SITE STATUS
Jumlah Member :
493.715 member
user online :
1158 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: nama bayi perempuan yang lahir di hari idul adha

New Topic :  
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
halloo haii haiii namaku Arethusa Kanisa Putri .. aku bayi perempuan. aku lahir pas waktu idul adha 05 oktober 2014 eh pas hari angkatan bersenjata juga. berat badanku 3.3kg panjang badan 5.1 cm... salam kenal teman :)
Hidden Image
   


02-09-2017 17:39:36 perkenalan
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
ada saran g ya nama bayi laki2 yg lahir tepat di hari raya idul adha?
   
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
ada saran ga ya buat nama bayi laki2 yg lahir tepat di hari raya idul adha??
   


24-11-2012 11:56:33 Q U I Z
Jumlah Posts : 11
Jumlah di-Like : belum ada like
wah..saya ketinggalan informasi ni tante admin, blum terlambatkan utk ikutan quiz nya

ASI adalah anugerah dari Tuhan yang menakjubkan! Banyak sekali manfaat yang akan diperoleh dari ibu dan bayi dari kegiatan menyusui.

Tubuh seorang perempuan diciptakan untuk memproduksi ASI guna memenuhi kebutuhan bayinya, dan merupakan hal yang terbaik untuknya. Susu formula merupakan pengganti yang buruk dan hanya digunakan jika ibu benar-benar tidak dapat menyusui.

ASI mengandung kombinasi nutrisi yang sempurna untuk bayi, di mana hampir 100 jenis yang terkandung di dalamnya! Nutrisi tersebut berubah sesuai dengan kebutuhan bayi.

Bayi yang baru lahir membutuhkan tingkat lemak yang lebih tinggi selama 6 bulan. Dan tubuh seorang ibu akan mengetahui hal itu dan menyesuaikannya dengan tepat.

Keuntungan ASI untuk bayi :

-    ASI mengandung antibodi dalam jumlah besar yang berasal dari tubuh seorang ibu. Antibodi tersebut membantu bayi menjadi tahan terhadap penyakit, selain itu juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. 

-    Hormon yang terdapat di dalam ASI menciptakan rasa kantuk dan rasa nyaman. Hal ini dapat membantu menenangkan  kolik atau bayi yang sedang tumbuh gigi dan membantu membuat bayi tertidur setelah makan.

-    Menyusui membantu perkembangan otak. Bayi yang diberi ASI rata-rata memiliki IQ 6 poin lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula.

-    Menyusui secara psikologis baik bagi bayi dan meningkatkan ikatan dengan ibu.

Keuntungan untuk Ibu :

-    Cara paling mudah untuk menurunkan berat badan. Menyusui membakar ekstra kalori sebanyak 200-250 per hari.

-    Menyusui itu gratis. jadi ibu bisa menabung untuk keperluan si kecil

-    ASI selalu siap tersedia. Ibu tidak perlu repot-repot membawa bekal susu formula ataupun air panas jika bepergian

-    ASI merupakan metode kontrasepsi yang alami

-    Pelepasan hormon oksitosin ketika menyusui meningkatkan perasaan tenang, nyaman, dan cinta untuk bayi.

-    Menyusui bagus untuk kesehatan. Menyusui membantu uterus kembali ke ukuran normal lebih cepat dan mencegah perdarahan. Ibu yang menyusui memiliki iinsiden lebih sedikit terkena osteoporosis dan beberapa tipe kanker termasuk kanker payudara dan kanker ovarium.

Kebaikan untuk lingkungan dan kelestarian bumi :

-    Memberikan ASI lebih ramah lingkungan karena ibu terhindar dari konsumsi susu formula yang dibuat dari susu sapi atau kedelai. Terdapat isu mengenai eksploitasi sapi yang berlebihan serta bahan kimia yang digunakan untuk menumbuhkan kedelai.

-   Susu formula dan botol susu harus diproduksi dan dikemas, dimana hal tersebut menggunakan banyak energi dan sumber daya. Setelah itu didistribusikan ke toko-toko. Konsumen menggunakan bahan bakar untuk sampai ke toko dan membeli susu formula.

-   Kemasan dan botol bekas harus dibuang.

Terima kasih


   
02-12-2010 13:19:40 ARTI NAMA BAYI KITA
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
ikutan nimbrung bun,
bayiku perempuan yang lahir tanggal 27 Oktober 2010, dalam keadaan normal waktu lahir BBnya 3.8kg dan panjang 51cm dan saat ini baru 1 bulanan n BB sekarang udah 4.8kg Nama Bayi ku AZKYA OKTAVANIA FITRI arti nama Bayiku :
* AZKYA  yang berarti Gadis yg cerdas
* OKTAVANIA yang berarti hadiah dari tuhan yg indah di bulan oktober tapi bisa menjadi ganda artinya yaitu anak vani (ayahnya) yg lahir di bulan oktober
* FITRI yang artinya Suci (juga nama ibunya)

Jadi jika disatukan memiliki arti Hadiah dari tuhan yg indah di bulan oktober berupa gadis yg cerdas dan suci, amiiiiiiiiiiiinnnnnnnn!!!
   


Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

MEMANTAU BERAT BADAN BAYI

Tumbuh kembang bayi dapat tercermin dari peningkatan berat badannya.

Ada banyak cara memantau kesehatan bayi. Tapi yang termudah dan terjelas adalah dengan mengukur kondisi fisiknya. Inilah yang dikenal dengan istilah pengukuran antropometri yang mencakup pengukuran berat badan, panjang (tinggi) badan, lingkar lengan, serta lingkar kepala.

Pembahasan kali ini diutamakan pada berat badan (BB) bayi yang kerap menjadi perhatian utama karena nyata terlihat. Namun, bukan berarti orangtua boleh mengabaikan tinggi (panjang) badan, lingkar lengan serta lingkar kepala lo. Ketiga komponen itu tetap harus mendapat perhatian karena juga dapat dijadikan sebagai tolok ukur kesehatan bayi.

Sajian rubrik Dunia Bayi minggu ini menyajikan kiat-kiat cara memantau berat badan bayi plus bagaimana menjaga agar BB si kecil bisa dalam standar ideal.

Selamat mambaca!

BB TURUN DULU LANTAS NAIK

Bila dicermati pada waktu 1-2 minggu setelah lahir, bobot bayi menyusut. Karena tubuhnya masih banyak mengandung air sebagai "oleh-oleh" dari dalam rahim. Dalam rentang waktu 1-2 minggu tersebut, cairan itu sedikit demi akan keluar melalui urine dan menurunkan bobot bayi secara otomatis. Tentu saja angka penurunannya tidak drastis. Dengan begitu, jika setelah 1-2 minggu kelahiran bayi, BB si kecil turun, itu merupakan hal alamiah. Jadi tak perlu terlalu dikhawatirkan.

Di minggu-minggu berikutnya, berat badan si kecil relatif meningkat, yakni sekitar 750-1.000 gram per bulannya. Setelah usia 3-6 bulan kenaikannya tidak sebesar itu, yaitu sekitar 500– 600 gram per bulan. Nah, di usia 6-9 bulan penambahan bobotnya semakin melambat, sekitar 350–450 gram per bulan. Begitu pula ketika si kecil berusia 9-12 bulan, penambahannya tak terlalu mencolok sekitar 150–250 gram per bulannya.

Ketika memasuki usia satu tahun, umumnya penambahan berat badan bayi mulai melambat lagi. Namun, bukan berarti terjadi penurunan. Beratnya tetap meningkat, hanya saja perlahan-lahan atau tidak sepesat sebelumnya. Yang jelas, orangtua tak perlu kaget atau khawatir. Itu artinya normal-normal saja. Toh, berbagai penelitian terhadap sejumlah bayi normal dari berbagai ras juga menunjukkan adanya penurunan berat badan di rentang usia 0-12 bulan.

