SITE STATUS
Jumlah Member :
493.657 member
user online :
1172 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: pilek pada bayi 1 bulan

New Topic :  
04-09-2016 20:39:26 batuk pilek
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
obat batuk pilek bwt bayi 1 bulan apa y bun...
   


20-01-2009 08:02:55 Batuk & pilek pada bayi
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

Duh, enggak tega rasanya bila melihat si kecil yang masih bayi terserang batuk dan pilek. Kalau hidungnya tersumbat, tidurnya jadi tak nyenyak. Dari dadanya juga terdengar suara grok...grok...grok. Harus bagaimana, ya?

Imbauan ASI eksklusif jelas tidak main-main. Kalau bayi dilahirkan dengan kondisi sehat, pertumbuhan berat badannya sesuai standar dan ia memperoleh ASI eksklusif selama 6 bulan, boleh dijamin ia akan terbebas dari segala macam penyakit. "Kalaupun sakit, biasanya sangat ringan dan bisa diredakan dengan pemberian ASI saja. Apalagi pada bulan-bulan pertama, bayi masih memiliki antibodi milik ibunya yang diperoleh lewat ari-ari. Jadi sebenarnya ia bisa bebas dari penyakit," ungkap dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A.

Tradisi yang tidak mengizinkan bayi keluar sebelum usia 40 hari ada benarnya karena membuatnya jadi tak terpajan pihak luar. Lewat usia 6 bulan biasanya lingkungan bayi makin meluas. Nah, setelah usia 6 bulan barulah penyakit biasanya mulai menjangkiti si kecil. Mengapa? Pertama, saat usia 6 bulan peran ASI mulai berkurang dengan adanya makanan tambahan semipadat. Kedua, setelah usia 6 bulan, bayi mulai mengenal lingkungan luar selain keluarganya.

Bahkan pada kenyataannya, sebelum usia 6 bulan banyak bayi yang sudah terserang batuk pilek. Penyebabnya, apalagi kalau bukan karena ia tak mendapat ASI eksklusif dengan berbagai alasan. "Akhirnya jumlah antibodi dalam tubuh bayi berkurang dan bayi jadi gampang sakit," ujar staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta ini.

PENYAKIT RINGAN

Namun sekali lagi, penyakit yang menjangkiti bayi biasanya merupakan penyakit ringan dan penyebabnya adalah virus. "Karena penyebabnya virus, mestinya batuk-pileknya tidak buru-buru diberi antibiotik. Antibiotik tidak dapat membunuh virus," tukasnya.

Tak perlu juga buru-buru memberinya obat karena obat yang dibilang ringan pun selalu memiliki efek samping. "Jangan lupa, organ tubuh bayi belum matang. Oleh sebab itu, bila penyakitnya tidak berbahaya tak perlu diberi obat," saran Waldi.

Sebagai langkah awal, cari penyebab batuk si kecil. Pemicu batuk yang paling sering adalah polutan seperti asap atau debu. Walau polutannya hanya sedikit tetap saja bisa menyebabkan bayi batuk. Oleh sebab itu, hindari merokok di dekat bayi atau di dalam rumah.

Air conditioner (AC) atau penyejuk ruangan bisa juga merupakan biang keladi batuk pilek pada bayi, karena ia sebenarnya "didesain" untuk tidak berada dalam ruangan ber-AC. Jadi, bayi sebenarnya lebih senang berada di udara hangat ketimbang dingin. "Yang senang udara dingin, kan, orang tuanya, maka dipasanglah AC," kata Waldi.

Menurutnya, ruangan ber-AC yang biasanya tertutup sangat memungkinkan virus yang ada di dalamnya tidak bisa dienyahkan. Walaupun katanya ada AC yang sanggup memfiltrasi kuman, tidak dijamin kuman yang menempel di pegangan pintu atau tepi tempat tidur bisa terhapus. Kalau seseorang di dalam ruangan itu sakit, ia akan dengan mudah menulari orang lain yang masuk ke kamar tersebut. "Namun bukan berarti bayi tidak boleh berada di ruangan ber-AC, hanya saja setiap hari jendela dan pintu ruang itu harus dibuka lebar-lebar sebagai jalan pergantian udara, dan tidak lupa membersihkan semua perabot di kamar itu secara teratur."

BERI BANYAK MINUM

Nah, bagaimana dengan penanganan batuk-pilek si kecil? Untuk memperlancar hidung bayi yang tersumbat tetesi dengan larutan NaCl fisiologis yang bebas dibeli di mana saja dengan harga relatif sangat terjangkau. Larutan tersebut berfungsi mencairkan lendir dan biasanya dijual dengan kemasan 25 ml dan bertuliskan Sodium Chloride 0,9 %. "NaCl fisiologis bukan obat tapi larutan yang sama dengan cairan tubuh, sehingga dapat diteteskan pada hidung bayi sesering mungkin tanpa menimbulkan efek samping."

