SITE STATUS
Jumlah Member :
493.709 member
user online :
1409 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: posisi ml yang aman di trimester kedua

New Topic :  
15-06-2010 11:02:55 Herpes simplex saat hamil..
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter.
alasannya dapat anda baca di bawah ini.
tolong di baca perlahan supaya jelas.

SERANGAN HERPES SELAGI HAMIL
Ribut dan saling menyalahkan pasangan, tak akan menyelesaikan masalah. Yang penting, tangani segera karena berdampak buruk pada janin.
Menurut dr. Irsyad Bustamam, SpOG, siapa pun yang didiagnosa terinfeksi penyakit ini umumnya akan membunyikan genderang perang dengan pasangannya. Apalagi bila yang bersangkutan merasa hidupnya selama ini "bersih". Pasalnya, lanjut dokter kebidanan dan kandungan yang berpraktek di RSIA Hermina, Jatinegara ini, herpes termasuk penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual.

"Kendati di kepustakaan disebut ada beberapa cara penularan lain semisal lewat handuk, alat cukur, sisir, atau benda-benda lain yang dipakai bersama, angka kejadiannya kecil sekali. Sebab, virus penyebabnya hanya bisa hidup di tubuh manusia. Di luar tubuh, virus itu cepat mati."

Herpes genitalis, disebut juga herpes simpleks, sebetulnya merupakan penyakit kulit yang terdapat di perbatasan antara kulit dan selaput lendir. Penyebabnya adalah virus herpes simpleks (VHS) yang bisa dibedakan menjadi 2 tipe. Pertama yang umumnya mengenai segala usia dan memilih bersarang di pinggang ke atas, kedua yang terutama mengenai kalangan dewasa dan memilih pinggang ke bawah sebagai tempat sasaran infeksinya. Namun akibat pola hubungan seksual yang begitu bervariasi, bisa saja lokasi terjadinya infeksi VHS terbolak-balik. Semisal tipe 1 ditemukan di daerah genital dan anus, sedangkan tipe 2 di sekitar bibir atau di langit-langit.

FAKTOR PEMICU

Begitu masuk ke dalam tubuh untuk pertama kalinya, VHS akan membentuk masa inkubasi atau infeksi primer yang biasanya berlangsung sekitar 2-5 hari setelah kontak seksual dengan penderita atau pengidap VHS. Di saat ini, karena tubuh belum membentuk antibodi, yang muncul adalah gejala mirip flu seperti demam, badan terasa lemah, pening dan nyeri persendian/pegal-pegal di sekujur tubuh, serta mata terasa perih. Hingga tanpa pemeriksaan laboratorium, infeksi VHS seringkali sulit dibedakan dengan flu.
Yang membedakan adalah timbulnya gejala lokal di daerah yang terinfeksi berupa bintil-bintil kecil yang gampang pecah.Bintil-bintil berisi cairan bening ini bila dibiarkan akan berkembang menjadi bisul-bisul bernanah.
Ciri lain, bintil-bintil tersebut biasanya berkelompok, warna dasarnya merah sembab dan terasa nyeri sekali. Bahkan kalau sampai terkena saraf, yang bersangkutan tak bisa BAK lantaran luar biasa sakitnya. Jika tidak disertai infeksi tambahan, kulit tempat tumbuh bintil-bintil tadi akan tampak seperti sediakala jika tak digaruk. Sedangkan bila digaruk bisa meninggalkan jaringan parut.

Berlalunya infeksi primer tersebut akan diikuti dengan fase/masa laten. Yakni saat virus bersembunyi di simpul-simpul saraf. Masa laten ini berlangsung lama, meski tak bisa dipastikan seberapa lamanya. "Tergantung kondisi individu yang bersangkutan." Artinya, ada faktor-faktor tertentu yang menjadi pemicu. Seperti kurang tidur, dibebani pikiran berlebih atau stres, sedang menstruasi atau tengah hamil, sehabis melakukan hubungan seksual, kelelahan fisik, alergi obat-obatan/makanan tertentu, maupun sebab-sebab lain yang sampai sekarang tak diketahui pasti.

Kondisi-kondisi pemicu itulah yang kemudian membuat VHS bisa aktif lagi dan disebut fase kambuh atau recurrent. Kekambuhan ini bisa terjadi kapan pun dan sewaktu kambuh gejala yang diperlihatkan bisa ringan sekali atau malah kerap tak memperlihatkan gejala klinis sama sekali karena dalam tubuh sudah terbentuk antibodi. Alhasil, yang bersangkutan kerap terkecoh dan menganggap dirinya sudah sembuh. Padahal, sekali terkena, VHS akan selamanya bercokol di tubuh kita. Celaka, kan?

Hanya saja, imbuh Irsyad, faktor pemicunya sangat kasuistik. Artinya, ada yang karena alergi, ada pula karena sebab lain. Begitu juga kapan faktor pemicu tadi memunculkan fase kekambuhan tak bisa dipastikan. Cuma, aku Irsyad, angka kekambuhan pada orang hamil akan meningkat karena kondisi kehamilan sendiri membuka peluang untuk memunculkan kekambuhan. Sebab, selain terjadi perubahan hormonal yang drastis, selama kehamilan tubuh mengadakan perubahan sistem kekebalan. Terlebih bagi ibu hamil yang mengalami stres. Dengan kata lain, ibu hamil memang rentan terkena infeksi VHS.

BISA SEBABKAN KECACATAN

Sebetulnya, tegas Irsyad, VHS tak membedakan wanita dan pria dari belahan dunia mana pun serta tak memandang status ekonomi kaya ataupun miskin.
Hanya saja, dari penelitian yang pernah dilakukan di Skotlandia, misalnya, infeksi VHS hampir tak pernah ditemukan pada orang yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Sedangkan angka kejadian pada wanita nakal atau pria yang gemar "jajan", meningkat 10 kali lipat. Itu sebabnya, wanita yang merasa dirinya "bersih" bisa saja tertular dari pasangannya yang bertipe petualang,
misal. Kalaupun si pria begitu yakin dirinya negatif, padahal bisa saja negatif itu lantaran hasil pemeriksaannya kurang akurat atau sebetulnya ia pengidap, namun VHS dalam tubuhnya sedang berada dalam masa laten.

Hingga bisa jadi sistem kekebalan tubuhnya tak memperlihatkan tanda tertentu yang bisa tertangkap oleh pemeriksaan laboratorium.
Nah, ketimbang ribut dan saling menyalahkan, lanjut Irsyad,
suami-istri amat disarankan untuk saling setia pada pasangannya. Selain jangan pernah coba-coba melakukan hubungan seksual dengan wanita/pria di luaran yang bukan tidak mungkin pernah pula berhubungan intim dengan orang lain yang terinfeksi VHS. Runyam, bukan?

Padahal seperti disebutkan di atas, ibu hamil karena kondisi kehamilannya termasuk kelompok yang rentan terinfeksi VHS, baik infeksi primer maupun recurrent. Sementara virus tersebut bisa masuk dalam sirkulasi darah janin melalui plasenta yang menghubungkan ibu dengan janinnya. Bisa juga melalui selaput ketuban, hingga bisa dibayangkan apa jadinya bila ada kebocoran atau malah ketuban pecah. Kemungkinan terjadinya infeksi VHS kian besar.
Celakanya, infeksi VHS pada janin bisa terjadi pada setiap tahapan kehamilan. Mulai dari trimester awal sampai trimester akhir. Di trimester awal, misalnya, secara teoritis di kehamilan usia 0-12 minggu, organ-organ penting sedang terbentuk, hingga kerusakan di masa ini, meski sekecil apa pun, efeknya jauh lebih besar ketimbang kerusakan sama yang terjadi di usia kehamilan selanjutnya. Namun secara umum, infeksi yang terjadi di trimester awal bisa menyebabkan janin mati yang berakhir dengan keguguran.
Sedangkan infeksi yang menyerang di trimester kedua dan ketiga memberi peluang pada janin untuk lahir prematur, kendati biasanya dibarengi dengan berbagai bentuk komplikasi kecacatan maupun kematian begitu dilahirkan. Dari catatan yang ada, lanjut Irsyad, mortalitas atau angka kematian pada bayi yang terinfeksi VHS terbilang tinggi, yakni sekitar 60 persen. Kendati begitu, tidak berarti semua janin yang dikandung oleh ibu yang terinfeksi VHS tak memiliki harapan untuk hidup, lo. Karena sekitar 40 persen sisanya berpeluang besar untuk hidup. Hanya saja 50 persen dari angka sisa janin yang hidup tadi akan mengalami kecacatan.


Bentuk kecacatannya itu sendiri bisa macam-macam. Apalagi infeksi VHS ini memiliki keunikan, yakni memilih daerah sasaran khusus yaitu susunan saraf pusat, organ-organ dalam tubuh, terutama hati dan mata yang bisa menyebabkan kebutaan. Namun, imbuh Irsyad, tak diketahui pasti mengapa VHS hanya memilih tempat-tempat tersebut.

TAK BISA TUNTAS

Deteksi dini VHS pada ibu hamil bisa diketahui dari tanya-jawab apakah ada riwayat kontak seksual dengan penderita/pengidap VHS. Karena bila kontak dilakukan saat penyakit pasangan sedang aktif, yang bersangkutan dipastikan bakal tertular. Sedangkan bila virusnya sedang dalam fase laten, belum tentu yang bersangkutan terinfeksi. Padahal memastikan kapan seseorang berada dalam fase laten atau kambuh, agak sulit mengingat secara klinis keduanya bisa saja tanpa gejala.

Yang bisa dijadikan pegangan sebetulnya adalah pemeriksaan laboratorium, semisal pap smear. Meski sebetulnya pap smear wajib dilakukan setahun sekali oleh wanita yang pernah melakukan hubungan seksual, tak peduli apakah dia terkena herpes atau tidak. Toh, bilang Irsyad, lewat pemeriksaan ini bisa sekaligus terdeteksi karsinoma serviks yang angka kematiannya paling tinggi di kalangan wanita.

Selain itu, lanjut Irsyad, deteksi VHS bisa dilakukan pula dengan biakan jaringan tubuh yang terinfeksi, menggunakan mikroskop elektron atau dengan pemeriksaan imunologis, yakni diperiksa kadar IgG dan IgM-nya. Dari pemeriksaan-pemeriksaan itulah dokter akan memutuskan terapi apa yang akan diberikan untuk ibu hamil yang terinfeksi. "Sayangnya", lanjut Irsyad, "sampai saat ini belum ada obat anti virus yang dapat menyembuhkan infeksi VHS secara tuntas tanpa kambuh-kambuh lagi."
Obat yang kini digunakan biasanya hanya sebatas agar virus yang berada di luar aliran darah, masa hidupnya lebih pendek alias cepat mati. Sementara virus yang sudah telanjur masuk ke dalam aliran darah seolah tak pernah bisa "tersentuh". Dengan begitu kejadian recurrent akan selalu ada.

