SITE STATUS
Jumlah Member :
493.839 member
user online :
1508 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: jari tangan bergerak saat tidur pada anak

New Topic :  
14-11-2008 15:45:49 sulit tidur
Jumlah Posts : 52
Jumlah di-Like : 1
adek bara kini berusia 4.5 bln, dan setiap malam rewel, susah tidur, guling sana guling sini. awalnya sih kukira kecapekan lantaran baru pertama kali masa tengkurap, tapi lama kelamaan kok tetep aja ya, banyak menjerit trus ada memerah dikulit kadang kulit kepala, kadang pipi...   dugaanku mulai ke susah tidur akibat gatal, akhirnya kucari artikel di internet, alangkah kagetnya ketika kutemukan artikel mengenai alergi dan pengaruhnya terhadap otak, dengan ciri2 yang mengejutkan, karena hampir sama dengan yang adek bara alamin.  

HEALTHY PARENTING

ALERGI MAKANAN

MENGGANGGU SEMUA ORGAN TUBUH  TERMASUK OTAK DAN PERILAKU ANAK

MANIFESTASI KLINIS YANG BERKAITAN DENGAN ALERGI PADA BAYI :

o       Kulit sensitif, sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Kotoran telinga berlebihan. Kulit Kepala Berkerak

o       Sering muntah/gumoh, kembung,“cegukan”, sering buang angin, sering “ngeden /mulet”, sering REWEL atau  GELISAH atau COLIK terutama malam hari), Sering buang air besar (> 3 kali perhari), tidak BAB tiap hari, BERAK DARAH.

o       Lidah/mulut sering timbul putih, mulut berbau

o       Napas grok-grok, kadang disertai batuk ringan, TIDUR KADANG BERBUNYI (NGOROK)

o       Sesak bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB)

o       Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, BILA TIDUR kepala sering miring ke salah satu sisi karena hidung buntu SEBELAH. Minum ASI sering tersedak atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara.

o       Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi/kedua sisi.

o       Sering berkeringat (berlebihan)

o       Berat Badan lebih/kegemukan (umur <1tahun) atau berat badan turun setelah usia 4-6 bulan.

o       Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis

o       Kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat.

o       Gangguan hormonal : keputihan/keluar darah dari vagina, timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok.

o       Mudah kagetbila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar

MANIFESTASI KLINIS YANG BERKAITAN DENGAN ALERGI PADA ANAK

·         Sering batuk, batuk lama (>2 minggu), pilek, (TERUTAMA MALAM DAN PAGI HARI siang hari hilang) sinusitisbersin,mimisan.  tonsilitis (amandel), sesak, suara serak.

·         Pembesaran kelenjar di leher dan kepala belakang bawah.

·         Sering lebam kebiruan pada kaki/tangan seperti bekas terbentur.

·         Kulit timbul bisul, kemerahan, bercak putih dan bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Sering menggosok mata, hidung atau telinga. Kotoran telinga berlebihan.

·         Nyeri otot & tulang berulang malam hari. Sering kencing, Bed wetting (Ngompol)

·         Sering muntah , nyeri perutSULIT MAKAN disertai berat badan kurang (biasanya setelah umur 4-6 bulan).

·         Sering sariawan, lidah sering putih/kotor nyeri gusi/gigi, mulut berbau, air liur berlebihan, bibir kering.

·         Sering Buang air besar (> 2 kali/hari), sulit buang air besar (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana.

·         Tidur larut malam/sering terbangun.

·         Kepala,telapak kaki/tangan sering teraba hangat.Sering berkeringat (berlebihan)

·         Mata gatal, timbul bintil di kelopak mata, mata sering berkedip, memakai kaca mata sejak usia sangat muda (usia 6-12 tahun).

·         Gangguan hormonal : tumbuh rambut berlebihadi kaki/tangan, keputihan.

·         Sering sakit kepala, migrain.

ALERGI DAPAT MENYEBABKAN GANGGUAN OTAK/PERILAKU

(“BRAIN ALLERGY” / CEREBRAL ALLERGY)

·         GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN

usia < 6 bulan: mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, usia > 6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala ke belakang-membentur benturkan kepala. Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}, sering memanjat. Perilaku “TOMBOY” pada anak perempuan

·         GANGGUAN TIDUR  (biasanya MALAM-PAGI) gelisah/bolak-balik ujung ke ujung, bila tidur posisi “nungging”, berbicara/tertawa/berteriak dlm tidur, sulit tidur, PADA ANAK LEBIH BESAR malam sering terbangun/duduk,mimpi buruk, “beradu gigi”

·         AGRESIF sering memukul kepala sendiri,orang atau benda di sekitarnya. Sering menggigit, menjilat, mencubit, menjambak (spt “gemes”)

·         GANGGUAN KONSENTRASI : GANGGUAN KONSENTRASI DAN GANGGUAN BELAJAR : CEPAT BOSAN terhadap sesuatu aktifitas (kecuali menonton televisi, baca komik atau main game),  TIDAK BISA BELAJAR LAMA, terburu-buru, tidak mau antri, TIDAK TELITI, sering kehilangan barang atau sering lupa, nilai pelajaran naik turun drastis. Nilai pelajaran tertentu baik, tapi pelajaran lain  buruk. Sulit menyelesaikan pelajaran sekolah dengan baik.Sering mengobrol dan mengganggu teman saat pelajaran.  ANAK TAMPAK CERDAS DAN PINTAR.

·         GANGGUAN KOORDINASI :

BOLAK-BALIK, DUDUK, MERANGKAK tidak sesuai usia. Berjalan sering terjatuh dan terburu-buru, sering menabrak, jalan jinjit, duduk leter W/kaki ke belakang. Jalan Pincang.

·         KETERLAMBATAN BICARA Tidak mengeluarkan kata umur < 15 bulan, hanya 4-5 kata umur 20 bulan, kemampuan bicara hilang dari yang sebelumnya bisa, biasanya > 2 tahun membaik.

·         IMPULSIF : banyak bicara/tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain)

·         Memperberat gejala ADHD (hiperaktif) dan AUTISME (hiperaktif, keterlambatan bicara, gangguan sosialisasi)

KOMPLIKASI

·         Sering mengalami infeksi saluran napas berulang. Infeksi sal kencing.

·         Gangguan organ tubuh (paru,ginjal, otak,mata, kulit, saluran kencing, otot dll)

·         Efek samping dari minum obat yang sering dan berkepanjangan

·         KADANG GEJALA KLINIS ALERGI  MIRIP PENYAKIT TBC , SEHINGGA SERING DIOBATI ANTIBIOTIKA JANGKA PANJANG (PADAHAL DIAGNOSIS  TBC BELUM TENTU BENAR)

·         GIZI GANDA (berat badan kurang/kurang gizi atau Berat badan lebih) & KESULITAN MAKAN (berat badan sulit naik

·         Gangguan perkembangan (gangguan belajar, gangguan konsentrasi, agresif, keterlambatan bicara, perilaku/ hiperaktif/ autisme dll)

 

bunda, ada yang tahu ngga? bener ga sih seperti artikel itu? hik hik

   


02-01-2012 10:52:40 PEMBALUT HERBAL AVAIL
Jumlah Posts : 96
Jumlah di-Like : 2
Bunda & Sista,,,aku menawarkan Pembalut Herbal produk Avail nihhh,,,AVAIL FC BIO SANITARY PAD

Pembalut ini tidak hanya berfungsi sebagai pembalut wanita pada umumnya yg hanya bs digunakan pada saat menstruasi saja, tapi juga memiliki beberapa khasiat & fungsi lainnya lohhh :)

AVAIL FC Bio Sanitary Pad adalah Pembalut Wanita yang diproduksi dengan memakai Teknologi Tinggi yaitu " BIO TEKNOLOGI " Bahan baku Kapas Berkualitas Tinggi dan tidak mudah tembus, Mengandung 17 Jenis HERBAL Alami di dalamnya yang mempunyai Khasiat Tinggi.

PEMBALUT UNIK UTK WANITA JUGA BISA DIPAKAI PRIA


Khasiat Avail - FC Bio Sanitary Pad :
Dapat mengatasi/mengurangi masalah-masalah wanita, antara lain :
1. Keputihan, kekuningan
2. Sakit perut /nyeri haid (senggugut)
3. Gatal-gatal
4. Sakit sendi-sendi selama haid
5. Bau tak sedap
6. Bau anyir/amis selama haid
7. Membuang angin
8. Membasmi kuman/bakteri
9. Meringankan penyakit wasir
10. Gerah/panas
11. Haid tidak teratur
12. Infeksi kandung kemih oleh bakteri
13. Infeksi vagina oleh bakteri
14. Mencegah kanker rahim & kanker payudara
15. Mencegah myom
16. Mencegah kista
17. Menyembuhkan anak-anak masuk angin (ditempelkan pada pusar)
18. Menghilangkan rasa sakit saat bisulan (ditempelkan pada bisul)
19. Menyembuhkan sakit pinggang & ngilu2 di badan (ditempelkan, dibebat)
20. Pembalut luka - cepat menghentikan darah pada luka
21. Alat kompres saat demam pada anak (diperciki air lalu dikompreskan)
22. Baik bagi wanita yang baru melahirkan : mempercepat keluarnya darah kotor, serta menyembuhkan bekas luka jahitan
23. Mengatasi kencing tidak teratur/anyang-anyangan
24. Mengatasi susah tidur/insomnia (diperciki air, kompres pada mata)
25. Mengatasi sakit mata
26. Penghilang bau & lembab pada sepatu & helm (ditempelkan di dalam sepatu/helm)
27. Mengobati luka & kurap
28. Dapat mengurangi influenza (dihirup serupa inhaler)

   
Jumlah Posts : 9
Jumlah di-Like : belum ada like
kl sy wajah dan kelopak mata sk bengkak pas bangun tidur sj dok, sdh tes urin hsilnyan tdk ad protein urin, tensi darah jg normal.. tp jari tangan kl bangun tidur sk kaku (kebas) dan muka+kelopak mata sk agak bengkak, tp stlah beraktifitas muka mah ga bengkak lg.. itu bahaya atau tidak ya dok?
   