Batuk berdahak bisa diatasi dengan memberi bayi minum lebih banyak daripada biasanya. Tujuannya agar dahak menjadi encer dan mudah keluar. "Balsam boleh-boleh saja dibalurkan karena uap yang terhirup dapat memberi wangi yang enak pada bayi. Tapi waspadai zat-zat yang terkandung di dalamnya karena bisa menimbulkan reaksi pada kulit bayi. Sebagai percobaan, oleskan balsam sedikit. Bila tidak ada reaksi seperti merah-merah pada tubuh bayi bisa dioleskan pada dada dan punggungnya."

Suara grok-grok yang biasanya terdengar saat bayi tidur tak perlu dikhawatirkan. Suara tersebut muncul karena ada lendir yang terkumpul di jalan napas bagian atasnya. Selama bayi dapat tidur nyenyak, asupan makan dan minumnya tak terganggu, serta tumbuh kembangnya setiap bulan tampak baik berarti ia hanya terjangkit penyakit ringan. Dahak pada manusia, kata Waldi, sebenarnya tidak perlu selalu dikeluarkan lewat mulut karena akan dikeluarkan secara alamiah oleh saluran napas. Contohnya, karena bayi belum memiliki kemampuan untuk meludah, dahak yang sudah keluar di rongga belakang mulut (farings) akan tertelan dengan sendirinya masuk ke dalam saluran cerna.

GEJALA RAWAN

Sebagai informasi, penyakit saluran napas seperti batuk pilek biasanya berlangsung selama 3 hingga 10 hari. Bila dalam batas waktu tersebut bayi masih terserang batuk pilek tanpa penyebab yang jelas tentu perlu segera diperiksakan ke dokter. "Kadang-kadang orang tua terlalu khawatir. Saat mendengar bayinya batuk langsung panik. Padahal bayi batuk sekali dua kali, kan boleh-boleh saja karena mungkin tenggorokannya kemasukan sesuatu."

Lain bila batuk pilek yang dialami sampai menyebabkan si kecil rewel, tidak bisa tidur, dan tidak bisa minum atau makan. "Nah, ini jelas serius sehingga harus dibawa ke rumah sakit, " ujar Waldi. Gejala penyakit lain yang mengharuskan bayi ditangani serius adalah (1) tidak mau makan-minum (2) napas cepat, dan (3) muntah-muntah. Kalau sampai bayi tidak mau makan dan minum, hal ini menunjukkan penyakit yang serius.

Tak mau makan dan minum bisa dikarenakan napas bayi yang sudah memburu. Patokan frekuensi napas yang sudah masuk kategori berbahaya adalah lebih atau sama dengan 50 kali permenit untuk bayi higga usia 1 tahun. Untuk itulah orang tua mesti menghitung jumlah napas bayi saat ia terlihat tersengal-sengal. "Agar hitungannya tidak salah, lakukan saat bayi dalam keadaan tenang sambil dipangku, misalnya. Bila jumlahnya sampai 50 kali setiap menit atau lebih, segera larikan bayi ke rumah sakit. "

Muntah-muntah juga merupakan gejala yang perlu dicermati. Walau agak sulit menentukan frekuensi yang sudah dianggap rawan, sebagai patokan bila muntah itu terjadi setiap kali bayi diberi asupan minuman dan makanan, berarti kondisinya cukup serius. Kalau bayi sudah muntah-muntah sekitar 3-4 kali dalam sehari, lebih baik bawa dia ke dokter. Yang dikhawatirkan, akibat muntah-muntah yang dialami, bayi tidak mendapat asupan gizi yang cukup. Muntah sendiri bisa menunjukan gejala penyakit pada saluran napas, saluran cerna, penyakit saraf pusat dan lainnya. Nah, kalau ini yang terjadi, bawalah segera bayi Anda ke dokter yang berkompeten.

IMUNISASI TETAP BERLAKU

Yang perlu diketahui, anggapan bahwa bayi sakit tak boleh diimunisasi sebenarnya kurang tepat. Jika bayi terjangkit penyakit ringan seperti batuk pilek, maka secara teori jadwal imunisasinya tak perlu terganggu. Saran Waldi, kalau sudah tiba jadwal imunisasi, walau sedang flu, sebaiknya bayi tetap dibawa ke dokter. "Biar dokter yang memutuskan melalui pemeriksaan. Bila kondisi bayi baik, dokter akan tetap memberi imunisasi. Sebaliknya bila sakitnya ternyata agak berat, imunisasi akan ditunda."

Lain halnya dengan bidan yang umumnya akan menunda imunisasi bila orang tua melaporkan kondisi si kecil sedang tak sehat. "Ini wajar karena bidan tidak bisa menentukan ringan tidaknya penyakit yang diderita bayi."