Itulah mengapa penanganan pada janin (bila sudah terinfeksi) sampai sekarang belum memuaskan karena hanya pengobatan simptomatis alias menghilangkan gejalanya saja. Jenis dan dosis obat, cara, dan lama pemberiannya pun hanya ditentukan oleh dokter dengan memperhitungkan segi efektivitas dan keamanan bagi janin maupun ibunya. Sementara pengobatan lokal yang biasa dilakukan adalah pemberian salep, larutan garam khusus atau kompres rivanol untuk membersihkan bisul yang bernanah.
Tentu saja dalam memberikan terapi pengobatan, dokter akan selalu berpatokan bahwa setiap obat pasti berpengaruh pada janin. Artinya, bila memang memberi manfaat yang lebih besar dibanding efek sampingnya, obat tersebut akan tetap digunakan. Begitu juga sebaliknya.

Yang jadi masalah, hingga saat ini penggunaan obat-obatan untuk menanggulangi herpes, belum diketahui secara jelas efek negatifnya. Artinya, apakah akan merusak/memperparah kondisi janin yang sudah terinfeksi atau tidak. Sementara efek VHS pada janin sudah jelas, yakni 60 persen menimbulkan mortalitas dan 20 persen menyebabkan kecacatan.

Dengan memperhitungkan risiko itulah biasanya obat-obatan diberikan begitu seorang ibu hamil diketahui terinfeksi VHS, tanpa harus menunggu usia kehamilan tertentu. Ini jauh lebih baik dibandingkan bila infeksi tersebut dibiarkan semakin parah. "Jadi, begitu si ibu ketahuan terinfeksi, harus segera ditangani karena dokter pun harus berpacu melawan waktu. Kalau terlambat memberi obat, janin bisa keburu meninggal."
TAK PERLU DITUTUP-TUTUPI

Sayangnya, peluang terjadinya kecacatan itu sendiri tidak bisa "diutak-atik" dengan pemberian obat-obatan tertentu karena sampai saat ini memang tidak ada yang bisa memprediksi, bagian tubuh mana pada janin yang diserang VHS dan seberapa parah serangan virus tersebut.
Memang, kecacatan biasanya akan terdeteksi dengan pemeriksaan USG karena kecacatan akibat infeksi umumnya menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. Semisal hamil 35 minggu, namun hanya "terbaca" 30 minggu dari pantauan USG.
Manifestasi kecacatannya sendiri bisa macam-macam. Mulai dari kelainan kulit yang luas, kelainan organ tubuh terutama hati dan sistem saraf pusat yang bisa terlihat lewat kejang-kejang tanpa sebab, rendahnya kemampuan berpikir dan keterlambatan fungsi motorik halus dan kasar. Kendati begitu, tegas Irsyad, kehamilan yang disertai kecacatan dalam tingkat separah apa pun, sebaiknya tetap dipertahankan. Bukankah sebagai manusia, si kecil juga punya hak untuk hidup?

Sementara cacat berat yang mempertipis kemungkinan hidup, tetap juga harus didasari banyak pertimbangan bila kehamilan ingin diakhiri. "Enggak segampang membalikkan telapak tangan, karena harus melibatkan banyak ahli yang duduk dalam Komisi Etik Kedokteran. Bahkan dokternya langsung atau si ibu sendiri secara pribadi tak berhak memutuskan untuk menggugurkan kandungannya."

Pada kehamilan yang terinfeksi VHS dan sudah cukup bulan biasanya akan ditempuh tindakan seksio. Sebab, melahirkan spontan lewat vagina/jalan lahir yang terinfeksi justru akan lebih membahayakan janin karena terjadi kontak langsung dengan daerah terinfeksi.
Tentu saja, kata Irsyad, situasi dan kondisi apa pun pada ibu maupun janinnya harus diinformasikan pada pasien. Termasuk kemungkinan kecacatan apa saja yang bakal terjadi. Kalaupun ketahuan janin belum terinfeksi atau terancam bahaya sejauh itu, keluarga pasien tetap harus diberi tahu kemungkinan penularan apa saja yang bakal mengenai bayinya.

Pendek kata, apa pun yang ditemukan lewat berbagai pemeriksaan, tak boleh ditutup-tutupi sama sekali. Hanya saja mengingat hal ini merupakan sesuatu yang sensitif, dokter harus pandai-pandai memilih teknik penyampaiannya. Semisal disampaikan lebih dulu pada suami agar tak kelewat mengejutkan atau membuat si ibu syok berat.

"Pengobatan" Penunjang

Sampai saat ini, terang Irsyad, belum ditemukan makanan dan minuman apa saja yang bisa menangkal serangan VHS. Hanya saja pada mereka yang terinfeksi amat disarankan untuk mengkonsumsi makanan bergizi baik untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Dalam kondisi prima semacam itu diharapkan ibu hamil tak berpeluang mendapat kemungkinan terburuk yang bakal menimpanya. Karena infeksi ini disebabkan oleh virus yang belum ada obatnya, satu-satunya jalan disarankan menjaga kondisi agar tidak terserang VHS.

Sementara kalau sudah ketahuan terinfeksi, sebaiknya berobat bersama suami/istri dan membatasi aktivitas seksual untuk memperkecil peluang penularannya karena bisa menimbulkan fenomena bola pingpong. Kalaupun tetap ingin menikmati aktivitas seksual amat disarankan untuk menggunakan kondom.
Sedangkan "pengobatan" umum yang disarankan adalah dengan menjaga kesehatan dan higienis tubuh serta istirahat cukup. Jika sudah terinfeksi, jaga daerah infeksi agar tak lembab dan tetap bersih karena kondisi kotor bisa menimbulkan infeksi sekunder. Selain jangan pernah menggaruknya yang hanya akan memperbesar peluang penularan ke tempat lain, bahkan ke orang lain.

semoga membantu

salam

putri a.k.a zach mom's
   


15-06-2010 10:56:47 Herpes simplex saat hamil..
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter.
alasannya dapat anda baca di bawah ini.
tolong di baca perlahan supaya jelas.

SERANGAN HERPES SELAGI HAMIL
Ribut dan saling menyalahkan pasangan, tak akan menyelesaikan masalah. Yang penting, tangani segera karena berdampak buruk pada janin.
Menurut dr. Irsyad Bustamam, SpOG, siapa pun yang didiagnosa terinfeksi penyakit ini umumnya akan membunyikan genderang perang dengan pasangannya. Apalagi bila yang bersangkutan merasa hidupnya selama ini "bersih". Pasalnya, lanjut dokter kebidanan dan kandungan yang berpraktek di RSIA Hermina, Jatinegara ini, herpes termasuk penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual.

"Kendati di kepustakaan disebut ada beberapa cara penularan lain semisal lewat handuk, alat cukur, sisir, atau benda-benda lain yang dipakai bersama, angka kejadiannya kecil sekali. Sebab, virus penyebabnya hanya bisa hidup di tubuh manusia. Di luar tubuh, virus itu cepat mati."

Herpes genitalis, disebut juga herpes simpleks, sebetulnya merupakan penyakit kulit yang terdapat di perbatasan antara kulit dan selaput lendir. Penyebabnya adalah virus herpes simpleks (VHS) yang bisa dibedakan menjadi 2 tipe. Pertama yang umumnya mengenai segala usia dan memilih bersarang di pinggang ke atas, kedua yang terutama mengenai kalangan dewasa dan memilih pinggang ke bawah sebagai tempat sasaran infeksinya. Namun akibat pola hubungan seksual yang begitu bervariasi, bisa saja lokasi terjadinya infeksi VHS terbolak-balik. Semisal tipe 1 ditemukan di daerah genital dan anus, sedangkan tipe 2 di sekitar bibir atau di langit-langit.

FAKTOR PEMICU

Begitu masuk ke dalam tubuh untuk pertama kalinya, VHS akan membentuk masa inkubasi atau infeksi primer yang biasanya berlangsung sekitar 2-5 hari setelah kontak seksual dengan penderita atau pengidap VHS. Di saat ini, karena tubuh belum membentuk antibodi, yang muncul adalah gejala mirip flu seperti demam, badan terasa lemah, pening dan nyeri persendian/pegal-pegal di sekujur tubuh, serta mata terasa perih. Hingga tanpa pemeriksaan laboratorium, infeksi VHS seringkali sulit dibedakan dengan flu.
Yang membedakan adalah timbulnya gejala lokal di daerah yang terinfeksi berupa bintil-bintil kecil yang gampang pecah.Bintil-bintil berisi cairan bening ini bila dibiarkan akan berkembang menjadi bisul-bisul bernanah.
Ciri lain, bintil-bintil tersebut biasanya berkelompok, warna dasarnya merah sembab dan terasa nyeri sekali. Bahkan kalau sampai terkena saraf, yang bersangkutan tak bisa BAK lantaran luar biasa sakitnya. Jika tidak disertai infeksi tambahan, kulit tempat tumbuh bintil-bintil tadi akan tampak seperti sediakala jika tak digaruk. Sedangkan bila digaruk bisa meninggalkan jaringan parut.

Berlalunya infeksi primer tersebut akan diikuti dengan fase/masa laten. Yakni saat virus bersembunyi di simpul-simpul saraf. Masa laten ini berlangsung lama, meski tak bisa dipastikan seberapa lamanya. "Tergantung kondisi individu yang bersangkutan." Artinya, ada faktor-faktor tertentu yang menjadi pemicu. Seperti kurang tidur, dibebani pikiran berlebih atau stres, sedang menstruasi atau tengah hamil, sehabis melakukan hubungan seksual, kelelahan fisik, alergi obat-obatan/makanan tertentu, maupun sebab-sebab lain yang sampai sekarang tak diketahui pasti.

Kondisi-kondisi pemicu itulah yang kemudian membuat VHS bisa aktif lagi dan disebut fase kambuh atau recurrent. Kekambuhan ini bisa terjadi kapan pun dan sewaktu kambuh gejala yang diperlihatkan bisa ringan sekali atau malah kerap tak memperlihatkan gejala klinis sama sekali karena dalam tubuh sudah terbentuk antibodi. Alhasil, yang bersangkutan kerap terkecoh dan menganggap dirinya sudah sembuh. Padahal, sekali terkena, VHS akan selamanya bercokol di tubuh kita. Celaka, kan?

