SITE STATUS
Jumlah Member :
492.768 member
user online :
1407 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: obat pilek batuk anak setahun dari sanbe

New Topic :  
Jumlah Posts : 5
Jumlah di-Like : belum ada like
bun...

mau tanya donk, obat batuk & pilek untuk bayi 3 bln yg bagus apa y? kemarin aku disaranin untuk kasih pimtrakol, ada yg tau ga itu bagus apa ngga.

trus aku jg baca2 kt ny klo bayi itu tdk disarankan untuk diberi obat pilek/batuk. tapi aku ga tega bgt tiap mlm anak ku susah nafas ny karena hidung ny mampet, jadi lebih2 ky org ngorok tidurny.

tolong share ny ya.....
   


Jumlah Posts : 94
Jumlah di-Like : 1

Dear bunda lyienda,

selamat yah untuk kehamilannya.

kalau gerakan bayi biasanya memang ada yg langsung terasa.,..tp ada jg yg masih terasa sperti kedutan kedutan kecil tap sering, sehari bisa 5 - 20 kali.

bunda udah coba USG?..
biasanya akan kelihatan gerakan/denyut jantung bayi pada saat di USG.

Kalau es krim boleh aja bunda,..tp sebaiknya jangan sering..krn tidak bagus jg untuk kondisi tubuh ibu yg sedang hamil.
biasanya dilarang makan es itu,salah satunya  krn takutnya bunda kena flu atau batuk apalagi cuacanya lg kayak gini... khan malah tambah ribet klo harus minum obat flu/batuk., mending dicegah,...dari pada diobati...hehehe

ok bunda...tetap jg kesehatan yah..


   
08-03-2014 20:31:41 anak pilek batuk..
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Pakai terapi uap ruangan,bund.Lebih enak pas sikecil tidur,kamarnya ditutup rapat2,air yg udah mendidih ditetesin minyak telon sampai aromanya keluar,taruh dipojok ruangan,diamkan sekitar 15menit.Biasanya kalau batuk pilek sih anak saya gak pernah diresepin obat minum sama dsa nya.Cuman untuk menyamankan aja,bunda bisa olesin balsem transpulmin bb,balsem khusus dan aman untuk bayi dibawah 2taun.Kalau hidung buntu bisa ditetesin breathy.Muntah ada lendirnya bagus,bund.Karena itu merupakan mekanisme tubuhnya buat ngeluarin lendir yg bikin batuk tadi.Waspadai kalau batuk hanya di malam hari dan masa inkubasinya lebih dari 2minggu
   


Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like

ASI eksklusif adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) tanpa makanan tambahan lain pada bayi berumur 0-6 bulan. Ibu yang sedang menyusui sangat disarankan untuk menjaga pola makannya. Artinya, jangan sampai kurang gizi dan harus bergizi. Selain itu, makanan dengan citarasa yang kuat seperti asam atau pedas juga sebaiknya dihindarkan dulu.

Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi sejak lahir karena paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal ASI perlu diberikan secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan sampai 2 tahun. Namun tak sedikit ibu yang memiliki permasalahan menyusui karena ASI sedikit atau bahkan tidak keluar. Kemudian dengan mudahnya menyerah pada susu formula maupun MPASI dini yang sama sekali tidak aman bagi pencernaan bayi. Padahal bayi yang baru lahir memiliki cadangan makanan 3-5 hari.
 

Mengapa ibu harus berjuang untuk memberi ASI? Bukankah susu formula lebih mudah didapat?

REKOMENDASI WHO

WHO merekomendasikan para ibu untuk menyusui secara ekslusif selama 6 bulan, melanjutkannya dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dari bahan-bahan lokal yang kaya nutrisi sambil tetap memberikan ASI / menyusui sampai anak berusia 2 tahun atau lebih. (World Health Assembly Resolution 54.2, 2001)

EFEK BURUK SUSU FORMULA

Telitilah komposisi pada susu formula yang mengandung pemanis, susu sapi yang bersifat allergen, serta zat-zat kimia sintetisnya. Pemberian susu formula pada bayi maupun anak ini dapat meningkatkan resiko asma, alergi, infeksi saluran pernapasan akut, oklusi pada gigi anak, infeksi dari susu formula yang terkontaminasi, kurang gizi, kanker, penyakit kronis, diabetes, infeksi saluran pencernaan, penyakit kardiovaskular (jantung), obesitas, infeksi telinga dan otitis media, terkena efek samping dari kontaminasi lingkungan, bahkan kematian pada bayi dan anak-anak.
 

Mengingat pentingnya ASI tersebut, para ibu hendaknya tidak menolak memberikan ASI dengan alasan demi menjaga kecantikan, karena kesibukan kerja, karena ASI sedikit atau bahkan berhenti produksi sehingga bayinya hanya diberi susu formula.

Tahukah Anda, ada banyak ibu yang merasa kesusahan dalam memberikan asi, baik asi kering hingga asi yg kuantitasnya sedikit, hal itu justru membuat mereka beralasan untuk tidak menyusui. Padahal jika mereka koreksi kembali pola makan, nutrisi hingga pola hidup, maka ASI yang berlimpah dan bernutrisi tinggi bisa mereka dapatkan.

Salah satu penyebab utama dari asi kering, atau jumlah asi yg sedikit, adalah kurang nya protein dalam tubuh si Ibu. Protein sendiri tidak bisa di konsumsi 1 minggu sekali, atau 1 bulan sekali, konsumsilah itu rutin secara berimbang jumlahnya (bukan hanya 1 potong tempe tahu dan 1 ayam, itu belum cukup), konsums lengkap antara hewani dan nabati SETIAP HARInya. Jika anda bingung mengatur hal tersebut, gunakanlah SPIRULINA.

Spirulina, suplemen herbal (bukan obat, dan tanpa bahan kimia/pewarna/pengawet), bermanfaat untuk:

*) Ibu Menyusui (busui)
[-] meningkatkan produksi & kualitas asi
[-] mencegah rambut rontok

*) Program Hamil (promil)
[-] meningkatkan kualitas sel sperma/telur
[-] meningkatkan potensi hamil

*) Ibu Hamil (bumil)
[-] mengatasi mual
[-] mencegah kelainan sel (cacat dll.)
[-] mencegah kelainan otak (autisme dll.)
[-] mencegah rambut rontok
[-] mencegah tulang keropos (osteoporosis)
[-] mempercepat proses pemulihan kesehatan stlh melahirkan/operasi


*) Bayi/Anak-Anak
[-] meningkatkan nafsu makan
[-] mengatasi bapil/radang (batuk/pilek)
[-] mengatasi diare/susah bab
[-] mengatasi demam
[-] memperkuat tulang & gigi
[-] meningkatkan daya ingat otak anak
[-] meningkatkan kecerdasan anak

*) Semua Orang
[-] meningkatkan daya tahan tubuh shg tidak mudah sakit meski kondisi lingkungan tdk mendukung, kalaupun sakit jadi lebih cepat sembuh
[-] mempercepat proses pemulihan setelah sakit/opname/operasi/kemoterapi
[-] mempercepat proses pemulihan setelah gym maupun aktivitas berat lainnya (mengatasi otot capek/linu)
[-] mengatasi anemia, maag, alergi, malnutrisi, vertigo, miopi (mata minus)
[-] meningkatkan hemoglobin
[-] melancarkan haid
[-] mengatasi malnutrisi
[-] membersihkan darah
[-] membuang racun dalam tubuh (detoksifikasi)
[-] membantu masalah menopause
[-] memperlambat proses penuaan
[-] menghapus radikal bebas
[-] sbg antioksidan alami & anti kanker
[-] memperbaiki sistem pencernaan

Hati-Hati Produk Tiruan! Spirulina kami tidak dijual di apotek/toko obat lainnya, hanya dijual disini.
---------------------------------------

1btl Spirulina isi 120tab Rp 205rb
Info/Order: 0888.246.256.0

----------------------------------------

Alami, Aman, & Halal
POM TL 054 415 341


Apakah Semua Jenis Spirulina Sama?
Jawabannya, Kandungan Spirulina Kami BEDA!

Komposisi Spirulina:

*) Protein +/- 60% (Asam Amino - esensial)
[-] Isoleusice
[-] Leucine
[-] Lysine
[-] Methionine
[-] Cystine
[-] Phenylalanine
[-] Threonine
[-] Tryptophane
[-] Valine

*) Karbohidrat +/- 14%
[-] Ramnose
[-] Phosphorolated Cyclitois
[-] Asam Glucosamine Muramic
[-] Glycogen
[-] Asam Scialic

*) Lipid +/- 6%

[-] Asam Palmitic (asam lemak jenuh)
[-] Asam Linoleic (FA jenuh)
[-] Asam Gamma Linoleic (Omega 6)
[-] Asam Alpha Linolenic (Omega 3)
[-] Chlorophyll-a
[-] Beta sitosterol
[-] Beta carotene

*) Vitamin

[-] Biotin
[-] Cyanocobalmin
[-] Delta-Calcium Panthothenate
[-] Folic Acid
[-] Inositol
[-] Nicotinic Acid (PP)
[-] Pyridoxine (Vit.B6)
[-] Riboflavine (Vit.B2)
[-] Thiamin (Vit,B1)
[-] Tocopherol (Vit.E)
[-] Ascorbic Acid (Vit.C)

1 tablet Spirulina kami setara dengan:

*) Betakaroten: 25 buah wortel
*) Klorofil: 20 buah wheatgrass
*) Vit.B1: 16 ekor ikan sarden + 8 mangkok nasi
*) Vit.B2: 4 buah kentang
*) Vit.B3: 8 buah lemon
*) Vit.B6: 4 asparagus
*) Vit.B12: 4 potong hati sapi
*) Kalsium: 6 gelas susu
*) Protein: 3 potong daging sapi
*) Asam Gamma Linoleic (Omega 6): 3 tangkai bunga primrose

---------------------------------------
1btl Spirulina isi 120tab Rp 205rb
Info/Order: 0888.246.256.0


 

   
02-12-2011 16:31:29 tbc pada anak
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
anak saya berumur 3tahun 11 bulan, 3 bulan terakhir ini anak saya mengalami batuk pilek yang tidak kunjung sembuh, sekitar sebulan yang lalu kami membawanya ke dokter spesialis anak, kemudian oleh dokter dianjurkan untuk melalukan rontgen dan ditemukan bahwa ada flek di paru-paru anak saya, dokter kemudian memberikan obat untuk diminum setipa hari selama 6 bulan dan juga memberikan obat untuk batuk pileknya, setelah obat batuk pilek habis diminum, batuk pilekya sembuh tapi 2 minggu kemudian kambuh lagi, saya jadi bingung harus bagaimana agar batuk pileknya juga tidak sering kambuh. dapatkah dokter memberikan saran apa yang harus saya lakukan? oya anak saya selalu berkeringat walaupun udara dingin tapi bukan pada tangan atau kakinya.

