagainya
Daerah sekitar puting warnanya lebih gelap
Bulu-bulu kaki dan tangan tumbuh memanjang dan lebih subur saat sedang hamil
Kulit cenderung lebih kering
Lebih doyan dandan ketimbang biasanya, dan sangat peduli pada penampilan
Urine cenderung berwarna lebih cerah
Hidung terlihat lebih mengembang
Seringkali diserang sakit kepala
Perut terlihat berat dan menggantung ke arah bawah
Kaki terasa lebih dingin dari biasanya
╗kutipan dari, http://tipspedia.net/tips-menebak-jenis-kelamin-bayi
Lima tanda janin yang ada di dalam perut Anda adalah laki-laki:
1. Bentuk perut terlihat bulat sempurna seperti bola basket.
2. Posisi perut lebih condong ke arah bawah.
3. Daerah areola (daerah hitam sekitar puting susu).
4. Detak jantung bayi kurang dari 140 detik per menit.
5. Jika menggantungkan cincin kawin di atas perut, maka
cincin tersebut akanbergerak memutar.
╗dikutip dari, http://m.tribunnews.com/lifestyle/
2013/10/07/lima-tanda-bayi-dalam-kandungan-berjenis-kelamin-cowok?page=2
   
Jumlah Posts : 181
Jumlah di-Like : belum ada like

Bunda, apa sudah terpikir mengajarkan si kecil toilet training? Apa si kecil sudah berusia 18 bulan? Kalau iya, bunda sudah mulai bisa mengajarkan toilet training. Toilet training bisa diajarkan di usia 18 hingga usia 24 bulan, yaitu usia ketika si kecil sudah memiliki kemampuan fisik dan kognitif yang cukup baik untuk belajar toilet training.

Butuh pertimbangan khusus dalam mengajarkan toilet training ini bunda. Jika terlalu dini, justri dapat melukai si kecil karena kandung kemihnya belum begitu kuat untuk menahan rasa ingin buang airnya. Jangan sampai karena mental si kecil yang belum begitu siap, toilet training ini jadi sangat menyulitkan baginya.

Bun, saat si kecil usianya masih di bawah 12 bulan, dia belum bisa kontrol keinginannya untuk buang air kecil, begitupun dengan gerakan ususnya belum begitu sempurna. Tapi yah saat si kecil sudah masuk usia antara 2-3 tahun, keinginan buang air kecilnya sudah mulai bisa dikontrol kandung kemihnya, dan akan sempurna di saat dia berusia 5 tahun.

Supaya gak bertanya-tanya terus kapan yah mengajarkan toilet training kepada si kecil, coba perhatikan tanda-tanda ini yah bunda

Tanda Fisik

  • Si kecil sudah bisa berjalan stabil bahkan sudah bisa lari
  • Sudah mulai berkemih cukup banyak dalam satu waktu
  • Memiliki waktu berkemih yang rutin dan waktunya bisa diprediksi
  • Sudah tidak berkemih lagi saat sedang tidur kurang dari 2 jam, ini merupakan tanda bahwa otot kandung kemihnya sudah dapat menahan kemih dengan baik, walau belum sempurna.
  • Sudah bisa menaikkan celananya sendiri atau paling tidak hanya sedikit dibantu
  • Jadwal BAB sudah mulai teratur dan tidak BAB lagi di malam hari

Tanda Sikap / Perilaku

  • Sudah dapat duduk tenang di satu posisi dengan stabil dalam 2 hingga 5 menit
  • Sudah dapat menarik bokongnya ke atas dan bawah dengan baik
  • Sudah terlihat gak betah saat pakai popok
  • Sudah mulai tertarik dengan kegiatan di kamar mandi
  • Menunjukkan tanda-tanda spesifik saat ingin berkemih, dan memberitahukan bunda saat ingin berkemih
  • Tidak jijik dengan toilet
  • Menunjukkan tanda-tanda ingin mandiri

Tanda Kognitif

  • Mengerti tanda-tanda jika si kecil harus pergi ke toilet dan mengatakan pada bunda sebelum ia berkemih
  • Sudah bisa mengucapkan kata-kata seperti pipis atau pup
  • Sudah bisa menyadari dan memberitahukan bunda saat dia ngompol atau BAB di celana.
  • Paham dan mengikuti instruksi dan permintaan sederhana seperti “Kamu ingin pipis?” “Kalau mau pipis, bilang yah.”
  • Untuk tahap selanjutnya, si kecil sudah mampu bilang kapan dia harus ke toilet
  • Sudah mulai mengeri nilai menaruh sesuatu sesuai dengan tempatnya