Hanya saja, imbuh Irsyad, faktor pemicunya sangat kasuistik. Artinya, ada yang karena alergi, ada pula karena sebab lain. Begitu juga kapan faktor pemicu tadi memunculkan fase kekambuhan tak bisa dipastikan. Cuma, aku Irsyad, angka kekambuhan pada orang hamil akan meningkat karena kondisi kehamilan sendiri membuka peluang untuk memunculkan kekambuhan. Sebab, selain terjadi perubahan hormonal yang drastis, selama kehamilan tubuh mengadakan perubahan sistem kekebalan. Terlebih bagi ibu hamil yang mengalami stres. Dengan kata lain, ibu hamil memang rentan terkena infeksi VHS.

BISA SEBABKAN KECACATAN

Sebetulnya, tegas Irsyad, VHS tak membedakan wanita dan pria dari belahan dunia mana pun serta tak memandang status ekonomi kaya ataupun miskin.
Hanya saja, dari penelitian yang pernah dilakukan di Skotlandia, misalnya, infeksi VHS hampir tak pernah ditemukan pada orang yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Sedangkan angka kejadian pada wanita nakal atau pria yang gemar "jajan", meningkat 10 kali lipat. Itu sebabnya, wanita yang merasa dirinya "bersih" bisa saja tertular dari pasangannya yang bertipe petualang,
misal. Kalaupun si pria begitu yakin dirinya negatif, padahal bisa saja negatif itu lantaran hasil pemeriksaannya kurang akurat atau sebetulnya ia pengidap, namun VHS dalam tubuhnya sedang berada dalam masa laten.

Hingga bisa jadi sistem kekebalan tubuhnya tak memperlihatkan tanda tertentu yang bisa tertangkap oleh pemeriksaan laboratorium.
Nah, ketimbang ribut dan saling menyalahkan, lanjut Irsyad,
suami-istri amat disarankan untuk saling setia pada pasangannya. Selain jangan pernah coba-coba melakukan hubungan seksual dengan wanita/pria di luaran yang bukan tidak mungkin pernah pula berhubungan intim dengan orang lain yang terinfeksi VHS. Runyam, bukan?

Padahal seperti disebutkan di atas, ibu hamil karena kondisi kehamilannya termasuk kelompok yang rentan terinfeksi VHS, baik infeksi primer maupun recurrent. Sementara virus tersebut bisa masuk dalam sirkulasi darah janin melalui plasenta yang menghubungkan ibu dengan janinnya. Bisa juga melalui selaput ketuban, hingga bisa dibayangkan apa jadinya bila ada kebocoran atau malah ketuban pecah. Kemungkinan terjadinya infeksi VHS kian besar.
Celakanya, infeksi VHS pada janin bisa terjadi pada setiap tahapan kehamilan. Mulai dari trimester awal sampai trimester akhir. Di trimester awal, misalnya, secara teoritis di kehamilan usia 0-12 minggu, organ-organ penting sedang terbentuk, hingga kerusakan di masa ini, meski sekecil apa pun, efeknya jauh lebih besar ketimbang kerusakan sama yang terjadi di usia kehamilan selanjutnya. Namun secara umum, infeksi yang terjadi di trimester awal bisa menyebabkan janin mati yang berakhir dengan keguguran.
Sedangkan infeksi yang menyerang di trimester kedua dan ketiga memberi peluang pada janin untuk lahir prematur, kendati biasanya dibarengi dengan berbagai bentuk komplikasi kecacatan maupun kematian begitu dilahirkan. Dari catatan yang ada, lanjut Irsyad, mortalitas atau angka kematian pada bayi yang terinfeksi VHS terbilang tinggi, yakni sekitar 60 persen. Kendati begitu, tidak berarti semua janin yang dikandung oleh ibu yang terinfeksi VHS tak memiliki harapan untuk hidup, lo. Karena sekitar 40 persen sisanya berpeluang besar untuk hidup. Hanya saja 50 persen dari angka sisa janin yang hidup tadi akan mengalami kecacatan.


Bentuk kecacatannya itu sendiri bisa macam-macam. Apalagi infeksi VHS ini memiliki keunikan, yakni memilih daerah sasaran khusus yaitu susunan saraf pusat, organ-organ dalam tubuh, terutama hati dan mata yang bisa menyebabkan kebutaan. Namun, imbuh Irsyad, tak diketahui pasti mengapa VHS hanya memilih tempat-tempat tersebut.

TAK BISA TUNTAS

Deteksi dini VHS pada ibu hamil bisa diketahui dari tanya-jawab apakah ada riwayat kontak seksual dengan penderita/pengidap VHS. Karena bila kontak dilakukan saat penyakit pasangan sedang aktif, yang bersangkutan dipastikan bakal tertular. Sedangkan bila virusnya sedang dalam fase laten, belum tentu yang bersangkutan terinfeksi. Padahal memastikan kapan seseorang berada dalam fase laten atau kambuh, agak sulit mengingat secara klinis keduanya bisa saja tanpa gejala.

Yang bisa dijadikan pegangan sebetulnya adalah pemeriksaan laboratorium, semisal pap smear. Meski sebetulnya pap smear wajib dilakukan setahun sekali oleh wanita yang pernah melakukan hubungan seksual, tak peduli apakah dia terkena herpes atau tidak. Toh, bilang Irsyad, lewat pemeriksaan ini bisa sekaligus terdeteksi karsinoma serviks yang angka kematiannya paling tinggi di kalangan wanita.

Selain itu, lanjut Irsyad, deteksi VHS bisa dilakukan pula dengan biakan jaringan tubuh yang terinfeksi, menggunakan mikroskop elektron atau dengan pemeriksaan imunologis, yakni diperiksa kadar IgG dan IgM-nya. Dari pemeriksaan-pemeriksaan itulah dokter akan memutuskan terapi apa yang akan diberikan untuk ibu hamil yang terinfeksi. "Sayangnya", lanjut Irsyad, "sampai saat ini belum ada obat anti virus yang dapat menyembuhkan infeksi VHS secara tuntas tanpa kambuh-kambuh lagi."
Obat yang kini digunakan biasanya hanya sebatas agar virus yang berada di luar aliran darah, masa hidupnya lebih pendek alias cepat mati. Sementara virus yang sudah telanjur masuk ke dalam aliran darah seolah tak pernah bisa "tersentuh". Dengan begitu kejadian recurrent akan selalu ada.

Itulah mengapa penanganan pada janin (bila sudah terinfeksi) sampai sekarang belum memuaskan karena hanya pengobatan simptomatis alias menghilangkan gejalanya saja. Jenis dan dosis obat, cara, dan lama pemberiannya pun hanya ditentukan oleh dokter dengan memperhitungkan segi efektivitas dan keamanan bagi janin maupun ibunya. Sementara pengobatan lokal yang biasa dilakukan adalah pemberian salep, larutan garam khusus atau kompres rivanol untuk membersihkan bisul yang bernanah.
Tentu saja dalam memberikan terapi pengobatan, dokter akan selalu berpatokan bahwa setiap obat pasti berpengaruh pada janin. Artinya, bila memang memberi manfaat yang lebih besar dibanding efek sampingnya, obat tersebut akan tetap digunakan. Begitu juga sebaliknya.

Yang jadi masalah, hingga saat ini penggunaan obat-obatan untuk menanggulangi herpes, belum diketahui secara jelas efek negatifnya. Artinya, apakah akan merusak/memperparah kondisi janin yang sudah terinfeksi atau tidak. Sementara efek VHS pada janin sudah jelas, yakni 60 persen menimbulkan mortalitas dan 20 persen menyebabkan kecacatan.

Dengan memperhitungkan risiko itulah biasanya obat-obatan diberikan begitu seorang ibu hamil diketahui terinfeksi VHS, tanpa harus menunggu usia kehamilan tertentu. Ini jauh lebih baik dibandingkan bila infeksi tersebut dibiarkan semakin parah. "Jadi, begitu si ibu ketahuan terinfeksi, harus segera ditangani karena dokter pun harus berpacu melawan waktu. Kalau terlambat memberi obat, janin bisa keburu meninggal."
TAK PERLU DITUTUP-TUTUPI

Sayangnya, peluang terjadinya kecacatan itu sendiri tidak bisa "diutak-atik" dengan pemberian obat-obatan tertentu karena sampai saat ini memang tidak ada yang bisa memprediksi, bagian tubuh mana pada janin yang diserang VHS dan seberapa parah serangan virus tersebut.
Memang, kecacatan biasanya akan terdeteksi dengan pemeriksaan USG karena kecacatan akibat infeksi umumnya menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. Semisal hamil 35 minggu, namun hanya "terbaca" 30 minggu dari pantauan USG.
Manifestasi kecacatannya sendiri bisa macam-macam. Mulai dari kelainan kulit yang luas, kelainan organ tubuh terutama hati dan sistem saraf pusat yang bisa terlihat lewat kejang-kejang tanpa sebab, rendahnya kemampuan berpikir dan keterlambatan fungsi motorik halus dan kasar. Kendati begitu, tegas Irsyad, kehamilan yang disertai kecacatan dalam tingkat separah apa pun, sebaiknya tetap dipertahankan. Bukankah sebagai manusia, si kecil juga punya hak untuk hidup?

Sementara cacat berat yang mempertipis kemungkinan hidup, tetap juga harus didasari banyak pertimbangan bila kehamilan ingin diakhiri. "Enggak segampang membalikkan telapak tangan, karena harus melibatkan banyak ahli yang duduk dalam Komisi Etik Kedokteran. Bahkan dokternya langsung atau si ibu sendiri secara pribadi tak berhak memutuskan untuk menggugurkan kandungannya."

Pada kehamilan yang terinfeksi VHS dan sudah cukup bulan biasanya akan ditempuh tindakan seksio. Sebab, melahirkan spontan lewat vagina/jalan lahir yang terinfeksi justru akan lebih membahayakan janin karena terjadi kontak langsung dengan daerah terinfeksi.
Tentu saja, kata Irsyad, situasi dan kondisi apa pun pada ibu maupun janinnya harus diinformasikan pada pasien. Termasuk kemungkinan kecacatan apa saja yang bakal terjadi. Kalaupun ketahuan janin belum terinfeksi atau terancam bahaya sejauh itu, keluarga pasien tetap harus diberi tahu kemungkinan penularan apa saja yang bakal mengenai bayinya.

