SITE STATUS
Jumlah Member :
493.769 member
user online :
1631 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: penyebab bayi jarang ngoceh

New Topic :  
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10
Frekuensi buang air besar (BAB) dan kecil (BAK) bayi berkaitan erat dengan asupan yang masuk. Buktinya, antara bayi yang mendapat ASI dan tidak berbeda pula frekuensi pup dan pipisnya. Kok bisa seperti itu? Lalu, bagaimana frekuensi yang normal? Simaklah penjelasan dari dr. Eva J. Soelaeman, SpA. BAYI YANG MENYUSU ASI: Usia 0-6 Bulan: Frekuensi BAB normal: Sehari 1-7 kali atau bahkan hanya 1-2 hari sekali. Dengan catatan berat badan bayi terus bertambah sesuai grafik normal yang tertera pada Kartu Menuju Sehat/KMS. Jika yang terjadi sebaliknya, si kecil harus menjalani pemeriksaan dokter. Frekuensi BAB tidak normal: * Setelah 2 hari tidak BAB atau BAB tiga hari 1 kali. Kondisi ini perlu dikonsultasikan pada dokter. Biasanya dokter akan melihat kondisi perut bayi, kembung atau tidak, keadaan feses, berat badan, dan tumbuh kembang bayi. Beberapa kemungkinan penyebab bayi jarang BAB adalah: * Faktor makanan ibu. Misal, ibu menyusui sedang mengonsumsi obat-obatan/jamu. Akibatnya bayi yang memperoleh asupan makanan dari ASI ibu ikut "merasakan" dampak obat itu. Asal tahu saja, beberapa obat/jamu bisa membuat gerak/kerja usus menjadi lambat. Kondisi ini yang pada akhirnya membuat bayi mengalami sembelit. * Masalah pada sistem pencernaan bayi. Misal, ususnya tersumbat atau melintir. * Lebih dari 7 kali sehari. Frekuensi BAB yang lebih sering dari biasanya dapat disebabkan faktor makanan ibu. Contoh, ibu menyusui yang mengonsumi makanan pedas atau makan yang mengandung serat tinggi dapat membuat bayinya jadi lebih sering pup. BAYI YANG TIDAK MENYUSU ASI Usia Usia 0-6 bulan Frekuensi BAB yang normal: Sekitar 3-4 kali sehari sampai hanya 1-2 hari sekali. Kenapa frekuensi BAB-nya lebih jarang dari bayi yang menyusu ASI? ASI seperti diketahui sangat mudah dicerna oleh bayi. Namun tidak begitu dengan susu formula yang lebih sulit dicerna dan diserap oleh sistem pencernaan bayi. Inilah yang menyebabkan kenapa bayi yang menyusu ASI jarang mengalami kegemukan, sementara "bayi susu formula" kerap kelebihan berat badan. Frekuensi BAB yang tidak normal: Bila feses bayi encer dan frekuensinya lebih dari 10 kali per hari disertai penurunan berat badan. Usia 6 bulan ke atas Frekuensi BAB normal: Biasanya 3-4 kali sehari atau 2 hari sekali. Setelah anak menginjak 4 tahun, frekuensi BAB-nya sudah seperti orangtuanya, yakni satu sampai dua kali sehari. Frekuensi BAB tidak normal: * Lebih dari 4 kali sehari disertai gejala-gejala lain. Misalnya, bayi BAB sampai 6 kali sehari. Ini bisa dijadikan alarm bagi orangtua bahwa kondisi si kecil sedang tidak sehat. Coba perhatikan apakah bayi juga rewel atau gelisah? Jika ya, kemungkinan ada sesuatu yang tidak beres pada pencernaannya. Untuk menelusuri penyebabnya, ingat-ingat apa menu makanannya hari itu hingga 2 hari sebelumnya; apakah terlalu banyak serat? Terlalu banyak diberi buah/sayuran mungkin. Bayi yang terlalu banyak mengonsumsi serat berpotensi untuk lebih sering BAB dan akhirnya menjadi kurus. Sebab apa yang dikonsumsinya lebih banyak yang dikeluarkan ketimbang yang diserap. Dua kali dalam kurun waktu tujuh hari atau kurang. Kemungkinan bayi mengalami konstipasi/sembelit atau pemampatan feses di usus besar. Hati-hati, jika feses yang keras membuat anusnya luka dan si kecil mengalami trauma sehingga enggan untuk buang air besar yang berikutnya. Penyebab konstipasi: * Bisa jadi bayi terlalu banyak minum susu dan kurang mendapat makanan padat serta kurang minum air putih. * Kurang serat/kurang mengonsumsi sayuran atau buah-buahan. Cara mengatasinya, penyebab pertama bisa diatasi dengan mengurangi asupan susu formula pada bayi dan menggantikannnya dengan memperbanyak asupan makanan padat sesuai usianya. Sementara yang kedua, tentu bayi harus lebih banyak diberi makan buah-buahan, sayuran, dan tak lupa banyak minum air putih. Bila kondisi ini tidak mengalami perbaikan, amat bijak bila si kecil diperiksakan ke dokter. FREKUENSI BAK Dalam sehari, normalnya bayi buang air kecil sekitar 3-4 kali. Namun, sebetulnya frekuensi BAK tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Jika lebih dari itu oke-oke saja. Kecuali bila pipisnya sangat sering (lebih dari 10 kali/hari) atau jarang sama sekali. Dalam artian selama tidak ada tanda-tanda dehidrasi atau bayi menjadi lesu dan rewel, tak perlu terlalu mempermasalahkannya. Apalagi sampai khawatir bayi terkena diabetes militus karena DM pada anak, apalagi bayi sangat jarang terjadi. Namun waspadai bila frekuensi BAK bayi jarang/menjadi jarang. Misalnya, satu hari hanya sekali padahal biasanya bisa 4 kali. Atau sejak lahir si kecil memang jarang pipis padahal asupan cairannya mencukupi. Beberapa penyebab frekuensi BAK yang jarang adalah: 3 Bayi mengalami kekurangan cairan. Ini bisa karena ibu yang menyusui kurang banyak minum atau bayi sedang mengalami muntah-muntah atau berkeringat berlebihan. Kondisi seperti ini dapat diatasi dengan banyak memberi asupan cairan pada bayi. Ibu menyusui, misalnya, mesti banyak minum. Namun untuk kasus muntah-muntah, sebaiknya bayi segera dibawa ke dokter untuk mencari penyebabnya dan mencegahnya dari dehidrasi. 3 Pada bayi laki-laki, coba perhatikan ujung kulupnya apakah terlihat kecil atau tidak. Bila ya, bisa jadi ia mengalami phymosis (ujung kulup kecil) sehingga menyebabkannya jarang BAK. Sebagai solusi biasanya dokter akan melakukan pembesaran dengan cara sunat. Kondisi ini perlu diatasi segera karena jika dibiarkan bisa menimbulkan infeksi pada saluran kencing bayi. 3 Sukar pipis pada bayi perempuan bisa disebabkan infeksi pada organ intimnya meski bisa juga BAK-nya justru jadi lebih sering. Sebagai pecegahan, sehabis BAK, lubang kencing dan daerah sekitarnya mesti langsung dibersihkan. Sisa air seni bisa mengendap di lipatan-lipatan sekitar kelaminnya dan menimbulkan infeksi. Perha-tikan juga teknik menceboki. Jangan menceboki dari arah belakang ke depan namun dari depan kebelakang. Ini dimaksudkan agar kotoran dari anus tidak terbawa ke vagina.
   


