SITE STATUS
Jumlah Member :
493.725 member
user online :
1549 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: tentang dunia yang tidak bisa punya anak

New Topic :  
23-05-2016 14:10:07 sulit hamil
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,

Infobunda telah membahas masalah menstruasi, untuk mengenal menstruasi anda maka silahkan membaca:

1. Menstruasi saya sedikit, apakah itu normal?
Normal atau tidaknya menstruasi tidak bisa dilihat hanya dari berapa banyaknya darah menstruasi yang keluar. Biasanya darah menstruasi akan keluar banyak pada hari pertama hingga ketiga. Selanjutnya sedikit, bercak hingga lama kelamaan hilang. Asalkan menstruasi datang rutin setiap bulan, darah menstruasi yang sedikit bukanlah suatu masalah.

2. Mengapa darah menstruasi menggumpal?
Biasanya darah menstruasi menggumpal karena darah tertahan di dalam vagina sehingga tidak langsung keluar. Gumpalan darah ini tergolong normal karena memang hanya tampungan darah saja.

3. Mengapa menstruasi datangnya tidak beraturan di tanggal yang sama?
Menstruasi terjadi karena adanya sel telur matang yang tidak dibuahi.
Bila sel telur matang tetapi tidak pecah, maka hormon progesteron tidak akan muncul yang membuat menstruasi tertunda. Biasanya hal ini dipicu oleh masalah hormon, stres, diet yang terlalu ketat atau terjadi radang/infeksi.

4. Mengapa saat menstruasi terasa nyeri di bawah perut? Apakah itu tandanya ada endometriosis?
Pada beberapa wanita, saat menstruasi adalah saat yang menyiksa. Perut bagian bawah akan terasa nyeri dan pegal. Tetapi ada juga yang merasa nyeri terutama pada saat buang air besar (BAB). Pada saat menstruasi tubuh juga mengeluarkan zat yang akan menimbulkan rasa sakit.tetapi bila sakitnya spesifik hanya pada saat BAB saja, ada baiknya Bunda periksakan ke dokter, karena salah satu gejala endometriosis memang seperti itu.

5. Apakah kalau menstruasi tidak teratur, ada resiko tidak bisa punya anak?
Untuk memastikan hal ini Bunda harus melakukan pemeriksaan ke dokter. Biasanya menstruasi tidak teratur hanya karena gangguan hormonal saja. Tetapi supaya lebih yakin, Bunda bisa memeriksakan apakah ada siklus anovulasi, yaitu di mana sel telur tidak terlepas. Tetapi jangan kuatir. Bunda bisa melakukan terapi sejak dini untuk menyembuhkan gangguan tersebut.

6. Apakah benar minum minuman dingin saat menstruasi akan memperlambat aliran darah menstruasi?
Tidak benar. Itu hanyalah mitos belaka. Minuman dingin tidak memberikan efek apa pun pada menstruasi. Darah menstruasi tidak akan membeku dan menjadi lambat karenanya.

Nah, sekarang terjawab sudah pertanya yang mungkin selama ini Bunda ragukan. Bila ada yang Bunda ragukan pada menstruasi Bunda. Jangan ragu, segeralah konsultasikan ke dokter demi kesehatan Bunda.

Tips:
- Bila Bunda melewati siklus menstruasi selama tiga kali berturut-turut segera ke dokter.

   


28-07-2015 11:18:36 haid tidak teratur :(
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Mengenal Lebih Dekat dengan Menstruasi

1. Menstruasi saya sedikit, apakah itu normal?
Normal atau tidaknya menstruasi tidak bisa dilihat hanya dari berapa banyaknya darah menstruasi yang keluar. Biasanya darah menstruasi akan keluar banyak pada hari pertama hingga ketiga. Selanjutnya sedikit, bercak hingga lama kelamaan hilang. Asalkan menstruasi datang rutin setiap bulan, darah menstruasi yang sedikit bukanlah suatu masalah.

2. Mengapa darah menstruasi menggumpal?
Biasanya darah menstruasi menggumpal karena darah tertahan di dalam vagina sehingga tidak langsung keluar. Gumpalan darah ini tergolong normal karena memang hanya tampungan darah saja.

3. Mengapa menstruasi datangnya tidak beraturan di tanggal yang sama?
Menstruasi terjadi karena adanya sel telur matang yang tidak dibuahi.
Bila sel telur matang tetapi tidak pecah, maka hormon progesteron tidak akan muncul yang membuat menstruasi tertunda. Biasanya hal ini dipicu oleh masalah hormon, stres, diet yang terlalu ketat atau terjadi radang/infeksi.

4. Mengapa saat menstruasi terasa nyeri di bawah perut? Apakah itu tandanya ada endometriosis?
Pada beberapa wanita, saat menstruasi adalah saat yang menyiksa. Perut bagian bawah akan terasa nyeri dan pegal. Tetapi ada juga yang merasa nyeri terutama pada saat buang air besar (BAB). Pada saat menstruasi tubuh juga mengeluarkan zat yang akan menimbulkan rasa sakit.tetapi bila sakitnya spesifik hanya pada saat BAB saja, ada baiknya Bunda periksakan ke dokter, karena salah satu gejala endometriosis memang seperti itu.

5. Apakah kalau menstruasi tidak teratur, ada resiko tidak bisa punya anak?
Untuk memastikan hal ini Bunda harus melakukan pemeriksaan ke dokter. Biasanya menstruasi tidak teratur hanya karena gangguan hormonal saja. Tetapi supaya lebih yakin, Bunda bisa memeriksakan apakah ada siklus anovulasi, yaitu di mana sel telur tidak terlepas. Tetapi jangan kuatir. Bunda bisa melakukan terapi sejak dini untuk menyembuhkan gangguan tersebut.

6. Apakah benar minum minuman dingin saat menstruasi akan memperlambat aliran darah menstruasi?
Tidak benar. Itu hanyalah mitos belaka. Minuman dingin tidak memberikan efek apa pun pada menstruasi. Darah menstruasi tidak akan membeku dan menjadi lambat karenanya.

Nah, sekarang terjawab sudah pertanya yang mungkin selama ini Bunda ragukan. Bila ada yang Bunda ragukan pada menstruasi Bunda. Jangan ragu, segeralah konsultasikan ke dokter demi kesehatan Bunda.

Tips:
- Bila Bunda melewati siklus menstruasi selama tiga kali berturut-turut segera ke dokter.

   
12-11-2008 21:06:37 dr.Wiku Andonotopo,SpOg,PhD
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like

halooo, saya mo sharing pengalaman saya. Saya baru ngerencanain mau hamil, dan saya uda putus asa dulunya, karena saya sendiri juga malu dan ngerasa ngga lengkap sebagai seorang wanita karena terus2an gagal. Lalu saya coba dateng ke EKA HOSPITAL, RS baru di BSD City. Saya coba datengin dokternya satu demi satu, untuk tahu karakteristiknya. Dari cara omong masing2 dokter, saya lalu lanjutkan ke DR.WIKU ANDONOTOPO,SPOG,phD. Beliau tahu kalo masalah ibu yang belum hamil itu sensitif dan saya blon hamil 5 tahunan. Cara omong beliau enak sekali, beliau tahu gimana perasaan ibu yang belum bisa punya anak. Dari percakapan kami, saya memutuskan untuk mempercayai dokter ini dan mencoba untuk bisa punya anak dengan saran2 dari dr.Wiku Andonotopo. Beliau menyarankan beberapa hal yang buat saya tidak menyinggung hati saya, karena bagaimanapun juga saya sudah desperate dengan masalah ini. Doain saya ya bagi kalian yang baca artikel ini agar saya bisa hamil. Semua ini yang menentukan yang diatas, tapi kita juga harus berusaha, cari dokter yang enak diajak bicara, diskusi dan mau ngerti perasaan kita seperti dr.Wiku Andonotopo ini. Saya tulis ini, biar kalian yang juga belum hamil tahu bagaimana perasaan saya juga. Saya liat di www.infoibu.com juga ada pasien dr.Wiku dan mereka juga merasa puas dengan dr.Wiku, makanya saya semakin MANTAP sama dr.Wiku. Ok..doakan semoga saya cepat hamil ya..

   


Jumlah Posts : 11
Jumlah di-Like : belum ada like
saya sudah menikah 1 tahun 2 bulan tp blm mempunyai anak. saya sudah memeriksakan diri saya ke dokter. untuk hasil USG rahim saya bagus dan tidak bermasalah. tp terkadang saya jg mengalami telat menstruasi. kadang lancar. kadang jg 1 bulan tidak haid. nanti bulan berikutnya haid. tetapi tidak banyak darah haid yg keluar. hanya berjak saja. dan itu terjadi 3-4 hari.. suami saya jg spermanya cair. apakah karna sperma cair itu dan faktor menatruasi saya yg tidak lancar adalah faktornya tidak bisa punya anak. apakah ada solusi agar sperma suami saya bisa kental dan haid saya bs lancar? mohon infonya..
   
