SITE STATUS
Jumlah Member :
492.750 member
user online :
1777 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: manfaat curcuma plus untuk anak usia 3 thn

New Topic :  
23-08-2016 10:58:29 susu + kuning telor kampung
Jumlah Posts : 27
Jumlah di-Like : belum ada like

bun, info dong kalo susu untuk anak usia 3 tahun bagusnya apa yah bun? bingung cari yang cocok hehe kalo kira-kira susu anak 3 tahun ini bagus ga yah bun? 

   


21-02-2015 14:50:36 folavit dan natur e
Jumlah Posts : 6
Jumlah di-Like : belum ada like
mba apoteker mau tanya dong vitamin untuk anak usia 2 thn yg kiranya bisa menambah berat badan anak apa ya ???
   
02-05-2010 16:19:44 susah banget makan
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
ass..mikum

lam kenal semuanya
nama aq "RIni'

anakku berusia 1 thn 9 bln, mempunyai masalah "susah makan".padahal bulan2 sblmnya nafsu mknnya baik.tapi,sbln ini dy g mau mkn nasi..maunya marie dicairkan dgn susu.

susu formula mulai aq kasih untuk tmbhan,cuz ASI jg msih. Minum susu formulanya jg biasa2 aj paling 2 gelas sehari,ASI klo mau tdur saja.

aq bner2 bingung,aq dah siasatin nasi dgn lauk pauk dan sayur yg biasanya dy suka tp tetap susah.stlh msuk mlut dy keluarkan lagi.

Blakangan ini aq ganti nasi dengan kentang atw roti.agak mau c.cm aq agak bingung menyiapkan menu makanan untuk si kecil.

Berat badannya menyusut,memang c sedang pengobatan flek dan sering kejang,msh control tiap blnya.

aq dah kasih sikecil dengan berbagai vitamin.

gmana y solusinya?
menu ap saja yg baik untuk anak usia 1 thn ke ats seperti anakku?
makasih slmnya.
   


Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
HAllo,
salam kenal sebelumnya.
Anak saya usia 3 tahun, saya & suami merasa kesulitan untuk mengajaknya belajar. Anak saya mau belajar asal sesuai kemauannya sendiri, padahal kadang saya ingin memberikan pelajaran pengenalan huruf atau angka, tetapi si anak sulit memperhatikan sehing sulit juga menangkapnya. BAgaimanakah cara yang efektif mengenalkan huruf & angka untuk anak usia 3 tahun?

salam,
MEi
   
15-05-2014 18:47:59 grup promil
Jumlah Posts : 14
Jumlah di-Like : belum ada like
ikut gabung jg salam kenal buat bunda semua,, sabar bund aku jg lama hamilnya 2 tahun 3 bulan baru hamil pas di usia 3 thn pernikahan baru lahir baby boy kami, alhamdulilah segala puji bagi allah,,,kado terindah yg allah berikan di keluarga kecil kami,, sekarang alhamdulilah baby dah 5 bln 13 hari,,,masyaallah,,, mau bagi pengalaman nih,, sebenernya anak sih rezeki yg memang allah sudah tentukan wktunya kapan untuk kita bisa memilikinya dan itu jg merupakan titipan,, ya tp bkn berarti kita ga usaha alias nunggu tanpa usaha,, sebelumnya saya mulai konsul di dokter dan tes2 segala macam di rs dan alhamdulilah saya dan suami tdk ada masalah semua bagus2 aja, tetep usaha urut sana sini, akupuntur , bulan madu ,,dll,, terakhir saya dan suami pasrah tp tdk berhenti usaha,,saya pantang semua makanan instan lebih ke sayuran dan buahan,, suami minum jus kulit manggis rutin,,nah terakhir saya urut di kasih jamu telor ayam kampung dan disuruh dtg lg tiap dtgbln klo belum hamil jg nah bulan berikutnya saya dah ga dtg lg karena ternyata dah positif,,dan dri situ kesimpulannya klo allah dah berkhendak kun fa yakun deh pasti terjadi, skrg tinggal merawat dan mendidik titipan allah ini, alhamdulilah...buat bunda2 yg blm hamil tetep smile dan selalu usaha,, dont worry semua akan indah pada waktunya,,,
   


Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Jangan pernah membandingkan bayi Bunda dengan bayi tetangga yang chubby dan gemuk. Membandingkan bayi sendiri dengan bayi lain bukan langkah tepat. Bayi dilahirkan dengan ukuran dan ciri yang berbeda. Rata-rata berat badan bayi yang baru dilahirkan berkisar antara 2,5 – 4,5 kg.

 

Ukuran dan berat badan bayi dapat ditentukan berdasarkan keturunan dari orangtua, kesehatan Ibu, dan nutrisi yang Ibu konsumsi selama masa kehamilan. Perlu diketahui Bunda, berat badan bayi saat baru dilahirkan bukanlah hal yang paling penting dalam pertumbuhannya. Yang terpenting adalah berapa berat badan yang dapat dicapai setelah ia dilahirkan.

Oleh sebab itu, daripada "galau" melihat bayi lain, lebih baik mengacu pada grafik pertumbuhan bayi bersumber dari WHO untuk memonitor berat badan dan panjang bayi si kecil setiap bulannya melalui kartu menuju sehat (KMS) yang dapat bunda dapatkan pada posyandu atau dokter spesialis anak (DSA).

Menurut WHO yang disebut berat badan ideal untuk usia 3 bulan adalah yang masuk dalam range 5,1 kg - 8,0 kg dan untuk anak 3 tahun adalah 11,4 kg - 18 kg.

CARA MENGHITUNG BERAT BAYI IDEAL :

1. Untuk anak dibawah 12 bulan : BBI = (n : 2) + 4 atau (umur (bln) : 2 ) + 4

     a.  Untuk usia 1-6 bulan dapat menggunakan rumus : BBL(gr) +(usia x 600 gram)

     b. Untuk usia 7-12 bulan dapat menggunakan rumus :

-  BBL (gr) + (usia x 500 gram )

-  (usia/2) +3

2. Untuk anak 1-10 thn : BBI = (2 x n) + 8 atau (2 x umur (thn)) + 8

CONTOH :

Anak balita usia 2 tahun 10 bulan, berarti ditulis dengan n = 2,10 dan selanjutnya dikali dengan 2 (sebagaimana rumus 2n), jadi hasilnya adalah 4,20.

Hasil ini jangan langsung ditambah dengan 8, karena 4,20 diartikan 4 tahun 20 bulan, 20 bulan artinya 1 tahun 8 bulan, jadi 4 + 1,8 = 5.8

4,20 berubah menjadi 5,8, baru kemudian ditambah dengan 8. Maka Berat badan Idealnya adalah 13,8 kg.