KEBUTUHAN ENERGI & BERAT BADAN

Agar berat badan sang buah hati tetap mengalami peningkatan yang normal dan sesuai dengan pertambahan usianya, berikan ia asupan nutrisi yang adekuat dengan komposisi zat gizi yang seimbang. Maksudnya, makanan yang dikonsumsi hendaknya mengandung unsur karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin-mineral yang cukup.

Patut diperhatikan bahwa tiap kelompok usia, kebutuhan energi anak berbeda-beda. Untuk bayi usia 0-6 bulan, kebutuhan energinya adalah 550 Kkal per hari. Sedangkan yang berusia 7-12 bulan, kebutuhan energinya adalah 650 Kkal. Tambahan lagi pada bayi, jenis makanan pun disesuaikan dengan kemampuannya saat itu. Contohnya, pada usia 0–6 bulan hanya minum ASI/susu formula, kemudian bertahap diberikan bentuk makanan yang lebih bertekstur mulai dari lembut hingga lebih kasar sesuai dengan kemampuan/toleransinya.

Bila berat badan bayi mengalami penurunan, apalagi bila tren tersebut terjadi dalam 1 bulan atau bahkan lebih (berarti lebih dari sekali pengukuran), harus dicari penyebabnya. Sebaiknya segera bawa buah hati Anda ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut, apakah jumlah minum/makannya sudah mencukupi kalorinya, ataukah ada penyebab-penyebab lainnya seperti penyakit-penyakit/kelainan-kelainan tertentu. Ada banyak kemungkinan penyebabnya, di antaranya adalah:

1. Pola makan dan asupan nutrisi yang tidak seimbang dan adekuat

2. Pengetahuan orangtua tentang nutrisi untuk anak/bayi yang kurang

3. Kelainan sistem organ dalam tubuh seperti:

- Sistem pencernaannya (seperti refluks gastrointestinal, diare kronik/melanjut, kelainan anatomis bawaan, dan lain-lain),

- Sistem hormonal (defisiensi hormon pertumbuhan, gangguan kelenjar tiroid/hipotiroid, diabetes, dan lain-lain),

- Sistem imunologi (defisiensi imunitas, AIDS/HIV, alergi berat terhadap makanan tertentu sehingga penyerapannya terganggu, penyakit autoantibodi, dan lain-lain),

- Kelainan jantung bawaan,

- Penyakit kronis seperti kecacingan, tuberkulosis, dan sebagainya.

MENGENAL KMS

Untuk memudahkan mengenali status gizi bayi--- menurut berat badan, jenis kelamin, serta usia----maka standar ideal digambarkan dalam bentuk kurva yang biasanya terdapat pada kartu atau buku pantau tumbuh-kembang bayi dari puskesmas atau rumah sakit. Dengan mengetahui ukuran ideal, orangtua diharapkan bisa mengetahui status kesehataan si kecil.

Saat ini ada dua kurva pertumbuhan yang digunakan yakni kurva yang terdapat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) hasil rancangan Departemen Kesehatan dan yang dikeluarkan oleh National Center for Health Statistics (NCHS)/Centers for Disease Control (CDC) yang berasal dari Amerika Serikat. Perbedaannya, kurva pertumbuhan pada KMS hanya mencantumkan berat badan dan umur. Sedangkan pada kurva NCHS mencantumkan berat badan, tinggi badan, umur dan jenis kelamin. Jadi kurva NCHS memang lebih praktis dan mudah dibaca. Sayangnya, NCHS mengacu pada pertumbuhan anak-anak di Amerika (ras kaukasia).

Dengan kurva tersebut, orangtua tinggal menyesuaikan antara usia, jenis kelamin dan berat untuk me-ngetahui, apakah berat badan bayinya masuk ke dalam kurva normal, kurang atau berlebih. Pemantauan proses tumbuh kembang bayi ini perlu dilakukan setiap bulan, sehingga bila terjadi penyimpangan dari garis atau pita normal dapat diketahui dengan segera dan dilakukan antisipasi yang tepat.

MEMBACA KURVA

Untuk membaca kurva berat badan bayi versi NCHS atau KMS sebenarnya mudah. Langkah pertama adalah me-ngetahui berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) atau usia (dalam bulan) si bayi. Kemudian dengan berpedoman pada komponen tersebut, cobalah untuk mencari titik temunya pada kurva yang tersedia. Patut diperhatikan bila menggunakan kurva NCHS, pilihlah kurva yang sesuai dengan jenis kelamin bayi Anda. Sebab, kurva ini dibedakan antara bayi laki-laki dan perempuan.

Cobalah cermati, apakah sudah sesuai dengan garis/pita standar (normal) yang tersedia (biasanya berwarna hitam), ataukah trennya malah cenderung menuju ke bawah (garis merah). Bila penambahan BB, TB dan usia bayi sesuai atau berada pada garis/pita standar, itu berarti tumbuh kembangnya normal. Nah, sebaiknya orangtua wajib waspada bila tren grafiknya cenderung menuju ke bawah (garis merah).

Fluktuasi memang mungkin terjadi, namun bila masih dalam rentang yang normal tidak apa-apa. Tapi, tetap dianjurkan untuk meningkatkan pertambahan BB/TB sesuai dengan standar usianya. BB yang turun bukan melulu ada gangguan. Faktor genetik juga menentukan pertum-buhan si kecil. Artinya, pertambahan berat juga dapat dilihat bagaimana riwayat BB keluarganya. Maksudnya, bila orangtua memang berperawakan kurus bisa jadi anaknya pun akan memiliki perawakan yang sama dengan orangtuanya.

Utami Sri Rahayu. Foto: Iman/nakita

PERTAMBAHAN BERAT BAYI, BENARKAH TURUN NAIK?

Semua bayi dari ras-ras yang ada di dunia mengalami penurunan pertambahan berat badan di bulan-bulan tertentu.

"Dok, kenapa, ya, pertambahan berat badan bayi saya naik-turun? Bulan kemarin naik 650 gram. Eh, bulan ini naiknya cuma 350 gram. Saya khawatir terjadi apa-apa pada bayi saya," kata seorang ibu saat berkonsultasi dengan dokter anak.

Menanggapi kecemasan ibu tersebut, dr. Hanifah Oswari, Sp.A., menegaskan para orang tua untuk tidak terlalu khawatir terhadap pertambahan BB bayi yang naik-turun. Umumnya dalam waktu 2 minggu setelah lahir, BB bayi akan mengalami penurunan setidaknya sekitar 10 persen. Sebelumnya sewaktu lahir, badan bayi masih banyak mengandung air sehingga timbangannya lebih berat. Nah, dalam 2 minggu pertama itulah cairan berangsur-angsur keluar melalui saluran urin. "Ini proses yang alamiah, kok. Kebanyakan bayi akan mengalami penurunan BB," kata dokter dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Senada dengan Hanifah, penelitian yang dilakukan oleh Judith Groner juga menunjukkan bahwa dalam jangka waktu 1-2 minggu setelah lahir BB bayi akan turun sekitar 10 persen. Meski begitu, umumnya BB si kecil akan kembali seperti waktu lahir dalam beberapa pekan kemudian. Demikian hasil penelitian yang diungkapkan oleh asosiasi profesor bidang penyakit anak pada Fakultas Kedokteran, Columbus University, Ohio, Amerika Serikat.

KISARAN BB NORMAL

Bobot bayi baru lahir yang dikategorikan normal berada pada rentang 2.500 ­ 4.000 gram. Setelah itu, pertambahan bobotnya tentu akan berbeda-beda; ada yang tinggi dan ada yang rendah. Umpamanya, ada bayi yang penambahan BB-nya 600 gram per bulan. Namun, ada juga yang bertambah hanya sekitar 350 gram per bulan.

Kepastian apakah BB bayi normal atau tidak bisa dilihat dari kurva Lubchenko. Biasanya kurva ini dicantumkan dalam kartu menuju sehat (KMS) atau buku pantau tumbuh-kembang bayi yang bisa didapat di puskemas atau rumah sakit. Menurut kurva Lubchenko, ada 3 parameter utama untuk mengetahui pertumbuhan seorang bayi, yaitu bertambahnya berat badan, tinggi badan, dan ukuran lingkar kepala.