Dari : tina

Jawaban:

Dear Bunda,

TBC pada anak atau kerap disebut “flek” paru oleh masyarakat luas, memerlukan pengobatan minimal selama 6 bulan untuk kemudian di lakukan evaluasi (pemeriksaan ulang) untuk mengetahui apakah memerlukan pengobatan lebih lanjut atau telah sembuh dan bebas bakteri TBC. Taatilah pengobatan selama 6 bulan tersebut agar tidak terjadi kekebalan terhadap obat (resistensi obat).Gejala yang timbul karena penyakit ini adalah adanya penurunan berat badan, keringat terutama pada malam hari, peningkatan suhu badan yg ringan (tidak terlalu tinggi namun di atas suhu badan pada umumnya), batuk terus menerus. Apabila anak anda terus mendapatkan batuk setelah tidak meminum obat batuk,s ebaiknya anda berkonsultasi pada dokter anda kembali, untuk dilakukan pemeriksaan dan pemberian obat batuk yang tepat. Jagalah kebersihan lingkungan tempat tinggal anda, pastikan sirkulasi udara dan sinar matahari dapat masuk dengan baik pada ruangan rumah anda.Demikian jawaban saya semoga dapat membantu.
   


01-04-2011 15:05:53 penyakit asma pada bayi
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
bagaimana cara mengatasi penyakit batuk,pilek di sertai asma.ter hadap bayi ber umur 16 bln yg sudah terjadi selama 1 bln dan sudah di periksakan ke 2 dokter yg berbeda dan menerima 2x obat yg berbeda,saya mau bertanya bahayakah bila anak saya menkomsumsi obat yg berbeda2 dan bgmna cara mengatasi penyakitnya?bagaimna agar dia bisa cepat sembuh

Dari : yanty

Jawaban:

Dear Bunda,

Asma dapat di picu oleh berbagai hal, beberapanya adalah debu, serbuk sari bunga, cuaca dingin, bulu hewan dan kegiatan fisik. Untuk mencegah terjadinya asma, maka di sarankan untuk menghindari pemicu terjadinya asma seperti yang telah disebutkan. Apabila terjadi batuk ,pilek disertai asma, maka di berikan pengobatan untuk meredakan gejala-gejala tersebut bahkan pemberian antibiotic bila diperlukan, jauhkan anak anda dari orang lain yang sedang menderita flu dan batuk. Bila anda memeriksakan diri kepada dokter yang berbeda, tidak perlu khawatir dengan pemberian obat yang berbeda, dokter anda pasti telah memberikan obat-obatan yang memang perlu di berikan kepada bayi anda. Bila anda memeriksakan anak anda pada satu dokter dan memerlukan pemeriksaan selanjutnya, anda sebaiknya pergi ke dokter yang sama, bila anda ingin berganti dokter sebaiknya anda membawa berkas pengobatan anak anda sebagai riwayat pengobatan untuk di ketahui dokter berikutnya. Demikian jawaban saya.
   
18-03-2011 12:42:43 Obat batuk & pilek untuk bayi
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like

ikutan nimbrung bunda...

beberapa waktu lalu aku sempat cari-cari info. emang batuk pilek pada anak adalah hal yang biasa aja dan gak butuh antibiotic. yang perlu diwaspadai adalah adanya komplikasi dalam batuk itu. berikut ini ada sedikit info yang aku potong dari situs kesehatan moga bisa nambah referensi kita.

Batuk adalah salah satu keluhan yang sering diungkapkan pasien kepada dokter. Batuk sebenarnya adalah suatu cara yang penting bagi tubuh kita untuk membersihkan tenggorokan dan saluran pernafasan kita. Tetapi batuk yang berlebihan dapat berarti bahwa kita mempunyai suatu gangguan atau penyakit.

Batuk ada yang kering, ada pula yang produktif. Batuk produktif adalah batuk yang berdahak. Dahak disebut juga sputum atau reak.

Batuk dapat akut atau kronik.
Ø Batuk akut biasanya timbul mendadak. Seringkali disebabkan oleh masuk angin, influenza, atau infeksi sinus (sinusitis). Batuk akut biasanya hilang setelah 2 sampai 3 minggu.
Ø Batuk kronik biasanya berlangsung lebih dari 2 sampai 3 minggu.

Penyebab Umum
Disamping infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) seperti influenza, penyebab batuk yang paling sering adalah:
Ø Alergi dan asthma
Ø Infeksi paru-paru seperti pneumonia atau bronkitis akut.
Ø Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau bronkitis kronik, ephysema
Ø Sinusitis yang menyebabkan postnasal drip.
Ø Penyakit paru seperti bronkiektasis, tumor paru.
Ø Gastroesophageal reflux disease (GERD) ini artinya cairan lambung balik ke tenggorokan, orangnya suka bertahak asam atau pahit.
Ø Merokok
Ø Terpapar asap rokok (perokok pasif)
Ø Terpapar polutan udara
Ø Obat darah tinggi golongan ACE Inhibi



Perawatan Rumah
Beberapa tips untuk mengurangi batuk:
Ø Permen obat batuk atau permen pedas dapat menolong pada batuk yang kering dan menggelitik. Tidak boleh diberikan pada anak-anak berusia dibawah 3 tahun karena dapat tersedak menyumbat jalan nafas.
Ø Menghirup uap hangat dapat menolong batuk kering dengan cara meningkatkan kelembaban di udara.
Ø Minum lebih banyak cairan dapat mengencerkan dahak di tenggorokan sehingga mudah dibatukkan keluar.


Beberapa obat batuk yang dapat dibeli tanpa resep dokter antara lain yang mengandung:
Ø Guaifenesin (Cohistan Expectorant, Probat, Bisolvon Extra, Actifed Expectorant, dll). Yang harus diingat adalah jika minum obat-obatan yang mengandung Guaifenesin adalah harus minum banyak air.
Ø Dekongestan seperti pseudoephedrine (Actifed, Actifed Expectorant, Disudrin, Clarinase, Rhinos SR, Triaminic, dll). Obat-obatan yang mengandung pseudoephedrine ini dapat digunakan untuk menghentikan pilek encer (meler) dan postnasal drip. Tidak boleh digunakan jika ada penyakit darah tinggi atau untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun kecuali atas resep dokter anda.

Meskipun batuk dapat menjadi gejala yang mengganggu, tetapi batuk adalah cara tubuh kita untuk menyembuhkan dirinya. Beberapa pakar akhir-akhir ini menganjurkan tidak menggunakan penahan batuk pada beberapa situasi. Sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter anda sebelum mencoba penahan batuk yang dijual bebas yang mengandung dextromethorphan (Vicks 44, dll).

Jangan mengharapkan atau meminta dokter untuk meresepkan antibiotika untuk infeksi virus seperti influenza atau masuk angin. Antibiotik tidak bekerja terhadap virus. Antibiotik juga tidak mempercepat penyembuhan batuk yang disebabkan alergi.

Hubungi Dokter Anda Jika
Segera ke gawat darurat jika:
Ø Nafas pendek atau sulit bernafas
Ø Pembengkakan di muka dan kerongkongan disertai kesulitan menelan

Segera ke dokter anda jika:
Ø Batuk sangat hebat yang timbul mendadak.
Ø Batuk disertai bunyi nada tinggi pada saat menarik nafas.
Ø Batuk berdarah.
Ø Demam (yang dapat dapat mengindikasikan adanya suatu infeksi bakteri yang memerlukan antibiotika).
Ø Dahak yang kental, berbau busuk, bewarna kuning kehijauan (mengindikasikan adanya suatu infeksi bakteri).
Ø Terpapar dengan seorang penderita TBC.
Ø Penurunan berat badan yang tidak diharapkan atau keringat malam (mengindikasikan terkena TBC).
Ø Batuk lebih dari 10 – 14 hari.
Ø Batuk pada bayi berusia kurang dari 3 bulan.

Apa yang akan dilakukan dokter anda?
Pada keadaan darurat pasien akan diobati pertama-tama untuk menstabilkan kondisinya. Setelah kondisi stabil, maka dokter anda akan menanyakan hal-hal mengenai batuk anda. Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan oleh dokter anda:
Ø Apakah batuk berdarah (berapa banyak, berapa sering, sudah berapa lama).
Ø Apakah batuk berdahak? Bagaimana dahaknya, apakah kental dan sulit dibatukkan?
Ø Apakah batuknya parah? Apakah batuknya kering?
Ø Apakah suara batuknya seperti gonggongan?
Ø Bagaimana pola batuk? Apakah timbulnya tiba-tiba? Apakah makin tambah parah akhir-akhir ini? Apakah batuk memburuk di malam hari? Apakah batuk mulai pada saat bangun pagi?
Ø Sudah berapa lama batuk?
Ø Apakah batuk memburuk jika berbaring pada satu sisi?
Ø Apakah batuk periodik disertai muntah?
Ø Gejala-gejala lain apa yang menyertai batuk? Adakah sesak nafas, demam?

Kemudian dokter anda akan melakukan pemeriksaan fisik termasuk memeriksa telinga, hidung, tenggorokan dan dada anda.

Mungkin dokter anda akan meminta pemeriksaan tambahan seperti:
Ø Foto rontgen dada.
Ø Analisa dahak (jika batuk berdahak).
Ø Test fungsi paru
Ø Scan paru
Ø Bronkoskopi.

Pencegahan
Ø Jangan merokok dan jangan berada dekat-dekat perokok.
Ø Jika anda memiliki alergi musiman usahakan tetap di dalam ruangan selama alergen udara sedang banyak-banyaknya. Jika memungkinkan, tutuplah jendela dan gunakan AC. Hindari kipas angin yang menarik udara dari luar ruangan. Mandilah dan gantilah baju sesudah berada di luar ruangan.
Ø Jika anda memiliki alergi sepanjang tahun, jangan gunakan bantal dan kasur kapuk, gunakan pembersih udara (air purifier) dan jangan piara hewan peliharaan, dan hindari pencetus lainnya.
   