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
So long long articcle ya,bund?Poin pentingnya disini :) 20 Mitos Kampanye Hitam Anti ImunisasiDr. Widodo Judarwanto Sp.A Imunisasi adalah investasi terbesar bagi anak di masa depan. Imunisasi adalah hak anak yang tidak bisa ditunda dan diabaikan sedikitpun. Imunisasi sudah terbukti manfaat dan efektivitasnya dan teruji keamanannya secara ilmiah dengan berdasarkan kejadian berbasis bukti. Tetapi masih banyak saja orangtua dan kelompok orang yang menyangsikannya. Setiap tahun ada sekitar 2,4 juta anak usia kurang dari 5 tahun di dunia yang meninggal karena penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh vaksinasi. Di Indonesia, sekitar 7 persen anak belum mendapatkan vaksinasi. Salah satu masalah utama yang menghambat keberhasilan program imunisasi adalah penyebaran informasi yang tidak benar dan menyesatkan tentang imunisasi. Hal itu adalah wajar terjadi karena demikian banyak informasi yang beredar yang tidak berdasarkan pemikiran dan dasar ilmiah meski dilakukan oleh seorang dokter. Hambatan lain adalah munculnya kelompok-kelompok antivaksinasi yang menyebabkan kampanye hitam dengan membawa faktor agama dan budaya. Biasanya, kelompok tertentu yang menyebarkan kampanye hitam imunisasi demi kepentingan pribadi khususnya dalam kepentingan bisnis terselubung yang mereka lakukan. Sebagian kelompok ini adalah yang berdiri dibelakang oknum pelaku naturopathy, food combining, homeopathy atau bisnis terapi herbal. Inilah 20 Mitos Tidak benar Yang Disebarkan Kampanye Hitam Anti Imunisasi : 1. Imunisasi tidak aman.Tidak Benar. Saat ini 194 negara terus melakukan vaksinasi untuk bayi dan balita. Badan resmi yang meneliti dan mengawasi vaksin di negara tersebut umumnya terdiri atas para dokter ahli penyakit infeksi, imunologi, mikrobiologi, farmakologi, epidemiologi, dan biostatistika. Sampai saat ini tidak ada negara yang melarang vaksinasi, justru semua negara berusaha meningkatkan cakupan imunisasi lebih dari 90% . 2. Terdapat "ilmuwan" menyatakan bahwa imunisasi berbahaya.Tidak benar imunisasi berbahaya. "Ilmuwan" yang sering dikutip di buku, tabloid, milis ternyata bukan ahli vaksin, melainkan ahli statistik, psikolog, homeopati, bakteriologi, sarjana hukum, wartawan. sehingga mereka tidak mengerti betul tentang vaksin. Sebagian besar mereka bekerja pada era tahun 1950- 1960, sehingga sumber datanya juga sangat kuno. 3. "Ilmuwan kuno" yang sering dikutip informasi di media masa atau media elektronik lainnya adalah ahli vaksin.Tidak benar. Mereka semua bukan ahli vaksin. Contoh : Dr Bernard Greenberg (biostatistika tahun 1950), DR. Bernard Rimland (Psikolog), Dr. William Hay (kolumnis), Dr. Richard Moskowitz (homeopatik), dr. Harris Coulter, PhD (penulis buku homeopatik, kanker), Neil Z. Miller, (psikolog, jurnalis), WB Clark (awal tahun 1950), Bernice Eddy (Bakteriologis tahun 1954), Robert F. Kenedy Jr (sarjana hukum) Dr. WB Clarke (ahli kanker, 1950an), Dr. Bernard Greenberg (1957-1959), Dr. William Hay, penulis buku "Immunisation: The Reality behind the Myth"(penggagas food combioning). Neil Z. Miller sering disebut sebagai peneliti vaksin internasional ternyata adalah medical research journalist dan natural health advocate. 4. Dokter Wakefield adalah "ahli vaksin", membuktikan MMR menyebabkan autisme.Tidak benar. Wakefield juga bukan ahli vaksin, dia dokter spesialis bedah. Penelitian Wakefield tahun 1998 hanya dengan sample 18. Banyak penelitian lain oleh ahli vaksin di beberapa negara menyimpulkan MMR tidak terbukti mengakibatkan autis. Setelah diaudit oleh tim ahli penelitian, terbukti bahwa Wakefield memalsukan data, sehingga kesimpulannya salah. Hal ini telah diumumkan di majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011. 5. Imunisasi sebabkan autisme.Tidak benar. Beberapa institusi atau badan dunia di bidang kesehatan yang independen dan sudah diakui kredibilitasnya juga melakukan kajian ilmiah dan penelitian tentang tidak adanya hubungan imunisasi dan autisme. Dari hasil kajian tersebut, dikeluarkan rekomendasi untuk tenaga profesional untuk tetap menggunakan imunisasi MMR dan thimerosal karena tidak terbukti mengakibatkan Autisme. The All Party Parliamentary Group on Primary Care and Public Health pada bulan Agustus 2000, menegaskan bahwa MMR aman. Dengan memperhatikan hubungan yang tidak terbukti antara beberapa kondisi seperti inflammatory bowel disease (gangguan pencernaan) dan autisme adalah tidak berdasar. WHO (World Health Organisation), pada bulan Januari 2001 menyatakan mendukung sepenuhnya penggunaan imunisasi MMR dengan didasarkan kajian tentang keamanan dan efikasinya. Beberapa institusi dan organisasi kesehatan bergengsi di Inggris pada Januari 2001 setelah mengadakan pertemuan dengan pemerintahan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yaitu MMR adalah vaksin yang sangat efektif dengan laporan keamanan yang sangat baik. The American Academy of Pediatrics (AAP), organisasi profesi dokter anak di Amerika Serikat pada tanggal 12 - 13 Juni 2000 mengadakan konferensi dengan topik "New Challenges in Childhood Immunizations" di Oak Brook, Illinois Amerika Serikat yang dihadiri para orang tua penderita autisme, pakar imunisasi kesehatan anak dan para peneliti. Pertemuan tersebut merekomendasikan bahwa tidak terdapat hubungan antara MMR dan autisme. Menyatakan bahwa pemberian imunisasi secara terpisah tidak lebih baik dibandingkan MMR, malahan terjadi keterlambatan imunisasi MMR. Selanjutnya akan dilakukan penelitian lebih jauh tentang penyebab autisme. 6. Thimerosal dalam kandungan autism sebagai penyebab autisme. Tidak benar. Penelitian yang mengungkapkan bahwa thimerosal tidak mengakibatkan Autis dilakukan oleh berbagai penelitian di antaranya dilakukan oleh Kreesten M. Madsen dkk dari berbagai intitusi di Denmark. Mereka mengadakan penelitian bersama terhadap anak usia 2 hingga 10 tahun sejak tahun 1970 hingga tahun 2000. Mengamati 956 anak sejak tahun 1971 hingga 2.000 anak dengan autis. Sejak thimerosal digunakan hingga tahun 1990 tidak didapatkan kenaikkan penderita auitis secara bermakna. Kemudian sejak tahun 1991 hingga tahun 2000 bersamaan dengan tidak digunakannya thimerosal pada vaksin ternyata jumlah penderita autis malah meningkat drastis. Kesimpulan penelitian tersebut adalah tidak ada hubungan antara pemberian thimerosal dengan autis. Demikian juga Stehr-Green P dkk, Department of Epidemiology, School of Public Health and Community Medicine, University of Washington, Seattle, WA, bulan Agustus 2003 melaporkan antara tahun 1980 hingga 1990 membandingkan prevalensi dan insiden penderita autisme di California, Swedia, dan Denmark yang mendapatkan ekposur dengan imunisasi thimerosal. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa insiden pemberian thimerosal pada autisme tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Geier DA dalam Jurnal Americans Physicians Surgery tahun 2003, menungkapkan bahwa thimerosal tidak terbukti mengakibatkan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan) dan penyakit jantung. Melalui forum National Academic Press tahun 2001, Stratton K dkk melaporkan tentang keamanan thimerosal pada vaksin dan tidak berpengaruh terhadap gangguan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan). Sedangkan Hviid A dkk dalam laporan di majalah JAMA 2004 mengungkapkan penelitian terhadap 2.986.654 anak per tahun didapatkan 440 kasus autis. Dilakukan pengamatan pada kelompok anak yang menerima thimerosal dan tidak menerima thimerosal. Ternyata tidak didapatkan perbedaan bermakna. Disimpulkan bahwa pemberian thimerosal tidak berhubungan dengan terjadinya autis. Menurut penelitian Eto, menunjukkan manifestasi klinis autis sangat berbeda dengan keracunan merkuri. Sedangkan Aschner, dalam penelitiannya menyimpulkan tidak terdapat peningkatan kadar merkuri dalam rambut, urin dan darah anak Autis. Pichichero melakukan penelitian terhadap 40 bayi usia 2-6 bulan yang diberi vaksin yang mengandung thimerosal dan dibandingkan pada kelompok kontrol tanpa diberi thimerosal. Setelah itu dilakukan evaluasi kadar thimerosal dalam tinja dan darah bayi tersebut. Ternyata thimerosal tidak meningkatkan kadar merkuri dalam darah, karena etilmerkuri akan cepat dieliminasi dari darah melalui tinja. Selain itu masih banyak lagi peneliti melaporkan hasil yang sama, yaitu thimerosal tidak mengakibatkan autisme. 7. Semua vaksin terdapat zat-zat berbahaya yang dapat merusak otak ?Tidak benar. Isu itu karena "ilmuwan" tersebut di atas tidak mengerti isi vaksin, manfaat, dan batas keamanan zat-zat di dalam vaksin. Contoh: jumlah total etil merkuri yang masuk ke tubuh bayi melalui vaksin sekitar 2 mcg/kgbb/minggu, sedangkan batas aman menurut WHO adalah jauh lebih banyak (159 mcg/kgbb/minggu). Oleh karena itu vaksin mengandung merkuri dengan dosis yang sangat rendah dan dinyatakan aman oleh WHO dan badan-badan pengawasan lainnya. 8. Vaksin terbuat dari nanah, dibiakkan di janin anjing, babi, manusia yang sengaja digugurkan?Tidak benar. Isu itu bersumber dari "ilmuwan" 50 tahun lalu (tahun 1961-1962). Pengetahuan imunologi, biomolekuilar vaksin dan tknologi pembuatan vaksin berkembang sangat pesat. Sekarang tidak ada vaksin yang terbuat dari nanah atau dibiakkan embrio anjing, babi, atau manusia. Metode baru dan teknologi paling modern dari manipulasi biomolekuler telah diyakini teknologi vaksin baru sekarang memasuki "zaman keemasan." Perbaikan vaksin sangat mungkin dilakukan di masa depan untuk mendapatkan keamanan dan efektifitas vaksin lebih hebat lagi 9. Imunisasi tak masuk akal bermanfaat.Tidak benar. Pendapat yang menyesatkan yang tidak berdasarkan kajian ilmiah dan penelitian ilmiah dikeluarkan oleh Dr. William Hay seorang dokter yang bergerak di bidang food combining, dalam buku "Immunisation: The Reality behind the Myth""Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya." Padahal sampai saat ini 194 negara di seluruh dunia yakin bahwa imunisasi aman dan bermanfaat mencegah wabah, sakit berat, cacat, dan kematian pada bayi dan balita. Terbukti 194 negara tersebut terus menerus melaksanakan program imunisasi, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dengan cakupan umumnya lebih dari 85 %. Ribuan penelitian tentang efikasi dan manfaat vaksi secara biomolekular dan secara statistik bermanfaat secara bermakna. 10. Vaksin mengandung lemak babi ?Tidak benar. Hanya sebagian kecil dari vaksin yang pernah bersinggungan dengan tripsin pada proses pengembangan maupun pembuatannya seperti vaksin polio injeksi (IPV) dan meningitis. Pada vaksin meningitis, pada proses penyemaian induk bibit vaksin tertentu 15 ? 20 tahun lalu, ketika panen bibit vaksin tersebut bersinggungan dengan tripsin pankreas babi untuk melepaskan induk vaksin dari persemaiannya. Tetapi kemudian induk bibit vaksin tersebut dicuci dan dibersihkan total, sehingga pada vaksin yang disuntikkan tidak mengandung tripsin babi. Atas dasar itu maka Majelis Ulama Indonesia berpendapat vaksin itu boleh dipakai, selama belum ada penggantinya. Contohnya vaksin meningokokus (meningitis) haji diwajibkan oleh Saudi Arabia bagi semua jemaah haji untuk mencegah radang otak karena meningokokus. 11. Vaksin yang dipakai di Indonesia buatan Amerika ?Tidak benar. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Bio Farma Bandung, yang merupakan BUMN, dengan 98,6% karyawannya adalah Muslim. Proses penelitian dan pembuatannya mendapat pengawasan ketat dari ahli-ahli vaksin di BPOM dan WHO. Vaksin-vaksin tersebut juga diekspor ke 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, seperti Iran dan Mesir. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Biofarma Bandung. Vaksin-vaksin tersebut dibeli dan dipakai oleh 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam 12. Program imunisasi hanya di negara Muslim dan miskin agar menjadi bangsa yang lemah?Tidak benar. Imunisasi saat ini dilakukan di 194 negara, termasuk negara-negara maju dengan status sosial ekonomi tinggi, dan negara-negara non-Muslim. Kalau imunisasi bisa melemahkan bangsa, maka mereka juga akan lemah, karena mereka juga melakukan program imunisasi, bahkan lebih dulu dengan jenis vaksin lebih banyak. Kenyataanya : bangsa dengan cakupan imunisasi lebih tinggi justru lebih kuat. Jadi terbukti bahwa imunisasi justru memperkuat kekebalan terhadap penyakit infeksi, bukan melemahkan. 13. Di Amerika banyak kematian bayi akibat vaksin ?Tidak benar. Isu itu karena penulis tidak faham data Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA Amerika tahun 1991-1994, yang mencatat 38.787 laporan kejadian ikutan pasca imunisasi, oleh penulis angka tersebut ditafsirkan sebagai angka kematian bayi 1 - 3 bulan. Kalau memang benar angka kematian begitu tinggi tentu FDA AS akan heboh dan menghentikan vaksinasi. Faktanya Amerika tidak pernah meghentikan vaksinasi bahkan mempertahankan cakupan semua imunisasi di atas 90 %. Angka tersebut adalah semua keluhan nyeri, gatal, merah, bengkak di bekas suntikan, demam, pusing, muntah yang memang rutin harus dicatat kalau ada laporan masuk. Kalau ada 38.787 laporan dari 4,5 juta bayi berarti KIPI hanya 0,9 %. 14. Banyak bayi balita meninggal pada imunisasi masal campak di Indonesia ?Tidak benar. Setiap laporan kecurigaan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) selalu dikaji oleh Komnas/Komda KIPI yang terdiri dari pakar-pakar penyakit infeksi, imunisasi, imunologi. Setelah dianalisis dari keterangan keluarga, dokter yang merawat di rumah sakit, hasil pemeriksaan fisik, dan laboratorium, ternyata balita tersebut meninggal karena radang otak, bukan karena vaksin campak. Pada bulan itu ada beberapa balita yang tidak imunisasi campak juga menderita radang otak. Berarti kematian balita tersebut bukan karena imunisasi campak, tetapi karena radang otak. 15. Demam, bengkak, merah setelah imunisasi adalah bukti vaksin berbahaya?Tidak benar. Demam, merah, bengkak, gatal di bekas suntikan adalah reaksi wajar setelah vaksin masuk ke dalam tubuh. Seperti rasa pedas dan berkeringat setelah makan sambal adalah reaksi normal tubuh kita. Umumnya keluhan tersebut akan hilang dalam beberapa hari. Boleh diberi obat penurun panas, dikompres. Bila perlu bisa konsul ke petugas kesehatan terdekat. 16. Program imunisasi gagal?Tidak benar. Isu-isu tersebut bersumber dari data yang sangat kuno (50-150 tahun lalu) hanya dari 1 - 2 negara saja, sehingga hasilnya sangat berbeda dengan hasil penelitian terbaru, karena vaksinnya sangat berbeda. Isu vaksin cacar variola gagal, berdasarkan data yang sangat kuno, di Inggris tahun 1867 - 1880 dan Jepang tahun 1872-1892. Fakta terbaru sangat berbeda, bahwa dengan imunisasi cacar di seluruh dunia sejak tahun 1980 dunia bebas cacar variola. Isu vaksin difteri gagal, berdasarkan data di Jerman tahun 1939. Fakta sekarang: vaksin difteri dipakai di seluruh dunia dan mampu menurunkan kasus difteri hingga 95 %. Isu pertusis gagal hanya dari data di Kansas dan Nova Scottia tahun 1986. Isu vaksin campak berbahaya hanya berdasar penelitian 1989-1991 pada anak miskin berkulit hitam di Meksiko, Haiti dan Afrika. 