SITE STATUS
Jumlah Member :
492.707 member
user online :
1706 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: tangan kram hingga jari jari menguncup

New Topic :  
Jumlah Posts : 45
Jumlah di-Like : 2
To All Bunda,

Bun, kehamilanku sekarang masuk trimester ke-3, perkiraaan 2mg3hr lg melahirkan.
Sdh sebulan ini tangan terasa kram, kaku, linu dan pegal2 di jari-jari tangan hingga ke lengan yg amat sgt mengganggu aktifitas sehari2.

Dktr hanya menyarankan untuk sesering mungkin merendam tangan di air hangat. Tapi cara ini tidak banyak menolong. Hanya sebentar saja tanganku baikan, beberapa menit kemudian kesemutan, pegal, dan kram lagi.

Tadinya kram hanya terasa pada waktu bangun tidur saja. Tapi sekarang malah seharian aku merasakan kram di tanganku. Aku tidak bs tidur nyenyak. Miring kiri, otot tangan kiri terasa ketarik dan kaku, tdk bs digerakkan. Miring kanan jg demikian. Suakitnyaaaaaa....... minta ampuuuunnn... !!!!! Kalo telentang, aku sulit untuk napas.

Tolong bantuannya ya bunda-bunda... aku takut berpengaruh pada babyku...!!!!
Tx b4....
   


Jumlah Posts : 8
Jumlah di-Like : belum ada like
aku juga ngalamin tangan kram nie bun..trus jari tangan juga bebesar krna cincin udah nggak muat..di genggang aja tanganx sakit..
   
Jumlah Posts : 14
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda2 ad yg suka kram dan kaku2 jari tangan ga? beberapa hari ini aku kakinya kaku2 terus tiap bgn tidur 😂😂 uk skr 32w
   


Jumlah Posts : 9
Jumlah di-Like : belum ada like
bun...ada yg tau ga...mengatasi telapak tangan dan jari jari yang kram atau kesemutan....sebelumnya...mksh...

   
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda aq lg hamil 15 minggu anak pertama, tp knpa ya bun jari jari tangan rasany nyeri bngt kram dan mati rasa
   


Jumlah Posts : 72
Jumlah di-Like : belum ada like
32w 5d moms.....
perut suka terasa kencang....kontraksi palsu ya?
tapi lg sering kram kaki n jari tangan
mual juga masih :-(
   
19-08-2013 11:30:58 pijat peroneum
Jumlah Posts : 1269
Jumlah di-Like : 8
Dear bunda Moiz Moy, 
Pijat pireneum baik mulai dilakukan sekitar 4 - 6 minggu sebelum waktunya melahirkan / pada kehamilan 34 minggu, dan harus dipastikan bunda dalam keadaan prima, tidak ada infeksi jamur, infeksi herpes disekitar vagina, atau infeksi menular yang dapat menyebar dengan kontak langsung atau memperparah penyebaran infeksi.
Waktu pemijatan pada minggu pertama lakukan selama 3 menit, minggu ke 2 dan selanjutnya 5 menit.
Cara melakukannya adalah
1. Siapkan minyak zaitun, minyak kelapa atau sweet almond.
2. Cuci tangan dan pastikan kuku tangan bunda tidak panjang.
3. Berbaring dalam posisi yang nyaman ( posisi miring / semi litotomi ).
4. Bunda dapat menggunakan cermin untuk pertama kali guna mengetahui daerah pireneum.
5. Tarik nafas panjang dan berusahalah santai jangan tegang.
6. Oleskan minyak pada daerah pireneum.
7. Masukkan ibu jari satu / ke 2 tangan dengan posisi ditekuk kedalam pireneum, sementara jari - jari lain tetap berada diluar vagina. Apabila ayah yang melakukan pijat pireneum ini, gunakan jari telunjuk.
8. Pijat pireneum dengan tekanan yang sama, dengan tekanan yang sama dengan arah dari atas kebawah ( menuju anus ), lalu kesamping kiri & kanan secara bersamaan, jangan memijat terlalu keras karena mengakibatkan pembengkakan pada pireneum.
9. Pijatlah hingga timbul rasa hangat ( sligh burning ).
10. Lemaskan otot dasar panggul, lalu gerakkan ibu jari atau telunjuk yang berada dalam vagina membentuk huruf U secara berirama, lakukan pemijatan sambil mendorong jari kearah luar dan bawah ( kearah anus ) selama 3 menit.
11. Kemudian lakukan kearah luar pireneum dengan gerakan seperti proses kepala bayi pada saat akan lahir. Hindari pemijatan kearah urethra ( lubang kencing ) karena akan mengakibatkan timbulnya rasa nyeri.
12. Kompres hangat daerah pireneum selama 10 menit, ini akan meningkatkan sirkulasi darah sehingga otot didaerah pireneum menjadi lentur.
Demikianlah penjelasan dari saya, semoga membantu.