Pertambahan BB yang dikategorikan normal dibagi menjadi beberapa tahapan. Pada triwulan pertama, pertambahan BB sekitar 150-250 gram per bulan. Pada triwulan kedua sekitar 500-600 gram per bulan, sedangkan pada triwulan ketiga mencapai 350-450 gram per bulan. Lalu, pada triwulan keempat pertambahan BB berkisar antara 250-350 gram per bulan. Dari patokan di atas terlihat kalau dalam 3 bulan pertama setelah lahir, pertambahan BB berlangsung biasa-biasa saja. Kemudian, pada usia 3-6 bulan pertambahan BB terkesan melesat, dan mulai melambat saat usia di atas 6 bulan.

Yang ditekankan Hanifah, meski kenaikan BB-nya melambat, pertumbuhan anak sebenarnya berlangsung normal. Toh, sebenarnya bobot tersebut tetap mengalami penambahan walaupun lebih kecil ketimbang di bulan-bulan sebelumnya. Jadi, orang tua tak perlu khawatir. Memang, "Tak diketahui secara pasti kenapa pertambahan BB bayi menurun. Yang pasti, penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah bayi normal dari berbagai ras juga menunjukkan hal yang sama," ujarnya.

Secara garis besar, saat menginjak usia 6 bulan, rata-rata BB bayi sudah mencapai 2 kali lipat BB lahirnya. Sedangkan di usia 1 tahun BB ini sudah mencapai 3 kali lipat berat lahir. Nah, selepas usia 1 tahun, pertambahan BB mulai melambat lagi. "Hal itu memang berlangsung secara alamiah dan normal. Tak usah terlalu dipusingkan kenapa kenaikan BB yang tadinya tinggi tiba-tiba menurun. Bagaimanapun, angka-angka itu sangat bersifat individual. Tiap anak berbeda-beda tak usah dibandingkan dengan bayi yang lain," tutur Hanifah.

BB TIDAK NORMAL

Dugaan bahwa ada yang tidak beres pada pertumbuhan si kecil pantas muncul bila grafik BB pada kurva terlihat menurun drastis. Apalagi jika nafsu makannya (termasuk keinginan untuk menyusu) juga terlihat menurun. Nah, untuk mendeteksi ketidaknormalan itu, Hanifah sekali lagi menekankan pentingnya mengamati data-data yang tercatat pada kurva Lubchenko. Jangan-jangan si kecil terserang penyakit.

Sebuah studi menunjukkan adanya keterkaitan antara perubahan BB dengan kondisi pertumbuhan anak. Jika BB tak bertambah sesuai dengan grafik normal maka kemungkinan anak tengah mengalami gangguan pertumbuhan. Nah, jika dalam 2 bulan berturut-turut si kecil tidak mengalami pertambahan berat atau malah turun secara drastis, waspadai kemungkinan adanya gangguan. Masalahnya, pada usia 0-2 tahun, sekitar 80 persen jaringan otak sedang terbentuk. Segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui dan memastikan kondisi si kecil.

Gangguan pertumbuhan ini bisa terjadi dalam waktu singkat maupun jangka panjang. Merosotnya BB dalam waktu singkat bisa disebabkan oleh menurunnya nafsu makan, penyakit, atau kurangnya asupan makanan pada bayi. Sedangkan, penurunan BB sedikit demi sedikit dalam rentang waktu yang tidak sebentar biasanya dipicu oleh kelainan gagal tumbuh. Gagal tumbuh merupakan ketidakmampuan bayi/anak untuk mencapai BB atau TB sesuai jalur pertumbuhan yang normal. Penyakit infeksi juga dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak.

PENTINGNYA GIZI

ASI, seperti ditandaskan dr. Rachmi Untoro, MPH, berperan besar pada pertambahan BB bayi. Penelitian membuktikan bayi yang mengonsumsi ASI pada 2 bulan pertama semenjak lahir, mengalami pertambahan BB yang lebih cepat ketimbang bayi yang mengonsumsi susu formula. 

Meski belum ada studi yang dapat menjawab dengan pasti mengapa dengan minum ASI pertambahan BB berlangsung lebih cepat, tapi riset menunjukkan anak yang minum ASI menghabiskan energi lebih sedikit dibandingkan anak yang minum susu formula. Itulah mungkin yang menjadi penyebab bobotnya cepat bertambah. Selain itu, dengan minum ASI bayi pada dasarnya akan lebih cepat lapar dan haus. Plus, tentu saja, ASI mengandung zat-zat terbaik untuk bayi.

Rachmi juga berpendapat kalau pertumbuhan bayi tidak bisa dilihat hanya berdasarkan perubahan BB dan PB-nya saja. Namun juga, perlu diperhatikan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan gizinya. Jika keadaan gizi anak baik, barulah dapat dikatakan pertumbuhannya normal. Bukankah jika gizinya tak seimbang, pertumbuhan anak akan terganggu, seperti menjadi kurus, terlalu gemuk, atau pendek.

Kecukupan gizi sebenarnya sudah diperlukan bayi sejak di kandungan. Ibu hamil yang kurang menyantap makanan bergizi kemungkinan besar nantinya memiliki bayi dengan BB rendah dan sakit-sakitan. "Beberapa penelitian menunjukkan, bayi yang tak mendapat gizi cukup ketika masih dalam kandungan berisiko tinggi menderita penyakit degeneratif," papar Direktur Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan ini. Contohnya, hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dan gagal ginjal.

KATEGORI KURUS-GEMUK

Ada yang menyebutkan, bayi baru lahir dikatakan gemuk jika BB-nya mencapai lebih dari 3.500 gram. Atau sebaliknya, bayi yang lahir dengan BB 2.500 gram adalah kurus. Padahal kurus-gemuknya bayi tak bisa dilihat secara hitam putih seperti itu karena masing-masing menjalani proses tumbuh-kembang yang khas.

Kalaupun si kecil telihat gemuk atau kurus, tinggal dilihat saja apakah bobot tersebut masih sejalan dengan kurva pertambahan tinggi badan dan ukuran lingkar kepala yang normal. "Apakah bayi itu kurus atau gemuk tak cukup dilihat berdasarkan berat badannya, tapi bandingkan pula dengan pertumbuhan panjang badan setiap bulannya melalui kurva Lubchenko."

Untuk menyebut apakah anak kurus atau gemuk juga harus dengan melihat bagaimana riwayat berat badan keluarganya. Alasannya, faktor genetik juga menentukan pertumbuhan anak. Ada anak yang pertambahan BB-nya lambat tapi diiringi pertambahan tinggi badan yang cepat. Jadilah ia si kurus. Sebaliknya, ada anak yang pertambahan BB-nya cepat tapi pertambahan tinggi badannya lambat, maka ia disebut sebagai si gendut. Artinya, ada faktor X yang ikut mempengaruhi apakah si anak kelak tergolong gemuk atau kurus yaitu faktor genetik.

Yang perlu diketahui, lanjut Hanifah, di bawah usia 2 tahun, bayi atau anak yang gemuk belum bisa dibilang kegemukan. Gemuk dalam persepsi orang dewasa adalah kelebihan simpanan lemak. Lemak ini sebenarnya berfungsi sebagai cadangan energi. Jadi, kalaupun lemak si bayi tampak berlebih, bukan berarti ia menderita obesitas. Lantaran itulah, walaupun si bayi terlihat sangat gemuk, orang tua tak perlu mengurangi asupan makanannya. Contohnya, bayi yang lahir di atas 3.500 gram tidak bisa dikatakan gemuk karena itu baru BB awalnya.

