SITE STATUS
Jumlah Member :
493.708 member
user online :
1681 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: lagi batuk dan demam boleh gak makan dur

New Topic :  
06-02-2008 16:12:24 Imunisasi IPD
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Biar Bunda Kayla gak bingung lagi :)



Waspadai Penyakit IPD Pada Anak

Selasa, 24 Januari 2006

Penelitian menunjukkan, sebagian besar bayi dan anak di bawah usia dua tahun pernah menjadi carrier bakteri pneumokokus di dalam saluran pernapasan mereka.

Sampai saat ini sebagian besar masyarakat belum mengenal dan memahami penyakit invasive pneumococcal disease (IPD) pada anak, khususnya anak berumur di bawah dua tahun. Padahal penyakit ini bisa mengakibatkan kematian dan kecacatan.

Ahli respirologi anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad)/RS Hasan Sadikin Bandung, Prof Dr Cissy B Kartasasmita PhD MSc SpA (K), menjelaskan, IPD adalah sekelompok penyakit yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus (Streptococcus pneumoniae). Ini berupa serangan infeksi yang secara cepat masuk ke dalam sirkulasi darah dan merusak (invasive), seperti infeksi selaput otak (meningitis) atau biasa disebut radang otak.

Menurut Cissy, apabila bakteri pneumokokus masuk dalam sirkulasi darah (disebut bakteremia), maka ia akan menyebabkan berbagai gangguan organ tubuh (disebut sepsis). Akhirnya ini bisa menimbulkan kegagalan fungsi organ (multi organ failure).

'Bakteri pneumokokus juga bisa menimbulkan penyakit secara lokal atau non-invasive, seperti infeksi telinga tengah atau otitis media, infeksi atau radang paru yang disebut pneumonia dan sinusitis,' ungkapnya pada seminar media yang diselenggarakan beberapa hari lalu di Jakarta.

Menurut data WHO, lanjut Cissy, setidaknya dilaporkan satu juta anak di bawah usia lima tahun meninggal setiap tahun akibat infeksi pneumokokus, terutama yang menyebabkan pneumonia. Gejala pneumonia di antaranya napas cepat, sesak, nyeri dada, menggigil, batuk dan demam.

Otitis media adalah infeksi bakteri pada telinga tengah yang dapat menyertai infeksi saluran pernapasan. Gejalanya antara lain nyeri telinga, demam, rewel, dan gangguan pendengaran sementara. Infeksi telinga tengah cenderung terjadi pada masa bayi dan kanak-kanak sehingga bisa menyebabkan gangguan pendengaran yang menetap dan mengalami keterlambatan bicara.

'Gejala bakterimia pada bayi kadang-kadang sulit diketahui karena pada awalnya dapat serupa dengan infeksi virus biasa, seperti bayi menderita demam tinggi dan rewel terus-menerus diikuti dengan atau tanpa infeksi saluran pernapasan,' jelas anggota satgas imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) ini.



Bayi carrier

Ada tiga bakteri penyebab meningitis, yaitu Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae tipe b, dan Niesseria meningitides. Dari ketiga itu Streptococcus pneumoniae adalah bakteri yang sering kali menyerang anak di bawah usia dua tahun.

Gejala meningitis di antaranya demam tinggi, nyeri kepala hebat, mual, muntah, diare, leher kaku, dan takut pada cahaya (photophobia). Bayi rewel, tampak lemah dan lesu (lethargic), menolak makan, dan pada pemeriksaan teraba ubun-ubun menonjol, serta dapat terjadi penurunan kesadaran dan kejang.

'Meningitis karena bakteri pneumokokus dapat menyebabkan kematian pada 17 persen penderitanya hanya dalam waktu 48 jam. Dan apabila sembuh, sering kali meninggalkan kecacatan permanen, misalnya gangguan pendengaran dan saraf seperti gangguan motorik, kejang, keterbelakangan mental, dan kelumpuhan,' Cissy menjelaskan.

Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayi dan anak di bawah usia dua tahun pernah menjadi pembawa (carrier) bakteri pneumokokus di dalam saluran pernapasan mereka. Karena itu, lanjut Cissy, bayi baru lahir hingga usia dua tahun berisiko terkena penyakit IPD. Bakteri ini menyebar di udara saat seseorang bersin atau batuk.

Ada beberapa lokasi yang berpotensi bagi penyebaran bakteri pneumokokus, yaitu interaksi antara anak dan manula yang mengidap penyakit ini secara terus-menerus, antar bayi dan anak di tempat-tempat umum, kendaraan umum, lingkungan tetangga, tempat penitipan anak (TPA), dan kelompok bermain (playgroup)..



Vaksinasi

Ahli infeksi dan penyakit tropik anak FK UI/RSCM, Prof Dr dr Sri Rezeki S Hadinegoro SpA (K), mengatakan pengobatan IPD semakin dipersulit dengan adanya peningkatan bakteri pneomokokus terhadap beberapa jenis antibiotik, infeksi bakteri yang sangat cepat dan merusak organ tubuh dan sistem saraf, serta meninggalkan kecacacatan permanen yang akan menurunkan kualitas hidup anak sepanjang usianya.

'Karena itu kami sangat merekomendasikan upaya preventif sedini mungkin dengan pemberian vaksin pneumokokus kepada bayi dan anak di bawah usia dua tahun,' ujarnya.