Nah, bunda jika sudah mulai mengenali tanda-tanda di atas itu artinya bunda sudah siap mengajarkan toilet training kepada si kecil. Selamat mengajarkan yah bunda dan semoga si kecil tumbuh sehat dan pintar sesuai harapan bunda dan suami.

sumber : bayi sehat ; kompas ; ibu dan mama

   
27-06-2014 16:17:20 Cara Terbaik Memerah ASI Bun
Jumlah Posts : 181
Jumlah di-Like : belum ada like

Saat bunda kembali kerja setelah cuti melahirkan, bunda perlu belajar bagaimana caranya memompa ASI yang maksimal agar kebutuhan bayi akan ASI eksklusif tetap terpenuhi dan kesibukan pekerjaan bunda pun tak terganggu.

ASI perah bisa bunda dapatkan dengan cara memompa ASI dengan tangan atau juga dengan alat khusus pompa ASI yang manual ataupun elektrik. Tapi buat bunda yang masih baru masih tampak kesulitan dan belum terbiasa dengan kegiatan memompa ASI ini.

Jangan khawatir bunda bisa melakukannya bersama dengan suami. Hal ini bertujuan agar suami juga dapat merasakan hubungan spesial ibu dan anak dari proses cara memompa ASI, dampaknya keluarga akan semakin harmonis dan lebih hangat.

Perhatikan step by step nya bunda jika memompa ASI dengan tangan :

  1. Bersihkan puting susu dengan memerah sedikit ASI, lalu oleskan pada puting dan areola. Perlu tau bunda, ASI mengandung zat anti bakteri.
  2. Setelah semua siap, bunda bisa mulai memerah ASI, dimulai dengan merangsang puting agar refleks hormon prolaktin dan oksitosin muncul.
  3. Letakkan ibu jari sekitar 2-3 cm di atas puting, dan jari telunjuk serta jari tengah sekitar 2-3 cm di bawah puting, sehingga membentuk huruf C. Tekan seluruh jari sisanya ke arah dinding dada.
  4. Tekan areola dengan gerakan memutar dari belakang puting antara ibu jari dan jari lain ke arah puting lalu lepaskan. Jika dilakukan dengan benar, tentunya tidak akan sakit saat dilakukan. Ulangi ini beberapa kali sampai ASI keluar. Yakinkan ASI tidak mengalir melalui jari telunjuk bunda, sehingga terbuang.
  5. Pindah posisi ibu jari dan jari lain pada sisi kanan dan kiri areola, lalu tekan dengan cara yang sama.
  6. Agar semua waduk air susu dapat dikosongkan (di areola ada 15-20 waduk), pindahkan jari ke posisi yang lain pada payudara yang sama, setelah + 3 menit memerah pada posisi yang sama. Misalnya saja, ibu jari pada posisi jarum jam 12, 11, 10, 9, dan jam 8, masing-masing tiga menit. Jadi totalnya kira-kira 15 menit.

Cara memompa yang benar akan mampu mengosongkan payudara , yanga rtinya meningkatkan produksi ASI. Nah, payudara yang kosong itu segera mengirim sinyal ke otak agar otak memerintahkan tubuh untuk terus memproduksi air susu. Dengan begitu, produksi ASI akan lancar, maka bunda pun terhindar dari masalah saluran susu tersumbat, serta puting yang nyeri akibat tekanan di satu tempat terus menerus.

Jika memompa menggunakan alat pompa manual atau elektrik

  1. Cuci tangan bunda terlebih dahulu dengan sabun antiseptik dan air
  2. Cuci botol penyimpanan ASI yang biasanya sudah tersedia dan juga bagian-bagian dari pompa ASI dengan air panas dan sabun antiseptik khusus, bilas bersih dan keringkan.
  3. Setelah itu kompres payudara bunda dengan handuk hangat sambil dipijat dengan halus searah menuju ke puting sampai ASI terlihat keluar.
  4. Setelah keluar masukkan alat pompa kemudian lanjutkan memompa ASI menggunakan alat pompa tersebut.