   
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like

Bayi 1 bulan : Sekitar 16 jam. Bayi bunda mulai beradaptasi dengan perbedaan siang dan malam. Dia mungkin akan lebih banyak tidur pada malam hari, tapi tetap masih sering tidur di siang hari.

Bayi 2 bulan : Sekitar 16 jam. Meski sudah lebih sering terjaga dan bisa bersosialisasi, kebanyakan bayi masih butuh tiga atau empat jam (atau bahkan lebih) untuk tidur siang. Bayi Bunda mungkin mulai tidak menyusu di tengah malam.

Bayi 3 bulan : Sekitar 15 jam. Beberapa (dan bukan semua) bayi di usia ini dapat tidur selama enam sampai 8 jam pada malam hari. Sebagian besar melakukan tidur siang hingga tiga kali.

Bayi 6 bulan : Kurang dari 14 jam. Pada malam hari, bayi biasanya tidur selama 11 jam. Tidur siang mungkin hanya akan dilakukan pada pagi menjelang siang dan sore hari (meski beberapa bayi masih melakukan tidur siang singkat sebanyak 3 hingga 4 kali).

Bayi 9 bulan : Sekitar 14 jam. Di usia ini hampir 75% bayi tidur sepanjang malam (yaitu tidur selama 8 sampai 12 jam pada malam hari tanpa terbangun). Bayi Bunda juga masih cenderung tidur pada pagi dan sore hari. Dia mungkin akan mengalami kesulitan untuk tidur dan tetap tertidur karena sudah mulai mengalami kecemasan berpisah.

   


Jumlah Posts : 15
Jumlah di-Like : belum ada like
mw tx dok. . .
bagaimana menyembuhkan pilek pada bayi usia 4 bulan tanpa obat obatan?
   
Jumlah Posts : 178
Jumlah di-Like : belum ada like

Tinja saat diare pada bayi bisa muncul dalam tekstur, warna dan bau yang berbeda-beda. Perbedaan tekstur tinja seperti ini biasanya tergantung dari apa yang dimakan bayi misalnya ASI, susu formula atau makanan padat.

Tinja encer satu atau dua kali keluar tidak perlu dikhawatirkan. Itu biasa terjadi di minggu atau bulan pertama. Tapi, kalau terlalu sering atau hebat, sebaiknya segera bawa bayi ke dokter. Diare disebabkan oleh banyak faktor misalnya :

  1. Gangguan pencernaan jika diare yang terjadi disertai dengan muntah, sakit perut, demam, dan menggigil.
  2. Adanya infeksi bakteri jika ada darah dalam kotoran bayi
  3. Masalah makanan atau susu jika diare terjadi setelah bayi mengkonsumsi susu formula atau terlalu banyak makanan tertentu.
  4. Infeksi parasit jika diare disertai oleh perut kembung, gas, dan kotoran yang seperti berminyak
  5. Efek samping dari obat yang dikonsumsi jika diare terjadi setelah mengkonsumsi obat tertentu seperti antibiotik atau obat lainnya.

Diare dapat mengganggu keseimbangan normal dari air dan elektrolit pada bayi. Saat air dan elektrolit ini hilang dalam jumlah banyak karena diare, bayi akan mengalami dehidrasi. Pada bayi, dehidrasi bisa terjadi sangat cepat, bisa langsung terjadi saat dia diare atau besoknya, dan ini bahaya. 

Penanganan tepat mengatasi diare pada bayi

1.Beri asupan cairan yang cukup

Jika bayi masih tergantung pada ASI, teruslah menyusui bayi secara teratur. Jika tidak, berikan bayi banyak cairan untuk menjaga tubuh mereka tetap terhidrasi.

2.Oralit

Buatkan campuran garam, gula, dan air menjadi larutan yang disebut oralit, dan berikan pada bayi sehingga tubuh mereka dapat mengganti garam atau elektrolit tubuh yang hilang karena diare

3.Berikan makanan yang mudah dicerna

Seperti misalnya nasi lembut, pisang atau bubur. Jangan beri makanan yang terbuat dari sereal atau yang semacam itu karena susah dicerna.

4.Pijat gusi bayi

Kadang, diare juga disebabkan karena rasa sakit saat tumbuh gigi. Dalam hal ini, berikan bayi mainan yang aman buat dikunyah. Bunda juga bisa memijat gusinya dengan jari untuk meringankan rasa sakitnya.

5.Beri air

Ini salah satu solusi paling umum mengatasi diare pada bayi. Berikan air agar rasa sakit di perutnya reda dan juga dapat melepaskan gas di perutnya.

