SITE STATUS
Jumlah Member :
492.770 member
user online :
1568 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: kenapa anak kagetan saat panas

New Topic :  
23-08-2015 06:35:13 perkenalan
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
assalamualaikum dok,
saya mau nanya anak saya baru 1,5bulan. kenapa ya dok saat ank saya mengisap asi dengan saya kok rasanya perih n sakit ya dok? dan apa obatnya biar tidak sakit?
   


30-05-2015 21:56:00 Anak panas dan mimisan
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
salam..

Dok anak kami saat ini berusia 2 thn, beberapa hari yg lalu sakit panas sampai keluar darah dari hidungnya (mimisan) namun mimisannya keluar setiap pagi saja dan itu terjadi sudah 2 x berturut2 setiap pagi .
apakah ada penyakit yg aneh dok ?
atau hanya karna efek dari panasnya saja sehingga mimisan ?
Mohon penjelasannya, Terimakasih :)
   
Jumlah Posts : 35
Jumlah di-Like : belum ada like

Siang Bunda2...

Bunda2 kenapa ya tenggorokan & dada panas kalo abis makan pedes tapi sebenernya gak pedes bangett... usia kandunganku saat ini 21w... mohon di bantu ya bunda2...

terima jasih

   


03-07-2014 13:48:35 JUAL MAMALOVE 2IN1 WALKER
Jumlah Posts : 397
Jumlah di-Like : belum ada like





http://toko.semuada.com/baby-walker/jual-mamalove-2in1-walker-murah

#JUAL MAMALOVE 2IN1 WALKER

INFORMASI DAN PEMESANAN
SMS Only/Whatsapp: 081310623755
PIN BB: C003AEA89

[b]KAMI HANYA MENJUAL BARANG READY STOCK DAN BARANG 100% BARU[/b]

[spoiler=PROMO]
[b]DISKON 10% UNTUK GENDONGAN TERTENTU DENGAN LIKE DAN SHARE PRODUK KAMI DI WEBSITE ATAU FACEBOOK[/b]
[/spoiler]

[spoiler=HARAP DIBACA]
- TIDAK ADA BBM GROUP! Semua produk bisa lihat di web, facebook, instagram atau BBM Channel
- Harga dapat berubah sewaktu2. Harga yg berlaku adalah harga yg di website
- Stok terbatas, silahkan tanyakan stok dulu sebelum memesan
- Tidak ada sistem booking, siapa cepat dia dapat
- Transaksi sebelum jam 3 sore barang dikirim pada hari yg sama
- Untuk pos batas transaksi jam 10 pagi, lewat dari jam 10 pagi kirim hari berikutnya
- Pengiriman melalui Cargo hanya hari Senin, Rabu, dan Jumat
- Menerima pemasangan iklan di website kami (Syarat dan Ketentuan berlaku)
[/spoiler]

Harga: Rp. 713,000
Item ID: 1575

- Ini adalah kombinasi baby walker dengan wahana walk behind walker.
- Wahana berjalan anak dengan masa pemakaian lebih lama dengan 2 fungsi-nya yang dapat disesuaikan seiring perkembangan dan kemampuan belajar berjalan anak.
- Si kecil akan menyukai Mamalove 2 in 1 walker ini, karena meja panel aktifitas-nya dilengkapi mainan dengan suara dan cahaya.
- Kursi empuk dan meja tray yang besar untuk meletakkan makanan & cangkir minum si kecil (snack).

Fitur:
* Kegiatan baby walker yang dapat di konversi menjadi mainan belajar berjalan yang dapat didorong oleh si kecil.
* Base lebih stabil untuk menjaga anak aman saat melangkahkan kaki dan belajar berjalan
* Roda dapat berputar keseluruh arah untuk memudahkan walker ini bergerak
* 3 pengaturan ketinggian kursi
* Kursi empuk dan kain kursi dapat dicuci
* Bar pegangan mudah digenggam oleh sikecil untuk mendorong walker ini
* Meja tray besar untuk tempat snack dan cangkir minum
* Mainan dengan musik dan cahaya (dapat dilepas/pasang pada tray)
* Rem terletak pada roda belakang

Membutuhkan 3 Baterai AA
Anak Usia: 5 ? 18 Bulan (maks berat anak 14 kg, tinggi anak 82 cm)




http://toko.semuada.com/baby-walker/jual-mamalove-2in1-walker-murah



Website: http://toko.semuada.com
Testimoni: http://toko.semuada.com/testimoni
Resi: http://toko.semuada.com/resi
HappyCustomer: http://toko.semuada.com/gallery



#bayi #anak #baby #babyshop #newborn #Indonesia #gendongan #carriers #jakarta #bouncer #stroller #playmat #potty #reseller #dropship #promo #breastpump #asi #walker #mainan #olshop #onlineshop #onlinebabyshop #murah #anakku #batita #balita

[spoiler=Social Media]
Facebook: Bunda Salsabila Babyshop (https://www.facebook.com/bunda.salsabilla)
Twitter: @bundasalsabilla
Instagram: @bundasalsabilla
Kaskus: http://www.kaskus.co.id/search?f=&q=bunda.salsabila
[/spoiler]

[spoiler=Pilihan Jasa pengiriman]
Pilihan Jasa pengiriman:
? POS
? JNE
? Wahana
? Pahala
? Dakota
? Sentral Cargo
[/spoiler]