Pengecualian bisa dilakukan bila memang orang tua memiliki riwayat obesitas. Kemungkinan besar, bayi bisa mengalami hal yang sama. Kalau sudah begini, porsi makan si kecil perlu diperhatikan. Namun, penyebab obesitas tak melulu faktor genetik. Bayi yang kurang aktif bergerak juga bisa mengalami kegemukan. Apalagi bila ia selalu makan terlalu banyak. Akibatnya, sel-sel lemaknya berkembang terlalu pesat sehingga mempercepat pembentukan lemak pada tubuhnya.

PERTAMBAHAN BB BAYI PREMATUR

Bagaimana dengan berat badan bayi prematur? Apakah pertambahannya akan lebih sedikit dibandingkan anak seusianya yang lahir cukup bulan? Biasanya, lanjut Hanifah, perlu waktu beberapa tahun agar pertambahan BB anak prematur berlangsung normal. "Karena ia dilahirkan lebih cepat, anak prematur perlu waktu untuk mengejar berat atau tinggi badan anak seusianya."

Riset menunjukkan pada usia 8 tahun anak prematur rata-rata akan mampu mengejar ketertinggalan pertambahan berat dan tingginya. Namun, hasil riset memaparkan anak prematur yang lahir saat usia kehamilan belum genap 32 minggu akan tetap memiliki bobot maupun tinggi badan yang lebih kecil dibanding teman seusianya yang lahir dengan cukup bulan. 

   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

MEMANTAU BERAT BADAN BAYI

Tumbuh kembang bayi dapat tercermin dari peningkatan berat badannya.

Ada banyak cara memantau kesehatan bayi. Tapi yang termudah dan terjelas adalah dengan mengukur kondisi fisiknya. Inilah yang dikenal dengan istilah pengukuran antropometri yang mencakup pengukuran berat badan, panjang (tinggi) badan, lingkar lengan, serta lingkar kepala.

Pembahasan kali ini diutamakan pada berat badan (BB) bayi yang kerap menjadi perhatian utama karena nyata terlihat. Namun, bukan berarti orangtua boleh mengabaikan tinggi (panjang) badan, lingkar lengan serta lingkar kepala lo. Ketiga komponen itu tetap harus mendapat perhatian karena juga dapat dijadikan sebagai tolok ukur kesehatan bayi.

Sajian rubrik Dunia Bayi minggu ini menyajikan kiat-kiat cara memantau berat badan bayi plus bagaimana menjaga agar BB si kecil bisa dalam standar ideal.

Selamat mambaca!

BB TURUN DULU LANTAS NAIK

Bila dicermati pada waktu 1-2 minggu setelah lahir, bobot bayi menyusut. Karena tubuhnya masih banyak mengandung air sebagai "oleh-oleh" dari dalam rahim. Dalam rentang waktu 1-2 minggu tersebut, cairan itu sedikit demi akan keluar melalui urine dan menurunkan bobot bayi secara otomatis. Tentu saja angka penurunannya tidak drastis. Dengan begitu, jika setelah 1-2 minggu kelahiran bayi, BB si kecil turun, itu merupakan hal alamiah. Jadi tak perlu terlalu dikhawatirkan.

Di minggu-minggu berikutnya, berat badan si kecil relatif meningkat, yakni sekitar 750-1.000 gram per bulannya. Setelah usia 3-6 bulan kenaikannya tidak sebesar itu, yaitu sekitar 500– 600 gram per bulan. Nah, di usia 6-9 bulan penambahan bobotnya semakin melambat, sekitar 350–450 gram per bulan. Begitu pula ketika si kecil berusia 9-12 bulan, penambahannya tak terlalu mencolok sekitar 150–250 gram per bulannya.

Ketika memasuki usia satu tahun, umumnya penambahan berat badan bayi mulai melambat lagi. Namun, bukan berarti terjadi penurunan. Beratnya tetap meningkat, hanya saja perlahan-lahan atau tidak sepesat sebelumnya. Yang jelas, orangtua tak perlu kaget atau khawatir. Itu artinya normal-normal saja. Toh, berbagai penelitian terhadap sejumlah bayi normal dari berbagai ras juga menunjukkan adanya penurunan berat badan di rentang usia 0-12 bulan.

KEBUTUHAN ENERGI & BERAT BADAN

Agar berat badan sang buah hati tetap mengalami peningkatan yang normal dan sesuai dengan pertambahan usianya, berikan ia asupan nutrisi yang adekuat dengan komposisi zat gizi yang seimbang. Maksudnya, makanan yang dikonsumsi hendaknya mengandung unsur karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin-mineral yang cukup.

Patut diperhatikan bahwa tiap kelompok usia, kebutuhan energi anak berbeda-beda. Untuk bayi usia 0-6 bulan, kebutuhan energinya adalah 550 Kkal per hari. Sedangkan yang berusia 7-12 bulan, kebutuhan energinya adalah 650 Kkal. Tambahan lagi pada bayi, jenis makanan pun disesuaikan dengan kemampuannya saat itu. Contohnya, pada usia 0–6 bulan hanya minum ASI/susu formula, kemudian bertahap diberikan bentuk makanan yang lebih bertekstur mulai dari lembut hingga lebih kasar sesuai dengan kemampuan/toleransinya.

Bila berat badan bayi mengalami penurunan, apalagi bila tren tersebut terjadi dalam 1 bulan atau bahkan lebih (berarti lebih dari sekali pengukuran), harus dicari penyebabnya. Sebaiknya segera bawa buah hati Anda ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut, apakah jumlah minum/makannya sudah mencukupi kalorinya, ataukah ada penyebab-penyebab lainnya seperti penyakit-penyakit/kelainan-kelainan tertentu. Ada banyak kemungkinan penyebabnya, di antaranya adalah:

1. Pola makan dan asupan nutrisi yang tidak seimbang dan adekuat

2. Pengetahuan orangtua tentang nutrisi untuk anak/bayi yang kurang

3. Kelainan sistem organ dalam tubuh seperti:

- Sistem pencernaannya (seperti refluks gastrointestinal, diare kronik/melanjut, kelainan anatomis bawaan, dan lain-lain),

- Sistem hormonal (defisiensi hormon pertumbuhan, gangguan kelenjar tiroid/hipotiroid, diabetes, dan lain-lain),

- Sistem imunologi (defisiensi imunitas, AIDS/HIV, alergi berat terhadap makanan tertentu sehingga penyerapannya terganggu, penyakit autoantibodi, dan lain-lain),

- Kelainan jantung bawaan,

- Penyakit kronis seperti kecacingan, tuberkulosis, dan sebagainya.

MENGENAL KMS

Untuk memudahkan mengenali status gizi bayi--- menurut berat badan, jenis kelamin, serta usia----maka standar ideal digambarkan dalam bentuk kurva yang biasanya terdapat pada kartu atau buku pantau tumbuh-kembang bayi dari puskesmas atau rumah sakit. Dengan mengetahui ukuran ideal, orangtua diharapkan bisa mengetahui status kesehataan si kecil.

Saat ini ada dua kurva pertumbuhan yang digunakan yakni kurva yang terdapat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) hasil rancangan Departemen Kesehatan dan yang dikeluarkan oleh National Center for Health Statistics (NCHS)/Centers for Disease Control (CDC) yang berasal dari Amerika Serikat. Perbedaannya, kurva pertumbuhan pada KMS hanya mencantumkan berat badan dan umur. Sedangkan pada kurva NCHS mencantumkan berat badan, tinggi badan, umur dan jenis kelamin. Jadi kurva NCHS memang lebih praktis dan mudah dibaca. Sayangnya, NCHS mengacu pada pertumbuhan anak-anak di Amerika (ras kaukasia).

Dengan kurva tersebut, orangtua tinggal menyesuaikan antara usia, jenis kelamin dan berat untuk me-ngetahui, apakah berat badan bayinya masuk ke dalam kurva normal, kurang atau berlebih. Pemantauan proses tumbuh kembang bayi ini perlu dilakukan setiap bulan, sehingga bila terjadi penyimpangan dari garis atau pita normal dapat diketahui dengan segera dan dilakukan antisipasi yang tepat.