23-12-2008 13:40:34 bayi sungsang
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

MEMUTAR JANIN SUNGSANG

Memutar posisi janin atau versi luar, tak bisa sembarangan. Harus dilihat dulu penyebabnya dan dilakukan oleh ahlinya.

Harusnya, pada usia kehamilan di atas 8 bulan, kepala janin berada di bawah dan bokongnya di atas. Hingga, saat persalinan nanti, pengeluaran bayi jadi lebih mudah dilakukan. Akan tetapi, pada kenyataannya tak selalu posisi demikian yang diperoleh ibu hamil. Banyak pula yang mengalami kelainan posisi janin berupa letak sungsang atau letak lintang.

Tentunya, kelainan-kelainan tersebut harus diatasi sejak mulai terdeteksi. Menurut dr. Dwiana Ocvianti SpOG. dari RS Siaga Raya, Jakarta, deteksi bisa saja datang dari si ibu. Misal, pada janin sungsang, yaitu bila posisi janin memanjang sejajar sumbu panjang rahim, dengan bokong janin berada di bagian terendah, "Ibu dapat merasakan dari tendangan si janin yang lebih banyak geraknya ke bawah."

Gerakan di bawah adalah gerakan yang didominasi oleh kaki. Dengan demikian berarti kepala dan tangannya berada di atas. Padahal normalnya, setelah usia kehamilan 7-8 bulan, ibu akan merasakan gerakan janin lebih banyak di atas pusar. Ciri lain: bagian yang keras (kepala janin) mendesak tulang iga ibu hingga menimbulkan rahim sesak atau tertekan.