[spoiler=Menerima pesanan dan pengiriman dari dan ke seluruh Indonesia] Jakarta ? Tangerang ? Serang ? Cilegon ? Tangerang Selatan ? Bandung ? Banjar ? Bekasi ? Bogor ? Cimahi ? Cirebon ? Depok ? Sukabumi ? Tasikmalaya ? Magelang ? Pekalongan ? Salatiga ? Semarang ? Surakarta ? Tegal ? Klaten ? Batu ? Blitar ? JKW4P ?Kediri ? Madiun ? Malang ? Mojokerto ? Pasuruan ? Probolinggo ? Surabaya ? Yogyakarta ? ori ? original ? Banda Aceh ? Jaminan ? Beli ? Langsa ? Lhokseumawe ? Sabang ? Subulussalam ? Binjai ? Gunungsitoli ? Medan ? Padang Sidempuan ? Pematangsiantar ? Sibolga ? Toko Mainan Online ? Termurah ? Kaskus ? Tanjungbalai ? Tebing Tinggi ? Bengkulu ? Jambi ? Sungaipenuh ? Dumai ? Kampanye ?Pekanbaru ? Bukittinggi ? Padang ? Padangpanjang ? Pariaman ? Payakumbuh ? Sawahlunto ? Solok ? Lubuklinggau ? Pagar Alam ? Palembang ? Prabumulih ? Bandar Lampung ? Metro ? Pangkal Pinang ? cod ? cash on delivery ? Batam ? Tanjung Pinang ? Pontianak ? Singkawang ? Banjarbaru ? Banjarmasin ? Palangka Raya ? Balikpapan ? Bontang ? Jokowi ? Samarinda ? Tarakan ? Nusa Tenggara ? Denpasar ? Bima ? Mataram ? Kupang ? Sulawesi ? Gorontalo ? Makassar ? Palopo ? Parepare ? Bau-Bau ? Kendari ? Palu ? Bitung ? Kotamobagu ? Manado ? Tomohon ? Maluku ? Ambon ? Tual ? Ternate ? Tidore ? Papua ? Jayapura ? Sorong ? Promo ? Puasa ? Ramadhan ? Lebaran ? Idul Fitri ? 1435[/spoiler]

[spoiler=Lain-lain, dibaca juga y]
- #Testimoni http://smua.in/testimoni #bayi #anak #baby #newborn #babyshop #olshop #termurah #Indonesia #jakarta
- #HappyCustomer http://smua.in/365 #bayi #anak #baby #newborn #babyshop #olshop #termurah #Indonesia #jakarta
- Menerima pemasangan #iklan http://smua.in/2 #bayi #anak #baby #newborn #babyshop #olshop #termurah #Indonesia #jakarta
- Untuk Informasi dan Pemesanan hubungi BBM 794bfea0 / Whatsapp 081310623755 http://smua.in/2 #bayi #anak #b#wborn #babyshop #Indonesia #jakarta
- Berbagi hal baru & dapat #uang http://smua.in/3pz #indonesia
- Berbagi hal baru di akun media sosial & dapat #uang #tunai http://smua.in/3pz #indonesia
- Jadi yg #pertama berbagi #video Youtube, trailer film, konser & lainnya http://smua.in/3pz #indonesia
- Cara cepat, mudah & seru mendapatkan #uang tambahan http://smua.in/3pz #indonesia
- Luangkan waktumu & dapatkan #uang tambahan dg mudah http://smua.in/3pz #indonesia
- Ikutan 8Share yuks http://smua.in/3rf #Indonesia
- Yg cinta #Indonesia, tahu ini gak? http://smua.in/3si
- Kalau pocong insomnia ya begini nih http://smua.in/3sz #Indonesia
- 10 Bisnis Sampingan Dengan Modal Dengkul http://smua.in/3t0 #Indonesia
- Kisah cinta inipun mengalir dengan indah http://smua.in/3t2 #Indonesia
- Saran Mixologist Untuk Para Ibu http://smua.in/3t3 #Indonesia
- mengintip masa depan dengan melihat 10 aplikasi impian http://smua.in/3t4 #Indonesia
- Siapa Suruh Datang Jakarta? 10 hal berikut ini bisa jadi alasan orang datang ke Jakarta http://smua.in/3u0 #Indonesia
- Apa saja sih yang termasuk identitas kota Jakarta? Macet n banjirnya kali yeee... http://smua.in/3u1 #Indonesia
- #Indonesia cuma punya dua musim, tapi ada dua musim lainnya yg perlu dihadapi http://smua.in/3u2
- Inilah 10 alasan kenapa kamu perlu menonton The Philosophers http://smua.in/3u3 #Indonesia
- 10 hal yg wajib anda ketahui tentang Papua http://smua.in/3u4 #Indonesia
- Pesannya sangat kuat dan akan membuat kamu berpikir http://smua.in/3u5 #Indonesia
- 10 film Indonesia dengan adegan paling ikonik http://smua.in/3u6 #Indonesia
- 10 mitos yang salah mengenai orang introvert http://smua.in/3u7 #Indonesia
[/spoiler]
   
Jumlah Posts : 9
Jumlah di-Like : belum ada like
@bunda Betty: bayiku bbrp mnggu yg lalu jga kena panas tinggi. Q sm suami komitmen n imani agr ga konsumsi obat. Panasnya slma 2 mnggu bun tp naik turun qt rwat aja di rumh ga k dokter. Panasx jga di bag kpala bdan kdng2 ga trllu pnas. Di ksi tw sm mertua emng gtu prkembangn bayi ktanya. Trus di ksi tw klo kpalax di olesi mnyak sluruhx n belkang punggung. trus dadax ambl daun pisang yg muda di olesi mnyak lalu di tempel di bag dada tujuanx akn meresap panas. Dan jga hrs mnum yg byk agr tdk dehidrasi bun bayinya. Puji Tuhan anakQ kuat dn ga trllu rewel saat panas hnya diam2 aja n sdkit nangisx. Dan akhrx anakQ bsa sehat lgi n tmbah ceria. Ini pngalamanku, slmat mencoba bunda :)

@Bunda Nazri: Iya bun, krn pas di mnggu trakhr buln kmrin anakQ panas kdg ga mud minumx porsix menurun bun. Pas hbis panas ud wktux utk imunisasi n hasilx nqikx sdkit aja. Tp puji Tuhan, skrg ud normal, Mkasih ya bun.

@bunda Juli : Krna oma sma opanya jauh jd anakQ sering skali di foto pke blitz pula biar hasilx bgus kan, tpi ga prnah melotot sih bun. Mungkn anak bunda hnya kget aja krn blitznya. Oia, salam kenal jga ya :)
   


Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Sore dok...
sabtu yg lalu anak saya Muntah, Panas 39.4C dan besok paginya BAB smpai 6kali (encer). Kndisi anaknya masih aktif dan agak rewel & maunya digendong terus. dan sampai sekarang BAbnya msh sering tp sedikit2 dan berwarna hijau + berlendir.
Apa yang harus saya lakukan dok, sabtu kemaren udh kedokter dikasih parasetamol + Oralit + obat utk mules lupa namanya.