Pendek kata, apa pun yang ditemukan lewat berbagai pemeriksaan, tak boleh ditutup-tutupi sama sekali. Hanya saja mengingat hal ini merupakan sesuatu yang sensitif, dokter harus pandai-pandai memilih teknik penyampaiannya. Semisal disampaikan lebih dulu pada suami agar tak kelewat mengejutkan atau membuat si ibu syok berat.

"Pengobatan" Penunjang

Sampai saat ini, terang Irsyad, belum ditemukan makanan dan minuman apa saja yang bisa menangkal serangan VHS. Hanya saja pada mereka yang terinfeksi amat disarankan untuk mengkonsumsi makanan bergizi baik untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Dalam kondisi prima semacam itu diharapkan ibu hamil tak berpeluang mendapat kemungkinan terburuk yang bakal menimpanya. Karena infeksi ini disebabkan oleh virus yang belum ada obatnya, satu-satunya jalan disarankan menjaga kondisi agar tidak terserang VHS.

Sementara kalau sudah ketahuan terinfeksi, sebaiknya berobat bersama suami/istri dan membatasi aktivitas seksual untuk memperkecil peluang penularannya karena bisa menimbulkan fenomena bola pingpong. Kalaupun tetap ingin menikmati aktivitas seksual amat disarankan untuk menggunakan kondom.
Sedangkan "pengobatan" umum yang disarankan adalah dengan menjaga kesehatan dan higienis tubuh serta istirahat cukup. Jika sudah terinfeksi, jaga daerah infeksi agar tak lembab dan tetap bersih karena kondisi kotor bisa menimbulkan infeksi sekunder. Selain jangan pernah menggaruknya yang hanya akan memperbesar peluang penularan ke tempat lain, bahkan ke orang lain.

semoga membantu

salam

putri a.k.a zach mom's
   
05-03-2009 12:46:32 Tidur miring
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
Salam kenal bunda tika...
Menurut pengalamanku waktu hamil posisi tidur yg bagus buat buat ibu hamil miring k kiri karena memudahkan baby kita mendapat aliran darah n nutrisi secara maksimal. Ini ada artikel yg aku simpen yg berhubungan dengan posisis tidur buat ibu hamil.

Pada kehamilan trimester awal ibu hamil dapat tidur dan beristirahat dengan berbagai posisi apapun yang penting dapat memberikan rasa nyaman untuk ibu.

Ibu hamil sebaiknya tidak perlu kuatir bayi dalam kandungan anda merasa tak nyaman atau berbahaya, karena tubuh ibu di ciptakan begitu unik sehingga dapat memberikan perlindungan, juga janin dalam kandungan anda tidak pernah merasa tak nyaman karena janin dalam kandungan mengapung dalam cairan ketuban dan mempunyai ruang sendiri untuk bergerak bebas.

TIDUR DENGAN POSISI TENGKURAP aman saja buat ibu hamil tapi biasanya pasa kehamilan trimester pertama, adanya pembesaran payudara dan juga payudara lebih sensitive akan menimbulkan ketidaknyamanan untuk tidur tengkurap, dan pada saat dimana perut anda sudah mulai membesar (awal 14 minggu) tidur dengan posisi tengkurap menjadi sangat tidak nyaman karena anda harus menyokong paha dengan bantal untuk dapat tidur tengkurap karena perut yang mulai membesar. Dari suatu survey ibu hamil yang tidur dengan posisi tengkurap sebelum 16 minggu 1% tapi setelah lebih 16 minggu menjadi 0 %.

TIDUR DENGAN POSISI TELENTANG, dianjurkan setelah kehamilan 16 minggu ibu hamil untuk tidak tidur telentang, karena dengan tidur posisi telentang anda meletakan seluruh berat rahim ke bagian belakang, usus, dan vena cava inferior. Tidur posisi telentang juga dapat meningkatkan resiko sakit pinggang, wasir, dan gangguan pencernaan, dan menganggu pernafasan dan sirkulasi. Posisi tidur telentang pada trimester ke dua dan tiga juga dapat mempengaruhi tekanan darah. Untuk beberapa wanita, menyebabkan penurunan tekanan darah yang membuat mereka merasa pusing, untuk yang lain, malah meningkatkan tekanan darah. Pada kasus kehamilan dengan tekanan darah tinggi tidur dengan posisi telentang sangat TIDAK dianjurkan.


Sebenarnya posisi tidur yang bagaimanakah yang terbaik?

Belum ada penelitian lebih lanjut tentang posisi tidur yang aman untuk wanita hamil, tapi sangat dianjurkan setelah kehamilan 16 minggu, sebaiknya ibu hamil tidur dengan POSISI MIRING KE SISI KIRI, karena posisi ini memberi keuntungan untuk bayi anda untuk mendapatkan aliran darah dan nutrisi yang maksimal ke plasenta karena adanya vena besar (vena cava inferior) di bagian belakang sebelah kanan spina yang mengembalikan darah dari tubuh bagian bawah ke jantung. Juga dapat membantu ginjal untuk membuang sisa produk dan cairan dari tubuh ibu sehingga mengurangi pembengkakan pada kaki, pegelangan kaki dan tangan.

Tidur POSISI MIRING KE KANAN, juga baik, anda dapat menganti posisi miring kekanan-kiri untuk membuat anda tidur lebih nyaman.

Jika anda terbangun malam dan menemukan anda tidur telentang, jangan kuatir,---anda tidak melakukan seseuatu yang mencelakai bayi anda. Kembalikan saja ke posisi miring. Lagipula pada kehamilan lanjut, dimana perut sudah membesar, disertai kondisi lain seperti kram, sering kencing, kontraksi palsu, bayi anda yang menendang perut, rasa asam lambung yang meningkat yang akan menyebabkan ibu akan terbangun beberapa kali di malam hari sehingga ibu sudah pasti akan berubah posisi tidur beberapa kali karenanya dan otomatis tidak seterusnya tidur dengan posisi telentang.

Tips: Untuk tidur dengan posisi miring yang lebih nyaman taruhlah bantal diantara dengkul anda dan satu dipunggung anda. Atau anda dapat membeli bantal khusus ibu hamil.

Berikut posisi tidur yang oke ketika perut sudah menjadi lebih besar:

Menyamping ke kiri. Caranya? Berbaring menyamping dengan menekuk lutut. Biar lebih nyaman lagi, letakkan bantal di antara kaki, bawah punggung, dan bawah perut.
Inilah posisi tidur yang paling direkomendasikan dokter ketika perut membesar. Hati Anda terletak di bagian kanan perut, sehingga tidur menyamping akan membuat janin terhindar dari tekanan organ yang besar itu. Posisi ini bisa juga mengoptimalkan aliran darah ke plasenta dan janin.

Bersandar. Tinggikan bantal, lalu tidurlah dengan cara bersandar pada bantal tersebut. Lutut akan lebih nyaman lagi, jika Anda menaruh beberapa bantal di bawahnya.
Tidur bersandar bisa jadi pilihan bila Anda tak mungkin tidur menyamping.

Menyiasati gangguan

Sakit pinggang. Telentanglah (kepala diletakkan di atas tumpukan bantal), lalu sangga lutut dengan beberapa bantal.

Pegal pada kaki. Telentanglah, dengan kepala dan bokong ditopang bantal. Sandarkan kedua kaki (kaki diluruskan) pada dinding, lalu renggangkan kaki sejauh mungkin dan istirahatkan. Jaga agar telapak kaki tetap mendatar.

Pada kehamilan lanjut, telentang akan membuat tubuh bayi menekan pembuluh darah besar pada bagian belakang tubuh Anda. Tekanan darah menurun, sehingga Anda suka pusing. Jadi, telentanglah seperlunya saja!

Sumber : Artikel Dr. Suririnah

Semoga bermanfaat....
Pindri,bundana najla

   


22-06-2015 15:37:38 nyeri setelah melakukan
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Berikut tanda-tanda kontraksi palsu lainnya supaya Bunda tidak keliru:

  1. Mulas di bagian atas rahim lalu turun ke bawah. Berbeda dengan kontraksi asli yang terasa mulas disertai nyeri di bagian pinggang sampai ke perut bawah.
  2. Bisa muncul di trimester kedua sekitar 20 minggu usia kehamilan. sedangkan kontraksi asli hanya akan muncul bila kehamilan cukup bulan, yaitu sekitar 27-40 minggu.
  3. Terjadi satu atau dua kali dalam sehari tetapi frekuensinya tidak sering. Bila Bunda merasakan kontraksi asli, frekuensi akan semakin sering dan terasa seperti ada sesuatu yang keluar dari vagina.
  4. Kontraksi akan hilang bila Bunda mengubah posisi. Tetapi kontraksi asli tidak akan hilang meski Bunda mengubah posisi.
   
Jumlah Posts : 175
Jumlah di-Like : belum ada like

share info dari artikel "Jangan Tertipu si KOntraksi Palsu" (http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=469&catid=4)

kontraksi palsu atau dikenal dengan Braxton Hicks memang seringkali mengecoh Bunda hamil menjelang kelahiran. Pasalnya tandanya hampir sama yakni terasa peregangan di sekitar perut. Tetapi kontraksi palsu berlangsung tidak lama (kurang lebih 20 detik) dan lama kelamaan akan hilang. Berbeda dengan kontraksi asli yang bisa berlangsung 30 hingga 75 detik.

Berikut tanda-tanda kontraksi palsu lainnya supaya Bunda tidak keliru:

  1. Mulas di bagian atas rahim lalu turun ke bawah. Berbeda dengan kontraksi asli yang terasa mulas disertai nyeri di bagian pinggang sampai ke perut bawah.
  2. Bisa muncul di trimester kedua sekitar 20 minggu usia kehamilan. sedangkan kontraksi asli hanya akan muncul bila kehamilan cukup bulan, yaitu sekitar 27-40 minggu.
  3. Terjadi satu atau dua kali dalam sehari tetapi frekuensinya tidak sering. Bila Bunda merasakan kontraksi asli, frekuensi akan semakin sering dan terasa seperti ada sesuatu yang keluar dari vagina.
  4. Kontraksi akan hilang bila Bunda mengubah posisi. Tetapi kontraksi asli tidak akan hilang meski Bunda mengubah posisi.