19-06-2008 16:35:15 Obat batuk & pilek untuk bayi
Jumlah Posts : 20
Jumlah di-Like : 1
heiiiiii bunda2..nih aq punya artikel smg bs bermanfaat.... Berjuang Menjadi Orangtua Cerdas February 1, 2008 • Berawal dari keprihatinan menghadapi situasi masa kini, sebagian orangtua bersatu membentuk komunitas. Tekadnya sederhana, mencerdaskan sesama orangtua agar terhindar dari ”kesesatan”. Mereka berusaha menjadi orangtua kritis yang tak begitu saja menerima resep dokter, atau terbujuk iklan.Mungkin beginilah paradoks zaman modern, ketika arus kehidupan dikendalikan konsumerisme. Kekuatan bujukan iklan sering kali membuat seseorang merasa tak berdaya. Apalagi bagi orang yang tak punya akses cukup untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai produk tersebut. Kalau sudah begini, apa yang diklaim dalam iklan sering kali menjadi hal yang dipercaya begitu saja. ”Anak-anak sering menjadi obyek penderita kesalahpahaman. Sebab itu, yang dicerahkan harus orangtuanya. Dengan mailing list, kami bergerilya,” tutur Purnamawati S Pujiarto SpAK, MMPed yang mengampanyekan penggunaan obat secara rasional (rational use of drug/RUD) kepada konsumen medis. Selama tiga tahun terakhir ini, Wati, demikian sapaannya, berusaha membina dan mencerdaskan para orangtua melalui komunitas maya yang diberi nama Grup Sehat. Moto komunitas ini ”be smarter be healthier”. Upayanya, yang telah tahunan dirintis, didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ibu empat anak ini juga menjadi salah satu konsultan WHO. Kini, pada mailing list sehat@yahoogroups.com telah tercatat 3.218 anggota dari penjuru Indonesia hingga yang bermukim di luar negeri. Para orangtua dapat berkonsultasi bebas dengan Wati dan sejumlah dokter lain, sampai dibimbing mempelajari ilmu kesehatan terkini dari berbagai situs terpercaya. Pujiati (29), yang tinggal di Surabaya, dulu kerap bolak-balik ke dokter anak karena putranya, Bagas (24 bulan), sering sakit. Setiap kali sakit Bagas selalu diberi antibiotik serta obat berbentuk puyer. Ketika itu dia belum paham, antibiotik tak diperlukan untuk pengobatan batuk pilek pada anak-anak yang umumnya disebabkan virus. Virus dapat dilawan dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Kalau penyakit itu disebabkan bakteri, baru diperlukan antibiotik. Sebagian dokter bahkan sering memberikan antibiotik paling ampuh, mahal, yang sebenarnya justru antibiotik spektrum luas (broad spectrum). Akibatnya, beragam bakteri yang tergolong baik pun turut tergilas. ”Setelah bergabung dengan Grup Sehat, saya baru menyadari semua praktik itu kelirumologi alias salah. Kini, kunjungan ke dokter anak sangat jarang, dan anak saya sehat. Kalau batuk pilek cukup home treatment saja. Banyak minum air putih hangat, makan makanan yang disukainya, dan istirahat. Kalau demam, saya kompres dia dengan air hangat atau minum obat penurun panas saja. Enggak perlu antibiotik dan suplemen,” tutur Pujiati. Tak mudah bagi Pujiati menularkan pengetahuan itu kepada suaminya. Sang suami malah sempat mengira komunitas yang diikutinya beraliran aneh. Orang awam memang kerap mengira komunitas ini anti-obat, anti-antibiotik, bahkan anti-dokter. Padahal sama sekali tidak. Koridor konsep RUD-lah yang menjadi pegangan Grup Sehat. ”Antibiotik itu anugerah kehidupan, harus dieman-eman (disayang-sayang). Ketika kita betul-betul membutuhkan antibiotik, dia adalah penyelamat jiwa,” ujar Wati yang kini mendirikan Yayasan Orang Tua Peduli. Penggunaan antibiotik secara tidak rasional justru memunculkan bermacam bakteri yang bermutasi, dan resisten terhadap antibiotik (superbugs). Sementara penemuan antibiotik baru tidaklah secepat perkembangan munculnya bakteri baru. Semakin sering menggunakan antibiotik secara tak rasional, malah menyebabkan anak sering jatuh sakit. Belum lagi risiko seperti gangguan hati pada anak, seperti kerap ditemukan Wati, yang juga ahli hepatologi anak ini. Proses menyenangkan Selain RUD, para anggota komunitas juga memperoleh informasi obyektif menyangkut pemenuhan gizi anak, serta problem klasik seperti anak susah makan. Tipikal sebagian orangtua masa kini yang tergopoh-gopoh menjejali anak dengan obat ketika jatuh sakit biasanya diikuti pula dengan memberi anak berbagai suplemen penambah nafsu makan dan susu formula. ”Beredarnya susu bubuk yang mengklaim bisa menjadi pengganti makanan lengkap juga banyak dipahami orangtua secara sesat. Padahal, makan itu proses belajar, eksplorasi, yang penuh dengan unsur hiburan. Sebagian orangtua sering mengambil cara praktis ketimbang bereksperimen dengan menu agar disukai anak,” kata Wati. Gempuran iklan susu formula di media massa juga dapat mendoktrin sebagian orangtua bahwa anak harus minum susu formula. Padahal, bayi hingga usia enam bulan harus eksklusif minum air susu ibu (ASI). Usia di atas satu tahun, selain ASI, bayi cukup diberi susu sapi cair tanpa pengawet, yang telah disterilisasi dengan teknik ultrahigh temperature (UHT) atau pasteurisasi. Aneka susu yang menyebut ditambahi berbagai zat penting untuk perkembangan otak hanyalah klaim yang tidak berlandaskan prinsip ilmiah evidence based medicine (EBM). ”Di luar negeri, anak di atas satu tahun masih minum formula akan ditertawakan tenaga medis. Di atas satu tahun, susu bukan segalanya. Gizi anak terutama dari makanan. Orangtua harus paham piramida makanan. Siapa bilang anak harus gemuk, yang penting anak itu sehat,” tutur Wati yang prihatin dengan praktik pemasaran susu formula yang, menurut dia, semakin tak etis. Yosi Kusuma Ningrum (27) mengaku dulu sempat termakan iklan susu formula. Susu berharga ratusan ribu rupiah itu dibelinya demi sang buah hati. Agen pemasaran susu formula kerap meneleponnya, membujuk dia agar anaknya diberi susu formula supaya gemuk. ”Sekarang enggak lagi. Mendingan uangnya ditabung untuk pendidikan anak kelak. Tetapi orang-orang, bahkan keluarga sendiri, sering sinis. Mereka bilang, kok anakku dikasih susu murah, padahal kedua orangtuanya bekerja,” ujar Yosi, ibu seorang anak yang tinggal di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur. Tanpa tes alergi Sebagian dokter pun sering kali terlalu mudah mendiagnosis seorang anak alergi susu sapi, tanpa melakukan tes alergi terlebih dahulu. Pujiati pernah mengalami hal ini, dan memberi anaknya susu bubuk kedelai yang harganya relatif lebih mahal. Nyatanya, setelah tak lagi minum susu bubuk kedelai pun, anaknya tak bermasalah. Anak Pujiati dan Yosi yang meminum susu sapi biasa tetap sehat, lincah, dan mudah buang air besar meskipun mereka sama sekali tidak lagi mengonsumsi suplemen vitamin dan penambah nafsu makan. Hal krusial lain dalam masalah kesehatan anak adalah imunisasi. Kesalahpahaman seputar imunisasi kerap terjadi, mulai dari isu autisme hingga pemberian imunisasi secara tunggal. Beragam riset seperti WHO, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dan Institute of Medicine (IOM) telah menegaskan vaksinasi measles, mumps, rubella (MMR) tidak berkorelasi dengan autisme. Bayi dan anak-anak pun dianjurkan divaksinasi secara simultan sehingga meminimalkan kunjungan ke dokter, mengurangi risiko tertular penyakit di rumah sakit, serta anak cepat terbentengi imunitasnya. Belum lagi dokter yang ”bereksperimen” dengan meresepkan obat yang tidak perlu untuk mengurangi efek demam dari imunisasi. ”Anak saya pernah diresepkan luminal setelah imunisasi DPT (difteri-pertusis-tetanus). Padahal, luminal itu obat penenang saraf. Katanya, biar orangtua enggak repot,” tutur Alia Indardi (34), ibu dari tiga anak, yang tinggal di Jatiwaringin, Bekasi. Alia lantas mengatakan kepada dokter tersebut bahwa dia tidak akan menebus obat itu. Alasannya, dampak demam dari imunisasi adalah gejala yang normal. Jika anaknya terganggu dengan demam tersebut, pemberian obat penurun panas saja sudah mencukupi. Untuk anak yang sedang kejang saja, luminal sudah tidak direkomendasikan lagi. ”Coba kalau pasiennya tidak memiliki informasi yang cukup dan berimbang, kan pasti sudah langsung menurut saja. Jadilah anak itu dikasih obat penenang saraf,” ujar Alia. sumber : http://purnamawati.wordpress.com
   
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
Dear Moms, Ini ada artikel soal batuk pilek pada anak, semoga bisa jadi referensi..  
Mengapa Anak Terus Panas-batuk-pilek?
Seorang bayi seharusnya jarang sakit, karena masih ditopang imunitas tinggi sewaktu dikandung atau menyusu ibunya. Penyakit sehari-hari seperti flu (yang ditandai panas-batuk-pilek), penyakit virus lain, atau bahkan infeksi kuman dapat ditolaknya. Sejak lama fakta ini telah disadari.
Coba saja, bila bayi Anda tinggal serumah dengan seorang penderita campak, maka biasanya ia tidak akan gampang tertular, dikatakan oleh Prof. Iwan Darmansjah.

Namun nyatanya, banyak anak dan bayi menjadi pelanggan dokter setiap 2 - 3 minggu karena penyakit yang sama: bolak-balik demam, batuk, dan pilek. Tentu banyak orang tua bosan. Mereka menggugat, "Mengapa ini harus terjadi, sedangkan semua kebutuhan anak saya telah dicukupi?"

Pencetus penyakit pada anak memang sulit ditentukan, karena dapat bermacam-macam, misalnya lingkungan kurang sehat, polusi tinggi, dan ada perokok di rumah. Penggunaan penyejuk udara (AC) di malam hari bisa menimbulkan alergi suhu dingin, sehingga hidung anak mampet, dan ia bernafas lewat mulut. Kipas angin dipasang di kamar tidur yang lalu meniup debu ke segala penjuru kamar. Belum lagi penularan virus di sekolah dan tempat ramai seperti mal. Juga perawat yang sedang batuk - pilek. Tak langka pula kejadian sakit gara-gara anak mengonsumsi makanan ringan tidak sehat yang membuat tenggorokan menggelitik.

