SITE STATUS
Jumlah Member :
493.663 member
user online :
1766 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: obat kalk dan vitamin diberikan pada ibu

New Topic :  
03-06-2015 12:32:48 pengen punya dede
Jumlah Posts : 6
Jumlah di-Like : belum ada like
Folavit merupakan produk yang tergolong dalam vitamin keluaran Sanbe yang memiliki komponen utama asam folat. Asam folat sendiri merupakan vitamin yang larut air yang memiliki hubungan dengan vitamin B lainnya. Folat penting untuk perkembangan sel normal dan juga untuk pembelahan sel. Pada bentuk yang tereduksi (tetrahidrofolat), folat berfungsi sebagai donor karbon untuk membantu sintesis purin, thymidine.
Obat ini digunakan untuk mengatasi defisiensi asam folat, anemia megaloblastik dan pada anemia karena kekurangan suplemen nutrisi, juga sebagai suplemen pada ibu hamil (untuk mengurangi risiko cacat bawaan bayi), bayi baru lahir, atau anak – anak. Kondisi lain seperti penyakit hati, pasien dengan konsumsi alkohol berlebihan, serta infeksi dan diare lama juga merupakan indikasi pemberian suplementasi asam folat.
Obat ini memiliki karakteristik tidak berbau, tidak larut dalam alkohol, aseton, kloroform atau eter, dan juga inaktif jika terkena cahaya matahari. Asam folat sangat baik diserap melalui saluran cerna dengan aktivitas maksimal 30 – 60 menit setelah minum obat.
Obat ini sebaiknya tidak diberikan pada pasien dengan fungsi ginjal yang tidak normal, riwayat alergi terhadap produk asam folat, dan juga pada pasien dengan tumor yang bergantung pada folat untuk tumbuh. Selain itu, asam folat tidak boleh diberikan sendiri atau bersamaan dengan vitamin B12 yang tidak cukup untuk mengatasi anemia megaloblastik karena dapat menyebabkan degenerasi sumsum tulang belakang subakut. smga mmbntu bun
   


03-06-2015 12:32:05 pengen punya dede
Jumlah Posts : 6
Jumlah di-Like : belum ada like
Folavit merupakan produk yang tergolong dalam vitamin keluaran Sanbe yang memiliki komponen utama asam folat. Asam folat sendiri merupakan vitamin yang larut air yang memiliki hubungan dengan vitamin B lainnya. Folat penting untuk perkembangan sel normal dan juga untuk pembelahan sel. Pada bentuk yang tereduksi (tetrahidrofolat), folat berfungsi sebagai donor karbon untuk membantu sintesis purin, thymidine.
Obat ini digunakan untuk mengatasi defisiensi asam folat, anemia megaloblastik dan pada anemia karena kekurangan suplemen nutrisi, juga sebagai suplemen pada ibu hamil (untuk mengurangi risiko cacat bawaan bayi), bayi baru lahir, atau anak – anak. Kondisi lain seperti penyakit hati, pasien dengan konsumsi alkohol berlebihan, serta infeksi dan diare lama juga merupakan indikasi pemberian suplementasi asam folat.
Obat ini memiliki karakteristik tidak berbau, tidak larut dalam alkohol, aseton, kloroform atau eter, dan juga inaktif jika terkena cahaya matahari. Asam folat sangat baik diserap melalui saluran cerna dengan aktivitas maksimal 30 – 60 menit setelah minum obat.
Obat ini sebaiknya tidak diberikan pada pasien dengan fungsi ginjal yang tidak normal, riwayat alergi terhadap produk asam folat, dan juga pada pasien dengan tumor yang bergantung pada folat untuk tumbuh. Selain itu, asam folat tidak boleh diberikan sendiri atau bersamaan dengan vitamin B12 yang tidak cukup untuk mengatasi anemia megaloblastik karena dapat menyebabkan degenerasi sumsum tulang belakang subakut.
   
01-02-2013 17:00:49 gatal pada vagina
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Dokter, saya ingin bertanya mengenai gatal pada vagina yang sedang saya alami.
Saya mencoba menggunakan salep seperti Daktarin, karena sebelumnya ibu saya juga menggunakan salep tersebut dan sembuh.
Sebagai informasi, dicelana dalam selalu ada bekas berwarna kuning tetapi tidak berbau.
Ketika saya mencari informasi di internet banyak yang menyarankan menggunakan obat yang mengandung Fluconazole, apakah penggunaan obat tersebut sudah benar (belum saya coba) ?
Mohon bantuannya dokter untuk penyakit tersebut bagaimana penyembuhannya.

Terima kasih.

Dari : mia natasha

Jawaban:

Dear bunda,

Apabila cairan yang biasanya bening dan tidak berbau telah menjadi berwarna kuning atau kehijauan ataupun seperti susu, gatal dan bahkan berbau, maka kemungkinan besar keputihan tersebut telah terinfeksi oleh bakteri maupun jamur

Rasa gatal dapat menjadi tanda dari berbagai penyebab seperti alergi, infeksi jamur, bakteri  ataupun virus. Berbeda penyebab, maka akan berbeda pula pengobatannya. Sebaiknya Anda diperiksa oleh dokter untuk dapat diberikan pengobatan yang tepat.

Apabila menggunakan obat yang tidak tepat, bahkan dapat menimbulkan bertambah parahnya penyakit tersebut, karena obat jamur tidak tepat di gunakan pada infeksi virus ataupun alergi, dan obat alergi sebaiknya tidak diberikan pada infeksi jamur maupun virus.

Pengobatan untuk area genital, lebih banyak menggunakan obat-obatan yang khusus di tujukan untuk area tersebut, sebaiknya tidak mengoleskan obat apapun tanpa nasihat dokter, untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.

Menjaga kelembapan daerah vagina sangatlah penting.Menjaga daerah vagina agar tetap kering dan bersih harus selalu dilakukan.

Basuhlah vagina dengan air bersih, tidak perlu menggunakan sabun untuk setiap kali membasuh, gantilah celana bila telah basah atau lembab, gunakan pakaian yang berbahan katun dan memiliki ventilasi yang baik.


   


Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
 dear bunda....

saya jga mau share....kami menunggu 4 tahun tuk mendapatkan buah hati....setelah berusaha berobat kemna2....kami disarankan tuk inseminasi....tapi Allah berkehendak lain satu bulan sebelum rencana inseminasi saya telat mens...setelah TP alhamdulilah positif....wah rasa bahagia menyelimuti keluarga kami....masalah muncul pada minggu ke 7, saya keluar flek...pertama saya anggap normal, kehamilan ini ga ada rasa mual, lemes dan sangat doyan makan...setelah konsul dokter masih hanya keliahatan kantong belum ada janinny.....tp dokter masih menguatkan kami mungkin belum muncul, saya dikasi penguat dan vitamin....tetApi pada minggu ke10...saya keluar darah dan divonis BO....dan harus dikuret....YA ALLAH..sedihny serasa merenggut semua dari kami...tgl 23 juni 2012 akhirny impian saya dan suami harus dilepas....kami berusaha ikhlas dan berprasangka baik pada ALLAH SWT.....setelah haid pertama setelah kuret tgl 20 juli sya sudah haid lagi....kami kontrol lgi ke dokter...setelah serangkain test kami malah disarankan bayi tabung....kami berdoa...semoga diberikan jalan yg terbaik tuk mendapatkan keturunan....

ALHAMDULILAH.....tenyata 20juli haid terakhir sya....saya hamil sekrang sudah masuk minngu ke 8....dan sudah terdeteksi janin dan ada denyut jantungny.....
mohon doa ya bunda...kehamilan sya sehat dan selamat smape melahirkan...amin
dan semoga kehamilan bunda2 disni dapat sehat dan selamat.......

kehamilan ini saya bener2 mengalami mual sepanjang hari, nafsu makan sangat berkurang krn ga mau nasi....tp saya ga mau minum obat....akan saya nikmati setiap prosesny..... 
 
