SITE STATUS
Jumlah Member :
493.699 member
user online :
1443 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: merk minuman yang mengandung yogurt yang

New Topic :  
01-06-2016 14:56:21 diet selama hamil
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,
Untuk memperlambat kenaikan berat badan yang terlalu cepat dan besar saat kehamilan, yaitu dengan memperhatikan asupan makanan dan olahraga. Kurangi makanan yang mengandung tinggi lemak dan tinggi kalori misalnya dengan mengganti kudapan yang biasanya mengandung kandungan gula atau  karbohidrat dan lemak yang tinggi menjadi kudapan yang sehat  rendah kalori ( air putih daripada minuman manis atau minuman berkarbon, susu skim rendah lemak di bandingkan susu dengan lemak, keju rendah lemak dll).  Olahraga yang teratur serta di sesuaikan pada keadaan hamil juga dapat membantu mempertahankan kebugaran dan berat badan yang diinginkan. Oatmeal merupakan makanan yang mengandung nutrisi yang di butuhkan tubuh, oatmeal cepat saji sebaiknya di hindai. Batasi asupan makanan termasuk oatmeal jika berat badan saat ini sudah termasuk berlebih.

Bagaimana Pola diet yang sudah Bunda jalani selama ini?

   


Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Pola makan dan pola hidup sangat mempengaruhi keadaan lambung. Bunda dapat mengatur waktu makan menjadi lebih sering dengan porsi yang lebih kecil agar lambung tidak kosong sama sekali. Hindari makanan pedas, minuman berkarbon (soda) atau yang mengandung gas (kol, nangka, durian dan lain-lain). Bunda dapat mencoba memakan makanan tinggi protein pada malam hari misalnya susu, keju, kacang-kacangan  dan polong-polongan. Pada pagi hari makanlah pisang atau roti gandum. Perbanyaklah jumlah kegiatan makan dengan porsi yang sangat kecil, perbanyak juga meminum cairan atau makanan dalam bentuk cair (sup, jus buah dan jus sayur). Bunda dapat mengurangi rasa mual dengan memasukkan beberapa daun mint ke dalam air minum dingin maupun hangat. Selain daun mint, menggunakan jahe dan kayu manis juga bisa membantu mengurangi mual.

         Ketika asam lambung naik melalui saluran pencernaan menuju mulut, Bunda kerap merasakan rasa terbakar dan asam. Netralkan asam tersebut dengan cara meminum susu.

Posisikan kepala selalu lebih tinggi dari daerah lambung Bunda baik ketika duduk dan posisi tidur. Tinggikan kepala dengan menumpuk bantal agar tidak terjadi refluks asam lambung.

       Makanlah secara teratur, menghindari stress atau beban pikiran yang berlebihan serta istirahatlah yang cukup.

   
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,

     Masalah pada lambung seperti tingginya asam lambung dapat dinetralkan dengan obat-obatan golongan antasida. Pada keadaan hamil masalah ini dapat bertamba parah karena adanya perubahan hormonal dan desakan dari rongga rahim ke arah rongga perut sehingga memperburuk iritasi lambung. Pada umumnya obat-obatan antasida tergolong aman untuk ibu hamil namun sebaiknya Bunda memeriksakan diri dan atas saran dokter untuk meminum obat ini. Sebaiknya Bunda memodifikasi pola hidup dan pola makan sebelum memutuskan untuk meminum obat ini.

      Pola makan dan pola hidup sangat mempengaruhi keadaan lambung. Bunda dapat mengatur waktu makan menjadi lebih sering dengan porsi yang lebih kecil agar lambung tidak kosong sama sekali. Hindari makanan pedas, minuman berkarbon (soda) atau yang mengandung gas (kol, nangka, durian dan lain-lain). Bunda dapat mencoba memakan makanan tinggi protein pada malam hari misalnya susu, keju, kacang-kacangan  dan polong-polongan. Pada pagi hari makanlah pisang atau roti gandum. Perbanyaklah jumlah kegiatan makan dengan porsi yang sangat kecil, perbanyak juga meminum cairan atau makanan dalam bentuk cair (sup, jus buah dan jus sayur). Bunda dapat mengurangi rasa mual dengan memasukkan beberapa daun mint ke dalam air minum dingin maupun hangat. Selain daun mint, menggunakan jahe dan kayu manis juga bisa membantu mengurangi mual.

         Ketika asam lambung naik melalui saluran pencernaan menuju mulut, Bunda kerap merasakan rasa terbakar dan asam. Netralkan asam tersebut dengan cara meminum susu. Bila cara ini tidak berhasil maka kemungkinan di perlukan obat antasida. 

Posisikan kepala selalu lebih tinggi dari daerah lambung Bunda baik ketika duduk dan posisi tidur. Tinggikan kepala dengan menumpuk bantal agar tidak terjadi refluks asam lambung.

       Makanlah secara teratur, menghindari stress atau beban pikiran yang berlebihan serta istirahatlah yang cukup.

   


Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
So long long articcle ya,bund?Poin pentingnya disini :) 20 Mitos Kampanye Hitam Anti ImunisasiDr. Widodo Judarwanto Sp.A Imunisasi adalah investasi terbesar bagi anak di masa depan. Imunisasi adalah hak anak yang tidak bisa ditunda dan diabaikan sedikitpun. Imunisasi sudah terbukti manfaat dan efektivitasnya dan teruji keamanannya secara ilmiah dengan berdasarkan kejadian berbasis bukti. Tetapi masih banyak saja orangtua dan kelompok orang yang menyangsikannya. Setiap tahun ada sekitar 2,4 juta anak usia kurang dari 5 tahun di dunia yang meninggal karena penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh vaksinasi. Di Indonesia, sekitar 7 persen anak belum mendapatkan vaksinasi. Salah satu masalah utama yang menghambat keberhasilan program imunisasi adalah penyebaran informasi yang tidak benar dan menyesatkan tentang imunisasi. Hal itu adalah wajar terjadi karena demikian banyak informasi yang beredar yang tidak berdasarkan pemikiran dan dasar ilmiah meski dilakukan oleh seorang dokter. Hambatan lain adalah munculnya kelompok-kelompok antivaksinasi yang menyebabkan kampanye hitam dengan membawa faktor agama dan budaya. Biasanya, kelompok tertentu yang menyebarkan kampanye hitam imunisasi demi kepentingan pribadi khususnya dalam kepentingan bisnis terselubung yang mereka lakukan. Sebagian kelompok ini adalah yang berdiri dibelakang oknum pelaku naturopathy, food combining, homeopathy atau bisnis terapi herbal. Inilah 20 Mitos Tidak benar Yang Disebarkan Kampanye Hitam Anti Imunisasi : 1. Imunisasi tidak aman.Tidak Benar. Saat ini 194 negara terus melakukan vaksinasi untuk bayi dan balita. Badan resmi yang meneliti dan mengawasi vaksin di negara tersebut umumnya terdiri atas para dokter ahli penyakit infeksi, imunologi, mikrobiologi, farmakologi, epidemiologi, dan biostatistika. Sampai saat ini tidak ada negara yang melarang vaksinasi, justru semua negara berusaha meningkatkan cakupan imunisasi lebih dari 90% . 2. Terdapat "ilmuwan" menyatakan bahwa imunisasi berbahaya.Tidak benar imunisasi berbahaya. "Ilmuwan" yang sering dikutip di buku, tabloid, milis ternyata bukan ahli vaksin, melainkan ahli statistik, psikolog, homeopati, bakteriologi, sarjana hukum, wartawan. sehingga mereka tidak mengerti betul tentang vaksin. Sebagian besar mereka bekerja pada era tahun 1950- 1960, sehingga sumber datanya juga sangat kuno. 3. "Ilmuwan kuno" yang sering dikutip informasi di media masa atau media elektronik lainnya adalah ahli vaksin.Tidak benar. Mereka semua bukan ahli vaksin. Contoh : Dr Bernard Greenberg (biostatistika tahun 1950), DR. Bernard Rimland (Psikolog), Dr. William Hay (kolumnis), Dr. Richard Moskowitz (homeopatik), dr. Harris Coulter, PhD (penulis buku homeopatik, kanker), Neil Z. Miller, (psikolog, jurnalis), WB Clark (awal tahun 1950), Bernice Eddy (Bakteriologis tahun 1954), Robert F. Kenedy Jr (sarjana hukum) Dr. WB Clarke (ahli kanker, 1950an), Dr. Bernard Greenberg (1957-1959), Dr. William Hay, penulis buku "Immunisation: The Reality behind the Myth"(penggagas food combioning). Neil Z. Miller sering disebut sebagai peneliti vaksin internasional ternyata adalah medical research journalist dan natural health advocate. 4. Dokter Wakefield adalah "ahli vaksin", membuktikan MMR menyebabkan autisme.Tidak benar. Wakefield juga bukan ahli vaksin, dia dokter spesialis bedah. Penelitian Wakefield tahun 1998 hanya dengan sample 18. Banyak penelitian lain oleh ahli vaksin di beberapa negara menyimpulkan MMR tidak terbukti mengakibatkan autis. Setelah diaudit oleh tim ahli penelitian, terbukti bahwa Wakefield memalsukan data, sehingga kesimpulannya salah. Hal ini telah diumumkan di majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011. 5. Imunisasi sebabkan autisme.Tidak benar. Beberapa institusi atau badan dunia di bidang kesehatan yang independen dan sudah diakui kredibilitasnya juga melakukan kajian ilmiah dan penelitian tentang tidak adanya hubungan imunisasi dan autisme. Dari hasil kajian tersebut, dikeluarkan rekomendasi untuk tenaga profesional untuk tetap menggunakan imunisasi MMR dan thimerosal karena tidak terbukti mengakibatkan Autisme. The All Party Parliamentary Group on Primary Care and Public Health pada bulan Agustus 2000, menegaskan bahwa MMR aman. Dengan memperhatikan hubungan yang tidak terbukti antara beberapa kondisi seperti inflammatory bowel disease (gangguan pencernaan) dan autisme adalah tidak berdasar. WHO (World Health Organisation), pada bulan Januari 2001 menyatakan mendukung sepenuhnya penggunaan imunisasi MMR dengan didasarkan kajian tentang keamanan dan efikasinya. Beberapa institusi dan organisasi kesehatan bergengsi di Inggris pada Januari 2001 setelah mengadakan pertemuan dengan pemerintahan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yaitu MMR adalah vaksin yang sangat efektif dengan laporan keamanan yang sangat baik. The American Academy of Pediatrics (AAP), organisasi profesi dokter anak di Amerika Serikat pada tanggal 12 - 13 Juni 2000 mengadakan konferensi dengan topik "New Challenges in Childhood Immunizations" di Oak Brook, Illinois Amerika Serikat yang dihadiri para orang tua penderita autisme, pakar imunisasi kesehatan anak dan para peneliti. Pertemuan tersebut merekomendasikan bahwa tidak terdapat hubungan antara MMR dan autisme. Menyatakan bahwa pemberian imunisasi secara terpisah tidak lebih baik dibandingkan MMR, malahan terjadi keterlambatan imunisasi MMR. Selanjutnya akan dilakukan penelitian lebih jauh tentang penyebab autisme. 6. Thimerosal dalam kandungan autism sebagai penyebab autisme. Tidak benar. Penelitian yang mengungkapkan bahwa thimerosal tidak mengakibatkan Autis dilakukan oleh berbagai penelitian di antaranya dilakukan oleh Kreesten M. Madsen dkk dari berbagai intitusi di Denmark. Mereka mengadakan penelitian bersama terhadap anak usia 2 hingga 10 tahun sejak tahun 1970 hingga tahun 2000. Mengamati 956 anak sejak tahun 1971 hingga 2.000 anak dengan autis. Sejak thimerosal digunakan hingga tahun 1990 tidak didapatkan kenaikkan penderita auitis secara bermakna. Kemudian sejak tahun 1991 hingga tahun 2000 bersamaan dengan tidak digunakannya thimerosal pada vaksin ternyata jumlah penderita autis malah meningkat drastis. Kesimpulan penelitian tersebut adalah tidak ada hubungan antara pemberian thimerosal dengan autis. Demikian juga Stehr-Green P dkk, Department of Epidemiology, School of Public Health and Community Medicine, University of Washington, Seattle, WA, bulan Agustus 2003 melaporkan antara tahun 1980 hingga 1990 membandingkan prevalensi dan insiden penderita autisme di California, Swedia, dan Denmark yang mendapatkan ekposur dengan imunisasi thimerosal. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa insiden pemberian thimerosal pada autisme tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Geier DA dalam Jurnal Americans Physicians Surgery tahun 2003, menungkapkan bahwa thimerosal tidak terbukti mengakibatkan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan) dan penyakit jantung. Melalui forum National Academic Press tahun 2001, Stratton K dkk melaporkan tentang keamanan thimerosal pada vaksin dan tidak berpengaruh terhadap gangguan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan). Sedangkan Hviid A dkk dalam laporan di majalah JAMA 2004 mengungkapkan penelitian terhadap 2.986.654 anak per tahun didapatkan 440 kasus autis. Dilakukan pengamatan pada kelompok anak yang menerima thimerosal dan tidak menerima thimerosal. Ternyata tidak didapatkan perbedaan bermakna. Disimpulkan bahwa pemberian thimerosal tidak berhubungan dengan terjadinya autis. Menurut penelitian Eto, menunjukkan manifestasi klinis autis sangat berbeda dengan keracunan merkuri. Sedangkan Aschner, dalam penelitiannya menyimpulkan tidak terdapat peningkatan kadar merkuri dalam rambut, urin dan darah anak Autis. Pichichero melakukan penelitian terhadap 40 bayi usia 2-6 bulan yang diberi vaksin yang mengandung thimerosal dan dibandingkan pada kelompok kontrol tanpa diberi thimerosal. Setelah itu dilakukan evaluasi kadar thimerosal dalam tinja dan darah bayi tersebut. Ternyata thimerosal tidak meningkatkan kadar merkuri dalam darah, karena etilmerkuri akan cepat dieliminasi dari darah melalui tinja. Selain itu masih banyak lagi peneliti melaporkan hasil yang sama, yaitu thimerosal tidak mengakibatkan autisme. 7. Semua vaksin terdapat zat-zat berbahaya yang dapat merusak otak ?Tidak benar. Isu itu karena "ilmuwan" tersebut di atas tidak mengerti isi vaksin, manfaat, dan batas keamanan zat-zat di dalam vaksin. Contoh: jumlah total etil merkuri yang masuk ke tubuh bayi melalui vaksin sekitar 2 mcg/kgbb/minggu, sedangkan batas aman menurut WHO adalah jauh lebih banyak (159 mcg/kgbb/minggu). Oleh karena itu vaksin mengandung merkuri dengan dosis yang sangat rendah dan dinyatakan aman oleh WHO dan badan-badan pengawasan lainnya. 8. Vaksin terbuat dari nanah, dibiakkan di janin anjing, babi, manusia yang sengaja digugurkan?Tidak benar. Isu itu bersumber dari "ilmuwan" 50 tahun lalu (tahun 1961-1962). Pengetahuan imunologi, biomolekuilar vaksin dan tknologi pembuatan vaksin berkembang sangat pesat. Sekarang tidak ada vaksin yang terbuat dari nanah atau dibiakkan embrio anjing, babi, atau manusia. Metode baru dan teknologi paling modern dari manipulasi biomolekuler telah diyakini teknologi vaksin baru sekarang memasuki "zaman keemasan." Perbaikan vaksin sangat mungkin dilakukan di masa depan untuk mendapatkan keamanan dan efektifitas vaksin lebih hebat lagi 9. Imunisasi tak masuk akal bermanfaat.Tidak benar. Pendapat yang menyesatkan yang tidak berdasarkan kajian ilmiah dan penelitian ilmiah dikeluarkan oleh Dr. William Hay seorang dokter yang bergerak di bidang food combining, dalam buku "Immunisation: The Reality behind the Myth""Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya." Padahal sampai saat ini 194 negara di seluruh dunia yakin bahwa imunisasi aman dan bermanfaat mencegah wabah, sakit berat, cacat, dan kematian pada bayi dan balita. Terbukti 194 negara tersebut terus menerus melaksanakan program imunisasi, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dengan cakupan umumnya lebih dari 85 %. Ribuan penelitian tentang efikasi dan manfaat vaksi secara biomolekular dan secara statistik bermanfaat secara bermakna. 10. Vaksin mengandung lemak babi ?Tidak benar. Hanya sebagian kecil dari vaksin yang pernah bersinggungan dengan tripsin pada proses pengembangan maupun pembuatannya seperti vaksin polio injeksi (IPV) dan meningitis. Pada vaksin meningitis, pada proses penyemaian induk bibit vaksin tertentu 15 ? 20 tahun lalu, ketika panen bibit vaksin tersebut bersinggungan dengan tripsin pankreas babi untuk melepaskan induk vaksin dari persemaiannya. Tetapi kemudian induk bibit vaksin tersebut dicuci dan dibersihkan total, sehingga pada vaksin yang disuntikkan tidak mengandung tripsin babi. Atas dasar itu maka Majelis Ulama Indonesia berpendapat vaksin itu boleh dipakai, selama belum ada penggantinya. Contohnya vaksin meningokokus (meningitis) haji diwajibkan oleh Saudi Arabia bagi semua jemaah haji untuk mencegah radang otak karena meningokokus. 