Batuk - pilek beserta demam yang terjadi sekali-kali dalam 6 - 12 bulan sebenarnya masih dinilai wajar. Tetapi observasi menunjukkan bahwa kunjungan ke dokter bisa terjadi setiap 2 - 3 minggu selama bertahun-tahun. Bila ini yang terjadi, maka ada dua kemungkinan kesalahkaprahan dalam penanganannya.

Pertama, pengobatan yang diberikan selalu mengandung antibiotik. Padahal 95% serangan batuk-pilek dengan atau tanpa demam disebabkan oleh virus, dan antibiotik tidak dapat membunuh virus. Selain mubazir, pemberian antibiotik kadang-kadang justru menimbulkan efek sampingan berbahaya. Kalau dikatakan akan mempercepat penyembuhan pun tidak, karena penyakit virus memang bakal sembuh dalam beberapa hari, dengan atau tanpa antibiotik. Hal ini telah dibuktikan dengan studi terkontrol (membandingkan dengan plasebo) berulang kali sejak ditemukannya antibiotik di tahun 1950 - 1960-an. Hasilnya selalu sama sehingga tidak perlu diragukan lagi kebenarannya.

Di lain pihak, antibiotik malah membunuh kuman baik dalam tubuh, yang berfungsi menjaga keseimbangan dan menghindarkan kuman jahat menyerang tubuh. Ia juga mengurangi imunitas si anak, sehingga daya tahannya menurun. Akibatnya anak jatuh sakit setiap 2 - 3 minggu dan perlu berobat lagi. Orang tuanya lalu langsung membeli antibiotik di apotik atau pasar hanya karena setiap kali ke dokter mereka diberi obat tersebut.

Lingkaran setan ini: sakit >> antibiotik >> imunitas menurun >> sakit lagi >>, akan membuat si anak diganggu panas-batuk-pilek sepanjang tahun, selama bertahun-tahun. Komplikasi juga sering akan terjadi, yang akhirnya membawa anak itu ke kamar perawatan di rumah sakit.

Pengalaman menunjukkan, bila antibiotik dicoret dari resep (sementara obat batuk-pilek yang adekuat diberikan), setelah 1 - 3 bulan si anak tidak akan gampang terserang penyakit flu lagi. Pertumbuhan badannya pun menjadi lebih baik.

Salah kaprah kedua ialah gejala batuk - pilek yang tidak diobati secara benar; artinya, siasat pengobatan perlu diubah. Ini lantaran obat jadi yang dijual di apotek tidak selalu dapat mengatasi masalah setiap penderita. Bahkan sering terjadi, batuk - pilek malah menjadi lebih parah dan berkepanjangan.

Suatu perubahan dalam resep, yang mendasar dan individual, perlu dilakukan untuk memutus lingkaran setan panas-batuk-pilek ini. Yang utama ialah menghentikan antibiotik, tidak memberikan kortikosteroid secara terus-menerus, menghentikan pemberian obat penekan batuk dan menggantinya dengan bronkodilator, serta memberikan campuran obat pilek yang baru. Efedrin dosis kecil - dicampur dengan antihistamin yang efektif - merupakan obat pilek terbaik. Pseudo-efedrin, fenilpropanolamin, atau etilefrin yang lebih sering dijumpai dalam obat-jadi, tidak lebih baik dari efedrin, walaupun lebih mahal. Semua obat lain yang ternyata tidak terbukti efektif perlu dihentikan.

Terakhir, yang tidak kalah penting, carilah faktor pencetus yang dicantumkan di awal tulisan ini. Bila ditemukan, hindarilah. Selamat mencoba. Semoga anak Anda tidak perlu lagi begitu sering berobat karena flu!

Pencetus baru telah saya temukan diantara beberapa pasien anak. Ternyata orang tua jaman ini sering entertain anaknya di Mal. Kasus pertama, anaknya terus sakit, pun bila sebelumnya sangat sehat. Berikut ini sms-nya berbunyi setelah saya tanyakan "apa yang terjadi sebelumnya?". Tadi siang jam 2 BAB-nya baik, BAK banyak & kuning tua. Dari jam 11 jalan di mal sampai jam 4 sore, dia mengeluh pusing & lelah serta suhu badan yang tinggi (demam). Saya menjawab bahwa Mal bukan tempat rekreasi yang sehat. Dengan hanya parasetamol akhirnya panas hilang dan terus sembuh.. Berapa banyak orang tua di kota Jakarta ini berbuat demikian untuk 'mengangin-anginkan anaknya? Sebagian besar akan berakhir dengan panas, batuk, pilek, berak2, dan muntah secara akut. Jelas Mal bukan tempat rekreasi yang sehat, karena penuh dengan virus dan kuman.
 (idionline/Kalbefarma)
  Bunda Rafa
   
07-04-2008 17:05:04 Dokter Anak
Jumlah Posts : 5
Jumlah di-Like : belum ada like
Masalah yang biasa ditemukan dengan Dokter Anak

( Jumat, 10/08/2007 11:18 )



COMMON PROBLEMS IN PEDIATRICS



Beberapa negara, terutama negara maju, telah menerapkan konsep partnership atau kemitraan antara dokter dan konsumen medis (pasien). Kondisi ini suka atau tidak suka masih belum membudaya di negara kita, Indonesia. Sistem yg berlaku relatif paternalistik. Sementara itu di era komunikasi ini, konsumen banyak sekali dibantu dengan kemudahan teknologi yg ada. Melalui internet, konsumen medis dapat belajar lebih jauh untuk memahami masalah kesehatan. Sehingga pasien yg aktif berpartisipasi dalam menangani masalah kesehatannya merupakan hal penting dalam layanan kedokteran yang baik. Karenanya, istilah Konsumen Medis jauh lebih tepat dibandingkan “pasien”. Konsumen terkesan lebih aktif dibandingkan dg pasien yg terkesan pasif dan pasrah. Ingat, sebagai konsumen medis/kesehatan, kita memiliki hak, bukan hanya kewajiban.



Apa hak konsumen kesehatan? Memperoleh informasi yang benar dan obyektif. Hal ini sesuai dengan tugas seorang tenaga kesehatan. Tugas dokter bukan hanya KURATIF (mengobati kondisi sakit), melainkan juga EDUKATIF PROMOTIF (penyuluhan kesehatan) dan upaya PREVENTIF (Pencegahan).



Apa kewajiban konsumen? Learn as much as possible. Salah satunya adalah mencari informasi, mempelajari dasar-dasar kesehatan dan mempelajari segala sesuatu perihal penyakit yang sedang dialami. Manfaatkan kemajuan teknologi yanga ada. Cari informasi kesehatan melalui internet, tetapi selektiflah memilih situs yang dipercaya. Be active, speak up terutama saat medical visit. Jika perlu cari 2nd opinion.



Topik pertemuan kali ini adalah berbagai masalah kesehatan yang umum terjadi pada anak. Selain demam, alasan terbanyak orangtua membawa anaknya ke dokter adalah batuk pilek, radang tenggorokan, dan diare. Orang tua panik, anak memperoleh berbagai macam obat yang belum tentu diperlukan, yang juga belum tentu tanpa efek samping. Sedihnya lagi, tak jarang anak diberikan antibiotik. Padahal sebagian besar penyebabnya adalah virus, yang tidak bisa "dilawan" oleh antibiotik.



Demam, batuk-pilek, radang tenggorokan, diare, merupakan kondisi langganan anak-anak. Pelajarilah, agar dapat bertindak dengan tenang dan rasional, agar tidak tergopoh-gopoh mengambil obat dan mengobati gejala-gejala tersebut.



Semoga melalui sharing dan materi ini kita, para orang tua, akan jauh lebih bijak dalam menyikapi masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak.



SLIDE 1. Common Problems in Pediatrics : Title

Peran seorang pasien (tepatnya konsumen medis) sangat berpengaruh dan menentukan dalam kinerja tenaga medis. Konsumen medis yang aktif berpartisipasi dalam menangani masalah kesehatannya, akan sangat membantu kinerja dokter dan tenaga medis lainnya. Terutama kinerja dokter untuk tetap berpegang pada prinsip pola pengobatan yang rasional (Rational Use of Drugs / RUD) . Pola pengobatan yang rasional adalah AMAN dan COST EFFECTIVE. Perlu kita ketahui banyak faktor yang berperan dalam pemberian obat. Paling tidak ada 3 faktor yang dominan berperan kuat, yaitu dokter (penulis resep), konsumen (pasien) dan industri obat.



Intinya, konsumen (pasien) yang tidak rasional akan mendorong iklim layanan kesehatan yang tidak rasional pula. Demikian pula sebaliknya.



SLIDE 2. IRRATIONAL USE OF DRUGS (IRUD)

Pola pengobatan yang irrational menjadi concern seluruh dunia.



Minimal ada dua masalah utama perihal IRUD yaitu polifarmasi dan pemberian antibiotik yg berlebihan/tidak pada tempatnya.



Masalah polifarmasi tanpa disadari sering terjadi, terutama saat anak sakit.



Evaluasi kembali buku kesehatan / kartu berobat putra/I bapak/ibu.



Perhatikan berapa kali dalam 1 th kita membawa anak berobat karena sakit.



Coba jawab pertanyaan berikut :





· Berapa kali dalam kunjungan ke dokter, ibu tidak memperoleh obat ?

Tidak juga antibiotik ?

· Apakah setiap kali berobat anak mendapatkan obat puyer ?

· Berapa jumlah obat dalam tiap puyer ?



Umumnya para dokter mengajukan minimal 3 alasan mengapa mereka cenderung “abusive”, yaitu :



1. LACK OF CONFIDENCE.

Kebanyakan dokter sering tidak yakin atau merasa kurang PEDE untuk menyatakan bahwa pasien tsb sakit akibat infeksi virus, yang tidak membutuhkan antibiotik. Para dokter juga merasa “insecure” takut pasien pindah ke dokter lain.

2. PATIENT PRESSURE.

Tidak sedikit pasien, tanpa disadari, memilih bersikap pasif dan menganggap dokter tahu yg terbaik. Sehingga obat yang diberikan dokter pasti yang terbaik. Padahal dokter dapat bisa saja salah memberikan obat.