   
30-03-2012 15:57:36 keputihan saat hamil
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
dr. Yanti yg saya hormati..
usia kehamilan sy 15 minggu, kira2 3 minggu yg lalu keluar cairan encer kl lama2 di CD jd wrna kuning. lama2 gatal trus ada gumpalan putih tp sdikit. kmudian sy k bidan tgl 13 maret 2012(sore) dan diberi Amoxilin (3x sehari selama 5 hr) sm 1 obat lg yg di minum 1xsehari. besok paginya keluar gumpalan putih agak kuning.
apa amoxilin tdk berbahaya bagi janin? bagaimana ciri keputihan yang berbahaya bagi janin? apabila ada cairan yang keluar saat hamil apa itu dari air ketuban? terima kasih ats jwbnya.

Dari : Feti Ziantys

Jawaban:

Dear Bunda,

Obat Amoxicillin termasuk antibioyik golongan B yaitu Studi pada reproduksi hewan belum menunjukkan risiko janin tapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau reproduksi hewan studi telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita di trimester 1 (dan tidak terdapat bukti risiko di trimesters kemudian). Dengan kata lain, obat-obatan golongan B dapat diberikan pada ibu hamil dan menyusui dengan pertimbangan bahwa manfaatnya lebih besar dari resiko nya apabila tidak diberikan obat ini. Keputihan patologis dapat membahayakn karena dapat beresiko infeksi lebih lanjut pada kehamilan, dengan ciri-ciri cairan keputihan tersebut berbau, berwarna hijau, kuning atau putih susu seperti keju , gatal bahkan terasa panas pada kulit daerah genital. Cairan yang keluar dari daerah intim tidak selalu cairan ketuban. Untuk membedakan dari cairan vagina, cairan ketuban biasanya berbau khas dan anda akan membedakan bahwa itu bukan lah bau air kencing (urine), pada umumnya berwarna bening, sedikit keruh bahkan kehijauan bila
   


Jumlah Posts : 37
Jumlah di-Like : belum ada like
@ bunda stephani

jujur ya bun, waktu aku ngalami IUFD aku ga ngerasain hal yang ekstrim banget kayak pecah ketuban atau pun pendarahan cuma aku ngerasa pinggul bagian belakang ( sunda na mah bobokong ) kerasa panas banget kayak yang mo lahiran. aku sama sekali ga nyadar kalo saat itu baby ku dalam keadaan gawat, sampe pada akhirnya aku ga merasakan gerakan dan tendangan lembutnya.. kata dokter plasenta nya terlepas dari dinding rahim tapi wallohu'alam...
ini ada artikel yang lebih lengkap mudah2an dapat membantu...

penasaran dgn kasus yang terjadi, meskipun orang tua terutama ibu yg sangat terpukul mengetahui janinnya sudah tidak dapat tertolong mencoba untuk tegar, sabar, dan ikhlas menghadapinya, karena yakin semua sudah menjadi kehendak Yang Diatas, Allah SWT, namun manusia selalu ingin tahu hukum alam yang berlaku saat itu, pastilah ada penyebab ilmiah yang bisa mengakibatkan kematian janin di dalam kandungan, setidaknya di kehamilan berikutnya bisa diusahakan untuk tidak berulang dengan kasus yang sama.
Jika penelitian belum juga menghasilkan jawaban yg memuaskan, maka misteri Illahi berlaku pula di dalamnya, hanya Allah yang Maha Mengetahui setiap waktu yang terbaik untuk hambaNya. Demikian juga, lagi dan lagi, secara filosofi, kita kembalikan dengan adanya seleksi alam, kalaupun tetap dipertahankan hidup, tak akan survive.

Dari beberapa diskusi, aku coba googling dan ketemu artikel dari nakita, http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=02058&rubrik=kecil.

kematian janin di kandungan, dalam dunia kedokteran dikenal dengan Intra Uterin Fetal Death (IUFD). Yang dimaksud dengan kematian janin adalah kematian yang terjadi saat usia kehamilan lebih dari 20 minggu dimana janin sudah mencapai ukuran 500 gram atau

lebih. Umumnya, kematian janin terjadi menjelang persalinan saat usia kehamilan sudah memasuki 8 bulan.

* Ketidakcocokan rhesus darah ibu dengan janin

Akan timbul masalah bila ibu memiliki rhesus negatif, sementara bapak rhesus positif. Sehingga anak akan mengikuti yang dominan; menjadi rhesus positif. “Akibatnya antara ibu dan janin mengalami ketidakcocokan rhesus.”

Ketidakcocokan ini akan mempengaruhi kondisi janin tersebut. Misalnya, dapat terjadi hidrops fetalis; suatu reaksi imunologis yang menimbulkan gambaran klinis pada janin, antara lain pembengkakan pada perut akibat terbentuknya cairan berlebih dalam rongga perut (asites), pembengkakan kulit janin, penumpukan cairan di dalam rongga dada atau rongga jantung, dan lain-lain. Akibat penimbunan cairan yang berlebihan tersebut, maka tubuh janin akan membengkak. “Bahkan darahnya pun bisa tercampur air.” Biasanya kalau sudah demikian, janin tak akan tertolong lagi.

Sebenarnya, terang dr. Nasdaldy, Sp.OG, hidrops fetalis merupakan manifestasi dari bermacam penyakit. Bisa karena kelainan darah, rhesus, atau kelainan genetik. “Biasanya bila kasusnya hidrops fetalis, maka tak ada manfaatnya kehamilan dipertahankan. Karena memang janinnya pasti mati.” Sayangnya, seringkali tidak dilakukan otopsi pada janin yang mati tersebut, sehingga tidak bisa diketahui penyebab hidrops fetalis. “Padahal dengan mengetahui penyebabnya bisa untuk tindakan pencegahan pada kehamilan berikutnya.”

* Ketidakcocokan golongan darah antara ibu dan janin

Terutama pada golongan darah A,B,O. “Yang kerap terjadi antara golongan darah anak A atau B dengan ibu bergolongan O atau sebaliknya.” Sebab, pada saat masih dalam kandungan, darah ibu dan janin akan saling mengalir lewat plasenta. Bila darah janin tidak cocok dengan darah ibunya, maka ibu akan membentuk zat antibodinya.

* Gerakan sangat “liar”

Gerakan bayi dalam rahim yang sangat berlebihan, terutama jika terjadi gerakan satu arah saja. “Nah, karena gerakannya berlebihan, terlebih satu arah saja, maka tali pusat yang menghubungkan janin dengan ibu akan terpelintir. Kalau tali pusat terpelintir, maka pembuluh darah yang mengalirkan plasenta ke bayi jadi tersumbat.” Kalau janin sampai memberontak, yang ditandai gerakan “liar”, biasanya karena kebutuhannya ada yang tidak terpenuhi, entah itu karena kekurangan oksigen, atau makanan. Karena itu, harus segera dilakukan tindakan yang mengarah pada pemenuhan kebutuhan janin. Misalnya, apakah oksigen dan gizinya cukup? Kalau ibu punya riwayat sebelumnya dengan janin meninggal, maka sebaiknya aktivitas ibu jangan berlebihan. “Sebab, dengan aktivitas berlebihan, maka gizi dan zat makanan hanya dikonsumsi ibunya sendiri, sehingga janin relatif kekurangan.”

* Berbagai penyakit pada ibu hamil

Salah satu contohnya preeklampsia dan diabetes. Itulah mengapa pada ibu hamil perlu dilakukan cardiotopografi (CTG) untuk melihat kesejahteraan janin dalam rahim.