Badan POM, sebagai lembaga yang mengeluarkan izin edar, telah menyetujui vaksin untuk mencegah IPD kepada bayi dan anak di bawah usia dua tahun. Vaksin pneomokokus diberikan dengan jadwal pemberian empat kali pada usia 2, 4, 6, dan antara 12 hingga 15 bulan. Dalam hal ini, orang tua bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak mengenai jadwal pemberian vaksinasi yang tepat sesuai usia dan kondisi kesehatan anaknya. (jar )

Sumber : http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=232300&kat_id=150
   


Jumlah Posts : 22
Jumlah di-Like : belum ada like
hai Bunda.. mau tanya dong, tiap bulan saya flu , batuk dan demam.. trs kmren udh priksa ke dokter kandungan.. Beliau kasih tiga obat Tozalos, Amoxsan ( antibiotik katanya aman bagi ibu hamil ) , Rhinofed. Aman gak yah obat tersebut..apalagi beliau ksh antibiotik..denger2 gak boleh asal mnum antibiotik krn takut anaknya cacat .. saran nya ya bun..makasi 😊
   
02-10-2014 06:41:37 debay susah minum asi
Jumlah Posts : 106
Jumlah di-Like : belum ada like
salam bunda.... q bener galau bund klu si dedek g mau minum asi, awalnya sih g da masalah 4 bln terakhir,,, tp udah -+2hari ini nenenya jarang banget, tapi klu dipaksa cuma dibuat mainan klu bukan kemauannya sendiri sampai q jengkel dgn rasa khawatir soal pipisnya dikit bund jarang gak kyk sebelumnya. ditambah batuk dan demam lagi...aduhhh rasanya berkecamuk antara sedih n kasihan bund.
   


22-04-2008 10:27:34 Manfaat Madu
Jumlah Posts : 1000
Jumlah di-Like : 11
ass wr wb,



semoga artikel ini bermanfaat untuk semuanya.aminnnn.......



sukron,



Bunda Zahwa



MADU, SUMBER GIZI BALITA

Balita Anda susah makan? Sebelum menderita kurang gizi, beri dia madu setiap

hari. Dari penelitian terbukti, madu bisa menambah nafsu makan, menurunkan

tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek, di samping itu lengkap

kandungan gizinya.



Memberi makan anak-anak usia di bawah lima tahun (balita) memang

gampang-gampang susah. Kalau si anak punya nafsu makan tinggi, orang tua

tidak bakal repot. Diberi makan apa saja balita itu akan menyantapnya dengan

lahap. Sebaliknya, anak balita yang bernafsu makan rendah atau susah makan,

membuat orang tua sering kewalahan, bahkan hampir kehilangan akal untuk

membujuknya makan.



Berbagai jenis makanan dicobakan. Reaksi si anak cuma membuang kembali

makanan di mulutnya bila tidak sesuai kesukaannya. Celakanya, makanan

kesukaannya justru kurang bergizi. Padahal, variasi makanan sangat perlu.

Kalau keadaan ini berlanjut bisa-bisa si anak menderita kurang makan dan

kurang gizi, sehingga mudah sakit. Akibat semua itu proses tumbuh kembangnya

menjadi tidak normal. Yang paling merisaukan, bila ia menjadi bagian dari

generasi tanpa masa depan (lost generation).



Meningkatkan nafsu makan



Untunglah ada hasil penelitian Y. Widodo. Peneliti pada Pusat Penelitian dan

Pengembangan Gizi di Bogor ini, tahun lalu membawa kabar gembira bagi para

orang tua yang memiliki anak kurang energi protein (KEP). Ia melaporkan

bahwa pemberian madu secara teratur setiap hari dapat menurunkan tingkat

morbiditas (panas dan pilek) dan memperbaiki nafsu makan anak balita.



Penelitian dilakukan terhadap balita pasien Klinik Gizi, Puslitbang Gizi,

yang menderita kurang energi protein (KEP) akibat krismon. Ada 51 balita

usia 13 - 36 bulan yang terlibat dalam penelitian. Mereka dibagi menjadi dua

kelompok, pertama Kelompok Madu (25 orang) sebagai sampel, dan kedua

Kelompok Sirop (26 orang) sebagai kontrol. Kedua kelompok sama-sama diberi

tambahan vitamin B-kompleks dan vitamin C (50 mg).



Indikator yang diamati antara lain data antropometri (umur, bobot badan,

tinggi/panjang badan), sosial-ekonomi, recall konsumsi, riwayat kesehatan

anak pada saat sebelum, selama, dan sesudah perlakuan sekitar dua bulan.



Hasil penelitian menunjukkan, tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek

kelompok madu atau sampel menurun, nafsu makan meningkat, porsi dan

frekuensi makan bertambah, sehingga konsumsi energi dan protein mereka juga

meningkat dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapat sirop. Sebagian

data hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 1..



Manfaat kesehatan pemberian madu yang tampak dalam penelitian tersebut

antara lain disebabkan oleh dua hal. Pertama, madu merupakan makanan yang

mengandung aneka zat gizi sedangkan gula hanya mengandung energi atau

kalori. Kedua, madu ternyata juga mengandung senyawa yang bersifat

antibiotik.