Ada pula gerakan janin yang mendominasi di perut sebelah kiri atau kanan. Jika ini terjadi, kemungkinannya adalah letak janin melintang. Posisi-posisi ini jelas tak seharusnya dan ibu harus segera minta kepada dokter ahli untuk mengubahnya. "Tapi ingat, penanganan harus dilakukan oleh dokter atau bidan yang benar-benar ahli. Karena tidak sembarangan kita boleh memutar-mutar janin."

Memang, aku Dwiana, ada ibu yang tak dapat mendeteksi sendiri kelainan posisi janinnya. Dia pun tak dapat mengungkapkan secara spesifik mengenai pergerakan janin hingga perlu pemeriksaan ahlinya. "Dokter atau bidan yang terlatih biasanya hanya melakukan perabaan di perut ibu. Dari perabaan itu dapat dirasakan di mana posisi kepala dan di mana posisi bokong."

Namun, pemeriksaan seperti ini sulit dilakukan terhadap ibu yang bertubuh gemuk karena rahimnya terhalang oleh lemak. Bila dokter tak yakin dengan perabaannya, akan dilakukan pemeriksaan dengan ultrasonografi.

PENYEBAB

Letak sungsang ada beberapa variasi; dari letak bokong dengan kedua tungkai kakinya ke atas dan bokong di posisi yang terendah, letak sungsang sempurna di mana kedua kaki ada di samping bokong, dan letak sungsang tak sempurna di mana selain bokong ada bagian tubuh lain seperti kaki atau lutut berada paling bawah. Pada letak sungsang tak sempurna, biasanya satu kaki menjulur ke bawah hingga ke jalan rahim.

Adapun penyebab kelainan posisi pada janin, terang Dwiana, dari si janin sendiri. "Tak ada pengaruh antara ibu yang beraktivitas tinggi, ibu yang memiliki penyakit kronis, atau ibu yang mengkonsumsi narkoba dengan kelainan posisi janin."

Dalam hal letak sungsang bisa disebabkan bayinya yang terlalu besar. "Bila tubuh bayi terlalu besar, maka kepalanya tak bisa berputar ke bawah karena tak bisa masuk ke atas panggul." Namun, kenapa si bayi terlalu besar, bisa disebabkan ibunya yang kebanyakan makan. Akibatnya, si ibu kegemukan, begitupun bayinya. "Karena itulah, ibu hamil kalau datang periksa, berat badannya ditimbang. Kalau berat badannya terlalu gemuk akan dinasihati untuk tak menambah berat badannya karena bayinya nanti terlalu besar."

Letak sungsang juga bisa terjadi saat hamil muda, di mana ukuran bayi masih kecil sementara ruangan rahim relatif luas, kepala janin akan terputar ke atas. Juga, terjadi pada ibu yang sering mengalami persalinan. Pada ibu yang sering bersalin ini, otot rahim akan molor dan ruangan rahim pada kehamilan berikutnya jadi lebih luas. Bila risiko ini ditambah lilitan tali pusat, dapat dipastikan janin akan sungsang. Lilitan tali pusat pada tubuhnya membuat dia tetap di posisi semula, kepala di atas dan bokong di bawah. "Janin yang tak bisa memutar secara alamiah ini akan sungsang hingga melahirkan nanti."

Selain itu, sungsang juga disebabkan letak plasenta di bawah hingga kepala tak bisa turun. Sekalipun janin bisa berputar, kepala akan turun setengah hingga posisinya kadang jadi melintang. Ciri-ciri janin melintang. Tubuh akan membesar ke samping dan bagian tengah terasa kosong. Posisi ini bahkan lebih berbahaya daripada sungsang. Dalam persalinan lintang dikhawatirkan, "Selain bayinya meninggal, ibunya juga. Karena kalau bayi itu melintang, dia tak bisa lahir, padahal kontraksi rahim begitu kuat. Dengan demikian, rahim bisa pecah, yang disebut ruptura uteri," jelas Dwiana.

Hal lain yang dapat menyebabkan sungsang adalah terdapat kecacatan pada bayi. Misal, yang kepalanya besar (hidrosefalus) atau kepalanya tak ada tulang tengkorak. Kelainan-kelainan dengan bagian tubuh membesar dapat pula terjadi pada organ tubuh lain, seperti bahu, perut, dan bokong.

TAK BOLEH SEMBARANGAN

Tentunya, untuk melakukan tindakan terhadap bayi sungsang harus dilihat dulu penyebabnya. Sebab, untuk melakukan pemutaran tak boleh sembarangan. Jadi, tidak asal memutar. "Bahaya sekali melakukan tindakan pemutaran kalau kita tak tahu persis apa penyebab bayi itu menjadi sungsang," ungkap Dwiana.