Semoga bermanfaat buat bunda dan bayi bunda sehat-sehat selalu yah bun. Buat bunda yang bayinya terkena diare, semoga cepat sembuh yah bun.

sumber : health.detik, merdeka, medkes

   


14-12-2013 10:21:37 obat pilek
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
gmna ngatasin pilek pada bayi umur 1 bln?
   
03-06-2013 17:58:07 gendongan bayi
Jumlah Posts : 1269
Jumlah di-Like : 8
Dear bunda Febrina Rambi,
Ada beberapa jenis gendongan bayi yang dapat digunakan sesuai dengan usia bayi, yaitu
1. Gendongan selendang ( sling ), model tiduran, dapat digunakan pada bayi 0 bulan sampai dengan 3 bulan, karena pada usia ini bayi belum saatnya untuk didudukkan, terlebih lehernya belum bisa menopang beban kepalanya.
2. Gendongan model duduk, tetapi penempatannya didepan ( front pack ), posisi bayi bisa menghadap depan atau belakang ( kangguru ), posisi paling baik adalah menghadap ke depan agar dapat memandang lingkungan / tempat dia berada dengan leluasa, dapat digunakan pada bayi usia 3 bulan sampai 6 bulan.
3. Gendongan dibelakang ( back pack ), posisi bayi dapat ditempatkan dibelakang, dapat digunakan pada usia 6 bln keatas.
Selain itu yg perlu diperhatikan adalah kekuatan dan keamanan dari gendongan itu sendiri.
Demikianlah jawaban dari saya, semoga membantu.
   
28-12-2011 09:15:17 bayi tidur tengkurap
Jumlah Posts : 21
Jumlah di-Like : 1
halo para bunda..

Emang sih terkadang pas baby qta tidur tengkurap tidurnya lelap tapi sebaiknya jangan dibiarkan,,browsing di internet ternyata tidur tengkurap itu salah satu faktor SIDS (sudden infant death syndrome) ato sindrom kematian bayi mati mendadak pada bayi 1-12 bulan (terutama pada bayi 6bln ke bawah)...

Waktu anak pertamaku lahir aku g tau jadi aku biarin aja soalnya tidurnya nyenyak banget klo tengkurap tapi pas lahiran yang kedua trus tau itu,, tiap kali dedeknya tengkurap aku ganti posisi tidurnya (klo udah tidur lelap, terutama malam hari karena klo malam kan qta bakal sama-sama tertidur,,g bisa full jagain)..

kalau pun para bunda membiarkan baby-nya tertidur tengkurap,,harus sering-sering di cek ya bunda..
   
Jumlah Posts : 71
Jumlah di-Like : 1
Dear all bunda

Ada yang tau ga cara buat ngeluarin dahak pada bayi 5 bulan? gimana ya supaya my baby sembuh dari batuk pilek nya tanpa harus dikasih obat, karena tiap kali dikasih obat pasti dimuntahin lagi. Kasian klo liat my baby muntah terus, napas nya juga sesak. apalagi klo dia lagi bobo terus batuk.. ujung2nya pasti muntah. sekarang berat badannya juga turun.
Tolong infonya ya bun..
Terima kasih sebelumnya

Salam,
Bundanya Keyra
   
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
putra pertama saya lahir 3 bulan yang lalu. sekarang usianya sudah 3 bulan 2 hari. dia sdh mulai tengkurap tanpa bantuan dr org lain pada usia 1 bulan, sekarang ( usia 3 bln, 2 hari) dia mulai merangkak dan sendiri. kadang saya kuwalahan menjaganya krn cepat skali dia merangkak. apa bayi saya termasuk normal ya???
   
30-08-2010 11:19:20 perlu tidak bayi dipijat
Jumlah Posts : 15
Jumlah di-Like : belum ada like
Sekedar melengkapi ya Mom.

Manfaat Pijat Bayi
www.tutorialkuliah.wordperss.com

Efek Biokimia dan Fisik yang Positif

Efek biokimia yang positif dari pijat, antara lain:

§  Menurunkan kadar cathecolamine

§  Meningkatkan kadar serotonin.

Selain efek biokimia, pijatan memberikan efek fisik/klinis sebagai berikut.