Bila Bunda masih ragu apakah Bunda merasakan kontraksi asli atau palsu, kenali ciri-ciri siap melahirkan.  seperti:
* Frekuensi berkemih lebih sering. Hal ini bisa terjadi beberapa minggu atau beberapa jam sebelum melahirkan.
* Keluar lendir bercampur darah.
* Ketuban pecah.
* Perut terasa kencang dalam posisi apapun; berdiri, duduk, tiduran dan jug
a.

semoga membantu ya Bund ^_^

   


26-02-2015 13:44:37 hamil 8bln trasa mules
Jumlah Posts : 175
Jumlah di-Like : belum ada like

semoga Bunda Azizah Zizah dan calon debaynya dalam keadaan baik dan sehat yaa...hanya mau bantu info aja ya Bunda, saya kutip dari artikel mengenai mules yang dialami diusia trimestrer ketiga dengan judul artikel " Jangan Tertipu si Kontraksi Palsu " ( http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=469&catid=4 )

kontraksi palsu atau dikenal dengan Braxton Hicks memang seringkali mengecoh Bunda hamil menjelang kelahiran. Pasalnya tandanya hampir sama yakni terasa peregangan di sekitar perut. Tetapi kontraksi palsu berlangsung tidak lama (kurang lebih 20 detik) dan lama kelamaan akan hilang. Berbeda dengan kontraksi asli yang bisa berlangsung 30 hingga 75 detik.

Berikut tanda-tanda kontraksi palsu lainnya supaya Bunda tidak keliru:

  1. Mulas di bagian atas rahim lalu turun ke bawah. Berbeda dengan kontraksi asli yang terasa mulas disertai nyeri di bagian pinggang sampai ke perut bawah.
  2. Bisa muncul di trimester kedua sekitar 20 minggu usia kehamilan. sedangkan kontraksi asli hanya akan muncul bila kehamilan cukup bulan, yaitu sekitar 27-40 minggu.
  3. Terjadi satu atau dua kali dalam sehari tetapi frekuensinya tidak sering. Bila Bunda merasakan kontraksi asli, frekuensi akan semakin sering dan terasa seperti ada sesuatu yang keluar dari vagina.
  4. Kontraksi akan hilang bila Bunda mengubah posisi. Tetapi kontraksi asli tidak akan hilang meski Bunda mengubah posisi.

Bila Bunda masih ragu apakah Bunda merasakan kontraksi asli atau palsu, kenali ciri-ciri siap melahirkan.  seperti:
* Frekuensi berkemih lebih sering. Hal ini bisa terjadi beberapa minggu atau beberapa jam sebelum melahirkan.
* Keluar lendir bercampur darah.
* Ketuban pecah.
* Perut terasa kencang dalam posisi apapun; berdiri, duduk, tiduran dan juga posisi lainnya.

semoga membantu ya Bunda ^_^

   
05-02-2015 13:54:44 Tanda akan melahirkan
Jumlah Posts : 175
Jumlah di-Like : belum ada like

Selamat ya Bunda atas kehamilannya..semoga Bunda dan debay nya dalam keadaan baik dan sehat...amiin...

Saya bantu info aja ya bunda  mengenai kontraksi dari artikel yang berjudul " Jangan Tertipu si Kontraksi Palsu " ( http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=469&catid=4 ) :

kontraksi palsu atau dikenal dengan Braxton Hicks memang seringkali mengecoh Bunda hamil menjelang kelahiran. Pasalnya tandanya hampir sama yakni terasa peregangan di sekitar perut. Tetapi kontraksi palsu berlangsung tidak lama (kurang lebih 20 detik) dan lama kelamaan akan hilang. Berbeda dengan kontraksi asli yang bisa berlangsung 30 hingga 75 detik.

Berikut tanda-tanda kontraksi palsu lainnya supaya Bunda tidak keliru:

  1. Mulas di bagian atas rahim lalu turun ke bawah. Berbeda dengan kontraksi asli yang terasa mulas disertai nyeri di bagian pinggang sampai ke perut bawah.
  2. Bisa muncul di trimester kedua sekitar 20 minggu usia kehamilan. sedangkan kontraksi asli hanya akan muncul bila kehamilan cukup bulan, yaitu sekitar 27-40 minggu.
  3. Terjadi satu atau dua kali dalam sehari tetapi frekuensinya tidak sering. Bila Bunda merasakan kontraksi asli, frekuensi akan semakin sering dan terasa seperti ada sesuatu yang keluar dari vagina.
  4. Kontraksi akan hilang bila Bunda mengubah posisi. Tetapi kontraksi asli tidak akan hilang meski Bunda mengubah posisi.

Bila Bunda masih ragu apakah Bunda merasakan kontraksi asli atau palsu, kenali ciri-ciri siap melahirkan.  seperti:
* Frekuensi berkemih lebih sering. Hal ini bisa terjadi beberapa minggu atau beberapa jam sebelum melahirkan.
* Keluar lendir bercampur darah.
* Ketuban pecah.
* Perut terasa kencang dalam posisi apapun; berdiri, duduk, tiduran dan juga posisi lainnya.
"

semoga dapat membantu ya Bunda *_^...

   
Jumlah Posts : 175
Jumlah di-Like : belum ada like

Hi Bunda Suci, salam kenal yaa...

saya hanya sekedar mau share info dari artikel mengenai kontraksi dengan judul "Jangan Tertipu si Kontraksi Palsu" (http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=469&catid=4), berikut kutipannya : 

"Ya Bunda, kontraksi palsu atau dikenal dengan Braxton Hicks memang seringkali mengecoh Bunda hamil menjelang kelahiran. Pasalnya tandanya hampir sama yakni terasa peregangan di sekitar perut. Tetapi kontraksi palsu berlangsung tidak lama (kurang lebih 20 detik) dan lama kelamaan akan hilang. Berbeda dengan kontraksi asli yang bisa berlangsung 30 hingga 75 detik.

Berikut tanda-tanda kontraksi palsu lainnya supaya Bunda tidak keliru:

  1. Mulas di bagian atas rahim lalu turun ke bawah. Berbeda dengan kontraksi asli yang terasa mulas disertai nyeri di bagian pinggang sampai ke perut bawah.
  2. Bisa muncul di trimester kedua sekitar 20 minggu usia kehamilan. sedangkan kontraksi asli hanya akan muncul bila kehamilan cukup bulan, yaitu sekitar 27-40 minggu.
  3. Terjadi satu atau dua kali dalam sehari tetapi frekuensinya tidak sering. Bila Bunda merasakan kontraksi asli, frekuensi akan semakin sering dan terasa seperti ada sesuatu yang keluar dari vagina.
  4. Kontraksi akan hilang bila Bunda mengubah posisi. Tetapi kontraksi asli tidak akan hilang meski Bunda mengubah posisi.

Bila Bunda masih ragu apakah Bunda merasakan kontraksi asli atau palsu, kenali ciri-ciri siap melahirkan.  seperti:
* Frekuensi berkemih lebih sering. Hal ini bisa terjadi beberapa minggu atau beberapa jam sebelum melahirkan.
* Keluar lendir bercampur darah.
* Ketuban pecah.
* Perut terasa kencang dalam posisi apapun; berdiri, duduk, tiduran dan juga posisi lainnya.

Tips:
* Siapkan tas berisi pakaian Bunda, pakaian si kecil, peralatan mandi, buku Rumah Sakit, kartu identitas dan uang.
* Santai saja menghadapi persalinan. Tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa Bunda bisa melalui semua ini. Katakan berulang-ulang dalam hati sampai rasa takut berkurang. "

Happy Pregnancy ya Bunda ^_^...semoga dalam keadaan baik dan sehat juga semoga lancar saat persalinan nanti ^_^ .

   
21-01-2014 15:34:05 Kehamilan trimester pertama
Jumlah Posts : 214
Jumlah di-Like : belum ada like

@ bunda dhita WP: aku mencoba jawab pertanyaan bunda sesuai ma pertanyaanq didokter:::

1. saat trimester pertama boleh ga sih kita berhubungan suami istri? kalau boleh sebaiknya posisi apa yang aman ya bunds? "kata dokterq lebih baik dihindari dulu paling ndak sampe usia 12w karena memang rawan bangetz bund, kalaupun kandungan kita dinyatakan kuat tp lebih baik menahan sebentar drpd debaynya bermasalah".

2. selama trimester pertama ini aku sering mual di malam hari, sembelit (bab nya ga tuntas), dan keputihan gatal. apakah itu normal? obatnya apa ya? "klo mual itu wajar bunda dalam masa kehamilan, sembelit ato susah bab juga sebagian bunda yang hamil juga pada mengalami hal serupa yang penting makan makanan yang banyak mengandung protein, sayuran yang berdaun hijau tua dan buah-buah. selama keputihannya masih warna putih itu normal bunda. tp klo bunda msih ragu tentang keputihan lebih baik konsul ma dokternya aja".

3. boleh ga sih pijat/massage saat hamil muda? misalnya pijat punggung dan refleksi? "klo untuk punggung dihindari dulu bunda karna kn secara g sengaja berhubungan ma posisi kepala debaynya. kecuali pergi ketukang pijet khusus ibu hamil".

4. pakai produk perawatan wajah boleh ga ya? karena mukaku jerawatan banget bunds, aku pake bodyshop (yg alami)? "konsul kedokter aj bunda, soalnya setauq ad beberapa dokter yang melarang ada juga yang membolehkan selama kadar dari cream tersebut dikurangi dari yang seharusnya".

5. boleh ga naik turun tangga yang tinggi? selama nai dan turun tangganya pelan-pelan dan g keburu-buru juga g masalah bunda yang penting tetap jaga kesehatan dan atur pernafasan bunda aj.

6. perlukah tes TORCH? kalau iya, kapan waktu yang tepat ya? "aku juga belum begitu tau bunda.

Bunda sekian jawaban yang aku tau dari hasil konsul ma dokter. moga bisa membantu....

selamat atas kehamilan bunda ya...^_^


 

   
21-01-2014 15:07:41 Kehamilan trimester pertama
Jumlah Posts : 7
Jumlah di-Like : belum ada like

hai bunda2, salam kenal yaa :)

aku baru gabung nih di infobunda. alhamdulilah sekarang aku sudah memasuki kehamilan di minggu ke-7, aku baru ke dokter kandungan 1x. btw, aku ada bbrp pertanyaan nih, mohon pencerahan dr bunda2 yah..

1. saat trimester pertama boleh ga sih kita berhubungan suami istri? kalau boleh sebaiknya posisi apa yang aman ya bunds?