* BBL adalah Berat Badan Lahir Usia dinyatakan dalam bulan

Tabel Berat Badan Anak Sesuai Usia menurut WHO (to big for handphone):



Infobunda : http://www.infobunda.com/brt/412-Berat-Badan-Ideal-Si-Kecil.html#ixzz2qWon9Vai

   
09-10-2013 05:54:55 BB bayi 1 bln
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
ni bund ada sedikit info
Menurut WHO yang disebut berat badan ideal untuk usia 3 bulan adalah yang masuk dalam range 5,1 kg - 8,0 kg dan untuk anak 3 tahun adalah 11,4 kg - 18 kg.

CARA MENGHITUNG BERAT BAYI IDEAL :

1. untuk anak dibawah 12 bulan : BBI = (n : 2) + 4
atau (umur (bln) : 2 ) + 4

2. untuk anak 1-10 thn : BBI = (2 x n) + 8
atau (2 x umur (thn)) + 8
moga bermanfaat.
   
29-07-2010 16:30:06 vaksin tambahan setelah IDL
Jumlah Posts : 405
Jumlah di-Like : 4
@ yulisti: emang DSA ga ngasih tau imunisasi anjuran?

imunisasi yang dianjurkan:

1. Vaksin HiB, melindungi bayi dan balita dari serangan meningitis, pneumonia, dan epiglotitis. Diberikan 4x pada usia 2 bln-18 bln.
2. Vaksin Pneumokokus (PVC), melindungi bayi dan balita dari penyakit invassive pneumococcal disease (IPD) yang disebabkan oleh bakteri streptococcus pneumoniae yang menyebar melalui darah dan bersifat merusak (invasive). jenis penyakit yang tergolong dalam IPD adalah pneumonia, meningitis. Diberikan 4x pada usia 2 bln-15 bln.
3. Influenza, melindungi bayi dan anak-anak dari kemungkinan terkena flu berat (yang disebabkan oleh virus influenza). Diberikan 1 thn sekali.
4. MMR (measle, mumps, rubella), melindungi balita dan anak-anak dari penyakit campak, beguk (gondongan), dan rubella (campak jerman). Diberikan 2x, usia 15 bln dan 6 thn.
5. Tifoid, melindungi balita dan anak-anak dari penyakit tifus. Ulangan per 3 thn.
6. Hepatitis A, melindungi balita dan anak2 dari penyakit hepatitis A. Diberikan 2x dengan jarak 6-12 bulan.
7. Varicella, melindungi anak-anak dari penyakit cacar air. Diberikan 1x saat usia 5 thn-12 thn.
8. HPV, melindungi anak-anak perempuan dari infeksi Human Papiloma Virus--penyebab kanker serviks. Untuk perempuan usia 10 thn keatas.

itu gambaran umumnya aja bun, lebih baik konsultasi ke dokter spesialis anak, apalagi klo umur 10 bln belum dapet imunisasi anjurannya.


   
30-10-2009 08:22:07 anak susah makan
Jumlah Posts : 244
Jumlah di-Like : 14
hampir semua bunda mengalami anak susah makan..
aku kutip artikel dari blog :

Karena untuk anak usia satu tahun ke atas memiliki porsi makan yang tidak hanya susu tapi juga didukung oleh makanan pendamping sejak usia enam bulan.

"Enam bulan pertama, bayi harus mendapat ASI eksklusif. Setelah itu harus mendapat makanan pendamping ASI. Kalau transisi ini terganggu, misalnya anak hanya diberik ASI, maka pada usia satu tahun ke atas akan terus mengkonsumsi susu," kata dr. Rini saat Talkshow "Bagaimana Membentuk Seorang Anak Yang Sehat, Cerdas, dan Berkualitas" di Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2009.

Dengan terus mengkonsumsi susu, anak akan cepat kenyang dan akibatnya sulit makan. "Apalagi dengan susu yang iklannya mengklaim pengganti makan, akan membuat perut anak cepat kenyang,"

Padahal, nutrisi untuk anak perlu dipenuhi juga dengan karbohidrat dan vitamin selain protein dari susu.

Kecukupan nutrisi pada anak berusia lebih dari setahun tidak bisa diidentikkan dengan kenaikan berat badan.

Menurut dokter Rini, anak di atas usia satu tahun tidak mengalami kenaikan berat badan selama tiga bulan tidak akan masalah. Berbeda dengan bayi yang setiap bulannya harus mengalami kenaikan berat badan.

Sulitnya makan pada anak juga ditengarai karena sejak dini anak tidak dibiasakan mempunyai jadwal makan.

"Kalau sudah sejak bayi dibiasakan punya disiplin makan maka umur setahun dan selebihnya akan mudah makan. Apalagi kalau sudah umur setahun lebih, anak lebih suka main daripada makan," ujar dokter Rini.

Klo caraku menyiasati anja klo lagi susah makan :
1. Bikin supaya lapar, caranya diajak olah raga dulu entah kejar-kejaran di dalam rumah atau jalan-jalan keliling komplek. Setelah itu baru disuapin.
2. Bikin menu yang bervariasi, mungkin bosan dengan menunya.
3. Alihkan perhatiannya ke hal-hal yang disukai, misalkan nonton lagu anak-anak kesukaannya. Sambil nonton sambil disuapin, ga terasa abis banyak lho makannya.
4. Dibelikan mainan baru, sementara lagi asyik mengeksplorasi mainan barunya, sambil kita suapin.
5. Ajak makan bersama anggota keluarga yang lain, karena anak seusia ini suka meniru jd kalo melihat anggota keluarga yg lain makan, dia juga ingin makan.
6. Kalau lagi ga mau makan karena mau tumbuh gigi, biasanya aku harus lebih telaten, nyuapin sedikit sedikit tapi sering.

Tapi kalo permasalahan bunda ini, menurut saya lebih karena pola makan yg keliru..
Hal ini pernah dialami oleh sepupuku..
anaknya ga mau makan nasi.. hanya mau bubur sampai umur 2 thn lebih..(Alhamdulillah sekarang sudah bisa makan normal dan pertumbuhannya bagus)
penyelesaiannya: bunda harus tega memperkenalkan makanan padat berupa nasi (diawali dengan nasi lembek tentunya)..
ini juga merupakan pembelajaran bagi si kecil..
walaupun pada awalnya sikecil pasti menolak makan..
jangan putus asa untuk memperkenalkannya kembali... kenalkan..dan kenalkan..terus..terus.. dan terus.. (walaupun hanya bs masuk 2-3 suap, ulangi..dan ulangi lagi..)
lama kelamaan dia akan menerima dan terbiasa dengan nasi

Yes You Can!!!