Mengandung faktor pertumbuhan



Kandungan gizi utama madu adalah aneka senyawa karbohidrat seperti gula

fruktosa (41,0%), glukosa (35%), sukrosa (1,9%), dan dekstrin (1,5%).

Karbohidrat madu ikut menambah pasokan sebagian energi yang diperlukan balita.



Kadar protein dalam madu relatif kecil, sekitar 2,6%. Namun kandungan asam

aminonya cukup beragam, baik asam amino esensial maupun non-esensial. Asam

amino tersebut turut pula memasok sebagian keperluan protein tubuh balita.



Vitamin yang terdapat dalam madu antara lain vitamin B1, vitamin B2, B3, B6,

dan vitamin C. Sementara mineral yang terkandung dalam madu antara lain

kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor, dan sulfur.

Meskipun jumlahnya relatif sedikit, mineral madu merupakan sumber ideal bagi

tubuh manusia karena imbangan dan jumlah mineral madu mendekati yang

terdapat dalam darah manusia.



Penelitian menunjukkan, madu juga mengandung faktor pertumbuhan. Dilaporkan,

stek batang pohon yang dicelupkan dalam madu akan lebih cepat berakar dan

tumbuh lebih baik dibandingkan dengan stek yang ditanam tanpa perlakuan

madu.



Perbandingan kadar zat gizi madu secara umum terhadap gula pasir dapat

dilihat pada tabel 2.



Madu juga mengandung zat antibiotik. Kandungan ini merupakan salah satu

keunikan madu. Penelitian Peter C. Molan (1992), peneliti dari Departement

of Biological Sciences, University of Waikoto, di Hamilton, Selandia Baru

membuktikan, madu mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan

berbagai patogen penyebab penyakit.



Beberapa penyakit infeksi berbagai patogen yang dapat "disembuhkan" dan

dihambat dengan (minum) madu secara teratur antara lain penyakit lambung dan

saluran pencernaan; penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),

batuk dan demam; penyakit jantung, hati, dan paru; penyakit-penyakit yang

dapat mengganggu mata, telinga, dan syaraf.



Berdasarkan hasil penelitian Kamaruddin (1997), peneliti dari Departement of

Biochemistry, Faculty of Medicine, Universiti of Malaya, di Kualalumpur,

paling tidak ada empat faktor yang bertanggung jawab terhadap aktivitas

antibakteri pada madu. Pertama, kadar gula madu yang tinggi akan menghambat

pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tersebut tidak dapat hidup dan

berkembang.



Kedua, tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3.65) akan mengurangi

pertumbuhan dan daya hidupnya sehingga bakteri tersebut merana atau mati.

Ketiga, adanya senyawa radikal hidrogen peroksida yang bersifat dapat

membunuh mikroorganisme patogen. Dan faktor keempat, adanya senyawa organik

yang bersifat antibakteri. Senyawa organik tersebut tipenya bermacam-macam.

Yang telah teridentifikasi antara lain seperti polyphenol, flavonoid, dan glikosida.



Takaran minum madu



Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari madu, cairan manis yang menjadi

cadangan makanan koloni lebah ini harus dikonsumsi secara teratur. Dalam

penelitian Widodo tersebut balita sampel diberi madu sebanyak 20 gram setiap

hari. Madu tersebut tidak dianjurkan untuk bayi usia 0 - 4 bulan, karena

makanan pertama dan yang utama untuk mereka adalah air susu ibunya (ASI).

Setelah usia 4 bulan baru boleh diberi madu seiring dengan pemberian makanan

tambahan sesuai anjuran.



Menurut Muhilal, 2-3 sendok makan madu 2 X sehari sudah cukup memadai untuk

menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Namun untuk penyembuhan atau

pengobatan, madu lebih baik dikonsumsi dalam bentuk larutan dalam air karena

akan memudahkan penyerapannya di dalam tubuh. Madu tersebut sebaiknya

dikonsumsi dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudah makan.

Selain menambahkan madu pada menu makanan balita secara teratur, tentu saja

berbagai upaya kesehatan lainnya seperti pengobatan medis, pemberian makanan

tambahan, dan imunisasi umum, harus pula dilakukan. Upaya tersebut akan

lebih mempercepat upaya pemulihan kesehatan dan perbaikan gizi balita,

terutama yang susah makan, sehingga mereka terhidar kemungkinan menjadi

generasi tanpa masa depan (Mohamad Harli, Sarjana Gizi Masyarakat dan

Sumberdaya Keluarga, IPB)

Sumber : http://www.indomedi a.com/intisari/ 2001/Mei/ madu.htm

   
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
Mau curhat yah,

hari kamis anakku (9 bulan) tiba-tiba panas, dikasih obat penurun panas gak ngaruh (dimuntahin, biasanya emang kalo dikasih obat dimuntahin tapi panasnya turun)

Sampai jumat panasnya gak turun juga, selalu diatas 39, karena khawatir (takut terkena DB dll), jumat sorenya dibawa ke DSA, karena panasnya tinggi langsung dimasukkin obat panas lewat (maap)p*nt*t dan panasnya turun. Setelah diperiksa kata dokter anakku kena radang tenggorokan, dan diresepin obat panas (2 macam syrup dan tablet yang dimasukkin ke p*nt*t) plus obat racikan.

pulang dari RS panasnya tinggi lagi, dikasih obat dimuntahin, yah terpaksa lewat p*nt*t lagi.