Jumlah Posts : 73
Jumlah di-Like : belum ada like
buat yg beragama islam silahkan di bca sampai sel3sai ini certa nyta dr ust nai peruqyah internasional.. Nuruddin Al Indunissy CAESAR & AL QUR’AN, SEBAGAI SOLUSINYA. KEMARIN · PUBLIK Bismillah Assholatu wa Sallamu ala Rosulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang maha luas dan kekal kasih sayangnya. Tulisan ini saya persembahkan bagi jiwa-jiwa yang sedang mencari ketenangan dan kemenangan haqiqi dalam naungan kebahagiaan islam. Dalam tulisan ini saya akan kupas secara mendalam, langkah dan tahapan bagaimana melahirkan dengan senyuman dan menangkal angkuhnya kejahatan system dunia farmasi dan industry rumahsakit. RumahSakit merupakan industry jasa yang sangat erat kaitannya dengan para pemegang dunia farmasi (industry dan penjual obat), sehingga bukan rahasia jika ada system yang serakah, yang mengikat mereka agar saling menguntungkan sementara korbannya adalah manusia secara umum dan muslim yang sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan) dan materialis (mementingkan object yang terlihat dan mengabaikan dunia spiritual yang justru lebih besar perannya). Caesarean Sections/Section Caesaria atau lebih dikenal dengan “Operasi Caesar”, merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan bayi dari rahim ibundanya dengan membedah/menyayat abdomen (perut) ibu. Proses Caesar ini terjadi dalam hitungan menit saja dan tidak sakit karena ibunda dibius terlebih dahulu, namun sehari pasca Caesar mulai terjadi sakit yang luarbiasa pada bekas operasi, punggung dan kepala. Kadang sakit ini berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya saat ibunda batuk, bersin bahkan tertawa dan resiko pada kehamilan dan kelahiran berikutnya. Jika tindakan ini menimbulkan cacat permanent pada ibu, lalu kenapa banyak orang memilih untuk pasrah Caesar bahkan ada trend Caesar dikalangan ibu-ibu yang mengaku moderen? Maka berikut ini adalah alasan-alasan Caesar secara logis/normal: 1. Ukuran bayi terlalu besar, sementara panggul sang ibu kecil. 2. Bayi menderita kelainan misalnya spina bifida. 3. Posisi kepala janin tidak berada di bawah atau sungsang. 4. Sang ibu memiliki penyakit jantung atau kondisi medis lain yang berisiko memburuk akibat tekanan saat melahirkan. 5. Penurunan suplai darah ke plasenta sebelum kelahiran. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan tubuh kecil. 6. Plasenta menghalangi leher rahim. 7. Luka terbuka yang disebabkan infeksi herpes genital yang aktif. 8. Sang ibu terinfeksi virus HIV. 9. Terdapat lebih dari satu janin dan kondisi kehamilan yang kompleks misalnya posisi janin yang kurang ideal atau kembar siam. Dan alasan lainya. Adapun trend Caesar, yang merupakan pilihan sendiri, baik karena menghindari sakitnya proses lahiran normal (semisal mulas pada bukaan 1 hingga 10, kerusakan/luka jahitan pada vagina, proses bukaan yang lama atau sakitnya saat melahirkan itu sendiri) ataupun ikut trend Caesar untuk memilik tanggal lahir yang cantik (caesar yang direncanakan) itu merupakan resiko sendiri dan bukan kesalahan dunia medis. Namun dari sebuah survey yang dikutip dari sebuah buku kehamilan oleh Nadia Mulya menunjukkan bahwa 394 responden memilih caesar karena beragam alasan. Sebanyak 83.5% di antaranya mengaku harus bersalin caesar karena keputusan dokter (komplikasi medis) atau ada indikasi medis yang mengancam keselamatan ibu dan bayi. Semoga Allah merahmati para dokter dan bidan yang jujur, memudahkan kehidupannya di dunia dan akhirat karena ini bagian dari profesi yang luhur yang menjadi solusi bagi kesulitan umat manusia di dunia modern ini. Masalah kemudian timbul, saat sebuah system memaksa mereka untuk melakukan hal yang ditolak nurani setiap manusia yang hidup hatinya. Bagaimana sikap seoran mukmin yang beriman pada taqdir menyikapi hal ini? Bukankah Allah azza wa jalla telah menentukan sunnatullah pada setiap wanita untuk mengalami kelahiran dengan normal jauh sebelum adanya Sectio Cesaria? Telah lama saya menghembuskan adanya indikasi gangguan non-medis pada proses Caesar, beberapa tahun silam saya mulai menteorikan lengkap dengan solusinya untuk mengatasi Caesar yang tidak direncanakan ini. Sebagaimana penelitian pribadi saya tentang adanya campur tangan musuh-musuh Allah (syaitan) pada banyak penyakit dalam yang kemudian mengarah pada operasi besar. Banyak sekali penyakit pada jasad yang divonis operasi (setelah melalui proses scaning yang moderen) namun kemudian tidak ditemukan penyakitnya. Alhamdulillah, dari training-training yang digelar dibawah bendera Yayasan RehabHati dan Yayasan Qur’anic Healing di Indonesia dan Malaysia banyak sekali testimony membahagiakan dari saudari-saudari kita yang tidak jadi Caesar setelah diupayakan melalui upaya spiritual dengan Teraphy Al Qur’an (ruqyah syariyyah), do’a dan sinerginya dengan Ath Tib An Nabawai atau metode pengobatan ala Nabi dengan memaksimalkan konsumsi Madu, Habbatussauda, Zaitun dan herbal Sunnah yang penuh berkah lainnya juga tidakan bekam dan upaya pengobatan tradisional lain. Alhamdulillah, bayi-bayi telah lahir dengan sempurna atas keagungan dan kekuasaan Allah melalui kedahsyatan teraphy Al Qur’an beberapa tahun kemudian setelah teori itu ditrainingkan. Bahkan salah satu trainer RehabHati yang juga praktii medis di salah satu RumahSakit Islam di Kota Wonogiri memberikan testimony yang mengejutkan bahwasannya setelah direktur rumahsakit yang juga kawan saya mengeluarkan intruksi untuk meruqyah setiap pasien yang mau Caesar 2 jam berikutnya banyak sekali –sekali lagi, banyak sekali– pasien yang tidak jadi dicaesar karena telah lahir terlebih dahulu. Anda pun, insya Allah akan melihat ramai testimony dibawah tulisan ini tentang kesaksian mereka yang telah mendapatkan berkah dari teraphy Al Qur’an ini. Setelah tahun demi tahun saya lalui dalam mensosialisasikan ruqyah syariyyah bersama team, Desember 2014 lalu saya Allah beri amanah seorang putera. Alhamdulillah lahir normal di salahsatu rumahsakit di kota Kediri. Tidak ada masalah, meski sebenarnya saya miris melihat beberapa suami dengan begitu mudahnya membubuhkan tanda-tangan Caesar untuk istrinya melalui jalur BPJS. Waktu berlalu cepat, April 2016 ini Allah memberi amanah yang kedua setelah melalui perjuangan yang panjang. Saya, ingin setiap ibu, setiap muslimah dan mukminah membaca tulisan dari jari seorang ayah ini. Seorang ayah yang mengerti bahwa melahirkan itu rasanya seperti setengah kematian, dan setelah lahiran nanti masih ada perjalanan panjang yang harus dilalui dengan tabah untuk mencapai jannah-Nya. 1 April 2016, saya sedang dalam perjalanan dari kota Sukabumi menuju kota Bogor. Istri memberitahu bahwasannya, besok, sepertinya tidak bisa menemani saya mengisi Mega Training RehabHati di kota Bogor karena mulai merasakan mulas dan sakit perut. Dan saya mengizinkannya, tentu saja meski saya tidak bisa menemani beliau mengingat MegaTraining di Bogor ini adalah salah satu event Pelatihan Ruqyah terbesar yang dikonsep beberapa bulan sebeumnya untuk menyakinkan 1000 peserta yang telah teregistrasi untuk hadir itu merasa nyaman, aman dan terkesan dalam menikmati Traning dan Teraphy Al Qur’an Gratis yang diselenggarakan Team RumahRehab Bogor. 2 April 2016, saya mengisi training dengan gelisah. Sambal sesekali melihat Handphone, seandainya saja ada kabar emergensi dari rumah karena diprediksi kisaran 12 April 2016 ini istri akan melahirkan anak keduanya. Dan malam harinya saya langsung pulang ke rumah kontrakan saya di Kota Wisata, Cibubur. 3 April 2016, Alhamdulillah kekhawatiran saya terobati. Istri sepertinya bukan mulas indikasi akan melahirkan, namun sakit perut biasa. Saya mengajak istri untuk check-up kerumahsakit, namun ia menolaknya. Saya menghormati keputusannya, dan diam-diam bertekad seandainya hingga besok dzuhur istri menolak kerumah sakit saya akan mengkondisikan agar ia bersedia dirawat. 4 April 16, 12.15 PM selepas dzuhur beliau memberi tahu bahwa lututnya mulai gemetar. Saya kaget ketika beliau mengatakan bahwa sehari semalam ini lebih dari 10 kali ke kamar mandi. Saya melihat indikasi muntaber, dan ini berbahaya, dalam kondisi mengandung bisa dehidrasi. 4 April 16, 12.45 PM taksi sudah ada didepan rumah dan membawa kami kesalah satu rumah sakit termegah di daerah ini, tentu saja bukan karena saya cukup uang namun untuk memastikan kenyamanan istri karena ini adalah hak dunia medis. Qodarullah, macet menghadang dan jam 14.00 Dokter kandungannya sudah pulang, dan baru akan buka lagi jam 17.00, akhirnya saya istri dan putra saya yang baru berusia 15 bulan belok ke salahsatu Mall untuk menunggu dokter. 4 April 16, 17.40 PM kami sudah bersama dokter pribadi istri, ia seorang muslimah muda yang ramah, berkerudung dan professional. Beliau menyimpulkan bahwa istri dehidrasi, dan air ketuban ada pada level 8 (standar sehat ada pada level 10). Dan saya menyetujui istri dirawat malam itu. Malam itu saya mulai merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah, menggendong anak kesana-kemari, check-in rawat inap, tanda tangan sana-sini, dan yang lebih berat mengkondisikan bayi tidur dirumahsakit. Alhamdulillah, semua berlalu dengan baik karena kami mengambil kelas ruang rawat inap VIP. Cukup luas untuk saya dan anak saya, babysitter, dan tentunya istri yang malam itu divonis dehidrasi dan muntaber. Setelah check-up, USG, dirawat dan check lab diketahui bahwa muntaber istri disebabkan Jamur. Dan dokter, pagi itu memberitahukan dengan senyum lega bahwa untuk Jamur sudah ada obatnya. Istri boleh pulang pagi berikutnya. 5 April 16, 11.30 AM, Alhamdulillah kami pulang dengan tenang. Dan dihari yang sama bidan memberitahu kami bahwa kondisi kandungan sekarang aman dan sudah “bukaan 1”. Dalam proses persalinan ada proses yang bernama “Pembukaan”, pembukaan atau bukaan yang dimaksud adalah pembukaan atau prosesnya mulut Rahim dari 1 hingga 10. Proses bukaan ini terjadi secara bertahap dan alami, ada semacam asam atau gas yang mendorong bayi keluar. Bayi terdorong keluar karena dorongan gas dan mengkerutnya Rahim, sehingga mulut Rahim terbuka secara bertahap. Ini proses harus dilalui seorang ibu dengan tabah, sabar dan tawakkal. Jika menyerah, maka alternative lain adalah Caesar. 8 April 2016, istri masih muntaber dan semakin lemah. Seakan obat itu tidak mempan. Dan kami kembali lagi check-up, kerumahsakit yang sama. 8 April 2016, 9.30AM kami masuk melalui pintu IGD, dan langsung dibawa keruang persalinan. Di check, dan masih bukaan 1 dan kondisi makin lemah. 8 April 2016, 9.35 AM dokter dan 1 perawat disampingnya menyampaikan kepada saya bahwa kondisi semakin lemah, dan Air ketuban semakin menyusut. Prediksi beliau sudah “Level 6”, hingga disarankan untuk diberi perangsang (Induksi) atau Cesar. 8 April 2016, 9.50 AM, saya memutuskan untuk menolak dan mengupayakan sendiri terlebih dahulu dirumah. “Saya sendiri praktisi pengobat, seperti dokter. Hanya saja, kalau dokter dibidang medis saya bagian non-medis. Saya telah banyak menembukan bahwa masalah seperti ini ada indikasi non-medis, jadi saya ingin mengupayakan terlebih dahulu dirumah”. Dokter tersenyum dan mengangguk, beliau menyerahkan sepenuhnya kepada saya, dan kami pun pulang. 8 April 2016, 12.30 PM, saya kembali sampai dirumah. Otak saya mulai berputar mencari cara, teringat sahabat saya ust. Rahmat Bekam, ketua PBI Jabar sekarang yang selama ini memberikan saran-saran herbal secara ilmiah tentang penyakit melalui tinjauan medis. Dan Istri beliau, yang juga seorang Herbalis dan Bidan Thibun Nabawi memberi 4 saran kepada istri: 1. Konsumsi Habbatussauda (menambah mules). 2. Zaitun untuk melancarkan kelahiran, oles dan minum. 3. Minum air kelapa (untuk menormalkan kembali air ketuban) meskipun sebenarnya tidak ada cara untuk menambah air ketuban. 4. Bekam di pinggang. Dan pergelangan kaki kanan dibawah mata kaki yang merupakan titik untuk melancarkan proses pembukaan. Beliau juga, seperti saya kutif dari istri, menyarankan untuk ruqyah. “Jangan lupa ruqyah”, katanya. Saya teringat, beberapa tahun lalu pernah menemukan kasus dan menteorikan bahwa salah satu titik persembunyian syaitan yang menyebabkan keguguran adalah pada pergelangan atas kaki kanan dibawah mata kaki. 8 April 2016, 18.20 PM, selepas maghrib saya mulai mengawali proses ruqyah pada istri. PROSES RUQYAH 1 Ruqyah Syariyyah merupakan proses pembacaan Ayat Suci Al Qur’an kepada seorang mukmin yang sedang kesulitan, terutama ketika terikat/terbelenggu sebuah kondisi yang tidak dimengerti secara logis dengan harapan mendapatkan syfa atau kesembuha dan rahmat dari Allah azza wa jalla yang menciptakan dan menjaga setiap mahluk-Nya. Diawali dengan wudhu, menunaikan shalat maghrib, dan mempersiapkan 1 liter air kelapa muda dan air putih disampingnya untuk diruqyah bersamaan dengan istri. Dan istri menggunakan hijab sempurna agar khusyuk dan merupakan bagian dari adab do’a. Setelah mengucap Taawudz, Ayat Kursi, Al Falaq dan An Nas sebagai do’a perlindungan sebelum memulai ruqyah saya mengucapkan istighfar, sholawat dan berdo’a kepada Allah agar dilancarkan proses persalinan istri. Ini adalah muqodimah awal dalam setiap ruqyah syar’ie. Selanjutnya saya sentuhkan tangan kanan saya persis diperut istri, mendekatkan bibir kepadanya dan mulai membaca do’a-do’a Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam untuk mengawali ruqyah. Kemudian membaca al Fatihah, Al Baqarah 1-4, 102, 163-164, 255-257, 284-286, Al Imran 18-19 dan bayi didalam mulai bergerak-gerak seakan musafir kehausan mendapat air segar. Saya mengulang-ngulang ayat itu dan bayi mulai motah berputar-putar hingga istri saya gelid an memegangi perutnya. Ruqyah dilanjutkan dengan membaca surah-surah berikutnya hingga selesai. Ada kesimpulan besar disini, selama ini saya yakin bahwa bayi sungsang dan terikat ari-ari bisa lahir dengan normal hanya mendengar testimony kawan-kawan alumni pelatihan ruqyah yang saya bina dan juga video-video keajaiban Al Qur’an saat dibacakan pada janin dalam kandungan dan kemudian bayi sujud –saat itu– saya merasakan sendiri bahwa bayi tidak hanya bergerak namun berputar. Masyaa Allah.. Selanjutnya saya meruqyah Air kelapa dan air putih untuk minumannya. Saya dekatkan bibir saya kepada dua wadah air dan membacakan surah al Fatihah 7x, Al Kafiruun 1x, Al Falaq dan An Nass masing-masing 3x. Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam membacakan surah Al Kafirun kepada air yang dicampur garam saat mengobat luka sengatan. 9 April 2016, 18.20 PM Hari itu istri mencoba check kandungan di Klinik Bersalin Ranti di daerah ciangsana cibubur dan hasilnya menakjubkan, bidan disana mengatakan dengan penuh percaya diri bahwa air ketuban normal dan sudah mulai bukaan 2. Disana mulai ada cahaya yang merekah! Bahkan sang bidan disana menyimpulkan, masih ada satu minggu waktu untuk menunggu. Dan istri mengatakan, bahkan, bu bidan lela (istri rahmat bekam) sebelumnya prediksi bahwa masih ada dua minggu waktu. Hal ini membuat saya termenung, kenapa bisa-bisanya seorang dokter specialist menyarankan induksi dengan kondisi ketuban yang menakutkan? Apakah alat-alat itu terlalu modern? Kepenasaranan ini mulai menggelitik saya untuk menggali lebih dalam tentang apa itu Air ketuban. Saya menggalinya di internet dan juga menggali beberapa informasi dari istri tentang apa yang dokter lakukan saat USG dan kemudian menyimpulkan tentang air ketuban. Dan disini ada hal yang menarik lagi. Saat USG dokter memperlihatkan melalui layar kombinasi warna gelap, biasanya, selama usia kehamilan 1-9 bulan dilayar itu terlihat kondisi bayi dan bentuknya; tangan, jemari, kepala, kaki termasuk jenis kelaminnya. Saat alat detector ditempel di perut istri, tampilan pada layar itu hanya gelap, dengan kondisi demikian artinya air ketuban sudah hamper habis (dinding rahim melekat pada bayi, karena tidak ada air atau sedikit). Saya sontak teringat banyak kasus yang dilalui dalam teraphy ruqyah, pasien mengakui dan menyebutkan jenis penyakitnya terlihat di Xray, namun saat operasi tidak ada. Jika syaitan bisa mempengaruhi electron listrik, mempengaruhi dan merusak koneksi internet, laptop bahkan beberapa kehancuran pada bentuk-bentuk jasad, maka sangat mungkin juga mempengaruhi tampilan alat dokter kandungan. Masih segar diingatan saya ketika menteraphy seorang umaht di Kenya, afrika timur. Beliau mengaku 6 kali dioperasi dan 2 kalinya adalah operasi cesar, dari 4 operasi tersebut dokter mendeteksi benda hitam pada perutnya dan ketika dibedah benda itu tidak ada. Kasus ini banyak terjadi (sekali lagi, banyak terjadi) di rumahsakit dan kemudian mereka lari ke pengobatan alternative. Baiklah, saya melanjutkan upaya secara maksimum. Mendekatkan diri kepada Allah, menolong sebanyak-banyaknya muslimin-muslimah yang bisa ditolonga dan dimudahkan dengan teraphy Al Qur’an minggu itu. Termasuk upaya sedekah sesuai yang Allah mampukan dan takdirkan kepada kami, juga ibadah-ibadah lainnya. Berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni kami, karena tidak ada kesulitan kecuali disebabkan dosa dan kesalahan kita sendiri. Dihari yang sama saya mengisi private teraphy di rumah rehab bogor, 1 jam dari rumah. Hari itu saya sudah agak lega, tinggal menunggu hari lahir. Namun jujur, minggu itu kami lalui dengan sangat lama. “Hikmah itu selalu ada, dalam situasi tersulit sekalipun. Saat kita terbentur pada sebuah kondisi "tidak ada pilihan", sementara kaki lelah dan harus terus melangkah --maka-- disana Allah sedang mengajari kita untuk tabah. Menundukan kepala dalam-dalam, menyadari bahwa kita ini lemah tidak berdaya dihadapan ketetapan Allah yang maha gagah perkasa. Merasakan sebuah kekuatan sedang mengatur kita dengan kemahaanNya” 17 April 16, 11.35 PM. Istri saya mulai merasakan mulas hebat. Bapa Mertua dari Kediri sudah berjaga-jaga, dan Rafiq kecil tertidur pulas. Sambil memangkunya, saya berfikir keras. Seandainya dibawa kerumah sakit, apa yang akan terjadi dengan dia? Akhirnya kami menyimpulkan untuk kerumahsakit besok pagi. 18 April 16, 05.40 AM. Kami sudah ada diruang IGD, dan Istri dibawa ke ruang persalinan. Check-up dan lain-lain. Alhamdulillah sudah bukaan 3. Dan saya ke lantai 1 untuk Check-in. Istri dibawa kekamarnya. Kami tidak mengambil ruang VIP namun mengambil Ruang Kelas 1, dibawahnya. Pertimbangan mengambil ruang VIP sebelumnya adalah untuk menjaga hijab istri. Dan pertimbangan mengambil ruang kelas 1 adalah setelah kami tahu bahwa meski di ruang kelas 1, yang mana ada dua pasien tetap ada hijab. Dan yang lebih penting, ternyata semua kelas persalinannya diruang tertutup yang baik. Ini terjadi karena kami tidak pernah kerumahsakit sebelumnya. Hal yang mengesankan disana adalah ketika istri saya curhat tentang sikap salah satu bidan kepadanya, ia mengatakan ada bidan yang tidak ramah dan kasar saat cek sendiri diruang persalinan. Istri saya berkata, bidan itu berkata: “Ck..ck. Bagaimana bu upaya teraphynya. Diteraphy apa sih. Hipno-hipno gitu itu ya?” Katanya tanpa beban, bahwa seharusnya kamilah yang berkata dengan bangga karena tidak menerima atau menolak induksi minggu kemarin. Bayangkan kalau minggu kemarin melakukan induksi, pasti gagal karena belum saatnya. Dan kalau induksi gagal maka tindakan selanjutnya adalah Caesar. Istri saya menjawab: “Bukan, suami saya hanya membacakan al Qur’an kepada saya. Namanya terapy Ruqyah”. “Hh.. Yang paling penting kan mulesnya, untuk bukaan itu ya harus mules bukan diruqyah”. Kata bidan itu, menyakiti hati saya saat mendengarnya dari istri. Saya hanya berkata; “Sabar. Ini belum seberapa. Mereka hanya tidak tahu”. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik selanjutnya saya mengawasi setiap gerak dan tindakan. Disamping istri, mengatur strategi, mengatur waktu, memotivasi, menemani dan yang terpenting memastikan si kaka Rafiq tidak bosan. Bukaan 4, 5, 6 dan 7 berlalu menggembirakan meski lebih lama dari normal. Prediksi lahiran adalah selepas dzuhur, selambatnya ashar. Sebelum ganti shift bidan menyimpulkan, selambat-lambatnya maghrib insyaAllah lahir. Murotal Al Qur’an terus mengalir mewarnai keluh kesah hati kami. 18 April 16, 02.40 PM. Bidan shift sore datang, berwajah tegas-professional dan berkata; “Bu. Check lagi”. Ia memegang perut istri, memasang alat denyut jantung dan mencetaknya. Dan menawarkan oksigen, serta menaruh disampingnya. Dan ia menyimpulkan masih bukaan 7, dan menyarankan dibawa keruang persalinan. Alasannya sangat logis, agar nanti tidak buru-buru saat kontraksi. Dan saya menerimanya tanpa alasan. 18 April 16, 02.55 PM. Istri sudah diruang persalinan, dipasang infus dan selang oksigen. Hal ini membuat ayah mertua panic dan menelpon ibu mertua untuk segera kejakarta. Saya memperhatikan dengan seksama, drama ini. 18 April 16, 03.03 PM. Suster tadi kembali dan membawa selembar kertas dan papan yang ia dekap didadanya. “Bapa, ini sudah jam 3, dan saatnya lahiran. Namun kondisi mulas malah makin berkurang. Saya izin untuk memasang akselerator” kata bidan itu sangat elegan membuat saya hati-hati untuk bicara. “Akselerator, apa bedanya dengan induksi?” Jawab saya. “Beda. Kalau induksi itu membuat mulas sebelum mulas. Kalau akselerator itu menambah mulas setelah mulas. Agar lancer dan cepat lahir.” Katanya sambil senyum. Saya diam. Dan lalu menimpali. “Sama saja. Apa tidak bisa tunggu sebentar?” Kata saya kemudian. “Sudah saatnya pa, ini saran dokter” katanya. Padahal entah dimanakah bu dokter itu. “Kalau tunggu dulu bagaimana, saya kan bilang tidak mau di induksi?” Jawab saya. “Kalau bapa nolak, bapa harus menandatangani bahwa bapa menolak tindakan medis” Katanya sambil menggerak-gerakan kertas ditangannya dan tidak lupa senyum. “Tunggu satu jam!” Tukas saya. “Iya, kalau bapa nolak harus tanda tangan. Lagian, bapa ini sudah dua kali nolak induksi. Kita harus cek, ada apa ini?” Katanya membuat urat leher saya menegang. “Baik, apa susahnya tanda tangan? Tapi tujuan anda minta izin kan sebagai persetujuan. Dan ingat, praduga dokter itu juga bisa salah. Saya menunggu dari 2 minggu lalu detik-demi-detiknya. Dan, bayangkan kalau saya setuju induksi minggu lalu. Sudah rusak istri saya. Jangan samakan saya dengan pasien-pasien BPJS anda!” jawab saya meninggi. Suster itu diam, dan berkata singkat; “Baik” lalu pergi. 6 Jam dari saat itu adalah waktu sulit kami. Tidak ada poses bukaan, mulas sudah berkurang. Suster tidak lagi diruangan hanya sesekali mengecek. Diruangan sebelah terdengar jeritan tangisan bayi berulang-ulang menandai telah lahir jiwa baru. Namun kami masih menunggu, dan disaat itu pula Allah tunjukan keagungan-Nya. 18 April 16, 07.40PM. Maghrib dan Isya sudah berlalu, do’a sudah dihantar kelangit. Al Qur’an mengalun, ruangan sepi. Diblok lain Rafiq bersama bibinya sudah tertidur pulas setelah main sendiri seharian tanpa ayah dan ibunya. Dan ini adalah hal pertama baginya. Mertua saya pergi ke Airport menjemput ibu Mertua. Tinggal saya dan Istri. Wajah istri mulai pucat sudah lebih dari 20 jam proses bukaan 3 sampai 7 dan terkunci disini. Bidan mengabarkan; “Pa. jika bapa tetap tidak mau induksi. Sebaiknya dibawa lagi ke kamar inap”. Saya hanya mengangguk lemas, namun didada saya masih membara sebuah keyakinan bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan perencanaan dan jalan-jalan. Jangankan janin manusia, anai-anai dan semut kecil saja sudah Allah atur hidup dan matinya. Milyaran bakteri Allah atur hidup matinya dalam hitungan jam, apalagi manusia. Suster sibuk diruang sebelah, dan saya melepaskan genggaman tangan istri dan meletakannya di perut. Mulai melakukan upaya terakhir, sebelum istri dibawa kembali ke ruang rawat inap. PROSES RUQYAH 2. Pertama saya memberitahu dan mengajak istri untuk menghentikan proses dzikir. Karena selama proses menunggu bukaan berikutnya, saya sarankan istri untuk beberapa kalimah yang agung, diantaranya; berdzikir “Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntum minadzolimiin”, karena itu yang diucapkan Nabi yunus saat ada dalam puncak kesulitan diperut ikan. Juga dzikir “Ya Hayyu Ya Qayyum” karena itu hal yang diucapkan Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam saat ia ada dalam kondisi genting. Selanjutnya, karena masih punya wudhu, saya langsung memulainya dengan Ta’awudz, Basmallah dan surah al Fatihah dengan suara lirih dan kemudian semakin menguat. Posisi bibir sangat dekat dengan Rahim istri. Seperti ruqyah biasa saya mulai dengan Al Fatihah, Al Baqarah (1-4, 163-164, 255-257, 284-286) dan saya mengulang-ngulang secara menyeluruh tiap ayatnya sebanyak 3 sampai 7 kali, dan mengulangnya lebih banyak pada surah al Baqarah ayat 257. Kemudian dilanjut surah Al Imrah ayat 18-19 dan pada ulangan yang ke3 atau 4 saya mendengar istri berbisik lirih. “Bi. Ada sesuatu yang mengalir keluar”, katanya. Dan saya mengecek ternyata ada cairan, lendir dan bercampur darah mengalir. Saya memberitahu suster yang ada diluar da nada dua suster yang masuk mengecek dan positive ketuban pecah. Allahuakbar! Kedua suster itu pun segera membenahi ruangan dan peralatan yang disiapkan. Saya mengabari ayah ibu mertua dan juga ayah ibu kandung, memohon do’a mereka agar dimudahkan. 18 April 16, 08.50 PM Ketuban pecah dan Bukaan 8. 18 April 16, 09.40 PM Bukaan 9. 18 April 16, 10.10 PM, Dokter datang dan kepala bayi sudah meraksuk keluar. Dokter sigap menangani proses lahiran dan jam 10.15 malam itu Salman Al Farisi, putra kedua kami terlahir dengan sempurna. Berat 3.04 kg dan panjang 50cm. Saya memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan membacakan ucapan selamat datang kepada putra kedua dengan lantunan Syahadatain ditelinganya dan kemudian mentahniknya. Sesaat setelah lahiran, dan bayi mulai di observasi. Seorang suster yang baik hati, yang mengurusi proses terakhir lahiran itu berkata kepada Istri; “Bu. Disamping sedang operasi Caesar, padahal ia masuk bareng ibu dan saat itu ia juga disaranin induksi namun gagal”. Banyak sekali proses Induksi dan Caesar yang tidak wajar terjadi, tidak semua kesalahan terjadi pada praktisi medis karena mereka hanyalah instrument dari dunia farmasi dan industri rumahsakit. Kesalahan terbesar adalah pada sistem yang jahat dan kelemahan iman yang membuat ketawakalan seseorang berkurang, terlindas dunia dan orang-orang materialist. 19 April 16, 05PM, Dokter mengizinkan pulang. Seharian dikamar inap, saya dan istri mendengar rintihan pasien sebelah yang tidak henti-hentinya. Beliau di Caesar 2 hari kemarin dan hari pertama memang tidak ada tanda-tanda penderitaan, namun hari kedua saya menyaksikan derita wanita-wanita yang dioperasi. Rasa panas bekas sayatan dan jahitan, juga sakit yang menjalar dipunggung dan kepala. Selama masih ada tawakal yang tersisa, maka jangan sekali-kali serahkan istri anda untuk di Caesar. Tindakan ini hanya boleh diambil saat tidak ada pilihan, atau dalam kondisi khusus. Jangan cepat menelan mentah-mentah apa yang diprediksi dokter pengobatan dokter adalah dugaan manusia sementara Al Qur’an adalah wahyu yang pasti. Wallahu ta’ala alam.
   