Salam kenal
Bunda Zilah
http://www.cintabunda.co.cc
http://www.iklanbunda.co.cc
http://www.bisnisonlinebundazilah.blogspot.com

   
16-03-2009 12:20:52 anakku kok sulit bergaul ya?
Jumlah Posts : 26
Jumlah di-Like : 3
MUDAH BERGAUL BERKAT POLA ASUH YANG TEPAT


Wajarnya, anak usia prasekolah tak lagi mengalami kesulitan beradaptasi.

"Anak saya ini kalau di rumah bawel, lo. Kalau dia sudah bertanya, saya dan ayahnya sampai kewalahan. Dia juga enggak bisa diam, lari ke sana ke mari, main sepeda, main mobil. Sudah gitu, jahilnya minta ampun. Biasanya si Mbak yang paling sering menjadi korban kejahilannya. Tapi kalau di tempat baru... ya, begini deh, enggak mau lepas dari saya atau ayahnya," cerita seorang ibu tanpa bisa menutupi kekecewaannya terhadap sang putra (4) yang dinilainya lambat beradaptasi.

Dapat dipahami jika si ibu merasa kecewa. Sewajarnya memang anak usia prasekolah tak lagi menemui masalah beradaptasi. Apalagi pada dasarnya setiap anak memiliki kemampuan beradaptasi dan kemampuan ini sudah dipelajari sejak bayi. Saat memasuki usia prasekolah, apalagi di usia 4-5 tahun, kemampuan ini sudah bisa dimanfaatkannya dengan baik.

Hanya saja, diakui Junetty Halim, M.Psi. Psi., pada anak-anak tertentu, kondisi seperti cerita tadi dapat terjadi. "Contohnya, anak-anak yang mendapatkan pola asuh banyak dilarang, anak yang tak diperkaya pengalamannya dalam bergaul, atau bisa jadi memang dia adalah anak yang kurang aktif."

Menurut psikolog dari pusat konseling dan pelatihan IPEKA di Jakarta Barat ini, orang tua perlu mengamati, apakah di setiap tempat dan lingkungan, anak selalu memerlukan waktu untuk bisa beradaptasi dan tak ada kemajuan dalam hal waktu beradaptasi. Bila jawabannya "ya", berarti si anak masuk dalam kategori lambat beradaptasi.

TIGA PENYEBAB

Orang tua wajib mencari tahu, kenapa anak selalu memerlukan waktu lama untuk beradaptasi. Apa yang menjadi penyebabnya dan apa yang menjadi ganjalannya sehingga dia perlu sangat berhati-hati. Jangan-jangan, kata Junetty, si anak memiliki konsep diri yang kurang positif, selalu ragu dan takut karena orang tuanya terlalu ketat mengontrol hidupnya.

Menurut Junetty, ada 3 faktor yang berperan penting menyebabkan anak jadi lambat beradaptasi:

1. Dari diri anak itu sendiri

Hal ini terkait dengan kematangan kemampuan komunikatif dan bahasa. Anak-anak yang tidak atau kurang menguasai bahasa biasanya lebih sukar untuk menyesuaikan diri.

Bisa juga ini dikarenakan temperamen si anak. Contoh, anak-anak yang memang dari awalnya tergolong slow to adapt child (memerlukan waktu lebih lama untuk mempelajari situasi baru).

2. Gaya pengasuhan

Usia 3-5 tahun adalah masa perkembangan pembentukan konsep diri. Hal ini sangat dipengaruhi gaya pengasuhan orang tua. Jika orang tua "senang" melarang atau memberi batasan-batasan yang sangat kaku, bisa dipastikan si anak lebih takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Tentunya ini bisa memengaruhi pembentukan konsep diri anak, salah satunya kemampuan adaptasi yang jelek.

Selain itu, penerapan disiplin model ini juga bisa menjadi bumerang. Misal, orang tua menerapkan disiplin tanpa disertai penjelasan mengapa suatu hukuman diberlakukan, maka biasanya anak jadi tak tahu apa yang seharusnya ia lakukan. Nah, karena tidak tahu, biasanya dia jadi ragu dan akhirnya ketika harus bertemu sesuatu yang baru, dia juga bingung karena tak ada patokan atau panduannya. Kondisi ini akan memengaruhi kemampuan anak untuk bisa beradaptasi.

3. Peristiwa traumatik

Bisa karena lingkungan sosial yang pernah membuat anak merasa tidak aman dan nyaman, atau ada konflik-konflik tertentu yang membuat dia lebih sulit terbuka.

UBAH POLA ASUH

Selain ketiga penyebab tadi, ada pula yang beranggapan kondisi lambat beradaptasi diakibatkan faktor keturunan. "Tetapi saya sih melihatnya bukan karena faktor turunannya, melainkan lebih pada role modelnya," kata Junetty. Maksudnya, si anak mungkin mencontoh orang tuanya yang juga tidak mahir atau sulit beradaptasi.

Oleh karena itu, bila ingin anak mudah beradaptasi secara sosial, tak ada cara lain kecuali mengubah pola asuh. "Orang tua harus menghilangkan kebiasaannya yang banyak melarang, menyepelekan pendapat anak, terlalu banyak mengatur, dan selalu membuatkan keputusan untuk anak." Pasalnya, dengan kebiasaan orang tua yang demikian, anak jadi tak pernah merasakan bagaimana menentukan keputusan untuk dirinya sendiri. Imbasnya, anak jadi sulit beradaptasi karena bingung, takut, dan tak tahu harus bagaimana caranya mulai beradaptasi.

Selain mengubah pola asuh, orang tua juga harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi anak karena tahapan belajar masing-masing anak tidaklah sama. Pada anak pemalu dan penakut, misal, orang tua bisa memberikan kesempatan kepada anak berinteraksi dengan banyak manusia. Caranya, undanglah teman-teman si kecil atau saudaranya ke rumah untuk bermain bersama atau mengajak mereka ke tempat lain yang banyak anak sebayanya. "Ini bisa membantu anak mempelajari cara mereka menyesuaikan diri."

Bagaimana bila si kecil menolak cara-cara tersebut? Menurut Junetty, orang tua harus menghargai, bukan malah memaksakan kehendaknya. Selain itu, orang tua juga harus mencari tahu apa yang membuat anaknya takut. Selanjutnya orang tua membantu anak untuk menetralisir ketakutannya itu.