Pasien yang irasional, sering menuntut dokter untuk memberikan antibiotik , karena menganggap antibiotik merupakan “obat dewa” yang bisa menyembuhkan segala kondisi. Pasien irrasional sering “menuntut” dokter sebagai “tukang sihir”, yang dapat memberikan obat yang cespleng.



DOCTOR is a kind of MAGICIAN sehingga setiap kita ke dokter kita selalu berharap segera sembuh. Hal ini juga menimbulkan beban tersendiri bagi para dokter.



3. COMPANY PRESSURE.

Dalam Doctor-patient partnership, dokter sangat bergantung/membutuhkan pasien sebagaimana pasien bergantung / membutuhkan dokter. Tindakan pasien akan sangat mempengaruhi tindakan sang dokter. Pasien yang irrasional akan mendorong dokter menjadi irrasional. Intinya adalah tanggung jawab atau kewajiban menyehatkan anak bukan hanya di bahu seorang dokter, tetapi juga orangtua sbg konsumen medis.



SLIDE 3. IMMUNE SYSTEM

Sejak lahir Tuhan telah melengkapi kita dengan sistem imun (daya tahan tubuh) yang sempurna & canggih. Diantaranya ASI.



Secara garis besar, sistem imun terdiri atas 2 bagian, yaitu :

1. Bagian yang langsung “membunuh” kuman/virus/parasit, dll yang menyerang tubuh kita dan membuat tameng / proteksi untuk “serangan” serupa.



Sistem imun yang bertugas langsung membasmi “musuh” tsb adalah Sel Darah Putih atau LEUKOSIT. Leukosit juga membentuk antibodi, suatu zat untuk menetralisir “musuh” bila suatu saat kita kembali terserang oleh infeksi yang sama.



2. Bagian atau sel-sel yang bertugas membantu sel leukosit sehingga leukosit jauh lebih efektif “serangan”nya.



SLIDE 4. BACTERIA & VIRUS

Kedua makhluk tersebut amat dangat kecil tetapi memiliki canggih & lihai agar dapat lolos dari serangan sistem imun tubuh kita.

· Bakteri.

Bakteri ada dimana-mana, di alam, dan di sekitar kita. Bahkan tubuh kita dipenuhi oleh bakteri. Bahkan ASI mengandung bakteri.



Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas bakteri TIDAK JAHAT, bahkan menguntungkan. Kita justru membutuhkan bakteri tsb di dalam usus seperti untuk :



a) Mencernakan makanan menjadi zat-zat bergizi

b) Mengolah makanan menjadi vitamin B & K

c) Melindungi kita agar tidak terinfeksi oleh kuman yang jahat.

d) Membantu pencernaan agar kita tidak sembelit



Berdasarkan sifat kimiawinya, bakteri dibagi dua yaitu bakteri Gram Positif dan bakteri Gram negatif.



1. Bakteri Gram positif

a. umumnya lebih mudah di”lawan” dibandingkan bakteri Gram negatif.

b. dapat diatasi oleh antibiotik yang ringan (narrow spectrum antibiotik)

c. umumnya menyebabkan Infeksi di bagian atas diafragma



2. Bakteri Gram negatif

a. menyebabkan infeksi di bagian bawah diafragma



Broad spectrum antibiotics adalah antibiotik yang menyerang kedua kelompok bakteri di atas



INGAT :

- Pemberian antibiotik yang terlalu sering dan terlalu lama akan mematikan kuman yang baik. Hal ini akan menganggu pencernaan misalnya diare akibat munculnya banyak jamur, kekurangan vitamin B & K.

- Semakin sering kita memakan antibiotik, semakin sering kita jatuh sakit.

· Virus.

Virus jauh lebih kecil daripada bakteri. Virus tidak dapat dibunuh oleh obat, antibiotik sama sekali tidak bekerja terhadap virus. Virus hanya bisa dibasmi oleh sistem imun atau daya tahan tubuh kita.



SLIDE 5. RADANG / INFLAMMATION - ITIS

Kita sering menyalahartikan istilah radang sebagai suatu keadaan akibat infeksi kuman.

Radang atau inflamasi artinya MERAH, BENGKAK, dan SAKIT. Radang tenggorokan, artinya tenggorokannya merah, sakit, dan mungkin agak membengkak (amandelnya).

v Radang karena INFEKSI.

Radang akibat infeksi dapat dibagi2, yaitu :

1. Radang karena kuman

2. Radang karena virus.

85% radang tenggorokan pada bayi/anak disebabkan oleh infeksi VIRUS - sehingga tidak perlu antibiotik.

v Radang BUKAN INFEKSI.

Biasanya disebabkan oleh kondisi seperti ALERGI, TRAUMA, AUTOIMMUN, TEETHING, dll. Kesemuanya, sekali lagi, tidak dapat diobati dengan antibiotik. Upaya terbaik mengatasi alergi adalah avoidance- mengurangi kemungkinan exposure hal2 yang bisa menimbulkan alergi (debu, karpet, binatang berbulu, mainan berbulu, AC, makanan tertentu dengan pewarna, pengawet, perasa sintetik, permen, sea food, dll).

v Demikian halnya dengan DEMAM.



Demam dapat disebabkan oleh infeksi dan juga bukan karena infeksi.



Sekali lagi, penyebab demam terbanyak pada anak adalah infeksi virus. Demam itu sendiri merupakan salah senjata tubuh untuk melawan infeksi. Dengan perkataan lain, kalau ada infeksi, tubuh kita memproduksi panas sebagai bagian dari sistem imun untuk melawan infeksinya. Tetapi demam juga bisa dikarenakan hal lain yg tidak ada hubungannya dg infeksi.



SLIDE 6. FEVER

Demam adalah alasan terbanyak orangtua membawa anaknya ke dokter. Apalagi jika orangtua tidak memiliki ilmu yang cukup mengenai demam, penyebab demam & tatacara merawat anak demam.



Bahayakah demam itu ? Burukkah demam itu ?



Tidak ada sesuatu yang 100% buruk atau 100% baik. Demikian juga dengan demam. Tuhan pasti memiliki maksud dibalik fenomena demam.



There is something for many reasons.



Tubuh kita diciptakan oleh Tuhan dengan dilengkapi mekanisme pengaturan yang canggih, termasuk mekanisme pengaturan suhu.



Di otak kita terdapat termostat bernama hipotalamus yang mengatur mekanisme ini. Tepatnya terdapat pusat pengaturan suhu disebut juga SET POINT. Pengatur suhu tubuh ini akan memastikan tubuh kita senantiasa pada suhu konstan (sekitar 37C) .



Demam adalah kondisi dimana otak (melalui Set Point) memasag suhu diatas setting normal yaitu > 38C. Namun demikian demam yang sesungguhnya adalah bila suhu >38.5C. Akibat kenaikan setting suhu tubuh tsb, maka tubuh akan memproduksi panas melalui tahapan : menggigil hingga mencapai suhu puncak ŕ suhu demam stabil ŕ suhu mulai turun.



Bagaimana dan mengapa timbul demam ?

Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya molekul kecil dalam tubuh, yaitu PIROGEN – suatu zat pencetus panas.



Apa yang menyebabkan terjadinya peningkatan pirogen ?

Penyebabnya antara lain : infeksi, radang, keganasan, alergi. Teething, dll. Pada saat terserang infeksi, sistem imun tubuh kita akan membasmi infeksi tsb dengan serangan leukosit (sel darah putih).



Agar tugas leukosit tsb efektif dan tepat sasaran, dibutuhkan dukungan banyak pihak termasuk pirogen, yang ebrtugas :

1. Mengerahkan sel darah putih (leukosit)

2. Menimbulkan demam yang akan membunuh virus. Karena virus tidak dapat hidup di suhu tinggi. Sementara itu virus akan tumbuh subut di suhu rendah.



Perhatikan hal berikut :

1. Selama infeksi masih berlangsung, memang harus ada demam.

2. Demam merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh untuk membasmi infeksi.

3. Prinsip utama adalah cari penyebab timbulnya demam. Dengan mengetahui sumber masalahnya, maka kita dapat bertindak secara rasional. Pada anak penyebab utamanya adalah infeksi virus.

4. Beri minum lebih banyak dari biasanya. Waspadai kemungkinan terjadinya komplikasi dehidrasi.



American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasi tatacara penanganan demam. Berikut kondisi kapan orang tua harus menghubungi dokter :

v Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh > 38C

v Bila bayi berusia 3 – 6 bulan dengan suhu tubuh > 38.3C

v Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh > 40C



Konsultasikan juga dengan dokter jika terdapat kondisi berikut :

v Sama sekali tidak mau minum atau sudah dehidrasi; Gelisah, muntah, diare

v Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan

v Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)

v Kejang; Kaku kuduk leher; Sakit kepala hebat

v Sesak napas

v Gelisah, muntah, daire



SLIDE 7. TREATING FEVER



Point-point utama yang harus diperhatikan selama merawat anak demam adalah :



1. Mencari penyebab demam dan memperhatikan pola perilaku anak.

Amati tingkah laku anak. Jika perilaku anak hampir sama seperti biasanya, maka kita tidak perlu khawatir. Karena pada dasarnya demam itu bukan hal yang membahayakan.



2. Cegah dehidrasi.

Demam akan meningkatkan penguapan cairan tubuh. Karenanya bayi dan anak beresiko mengalami dehidrasi. Berikan cairan lebih banyak. Berikan air, air sup, jus buah segar yang dicampur air, es batu, es krim.

Bila muntah atau diare, berikan minuman elektrolit : pedialyte, oralit.



3. Ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin. Anak memakai baju yang tipis.



4. Kompres air hangat atau berendam di ari hangat.



5. Biarkan anak memakan apa yang diinginkan. Jangan dipaksa. Hindarkan makanan berlemak, karena sulit dicerna oleh tubuh.



6. Meskipun anak dianjurkan untuk tidak masuk sekolah, bukan berarti ia harus berada di tempat tidur seharian.



7. Pemberian obat penurun panas mengikuti aturan berikut :

104 (>40C) : Beri obat penurun panas, kompres hangat, hubungi dokter.



Ingat: DO NOT TREAT LOW GRADE FEVER (< 38.3C)



SLIDE 8. COLDS AND FLU

Penyebabnya infeksi virus. Umumnya berlangsung selama 5 hari (3 – 14 hari rentangnya) tergantung daya tahan tubuh dan tergantung ada tidaknya penderita flu di rumah atau di sekolah. Jika bai dan anak memiliki saudara kandung yang lebih besar dan sudah bersekolah, maka ia sangat potensial sering mengalami colds & flu.