17. Program imunisasi gagal, karena setelah diimunisasi bayi balita masih bisa tertular penyakit tersebut ?Tidak benar. Program imunisasi di seluruh dunia tidak pernah gagal. Perlindungan vaksin memang tidak 100%. Bayi dan balita yang telah diimunisasi masih bisa tertular penyakit, tetapi jauh lebih ringan dan tidak berbahaya. Banyak penelitian imunologi dan epidemiologi di berbagai membuktikan bahwa bayi balita yang tidak diimunisasi lengkap tidak mempunyai kekebalan spesifik terhadap penyakit-penyakit berbahaya. Mereka mudah tertular penyakit tersebut, akan menderita sakit berat, menularkan ke anak-anak lain, menyebar luas, terjadi wabah, menyebabkan banyak kematian dan cacat. 18. Vaksin berbahaya, tidak effektif, tidak dilakukan di negara maju ?Tidak benar. Karena di Indonesia ada orang-orang yang tidak mengerti tentang vaksin dan imunisasi, hanya mengutip dari "ilmuwan" tahun 1950 -1960 yang ternyata bukan ahli vaksin, atau berdasar data-data 30 - 40 tahun lalu (1970 - 1980an) atau hanya dari 1 sumber yang tidak kuat. Atau dia mengutip Wakefield spesialis bedah, bukan ahli vaksin, yang penelitiannya dibantah oleh banyak tim peneliti lain, dan oleh majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011 penelitian Wakefield dinyatakan salah atau bohong. Ia hanya berdasar kepada 1 - 2 laporan kasus yang tidak diteliti lebih lanjut secara ilmiah, hanya berdasar logika biasa. Badan penelitian di berbagai negara membuktikan bahwa dengan meningkatkan cakupan imunisasi, maka penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi berkurang secara bermakna. Oleh karena itu, saat ini program imunisasi dilakukan terus menerus di 194 negara, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. 19. ASI, gizi, dan suplemen herbal sudah cukup menggantikan imunisasi .Tidak ada satupun badan penelitian di dunia yang menyatakan bisa, karena kekebalan yang dibentuk sangatlah berbeda. ASI, gizi, suplemen herbal, kebersihan, hanya memperkuat pertahanan tubuh secara umum, karena tidak membentuk kekebalan spesifik terhadap kuman tertentu. Kalau jumlah kuman banyak dan ganas, perlindungan umum tidak mampu melindungi bayi, sehingga masih bisa sakit berat, cacat atau bahkan mati. Imunisasi merangsang pembentukan antibodi dan kekebalan seluler yang spesifik terhadap kuman-kuman atau racun kuman tertentu, sehingga bekerja lebih cepat, efektif, dan efisien untuk mencegah penularan penyakit yang berbahaya. Selain diberi imunisasi, bayi harus diberi ASI eksklusif, makanan pendamping ASI dengan gizi lengkap dan seimbang, kebersihan badan, makanan, minuman, pakaian, mainan, dan lingkungan. Suplemen diberikan sesuai kebutuhan individual yang bervariasi. Selain itu bayi harus diberikan kasih sayang dan stimulasi bermain untuk mengembangkan kecerdasan, kreatifitas dan perilaku yang baik. 20. Imunisasi dan Konspirasi Zionisme di dalamnya.Tidak benar. Jika dirunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, dapat ditemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Di dunia internasional banyak yayasan sosial yang mendanai penelitian ilmiah tentang vaksin dan masalah kesehatan masyarakat lainnya. Memang Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia tetapi sebenarnya mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya (The UN's WHO was established by the Rockefeller family's foundation in 1948 - the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government's National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation's Public Health Service (PHS). Yayasan Rockefeller yang berdiri sejak tahun 1913 dan kredibilitasnya telah diakui dunia kesehatan Internasional yang berupaya meningkatkan kesehatan global dengan bekerja untuk mengubah sistem kesehatan sehingga lebih mudah diakses dan terjangkau masyarakat tidak mampu. Yayasan kesehatan dunia ini juga menghubungkan jaringan surveilans penyakit global untuk membantu mereka yang berjuang meminimalkan penyebaran penyakit menular yang dapat menyebabkan pandemi. Yayasan ini juga meningkatkan monitoring, deteksi dan respon terhadap penyakit menular seperti Ebola, SARS, dan flu burung untuk mencegah pandemi. Memperluas penggunaan teknologi untuk meningkatkan perawatan kesehatan. Melibatkan sektor swasta untuk bekerja dengan sektor publik dalam mengembangkan praktik dan kebijakan untuk menyediakan dan mendanai pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Sikap orang tua dalam menghadapi kampanye hitam * Bila mendengar dan mengetahui kontroversi tersebut, maka pasti akan membingungkan masyarakat awam. Hal ini terjadi karena yang memberikan informasi yang tidak benar tersebut adalah para ahli kedokteran tetapi yang tidak berkompeten sesuai keahliannya. Untuk menyikapinya kita harus cermat dan teliti dan berpikiran lebih jernih. Kalau mengamati beberapa penelitian yang mendukung adanya berbagai kejadian berhubungan dengan imunisasi, mungkin benar sebagai pemicu atau sebagai co-accident atau kebetulan. * Penelitian yang menunjukkan hubungan keterkaitan imunisasi dan berbagai hal yang tidak benar hanya dilihat dalam satu kelompok kecil (populasi). Secara statistik hal ini hanya menunjukkan hubungan, tidak menunjukkan sebab akibat. Kita juga tidak boleh langsung terpengaruh pada laporan satu atau beberapa kasus, misalnya bila orang tua anak autism berpendapat bahwa anaknya timbul gejala autism setelah imunisasi. Kesimpulan tersebut tidak bisa digeneralisasikan terhadap anak sehat secara umum (populasi lebih luas). Kalau itu terjadi bisa saja kita juga terpengaruh oleh beberapa makanan yang harus dihindari oleh penderita autism juga juga akan dihindari oleh anak sehat lainnya. Jadi logika tersebut harus dicermati dan dimengerti. * Menanggapi tantangan tersebut, Prof Sri Rezeki Hadinegoro, Ketua Pelaksana Konferensi Vaksin Se-Asia 3 mengatakan, pemerintah bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melakukan pendekatan kepada ulama dan masyarakat untuk memberikan pemahaman yang benar. "Kami tidak melawan pemahaman kelompok antivaksin, tetapi jangan memutarbalikkan fakta pada masyarakat," kata Sri dalam acara jumpa pers pelaksanaan Konferensi Vaksinasi Asia Ke-3 di Jakarta, Kamis (28/7/2011). * Ketua Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama menambahkan, masyarakat seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan keamanan dan kehalalan vaksin yang beredar. "Pemerintah menjamin semua vaksin yang beredar sesuai kaidah-kaidah yang berlaku. Pada kasus kontroversi vaksin meningitis untuk jemaah haji, kami mengikuti saran MUI," katanya. * Persoalan black campaign dari vaksin ternyata juga ditemui di negara-negara lain, misalnya di Filipina. Menurut Enrique Tayag, President of Philliphine Foundation for Vaccination, kelompok antivaksin juga menjadi tantangan. "Bagaimanapun masyarakat harus diingatkan manfaat vaksin untuk kesehatan anak jauh lebih besar daripada efek samping yang ditakutkan," katanya dalam kesempatan yang sama. Hambatan lain adalah munculnya kelompok-kelompok antivaksinasi yang menyebabkan kampanye hitam dengan membawa faktor agama dan budaya. Biasanya kelompok tertentu yang menyebarkan kampanye hitam imunisasi demi kepentingan pribadi khususnya dalam kepentingan bisnis terselubung yang mereka lakukan. Sebagian kelompok ini adalah yang dilakukan oleh oknum pelaku naturopathy, homeopathy, food combining, atau bisnis terapi herbal. Sebagian dari kelompok ini juga dilakukan oleh dokter bahkan beberapa profesor. Tetapi semuanya bukan berasal dari ahli medis, dokter atau profesior yang berkompeten di bidangnya seperti ahli kesehatan anak, ahli vaksin, ahli imunologi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak juga dokter atau profesor yang bergerak di bidang bisnis terapi alternatif atau non medis. Meski sebenarnya ilmu dan aliran terapi alternatif tersebut pada umumnya sangat baik, tetapi sayangnya sebagian kecil di antara mereka demi keberhasilan bisnis mereka mengorbankan kepentingan anak di dunia dengan menyebarkan informasi tidak benar dan menyesatkan.   Benarkah imunisasi lumpuhkan generasi?Dr Piprim B Yanuarso SpA (K)Konsultan Kardiologi Anak Bagian Anak FKUI/RSCM JakartaPengurus PP IDAI, JakartaPencinta anak-anak dan ibunya anak-anak.  Pendahuluan Akhir-akhir ini kita sering mendengar atau melihat seminar dengan judul yang membuat mata seorang dokter terbelalak. "Imunisasi lumpuhkan generasi" atau "Wahai para orangtua bekali dirimu dengan pengetahuan tentang bahaya imunisasi". Sebagai seorang dokter saya lalu merenung, bila benar apa yang mereka serukan itu, betapa besar dosa saya sebagai dokter anak yang sering mengimunisasi bayi dan anak yang datang ke tempat praktek. Betapa jahatnya saya sebagai manusia karena telah mengimunisasi begitu banyak bayi dan anak selama ini, bahkan sejak saya masih sebagai dokter umum di puskesmas dahulu. Lalu saya merenung dan mencoba meneliti kembali permasalahan ini. Siapa sebenarnya yang salah dan siapa yang benar? Dalam kontroversi yang memuat perbedaan 180 derajat ini, tidak mungkin kedua-duanya salah atau benar. Pasti salah satu benar dan yang lain salah. Dan saya khawatir bila selama ini sayalah yang bersalah itu. Saya sungguh khawatir jangan-jangan saya telah melumpuhkan begitu banyak generasi muda. Jangan-jangan saya telah melakukan dosa kemanusiaan yang sangat besar. Galau habis-habisan.Rasa galau itu membuat saya membuka-buka literatur dan data yang ada tentang permasalahan imunisasi. Saya mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan seruan yang menentang keras imunisasi. Suatu pernyataan yang sangat bertolak belakang dengan yang selama ini saya pelajari bahwa imunisasi itu suatu tindakan preventif yang amat bermanfaat buat kemanusiaan. Di lain pihak kegalauan saya juga semakin menjadi bila mengingat andai seruan tersebut kemudian menyebar ke masyarakat luas lalu apa yang akan terjadi dengan bayi-bayi mungil tak berdosa itu di kemudian hari? Mungkinkah penyakit-penyakit berat yang dapat dicegah dengan imunisasi akan bangkit kembali dari kuburnya gara-gara seruan itu? Masalah ini justru menimbulkan kegalauan lebih dalam bagi saya. Apakah sebenarnya imunisasi itu? Sebelum melangkah lebih jauh mari kita bahas sekilas apakah yang dimaksud dengan imunisasi. Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak terpajan pada penyakit tersebut ia tidak menjadi sakit. Kekebalan yang diperoleh dari imunisasi dapat berupa kekebalan pasif maupun aktif. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan pasif disebut imunisasi pasif, dengan cara memberikan antibodi atau faktor kekebalan kepada seseorang yang membutuhkan. Contohnya adalah pemberian imunoglobulin spesifik untuk penyakit tertentu, misalnya imunoglobulin antitetanus untuk penyakit tetanus. Contoh lain adalah kekebalan pasif alamiah antibodi yang diperoleh janin dari ibu. Kekebalan jenis ini tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh. Kekebalan aktif dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen secara alamiah atau melalui imunisasi. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan aktif disebut imunisasi aktif dengan memberikan zat bioaktif yang disebut vaksin, dan tindakan itu disebut vaksinasi. Kekebalan yang diperoleh dari vaksinasi berlangsung lebih lama dari kekebalan pasif karena adanya memori imunologis, walaupun tidak sebaik kekebalan aktif yang terjadi karena infeksi alamiah. Untuk memperoleh kekebalan aktif dan memori imunologis yang efektif maka vaksinasi harus mengikuti cara pemakaian dan jadwal yang telah ditentukan melalui bukti uji klinis yang telah dilakukan. Tujuan imunisasi adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tersebut pada sekelompok masyarakat (populasi), atau bahkan menghilangkannya dari dunia seperti kita lihat pada keberhasilan imunisasi cacar variola. Keadaan terakhir ini lebih mungkin terjadi pada jenis penyakit yang hanya dapat ditularkan melalui manusia, seperti penyakit difteri dan poliomielitis. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan seumur hidup dan akan menjadi beban bagi masyarakat di kemudian hari. Sampai saat ini terdapat 19 jenis vaksin untuk melindungi 23 PD3I di seluruh dunia dan masih banyak lagi vaksin yang sedang dalam penelitian. Adakah bukti bahwa imunisasi bermanfaat ? Pertanyaan selanjutnya yang perlu dijawab adalah adakah manfaat imunisasi? Ataukah imunisasi hanya bikin mudhorot (keburukan) buat kemanusiaan? Untuk menjawab pertanyaan ini saya kemudian menelaah berbagai data status kesehatan masyarakat sebelum dan sesudah ditemukannya imunisasi di berbagai negara. Namun saya ingin menampilkan data dari negara maju seperti Amerika Serikat, karena kelompok antiimunisasi selalu menuduh bahwa imunisasi adalah sebuah proyek konspirasi dari negara ini untuk melumpuhkan generasi muda di seluruh dunia.Sebelum adanya vaksin polio, terdapat 13.000 - 20.000 (16.316) kasus lumpuh layuh akut akibat polio dilaporkan setiap tahun di AS meninggalkan ribuan korban penderita cacat karena polio yang mesti menggunakan tongkat penyangga atau kursi roda. Saat ini AS dinyatakan bebas kasus polio. Angka penurunan mencapai 100%.Sebelum adanya imunisasi campak, 503.282 kasus campak terjadi setiap tahun dan 20% di antaranya dirawat dengan jumlah kematian mencapai 450 orang pertahun akibat pneumonia campak. Setelah ada imunisasi campak kasus menurun hingga 55 kasus pertahun pada tahun 2006. Angka penurunan 99.9%.Sebelum ditemukan imunisasi difteri terjadi 175.885 kasus difteri per tahun dengan angka kematian mencapai 15.520 kasus. Setelah imunisasi ditemukan tahun 2001 jumlahnya menurun menjadi 2 kasus dan tahun 2006 tidak ada lagi laporan kasus difteri. Angka penurunan mencapai 100%Sebelum tahun 1940an terdapat 150.000-260.000 kasus pertussis setiap tahun dengan angka kematian mencapai 9000 kasus setahun. Setelah imunisasi pertussis ditemukan angka kematian menurun menjadi 30 kasus setahun. Namun dengan seruan antiimunisasi yang marak di AS terjadi lagi peningkatan kasus secara signifikan di beberapa negara bagian. Pada 8 negara bagian terjadi peningkatan kasus 10-100 kali lipat pada saat cakupan imunisasi pertussis menurun drastis.Sebelum vaksin HiB ditemukan, HiB nerupakan penyebab tersering meningitis bakteri (radang selaput otak) di AS, dengan 20.000 kasus per tahun. Meningitis HiB menyebabkan kematian 600 anak pertahun dan meninggalkan kecacatan