MEMBACA KURVA

Untuk membaca kurva berat badan bayi versi NCHS atau KMS sebenarnya mudah. Langkah pertama adalah me-ngetahui berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) atau usia (dalam bulan) si bayi. Kemudian dengan berpedoman pada komponen tersebut, cobalah untuk mencari titik temunya pada kurva yang tersedia. Patut diperhatikan bila menggunakan kurva NCHS, pilihlah kurva yang sesuai dengan jenis kelamin bayi Anda. Sebab, kurva ini dibedakan antara bayi laki-laki dan perempuan.

Cobalah cermati, apakah sudah sesuai dengan garis/pita standar (normal) yang tersedia (biasanya berwarna hitam), ataukah trennya malah cenderung menuju ke bawah (garis merah). Bila penambahan BB, TB dan usia bayi sesuai atau berada pada garis/pita standar, itu berarti tumbuh kembangnya normal. Nah, sebaiknya orangtua wajib waspada bila tren grafiknya cenderung menuju ke bawah (garis merah).

Fluktuasi memang mungkin terjadi, namun bila masih dalam rentang yang normal tidak apa-apa. Tapi, tetap dianjurkan untuk meningkatkan pertambahan BB/TB sesuai dengan standar usianya. BB yang turun bukan melulu ada gangguan. Faktor genetik juga menentukan pertum-buhan si kecil. Artinya, pertambahan berat juga dapat dilihat bagaimana riwayat BB keluarganya. Maksudnya, bila orangtua memang berperawakan kurus bisa jadi anaknya pun akan memiliki perawakan yang sama dengan orangtuanya.

Utami Sri Rahayu. Foto: Iman/nakita

PERTAMBAHAN BERAT BAYI, BENARKAH TURUN NAIK?

Semua bayi dari ras-ras yang ada di dunia mengalami penurunan pertambahan berat badan di bulan-bulan tertentu.

"Dok, kenapa, ya, pertambahan berat badan bayi saya naik-turun? Bulan kemarin naik 650 gram. Eh, bulan ini naiknya cuma 350 gram. Saya khawatir terjadi apa-apa pada bayi saya," kata seorang ibu saat berkonsultasi dengan dokter anak.

Menanggapi kecemasan ibu tersebut, dr. Hanifah Oswari, Sp.A., menegaskan para orang tua untuk tidak terlalu khawatir terhadap pertambahan BB bayi yang naik-turun. Umumnya dalam waktu 2 minggu setelah lahir, BB bayi akan mengalami penurunan setidaknya sekitar 10 persen. Sebelumnya sewaktu lahir, badan bayi masih banyak mengandung air sehingga timbangannya lebih berat. Nah, dalam 2 minggu pertama itulah cairan berangsur-angsur keluar melalui saluran urin. "Ini proses yang alamiah, kok. Kebanyakan bayi akan mengalami penurunan BB," kata dokter dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Senada dengan Hanifah, penelitian yang dilakukan oleh Judith Groner juga menunjukkan bahwa dalam jangka waktu 1-2 minggu setelah lahir BB bayi akan turun sekitar 10 persen. Meski begitu, umumnya BB si kecil akan kembali seperti waktu lahir dalam beberapa pekan kemudian. Demikian hasil penelitian yang diungkapkan oleh asosiasi profesor bidang penyakit anak pada Fakultas Kedokteran, Columbus University, Ohio, Amerika Serikat.

KISARAN BB NORMAL

Bobot bayi baru lahir yang dikategorikan normal berada pada rentang 2.500 ­ 4.000 gram. Setelah itu, pertambahan bobotnya tentu akan berbeda-beda; ada yang tinggi dan ada yang rendah. Umpamanya, ada bayi yang penambahan BB-nya 600 gram per bulan. Namun, ada juga yang bertambah hanya sekitar 350 gram per bulan.

Kepastian apakah BB bayi normal atau tidak bisa dilihat dari kurva Lubchenko. Biasanya kurva ini dicantumkan dalam kartu menuju sehat (KMS) atau buku pantau tumbuh-kembang bayi yang bisa didapat di puskemas atau rumah sakit. Menurut kurva Lubchenko, ada 3 parameter utama untuk mengetahui pertumbuhan seorang bayi, yaitu bertambahnya berat badan, tinggi badan, dan ukuran lingkar kepala.

Pertambahan BB yang dikategorikan normal dibagi menjadi beberapa tahapan. Pada triwulan pertama, pertambahan BB sekitar 150-250 gram per bulan. Pada triwulan kedua sekitar 500-600 gram per bulan, sedangkan pada triwulan ketiga mencapai 350-450 gram per bulan. Lalu, pada triwulan keempat pertambahan BB berkisar antara 250-350 gram per bulan. Dari patokan di atas terlihat kalau dalam 3 bulan pertama setelah lahir, pertambahan BB berlangsung biasa-biasa saja. Kemudian, pada usia 3-6 bulan pertambahan BB terkesan melesat, dan mulai melambat saat usia di atas 6 bulan.

Yang ditekankan Hanifah, meski kenaikan BB-nya melambat, pertumbuhan anak sebenarnya berlangsung normal. Toh, sebenarnya bobot tersebut tetap mengalami penambahan walaupun lebih kecil ketimbang di bulan-bulan sebelumnya. Jadi, orang tua tak perlu khawatir. Memang, "Tak diketahui secara pasti kenapa pertambahan BB bayi menurun. Yang pasti, penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah bayi normal dari berbagai ras juga menunjukkan hal yang sama," ujarnya.

Secara garis besar, saat menginjak usia 6 bulan, rata-rata BB bayi sudah mencapai 2 kali lipat BB lahirnya. Sedangkan di usia 1 tahun BB ini sudah mencapai 3 kali lipat berat lahir. Nah, selepas usia 1 tahun, pertambahan BB mulai melambat lagi. "Hal itu memang berlangsung secara alamiah dan normal. Tak usah terlalu dipusingkan kenapa kenaikan BB yang tadinya tinggi tiba-tiba menurun. Bagaimanapun, angka-angka itu sangat bersifat individual. Tiap anak berbeda-beda tak usah dibandingkan dengan bayi yang lain," tutur Hanifah.

BB TIDAK NORMAL

Dugaan bahwa ada yang tidak beres pada pertumbuhan si kecil pantas muncul bila grafik BB pada kurva terlihat menurun drastis. Apalagi jika nafsu makannya (termasuk keinginan untuk menyusu) juga terlihat menurun. Nah, untuk mendeteksi ketidaknormalan itu, Hanifah sekali lagi menekankan pentingnya mengamati data-data yang tercatat pada kurva Lubchenko. Jangan-jangan si kecil terserang penyakit.

Sebuah studi menunjukkan adanya keterkaitan antara perubahan BB dengan kondisi pertumbuhan anak. Jika BB tak bertambah sesuai dengan grafik normal maka kemungkinan anak tengah mengalami gangguan pertumbuhan. Nah, jika dalam 2 bulan berturut-turut si kecil tidak mengalami pertambahan berat atau malah turun secara drastis, waspadai kemungkinan adanya gangguan. Masalahnya, pada usia 0-2 tahun, sekitar 80 persen jaringan otak sedang terbentuk. Segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui dan memastikan kondisi si kecil.

Gangguan pertumbuhan ini bisa terjadi dalam waktu singkat maupun jangka panjang. Merosotnya BB dalam waktu singkat bisa disebabkan oleh menurunnya nafsu makan, penyakit, atau kurangnya asupan makanan pada bayi. Sedangkan, penurunan BB sedikit demi sedikit dalam rentang waktu yang tidak sebentar biasanya dipicu oleh kelainan gagal tumbuh. Gagal tumbuh merupakan ketidakmampuan bayi/anak untuk mencapai BB atau TB sesuai jalur pertumbuhan yang normal. Penyakit infeksi juga dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak.

PENTINGNYA GIZI

ASI, seperti ditandaskan dr. Rachmi Untoro, MPH, berperan besar pada pertambahan BB bayi. Penelitian membuktikan bayi yang mengonsumsi ASI pada 2 bulan pertama semenjak lahir, mengalami pertambahan BB yang lebih cepat ketimbang bayi yang mengonsumsi susu formula. 