Bunda juga perlu memperhatikan dalam memilih alat pompa ASI, berikut kiatnya bunda :

  1. Sesuaikan isapan pompa dengan kenyamanan bunda, misalnya pegangannya dan besar pompanya.
  2. Bentuknya sederhana sehingga mudah digunakan dan dibersihkan.
  3. Bisa menghisap lebih banyak setiap menitnya, misalnya bunda bisa pilih pompa yang bisa menghisap kedua payudara sekaligus jadi lebih efisien, bun.

sumber : merries ; ayahbunda

Nah bunda sekian tip pompa ASI dariku yah, semoga bermanfaat.

   
Jumlah Posts : 3025
Jumlah di-Like : 1
Latihan untuk saat persalinan
1. Cari posisi yang nyaman Misalnya: duduk bersandar antara duduk dan berbaring serta kaki diregangkan, posisi merangkak, duduk di kursi dengan bersandar ke depan, dll....
a. Tarik nafas dari hidung dan keluarkan melalui mulut
b. Usahakan tetap rileks...

2. Cara mengejan....
1. Cari posisi yang nyaman/ posisi ibu antara duduk dan berbaring serta kaki direnggangkan..
2. Perlahan-lahan tarik nafas sebanyak 3 kali dan pada hitungan ke-4 tarik nafas kemudian tahan nafas, sesuai arahan pembantu persalinan...
3. Mengejan ke arah pantat...

Cara pernafasan pada saat melahirkan...
Cara ini dilakukan jika bidan mengatakan tidak usah mengejan lagi..
1. Letakkanlah kedua tangan di atas dada..
2. Bukalah mulut lebar-lebar bernafaslah
   
01-01-2014 22:44:42 bayi usia 1 minggu di sunat?
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Semoga dokumen dibawah ini bisa sedikit mencerahkan ya,pak :)

Sunat pada bayi dan anak
dr. Hermanto, SpB, SpBA untuk RFC



Sunat pada anak dan bayi laki-laki adalah membuang lipatan kulit (prepusium/kulup) yang biasanya menutupi glans (kepala) penis. Beberapa alasan mengapa seorang anak harus disunat, antara lain : alasan agama karena bila tidak sunat, air kemih akan tersangkut didalam glans penis, sehingga tidak suci.Sebagian besar para ahli berpendapat, sunat telah dikerjakan di Mesir sekitar 15 abad yang lalu, kemudian menyebar keseluruh dunia selama migrasi manusia pada zaman prasejarah.Banyak kebudayaan, menggunakan sunat untuk alasan kesehatan, dan alasan lainnya sebagai ritual peralihan menjadi dewasa, sebagai tanda identitas budaya (mirip dengan tato), atau sebagai persembahan upacara untuk para dewa. Ritual penyunatan dalam budaya Timur Tengah telah dipraktekkan selama setidaknya 3000 tahun. Di akhir abad ke-19, ritual kuno berkembang menjadi praktek medis rutin dipengaruhi oleh laporan yang yang mengkaitkan sunat sebagai ?obat ajaib? untuk menyembuhkan : hernia, masturbasi, sakit kepala, prolaps rektum, dan lain lain.



Dalam tulisan ini saya tidak membahas sunat dari segi agama atau kepercayaan lainnya, tetapi dari hanya segi medis/kesahatan saja, dan sunat yang saya bahas adalah sunat pada laki laki.Sunat neonatal (bayi baru lahir) menjadi isu kontroversial dalam 2 dekade terakhir karena indikasi medis atau kesehatan, ada pula yang tidak setuju sunat karena menyakitkan bagi bayi dan anak anak. JurnaláAmerican Academy of Pediatrics (AAP),ápada 1999 menegaskan bahwa bukti-bukti ilmiah menunjukkan adanya manfaat sunat pada bayi laki-laki yang baru lahir, namun data ini tidak cukup untuk merekomendasikan sunat rutin pada neonatal. Jalan tengahnya para orang tua yang mempunyai bayi laki laki dengan masalah phimosis atau infeksi penis berulang, harus rutin konsultasi ke dokter ahli yang berpengalaman, untuk menentukan perlu tidaknya disunat.



Apa alasan bayi dan anak laki laki harus disunat ?
prepusium (kulup), lipatan kulit yang menutupi glans penis, dilapisi oleh lapisan kulit luar dan lapisan mukosa dalam. Menyerupai kantong sehingga dapat mengumpulkan sel epitel (kotoran putih seperti nasi) membentuk apa yang disebut ?mutiara keratin? pada bayi dan balita. Selanjutnya sel sel yang mati dan lendir yang keluar akan mengumpul dalam bentuk smegma jika penis tidak dibersihkan secara teratur.Di Amerika Serikat, Suatu studi menunjukkan perbedaan tingkat sunat neonatal antara kelompok ras dan etnis: 81% kulit putih, 65% keturunan Afrika-Amerika, dan 54% keturunan Hispanik.