berupa tuli, kejang, dan retardasi mental pada anak yang selamat. Pada tahun 2006 kasus meningitis HIB menurun menjadi 29 kasus. Angka penurunan 99.9%.Hampir 90% bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi Rubella saat hamil trimester pertama akan mengalami sindrom Rubella kongenital, berupa penyakit jantung bawaan, katarak kongenital, dan ketulian. Pada tahun 1964 sekitar 20.000 bayi lahir dengan sindrom Rubella kongenital ini, mengakibatkan 2100 kematian neonatal dan 11.250 abortus. Setelah adanya imunisasi hanya dilaporkan 6 kasus sindrom Rubella kongenital pada tahun 2000. Kasus Rubella secara umum menurun dari 47.745 kasus menjadi hanya 11 kasus pertahun pada tahun 2006. Angka penurunan 99.9%.Hampir 2 milyar orang telah terinfeksi hepatitis B suatu saat dalam hidupnya. Sejuta di antaranya meninggal setiap tahun karena penyakit sirosis hati dan kanker hati. Sekitar 25% anak-anak yang terinfeksi hepatitis B dapat diperkirakan akan meninggal karena penyakit hati pada saat dewasa. Terjadi penurunan jumlah kasus baru dari 450.000 kasus pada tahun 1980 menjadi sekitar 80.000 kasus pada tahun 1999. Penurunan terbanyak terjadi pada anak dan remaja yang mendapat imunisasi rutin.Di seluruh dunia penyakit tetanus menyebabkan kematian pada 300.000 neonatus dan 30.000 ibu melahirkan setiap tahunnya dan mereka tidak diimunisasi adekuat. Tetanus sangat infeksius namun tidak menular, sehingga tidak seperti PD3I yang lain, imunisasi pada anggota suatu komunitas tidak dapat melindungi orang lain yang tidak diimunisasi. Karena bakteri tetanus terdapat banyak di lingkungan kita, maka tetanus hanya bisa dicegah dengan imunisasi. Bila program imunisasi tetanus distop, maka semua orang dari berbagai usia akan rentan menderita penyakit ini.Sekitar 212.000 kasus mumps (gondongan) terjadi di AS pada tahun 1964. Setelah ditemukannya vaksin mumps pada tahun 1967 insidens penyakit ini menurun menjadi hanya 266 kasus pada tahun 2001. Namun pada tahun 2006 terjadi KLB di kalangan mahasiswa, sebagian besar di antara mereka menerima 2 kali vaksinasi. Terjadi lebih dari 5500 kasus pada 15 negara bagian. Mumps merupakan penyakit yang sangat menular dan hanya butuh beberapa orang saja yang tidak diimunisasi untuk memulai transmisi penyakit sebelum menyebar luas. Sebelum vaksin pneumokokus ditemukan, pneumokokus menyebabkan 63.000 kasus invassive pneumococcal disease (IPD) dengan 6100 kematian di AS setiap tahun. Banyak anak yang menderita gejala sisa berupa ketulian dan kejang-kejang. Dari data di atas para ahli menyimpulkan bahwa imunisasi adalah salah satu di antara program kesehatan masyarakat yang paling sukses dan cost-effective . Program imunisasi telah menyebabkan eradikasi penyakit cacar (variola, smallpox), eliminasi campak dan poliomielitis di berbagai belahan dunia. dan penurunan signifikan pada morbiditas dan mortalitas akibat penyakit difteri, tetanus, dan pertussis. Badan kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2003 memperkirakan 2 juta kematian anak dapat dicegah dengan imunisasi. Katz (1999) bahkan menyatakan bahwa imunisasi adalah sumbangan ilmu pengetahuan yang terbaik yang pernah diberikan para ilmuwan di dunia ini.  Miskonsepsi tentang imunisasi Meskipun imunisasi telah terbukti banyak manfaatnya dalam mencegah wabah dan PD3I di berbagai belahan dunia, namun masih terdapat sebagian orang yang memiliki miskonsepsi terhadap imunisasi. Secara umum berikut ini adalah beberapa miskonsepsi yang sering terjadi di masyarakt: A. Penyakit-penyakit tersebut (PD3I) sebenarnya sudah mulai menghilang sebelum vaksin ditemukan karena meningkatnya higiene dan sanitasi.Pernyataan sejenis ini dan variasinya sangat banyak dijumpai pada literatur antivaksin. Namun bila melihat insidens aktual PD3I sebelum dan sesudah ditemukannya vaksin kita tidak lagi meragukan manfaat vaksinasi. Sebagai contoh kita lihat kasus meningitis HiB di Canada. Higiene dan sanitasi sudah dalam keadaan baik sejak tahun 1990, namun kejadian meningitis HiB sebelum program imunisasi dilaksanakan mencapai 2000 kasus per tahun dan setelah imunisasi rutin dijalankan menurun menjadi 52 kasus saja dan mayoritas terjadi pada bayi dan anak yang tidak diimunisasi. Contoh lain adalah pada 3 negara maju (Inggris, Swedia, dan Jepang) yang menghentikan program imunisasi pertussis karena ketakutan terhadap efek samping vaksin pertussis. Di Inggris tahun 1974 cakupan imunisasi menurun drastis dan diikuti dengan terjadinya wabah pertussis pada tahun 1978, ada 100.000 kasus pertussis dengan 36 kematian. Di Jepang pada kurun waktu yang sama cakupan imunisasi pertussis menurun dari 70% menjadi 20-40% hal ini menyebabkan lonjakan kasus pertussis dari 393 kasus dengan 0 kematian menjadi 13.000 kasus dengan 41 kematian karena pertussis pada tahun 1979. Di Swedia pun sama, dari 700 kasus pada tahun 1981 meningkat menjadi 3200 kasus pada tahun 1985. Pengalaman tersebut jelas membuktikan bahwa tanpa imunisasi bukan saja penyakit tidak akan menghilang namun juga akan hadir kembali saat program imunisasi dihentikan. B. Mayoritas anak yang terkena penyakit justru yang sudah diimunisasi.Pernyataan ini juga sering dijumpai pada literatur antivaksin. Memang dalam suatu kejadian luar biasa (KLB) jumlah anak yang sakit dan pernah diimunisasi lebih banyak daripada anak yang sakit dan belum diimunisasi. Penjelasan masalah tersebut sebagai berikut: pertama tidak ada vaksin yang 100% efektif. Efektivitas sebagian besar vaksin pada anak adalah sebesar 85-95%, tergantung respons individu. Kedua: proporsi anak yang diimunisasi lebih banyak daripada anak yang tidak diimunisasi di negara yang menjalankan program imunisasi. Bagaimana kedua faktor tersebut berinteraksi diilustrasikan dalam contoh berikut. Suatu sekolah mempunyai 1000 murid. Semua murid pernah diimunisasi campak 2 kali kecuali 25 yang tidak pernah sama sekali. Ketika semua murid terpapar campak, 25 murid yang belum diimunisasi semuanya menderita campak. Dari kelompok yang telah diimunisasi campak 2 kali, sakit 50 orang. Jumlah seluruh yang sakit 75 orang dan yang tidak sakit 925 orang. Kelompok antiimunisasi akan mengatakan bahwa persentase murid yang sakit adalah 67 % (50/75) dari kelompok yang pernah imunisasi, dan 33% (25/75) dari kelompok yang tidak diimunisasi. Padahal bila dihitung dari efek proteksi, maka imunisasi memberikan efek proteksi sebesar (975-25)/975 = 94.8%. Yang tidak diimunisasi efek proteksi sebesar 0/25= 0%. Dengan kata lain, 100% murid yang tidak mendapat imunisasi akan sakit campak; dibanding hanya 5,2% dari kelompok yang diimunisasi yang terkena campak. Jelas bahwa imunisasi berguna untuk melindungi anak. C. Vaksin menimbulkan efek samping yang berbahaya, kesakitan, dan bahkan kematianVaksin merupakan produk yang sangat aman. Hampir semua efek simpang vaksin bersifat ringan dan sementara, seperti nyeri pada bekas suntikan atau demam ringan. Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) secara definitif mencakup semua kejadian sakit pasca imunisasi. Prevalensi dan jenis sakit yang tercantum dalam KIPI hampir sama dengan prevalensi dan jenis sakit dalam keadaan sehari-hari tanpa adanya program imunisasi. Hanya sebagian kecil yang memang berkaitan dengan vaksin atau imunisasinya, sebagian besar bersifat koinsidens. Kematian yang disebabkan oleh vaksin sangat sedikit. Sebagai ilustrasi semua kematian yang dilaporkan di Amerika sebagai KIPI pada tahun 1990-1992, hanya 1 yang mungkin berhubungan dengan vaksin. Institut of Medicine (IOM) tahun 1994 menyatakan bahwa risiko kematian akibat vaksin adalah amat rendah (extra-ordinarily low). Besarnya risiko harus dibandingkan dengan besarnya manfaat vaksin. Bila satu efek simpang berat terjadi dalam sejuta dosis vaksin namun tidak ada manfaat vaksin, maka vaksin tersebut tidak berguna. Manfaat imunisasi akan lebih jelas bila risiko penyakit dibandingkan dengan risiko vaksin. Contoh vaksin MMR (melindungi campak, mumps (gondongan) dan rubella (campak jerman)pneumonia campak : risiko kematian 1:3000 risiko alergi berat MMR 1:1000.000Ensefalitis mumps : 1 : 300 pasien mumps, risiko ensefalitis MMR 1:1000.000Sindrom rubella kongenital : 1 : 4 bayi dari ibu hamil kena rubella Contoh vaksin DPaT (melindungi difteri, pertussis, dan tetanus)Difteri : risiko kematian 1 : 20, risiko menangis lama sementara 1 : 100Tetanus : risiko kematian 1 : 30, risiko kejang sembuh sempurna 1 : 1750Pertussis : risiko ensefalitis pertussis 1 : 20, risiko ensefalitis DPaT 1 : 1000.000  D. Penyakit penyakit tersebut (PD3I) telah tidak ada di negara kita sehingga anak tidak perlu diimunisasiAngka kejadian beberapa penyakit yang termasuk PD3I memang telah menurun drastis. Namun kejadian penyakit tersebut masih cukup tinggi di negara lain. Siapa pun termasuk wisatawan dapat membawa penyakit tersebut secara tidak sengaja dan dapat menimbulkan wabah. Hal tersebut serupa dengan KLB polio di Indonesia pada tahun 2005 lalu. Sejak tahun 1995 tidak ada kasus polio yang disebabkan oleh virus polio liar. Pada bulan April 2005, Laboratorium Bioofarma di Bandung mengkonfirmasi adanya virus polio liar tipe 1 pada anak berusia 18 bulan yang menderita lumpuh layuh akut pada bulan Maret 2005. Anak tersebut tidak pernah diimunisasi sebelumnya. Virus polio itu selanjutnya menyebabkan wabah merebak ke 10 propinsi, 48 kabupaten. Sampai bulan April 2006 tercatat 349 kasus polio, termasuk 46 kasus VDVP (vaccine derived polio virus) di Madura. Dari analisis genetik virus diketahui bahwa virus berasal dari Afrika barat. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa virus sampai ke Indonesia melalui Nigeria dan Sudan sama seperti virus yang diisolasi di Arab Saudi dan Yaman. Dari pengalaman tersebut terbukti bahwa anak tetap harus mendapat imunisasi karena dua alasan. Alasan pertama adalah anak harus dilindungi. Meskipun risiko terkena penyakit adalah kecil, bila penyakit masih ada, anak yang tidak terproteksi tetap berpeluang terinfeksi. Alasan kedua imunisasi anak penting untuk melindungi anak lain di sekitarnya. Terdapat sejumlah anak yang tak dapat diimunisasi (misalnya karena alergi berat terhadap komponen vaksin) dan sebagian kecil anak yang tidak memberi respons terhadap imunisasi. Anak-anak tersebut rentan terhadap penyakit dan perlindungan yang diharapkan adalah dari orang-orang di sekitarnya yang tidak sakit dan tidak menularkan penyakit kepadanya. E. Pemberian vaksin kombinasi (multipel) meningkatkan risiko efek simpang yang berbahaya dan dapat membebani sistem imunAnak-anak terpapar pada banyak antigen setiap hari. Makanan dapat membawa bakteri yang baru ke dalam tubuh. Sistem imun juga akan terpapar oleh sejumlah bakteri hidup di mulut dan hidung. Infeksi saluran pernapasan bagian atas akan menambah paparan 4-10 antigen, sedangkan infeksi streptokokus pada tenggorokan memberi paparan 25-50 antigen. Tahun 1994 IOM menyatakan bahwa dalam keadaan normal penambahan jumlah antigen dalam vaksin tidak mungkin akan memberikan beban tambahan pada sistem imun dan tidak bersifat imunosupresif. Data penelitian menunjukkan bahwa imunisasi simultan dengan vaksin multipel tidak membebani sistem imun anak normal. Pada tahun 1999 Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP), American Academy of Pediatrics (AAP), dan American Academy of Family Physicians (AAFP) merekomendasi pemberian vaksin kombinasi untuk imunisasi anak. Keuntungan vaksin kombinasi adalah mengurangi jumlah suntikan, mengurangi biaya penyimpanan dan pemberian vaksin, mengurangi jumlah kunjungan ke dokter, dan memfasilitasi penambahan vaksin baru ke dalam program imunisasi. F. Vaksin MMR menyebabkan autismeBeberapa orangtua anak dengan autisme percaya bahwa terdapat hubungan sebab akibat antara vaksin MMR dengan autisme. Gejala khas autisme biasanya diamati oleh orangtua saat anak mulai tampak gejala keterlambatan bicara setelah usia lewat satu tahun. Vaksin MMR diberikan pada usia 15 bulan (di luar negeri 12 bulan). Pada usia sekitar inilah biasanya gejala autisme menjadi lebih nyata. Meski pun ada juga kejadian autisme mengikuti imunisasi MMR pada beberapa kasus. Akan tetapi penjelasan yang paling logis dari kasus ini adalah koinsidens. Kejadian yang bersamaan waktu terjadinya namun tidak terdapat hubungan sebab akibat. Kejadian autisme meningkat sejak 1979 yang disebabkan karena meningkatnya kepedulian dan kemampuan kita mendiagnosis penyakit ini, namun tidak ada lonjakan secara tidak proporsional sejak dikenalkannya vaksin MMR pada tahun1988.Pada tahun 2000 AAP membuat pernyataan : "Meski kemungkinan hubungan antara vaksin MMR dengan autisme mendapat perhatian luas dari masyarakat dan secara politis, serta banyak yang meyakini adanya hubungan tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya, namun bukti-bukti ilmiah yang ada tidak menyokong hipotesis bahwa vaksin MMR menyebabkan autisme dan kelainan yang berhubungan dengannya. Pemberian vaksin measles, mumps, dan rubella secara terpisah pada anak terbukti tidak lebih baik daripada pemberian gabungan menjadi vaksin MMR, bahkan akan menyebabkan keterlambatan atau luput tidak terimunisasi. Dokter anak mesti bekerjasama dengan para orangtua untuk memastikan bahwa anak mereka terlindungi saat usianya mencapai 2 tahun dari PD3I. Upaya ilmiah mesti terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari autisme. Lembaga lain yaitu CDC dan NIH juga membuat pernyataan yang mendukung AAP. Pada tahun 2004 IOM menganalisis semua penelitian yang melaporkan adanya hubungan antara vaksin MMR dengan autisme. Hasilnya adalah tidak satu pun penelitian itu yang tidak cacat secara metodologis. Kesimpulan IOM saat itu adalah tidak terbukti ada hubungan antara vaksin MMR dengan autisme. Penutup Setelah mengkaji berbagai literatur sebagaimana disebutkan di atas, maka secara berangsur kegalauan saya menghilang. Saya semakin yakin akan kebenaran teori ilmiah berbasis bukti yang sudah ditemukan para ahli. Bahkan beberapa waktu lalu ada sejawat saya Dr Julian Sunan, seorang dokter yang masih muda dan amat ganteng (menurut pengakuannya sendiri) telah menelaah bahwa ternyata tokoh-tokoh antivaksin yang sering dikutip kelompok antivaksin di Indonesia ternyata banyak yang fiktif. Mereka melakukan pemelintiran data dan pemutarbalikan fakta. Tak heran kalau yang sangat aman dianggap sangat berbahaya dan penyakit sangat berbahaya nan mematikan dianggap tidak apa apa dan mungkin malah diajak bersahabat karib oleh kelompok antiimunisasi. Terimakasih.  Bahan bacaan : Ranuh IGNG, Suyitno H, Hadinegoro SRS, Kartasasmita CB, Ismoedijanto, Soedjatmiko. Buku Pedoman Imunisasi di Indonesia, edisi ke-4. Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta 2011.Center for Disease Control http://www.cdc.gov
   


Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
Anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya. Maka, kita sebagai orang tua bertanggung jawab terhadap amanah ini. Tidak sedikit kesalahan dan kelalaian dalam mendidik anak telah menjadi fenomena yang nyata. Sungguh merupakan malapetaka besar ; dan termasuk menghianati amanah Allah.

Adapun rumah, adalah sekolah pertama bagi anak. Kumpulan dari beberapa rumah itu akan membentuk sebuah bangunan masyarakat. Bagi seorang anak, sebelum mendapatkan pendidikan di sekolah dan masyarakat, ia akan mendapatkan pendidikan di rumah dan keluarganya. Ia merupakan prototype kedua orang tuanya dalam berinteraksi sosial. Oleh karena itu, disinilah peran dan tanggung jawab orang tua, dituntut untuk tidak lalai dalam mendidik anak-anak.
Meskipun banyak orang tua yang mengetahui, bahwa mendidik anak merupakan tanggung jawab yang besar, tetapi masih banyak orang tua yang lalai dan menganggap remeh masalah ini. Sehingga mengabaikan masalah pendidikan anak ini, sedikitpun tidak menaruh perhatian terhadap perkembangan anak-anaknya.

Baru kemudian, ketika anak-anak berbuat durhaka, melawan orang tua, atau menyimpang dari aturan agama dan tatanan sosial, banyak orang tua mulai kebakaran jenggot atau justru menyalahkan anaknya. Tragisnya, banyak yang tidak sadar, bahwa sebenarnya orang tuanyalah yang menjadi penyebab utama munculnya sikap durhaka itu.

Berikut ini sepuluh bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya :

1. Menumbuhkan Rasa Takut Dan Minder Pada Anak
Kadang, ketika anak menangis, kita menakut-nakuti mereka agar berhenti menangis. Kita takuti mereka dengan gambaran hantu, jin, suara angin dan lain-lain. Dampaknya, anak akan tumbuh menjadi seorang penakut : Takut pada bayangannya sendiri, takut pada sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti. Misalnya takut ke kamar mandi sendiri, takut tidur sendiri karena seringnya mendengar cerita-cerita tentang hantu, jin dan lain-lain.
Dan yang paling parah tanpa disadari, kita telah menanamkan rasa takut kepada dirinya sendiri. Atau misalnya, kita khawatir ketika mereka jatuh dan ada darah di wajahnya, tangan atau lututnya. Padahal semestinya, kita bersikap tenang dan menampakkan senyuman menghadapi ketakutan anak tersebut. Bukannya justru menakut-nakutinya, menampar wajahnya, atau memarahinya serta membesar-besarkan masalah. Akibatnya, anak-anak semakin keras tangisnya, dan akan terbiasa menjadi takut apabila melihat darah atau merasa sakit.

2. Mendidiknya Menjadi Sombong, Panjang Lidah, Congkak Terhadap Orang Lain. Dan Itu Dianggap Sebagai Sikap Pemberani.
Kesalahan ini merupakan kebalikan point pertama. Yang benar ialah bersikap tengah-tengah, tidak berlebihan dan tidak dikurang-kurangi. Berani tidak harus dengan bersikap sombong atau congkak kepada orang lain. Tetapi, sikap berani yang selaras tempatnya dan rasa takut apabila memang sesuatu itu harus ditakuti. Misalnya : takut berbohong, karena ia tahu, jika Allah tidak suka kepada anak yang suka berbohong, atau rasa takut kepada binatang buas yang membahayakan. Kita didik anak kita untuk berani dan tidak takut dalam mengamalkan kebenaran.

3. Membiasakan Anak-Anak Hidup Berfoya-foya, Bermewah-mewah Dan Sombong.
Dengan kebiasaan ini, sang anak bisa tumbuh menjadi anak yang suka kemewahan, suka bersenang-senang. Hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak peduli terhadap keadaan orang lain. Mendidik anak seperti ini dapat merusak fitrah, membunuh sikap istiqomah dalam bersikap zuhud di dunia, membinasakah muru’ah (harga diri) dan kebenaran.

4. Selalu Memenuhi Permintaan Anak
Sebagian orang tua ada yang selalu memberi setiap yang diinginkan anaknya, tanpa memikirkan baik dan buruknya bagi anak. Padahal, tidak setiap yang diinginkan anaknya itu bermanfaat atau sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Misalnya si anak minta tas baru yang sedang trend, padahal baru sebulan yang lalu orang tua membelikannya tas baru. Hal ini hanya akan menghambur-hamburkan uang. Kalau anak terbiasa terpenuhi segala permintaanya, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang tidak peduli pada nilai uang dan beratnya mencari nafkah. Serta mereka akan menjadi orang yang tidak bisa membelanjakan uangnya dengan baik.

5. Selalu Memenuhi Permintaan Anak, Ketika Menangis, Terutama Anak Yang Masih Kecil.
Sering terjadi, anak kita yang masih kecil minta sesuatu. Jika kita menolaknya karena suatu alasan, ia akan memaksa atau mengeluarkan senjatanya, yaitu menangis. Akhirnya, orang tua akan segera memenuhi permintaannya karena kasihan atau agar anak segera berhenti menangis. Hal ini dapat menyebabkan sang anak menjadi lemah, cengeng dan tidak punya jati diri.

6. Terlalu Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Mereka, Melebihi Batas Kewajaran.
Misalnya dengan memukul mereka hingga memar, memarahinya dengan bentakan dan cacian, ataupun dengan cara-cara keras lainnya. Ini kadang terjadi ketika sang anak sengaja berbuat salah. Padahal ia (mungkin) baru sekali melakukannya.

7. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran
Ada juga orang tua yang terlalu pelit kepada anak-anaknya, hingga anak-anaknya merasa kurang terpenuhi kebutuhannya. Pada akhirnya mendorong anak-anak itu untuk mencari uang sendiri dengan bebagai cara. Misalnya : dengan mencuri, meminta-minta pada orang lain, atau dengan cara lain. Yang lebih parah lagi, ada orang tua yang tega menitipkan anaknya ke panti asuhan untuk mengurangi beban dirinya. Bahkan, ada pula yang tega menjual anaknya, karena merasa tidak mampu membiayai hidup. Naa’udzubillah mindzalik

8. Tidak Mengasihi Dan Menyayangi Mereka, Sehingga Membuat Mereka Mencari Kasih Sayang Diluar Rumah Hingga Menemukan Yang Dicarinya.
Fenomena demikian ini banyak terjadi. Telah menyebabkan anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas –waiyadzubillah-. Seorang anak perempuan misalnya, karena tidak mendapat perhatian dari keluarganya ia mencari perhatian dari laki-laki di luar lingkungan keluarganya. Dia merasa senang mendapatkan perhatian dari laki-laki itu, karena sering memujinya, merayu dan sebagainya. Hingga ia rela menyerahkan kehormatannya demi cinta semu.

9. Hanya Memperhatikan Kebutuhan Jasmaninya Saja.
Banyak orang tua yang mengira, bahwa mereka telah memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Banyak orang tua merasa telah memberikan pendidikan yang baik, makanan dan minuman yang bergizi, pakaian yang bagus dan sekolah yang berkualitas. Sementara itu, tidak ada upaya untuk mendidik anak-anaknya agar beragama secara benar serta berakhlak mulia. Orang tua lupa, bahwa anak tidak cukup hanya diberi materi saja. Anak-anak juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Bila kasih sayang tidak di dapatkan dirumahnya, maka ia akan mencarinya dari orang lain.