Larangan pun berlaku bagi dokter atau bidan yang tak terampil melakukan pemutaran. "Yang melakukannya harus dokter atau bidan terlatih." Sebab, kalau penyebab janin sungsang adalah lilitan tali pusat, tindakan memperbaiki akan menyebabkan bayinya malah tambah terjerat. Dalam kondisi seperti ini, kepala bayi tak akan bisa turun. Seandainya dipaksakan pun, bayi akan makin terjerat. "Biasanya dokter atau bidan akan membiarkannya dalam posisi seperti ini. Kemungkinannya, persalinan dilakukan dengan jalan bedah sesar."

Dwiana lantas menggambarkan cara memutar bayi sungsang dengan tangan yang dikenal dengan versi luar. Pertama-tama, si ibu dalam posisi terlentang, kondisi relaks, dan belum ada kontraksi. "Bila sudah terjadi kontraksi, maka pemutaran tak dapat dilakukan karena rahim sudah tak relaks lagi dan ibu sudah siap melakukan persalinan."

Kemudian, "Perlahan-lahan bayi kita geser dengan tangan dari luar." Pemutaran bayi boleh diteruskan bila tak terasa sakit. Bila terasa sakit, pemutaran harus dihentikan untuk mencegah terjadi luka di rahim, misal, plasenta putus atau rahim robek. "Biasanya, pemutaran dilakukan antara 10 sampai 15 menit dalam satu kali pemutaran." Pemutaran tak dapat dilakukan setahap demi setahap. Misal, hari ini bayi diputar setengah kemudian besok setengahnya lagi.

Bagaimana dengan pengurutan? Dwiana dengan tegas melarang, "Sebaiknya jangan melakukan urut-mengurut. Ibu tak diperkenankan melakukan pemijatan di daerah perut apalagi rahim." Meskipun pengurutan dilakukan ahlinya, tetap dilarang. Apalagi bila ahli itu tak mengerti medis.

BAYI SUNGSANG HARUSKAH DILAHIRKAN SESAR?

Asalkan usia kehamilan masih di bawah 32 minggu, posisi sungsang masih dapat diperbaiki.

Dokter menyatakan janin Anda sungsang? Itu berarti, si janin dalam posisi memanjang dengan kepala di bagian atas rahim (fundus uteri) dan bokongnya ada di bagian bawah. Umumnya pada kehamilan trimester kedua, posisi sungsang sudah dapat dideteksi. Kandungan terasa penuh di bagian atas dengan gerakan janin terasa lebih banyak di bagian bawah. Ibu yang sudah pernah hamil sebelumnya akan merasa kehamilan sekarang terasa berbeda. Namun untuk memastikan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan.

Untuk langkah awal, lakukanlah pemeriksaan luar. Caranya dengan meraba bagian bawah rahim. Apakah ada bagian yang keras dan bulat menyerupai kepala di situ? Bila tidak ada, maka kemungkinan posisi janin sungsang. Jangan keliru dengan bagian bokong yang juga terasa berbentuk bulat. Cara membedakan kepala dan bokong adalah dengan menggerak-gerakkan bagian tersebut secara perlahan. Jika tak mau bergerak atau terasa sulit sekali bergerak, dapat dipastikan itu adalah bokong. Kepala lebih mudah digerakkan daripada bokong.

Selanjutnya, cobalah raba bagian atas rahim. Andaikan posisi janin memang sungsang, maka akan teraba kepalanya pada bagian ini. Denyut jantung janin pun akan teraba di posisi setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada pusar ibu. Bila masih ragu, lakukan pemeriksaan dalam atau dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG).

PENCETUS SUNGSANG

Letak janin bergantung pada proses adaptasinya di dalam rahim. Jadi, tak perlu keburu khawatir jika posisi sungsang terjadi di bawah usia kehamilan 32 minggu. Pada usia kehamilan ini, jumlah air ketuban relatif lebih banyak sehingga janin masih dapat bergerak bebas. Dari yang posisinya sungsang lantas berputar menjadi melintang lalu berputar lagi sehingga posisi kepala di bagian bawah rahim. Jangan heran kalau pada kehamilan belum cukup bulan, frekuensi letak sungsang menjadi lebih tinggi.

Memasuki usia kehamilan 37 minggu ke atas, posisi sungsang sudah sulit untuk berubah karena bagian terendah janin sudah masuk ke pintu atas panggul. Namun semestinya di trimester ketiga, bokong janin dengan tungkai terlipatyang ukurannya lebih besar daripada kepala akan menempati ruangan yang lebih besar yakni di bagian atas rahim. Sedangkan kepala berada dalam ruangan yang lebih kecil, di segmen bawah rahim. Masalahnya, mengapa posisi sungsang masih dapat terjadi hingga usia kehamilan cukup bulan?

Multiparitas

Ibu telah melahirkan banyak anak sehingga rahimnya sudah sangat elastis dan membuat janin berpeluang besar untuk berputar hingga minggu ke-37 dan seterusnya.