11. Vaksin yang dipakai di Indonesia buatan Amerika ?Tidak benar. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Bio Farma Bandung, yang merupakan BUMN, dengan 98,6% karyawannya adalah Muslim. Proses penelitian dan pembuatannya mendapat pengawasan ketat dari ahli-ahli vaksin di BPOM dan WHO. Vaksin-vaksin tersebut juga diekspor ke 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, seperti Iran dan Mesir. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Biofarma Bandung. Vaksin-vaksin tersebut dibeli dan dipakai oleh 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam 12. Program imunisasi hanya di negara Muslim dan miskin agar menjadi bangsa yang lemah?Tidak benar. Imunisasi saat ini dilakukan di 194 negara, termasuk negara-negara maju dengan status sosial ekonomi tinggi, dan negara-negara non-Muslim. Kalau imunisasi bisa melemahkan bangsa, maka mereka juga akan lemah, karena mereka juga melakukan program imunisasi, bahkan lebih dulu dengan jenis vaksin lebih banyak. Kenyataanya : bangsa dengan cakupan imunisasi lebih tinggi justru lebih kuat. Jadi terbukti bahwa imunisasi justru memperkuat kekebalan terhadap penyakit infeksi, bukan melemahkan. 13. Di Amerika banyak kematian bayi akibat vaksin ?Tidak benar. Isu itu karena penulis tidak faham data Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA Amerika tahun 1991-1994, yang mencatat 38.787 laporan kejadian ikutan pasca imunisasi, oleh penulis angka tersebut ditafsirkan sebagai angka kematian bayi 1 - 3 bulan. Kalau memang benar angka kematian begitu tinggi tentu FDA AS akan heboh dan menghentikan vaksinasi. Faktanya Amerika tidak pernah meghentikan vaksinasi bahkan mempertahankan cakupan semua imunisasi di atas 90 %. Angka tersebut adalah semua keluhan nyeri, gatal, merah, bengkak di bekas suntikan, demam, pusing, muntah yang memang rutin harus dicatat kalau ada laporan masuk. Kalau ada 38.787 laporan dari 4,5 juta bayi berarti KIPI hanya 0,9 %. 14. Banyak bayi balita meninggal pada imunisasi masal campak di Indonesia ?Tidak benar. Setiap laporan kecurigaan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) selalu dikaji oleh Komnas/Komda KIPI yang terdiri dari pakar-pakar penyakit infeksi, imunisasi, imunologi. Setelah dianalisis dari keterangan keluarga, dokter yang merawat di rumah sakit, hasil pemeriksaan fisik, dan laboratorium, ternyata balita tersebut meninggal karena radang otak, bukan karena vaksin campak. Pada bulan itu ada beberapa balita yang tidak imunisasi campak juga menderita radang otak. Berarti kematian balita tersebut bukan karena imunisasi campak, tetapi karena radang otak. 15. Demam, bengkak, merah setelah imunisasi adalah bukti vaksin berbahaya?Tidak benar. Demam, merah, bengkak, gatal di bekas suntikan adalah reaksi wajar setelah vaksin masuk ke dalam tubuh. Seperti rasa pedas dan berkeringat setelah makan sambal adalah reaksi normal tubuh kita. Umumnya keluhan tersebut akan hilang dalam beberapa hari. Boleh diberi obat penurun panas, dikompres. Bila perlu bisa konsul ke petugas kesehatan terdekat. 16. Program imunisasi gagal?Tidak benar. Isu-isu tersebut bersumber dari data yang sangat kuno (50-150 tahun lalu) hanya dari 1 - 2 negara saja, sehingga hasilnya sangat berbeda dengan hasil penelitian terbaru, karena vaksinnya sangat berbeda. Isu vaksin cacar variola gagal, berdasarkan data yang sangat kuno, di Inggris tahun 1867 - 1880 dan Jepang tahun 1872-1892. Fakta terbaru sangat berbeda, bahwa dengan imunisasi cacar di seluruh dunia sejak tahun 1980 dunia bebas cacar variola. Isu vaksin difteri gagal, berdasarkan data di Jerman tahun 1939. Fakta sekarang: vaksin difteri dipakai di seluruh dunia dan mampu menurunkan kasus difteri hingga 95 %. Isu pertusis gagal hanya dari data di Kansas dan Nova Scottia tahun 1986. Isu vaksin campak berbahaya hanya berdasar penelitian 1989-1991 pada anak miskin berkulit hitam di Meksiko, Haiti dan Afrika. 17. Program imunisasi gagal, karena setelah diimunisasi bayi balita masih bisa tertular penyakit tersebut ?Tidak benar. Program imunisasi di seluruh dunia tidak pernah gagal. Perlindungan vaksin memang tidak 100%. Bayi dan balita yang telah diimunisasi masih bisa tertular penyakit, tetapi jauh lebih ringan dan tidak berbahaya. Banyak penelitian imunologi dan epidemiologi di berbagai membuktikan bahwa bayi balita yang tidak diimunisasi lengkap tidak mempunyai kekebalan spesifik terhadap penyakit-penyakit berbahaya. Mereka mudah tertular penyakit tersebut, akan menderita sakit berat, menularkan ke anak-anak lain, menyebar luas, terjadi wabah, menyebabkan banyak kematian dan cacat. 18. Vaksin berbahaya, tidak effektif, tidak dilakukan di negara maju ?Tidak benar. Karena di Indonesia ada orang-orang yang tidak mengerti tentang vaksin dan imunisasi, hanya mengutip dari "ilmuwan" tahun 1950 -1960 yang ternyata bukan ahli vaksin, atau berdasar data-data 30 - 40 tahun lalu (1970 - 1980an) atau hanya dari 1 sumber yang tidak kuat. Atau dia mengutip Wakefield spesialis bedah, bukan ahli vaksin, yang penelitiannya dibantah oleh banyak tim peneliti lain, dan oleh majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011 penelitian Wakefield dinyatakan salah atau bohong. Ia hanya berdasar kepada 1 - 2 laporan kasus yang tidak diteliti lebih lanjut secara ilmiah, hanya berdasar logika biasa. Badan penelitian di berbagai negara membuktikan bahwa dengan meningkatkan cakupan imunisasi, maka penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi berkurang secara bermakna. Oleh karena itu, saat ini program imunisasi dilakukan terus menerus di 194 negara, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. 19. ASI, gizi, dan suplemen herbal sudah cukup menggantikan imunisasi .Tidak ada satupun badan penelitian di dunia yang menyatakan bisa, karena kekebalan yang dibentuk sangatlah berbeda. ASI, gizi, suplemen herbal, kebersihan, hanya memperkuat pertahanan tubuh secara umum, karena tidak membentuk kekebalan spesifik terhadap kuman tertentu. Kalau jumlah kuman banyak dan ganas, perlindungan umum tidak mampu melindungi bayi, sehingga masih bisa sakit berat, cacat atau bahkan mati. Imunisasi merangsang pembentukan antibodi dan kekebalan seluler yang spesifik terhadap kuman-kuman atau racun kuman tertentu, sehingga bekerja lebih cepat, efektif, dan efisien untuk mencegah penularan penyakit yang berbahaya. Selain diberi imunisasi, bayi harus diberi ASI eksklusif, makanan pendamping ASI dengan gizi lengkap dan seimbang, kebersihan badan, makanan, minuman, pakaian, mainan, dan lingkungan. Suplemen diberikan sesuai kebutuhan individual yang bervariasi. Selain itu bayi harus diberikan kasih sayang dan stimulasi bermain untuk mengembangkan kecerdasan, kreatifitas dan perilaku yang baik. 20. Imunisasi dan Konspirasi Zionisme di dalamnya.Tidak benar. Jika dirunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, dapat ditemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Di dunia internasional banyak yayasan sosial yang mendanai penelitian ilmiah tentang vaksin dan masalah kesehatan masyarakat lainnya. Memang Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia tetapi sebenarnya mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya (The UN's WHO was established by the Rockefeller family's foundation in 1948 - the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government's National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation's Public Health Service (PHS). Yayasan Rockefeller yang berdiri sejak tahun 1913 dan kredibilitasnya telah diakui dunia kesehatan Internasional yang berupaya meningkatkan kesehatan global dengan bekerja untuk mengubah sistem kesehatan sehingga lebih mudah diakses dan terjangkau masyarakat tidak mampu. Yayasan kesehatan dunia ini juga menghubungkan jaringan surveilans penyakit global untuk membantu mereka yang berjuang meminimalkan penyebaran penyakit menular yang dapat menyebabkan pandemi. Yayasan ini juga meningkatkan monitoring, deteksi dan respon terhadap penyakit menular seperti Ebola, SARS, dan flu burung untuk mencegah pandemi. Memperluas penggunaan teknologi untuk meningkatkan perawatan kesehatan. Melibatkan sektor swasta untuk bekerja dengan sektor publik dalam mengembangkan praktik dan kebijakan untuk menyediakan dan mendanai pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Sikap orang tua dalam menghadapi kampanye hitam * Bila mendengar dan mengetahui kontroversi tersebut, maka pasti akan membingungkan masyarakat awam. Hal ini terjadi karena yang memberikan informasi yang tidak benar tersebut adalah para ahli kedokteran tetapi yang tidak berkompeten sesuai keahliannya. Untuk menyikapinya kita harus cermat dan teliti dan berpikiran lebih jernih. Kalau mengamati beberapa penelitian yang mendukung adanya berbagai kejadian berhubungan dengan imunisasi, mungkin benar sebagai pemicu atau sebagai co-accident atau kebetulan. * Penelitian yang menunjukkan hubungan keterkaitan imunisasi dan berbagai hal yang tidak benar hanya dilihat dalam satu kelompok kecil (populasi). Secara statistik hal ini hanya menunjukkan hubungan, tidak menunjukkan sebab akibat. Kita juga tidak boleh langsung terpengaruh pada laporan satu atau beberapa kasus, misalnya bila orang tua anak autism berpendapat bahwa anaknya timbul gejala autism setelah imunisasi. Kesimpulan tersebut tidak bisa digeneralisasikan terhadap anak sehat secara umum (populasi lebih luas). Kalau itu terjadi bisa saja kita juga terpengaruh oleh beberapa makanan yang harus dihindari oleh penderita autism juga juga akan dihindari oleh anak sehat lainnya. Jadi logika tersebut harus dicermati dan dimengerti. * Menanggapi tantangan tersebut, Prof Sri Rezeki Hadinegoro, Ketua Pelaksana Konferensi Vaksin Se-Asia 3 mengatakan, pemerintah bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melakukan pendekatan kepada ulama dan masyarakat untuk memberikan pemahaman yang benar. "Kami tidak melawan pemahaman kelompok antivaksin, tetapi jangan memutarbalikkan fakta pada masyarakat," kata Sri dalam acara jumpa pers pelaksanaan Konferensi Vaksinasi Asia Ke-3 di Jakarta, Kamis (28/7/2011). * Ketua Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama menambahkan, masyarakat seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan keamanan dan kehalalan vaksin yang beredar. "Pemerintah menjamin semua vaksin yang beredar sesuai kaidah-kaidah yang berlaku. Pada kasus kontroversi vaksin meningitis untuk jemaah haji, kami mengikuti saran MUI," katanya. * Persoalan black campaign dari vaksin ternyata juga ditemui di negara-negara lain, misalnya di Filipina. Menurut Enrique Tayag, President of Philliphine Foundation for Vaccination, kelompok antivaksin juga menjadi tantangan. "Bagaimanapun masyarakat harus diingatkan manfaat vaksin untuk kesehatan anak jauh lebih besar daripada efek samping yang ditakutkan," katanya dalam kesempatan yang sama. Hambatan lain adalah munculnya kelompok-kelompok antivaksinasi yang menyebabkan kampanye hitam dengan membawa faktor agama dan budaya. Biasanya kelompok tertentu yang menyebarkan kampanye hitam imunisasi demi kepentingan pribadi khususnya dalam kepentingan bisnis terselubung yang mereka lakukan. Sebagian kelompok ini adalah yang dilakukan oleh oknum pelaku naturopathy, homeopathy, food combining, atau bisnis terapi herbal. Sebagian dari kelompok ini juga dilakukan oleh dokter bahkan beberapa profesor. Tetapi semuanya bukan berasal dari ahli medis, dokter atau profesior yang berkompeten di bidangnya seperti ahli kesehatan anak, ahli vaksin, ahli imunologi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak juga dokter atau profesor yang bergerak di bidang bisnis terapi alternatif atau non medis. Meski sebenarnya ilmu dan aliran terapi alternatif tersebut pada umumnya sangat baik, tetapi sayangnya sebagian kecil di antara mereka demi keberhasilan bisnis mereka mengorbankan kepentingan anak di dunia dengan menyebarkan informasi tidak benar dan menyesatkan.   