* Kelainan kromosom

Bisa disebut penyakit bawaan, misalnya, kelainan genetik berat trisomy. “Kematian janin akibat kelainan genetik biasanya baru terdeteksi saat kematian sudah terjadi, yaitu dari otopsi bayi.” Sebab, ungkap Nasdaldy, jarang sekali dilakukan pemeriksaan kromosom saat janin masih dalam kandungan. “Selain biayanya mahal, risikonya juga tinggi. Karena harus mengambil air ketuban dari plasenta janin sehingga berisiko besar terinfeksi, juga bisa lahir prematur. Kecuali kalau memang ada keganjilan dalam kehamilan tersebut yang dicurigai sebagai kelainan kromosom.”

* Trauma saat hamil

Trauma bisa mengakibatkan terjadi solusio plasentae atau plasenta terlepas. Trauma terjadi, misalnya, karena benturan pada perut, entah karena kecelakaan atau pemukulan. “Benturan ini bisa saja mengenai pembuluh darah di plasenta, sehingga timbul perdarahan di plasenta atau plasenta lepas sebagian. Akhirnya aliran darah ke bayi pun jadi tak ada.”

* Infeksi pada ibu hamil

Ibu hamil sebaiknya menghindari berbagai infeksi, seperti infeksi akibat bakteri maupun virus. “Bahkan demam tinggi pada ibu hamil bisa menyebabkan janin tak tahan akan panas tubuh ibunya.”

* Kelainan bawaan bayi

Kelainan bawaan pada bayi sendiri, seperti jantung atau paru-paru, bisa mengakibatkan kematian di kandungan.

SEGERA DILAHIRKAN

Selama hamil, kehati-hatian dan kewaspadaan ibu perlu ditingkatkan, mengingat demi kebaikan janin dan ibu itu sendiri. Apa saja yang harus diwaspadai?

Yang pertama, bila tidak ada gerakan janin. “Pada ibu-ibu yang sudah merasakan gerakan bayi; pada kehamilan lebih dari 5 bulan, perlu diwaspadai jika dalam sehari ia tak bisa merasakan gerakan bayinya.” Gerakan bayi yang normal minimal 10 kali dalam sehari.

Yang kedua, ibu perlu mewaspadai tanda-tanda “sekarat” pada bayi. “Sebelum bayi tidak bergerak sama sekali, biasanya juga didahului tanda-tanda ’sekarat’. Timbul gerakan yang sangat hebat atau malah sebaliknya, gerakannya semakin pelan atau lemah.” Pada ibu yang peka, pasti akan terasa, kok, saat gerakan janinnya lain.

Yang ketiga, bila kehamilan tak kunjung membesar. “Ibu harus curiga bila pertumbuhan kehamilan tidak sesuai bulannya.”

Nah, bila terjadi hal-hal yang sudah diuraikan tadi, terang Nasdaldy, sebaiknya segera periksa ke dokter. “Walau belum waktunya pemeriksaan ulang, sebaiknya segera periksa. Sehingga sebelum terjadi kematian, dokter bisa melakukan tindakan pencegahan.” Tindakan yang dilakukan dokter biasanya dengan melahirkan segera atau lahir prematur. “Di luar bayi bisa di-treatment agar bisa hidup.”

Bila sudah diketahui penyebabnya, maka dokter tentu juga akan mengatasi penyebab tersebut. “Bila ada infeksi pada ibu, maka akan diobati infeksinya. Kalau ibunya diabetes, maka diobati diabetesnya.”

Dengan bantuan optimal, maka gawat janin bisa membaik kembali. “Karena untuk janin yang sedang ’sekarat’, tak selamanya harus dikeluarkan. Karena dikeluarkan pun harus melihat usia kehamilannya, kan? Kalau ternyata usianya masih muda, tidak mungkin ia dilahirkan segera. Pada usia kehamilan muda tentunya paru-parunya belum terbentuk sempurna. Sehingga di luar pun ia tak mungkin bisa bernafas. Jadi, yang dilakukan dokter adalah mempertahankan dengan mengatasi penyebabnya tersebut.”

Jika tak tertolong lagi, terang Nasdaldy, maka janin yang sudah meninggal harus segera dilahirkan. “Proses kelahiran harus dilakukan secara normal agar tidak terlalu merugikan ibu.” Jadi, bukan melalui operasi. Sebab, operasi tetap saja berisiko buat ibunya. “Anaknya, kan, sudah meninggal, kenapa harus menanggung risiko untuk anak yang sudah tidak ada?”

Operasi hanya dilakukan jika ada halangan untuk melahirkan normal. Misalnya, bayinya mati dalam posisi melintang, ibu mengalami preeklampsia, dan sebagainya.

Yang jadi berbahaya justru jika janin yang sudah meninggal tidak segera dilahirkan. “Kalau lebih dari dua minggu bersemayam dalam rahim ibunya, tentu akan mengganggu pembekuan darah si ibu. Zat pembekuan darah atau fibrinogennya bisa turun.” Hal ini akan berakibat fatal kala ibu melahirkan janin tersebut. “Dalam persalinan, kan, pasti terjadi perdarahan. Nah, kalau fibrinogennya rendah, maka perdarahannya tidak bisa berhenti. Jadi, bisa saja ibu tak tertolong karena perdarahan tersebut.”

Namun, bukan berarti tak ada obat untuk mencegahnya, lo. Sebelum dilakukan tindakan persalinan, bila telah diketahui janin sudah meninggal, maka dokter akan mengecek dulu fibrinogennya. “Kalau fibrinogennya turun, maka harus diberi obat fibrinogen.”

Tapi kasus janin meninggal bersemayam lebih dari 2 minggu sangat jarang terjadi. “Karena sebenarnya alam sudah mengaturnya. Biasanya tubuh si ibu sendiri kalau janinnya mati akan terjadi penolakan. Timbullah proses persalinan.”

Memang, diakui Nasdaldy, cukup banyak ibu yang tak menyadari janinnya sudah meninggal. “Bahkan sampai janinnya itu membatu atau mengeras.” Hal ini terjadi karena kurang pekanya sang ibu, terlebih lagi karena tak ada reaksi penolakan pada tubuhnya. “Biasanya terjadi pada ibu yang tak menyadari kalau dirinya hamil, tahu-tahu anaknya sudah meninggal dalam kandungan, bahkan telah membatu.”

Tentu saja mengeluarkan janin yang telah membatu lebih berisiko. “Mengeluarkannya akan lebih susah sehingga biasanya terjadi komplikasi, misalnya, ada perobekan di dinding rahim dan jalan lahir.”

BISA HAMIL LAGI

Setelah kematian janin, bukan berarti ibu tidak bisa hamil lagi, lo. Seperti penuturan dr. Nasdaldy, Sp.OG, “Ibu bisa memulai program hamil kapan saja. Hanya sebaiknya penyebab kematian janin terdahulu sudah diketahui sebelum hamil kembali.” Hal ini bertujuan agar pada kehamilan berikutnya bisa diantisipasi hal-hal yang menjadi permasalahan kasus tersebut.