Meski belum ada studi yang dapat menjawab dengan pasti mengapa dengan minum ASI pertambahan BB berlangsung lebih cepat, tapi riset menunjukkan anak yang minum ASI menghabiskan energi lebih sedikit dibandingkan anak yang minum susu formula. Itulah mungkin yang menjadi penyebab bobotnya cepat bertambah. Selain itu, dengan minum ASI bayi pada dasarnya akan lebih cepat lapar dan haus. Plus, tentu saja, ASI mengandung zat-zat terbaik untuk bayi.

Rachmi juga berpendapat kalau pertumbuhan bayi tidak bisa dilihat hanya berdasarkan perubahan BB dan PB-nya saja. Namun juga, perlu diperhatikan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan gizinya. Jika keadaan gizi anak baik, barulah dapat dikatakan pertumbuhannya normal. Bukankah jika gizinya tak seimbang, pertumbuhan anak akan terganggu, seperti menjadi kurus, terlalu gemuk, atau pendek.

Kecukupan gizi sebenarnya sudah diperlukan bayi sejak di kandungan. Ibu hamil yang kurang menyantap makanan bergizi kemungkinan besar nantinya memiliki bayi dengan BB rendah dan sakit-sakitan. "Beberapa penelitian menunjukkan, bayi yang tak mendapat gizi cukup ketika masih dalam kandungan berisiko tinggi menderita penyakit degeneratif," papar Direktur Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan ini. Contohnya, hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dan gagal ginjal.

KATEGORI KURUS-GEMUK

Ada yang menyebutkan, bayi baru lahir dikatakan gemuk jika BB-nya mencapai lebih dari 3.500 gram. Atau sebaliknya, bayi yang lahir dengan BB 2.500 gram adalah kurus. Padahal kurus-gemuknya bayi tak bisa dilihat secara hitam putih seperti itu karena masing-masing menjalani proses tumbuh-kembang yang khas.

Kalaupun si kecil telihat gemuk atau kurus, tinggal dilihat saja apakah bobot tersebut masih sejalan dengan kurva pertambahan tinggi badan dan ukuran lingkar kepala yang normal. "Apakah bayi itu kurus atau gemuk tak cukup dilihat berdasarkan berat badannya, tapi bandingkan pula dengan pertumbuhan panjang badan setiap bulannya melalui kurva Lubchenko."

Untuk menyebut apakah anak kurus atau gemuk juga harus dengan melihat bagaimana riwayat berat badan keluarganya. Alasannya, faktor genetik juga menentukan pertumbuhan anak. Ada anak yang pertambahan BB-nya lambat tapi diiringi pertambahan tinggi badan yang cepat. Jadilah ia si kurus. Sebaliknya, ada anak yang pertambahan BB-nya cepat tapi pertambahan tinggi badannya lambat, maka ia disebut sebagai si gendut. Artinya, ada faktor X yang ikut mempengaruhi apakah si anak kelak tergolong gemuk atau kurus yaitu faktor genetik.

Yang perlu diketahui, lanjut Hanifah, di bawah usia 2 tahun, bayi atau anak yang gemuk belum bisa dibilang kegemukan. Gemuk dalam persepsi orang dewasa adalah kelebihan simpanan lemak. Lemak ini sebenarnya berfungsi sebagai cadangan energi. Jadi, kalaupun lemak si bayi tampak berlebih, bukan berarti ia menderita obesitas. Lantaran itulah, walaupun si bayi terlihat sangat gemuk, orang tua tak perlu mengurangi asupan makanannya. Contohnya, bayi yang lahir di atas 3.500 gram tidak bisa dikatakan gemuk karena itu baru BB awalnya.

Pengecualian bisa dilakukan bila memang orang tua memiliki riwayat obesitas. Kemungkinan besar, bayi bisa mengalami hal yang sama. Kalau sudah begini, porsi makan si kecil perlu diperhatikan. Namun, penyebab obesitas tak melulu faktor genetik. Bayi yang kurang aktif bergerak juga bisa mengalami kegemukan. Apalagi bila ia selalu makan terlalu banyak. Akibatnya, sel-sel lemaknya berkembang terlalu pesat sehingga mempercepat pembentukan lemak pada tubuhnya.

PERTAMBAHAN BB BAYI PREMATUR

Bagaimana dengan berat badan bayi prematur? Apakah pertambahannya akan lebih sedikit dibandingkan anak seusianya yang lahir cukup bulan? Biasanya, lanjut Hanifah, perlu waktu beberapa tahun agar pertambahan BB anak prematur berlangsung normal. "Karena ia dilahirkan lebih cepat, anak prematur perlu waktu untuk mengejar berat atau tinggi badan anak seusianya."

Riset menunjukkan pada usia 8 tahun anak prematur rata-rata akan mampu mengejar ketertinggalan pertambahan berat dan tingginya. Namun, hasil riset memaparkan anak prematur yang lahir saat usia kehamilan belum genap 32 minggu akan tetap memiliki bobot maupun tinggi badan yang lebih kecil dibanding teman seusianya yang lahir dengan cukup bulan. 

   
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Mengetahui Saat Memulai Pemberian Makanan PadatTanda-Tanda Kesiapan PalsuSelama bertahun-tahun orang tua telah diperintahkan mengawasi bermacam-macam tanda untuk membantu mengetahui saat bayi mereka siap menerima makanan padat. Sebagian besar hanya merupakan bagian dari perkembangan normal yang berkaitan dengan usia bayi bukan kesiapan mereka untuk makanan lain.Ada beberapa 'tanda-tanda kesiapan' lain yang sama-sama tidak dapat diandalkan sebagai panduan untuk mulai memberikan makanan padat, namun masih banyak orang yang menganggap ada hal lain lagi yang menunjukkan bahwa dibutuhkan makanan tambahan selain susu, seperti :1. Bangun di malam hariBanyak orang tua yang mulai memberikan makanan padat lebih dini dengan harapan akan membuat bayinya tidur lelap sepanjang malam. Mereka menganggap bayi bangun karena dia lapar, tapi bayi bangun di malam hari karena bermacam-macam alasan dan tidak ada bukti bahwa memberi mereka makanan padat dapat memecahkan masalah ini. Jika mereka benar-benar lapar, bayi dibawah enam bulan butuh lebih banyak asi/sufor dan bukanlah makanan padat2. Kenaikan berat badan yang sedikit melambatIni adalah alasan umum bagi orang tua sehingga disarankan untuk mulai memberikan makanan padat lebih dini. Tapi, penelitian telah menunjukkan bahwa hal tersebut normal terjadi di sekitar usia empat bulan, khususnya pada bayi yang minum asi. Jadi bukan tanda bayi membutuhkan makanan padat3. Mengamati orang tua makanDari sekitar usia empat bulan bayi tertarik pada kegiatan sehari-hari keluarga, seperti berdandan, mencukur jenggot, membersihkan gigi dan makan. Namun mereka tidak mengerti arti semua itu. Mereka hanya ingin tahu4. Membuat suara mengecap-ngecapkan bibirBayi yang belajar cara menguunakan mulutnya menikmati kemampuan ini, sebanyak mungkin mereka belajar bicara dan juga soal makan. Ini adalah bagian dari persiapan dini bayi untuk makan makanan padat tapi bukan berarti mereka telah siap untuk memulainya5. Tidak langsung tidur setelah minum susuBayi sekitar usia empat bulan lebih waspada dan lebih banyak terjaga daripada bayi yang lebih kecil. Mereka memerlukan lebih sedikit waktu tidur6. Bayi kecilJika bayi kecil, bisa karena dia memang kecil atau karena dia memerlukan lebih banyak makanan. Namun jika mereka berumur dibawah enam bulan, mereka membutuhkan asi/sufor untuk membantu 'mengejar ketertinggalan', bukan makanan padat. Pengecualian untuk bayi yang lahir prematur, beberapa mungkin memerlukan nutrisi ekstra sebelum berumur enam bulan7. Bayi besarBayi yang lahir besar atau yang cepat sekali besar tidak memerlukan makanan tambahan. Mereka besar karena faktor genetik atau dalam beberapa kasus (terutama jika minum sufor) karena mereka telah minum lebih banyak susu daripada yang mereka butuhkan. Sistem kekebalan tubuh dan pencernaan mereka tidak lebih matang dari bayi lain, jadi resiko kesehatan memberikan makanan padat sama saja. Pemikiran bahwa bayi besar membutuhkan makanan lebih awal adalah sisa-sisa pemikiran tahun 1950an dan 1960an ketika keliru mempercayai bahwa saat bayi mencapai berat badan tertentu (biasanya 5,5kg) dia memerlukan makanan padat. Susu adalah kebutuhan utama bayi untuk enam bulan pertama kehidupannya, besar ataupun kecil tubuhnya. Ukuran bukan masalahMemberikan makanan padat sebelum usia enam bulan tidak baik bagi bayi karena :- Makanan padat mengandung nutrisi dan kalori yang sama padatnya dengan asi atau sufor. Bayi yang masih kecil memiliki perut yang kecil dan perlu sumber kalori dan nutrisi yang padat dan mudah dicerna untuk pertumbuhan yang sehat. Hanya asi atau sufor yang bisa menyediakannya- Sistem pencernaan bayi tidak dapat mengambil semua kandungan yang baik dari makanan padat, sehingga makanan tersebut lewat begitu saja tanpa memberikan nutrisi yang tepat bagi bayi- Jika bayi makan makanan padat terlalu dini, nafsu makan bayi terhadap susu akan menurun, sehingga dia akan kekurangan gizi- Bayi-bayi yang diberikan makanan padat lebih dini lebih mudah terkena infeksi dan lebih beresiko mengalami alergi daripada mereka yang tetap minum susu sampai usia enam bulan, karena sistem imun mereka belum matang- Pemberian makanan padat pada bayi di usia kurang dari enam bulan juga telah membuat mereka lebih rentan terhadap faktor resiko penyakit jantung dalam kehidupannya di kemudian hari, seperti tekanan darah tinggi sumber : Buku BLW
   