Benarkah imunisasi lumpuhkan generasi?Dr Piprim B Yanuarso SpA (K)Konsultan Kardiologi Anak Bagian Anak FKUI/RSCM JakartaPengurus PP IDAI, JakartaPencinta anak-anak dan ibunya anak-anak.  Pendahuluan Akhir-akhir ini kita sering mendengar atau melihat seminar dengan judul yang membuat mata seorang dokter terbelalak. "Imunisasi lumpuhkan generasi" atau "Wahai para orangtua bekali dirimu dengan pengetahuan tentang bahaya imunisasi". Sebagai seorang dokter saya lalu merenung, bila benar apa yang mereka serukan itu, betapa besar dosa saya sebagai dokter anak yang sering mengimunisasi bayi dan anak yang datang ke tempat praktek. Betapa jahatnya saya sebagai manusia karena telah mengimunisasi begitu banyak bayi dan anak selama ini, bahkan sejak saya masih sebagai dokter umum di puskesmas dahulu. Lalu saya merenung dan mencoba meneliti kembali permasalahan ini. Siapa sebenarnya yang salah dan siapa yang benar? Dalam kontroversi yang memuat perbedaan 180 derajat ini, tidak mungkin kedua-duanya salah atau benar. Pasti salah satu benar dan yang lain salah. Dan saya khawatir bila selama ini sayalah yang bersalah itu. Saya sungguh khawatir jangan-jangan saya telah melumpuhkan begitu banyak generasi muda. Jangan-jangan saya telah melakukan dosa kemanusiaan yang sangat besar. Galau habis-habisan.Rasa galau itu membuat saya membuka-buka literatur dan data yang ada tentang permasalahan imunisasi. Saya mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan seruan yang menentang keras imunisasi. Suatu pernyataan yang sangat bertolak belakang dengan yang selama ini saya pelajari bahwa imunisasi itu suatu tindakan preventif yang amat bermanfaat buat kemanusiaan. Di lain pihak kegalauan saya juga semakin menjadi bila mengingat andai seruan tersebut kemudian menyebar ke masyarakat luas lalu apa yang akan terjadi dengan bayi-bayi mungil tak berdosa itu di kemudian hari? Mungkinkah penyakit-penyakit berat yang dapat dicegah dengan imunisasi akan bangkit kembali dari kuburnya gara-gara seruan itu? Masalah ini justru menimbulkan kegalauan lebih dalam bagi saya. Apakah sebenarnya imunisasi itu? Sebelum melangkah lebih jauh mari kita bahas sekilas apakah yang dimaksud dengan imunisasi. Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak terpajan pada penyakit tersebut ia tidak menjadi sakit. Kekebalan yang diperoleh dari imunisasi dapat berupa kekebalan pasif maupun aktif. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan pasif disebut imunisasi pasif, dengan cara memberikan antibodi atau faktor kekebalan kepada seseorang yang membutuhkan. Contohnya adalah pemberian imunoglobulin spesifik untuk penyakit tertentu, misalnya imunoglobulin antitetanus untuk penyakit tetanus. Contoh lain adalah kekebalan pasif alamiah antibodi yang diperoleh janin dari ibu. Kekebalan jenis ini tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh. Kekebalan aktif dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen secara alamiah atau melalui imunisasi. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan aktif disebut imunisasi aktif dengan memberikan zat bioaktif yang disebut vaksin, dan tindakan itu disebut vaksinasi. Kekebalan yang diperoleh dari vaksinasi berlangsung lebih lama dari kekebalan pasif karena adanya memori imunologis, walaupun tidak sebaik kekebalan aktif yang terjadi karena infeksi alamiah. Untuk memperoleh kekebalan aktif dan memori imunologis yang efektif maka vaksinasi harus mengikuti cara pemakaian dan jadwal yang telah ditentukan melalui bukti uji klinis yang telah dilakukan. Tujuan imunisasi adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tersebut pada sekelompok masyarakat (populasi), atau bahkan menghilangkannya dari dunia seperti kita lihat pada keberhasilan imunisasi cacar variola. Keadaan terakhir ini lebih mungkin terjadi pada jenis penyakit yang hanya dapat ditularkan melalui manusia, seperti penyakit difteri dan poliomielitis. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan seumur hidup dan akan menjadi beban bagi masyarakat di kemudian hari. Sampai saat ini terdapat 19 jenis vaksin untuk melindungi 23 PD3I di seluruh dunia dan masih banyak lagi vaksin yang sedang dalam penelitian. Adakah bukti bahwa imunisasi bermanfaat ? Pertanyaan selanjutnya yang perlu dijawab adalah adakah manfaat imunisasi? Ataukah imunisasi hanya bikin mudhorot (keburukan) buat kemanusiaan? Untuk menjawab pertanyaan ini saya kemudian menelaah berbagai data status kesehatan masyarakat sebelum dan sesudah ditemukannya imunisasi di berbagai negara. Namun saya ingin menampilkan data dari negara maju seperti Amerika Serikat, karena kelompok antiimunisasi selalu menuduh bahwa imunisasi adalah sebuah proyek konspirasi dari negara ini untuk melumpuhkan generasi muda di seluruh dunia.Sebelum adanya vaksin polio, terdapat 13.000 - 20.000 (16.316) kasus lumpuh layuh akut akibat polio dilaporkan setiap tahun di AS meninggalkan ribuan korban penderita cacat karena polio yang mesti menggunakan tongkat penyangga atau kursi roda. Saat ini AS dinyatakan bebas kasus polio. Angka penurunan mencapai 100%.Sebelum adanya imunisasi campak, 503.282 kasus campak terjadi setiap tahun dan 20% di antaranya dirawat dengan jumlah kematian mencapai 450 orang pertahun akibat pneumonia campak. Setelah ada imunisasi campak kasus menurun hingga 55 kasus pertahun pada tahun 2006. Angka penurunan 99.9%.Sebelum ditemukan imunisasi difteri terjadi 175.885 kasus difteri per tahun dengan angka kematian mencapai 15.520 kasus. Setelah imunisasi ditemukan tahun 2001 jumlahnya menurun menjadi 2 kasus dan tahun 2006 tidak ada lagi laporan kasus difteri. Angka penurunan mencapai 100%Sebelum tahun 1940an terdapat 150.000-260.000 kasus pertussis setiap tahun dengan angka kematian mencapai 9000 kasus setahun. Setelah imunisasi pertussis ditemukan angka kematian menurun menjadi 30 kasus setahun. Namun dengan seruan antiimunisasi yang marak di AS terjadi lagi peningkatan kasus secara signifikan di beberapa negara bagian. Pada 8 negara bagian terjadi peningkatan kasus 10-100 kali lipat pada saat cakupan imunisasi pertussis menurun drastis.Sebelum vaksin HiB ditemukan, HiB nerupakan penyebab tersering meningitis bakteri (radang selaput otak) di AS, dengan 20.000 kasus per tahun. Meningitis HiB menyebabkan kematian 600 anak pertahun dan meninggalkan kecacatan berupa tuli, kejang, dan retardasi mental pada anak yang selamat. Pada tahun 2006 kasus meningitis HIB menurun menjadi 29 kasus. Angka penurunan 99.9%.Hampir 90% bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi Rubella saat hamil trimester pertama akan mengalami sindrom Rubella kongenital, berupa penyakit jantung bawaan, katarak kongenital, dan ketulian. Pada tahun 1964 sekitar 20.000 bayi lahir dengan sindrom Rubella kongenital ini, mengakibatkan 2100 kematian neonatal dan 11.250 abortus. Setelah adanya imunisasi hanya dilaporkan 6 kasus sindrom Rubella kongenital pada tahun 2000. Kasus Rubella secara umum menurun dari 47.745 kasus menjadi hanya 11 kasus pertahun pada tahun 2006. Angka penurunan 99.9%.Hampir 2 milyar orang telah terinfeksi hepatitis B suatu saat dalam hidupnya. Sejuta di antaranya meninggal setiap tahun karena penyakit sirosis hati dan kanker hati. Sekitar 25% anak-anak yang terinfeksi hepatitis B dapat diperkirakan akan meninggal karena penyakit hati pada saat dewasa. Terjadi penurunan jumlah kasus baru dari 450.000 kasus pada tahun 1980 menjadi sekitar 80.000 kasus pada tahun 1999. Penurunan terbanyak terjadi pada anak dan remaja yang mendapat imunisasi rutin.Di seluruh dunia penyakit tetanus menyebabkan kematian pada 300.000 neonatus dan 30.000 ibu melahirkan setiap tahunnya dan mereka tidak diimunisasi adekuat. Tetanus sangat infeksius namun tidak menular, sehingga tidak seperti PD3I yang lain, imunisasi pada anggota suatu komunitas tidak dapat melindungi orang lain yang tidak diimunisasi. Karena bakteri tetanus terdapat banyak di lingkungan kita, maka tetanus hanya bisa dicegah dengan imunisasi. Bila program imunisasi tetanus distop, maka semua orang dari berbagai usia akan rentan menderita penyakit ini.Sekitar 212.000 kasus mumps (gondongan) terjadi di AS pada tahun 1964. Setelah ditemukannya vaksin mumps pada tahun 1967 insidens penyakit ini menurun menjadi hanya 266 kasus pada tahun 2001. Namun pada tahun 2006 terjadi KLB di kalangan mahasiswa, sebagian besar di antara mereka menerima 2 kali vaksinasi. Terjadi lebih dari 5500 kasus pada 15 negara bagian. Mumps merupakan penyakit yang sangat menular dan hanya butuh beberapa orang saja yang tidak diimunisasi untuk memulai transmisi penyakit sebelum menyebar luas. Sebelum vaksin pneumokokus ditemukan, pneumokokus menyebabkan 63.000 kasus invassive pneumococcal disease (IPD) dengan 6100 kematian di AS setiap tahun. Banyak anak yang menderita gejala sisa berupa ketulian dan kejang-kejang. Dari data di atas para ahli menyimpulkan bahwa imunisasi adalah salah satu di antara program kesehatan masyarakat yang paling sukses dan cost-effective . Program imunisasi telah menyebabkan eradikasi penyakit cacar (variola, smallpox), eliminasi campak dan poliomielitis di berbagai belahan dunia. dan penurunan signifikan pada morbiditas dan mortalitas akibat penyakit difteri, tetanus, dan pertussis. Badan kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2003 memperkirakan 2 juta kematian anak dapat dicegah dengan imunisasi. Katz (1999) bahkan menyatakan bahwa imunisasi adalah sumbangan ilmu pengetahuan yang terbaik yang pernah diberikan para ilmuwan di dunia ini.  