Hamil kembar

Adanya lebih dari satu janin dalam rahim menyebabkan terjadinya perebutan tempat. Setiap janin berusaha mencari tempat yang lebih nyaman, sehingga ada kemungkinan bagian tubuh yang lebih besar (yakni bokong janin) berada di bagian bawah rahim.

Hidramnion (kembar air)

Jumlah air ketuban yang melebihi normal menyebabkan janin lebih leluasa bergerak walau sudah memasuki trimester ketiga.

Hidrosefalus

Besarnya ukuran kepala akibat kelebihan cairan (hidrosefalus) membuat janin mencari tempat yang lebih luas, yakni di bagian atas rahim.

Plasenta previa

Adanya plasenta yang menutupi jalan lahir dapat mengurangi luas ruangan dalam rahim. Akibatnya, janin berusaha mencari tempat yang lebih luas yakni di bagian atas rahim.

Panggul sempit

Sempitnya ruang panggul mendorong janin mengubah posisinya menjadi sungsang.

Kelainan bawaan

Jika bagian bawah rahim lebih besar daripada bagian atasnya, maka janin cenderung mengubah posisinya menjadi sungsang.

4 POSISI SUNGSANG

Presentasi bokong

Pada pemeriksaan dalam yang dapat teraba hanya bokong bayi saja. Terjadi karena janin meluruskan (ekstensi) kedua sendi lututnya, sehingga kedua kaki mengarah ke atas dan kedua ujungnya sejajar dengan bahu atau kepala.

Presentasi bokong kaki sempurna

Kala pemeriksaan dalam dilakukan, bokong dan kedua kaki dapat teraba.

Presentasi bokong kaki tidak sempurna

Bagian bokong teraba dengan satu kaki di sampingnya, sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas.

Presentasi kaki

Yang teraba lebih dulu adalah salah satu atau kedua kaki karena posisi kaki berada di bagian paling rendah.

MENGUBAH POSISI SUNGSANG

Cara termudah dan teraman untuk mengubah posisi janin sungsang adalah dengan bersujud (knee chest position) secara rutin setiap hari sebanyak 2 kali sehari, misalnya pagi dan sore. Masing-masing selama 10 menit. Biasanya bayi akan berputar dan posisinya kembali normal, yaitu kepala berada di sebelah bawah rahim. Pada saat kontrol kandungan, mintalah bidan atau dokter memeriksa posisi janin. Jika belum berhasil, maka ulangi latihan setiap hari. Namun, latihan ini hanya efektif jika usia kehamilan maksimal 35­36 minggu.

Cara lain yakni dengan memutar posisi janin dari luar. Tentu tindakan ini hanya boleh dilakukan oleh ahli dan tidak semua dokter kandungan mahir melakukannya. Tindakan yang dikenal dengan nama versi luar ini berisiko. Bila tali pusat terlalu panjang dapat me-lilit. Sedangkan jika tali pusat pendek, plasenta bisa lepas akibat tarikan. Lantaran itu, tindakan versi luar saat ini jarang dipraktikkan.

SAAT PERSALINAN

Posisi janin sungsang tentunya dapat memengaruhi proses persalinan. Jika yang terjadi adalah presentasi bokong murni, maka persalinan normal masih relatif mudah dilakukan. Namun, ini pun hanya berlaku bagi ibu yang sudah memiliki pengalaman melahirkan per vaginam. Sedangkan jika yang terjadi adalah presentasi kaki, pada saat ketuban pecah spontan mungkin saja tali pusat ikut keluar (prolapsus tali pusat). Jika tidak segera dilakukan persalinan, janin mungkin tidak terselamatkan. Untuk mencegahnya, persalinan dapat dilakukan dengan cara sesar.

Proses persalinan yang salah jelas dapat menimbulkan risiko, seperti janin mengalami pundak patah atau saraf di bagian pundak tertarik (akibat salah posisi saat menarik bagian tangannya ke luar), perdarahan otak (akibat kepalanya terjepit dalam waktu yang lama), patah paha (akibat salah saat menarik paha ke luar), dan lain-lain. Untuk itu biasanya dokter menggunakan partograf, alat untuk memantau kemajuan persalinan. Jika persalinan dinilai berjalan lambat, maka harus segera dilakukan operasi (seksiosesaria).

Untuk ibu yang baru pertama kali hamil atau terdapat faktor penyulit pada kehamilan seperti ketuban pecah dini atau janin besar (di atas 3,5 kg) maka persalinan sesar merupakan jalan terbaik. Dalam hal ini, serahkan keputusan terbaik kepada dokter yang menangani.