   
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
sore dok, saya seorang ibu yang baru saja melahirkan pada tgl 19 sepetmber kemaren, saya bingung dok dan harus bagaimana, anak saya lahir tanpa 3 jari yaitu telunjuk, jari tengah dan jari manis. yang saya ingin tanyakan masih bisa kah anak saya tumbuh ke 3 jarinya ? dan dengan cara operasi atau dengan cara apa..? apabila di operasi apakah jari-jari anak saya masih bisa tumbuh sesuai dengan perkembangan usianya? lalu saya harus berhubungan dengan dokter apa untuk pengobatan anak saya? mohon info dan bantuannya bu dokter. Terimakasih

Dari : sri rizqy karmelia

Jawaban:

Dear Bunda,



Apabila jumlah jari kurang dari lima pada masing-masing tangan maupun kaki, maka keadaan ini di sebut  sebagai Oligodactyly. Penyebab Oligodactyly  dikarenakan adanya kelainan genetik semenjak didalam kandungan. Pada anak yang mengalami keadaan ini, biasanya dapat beradaptasi dengan baik dalam melakukan kegiatan sehari-hari hingga Ia menjadi dewasa. Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter Spesialis Anak untuk berdiskusi apakah anak Bunda memerlukan konseling khusus pada umur tertentu  nanti  maupun anggota tubuh prostetik untuk membantunya melakukan kegiatan sehari-hari. Demikian jawaban saya, semoga dapat membantu Anda.
   
12-01-2012 13:22:44 tangan sering kram..
Jumlah Posts : 20
Jumlah di-Like : belum ada like
salam kenal juga ya bun.. amin.. smg kita slalu diberi kesehatan.
waah..selamat yah bun atas kelahirannya.
oh jadi memang wajar yah kalo orang hamil suka kram begitu, aga lega deh kalo begitu, awalnya sempet takut juga sih, tiba2 jari-jari sampai pergelangan tangan kram, susah utk di gerakkan.
thx ya bun atas infonya..
   
Jumlah Posts : 139
Jumlah di-Like : 1
@bunda yoeni: sesak nafas juga sering aku alami belakangan ini, terutama klo kita ngalamin kontraksi palsu atau braxton hicks...posisi perut seperti mengejang yg bikin kita sesak nafas...( sama ga bun?) saya mengatasinya dengan pernafasan panting... berikut ini saya tammpilkan lagi artikel ttg tehnik pernafasan dan lat dasar senam hamil... (yg udah sering aku copas hehehe ) semoga bermanfaat...

Latihan Otot Kaki
1. Duduklah dengan posisi kedua lutut diluruskan, tubuh bersandar pada kedua lengan yang diletakkan di belakang pantat.
2. Tegakkan kedua telapak kaki dengan lutut menekan kasur. Kemudian tundukkan kedua telapak kaki bersama jari-jarinya. Ulangi beberapa kali.
3. Hadapkan kedua telapak kaki satu sama lain dengan lutut tetap menghadap ke atas, kembalikan ke posisi semula. Ulangi terus sebanyak beberapa kali.
3. Kedua telapak kaki digerakkan turun ke arah bawah, lalu gerakan membuka ke arah samping, tegakkan, kembali, dan seterusnya.
4. Kedua telapak kaki buka dari atas ke samping turunkan, hadapkan, kembali ke posisi semula, dan seterusnya.

Kegunaan: Memperlancar sirkulasi darah di kaki dan mencegah pembengkakan pada pergelangan kaki.

Latihan Pernafasan
1. Pernafasan perut
- Tidurlah terlentang dengan satu bantal, kedua lutut dibengkokkan dan dibuka kurang lebih 20 cm.
- Letakkan kedua telapak tangan di atas perut di sekitar pusat sebagai perangsang. Keluarkan napas dari mulut (tiup) sambil tangan menekan perut ke dalam.
- Tarik napas dari hidung dengan mulut tertutup, perut mengembang mendorong kedua tangan ke atas. Perhatikan bahwa gerakan pernafasan dilakukan dengan perut (jadi dada tidak ikut kembang kempis).

Kegunaan: Melemaskan dinding perut agar mudah diperiksa oleh dokter/bidan.

2. Pernafasan iga
- Tidur terlentang (seperti pada pernapasan perut), letakkan kedua tangan dalam posisi mengepal di iga sebagai perangsang.
- Bernapaslah seperti pada pernapasan perut, dengan pengecualian tangan menekan iga ke dalam dan iga mengembang mendorong kedua tangan ke arah samping luar.

Kegunaan: Mendapatkan oksigen sebanyak mungkin.