Jumlah Posts : 73
Jumlah di-Like : belum ada like
buat yg beragama islam silahkan di bca sampai sel3sai ini certa nyta dr ust nai peruqyah internasional.. Nuruddin Al Indunissy CAESAR & AL QUR’AN, SEBAGAI SOLUSINYA. KEMARIN · PUBLIK Bismillah Assholatu wa Sallamu ala Rosulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang maha luas dan kekal kasih sayangnya. Tulisan ini saya persembahkan bagi jiwa-jiwa yang sedang mencari ketenangan dan kemenangan haqiqi dalam naungan kebahagiaan islam. Dalam tulisan ini saya akan kupas secara mendalam, langkah dan tahapan bagaimana melahirkan dengan senyuman dan menangkal angkuhnya kejahatan system dunia farmasi dan industry rumahsakit. RumahSakit merupakan industry jasa yang sangat erat kaitannya dengan para pemegang dunia farmasi (industry dan penjual obat), sehingga bukan rahasia jika ada system yang serakah, yang mengikat mereka agar saling menguntungkan sementara korbannya adalah manusia secara umum dan muslim yang sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan) dan materialis (mementingkan object yang terlihat dan mengabaikan dunia spiritual yang justru lebih besar perannya). Caesarean Sections/Section Caesaria atau lebih dikenal dengan “Operasi Caesar”, merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan bayi dari rahim ibundanya dengan membedah/menyayat abdomen (perut) ibu. Proses Caesar ini terjadi dalam hitungan menit saja dan tidak sakit karena ibunda dibius terlebih dahulu, namun sehari pasca Caesar mulai terjadi sakit yang luarbiasa pada bekas operasi, punggung dan kepala. Kadang sakit ini berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya saat ibunda batuk, bersin bahkan tertawa dan resiko pada kehamilan dan kelahiran berikutnya. Jika tindakan ini menimbulkan cacat permanent pada ibu, lalu kenapa banyak orang memilih untuk pasrah Caesar bahkan ada trend Caesar dikalangan ibu-ibu yang mengaku moderen? Maka berikut ini adalah alasan-alasan Caesar secara logis/normal: 1. Ukuran bayi terlalu besar, sementara panggul sang ibu kecil. 2. Bayi menderita kelainan misalnya spina bifida. 3. Posisi kepala janin tidak berada di bawah atau sungsang. 4. Sang ibu memiliki penyakit jantung atau kondisi medis lain yang berisiko memburuk akibat tekanan saat melahirkan. 5. Penurunan suplai darah ke plasenta sebelum kelahiran. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan tubuh kecil. 6. Plasenta menghalangi leher rahim. 7. Luka terbuka yang disebabkan infeksi herpes genital yang aktif. 8. Sang ibu terinfeksi virus HIV. 9. Terdapat lebih dari satu janin dan kondisi kehamilan yang kompleks misalnya posisi janin yang kurang ideal atau kembar siam. Dan alasan lainya. Adapun trend Caesar, yang merupakan pilihan sendiri, baik karena menghindari sakitnya proses lahiran normal (semisal mulas pada bukaan 1 hingga 10, kerusakan/luka jahitan pada vagina, proses bukaan yang lama atau sakitnya saat melahirkan itu sendiri) ataupun ikut trend Caesar untuk memilik tanggal lahir yang cantik (caesar yang direncanakan) itu merupakan resiko sendiri dan bukan kesalahan dunia medis. Namun dari sebuah survey yang dikutip dari sebuah buku kehamilan oleh Nadia Mulya menunjukkan bahwa 394 responden memilih caesar karena beragam alasan. Sebanyak 83.5% di antaranya mengaku harus bersalin caesar karena keputusan dokter (komplikasi medis) atau ada indikasi medis yang mengancam keselamatan ibu dan bayi. Semoga Allah merahmati para dokter dan bidan yang jujur, memudahkan kehidupannya di dunia dan akhirat karena ini bagian dari profesi yang luhur yang menjadi solusi bagi kesulitan umat manusia di dunia modern ini. Masalah kemudian timbul, saat sebuah system memaksa mereka untuk melakukan hal yang ditolak nurani setiap manusia yang hidup hatinya. Bagaimana sikap seoran mukmin yang beriman pada taqdir menyikapi hal ini? Bukankah Allah azza wa jalla telah menentukan sunnatullah pada setiap wanita untuk mengalami kelahiran dengan normal jauh sebelum adanya Sectio Cesaria? Telah lama saya menghembuskan adanya indikasi gangguan non-medis pada proses Caesar, beberapa tahun silam saya mulai menteorikan lengkap dengan solusinya untuk mengatasi Caesar yang tidak direncanakan ini. Sebagaimana penelitian pribadi saya tentang adanya campur tangan musuh-musuh Allah (syaitan) pada banyak penyakit dalam yang kemudian mengarah pada operasi besar. Banyak sekali penyakit pada jasad yang divonis operasi (setelah melalui proses scaning yang moderen) namun kemudian tidak ditemukan penyakitnya. Alhamdulillah, dari training-training yang digelar dibawah bendera Yayasan RehabHati dan Yayasan Qur’anic Healing di Indonesia dan Malaysia banyak sekali testimony membahagiakan dari saudari-saudari kita yang tidak jadi Caesar setelah diupayakan melalui upaya spiritual dengan Teraphy Al Qur’an (ruqyah syariyyah), do’a dan sinerginya dengan Ath Tib An Nabawai atau metode pengobatan ala Nabi dengan memaksimalkan konsumsi Madu, Habbatussauda, Zaitun dan herbal Sunnah yang penuh berkah lainnya juga tidakan bekam dan upaya pengobatan tradisional lain. Alhamdulillah, bayi-bayi telah lahir dengan sempurna atas keagungan dan kekuasaan Allah melalui kedahsyatan teraphy Al Qur’an beberapa tahun kemudian setelah teori itu ditrainingkan. Bahkan salah satu trainer RehabHati yang juga praktii medis di salah satu RumahSakit Islam di Kota Wonogiri memberikan testimony yang mengejutkan bahwasannya setelah direktur rumahsakit yang juga kawan saya mengeluarkan intruksi untuk meruqyah setiap pasien yang mau Caesar 2 jam berikutnya banyak sekali –sekali lagi, banyak sekali– pasien yang tidak jadi dicaesar karena telah lahir terlebih dahulu. Anda pun, insya Allah akan melihat ramai testimony dibawah tulisan ini tentang kesaksian mereka yang telah mendapatkan berkah dari teraphy Al Qur’an ini. Setelah tahun demi tahun saya lalui dalam mensosialisasikan ruqyah syariyyah bersama team, Desember 2014 lalu saya Allah beri amanah seorang putera. Alhamdulillah lahir normal di salahsatu rumahsakit di kota Kediri. Tidak ada masalah, meski sebenarnya saya miris melihat beberapa suami dengan begitu mudahnya membubuhkan tanda-tangan Caesar untuk istrinya melalui jalur BPJS. Waktu berlalu cepat, April 2016 ini Allah memberi amanah yang kedua setelah melalui perjuangan yang panjang. Saya, ingin setiap ibu, setiap muslimah dan mukminah membaca tulisan dari jari seorang ayah ini. Seorang ayah yang mengerti bahwa melahirkan itu rasanya seperti setengah kematian, dan setelah lahiran nanti masih ada perjalanan panjang yang harus dilalui dengan tabah untuk mencapai jannah-Nya. 1 April 2016, saya sedang dalam perjalanan dari kota Sukabumi menuju kota Bogor. Istri memberitahu bahwasannya, besok, sepertinya tidak bisa menemani saya mengisi Mega Training RehabHati di kota Bogor karena mulai merasakan mulas dan sakit perut. Dan saya mengizinkannya, tentu saja meski saya tidak bisa menemani beliau mengingat MegaTraining di Bogor ini adalah salah satu event Pelatihan Ruqyah terbesar yang dikonsep beberapa bulan sebeumnya untuk menyakinkan 1000 peserta yang telah teregistrasi untuk hadir itu merasa nyaman, aman dan terkesan dalam menikmati Traning dan Teraphy Al Qur’an Gratis yang diselenggarakan Team RumahRehab Bogor. 2 April 2016, saya mengisi training dengan gelisah. Sambal sesekali melihat Handphone, seandainya saja ada kabar emergensi dari rumah karena diprediksi kisaran 12 April 2016 ini istri akan melahirkan anak keduanya. Dan malam harinya saya langsung pulang ke rumah kontrakan saya di Kota Wisata, Cibubur. 3 April 2016, Alhamdulillah kekhawatiran saya terobati. Istri sepertinya bukan mulas indikasi akan melahirkan, namun sakit perut biasa. Saya mengajak istri untuk check-up kerumahsakit, namun ia menolaknya. Saya menghormati keputusannya, dan diam-diam bertekad seandainya hingga besok dzuhur istri menolak kerumah sakit saya akan mengkondisikan agar ia bersedia dirawat. 4 April 16, 12.15 PM selepas dzuhur beliau memberi tahu bahwa lututnya mulai gemetar. Saya kaget ketika beliau mengatakan bahwa sehari semalam ini lebih dari 10 kali ke kamar mandi. Saya melihat indikasi muntaber, dan ini berbahaya, dalam kondisi mengandung bisa dehidrasi. 4 April 16, 12.45 PM taksi sudah ada didepan rumah dan membawa kami kesalah satu rumah sakit termegah di daerah ini, tentu saja bukan karena saya cukup uang namun untuk memastikan kenyamanan istri karena ini adalah hak dunia medis. Qodarullah, macet menghadang dan jam 14.00 Dokter kandungannya sudah pulang, dan baru akan buka lagi jam 17.00, akhirnya saya istri dan putra saya yang baru berusia 15 bulan belok ke salahsatu Mall untuk menunggu dokter. 4 April 16, 17.40 PM kami sudah bersama dokter pribadi istri, ia seorang muslimah muda yang ramah, berkerudung dan professional. Beliau menyimpulkan bahwa istri dehidrasi, dan air ketuban ada pada level 8 (standar sehat ada pada level 10). Dan saya menyetujui istri dirawat malam itu. Malam itu saya mulai merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah, menggendong anak kesana-kemari, check-in rawat inap, tanda tangan sana-sini, dan yang lebih berat mengkondisikan bayi tidur dirumahsakit. Alhamdulillah, semua berlalu dengan baik karena kami mengambil kelas ruang rawat inap VIP. Cukup luas untuk saya dan anak saya, babysitter, dan tentunya istri yang malam itu divonis dehidrasi dan muntaber. Setelah check-up, USG, dirawat dan check lab diketahui bahwa muntaber istri disebabkan Jamur. Dan dokter, pagi itu memberitahukan dengan senyum lega bahwa untuk Jamur sudah ada obatnya. Istri boleh pulang pagi berikutnya. 5 April 16, 11.30 AM, Alhamdulillah kami pulang dengan tenang. Dan dihari yang sama bidan memberitahu kami bahwa kondisi kandungan sekarang aman dan sudah “bukaan 1”. Dalam proses persalinan ada proses yang bernama “Pembukaan”, pembukaan atau bukaan yang dimaksud adalah pembukaan atau prosesnya mulut Rahim dari 1 hingga 10. Proses bukaan ini terjadi secara bertahap dan alami, ada semacam asam atau gas yang mendorong bayi keluar. Bayi terdorong keluar karena dorongan gas dan mengkerutnya Rahim, sehingga mulut Rahim terbuka secara bertahap. Ini proses harus dilalui seorang ibu dengan tabah, sabar dan tawakkal. Jika menyerah, maka alternative lain adalah Caesar. 8 April 2016, istri masih muntaber dan semakin lemah. Seakan obat itu tidak mempan. Dan kami kembali lagi check-up, kerumahsakit yang sama. 8 April 2016, 9.30AM kami masuk melalui pintu IGD, dan langsung dibawa keruang persalinan. Di check, dan masih bukaan 1 dan kondisi makin lemah. 8 April 2016, 9.35 AM dokter dan 1 perawat disampingnya menyampaikan kepada saya bahwa kondisi semakin lemah, dan Air ketuban semakin menyusut. Prediksi beliau sudah “Level 6”, hingga disarankan untuk diberi perangsang (Induksi) atau Cesar. 8 April 2016, 9.50 AM, saya memutuskan untuk menolak dan mengupayakan sendiri terlebih dahulu dirumah. “Saya sendiri praktisi pengobat, seperti dokter. Hanya saja, kalau dokter dibidang medis saya bagian non-medis. Saya telah banyak menembukan bahwa masalah seperti ini ada indikasi non-medis, jadi saya ingin mengupayakan terlebih dahulu dirumah”. Dokter tersenyum dan mengangguk, beliau menyerahkan sepenuhnya kepada saya, dan kami pun pulang. 8 April 2016, 12.30 PM, saya kembali sampai dirumah. Otak saya mulai berputar mencari cara, teringat sahabat saya ust. Rahmat Bekam, ketua PBI Jabar sekarang yang selama ini memberikan saran-saran herbal secara ilmiah tentang penyakit melalui tinjauan medis. Dan Istri beliau, yang juga seorang Herbalis dan Bidan Thibun Nabawi memberi 4 saran kepada istri: 1. Konsumsi Habbatussauda (menambah mules). 2. Zaitun untuk melancarkan kelahiran, oles dan minum. 3. Minum air kelapa (untuk menormalkan kembali air ketuban) meskipun sebenarnya tidak ada cara untuk menambah air ketuban. 4. Bekam di pinggang. Dan pergelangan kaki kanan dibawah mata kaki yang merupakan titik untuk melancarkan proses pembukaan. Beliau juga, seperti saya kutif dari istri, menyarankan untuk ruqyah. “Jangan lupa ruqyah”, katanya. Saya teringat, beberapa tahun lalu pernah menemukan kasus dan menteorikan bahwa salah satu titik persembunyian syaitan yang menyebabkan keguguran adalah pada pergelangan atas kaki kanan dibawah mata kaki. 8 April 2016, 18.20 PM, selepas maghrib saya mulai mengawali proses ruqyah pada istri. PROSES RUQYAH 1 Ruqyah Syariyyah merupakan proses pembacaan Ayat Suci Al Qur’an kepada seorang mukmin yang sedang kesulitan, terutama ketika terikat/terbelenggu sebuah kondisi yang tidak dimengerti secara logis dengan harapan mendapatkan syfa atau kesembuha dan rahmat dari Allah azza wa jalla yang menciptakan dan menjaga setiap mahluk-Nya. Diawali dengan wudhu, menunaikan shalat maghrib, dan mempersiapkan 1 liter air kelapa muda dan air putih disampingnya untuk diruqyah bersamaan dengan istri. Dan istri menggunakan hijab sempurna agar khusyuk dan merupakan bagian dari adab do’a. Setelah mengucap Taawudz, Ayat Kursi, Al Falaq dan An Nas sebagai do’a perlindungan sebelum memulai ruqyah saya mengucapkan istighfar, sholawat dan berdo’a kepada Allah agar dilancarkan proses persalinan istri. Ini adalah muqodimah awal dalam setiap ruqyah syar’ie. Selanjutnya saya sentuhkan tangan kanan saya persis diperut istri, mendekatkan bibir kepadanya dan mulai membaca do’a-do’a Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam untuk mengawali ruqyah. Kemudian membaca al Fatihah, Al Baqarah 1-4, 102, 163-164, 255-257, 284-286, Al Imran 18-19 dan bayi didalam mulai bergerak-gerak seakan musafir kehausan mendapat air segar. Saya mengulang-ngulang ayat itu dan bayi mulai motah berputar-putar hingga istri saya gelid an memegangi perutnya. Ruqyah dilanjutkan dengan membaca surah-surah berikutnya hingga selesai. Ada kesimpulan besar disini, selama ini saya yakin bahwa bayi sungsang dan terikat ari-ari bisa lahir dengan normal hanya mendengar testimony kawan-kawan alumni pelatihan ruqyah yang saya bina dan juga video-video keajaiban Al Qur’an saat dibacakan pada janin dalam kandungan dan kemudian bayi sujud –saat itu– saya merasakan sendiri bahwa bayi tidak hanya bergerak namun berputar. Masyaa Allah.. Selanjutnya saya meruqyah Air kelapa dan air putih untuk minumannya. Saya dekatkan bibir saya kepada dua wadah air dan membacakan surah al Fatihah 7x, Al Kafiruun 1x, Al Falaq dan An Nass masing-masing 3x. Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam membacakan surah Al Kafirun kepada air yang dicampur garam saat mengobat luka sengatan. 9 April 2016, 18.20 PM Hari itu istri mencoba check kandungan di Klinik Bersalin Ranti di daerah ciangsana cibubur dan hasilnya menakjubkan, bidan disana mengatakan dengan penuh percaya diri bahwa air ketuban normal dan sudah mulai bukaan 2. Disana mulai ada cahaya yang merekah! Bahkan sang bidan disana menyimpulkan, masih ada satu minggu waktu untuk menunggu. Dan istri mengatakan, bahkan, bu bidan lela (istri rahmat bekam) sebelumnya prediksi bahwa masih ada dua minggu waktu. Hal ini membuat saya termenung, kenapa bisa-bisanya seorang dokter specialist menyarankan induksi dengan kondisi ketuban yang menakutkan? Apakah alat-alat itu terlalu modern? Kepenasaranan ini mulai menggelitik saya untuk menggali lebih dalam tentang apa itu Air ketuban. Saya menggalinya di internet dan juga menggali beberapa informasi dari istri tentang apa yang dokter lakukan saat USG dan kemudian menyimpulkan tentang air ketuban. Dan disini ada hal yang menarik lagi. Saat USG dokter memperlihatkan melalui layar kombinasi warna gelap, biasanya, selama usia kehamilan 1-9 bulan dilayar itu terlihat kondisi bayi dan bentuknya; tangan, jemari, kepala, kaki termasuk jenis kelaminnya. Saat alat detector ditempel di perut istri, tampilan pada layar itu hanya gelap, dengan kondisi demikian artinya air ketuban sudah hamper habis (dinding rahim melekat pada bayi, karena tidak ada air atau sedikit). Saya sontak teringat banyak kasus yang dilalui dalam teraphy ruqyah, pasien mengakui dan menyebutkan jenis penyakitnya terlihat di Xray, namun saat operasi tidak ada. Jika syaitan bisa mempengaruhi electron listrik, mempengaruhi dan merusak koneksi internet, laptop bahkan beberapa kehancuran pada bentuk-bentuk jasad, maka sangat mungkin juga mempengaruhi tampilan alat dokter kandungan. Masih segar diingatan saya ketika menteraphy seorang umaht di Kenya, afrika timur. Beliau mengaku 6 kali dioperasi dan 2 kalinya adalah operasi cesar, dari 4 operasi tersebut dokter mendeteksi benda hitam pada perutnya dan ketika dibedah benda itu tidak ada. Kasus ini banyak terjadi (sekali lagi, banyak terjadi) di rumahsakit dan kemudian mereka lari ke pengobatan alternative. Baiklah, saya melanjutkan upaya secara maksimum. Mendekatkan diri kepada Allah, menolong sebanyak-banyaknya muslimin-muslimah yang bisa ditolonga dan dimudahkan dengan teraphy Al Qur’an minggu itu. Termasuk upaya sedekah sesuai yang Allah mampukan dan takdirkan kepada kami, juga ibadah-ibadah lainnya. Berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni kami, karena tidak ada kesulitan kecuali disebabkan dosa dan kesalahan kita sendiri. Dihari yang sama saya mengisi private teraphy di rumah rehab bogor, 1 jam dari rumah. Hari itu saya sudah agak lega, tinggal menunggu hari lahir. Namun jujur, minggu itu kami lalui dengan sangat lama. “Hikmah itu selalu ada, dalam situasi tersulit sekalipun. Saat kita terbentur pada sebuah kondisi "tidak ada pilihan", sementara kaki lelah dan harus terus melangkah --maka-- disana Allah sedang mengajari kita untuk tabah. Menundukan kepala dalam-dalam, menyadari bahwa kita ini lemah tidak berdaya dihadapan ketetapan Allah yang maha gagah perkasa. Merasakan sebuah kekuatan sedang mengatur kita dengan kemahaanNya” 17 April 16, 11.35 PM. Istri saya mulai merasakan mulas hebat. Bapa Mertua dari Kediri sudah berjaga-jaga, dan Rafiq kecil tertidur pulas. Sambil memangkunya, saya berfikir keras. Seandainya dibawa kerumah sakit, apa yang akan terjadi dengan dia? Akhirnya kami menyimpulkan untuk kerumahsakit besok pagi. 18 April 16, 05.40 AM. Kami sudah ada diruang IGD, dan Istri dibawa ke ruang persalinan. Check-up dan lain-lain. Alhamdulillah sudah bukaan 3. Dan saya ke lantai 1 untuk Check-in. Istri dibawa kekamarnya. Kami tidak mengambil ruang VIP namun mengambil Ruang Kelas 1, dibawahnya. Pertimbangan mengambil ruang VIP sebelumnya adalah untuk menjaga hijab istri. Dan pertimbangan mengambil ruang kelas 1 adalah setelah kami tahu bahwa meski di ruang kelas 1, yang mana ada dua pasien tetap ada hijab. Dan yang lebih penting, ternyata semua kelas persalinannya diruang tertutup yang baik. Ini terjadi karena kami tidak pernah kerumahsakit sebelumnya. Hal yang mengesankan disana adalah ketika istri saya curhat tentang sikap salah satu bidan kepadanya, ia mengatakan ada bidan yang tidak ramah dan kasar saat cek sendiri diruang persalinan. Istri saya berkata, bidan itu berkata: “Ck..ck. Bagaimana bu upaya teraphynya. Diteraphy apa sih. Hipno-hipno gitu itu ya?” Katanya tanpa beban, bahwa seharusnya kamilah yang berkata dengan bangga karena tidak menerima atau menolak induksi minggu kemarin. Bayangkan kalau minggu kemarin melakukan induksi, pasti gagal karena belum saatnya. Dan kalau induksi gagal maka tindakan selanjutnya adalah Caesar. Istri saya menjawab: “Bukan, suami saya hanya membacakan al Qur’an kepada saya. Namanya terapy Ruqyah”. “Hh.. Yang paling penting kan mulesnya, untuk bukaan itu ya harus mules bukan diruqyah”. Kata bidan itu, menyakiti hati saya saat mendengarnya dari istri. Saya hanya berkata; “Sabar. Ini belum seberapa. Mereka hanya tidak tahu”. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik selanjutnya saya mengawasi setiap gerak dan tindakan. Disamping istri, mengatur strategi, mengatur waktu, memotivasi, menemani dan yang terpenting memastikan si kaka Rafiq tidak bosan. Bukaan 4, 5, 6 dan 7 berlalu menggembirakan meski lebih lama dari normal. Prediksi lahiran adalah selepas dzuhur, selambatnya ashar. Sebelum ganti shift bidan menyimpulkan, selambat-lambatnya maghrib insyaAllah lahir. Murotal Al Qur’an terus mengalir mewarnai keluh kesah hati kami. 18 April 16, 02.40 PM. Bidan shift sore datang, berwajah tegas-professional dan berkata; “Bu. Check lagi”. Ia memegang perut istri, memasang alat denyut jantung dan mencetaknya. Dan menawarkan oksigen, serta menaruh disampingnya. Dan ia menyimpulkan masih bukaan 7, dan menyarankan dibawa keruang persalinan. Alasannya sangat logis, agar nanti tidak buru-buru saat kontraksi. Dan saya menerimanya tanpa alasan. 18 April 16, 02.55 PM. Istri sudah diruang persalinan, dipasang infus dan selang oksigen. Hal ini membuat ayah mertua panic dan menelpon ibu mertua untuk segera kejakarta. Saya memperhatikan dengan seksama, drama ini. 18 April 16, 03.03 PM. Suster tadi kembali dan membawa selembar kertas dan papan yang ia dekap didadanya. “Bapa, ini sudah jam 3, dan saatnya lahiran. Namun kondisi mulas malah makin berkurang. Saya izin untuk memasang akselerator” kata bidan itu sangat elegan membuat saya hati-hati untuk bicara. “Akselerator, apa bedanya dengan induksi?” Jawab saya. “Beda. Kalau induksi itu membuat mulas sebelum mulas. Kalau akselerator itu menambah mulas setelah mulas. Agar lancer dan cepat lahir.” Katanya sambil senyum. Saya diam. Dan lalu menimpali. “Sama saja. Apa tidak bisa tunggu sebentar?” Kata saya kemudian. “Sudah saatnya pa, ini saran dokter” katanya. Padahal entah dimanakah bu dokter itu. “Kalau tunggu dulu bagaimana, saya kan bilang tidak mau di induksi?” Jawab saya. “Kalau bapa nolak, bapa harus menandatangani bahwa bapa menolak tindakan medis” Katanya sambil menggerak-gerakan kertas ditangannya dan tidak lupa senyum. “Tunggu satu jam!” Tukas saya. “Iya, kalau bapa nolak harus tanda tangan. Lagian, bapa ini sudah dua kali nolak induksi. Kita harus cek, ada apa ini?” Katanya membuat urat leher saya menegang. “Baik, apa susahnya tanda tangan? Tapi tujuan anda minta izin kan sebagai persetujuan. Dan ingat, praduga dokter itu juga bisa salah. Saya menunggu dari 2 minggu lalu detik-demi-detiknya. Dan, bayangkan kalau saya setuju induksi minggu lalu. Sudah rusak istri saya. Jangan samakan saya dengan pasien-pasien BPJS anda!” jawab saya meninggi. Suster itu diam, dan berkata singkat; “Baik” lalu pergi. 6 Jam dari saat itu adalah waktu sulit kami. Tidak ada poses bukaan, mulas sudah berkurang. Suster tidak lagi diruangan hanya sesekali mengecek. Diruangan sebelah terdengar jeritan tangisan bayi berulang-ulang menandai telah lahir jiwa baru. Namun kami masih menunggu, dan disaat itu pula Allah tunjukan keagungan-Nya. 18 April 16, 07.40PM. Maghrib dan Isya sudah berlalu, do’a sudah dihantar kelangit. Al Qur’an mengalun, ruangan sepi. Diblok lain Rafiq bersama bibinya sudah tertidur pulas setelah main sendiri seharian tanpa ayah dan ibunya. Dan ini adalah hal pertama baginya. Mertua saya pergi ke Airport menjemput ibu Mertua. Tinggal saya dan Istri. Wajah istri mulai pucat sudah lebih dari 20 jam proses bukaan 3 sampai 7 dan terkunci disini. Bidan mengabarkan; “Pa. jika bapa tetap tidak mau induksi. Sebaiknya dibawa lagi ke kamar inap”. Saya hanya mengangguk lemas, namun didada saya masih membara sebuah keyakinan bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan perencanaan dan jalan-jalan. Jangankan janin manusia, anai-anai dan semut kecil saja sudah Allah atur hidup dan matinya. Milyaran bakteri Allah atur hidup matinya dalam hitungan jam, apalagi manusia. Suster sibuk diruang sebelah, dan saya melepaskan genggaman tangan istri dan meletakannya di perut. Mulai melakukan upaya terakhir, sebelum istri dibawa kembali ke ruang rawat inap. PROSES RUQYAH 2. Pertama saya memberitahu dan mengajak istri untuk menghentikan proses dzikir. Karena selama proses menunggu bukaan berikutnya, saya sarankan istri untuk beberapa kalimah yang agung, diantaranya; berdzikir “Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntum minadzolimiin”, karena itu yang diucapkan Nabi yunus saat ada dalam puncak kesulitan diperut ikan. Juga dzikir “Ya Hayyu Ya Qayyum” karena itu hal yang diucapkan Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam saat ia ada dalam kondisi genting. Selanjutnya, karena masih punya wudhu, saya langsung memulainya dengan Ta’awudz, Basmallah dan surah al Fatihah dengan suara lirih dan kemudian semakin menguat. Posisi bibir sangat dekat dengan Rahim istri. Seperti ruqyah biasa saya mulai dengan Al Fatihah, Al Baqarah (1-4, 163-164, 255-257, 284-286) dan saya mengulang-ngulang secara menyeluruh tiap ayatnya sebanyak 3 sampai 7 kali, dan mengulangnya lebih banyak pada surah al Baqarah ayat 257. Kemudian dilanjut surah Al Imrah ayat 18-19 dan pada ulangan yang ke3 atau 4 saya mendengar istri berbisik lirih. “Bi. Ada sesuatu yang mengalir keluar”, katanya. Dan saya mengecek ternyata ada cairan, lendir dan bercampur darah mengalir. Saya memberitahu suster yang ada diluar da nada dua suster yang masuk mengecek dan positive ketuban pecah. Allahuakbar! Kedua suster itu pun segera membenahi ruangan dan peralatan yang disiapkan. Saya mengabari ayah ibu mertua dan juga ayah ibu kandung, memohon do’a mereka agar dimudahkan. 18 April 16, 08.50 PM Ketuban pecah dan Bukaan 8. 18 April 16, 09.40 PM Bukaan 9. 18 April 16, 10.10 PM, Dokter datang dan kepala bayi sudah meraksuk keluar. Dokter sigap menangani proses lahiran dan jam 10.15 malam itu Salman Al Farisi, putra kedua kami terlahir dengan sempurna. Berat 3.04 kg dan panjang 50cm. Saya memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan membacakan ucapan selamat datang kepada putra kedua dengan lantunan Syahadatain ditelinganya dan kemudian mentahniknya. Sesaat setelah lahiran, dan bayi mulai di observasi. Seorang suster yang baik hati, yang mengurusi proses terakhir lahiran itu berkata kepada Istri; “Bu. Disamping sedang operasi Caesar, padahal ia masuk bareng ibu dan saat itu ia juga disaranin induksi namun gagal”. Banyak sekali proses Induksi dan Caesar yang tidak wajar terjadi, tidak semua kesalahan terjadi pada praktisi medis karena mereka hanyalah instrument dari dunia farmasi dan industri rumahsakit. Kesalahan terbesar adalah pada sistem yang jahat dan kelemahan iman yang membuat ketawakalan seseorang berkurang, terlindas dunia dan orang-orang materialist. 19 April 16, 05PM, Dokter mengizinkan pulang. Seharian dikamar inap, saya dan istri mendengar rintihan pasien sebelah yang tidak henti-hentinya. Beliau di Caesar 2 hari kemarin dan hari pertama memang tidak ada tanda-tanda penderitaan, namun hari kedua saya menyaksikan derita wanita-wanita yang dioperasi. Rasa panas bekas sayatan dan jahitan, juga sakit yang menjalar dipunggung dan kepala. Selama masih ada tawakal yang tersisa, maka jangan sekali-kali serahkan istri anda untuk di Caesar. Tindakan ini hanya boleh diambil saat tidak ada pilihan, atau dalam kondisi khusus. Jangan cepat menelan mentah-mentah apa yang diprediksi dokter pengobatan dokter adalah dugaan manusia sementara Al Qur’an adalah wahyu yang pasti. Wallahu ta’ala alam.
   