Dari : TiurMayda

Jawaban:

Dear Bunda,







Saat anak mengalami diare atau muntah maupun demam tinggi, banyak mengeluarkan cairan dari dalam tubuh. Keluarnya cairan ini dapat mengakibatkan keadaan dehidrasi bila asupan cairan yang masuk tidak dapat mengimbangi jumlah cairan yang dikeluarkan. Selain air, cairan yang keluar saat demam dan diare juga mengandung elektrolit dan mineral. BIla setelah diobati, keadaan anak Bunda belum membaik, maka sebaiknya kembali kontrol kepada dokter yang dahulu memberikan pengobatan, untuk diperiksa dan diberikan pengobatan yang sesuai.















 






   
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
bun, anak saya perempuan usia berjalan 3 bulan. 4 hari yang lalu saya stop minum susu formula sapi karena kulitnya timbul bisul kecil bernanah, dan kata dokter Spesialis Anak, saat anak saya imunisasi, anak saya ada alergi susu sapi. Nah segeralah saya stop sufor sapi nya. Tapi, di hari pertama asi nya kurang cukup, sehingga saya memutuskan untuk memberikan sufor soya. Yang saya ingim tanyakan, sejak saya ganti sufor soya kenapa anak saya sudah 4 hari ini tidak BAB yang biasanya BAB tiap 2 hari sekali?
   
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
 barusan baca ini sepertinya bahasannya sama di detik health

Agar anak menyukai semua jenis makanan terutama sayur, maka jangan ajari anak mengenal rasa manis dan asin sejak dini. Sebelum usia 1 tahun, tidak perlu menambahkan gula dan garam pada makanan anak.   "Titik kritis makan anak adalah saat memberikan makan pendamping ASI (MPASI)," jelas DR dr Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, Sp.GK, ahli gizi klinik dari Departemen Gizi FKUI-RSCM, dalam acara Media Edukasi 'Kenali Jenis Gula Tambahan, Indeks dan Beban Glikemik Serta Dampaknya pada Anak!' di The Energy Cafe, Jakarta, Kamis (23/2/2012).   Menurut DR Fiastuti, ajari anak makan makanan bervariasi, perkenalkan dengan satu-satu tapi bergantian untuk semua makanan, karena tidak ada satu pun makanan yang kandungan gizinya sempurna.   Pada saat masa kritis itu, sebelum anak berusia 1 tahun juga tidak perlu menambahkan gula dan garam pada makanannya. Memperkenalkan rasa gula dan garam terlalu dini pada anak bisa membuatnya 'craving' (mengidam atau keinginan terus menerus) dengan makanan manis atau asin, yang bisa berdampak buruk pada kesehatan.   "Biarkan anak merasakan rasa alami dari makanan tanpa gula dan garam. Biarkan dia merasakan rasa buah alami, susu alami atau rasa ayam tanpa garam," jelas DR Fiastuti.   Tidak membiasakan konsumsi gula dan garam sejak dini juga tidak akan membuat anak memilih-milih makan, terutama makanan yang dianggap lebih sehat.   "Kenapa banyak anak yang tidak doyan sayur? Karena orangtuanya sudah mengajarkan makanan yang manis dari kecil, sedangkan sayur itu kan rasanya hambar jadi anak tidak mau. Kalau dia tidak dibiasakan makan manis dari kecil, dia tidak akan memilih-milih makanan," tutup DR Fiastuti.
   
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
Dear All;

Sejak usia dua tahun anakku sudah di diagnosa dokter sebagai kebutuhan khusus  Autis Menegah dengan ADHD . Nah sejak itulah kami mulai struglling...googling...guling2 :) ....nyari yang namanya obat , pengobatan medis dan non medis...aneka jenis terapi untuk anak kami.Dan selama hampir 5 tahun itulah anakku menjalani serangkaian terapi dan obat, vitamin....yang alhamdulillah biayanya "berasaaa"  banget. 

Alhamdulillah...kalau tadinya sampai usia 4 tahun belum bisa bicara...sekarang sudah lancaaar banget bicaranya, kalau tadinya gak mau pake sendal karena sarafnya sensitiv , sekarang sudah mau, lalu aktiv nya yg tadinya bikin ortunya "nyaris putus napas" ngajar nya kesana-kemari sekarang sudah jauh berkurang. Dan banyak kemajuan lain yang kalau kami persentasekan kurang lebih begini:

kalau awalnya kondisi anak 50% thd anak sebayanya....saat ini Insya Allah sudah 95% terhadap anak sebayanya.

Problem yg 5% ini adalah sisanya yg masih harus kami atasi...yaitu GANGGUAN BELAJAR, susah fokus, dan selalu gelisah di dalam kelas. Bolak balik keluar kelas karena gak betah duduk diam. Belum lagi kesulitan menulis yg bikin nilai ujiannya anjlok semua karena dia menolak menulis yg panjang-panjang.

Lalu kebetulan saya melihat suatu alternatif terapi di pameran Senayan : yaitu TERAPI GELOMBAnG OTAk.

intinya: Otak manusia itu terkait erat dengan kondisi motorik dan emosional seseorang, misalnya kalau kita  suka melamun and bengong ...berarti gelombang Theta di otak kita  tinggi...atau kalau kita gampang jutek, stress, emosi cepat berubah-ubah berarti gelombang otak yg posisinya di dahi (otak depan) bermasalah. Tiap kondisi diukur dengan gelombang Alpha, Beta dan Theta dengan score  tertentu.

lalu jadilah anakku diperiksa gelombang otaknya dan hasilnya antara lain:

Pada dasarnya dari hasil test gelombang otak yang berkenaan dengan masalah atensi  anakku atensi nya baik, artinya dia sebenarnya bisa fokus ke pelajarannya, tapi kenapa dia kok  sulit konsentrasi???, Ternyata gelombang otaknya di area tengah kepala menunjukkan score yang tinggi ...antara lain karena banyak pikiran, banyak ide-ide yang mbulet di kepalanya, yang tidak mampu dia urai, membuat dia gelisah dan selalu ingin melakukan sesuatu and terlalu semangat. .Bersemangat itu bagus supaya anak tidak kelihatan letoy and lebay, tapi kalau score nya ketinggian malah bikin gelisah dan jadi sulit fokus.