Saya agak ragu bwt ngasih obat racikan tersebut, karena kemungkinan obat itu mengandung antibiotik, tapi karena panik panasnya naik terus, aku kasih aja obat racikan itu (walau dimuntahin juga). hari sabtu sore panasnya berangsur turun dan alhamdullillah gak naik lagi.

Aku nyesel juga ngasih obat racikan tersebut, mau dihentikan tapi takut, katanya antibiotik itu harus habis, gimana ya bunda2, sekarang anakku malah diare (ee nya encer, tapi gak sering) dan mukanya ada merah2nya, apa mungkin pengaruh dari obat, atau gimana yah.

Oh iya dari awal sakit sampai saat ini anakku tetap ceria, makan dan mainnya gak terganggu, cuma agak rewel dan cengeng.

Boleh gak ya obatnya dihentiin aja??? masih ada 8 bungkus sih (dari 15 bungkus racikan), terus terang aku panik pas anakku panas karena ini sakit pertamanya.

Minta pendapat yah
   


06-02-2008 16:29:54 Imunisasi IPD
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Saat Pneumokokus Mengintai Si Kecil

Tanggal: 28/12/07



Sejak dilahirkan hingga usia 5 th merupakan periode emas tumbuh kembang anak. Namun, proses perkembangan bisa terhambat oleh penyakit pneumokokus.



Saat Pneumokokus Mengintai Si Kecil



Sejak dilahirkan hingga usia lima tahun merupakan periode emas tumbuh kembang anak. Namun, proses perkembangan anak ini bisa terhambat oleh serangan penyakit pneumokokus. Bahkan, penyakit ini merupakan penyebab utama kematian pada anak balita. Penyakit pneumokokus invasif (IPD) adalah sekelompok penyakit yang disebabkan bakteri streptococcus pneumoniae (pneumokokus), yakni radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi darah (bakteremia). IPD dapat menyebabkan kematian dan kecacatan permanen berupa ketulian, gangguan mental, kemunduran inteligensia, lumpuh, dan gangguan saraf. Bakteri pneumokokus sendiri terdiri atas 90 tipe kuman, tujuh serotipe di antaranya paling sering menyebabkan IPD pada bayi dan anak. Bakteri ini ditemukan secara normal pada daerah hidung dan tenggorokan. "Jika masuk ke aliran darah, bakteri ini menyebabkan berbagai gangguan organ tubuh hingga terjadi kegagalan multi-organ," kata spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung, Prof Cissy B Kartasasmita. Gejala bakterimia pada anak kadang sulit dikenali lantaran awalnya serupa dengan infeksi virus biasa, seperti demam tinggi dan rewel terus-menerus diikuti atau tanpa infeksi saluran pernapasan. Adapun pneumonia ditandai napas cepat, sesak, nyeri dada, batuk, dan demam. Meningitis ditandai demam tinggi, nyeri kepala hebat, muntah, diare, takut pada cahaya, leher kaku. Bayi juga lemah dan lesu, susah makan, kesadaran menurun dan kejang. "Meningitis karena bakteri pneumokokus dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. Jika sembuh, sering menimbulkan kecacatan permanen, seperti keterbelakangan mental dan kelumpuhan," ujar Cissy. Cara penularannya melalui percikan ludah saat bersin, batuk atau berbicara. IPD juga bisa ditularkan dari orang yang tinggal serumah, tetangga, tempat penitipan anak. "Faktor risiko lain adalah bayi lahir prematur, bayi yang kurang mendapat ASI, malnutrisi, terpapar polusi dan asap rokok, hunian padat, pergantian cuaca, dan penderita penyakit kronis," kata konsultan Inisiatif Kesehatan Anak dan Riset Nutrisi (CHNRI), Prof J Igor Rudan.

IPD dapat menyerang siapa saja dan di mana saja karena bakteri pneumokokus secara normal berada di dalam rongga hidung dan tenggorokan. Sekitar 60 persen dari anak-anak prasekolah atau anak balita membawa bakteri itu dalam tubuhnya. Kelompok umur paling rentan terkena penyakit ini adalah bayi dan anak-anak di bawah usia dua tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, penyakit IPD merupakan penyebab angka kesakitan dan kematian yang tinggi di dunia. Pada tahun 2005, WHO memperkirakan 1,6 juta kematian disebabkan kuman pneumokokus. Perkiraan ini mencakup kematian 700.000 hingga satu juta anak balita, terutama di negara-negara berkembang di Asia dan Afrika. "Lima dari sepuluh negara dengan kasus pneumonia tertinggi di dunia berada di Asia.

Indonesia sendiri merupakan negara keenam di dunia dengan jumlah kasus baru pneumonia anak terbanyak, yakni 5,8 juta penderita. Separuh dari kasus pneumonia disebabkan kuman pneumokokus," kata Rudan dalam Simposium Tingkat Regional Asia Pasifik Vaksinasi Pneumokokus yang diprakarsai Institut Vaksin Internasional (IVI) di Seoul, Korea Selatan.

"Selain penyebab utama kematian pada anak, pneumonia juga penyebab utama rawat inap pada balita di mayoritas negara berkembang," kata Direktur Regional WHO Western Pacific Shigeru Omi. Padahal, sebagian besar pembiayaan rumah sakit itu tidak dijamin asuransi, tetapi harus dibayar secara tunai sehingga meningkatkan angka kemiskinan di banyak negara di Asia. Lebih gawat lagi, sejak tahun 1990-an muncul resistensi bakteri pneumokokus terhadap sejumlah obat antimikroba.