Tidak ada obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh anak terhadap infeksi virus flu akan meningkat sejalan dengan waktu



Tatalaksana:

v Yang paling dibutuhkan adalah cairan, sering minum meski sedikit2.

v Supaya ”ingus” tidak kental dan menyumbat jalan nafas, berikan air garam steril sebagai tetes hidung. Air garam steril ini tidak akan menimbulkan efek samping. Menghirup uap air panas juga banyak membantu saat mengalami colds & flu.

v Apabila pada malam hari tiak dapat tidur karena hidung tersumbat, beri tetes hidung untuk menghilangkan pembengkakan di dalam hidung (Breathy).

v Humid environment, jangan kering seperti dalam ruangan berAC. Kalau perlu, taruh satu ember berisi air mendidih setelah anak tidur.

v Paracetamol – bila bayi/anak uncomfortable atau high fever (>38.5)

v Di lain pihak, kita sering mengacaukan alergi dengan flu. Pada alergi yg mengenai hidung, anak juga akan ”meler” tetapi anak tidak demam, tetap aktif bermain. Bukan berarti juga anak menderita infeksi virus flu.



Pencegahan:

v Sering cuci tangan

v Hindari kontak erat dengan penderita flu

v Jaga kebersihan rumah seperti di kamar mandi, dapur, dsb.



Kapan menghubungi dokter?

v Persistent cough, fever > 72 hours

v Sesak nafas, kuku dan bibir tampak biru

v Luar biasa rewel, atau luar biasa mengantuk (sangat sulit dibangunkan)



Ingat: Tidak ada obat pilek yang efektif untuk bayi dan anak.



SLIDE 9. SORE THROAT / PHARYNGITIS (Radang tenggorokan & infeksi amandel)

v Umumnya disebabkan oleh infeksi virus. ARTINYA: akan sembuh sendiri – self limiting; dan samasekali tidak memerlukan antibiotik.

v Hanya sekitar 15% saja yg infeksinya disebabkan oleh kuman Streptococcus dan umumnya menyerang anak usia 4 – 7 tahun. Dengan catatan, diagnosisnya harus berdasarkan biakan usap tenggorokan.



Tatalaksana



Banyak minum; minuman yg hangat akan memberikan rasa nyaman di tenggorokan.



Untuk anak yg lebih besar, bisa diajarkan untuk kumur2 atau mengisap lozenges.



Kalau panas atau kesakitan, berikan paracetamol (seperti panadol atau tempra).



Kalau hidung tersumbat, dapat diberikan tetes hidung NaCl dan menghirup uap panas. Kalau anak sangat terganggu, dapat diberikan Nasal decongestant.



SLIDE 10. COUGHS



Jika kita membaca literaratur kedokteran, sering diungkapkan bahwa batuk merupakan suatu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran nafas kita, seperti dahak, riak, benda asing (kacang, dsb). Batuk sebagai anugerah terindah dari Tuhan sering disikapi dengan tidak bijak oleh mereka yang tidak memahaminya.



Andaikan kita perhatikan sejenak para pada penderita stroke misalnya. Karena adanya gangguan dalam otak, refleks batuknya terganggu. Akibatnya dahak menumpuk di paru2 dan ybs umumnya mengalami pneumonia. Hingga berefek fatal kematian pada penderita tsb.



Batuk bukanlah momok. Melalui batuk, kita tetap dapat bernafas, karena lendir yang mengganggu saluran nafas akan dikeluarkan saat batuk. Dengan batuk, kita terhindari dari bahaya tersedak benda asing yang masuk ke saluran nafas kita.



Yang terpenting yang harus kita lakukan adalah mencari tahu apa penyebab batuk. Infeksi kah atau bukan infeksi.



Pada anak, batuk umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau oleh alergi.



Batuk akibat infeksi virus flu misalnya bisa berlangsung sd 2 minggu. Bahkan lebih lama lagi bila anak kita sensitif atau alergi, atau bila di rumah ada anak lain yang lebih besar yang juga sedang sakit. Batuk karena alergi juga bisa berlangsung lama atau hilang timbul selama pencetus alerginya tidak diatasi. Alergi yang dimaksud bisa dalam bentuk alergi hidung (Allergic rhinitis), asma, alergi suatu zat dari lingkungan. Penyebab lainnya adalah sinusitis, reflux, pneumonia.



Tatalaksana :

M Cari PENYEBAB batuk.



Jika batuk disebabkan oleh produksi dahak yang berlebihan, maka upaya yang perlu dilakukan adalah mengurangi produksi lendir. Melalui cara :

v Minum banyak yang hangat misalnya lemon

v Jangan ada asap rokok

v Rangan jangan kering (Moist air - kamar mandi - buka keran air panas biarkan beberapa lama sehingga ruangan, atau taruh satu ember air panas mendidih, atau pasang humidifier)

v Agar anak lebih nyaman, tidurkan dengan bantal agak tinggi

v NO – ANTIBIOTICS. Ingat ! Kebanyakan batuk tidak memerlukan antibiotik

v NO cough suppressant. Jangan mengkonsumsi obat penekan refleks batuk (seperti DMP). Anehnya, anak kita sering mendapatkan obat racikan / puyer yang salah satu kandungannya codein (sejenis narkotika) yang tidak diketahui manfaatnya.



Pada dasarnya, TIDAK ADA yang namanya obat batuk itu.

Juga tidak ada obat pencair dahak. Cari pencetusnya !



SLIDE 11. BRONCHITIS (INFEKSI SALURAN NAFAS)



Penyebab banyak, tetapi yang tersering adalah alergi (Allergic rhinitis, asthma, environmental exposures). Bisa juga karena sinusitis, refluks, reaksi obat, kelainan bawaan saluran napas, tersedak “benda asing”, pneumonia (virus, jamur). Mohon diingat – pneumonia belum tentu karena infeksi bakteri. Jadi - belum tentu perlu antibiotik. Biasanya ditandai dengan batuk lama.



Tatalaksana :

v Mencari penyebab. Bila karena alergi – modifikasi lingkungan sekitar untuk mengurangi eksposur pada anak

v Humidifikasi

v Ekstra cairan, dll



Jika anak kita dinyatakan menderita bronkitis, maka kita harus segera berpikir bahwa -itis di sini artinya radang – inflamasi. Penyebabnya belum tentu infeksi bakteri - mayoritas bronkitis pada anak tidak perlu antibiotik.



SLIDE 12. EAR INFECTION



Penyebab :

v Umumnya karena infeksi virus

v Pasca infeksi hidung atau radang tenggorokan seperti cold / flu

v Tooth problem



Gejala:

v Sakit telinga (biasanya 1 sisi), demam, pilek dengan hidung buntu, rewel, telinga di-tarik2, nafsu makan menurun

v Kadang2 tampak cairan kuning keluar dari telinga, kadang2 juga anak mengalami sedikit gangguan pendengaran

v Rata-rata setiap anak mengalami infeksi minimal 1 x sebelum usia 5 tahun.



Tatalaksana :

v Penghilang rasa sakit

v Posisi tegak/upright position,

v Jangan ada yang merokok

v Jangan minum susu dari dot-botol sambil tiduran

v Air hangat di botol, bungkus kain perca, taruh di atas telinga

v Kalau perlu minum obat decongestant (mengurangi hidung buntu)



Pencegahan: berikan ASI selama mungkin



Hubungi DOKTER / penggunaan ANTIBIOTIK :

v Bila berkepanjangan, lebih dari 2 minggu atau

v Bila infeksi berat dan anak kesakitan hebat



SLIDE 13. DIARRHEA - VOMITING

Hampir serupa dengan batuk, diare & muntah adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan pada manusia. Diare & muntah adalah mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan racun, virus/kuman yang masuk ke dalam tubuh. Diare & muntah itu ibarat alarm tubuh untuk memberitahukan bahwa ada sesuatu yg tidak beres dalam tubuh kita.



Yang perlu dilakukan adalah mencari PENYEBAB nya.



Tidak perlu diberikan obat anti muntah atau obat untuk “mampet”kan diarenya. Obat-obat tsb memang akan mengurangi/menghentikan diare/muntah, tetapi tidak mengobati penyakitnya.



Perbaikan tersebut bersifat “semu”. Ibarat bom waktu. Kita terkecoh seolah anak membaik, padahal penyakitnya masih terus berlangsung. Selain itu, obat2 tersebut juga bukan tanpa risiko / efek samping.





PENYEBAB:



v >80% penyebabnya pada anak, terutama bayi, adalah virus. Dikenal juga dengan ROTAVIRUS.

v Food poisoning

v Alergi makanan,

v Pemakaian antibiotik.



TATALAKSANA – CEGAH DEHIDRASI - Minum banyak

v ASI diteruskan, campur dg Oral rehydration Solution (ORS) seperti pedialit atau oralit.

v Perbanyak minum.

v Bila diare hebat, fokus pada upaya rehidrasi (menjaga agar tidak dehidrasi). Kalau perlu, untuk sementara waktu tidak perlu makan sampai dehidrasi teratasi











Kapan menghubungi dokter?

v Ada darah di tinja atau tinja berwarna hitam

v Tanda-tanda dehidrasi berat : tidak buang air kecil > 8 jam, bibir kering, air mata kering ketika menangis, skin turgor menurun (jika tangan dicubit, tidak akan kembali seperti semula), mata cekung, abdomen (sekitar perut) cekung, fontanelle (ubun-ubun) pada bayi cekung.

v Luar biasa mengantuk, sulit dibangunkan

v Luar biasa lemas, layu



PRINSIP:

v Umumnya tidak perlu diberi antibiotik, antibiotik hanya bila tinja berdarah (butuh evidence/lab). Pada banyak kasus, antibiotik justru akan memperparah diarenya. Belum lagi pemakaian antibiotik tidak pada tempatnya akan menyebabkan infeksi tambahan oleh jamur/fungus/candida

v Jangan minum obat untuk menghentikan diare seperti primperan, motilium, juga tidak perlu minum Kaopectate, smecta, ensim, dsb.

v Pada diare biasa, tidak perlu mengganti susu formula.

- INGAT - Jangan memberikan obat anti muntah!!!!



SLIDE 14. KONSTIPASI



PENYEBAB:

Penyebab utama biasanya pola perilaku, khususnya pola konsumsi makanan yang low-fiber, high-fat & high-sugar.