10. Terlalu Berprasangka Baik Kepada Anak-Anaknya
Ada sebagian orang tua yang selalu berprasangka baik kepada anak-anaknya. Menyangka, bila anak-anaknya baik-baik saja dan merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan, tidak pernah mengecek keadaan anak-anaknya, tidak mengenal teman dekat anaknya, atau apa saja aktifitasnya. Sangat percaya kepada anak-anaknya. Ketika tiba-tiba, mendapati anaknya terkena musibah atau gejala menyimpang, misalnya terkena narkoba, barulah orang tua tersentak kaget. Berusaha menutup-nutupinya serta segera memaafkannya. Akhirnya yang tersisa hanyalan penyesalan tak berguna.   Emang y bun mendidik anak itu ga mudah kita harus pinter2 n tau karakter anak jg. Kita jg harus bs jadi contoh buat si kecil,seperti kata bunda rista anak kita adalah cermin kita. Mg2 infonya bermanfaat.
   
Jumlah Posts : 625
Jumlah di-Like : 16
Kalau pengalaman saya dulu... Secara pada awalnya saya juga kurang pengetahuan tentang ASI, jadi IMD gagal. Ditambah ASI baru keluar di hari 10 (stress baby blues juga sih). Juga buat makin minder setiap kali baca milis dan forum lainnya yang bilang sama seperti bunda Nauli.

Bagaimana tidak, PD ada abses, jadi kuantitas ASI benar-benar sedikit. Sedangkan saya baca yang lain pada bilang bisa dapat 200 cc hanya di 1 PD saja, padahal saya dapat segitu bisa seharian merah.

Tapi entah bagaimana... saya tidak mau menyerah. Saya ngotot, harus sama seperti bunda-bunda yang lain, kalo bunda lain bisa dapat segitu banyak, setidaknya saya bisa menyamai. Saya sampai bela-belain beli botol ASIP yang sempat ditanya suami, "buat apa?"

Tekad saya cuma 1: stok ASI. Saya tidak mau anak saya bergantung pada sufor, juga saya rada malu sama dsa yang tiap kali ketemu ditanya, "sudah ASI full belum?" Jadi tiap kali ditanya saya selalu punya alasan, dan dia selalu menjawab, "coba lagi ya, bund. Jangan menyerah"

Juga jaga-jaga, kalau sewaktu-waktu saya jatuh sakit, tidak bisa menyusui, juga saya bisa jalan-jalan sendirian, juga kenapa saya sangat suka menyusui karena saya sangat rinduuuu melihat tatapan matanya yang terasa sangat dekat sekali... melihat gerakan tangannya tiap kali menyusu, mendengar nafasnya yang terengah tiap kali LDR, mengusap peluh tiap kali menyusu seakan ia sekuat tenaga memompa ASI supaya keluar banyak, menarik-narik baju saya, dan saya merasa saat-saat itu adalah saat yang tidak bisa tergantikan oleh siapa pun juga, bahkan oleh orang yang merasa yang paling menyayanginya. Saat dimana saya merasa sangat dibutuhkan oleh anak saya, dan dia sangat tergantung pada saya.

Karena itu, saya yang sudah pernah memberinya sufor hingga umurnya 10 hari, benar-benar merasa menyesalll sekali waktu dulu kenapa tidak memberinya yang terbaik dari diri saya. Tidak peduli bagaimana dengan PD saya yang jadi besar sebelah, tapi saya sangat bangga mengatakan kalau saya berhasil menyusui anak saya hingga saat ini, dan rencana sampai umurnya 1 tahun masih full ASI (dengan dicampur ke MP-ASI tentunya), begitu lewat 1 tahun bolehlah dicampur sufor.

Saya yakin, suatu saat nanti, kalau anak saya sudah besar, dia bisa dengan bangganya bilang: "saya diberi ASI hingga 1 tahun." Karena dia akan tahu, betapa besar sayang saya kepadanya, dengan memberikan yang terbaik.
   
Jumlah Posts : 141
Jumlah di-Like : 1

DEAR ALL BUNDA...ini ada sedikit cerita dari sebuah milis...mungkin bisa jadi pelajaran buat saya juga bunda semuanya

Benarkah Cara Mendidik Anak Kita?

Apa kita pernah menerangkan, atau setidaknya, sambil santai  ngomong ke anak-anak, “Bapak kepingin kamu menjadi orang yang sukses”, atau, “Jadilah orang yang banyak berguna bagi agama dan bangsa.”

Jangan-jangan kita sebagai orangtua, selama menjalani kehidupan keluarga hanya menghabiskan waktu untuk mencari nafkah? Tidak ada waktu untuk mencoba bekomunikasi dengan anak-anak kita, memberikan semangat, memberikan pandangan tentang hidup yang bakal dihadapi.

“Kamu ingin jadi apa, Nak, nanti kalau sudah besar?”

Kata-kata seperti itu untuk anak-anak kita sangatlah menyejukkan bagi hati mereka. Bukan cuma bilang, “Kamu nggak boleh ini, itu, inu, dll.” Apakah kita ingin dalam waktu membesarkan anak-anak kita hidup seperti air mengalir?

Tiba-tiba anak kita sudah masuk SD.
Tiba-tiba masuk SMA.
Tiba-tiba sudah lulus kuliah.
Tiba-tiba sudah kawin.
Tiba-tiba kita sudah punya cucu.

Tiba-tiba nyawa kita sudah mau diambil malaikat.
Hidup kita ini sangatlah pendek, Kawan. Coba dibandingkan dengan umat-umat nabi yang terdahulu. Ada yang 500 tahun, 800 tahun, dll. Umur kita juga sangatlah terbatas untuk melihat anak kita tumbuh dan berkembang.

Ada teman saya yang orangtuanya tidak ada waktu untuk mengobrol enak dengan si anak. Orangtua sibuk banting tulang untuk membiayai hidup seluruh keluarga. Orangtua pulang sampai rumah sehabis Maghrib. Gara gara capek dan bete dengan masalah pekerjaan, di rumah kerjaannya maraaaaahhhhhhh terus. Kayak nggak ada benernya urusan di rumah.

Setiap hari hal ini yang terjadi. Mood-nya orangtua yang kecapekan kerja selalu tidak bagus. Kalau orangtua mood-nya lagi bagus, tapi si anak moodnya lagi jelek, orangtuanya menganggap si anak tidak hormat. Repot.

Ada juga cerita seorang teman yang orangtuanya tak pernah peduli dengan prestasi anaknya, sebagus apapun itu. Mereka tidak pernah memberi pujian apapun ke anaknya.
Awas, anak yang tidak pernah mendapat pujian di rumah, akan mencari pujian-pujian itu di luar.

Pernah dengar kisah nyata Ny. Ani yang membunuh ketiga anaknya sendiri?

Kalau belum akan coba saya ceritakan sedikit.

Ani adalah lulusan ITB Bandung dengan IPK hampir 4 (saya lupa 3,8 atau 3,9).
Keluarganya adalah keluarga yang ilmu agamanya kuat. Apa yang kurang dari dia?

Selama hidupnya, Ani TIDAK PERNAH SEKALIPUN DI PUJI OLEH IBUNYA. Apa pun yang dia buat, sehebat dan sebaik apapun tidak pernak dipuji atau dielem (bahasa Jawanya).

Dia belajar mati-mati untuk mendapat pujian dari ibunya, sehingga lulus ITB pun cum laude. Tapi apa kata ibunya? “Gitu aja, semua orang bisa.”

Karena di omongin begitu, setelah lulus kuliah Ani tidak kerja. Melanjutkan S2-nya di ITB lagi. Hasilnya? Lulus dengan IPK 4,0.

Apa kata ibunya? Sekali lagi, “Kalau segitu sih, biasa.”

Masya Allah. Ada ya ibu yang kayak gitu?

Setelah menikah, Ani dikaruniai tiga orang anak. Yang paling besar kalau tidak salah SD. Setelah itu TK. Dan yang paling kecil masih bayi.

Karena dia memang ditempa oleh orangtuanya dengan cara yang tidak tepat, sampailah cara itu pada alam bawah sadarnya. Cara Ani mendidik anak-anaknya persis seperti ibunya mendidik dia. Meskipun dia sering sadar kalau cara tersebut keliru.

Suatu ketika waktu dia berdiam diri di rumah sambil melamun, mulailah setan berbisik, “Sebelum ketiga anakmu menjadi korban si Ani (dirinya sendiri), seperti si Ani jadi korban ibunya, mumpung mereka belum besar, lebih baik anak-anakmu dibunuh saja. Daripada mereka tersiksa seperti si Ani sampai sekarang ini.”

Ani terpengaruh. Dia ingin membunuh ketiga buah hatinya. Percobaan pertama dipergoki oleh suaminya, sehingga gagal. Percobaan kedua dipergoki oleh pembantunya, gagal maning, gagal maning.

Hingga akhirnya yang ketiga. Waktu itu suaminya ada panggilan tugas ke luar kota yang tidak bisa ditinggalkan, pembantunya disuruh beli sesuatu di tempat jauh.

Ani mengawalinya dari anak yang paling lemah, yaitu anak bayinya. Anak ketiga itu dikasih makan sampai kenyang. Setelah kenyang, dibelai-belainya agar tertidur. Setelah tidur, Ani mengambil bantal seraya berkata, “Tunggu Ibu di surga ya anakku.” Dengan dingin, bantal dibenamkan menutupi wajah si bayi. Anak lucu itu pun tidak bergerak lagi.

Anak kedua pulang dari TK, sekitar jam 9. Disuruhnya anak itu cepat tidur, padahal belum waktunya untuk tidur. Dibelai-belai rambut sang anak sampai dia benar-benar tertidur. Setelah itu prosedurnya sama persis dengan yang dilakukan pada sang bayi. Meninggallah anak kedua.

Prosedur sama juga diterapkan untuk si sulung.

Dan akhirnya terbongkarlah pebuatan Ani.

Untung bagi Ani, waktu polisi menanyai si suami apakah dia mau menuntut istrinya, dia menggeleng. Karena pria itu benar-benar tahu keadaan Ani.

Kesimpulannya, janganlah anak-anak kita menjadi Ani-Ani yang lain. Perlakukanlah mereka dengan lembut, ajarilah mereka tentang kebaikan, tentang tujuan hidup. Jangan hanya main perintah saja.

Jangan sampai pula seperti cerita salah seorang teman saya yang orangtuanya sering mengatakan tanpa sadar, “Mestinya aku ngajari kamu dari kecil, sekarang sudah terlambat.”

   
18-12-2007 11:27:20 ibu idealkah anda
Jumlah Posts : 40
Jumlah di-Like : 1
3. Gold Medal Parents
Inilah kelompok orang tua yang selalu mengingkan anak-anaknya menjadi juara dalam setiap kompetisi.

Ciri-ciri :
Sering mengikutkan anaknya ke berbagai kompetesi dan gelanggang. apa saja mereka ikuti seperti lomba seni, lomba ketangkasan fisik dan lomba ilmu pengetahuan seperti olimpiade matematika dan sains yang akhir-akhir ini marak di Indonesia. Berbagai cara akan ditempuh agar anak-anak ini tampil sebagai juara. Sejak dini anak-anak ini diikutkan dalam berbagai perlombaan tadi dan berharap selalu menang.

Kelebihan :
Dapat mengasah kemampuan anak sejak dini lewat lomba-lomba sekaligus memberi bekal kepada anak dalam semangat berkompetisi. Ingat, di dunia yang penuh persaingan ini, anak-anak yang sejak kecil senang berkompetisi umumnya mempunyai semangat juang yang tinggi utnuk memenangi persaingan. Modal ini bisa memberi kesuksesan pada mereka kelak. Apalagi kali karier yang dipilih adalah menjadi wirausaha yang menuntut untuk selalu siap bertanding merajai pasaran.

Kekurangan ;
Karena terlalu berambisi, sering kali taik memeprhatikan kondisi anak yang bisa dilanda rasa bosan, capek atau ingin mencoba hal-hal yang baru lainnya. Akibatnya bila si anak terus dipacu dengan target, dia bisa menjadi frustasi ketika dia merasa tak lagi mampu.

Anak yang dihasilkan:
Anak -anak yang gemar berkompetisi dan selalu bertekad menjadi juara. bila mereka sering memenangkan pertandingan. cenderung mempunyai rasa percaya diri yang tinggi sehingg menjadi pribadi yang terbuka dan tak gampang frustasi. Di sisi lain, tak sedikit kasus yang mengenaskan menimpa diri anak akibat perilaku ambisi kelompok gold n metal parents ini. Sebagai contoh pada tahun 70 an seorang gadis kecil pesenamusia TK mengalami kelainan tulang akibat ambisi ayahnya menjadi pesenam tingkat dunia. Atau kasus penyanyi cilik dunia Heintje yang setelah dewasa menjadi pasien dokter jiwa. Ini semua akibat ambisi gold medal parents yang kebablasan karena tak memperhatikan kemampuan anak-anak mereka. Padahal meskipun mejadi juara, tidak setiap saat anak menunjukkan performa yang prima. ada saatnya anak-anak menunjukkan penurunan prestasi, yang mungkin saja disebabkan oleh rasa bosan dan frustasi karena terus menerus dituntut menjadi juara. Nah sebagai tanda protes mereka malah menurun prestasinya.