Ø  Meningkatkan jumlah dan sitotoksisitas dari sistem immunitas

Ø  Mengubah gelombang otak secara positif

Ø  Memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan

Ø  Merangsang fungsi pencernaan serta pembuangan

Ø  Meningkatkan kenaikan berat badan

Ø  Mengurangi depresi dan ketegangan

Ø  Meningkatkan kesiagaan

Ø  Membuat tidur lelap

Ø  Mengurangi rasa sakit mengurangi kembung dan kolik (sakit perut)

Ø  Meningkatkan hubungan batin antara orang tua dan bayi

Ø  Meningkatkan volume air susu ibu

Berikut ini beberapa hasil laporan penelitian para pakar mengenai manfaat pijat bayi.

a.    Meningkatkan berat badan

Penelitian yang dilakukan oleh Prof T. Field & Scafidi (1986 & 1990) menunjukkan bahwa pada 20 bayi prematur (berat badan 1280 dan 1176 gram), yang dipijat 3×15 menit selama selama 10 hari, mengalami kenaikan berat badan per hari 20% – 47% lebih banyak dari yang tidak dipijat. Penelitian pada bayi cukup bulan yang berusia 1-3 bula, yang dipijit 15 menit, 2 kali seminggu selama 6 minggu didapatkan kenaikan berat badan yang lebih dari kontrol.

b.    Meningkatkan pertumbuhan

Schanberg (1989) melakukan penelitian pada tikus dan menemukan bahwa tanpa dilakukannya rangsangan raba/taktil pada tikus telah terjadi hormon pertumbuhan.

c.    Meningkatkan daya tahan tubuh

Penelitian terhadap penderita HIV yang dipijat sebanyak 5 kali dalam seminggu selama 1 bulan, menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah dan toksisitas sel pembunuh alami (natural killer cells). Hal tersebut dapat mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi sekunder pada penderita AIDS.

d.    Meningkatkan konsentrasi bayi dan membuat bayi tidur lebih lelap

Umumnya, bayi yang dipijat akan tertidur lebih lelap, sedangka pada waktu bangun konsentrasinya akan lebih penuh. Di Touch Research Institute, Amerika, dilakukan penelitian pada sekelompok anak dengan pemberian soal matematika. Setelah itu, dilakukan pemijatan pada anak-anak tersebut selama 2×15 menit setiap minggunya selama jangka waktu 5 minggu. Selanjutnya pada anak-anak tersebut diberikan lagi soal matematika lain. Ternyata, mereka hanya memerlukan waktu penyelesaian setengah dari waktu yang dipergunakan untuk menyelesaikan soal terdahulu, dan ternyata pula tingkat kesalahannya hanya sebanyak 50% dari sebelum dipijat.

e.    Membina ikatan kasih sayang orang-tua dan anak (bonding)

Sentuhan dan pandangan kasih sayang orang tua pada bayinya akan mengalirkan kekuatan jalinan kasih di antara keduanya. Pada perkembangan anak, sentuhan orang tua adalah dasar perkembangn komunikasi yang akan memupuk cinta kasih secara timbal bali. Semua ini akan menjadi penentu bagi anak untuk secara potensial menjadi anak berbudi baik yang percaya diri.

f.     Meningkatkan produksi ASI

Berdasarkan penelitian Cyinthia Mersmann, ibu yang memijat bayinya mampu memproduksi ASI lebih banyak dibanding kelompok kontrol. Pada saat menyusui bayinya mereka merasa kewalahan karena ASI terus menerus menetes dari payudara yang tidak disusukan. Jadi pijat bayi dapat meningkatkan volume ASI  sehingga periode waktu pemberian ASI secara eksklusif dapat ditingkatkan, khususnya oleh ibu-ibu karyawati.   

II. 2    MEKANISME DASAR PEMIJATAN (FISIOLOGI PIJAT BAYI)

Satu hal yang sangat menarik pada penelitian tentang pemijatan bayi adalah penelitian tentang mekanika dasar pemijatan. Mekanisme dasar dari pijat bayi belum banyak diketahui. Walaupun demikian, saat ini para pakar sudah mempunyai beberapa teori tentang mekanisme ini serta mulai menemukan jawabannya.

Diajukan beberapa mekanisme untuk menolong menerangkan mekanisme dasar pijat bayi, antara lain : pengeluaran beta endorphin, aktivitas nervus vagus, dan produksi serotonin.

A.  Beta Endorphin Mempengaruhi Mekanisme Pertumbuhan

Pijatan akan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Tahun 1989, Schanberg dari Duke University Medical School melakukan penelitian pada bayi – bayi tikus. Pakar ini menemukan bahwa jika hubungan taktil (jilatan-jilatan) ibu tikus ke bayinya terganggu akan menyebabkan hal – hal berikut ini :

  • Penurunan enzim ODC ( ornithine decarboxylase ), suatu enzim yang menjadi petunjuk peka bagi pertumbuhan sel dan jaringan
  • Penurunan pengeluaran hormon pertumbuhan
  • Penurunan kepekaan ODC jaringan terhadap pemberian hormon pertumbuhan

Pengurangan sensasi taktil akan meningkatkan pengeluaran suatu neurochemical beta endorphine, yang akan mengurangi pembentukan hormon pertumbuhan karena menurunnya jumlah dan aktivitas ODC jaringan.