Pola makan kita dulu sarat dengan sayur dan buah (serat), sekarang beralih ke fast food yang bukan hanya rendah serat, tetapi juga tinggi garam dan lemak. Penyebab lainnya adalah:

v Kurang minum

v Ignoring the urge (anak mengacuhkan rasa ingin buang air besar dan justru menahannya)

v Kurang gerak/olah raga, banyak duduk

v Penyakit: Hypothyroidism (kelenjar gondok kurang berfungsi, jarang, ada gejala lain sejak bayi seperti retardasi mental), retardasi mental



GEJALA:

v Sakit perut, melilit, mules, kembung

v Nafsu makan menurun

v Rewel

v Celana dalam ada berkas tinja (Soiled underwear)

v Tinja keras, tinja ada goresan/bercak darah (Large/blood streaked stools)

v Sering buang air kecil



TATALAKSANA :

v Minum banyak

v Pola makan yang kaya serat

v Lebih memperhatikan bowel’s habit dari anak.

v Melatih anak akan kebersihan.

v Berbicara & diskusi dengan anak.

   
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Bayi dan anak-anak lebih banyak menghadapi risiko tinggi terhadap reaksi obat, sehingga memberikan obat baik melalui resep maupun obat-obatan bebas pada bayi adalah suatu hal yang harus disikapi dengan serius. (Bahkan, hingga bayi Anda menginjak usia 6 bulan, lakukan konsultasi pada dokter sebelum Anda memberikan obat-obatan apapun, selain asetaminofen dengan dosis khusus untuk bayi, yang boleh diberikan begitu bayi Anda berusia lebih dari tiga bulan.
Berikut ini adalah 7 jenis obat-obatan yang tidak boleh diberikan pada bayi dan anak-anak:

Aspirin

Jangan pernah memberikan aspirin atau obat-obatan lain yang mengandung aspirin pada bayi anda. Aspirin dapat membuat bayi rawan terkena Reye's syndrome – sebuah sindroma yang jarang terjadi namun dapat menyebabkan terjadinya penyakit yang fatal. Jangan menganggap bahwa obat-obatan untuk anak-anak yang Anda temukan di apotek sudah bebas dari aspirin. Aspirin seringkali juga di sebut sebagai “salisilat” atau “acetylsalicylic acid.” Bacalah label obat dengan baik, dan ajukan pertanyaan pada dokter atau apoteker bila Anda tidak yakin apakah suatu produk bebas dari kandungan aspirin.

Obat Anti Mual

Jangan pernah memberikan obat anti mual (baik yang diresepkan maupun yang dijual secara bebas) pada bayi Anda kecuali dokter memberikan rekomendasi secara khusus. Kebanyakan gejala mual dan muntah pada anak tidak berlangsung lama, pada anak-anak dan bayi gejalan tersebut dapat ditangani tanpa obat-obatan tertentu. Sebagai tambahan, obat anti mual juga memiliki risijo dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi. (Bila bayi Anda muntah-muntah dan mulai mengalami dehidrasi, segera hubungi dokter Anda untuk minta nasihat apa yang harus Anda lakukan.)

Obat-obatan untuk Orang Dewasa

Memberikan obat yang diperuntukkan untuk orang dewasa dalam dosis yang lebih kecil adalah tindakan yang berbahaya. Bila dalam label obat tersebut tidak menunjukkan adanya dosis yang tepat untuk bayi seukuran anak Anda, jangan berikan obat tersebut pada bayi Anda.

Obat-obatan Apapun yang Diberikan Untuk Orang Lain Atau Untuk Alasan yang Berbeda

Obat-obatan dengan resep yang ditujukan untuk orang lain (seperti saudara kandung) atau untuk merawat penyakit yang berbeda akan tidak efektif atau bahkan berbahaya bila diberikan untuk bayi Anda. Berikan pada bayi Anda hanya obat-obatan yang memagn diresepkan untuk dirinya dalam kondisi yang spesifik.

Obat yang Sudah Kedaluarsa

Buang semua obat, baik obat resep maupun obat bebas sejenis, begitu obat-obatan tersebut kedaluarsa. Selain itu, buang juga obat-obat yang sudah berubah warna atau yang tabletnya sudah hancur—intinya buat semua obat-obatnya yang bentuknya sudah berubah sejak Anda membelinya. Setelah tanggal penggunaannya habis, obat-obat tersebut tidak lagi efektif dan dapat menjadi sangat berbahaya. Jangan buang obat-obatan lawas di lubang toilet, karena obat-obatan tersebut akan mengontaminasi air tanah dan pada akhirnya akan memengaruhi persediaan air minum Anda. Sebaiknya, bungkus dalam kotak atau tempat yang tidak dapat dibuka oleh anak-anak dan buang ke tempat sampah.

Dosis Asetaminofen Tambahan

Banyak obat-obat batuk dan pilek yang dijual secara bebas mengandung asetaminofen untuk membantu mengurangi demam dan rasa sakit, jadi hati-hatilah untuk tidak memberikan dosis asetaminofen tambahan pada bayi Anda. Bila Anda tidak yakin apa kandungan yang terdapat pada obat batuk dan pilek tertentu, tanyakan pada apoteker atau pada dokter anak Anda. Bila anak Anda telah meminum obat yang diresepkan oleh dokter, tanyakan dulu pada dokter anak Anda atau apoteker sebelum anda memberikan asetaminofen atau ibuprofen, untuk memastikan dosis tambahan tersebut boleh diberikan.

Obat yang Dapat Dikunyah

Tablet yang dapat dikunyah dapat menyebabkan bayi menghadapi bahaya tersedak. Bila bayi Anda telah makan makanan padat dan Anda ingin menggunakan tablet yang dapat dikunyah, sebaiknya Anda gerus dulu obat tersebut, lalu letakkan dalam sendok yang berisi makanan yang lembek, seperti yogurt atau saus apel. (Tentu saja, Anda harus memastikan bayi Anda memakan habis suapan dari sendok tersebut agar dosis yang diberikan bisa tepat).

Catatan Khusus

Dua jenis obat-obatan berikut ini tidaklah 100 persen dilarang, namun Anda harus berhati-hati dalam menimbang apakah Anda mau memberikan obat-obatan jenis ini pada bayi Anda.

Obat-obatan Herbal

Banyak obat-obat herbal (jamu) yang ringan dan aman, namun hanya karena obat-obatan ini terbuat dari sesuatu yang alami, atau dibuat dari tumbuh-tumbuhan, jangan menganggap bahwa obat-obatan jenis ini aman untuk bayi Anda. Produk-produk herbal dapat menyebabkan terjadinya reaksi alergi, kerusakan pada hati, dan meningkatnya tekanan darah. Dalam dosis tertentu, dan/atau bila dikombinasikan dengan obat-obatan yang salah, pemberian obat-obatan jenis ini dapat berakibat fatal. Konsultasikan dengan dokter anak Anda atau praktisi pengobatan alternatif yang Anda percaya sebelum memberikan obat-obatan herbal pada bayi Anda. Dan selalu beritahukan pada dokter Anda obat-obatan herbal apa yang dikonsumsi oleh bayi Anda sebelum ia memberikan resep obat.

Obat Batuk dan Pilek yang Dijual Bebas

Batuk akan membantu untuk membersihkan paru-paru bayi Anda, sehingga pemberian obat penekan batuk adalah sesuatu yang tdiak bermanfaat. Obat batuk dan pilek, termasuk juga dekongestan, tidak akan menyembuhkan bayi Anda. Yang dapat dilakukan oleh obat-obat tersebut hanyalah meredakan gejala yang mereka alami secara temporer. Dan obat-obatan tersebut mungkin dapat menyebabkan terjadinya efek samping yang tidak diinginkan, seperti gelisah dan mengantuk. Beberapa produk seperti ini juga cenderung tidak efektif, atau bahkan menyebabkan gejala awal yang telah terjadi malah semakin parah. Jadi bila bayi Anda tengah menderita selesma, pertama coba dulu pilihan-pilihan lain, seperti melembabkan ruangan dan memberikan lebih banyak ciaran. Lalu cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum Anda menyambar obat batuk atau pilek yang dijual secara bebas. (WM)

Sumber :
Showen, N. Seven medicines you shouldn't give your baby. Available at: www.babycenter.com.
   
Jumlah Posts : 368
Jumlah di-Like : 1
dear bunda2 tercinta,
hehehehe
aku baru beli buku nih, isinya lmyn membantu deh...berikut aku mau berbagi info ttg batuk pilek. Ready...??? hehehehehe

BATUK PILEK
dibedakan menjadi bebapa kategori sbb:

1. Batuk Pilek Infeksi
disebabkan oleh kuman, mikroba tau virus (ini yg tbanyak). Ditularkan melalui droplet (percikan air ludah/bersin). Gejala khasnya adl. demam dan tubuh pegal/ngilu. Batuk pilek ini bs sembuh sendiri. Pengobatan terbaiknya adl. istirahat, bnyk minum, mkn makanan bergizi. Rentang kesembuhan 2-3 hari, asalkan anak diberikan asupan makanan bergizi, istirahat cukup dan melakukan semi bedrest (tdk sekolah, tdk bermain dan aktivitas dibatasi).

Pengobatan nya dgn : boleh diberikan obat batuk pilek khusus yg dijual bebas di pasaran. Tp sebelmnya cr tau terlebih dahulu jenis batuk anak tsb, berlendir/tdk. Untuk batuk berlendir beli yg bersifat expectorant. Bila batuk kering beli yg antitusif. Baluri bdn nya dgn balsam hangat. Beri minum air putih hangat, utk bayi persering asi. Beri buah yg banyak mengandung vit. C seperti jeruk, jambu biji, dan mangga. Bila hidung tersumbaytt, beri NACI 0.9% pada hidung diteteskan, cukup 2 tetes sj.


2. Batuk Pilek Alergi
disebabkan reaksi berlebih pada saluran pernafasan (hidung/tenggorokan) terhadap suatu pencetus alergen, dgn gejala batuk khas yaitu batuk membandel/susah sembuh, timbul dlm rentang waktu yg pendek. Sembuhnya dalam waktu 2 minggu. Batuk pilek ini akan sembuh apabila menghindari pencetusnya (penyebab alergi).

Pengobatan : jauhkan dr pencetusnya, banyak istirahat, gunakan sapu tgn untuk membersihkan lendir di hidung. Beri air putih hangat dan banyak makan buah mengandung vit. C.