Sayangnya, terang Nasdaldy, jarang sekali orang tua yang bersedia mengotopsi janinnya yang meninggal. Akibatnya penyebab kematiannya tidak diketahui dengan pasti. Padahal mengetahui penyebab kematian akan mempermudah pengobatan yang harus diberikan pada ibu. Misalnya, bila penyebabnya karena perbedaan rhesus darah, maka harus segera diobati rhesusnya. “Pengobatan ini harus segera diberikan supaya zat antinya tidak terlanjur terbentuk. Sehingga kalau terjadi kehamilan lagi, perbedaan rhesus tidak berdampak seperti sebelumnya.”

maaf ya kepanjangan... :D
semoga bunda dan babynya sehat dan selamat sampai lahiran nanti .. :D



   
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
pengalaman aku dulu asi saya susah keluar di hari-hari pertama. tetapi dengan berbekal niat, iman, doa, usaha dan tanya sana sini, akhirnya puji tuhan, aku diberikan asi yang melimpah.

hari pertama, asi ga keluar. hari kedua juga belum. agak aneh lho, pihak rumah sakit ga ada yang memberikan tips-tips buat aku. akhirnya aku pulang deh di hari kedua. terus di sore hari kedua, payu dara aku dipijat sama mertua dan ipar aku yang sudah berpengalaman. waduh sakitnya bukan main. dipijat, terus dikompres air panas dan air dingin bergantian, sambil dibantu pompa. hasilnya keluar sedikit kolestrum dan langsung diberikan pada bayiku yang dari hari pertama belum dapat kolestrum dan asi.

saat itu sampai beberapa hari, asi yang dihasilkan juga belum terlalu lancar. sehingga proses pijat payu dara, kompres air panas dan air dingin dilakukan selama kurang beberapa hari. (tips ini untuk bunda-bunda yang asinya belum keluar di hari pertama ya. jangan menyerah!)

yang ga kalah penting ada nutrisi yang masuk. setiap hari saya dibuatkan jus buah segelas besar. bergantian, alpuket, melon, jeruk. minum susu menyusui pagi dan malam. minum teh manis segelas (cafein kandungan teh ada khasiat menjaga bayi tidak step jika panas tinggi). pokoknya banyak minum air putih deh. sampai pisnya ga kehitung sering banget. tapi yang paling ngaruh sih minum air dengan konsentrasi oksigen cair. wah itu ngaruh banget. diminum setiap hari. suamiku tidak mengijinkan saya makan obat-obatan. jadi makannya bergizi deh, ikan, terutama makanan yang berkuah.

hasilnya asinya lancar dan melimpah.

tapi ga cukup sampai disitu. supaya terus produksi asi terus terangsang, setiap berapa lama sekali, setelah bayiku puas menyusui, aku memompa payudaraku. garis bawahi ya bunda, hisapan bayi itu merangsang produksi asi, bahkan sekalipun payudara sudah dipompa. ada ibu bidan saudaraku yang mengatakan jangan sering dipompa, nantinya bisa menghambat produksi asi. tetapi, tanpa mengurangi rasa hormatku pada saudaraku tersebut, ternyata yang terpenting adalah tehniknya, kapan, bagaimana dan pengaturannya.

semoga bisa jadi berkat ya untuk para bunda yang sedang berjuang untuk menghasilkan asi.

god bless you all.