Miskonsepsi tentang imunisasi Meskipun imunisasi telah terbukti banyak manfaatnya dalam mencegah wabah dan PD3I di berbagai belahan dunia, namun masih terdapat sebagian orang yang memiliki miskonsepsi terhadap imunisasi. Secara umum berikut ini adalah beberapa miskonsepsi yang sering terjadi di masyarakt: A. Penyakit-penyakit tersebut (PD3I) sebenarnya sudah mulai menghilang sebelum vaksin ditemukan karena meningkatnya higiene dan sanitasi.Pernyataan sejenis ini dan variasinya sangat banyak dijumpai pada literatur antivaksin. Namun bila melihat insidens aktual PD3I sebelum dan sesudah ditemukannya vaksin kita tidak lagi meragukan manfaat vaksinasi. Sebagai contoh kita lihat kasus meningitis HiB di Canada. Higiene dan sanitasi sudah dalam keadaan baik sejak tahun 1990, namun kejadian meningitis HiB sebelum program imunisasi dilaksanakan mencapai 2000 kasus per tahun dan setelah imunisasi rutin dijalankan menurun menjadi 52 kasus saja dan mayoritas terjadi pada bayi dan anak yang tidak diimunisasi. Contoh lain adalah pada 3 negara maju (Inggris, Swedia, dan Jepang) yang menghentikan program imunisasi pertussis karena ketakutan terhadap efek samping vaksin pertussis. Di Inggris tahun 1974 cakupan imunisasi menurun drastis dan diikuti dengan terjadinya wabah pertussis pada tahun 1978, ada 100.000 kasus pertussis dengan 36 kematian. Di Jepang pada kurun waktu yang sama cakupan imunisasi pertussis menurun dari 70% menjadi 20-40% hal ini menyebabkan lonjakan kasus pertussis dari 393 kasus dengan 0 kematian menjadi 13.000 kasus dengan 41 kematian karena pertussis pada tahun 1979. Di Swedia pun sama, dari 700 kasus pada tahun 1981 meningkat menjadi 3200 kasus pada tahun 1985. Pengalaman tersebut jelas membuktikan bahwa tanpa imunisasi bukan saja penyakit tidak akan menghilang namun juga akan hadir kembali saat program imunisasi dihentikan. B. Mayoritas anak yang terkena penyakit justru yang sudah diimunisasi.Pernyataan ini juga sering dijumpai pada literatur antivaksin. Memang dalam suatu kejadian luar biasa (KLB) jumlah anak yang sakit dan pernah diimunisasi lebih banyak daripada anak yang sakit dan belum diimunisasi. Penjelasan masalah tersebut sebagai berikut: pertama tidak ada vaksin yang 100% efektif. Efektivitas sebagian besar vaksin pada anak adalah sebesar 85-95%, tergantung respons individu. Kedua: proporsi anak yang diimunisasi lebih banyak daripada anak yang tidak diimunisasi di negara yang menjalankan program imunisasi. Bagaimana kedua faktor tersebut berinteraksi diilustrasikan dalam contoh berikut. Suatu sekolah mempunyai 1000 murid. Semua murid pernah diimunisasi campak 2 kali kecuali 25 yang tidak pernah sama sekali. Ketika semua murid terpapar campak, 25 murid yang belum diimunisasi semuanya menderita campak. Dari kelompok yang telah diimunisasi campak 2 kali, sakit 50 orang. Jumlah seluruh yang sakit 75 orang dan yang tidak sakit 925 orang. Kelompok antiimunisasi akan mengatakan bahwa persentase murid yang sakit adalah 67 % (50/75) dari kelompok yang pernah imunisasi, dan 33% (25/75) dari kelompok yang tidak diimunisasi. Padahal bila dihitung dari efek proteksi, maka imunisasi memberikan efek proteksi sebesar (975-25)/975 = 94.8%. Yang tidak diimunisasi efek proteksi sebesar 0/25= 0%. Dengan kata lain, 100% murid yang tidak mendapat imunisasi akan sakit campak; dibanding hanya 5,2% dari kelompok yang diimunisasi yang terkena campak. Jelas bahwa imunisasi berguna untuk melindungi anak. C. Vaksin menimbulkan efek samping yang berbahaya, kesakitan, dan bahkan kematianVaksin merupakan produk yang sangat aman. Hampir semua efek simpang vaksin bersifat ringan dan sementara, seperti nyeri pada bekas suntikan atau demam ringan. Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) secara definitif mencakup semua kejadian sakit pasca imunisasi. Prevalensi dan jenis sakit yang tercantum dalam KIPI hampir sama dengan prevalensi dan jenis sakit dalam keadaan sehari-hari tanpa adanya program imunisasi. Hanya sebagian kecil yang memang berkaitan dengan vaksin atau imunisasinya, sebagian besar bersifat koinsidens. Kematian yang disebabkan oleh vaksin sangat sedikit. Sebagai ilustrasi semua kematian yang dilaporkan di Amerika sebagai KIPI pada tahun 1990-1992, hanya 1 yang mungkin berhubungan dengan vaksin. Institut of Medicine (IOM) tahun 1994 menyatakan bahwa risiko kematian akibat vaksin adalah amat rendah (extra-ordinarily low). Besarnya risiko harus dibandingkan dengan besarnya manfaat vaksin. Bila satu efek simpang berat terjadi dalam sejuta dosis vaksin namun tidak ada manfaat vaksin, maka vaksin tersebut tidak berguna. Manfaat imunisasi akan lebih jelas bila risiko penyakit dibandingkan dengan risiko vaksin. Contoh vaksin MMR (melindungi campak, mumps (gondongan) dan rubella (campak jerman)pneumonia campak : risiko kematian 1:3000 risiko alergi berat MMR 1:1000.000Ensefalitis mumps : 1 : 300 pasien mumps, risiko ensefalitis MMR 1:1000.000Sindrom rubella kongenital : 1 : 4 bayi dari ibu hamil kena rubella Contoh vaksin DPaT (melindungi difteri, pertussis, dan tetanus)Difteri : risiko kematian 1 : 20, risiko menangis lama sementara 1 : 100Tetanus : risiko kematian 1 : 30, risiko kejang sembuh sempurna 1 : 1750Pertussis : risiko ensefalitis pertussis 1 : 20, risiko ensefalitis DPaT 1 : 1000.000  D. Penyakit penyakit tersebut (PD3I) telah tidak ada di negara kita sehingga anak tidak perlu diimunisasiAngka kejadian beberapa penyakit yang termasuk PD3I memang telah menurun drastis. Namun kejadian penyakit tersebut masih cukup tinggi di negara lain. Siapa pun termasuk wisatawan dapat membawa penyakit tersebut secara tidak sengaja dan dapat menimbulkan wabah. Hal tersebut serupa dengan KLB polio di Indonesia pada tahun 2005 lalu. Sejak tahun 1995 tidak ada kasus polio yang disebabkan oleh virus polio liar. Pada bulan April 2005, Laboratorium Bioofarma di Bandung mengkonfirmasi adanya virus polio liar tipe 1 pada anak berusia 18 bulan yang menderita lumpuh layuh akut pada bulan Maret 2005. Anak tersebut tidak pernah diimunisasi sebelumnya. Virus polio itu selanjutnya menyebabkan wabah merebak ke 10 propinsi, 48 kabupaten. Sampai bulan April 2006 tercatat 349 kasus polio, termasuk 46 kasus VDVP (vaccine derived polio virus) di Madura. Dari analisis genetik virus diketahui bahwa virus berasal dari Afrika barat. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa virus sampai ke Indonesia melalui Nigeria dan Sudan sama seperti virus yang diisolasi di Arab Saudi dan Yaman. Dari pengalaman tersebut terbukti bahwa anak tetap harus mendapat imunisasi karena dua alasan. Alasan pertama adalah anak harus dilindungi. Meskipun risiko terkena penyakit adalah kecil, bila penyakit masih ada, anak yang tidak terproteksi tetap berpeluang terinfeksi. Alasan kedua imunisasi anak penting untuk melindungi anak lain di sekitarnya. Terdapat sejumlah anak yang tak dapat diimunisasi (misalnya karena alergi berat terhadap komponen vaksin) dan sebagian kecil anak yang tidak memberi respons terhadap imunisasi. Anak-anak tersebut rentan terhadap penyakit dan perlindungan yang diharapkan adalah dari orang-orang di sekitarnya yang tidak sakit dan tidak menularkan penyakit kepadanya. E. Pemberian vaksin kombinasi (multipel) meningkatkan risiko efek simpang yang berbahaya dan dapat membebani sistem imunAnak-anak terpapar pada banyak antigen setiap hari. Makanan dapat membawa bakteri yang baru ke dalam tubuh. Sistem imun juga akan terpapar oleh sejumlah bakteri hidup di mulut dan hidung. Infeksi saluran pernapasan bagian atas akan menambah paparan 4-10 antigen, sedangkan infeksi streptokokus pada tenggorokan memberi paparan 25-50 antigen. Tahun 1994 IOM menyatakan bahwa dalam keadaan normal penambahan jumlah antigen dalam vaksin tidak mungkin akan memberikan beban tambahan pada sistem imun dan tidak bersifat imunosupresif. Data penelitian menunjukkan bahwa imunisasi simultan dengan vaksin multipel tidak membebani sistem imun anak normal. Pada tahun 1999 Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP), American Academy of Pediatrics (AAP), dan American Academy of Family Physicians (AAFP) merekomendasi pemberian vaksin kombinasi untuk imunisasi anak. Keuntungan vaksin kombinasi adalah mengurangi jumlah suntikan, mengurangi biaya penyimpanan dan pemberian vaksin, mengurangi jumlah kunjungan ke dokter, dan memfasilitasi penambahan vaksin baru ke dalam program imunisasi. F. Vaksin MMR menyebabkan autismeBeberapa orangtua anak dengan autisme percaya bahwa terdapat hubungan sebab akibat antara vaksin MMR dengan autisme. Gejala khas autisme biasanya diamati oleh orangtua saat anak mulai tampak gejala keterlambatan bicara setelah usia lewat satu tahun. Vaksin MMR diberikan pada usia 15 bulan (di luar negeri 12 bulan). Pada usia sekitar inilah biasanya gejala autisme menjadi lebih nyata. Meski pun ada juga kejadian autisme mengikuti imunisasi MMR pada beberapa kasus. Akan tetapi penjelasan yang paling logis dari kasus ini adalah koinsidens. Kejadian yang bersamaan waktu terjadinya namun tidak terdapat hubungan sebab akibat. Kejadian autisme meningkat sejak 1979 yang disebabkan karena meningkatnya kepedulian dan kemampuan kita mendiagnosis penyakit ini, namun tidak ada lonjakan secara tidak proporsional sejak dikenalkannya vaksin MMR pada tahun1988.Pada tahun 2000 AAP membuat pernyataan : "Meski kemungkinan hubungan antara vaksin MMR dengan autisme mendapat perhatian luas dari masyarakat dan secara politis, serta banyak yang meyakini adanya hubungan tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya, namun bukti-bukti ilmiah yang ada tidak menyokong hipotesis bahwa vaksin MMR menyebabkan autisme dan kelainan yang berhubungan dengannya. Pemberian vaksin measles, mumps, dan rubella secara terpisah pada anak terbukti tidak lebih baik daripada pemberian gabungan menjadi vaksin MMR, bahkan akan menyebabkan keterlambatan atau luput tidak terimunisasi. Dokter anak mesti bekerjasama dengan para orangtua untuk memastikan bahwa anak mereka terlindungi saat usianya mencapai 2 tahun dari PD3I. Upaya ilmiah mesti terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari autisme. Lembaga lain yaitu CDC dan NIH juga membuat pernyataan yang mendukung AAP. Pada tahun 2004 IOM menganalisis semua penelitian yang melaporkan adanya hubungan antara vaksin MMR dengan autisme. Hasilnya adalah tidak satu pun penelitian itu yang tidak cacat secara metodologis. Kesimpulan IOM saat itu adalah tidak terbukti ada hubungan antara vaksin MMR dengan autisme. Penutup Setelah mengkaji berbagai literatur sebagaimana disebutkan di atas, maka secara berangsur kegalauan saya menghilang. Saya semakin yakin akan kebenaran teori ilmiah berbasis bukti yang sudah ditemukan para ahli. Bahkan beberapa waktu lalu ada sejawat saya Dr Julian Sunan, seorang dokter yang masih muda dan amat ganteng (menurut pengakuannya sendiri) telah menelaah bahwa ternyata tokoh-tokoh antivaksin yang sering dikutip kelompok antivaksin di Indonesia ternyata banyak yang fiktif. Mereka melakukan pemelintiran data dan pemutarbalikan fakta. Tak heran kalau yang sangat aman dianggap sangat berbahaya dan penyakit sangat berbahaya nan mematikan dianggap tidak apa apa dan mungkin malah diajak bersahabat karib oleh kelompok antiimunisasi. Terimakasih.  Bahan bacaan : Ranuh IGNG, Suyitno H, Hadinegoro SRS, Kartasasmita CB, Ismoedijanto, Soedjatmiko. Buku Pedoman Imunisasi di Indonesia, edisi ke-4. Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta 2011.Center for Disease Control http://www.cdc.gov
   