3. Batuk Menyalak (Group)
ditularkan melalui udara, kerap dialami anak usia 6 bulan - 5 thn, terutama musim hujan. Penyebabnya virus parainfluenza, respiratory syncytial virus, measles, adenovirus dan influensa. Gejalanya berawal dari batuk pilek yg berlanjut hingga demam, peradangan/infeksi saluran pernafasan atas menimbulkan batuk yg terus menerus dan terdengar spt anjing menyalak. Gejala ini akan makin buruk di malam hari dan saat anak menangis. Jika terus berlanjut maka terjadilah stridor (suara nafas berisik pada saat menarik nafas karena adanya sumbatan pernafasan bagian atas). Komplikasinya, anak bisa kekurangan oksigen dan terlihat tanda2 kebiruan di sekitar wilayah mulut dan bibir disertai nafas berat.

Pengobatan : memberikan obat penurun demam, obat steroid melalui alat nebulizer (fisioteraphy) untuk membantu mengurangi pembengkakan di sekitar saluran pernafasan dan epinefrin. Bila gejala tdk berat, anak akan pulih kembali dalam 5-7 hari.


4. Batuk Rejan
nama lainnya batuk pertusis atau kinkhoest / batuk 100 hari. Gejalanya, umumnya penderita akan melalui tahapan 3 stadium sbb:
a. Stadium awal
1-2 minggu : demam ringan, batuk pilek seperti gejala flu biasa
b. Stadium 2
2-4 minggu : batuk mulai menjadi dan meningkat, sangat panjang dan lama. Pada beberapa kasus, kuatnya batuk dpt menyebabkan anak muntah, muka merah, mengejan bahkan sulit bernafas. Anak juga sulit berkomunikasi saat serangan terjadi. Gejala pada tahap ini sdh berat dan bs menimbulkan komplikasi.
c. Stadium 3
1-2 minggu : batuk mulai berkurang dan kondisi anak berangsur pulih.

Komplikasi : batuk berdarah, bs terjadi pendarahan di hidung (mimisan) dan di kedua mata (utamanya bagian putih dr mata), otak (timbul kejang2 bahkan bisa menyebabkan anak lumpuh), kolaps paru )paru2 mengempis), radang paru, gangguan sesak nafas bayi karena lendir dan bila lendir sampai masuk telinga bisa menimbulkan infeksi telinga.

Pengobatan : dokter akan memberikan obat antibiotik untuk mematikan kuman serta obat batuk untuk menekan dan menghentikan batuk. Pd bayi perlu dilakukan tindakan fisioteraphy untuk melancarkan pernafasan dan menghilangkan lendir di paru2. dianjurkan untuk banyak minum, konsumsi makanan bergisi dan ,menghindari makanan yg menyebabkan gatal di tenggorokan.

Pencegahan : berikan imunisasi DPT sesuai jadwal


demikian teman-teman, info yg bs aku bagikan, semoga bermanfaat. Ini ilmunya dari Dr. Debby Latupeirissa, SpA (Div.Infeksi dan penyakit tropis anak di RSUP. Fatmawati) dan Karel A.L. Staa, M.D (RS. Pondok Indah, Jakarta)

See U,

Sisca
Davina Moms


   
05-12-2007 23:23:25 batuk berdahak
Jumlah Posts : 368
Jumlah di-Like : 1
dear bunda2 tercinta,
hehehehe
aku baru beli buku nih, isinya lmyn membantu deh...berikut aku mau berbagi info ttg batuk pilek. Ready...??? hehehehehe

BATUK PILEK
dibedakan menjadi bebapa kategori sbb:

1. Batuk Pilek Infeksi
disebabkan oleh kuman, mikroba tau virus (ini yg tbanyak). Ditularkan melalui droplet (percikan air ludah/bersin). Gejala khasnya adl. demam dan tubuh pegal/ngilu. Batuk pilek ini bs sembuh sendiri. Pengobatan terbaiknya adl. istirahat, bnyk minum, mkn makanan bergizi. Rentang kesembuhan 2-3 hari, asalkan anak diberikan asupan makanan bergizi, istirahat cukup dan melakukan semi bedrest (tdk sekolah, tdk bermain dan aktivitas dibatasi).

Pengobatan nya dgn : boleh diberikan obat batuk pilek khusus yg dijual bebas di pasaran. Tp sebelmnya cr tau terlebih dahulu jenis batuk anak tsb, berlendir/tdk. Untuk batuk berlendir beli yg bersifat expectorant. Bila batuk kering beli yg antitusif. Baluri bdn nya dgn balsam hangat. Beri minum air putih hangat, utk bayi persering asi. Beri buah yg banyak mengandung vit. C seperti jeruk, jambu biji, dan mangga. Bila hidung tersumbaytt, beri NACI 0.9% pada hidung diteteskan, cukup 2 tetes sj.


2. Batuk Pilek Alergi
disebabkan reaksi berlebih pada saluran pernafasan (hidung/tenggorokan) terhadap suatu pencetus alergen, dgn gejala batuk khas yaitu batuk membandel/susah sembuh, timbul dlm rentang waktu yg pendek. Sembuhnya dalam waktu 2 minggu. Batuk pilek ini akan sembuh apabila menghindari pencetusnya (penyebab alergi).

Pengobatan : jauhkan dr pencetusnya, banyak istirahat, gunakan sapu tgn untuk membersihkan lendir di hidung. Beri air putih hangat dan banyak makan buah mengandung vit. C.


3. Batuk Menyalak (Group)
ditularkan melalui udara, kerap dialami anak usia 6 bulan - 5 thn, terutama musim hujan. Penyebabnya virus parainfluenza, respiratory syncytial virus, measles, adenovirus dan influensa. Gejalanya berawal dari batuk pilek yg berlanjut hingga demam, peradangan/infeksi saluran pernafasan atas menimbulkan batuk yg terus menerus dan terdengar spt anjing menyalak. Gejala ini akan makin buruk di malam hari dan saat anak menangis. Jika terus berlanjut maka terjadilah stridor (suara nafas berisik pada saat menarik nafas karena adanya sumbatan pernafasan bagian atas). Komplikasinya, anak bisa kekurangan oksigen dan terlihat tanda2 kebiruan di sekitar wilayah mulut dan bibir disertai nafas berat.

Pengobatan : memberikan obat penurun demam, obat steroid melalui alat nebulizer (fisioteraphy) untuk membantu mengurangi pembengkakan di sekitar saluran pernafasan dan epinefrin. Bila gejala tdk berat, anak akan pulih kembali dalam 5-7 hari.


4. Batuk Rejan
nama lainnya batuk pertusis atau kinkhoest / batuk 100 hari. Gejalanya, umumnya penderita akan melalui tahapan 3 stadium sbb:
a. Stadium awal
1-2 minggu : demam ringan, batuk pilek seperti gejala flu biasa
b. Stadium 2
2-4 minggu : batuk mulai menjadi dan meningkat, sangat panjang dan lama. Pada beberapa kasus, kuatnya batuk dpt menyebabkan anak muntah, muka merah, mengejan bahkan sulit bernafas. Anak juga sulit berkomunikasi saat serangan terjadi. Gejala pada tahap ini sdh berat dan bs menimbulkan komplikasi.
c. Stadium 3
1-2 minggu : batuk mulai berkurang dan kondisi anak berangsur pulih.

Komplikasi : batuk berdarah, bs terjadi pendarahan di hidung (mimisan) dan di kedua mata (utamanya bagian putih dr mata), otak (timbul kejang2 bahkan bisa menyebabkan anak lumpuh), kolaps paru )paru2 mengempis), radang paru, gangguan sesak nafas bayi karena lendir dan bila lendir sampai masuk telinga bisa menimbulkan infeksi telinga.

Pengobatan : dokter akan memberikan obat antibiotik untuk mematikan kuman serta obat batuk untuk menekan dan menghentikan batuk. Pd bayi perlu dilakukan tindakan fisioteraphy untuk melancarkan pernafasan dan menghilangkan lendir di paru2. dianjurkan untuk banyak minum, konsumsi makanan bergisi dan ,menghindari makanan yg menyebabkan gatal di tenggorokan.

Pencegahan : berikan imunisasi DPT sesuai jadwal


demikian teman-teman, info yg bs aku bagikan, semoga bermanfaat. Ini ilmunya dari Dr. Debby Latupeirissa, SpA (Div.Infeksi dan penyakit tropis anak di RSUP. Fatmawati) dan Karel A.L. Staa, M.D (RS. Pondok Indah, Jakarta)

See U,

Sisca
Davina Moms

   
26-09-2007 10:50:30 Badan Panas
Jumlah Posts : 13
Jumlah di-Like : belum ada like
Hai...
Kemaren jidat,belakang kepala & badan nathan panas diukur sampai 38,7cc tp tangan & kakinya tidak panas.Kata mertuaku pasti keseleo krn lg giat2nya tengkurap jadinya keseleo.Memang sih setelah di beri obat & dikerik pake bawang ulikatnya (dibawah ketiak) merah sekali, panasnya agak turun.Dan mertuaku juga bilang tidak bagus kl selalu makan obat dari dokter krn pasti dikasih antibiotik.
Sebenernya apa tidak ada efek sampingnya kl dikerik & diurut. Krn kan kl org tua jaman dulu pasti maunya diurut / dikerik pake bawang merah.
Dan aku kompres pake air hanget di jidat dan kedua ketiaknya trus aku pakein baju tangan buntung. Apa kl badan lg panas semestinya dikompres dgn air hanget/air biasa, soalnya ada yg bilang pake air hanget, air dingin ada jg yg bilang air biasa aja.Jadi bingung Array
Apa ada yg tau cara tepat menangani anak lg panas, sama pilek & batuk
   
Jumlah Posts : 7
Jumlah di-Like : belum ada like
anak saya dari lahir minum sufor trus ketahuan alergi susu sapi waktu umur 4bln.. itu pun tau krn anaknya sakit batuk pilek.. selama ini setiap konsul ke dokter diblg sehat walopun saya sering nanya krn nafas anak saya sering grok2 tp sama dokternya selalu dibilang sehat.. waktu batuk pilek kedokter baru dokter blg anak saya ada kecenderungan alergi susu sapi krn ktnya nafasnya grok2.. saya nanya dokter susu apa yg harus diminum sama dokter disuruh coba susu soya dulu.. 2 minggu lalu ke dsa lg krn anak saya disekitar lehernya ada bintik2 merah.. dokternya msh gak yakin kalo anak saya alergi susu soya jg jd sampe skrg msh disuruh nerusin pake susu soya dulu..