   
Jumlah Posts : 1000
Jumlah di-Like : 11
Ass wr wb, Temen-temen terkasih, semoga artikel yg saya copy kan dari website group sehat bisa bermanfaat yaa. Amin.... Agar ASI lancar di awal masa menyusui 8/6/2007 (Diterjemahkan dari artikel “How to Get Your Milk Supply Off to a Good Start”) http://www.lalecheleague.org/NB/NBJulAug05p142.html Lisa Marasco, IBCLC; Santa Maria, CA, USA Diana West, IBCLC; Long Valley NJ, USA From: NEW BEGINNINGS, Vol. 22 No. 4, July-August 2005, pp. 142-147 Idealnya proses menyusui dapat segera dilakukan begitu bayi lahir. Bayi yang lahir cukup bulan akan memiliki naluri utk menyusu pada ibunya di 20 – 30 menit setelah ia lahir. Itupun jika ia tidak mengantuk akibat pengaruh obat ataupun anastesi yang diberikan ke ibu saat proses melahirkan. Di jam-jam pertama, bayi akan relatif tenang, terjaga dan memiliki kemampuan bawaan utk melakukan proses latch-on (proses masuknya sebagian besar ke dalam mulut bayi hingga ia dapat ”mengunci” dan menyusu dg baik) dan menyusu dengan baik. Riset menunjukkan bahwa bayi baru lahir yang diletakkan di perut ibu sesaat setelah ia lahir, akan mampu mencari payudara ibu dan menyusu dengan baik dalam kurun waktu kurang dari 50 menit. Memisahkan bayi dari ibunya sebelum hal tsb dilakukan akan membuat bayi kehilangan kesempatan besar. Bayi akan mengantuk dan kehilangan minatnya utk menyusu pada ibunya. Akibatnya proses inisiasi menyusui mengalami hambatan (Righard and Alade 1990; Widstrom et al. 1990; Wang and Wu 1994). Oleh karena itu, pastikan bahwa bayi mendapatkan kesempatan utk melakukan proses inisiasi menyusui paling tidak satu jam pertama setelah ia lahir. Hal ini akan menunjang proses lancarnya ASI di kemudian hari. Meskipun proses menyusui dapat segera ibu lakukan setelah bayi lahir, beberapa bayi nampak tidak dapat latch on dengan baik setelah ia lahir. Hal ini disebabkan pengaruh epidural atau anastesi lainnya yang diberikan ibu selama masa melahirkan. Beberapa jenis anastesi mengurangi refleks bayi mencari payudara ibu dan menyusu pada ibunya, juga meningkatnya temperatur tubuh bayi dan tangisan bayi (Ransjo-Arvidson et al. 2001). Namun perlu dipahami bahwa jika bayi tidak dapat menyusu setelah ia lahir bukan akhir dari segalanya. Segera minta bantuan dari ahli laktasi jika bayi sulit menyusui atau melakukan latch on. Sehingga problem tersebut dapat segera diatasi. Selanjutnya, semakin seringnya bayi disusui makin meningkatkan reseptor hormon prolaktin (Lihat kolom di halaman 144.) Jika menyusui di jam-jam pertama kelahiran tidak dapat dilakukan, alternatif terbaik berikutnya adalah memerah ASI atau pompa ASI selama 10-20 menit tiap 2 hingga 3 jam sekali, hingga bayi dapat menyusu. Tindakan tsb dapat membantu memaksimalkan reseptor prolaktin dan meminimalkan efek samping dari tertundanya proses menyusui oleh bayi. Jika ibu melahirkan di RS atau di klinik melahirkan, biasanya disediakan breastpump elektrik dan ibu butuh bantuan menggunakannya. Perawat, konsultan laktasi ataupun bidan dapat membantu ibu dalam menggunakan alat tsb. Suasana yang menyenangkan, tenang dan nyaman akan membantu saat-saat berduaan dan terciptanya bonding antara ibu dan bayi. Meskpun tidak mudah membuat suasana spt it di RS, namun adanya dukungan, support dan kenyamanan akan membantu ibu dalam proses makin lancarnya produksi ASI. Menyusui Pasca Melahirkan dengan Operasi Cesar Ibu yang melahirkan dengan cara operasi cesar (c-sections) seringkali sulit menyusui bayinya segera setelah ia lahir. Terutama jika ibu diberikan anastesi umu. Ibu relatif tidak sadar untuk dapat mengurus bayinya di jam pertama setelah bayi lahir. Meskipun ibu mendapat epidural yang membuatnya tetap sadar, kondisi luka operasi di bagian perut relatif membuat proses menyusui sedikit terhambat. Sementara itu, bayi mungkin mengantuk dan tidak responsif untuk menyusu, terutama jika ibu mendapatkan obat-obatan penghilang sakit sebelum operasi. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa proses melahirkan dengan cesar akan menghambat terbentuknya produksi ASI (Dewey et al. 2003; Grajeda and Perez-Escamilla 2002; Rowe-Murray Fisher 2002; Hartmann 1987). Meskipun demikian, menyusui sesering mungkin setelah proses kelahiran dg cesar akan meminimalisasi masalah-masalah tsb. Bahkan beberapa ibu yang melahirkan dg cesar memiliki produksi ASI yang berlimpah. Kehebatan Kolostrum Tiap ibu perlu mengetahui dan menghargai betul betapa berharganya kolostrum. Kolostrum, cairan bening kekuningan yang sering disebut “Pre-milk”, akan diproduksi di hari-hari pertama menyusui. Kolostrum, kemudian disusul dengan ASI “matang”, akan menjaga dan melindungi bayi seperti plasenta saat ia dalam kandungan ibu. Kolostrum relatif rendah lemak dan karbohidrat, tetapi kaya akan protein. Kandungan tsb sangat tepat sesuai dengan kebutuhan bayi di hari-hari pertama. Kolostrum mudah dicerna dan mengandung sel-sel hidup yang memberikan proteksi terhadap berbagai bakteri, virus dan alergen. Kolostrum ini akan melindungi bagian dalam usus bayi dan menjaganya dari absorpsi substansi-substansi yang dapat menyebabkan terjadinya alergi. Faktor imun seperti IgG dan IgA sangat banyak jumlahnya dalam kolostrum dibandingkan dengan ASI matang. Kedua zat imun tsb akan menstimulasi dan meningkatkan sistem imun bayi. Dan penelitian menunjukkan bahwa manfaat tsb akan terus didapatkan bayi selama hidupnya. Lebih jauh lagi, kolstrum beraksi sebagai laxative (“obat pencuci perut”) yg efektif, mulai dari membuang meconium dari usus, hingga memecahkan bilirubin (substansi yg dapat membuat bayi menjadi kuning). Dua minggu kemudian, kolostrum akan berubah komposisi menjadi ASI matang. Namun kondisi tsb tidak terjadi secara sekaligus. Kolostrum akan secara perlahan berubah menjadi ASI matang. Karena itu ASI yang dihasilkan di saat-saat tsb terlihat lebih kekuningan dibandingkan ASI yg dihasilkan kemudian. Terkadang kita jumpai beberapa ibu yang belum dapat menghasilkan ASI di awal setelah kelahiran bayinya. Ibu-ibu yang tidak melihat kolostrum saat menyusui bayinya akan merasa khawatir jika dirinya tidak dapat memproduksi ASI. Namun, kenyataan bahwa tidak terlihatnya ASI saat bayi menyusu, bukan berarti ASI (kolostrum) tidak keluar. Kolostrum yang dihasilkan ibu umumnya diproduksi dalam jumlah yang sangat kecil, yaitu sekitar 7.4 sendok teh (36.23 ml) per harinya. Atau sekitar 1.4 hingga 2.8 sendok teh (6.86-13.72 ml) sekali menyusu. Dan jumlah yang sangat sedikit tsb akan segera diminum dan ditelan oleh bayi (Hartmann 1987; Hartmann and Prosser 1984; Houston et al. 1983). Kenyataan bahwa warna dari kolostrum yang bening kekuningan dan tampak spt air liur menyebabkan kolostrum sulit untuk diidentifikasi. Sehingga tak jarang ibu yang merasa ASInya belum keluar, padahal ASI (kolostrum) nya sudah keluar. Memerah ASI di awal-awal pasca melahirkan akan terasa sulit, karena payudara terasa bengkak. Disini ibu membutuhkan bantuan dari konsultan laktasi. Selanjutnya seiring dengan waktu dan makin seringnya ibu memerah ASI, maka ibu akan lebih terampil dalam memerah ASI. Karena sedemikian berharganya kolostrum, maka pastikan ibu memberikannya ke bayi meskipun hanya dalam jumlah yg amat sangat sedikit. Kolostrum ini akan menjadi hadiah yang tak ternilai harganya utk anak. Karena manfaatnya yang demikian hebat, maka segala macam upaya dalam memberikan kolostrum akan menjadi hal yang patut diperjuangkan. Rooming-In (Rawat Gabung) Banyak RS yang menawarkan pilihan agar bayi dapat terus bersama ibunya selama 24 jam. Kondisi ini dinamakan rawat gabung. Meskipun selama ini banyak RS yang masih menerapkan ruangan khusus untuk bayi, terpisah dari ibunya. Namun riset terakhir menunjukkan bahwa jika tidak ada masalah medis, tidak ada alasan untuk memisahkan ibu dari bayinya, meskipun sesaat (Yamauchi and Yamanouchi 1990; Buranasin 1991; Oslislo and Kaminski 2000). Bahkan makin seringnya ibu melakukan kontak fisik langsung (skin-to-skin contact) dengan bayi akan membantu menstimulasi hormon prolaktin dalam memproduksi