Sementara, anak yang lambat beradaptasi lantaran bertemperamen sulit harus sering diajak bergaul dan dibimbing tentang bagaimana cara memulai berinteraksi dengan orang lain. Lama-lama anak akan menemukan sendiri cara yang terbaik untuk dapat beradaptasi.

TAK ADA KATA TERLAMBAT

Kalau saja sejak berusia batita anak sudah dilatih untuk mengembangkan kemampuannya dalam bersosialisasi, maka saat masuk fase pembentukan konsep diri di usia 3-5 tahun, ia sudah lancar beradaptasi. Walau begitu bukan berarti terlambat jika kita baru mengajarkannya di usia 3-5 tahun. Caranya, tak lain dengan memberikan lingkungan kondusif yang dapat membuat anak berani mencoba sesuatu.

Disamping itu, Junetty juga memberikan tip-tip berikut ini:

1. Jadwalkan waktu untuk anak bertemu dan bermain bersama anak-anak lain, juga di tempat yang belum dia temui sebelumnya.

2. Rangsang perilaku prososial anak dengan mengajaknya berpikir apa yang dibutuhkan atau diharapkan teman-temannya kelak.

3. Dorong anak yang penyendiri untuk bergabung dengan anak yang juga penyendiri atau dengan kelompok lain yang lebih kecil.

Akan tetapi pada mereka yang memang bertemperamen sulit, menurut Junetty, ketiga langkah tadi kurang tepat diterapkan. Pada anak model ini, yang dapat dilakukan orang tua adalah:

1. Buatkan rutinitas yang jelas.

2. Sediakan waktu untuk berdiskusi dengan anak bila ada rencana perubahan rutinitas.

3. Beri peringatan pada anak beberapa saat sebelum transisi dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Dengan demikian diharapkan anak jauh lebih siap untuk melakukan penyesuain diri dan beradaptasi.

4. Beri cukup waktu untuk menyesuaikan diri dengan satu perubahan sebelum memberikan perubahan berikutnya.

5. Jaga agar tidak terjadi terlalu banyak perubahan, apalagi yang mendadak.

Jika semua langkah tersebut sudah dilakukan dengan baik, terakhir adalah berdoa, dengan harapan anak bisa mengalami kemajuan untuk masalah adaptasi sosialnya. Namun harus diingat, mengubah hal ini tidak semudah kita mengajari anak prasekolah bernyanyi, lo. Jadi orang tua harus ekstra sabar dan selalu konsisten melakukan pengondisian-pengondisian tersebut.

KEMAMPUAN ADAPTASI YANG HARUS DIKUASAI

Di usia 3-5 tahun, terutama usia 3-4 tahun, anak mulai mengenal teman lalu berkembang dengan menjalin hubungan pertemanan. Akan tetapi lingkupnya masih terbatas, yaitu hanya pada mereka yang memiliki kesamaan tertentu. Misal, rumahnya masih di satu lingkungan, sama-sama satu sekolah, atau mempunyai mainan yang sama. Jadi, tandas Junetty, untuk anak usia prasekolah cukup sampai pada tahapan bisa beradaptasi tanpa ada hambatan. "Jika modal dasarnya ini sudah dimiliki, semakin lama pasti akan berkembang."

Namun jika belum, kita pun tidak dianjurkan mendesak anak untuk cepat beradaptasi sementara ia belum siap. Cara ini justru akan menghambat langkah berikutnya. Lain cerita bila memang kemampuan adaptasi anak sudah baik, semisal tidak mengkeret di belakang orang tuanya, mau memberikan respons bila disapa lingkungan, dan kemampuan adaptasinya terus meningkat dengan ciri selalu ingin mencoba dan ingin tahu, maka si anak tak butuh waktu lama-lama lagi untuk beradaptasi.

SI PENGAMAT LAMBAT BERADAPTASI?

Ada kan anak-anak yang cenderung mengamati terlebih dahulu, baru kemudian memberikan respons terhadap lingkungan barunya? Nah, anak-anak tipe pengamat ini, menurut Junetty, tidak termasuk yang lambat beradaptasi. Tetapi lebih pada gaya si anak dalam proses beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

Jadi, sejauh anak pada akhirnya bisa melakukan interaksi dan ada peningkatan tanpa harus didorong-dorong atau butuh beberapa hari untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan, "Statusnya masih bisa dibilang oke untuk anak prasekolah dalam beradaptasi."

Ada juga anak yang adaptasinya perlu dipancing terlebih dahulu untuk bisa membaur dengan lingkungan. Jika tak ada orang lain yang mengajaknya bergabung, sampai kapan pun si anak akan lebih memilih menarik diri dari lingkungan. "Yang ini pun lebih cenderung ke gaya atau karena si anak tak tahu cara dan bagaimana memulainya," kata Junetty.

Jadi, kemungkinannya si anak ingin bisa bergaul dengan lingkungan, akan tetapi tidak tahu cara memulainya. Untuk itu, anjur Junetty, orang tua harus sesering mungkin membawa anak tipe ini ke tempat-tempat baru.

ENAKNYA BISA BERADAPTASI!

Kata Junetty, banyak manfaat akan diperoleh anak dari kemampuannya dalam beradaptasi. Di antaranya:

* Semakin mampu beradaptasi berarti anak semakin cepat beradaptasi. Setelah itu pastinya anak mampu berinteraksi, membangun interaksi yang baik dengan teman-temannya di sekolah. Hal ini sangat berpengaruh pada pembentukan self-esteem-nya.

* Anak akan lebih merasa "pede" karena merasa diterima oleh teman-temannya, merasa punya teman yang bisa berbagi.

* Dalam proses pembelajaran di sekolah, anak bisa mengembangkan perilaku yang positif, bisa lebih nyaman bersekolah dan menikmati sekolahnya. Dengan begitu, anak dapat mengeluarkan kemampuannya secara optimal.

* Kemampuan kompetensinya akan lebih tinggi dibandingkan anak yang sulit beradaptasi.
.

d ambil dari NAKITA


WiOnA
   
16-03-2009 12:20:51 anakku kok sulit bergaul ya?
Jumlah Posts : 26
Jumlah di-Like : 3
MUDAH BERGAUL BERKAT POLA ASUH YANG TEPAT


Wajarnya, anak usia prasekolah tak lagi mengalami kesulitan beradaptasi.

"Anak saya ini kalau di rumah bawel, lo. Kalau dia sudah bertanya, saya dan ayahnya sampai kewalahan. Dia juga enggak bisa diam, lari ke sana ke mari, main sepeda, main mobil. Sudah gitu, jahilnya minta ampun. Biasanya si Mbak yang paling sering menjadi korban kejahilannya. Tapi kalau di tempat baru... ya, begini deh, enggak mau lepas dari saya atau ayahnya," cerita seorang ibu tanpa bisa menutupi kekecewaannya terhadap sang putra (4) yang dinilainya lambat beradaptasi.