Menurut Kepala Divisi Penyakit Infeksi Pusat Kedokteran Samsung Prof Jae Hoon Song, ada empat kategori utama obat yang tak lagi ampuh melawan bakteri pneumokokus, yakni penisilin dan beta-lactam, macrolide, fluoroquinolone serta obat kombinasi tiga jenis antibiotik. Ini terutama terjadi di banyak negara di Asia. Kondisi ini makin mempersulit pengobatan pasien IPD. "Penggunaan obat antibiotik secara berlebihan meningkatkan resistensi dan mengancam efektivitas terapi. Pada akhirnya ini akan meningkatkan biaya pengobatan karena harus menggunakan antibiotik yang lebih mahal," kata Ketua Aliansi Strategis Tingkat Asia untuk Pencegahan Penyakit Pneumokokus Prof Lulu Bravo.

Bisa dicegah

Padahal, IPD sebenarnya bisa dicegah dengan vaksinasi pneumokokus. Menurut Shigeru Omi, imunisasi ini tidak hanya mengurangi angka kesakitan dan kematian pada balita akibat penyakit pneumokokus, tetapi juga dapat mencegah terjadinya proses pemiskinan karena harus mengeluarkan dana untuk berobat ke rumah sakit. Terkait hal itu, Maret 2007 lalu WHO telah mengeluarkan rekomendasi agar negara-negara di dunia harus memprioritaskan penggunaan vaksin pneumokokus konjugasi dalam program imunisasi nasional. Ini terutama berlaku bagi negara dengan lebih dari 50 kematian per 1.000 kelahiran hidup dan negara dengan lebih dari 50.000 kematian balita per tahun. Vaksin pneumokokus konjugasi yang saat ini beredar dapat mencegah penyakit pneumokokus invasif. Vaksin ini memberi perlindungan terhadap tujuh serotipe bakteri pneumokokus (PCV-7) yang banyak menyerang bayi dan anak-anak di Amerika Serikat dan Kanada serta memberi perlindungan hingga 80 persen terhadap resistensi antibiotik bakteri pneumokokus. Hasil studi klinis terhadap 37.000 bayi di AS menunjukkan bahwa vaksin pneumokokus memiliki tingkat keampuhan, yakni 97,4 persen efektif pada bayi yang telah divaksinasi penuh (empat dosis) dan 89 persen efektif dalam mencegah semua kasus IPD dari anak yang mendapat satu kali atau lebih dosis vaksinasi. Reaksi umum dari vaksinasi yang paling banyak dilaporkan adalah demam ringan, rewel, sulit tidur, muntah, diare, dan kemerahan pada kulit. "Vaksin pneumokokus memberi perlindungan secara tidak langsung pada anak-anak dan orang tua yang serumah dengan mereka yang divaksinasi," ujar Ketua Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Prof Sri Rezeki S Hadinegoro. Vaksin itu dapat mulai diberikan saat usia dua bulan. Pada usia di bawah satu tahun diberikan empat dosis, usia satu hingga tahun diberikan tiga dosis, dan di atas dua tahun cukup satu dosis. Sejauh ini, vaksin pneumokokus telah jadi vaksin yang diwajibkan di AS, Australia, Eropa, dan Meksiko. Vaksin ini juga telah diluncurkan di beberapa negara di Asia. Beberapa negara di Afrika juga berminat menerapkan program imunisasi setelah mendapat komitmen dana jangka panjang dari lembaga donor internasional.

Akan tetapi, banyak negara di Asia yang belum memasukkan vaksin pneumokokus ke dalam program nasional imunisasi, termasuk Indonesia, karena keterbatasan dana. Padahal, angka kematian anak di Indonesia mencapai 162.000 per tahun. Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) sendiri telah menyetujui vaksin untuk mencegah IPD pada bayi dan anak di bawah usia dua tahun.

Kendala lain adalah ketersediaan data serotipe di tiap negara untuk mengetahui tingkat kecocokan vaksin dengan serotipe kuman pneumokokus yang ada di negara bersangkutan. Hasil riset yang ada, tingkat kecocokan vaksin konjugasi tujuh serotipe bagi balita di Eropa dan Amerika 80 persen, sedangkan Asia dan Afrika baru sekitar 50 persen. Untuk meningkatkan kemampuan perlindungan vaksin pneumokokus, kini sejumlah pelaku industri farmasi tengah melakukan riset vaksin pneumokokus konjugasi dengan jumlah serotipe kuman lebih dari tujuh. "Saat ini vaksin yang mampu melindungi dari 10 hingga 13 serotipe sedang dikembangkan," kata Luis Jodar, Deputi Direktur Jenderal Institut Vaksin Internasional.

Pendanaan

"Yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi anak-anak dari infeksi pneumokokus melalui vaksinasi," ujar Lulu Bravo. Di Asia, baru Korsel dan Singapura yang cakupan imunisasi bayi baru lahir tinggi meski belum jadi program pemerintah. Adapun di negara lain masih 0-3 persen.