Jumlah Posts : 349
Jumlah di-Like : 7

Sebaiknya para Ibu harus berhati- hati dalam memilih botol susu untuk buah hati, ada beberapa botol susu yang mengandung zat yang berbahaya sehingga dapat menimbulakn masalah kesehatan, pada nantinya. Untuk itu perlu ketelitian dalam memilih botol susu. Di tahun 2008, peneliti Amerika dan Kanada menemukan kandungan zat polikarbonat yang berbahaya untuk sistem reproduksi, saraf dan sistem daya tubuh proses pertumbuhan dan fungsi organ-organ tubuh.

  Tips berikut dapat digunakan dalam memilih susu yang aman dan tepat:
  1. Pilihlah ujung botol susu yang pas ukurannya dengan mulut bayi dan tahap perkembangannya. Untuk bayi yang baru lahir tidak perlu menggunakan ujung botol yang orthodontis sampai dengan bayi tersebut memiliki gigi.
  2. Bacalah dan ikuti petunjuk range usia yang tercantum dalam botol, jangan memberikan bayi botol susu yang tidak sesuai dengan usianya.
  3. Botol plastik memerlukan perawatan dalam mencuci dan menjaga kebersihannya, sterilkan selalu botol sebelum digunakan bisa dengan menggunakan alat steril khusus atau mengocoknya dengan air panas untuk membunuh bakteri.
  4. Orang tua harus lebih jeli dalam membaca label dan memastikan bahwa produk tersebut tidak mengandung bahan kimia berbahaya, atau cari botol yang ada tanda ‘recycle’ sehingga bisa digunakan kembali, atau pilih yang botol dengan tanda ‘food grade’.
Selain memilih botol yang tepat, sebaiknya Ibu juga membaca kode huruf atau simbol kode botol seperti lambing segitiga yang menentukan jenis bahan plastiknya.
  1. PET/PET atau Polyethylene Terephthalate, Bahan ini dipakai untuk botol plastik transparan seperti kemasan untuk air mineral. Botol ini aman digunakan untuk sekali pakai dan jangan memasukkan air panas atau hangat.
  2. HDPE atau High Density Polyethylene, Bahan ini biasa dipakai untuk botol susu berwarna putih susu. Seperti PET bahan ini hanya direkomendasikan untuk pemakaian sekali.
  3. PVC atau Polyvinyl Chloride, Bahan plastik ini sangat sulit didaur ulang dan biasanya digunakan juga untuk botol dan pembungkus plastik (cling wrap). PVC berbahaya untuk ginjal dan hati.
  4. LDPE atau Low Density Polyethylene, Bahan ini dapat didaur ulang dan cocok untuk tempat makanan atau botol yang lentur. Bahan ini baik untuk tempat makanan.
  5. PP atau Polypropylene, Bahan ini adalah paling aman jika Anda membeli barang berbahan plastik seperti untuk botol bayi atau tempat makanan.
  6. PS atau Polystyrene, Bahan ini biasa dipakai untuk tempat minuman sekali pakai atau kotak makan styrofoam. Bahan styrene berbahaya untuk otak dan sistem saraf. Beberapa negara sudah melarang pemakaian bahan ini.
  7. Others, Jika simbolnya tertulis others itu artinya bahan plastiknya bisa berasal dari Acrylonitrile Butadiene Styrene Acrylic, Polycarbonate, Polylactic Acid, Nylon atau Fiberglass. Sebaiknya hindari yang tertulis Polycarbonate karena mengandung BPA.
Dan pastikan botol susu sesuai dengan ukuran mulut bayi dan volume air susu yang keluar.

Dan yang paling PENTING di AdoraBabyShop Semua nya AMAN untuk bayi so CHECK IT OUT!!!
   


06-10-2010 10:39:30 NUTRISI BAGI WANITA HAMIL
Jumlah Posts : 53
Jumlah di-Like : 4
lanjutan ....

Vitamin A

Meskipun kebutuhan vitamin A meningkat selama kehamilan, suplemen vitamin A jarang direkomendasikan untuk wanita hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir. 

Cara terbaik untuk meningkatkan asupan vitamin A adalah melalui berbagai sumber makanan seperti susu, ikan, telur, dan margarine. Hati mengandung vitamin A yang terlalu tinggi dan hal ini berhubungan dengan cacat lahir, sehingga konsumsi hati selama kehamilan sebaiknya dihindari. 

Vitamin D

Vitamin D dibutuhkan untuk membantu penyerapan kalsium. Margarine, keju, ikan berlemak dan telur merupakan makanan yang mengandung vitamin D. 

Suplemen Vitamin

Suplemen multivitamin dan kalsium dapat direkomendasikan bagi wanita-wanita hamil yang: vegetarian, remaja yang mungkin kurang asupan makanan, memiliki kebiasaan merokok, obat-obatan, minum minuman beralkohol, dan wanita gemuk yang sedang mengontrol masukan kalori untuk mencegah kelebihan berat badan yang besar. 

Makan untuk Berdua

Anda tidak perlu makan berlebih selama hamil. Rekomendasi para ahli adalah asupan kalori pada trimester pertama, kira-kira sama dengan sebelum kehamilan. Pada trimester kedua, asupan kalori meningkat sekitar 10% dari trimester pertama, yakni sekitar 600kJ per hari. Tapi ingatlah bahwa kualitas nutrisi jauh lebih penting daripada kuantitas asupan makanan.  

Bahaya Diet

Beberapa wanita khawatir akan pertambahan berat badan selama kehamilan dan memutuskan untuk makan dengan jumlah sedikit untuk menghindari kegemukan. Membatasi makan atau berdiet dalam bentuk apapun dapat berdampak buruk pada kesehatan wanita hamil maupun pada bayi yang sedang dikandungnya. 

Kehamilan di Masa Remaja

Seseorang yang hamil di usia remaja membutuhkan lebih banyak zat gizi daripada seseorang yang hamil di usia dewasa, karena usia ini masih dalam tahap pertumbuhan. Kehamilan di usia remaja kemungkinan akan melahirkan bayi yang lebih kecil karena terjadi rebutan zat gizi antara sang ibu muda dengan janin yang dikandungnya.  

Anemia lebih sering terjadi pada remaja dibandingkan dengan wanita dewasa. Asupan kalsium juga penting diperhatikan karena massa tulang di usia remaja belum maksimal terbentuk dan kurangnya asupan kalsium dapat meningkatkan resiko osteoporosis di kemudian hari. 

Mual dan Muntah

Mual dan muntah, khususnya mual di pagi hari atau morning sickness merupakan hal yang umum terjadi selama kehamilan khususnya di trimester pertama. Untuk meringankannya, anda dapat mengkonsumsi makanan ringan yang mengandung sedikit karbohidrat (seperti sandwich atau buah-buahan) setiap dua atau tiga jam.  

Beberapa saran berikut ini mungkin dapat membantu:

§          Makan roti kering, biskuit atau cereal sebelum bangun tidur di pagi hari. Bangunlah secara perlahan-lahan, hindari gerakan yang dilakukan secara tiba-tiba.

§          Minumlah antara waktu makan, bukan diselingi saat makan, untuk menghindari perut kembung yang bisa membuat muntah.

§          Hindari makan dalam jumlah besar, makanan berminyak dan berbumbu tajam

§          Mencium sesuatu yang beraroma segar seperti jeruk

§          Bersantai,  beristirahat dan hiruplah udara segar sebanyak mungkin. Ventilasi kamar harus baik dan bebas dari bau.

§          Minum minuman bersoda ketika anda merasa mual secara perlahan-lahan

§          Cobalah makanan dan minuman yang mengandung jahe yang dapat mengurangi rasa mual. 

Heartburn (Rasa Panas Di Ulu Hati)

Hearburn umum terjadi selama kehamilan karena bayi yang sedang tumbuh menekan abdomen anda. Makan sedikit namun sering lebih baik daripada mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus. Cobalah untuk menghindari:

·         Makan larut malam

·         Membungkuk, mengangkat benda berat atau berbaring setelah makan

·         Mengkonsumsi teh, kopi atau alkohol secara berlebihan

·         Anda juga dapat mencoba tidur dengan bantal agak tinggi sehingga kepala sedikit terangkat.  

Alkohol

Sudah menjadi kesepakatan umum bahwa seorang wanita hamil seharusnya tidak mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Minum alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan resiko keguguran, melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir rendah (BBLR), congenital deformities, dan berdampak buruk pada kecerdasan bayi. Sampai saat ini tidak diketahui batas aman untuk konsumsi alkohol bagi wanita hamil. 

The Australian Alcohol Guidelines merekomendasikan wanita hamil ataupun yang sedang merencanakan kehamilan seharusnya tidak ‘mabuk’, yang dapat diartikan tidak perlu mengkonsumsi alkohol, atau jika tetap ingin mengkonsumsinya, harus kurang dari tujuh gelas minum standar dalam satu minggu dan tidak lebih dari 2 gelas minum standar dalam seharinya.

Infeksi Listeria

Bakteri Listeria monocytogenes dapat mencemari beberapa jenis makanan. Orang yang dalam keadaan sehat mungkin tidak merasakan dampak dari infeksi ini. Namun resiko yang besar akan dihadapi oleh wanita hamil. Bahaya terbesar akan dihadapi oleh bayi yang sedang dikandung, yakni dengan meningkatnya resiko keguguran, meninggal waktu lahir ataupun kelahiran prematur. Meskipun infeksi Listeria mudah diatasi dengan antibiotik, akan tetapi mencegah tetap menjadi jalan yang lebih baik. Beberapa jenis makanan cenderung lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri ini. Oleh karena itu, hindari jenis makanan ini jika anda sedang hamil.

Sebagai contoh adalah makanan yang belum dimasak, atau makanan beku yang tidak dihangatkan kembali, pate (pasta yang terbuat dari hati sapi), quiches (puding kering), delicatessen meats (daging olahan) seperti babi dan salami.

Makanan yang tidak dipasteurisasi

Soft serve ice cream

Keju lembut, seperti Brie dan Camembert

Organisme penyebab listeria akan musnah bila kena panas. Jadi makanan yang dimasak dengan baik tidak beresiko terpapar bakteri ini. 


   
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
hai evy.... ini saya nemu arikel bagus dari MP :D barangkali bisa buat pertimbangan....   http://islammenjawab.multiply.com/notes/item/245   HAMIL BERPUASA


Apa yang akan anda lakukan jika anda sedang hamil atau menyusui sedangkan anda pengen puasa? Pertanyaan yang bagus, ....

Sesungguhnya puasa bisa menyebabkan terjadi perubahan-perubahan fisiologis dalam tubuh, yang akhirnya mempengaruhi janin dalam rahim atau bayi yang menyusui. Dan semakin begitu penting pertanyaan ini, manakala orang yang hamil atau menyusui itu sedang mengalami sakit tertentu atau ia mengalami kendala kesehatan yang bisa berpengaruh kepadanya jika ia berpuasa. Dan memberikan perlindungan terhadap ibu hamil atau menyusui, kemudian janin atau bayi adalah sudah benar-benar diakui Islam, ia mendapatkan dispensasi untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadhan, untuk kemudian men-qadha (mengganti)-nya pada bulan-bulan depannya ketika sudah tidak mengandung atau menyusui.