2. selama trimester pertama ini aku sering mual di malam hari, sembelit (bab nya ga tuntas), dan keputihan gatal. apakah itu normal? obatnya apa ya?

3. boleh ga sih pijat/massage saat hamil muda? misalnya pijat punggung dan refleksi

4. pakai produk perawatan wajah boleh ga ya? karena mukaku jerawatan banget bunds, aku pake bodyshop (yg alami)

5. boleh ga naik turun tangga yang tinggi?

6. perlukah tes TORCH? kalau iya, kapan waktu yang tepat ya?

sekian pertanyaan dari saya, terimakasih sebelumnya untuk bunda-bunda yang mau respon :)

   
23-12-2011 11:33:33 Kontraksi palsu
Jumlah Posts : 11
Jumlah di-Like : belum ada like
 Ass,, bunda titik yg cantiq

usia kehamilanqu 35w, aq juga ngalamin hal yg sama koq spt yg bunda bilang. untuk lebih jelasnya ini aq kasih artikel tentang beda kontraksi palsu atau kontraksi asli, smoga berguna yaa..

  Kontraksi Palsu Kontraksi Asli
Bagaimana rasanya? Mulas tanpa rasa nyeri, dimulai dari bagian atas rahim dan turun ke bawah. Rasa mulas disertai nyeri di bagian pinggang sampai ke perut bagian bawah.
Kapan muncul?

Di trimester kedua (kurang lebih di atas 20 minggu), dan kadang-kadang muncul di awal kehamilan. Bisa juga terjadi pada kehamilan 37-40 minggu.

Bila usia kehamilan sudah cukup bulan, yaitu sekitar 27-40 minggu.
Berapa lama? Kontraksi berlangsung kurang lebih 20 detik (kadang bisa mencapai 2 menit atau lebih). Mula-mula sekitar 30-60 detik, dan pada fase persalinan yang paling aktif, sekitar 75 detik.
Ciri lain
  • Biasanya terjadi 1-2 kali sehari, dan tidak bertambah sering seiring bertambahnya waktu.
  • Bila kita mengubah posisi, biasanya kontraksi akan hilang.
  • Makin lama kontraksi makin sering (awalnya setiap 10 menit sekali), dan biasanya makin kuat, disertai sensasi ada sesuatu akan keluar dan vagina.
  • Kontraksi tidak hilang, walau Anda berubah posisi.
Apa yang dilakukan?
  • Ini kondisi normal. Bila Anda merasa tak nyaman, berushalan relaks dengan berbaring atau berjalan di sekitar rumah.
  • Bila kontraksi makin sering/kuat dan berlangsung selama beberapa jam atau hari, atau bila keluar darah/cairan lain dari vagina, segera ke dokter. Bisa jadi ini bukan kontraksi palsu, tapi pertanda persalinan premature. Kondisi ini bisa terjadi pada kondisi kehamilan kembar, atau ibu ada infeksi (keputihan, sakit gigi atau demam).
Segera ke rumah sakit bila kontraksi terjadi setiap 5 menit. Apalagi, bila disertai tanda lain seperti:
  • Keluar lendir agak kental dan bercampur sedikit darah dari vagina.
  • Kantung ketuban pecah diikuti keluarnya air ketuban.
  • Nyeri dan pegal di daerah panggul, kemudian menjalar k epangkal paha dan perut bagian bawah.
  • Leher rahim (perut bagian bawah) terasa panas dan sakit.
 
   
Jumlah Posts : 143
Jumlah di-Like : 3
hai bunda vindy salam kenal ... semoga penjelasan ini bisa membantu ya

Pada kehamilan trimester awal ibu hamil dapat tidur dan beristirahat dengan berbagai posisi apapun yang penting dapat memberikan rasa nyaman untuk ibu. Ibu hamil sebaiknya tidak perlu kuatir bayi dalam kandungan anda merasa tak nyaman atau berbahaya, karena tubuh ibu di ciptakan begitu unik sehingga dapat memberikan perlindungan, juga janin dalam kandungan anda tidak pernah merasa tak nyaman karena janin dalam kandungan mengapung dalam cairan ketuban dan mempunyai ruang sendiri untuk bergerak bebas.
TIDUR DENGAN POSISI TENGKURAP aman saja buat ibu hamil tapi biasanya pasa kehamilan trimester pertama, adanya pembesaran payudara dan juga payudara lebih sensitive akan menimbulkan ketidaknyamanan untuk tidur tengkurap, dan pada saat dimana perut anda sudah mulai membesar (awal 14 minggu) tidur dengan posisi tengkurap menjadi sangat tidak nyaman karena anda harus menyokong paha dengan bantal untuk dapat tidur tengkurap karena perut yang mulai membesar. Dari suatu survey ibu hamil yang tidur dengan posisi tengkurap sebelum 16 minggu 1% tapi setelah lebih 16 minggu menjadi 0 %.
TIDUR DENGAN POSISI TELENTANG, dianjurkan setelah kehamilan 16 minggu ibu hamil untuk tidak tidur telentang, karena dengan tidur posisi telentang anda meletakan seluruh berat rahim ke bagian belakang, usus, dan vena cava inferior. Tidur posisi telentang juga dapat meningkatkan resiko sakit pinggang, wasir, dan gangguan pencernaan, dan menganggu pernafasan dan sirkulasi. Posisi tidur telentang pada trimester ke dua dan tiga juga dapat mempengaruhi tekanan darah. Untuk beberapa wanita, menyebabkan penurunan tekanan darah yang membuat mereka merasa pusing, untuk yang lain, malah meningkatkan tekanan darah. Pada kasus kehamilan dengan tekanan darah tinggi tidur dengan posisi telentang sangat TIDAK dianjurkan. Sebenarnya posisi tidur yang bagaimanakah yang terbaik? Belum ada penelitian lebih lanjut tentang posisi tidur yang aman untuk wanita hamil, tapi sangat dianjurkan setelah kehamilan 16 minggu, sebaiknya ibu hamil tidur dengan
POSISI MIRING KE SISI KIRI, karena posisi ini memberi keuntungan untuk bayi anda untuk mendapatkan aliran darah dan nutrisi yang maksimal ke plasenta karena adanya vena besar (vena cava inferior) di bagian belakang sebelah kanan spina yang mengembalikan darah dari tubuh bagian bawah ke jantung. Juga dapat membantu ginjal untuk membuang sisa produk dan cairan dari tubuh ibu sehingga mengurangi pembengkakan pada kaki, pegelangan kaki dan tangan.
Tidur POSISI MIRING KE KANAN, juga baik, anda dapat menganti posisi miring kekanan-kiri untuk membuat anda tidur lebih nyaman. Jika anda terbangun malam dan menemukan anda tidur telentang, jangan kuatir,---anda tidak melakukan seseuatu yang mencelakai bayi anda. Kembalikan saja ke posisi miring. Lagipula pada kehamilan lanjut, dimana perut sudah membesar, disertai kondisi lain seperti kram, sering kencing, kontraksi palsu, bayi anda yang menendang perut, rasa asam lambung yang meningkat yang akan menyebabkan ibu akan terbangun beberapa kali di malam hari sehingga ibu sudah pasti akan berubah posisi tidur beberapa kali karenanya dan otomatis tidak seterusnya tidur dengan posisi telentang. Tips: Untuk tidur dengan posisi miring yang lebih nyaman taruhlah bantal diantara dengkul anda dan satu dipunggung anda. Atau anda dapat membeli bantal khusus ibu hamil.
   
Jumlah Posts : 143
Jumlah di-Like : 3
hai bunda vindy salam kenal ... semoga penjelasan ini bisa membantu ya

Pada kehamilan trimester awal ibu hamil dapat tidur dan beristirahat dengan berbagai posisi apapun yang penting dapat memberikan rasa nyaman untuk ibu. Ibu hamil sebaiknya tidak perlu kuatir bayi dalam kandungan anda merasa tak nyaman atau berbahaya, karena tubuh ibu di ciptakan begitu unik sehingga dapat memberikan perlindungan, juga janin dalam kandungan anda tidak pernah merasa tak nyaman karena janin dalam kandungan mengapung dalam cairan ketuban dan mempunyai ruang sendiri untuk bergerak bebas. TIDUR DENGAN POSISI TENGKURAP aman saja buat ibu hamil tapi biasanya pasa kehamilan trimester pertama, adanya pembesaran payudara dan juga payudara lebih sensitive akan menimbulkan ketidaknyamanan untuk tidur tengkurap, dan pada saat dimana perut anda sudah mulai membesar (awal 14 minggu) tidur dengan posisi tengkurap menjadi sangat tidak nyaman karena anda harus menyokong paha dengan bantal untuk dapat tidur tengkurap karena perut yang mulai membesar. Dari suatu survey ibu hamil yang tidur dengan posisi tengkurap sebelum 16 minggu 1% tapi setelah lebih 16 minggu menjadi 0 %. TIDUR DENGAN POSISI TELENTANG, dianjurkan setelah kehamilan 16 minggu ibu hamil untuk tidak tidur telentang, karena dengan tidur posisi telentang anda meletakan seluruh berat rahim ke bagian belakang, usus, dan vena cava inferior. Tidur posisi telentang juga dapat meningkatkan resiko sakit pinggang, wasir, dan gangguan pencernaan, dan menganggu pernafasan dan sirkulasi. Posisi tidur telentang pada trimester ke dua dan tiga juga dapat mempengaruhi tekanan darah. Untuk beberapa wanita, menyebabkan penurunan tekanan darah yang membuat mereka merasa pusing, untuk yang lain, malah meningkatkan tekanan darah. Pada kasus kehamilan dengan tekanan darah tinggi tidur dengan posisi telentang sangat TIDAK dianjurkan. Sebenarnya posisi tidur yang bagaimanakah yang terbaik? Belum ada penelitian lebih lanjut tentang posisi tidur yang aman untuk wanita hamil, tapi sangat dianjurkan setelah kehamilan 16 minggu, sebaiknya ibu hamil tidur dengan POSISI MIRING KE SISI KIRI, karena posisi ini memberi keuntungan untuk bayi anda untuk mendapatkan aliran darah dan nutrisi yang maksimal ke plasenta karena adanya vena besar (vena cava inferior) di bagian belakang sebelah kanan spina yang mengembalikan darah dari tubuh bagian bawah ke jantung. Juga dapat membantu ginjal untuk membuang sisa produk dan cairan dari tubuh ibu sehingga mengurangi pembengkakan pada kaki, pegelangan kaki dan tangan. Tidur POSISI MIRING KE KANAN, juga baik, anda dapat menganti posisi miring kekanan-kiri untuk membuat anda tidur lebih nyaman. Jika anda terbangun malam dan menemukan anda tidur telentang, jangan kuatir,---anda tidak melakukan seseuatu yang mencelakai bayi anda. Kembalikan saja ke posisi miring. Lagipula pada kehamilan lanjut, dimana perut sudah membesar, disertai kondisi lain seperti kram, sering kencing, kontraksi palsu, bayi anda yang menendang perut, rasa asam lambung yang meningkat yang akan menyebabkan ibu akan terbangun beberapa kali di malam hari sehingga ibu sudah pasti akan berubah posisi tidur beberapa kali karenanya dan otomatis tidak seterusnya tidur dengan posisi telentang. Tips: Untuk tidur dengan posisi miring yang lebih nyaman taruhlah bantal diantara dengkul anda dan satu dipunggung anda. Atau anda dapat membeli bantal khusus ibu hamil.
   