3. Pernapasan dada
- Tidur terlentang (seperti pada pernapasan perut), letakkan kedua tangan di dada bagian atas.
- Keluarkan napas dari mulut (tiup) dengan tangan menekan dada ke arah dalam.
- Tarik napas dari mulut dengan mulut terbuka, dada mengembang mendorong ke dua tangan ke atas.

Kegunaan: Mengurangi rasa sakit saat bersalin.

4. Pernapasan panting (pendek-pendek dan cepat)
Pernapasan ini menyerupai pernapasan dada, hanya saja irama pernapasan lebih cepat dengan gerakan napas dihentikan separuhnya (bernapas tidak terlalu dalam, pendek-pendek saja).

Kegunaan: Istirahat atau menghilangkan lelah sesudah mengejan. Juga dilakukan saat ibu sudah merasa ingin mengejan sementara pembukaan belum lengkap, supaya jalan lahir tidak bengkak atau sobek.

Semua gerakan latihan pernapasan di atas sebaiknya dilakukan enam kali sehari, di pagi hari sesudah bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.

Latihan Otot Panggul
1. Tidur terlentang, kedua lutut dibengkokkan.
2. Letakkan kedua tangan di samping badan. Tundukkan kepala dan kerutkan pantat ke dalam hingga terangkat dari kasur.
3. Kempeskan perut hingga punggung menekan kasur. Rasakan tonjolan tulang panggul bergerak ke belakang.
4. Lemaskan kembali dan rasakan tonjolan tulang bergerak kembali ke depan. Ulangi gerakan ini 15-30 kali sehari.

Kegunaan: Mengembalikan posisi panggul yang berat ke depan, mengurangi dan mencegah pegal-pegal, sakit pinggang dan punggung serta nyeri di lipat paha.

Latihan Otot Betis
1. Berdiri sambil berpegangan pada benda yang berat dan mantap.
2. Posisikan ibu jari dan jari-jari lain menghadap ke atas.
3. Regangkan kaki sedikit dengan badan lurus dan pandangan lurus ke depan.
4. Tundukkan kepala seraya berjongkok perlahan sampai ke bawah tanpa mengangkat tumit dari lantai.
5. Setelah jongkok, lemaskan bahu. Kempeskan perut, kemudian perlahan kembalilah berdiri tegak, lepaskan kerutan. Lakukan enam kali dalam sehari.

Kegunaan: Mencegah kejang di betis.


salam,
(calon) Maminya Epin


   
06-08-2010 16:44:09 senam hamil... perlu gak..?
Jumlah Posts : 139
Jumlah di-Like : 1
bunda bebila usia kehamilan kita sama, HPLnya juga sama nih.... sperti saran Xavier's mom dan beberapa bunda di thread terdahulu, saya mulai senam hamil sendiri dirumah sejak 26 minggu... Puji Tuhan, latihan pernafasannya bikin kita ga ngos2an klo naik tangga, n kadang klo perut lg kenceng gitu dgn nafas panting akan mengurangi rasa sesak... trus senam kakinya juga bikin kaki ga keram n ga bengkak...bobonya jg jadi nyaman lho bun, pokonya belum melahirkan aja aku udah ngerasain banget manfaatnya.... so, buat saya senam hamil penting bgt, saya ada beberapa artikelnya...silahkan bunda coba sendiri dirumah,jgn lupa. ciptakan perasaan serileks mungkin, buang jauh2 pikiran2 ttg sakitnya melahirkan...

kebetulan untuk senam massal dirumah sakit saya ga ada waktunya, karna saya bekerja pulang aga malam, dan jarak rumah sakit yg menyediakan fasilitas senam hamil aga jauh, so, saya lakukan sendiri dirumah, ditemani suami n bisa pasang musik favorit... selamat mencoba.....

Gerakan Dasar Senam Hamil

Bagaimana gerakan dasar senam hamil? Berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti di rumah:

  • Duduk bersila dan tegak, kedua lengan mengarah ke depan dan santai. Lakukan sebanyak mungkin dalam posisi sehari-hari

  • Sikap merangkak, jarak antara kedua tangan sama dengan jarak antara kedua bahu. Keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai dengan badan sejajar lantai. Lakukan gerakan ini: Tundukkan kepala, lihat perut bagian bawah dan pinggang diangkat sambil mengempiskan perut dan mengerutkan lubang anus. Selanjutnya turunkan pinggang dengan mengangkat kepala sambil melemaskan otot-otot dinding perut dan otot dasar panggul. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali

  • Lakukan sikap merangkak dengan meletakkan kepala di antara kedua tangan lalu menoleh ke samping kanan/kiri, selanjutnya turunkan badan hingga dada menyentuh kasur dengan menggeser siku sejauh mungkin ke samping. Bertahanlah pada posisi tersebut selama 1 menit, kemudian tingkatkan menjadi 5-10 menit atau sesuai kekuatan ibu hamil

  • Berbaring miring ke kiri (lebih baik ke arah punggung bayi), lutu kanan diletakkan di depan lutut kiri (ganjal dengan bantal). Lengan kanan ditekuk di depan dan lengan kiri letakkkan di belakang

  • Berbaring miring, kedua lutut dan kedua lengan ditekuk, bawah kepala diberi bantal, demikian juga bawah perut agar perut tidak menggantung. Tutup mata, tenang, atur nafas dengan berirama.