LALU BAGAIMANA  SOLUSINYA?.....ya dikasih gelombang EEG balik dari luar terhadap titik-titik bermasalah di otaknya, dengan menempelkan elektroda di tik tersebut sambil  anak disuruh menontonn film favoritnya. jadi selama 30 menit dia diminta fokus ke film tersebut, kalau tidak fokus maka film nya macet. jadi dia harus berusaha mengatur pikirannya untuk "menggerakkan" film tsb. Selama itulah gelombang EEG di arahkan ke titik bermasalah, sehingga dengan sekian kali terapi score gelombang otaknya  nya (yang terlalu rendah dan yg terlalu tinggi) akan membaik menuju score normal.

BAGAIMANA HASILNYA...? Ternyata memang anakku menunjukkan perbaikan yang alhamdulillah bikin Lega...hasilnya sudah mulai terlihat setelah empat kali terapi...

Kalau awalnya dia gak betah didalam kelas, bolak balik lari keluar kelas, sekarang sudah tidak lagi, paling keluar kelas untuk ijin pipis atau meraut pinsilnya..lalu dengan sukarela masuk lagi ke kelas !!!!!!..

Rasanya mau nangis sy menceritakan ini...gimana gak? selama ini kami terpaksa nungguin anak kami di depan kelas, takut dia lari keluar dan ngabur ke jalan..lalu kalau sudah keluar kelas..ngebujuknya spy masuk kelas lagi ...haduuh...bikin capek hati dan capek badan.

Lalu Konsentrasinya ke pelajaran juga membaik significant...sudah mau memperhatikan penjelasan guru di depan kelas, dan mau mengikuti instruksi guru nya tanpa banyak penolakan. ( Sebelumnya...waduh banyak nolak and me ngelak nya kalau di suruh guru) .

Menulis juga sudah mulai mau dilakukan sukarela...tadinya..untuk meminta dia menulis 5 huruf aja  musti ngebujukin sampai ber busa-busa.

kesimpulan saya..Terapi Gelombang Otak ini Alhamdulillah "its work" alias emang ada hasilnya...kalau di bandingkan dengan biaya terapi anak saya selama bertahun-tahun ini dengan biaya terapi Gelombang Otak ini..rasanya jadi sangat murah. Terapinya gak perlu sampai bertahun-tahun, cukup belasan sesi aja atau sampai score gelombang otaknya mencapai optimal normal. Sifat score ini juga permanen.

Ditempat terapi saya juga melihat sendiri beberapa peserta terapi anak AUTIs berat yang tadinya tidak ada kontak mata, tangan nya selalu nepuk/nepuk/gerak2 , bicaranya gak bisa, kalau lagi kesal sampai benturin kepala, atau sampai ngumpet di kolong meja...mereka menunjukkan kemajuan diantaranya mulai bisa say hello, mau kontak mata, mau komunikasi, mulai tersenyum, menjawab jika ditanya..dll. Buat para ortu yang mempunyai anak kebutuhan khusus pasti paham, betapa berartinya kemajuan seperti ni, meski sekecil apapun.

Ada juga peserta terapi dari orang dewasa mulai dari yang stroke, sehingga memorinya lemah cepat lupa, Epilepsi, insomnia ..dan kasus lain yang terkait dengan gangguan kerja otak.

Malah ada yang mau ambil kuliah di luar negri menjalani terapi ini dulu untuk menguatkan memorinya menjalani test TOEFL dan sejenisnya.

Semoga info ini bermanfaat buat bunda atau siapapun dengan anak kebutuhan Khusus atau mereka yang memiliki masalah dengan kinerja otak dan memorinya. :)

Jika bunda ingin info lebih rinci, email aja ke saya di evisaja@gmail.com.

Tks . wass.






























   
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
dear bunda Nina,
menurut saya gak semua anak setelah imunisasi panas kok, soal nya anak q juga sehabis imunisasi gak panas, daya tahan tubuh anak kan berbeda-beda jd mungkin si kecil sedang kondisi yang fit jd saat dia di imunisasi suhu nya stabil, salam kenal yah bunda
   
15-04-2011 16:02:26 anemia pada anak
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
dokter saya mau tanya apa mungkin kl balita umur 2 tahun bisa kena anemia, kmrn sy cek darah krn anak saya sering panas lalu hasil nya kata dokter tidak apa" cuma anak saya anemia, tapi yang saya binggung kenapa dokter nya tidak kasih saya resep obat untuk anemia dan kaya nya saya masih ragu karena sikap tuh dokter nya ga jelas ksh tau nya.. saya binggung dokter soal nya anak saya kadang suka panas trus apa seh ciri2 anemia dan apa obat nya? terima kasih

Dari : defiryal Nur

Jawaban:

Dear bunda,



Anemia terjadi karena rendahnya jumlah sel darah merah. Hal ini dapat disebabkan banyak faktor, namun penyebab yang paling umum terjadi adalah karena banyaknya destruksi (pemecahan sel darah merah) yang berlebihan, adanya perdarahan, ataupun kurangnya produksi sel darah merah (misalnya karena kurang nya asupan nutrisi untuk membentuk sel darah merah). Apabila dari pemeriksaan lab di temui adanya anemia pada penghitungan jumlah HB atau sel darah merah, maka sebaiknya dilakukan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui bentuk sel darah merah selain dilakukan pemeriksaan fisik pada anak anda. Terapi dari anemia tergantung dari penyebab anemia itu sendiri. Apabila bunda meragukan hasil yang telah bunda dapatkan dari pemeriksaan dokter sebelumnya, bunda dapat menemui dokter lain untuk pendapat ke dua dengan membawa hasil lab dari pemeriksaan sebelumnya. Bila dari pemeriksaan tidak ditemui hal-hal yang mengarah kepada kelainan organ ataupun lainnya, maka kemungkinan penyebab anemia adalah kurangnya asupan nutrisi pembentuk sel darah merah seperti zat besi ataupun asam folat. Pastikan anak anda mendapatkan makanan dengan gizi seimbang.