B. Aktivitas Nervus Vagus Mempengaruhi Mekanisme Penyerapan Makanan

Penelitian Field dan Schanberg (1986) menunjukkan bahwa pada bayi yang dipijat mengalami peningkatan tonus nervus vagus ( saraf otak ke-10) yang akan menyebabkan peningkatan kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin. Dengan demikian, penyerapan makanan akan menjadi lebih baik. Itu sebabnya mengapa berat badan bayi yang dipijat meningkat lebih banyak daripada yang tidak dipijat.

C.  Aktifitas nervus vagus meningkatkan volume ASI

Penyerapan makanan menjadi lebih baik karena peningkatan aktifitas nervus vagus menyebabkan bayi cepat lapar sehingga akan lebih sering menyusu pada ibunya. Akibatnya, ASI akan lebih banyak diproduksi. Seperti diketahui, ASI akan semakin banyak diproduksi jika semakin banyak di minta. Selain itu, ibu yang memijat bayinya akan merasa lebih tenang dan hal ini berdampak positif pada peningkatan volume ASI.

D.  Produksi Serotonin Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Pemijatan akan meningkatkan aktivitas neurotransmiter serotonin, yaitu meningkatkan kapasitas sel reseptor yang berfungsi mengikat glukokortikoid (adrenalin, suatu hormon stres). Proses ini akan menyebabkan terjadinya penurunan kadar hormon adrenalin (hormon stres). Penurunan kadar hormon stres ini akan meningkatkan daya tahan tubuh, terutama IgM dan IgG.

E. Pijatan dapat mengubah gelombang otak.

Pijat bayi akan membuat bayi tidur lebih lelap dan meningkatkan kesiagaan (alertnes) atau kosentrasi. Hal ini disebabkan pijatan dapat mengubah gelombang otak. Pengubahan ini terjadi dengan cara menurunkan gelombang alpha dan meningkatkan gelombang beta serta tetha, yang dapat di buktikan dengan penggunaan EEG (electro enchephalogram)

Novia

   
11-11-2008 08:10:14 anakku jatuh...
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
Alo...lam kenal dulu ayah Keiko...   nah tuk jaga2 sih klo punya anak bayi yg udah guling2, klo tidur jangan pake ranjang mendingan ngampar aja tuk menghindari resiko sekecil apapun...trus dipinggir2 kasur dihalangin bantal atau guling...InsyaAllah aman, soalnya kan klo mo guling ketahan bantal..   Mudah2an Keiko sehat2 aja ya... TRAUMA KEPALA RINGAN “ANAK JATUH”Februari 22, 2008

Jatuh adalah satu kejadian yang sering terjadi pada anak baik di dalam maupun di luar rumah. Orangtua tentunya sangat khawatir akan akibat yang terjadi, banyak pertanyaan yang timbul pada saat orangtua mengetahui anaknya jatuh, terutama bila kepla terbentur lantai. Beberapa pertanyaan yang timbul adalah: apa yang harus orangtua lakukan, haruskah segera dibawa ke Rumah Sakit. apakah perlu di lakukan pemeriksaan CT Scan kepala, apa yang harus diperhatikan setelah jatuh, apakah akan berpengaruh di kemudian hari, bagaimanakah mencegah anak jatuh?

Trauma kepala dengan luka di sekitar kepala, tidak selalu menimbulkan kegawatan. Sebaliknya benjolan di daerah samping kepala akibat jatuh ternyata dapat menimbulkan kegawatan. Oleh karenanya, diperlukan pengetahuan yang benar tentang trauma kepala ringan. Menurut American Academy of Pediatrics (1999) trauma kepala ringan didefinisikan sebagai trauma kepala dengan status mental dan neurologis pada pemeriksaan awal normal, dan tidak adanya fraktur tulang kepala pada pemeriksaan fisis. Pada keadaan ini dapat disertai kehilangan kesadaran < 1 menit, kejang singkat setelah trauma, muntah, sakit kepala dan lesu.


Problem anak jatuh

Tidak semua orangtua mengetahui apa yang harus dilakukan saat melihat anaknya jatuh. Sebenarnya informasi yang perlu diketahui tentang anak jatuh adalah:

  • Posisi anak jatuh, bagian yang terbentur lantai: muka, kepala, atau bagian tubuh lainnya
  • Apakah anak pingsan, berapa lama - Adakah benjolan di daerah kepala
  • Adakah patah tulang: leher, bahu, lengan, atau tungkai
  • Adakah sakit kepala atau muntah

Untuk mengetahui akibat jatuh, orangtua seharusnya perlu melakukan pemeriksaan:

  • Yakinkan apakah anak sadar atau tidak: panggil namanya, goyangkan badannya.
  • Rabalah seluruh bagian kepalanya dengan sedikit penekanan, sehingga memastikan adakah benjolan (hematom), nyeri, atau “dekok” (fraktur kompresi) di kepala.
  • Bila ubun-ubun belum menutup, rabalah ubun-ubun apakah membonjol atau tidak. Ubun-ubun membonjol tanda adanya peningkatan tekanan dalam otak, dapat terjadi karena edema otak atau perdarahan.
  • Gerakkan kepala, dan tangan kakinya untuk memastikan tidak ada patah tulang leher, bahu, tulang belakang atau ekstremitas.
  • Perhatikan dengan teliti: mata, kelopak mata, raut wajah atau senyumnya adakah perubahan?.
  • Pastikan penglihatannya tidak terganggu.