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Anaknya usia segitu udah dikasih makan kah,bund Try Yuni? Mengetahui Saat Memulai Pemberian Makanan PadatTanda-Tanda Kesiapan PalsuSelama bertahun-tahun orang tua telah diperintahkan mengawasi bermacam-macam tanda untuk membantu mengetahui saat bayi mereka siap menerima makanan padat. Sebagian besar hanya merupakan bagian dari perkembangan normal yang berkaitan dengan usia bayi bukan kesiapan mereka untuk makanan lain.Ada beberapa 'tanda-tanda kesiapan' lain yang sama-sama tidak dapat diandalkan sebagai panduan untuk mulai memberikan makanan padat, namun masih banyak orang yang menganggap ada hal lain lagi yang menunjukkan bahwa dibutuhkan makanan tambahan selain susu, seperti :1. Bangun di malam hariBanyak orang tua yang mulai memberikan makanan padat lebih dini dengan harapan akan membuat bayinya tidur lelap sepanjang malam. Mereka menganggap bayi bangun karena dia lapar, tapi bayi bangun di malam hari karena bermacam-macam alasan dan tidak ada bukti bahwa memberi mereka makanan padat dapat memecahkan masalah ini. Jika mereka benar-benar lapar, bayi dibawah enam bulan butuh lebih banyak asi/sufor dan bukanlah makanan padat2. Kenaikan berat badan yang sedikit melambatIni adalah alasan umum bagi orang tua sehingga disarankan untuk mulai memberikan makanan padat lebih dini. Tapi, penelitian telah menunjukkan bahwa hal tersebut normal terjadi di sekitar usia empat bulan, khususnya pada bayi yang minum asi. Jadi bukan tanda bayi membutuhkan makanan padat3. Mengamati orang tua makanDari sekitar usia empat bulan bayi tertarik pada kegiatan sehari-hari keluarga, seperti berdandan, mencukur jenggot, membersihkan gigi dan makan. Namun mereka tidak mengerti arti semua itu. Mereka hanya ingin tahu4. Membuat suara mengecap-ngecapkan bibirBayi yang belajar cara menguunakan mulutnya menikmati kemampuan ini, sebanyak mungkin mereka belajar bicara dan juga soal makan. Ini adalah bagian dari persiapan dini bayi untuk makan makanan padat tapi bukan berarti mereka telah siap untuk memulainya5. Tidak langsung tidur setelah minum susuBayi sekitar usia empat bulan lebih waspada dan lebih banyak terjaga daripada bayi yang lebih kecil. Mereka memerlukan lebih sedikit waktu tidur6. Bayi kecilJika bayi kecil, bisa karena dia memang kecil atau karena dia memerlukan lebih banyak makanan. Namun jika mereka berumur dibawah enam bulan, mereka membutuhkan asi/sufor untuk membantu 'mengejar ketertinggalan', bukan makanan padat. Pengecualian untuk bayi yang lahir prematur, beberapa mungkin memerlukan nutrisi ekstra sebelum berumur enam bulan7. Bayi besarBayi yang lahir besar atau yang cepat sekali besar tidak memerlukan makanan tambahan. Mereka besar karena faktor genetik atau dalam beberapa kasus (terutama jika minum sufor) karena mereka telah minum lebih banyak susu daripada yang mereka butuhkan. Sistem kekebalan tubuh dan pencernaan mereka tidak lebih matang dari bayi lain, jadi resiko kesehatan memberikan makanan padat sama saja. Pemikiran bahwa bayi besar membutuhkan makanan lebih awal adalah sisa-sisa pemikiran tahun 1950an dan 1960an ketika keliru mempercayai bahwa saat bayi mencapai berat badan tertentu (biasanya 5,5kg) dia memerlukan makanan padat. Susu adalah kebutuhan utama bayi untuk enam bulan pertama kehidupannya, besar ataupun kecil tubuhnya. Ukuran bukan masalahMemberikan makanan padat sebelum usia enam bulan tidak baik bagi bayi karena :- Makanan padat mengandung nutrisi dan kalori yang sama padatnya dengan asi atau sufor. Bayi yang masih kecil memiliki perut yang kecil dan perlu sumber kalori dan nutrisi yang padat dan mudah dicerna untuk pertumbuhan yang sehat. Hanya asi atau sufor yang bisa menyediakannya- Sistem pencernaan bayi tidak dapat mengambil semua kandungan yang baik dari makanan padat, sehingga makanan tersebut lewat begitu saja tanpa memberikan nutrisi yang tepat bagi bayi- Jika bayi makan makanan padat terlalu dini, nafsu makan bayi terhadap susu akan menurun, sehingga dia akan kekurangan gizi- Bayi-bayi yang diberikan makanan padat lebih dini lebih mudah terkena infeksi dan lebih beresiko mengalami alergi daripada mereka yang tetap minum susu sampai usia enam bulan, karena sistem imun mereka belum matang- Pemberian makanan padat pada bayi di usia kurang dari enam bulan juga telah membuat mereka lebih rentan terhadap faktor resiko penyakit jantung dalam kehidupannya di kemudian hari, seperti tekanan darah tinggi taken from BLW Books
   