  • Berbaring telentang, pegang kedua lutut dengan kedua tangan dan rileks. Lakukan kegiatan berikut: Buka mulut secukupnya, tarik nafas dalam semaksimal mungkin, ketupkan. Mengejanlah seperti buang air besar, gerakan badan ke bawah dan ke depan. Setelah tak dapat menahan lelah, kembali ke posisi awal. Ulangi gerakan ini 3-4 kali dengan interval 2 menit.

Latihan Otot Kaki
1. Duduklah dengan posisi kedua lutut diluruskan, tubuh bersandar pada kedua lengan yang diletakkan di belakang pantat.
2. Tegakkan kedua telapak kaki dengan lutut menekan kasur. Kemudian tundukkan kedua telapak kaki bersama jari-jarinya. Ulangi beberapa kali.
3. Hadapkan kedua telapak kaki satu sama lain dengan lutut tetap menghadap ke atas, kembalikan ke posisi semula. Ulangi terus sebanyak beberapa kali.
3. Kedua telapak kaki digerakkan turun ke arah bawah, lalu gerakan membuka ke arah samping, tegakkan, kembali, dan seterusnya.
4. Kedua telapak kaki buka dari atas ke samping turunkan, hadapkan, kembali ke posisi semula, dan seterusnya.

Kegunaan: Memperlancar sirkulasi darah di kaki dan mencegah pembengkakan pada pergelangan kaki.

Latihan Pernafasan
1. Pernafasan perut
- Tidurlah terlentang dengan satu bantal, kedua lutut dibengkokkan dan dibuka kurang lebih 20 cm.
- Letakkan kedua telapak tangan di atas perut di sekitar pusat sebagai perangsang. Keluarkan napas dari mulut (tiup) sambil tangan menekan perut ke dalam.
- Tarik napas dari hidung dengan mulut tertutup, perut mengembang mendorong kedua tangan ke atas. Perhatikan bahwa gerakan pernafasan dilakukan dengan perut (jadi dada tidak ikut kembang kempis).

Kegunaan: Melemaskan dinding perut agar mudah diperiksa oleh dokter/bidan.

2. Pernafasan iga
- Tidur terlentang (seperti pada pernapasan perut), letakkan kedua tangan dalam posisi mengepal di iga sebagai perangsang.
- Bernapaslah seperti pada pernapasan perut, dengan pengecualian tangan menekan iga ke dalam dan iga mengembang mendorong kedua tangan ke arah samping luar.

Kegunaan: Mendapatkan oksigen sebanyak mungkin.

3. Pernapasan dada
- Tidur terlentang (seperti pada pernapasan perut), letakkan kedua tangan di dada bagian atas.
- Keluarkan napas dari mulut (tiup) dengan tangan menekan dada ke arah dalam.
- Tarik napas dari mulut dengan mulut terbuka, dada mengembang mendorong ke dua tangan ke atas.

Kegunaan: Mengurangi rasa sakit saat bersalin.

4. Pernapasan panting (pendek-pendek dan cepat)
Pernapasan ini menyerupai pernapasan dada, hanya saja irama pernapasan lebih cepat dengan gerakan napas dihentikan separuhnya (bernapas tidak terlalu dalam, pendek-pendek saja).

Kegunaan: Istirahat atau menghilangkan lelah sesudah mengejan. Juga dilakukan saat ibu sudah merasa ingin mengejan sementara pembukaan belum lengkap, supaya jalan lahir tidak bengkak atau sobek.

Semua gerakan latihan pernapasan di atas sebaiknya dilakukan enam kali sehari, di pagi hari sesudah bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.

Latihan Otot Panggul
1. Tidur terlentang, kedua lutut dibengkokkan.
2. Letakkan kedua tangan di samping badan. Tundukkan kepala dan kerutkan pantat ke dalam hingga terangkat dari kasur.
3. Kempeskan perut hingga punggung menekan kasur. Rasakan tonjolan tulang panggul bergerak ke belakang.
4. Lemaskan kembali dan rasakan tonjolan tulang bergerak kembali ke depan. Ulangi gerakan ini 15-30 kali sehari.

Kegunaan: Mengembalikan posisi panggul yang berat ke depan, mengurangi dan mencegah pegal-pegal, sakit pinggang dan punggung serta nyeri di lipat paha.