   
Jumlah Posts : 214
Jumlah di-Like : 1
hai bunda,,, mo ikutan nimbrung nich. kemren pas lihat acara di metro TV ternyata mitos itu tidak benar lho. bahwa anak di beri kopi bukan mencegah step. yang benar adalah misalkan anak kita ada potensi untuk step dan pas saat panas tinggi kita sedia obat yang bnyk dijual dipasar (yang dimasukin lewat (maaf) dubur itu bun)... setelah reda baru di bawa ke dokter itu pertolonganpertama yang benar ketika nak kita mengalami step
   
16-03-2009 12:20:52 anakku kok sulit bergaul ya?
Jumlah Posts : 26
Jumlah di-Like : 3
MUDAH BERGAUL BERKAT POLA ASUH YANG TEPAT


Wajarnya, anak usia prasekolah tak lagi mengalami kesulitan beradaptasi.

"Anak saya ini kalau di rumah bawel, lo. Kalau dia sudah bertanya, saya dan ayahnya sampai kewalahan. Dia juga enggak bisa diam, lari ke sana ke mari, main sepeda, main mobil. Sudah gitu, jahilnya minta ampun. Biasanya si Mbak yang paling sering menjadi korban kejahilannya. Tapi kalau di tempat baru... ya, begini deh, enggak mau lepas dari saya atau ayahnya," cerita seorang ibu tanpa bisa menutupi kekecewaannya terhadap sang putra (4) yang dinilainya lambat beradaptasi.

Dapat dipahami jika si ibu merasa kecewa. Sewajarnya memang anak usia prasekolah tak lagi menemui masalah beradaptasi. Apalagi pada dasarnya setiap anak memiliki kemampuan beradaptasi dan kemampuan ini sudah dipelajari sejak bayi. Saat memasuki usia prasekolah, apalagi di usia 4-5 tahun, kemampuan ini sudah bisa dimanfaatkannya dengan baik.

Hanya saja, diakui Junetty Halim, M.Psi. Psi., pada anak-anak tertentu, kondisi seperti cerita tadi dapat terjadi. "Contohnya, anak-anak yang mendapatkan pola asuh banyak dilarang, anak yang tak diperkaya pengalamannya dalam bergaul, atau bisa jadi memang dia adalah anak yang kurang aktif."

Menurut psikolog dari pusat konseling dan pelatihan IPEKA di Jakarta Barat ini, orang tua perlu mengamati, apakah di setiap tempat dan lingkungan, anak selalu memerlukan waktu untuk bisa beradaptasi dan tak ada kemajuan dalam hal waktu beradaptasi. Bila jawabannya "ya", berarti si anak masuk dalam kategori lambat beradaptasi.

TIGA PENYEBAB

Orang tua wajib mencari tahu, kenapa anak selalu memerlukan waktu lama untuk beradaptasi. Apa yang menjadi penyebabnya dan apa yang menjadi ganjalannya sehingga dia perlu sangat berhati-hati. Jangan-jangan, kata Junetty, si anak memiliki konsep diri yang kurang positif, selalu ragu dan takut karena orang tuanya terlalu ketat mengontrol hidupnya.

Menurut Junetty, ada 3 faktor yang berperan penting menyebabkan anak jadi lambat beradaptasi:

1. Dari diri anak itu sendiri

Hal ini terkait dengan kematangan kemampuan komunikatif dan bahasa. Anak-anak yang tidak atau kurang menguasai bahasa biasanya lebih sukar untuk menyesuaikan diri.

Bisa juga ini dikarenakan temperamen si anak. Contoh, anak-anak yang memang dari awalnya tergolong slow to adapt child (memerlukan waktu lebih lama untuk mempelajari situasi baru).

2. Gaya pengasuhan

Usia 3-5 tahun adalah masa perkembangan pembentukan konsep diri. Hal ini sangat dipengaruhi gaya pengasuhan orang tua. Jika orang tua "senang" melarang atau memberi batasan-batasan yang sangat kaku, bisa dipastikan si anak lebih takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Tentunya ini bisa memengaruhi pembentukan konsep diri anak, salah satunya kemampuan adaptasi yang jelek.

Selain itu, penerapan disiplin model ini juga bisa menjadi bumerang. Misal, orang tua menerapkan disiplin tanpa disertai penjelasan mengapa suatu hukuman diberlakukan, maka biasanya anak jadi tak tahu apa yang seharusnya ia lakukan. Nah, karena tidak tahu, biasanya dia jadi ragu dan akhirnya ketika harus bertemu sesuatu yang baru, dia juga bingung karena tak ada patokan atau panduannya. Kondisi ini akan memengaruhi kemampuan anak untuk bisa beradaptasi.

3. Peristiwa traumatik

Bisa karena lingkungan sosial yang pernah membuat anak merasa tidak aman dan nyaman, atau ada konflik-konflik tertentu yang membuat dia lebih sulit terbuka.

UBAH POLA ASUH

Selain ketiga penyebab tadi, ada pula yang beranggapan kondisi lambat beradaptasi diakibatkan faktor keturunan. "Tetapi saya sih melihatnya bukan karena faktor turunannya, melainkan lebih pada role modelnya," kata Junetty. Maksudnya, si anak mungkin mencontoh orang tuanya yang juga tidak mahir atau sulit beradaptasi.

Oleh karena itu, bila ingin anak mudah beradaptasi secara sosial, tak ada cara lain kecuali mengubah pola asuh. "Orang tua harus menghilangkan kebiasaannya yang banyak melarang, menyepelekan pendapat anak, terlalu banyak mengatur, dan selalu membuatkan keputusan untuk anak." Pasalnya, dengan kebiasaan orang tua yang demikian, anak jadi tak pernah merasakan bagaimana menentukan keputusan untuk dirinya sendiri. Imbasnya, anak jadi sulit beradaptasi karena bingung, takut, dan tak tahu harus bagaimana caranya mulai beradaptasi.

Selain mengubah pola asuh, orang tua juga harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi anak karena tahapan belajar masing-masing anak tidaklah sama. Pada anak pemalu dan penakut, misal, orang tua bisa memberikan kesempatan kepada anak berinteraksi dengan banyak manusia. Caranya, undanglah teman-teman si kecil atau saudaranya ke rumah untuk bermain bersama atau mengajak mereka ke tempat lain yang banyak anak sebayanya. "Ini bisa membantu anak mempelajari cara mereka menyesuaikan diri."