Terkait pendanaan, Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) berkomitmen mengucurkan bantuan dana bagi negara-negara dengan pendapatan per kapita rendah, termasuk Indonesia. "Pelaksanaannya tergantung kesiapan tiap negara," kata Direktur Eksekutif Perencanaan Pengenalan dan Pengembangan Terakselerasi Vaksin Pneumokokus (PneumoADIP) Orin S Levine.

Atas dukungan dana dari GAVI, Pemerintah Indonesia berencana memasukkan vaksin pneumokokus ke dalam program imunisasi rutin bagi lima juta bayi pada tahun 2010. "Ini peluang untuk mencegah infeksi pneumokokus pada balita," kata Kepala Subdirektorat Imunisasi Departemen Kesehatan Jane Soepardi. Harga vaksin pneumokokus kini 58 dollar AS per dosis. Negara penerima bantuan cukup membayar 15 sen dollar AS (setara dengan Rp 1.400) per dosis, sisanya ditanggung GAVI. Besar bantuan itu dikurangi secara bertahap dalam waktu tujuh tahun. "Dalam dua tahun ke depan kami menyiapkan data-data serotipe pneumokokus di Indonesia," ujar Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes Nyoman Kandun. Menurut rencana, Depkes melaksanakan uji laboratorium kasus-kasus dugaan pneumonia pada anak di tiga rumah sakit, yakni RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, RS Hasan Sadikin Bandung, dan RS Shanglah Denpasar. Pemeriksaan itu bertujuan mengetahui serotipe pneumokokus yang ada di Indonesia. "Jadi, vaksin pneumokokus yang digunakan benar-benar aman dan efektif," kata Jane. Hal serupa juga tengah dirancang sejumlah negara berkembang lain di Asia. "Edukasi bagi para profesional di bidang kesehatan, termasuk organisasi ilmuwan, para orangtua, pengambil kebijakan dan pemimpin masyarakat harus dikembangkan sehingga semua pihak bisa bekerja sama dalam perang melawan pembunuh utama anak- anak kita," kata Lulu Bravo.



Kompas, 28 Desember 2007
   
01-03-2016 20:41:40 hpl juli 2016
Jumlah Posts : 69
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda mau tanya donk.saya lagi hamil 22W udh 2 hari tenggorokan batuk dan gatel.boleh infoin obat batuk yg boleh diminum apa y bund?
   
Jumlah Posts : 66
Jumlah di-Like : belum ada like
salam kenal bunda...
Aku lagi hamil 13w, tapi aku lagi batuk..
dan perut berasa lapar trus tapi suka bingung mau makan apa, akhir nya malah ga jadi makan...ada ga bunda yg sama kaya aku..
kira2 keganggu ga ya nda janin ku karna batuk soalnya blm waktunya cek nech
   
Jumlah Posts : 82
Jumlah di-Like : belum ada like
bund lagi hamil boleh gak makan keripik singkong / ubi kayu?
   
Jumlah Posts : 397
Jumlah di-Like : belum ada like




http://toko.semuada.com/bag-tas/cooler-bag/jual-tas-gabag-cooler-bag-brown-polka-murah


#JUAL TAS GABAG COOLER BAG (BROWN POLKA)

Serious buyer only
PIN BB: 794bfea0
SMS Only/Whatsapp: 081310623755

Harga: Rp. 165,000
Item ID: 1843
SIZE --> 21 x 14 x 12 cm

Gabag merupakan tas penyimpan ASI dengan fitur-fitur sebagai berikut:
* Gabag picnic bag adalah tas yang memiliki 2 kantong utama.
* Kantong bagian atas berkancing, bisa berfungsi untuk menyimpan pompa ASI dan perlengkapan lainnya.
* Bagian bawah berfungsi untuk menyimpan ASI dingin.
* Keduanya disekat dengan retsleting.

* Cocok digunakan untuk menjaga kesegaran penyimpanan ASI, kosmetik, makanan, dan minuman
* Dibuat dengan teknologi "double insulated" (2 lapisan khusus) yang akan memberikan manfaat penyimpanan dingin atau panas yang maksimal
* Garansi untuk kualitas dingin yang bisa tahan hingga 16 jam dan panas minimal 4 jam
* Berkualitas dengan harga yang ekonomis
* FREE 2 Ice Gel besar multi fungsi (dapat untuk kompres, dsb)
* Tanpa pewarna yang berbahaya dan AMAN

CARA PENGGUNAAN ICE GEL & COOLER BAG
-----

UNTUK DINGIN
1. Tahap awal pembekuan masukan Ice Gel ke freezer/kulkas selama 24 jam agar hasilnya bisa maksimal untuk tahap berikutnya cukup 8 jam, Semakin lama di freezer hasilnya semakin baik
2. Agar produk tetap dingin dan bertahan lama, kami sarankan untuk menggunakan freezer bersuhu minus, seperti chest freezer
3. Setelah meratakan pembekuan maka keluarkan Ice Gel dari Freezer.
4. Kemudian letakan Ice Gel tersebut ke dalam Cooler Bag yang akan dipergunakan
5. Tutup rapat Cooler Bag tersebut agar kedap udara
6. Jika Ice Gel sudah tidak dingin lagi maka masukan kembali ke dalam freezer