Latihan Otot Betis
1. Berdiri sambil berpegangan pada benda yang berat dan mantap.
2. Posisikan ibu jari dan jari-jari lain menghadap ke atas.
3. Regangkan kaki sedikit dengan badan lurus dan pandangan lurus ke depan.
4. Tundukkan kepala seraya berjongkok perlahan sampai ke bawah tanpa mengangkat tumit dari lantai.
5. Setelah jongkok, lemaskan bahu. Kempeskan perut, kemudian perlahan kembalilah berdiri tegak, lepaskan kerutan. Lakukan enam kali dalam sehari.

Kegunaan: Mencegah kejang di betis.

Latihan Otot Pantat
1. Tidur terlentang tanpa bantal, kedua lutut dibengkokkan dan agak diregangkan.
2. Dekatkan tumit ke pantat dengan kedua tangan di samping badan.
3. Kerutkan pantat ke dalam sehingga lepas dari kasur, angkat panggul ke atas sejauh mungkin.
4. Turunkan perlahan (pantat masih berkerut), lepaskan kerutan, dsb. Ulangi enam kali sehari.

Kegunaan: Mencegah timbulnya wasir saat mengejan.

Latihan Anti Sungsang
1. Ambil posisi merangkak, kedua lengan sejajar bahu, kedua lutut sejajar panggul dan agak diregangkan.
2. Kepala di antara kedua tangan, tolehkan ke kiri atau ke kanan.
3. Letakkan siku di atas kasur, geser siku sejauh mungkin ke kiri dan ke kanan hingga dada menyentuh kasur. Lakukan sehari 2 kali selama 15 – 20 menit/kali.

Kegunaan: Mempertahankan dan memperbaiki posisi janin agar bagian kepala tetap di bawah. (berbagai sumber)


   
Jumlah Posts : 139
Jumlah di-Like : 1

Latihan Otot Kaki
1. Duduklah dengan posisi kedua lutut diluruskan, tubuh bersandar pada kedua lengan yang diletakkan di belakang pantat.
2. Tegakkan kedua telapak kaki dengan lutut menekan kasur. Kemudian tundukkan kedua telapak kaki bersama jari-jarinya. Ulangi beberapa kali.
3. Hadapkan kedua telapak kaki satu sama lain dengan lutut tetap menghadap ke atas, kembalikan ke posisi semula. Ulangi terus sebanyak beberapa kali.
3. Kedua telapak kaki digerakkan turun ke arah bawah, lalu gerakan membuka ke arah samping, tegakkan, kembali, dan seterusnya.
4. Kedua telapak kaki buka dari atas ke samping turunkan, hadapkan, kembali ke posisi semula, dan seterusnya.

Kegunaan: Memperlancar sirkulasi darah di kaki dan mencegah pembengkakan pada pergelangan kaki.

Latihan Pernafasan
1. Pernafasan perut
- Tidurlah terlentang dengan satu bantal, kedua lutut dibengkokkan dan dibuka kurang lebih 20 cm.
- Letakkan kedua telapak tangan di atas perut di sekitar pusat sebagai perangsang. Keluarkan napas dari mulut (tiup) sambil tangan menekan perut ke dalam.
- Tarik napas dari hidung dengan mulut tertutup, perut mengembang mendorong kedua tangan ke atas. Perhatikan bahwa gerakan pernafasan dilakukan dengan perut (jadi dada tidak ikut kembang kempis).

Kegunaan: Melemaskan dinding perut agar mudah diperiksa oleh dokter/bidan.

2. Pernafasan iga
- Tidur terlentang (seperti pada pernapasan perut), letakkan kedua tangan dalam posisi mengepal di iga sebagai perangsang.
- Bernapaslah seperti pada pernapasan perut, dengan pengecualian tangan menekan iga ke dalam dan iga mengembang mendorong kedua tangan ke arah samping luar.

Kegunaan: Mendapatkan oksigen sebanyak mungkin.

3. Pernapasan dada
- Tidur terlentang (seperti pada pernapasan perut), letakkan kedua tangan di dada bagian atas.
- Keluarkan napas dari mulut (tiup) dengan tangan menekan dada ke arah dalam.
- Tarik napas dari mulut dengan mulut terbuka, dada mengembang mendorong ke dua tangan ke atas.

Kegunaan: Mengurangi rasa sakit saat bersalin.

4. Pernapasan panting (pendek-pendek dan cepat)
Pernapasan ini menyerupai pernapasan dada, hanya saja irama pernapasan lebih cepat dengan gerakan napas dihentikan separuhnya (bernapas tidak terlalu dalam, pendek-pendek saja).

Kegunaan: Istirahat atau menghilangkan lelah sesudah mengejan. Juga dilakukan saat ibu sudah merasa ingin mengejan sementara pembukaan belum lengkap, supaya jalan lahir tidak bengkak atau sobek.