ASI (Hurst 1997). Karena itu pada tahun 2005, American Academy of Pediatrics (AAP) mengeluarkan kebijakan agar ibu dapat terus bersama bayinya di ruangan yang sama dan mendorong ibu untuk segera menyusui bayinya kapanpun sang bayi menginginkannya. Semua kondisi tsb akan membantu kelancaran dari produksi ASI. Susui bayi sesering mungkin Seperti yang telah diketahui bersama, ibu harus menyusui sesering mungkin kapanpun bayi menginginkannya. Ini berarti, paling tidak tiap 2 hingga 3 jam sekali dan tiap 4 hingga 5 jam di malam hari dari 8 hingga 12 kali menyusui selama 24 jam. Coba kalkulasikan berapa lama bayi menyusu, mulai dari awal hari menyusu hingga akhir hari. Umumnya bayi menyusu kira-kira 20-40 menit sekali menyusu, tapi bukan berarti ibu harus melihat jam dan mengukur lamanya bayi menyusui. Di minggu-minggu pertama menyusui, terutama saat bayi baru lahir, hari-hari ibu terasa hanya diisi dengan kegiatan menyusui saja. Saat bayi baru selesai menyusui, ibu harus menyusu kembali. Ini sangat lumrah terjadi. Sebelum ASI matang keluar, bayi akan terasa begitu rakus menyusu. Hal ini disebabkan lambung bayi yang begitu kecil, sehingga mereka mudah lapar. Makin sering bayi menyusui akan memperbanyak ASI yang diproduksi. Hal ini disebabkan oleh stimulasi maksimum dari reseptor-reseptor prolaktin yang akan memicu produksi ASI dalam jumlah sebanyak mungkin. Bulan pertama menyusui adalah masa pembelajaran utk bayi. Di bulan tsb, ia berusaha menguasai betul bagaimana teknik menyusui yang tepat. Hingga masuk ke bulan berikutnya, ia dapat menyusu dengan baik dalam waktu yang singkat. Dengan selalu berada di dekatnya, Ibu dapat memastikan tanda-tanda awal bayi lapar (mimik muka tanda haus, dsbnya). Jadi ibu dapat segera menyusuinya sebelum bayi kelaparan dan menangis karena stres. Jika hal ini dilakukan, ibu dan orang sekitar ibu akan terhindar relatif jauh dari stres. Seiring waktu, ibu tidak selalu menghabiskan waktu dengan menyusui sepanjang hari. Ingatlah bahwa ibu dalam masa pemulihan pasca melahirkan, sehingga ibu butuh banyak istirahat. Menyusui adalah cara alami untuk memastikan ibu dapat berisitrahat dengan baik. Terutama di sela waktu menyusui. Ibu dapat beristirahat saat bayi sedang tidak menyusu. Semakin bertambahnya waktu juga, bayi akan memiliki pola menyusui. Sehingga ibu dapat mengatur waktunya dengn baik. Pola menyusui yang bayi atur akan sangat spesifik sesuai dengan kebutuhannya. Mulai dari kebutuhan emosinya hingga kebutuhan fisiologisnya. Dan pola menyusui tsb akan terus berubah sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Lindungi diri dengan lingkungan yang supportif Masa menyusui adalah masa yang paling sensitif dalam kehidupan ibu. Baik secara fisik ataupun emosional. Begitu ibu mulai menyusui, ibu butuh lingkungan yang supportif, yang mendukung ibu dari berbagai keraguan dan kritikan. Menyusui memang hal biologis yang wajar. Namun di dalam masyarakat, kita masih sering menjumpai orang-orang yang tidak nyaman dengan keberadaan ibu menyusui. Dan orang-orang ini akan banyak melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang sinis seputar produksi ASI ibu. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan yang mereka ketahui tentang menyusui dan kadang dipengaruhi oleh anggapan yang salah tentang payudara dari segi sexual. Disini lah ibu butuh banyak dorongan dan dukungan positif. Jangan pedulikan tanggapan negatif yang dapat mengganggu kenyamanan dan rasa percaya diri ibu akan ASI dan menyusui. Memang tidak mudah menjaga jarak dari orang-orang yang tidak mendukung ibu dalam hal menyusui. Namun ingatlah bahwa ibu butuh suasana dan lingkungan yg kondusif demi keberhasilan ASI eksklusif. Ingatlah selalu bahwa bayi ibu butuh air susu ibu. Ingatlah selalu akan hal ini diatas segala kritikan dan tekanan. Jika ibu sulit menghadapi berbagai kritikan dan tekanan, mintalah bantuan suami ataupun orang lain yang dapat membantu ibu untuk menghadapi hal tsb. Mungkin ibu berpikir, “Bagaimana jika orang yg tidak mendukung saya adalah ibu saya atau ibu mertua saya ? Bagaimana cara utk menghadapinya ?”. Banyak eyang baru yang tidak berhasil menyusui anaknya saat ia bayi. Beberapa eyang yang sedih akan berupaya sedemikian rupa membantu agar anaknya ataupun menantunya sukses menyusui bayinya. Namun ada juga eyang yang justru menjadi defensif. Mereka akan berupaya mempertahankan pendapatnya agar diberikan susu formula dan menganggap menyusui adalah hal yang menyebalkan. Nah tahukah anda pengalaman ibu anda ataupun ibu mertua anda dalam hal menyusui ?! Tanyakan hal ini kepada mereka. Dengarkan cerita dan pengalaman mereka saat menyusui dulu. Dengan demikian, anda mendapatkan informasi, dukungan ataupun masalah teknis yang mungkin anda belum dapatkan. Hal ini akan mengetahui bagaimana perjuangan mereka dahulu dan bagaimana anda mengetahui betul bahwa mereka adalah orang tua yang baik. Dengan menunjukkan empati dan mendengarkan pengalaman mereka, anda akan mendapatkan dukungan ataupun masukan yang baik dalam menyusui. Kewajiban lainnya Di minggu-minggu pertama menyusui, ibu akan terfokus pada perawatan anak, menyusui dan merawat diri sendiri. Tanggung jawab lainnya tidak akan terlalu menjadi perhatian. Jika anda memiliki anak yang lebih besar (akak dari bayi), anda perlu memperhatikan mereka juga. Padahal anda harus membagi perhatian utama ke bayi dan anda sendiri. Mintalah bantuan kepada suami ataupun pengasuh yang akan membantu anda dalam memenuhi kebutuhan utama sang kakak. Biasanya teman ataupun kerabat akan mengunjungi ibu di awal-awal pasca ibu melahirkan. Di saat spt ini ibu seringkali merasa tidak dapat leluasa menyusui bai ataupun utk beristirahat. Jika hal ini terjadi, katakanlah secara perlahan dan sopan kepada tamu bahwa ibu butuh waktu untuk menyusui ataupun istirahat. Jika tamu tsb tetap memaksa utk tinggal, maka cara terbaik adalah membatasi waktu berkunjung. Atau ibu dapat menjelaskan secara perlahan bahwa ibu butuh istirahat. Istirahat di tempat tidur Tahukah anda bahwa istrihat di tempat tidur di hari-hari pertama menyusui adalah kunci awal keberhasilan menyusui. Ibu dapat membawa buku atau majalah ataupun tv untuk dibawa ke kamar ibu. Siapkan juga snack dan minuman di dekat tempat tidur. Jadi ibu hanya berdiri jika ke kamar mandi. Meluangkan waktu untuk memanjakan diri sendiri dan menyusui bayi kapanpun ia inginkan, akan membantu kelancaran ASI. Jika perlu jelaskan ke tiap orang bahwa ini adalah “perintah dokter” jika ibu butuh justifikasi. Pasca melahirkan, banyak dokter yang menginstruksikan kepada ibu utk melakukan hal diatas. Karena meskipun ibu merasa senang dan segar, tubuh ibu tetap butuh istirahat banyak utk memulihkan diri pasca melahirkan. Jika ibu tidak istirahat di awal-awal pasca melahirkan, maka beberapa bulan berikutnya akan terasa lebih sulit. Dan hal ini jelas akan mempengaruhi produksi dari ASI. Masak dan pekerjaan rumah Dari sekian banyak tanggung jawab, ada 2 hal yang sebaiknya tidak ibu lakukan sendiri, yaitu masak dan pekerjaan rumah. Mintalah bantuan teman ataupun keluarga utk dapat membantu ibu menyiapkan makanan. Jadi jika ada banyak tamu yang datang membawakan banyak makanan, simpanlah dalam kulkas utk cadangan makanan ibu nanti. Biasanya banyak tamu yang berpikir jika mereka membawa makanan akan jauh lebih bermanfaat utk ibu pasca melahirkan. Pekerjaan rumah, terutama di hari-hari saat ibu melahirkan, akan terasa sangat menumpuk. Ini bukan waktunya utk ibu memikirkan hal-hal resik spt ini. Meskipun banyak yang sudah membantu membersihkan rumah dsbnya. Jangan pedulikan hal-hal yang detail, terutama menyangkut urusan keapikan rumah, selama masa awal menyusui. Jangan paksakan diri utk membereskan pekerjaan rumah, terutama di awal pasca melahirkan. Mintalah bantuan orang lain. Beritahukan mereka dimana letak piring akan menghemat energi ibu daripada mengerjakannya sendiri. Ingat dan ingatlah selalu bahwa urusan rumah bukanlah tanggung jawab anda saat ini. Tiap orang yang bertamu akan mengerti