UNTUK HANGAT
1. Masukan Ice Gel setelah air mendidih dan api dikecilkan selama 5 menit
2. Kemudian letakan Ice Gel tersebut ke dalam Cooler Bag yang akan di pergunakan
3. Tutup rapat Cooler Bag tersebut agar kedap udara
4. Jika Ice Gel sudah tidak hangat lagi maka hangatkan lagi dengan air mendidih

PERHATIKAN
-----
* Jika kemasan pecah Ice Gel tidak boleh dipergunakan lagi
* Ice Gel tidak boleh di makan
* Jangan menghangatkan Ice Gel didalam Microwave
* Ice Gel tidak beracun, dapat dipakai ulang, tidak berair, kemasan tahan panas/dingin

http://toko.semuada.com/bag-tas/cooler-bag/jual-tas-gabag-cooler-bag-brown-polka-murah

Barang dikirim pada hari yg sama
Harga dapat berubah sewaktu2. Harga yg berlaku adalah harga yg di website

MENERIMA RESELLER / DROPSHIPPER

Testimoni: http://toko.semuada.com/testimoni
Resi: http://toko.semuada.com/resi
HappyCustomer Februari 2014: http://toko.semuada.com/gallery

#bayi #baby #babyshop #Indonesia #gendongan #carriers #jakarta #bouncer #stroller #reseller #dropship

Jasa pengiriman: POS ? JNE ? Wahana ? Pahala ? Dakota ? Sentral Cargo

Menerima pesanan dan pengiriman dari dan ke seluruh Indonesia ? Jakarta ? Tangerang ? Serang ? Cilegon ? Tangerang Selatan ? Bandung ? Banjar ? Bekasi ? Bogor ? Cimahi ? Cirebon ? Depok ? Sukabumi ? Tasikmalaya ? Magelang ? Pekalongan ? Salatiga ? Semarang ? Surakarta ? Tegal ? Klaten ? Batu ? Blitar ? JKW4P ?Kediri ? Madiun ? Malang ? Mojokerto ? Pasuruan ? Probolinggo ? Surabaya ? Yogyakarta ? ori ? original ? Banda Aceh ? Jaminan ? Beli ? Langsa ? Lhokseumawe ? Sabang ? Subulussalam ? Binjai ? Gunungsitoli ? Medan ? Padang Sidempuan ? Pematangsiantar ? Sibolga ? Toko Mainan Online ? Termurah ? Kaskus ? Tanjungbalai ? Tebing Tinggi ? Bengkulu ? Jambi ? Sungaipenuh ? Dumai ? Kampanye ?Pekanbaru ? Bukittinggi ? Padang ? Padangpanjang ? Pariaman ? Payakumbuh ? Sawahlunto ? Solok ? Lubuklinggau ? Pagar Alam ? Palembang ? Prabumulih ? Bandar Lampung ? Metro ? Pangkal Pinang ? cod ? cash on delivery ? Batam ? Tanjung Pinang ? Pontianak ? Singkawang ? Banjarbaru ? Banjarmasin ? Palangka Raya ? Balikpapan ? Bontang ? Jokowi ? Samarinda ? Tarakan ? Nusa Tenggara ? Denpasar ? Bima ? Mataram ? Kupang ? Sulawesi ? Gorontalo ? Makassar ? Palopo ? Parepare ? Bau-Bau ? Kendari ? Palu ? Bitung ? Kotamobagu ? Manado ? Tomohon ? Maluku ? Ambon ? Tual ? Ternate ? Tidore ? Papua ? Jayapura ? Sorong

250000
   
18-01-2014 06:57:34 pertanyaan kehamilan
Jumlah Posts : 17
Jumlah di-Like : belum ada like
bund.. aku mw nanya niih... skrg uk 6w dan skrg aku sdh 2 hr demam, batuk dan flu... ngaruh gak yah bund dengn debay nya soalnya ini khamilan yg prtama...
   
Jumlah Posts : 75
Jumlah di-Like : 1

Halo bunda, apa kabar nih? Semoga sehat selalu yah bun. By the way, pernah gak sih bunsay kepikiran buat ganti ASI dengan susu formula? Kalau kata orangtua jaman dulu sih susu formula itu gak bagus buat adek bayi. Tapi kalau semisal si ibunya ASI nya gak keluar gimana yah? Dulu sohibku itu pake susu formula sejak anak nya baru lahir. Karena air susu nya gak keluar, kalaupun keluar sedikit sekali. Ada beberapa pertimbangan jika bunda ingin memilih susu formula, aku share disini yah

  1. Pelajari dulu tips ibu menyusui. Kalau sudah paham cara menyusui, bunda dapat memikirkan susu mana yang cocok untuk adek bayi.
  2. Pertimbangan kedua kecocokan dengan si bayinya, lihat bahan yang digunakan tiap susu. Diihat juga harga dan mereknya. Emang sih belum tentu merk terkenal dan harga wah bukan jaminan tapi biasanya harga dan merk yg wah itu bahannya pasti lebih baik dibanding yg biasa2 aja, bner gak? Hehehehe.

Nah balik lagi ke pertanyaan awal, boleh gak? Kalau kondisinya tidak memungkinkan sih boleh2 aja, tapi sekali lagi perlu dipertimbangkan juga bahannya, diskusikan dengan ayah. Nasehat dari orangtua bisa jadi bahan pertimbangan tapi ambil yang bisa diterima akan sehat aja bun.