Pada anak jatuh terutama dengan kepala terbentur lantai, beberapa keadaan darurat dapat terjadi:

  • Anak tidak sadar, dapat disebabkan perdarahan dalam rongga kepala (perdarahan epidural, subdural), atau akibat pembengkakan (edema) otak, terkenanya pusat kesadaran saat kepala terbentur.
  • Benjolan (hematom) di kepala terutama bila terdapat di daerah samping kepala (temporal), karena fraktur/retak tulang di daerah tersebut dapat merobek pembuluh darah di dinding tulang kepala.
  • Terbenturnya kepala bagian belakang (oksipital) dengan keras dapat menyebabkan pembengkakan otak sehingga penglihatan menjadi terganggu atau buta dalam beberapa hari.
  • Terbenturnya bagian depan kepala (frontal) dapat menyebabkan hematom di pelipis awalnya. Kadang hematom ini akan turun sehingga kedua kelopak mata atas menjadi bengkak.
  • Kekakuan di leher dapat disebabkan perdarahan subdural yang pada pemeriksaan funduskopi didapatkan papil edema atau perdarahan subhialoid.
  • Keluar cairan atau darah dari hidung dan lubang telinga.

Bawalah segera anak ke rumah sakit bila didapatkan kelainan di atas. Tetapi bila tidak, anak dapat diobsevasi di rumah. Pengawasan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan setiap 2 -3 jam perhari sampai 3 hari setelah anak jatuh. Selama observasi anak tidak diberikan obat muntah, karena dapat menghilangkan gejala muntah yang bertambah.

Bawalah anak segera ke rumah sakit bila selama observasi didapatkan:

  • Anak menjadi tidak sadar atau tidur terus.
  • Anak menjadi delirium, bingung, dan iritabel.
  • Kejang/kelumpuhan pada wajah atau ekstremitas.
  • Sakit kepala atau muntah yang menetap atau semakin bertambah.
  • Adanya kekakuan di leher.
  • Timbul benjolan di kepala terutama pada daerah samping kepala (temporal).

Di rumah sakit perlu dilakukan pemeriksaan CT Scan kepala untuk melihat adakah fraktur tulang kepala atau perdarahan otak. Rontgen kepala saat ini tidak dianjurkan lagi. Pemeriksaan kepala dilakukan atas indikasi bila dicurigai adanya perdarahan otak dan tidak harus segera setelah jatuh. Ini disebabkan perdarahan otak dapat berlangsung sedikit demi sedikit. Anak yang mengalami perdarahan otak ringan umumnya tidak akan mengalami gangguan perkembangan di kemudian hari.

Pencegahan

Pencegahan sebaiknya dilakukan untuk menghindari anak jatuh atau terbentur kepalanya. Pencegahan dapat dilakukan:

  • Pada bayi <6 bulan, apabila sudah dapat berguling, taruhlah kasur di samping tempat tidur.
  • Bila bayi sudah dapat berdiri berikan pelindung di tempat tidurnya.
  • Bila anak sudah dapat berlari awasi dengan ketat, jangan sampai menarik taplak meja atau pintu rak lemari.
  • Hindari pemakaian baby walker tanpa pengawasan.
  • Jangan biarkan air seni berserakan di lantai.
  • Kakak jangan nakal terhadap adik, misalnya: main dorong dorongan

Kesimpulan

Dari uraian di atas, beberapa hal penting pada kedaruratan anak jatuh terutama bila kepala terbentur lantai:

  • Lakukan tindakan pencegahan anak agar tidak jatuh.
  • Periksalah dengan teliti bila anak jatuh, terutama bila kepala terbentur lantai.
  • Observasi klinis anak jatuh di lakukan selama 3 hari setelah anak jatuh.
  • Bawalah ke rumah sakit bila dicurigai adanya perdarahan otak.
  • Pemeriksaan CT Scan kepala dilakukan sesuai indikasi, tidak selalu dilakukan segera setelah anak jatuh
mudah2an artikelnya bermanfaat ....   salam..Niswa & mom
   
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Waduh bayi belom sebulan kok dah sembelit parah emang bun? Baiknya konsul ama dokter anak aja deh.... Soalnya ksian juga kalo sampe berhari-2 bayi gak BAB.   Buat info, coba sambil baca artikel ini ya bun... http://www.anakku.net/content/sering-sembelit  

Sering Sembelit?

sembelit.jpgSembelit merupakan keluhan yang sering membuat ibu membawa bayinya ke dokter anak. Angka kejadiannya sekitar 3% dari pasien rawat jalan anak. Para ahli mendefinisikan sembelit atau konstipasi sebagai keterlambatan atau kesulitan buang air besar (defekasi) selama lebih dari 2 minggu.