bagaimana rasanya menjadi seorang ibu. Sehingga mereka tidak akan menuntut rumah selalu terlihat rapi. Seorang ibu menyusui yang mengatakan: “Memang melakukan sesuatu tidak semudah mengatakan sesuatu. Semua orang bilang saya hanya boleh menyusui saja. Santai dan jangan memikirkan urusan rumah. Jangan hiraukan. Konsentrasi menyusui saja. Lupakan urusan lain. Saya pikir saya tidak akan menghiraukan nasehat itu, Ini sama saja saya membiarkan diri saya sendiri bermalas-malasan. Padahal saya dapat melakukannya meski saya harus mengurus dan menyusui bayi saya. Saya tidak mengerti kenapa tiap orang menyarankan hal tsb”. Jawabannya hanya satu : Jangan biarkan energi ibu habis untuk hal yang tidak perlu, meski itu sekecil apapun. Simpan energi ibu untuk menyusui bayi. Pengasuh pasca melahirkan (Postpartum Doula Care ) Banyak ibu yang memilki suami ataupun keluarga yang begitu mendukung dan membantu semua urusan ibu. Namun ada hal lain yg ibu butuhkan selain hal tsb.Selain merawat bayi, ibu juga perlu merawat dan memanjakan diri sendiri. Terkadang ibu juga merasa kebingungan dalam merawat bayi baru lahir. Disinilah ibu butuh bantuan dari doula. Doula adalah orang (biasanya wanita) profesional yg membantu ibu dalam merawat bayi dan memberikan dukungan dalam menyusui. Banyak juga doula yg ikut membantu ibu dalam proses persalinan, meski banyak juga yg membantu ibu pasca melahirkan. Doula juga dapat membantu ibu dalam mengurus rumah, mengasuh sang kakak dari bayi, ataupun merawat anda. Kehadiran doula bukan hanya utk membantu hal-hal tsb diatas, tetapi juga membantu memastikan ibu agar tetap percaya diri selama proses menyusui dengan bayinya. Saat ibu memilih menyewa doula, tanyakan betul bagaimana filosofinya tentang perawatan bayi. Apakah ia percaya bahwa bayi disusui kapanpun bayi menginginkan atau ia lebih meyakini agar proses menyusui dilakukan berdasarkan jam? Apakah dia lebih suka bayi tinggal sekamar bersama ibu, atau ia lebih suka bayi dirawat olehnya ? Apakah ia mengerti betul tentang masalah-masalah menyusui ? Apalah dia menyarankan ibu untuk menemui konsultan laktasi jika dibutuhkan ? Dengan mengetahui betul filosofi dari doula yg akan ibu sewa, maka ibu dapat memastikan kelancaran berbagai urusan di rumah dan proses menyusui. Dan apabila ibu memiliki berbagai pertanyaan atau sekedar ingin mengetahui berbagai hal seputar menyusui, ibu dapat menghubungi ahli laktasi. Makan, minum dan tidur nyenyak Agar anda memiliki tenaga utk menyusui dan merawat bayi, anda butuh makanan yang bergizi, banyak cairan dan tidur yang banyak. Jangan melewatkan saat makan. Bahkan, ibu perlu makan snack bergizi di sela-sela waktu makan. Secara umum, jumlah dan kualitas makanan sangat perlu diperhatikan bagi ibu menyusui. Meski tubuh ibu akan membuat ASI yang bagus (berkualitas) meskipun ibu makan makanan yg kurang gizi. Makan makanan yang bergizi akan mengembalikan tubuh ibu ke kondisi prima. Karena itu nikmatilah waktu makan dengan baik. Minuman juga perlu diperhatikan. Minumlah saat ibu merasa haus. Ingatlah, minum dalam volume yang banyak tidak akan memperbanyak ASI. Air adalah cairan terbaik. Meskipun ibu dapat minum the yg tidak berkafein jika ibu menginginkannya. Buah dan jus jeruk juga sangat bermanfaat karena gizinya yg baik. Tapi jika anda minum jus yang ada dalam kemasan, pastikan anda membaca label kemasan. Pastikan tidak ada gula di dalamnya. Gula dalam jus kemasan hanya akan menambah kalori yang tidak diperlukan tubuh. Beberapa ibu merasa jika ia minum banyak jus jeruk, maka bayinya menjadi rewel. Demikian juga dengan susu sapi. Beberapa bayi sensitif thd protein dari susu sapi yg ada di dalam ASI. Meski hanya sedikit ibu yg mengalaminya. Ada anggapan bahwa ibu harus minum susu agar dapat membuat ASI. Anggapan ini tidak benar. ASI dibuat dari berbagai nutrien yg ada dari berbagai sumber. Jadi bukan hanya dari susu. Banyak ibu yang tidak minum susu dan tidak ada masalah dalam produksi ASInya. Selain urusan makan dan minum, hal lain yg perlu ibu perhatikan adalah masa tidur. Tidurlah kapanpun ibu bisa. Tidurlah saat bayi sedang tidur. Di awal kehidupannya, bayi masih belum memiliki pola tidur yg teratur. Sehingga waktu malam ia masih memungkinkan sering bangun dan memotong waktu tidur ibu di malam hari. Karena itu tidurlah saat bayi sedang tidur. Saat bayi tidur, biasanya ibu memanfaatkannya utk menelpon, menulis, mengerjakan pekerjaan rumah dsbnya. Padahal inilah waktu yg tepat utk ibu banyak beristirahat. Mungkin tidak mudah utk ibu tidur saat bayi tidur. Terutama jika tidak alma kemudian bayi bangun. Namun seiring waktu ibu akan terbiasa beristirahat dan mengikuti ritme bayi. Percayalah ibu akan mendapatkan banyak manfaat dengan istirahat banyak. Apalagi tubuh ibu butuh memulihkan kondisi pasca melahirkan. Agar produksi ASI selalu optimal Menyeimbangkan urusan menjaga produksi ASI agar terus optimal, menyusui dan mengurus keluarga adalah hal yg tidak mudah. Setiap hari ibu harus memenuhi kebutuhan bayi, keluarga dan diri sendiri. Terkadang sulit sekali bagi ibu utk membagi perhatian dan menyeimbangkan semua urusan. Jika hal ini terjadi, cobalah utk selalu mengingat bahwa ibu telah memberikan yg terbaik utk keluarga ibu sesuai dengan kemampuan ibu. Jangan pernah memaksakan diri sendiri. Anda akan kelelahan jika berusaha memaksakan diri. Akibatnya produksi ASI juga tidak optimal. Bersikap ariflah dalam melalui proses ini. Ingatlah, anda butuh waktu banyak utk mencintai bayi anda, sosok mungil yg baru lahir dan butuh waktu singkat sebelum ia tumbuh besar. Referensi American Academy of Pediatrics. Policy statement: Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics 2005; 115(2):496-506. Buranasin, B. The effects of rooming-in on the success of breastfeeding and the decline in abandonment of children. Asia Pac J Public Health 1991; 5(3):217-20. Dewey, K., Nommsen-Rivers, L., Heinig, M., Cohen, R. Risk factors for suboptimal infant breastfeeding behavior, delayed onset of lactation, and excess neonatal weight loss. Pediatrics 2003; 112(3 Pt 1):607-19. Grajeda, R. and Perez-Escamilla, R. Stress during labor and delivery is associated with delayed onset of lactation among urban Guatemalan women. J Nutr 2002; 132(10):3055-60. Hartmann, P. Lactation and reproduction in Western Australian women. J Reprod Med 1987; 32:543-47. Hartmann, P. and Prosser, C. Physiological basis of longitudinal changes in human milk yield and composition. Fed Proc 1984; 43:2448-53. Houston, M., Howie, P., McNeilly, A. Factors affecting the duration of breast feeding: 1. Measurement of breast milk intake in the first week of life. Early Hum Dev 1983; 8:249-54. Hurst, N., Valentine, C., Renfro, L. et al. Skin-to-skin holding in the neonatal intensive care unit influences maternal milk volume. J Perinatol 1997; 17(3):213-17. Oslislo, A. and Kaminski, K. Rooming-in: a new standard in obstetrics and neonatology. Ginekol Pol Apr 2000; 71(4):202-7. Ransjo-Arvidson, A., Matthiesen, A., Lilja, G. et al. Maternal analgesia during labor disturbs newborn behavior: effects on breastfeeding, temperature, and crying. Birth 2001; 28(1):5-12. Righard, L. and Alade, M. Effect of delivery room routines on success of first breast-feed. Lancet 1990; 336:1105-07. Rowe-Murray, H. and Fisher, J. Baby friendly hospital practices: cesarean section is a persistent barrier to early initiation of breastfeeding. Birth 2002 Jun; 29(2):124-31. Wang, Y. and Wu, S. Effect of early suckling and emptying the breasts after nursing on exclusive breastfeeding. Zhonghua Fu Chan Ke Za Zhi 1994; 29(8):465-7, 509-10. Widstrom, A., Wahlberg, V., Matthiesen, A. Short-term effects of early suckling and touch of the nipple on maternal behavior. Early Hum Dev 1990; 21:153-63. Yamauchi Y. and Yamanouchi, I. The relationship between rooming-in/not rooming-in and breast-feeding variables. Acta Paediatr Scand 1990; 79:1017-22. Last edited Sunday, September 18, 2005 9:38 PM by jlm. Lely Soraya I @ September 2005 Salam manis, Bunda Nenni & Zahwa
   