Dapat dipahami jika si ibu merasa kecewa. Sewajarnya memang anak usia prasekolah tak lagi menemui masalah beradaptasi. Apalagi pada dasarnya setiap anak memiliki kemampuan beradaptasi dan kemampuan ini sudah dipelajari sejak bayi. Saat memasuki usia prasekolah, apalagi di usia 4-5 tahun, kemampuan ini sudah bisa dimanfaatkannya dengan baik.

Hanya saja, diakui Junetty Halim, M.Psi. Psi., pada anak-anak tertentu, kondisi seperti cerita tadi dapat terjadi. "Contohnya, anak-anak yang mendapatkan pola asuh banyak dilarang, anak yang tak diperkaya pengalamannya dalam bergaul, atau bisa jadi memang dia adalah anak yang kurang aktif."

Menurut psikolog dari pusat konseling dan pelatihan IPEKA di Jakarta Barat ini, orang tua perlu mengamati, apakah di setiap tempat dan lingkungan, anak selalu memerlukan waktu untuk bisa beradaptasi dan tak ada kemajuan dalam hal waktu beradaptasi. Bila jawabannya "ya", berarti si anak masuk dalam kategori lambat beradaptasi.

TIGA PENYEBAB

Orang tua wajib mencari tahu, kenapa anak selalu memerlukan waktu lama untuk beradaptasi. Apa yang menjadi penyebabnya dan apa yang menjadi ganjalannya sehingga dia perlu sangat berhati-hati. Jangan-jangan, kata Junetty, si anak memiliki konsep diri yang kurang positif, selalu ragu dan takut karena orang tuanya terlalu ketat mengontrol hidupnya.

Menurut Junetty, ada 3 faktor yang berperan penting menyebabkan anak jadi lambat beradaptasi:

1. Dari diri anak itu sendiri

Hal ini terkait dengan kematangan kemampuan komunikatif dan bahasa. Anak-anak yang tidak atau kurang menguasai bahasa biasanya lebih sukar untuk menyesuaikan diri.

Bisa juga ini dikarenakan temperamen si anak. Contoh, anak-anak yang memang dari awalnya tergolong slow to adapt child (memerlukan waktu lebih lama untuk mempelajari situasi baru).

2. Gaya pengasuhan

Usia 3-5 tahun adalah masa perkembangan pembentukan konsep diri. Hal ini sangat dipengaruhi gaya pengasuhan orang tua. Jika orang tua "senang" melarang atau memberi batasan-batasan yang sangat kaku, bisa dipastikan si anak lebih takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Tentunya ini bisa memengaruhi pembentukan konsep diri anak, salah satunya kemampuan adaptasi yang jelek.

Selain itu, penerapan disiplin model ini juga bisa menjadi bumerang. Misal, orang tua menerapkan disiplin tanpa disertai penjelasan mengapa suatu hukuman diberlakukan, maka biasanya anak jadi tak tahu apa yang seharusnya ia lakukan. Nah, karena tidak tahu, biasanya dia jadi ragu dan akhirnya ketika harus bertemu sesuatu yang baru, dia juga bingung karena tak ada patokan atau panduannya. Kondisi ini akan memengaruhi kemampuan anak untuk bisa beradaptasi.

3. Peristiwa traumatik

Bisa karena lingkungan sosial yang pernah membuat anak merasa tidak aman dan nyaman, atau ada konflik-konflik tertentu yang membuat dia lebih sulit terbuka.

UBAH POLA ASUH

Selain ketiga penyebab tadi, ada pula yang beranggapan kondisi lambat beradaptasi diakibatkan faktor keturunan. "Tetapi saya sih melihatnya bukan karena faktor turunannya, melainkan lebih pada role modelnya," kata Junetty. Maksudnya, si anak mungkin mencontoh orang tuanya yang juga tidak mahir atau sulit beradaptasi.

Oleh karena itu, bila ingin anak mudah beradaptasi secara sosial, tak ada cara lain kecuali mengubah pola asuh. "Orang tua harus menghilangkan kebiasaannya yang banyak melarang, menyepelekan pendapat anak, terlalu banyak mengatur, dan selalu membuatkan keputusan untuk anak." Pasalnya, dengan kebiasaan orang tua yang demikian, anak jadi tak pernah merasakan bagaimana menentukan keputusan untuk dirinya sendiri. Imbasnya, anak jadi sulit beradaptasi karena bingung, takut, dan tak tahu harus bagaimana caranya mulai beradaptasi.

Selain mengubah pola asuh, orang tua juga harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi anak karena tahapan belajar masing-masing anak tidaklah sama. Pada anak pemalu dan penakut, misal, orang tua bisa memberikan kesempatan kepada anak berinteraksi dengan banyak manusia. Caranya, undanglah teman-teman si kecil atau saudaranya ke rumah untuk bermain bersama atau mengajak mereka ke tempat lain yang banyak anak sebayanya. "Ini bisa membantu anak mempelajari cara mereka menyesuaikan diri."

Bagaimana bila si kecil menolak cara-cara tersebut? Menurut Junetty, orang tua harus menghargai, bukan malah memaksakan kehendaknya. Selain itu, orang tua juga harus mencari tahu apa yang membuat anaknya takut. Selanjutnya orang tua membantu anak untuk menetralisir ketakutannya itu.

Sementara, anak yang lambat beradaptasi lantaran bertemperamen sulit harus sering diajak bergaul dan dibimbing tentang bagaimana cara memulai berinteraksi dengan orang lain. Lama-lama anak akan menemukan sendiri cara yang terbaik untuk dapat beradaptasi.

TAK ADA KATA TERLAMBAT

Kalau saja sejak berusia batita anak sudah dilatih untuk mengembangkan kemampuannya dalam bersosialisasi, maka saat masuk fase pembentukan konsep diri di usia 3-5 tahun, ia sudah lancar beradaptasi. Walau begitu bukan berarti terlambat jika kita baru mengajarkannya di usia 3-5 tahun. Caranya, tak lain dengan memberikan lingkungan kondusif yang dapat membuat anak berani mencoba sesuatu.

Disamping itu, Junetty juga memberikan tip-tip berikut ini:

1. Jadwalkan waktu untuk anak bertemu dan bermain bersama anak-anak lain, juga di tempat yang belum dia temui sebelumnya.

2. Rangsang perilaku prososial anak dengan mengajaknya berpikir apa yang dibutuhkan atau diharapkan teman-temannya kelak.