Bayi yang mendapat ASI dapat defekasi 2-5 hari sekali dengan konsistensi yang lembek, tidak dikategorikan sebagai konstipasi.

Di lain pihak, bayi yang mengonsumsi susu formula, bila defekasi dengan konsistensi yang keras, 2-4 hari sekali, dikategorikan sebagai konstipasi. Pada usia 1 bulan pertama, bayi rata-rata defekasi 2-8 kali per hari. Kemudian pada usia 1-3 bulan, defekasi menjadi lebih jarang.

Konstipasi dapat terjadi normal pada anak yang sehat, disebut sebagai konstipasi fungsional. Ini ditemukan sebagai penyebab pada 97% kasus konstipasi. Sedangkan penyebab organik (yang tidak normal) ditemukan pada 1,5 – 3% kasus konstipasi.

Penyebab utama konstipasi fungsional pada bayi adalah dehidrasi (kekurangan cairan) dan masalah motilitas (pergerakan) usus. Faktor lain yang juga dapat menyebabkan konstipasi adalah obat-obatan yang mengandung besi, kalsium, dan aluminium. Penyebab utama konstipasi yang abnormal (organik) adalah penyakit Morbus Hirschsprung. Pada bayi 0 – 3 bulan, pencampuran susu formula yang tidak benar dapat mengurangi asupan cairan sehingga menyebabkan konstipasi. Suatu penelitian menunjukkan bahwa susu formula dengan campuran lemak nabati seperti minyak kelapa sawit (palm olein) dapat menyebabkan tinja lebih keras dan defekasi menjadi lebih jarang. Penelitian lain menunjukkan bayi yang minum susu formula yang mengandung minyak kelapa sawit, lemaknya lebih lambat diserap dibanding susu formula tanpa minyak kelapa sawit. Pada ibu menyusui yang bayinya mengalami sembelit, dianjurkan mengonsumsi lebih banyak cairan (air putih, jus).

Gangguan motilitas usus dimana gerakan peristaltik melemah, juga sering menyebabkan konstipasi. Hal ini bisa ditemukan pada keadaan: bayi kurang aktif, hipotiroid, hipokalemia, sakit berat, keracunan timah, atau konsumsi obat seperti loperamid, kodein, morfin dan anti depresan tertentu.

Morbus Hirschsprung (MH) adalah penyakit yang ditandai konstipasi sejak bulan-bulan pertama kehidupan bayi. Pada bayi dengan MH, mekoneum (tinja pertama yang berwarna hijau kehitaman) belum keluar pada 24 jam pertama kehidupan. Hal ini terjadi karena tinja tertahan pada usus besar yang kurang/ tidak mengandung ganglion saraf otot. Akibatnya bagian tersebut menjadi melar. Kekurangan atau ketiadaan ganglion tersebut menyebabkan usus tidak dapat optimal “mendorong” isinya keluar melalui anus. Pada kasus MH sedang – berat, bayi perlu menjalani operasi.

Pada konstipasi fungsional, terapi konservatif saja dapat meredakan 25 – 95% kasus. Laksans (pencahar) seperti sirup jangung (corn syrup), laktulosa, juice pear / apel (sorbitol), PEG 3550 non elektrolit, dapat digunakan. Penelitian menunjukkan penggunaan zat-zat tersebut cukup aman dan efektif.

Usia Defekasi normal
  Per minggu Per hari
0-3 bulan ASI 5 – 40 2,9
  Susu formula 5 – 28 2,0
6 – 12 bulan   5 – 28 1,8


Referensi:

  1. Van den Berg M, Van Rossom C, de Lorijin F, et antara lain:. Functional constipation in infants: a follow up study. J Pediatr 2005; 147: 700-4
  2. Holten BK. How should we evaluate and threat constipation in infants and children. J Farm Practice. 2005
  3. Liptak GS, Baker SS. Etiology of constipation. Indian J Pediatr 2006; 618: 697
   
Jumlah Posts : 13
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda bayi 1 bulan babnya warna hijau knp ia?
   
24-01-2017 07:59:06 sariawan pada anak
Jumlah Posts : 25
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda mau tanya ni soal sariawan pada bayi 1 tahun
gara gusi itu wajar apa gmn y bunda
kasih saran y