   
Jumlah Posts : 438
Jumlah di-Like : belum ada like
anakku dulu jg pendiam bund jarang ngoceh saya jg sangat khawatir waktu itu apalagi saya punya riwayat lahir dari orang tua yg cacat ngomong(bisu) tp Alhamdulillah sekarang anak saya udah cerewet sekarang umurnya 22 bulan,mulai cerewetnya dari umur 15bulan
   


05-08-2016 11:26:15 bayi gumoh
Jumlah Posts : 29
Jumlah di-Like : belum ada like

gumoh atau muntah biasa, bunda harus kenali dulu penyebab bayi muntah nah jadi bunda tau perbedaaannya :)

   
28-06-2016 11:48:26 bayi susah BAB
Jumlah Posts : 27
Jumlah di-Like : belum ada like

sebelum mengatasi bayi yang susah bab, harus tau penyebab bayi susah bab dulu bun. 

   


18-03-2016 23:07:48 keterlambatan bicara
Jumlah Posts : 24
Jumlah di-Like : belum ada like
bun...ankq 1 thn,, dy jg jarang ngoceh, blm bisa menunjuk, melambai dan tepuk tngan. sellu diajarin tp dia gak mau melakukannya.. normal gak ya bun..?
   
Jumlah Posts : 583
Jumlah di-Like : 5

hello bunda,

sebaiknya turuti saran dokter... makan makanan yg benar2 matang, kl mau makan sayuran mentah hrs di cuci bersih2, dan hindari makan laut2an ( ikan boleh, tapi di cek dulu ikan mana yg ga bnyk mengandung merkurinya)... mending makan yg home made ya bun drpd beli di warung2 depan jalan dll (kebersihannya diragukan). dan jauhi binatang2 spt kucing, anjing dll (kecuali kl sdh biasa dgn hewan2 tsb atau di rumah pny hewan peliharaan sendiri, otomatis tubuh menjadi antibody thd torch tsb).

Kl di tempat saya, jika tidak di suntik vaksin Torch bbrp bln sebelum kehamilan, dr awal hamil di tes darah dulu kl ada gejala torch, lgsg di suruh tes darah tiap bulan selama kehamilan (kebayang aja tiap bln nyetor ke lab utk diperiksa, kejangkitan virus torch atau ga? hehee) 

Krn bisa jadi penyebab bayi meninggal di dlm atau lahir cacat, salah satunya bisa jd krn torch jg. .. semoga semuanya normal2 saja ya bun ... 

   
04-02-2015 12:43:51 ngeden tp gak BAB
Jumlah Posts : 175
Jumlah di-Like : belum ada like

Hi Bunda Yenie...semoga baby nya Bunda dalam keadaan sehat selalu yaa ^_^...amiin...

saya bantu kutip dari artikel infobunda judulnya: " Penyebab Bayi Susah Buang Air Besar (BAB) " 

"Untuk orang dewasa memang BAB yang normal adalah setiap hari tetapi untuk bayi tidak. Pola BAB setiap bayi berbeda-beda. Ada yang frekuensi BAB-nya 5-6 kali dalam sehari tetapi ada juga yang setiap dua hari sekali. Jadi, kalau si kecil belum BAB dalam 2-3 hari kemungkinan besar dia hanya kekurangan serat. Tapi kalau sudah melebihi 3 hari Bunda harus segera membawanya ke dokter. 
Tanda-tanda sembelit lain yang dapat Bunda perhatikan, yakni :
• Tinja berbentuk seperti kerikil, keras dan kering
• Saat mengejan (mendorong tinja keluar) bayi tampak kesakitan
• Terdapat darah pada tinja
Kenapa Sembelit? 
Penyebabnya ada dua faktor, fungsional dan patologis.
Penyebab fungsional :
Biasanya berkaitan erat dengan pola makan. Atau bisa juga karena kurang ASI. Memberinya ASI menghindari si kecil dari sembelit karena ASI mudah dicerna oleh bayi. Selain itu kurang serat bisa juga menjadi penyebabnya. Meski pun diberikan ASI eksklusif tetapi kalau Bunda tidak memberikan (atau Bunda makan) sayur dan buah dia bisa terkena sembelit. Jangan lupa, apa yang Bunda konsumsi berpengaruh pada kualitas ASI. Pemilihan susu formula yang tidak cocok juga bisa menjadi penyebabnya.
Penyebab Patologis :
Penyebab ini terjadi karena adanya kelainan pada saraf usus besar paling bawah, mulai dari anus sampai ke atas. Bisa juga karena disfungsi saraf yang mengatur elastisitas usus besar sehingga usus besar mengalami penyempitan. Akibatnya kotoran susah keluar dan menumpuk di usus besar bagian bawah. Penyebab ini harus ditangani secara medis segera untuk menghindari radang usus karena penumpukan kotoran yang lama-lama membusuk."