Jumlah Posts : 73
Jumlah di-Like : belum ada like
buat yg beragama islam silahkan di bca sampai sel3sai ini certa nyta dr ust nai peruqyah internasional.. Nuruddin Al Indunissy CAESAR & AL QUR’AN, SEBAGAI SOLUSINYA. KEMARIN · PUBLIK Bismillah Assholatu wa Sallamu ala Rosulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang maha luas dan kekal kasih sayangnya. Tulisan ini saya persembahkan bagi jiwa-jiwa yang sedang mencari ketenangan dan kemenangan haqiqi dalam naungan kebahagiaan islam. Dalam tulisan ini saya akan kupas secara mendalam, langkah dan tahapan bagaimana melahirkan dengan senyuman dan menangkal angkuhnya kejahatan system dunia farmasi dan industry rumahsakit. RumahSakit merupakan industry jasa yang sangat erat kaitannya dengan para pemegang dunia farmasi (industry dan penjual obat), sehingga bukan rahasia jika ada system yang serakah, yang mengikat mereka agar saling menguntungkan sementara korbannya adalah manusia secara umum dan muslim yang sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan) dan materialis (mementingkan object yang terlihat dan mengabaikan dunia spiritual yang justru lebih besar perannya). Caesarean Sections/Section Caesaria atau lebih dikenal dengan “Operasi Caesar”, merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan bayi dari rahim ibundanya dengan membedah/menyayat abdomen (perut) ibu. Proses Caesar ini terjadi dalam hitungan menit saja dan tidak sakit karena ibunda dibius terlebih dahulu, namun sehari pasca Caesar mulai terjadi sakit yang luarbiasa pada bekas operasi, punggung dan kepala. Kadang sakit ini berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya saat ibunda batuk, bersin bahkan tertawa dan resiko pada kehamilan dan kelahiran berikutnya. Jika tindakan ini menimbulkan cacat permanent pada ibu, lalu kenapa banyak orang memilih untuk pasrah Caesar bahkan ada trend Caesar dikalangan ibu-ibu yang mengaku moderen? Maka berikut ini adalah alasan-alasan Caesar secara logis/normal: 1. Ukuran bayi terlalu besar, sementara panggul sang ibu kecil. 2. Bayi menderita kelainan misalnya spina bifida. 3. Posisi kepala janin tidak berada di bawah atau sungsang. 4. Sang ibu memiliki penyakit jantung atau kondisi medis lain yang berisiko memburuk akibat tekanan saat melahirkan. 5. Penurunan suplai darah ke plasenta sebelum kelahiran. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan tubuh kecil. 6. Plasenta menghalangi leher rahim. 7. Luka terbuka yang disebabkan infeksi herpes genital yang aktif. 8. Sang ibu terinfeksi virus HIV. 9. Terdapat lebih dari satu janin dan kondisi kehamilan yang kompleks misalnya posisi janin yang kurang ideal atau kembar siam. Dan alasan lainya. Adapun trend Caesar, yang merupakan pilihan sendiri, baik karena menghindari sakitnya proses lahiran normal (semisal mulas pada bukaan 1 hingga 10, kerusakan/luka jahitan pada vagina, proses bukaan yang lama atau sakitnya saat melahirkan itu sendiri) ataupun ikut trend Caesar untuk memilik tanggal lahir yang cantik (caesar yang direncanakan) itu merupakan resiko sendiri dan bukan kesalahan dunia medis. Namun dari sebuah survey yang dikutip dari sebuah buku kehamilan oleh Nadia Mulya menunjukkan bahwa 394 responden memilih caesar karena beragam alasan. Sebanyak 83.5% di antaranya mengaku harus bersalin caesar karena keputusan dokter (komplikasi medis) atau ada indikasi medis yang mengancam keselamatan ibu dan bayi. Semoga Allah merahmati para dokter dan bidan yang jujur, memudahkan kehidupannya di dunia dan akhirat karena ini bagian dari profesi yang luhur yang menjadi solusi bagi kesulitan umat manusia di dunia modern ini. Masalah kemudian timbul, saat sebuah system memaksa mereka untuk melakukan hal yang ditolak nurani setiap manusia yang hidup hatinya. Bagaimana sikap seoran mukmin yang beriman pada taqdir menyikapi hal ini? Bukankah Allah azza wa jalla telah menentukan sunnatullah pada setiap wanita untuk mengalami kelahiran dengan normal jauh sebelum adanya Sectio Cesaria? Telah lama saya menghembuskan adanya indikasi gangguan non-medis pada proses Caesar, beberapa tahun silam saya mulai menteorikan lengkap dengan solusinya untuk mengatasi Caesar yang tidak direncanakan ini. Sebagaimana penelitian pribadi saya tentang adanya campur tangan musuh-musuh Allah (syaitan) pada banyak penyakit dalam yang kemudian mengarah pada operasi besar. Banyak sekali penyakit pada jasad yang divonis operasi (setelah melalui proses scaning yang moderen) namun kemudian tidak ditemukan penyakitnya. Alhamdulillah, dari training-training yang digelar dibawah bendera Yayasan RehabHati dan Yayasan Qur’anic Healing di Indonesia dan Malaysia banyak sekali testimony membahagiakan dari saudari-saudari kita yang tidak jadi Caesar setelah diupayakan melalui upaya spiritual dengan Teraphy Al Qur’an (ruqyah syariyyah), do’a dan sinerginya dengan Ath Tib An Nabawai atau metode pengobatan ala Nabi dengan memaksimalkan konsumsi Madu, Habbatussauda, Zaitun dan herbal Sunnah yang penuh berkah lainnya juga tidakan bekam dan upaya pengobatan tradisional lain. Alhamdulillah, bayi-bayi telah lahir dengan sempurna atas keagungan dan kekuasaan Allah melalui kedahsyatan teraphy Al Qur’an beberapa tahun kemudian setelah teori itu ditrainingkan. Bahkan salah satu trainer RehabHati yang juga praktii medis di salah satu RumahSakit Islam di Kota Wonogiri memberikan testimony yang mengejutkan bahwasannya setelah direktur rumahsakit yang juga kawan saya mengeluarkan intruksi untuk meruqyah setiap pasien yang mau Caesar 2 jam berikutnya banyak sekali –sekali lagi, banyak sekali– pasien yang tidak jadi dicaesar karena telah lahir terlebih dahulu. Anda pun, insya Allah akan melihat ramai testimony dibawah tulisan ini tentang kesaksian mereka yang telah mendapatkan berkah dari teraphy Al Qur’an ini. Setelah tahun demi tahun saya lalui dalam mensosialisasikan ruqyah syariyyah bersama team, Desember 2014 lalu saya Allah beri amanah seorang putera. Alhamdulillah lahir normal di salahsatu rumahsakit di kota Kediri. Tidak ada masalah, meski sebenarnya saya miris melihat beberapa suami dengan begitu mudahnya membubuhkan tanda-tangan Caesar untuk istrinya melalui jalur BPJS. Waktu berlalu cepat, April 2016 ini Allah memberi amanah yang kedua setelah melalui perjuangan yang panjang. Saya, ingin setiap ibu, setiap muslimah dan mukminah membaca tulisan dari jari seorang ayah ini. Seorang ayah yang mengerti bahwa melahirkan itu rasanya seperti setengah kematian, dan setelah lahiran nanti masih ada perjalanan panjang yang harus dilalui dengan tabah untuk mencapai jannah-Nya. 1 April 2016, saya sedang dalam perjalanan dari kota Sukabumi menuju kota Bogor. Istri memberitahu bahwasannya, besok, sepertinya tidak bisa menemani saya mengisi Mega Training RehabHati di kota Bogor karena mulai merasakan mulas dan sakit perut. Dan saya mengizinkannya, tentu saja meski saya tidak bisa menemani beliau mengingat MegaTraining di Bogor ini adalah salah satu event Pelatihan Ruqyah terbesar yang dikonsep beberapa bulan sebeumnya untuk menyakinkan 1000 peserta yang telah teregistrasi untuk hadir itu merasa nyaman, aman dan terkesan dalam menikmati Traning dan Teraphy Al Qur’an Gratis yang diselenggarakan Team RumahRehab Bogor. 2 April 2016, saya mengisi training dengan gelisah. Sambal sesekali melihat Handphone, seandainya saja ada kabar emergensi dari rumah karena diprediksi kisaran 12 April 2016 ini istri akan melahirkan anak keduanya. Dan malam harinya saya langsung pulang ke rumah kontrakan saya di Kota Wisata, Cibubur. 3 April 2016, Alhamdulillah kekhawatiran saya terobati. Istri sepertinya bukan mulas indikasi akan melahirkan, namun sakit perut biasa. Saya mengajak istri untuk check-up kerumahsakit, namun ia menolaknya. Saya menghormati keputusannya, dan diam-diam bertekad seandainya hingga besok dzuhur istri menolak kerumah sakit saya akan mengkondisikan agar ia bersedia dirawat. 4 April 16, 12.15 PM selepas dzuhur beliau memberi tahu bahwa lututnya mulai gemetar. Saya kaget ketika beliau mengatakan bahwa sehari semalam ini lebih dari 10 kali ke kamar mandi. Saya melihat indikasi muntaber, dan ini berbahaya, dalam kondisi mengandung bisa dehidrasi. 4 April 16, 12.45 PM taksi sudah ada didepan rumah dan membawa kami kesalah satu rumah sakit termegah di daerah ini, tentu saja bukan karena saya cukup uang namun untuk memastikan kenyamanan istri karena ini adalah hak dunia medis. Qodarullah, macet menghadang dan jam 14.00 Dokter kandungannya sudah pulang, dan baru akan buka lagi jam 17.00, akhirnya saya istri dan putra saya yang baru berusia 15 bulan belok ke salahsatu Mall untuk menunggu dokter. 4 April 16, 17.40 PM kami sudah bersama dokter pribadi istri, ia seorang muslimah muda yang ramah, berkerudung dan professional. Beliau menyimpulkan bahwa istri dehidrasi, dan air ketuban ada pada level 8 (standar sehat ada pada level 10). Dan saya menyetujui istri dirawat malam itu. Malam itu saya mulai merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah, menggendong anak kesana-kemari, check-in rawat inap, tanda tangan sana-sini, dan yang lebih berat mengkondisikan bayi tidur dirumahsakit. Alhamdulillah, semua berlalu dengan baik karena kami mengambil kelas ruang rawat inap VIP. Cukup luas untuk saya dan anak saya, babysitter, dan tentunya istri yang malam itu divonis dehidrasi dan muntaber. Setelah check-up, USG, dirawat dan check lab diketahui bahwa muntaber istri disebabkan Jamur. Dan dokter, pagi itu memberitahukan dengan senyum lega bahwa untuk Jamur sudah ada obatnya. Istri boleh pulang pagi berikutnya. 5 April 16, 11.30 AM, Alhamdulillah kami pulang dengan tenang. Dan dihari yang sama bidan memberitahu kami bahwa kondisi kandungan sekarang aman dan sudah “bukaan 1”. Dalam proses persalinan ada proses yang bernama “Pembukaan”, pembukaan atau bukaan yang dimaksud adalah pembukaan atau prosesnya mulut Rahim dari 1 hingga 10. Proses bukaan ini terjadi secara bertahap dan alami, ada semacam asam atau gas yang mendorong bayi keluar. Bayi terdorong keluar karena dorongan gas dan mengkerutnya Rahim, sehingga mulut Rahim terbuka secara bertahap. Ini proses harus dilalui seorang ibu dengan tabah, sabar dan tawakkal. Jika menyerah, maka alternative lain adalah Caesar. 8 April 2016, istri masih muntaber dan semakin lemah. Seakan obat itu tidak mempan. Dan kami kembali lagi check-up, kerumahsakit yang sama. 8 April 2016, 9.30AM kami masuk melalui pintu IGD, dan langsung dibawa keruang persalinan. Di check, dan masih bukaan 1 dan kondisi makin lemah. 8 April 2016, 9.35 AM dokter dan 1 perawat disampingnya menyampaikan kepada saya bahwa kondisi semakin lemah, dan Air ketuban semakin menyusut. Prediksi beliau sudah “Level 6”, hingga disarankan untuk diberi perangsang (Induksi) atau Cesar. 8 April 2016, 9.50 AM, saya memutuskan untuk menolak dan mengupayakan sendiri terlebih dahulu dirumah. “Saya sendiri praktisi pengobat, seperti dokter. Hanya saja, kalau dokter dibidang medis saya bagian non-medis. Saya telah banyak menembukan bahwa masalah seperti ini ada indikasi non-medis, jadi saya ingin mengupayakan terlebih dahulu dirumah”. Dokter tersenyum dan mengangguk, beliau menyerahkan sepenuhnya kepada saya, dan kami pun pulang. 8 April 2016, 12.30 PM, saya kembali sampai dirumah. Otak saya mulai berputar mencari cara, teringat sahabat saya ust. Rahmat Bekam, ketua PBI Jabar sekarang yang selama ini memberikan saran-saran herbal secara ilmiah tentang penyakit melalui tinjauan medis. Dan Istri beliau, yang juga seorang Herbalis dan Bidan Thibun Nabawi memberi 4 saran kepada istri: 1. Konsumsi Habbatussauda (menambah mules). 2. Zaitun untuk melancarkan kelahiran, oles dan minum. 3. Minum air kelapa (untuk menormalkan kembali air ketuban) meskipun sebenarnya tidak ada cara untuk menambah air ketuban. 4. Bekam di pinggang. Dan pergelangan kaki kanan dibawah mata kaki yang merupakan titik untuk melancarkan proses pembukaan. Beliau juga, seperti saya kutif dari istri, menyarankan untuk ruqyah. “Jangan lupa ruqyah”, katanya. Saya teringat, beberapa tahun lalu pernah menemukan kasus dan menteorikan bahwa salah satu titik persembunyian syaitan yang menyebabkan keguguran adalah pada pergelangan atas kaki kanan dibawah mata kaki. 8 April 2016, 18.20 PM, selepas maghrib saya mulai mengawali proses ruqyah pada istri. PROSES RUQYAH 1 Ruqyah Syariyyah merupakan proses pembacaan Ayat Suci Al Qur’an kepada seorang mukmin yang sedang kesulitan, terutama ketika terikat/terbelenggu sebuah kondisi yang tidak dimengerti secara logis dengan harapan mendapatkan syfa atau kesembuha dan rahmat dari Allah azza wa jalla yang menciptakan dan menjaga setiap mahluk-Nya. Diawali dengan wudhu, menunaikan shalat maghrib, dan mempersiapkan 1 liter air kelapa muda dan air putih disampingnya untuk diruqyah bersamaan dengan istri. Dan istri menggunakan hijab sempurna agar khusyuk dan merupakan bagian dari adab do’a. Setelah mengucap Taawudz, Ayat Kursi, Al Falaq dan An Nas sebagai do’a perlindungan sebelum memulai ruqyah saya mengucapkan istighfar, sholawat dan berdo’a kepada Allah agar dilancarkan proses persalinan istri. Ini adalah muqodimah awal dalam setiap ruqyah syar’ie. Selanjutnya saya sentuhkan tangan kanan saya persis diperut istri, mendekatkan bibir kepadanya dan mulai membaca do’a-do’a Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam untuk mengawali ruqyah. Kemudian membaca al Fatihah, Al Baqarah 1-4, 102, 163-164, 255-257, 284-286, Al Imran 18-19 dan bayi didalam mulai bergerak-gerak seakan musafir kehausan mendapat air segar. Saya mengulang-ngulang ayat itu dan bayi mulai motah berputar-putar hingga istri saya gelid an memegangi perutnya. Ruqyah dilanjutkan dengan membaca surah-surah berikutnya hingga selesai. Ada kesimpulan besar disini, selama ini saya yakin bahwa bayi sungsang dan terikat ari-ari bisa lahir dengan normal hanya mendengar testimony kawan-kawan alumni pelatihan ruqyah yang saya bina dan juga video-video keajaiban Al Qur’an saat dibacakan pada janin dalam kandungan dan kemudian bayi sujud –saat itu– saya merasakan sendiri bahwa bayi tidak hanya bergerak namun berputar. Masyaa Allah.. Selanjutnya saya meruqyah Air kelapa dan air putih untuk minumannya. Saya dekatkan bibir saya kepada dua wadah air dan membacakan surah al Fatihah 7x, Al Kafiruun 1x, Al Falaq dan An Nass masing-masing 3x. Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam membacakan surah Al Kafirun kepada air yang dicampur garam saat mengobat luka sengatan. 9 April 2016, 18.20 PM Hari itu istri mencoba check kandungan di Klinik Bersalin Ranti di daerah ciangsana cibubur dan hasilnya menakjubkan, bidan disana mengatakan dengan penuh percaya diri bahwa air ketuban normal dan sudah mulai bukaan 2. Disana mulai ada cahaya yang merekah! Bahkan sang bidan disana menyimpulkan, masih ada satu minggu waktu untuk menunggu. Dan istri mengatakan, bahkan, bu bidan lela (istri rahmat bekam) sebelumnya prediksi bahwa masih ada dua minggu waktu. Hal ini membuat saya termenung, kenapa bisa-bisanya seorang dokter specialist menyarankan induksi dengan kondisi ketuban yang menakutkan? Apakah alat-alat itu terlalu modern? Kepenasaranan ini mulai menggelitik saya untuk menggali lebih dalam tentang apa itu Air ketuban. Saya menggalinya di internet dan juga menggali beberapa informasi dari istri tentang apa yang dokter lakukan saat USG dan kemudian menyimpulkan tentang air ketuban. Dan disini ada hal yang menarik lagi. Saat USG dokter memperlihatkan melalui layar kombinasi warna gelap, biasanya, selama usia kehamilan 1-9 bulan dilayar itu terlihat kondisi bayi dan bentuknya; tangan, jemari, kepala, kaki termasuk jenis kelaminnya. Saat alat detector ditempel di perut istri, tampilan pada layar itu hanya gelap, dengan kondisi demikian artinya air ketuban sudah hamper habis (dinding rahim melekat pada bayi, karena tidak ada air atau sedikit). Saya sontak teringat banyak kasus yang dilalui dalam teraphy ruqyah, pasien mengakui dan menyebutkan jenis penyakitnya terlihat di Xray, namun saat operasi tidak ada. Jika syaitan bisa mempengaruhi electron listrik, mempengaruhi dan merusak koneksi internet, laptop bahkan beberapa kehancuran pada bentuk-bentuk jasad, maka sangat mungkin juga mempengaruhi tampilan alat dokter kandungan. Masih segar diingatan saya ketika menteraphy seorang umaht di Kenya, afrika timur. Beliau mengaku 6 kali dioperasi dan 2 kalinya adalah operasi cesar, dari 4 operasi tersebut dokter mendeteksi benda hitam pada perutnya dan ketika dibedah benda itu tidak ada. Kasus ini banyak terjadi (sekali lagi, banyak terjadi) di rumahsakit dan kemudian mereka lari ke pengobatan alternative. Baiklah, saya melanjutkan upaya secara maksimum. Mendekatkan diri kepada Allah, menolong sebanyak-banyaknya muslimin-muslimah yang bisa ditolonga dan dimudahkan dengan teraphy Al Qur’an minggu itu. Termasuk upaya sedekah sesuai yang Allah mampukan dan takdirkan kepada kami, juga ibadah-ibadah lainnya. Berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni kami, karena tidak ada kesulitan kecuali disebabkan dosa dan kesalahan kita sendiri. Dihari yang sama saya mengisi private teraphy di rumah rehab bogor, 1 jam dari rumah. Hari itu saya sudah agak lega, tinggal menunggu hari lahir. Namun jujur, minggu itu kami lalui dengan sangat lama. “Hikmah itu selalu ada, dalam situasi tersulit sekalipun. Saat kita terbentur pada sebuah kondisi "tidak ada pilihan", sementara kaki lelah dan harus terus melangkah --maka-- disana Allah sedang mengajari kita untuk tabah. Menundukan kepala dalam-dalam, menyadari bahwa kita ini lemah tidak berdaya dihadapan ketetapan Allah yang maha gagah perkasa. Merasakan sebuah kekuatan sedang mengatur kita dengan kemahaanNya” 17 April 16, 11.35 PM. Istri saya mulai merasakan mulas hebat. Bapa Mertua dari Kediri sudah berjaga-jaga, dan Rafiq kecil tertidur pulas. Sambil memangkunya, saya berfikir keras. Seandainya dibawa kerumah sakit, apa yang akan terjadi dengan dia? Akhirnya kami menyimpulkan untuk kerumahsakit besok pagi. 18 April 16, 05.40 AM. Kami sudah ada diruang IGD, dan Istri dibawa ke ruang persalinan. Check-up dan lain-lain. Alhamdulillah sudah bukaan 3. Dan saya ke lantai 1 untuk Check-in. Istri dibawa kekamarnya. Kami tidak mengambil ruang VIP namun mengambil Ruang Kelas 1, dibawahnya. Pertimbangan mengambil ruang VIP sebelumnya adalah untuk menjaga hijab istri. Dan pertimbangan mengambil ruang kelas 1 adalah setelah kami tahu bahwa meski di ruang kelas 1, yang mana ada dua pasien tetap ada hijab. Dan yang lebih penting, ternyata semua kelas persalinannya diruang tertutup yang baik. Ini terjadi karena kami tidak pernah kerumahsakit sebelumnya. Hal yang mengesankan disana adalah ketika istri saya curhat tentang sikap salah satu bidan kepadanya, ia mengatakan ada bidan yang tidak ramah dan kasar saat cek sendiri diruang persalinan. Istri saya berkata, bidan itu berkata: “Ck..ck. Bagaimana bu upaya teraphynya. Diteraphy apa sih. Hipno-hipno gitu itu ya?” Katanya tanpa beban, bahwa seharusnya kamilah yang berkata dengan bangga karena tidak menerima atau menolak induksi minggu kemarin. Bayangkan kalau minggu kemarin melakukan induksi, pasti gagal karena belum saatnya. Dan kalau induksi gagal maka tindakan selanjutnya adalah Caesar. Istri saya menjawab: “Bukan, suami saya hanya membacakan al Qur’an kepada saya. Namanya terapy Ruqyah”. “Hh.. Yang paling penting kan mulesnya, untuk bukaan itu ya harus mules bukan diruqyah”. Kata bidan itu, menyakiti hati saya saat mendengarnya dari istri. Saya hanya berkata; “Sabar. Ini belum seberapa. Mereka hanya tidak tahu”. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik selanjutnya saya mengawasi setiap gerak dan tindakan. Disamping istri, mengatur strategi, mengatur waktu, memotivasi, menemani dan yang terpenting memastikan si kaka Rafiq tidak bosan. Bukaan 4, 5, 6 dan 7 berlalu menggembirakan meski lebih lama dari normal. Prediksi lahiran adalah selepas dzuhur, selambatnya ashar. Sebelum ganti shift bidan menyimpulkan, selambat-lambatnya maghrib insyaAllah lahir. Murotal Al Qur’an terus mengalir mewarnai keluh kesah hati kami. 18 April 16, 02.40 PM. Bidan shift sore datang, berwajah tegas-professional dan berkata; “Bu. Check lagi”. Ia memegang perut istri, memasang alat denyut jantung dan mencetaknya. Dan menawarkan oksigen, serta menaruh disampingnya. Dan ia menyimpulkan masih bukaan 7, dan menyarankan dibawa keruang persalinan. Alasannya sangat logis, agar nanti tidak buru-buru saat kontraksi. Dan saya menerimanya tanpa alasan. 18 April 16, 02.55 PM. Istri sudah diruang persalinan, dipasang infus dan selang oksigen. Hal ini membuat ayah mertua panic dan menelpon ibu mertua untuk segera kejakarta. Saya memperhatikan dengan seksama, drama ini. 18 April 16, 03.03 PM. Suster tadi kembali dan membawa selembar kertas dan papan yang ia dekap didadanya. “Bapa, ini sudah jam 3, dan saatnya lahiran. Namun kondisi mulas malah makin berkurang. Saya izin untuk memasang akselerator” kata bidan itu sangat elegan membuat saya hati-hati untuk bicara. “Akselerator, apa bedanya dengan induksi?” Jawab saya. “Beda. Kalau induksi itu membuat mulas sebelum mulas. Kalau akselerator itu menambah mulas setelah mulas. Agar lancer dan cepat lahir.” Katanya sambil senyum. Saya diam. Dan lalu menimpali. “Sama saja. Apa tidak bisa tunggu sebentar?” Kata saya kemudian. “Sudah saatnya pa, ini saran dokter” katanya. Padahal entah dimanakah bu dokter itu. “Kalau tunggu dulu bagaimana, saya kan bilang tidak mau di induksi?” Jawab saya. “Kalau bapa nolak, bapa harus menandatangani bahwa bapa menolak tindakan medis” Katanya sambil menggerak-gerakan kertas ditangannya dan tidak lupa senyum. “Tunggu satu jam!” Tukas saya. “Iya, kalau bapa nolak harus tanda tangan. Lagian, bapa ini sudah dua kali nolak induksi. Kita harus cek, ada apa ini?” Katanya membuat urat leher saya menegang. “Baik, apa susahnya tanda tangan? Tapi tujuan anda minta izin kan sebagai persetujuan. Dan ingat, praduga dokter itu juga bisa salah. Saya menunggu dari 2 minggu lalu detik-demi-detiknya. Dan, bayangkan kalau saya setuju induksi minggu lalu. Sudah rusak istri saya. Jangan samakan saya dengan pasien-pasien BPJS anda!” jawab saya meninggi. Suster itu diam, dan berkata singkat; “Baik” lalu pergi. 6 Jam dari saat itu adalah waktu sulit kami. Tidak ada poses bukaan, mulas sudah berkurang. Suster tidak lagi diruangan hanya sesekali mengecek. Diruangan sebelah terdengar jeritan tangisan bayi berulang-ulang menandai telah lahir jiwa baru. Namun kami masih menunggu, dan disaat itu pula Allah tunjukan keagungan-Nya. 18 April 16, 07.40PM. Maghrib dan Isya sudah berlalu, do’a sudah dihantar kelangit. Al Qur’an mengalun, ruangan sepi. Diblok lain Rafiq bersama bibinya sudah tertidur pulas setelah main sendiri seharian tanpa ayah dan ibunya. Dan ini adalah hal pertama baginya. Mertua saya pergi ke Airport menjemput ibu Mertua. Tinggal saya dan Istri. Wajah istri mulai pucat sudah lebih dari 20 jam proses bukaan 3 sampai 7 dan terkunci disini. Bidan mengabarkan; “Pa. jika bapa tetap tidak mau induksi. Sebaiknya dibawa lagi ke kamar inap”. Saya hanya mengangguk lemas, namun didada saya masih membara sebuah keyakinan bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan perencanaan dan jalan-jalan. Jangankan janin manusia, anai-anai dan semut kecil saja sudah Allah atur hidup dan matinya. Milyaran bakteri Allah atur hidup matinya dalam hitungan jam, apalagi manusia. Suster sibuk diruang sebelah, dan saya melepaskan genggaman tangan istri dan meletakannya di perut. Mulai melakukan upaya terakhir, sebelum istri dibawa kembali ke ruang rawat inap. PROSES RUQYAH 2. Pertama saya memberitahu dan mengajak istri untuk menghentikan proses dzikir. Karena selama proses menunggu bukaan berikutnya, saya sarankan istri untuk beberapa kalimah yang agung, diantaranya; berdzikir “Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntum minadzolimiin”, karena itu yang diucapkan Nabi yunus saat ada dalam puncak kesulitan diperut ikan. Juga dzikir “Ya Hayyu Ya Qayyum” karena itu hal yang diucapkan Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam saat ia ada dalam kondisi genting. Selanjutnya, karena masih punya wudhu, saya langsung memulainya dengan Ta’awudz, Basmallah dan surah al Fatihah dengan suara lirih dan kemudian semakin menguat. Posisi bibir sangat dekat dengan Rahim istri. Seperti ruqyah biasa saya mulai dengan Al Fatihah, Al Baqarah (1-4, 163-164, 255-257, 284-286) dan saya mengulang-ngulang secara menyeluruh tiap ayatnya sebanyak 3 sampai 7 kali, dan mengulangnya lebih banyak pada surah al Baqarah ayat 257. Kemudian dilanjut surah Al Imrah ayat 18-19 dan pada ulangan yang ke3 atau 4 saya mendengar istri berbisik lirih. “Bi. Ada sesuatu yang mengalir keluar”, katanya. Dan saya mengecek ternyata ada cairan, lendir dan bercampur darah mengalir. Saya memberitahu suster yang ada diluar da nada dua suster yang masuk mengecek dan positive ketuban pecah. Allahuakbar! Kedua suster itu pun segera membenahi ruangan dan peralatan yang disiapkan. Saya mengabari ayah ibu mertua dan juga ayah ibu kandung, memohon do’a mereka agar dimudahkan. 18 April 16, 08.50 PM Ketuban pecah dan Bukaan 8. 18 April 16, 09.40 PM Bukaan 9. 18 April 16, 10.10 PM, Dokter datang dan kepala bayi sudah meraksuk keluar. Dokter sigap menangani proses lahiran dan jam 10.15 malam itu Salman Al Farisi, putra kedua kami terlahir dengan sempurna. Berat 3.04 kg dan panjang 50cm. Saya memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan membacakan ucapan selamat datang kepada putra kedua dengan lantunan Syahadatain ditelinganya dan kemudian mentahniknya. Sesaat setelah lahiran, dan bayi mulai di observasi. Seorang suster yang baik hati, yang mengurusi proses terakhir lahiran itu berkata kepada Istri; “Bu. Disamping sedang operasi Caesar, padahal ia masuk bareng ibu dan saat itu ia juga disaranin induksi namun gagal”. Banyak sekali proses Induksi dan Caesar yang tidak wajar terjadi, tidak semua kesalahan terjadi pada praktisi medis karena mereka hanyalah instrument dari dunia farmasi dan industri rumahsakit. Kesalahan terbesar adalah pada sistem yang jahat dan kelemahan iman yang membuat ketawakalan seseorang berkurang, terlindas dunia dan orang-orang materialist. 19 April 16, 05PM, Dokter mengizinkan pulang. Seharian dikamar inap, saya dan istri mendengar rintihan pasien sebelah yang tidak henti-hentinya. Beliau di Caesar 2 hari kemarin dan hari pertama memang tidak ada tanda-tanda penderitaan, namun hari kedua saya menyaksikan derita wanita-wanita yang dioperasi. Rasa panas bekas sayatan dan jahitan, juga sakit yang menjalar dipunggung dan kepala. Selama masih ada tawakal yang tersisa, maka jangan sekali-kali serahkan istri anda untuk di Caesar. Tindakan ini hanya boleh diambil saat tidak ada pilihan, atau dalam kondisi khusus. Jangan cepat menelan mentah-mentah apa yang diprediksi dokter pengobatan dokter adalah dugaan manusia sementara Al Qur’an adalah wahyu yang pasti. Wallahu ta’ala alam.
   