Agar anak berkembang sehat, inilah yang harus dilakukan orang tua:
Sebaiknya jadikan ajang perlombaan hanya sebagai media penyaluran bakat/kesenangan anak tanpa diberi target ini itu. Keikutsertaannya dalam berbagai lomba, meski tidak menang, sudah memberi manfaat positif seperti latihan percaya diri, merasakan berkompetisi, mengapresiasikan karya orang lain dan sebagainya. Orang tua harus menyadari bahwa menag dan kalah dalam setiap pertandingan atau kompetisi adalah hal yang biasa. Kekalahan meski pahit diterima ternyata mampu memberikan pembelajaran yang positif bagi anak-anak. Dengan kekalahan, mereka kana flashback undur sejenak mengevaluasi kekurangan mereka untuk kemudian berpacu lagi menjadi juara. Kekalahan juga mengajari anak untuk bersikap rendah hati karena ternyata banyak orang yang punya kemampuan lebih dibandingkan dirinya. Jika mereka tak pernah kalah, mereka akan bersikap sombong dan ketika kalah, merasakan frustasi yang berlebihan dibanding mereka yang dituntut berprestasi tapi tak selalu harus menjadi juara
   
10-05-2017 15:24:53 mau tanya dong
Jumlah Posts : 17
Jumlah di-Like : belum ada like
aku kemaren pas di tes positif kta dokter sya hmil sudah 6minggu dn sya tes lagi tpi negatif pas sya priksa lg dok ter menjwab bahwa sya hmil
dn kemaren sya skit kencing dn sya muntah2 sya kedokter dn dokter mengecek perut sya dia berkata bahwa ktnya tidak ada bayi dlm perut sya sya pun ke dukun bayi dan sya ktanya lg hamil 1bulan tpi pas sya pulang dari dukung bayi sya langsung keluar darah tpi tidak skit cmn sya merasa lemas bgt dan punggung skit yang hebat aphakah sya bisa punya anak lg
   
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Berbagai Pertanyaan Seputar ASI (Part I)

Posted:2012-07-12 12:39:56

Menjadi seorang Bunda terlebih lagi untuk anak pertama bisa menimbulkan kekhawatiran. Baik itu disebabkan informasi dari lingkungan luar seperti keluarga dan teman, atau pertanyaan dari dalam diri sendiri. Yang paling sering meresahkan para Bunda yakni tentang pemberian Air Susu Ibu (ASI). Pertanyaan seperti Apakah nanti ASI saya bisa keluar? Atau payudara saya kecil, bisakah saya menyusui? seringkali meresahkan Bunda yang tengah hamil. Bunda yang tengah menyusui pun tidak jarang bertanya seputar ASI. Berikut beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan Bunda pada umumnya ;

· Bagaimana kalau ASI saya tidak keluar?

Pada dasarnya tidak ada ASI yang tidak bisa keluar. Tetapi, produksi ASI tidak hanya dipengaruhi oleh fisik tetapi juga psikis. Stress dan rasa tidak percaya diri akan mempengaruhi produksi Asi. Perlu diketahui, sangat mungkin pengeluaran Asi tidak lancar di minggu pertama. Jangan lantas menyimpulkan ASI tidak keluar dan menghentikan proses menyusui. Produksi ASI bekerja berdasarkan permintaan yang artinya tidak ada permintaan tidak akan diproduksi. Berarti dapat disimpulkan, semakin sering Bunda menyusui atau memerah ASI, maka semakin banyak pula produksi ASI.

· Bisakah saya menyusui dengan kondisi payudara kecil dan puting masuk?

Bisa. Ukuran dan bentuk payudara tidak ada hubungannya dengan kemampuan untuk memproduksi ASI. Payudara kecil sekali pun tetap dapat memproduksi ASI dengan baik. Begitu juga dengan puting yang masuk, Bunda masih dapat menyusui. Yang perlu diingat adalah bahwa menyusui bukan hanya pada putingnya saja, tetapi juga bagian areola.

· Mengapa ASI saya lebih encer dari ASI teman?

Tidak perlu dikhawatirkan. Kekentalan ASI setiap Bunda memang berbeda-beda, apalagi ASI perah yang Bunda bisa lihat sendiri kumpulan lemaknya. ASI encer atau pun kental kualitasnya sama bagusnya. Bahkan ASI masih tetap bagus bila Bunda kurang nutrisi sekali pun. Namun, disarankan Bunda makan makanan yang bergizi supaya asupan nutrisi Bunda tetap tercukupi.

· Katanya menyusui sakit, benarkah?

Bila dilakukan dengan benar menyusui tidak akan menimbulkan rasa sakit. Rasa sakit yang muncul biasanya disebabkan karena puting yang luka (lecet). Untuk itu cegahlah jangan sampai terluka. Puting luka disebabkan oleh posisi menyusui (latch-on) yang tidak benar. Posisi yang benar saat menyusui adalah kepala bayi satu garis dengan tenggorokan (tidak miring), perut Bunda dan perut bayi menempel, dan mulut bayi masuk sempurna pada areola. Bila terasa nyeri berarti posisi belum tepat, ulangi lagi prosesnya sampai tidak terasa nyeri.

Masih ada beberapa pertanyaan lain yang mungkin salah satunya menjadi pertanyaan Bunda di rumah. Tunggu artikel minggu depan, Infobunda akan mengulasnya kembali.

   
15-07-2015 23:26:53 rs st,carolus dr,ekarini
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like

Ini rumah sakit jelek bangat.  Saya melahirkan disana awal 2014.  Sampai sekarang saya masih trauma dan tidak mau punya anak lagi. 

Waktu pre-natal sama Dr Ekirini.  Cukup bagus, tapi sering tunggu lama2. 6 atau 7 jam.  Dan ketemu doktor paling 5 minut.  Tidak ada waktu untuk tanya apa aja. 

Waktu anakku lahir, disaster total.  Saya di induksi bidan malam.  Tidak ada doktor disana.  Bidan sangat bodoh dan tidak bisa bantu pasien apa aja.  Ada 4 bidan, tapi semuanya galak dan bodoh.  Saya sakit minta ampun dan muntah2 terus dari jam 8 malam sampai jam 9 pagi.  Dr Ekarini pernah janji saya di jaga kalau di induksi, dan di kasih obat bius atau caesar kalau tidak kuat sakit.  Tapi saya cuma di jaga bidan yang bodoh.  Saya minta terus obat anti-sakit, tapi tidak di kasih.

Sesudah itu saya di caesar, tapi tidak ada yang kasih tahu kenapa harus caesar.  Saya di tinggal lama2 di ruang koridor dan tidak ada yang jaga.   Tidak ada orang jelaskan apa aja.

Sesudah caesar saya minta obat anti-sakit tapi tidak di kasih. 

Bayiku di rawat di ruang Goretty karna sakit kuning.  Perawat disana galak.  Ada banyak aturan dan kakek dan nene tidak boleh nengokin bayi.

Saya coba bikin komplain lewat pengacara, tapi RS tidak jawab.

   
24-05-2013 13:22:26 kolisistitis kronis
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Diang dokter mau tanya untuk penyakit kolisistitus kronis itu bisa berakibat apa ya? Trs pengobatannya selain pembedahan ada ga? Apakah penyakit ini bs mengakibatkan untuk tidak bs punya anak lagi? Mohon jawabannya terima kasih.

Dari : Martina Yulianti

Jawaban:

Dear Bunda,


Mungkin yang Bunda maksudkan adalah kolesistitis kronik. Kolesistitis adalah radang pada kandung empedu, kronik menunjukkan waktu yang terjadi telah terjadi cukup lama. Pengobatan penyakit ini tergantung parahnya penyakit mulai dari pengobatan antibiotik sampai pada harus dilakukan pembedahan. Komplikasi penyakit ini bisa terjadi perforasi kandung empedu sampai pada terjadinya kematian. Radang pada kandung empedu banyak terjadi pada ibu hamil, namun tidak mempengaruhi fertilitas. 
   
Jumlah Posts : 720
Jumlah di-Like : belum ada like
LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum
LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum merupakan sebuah terobosan terbaru di bidang kecantikan untuk anti – penuaan dengan menggunakan teknologi Adult Stem Cell yang merangsang kemampuan alami tubuh untuk melengkapi, memperkuat, dan menyembuhkan kulit. Serum anti – penuaan yang sangat kuat ini akan bekerja sapanjang waktu untuk memberikan kembali kehidupan sehat pada kulit dan membuat standar industri / teknologi baru.

 
1.Diformulasikan secara khusus dengan teknologi paten untuk mengembalikan kembali kekencangan kulit, kilau kulit, dan kehalusan kulit
   
2.Meminimalkan munculnya garis – garis halus dan kerutan pada wajah
   
3.Menghindari prosedur komestik yang beresiko dengan menggunakan alternatif non – invasif, tidak terlalu agresif
   
4.Menunda munculnya proses penuaan
   
5.Menembus mendalam untuk mengembalikan kadar protein alami kulit
   
6.Semuanya alami dan bebas hypoallergenic – paraben
   
7.Berisi pengisi kerut alami yang melindungi elastisitas dan kekencangan kulit
 
8.Mengisi ulang persediaan alami kulit oleh growth factors dan protein yang bisa habis karena usia bertambah

LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum mengandung 248 Key Human Growth Factor (kunci faktor pertumbuhan manusia) yang mampu merubah tekstur kulit menjadi lembut dan berinteraksi dengan proses-proses alami tubuh untuk menopang peningkatan produksi protein – protein penting seperti Kolagen dan Elastin.

LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum bekerja seperti sihir, mampu mengembalikan kembali penampilan muda orang karena membuat orang terlihat muda, sehat, dan bercahaya.

248 Key Human Growth Factor tadi tidak mengandung seperti DNA dan jaringan hidup manusia melainkan sitokin dan interleukin yang dengan mudah berinteraksi dengan proses alami tubuh manusia yang bekerja pada tingkatan sel – sel kulit.

Teknologi adult stem cell yang diterapkan akan menghantar 248 Key Human Growth Factor meresap ke dalam sembilan lapisan kulit sehingga ketika krim ini yang hanya dioleskan pada permukaan kulit dapat bekerja sepanjang hari untuk meregenerasi sel – sel kulit agar menghasilkan Kolagen dan Elastin yang dapat mempercantik kulit bahkan dapat membantu menyembuhkan kulit akibat luka.

Penerapan hariannya akan menghasilkan perbaikan pada sel kulit yang rusak dan meregenerasi jaringan kulit baru sekaligus membuat kulit bercahaya, halus dan kencang.

LUMINESCE™ bukan perawatan tetapi dapat meregenerasi sel


Dengan menggunakan alat Dermascope, Anda akan melihat perbedaan yang signifikan dalam jumlah kolagen dalam kulit dengan penggunaan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum. Penggunaannya akan memproduksi jumlah kolagen 3x lebih banyak dalam kulit wajah.

LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum dapat digunakan mulai dari anak berusia 14 tahun. Juga dapat digunakan setelah facial, pengelupasan kulit, stretch mark, keloid, peradangan yang berhubungan dengan jerawat, memulihkan jaringan kulit yang rusak dan juga dapat menyembuhkan luka.


PENUAAN MERUPAKAN HAL YANG TIDAK BISA DIHINDARI NAMUN BISA DITUNDA



Manfaat LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum :

 
~ Memperbaiki sel – sel yang rusak dan mati serta mampu meregenerasi jaringan kulit yang baru.
   
~ Mengencangkan dan mengurangi timbulnya garis – garis halus, kerutan dan kantong mata sehingga kulit wajah tampak lebih segar, cerah dan muda.

Hasil studi setelah penggunaan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum membuktikan:

88% – peningkatan keseluruhan penampilan kulit.
75% – peningkatan dalam tekstur kulit dan halus.
70% – peningkatan kekencangan dan elastisitas kulit.
70% – penurunan dalam penampilan garis – garis halus dan kerutan.



Bahan – bahan  LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum:

Adiposa  Berasal Media Adult Stem Cell AC, Purified Water, Gliserin,  Saccharomyces Lysate Extract, Hydroxyethylcellulose,  Gluconolactone (dan) Benzoat Natrium,  Natrium Hyaluronate,  Gum xanthan, DL – Panthenol, Sodium PCA, Allantoin,  Superoxide Dismutase, Sodium Hidroksida


Tanya Jawab

Apa keuntungan teknologi adult stem cell pada LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Stem cell yang terdapat LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum berisi sitokin identik manusia yang memiliki atribut yang sama dengan sitokin dalam tubuh manusia. Hal ini memungkinkan interaksi yang sempurna antara LUMINESCE™ dengan proses tubuh alami.

Bagaimana cara yang spesifik LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum memberikan hasil?