Semua gerakan latihan pernapasan di atas sebaiknya dilakukan enam kali sehari, di pagi hari sesudah bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.

Latihan Otot Panggul
1. Tidur terlentang, kedua lutut dibengkokkan.
2. Letakkan kedua tangan di samping badan. Tundukkan kepala dan kerutkan pantat ke dalam hingga terangkat dari kasur.
3. Kempeskan perut hingga punggung menekan kasur. Rasakan tonjolan tulang panggul bergerak ke belakang.
4. Lemaskan kembali dan rasakan tonjolan tulang bergerak kembali ke depan. Ulangi gerakan ini 15-30 kali sehari.

Kegunaan: Mengembalikan posisi panggul yang berat ke depan, mengurangi dan mencegah pegal-pegal, sakit pinggang dan punggung serta nyeri di lipat paha.

Latihan Otot Betis
1. Berdiri sambil berpegangan pada benda yang berat dan mantap.
2. Posisikan ibu jari dan jari-jari lain menghadap ke atas.
3. Regangkan kaki sedikit dengan badan lurus dan pandangan lurus ke depan.
4. Tundukkan kepala seraya berjongkok perlahan sampai ke bawah tanpa mengangkat tumit dari lantai.
5. Setelah jongkok, lemaskan bahu. Kempeskan perut, kemudian perlahan kembalilah berdiri tegak, lepaskan kerutan. Lakukan enam kali dalam sehari.

Kegunaan: Mencegah kejang di betis.

Latihan Otot Pantat
1. Tidur terlentang tanpa bantal, kedua lutut dibengkokkan dan agak diregangkan.
2. Dekatkan tumit ke pantat dengan kedua tangan di samping badan.
3. Kerutkan pantat ke dalam sehingga lepas dari kasur, angkat panggul ke atas sejauh mungkin.
4. Turunkan perlahan (pantat masih berkerut), lepaskan kerutan, dsb. Ulangi enam kali sehari.

Kegunaan: Mencegah timbulnya wasir saat mengejan.

Latihan Anti Sungsang
1. Ambil posisi merangkak, kedua lengan sejajar bahu, kedua lutut sejajar panggul dan agak diregangkan.
2. Kepala di antara kedua tangan, tolehkan ke kiri atau ke kanan.
3. Letakkan siku di atas kasur, geser siku sejauh mungkin ke kiri dan ke kanan hingga dada menyentuh kasur. Lakukan sehari 2 kali selama 15 – 20 menit/kali.

Kegunaan: Mempertahankan dan memperbaiki posisi janin agar bagian kepala tetap di bawah. (berbagai sumber)


   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

Teknik memijat

Memberikan pijatan pada si kecil, tak melulu harus dengan bantuan tukang pijit bayi. Anda pun bisa melakukannya sendiri di rumah. Asal Anda memahami betul 'rambu-rambunya' serta 'aturan mainnya' maka manfaat pijatan yang Anda berikan bisa dirasakan secara maksimal oleh bayi Anda.

Ada beberapa lokasi pada tubuh bayi yang dianjurkan untuk diberikan pijatan, yaitu wajah, dada, perut, tangan dan kaki serta punggung.

1. Pijatan wajah. Melemaskan otot wajah. Caranya, tekankan jari-jari Anda pada kening, pelipis dan pipi bayi (posisi dan tekanan sama seperti saat Anda menekan tombol keyboard komputer). Kemudian gunakan kedua ibu jari untuk memijit daerah di atas alis. Dengan tekanan lembut, tarik garis dengan ibu jari dari hidung ke arah pipi bayi. Gunakan kedua ibu jari untuk memijit sekitar mulut, tarik hingga bayi tersenyum. Pijat lembut rahang bawah bayi dari tengah ke samping seolah membuat bayi tersenyum. Pijat secara lembut daerah di belakang telinga ke arah dagu.

2. Pijatan dada. Memperkuat paru-paru dan jantung. Letakkan kedua tangan di tengah dada bayi dan gerakkan ke atas, kemudian ke sisi luar tubuh dan kembali ke ulu hati tanpa mengangkat tangan seperti membentuk hati. Lalu, dari tengah dada bayi, pijat menyilang dengan telapak tangan ke arah bahu seperti membentuk kupu-kupu.

3. Pijatan perut. Meningkatkan sistem pencernaan dan kurangi sembelit. Lakukan gerakan memijat di atas perut bayi seperti mengayuh sepeda dari atas ke arah bawah perut. Kemudian, angkat kedua kaki bayi dan tekan lututnya perlahan-lahan ke arah perut. Buatlah bulan separuh terbalik dengan tangan kanan, mulai dari kiri ke kanan searah jarum jam. Saat tangan kanan di atas, tangan kiri di bawah dan berputar mengikuti arah jarum jam membentuk lingkaran penuh seperti matahari.