3. Dorong anak yang penyendiri untuk bergabung dengan anak yang juga penyendiri atau dengan kelompok lain yang lebih kecil.

Akan tetapi pada mereka yang memang bertemperamen sulit, menurut Junetty, ketiga langkah tadi kurang tepat diterapkan. Pada anak model ini, yang dapat dilakukan orang tua adalah:

1. Buatkan rutinitas yang jelas.

2. Sediakan waktu untuk berdiskusi dengan anak bila ada rencana perubahan rutinitas.

3. Beri peringatan pada anak beberapa saat sebelum transisi dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Dengan demikian diharapkan anak jauh lebih siap untuk melakukan penyesuain diri dan beradaptasi.

4. Beri cukup waktu untuk menyesuaikan diri dengan satu perubahan sebelum memberikan perubahan berikutnya.

5. Jaga agar tidak terjadi terlalu banyak perubahan, apalagi yang mendadak.

Jika semua langkah tersebut sudah dilakukan dengan baik, terakhir adalah berdoa, dengan harapan anak bisa mengalami kemajuan untuk masalah adaptasi sosialnya. Namun harus diingat, mengubah hal ini tidak semudah kita mengajari anak prasekolah bernyanyi, lo. Jadi orang tua harus ekstra sabar dan selalu konsisten melakukan pengondisian-pengondisian tersebut.

KEMAMPUAN ADAPTASI YANG HARUS DIKUASAI

Di usia 3-5 tahun, terutama usia 3-4 tahun, anak mulai mengenal teman lalu berkembang dengan menjalin hubungan pertemanan. Akan tetapi lingkupnya masih terbatas, yaitu hanya pada mereka yang memiliki kesamaan tertentu. Misal, rumahnya masih di satu lingkungan, sama-sama satu sekolah, atau mempunyai mainan yang sama. Jadi, tandas Junetty, untuk anak usia prasekolah cukup sampai pada tahapan bisa beradaptasi tanpa ada hambatan. "Jika modal dasarnya ini sudah dimiliki, semakin lama pasti akan berkembang."

Namun jika belum, kita pun tidak dianjurkan mendesak anak untuk cepat beradaptasi sementara ia belum siap. Cara ini justru akan menghambat langkah berikutnya. Lain cerita bila memang kemampuan adaptasi anak sudah baik, semisal tidak mengkeret di belakang orang tuanya, mau memberikan respons bila disapa lingkungan, dan kemampuan adaptasinya terus meningkat dengan ciri selalu ingin mencoba dan ingin tahu, maka si anak tak butuh waktu lama-lama lagi untuk beradaptasi.

SI PENGAMAT LAMBAT BERADAPTASI?

Ada kan anak-anak yang cenderung mengamati terlebih dahulu, baru kemudian memberikan respons terhadap lingkungan barunya? Nah, anak-anak tipe pengamat ini, menurut Junetty, tidak termasuk yang lambat beradaptasi. Tetapi lebih pada gaya si anak dalam proses beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

Jadi, sejauh anak pada akhirnya bisa melakukan interaksi dan ada peningkatan tanpa harus didorong-dorong atau butuh beberapa hari untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan, "Statusnya masih bisa dibilang oke untuk anak prasekolah dalam beradaptasi."

Ada juga anak yang adaptasinya perlu dipancing terlebih dahulu untuk bisa membaur dengan lingkungan. Jika tak ada orang lain yang mengajaknya bergabung, sampai kapan pun si anak akan lebih memilih menarik diri dari lingkungan. "Yang ini pun lebih cenderung ke gaya atau karena si anak tak tahu cara dan bagaimana memulainya," kata Junetty.

Jadi, kemungkinannya si anak ingin bisa bergaul dengan lingkungan, akan tetapi tidak tahu cara memulainya. Untuk itu, anjur Junetty, orang tua harus sesering mungkin membawa anak tipe ini ke tempat-tempat baru.

ENAKNYA BISA BERADAPTASI!

Kata Junetty, banyak manfaat akan diperoleh anak dari kemampuannya dalam beradaptasi. Di antaranya:

* Semakin mampu beradaptasi berarti anak semakin cepat beradaptasi. Setelah itu pastinya anak mampu berinteraksi, membangun interaksi yang baik dengan teman-temannya di sekolah. Hal ini sangat berpengaruh pada pembentukan self-esteem-nya.

* Anak akan lebih merasa "pede" karena merasa diterima oleh teman-temannya, merasa punya teman yang bisa berbagi.

* Dalam proses pembelajaran di sekolah, anak bisa mengembangkan perilaku yang positif, bisa lebih nyaman bersekolah dan menikmati sekolahnya. Dengan begitu, anak dapat mengeluarkan kemampuannya secara optimal.

* Kemampuan kompetensinya akan lebih tinggi dibandingkan anak yang sulit beradaptasi.
.

d ambil dari NAKITA


WiOnA
   
16-03-2009 12:15:51 anakku kok sulit bergaul ya?
Jumlah Posts : 26
Jumlah di-Like : 3
MUDAH BERGAUL BERKAT POLA ASUH YANG TEPAT


Wajarnya, anak usia prasekolah tak lagi mengalami kesulitan beradaptasi.

"Anak saya ini kalau di rumah bawel, lo. Kalau dia sudah bertanya, saya dan ayahnya sampai kewalahan. Dia juga enggak bisa diam, lari ke sana ke mari, main sepeda, main mobil. Sudah gitu, jahilnya minta ampun. Biasanya si Mbak yang paling sering menjadi korban kejahilannya. Tapi kalau di tempat baru... ya, begini deh, enggak mau lepas dari saya atau ayahnya," cerita seorang ibu tanpa bisa menutupi kekecewaannya terhadap sang putra (4) yang dinilainya lambat beradaptasi.

Dapat dipahami jika si ibu merasa kecewa. Sewajarnya memang anak usia prasekolah tak lagi menemui masalah beradaptasi. Apalagi pada dasarnya setiap anak memiliki kemampuan beradaptasi dan kemampuan ini sudah dipelajari sejak bayi. Saat memasuki usia prasekolah, apalagi di usia 4-5 tahun, kemampuan ini sudah bisa dimanfaatkannya dengan baik.

Hanya saja, diakui Junetty Halim, M.Psi. Psi., pada anak-anak tertentu, kondisi seperti cerita tadi dapat terjadi. "Contohnya, anak-anak yang mendapatkan pola asuh banyak dilarang, anak yang tak diperkaya pengalamannya dalam bergaul, atau bisa jadi memang dia adalah anak yang kurang aktif."