Faktor – faktor pertumbuhan dan sitokin yang disediakan oleh teknologi stem cell menembus pori – pori kulit dan bekerja dengan proses tubuh secara alami untuk meeangsang produksi protein matriks seperti kolagen dan elastin. Cara inilah yang membantu mengurangi garis halus dan kerutan

Apa hubungan antara faktor – faktor pertumbuhan dan teknologi stem cell?

Teknologi yang sudah dipatenkan di LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum menyediakan untuk pengiriman hal – hal penting dari faktor pertumbuhan yang ditemukan di kulit yang alami. Seiring bertambahnya usia, produksi faktor – faktor pertumbuhan dalam kulit berkurang dan menyebabkan munculnya kerutan – kerutan dan penipisan kulit. Dengan memperkenalkan kembali fakto – faltor itu tadi melalui penggunaan secara rutin LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum, sel kulit yang rusak dapat diperbaiki dan jaringan – jaringan baru kulit akan dihasilkan.

Apa saja manfaat yang paling berarti atau terlihat dari penggunaan  LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Hasil nyata dari penggunaan  LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum secara rutin diantaranya memungkinkan mengurangi munculnya garis halus dan kerutan, meningkatkan kecerahan kulit, dan mengembalikan kulit yang halus dan muda.

Berapa lama yang diperlukan untuk melihat hasil nyata penggunaan  LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Hasil penggunaan LUMINESCE™ yang bekerja bersamaan dengan proses pembaharuan kulit yang alami akan bervariasi antara orang yang satu dengan yang lainnya karena kondisi tekstur kulit yang berbeda – beda. Jika memang digunakan secara rutin pembaharuan kulit rata – rata terjadi dalam waktu empat minggu tetapi perbaikan yang optimal pada kulit biasanya tidak mencapai lebih dari tiga bulan.

Apa akibat jika berhenti menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Tidak ada efek samping negatif atau jelek jika berhenti menggunakan LUMINESCE™ ini. Namun manfaat dari LUMINESCE™ itu tidak akan berlanjut jika tidak lagi menggunakan LUMINESCE™ ini. Tanda – tanda penuaan akan kembali muncul.

Apakah ada efek samping negatif jika menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum secara terus menerus?

Sama sekali tidak ada! Yang ada malah Anda akan mendapatkan manfaat yang sangat berarti dan Anda akan mendapatkan manfaat itu bertahan lebih lama pada diri (kulit) Anda.

Bagaimana cara terbaik menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Desain botol berbentuk pompa mini, satu atau dua kali pompa dioleskan pada wajah dan leher, dilakukan sehari 2 kali sesuai dosis secukupnya. Sehari 2 kali (pagi hari dan malam hari setelah mandi) merupakan waktu yang ideal penggunaan LUMINESCE™. Hal ini memungkinkan antara penerapan dermal fibrolast untuk memproses faktor pertumbuhan dan sitokin agar dapat melakukan perbaikan jaringan kulit yang diperlukan.

Bagaimana sebaiknya cara menggunakanLUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum jika dikombinasikan dengan produk skin care lainnya?

Pertama cucilah muka Anda menggunakan air lalu Anda bisa menggunakan toner / pembersih. Namun jangan gunakan krim atau serum lain sebelum LUMINESCE™  karena hal ini mengakibatkan LUMINESCE™  terhambat terserap ke dalam kulit. Artinya gunakan dulu LUMINESCE™ dalam keadaan kulit muka bersih lalu beberapa menit kemudian baru mulai menggunakan produk skin care lainnya.

Apakah padaLUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum mengandung stem cell yang hidup?

Tidak ada stem cell di dalam serum ini. Sebaliknya, bentuk cairannya yang alami telah dikondisikan oleh adult stem cell yang merupakan bahan aktif dalam LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum. Media yang terkondisi ini berisi interkulin sitokin dan faktor pertumbuhan yang berinteraksi sempurna dengan proses alami tubuh untuk memperbaiki sel – sel kulit yang rusak dan menumbuhkan jaringan kulit baru.

LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum berisi lebih dari 200 faktor pertumbuhan, berapa banyak faktor pertumbuhan yang terdapat pada produk kelas atas lainnya?

Sampai saat ini tidak ada produk saingan LUMINESCE™ yang bisa memiliki faktor pertumbuhan, sitokin dan interkulin seperti yang dimiliki LUMINESCE™. Meskipun banyak produk lainnya yang mengandung faktor pertumbuhan dari tanaman dan buah – buahan seperti apel, mereka (produk lain) tidak seefektif LUMINESCE™ karena mereka (produk lain) tidak dapat berkomunikasi dengan sel – sel manusia yang diturunkan oleh yang dilakukan faktor pertumbuhan.

Jenis komunikasi yang bagaimanakah yang disebutkan di atas?

Faktor – faktor pertumbuhan pada LUMINESCE™ adalah sebuah bahasa metafora dari sel – sel dan digunakan untuk mengkomunikasikan instruksi – instruksi khusus pada sel tertentu agar melakukan kegitan – kegiatannya, seperti menurunkan peradangan, membuat pembuluh darah baru dan memproduksi kolagen. Faktor – faktor pertumbuhan, sitokin, dan interkulin membantu melaksanakan instruksi – instruksi itu tadi. Sebuah penelitian sedang terus berlangsung mengajarkan lebih dan lebih tentang proses komunikasi sel yang penting ini.

Apa pengaruh yang dimiliki oleh LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum terhadap jerawat dan stretch marks?

Serum ini bekerja untuk mengurangi peradangan yang terkait dengan kedua kondisi tersebut dan menyembuhkan jaringan – jaringan. Untuk masalah strech mark, merupakan langkah yang terbaik menggunakan serum ini ketika luka itu baru saja terjadi namun serum ini juga dapat bekerja dari waktu ke waktu untuk stretch mark yang sudah lama.

Dapatkah wanita hamil menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Tidak ada komposisi produk yang akan membahayakan wanita hamil maupun bayinya. Namun dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Berapa jarak waktu yang dianjurkan sebelum dan sesudah menggunakan hair removal??

LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum dapat dilakukan tepat setelah penggunaan hair removal. Bahkan pengunaan LUMINESCE™ akan membantu sel kulit pulih lebih cepat. Perlu diketahui bahwa LUMINESCE™ Serum ini pada awalnya dikembangkan sebagai produk penyembuhan luka. LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum dapat diterapkan setelah facial, pengelupasan kulit akibat bahan kimia, lecet dan waxing.

Apakah ada bahaya replikasi atau peningkatan pertumbuhan sel – sel kanker bila menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Faktor-faktor  pertumbuhan, sitokin, dan interleukin yang digunakan dalam menghancurkan sel – sel buruk dan menggantikannya dengan sel – sel sehat, sehingga tidak ada resiko mereplikasi peningkatan pertumbuhan sel kanker. Namun, produk ini bukan digunakan untuk sebagai pengobatan kanker.

Apakah ada efek LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum terhadap kulit yang rentan bekas luka keloid?

Hasil pengujian menunjukan bahwa LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum digunakan segala macam luka yang baru saja terjadi, termasuk bekas luka keloid, dan memberikan hasil penyembuhan yang bagus.

Setelah penggunaan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum, apakah diserap ke dalam lapisan – lapisan kulit?

Tentu saja. Keistimewaan formula dari LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum menegaskan bahwa serum ini mampu melakukan penetrasi hingga tingkat sel kulit yang dalam. Hal ini merupakan salah satu alasan bahwa serum ini sangat efektif.

Apakah LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum cocok dengan proses alami tubuh?

Serum ini 100% cocok. LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum merangsang sel – sek tubuh untuk memperbaikinya dan meperbaharui dirinya sendiri denagn berkomunikasi pada sel untuk menciptakan kembali struktur mereka pada tingkat molekuler.

Apakah ada akibat buruk jika menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum bersama dengan produk perawatan kulit lainnya?

Tidak ada.

Dapatkah mengunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum secara berlebihan?

Tidak ada konsekuensi buruk jika menggunakan LUMINESCE™ lebih dari dosis yang dianjurkan.
Cara Pemakaian:

   
1.Cucilah wajah Anda dengan menggunakan pembersih maupun air hingga bersih.
   
2.Gunakan dulu serum LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum dalam keadaan kulit wajah yang bersih dan beberapa menit kemudian baru Anda oleskan LUMINESCE™ daily moisturizing complex spf 30. (pagi hari)
   
3.Gunakan dulu serum LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum dalam keadaan kulit wajah yang bersih dan beberapa menit kemudian baru Anda oleskan LUMINESCE™ Advanced Night Repair. (malam hari)
   
4.Jangan menggunakan krim / serum lain sebelum LUMINESCE™ karena hal ini akan menghambat LUMINESCE™ diserap ke dalam kulit

Info lengkap hub:

www.tokobahagia.com

Linda
08161400946
021-92997989
pin BB 20EB3B29




   
29-04-2011 10:40:44 Kehamilan Palsu / pseudocysis
Jumlah Posts : 127
Jumlah di-Like : belum ada like
 

Seputar Kehamilan Palsu / Pseudocysis

Dokter Sehat - Sering kali saat seorang ibu sedang sangat berharap memperoleh buah hati akan merasa dirinya sedang mengandung. Pusing, mual, dan rasa lelah yang cepat hinggap, membuatnya teryakinkan bahwa sudah ada jabang bayi dalam rahimnya, apalagi haidnya pun sudah tak datang.

Tapi, apa yang terjadi jika hal itu ternyata palsu? Kehamilan palsu atau Pseudocysis ( berasal dari bahasa Yunani dimana pseudes = false dan kyesis = pregnancy) adalah suatu kondisi dimana seorang perempuan merasa hamil, namun sebenarnya dia tidak hamil. Dalam keadaan ini, seorang perempuan akan merasakan gejala-gejala umum sama seperti yang dialami ibu hamil. Misalnya saja, tidak haid, perut semakin besar, mual, pusing dan payudara membesar. Tapi jika diperiksa secara medis, misalnya tes urin, akan diketahui bahwa anda tidak hamil. Adanya tiga hal yang tidak ditemukan dalam kehamilan palus: denyut jantung janin tidak terdengar, USG tidak memperlihatkan adanya bayi dan yang terakhir jelas saja nggak bakalan melahirkan bayi. biggrinbiggrinbiggrin Frekuensinya sangat jarang yaitu 1-6 per 22.000 persalinan.

Kejadian yang paling terkenal untuk contoh kehamilan palsu adalah Marie Tudor, anak perempuan Henry ke VII dan Isteri dari Louis ke XII . Merupakan kasus hamil palsu yang terkenal dalam sejarah. Hal ini terjadi karena Marie Tudor sangat ingin punya anak untuk menyelamatkan muka ayahnya yang memancung semua selirnya yang tidak dapat mempunyai anak.

Penyebabnya diduga gangguan psikologis, dimana seorang wanita mempunyai keinginan yang kuat untuk hamil, menterjemahkan perubahan2 kecil pada dirinya sebagai suatu kehamilan. Hebatnya lagi test kehamilan bisa positf (false positif=positif palsu). Air susu juga bisa keluar. Keduanya terjadi lewat jalur hypothalamus-hypofise. Perut membesar akibat penumpukan lemak didinding perut. Gerakan gas dalam perut disangka gerakan bayi. Karena secara fisik kondisinya normal maka tidak dibutukan obat2an kecuali jika ingin memancing haidnya muncul kembali. Pengobatan hanya dilakukan konseling dengan psikoterapist.

Hal ini disebabkan karena pseudocyesis bisa memicu kelenjar di dalam otak untuk menghasilkan hormon kehamilan, oxytocin. Meski penelitian mengenai masalah ini masih sangat sedikit, sejumlah pakar medis berkeyakinan, pseudocyesis akut bisa meningkatkan hormon estrogen dan prolactin yang dapat mempengaruhi perubahan fisik menjadi seolah wanita hamil seperti perut membuncit, dan payudara mengeras karena peningkatan hormon tersebut.

Wanita yang  memiliki risiko untuk mengalami kelainan ini :

  1. wanita yang belum dapat anak pada usia akhir 30 atau awal 40 tahun.
  2. Wanita dengan kondisi emosi yang tidak stabil, terutama yang berhubungan dengan kehamilan.
  3. Wanita dengan riwayat abortus ataupun kematian janin sebelumnya.

Yang menarik mengenai kehamilan palsu ini dapat juga dialami oleh pria (penderita Couvade syndrome / sympathetic pregnancy), biasanya terjadi pada para suami yang sangat dekat dengan istrinya dan mempunyai simpati yang berlebihan sehingga mengalami tanda-tanda buy medicine online yang sama dengan kehamilan: morning sickness, emosi yang tidak menentu, NGIDAM, gangguan pencernaan, perubahan nafsu makan, berat badan, diare, sembelit, sakit kepala, sakit gigi, ketagihan, mual, pembesaran payudara, pengerasan puting dan insomnia . Dalam beberapa kasus ekstrim, ayah dapat tumbuh perut mirip dengan wanita hamil bulan-7.

[dari berbagai referensi medis]



Read more: http://doktersehat.com/2010/04/08/kehamilan-palsu-pseudocysis/#ixzz1KsaokrLV