Bagaimana bila si kecil menolak cara-cara tersebut? Menurut Junetty, orang tua harus menghargai, bukan malah memaksakan kehendaknya. Selain itu, orang tua juga harus mencari tahu apa yang membuat anaknya takut. Selanjutnya orang tua membantu anak untuk menetralisir ketakutannya itu.

Sementara, anak yang lambat beradaptasi lantaran bertemperamen sulit harus sering diajak bergaul dan dibimbing tentang bagaimana cara memulai berinteraksi dengan orang lain. Lama-lama anak akan menemukan sendiri cara yang terbaik untuk dapat beradaptasi.

TAK ADA KATA TERLAMBAT

Kalau saja sejak berusia batita anak sudah dilatih untuk mengembangkan kemampuannya dalam bersosialisasi, maka saat masuk fase pembentukan konsep diri di usia 3-5 tahun, ia sudah lancar beradaptasi. Walau begitu bukan berarti terlambat jika kita baru mengajarkannya di usia 3-5 tahun. Caranya, tak lain dengan memberikan lingkungan kondusif yang dapat membuat anak berani mencoba sesuatu.

Disamping itu, Junetty juga memberikan tip-tip berikut ini:

1. Jadwalkan waktu untuk anak bertemu dan bermain bersama anak-anak lain, juga di tempat yang belum dia temui sebelumnya.

2. Rangsang perilaku prososial anak dengan mengajaknya berpikir apa yang dibutuhkan atau diharapkan teman-temannya kelak.

3. Dorong anak yang penyendiri untuk bergabung dengan anak yang juga penyendiri atau dengan kelompok lain yang lebih kecil.

Akan tetapi pada mereka yang memang bertemperamen sulit, menurut Junetty, ketiga langkah tadi kurang tepat diterapkan. Pada anak model ini, yang dapat dilakukan orang tua adalah:

1. Buatkan rutinitas yang jelas.

2. Sediakan waktu untuk berdiskusi dengan anak bila ada rencana perubahan rutinitas.

3. Beri peringatan pada anak beberapa saat sebelum transisi dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Dengan demikian diharapkan anak jauh lebih siap untuk melakukan penyesuain diri dan beradaptasi.

4. Beri cukup waktu untuk menyesuaikan diri dengan satu perubahan sebelum memberikan perubahan berikutnya.

5. Jaga agar tidak terjadi terlalu banyak perubahan, apalagi yang mendadak.

Jika semua langkah tersebut sudah dilakukan dengan baik, terakhir adalah berdoa, dengan harapan anak bisa mengalami kemajuan untuk masalah adaptasi sosialnya. Namun harus diingat, mengubah hal ini tidak semudah kita mengajari anak prasekolah bernyanyi, lo. Jadi orang tua harus ekstra sabar dan selalu konsisten melakukan pengondisian-pengondisian tersebut.

KEMAMPUAN ADAPTASI YANG HARUS DIKUASAI

Di usia 3-5 tahun, terutama usia 3-4 tahun, anak mulai mengenal teman lalu berkembang dengan menjalin hubungan pertemanan. Akan tetapi lingkupnya masih terbatas, yaitu hanya pada mereka yang memiliki kesamaan tertentu. Misal, rumahnya masih di satu lingkungan, sama-sama satu sekolah, atau mempunyai mainan yang sama. Jadi, tandas Junetty, untuk anak usia prasekolah cukup sampai pada tahapan bisa beradaptasi tanpa ada hambatan. "Jika modal dasarnya ini sudah dimiliki, semakin lama pasti akan berkembang."

Namun jika belum, kita pun tidak dianjurkan mendesak anak untuk cepat beradaptasi sementara ia belum siap. Cara ini justru akan menghambat langkah berikutnya. Lain cerita bila memang kemampuan adaptasi anak sudah baik, semisal tidak mengkeret di belakang orang tuanya, mau memberikan respons bila disapa lingkungan, dan kemampuan adaptasinya terus meningkat dengan ciri selalu ingin mencoba dan ingin tahu, maka si anak tak butuh waktu lama-lama lagi untuk beradaptasi.

SI PENGAMAT LAMBAT BERADAPTASI?

Ada kan anak-anak yang cenderung mengamati terlebih dahulu, baru kemudian memberikan respons terhadap lingkungan barunya? Nah, anak-anak tipe pengamat ini, menurut Junetty, tidak termasuk yang lambat beradaptasi. Tetapi lebih pada gaya si anak dalam proses beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

Jadi, sejauh anak pada akhirnya bisa melakukan interaksi dan ada peningkatan tanpa harus didorong-dorong atau butuh beberapa hari untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan, "Statusnya masih bisa dibilang oke untuk anak prasekolah dalam beradaptasi."

Ada juga anak yang adaptasinya perlu dipancing terlebih dahulu untuk bisa membaur dengan lingkungan. Jika tak ada orang lain yang mengajaknya bergabung, sampai kapan pun si anak akan lebih memilih menarik diri dari lingkungan. "Yang ini pun lebih cenderung ke gaya atau karena si anak tak tahu cara dan bagaimana memulainya," kata Junetty.

Jadi, kemungkinannya si anak ingin bisa bergaul dengan lingkungan, akan tetapi tidak tahu cara memulainya. Untuk itu, anjur Junetty, orang tua harus sesering mungkin membawa anak tipe ini ke tempat-tempat baru.

ENAKNYA BISA BERADAPTASI!

Kata Junetty, banyak manfaat akan diperoleh anak dari kemampuannya dalam beradaptasi. Di antaranya:

* Semakin mampu beradaptasi berarti anak semakin cepat beradaptasi. Setelah itu pastinya anak mampu berinteraksi, membangun interaksi yang baik dengan teman-temannya di sekolah. Hal ini sangat berpengaruh pada pembentukan self-esteem-nya.

* Anak akan lebih merasa "pede" karena merasa diterima oleh teman-temannya, merasa punya teman yang bisa berbagi.

* Dalam proses pembelajaran di sekolah, anak bisa mengembangkan perilaku yang positif, bisa lebih nyaman bersekolah dan menikmati sekolahnya. Dengan begitu, anak dapat mengeluarkan kemampuannya secara optimal.