Menurut psikolog dari pusat konseling dan pelatihan IPEKA di Jakarta Barat ini, orang tua perlu mengamati, apakah di setiap tempat dan lingkungan, anak selalu memerlukan waktu untuk bisa beradaptasi dan tak ada kemajuan dalam hal waktu beradaptasi. Bila jawabannya "ya", berarti si anak masuk dalam kategori lambat beradaptasi.

TIGA PENYEBAB

Orang tua wajib mencari tahu, kenapa anak selalu memerlukan waktu lama untuk beradaptasi. Apa yang menjadi penyebabnya dan apa yang menjadi ganjalannya sehingga dia perlu sangat berhati-hati. Jangan-jangan, kata Junetty, si anak memiliki konsep diri yang kurang positif, selalu ragu dan takut karena orang tuanya terlalu ketat mengontrol hidupnya.

Menurut Junetty, ada 3 faktor yang berperan penting menyebabkan anak jadi lambat beradaptasi:

1. Dari diri anak itu sendiri

Hal ini terkait dengan kematangan kemampuan komunikatif dan bahasa. Anak-anak yang tidak atau kurang menguasai bahasa biasanya lebih sukar untuk menyesuaikan diri.

Bisa juga ini dikarenakan temperamen si anak. Contoh, anak-anak yang memang dari awalnya tergolong slow to adapt child (memerlukan waktu lebih lama untuk mempelajari situasi baru).

2. Gaya pengasuhan

Usia 3-5 tahun adalah masa perkembangan pembentukan konsep diri. Hal ini sangat dipengaruhi gaya pengasuhan orang tua. Jika orang tua "senang" melarang atau memberi batasan-batasan yang sangat kaku, bisa dipastikan si anak lebih takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Tentunya ini bisa memengaruhi pembentukan konsep diri anak, salah satunya kemampuan adaptasi yang jelek.

Selain itu, penerapan disiplin model ini juga bisa menjadi bumerang. Misal, orang tua menerapkan disiplin tanpa disertai penjelasan mengapa suatu hukuman diberlakukan, maka biasanya anak jadi tak tahu apa yang seharusnya ia lakukan. Nah, karena tidak tahu, biasanya dia jadi ragu dan akhirnya ketika harus bertemu sesuatu yang baru, dia juga bingung karena tak ada patokan atau panduannya. Kondisi ini akan memengaruhi kemampuan anak untuk bisa beradaptasi.

3. Peristiwa traumatik

Bisa karena lingkungan sosial yang pernah membuat anak merasa tidak aman dan nyaman, atau ada konflik-konflik tertentu yang membuat dia lebih sulit terbuka.

UBAH POLA ASUH

Selain ketiga penyebab tadi, ada pula yang beranggapan kondisi lambat beradaptasi diakibatkan faktor keturunan. "Tetapi saya sih melihatnya bukan karena faktor turunannya, melainkan lebih pada role modelnya," kata Junetty. Maksudnya, si anak mungkin mencontoh orang tuanya yang juga tidak mahir atau sulit beradaptasi.

Oleh karena itu, bila ingin anak mudah beradaptasi secara sosial, tak ada cara lain kecuali mengubah pola asuh. "Orang tua harus menghilangkan kebiasaannya yang banyak melarang, menyepelekan pendapat anak, terlalu banyak mengatur, dan selalu membuatkan keputusan untuk anak." Pasalnya, dengan kebiasaan orang tua yang demikian, anak jadi tak pernah merasakan bagaimana menentukan keputusan untuk dirinya sendiri. Imbasnya, anak jadi sulit beradaptasi karena bingung, takut, dan tak tahu harus bagaimana caranya mulai beradaptasi.

Selain mengubah pola asuh, orang tua juga harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi anak karena tahapan belajar masing-masing anak tidaklah sama. Pada anak pemalu dan penakut, misal, orang tua bisa memberikan kesempatan kepada anak berinteraksi dengan banyak manusia. Caranya, undanglah teman-teman si kecil atau saudaranya ke rumah untuk bermain bersama atau mengajak mereka ke tempat lain yang banyak anak sebayanya. "Ini bisa membantu anak mempelajari cara mereka menyesuaikan diri."

Bagaimana bila si kecil menolak cara-cara tersebut? Menurut Junetty, orang tua harus menghargai, bukan malah memaksakan kehendaknya. Selain itu, orang tua juga harus mencari tahu apa yang membuat anaknya takut. Selanjutnya orang tua membantu anak untuk menetralisir ketakutannya itu.

Sementara, anak yang lambat beradaptasi lantaran bertemperamen sulit harus sering diajak bergaul dan dibimbing tentang bagaimana cara memulai berinteraksi dengan orang lain. Lama-lama anak akan menemukan sendiri cara yang terbaik untuk dapat beradaptasi.

TAK ADA KATA TERLAMBAT

Kalau saja sejak berusia batita anak sudah dilatih untuk mengembangkan kemampuannya dalam bersosialisasi, maka saat masuk fase pembentukan konsep diri di usia 3-5 tahun, ia sudah lancar beradaptasi. Walau begitu bukan berarti terlambat jika kita baru mengajarkannya di usia 3-5 tahun. Caranya, tak lain dengan memberikan lingkungan kondusif yang dapat membuat anak berani mencoba sesuatu.

Disamping itu, Junetty juga memberikan tip-tip berikut ini:

1. Jadwalkan waktu untuk anak bertemu dan bermain bersama anak-anak lain, juga di tempat yang belum dia temui sebelumnya.

2. Rangsang perilaku prososial anak dengan mengajaknya berpikir apa yang dibutuhkan atau diharapkan teman-temannya kelak.

3. Dorong anak yang penyendiri untuk bergabung dengan anak yang juga penyendiri atau dengan kelompok lain yang lebih kecil.

Akan tetapi pada mereka yang memang bertemperamen sulit, menurut Junetty, ketiga langkah tadi kurang tepat diterapkan. Pada anak model ini, yang dapat dilakukan orang tua adalah:

1. Buatkan rutinitas yang jelas.

2. Sediakan waktu untuk berdiskusi dengan anak bila ada rencana perubahan rutinitas.

3. Beri peringatan pada anak beberapa saat sebelum transisi dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Dengan demikian diharapkan anak jauh lebih siap untuk melakukan penyesuain diri dan beradaptasi.

4. Beri cukup waktu untuk menyesuaikan diri dengan satu perubahan sebelum memberikan perubahan berikutnya.

5. Jaga agar tidak terjadi terlalu banyak perubahan, apalagi yang mendadak.

Jika semua langkah tersebut sudah dilakukan dengan baik, terakhir adalah berdoa, dengan harapan anak bisa mengalami kemajuan untuk masalah adaptasi sosialnya. Namun harus diingat, mengubah hal ini tidak semudah kita mengajari anak prasekolah bernyanyi, lo. Jadi orang tua harus ekstra sabar dan selalu konsisten melakukan pengondisian-pengondisian tersebut.