dan artikel lain judulnya " Menangani Masalah Umum pada Bayi (Part II) " :

"3.     Sembelit
Bayi akan menjadi sangat rewel saat sembelit. Lakukan pijat perut lembut atau gerakan kaki bayi seperti sedang mengayuh sepeda. Aktivitas itu bisa menstimulasinya untuk buang air besar. Perlu Bunda ketahui bahwa bayi ASI eksklusif bisa tidak BAB sampai 10 hari dan itu masih dianggap  normal. Tetapi bila tidak yakin Bunda silahkan menghubungi dokter."

semoga membantu ya Bunda ^_^

   
Jumlah Posts : 11
Jumlah di-Like : belum ada like
ank sy dr bayi jarang di gendong.. jd membiarkan dia bergerak semaunya,, tp ttp kita awasi.. trus stimulasi2 lain bunda bs dilakukan.. ajak dia renang ato apalah..
   
Jumlah Posts : 48
Jumlah di-Like : belum ada like
hy bund...
anakku 3 bulan 13 hari , lidah.y putih2 gitu ?? apa itu penyebab bayi mls minum asi...
   
06-10-2014 10:10:31 batuk
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like

Mau tnya bun...apa ya kira2 penyebab bayi umur 6 bulan batuk berdahak....padal sudah di kasih obat tapi belum sembuh2 juga bun , bagaimana solusinya

   
Jumlah Posts : 178
Jumlah di-Like : belum ada like

Kalau ini terjadi pada bayi bunda, artinya bayi bunda mengalami masalah dalam bernafas saat tidur. Dan mendengkur pada bayi ada sebabnya bunda, dan ini perlu diwaspadai bun. Nih beberapa penyebabnya :

  • Karena pilek

Salah satu peyebab paling lazim yang membuat saluran pernafasan tersumbat akibat cairan ingus. Cairan ingus dari hidung dapat mengalir ke arah tenggorokan ataupun tertelan dan menimbulkan suara mendengkur saat proses bernafas terjadi ketika bayi tidur.

  • Alergi

Sumbatan atau gangguan yang terjadi pada saluran pernafasan juga bisa disebabkan karena bayi mengalami alergi. Akibat dari kasus alergi yang paling sering ditemui adalah keluarnya cairan dari hidung ataupun memicu saluran pernafasan mengalami penyempitan. Nah cairan dan penyempitan saluran pernafasan akan memicu dengkuran pada bayi saat dia tidur.

  • Makanan atau susu tidak tertelan sempurna

Dapat mengganggu saluran pernafasan dan inilah penyebab bayi mendengkur. Jadi bunda pastikan bayi menelan makanan atau susu dengan sempurna yah bun sebelum dia tidur. Perlu diingat juga jangan sampai bayi tertidur saat dia tengah minum susu. Ini juga bisa jadi pemicu bayi tiba-tiba mendengkur saat dia tidur.

  • Pembengkakan amandel atau adenoid

Ini juga dapat menjadi penyebab bayi mendengkur ketika tidur, proses terjadinya dengkuran sama seperti penyebab lainnya yaitu jalan udara yang bergerak ketika bernafas mengalami gangguan penyempitan karena amandel atau adenoid yang mengalami pembengkakan.

Note : kasus mendengkur yang parah dapat menimbulkan otak bayi mengalami kekurangan oksigen ketika tidur. Hal ini dapat memicu berbagai masalah yang kompleks seiring pertumbuhan dan perkembangan bayi.

sumber

   
Jumlah Posts : 181
Jumlah di-Like : belum ada like

Jika si bayi tersedak, biasanya dia akan batuk untuk mengeluarkan sesuatu yang menghalangi pernafasannya dan muntah secara refleks. Sebenarnya apa sih faktor penyebab bayi bisa tersedak?

  • Salah menyusui

Harusnya saat menyusui, posisi kepala bayi lebih tinggi dari badan atau perutnya. Ini maksudnya agar cairan yang masuk gak keluar lagi dan jadi ganggu jalannya pernafasan. Nah jika bayi disusui dalam posisi miring, kemungkinan bisa tersedak dan muntah. Tapi muntahannya itu bukan dari mulut atau hidung, melainkan telinga dan ini bisa mengakibatkan radang telinga. Akan lebih baik jika saat memberikan ASI atau susu, tegakkan sedikit tubuh bayi.

  • Dipaksa minum susu pas tidur

Bunda, saat bayi dalam keadaan tidur, refleks menelannya gak bagus. Jadi kalau bunda tetap memaksakan dia minum susu saat dia masih tidur, bayi bisa tersedak. Tenang saja, jika dia lapar atau haus, dia akan menangis dengan sendirinya. Jadi, jangan paksa bayi minum susu saat dia masih terlelap.