* Kemampuan kompetensinya akan lebih tinggi dibandingkan anak yang sulit beradaptasi.
.

d ambil dari NAKITA


WiOnA
   
16-03-2009 12:20:51 anakku kok sulit bergaul ya?
Jumlah Posts : 26
Jumlah di-Like : 3
MUDAH BERGAUL BERKAT POLA ASUH YANG TEPAT


Wajarnya, anak usia prasekolah tak lagi mengalami kesulitan beradaptasi.

"Anak saya ini kalau di rumah bawel, lo. Kalau dia sudah bertanya, saya dan ayahnya sampai kewalahan. Dia juga enggak bisa diam, lari ke sana ke mari, main sepeda, main mobil. Sudah gitu, jahilnya minta ampun. Biasanya si Mbak yang paling sering menjadi korban kejahilannya. Tapi kalau di tempat baru... ya, begini deh, enggak mau lepas dari saya atau ayahnya," cerita seorang ibu tanpa bisa menutupi kekecewaannya terhadap sang putra (4) yang dinilainya lambat beradaptasi.

Dapat dipahami jika si ibu merasa kecewa. Sewajarnya memang anak usia prasekolah tak lagi menemui masalah beradaptasi. Apalagi pada dasarnya setiap anak memiliki kemampuan beradaptasi dan kemampuan ini sudah dipelajari sejak bayi. Saat memasuki usia prasekolah, apalagi di usia 4-5 tahun, kemampuan ini sudah bisa dimanfaatkannya dengan baik.

Hanya saja, diakui Junetty Halim, M.Psi. Psi., pada anak-anak tertentu, kondisi seperti cerita tadi dapat terjadi. "Contohnya, anak-anak yang mendapatkan pola asuh banyak dilarang, anak yang tak diperkaya pengalamannya dalam bergaul, atau bisa jadi memang dia adalah anak yang kurang aktif."

Menurut psikolog dari pusat konseling dan pelatihan IPEKA di Jakarta Barat ini, orang tua perlu mengamati, apakah di setiap tempat dan lingkungan, anak selalu memerlukan waktu untuk bisa beradaptasi dan tak ada kemajuan dalam hal waktu beradaptasi. Bila jawabannya "ya", berarti si anak masuk dalam kategori lambat beradaptasi.

TIGA PENYEBAB

Orang tua wajib mencari tahu, kenapa anak selalu memerlukan waktu lama untuk beradaptasi. Apa yang menjadi penyebabnya dan apa yang menjadi ganjalannya sehingga dia perlu sangat berhati-hati. Jangan-jangan, kata Junetty, si anak memiliki konsep diri yang kurang positif, selalu ragu dan takut karena orang tuanya terlalu ketat mengontrol hidupnya.

Menurut Junetty, ada 3 faktor yang berperan penting menyebabkan anak jadi lambat beradaptasi:

1. Dari diri anak itu sendiri

Hal ini terkait dengan kematangan kemampuan komunikatif dan bahasa. Anak-anak yang tidak atau kurang menguasai bahasa biasanya lebih sukar untuk menyesuaikan diri.

Bisa juga ini dikarenakan temperamen si anak. Contoh, anak-anak yang memang dari awalnya tergolong slow to adapt child (memerlukan waktu lebih lama untuk mempelajari situasi baru).

2. Gaya pengasuhan

Usia 3-5 tahun adalah masa perkembangan pembentukan konsep diri. Hal ini sangat dipengaruhi gaya pengasuhan orang tua. Jika orang tua "senang" melarang atau memberi batasan-batasan yang sangat kaku, bisa dipastikan si anak lebih takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Tentunya ini bisa memengaruhi pembentukan konsep diri anak, salah satunya kemampuan adaptasi yang jelek.

Selain itu, penerapan disiplin model ini juga bisa menjadi bumerang. Misal, orang tua menerapkan disiplin tanpa disertai penjelasan mengapa suatu hukuman diberlakukan, maka biasanya anak jadi tak tahu apa yang seharusnya ia lakukan. Nah, karena tidak tahu, biasanya dia jadi ragu dan akhirnya ketika harus bertemu sesuatu yang baru, dia juga bingung karena tak ada patokan atau panduannya. Kondisi ini akan memengaruhi kemampuan anak untuk bisa beradaptasi.

3. Peristiwa traumatik

Bisa karena lingkungan sosial yang pernah membuat anak merasa tidak aman dan nyaman, atau ada konflik-konflik tertentu yang membuat dia lebih sulit terbuka.

UBAH POLA ASUH

Selain ketiga penyebab tadi, ada pula yang beranggapan kondisi lambat beradaptasi diakibatkan faktor keturunan. "Tetapi saya sih melihatnya bukan karena faktor turunannya, melainkan lebih pada role modelnya," kata Junetty. Maksudnya, si anak mungkin mencontoh orang tuanya yang juga tidak mahir atau sulit beradaptasi.

Oleh karena itu, bila ingin anak mudah beradaptasi secara sosial, tak ada cara lain kecuali mengubah pola asuh. "Orang tua harus menghilangkan kebiasaannya yang banyak melarang, menyepelekan pendapat anak, terlalu banyak mengatur, dan selalu membuatkan keputusan untuk anak." Pasalnya, dengan kebiasaan orang tua yang demikian, anak jadi tak pernah merasakan bagaimana menentukan keputusan untuk dirinya sendiri. Imbasnya, anak jadi sulit beradaptasi karena bingung, takut, dan tak tahu harus bagaimana caranya mulai beradaptasi.

Selain mengubah pola asuh, orang tua juga harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi anak karena tahapan belajar masing-masing anak tidaklah sama. Pada anak pemalu dan penakut, misal, orang tua bisa memberikan kesempatan kepada anak berinteraksi dengan banyak manusia. Caranya, undanglah teman-teman si kecil atau saudaranya ke rumah untuk bermain bersama atau mengajak mereka ke tempat lain yang banyak anak sebayanya. "Ini bisa membantu anak mempelajari cara mereka menyesuaikan diri."