22-07-2016 08:32:20 hamil atau engga
Jumlah Posts : 1269
Jumlah di-Like : 8

Dear bunda Desi Nurfitri Qotrunnada,

Tespack dapat diulang 1 minggu pasca tes yang sebelumnya. Keluhan yang bunda alami, selain karena adanya kehamilan, dapat juga disebabkan karena adanya gangguan hormonal, stres, aktivitas fisik yang berlebihan, penggunaan metode kontrasepsi, konsumsi obat tertentu, dan adanya penyakit pada organ reproduksi. Sebaiknya untuk memastikan keadaan bunda, disarankan untuk memeriksakan diri secara langsung pada dokter, pemeriksaan penunjang seperti USG dan Laboratorium diperlukan untuk menegakkan diagnosa, sehingga terapi serta tindakan yang tepat dapat diberikan.

   
14-06-2016 15:06:18 tangan kesemutan
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,

Pada Bunda yang sedang hamil, dapat terjadi pembengkakan pada ujung-ujung alat gerak tubuh dan masih dalam batas normal selagi tensi darah Anda juga normal. Kesemutan atau paresthesia sesekali wajar dialami dan dapat menghilang dengan sendirinya. Bila keadaan ini berulang dan berlangsung lama atau terus menerus, maka perlu di curigai ada sesuatu yang tidak wajar dan mengganggu kesehatan. Pada Ibu hamil, pembengkakan pada anggota tubuh dapat menekan syaraf (yang umumnya terjadi pada tangan dan kaki) sehingga terjadi sensasi "kesemutan" yaitu hilangnya rasa dan seperti ditusuk-tusuk jarum kecil. 

Bila hal ini terjadi pada Bunda, pastikan asupan nutrisi Bunda terpenuhi dengan baik ( vitamin, mineral , zat besi dan asam folat), tinggikan posisi anggota tubuh yang terasa "kesemutan", hindari menekan daerah yang kesemutan dan beristirahatlah. Kunjungi dokter Anda bila sensasi ini terasa terus menerus dan tidak membaik.

   
Jumlah Posts : 11
Jumlah di-Like : belum ada like
assalamualaikum Bunda smuanya...
Alhamdulillah ternyata debaynya benar2 nyata.tdi waktu di usg debar jantungnya terdengar jelas...kata dokter sy sdh 11week 5 hari alhamdulillah...
berat badan turun dari 70kg menjadi 68,5 gara2 malas makan malam ,untungnya sy diberi obat penguat dan vitamin ma dokter plus minum susu hamil...
tak pernah berhenti bersyukur pada Allah SWT krn debaynya sehat...
Smoga kita sllu semangat n selamat sampai Melahirkan...Amin
   
25-08-2015 10:04:17 Suntik TT
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda, 


Suntikan vaksinasi untuk ibu hamil dapat di berikan pada awal kehamilan dan kemudian diberikan booster (suntikan yang ke-2) setelah 4 minggu dari penyuntikan yang pertama.

Suntik imunisasi tetanus ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tetanus neonatorum pada bayi ketika ia dilahirkan. Semakin majunya dan membaiknya sanitasi lingkungan serta terjaminnya sterilitas alat-alat kesehatan dalam persalinan, banyak dokter yang berpendapat imunisasi ini tidak begitu penting karena minimnya infeksi tetanus. 

Vaksin TT aman diberikan pada ibu hamil, dan sebaiknya dilakukan sebagai pencegahan dari infeksi tetanus.

   
16-06-2014 15:37:53 usia 8w btk pilek
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda, 
Batuk dapat disebabkan oleh virus, bakteri maupun alergi. Apabila Bunda telah diobati namun tak kunjung sembuh, perhatikan lingkungan sekitar Anda. Apakah Anda tertular dari orang lain? Hindari oran lain yang sedang mengalami batuk maupun flu untuk mencegah tertular penyakit tersebut. Perhatikan apakah ada bahan-bahan tertentu yang dapat mengakibatkan alergi pada Anda. Alergen dapat berupa debu, udara yang dingin, bulu hewan, buah-buahan tertentu dan lainnya. Hindari bahan-bahan yang dapat memicu timbulnya alergi dan perhatikan apakah batuk anda membaik setelah itu. Perhatikan asupan nutrisi Anda, luangkan waktu untuk beristirahat dengan baik agar stamina Anda tetap terjaga. Obat batuk yang dapat digunakan pada ibu hamil yaitu Obat Batuk Hitam, namun sebaiknya Bunda memeriksakan keadaan sebelum menggunakan obat-obatan.

   
10-02-2014 16:36:53 batuk pilek bikin susah nafas
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,

HPHT dapat membantu dalam memperkirakan HPL bila siklus menstruasi Bunda terjadi secara teratur. USG juga bisa membantu memperkirakan HPL, dari kedua metode tersebut dapat terjadi perbedaan waktu. menurut saya ikuti perkiraan saran dari dokter atau Bidan yang nantinya akan membantu persalinan Bunda untuk kapan kembali melakukan pemeriksaan agar kehamilan Bunda selalu terpantau, meskipun HPL dari dua metode tersebut berbeda-beda.

Ketika batuk, terjadi mengejan (mengedan) sehingga tekanan di dalam rongga perut bertambah, air seni yang keluar saat Bunda batuk dapat dikarenakan tekanan yang tinggi ketika batuk ditambah dengan tertekannya kandung kemih oleh rahim yang mendesak kandung kemih. Bila batuk di rasa sangat mengganggu, maka Bunda sebaiknya memeriksakan diri pada dokter.

OBH umumnya diberikan pada ibu hamil, namun sebaiknya dilakukan pemeriksaan sebelum meminum obat tersebut (menurut saran dokter atau bidan).

   
10-02-2014 11:50:59 Ada benjolan diketiak kiri
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,

Benjolan pada ketiak Bunda yang menyusui dapat merupakan suatu perpanjangan dari jaringan payudara. Benjolan ini berisi susu ASI, dan akan mengecil setelah ASI di susukan atau payudara dikosongkan. Hal ini sebenarnya tidak mengganggu, dapat menghilang dengan sendirinya atau muncul kembali saat kehamilan.

Bedakan dengan benjolan yang menandakan adanya infeksi atau hal lain (misalnya karena mencabut bulu ketiak atau mencukur bulu ketiak, adanya kista atau lainnya), benjolan dari kelenjar limfe yang membengkak bisa dikarenakan adanya pertahanan tubuh yang sedang melawan infeksi (misalnya saat demam dan batuk pilek), atau karena keadaan autoimun. Bila tidak ada tanda-tanda infeksi ataupun peradangan (seperti demam, berwarna kemerahan, nyeri tekan, adanya nanah atau adanya luka, adanya perubahan warna kulit atau ukuran pori-pori yang membesar) maka tidak perlu di khawatirkan. Namun, meski bagaimanapun, baiknya dilakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa benjolan tersebut tidak ada tanda-tanda kearah keganasan. Tidak dianjurkan meminum obat-obatan maupun jamu atau herbal tanpa sepengetahuan dan anjuran dokter. Pada ibu yang menyusui, kandungan obat atau herbal dapat terbawa pada air susu. Maka itu, pengobatan yang dilakukan oleh dokter akan pertimbangkan jenis maupun kadar dan indikasinya.