4. Pijatan pada tangan dan kaki. Meredakan ketegangan dan menguatkan tulang. Pegang lengan bayi dengan kedua telapak tangan seperti memegang pemukul softball. Dengan gerakan seperti memerah, pijat tangan bayi dari bahu ke pergelangan. Lakukan gerakan sebaliknya, dari pergelangan ke arah pangkal lengan. Tarik lembut jari-jari bayi dengan gerakan memutar. Dengan kedua ibu jari secara bergantian, pijat seluruh permukaan telapak tangan dan punggung tangan bayi. Gunakan kedua telapak tangan untuk membuat gerakan seperti menggulung. Untuk kaki, ikuti cara yang sama seperti teknik memijat tangan.

5. Pijatan punggung. Menguatkan otot yang menyangga tulang belakang. Pijat dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan di sepanjang punggung bayi, luncurkan salah satu telapak tangan dari leher sampai ke pantat bayi dengan sedikit tekanan. Buat gerakan melingkar dengan jari-jari, terutama pada otot di sebelah tulang belakang. Buat pijatan memanjang dengan telapak tangan dari leher ke kaki untuk mengakhiri pijatan




   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

Bayi Lebih Sehat Dengan Pijatan

Pijatan pada bayi, ternyata tak hanya dilakukan pada saat ia rewel atau pascajatuh saja. Menurut Dr. Tiffany Fiel pendiri The Touch Research Institute, Florida-USA, pijatan yang diberikan pada si kecil setiap hari selama 20 menit selama sebulan ternyata tak hanya dapat membuatnya lebih relaks, tapi juga dapat membantu menstimulasi saraf otaknya. Apakah pijat bayi itu?

Biasa juga disebut dengan stimulus touch. Sejak dilahirkan, bayi memiliki tiga kebutuhan yang harus dipenuhi oleh orang tua, yaitu; kebutuhan fisik-biologis yang berguna untuk pertumbuhan otak, sistem sensorik serta motoriknya. Kebutuhan emosi kasih sayang untuk kecerdasan emosi, inter dan intrapersonalnya. Serta kebutuhan stimulasi untuk merangsang semua kerja sistem sensorik dan motoriknya.

Manfaat utama

1. Mengembangkan komunikasi.  Sentuhan adalah bentuk komunikasi pertama yang Anda miiki dengan bayi. Sentuhan bayi berarti berbicara. Pijat bayi menggambungkan aspek kedekatan yaitu kontak mata, saling tersenyum dan ekspresi wajah yang lain.

2. Mengurangi stres dan tekanan.  Pijatan dapat menenangkan dan menurunkan produksi hormon adrenalin yang selanjutnya akan meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Umumnya daya tahan tubuh bayi meningkatkan 30% setelah dipijat 2 kali selama 15 menit.

3. Mengurangi gangguan sakit.  Memijat juga dapat membantu bayi mengusir gejala kembung, kolik serta membantunya tidur lebih nyenyak. Tak hanya itu, pijatan juga memperlancar sirkulasi udara di perut sehingga membantu mengeluarkan gas yang terjebak di sana.

4. Mengurangi nyeri.  Pijatan yang lembut membantu tubuh melepaskan oksitosin dan endorfin. Kedua hormon ini dapat membantu mengatasi ketidaknyamanan yang dirasakan si kecil akibat nyeri tumbuh gigi, hidung tersumbat atau tekanan emosi.

Manfaat Pijat Bayi untuk orang tua:

1. Meningkatkan Asi.  Pijatan membuat bayi cepat merasa lapar karena penyerapan makanan lebih baik. Akibatnya bayi lebih sering menyusu. Semakin sering diminta, ASI yang diproduksi semakin banyak.

2. Memahami isyarat bayi.  Bayi memiliki bahaya isyarat untuk menunjukkan keinginannya, misalnya melalui bahasa mata atau isyarat badan. Pijat bayi yang dilakukan rutin 2 kali sehari membantu orang tua memahami keinginan bayi melalui isyarat yang diberikan.

3. Meningkatkan percaya diri. Dengan melakukan pijat bayi, orang tua lebih mengenal bayinya. Pijat bayi mampu mengurangi rasa gelisah soal perawatan anak. Ketenangan ini mampu menguasai keadaan dan membantu orang tua lebih percaya diri untuk merawat si kecil.

4. Memahami kebutuhan si kecil.  Bayi mengeluarkan bahasa tubuh selama dipijat. Orang tua yang melakukan pijat secara rutin lebih mengenal kondisi fisik bayi. Karena dilakukan berulang-ulang, orang tua lebih paham cara menghadapi bayinya saat gelisah.