Bagaimana bila si kecil menolak cara-cara tersebut? Menurut Junetty, orang tua harus menghargai, bukan malah memaksakan kehendaknya. Selain itu, orang tua juga harus mencari tahu apa yang membuat anaknya takut. Selanjutnya orang tua membantu anak untuk menetralisir ketakutannya itu.

Sementara, anak yang lambat beradaptasi lantaran bertemperamen sulit harus sering diajak bergaul dan dibimbing tentang bagaimana cara memulai berinteraksi dengan orang lain. Lama-lama anak akan menemukan sendiri cara yang terbaik untuk dapat beradaptasi.

TAK ADA KATA TERLAMBAT

Kalau saja sejak berusia batita anak sudah dilatih untuk mengembangkan kemampuannya dalam bersosialisasi, maka saat masuk fase pembentukan konsep diri di usia 3-5 tahun, ia sudah lancar beradaptasi. Walau begitu bukan berarti terlambat jika kita baru mengajarkannya di usia 3-5 tahun. Caranya, tak lain dengan memberikan lingkungan kondusif yang dapat membuat anak berani mencoba sesuatu.

Disamping itu, Junetty juga memberikan tip-tip berikut ini:

1. Jadwalkan waktu untuk anak bertemu dan bermain bersama anak-anak lain, juga di tempat yang belum dia temui sebelumnya.

2. Rangsang perilaku prososial anak dengan mengajaknya berpikir apa yang dibutuhkan atau diharapkan teman-temannya kelak.

3. Dorong anak yang penyendiri untuk bergabung dengan anak yang juga penyendiri atau dengan kelompok lain yang lebih kecil.

Akan tetapi pada mereka yang memang bertemperamen sulit, menurut Junetty, ketiga langkah tadi kurang tepat diterapkan. Pada anak model ini, yang dapat dilakukan orang tua adalah:

1. Buatkan rutinitas yang jelas.

2. Sediakan waktu untuk berdiskusi dengan anak bila ada rencana perubahan rutinitas.

3. Beri peringatan pada anak beberapa saat sebelum transisi dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Dengan demikian diharapkan anak jauh lebih siap untuk melakukan penyesuain diri dan beradaptasi.

4. Beri cukup waktu untuk menyesuaikan diri dengan satu perubahan sebelum memberikan perubahan berikutnya.

5. Jaga agar tidak terjadi terlalu banyak perubahan, apalagi yang mendadak.

Jika semua langkah tersebut sudah dilakukan dengan baik, terakhir adalah berdoa, dengan harapan anak bisa mengalami kemajuan untuk masalah adaptasi sosialnya. Namun harus diingat, mengubah hal ini tidak semudah kita mengajari anak prasekolah bernyanyi, lo. Jadi orang tua harus ekstra sabar dan selalu konsisten melakukan pengondisian-pengondisian tersebut.

KEMAMPUAN ADAPTASI YANG HARUS DIKUASAI

Di usia 3-5 tahun, terutama usia 3-4 tahun, anak mulai mengenal teman lalu berkembang dengan menjalin hubungan pertemanan. Akan tetapi lingkupnya masih terbatas, yaitu hanya pada mereka yang memiliki kesamaan tertentu. Misal, rumahnya masih di satu lingkungan, sama-sama satu sekolah, atau mempunyai mainan yang sama. Jadi, tandas Junetty, untuk anak usia prasekolah cukup sampai pada tahapan bisa beradaptasi tanpa ada hambatan. "Jika modal dasarnya ini sudah dimiliki, semakin lama pasti akan berkembang."

Namun jika belum, kita pun tidak dianjurkan mendesak anak untuk cepat beradaptasi sementara ia belum siap. Cara ini justru akan menghambat langkah berikutnya. Lain cerita bila memang kemampuan adaptasi anak sudah baik, semisal tidak mengkeret di belakang orang tuanya, mau memberikan respons bila disapa lingkungan, dan kemampuan adaptasinya terus meningkat dengan ciri selalu ingin mencoba dan ingin tahu, maka si anak tak butuh waktu lama-lama lagi untuk beradaptasi.

SI PENGAMAT LAMBAT BERADAPTASI?

Ada kan anak-anak yang cenderung mengamati terlebih dahulu, baru kemudian memberikan respons terhadap lingkungan barunya? Nah, anak-anak tipe pengamat ini, menurut Junetty, tidak termasuk yang lambat beradaptasi. Tetapi lebih pada gaya si anak dalam proses beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

Jadi, sejauh anak pada akhirnya bisa melakukan interaksi dan ada peningkatan tanpa harus didorong-dorong atau butuh beberapa hari untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan, "Statusnya masih bisa dibilang oke untuk anak prasekolah dalam beradaptasi."

Ada juga anak yang adaptasinya perlu dipancing terlebih dahulu untuk bisa membaur dengan lingkungan. Jika tak ada orang lain yang mengajaknya bergabung, sampai kapan pun si anak akan lebih memilih menarik diri dari lingkungan. "Yang ini pun lebih cenderung ke gaya atau karena si anak tak tahu cara dan bagaimana memulainya," kata Junetty.

Jadi, kemungkinannya si anak ingin bisa bergaul dengan lingkungan, akan tetapi tidak tahu cara memulainya. Untuk itu, anjur Junetty, orang tua harus sesering mungkin membawa anak tipe ini ke tempat-tempat baru.

ENAKNYA BISA BERADAPTASI!

Kata Junetty, banyak manfaat akan diperoleh anak dari kemampuannya dalam beradaptasi. Di antaranya:

* Semakin mampu beradaptasi berarti anak semakin cepat beradaptasi. Setelah itu pastinya anak mampu berinteraksi, membangun interaksi yang baik dengan teman-temannya di sekolah. Hal ini sangat berpengaruh pada pembentukan self-esteem-nya.

* Anak akan lebih merasa "pede" karena merasa diterima oleh teman-temannya, merasa punya teman yang bisa berbagi.

* Dalam proses pembelajaran di sekolah, anak bisa mengembangkan perilaku yang positif, bisa lebih nyaman bersekolah dan menikmati sekolahnya. Dengan begitu, anak dapat mengeluarkan kemampuannya secara optimal.

* Kemampuan kompetensinya akan lebih tinggi dibandingkan anak yang sulit beradaptasi.
.

d ambil dari NAKITA


WiOnA