Menurut data dariáNational Hospital Discharge Survey, 1,2 juta (65,3%) bayi disunat di Amerika Serikat pada tahun 1999, hal ini merupakan tindakan sunat neonatal rutin yang tertinggi di antara negara-negara maju. sunat hanya berlaku untuk individu laki-laki.



Indikasi Medis
Kelompok yang menentang berpendapat bahwa : sunat pada bayi akan memotong kulup yang memiliki ujung saraf khusus yang meningkatkan kenikmatan seksual dan fungsi-fungsi penting kelak, termasuk perlindungan alami dari glans penis. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang kuat mendukung asumsi ini.Meskipun banyak keluarga yang memiliki bayi laki-lak memilih disunat untuk alasan budaya, agama, atau higienis, hanya beberapa indikasi medis yang diterima :

1. phimosis (kondisi dimana kulit kulup tidak dapat ditarik kembali melalui glans penis),
2. paraphimosis (kulit penis tertarik kebelakang menjepit glans penis, merupakan kondisi darurat),
3. balanitis (infeksi glans penis) dan4. posthitis (infeksi kulup).Sunat juga dianjurkan pada bayi laki-laki dan balita bila buang air kemih menggelembung dan anak-anak yang membutuhkan kebersihan, atau pada penyempitan saluran kemih yang sering dipasang selang kencing (kateter). **BACA ARTIKEL FRC TENTANG PHIMOSIS**



Manfaat sunat :
Mengurangi infeksi saluran kemih
Pada remaja mengurangi masturbasi
Mengurangi penyakit kelamin dan kanker penis (dewasa kelak)..


Kontraindikasi untuk sunat (tidak boleh di sunat ), apabila :prematuritas,anomali (kelainan) dari penis (chordee atau penis melengkung),hipospadia (saluran kemih tidak di ujung, tapi di tengah atau di pangkal penis menghadap ke bawah ),epispadias (saluran penis tidak di ujung tapi di atas/ kebalikan hipospadia),buried penis (penis tersembunyi atau terkubur),mikropenis, penis berselaput, dan alat kelamin ganda.Pada pasien kelainan pembekuan perdarahan misalnya Hemofilia, bukan kontraindikasi mutlak untuk sunat, tetapi sunat harus dilakukan pemberian antiperdarahan, dilakukan oleh dokter bedah yang berpengalaman di kamar operasi.




Tindakan sebelum disunat pada bayi dan anak adalah dengan pembersihan kulit penis tiap hari, dengan penarikan kulit pada phimosis, bisa mengurangi resiko penyempitan lubang kemih permanen, mencegah buang air kecil berdarahan atau mencegah nyeri di ujung penis. Pemberian salep kortikosteroid (dengan resep dan petunjuk dokter ) efektif dalam memisahkan perlekatan antara glans penis dan kulup.




Tindakan pasca sunat, dilakukan pemberian secara teratur salep antibiotik (4-6 kali sehari atau setiap mengganti popok) penting untuk mencegah infeksi, perlekatan dan pembentukan kerak pada glans penis yang telah disunat. Pasien harus kontrol kembali dalam waktu 1 minggu setelah sunat.Beberapa komplikasi yang berhubungan dengan sunat bayi dan anak anakKomplikasi dapat diminimalkan bla dilakukan oleh dokter yang berpengalaman melakukan sunat pada bayi dan balita. Perdarahan adalah komplikasi awal yang paling umum dan biasanya cukup dikendalikan dengan mudah, seperti dengan balut tekan. Kadang kadang pasien harus dibawa kembali ke ruang operasi untuk menghentikan perdarahan dan evakuasi hematoma (pembengkakan karena perdarahan ).Infeksi adalah komplikasi paling umum kedua pasca operasi awal, tapi biasanya ringan dan mudah diobati dengan antibiotik minum dan salep.Komplikasi jangka panjang yang paling umum terlihat setelah sunat adalah stenosis meatus (penyempitan lubang kemih).Komplikasi lain yang dilaporkan adalah phimosis berulang, sulit BAK, sekali lagi untuk mengurangi resiko dan komplikasi harus dilakukan dokter bedah (anak).


* dari berbagai sumber.