KEMAMPUAN ADAPTASI YANG HARUS DIKUASAI

Di usia 3-5 tahun, terutama usia 3-4 tahun, anak mulai mengenal teman lalu berkembang dengan menjalin hubungan pertemanan. Akan tetapi lingkupnya masih terbatas, yaitu hanya pada mereka yang memiliki kesamaan tertentu. Misal, rumahnya masih di satu lingkungan, sama-sama satu sekolah, atau mempunyai mainan yang sama. Jadi, tandas Junetty, untuk anak usia prasekolah cukup sampai pada tahapan bisa beradaptasi tanpa ada hambatan. "Jika modal dasarnya ini sudah dimiliki, semakin lama pasti akan berkembang."

Namun jika belum, kita pun tidak dianjurkan mendesak anak untuk cepat beradaptasi sementara ia belum siap. Cara ini justru akan menghambat langkah berikutnya. Lain cerita bila memang kemampuan adaptasi anak sudah baik, semisal tidak mengkeret di belakang orang tuanya, mau memberikan respons bila disapa lingkungan, dan kemampuan adaptasinya terus meningkat dengan ciri selalu ingin mencoba dan ingin tahu, maka si anak tak butuh waktu lama-lama lagi untuk beradaptasi.

SI PENGAMAT LAMBAT BERADAPTASI?

Ada kan anak-anak yang cenderung mengamati terlebih dahulu, baru kemudian memberikan respons terhadap lingkungan barunya? Nah, anak-anak tipe pengamat ini, menurut Junetty, tidak termasuk yang lambat beradaptasi. Tetapi lebih pada gaya si anak dalam proses beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

Jadi, sejauh anak pada akhirnya bisa melakukan interaksi dan ada peningkatan tanpa harus didorong-dorong atau butuh beberapa hari untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan, "Statusnya masih bisa dibilang oke untuk anak prasekolah dalam beradaptasi."

Ada juga anak yang adaptasinya perlu dipancing terlebih dahulu untuk bisa membaur dengan lingkungan. Jika tak ada orang lain yang mengajaknya bergabung, sampai kapan pun si anak akan lebih memilih menarik diri dari lingkungan. "Yang ini pun lebih cenderung ke gaya atau karena si anak tak tahu cara dan bagaimana memulainya," kata Junetty.

Jadi, kemungkinannya si anak ingin bisa bergaul dengan lingkungan, akan tetapi tidak tahu cara memulainya. Untuk itu, anjur Junetty, orang tua harus sesering mungkin membawa anak tipe ini ke tempat-tempat baru.

ENAKNYA BISA BERADAPTASI!

Kata Junetty, banyak manfaat akan diperoleh anak dari kemampuannya dalam beradaptasi. Di antaranya:

* Semakin mampu beradaptasi berarti anak semakin cepat beradaptasi. Setelah itu pastinya anak mampu berinteraksi, membangun interaksi yang baik dengan teman-temannya di sekolah. Hal ini sangat berpengaruh pada pembentukan self-esteem-nya.

* Anak akan lebih merasa "pede" karena merasa diterima oleh teman-temannya, merasa punya teman yang bisa berbagi.

* Dalam proses pembelajaran di sekolah, anak bisa mengembangkan perilaku yang positif, bisa lebih nyaman bersekolah dan menikmati sekolahnya. Dengan begitu, anak dapat mengeluarkan kemampuannya secara optimal.

* Kemampuan kompetensinya akan lebih tinggi dibandingkan anak yang sulit beradaptasi.
.

d ambil dari NAKITA


WiOnA
   
01-12-2007 11:57:25 pendidikan
Jumlah Posts : 244
Jumlah di-Like : belum ada like
Dear bunda2 / mom

emg bener sekolah yg di sebutin bunda andra alias Tumble tots mahal banget, tp kalo keluar dari sekolah tsb mah anak bijak n pinter, dari usia dini udh diajarin english. So, tinggal kesanggupan kita aja soal biayanya. Sy pribadi sih pengen bund, tapi kalau untuk usia bayi sih blm, maybe usia 3 thn kali ya, soale kasian liat anaknya, ya main dirumah aja dulu, bersama kel n belajar sendiri sep dibaca in buku2 anak.
   
Jumlah Posts : 103
Jumlah di-Like : belum ada like

hai bunda bunda.. jangan paksain si kecil untuk belajar bun. Usia 3 tahun sih memang cepet banget kalo udah harus belajar baca tulis sama berhitung. perkembangan anak usia 3 tahun itu baru lebih ke sisi emosional, motorik, sosial, dan bahasa. Tapi memang ada juga yang bilang kalo mau perkenalkan anak ke huruf dan angka dari usia 1 tahun juga gak masalah, asalkan jangan dipaksa ya bun, biarkan mereka belajar sesuai dengan ksecepatan perkembangan kognitif mereka.

   
Jumlah Posts : 583
Jumlah di-Like : 5

wah, udh panjang lagi topiknya ... hehehe..

selamat ya utk para bunda yg sdh melahirkan ... tolong dong bun, ditulis ulang di topik yg sudah disediakan (di bawah), jadi carinya gak susah.. soalnya topik di sini sudah bermacam2 smentara kita kan pengen tahu gimana hasil akhir perjuangan para bumil hehehe ....

bun Novaria : bisa bun, saya dulu disarankan utk tidak melahirkan sblm anak 2 thn. wkt itu saya sempat hamil wkt anak usia 2 thn tp keguguran, trus baru hamil lagi skrg usia anak saya yg pertama 4 thn. yg ga boleh itu, kl sdh 2 kali cesar, maka anak yg ke-3 (max) otomatis harus di cesar juga.

bun indra : iya hahaha ... anak saya yg pertama skrg usia 4 thn ... dulu "korban" cesar juga, tpi sampe saat ini saya masih menunggu info dr pihak RS utk menentukan apakah saya akan di cesar lagi atau akan normal. tapi sejauh ini saya ga ada keluhan apa2 ... masih kuat beraktivitas, masih nyupir sendiri, doyan masak hehehe ... selama kehamilan saya hny naik 6 kg hingga saat ini... (turun 3 kg dlm wkt 2 bln gara2 saya divonis diabet gestational, dan saya harus jaga pola makan, tapi malah bikin badan "ringan', beratnya hny di perut doang hahahaa .... )