Jumlah Posts : 79
Jumlah di-Like : belum ada like
hallo semua, nama saya nadia dan anak saya bernama nadda almira adipurna yang lahir pada hari senin,tanggal 29 oktober 2012 dengan berat badan 2,5kg panjang 47cm dan lingkar kepala 32cm pada pukul 19.00 wib dilahirkan secara normal induksi dikarenakan air ketuban habis sebelum waktu baby nya keluar mau tidak mau ya mesti dikeluarkan.pada saat itu baby nya baru berusia 8 bulan hhe kebetulan karena saya tinggal di depok saya melahirkannya di rumah sakit mitra keluarga depok ditangani oleh dr.Alexy oktoman spog alhamdulillah semua lancar.selang 3 bulan kemudian pada tanggal 21 januari 2013 nadda dirawat di rs.mitra keluarga dikarenakan batuk pilek yg sudah meradang sehingga reaknya sudah terkumpul di paru2 mau gak mau ya mesti di rawat,gak tega liatnya diinfus dan di tusuk jarum tanggannya nadda dan setiap hari minum obat dan rewel.nadda dirawat selama 5 hari dan pulang ke rmh dalam keadaan sehat kembali..intinya jika baby nya sudah lebih dari 3 hari cepet2 dibawa ke dokter nanti takutnya seperti nadda,selama dirumah juga masih diminumkan obat sampai habis hhu.dan sekarang usia nadda masuk ke 5 bulan semoga sehat slalu ya nadda.
sekian pengalaman saya hhe
   
Jumlah Posts : 79
Jumlah di-Like : belum ada like
hallo semua, nama saya nadia dan anak saya bernama nadda almira adipurna yang lahir pada hari senin,tanggal 29 oktober 2012 dengan berat badan 2,5kg panjang 47cm dan lingkar kepala 32cm pada pukul 19.00 wib dilahirkan secara normal induksi dikarenakan air ketuban habis sebelum waktu baby nya keluar mau tidak mau ya mesti dikeluarkan.pada saat itu baby nya baru berusia 8 bulan hhe kebetulan karena saya tinggal di depok saya melahirkannya di rumah sakit mitra keluarga depok ditangani oleh dr.Alexy oktoman spog alhamdulillah semua lancar.selang 3 bulan kemudian pada tanggal 21 januari 2013 nadda dirawat di rs.mitra keluarga dikarenakan batuk pilek yg sudah meradang sehingga reaknya sudah terkumpul di paru2 mau gak mau ya mesti di rawat,gak tega liatnya diinfus dan di tusuk jarum tanggannya nadda dan setiap hari minum obat dan rewel.nadda dirawat selama 5 hari dan pulang ke rmh dalam keadaan sehat kembali..intinya jika baby nya sudah lebih dari 3 hari cepet2 dibawa ke dokter nanti takutnya seperti nadda,selama dirumah juga masih diminumkan obat sampai habis hhu.dan sekarang usia nadda masuk ke 5 bulan semoga sehat slalu ya nadda.
sekian pengalaman saya hhe
   
25-01-2013 16:13:59 Flu tak kunjung sembuh
Jumlah Posts : 395
Jumlah di-Like : 4
Dear Bunda Mega,

Terima Kasih atas pertanyaannya.

Yang perlu diperhatikan adalah, sakit pilek disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.

Pilek biasanya dimulai tiba-tiba dengan sakit tenggorokan diikuti dengan gejala flu biasa:
1. Ingus berwarna putih atau bening, hidung berair
2. Bersin
3. Kelelahan
4. Batuk

    Untuk pilek karena virus, ingus tidak berwarna, setelah beberapa hari akan menjadi lebih kental dan lebih gelap. Gejala ini berlangsung sekitar satu sampai 3 hari setelah terinfeksi virus. Biasanya bertahan tiga hingga tujuh hari.

Biasanya tidak ada demam, jika ada demam dan gejala lebih parah seperti batuk dengan dahak kental dan berwarna gelap atau jika demam, menunjukkan bahwa sakit pilek tersebut karena infeksi bakteri. Hubungi dokter jika hal ini terjadi.

Kecuali pada bayi baru yang lahir, pilek karena virus tidak berbahaya. Gejala biasanya hilang dalam satu atau dua minggu tanpa perlakuan khusus. Sayangnya, pilek dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi bakteri.

Bayi sangat rentan terhadap pilek, sebagian karena mereka sering berada di sekitar anak-anak lebih tua  yang jarang mencuci tangan mereka. Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum matang.

Pengobatan untuk flu biasa pada bayi melibatkan mengambil langkah-langkah untuk meringankan gejala mereka, seperti memberikan banyak cairan dan menjaga udara lembab.

- Saat pagi hari, bayi bisa dijemur, dalam posisi tengkurap sambil di usap-usap punggungnya untuk membantu keluar lendir.
- Home treatment dikamar tidur, taruh air hangat dalam wadah dan diteteskan minyak telon.
- Usapkan minyak telon ke badan bayo, jangan lupa di telapak kaki bayi.
- Bayi memerlukan banyak cairan. Carian ini sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Jika bunda memberi ASI, harap diteruskan, karena ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi.

Pencegahan :

- Jauhkan bayi dari orang-orang yang sakit.
- Biasakan mencuci tangan bagi orang-orang yang disekitar bayi (keluarga, babysitter)
- Bersihkan mainan dan empeng bayi secara teratur
- Biasakan orang-orang sekitar untuk menutup bersin atau batuk dengan tissue dan membuangnya,

Jika  pileknya tidak kunjung reda, Silahkan berkonsultasi dengan dokter anak
Terima Kasih, semoga membantu
   
29-11-2011 11:09:16 ARTI NAMA BAYI KITA
Jumlah Posts : 21
Jumlah di-Like : 1
dear bunda...
Nama jagoan-jagoanku....

1. Kautsar Andistyo Pradhana
 artinya : Kautsar : nikmat yang berlimpah
                Andistyo : gabungan namaku dan suami
                Pradhana : pertama/perdana, dermawan
jadi anakku ini anak pertama kami yang dermawan dan nikmat berlimpah untukku dan suamiku,,

2. Thoriq Andistyo Syabani
artinya : Thoriq : tamu yang mengetuk malam hari,
                              nama pemimpin perang (Thoriq bin Ziyad)
                              pemberani
               Andistyo : gabungan namaku dan suami
              Syabani : terkenal,, lahir di bulan sya'ban
jadi arti namanya keseluruhan : pemimpin pemberani yang lahir di bulan sya'ban

   
11-08-2010 14:19:36 ARTI NAMA BAYI KITA
Jumlah Posts : 18
Jumlah di-Like : 3
selamat ya untuk bunda  asri dan bunda doni yang baru saja melahirkan...alhamdullilah saya juga baru melahirkan tgl 9 mei 2010,sayangnya melalui operasi cesar karena suatu alasan kesehatan
tapi alhamdullilah bayi perempuan kami lahir dengan selamat,kami beri nama

NAYLA FILOFA TIFANI

yang artinya

Nayla : anak perempuan yang baik hati
FILOVA : fitri ( nama saya) love vani (nama ayahnya)
tiffani : nama belakang ayahnya fani...

jadi artinya anak perempuan yang baik hati buah cinta fitri dan fani...
   
20-01-2010 16:38:28 lomba foto bayi pampers
Jumlah Posts : 66
Jumlah di-Like : 2
  info ym dahayu12@yahoo.com  
Ayo... ini bukan cuman untuk yang di Jakarta loh!!!!
Cek jadwal Roadshow kalo butuh keterangan lebih lanjut! Soalnya ini kmaren saya dapatnya via email.

Punya Foto Si Kecil Sedang Tidur Nyenyak?

Syarat dan Ketentuan:
- Kirimkan foto 4R si kecil (0-3thn) yang sedang tidur nyenyak.
- Lampirkan:
  • Bukti pembelian Pampers Active Baby dan Easy Up
  • Biodata Lengkap (nama orang tua, nama bayi, alamat, tanggal lahir, no telpon dan nomor identitas).
- Kirimkan ke: PO BOX PAMPERS JKTM 12700, atau masukkan ke dalam box yang tersedia di toko-toko atau email ke pampers@twistercomm.com (dengan mencantumkan angka barcode pampers yang di beli). Bila mengirimkan lewat email, harap menyimpan struk pembelian untuk verifikasi.
- Batas akhir 14 Maret 2010

Hadiah:
3 Pemenang menjadi bintang Iklan pampers + uang tunai 5 Jt + Persedian Pampers selama 1 tahun.