  • Air liur sendiri

Bisa jadi si bayi tersedak karena air liurnya sendiri saat dia tidur. Sebabnya air liur bayi yang kental karena kurangnya cairan. Nah jika air liurnya agak cair, kemungkinan tersedaknya juga kecil.

  • Tidak sendawa dengan baik

Kalau si bayi terus menerus diberi makan atau minum tanpa disendawakan dengan baik, si bayi bisa tersedak. Karena pemberian makan dan minum dengan cara seperti itu ganggu jalan pernafasan si bayi. Jadi, untuk mencegah tersedaknya bayi, sebaiknya beri makan sedikit demi sedikit saja dan sendawakan si bayi untuk membantu melancarkan jalannya makanan.

  • Faktor kelainan bawaan

Ada juga selain ke-4 faktor tadi, bayi bisa tersedak karena faktor kelainan bawaan, terutama jika berkaitan dengan refleks menelannya. Jika ini jadi penyebabnya, kemungkinan si bayi akan tetap sering tersedak sampai dia dewasa. Untuk yang satu ini coba periksakan ke dokter kira-kira ada pengobatan khusus atau gak. Dan apakah benar karena kelainan.

Note : bayi yang tersedak bisa kena radang paru atau pneumonia loh. Gejalanya yaitu panas tubuh pada bayi, napasnya berbunyi seperti penderita asma dan batuk-batuk. Jadi, usahakan jangan sampai bayi tersedak yah bun. Kalau misalnya bayi tersedak dan masuk angin, gunakan minyak telon konicare bun biar dia merasa hangat.

sumber : ciricara.com

   
02-06-2014 09:32:15 anak suka muntahkan susu
Jumlah Posts : 21
Jumlah di-Like : belum ada like
dok mau tanya penyebab bayi sering gumoh knapa y?solusix gmn?
   
03-05-2014 09:35:23 4 hari tidak pup
Jumlah Posts : 86
Jumlah di-Like : belum ada like
Bayi sembelit jika ia tidak BAB dalam 2 hari karena
secara normal bayi BAB 1 sampai 2 kali sehari. Bayi
sembelit juga bila ia BAB tapi feses atau tinjanya keras
dan liat.
Ada beberapa hal yang menjadi penyebab bayi
sembelit, yaitu:
1. Penyebab bayi sembelit pertama adalah karena
kekurangan cairan atau kurang minum. Bayi harus
cukup minum karena ia mengeluarkan cairan lewat
kencing dan keringat lebih banyak akibat metabolisme
yang tinggi. Bila bayi kurang cairan, maka tinjanya
menjadi keras dan kurang lembap.
2. Penyebab bayi sembelit yang kedua adalah karena
pengeluaran cairan yang berlebihan. Ini terjadi karena
bayi berada di lingkungan yang membuatnya
mengeluarkan cairan berlebihan. Misalnya, lingkungan
yang berudara panas membuat bayi banyak
mengeluarkan keringat. Atau, bayi berada di ruang ber-
AC yang meski berhawa sejuk tapi menyebabkan udara
kering. Bila bayi berada di lingkungan yang demikian,
buah hati kita itu harus diberi banyak ASI atau minum.
3. Penyebab bayi sembelit yang ketiga ialah disebabkan
sisa pembuangan (residu) yang berlebihan. Misalnya,
pembuangan protein dari makanan berupa lauk-pauk
nabati (kacang-kacangan) dan hewani. Bila bayi
mendapat makanan ini, berilah ia cairan lebih banyak.
Bila si buah hati sudah mendapat makanan padat
pendamping ASI, berilah pula ia buah-buahan, seperti
pepaya dan pir.
4. Penyebab bayi sembelit yang keempat ialah karena
residu mineral. Misalnya, pemberian vitamin yang juga
mengandung mineral zat besi dapat menyebabkan feses
bayi berbungkil-bungkil seperti kotoran kambing. Bila
ini terjadi, konsultasikan pada dokter Anda apakah
pemberian vitamin ini boleh dihentikan atau dikurangi
dosisnya.
5. Penyebab bayi sembelit yang kelima adalah
disebabkan pemberian obat-obat seperti obat flu dan
antibiotik. Konsultasikan pula pada dokter untuk
mengatasinya karena dokter yang memahami efek
pemberian obat ini dan bagaimana cara mengatasinya.
Bun,Selalu ada jalan keluar jika buah hati kita
mengalami sesuatu, termasuk jika bayi sembelit atau
bayi sakit perut. Jadi, sekali lagi, tidak perlu panik ya
sumber : Pakar bayi