Kapan waktu yang tepat?

Usia yang paling baik untuk memperkenalkan pijatan adalah pada saat bayi berusia 0 sampai 12 bulan. Sedangkan waktu yang paling baik untuk memijat adalah pagi hari sehingga pada malam harinya si kecil dapat tertidur dengan lelap.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

* Jangan memijat bayi setelah ia makan atau mengantuk.

* Cobalah membuat suasana senyaman mungkin, lakukan dalam suasana menyenangkan dengan diiringi suara musik atau senandung.

* Tidak dianjurkan pemijatan langsung sehabis makan, membangunkan bayi untuk dipijat, memijat bayi saat tidak begitu sehat, dan memaksakan posisi tertentu ketika memijat

Teknik memijat

Memberikan pijatan pada si kecil, tak melulu harus dengan bantuan tukang pijit bayi. Anda pun bisa melakukannya sendiri di rumah. Asal Anda memahami betul 'rambu-rambunya' serta 'aturan mainnya' maka manfaat pijatan yang Anda berikan bisa dirasakan secara maksimal oleh bayi Anda.

Ada beberapa lokasi pada tubuh bayi yang dianjurkan untuk diberikan pijatan, yaitu wajah, dada, perut, tangan dan kaki serta punggung.

1. Pijatan wajah. Melemaskan otot wajah. Caranya, tekankan jari-jari Anda pada kening, pelipis dan pipi bayi (posisi dan tekanan sama seperti saat Anda menekan tombol keyboard komputer). Kemudian gunakan kedua ibu jari untuk memijit daerah di atas alis. Dengan tekanan lembut, tarik garis dengan ibu jari dari hidung ke arah pipi bayi. Gunakan kedua ibu jari untuk memijit sekitar mulut, tarik hingga bayi tersenyum. Pijat lembut rahang bawah bayi dari tengah ke samping seolah membuat bayi tersenyum. Pijat secara lembut daerah di belakang telinga ke arah dagu.

2. Pijatan dada. Memperkuat paru-paru dan jantung. Letakkan kedua tangan di tengah dada bayi dan gerakkan ke atas, kemudian ke sisi luar tubuh dan kembali ke ulu hati tanpa mengangkat tangan seperti membentuk hati. Lalu, dari tengah dada bayi, pijat menyilang dengan telapak tangan ke arah bahu seperti membentuk kupu-kupu.

3. Pijatan perut. Meningkatkan sistem pencernaan dan kurangi sembelit. Lakukan gerakan memijat di atas perut bayi seperti mengayuh sepeda dari atas ke arah bawah perut. Kemudian, angkat kedua kaki bayi dan tekan lututnya perlahan-lahan ke arah perut. Buatlah bulan separuh terbalik dengan tangan kanan, mulai dari kiri ke kanan searah jarum jam. Saat tangan kanan di atas, tangan kiri di bawah dan berputar mengikuti arah jarum jam membentuk lingkaran penuh seperti matahari.

4. Pijatan pada tangan dan kaki. Meredakan ketegangan dan menguatkan tulang. Pegang lengan bayi dengan kedua telapak tangan seperti memegang pemukul softball. Dengan gerakan seperti memerah, pijat tangan bayi dari bahu ke pergelangan. Lakukan gerakan sebaliknya, dari pergelangan ke arah pangkal lengan. Tarik lembut jari-jari bayi dengan gerakan memutar. Dengan kedua ibu jari secara bergantian, pijat seluruh permukaan telapak tangan dan punggung tangan bayi. Gunakan kedua telapak tangan untuk membuat gerakan seperti menggulung. Untuk kaki, ikuti cara yang sama seperti teknik memijat tangan.

5. Pijatan punggung. Menguatkan otot yang menyangga tulang belakang. Pijat dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan di sepanjang punggung bayi, luncurkan salah satu telapak tangan dari leher sampai ke pantat bayi dengan sedikit tekanan. Buat gerakan melingkar dengan jari-jari, terutama pada otot di sebelah tulang belakang. Buat pijatan memanjang dengan telapak tangan dari leher ke kaki untuk mengakhiri pijatan




   
15-06-2016 07:36:50 hpl juli 2016
Jumlah Posts : 30
Jumlah di-Like : belum ada like
^-^ ternyata baca di google efek dari kebanyakan makan garam"an sm kenaikan berat badan 20kg bund ... mungkin trllu over slma kehamilan ini kurang di jaga ^-^ jalan pagi nungging berdiri jongkok alhmdulilah rutin bund . klo slngkngan sm mis v sm bund cm mmng itu gk brmslh kta bu bidan ^-^ _ tp kondisi kaki n tangan gak bengkak cm jari" nya mlembung ^-^ hhha doain deh bund rsa skit ngilu nya ilang biar enk klo di bwa ngerjain ini itu ...