15-06-2010 10:42:39 hamil 8 minggu
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
BATUK LEWAT TIGA HARI PERLU DIWASPADAI

Terutama bila frekuensi batuknya sering dan tekanannya kuat

 Duh, repot ya Bu, kalau sedang hamil lalu terserang batuk. Setiap uhuk-uhuk, perut serasa ditekan-tekan. Kalau ditahan, batuknya bukan malah berhenti tapi justru menyembur lebih keras lagi. Padahal kita sering berbuat begitu agar si janin tidak ikut terguncang-guncang saat kita terbatuk. Jadi apa yang mesti diperbuat, ya?

Yang jelas, kata dr. Reino Rambey, SpOG., dari RS Haji, Jakarta, batuk kerap menyerang ibu hamil karena kondisi daya tahan tubuhnya saat itu memang sedang lemah sehingga memudahkan kuman masuk. Namun, masalah batuk ini tidak perlu membuat ibu hamil khawatir berlebihan, karena tidak setiap batuk akan membahayakan janin. Frekuensi batuk yang jarang dan tekanan batuk yang tidak terlalu kuat umumnya tidak menimbulkan gangguan berarti bagi kehamilan dan perkembangan janin.

DAMPAK BATUK

Lalu bagaimana dampak dari infeksinya sendiri, apakah tidak akan mengganggu kesehatan janin? Seperti diketahui, batuk merupakan suatu gejala penyakit karena saluran napas yang bersangkutan tengah "bermasalah" seperti terinfeksi bakteri, virus atau hanya sekadar teriritasi. Lagi-lagi Reino menegaskan, penyakit infeksi saluran pernapasan, seperti batuk-pilek yang umum terjadi, tidak akan sampai berpengaruh atau menimbulkan kecacatan pada janin. "Janin tetap aman karena ia berada dalam selaput ketuban di dalam rahim yang dapat melindunginya dari infeksi luar."

Yang perlu diwaspadai, jika frekuensi batuk itu terbilang sering dan tekanannya kuat. Itu berarti infeksi yang terjadi juga berat. Dampaknya bisa seperti ini:

* Di Trimester Awal

Batuk yang kuat dan sering di trimester ini akan meyebabkan meningkatnya tekanan dalam perut. Bila batuk yang terjadi diakibatkan infeksi yang cukup berat, tentunya dapat menimbulkan kontraksi. Di samping itu infeksi pada saluran napas sering pula mengakibatkan infeksi pada organ reproduksi wanita. Jika kondisi ibu hamil sudah bermasalah dari awal, ditambah dengan adanya infeksi, tentunya batuk seperti ini dapat memperparah dan ancaman keguguran dapat saja terjadi. Seperti yang dikatakan Reino, "Keguguran bisa terjadi jika kehamilan ibu disertai kelainan pada janin, seperti blinded ovum atau janin yang tak berkembang."

* Di Trimester kedua dan ketiga

Sementara di trimester kedua dan ketiga, batuk yang terus-menerus dikhawatirkan bisa memicu kelahiran prematur. Batuk yang kuat menyebabkan tekanan ke rongga perut meningkat sehingga rahim jadi lebih sering terdorong dan terjadilah kontraksi. "Bahkan di trimester akhir bila disertai infeksi, kondisi seperti ini bisa menyebabkan ketuban pecah dini dan mengakibatkan kelahiran prematur."

TIGA PENYEBAB BATUK

Soal penyebab batuk, Reino membaginya menjadi tiga, yakni karena alergi, virus atau bakteri.

* Batuk alergi

Batuk alergi terjadi karena saluran napas yang bersangkutan sangat sensitif (hipersensitif) terhadap rangsangan faktor pencetus, semisal udara dingin, debu udara dan perabot rumah, asap, dan sebagainya. Pada umumnya batuk ini gampang dikenali, kemunculannya berbarengan dengan saat si penderita alergi terkena faktor pencetus. Lalu batuk-batuk akan menghilang bila ibu tidak terpapar lagi oleh faktor pencetus tersebut.

Pengobatan yang paling utama adalah menghindari faktor pencetus. Dokter biasanya juga akan memberikan obat batuk yang sifatnya meredakan reaksi alergi sehingga frekuensi batuknya jadi berkurang.

* Batuk karena virus

Cirinya adalah batuk yang terjadi tidak berlangsung terus-menerus dan akan menghilang sendiri dalam beberapa hari. Umumnya disebabkan kondisi tubuh ibu yang sedang menurun. Bisa karena ibu kurang menjaga asupan makanannya, kurang berolahraga, atau bisa juga karena kurang istirahat. Batuk karena virus termasuk self limiting desease atau penyakit yang dapat sembuh sendiri tanpa diobati.

Jadi batuk yang dikarenakan virus tidak perlu diatasi dengan obat-obatan karena, seperti yang dikatakan tadi, dia akan menghilang sendiri dalam waktu kurang dari seminggu. Tentu dengan syarat, ibu hamil harus meningkatkan daya tahan tubuhnya dengan makan makanan bergizi dan cukup beristirahat.

* Batuk karena bakteri

Adakalanya batuk yang awalnya disebabkan infeksi virus dapat berlanjut dengan infeksi oleh bakteri. Kalau sudah begini, kondisi ibu hamil akan terlihat parah. Gejala yang timbul bukan hanya bersin-bersin dan batuk-batuk saja, tapi juga demam. Batuknya pun disertai lendir atau dahak yang berwarna kuning atau kehijauan. Upaya pengobatannya adalah dengan menggunakan obat batuk dan antibiotika.

PENANGANAN DI RUMAH

Nah, untuk batuk yang masih ringan (tanpa disertai demam dan belum lebih dari tiga hari), saran Reino, ibu hamil tak perlu langsung mengonsumsi obat. Langkah-langkah di bawah ini bisa dilakukan agar kondisi penyakit tidak semakin parah:

* Banyaklah beristirahat dan tidur yang cukup.

* Hindari makan makanan yang dapat merangsang batuk, seperti goreng-gorengan atau makanan dan minuman dingin.

* Banyaklah mengonsumsi buah-buahan, terlebih yang kaya vitamin C, seperti jeruk, jambu biji dan sejenisnya.

* Banyak minum air putih hangat agar tenggorokan tidak membengkak akibat adanya reaksi peradangan.

* Pengobatan seperti minum sesendok kecap atau madu yang sudah dicampur dengan perasan air jeruk nipis yang sebelumnya sudah dibakar, bisa saja dicoba.

Jika semua cara tersebut tidak juga meredakan batuk, untuk pertolongan pertama ibu bisa minum obat batuk hitam yang relatif aman dikonsumsi selama hamil. Obat batuk yang bisa digunakan untuk semua jenis batuk ini, selain dapat meredakan batuk, juga bisa mengeluarkan lendir.

HUBUNGI DOKTER

Kalau kondisi ibu hamil tidak membaik atau malah cenderung lebih parah, jangan ragu-ragu untuk berkonsultasi pada dokter kandungan karena kalau sudah begitu biasanya batuk yang terjadi disebabkan bakteri, yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dari dokter.

Umumnya yang diberikan adalah obat pengurang batuk, juga antibiotik sebagai upaya untuk menekan jumlah bakteri. Juga, bila batuk yang terjadi menimbulkan kontraksi, selain obat-obatan tadi, dokter akan memberikan obat yang sifatnya dapat meredakan kontraksi pada rahim.

Tentunya jenis antibiotika dan dosis yang diberikan dokter harus aman bagi ibu hamil. "Dokter kandungan pasti sudah tahu antibiotik mana yang tidak akan menembus sawar plasenta sehingga aman bagi janin."

BATUK KARENA TBC

Bagaimana dengan batuk yang disebabkan penyakit berat seperti TBC? Ditegaskan oleh Reino, bahwa batuk akibat TBC amat jarang muncul selama kehamilan. Kalaupun ada bukan karena pada saat hamil ibu terserang TBC, tapi infeksi TBC terjadi jauh sebelum kehamilan. Jika TBC itu tidak diobati secara tuntas, maka kondisinya menjadi parah dan timbul serta berlanjut saat ibu tengah mengandung.

Dampak kasus seperti ini pada janin, diakui Reino, cukup berbahaya karena infeksi bakteri TBC bisa menyebabkan kondisi kesehatan ibu menurun dan akhirnya dapat dan menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. "Infeksi pada saluran napas dapat pula menyebabkan infeksi pada kelenjar getah bening yang ada di leher. Kemudian kuman beredar mengikuti aliran darah sampai ke organ reproduksi wanita, yang dapat mengakibatkan kontraksi pada rahim, ketuban pecah dini bahkan keguguran atau persalinan prematur."

Oleh karena itu, saran Reino, sebelum kehamilan terjadi ibu sebaiknya sudah mempersiapkan kesehatan diri dengan maksimal. Di antaranya melakukan tes kesehatan sebelum mengupayakan kehamilan. Itulah pentingnya pemeriksaan prenatal, sehingga selama kehamilan ibu dapat terbebas dari infeksi-infeksi yang berat.

semoga bisa membantu

salam

putri a.k.a zach mom's
   
19-12-2008 14:05:40 tempramen di saat hamil
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

Emosi ibu hamil memang lebih labil. Sebaiknya hal itu disadari untuk diantisipasi. Ibu hamil akan menjadi gampang marah, tersinggung, serta mudah menangis. Perubahan fisiologis dan emosional memang tidak mudah dihadapi. Untuk mengatasi perasaan negatif tersebut akui saja perasaan-perasaan yang ada.