Jumlah Posts : 5
Jumlah di-Like : belum ada like

ada bacaan dari milis sebelah...


Pak Arif,
ini ada 3 potongan email & artikel yang pernah saya dapat.
Moga sedikit membantu


Wassalam
(YENTI-mama VARI)


Carpal Tunnel Syndrome
1. JANGAN SEPELEKAN KESEMUTAN!

Kesemutan kerap diabaikan. Padahal, bisa jadi itu
gejala awal carpal tunnel syndrome. Dan ternyata,
kebanyakan penderitanya perempuan, lo. Merajut pun
"dituding" sabagai salah satu pemicunya.

Coba ingat-ingat, seringkah Anda merasa kesemutan di
salah satu tangan atau jemari Anda? Atau rasa- baal
serta ngilu di bagian pergelangan? Jika jawabannya
"sering", Anda perlu waspada. Jangan-jangan, Anda
mengidap carpal tunnel syndrome (CTS).

Sekilas, namanya memang terasa "berat," padahal
sebetulnya ini adalah nama lain sindroma terowongan
karpal, yang tak lain adalah rasa nyeri di
pergelangan, tangan, dan pundak, akibat adanya tekanan
pada saraf medianus dalam terowongan karpal (letaknya
di pergelangan tangan).


Sekadar info, saraf di lengan kita ada tiga jenis.
Yaitu radialis yang letaknya di bagian atas, medianus
di tengah, serta ulnaris yang di bawah. Saraf medianus
agak spesifik, karena secara anatomis berjalan di
bagian tengah lengan, melewati terowongan (tunnel) di
daerah karpal di telapak, kemudian menuju jari-jari
tangan.

CTS akan terjadi jika saraf medianus terjepit di
terowongan karpal. Efek yang biasa dirasakan penderita
adalah rasa nyeri pada jemari, kesemutan, rasa baal
(mati rasa) pada telapak tangan dan jemari.
"Kadang-kadang ada rasa panas (burning sensation), dan
otot-otot di sekitarnya mengecil," ujar DR. dr. A.
Bambang Darwono, Sp.B, Sp.OT.

Biasanya, awalnya penderita CTS akan mengalami sulit
tidur, karena terganggu rasa nyeri pada tangan atau
pergelangan. "Bisa juga rasa nyeri akan timbul ketika
si penderita berada di ruang berpendingin udara." Rasa
ngilu dan nyeri ini bisa segera dihilangkan dengan
cara menggerak-gerakkan tangan, supaya aliran darah di
pembuluh darah disekitar terowongan kembali normal.

Namun, jika dibiarkan berlarut-larut, kerusakan saraf
akan semakin parah. Malah ujung-ujungnya, tangan kita
tidak lagi bisa berfungsi normal.

KEBANYAKAN PEREMPUAN
Yang mengejutkan, perempuan ternyata lebih mudah
terkena CTS. "Risiko perempuan terkena CTS lima kali
lebih besar dibandingkan pria. Umumnya terjadi pada
usia 30 - 60 tahun," urai Bambang. "Jumlah
penderitanya cenderung meningkat dari tahun ke tahun,
dan usianya cenderung semakin muda." Salah satu
penelitian di Amerika menyebutkan, saat ini CTS
mengincar penderita usia 25-34 tahun.

CTS mengincar orang yang banyak melakukan pekerjaan
dengan tangan. "CTS banyak sekali diderita oleh mereka
yang jenis pekerjaannya menuntut jari dan pergelangan
tangan bergerak secara ritmis dan terus menerus.
Misalnya mengetik atau data entry. Bahkan, para ibu
yang sering merajut juga berisiko tinggi terkena CTS,"
imbuh Bambang. Pekerjaan rumah tangga juga banyak yang
berisiko tinggi menyebabkan CTS. Misalnya saja menyapu
dan mengulek bumbu.

Menurut Kepala Departemen Rehabilitasi Medik RS Gatot
Soebroto ini, gerakan-gerakan yang dilakukan terus
menerus dalam jangka waktu lama tersebut menyebabkan
stres pada jaringan di sekitar terowongan karpal,
sehingga jaringan tersebut mengalami degenerasi, dan
menyebabkan saluran terowongan menjadi sempit.

Selain disebabkan jenis pekerjaan tertentu, CTS juga
bisa diakibatkan oleh penyakit lain. Misalnya diabetes
dan kelainan tyroid. "Umumnya, pasien yang menderita
CTS gara-gara penyakit lain seperti ini, pengobatan
akan difokuskan ke penyakit yang mendasarinya terlebih
dahulu, baru CTS-nya. Jika setelah diobati tetap
gagal, barulah dilakukan operasi," tutur Bambang.

CTS juga kerap diderita oleh ibu hamil. "Karena
perubahan hormonal, cairan tubuh lebih banyak, dan
menyebabkan bengkak. Ini bisa pula menyebabkan CTS."
Namun, para ibu tak perlu khawatir, karena CTS yang
terjadi selama kehamilan biasanya langsung hilang
seiring dengan lahirnya bayi

2. Penyebab Carpal Tunnel Syndrome pada kehamilan
Oka, 25 Nov 2004 13:11:03 WIB
Dokter Ferry Yth. Saya sdg hamil anak pertama dan sdh
memasuki usia 33 minggu kehamilan. Baru seminggu
terakhir ini saya merasakan kesemutan yang agak parah
di jari2 tangan kanan saya (kecuali kelingking).
Terjadinya terutama di malam hari dan di pagi hari
karena sakitnya sampai saya kesulitan melakukan
aktivitas yg menggunakan tangan. Sampai hari ini saya
masih merasa kesemutan. Terakhir saya kontrol (Sabtu,
20 Nov), total kenaikan berat badan saya baru 7 kg,
dan tensi hanya 90/70. Saya baru cek gula darah dan
hasilnya 93 (Nilai normal < 180). Dari informasi yg
saya cari2 di internet kemungkinan saya terkena Carpal
Tunnel Syndrome (CTS) karena indikasinya mirip sekali.
Yang ingin saya tanyakan dok, kenapa bisa terjadi
pembengkakan saluran carpal ini pada saat hamil ?
Mungkin tidak ada hubungannya, tapi sebagai tambahan
informasi, pergelangan kaki saya juga agak bengkak
sedikit, tapi selalu berusaha saya atasi dengan minum
air minimal 2 lt sehari dan mengangkat kaki selama
tidur. Saya juga selalu berusaha tidur miring ke kiri
krn katanya posisi tidur spt ini adalah yg terbaik utk
aliran makanan ke janin. Tapi semakin lama saya tidur
miring, semakin parah kesemutan tangan kanan saya.
Tangan kiri juga sedikit bermasalah dengan kesemutan
ini. Saya juga minum suplemen B complex (B1, B2, B6,
B12, dll), dan suplemen omega 3 dg tujuan mengurangi
pembengkakan saluran syaraf tsb. Apakah ada nutrisi
lain yg bisa membantu ? Terimakasih banyak sebelumnya
dok. Salam, Oka

Ibu Oka Yth, Saya senang sekali ibu sudah ada usaha
untuk mencari2 keterangan tentang keluhan yg ibu
hadapi ini. Memang benar, apa yg ibu hadapi ini adalah
CARPAL TUNNEL SYNDROME, yg diakibatkan oleh karena
penekanan khususnya nervus medianus yang mempersarafi
jari telunjuk, tengah dan jari manis. Keluhan ini
sering muncul pada ibu hamil. Berdasarkan hasil
penelitian sebesar 2,3% saja yang ditemukan mengalami
gejala ini dari 2400 ibu hamil. Gejala ini 80%
biasanya menyerang kedua tangan. Gejala ini biasanya
sembuh sendiri setelah melahirkan, tetapi bila keluhan
terasa cukup mengganggu diperlukan pengobatan. Bila
keluhan parah sekali baru dipikirkan untuk dilakukan
tindakan operasi. Pada kasus ibu ini, saya sarankan
cukup dengan mengkonsumsi vitamin neurotropik seperti
yg sudah ibu makan yaitu vitamin B kompleks ditambah
dengan bila ada nyeri sekali minum obat penghilang
nyeri seperti parasetamol 500 mg (Panadol) atau asam
mefenamat (Ponstan) yang dijual bebas di apotik. Atau
bisa juga dengan pengurutan di daerah pergelangan
tangan dengan diberi minyak hangat. Nutrisi lain yg
bisa membantu, saya rasa cukup vitamin itu tadi, bisa
juga dengan megkonsumsi Neurobion 3x1 tab yang juga
dijual bebas di apotik2 selama 2 minggu. Demikian,
terima kasih. (dr Ferry SpOG, RSIA EVASARI, Jkt)

   
25-01-2013 14:10:20 anak saya kelelahan
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
dok anak saya berumur 3 tahun 1 bulan.. Baru setahun ini anak saya sering mengalami sesak. Berobat ke dokter spesialis anak,anak saya dibilang banyak dahak. Berobat ke dokter umum anak saya dibilang asma. Anak saya bawa ke terapi katanya urat dijantung ketutup lemak. Saya bingung dok. Setiap kelelahan anak saya selalu batuk2 dan sesak nafasnya.. Tidak tega melihatnya. Tolong dok, dimana saya bawa anak saya?

Dari : syska arcoweta

Jawaban:


Dear Bunda,

Apabila anak Bunda mengalami serangan asthma bronchial, maka gejala yang akan timbul berupa sesak nafas, bunyi “ngik” atau mengi saat menghembuskan nafas, cuping hidung akan ikut membantu menangkap udara dan bergerak saat bernafas. Serangan asma ini terjadi sewaktu-waktu misalnya ketika terpapar allergen atau pencetus, karena asma seperti layaknya reaksi alergi, ia akan timbul bila ada pencetus. Apabila anak sedang tidak terkena serangan asma, maka pemeriksaan fisik tidak akan menunjukkan adanya kelainan.

Apabila ada gangguan pada jantung, pada pemeriksaan dapat ditemukan kelainan bunyi jantung atau tanda-tanda fisik lain yang mengarah pada adanya kelainan jantung, misalnya adanya sesak saat beraktifitas (bermain, berjalan, ketika menangis), timbul kebiruan pada kulit ketika sesak terjadi terutama pada wajah disekitar mulut, bibir ataupun ujung-ujung jari tangan dan kaki karena kurangnya aliran darah yg membawa oksigen. Anak sering terlihat lemas dan tidak mau makan. Bila bunda ragu dan ingin melakukan pemeriksaan, maka Bunda dapat memeriksakan anak Anda pada dokter Spesialis Anak dan menceritakan kerisauan Anda mengenai diagnosa-diagnosa yang pernah Bunda terima dan mengusulkan untuk pemeriksaan lebih lanjut.  Demikian jawaban saya, semoga dapat membantu Anda.


   
Jumlah Posts : 14
Jumlah di-Like : belum ada like
Pengobatan Asam Urat - seherbal.com
Penyakit Asam Urat sudah ada sejak zaman dulu, adapun pengobatan asam urat yang ampuh dan tidak akan kambuh lagi setelah di obati sangat jarang sekali yang ada, nah untuk itu sangat tepat sekali anda berkunjung di website seherbal.com, kami telah menyediakan obat untuk menangani asam urat hingga tuntas dan tidak memiliki afek samping.

Sekilas Tentang Asam Urat :

Asam urat adalah asam yang berbentuk kristal-kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (bentuk turunan nukleoprotein), yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman ( sayur, buah, kacang-kacangan) atau pun hewan (daging, jeroan, ikan sarden ).

Gejala Asam Urat

- Sendi terasa nyeri, ngilu, linu, kesemutan dan bahkan sampai membengkak dan berwarna kemerahan (meradang)

- Biasanya pada persendian terasa nyeri saat pagi hari (baru bangun tidur) atau malam hari.

- Terasa nyeri pada sendi terjadi berulang-ulang kali.

- Yang diserang biasanya sendi jari kaki, jari tangan, dengkul, tumit, pergelangan tangan serta siku.

- Pada kejadian kasus yang parah, persendian terasa sangat sakit saat akan bergerak.


Testimoni

Nama : Rufina Ginting

Umur : 52 tahun

Asal : Depok, Jawa Barat

Profesi : Pensiunan Swasta

Penyakit : Asam Urat

Minum ACE MAXS satu botol pertama reaksinya langsung terasa. ’’Ketika bangun pagi telapak kaki saya sudah tidak sakit lagi, masuk botol kedua saya sudah berani makan makanan yang berkolesterol tinggi seperti kue-kue, daging-dagingan, kacang-kacangan, tetapi tetap saja dengan porsi yang sedikit. Saya sudah minum 6 botol ACE MAX’S dan syukur Tuhan semuanya menjadi lebih baik dan sehat bersama ACE MAX’S dan saya akan terus minum ACE MAX’S namun dosisnya saya kurangi dari 70 ml per hari sebanyak 3 kali, sekarang saya minum hanya 35 ml 1-2 kali sehari.


Dapatkan Obat Asam Uratnya Disini>>>

Untuk cara pemesanan ACE MAX, langsung saja kirim sms pesanannya ke nomor 085317668623 / 087826012364 dengan format sebagai berikut :

AX : Jumlah Pesanan : Nama Lengkap : Alamat lengkap Pengiriman : No. Hp / Telepon

Contoh :
( AX : 3 botol : Arif awaludin :  Jl. siliwangi. Tasikmalaya Jawa Barat : 08132xx )

BERIKUT DAFTAR HARGA DAN DISCOUNT ACE MAX SESUAI DENGAN JUMLAH PESANAN

    1 Botol Rp. 220.000    ( Belum ongkos kirim   1 Kg  )
    2 Botol Rp. 440.000    ( Belum ongkos kirim   2 Kg  )  Discount  Rp.  10.000
    3 Botol Rp. 660.000    ( Belum ongkos kirim   3 Kg  )  Discount  Rp.  30.000
    6 Botol Rp. 1.320.000 ( Belum ongkos kirim   5  Kg )  Discount  Rp.  160.000
    Apabila Ada Yang kurang di mengerti silahkan hubungi ke ( sms / Tlp ) 085317668623 atau  087826012364

Alamat : Jln. Siliwangi. Depan Brigif. Tawang. Tasikmalaya. Jawa Barat.
   