Kapan diganti? Paling baik itu setelah 2 tahun pemberian ASI. Kalaupun harus pakai susu formula, imbangi dengan air tajin.

Biasakan untuk konsultasi juga dengan dokter yah bunda. Biar bunda bisa paham apa yang baik buat adek bayi bunda.

Sekian info dariku semoga bisa bermanfaat buat bunda semua.

sumber

   
23-11-2012 16:03:18 meninggal dalam kandungan
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Dok, saya mau tanya.. Pada bulan maret 2012 lalu saya melahirkan dengan cara diinfus picu,dan dipasangi alat seperti balon untuk merangsang pembukaan jalan lahir,dikarenakan janin meninggal didalam kandungan saat usia kehamilan 35 minggu. Sebelumnya saya mlkukan USG, tidak terlihat tanda-tanda kelainan pd janin saya,saat itu usia kehamilan sy 27 minggu. Suatu hari sy merasakan gerakan janin melemah,lalu saya periksa ke bidan,namun denyut jantung bayi msih normal. Dan hingga suatu hari, saya mengalami batuk dan demam,dan nyeri di perut. Saat sy mlkukan pemriksaan rutin,bidan mengatakan tidak ada denyut jantung janin,diulang lg msih saja tidak ada.lalu saya prgi k rumah sakit dan USG, dokter mengatakan janin saya sudah meninggal, dan terdapat cairan asites dalam rongga perut janin saya. Saya sedih sekali,karena ini merupakan anak pertama saya. Dan saat saya usia kehamilan 2 bulan sampai memasuki 5 bulan, saya demam lalu flu tidak sembuh-sembuh.namun stlah bulan ke 5, saya tidak flu lagi. Dok, apa yg hrus saya lakukan?pemeriksaan apa yg harus saya lakukan agar nanti saya hamil lagi tidak terjadi hal yg demikian. Terimakasih atas jawaban dokter.

Dari : Rafita sadya putri

Jawaban:


Dear Bunda, saya turut prihatin atas gugurnya kehamilan pertama Anda.



Penyakit infeksi yang sering terjadi menyebabkan gangguan terhadap kehamilan salah satunya adalah TORCH. TORCH merupakan beberapa penyakit yaitu Toxoplasmosis,Other infection ( CoxsackievirusSyphilisVaricella-Zoster VirusHIV, and Parvovirus B19.),Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex virus-2. Gejala penyakit-penyakit tersebut ada yang menyerupai gejala flu yang umum terjadi, maka itu banyak ibu hamil yang tidak mengetahui bahwa Ia terinfeksi penyakit tersebut.



Bunda dapat berkonsultasi pada dokter kandungan untuk rujukan pemeriksaan TORCH tersebut. Apabila ditemukan infeksi, maka sebaiknya melakukan pengobatan sampai dinyatakan sembuh sebelum merencanakan kehamilan kembali. Perhatikan asupan nutrisi anda, serta menjaga kebersihan lingkungan untuk meminimalisir terjangkit infeksi penyakit.

   
09-02-2012 14:55:00 mual dan ngidam
Jumlah Posts : 34
Jumlah di-Like : 2
hallo bunda2 semua..... mau ikutan gabung yaa...

Saat ini kehamilan aku masuk minggu ke 17. sama seperti bunda fina, mual2 ku masih betah mampir tapi dibanding minggu2 sebelumnya sekarang ud lumayan berkurang sihhh... hehehe.. kalo kata dokterku mual & muntah itu bisa saja masuk sampai bulan ke 5. yaa.. dinikmati aja deh bunnn... semoga mual nya cepet berlalu yaaa...

@ bunda devicute : waduh! air putih tuh penting yah bun? sama kaya bunda nih.... aku jd gak suka air putih. bawaannya eneg & jadi muntah klo minum aer putih tapi sepertinya hrs dipaksakan yah bun? aku juga suka tuh minum es teh manis.. tapi skrg aku lagi mengurangi teh krn pernah baca kandungan caffeinnya gak baik untuk janin. Tapi alhamdulillah baby nya bunda gpp kan ya? skrg jadi suka was2 bun kalao mau makan apa2. suka goggling dulu boleh gak makan ini. boleh kah minum itu. rempong yak ibu hamil.. hihihihi

@bunda nophie : mungkin kalau dibatasin boleh2 aja bun.. tiap hari maksimal 3 gelas aja dgn kekentalan yang tidak terlalu pekat. kalau kopi aku baru gak berani tuih bunn.. walaupun ada beberapa bunda yg baik2 saja minum kopi saat hamil, tapi buat aku minum kopi bs bikin deg2an.. si baby langsung protes sepertinya.. hehehe.. bunda nophie sdh berapa minggu?

Happy pregnant ya bunda2 semua.... semoga selalu sehat bunda & baby nya. aminnnnn
   
Jumlah Posts : 14
Jumlah di-Like : belum ada like
Dear Bunda,

Mo nanya nech bunda, si adhit dah umur 8 bulan kurang 10 hari, dia sekarang lagi batuk, dan dah 1 minggu lebih batuknya gak sembuh2 sampe obatnya abis,

dulu awalnya disertai panas ma pilek, tapi sekarang tinggal batuknya aja gak sembuh2.
kira2 obat apa ya yang pas buat buah hatiku?

mohon sharing nya bunda-bunda semuanya..


Mami Adhit