Peran pasangan sangat besar untuk berbagi cerita. Pada saat Ibu dan pasangan sedang santai berdua, ungkapkanlah hal yang menyenangkan dan perasaan-perasaan negatif yang ada. Kerja sama dengan pasangan adalah kunci keberhasilan menghadapi tekanan di masa hamil.

JADI SENSITIF DI KALA HAMIL

Wajar, kok, kalau perilaku ibu hamil jadi terkesan aneh-aneh. Biang keladinya tak lain adalah perubahan hormonal

Nah, para suami dimohon maklum jika istri yang tengah hamil jadi berperilaku tidak biasa. Yang tadinya sabar jadi cepat naik darah, yang tadinya rajin mendadak jadi malas, yang semula mandiri jadi manja, atau yang biasanya selalu memperhatikan suami kini malah ingin lebih diperhatikan.

Lantaran itulah, saat memutuskan untuk hamil, istri dan suami harus benar-benar siap fisik dan mental. Jadi saat terjadi perubahan, entah itu perubahan fisik maupun perilaku, baik istri maupun suami tidak terlalu kaget menghadapinya. Jangan sampai perubahan ini membuat hubungan suami istri jadi tidak harmonis, karena memang sangat mungkin pasangan dibuat jengkel karenanya. Inilah saran dari Dra. M. Louise M.M. Psi., untuk para suami yang bingung menghadapi perubahan psikis pada istri yang tengah hamil.

CENDERUNG MALAS

Para suami perlu memahami bahwa kemalasan ini bukan timbul begitu saja, melainkan pengaruh perubahan hormonal yang sedang dialami istrinya. "Jadi tidak ada salahnya bila suami menggantikan peran istri untuk beberapa waktu. Misalnya dengan menggantikannya membereskan tempat tidur, membuat kopi sendiri, atau bila tidak punya pembantu suamilah yang mencuci piring atau mencuci baju," ujar Lusi, sapaan akrabnya.

LEBIH SENSITIF

Biasanya, wanita yang hamil juga berubah jadi lebih sensitif. Sedikit-sedikit tersinggung lalu marah. Saran Lusi, apa pun perilaku ibu hamil yang dianggap kurang menyenangngkan, hadapi saja dengan santai. Ingatlah bahwa dampak perubahan psikis ini nantinya bakal hilang. Bukan apa-apa, bila suami membalas kembali dengan kemarahan, bisa-bisa istri semakin tertekan sehingga mempengaruhi pertumbuhan janinnya.

MINTA PERHATIAN LEBIH

Perilaku lain yang kerap "mengganggu" adalah istri tiba-tiba lebih manja dan selalu ingin diperhatikan. Meskipun baru pulang kerja dan sangat letih, usahakan untuk menanyakan keadaannya saat itu. Perhatian yang diberikan suami, walau sedikit, bisa memicu tumbuhnya rasa aman yang baik untuk pertumbuhan janin. Demikian pula ketika istri merasakan pegal-pegal dan linu pada tubuhnya. Istri sering meminta suami untuk mengusap tubuhnya. Sebaiknya lakukan sambil memberikan perhatian dengan mengatakan bahwa hal ini memang sering dialami wanita yang sedang hamil dan diperlukan kesabaran untuk menghadapinya.

GAMPANG CEMBURU

Tak jarang, sifat cemburu istri terhadap suami pun muncul tanpa alasan. Pulang telat sedikit saja, istri akan menanyakan hal macam-macam. Mungkin, selain perubahan hormonal, istri pun mulai tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya. Ia takut bila suaminya pergi dengan wanita lain. Untuk menenangkannya, suami perlu menjelaskan dengan bijaksana bahwa keterlambatannya dikarenakan hal-hal yang memang sangat penting dan bukan karena perselingkuhan. Bila perlu, ceritakan dengan terperinci aktivitas hari itu dari pergi sampai pulang.

AKIBAT HORMON PROGESTERON

Lebih lanjut, dr. Dwiana Ocvianti, Sp.OG., dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, menjelaskan perubahan perilaku pada ibu hamil merupakan hal wajar karena produksi hormon progesteronnya sedang tinggi. Hal inilah yang mempengaruhi banyak hal, termasuk psikis ibu. "Perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil sebenarnya sama persis dengan perubahan hormon pada wanita yang sedang mengalami siklus haid," ujar ginekolog yang akrab disapa Ovi.

Memang, perubahan hormon yang terjadi tidak selamanya akan mempengaruhi psikis ibu hamil. Ada juga yang perilakunya tidak berubah. Hal ini, tutur Ovi, disebabkan kerentanan psikis setiap orang yang berbeda-beda. Nah, daya tahan psikis dipengaruhi oleh kepribadian, pola asuh sewaktu kecil, atau kemauan ibu untuk belajar menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

Tak jauh berbeda, Lusi yang merupakan psikolog klinis di Klinik Psikologi Parent Education Program RSAB Harapan Kita, Jakarta, menuturkan biasanya ibu yang menerima atau bahkan sangat mengharapkan kehamilan akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan. Secara fisik dan psikis, mereka lebih siap.

Berbeda dari ibu yang tidak siap, umpamanya karena kehamilannya tidak diinginkan, umumnya merasakan hal-hal yang lebih berat. "Begitu pula dengan ibu yang sangat memperhatikan estetika tubuh. Dia akan merasa terganggu dengan perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan. Seringkali ibu sangat gusar dengan perutnya yang semakin gendut, pinggul lebih besar, payudara membesar, rambut menjadi kusam, dan sebagainya. Tentu hal ini akan semakin membuat psikis ibu menjadi tidak stabil."

Perubahan psikis umumnya lebih terasa di trimester pertama kehamilan. Kala itu pula, ibu masih harus menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan hormon yang terjadi. Lalu berangsur hilang di trimester kedua dan ketiga karena ibu sudah bisa menyesuaikan dirinya.

WASPADAI PERUBAHAN BERLEBIHAN

Perubahan perilaku pada ibu hamil, jika kadarnya masih normal, tidak akan mengganggu proses tumbuh kembang janin. Namun, Ovi dan Lusi sepakat bahwa ada batasan yang mesti diwaspadai, yakni saat perilaku ibu sudah "keterlaluan". Kriteria keterlaluan memang terkesan rancu, tapi yang pasti waspadai jika ibu terlihat dilanda kecemasan berlebih atau stres sehingga perilakunya bisa "membahayakan" janin. Misalnya, kemalasan ibu sampai membuatnya masa bodoh dengan kehamilannya. Atau kemarahan yang terjadi sudah sering berubah menjadi amukan.

Menurut Lusi, kondisi psikis yang terganggu akan berdampak buruk pada aktivitas fisiologis dalam diri ibu. Umpamanya, suasana hati yang kelam dan emosi yang meledak-ledak dapat mempengaruhi detak jantung, tekanan darah, produksi adrenalin, aktivitas kelenjar keringat dan sekresi asam lambung. Di samping itu, dapat pula memunculkan gejala fisik seperti letih, lesu, gelisah, pening, dan mual. Semua dampak ini akhirnya akan merugikan pertumbuhan janin karena si kecil sudah dapat merasakan dan menunjukkan reaksi terhadap stimulasi yang berasal dari luar dirinya. Apalagi masa trimester pertama merupakan masa kritis menyangkut pembentukan organ tubuh janin.

Oleh karena itu, walaupun sifat pemalas, pemarah, sensitif, dan manja wajar muncul di masa hamil, Ovi tetap menganjurkan agar ibu segera mengatasinya. "Banyak hal yang bisa dilakukan." Jika perubahan ini ditanggapi secara positif, baik ibu maupun janin akan lebih sehat kondisinya. Inilah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan munculnya dampak psikis yang negatif:

1. Menyimak Informasi Seputar kehamilan

Berbagai informasi mengenai kehamilan bisa didapat dari buku, majalah, koran, tabloid, atau situs kehamilan di internet. Dengan mengetahui akar masalah yang terjadi maka ibu bisa lebih tenang menghadapi kehamilan. Ibu pun jadi tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Sebaliknya, jika tidak berusaha mencari tahu terhadap perubahan pada dirinya, tak mustahil akan timbul berbagai perasaan yang mungkin saja sangat mengganggu kondisi psikis.

2. Kontrol Teratur

Kontrol bisa dilakukan pada dokter kandungan atau bidan. Saat konsultasi, ibu bisa menanyakan tentang perubahan psikis yang dialami. Biasanya, bila ibu perlu penanganan lebih serius, dokter atau bidan akan menganjurkan ibu untuk menemui psikolog atau psikiater yang dapat membantu kestabilan emosi.

3. Perhatian Suami

Perhatian yang diberikan oleh suami bisa membangun kestabilan emosi ibu. Misalnya, ibu bisa saja meminta suami untuk menemaninya berkonsultasi ke dokter atau bidan agar merasa lebih nyaman karena ada perhatian dari pasangan.

4. Jalin Komunikasi

Jangan pernah menutupi perubahan psikis yang terjadi, tetapi komunikasikanlah hal itu kepada suami. Dengan begitu diharapkan suami bisa berempati dan mampu memberi dukungan psikologis yang dibutuhkan. Dukungan dari lingkungan, terutama suami, sangat berpengaruh terhadap kestabilan emosi ibu hamil. Sebaliknya, perasaan ibu hamil yang dipendam sendiri tidak akan membawa perubahan. Suami tetap tidak acuh dan masalah ibu jadi berkepanjangan.

5. Beraktivitas

Sangat dianjurkan agar ibu mencari aktivitas apa pun yang dapat meredakan gejolak perubahan psikis. Bisa dengan menjahit, melukis, bermain musik, atau apa pun. Umumnya, ibu yang aktif di luar rumah bisa mengatasi berbagai perubahan psikisnya tersebut dengan lebih baik.

6. Perhatikan Kesehatan

Tubuh yang sehat akan lebih kuat menghadapi berbagai perubahan, termasuk perubahan psikis. Kondisi ini bisa terwujud dengan berolahraga ringan dan memperhatikan asupan gizi. Hindari mengonsumsi makanan yang dapat membahayakan janin, seperti makanan yang mengandung zat-zat aditif, alkohol, rokok, atau obat-obatan yang tidak dianjurkan bagi kehamilan.

7. Relaksasi

Bila ingin mendapatkan perasaan yang lebih relaks, ibu bisa mengatasinya dengan mendengarkan musik lembut, belajar memusatkan perhatian sambil mengatur napas, senam yoga, dan bentuk relaksasi lainnya.