Berdasarkan hal di atas, mesti ada pembeda yang jelas antara kehamilan normal-sehat dan yang tidak sehat atau tidak normal, sehingga kita bisa mengetahui apa yang menjadi kewajibannya dan apa yang tidak menjadi wajib pada keadaan-keadaan tersebut ketika hendak berpuasa. Oleh karena itu, mesti memahami pengaruh kehamilan terhadap kerja organ tubuh secara fisioligis, dan di masa hamil dimana terjadi perubahan fungsi tubuh. Perubahan-perubahan tersebut mencakup seluruh organ dan fungsi tubuhnya. Hal ini memiliki tujuan untuk memberikan jaminan keamanan yang cukup bagi pembentukan dan perkembangan janin sehingga melebihi dari apa yang ia butuhkan sendiri.

Dispensasi Untuk Tidak Berpuasa

Dr. Ahmad Al-Tajiy, guru besar penyakit ibu dan reproduksi mengatakan bahwa selama hamil dan menyusui para wanita hamil dibenarkan mengambil dispensasi untuk tidak berpuasa. Akan tetapi secara ilmiah, tidak ada bahayanya jika ia berpuasa, selama kehamilannya adalah kehamilan yang sehat-normal, tidak mengalami masalah atau pun kelemahan-kelemahan tertentu.

Pengetahuan ini dibangun di atas penelitian yang sangat detail, dimana ia menegaskan "Puasa tidak menyebabkan dampak negatif terhadap ibu dan janin" dan "Puasa justeru memberikan dampak keteduhan jiwa bagi sang ibu", dan inilah yang banyak dibutuhkan oleh seorang ibu yang sedang mengandung. Ini jika kehamilannya adalah normal dan sehat.

Adapun jika kehamilannya tidak sehat atau tidak normal, maka keadaannya berbeda. Kami menganjurkan para perempuan yang hamil untuk tidak berpuasa sesuai keadaannya masing-masing. Ketika terjadi "kontraksi peringatan" misalnya, yaitu turunnya darah bersama bayi, dan darah ini bukan darah haidh akan tetapi salah satu jenis dari darah istihadhah. Pada saat ini ia bisa menjalankan puasa, shalat, selama tidak bertentangan dengan sistem pengobatannya. Adapun jika metode pengobatannya berkala setiap 6 atau 7 jam sekali, maka ia mesti tidak puasa.

Juga sakit diabets dan sedang hamil pada keadaan kecil ia mampu untuk berpuasa. Adapun jika dampak puasa terhadap keadaan kesehatannya atau berbentrokan dengan sistem pengobatannya, maka ada dispensasi tidak berpuasa yang ia mesti ambil.

Pada saat nifas, maka para nufasa (ibu-ibu yang sedang nifas -pent), maka ia tidak terkena kewajiban puasa atau shalat. Fatwa-fatwa syar'iyah berbeda pendapat tentang batasan nifas, apakah selama waktu 40 hari ataukah selesai dengan terputusnya darah nifas yang keluar?!!

Yang lebih rajih (lebih dekat dengan kebenaran -pent) adalah nifas selesai dengan terputusnya darah yang keluar atau menyempurnakan hitungan waktu hifas. Sebagaimana masa menyusui, maka ia pun boleh mengambil dispensasi tidak berpuasa. Akan tetapi jika ia mampu berpuasa tanpa menyisakan dampak negatif bagi sang bayi, maka ia bisa meneruskan puasanya. Demikian juga sebaliknya.

Ibu yang hamil atau menyusui jika memutuskan untuk berpuasa maka ia harus memastikan kandungan nutrisinya cukup dan sahur pada saat-saat akhir waktu, dan banyak minum minuman buah atau juice selepas maghrib. Dan banyak makan sayuran, khususnya sebelum sahur, sebab sayuran dan buah-buahan kaya akan kandungan yang dibutuhkan tubuh, dan hindarilah minuman yang jelek, seperti minuman yang mengandung gas karbon (soft drink -pent), banyak mengkonsumsi suplemen vitamin dan zat besi.

Masalah Kesehatan

Dr. Usamah Al-Manuvi, guru besar penyakit wanita dan reproduksi mengatakan bahwa wanita ketika mengalami masa hamil terkadang mengalami masalah kesehatan, baik memiliki kaitan langsung maupun tidak langsung, yang menyebabkan terjadinya perubahan fisiologis untuk menghadapi keadaan sakit ini, dan untuk sebuah hikmah rabbaniyah kita mendapati sampai keadaan ini keadaannya tetap kokoh demi kebutuhan-kebutuhan janin karena adanya sisa nutrisi sebagaimana ketentuan Allah ta'alaa. dan tidak mempengaruhi perkembangannya ketika terjadi keadaan seperti munculnya penyakit bersamaan dengan masa hamil.

Dr. Manuvi menambahkan bahwa janin sangat bergantung kepada glukosa alami di dalam darah ibu lebih kecil daripada kandungan alami sebelum masa hamil. Hal ini kembali pada pengkonsumsiannya melalui janin. Jika penguraian glukosa dari ibu ketika hamil menjadi lebih sulit, padahal ia mampu untuk memproduksi tenaga dari sumbernya yang lain, yaitu melalui lemak dalam tubuh secara alami. Akan tetapi proses ini memiliki konsekuensi munculnya apa yang disebut dengan kitonat, dan ini berbahaya bagi kandungannya dalam darah.

Dan sudah diketahui umum bahwa ketika puasa, ibu hamil mendapatkan gula untuk masa yang lama, jika ia berpuasa pada musim panas, sebab puasa pada saat itu mencapai 15 jam sehari (hal ini tidak terjadi di negara Indonesia -pent). Hal ini menambah kemungkinan bahaya tidak adanya penambahan gula untuk memproduksi kemampuan yang diinginkan dan berpindah untuk mengambil lemak dan munculnya kitonat dan kandungannya dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan bahaya bagi ibu dan lebih besar lagi bagi janin di dalam rahim. Khususnya pada bulan-bulan terakhir dari masa kehamilan, dimana janin semakin banyak kebutuhannnya. Adapun jika sang ibu terus-menerus berpuasa, maka ia mesti mengakhirkan sahurnya dan lebih banyak mengkonsumsi makanan, gula dan makanan lain yang mudah diserap oleh tubuh, serta menghindari banyak bergerak selama berpuasa, khususnya saat-saat sebelum berbuka puasa. Demikian juga, ketika berbuka, sangat dianjurkan berbuka dengan makanan mengandung gula dan makanan yang mudah dicerna, diserap tubuh (lihat mukjizat kurma di www.alsofwah.or.id).

Olah Raga Berjalan

Setelah berpuasa pada waktu yang panjang, seorang ibu hamil disarankan untuk segera makan berat ketika berbuka, tentu setelah sebelumnya memakan makanan yang manis dan mudah dicerna semacam kurma. Hal ini karena seorang yang hamil lebih banyak mengalami kekurangan energi dibandingkan perempuan yang tidak hamil. Oleh karena itu, perempuan yang hamil ketika berpuasa disarankan untuk berbuka dengan sedikit-sedikit dan dalam waktu yang lama (dalam bahasa Jawa disebut dengan"ngemil", dan yang dimakannya disebut cemilan -pent). Dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhi goreng-gorengan, sebab minyaknya sukar untuk dicerna dan diserap. Bisa juga mengkonsumsi tablet yang mengandung enzim yang membantu penyerapan makanan sebelum makan secara langsung. Juga harus meminum susu sebab susu mengandung kalsium. Juga biasakan olah raga berjalan ketika pagi hari atau setelah makan buka puasa. Disarankan kepada para ibu hamil agar berbuka (tidak berpuasa) pada bulan-bulan terakhir masa kehamilannya, khususnya jika Ramadhan bertepatan dengan musim panas, sehingga ia tidak kehilangan cadangan air dalam tubuh. Hal ini bagi kehamilan normal dan sehat.

Adapun jika kehamilannya tidak normal atau tidak sehat, maka Dr. Usamah Al-Manuvi menyarankan bahwa sang ibu diperbolehkan untuk tidak berpuasa pada 3 bulan pertama masa kehamilan. Hal ini karena keadaannya yang menyebabkan tubuh kekurangan banyak cairan dan sodium, apalagi jika sampai kehilangan semangat (tidak bergairah, lesu, dll). Maka pada keadaan ini sang ibu hamil mengalami "kekeringan" dan kekurangan kadar gula. Oleh karena itu ia harus berbuka puasa dan banyak minum minuman buah dan makana manis. Kondisi-kondisi itu adalah:

1. Pendarahan, baik pada bulan-bulan pertama ataupun akhir kehamilan;
2. Masalah kesehatan yang dialami si ibu, seperti diabets;
3. Naiknya tensi darah, dan dehidrasi

Fauziyah Al-Muhammad
   
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
AIR minum memang bagus bagi kesehatan manusia, namun hati-hati, ia juga dapat mendatangkan bahaya jika dikonsumsi bebas oleh bayi. Air itu bisa menimbulkan intoksikasi alias keracunan air, khususnya jika dikonsumsikan ke bayi berumur di bawah enam bulan. Seorang doktor dari Pusat Anak-anak John Hopkins, Baltimore, Dr. Jennifer Anders menjelaskan, secara naluriah bayi telah mempunyai refleks haus secara utuh atau keinginan untuk minum, sementara cairan yang harusnya lebih banyak dikonsumsi pada usia tersebut adalah air susu ibu (ASI) atau susu formula. Jika ia dipaksa untuk mengkonsumsi air, sementara ginjalnya belum matang, maka air akan membuat tubuh mereka melepaskan sodium bersama kelebihan air. Nah, kehilangan sodium dapat mempengaruhi aktivitas otak. Akibatnya, akan terjadi gejala keracunan air yang antara lain tampak melalui perilaku lekas marah, kantuk dan masalah kejiwaan lainnya. Selain itu, suhu tubuh rendah, muka bengkak atau membesar, dan kejang-kejang. Gejala awal kondisi tersebut tak kentara, karena itu kejang-kejang bisa dijadikan petunjuk pertama untuk para orang-tua. Jika anak-anak tersebut segera mendapatkan perawatan medis, kejang-kejang tersebut mungkin tidak akan mendatangkan dampak tetap. Air untuk minum sebaiknya tidak diberikan kepada anak usia enam bulan atau lebih muda, dan orang tua juga sebaiknya menghindari pemakaian susu formula yang terlalu cair atau minuman kesehatan anak-anak yang mengandung elektrolit. Pada beberapa kasus mungkin memang tepat untuk memberi sedikit air kepada bayi yang lebih tua, misalnya untuk pertolongan sembelit (konstipasi) atau dalam cuaca yang sangat panas. Namun, untuk melakukan hal itu para orang tua harus terlebih dulu berkonsultasi dengan dokter anak, itupun dengan takaran satu atau dua "ounce" (satuan berat di AS, setara hampir 28,35 gram). (kpl/rif)
   
Jumlah Posts : 27
Jumlah di-Like : belum ada like

Hai bunda semua, kembali lagi nih saya yang newbie ingin membuat thread baru karena ga nemu pertanyaan yang ingin saya tanyakan. Ini saya pernah baca artikel tentang cara merawat kulit bayi dari menu makanan yang dia makan. Ini nih bun sekilas isi artikelnya. 

Bubur anggur merah

Anggur merah dikenal bagus untuk merawat kulit bayi. Inilah kenapa orang Prancis banyak memakan anggur merah sebagai pencuci mulut setelah makan. Nah, manfaat anggur merah untuk cara merawat kulit bayi agar tetap putih bisa diterapkan dengan membuat bubur anggur merah. Caranya, masak anggur hingga menjadi selai. Jangan sesekali menambahkan gula. Biarkan gula alami saja yang menjadi pemanis. Jika terlalu encer, Bunda bisa menambahkan beras merah sebagai pengental.

Nasi tim brokoli tahu

Brokoli mengandung antioksidan tinggi. Brokoli bahkan disebut sebagai sayuran dengan nutrisi tertinggi di dunia dengan kandungan Vitamin A, C, B komplek, K dan E. Semua vitamin ini berperan yang sangat penting untuk menjaga kulit agar bersih dan bercahaya. Sedangkan tahu yang berbahan dasar kedelai mengandung zat besi, kalsium, mangan, protein, dan lemak sehat. Untuk menu makanan sebagai cara merawat kulit bayi, buatlah nasi tim dengan brokoli dan tahu yang sudah dihancurkan. Pastikan takaran nasinya lebih kecil dari tahu dan brokoli.

Bubur beras merah dan ceker ayam

Ceker ayam dikenal baik dalam merangsang produksi kolagen alami tubuh, kolagen adalah biangnya membuat kulit putih dan kenyal. Sementara itu, beras merah mengandung magnesium, protein, vitamin B kompleks dan antioksidan. Gabungkan keduanya untuk membuat bubur sebagai menu makanan sehat bayi. Gunakan kaldu cekernya tanpa menambah pemanis atau natrium berlebihan.

Alpukat milk smoothies

Sudah sejak lama alpukat dikenal baik dan memanfaat untuk kulit. Buah yang kaya akan vitamin E dan vitamin C ini akan menjadi menu favorit bayi. Caranya, ambil daging alpukat yang matang sempurna, masukkan dalam blender dan tambahkan susu bayi. beri sedikit air agar membuatnya lebih encer. Tidak usah pemanis tambahan, ya. Menu ini cocok dan bisa digunakan untuk makan pagi, siang atau malam.

Nasi tim kacang bawang

Bawang putih mengandung kalium, tembaga , vitamin E dan zat besi sedangkan bawang putih mengandung senyawa yang disebut allicin yang dikenal dengan kemampuannya untuk melawan segala macam bakteri dan virus dalam tubuh. Untuk membuat menu makanan sehat bayi dan cara merawat kulit bayi, pilihlah kacang-kacangan terbaik. Haluskan dan masak menjadi nasi tim dan bumbui dengan bawang putih.

Bubur kacang merah

Kacang merah adalah pilihan yang baik untuk cara merawat kulit bayi. membuat bubur kacang merah juga bukan hal yang rumit. Hancurkan dulu kacang merah yang telah direbus, kemudian masak dengan air hingga menjadi bubur. Rasanya yang nikmat akan membuat si Kecil sangat suka.

Itu bun, apa bunda udah pernah mencobanya? beneran ngasih efek ke kulit si kecil ga bun? mohon responnya yah. makasih :)

   
10-12-2015 13:31:35 obat peluruh haid
Jumlah Posts : 1269
Jumlah di-Like : 8

Dear bunda Iche Hartati,

Adanya keterlambatan haid dapat dipacu oleh faktor hormonal. Oleh dokter yang pertama menangani bunda, diberikan terapi Interxanthin yang merupakan suplemen yang mengandung zat anti oksidan dan dapat membantu dalam permasalahan kesuburan, sedangkan Eturol merupakan suplemen yang mengandung vitamin E yang berguna untuk menyiapkan kondisi kehamilan dan kesuburan.

Terapi Mediol merupakan kombinasi sediaan hormon yang memicu terjadinya perdarahan haid, Norelut berisi hormon yang berguna untuk mengatasi gangguan menstruasi yang disebabkan oleh gangguan hormonal. Sedangkan terapi Inlacin merupakan obat yang dapat memperbaiki resistensi insulin ( karena pada pasien dengan ketidak seimbangan hormon, biasanya ditemukan kadar gula darah yang tinggi ).

Untuk penggunaan semua terapi tersebut sebaiknya dengan observasi dari dokter. Bunda dapat mengkonsumsi terapi dari dokter yang terakhir menangani bunda. Bila keluhan masih berlanjut, sebaiknya lakukan pemeriksaan ulang, agar terapi yang tepat dapat diberikan.

   
09-07-2015 14:36:05 makanan yg dibolehin
Jumlah Posts : 1269
Jumlah di-Like : 8

Dear bunda Saffanah Fithri,

Pada prinsipnya makanan yang dapat dikonsumsi selama masa kehamilan adalah makanan yang mengandung gizi yang tinggi, terjamin kebersihannya, dimasak dengan matang, dan tidak mengandung bahan pengawet. Bila memang sangat ingin sekali mengkonsumsi mie ayam dan bakso, boleh-boleh saja, asalkan tidak terlalu sering dan secukupnya saja.

   
10-05-2015 00:00:03 belum haid setelah kb
Jumlah Posts : 1269
Jumlah di-Like : 8

Dear bunda Oelancit Manuela Grania,

Senang berkenalan dengan bunda. KB suntik 3 bulan adalah jenis KB yang mengandung hormon yang salah satu efek sampingnya adalah kesuburan tidak cepat kembali. Saat suntikan dihentikan biasanya menstruasi tidak segera datang, umumnya haid datang setelah 3-6 bulan, selama tidak haid kehamilan dapat saja terjadi. Sebaiknya lakukan pemeriksaan secara langsung dengan dokter, apabila 3-6 bulan, haid belum juga datang, agar mendapatkan terapi serta tindakan yang tepat. 

   
Jumlah Posts : 178
Jumlah di-Like : belum ada like

Bun, baru lahiran? Atau sedang persiapan kelahiran bayi? Aku tadi baru baca sedikitnya ada 11 penyakit yang biasanya menyerang bayi saat baru lahir, ini beberapa di antaranya :

Sesak napas

Bayi yang sesak napas akan mengalami kesulitan saat menarik napas. Terkadang napasnya berbunyi bahkan disertai batuk. Bunda perlu waspada jika wajah bayi jadi kebiruan akibat kekurangan oksigen.

Apnea

Penyakit di mana seseorang gak bisa napas selama beberapa detik secara spontan saat tidur. Gak hanya orang dewasa, bayi yang baru lahir, khususnya bayi prematur bisa mengalami apnea.

Muntah

Bisa terjadi karena kekenyangan, terlalu banyak udara di lambung, dsb. Bunda waspada jika bayi terus-terusan muntah tanpa berhenti.

Diare

Virus penyebab diare namanya rotavirus, dan bunda perlu waspada kalau diarenya disertai darah.

Eksim susu

Ini salah satu masalah kulit paling umum ditemukan pada bayi. Banyak yang bilang ini karena ASI yang mengenai kulit di sekitar mulut bayi, jadi si bayi kena bercak merah yg disebut eksim susu itu.

Ruam popok

Penyakit yang membuat kulit bayi iritasi, biasanya ini karena jenis popoknya yang gak lembut atau pemakaian yang gak benar. Pilih popok bayi yang mengandung bahan yang lembut untuk kulit bayi misalnya merries, dan selalu ganti jika sudah penuh.

Infeksi telinga tengah

Infeksi ini menyerang salah satu bagian telinga, yaitu telinga bagian tengah atau daerah sekitar gendang telinga.

Sembelit

Sembelit bisa terjadi karena bayi kekurangan cairan atau akibat perubahan makanan dan dimulainya pemberian makanan pertama. Jadi, bunda perlu waspada jika sembelit masih terjadi sampai lebih dari satu bulan.

Penyakit kuning

Penyakit yang membuat kulit dan mata bayi berwarna kuning. Bunda perlu waspada jika penyakit kuning gak kunjung hilang. Karena biasanya hilang yah sekitar 2 minggu paling lama.

Batuk pilek

Biasanya karena virus apalagi sekarang musim nya lagi gak bagus bun. Jadi jaga kesehatan bayi yah bun. Kalau sudah terserang segera bawa ke dokter apalagi kalau si batuk pilek ini membuat kemampuan minum bayi berkurang, dan gak sembuh-sembuh lebih dari seminggu.

Infeksi saluran napas

Infeksi yang menyerang saluran napas atas pada bayi atau ISPA, gak jarang juga saluran pernapasan bawah. Infeksi ini bisa terjadi pada bayi newborn (baru lahir)

sumber : ayahbunda

   
Jumlah Posts : 114
Jumlah di-Like : belum ada like
Sewaktu hamil dan menyusui penting bagi seorang ibu mengkonsumsi asupan makanan yang mengandung gizi yang baik dan dalam jumlah yang cukup. Dikarenakan saat hamil dan menyusui kebutuhan akan gizi melebihi dari kondisi normal. Asupan nutrisi yang cukup juga baik untuk perkembangan janin/bayi.

Salah satu sumber nutrisi yang bagus adalah madu. Madu ibu hamil dan menyusui al Wadey insya Allah bermanfaat diantaranya adalah:
?Mengurangi rasa mual saat kehamilan
?Menguatkan rahim dan janin
?Membantu pertumbuhan janin
?Membantu dan memperlancar persalinan
?Memperbanyak produksi ASI (Air Susu Ibu)
Aturan Minum: 1 ? 2 sendok menjelang tidur dan juga ketika bangun tidur

Tips: Dicampur beberapa tetes sari buah pepaya dapat membantu memperlancar air susu ibu dan asupan nutrisi yang baik ketika sedang hamil.
DINKES P.IRT.No. 209327501317
Produsen: CV ALWADEY Bekasi
Isi: 500gr

Bagi bunda2 yg membutuhkan silakan hubungi BundaNeaOS
PIN 2240c843 / 74167E85
085740134661 (sms/line/WA)
   
14-08-2014 10:45:06 Nyeri setelah haid
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,

Terganggunya siklus menstruasi dapat dikarenakan oleh adanya gangguan pada organ, hormonal ataupun gaya hidup yang tidak sehat dan tidak seimbang. Setelah diperiksa, ternyata organ reproduksi Bunda dinyatakan sehat, maka cobalah untuk menyeimbangkan asupan makanan yang baik, istirahat yg cukup dan olahraga. Stress dapat memicu juga terjadinya gangguan pada keseimbangan hormonal dan menstruasi, maka hindari stress yang berlebihan, cobalah untuk menyelesaikan masalah-masalah Bunda baik dalam pekerjaan ataupun masalah pribadi. 

Mengenai obat, Citrosol adalah obat yang mengandung misoprostol yang berfungsi mengatasi gangguan lambung akibat pemberian obat lain, dalam hal ini buna di berikan obat anti nyeri yg mengandung asam mefenamat dan memiliki efek dapat mengiritasi lambung. Bila nyeri sudah tidak di rasakan, maka tidak perlu di minum.