25-10-2011 11:14:05 tips saat bayi baru lahir
Jumlah Posts : 5
Jumlah di-Like : belum ada like

1.    Saat bunda akan memandikan sikecil, pastikan anda telah menyiapkan semua kebutuhan mandi sikecil dengan lengkap.

2.    Setelah semua persiapan lengkap, pastikan anda meletakkan semua keperluan tersebut di dekat tempat anda memandikan bayi. Lebih baik anda mematikan AC saat memandikan sikecil, agar hangat dan nyaman bagi sikecil.

3.    Gunakan air hangat saat memandikan sikecil ya bun, agar bayi tetap hangat dan nyaman saat dimandikan.

4.    Cek suhu air, agar air tidak terlalu panas atau terlalu dingin untuk bayi anda. Buka semua pakaian sikecil kecuali perban yang membungkus tali pusar sikecil. Usapkan baby oil sambil member pijatan lembut.

5.    Pastikan anda memegang bayi anda dengan kuat namun lembut agar tidak terpeleset saat menyabuni dan mengeramasi sikecil.

6.    Jika anda belum berani memandikan bayi anda dengan 1tangan, anda bisa menggunakan waslap dan meletakan sikecil di alas mandi dr plastic yg empuk. Bersihkan dengan lembut karena kulit bayi masih sensitive dan mudah iritasi. Bersihkan bagian lipatan leher, tangan dan kaki bayi, karena mudah menimbun kotoran.

7.    Bilas hingga benar-benar bersih seluruh bagian kulit bayi anda. Keramas pada bayi hanya diperlukan 2x seminggu dengan shampoo bayi. Bilas hingga bersih dan hati-hati jangan sampai air masuk ke telinga.

8.    Setelah selesai, langsung letakkan bayi anda diatas handuk dan dilap dengan cara ditekan-tekan tidak perlu digosok. Ganti perban pembalut tali pusar sikecil, kemudian usapkan menyak telon agar tetap hangat, taburi bedak bayi. Pakaikan baju, popok, kaus tangan dan kaki.

9.    Simpan perlengkapan mandi sikecil dalam 1kotask, agar memudahkan anda.

10. Jika bayi anda tidak suka dibersihkan wajahnya, jadi anda boleh membersihkannya di waktu yg terpisah.

11. Jika bayi anda sudah bisa didudukan, anda bisa menambahkan mainan di bak mandi agar dapat menikmati saat mandinya.

12. Usahakan tidak memandikan bayi ketika baru selesai makan atau minum susu, karena dy bisa muntah.

13. Jangan melepaksan tangan anda selama memandikan sikecil, karena akan tergelincir dan tenggelan walau air hanya setinggi 5cm

14. Pastikan air tetap hangat, tidak terlalu panas atau terlalu dingin.

15. Pastikan anda menggunakan produk khusus bayi bukan produk orang dewasa, karena kulit bayi sangat sensitive.

16. Usahakan perban tali pusar tetap kering, untuk menghindari infeksi. Jika anda kesulitan, sebaiknya anda tidak memandikan sikecil didalam bak mandi dahulu.

17. Bersihkan terlebih dahulu bagian mata dengan kamas yg terendam air matang.dari arah ujung mata hingga kea rah hidung. Bersihkan pula lubang hidung dengan cotton buds yg telah telah d celupkan ke air bersih. Jangan memasukkan cotton buds terlalu dalam, dan pakai kapas yg berbeda tiap lubangnya.

18. Bersihkan juga telingan sikecil dengan cotton buds yg sudah diberi baby oil. Jangan masukkan cotton buds terlalu dalam. Bersihkan bagian luar telinganya saja.

19. Setelah mandi, jika cuaca memungkinkan, ajaklah sikecil berjalan-jalan atau berjemur dibawah sinar matahari pagi.

20. Usaplah wajah dengan air matang agar terhindar dari infeksi kulit.

21. Perhatikan mulut sikecil. Jika pada lidah tampak seperti bekas susu yg tebal, mungkin sikecil terkena jamur mulut, segera konsultasikan dengan bidan anda.

22. Pastikan anda menjaga kebersihahan kulit sikecil setelah buang air. Bersihkan dengan air hangat, kemudian lap sampai kering dengan kain yg halu.

23. Ganti perban tali pusar 2x sehari. Pastikan tali pusar tidak basah dan infeksi. Tali pusar yg sehat akan lepas setelah umur 6-7 hari.

24. Ganti popok tiap kali basah karena sikecil buang air. Bersihkan bokong bayi dengan air hangat dan keringkan, agar kulit tidak infeksi dan lecet.

25. Mandikan bayi 2x sehari saja ya bun. Pada bulan pertama, bayi akan sering lapar hingga menangis. Jadi anda harus menyusui sesering mungkin.

26. Pada minggu pertama bayi, anda tidak perlu menjadwalkan jam makan sikecil. Berilah ia makanan sesering mungkin. Penjadwalan akan terbentuk kira-kira minggu ke 5. #Avent

27. Buang air sikecil pun terjadwal. Semakin sering ia buang air itu bertanda ia cukup makan. Jangan tunda mengganti popok sikecil agar kulit tidak iritasi.

28. Perhatikan juga air seni dan feses sikecil, karena itu juga bisa menjadi alat ukur kesehatan sikecil.

29. Pastikan sikecil menggunakan pakaian yg nyaman. Tidak membuatnya gerah, atau kedinginan.

30. Sepatu dan topi untuk bayi juga bermanfaat untuk mencegah masuk angin. #Avent

31. Bijaksanalah dalam memilih perlengkapan bayi seperti shampoo, sabun, lotion, oil. Pakailah produk yg telah teruji secara klinis.

32. Perhatikan penggunakan kosmetika pada sikecil. Jika kulit menimbulkan bercak merh, segera hentikan penggunakan kosmetika tersebut.

33. Juga perhatikan pelembut pakaian yang digunakan untuk pakaian sikecil. Bahan kimia yg terlalu kuat bisa menyebakan iritasi kulit pada bayi.

34. Bayi cenderung mengamuk saat pakaian dilepaskan, mandi, keramas, dan pemberian obat tetes mata dan hidung, maka lakukan kegiatan tersebut dengan cepat namun aman. Alihkan perhatian sikecil dengan mengajak bercakap-cakap.

35. Tetap jaga suhu ruangan tempat bayi bermain dan tidur. Pastikan tidak terlalu panas atau dingin, hal ini dapat mengurangi tangisan sikecil.

36. Tidak dianjurkan obat pembasmi serangga di kamar bayi anda, kiarena racunnya bisa menempel di barang-barang bayi.

37. Mainan untuk sikecil tidah hanya untuk menghibur sikecil, tapi juga mengenalkan bayi pada barbagai bentuk dan melatih otot mata agar lebih focus.

38. Pilihlah mainan bayi yg berwarna cerah. Mainan bergerak dan berbunyi yg digantung ditempat tidur dapat merangsang pendengaran danpenglihatamn sikecil.

39. Total waktu yg diperlukan untuk bayi tidur adalah 16jam. Jadi pastikan bayi anda memiliki tidur yg efektif dan nyaman ya bun. Kenali penyakit bayi baru lahir, seperti kuram popok, hidung mampet, infeksi mata, lidah berjamur, dan demam pasca imunisasi. Cepat cari tahu dan atasi.

40. Bunda, jaga mood dan kondisi suasana hati anda, karena perasaan bayi yang halus membuat bayi dapat merasakan perasaan anda. Dan dia bisa ikutan rewel.

41. Warna kuning yang keluar dari ASi pertama kali tidak boleh dibuang, karena mengandung protein dan antibody yang menmbuat bayi lebih kuat menghadapi penyakit.

42. Ibu yang karena suatu hak tidak bisa menyusui bayinya dalam beberapa waktu tdk perlu ragu untuk menyusui bayi lagi, karena ASi tidak dapat basi seperti susu formula.

43. ASI bersifat lebih mudah dicerna, sehingga bayi cepat lapar, 1-3jam sekali.

44. Simpan ASI dalam Freezer bisa bertahan selama 2minggu-4 bulan, dalam suhu kamar 4-8jam dan lemari pendingin 24-48jam. Jadi catat tanggal dan waktu pemerasan ya bunda.

45. Saat hendak diberikan, ASI jangan dipanaskan karena kandungan ASI bisa rusak. Cukup dengan merendam ASI ke air hangat hingga ASI tidak dingin lagi.

46. Menangis adalah salah1 cara komunikasi sikecil dgn kita bun, jadi tidak selalu krn lapar. Mungkin Karen popok basah atau tidak nyaman saat menyusui.

47. Mungkin sikecil nangis juga sebagai poeringatan bahwa sedang tidak sehat, coba cek kondisi sikecil ya bun.

48. Sikecil yang kangen sama bunda dan ayah yang sibuk kerja juga suka menggunakan tangisan untuk menarik perhatian anda loh. Mari bermain bersama sikecil.

49. Ajaklah sikecil untuk bermain atau berjalan-jalan untuk menenangkan sikecil yang sedang menangis.

50. Jangan ragu untuk segera menimang atau menggendong sikecil segera setalah ia menangis. Menurut penelitian, hal ini dapat membuat sikecil lebih mandiri nantinya.

51. Untuk menurunkan demam anak lebih baik menggunakan kompresan air hangat daripada air dingin. Jangan menggunakan alcohol ya bun.

52. Perhatikan feses sikecil ya bun, selama mengkonsumsi ASI, fesesnya akan cair dan seperti berbiji. Feses baru berbentuk ketika usia diatas 4bulan.

53. Perbanyak pengetahuan tentang pola tingakah laku sikecil ya bunda, agar bunda bisa mengetahui masalah sikecil sejak dini.

54. Gejala autism dapat diketahui sejak dini, pencegahan dari awal lebih baik bunda.

55. Tetap perhatikan berat dan tinggi badan sikecil ya bun, bagitu juga lingkar kepalanya.

56. Jangan terlalu sering memberikan antibiotik pada bayi ya bun, apalagi hanya penyakit ringan.

57. Pastikan anda sudah menjadwal imunisasi sesuai dengan anjuran dokter ya bun, jangan sampai terlambat.

58. Saat ini sudah ada vaksin 5 in 1 bun, jadi sikecil tidak terlalu banyak disuntik dan tidak demam yang terlalu tinggi dan jarang bengkak.

59. Pastikan teman anda yang ingin menengok sikecil sudah bersih saat berinteraksi dengan sikecil. Dan juga pastikan mereka tidak sedang sakit.

60. Kenakan baju bayi sesuai cuaca agar sikecil tidak kepanasan atau kedinginan.

61. Jangan biarkan anak anda bermain dengan kunci, karenan mereka akan cenderung memasukkannya ke dalam mulut. Sedangkan kadar timah terlalu tinggi dapat menyebabkan penurunan IQ.

62. Biasakan bayi tidur dalam posisi terlentak diatas selimut yg tidak terlalu lembut atau mudah bergeser. Hal ini untuk mengurangi resiko SIDS(Sudden Infant Death Syndrome)

63. Untuk member dosis pada anak sebaiknya sesua saran dokter karena untuk sikecil tidak bisa sembarangan.

64. Jangan biarkan ada barang berbahaya disekitar sikecil ya bun. Pastikan anda menyimpannya dengan baik.

65. Tidak semua yang alami itu aman bagi anak anda. Konsultasikan lebih dahulu ke dokter anda sebelum memberikannya kepada anak anda.

INFO

   
15-03-2011 14:14:52 5 bulan sudah nendang2
Jumlah Posts : 143
Jumlah di-Like : 3

Hii bunda semua semoga Artikel ini dapat membantu bunda semua ya

Arti Tendangan Bayi

Bagaimana rasanya?
Tidak seorang pun dapat mengatakan secara jelas kepada calon ibu yang baru pertama kali hamil, tentang apa yang akan dirasakannya pada saat kehamilannya itu terjadi. Bisa jadi seratus wanita akan memberikan seratus gambaran yang berbeda. Mungkin gambaran yang paling umum adalah “terasa getaran di perut”, “seperti ada kupu-kupu di lambung”, “seperti ada orang yang memukul perutku”, “seperti suara gelembung-gelembung yang pecah”, “sakit melilit”, “seperti diputar-putar pada alat bermain di taman hiburan”. Bahkan gerakan pertama ini sering disalahartikan sebagai adanya das atau bunyi perut lapar.

Kapan bisa dirasakan?
Perasaan adanya kehidupan yang sangat berkesan ini, biasanya terjadi pada minggu ke-18 sampai 22 kehamilan. Variasi waktu memang busa terjadi. Seorang ibu yang pernah memiliki anak sebelumnya akan lebih cepat mengenali getaran janin ini (karena ia tahu apa yang ia tunggu dan otot rahimnya sudah lebih lemas, sehingga lebih mudah merasakan gerakan) daripada mereka yang baru pertama kali hamil. Seorang wanita yang ramping akan dapat merasakan gerakan-gerakan yang lemah lebih awal, sedangkan wanita gemuk mungkin tidak menyadarinya sampai gerakan tersebut sudah lebih keras. Bisa juga gerakan tidak terasa karena kesalahan deteksi umur kehamilan. Meski normal-normal saja jika janin tidak “terasa” bergerak sampai usia kehamilan 20 minggu, anda bisa meminta tolong dokter melakukan USG (ultrasonografi) untuk memeriksa kondisi bayi. Yang penting, hasil USG menunjukkan bahwa denyut jantung janin tetap kuat dan aktivitas bayi terlihat normal. Jadi tidak perlu khawatir ya! Kenapa janin yang semula bergerak tiba-tiba diam?
Setelah janin mulai bergerak, timbullah kecemasan baru jika sewaktu-waktu gerakan janin tiba-tiba menghilang atau tidak cukup sering. Frekuensi gerakan memang sangat bervariasi dan bisa kacau. Meskipun janin sebenarnya bergerak setiap saat, namun hanya beberapa gerakan cukup kuat yang dapat anda rasakan. Gerakan-gerakan lainnya tidak bisa anda rasakan karena mungkin posisi janin menghadap dan menendang ke dalam. Bisa juga anda tertidur pada saat bayi anda aktif, karena banyak bayi yang waktu aktifnya adalah tengah malam.
Yang jelas, janin juga manusia. Dan layaknya kita, kadang-kadang janin punya hari giat ketika ia menggerak-gerakkan tumitnya, lengan dan tungkai. Juga hari yang pasif saat ia lebih ingin bersantai. Kegiatan janin sering berhubungan dengan apa yang anda lakukan. Seperti bayi yang baru lahir janin menyukai buaian.
Jadi ketika anda sibuk sepanjang hari janin pun tenang, seolah-olah terbuai oleh aktivitas gerak anda, dan anda cenderung tidak merasakan gerakannya. Begitu anda berhenti bekerja janin mulai aktif bergerak. Inilah sebabnya mengapa benyak wanita hamil lebih sering merasakan gerakan janin di tempat tidur pada malam atau pagi hari. Keaktifan janin juga dapat bertambah setelah ibunya makan. Hal ini diperkirakan sebagai reaksi atas naiknya gula darah. Sebagian wanita hamil juga merasakan peningkatan kegiatan janin saat mereka sedang gembira atau gugup, mungkin janin terangsang oleh respon adrenalin ibunya.

Perlu diperiksa
Gerakan janin biasanya menjadi lebih teratur dan menetap, batas masa aktif dan istirahatnya menjadi lebih jelas, pada usia kehamilan 28 sampai 32 minggu. Dan dari hasil penelitian dianjurkan agar sejak minggu ke-28 ibu hamil sebaiknya gerakan bayinya dua kali sehari.
Sekali pada pagi hari saat geraknnya cenderung lebih sedikit dan sekali pada malam hari saat gerakannya biasanya lebih banyak. Caranya, perhatikan jam ketika anda menghitung. Hitung setiap gerakan janin yang terjadi (tendangan, kedutan, desisi, bergulir). Berhentilah menghitung ketika anda mencapai angka 10, dan catat waktunya. 10 gerakan ini seringkali bisa didapatkan dalam waktu 10 menit. Kadang-kadang lebih lama dari itu. Bila anda belum mencapai angka 10 dalam waktu satu jam, minumlah susu atau makan makanan ringan, kemudian berbaring, bersantailah dan mulai menghitung kembali. Bila dalam satu jam belum terjadi 10 gerakan, segera hubungi dokter anda. Meskipun kepasifan janin belum tentu merupakan masalah kadang-kadang hal ini menunjukkan adanya stres pada janin. Dalam kondisi seperti ini perlu segera dilakukan tindakan perawatan.

Tendangannya makin bertenaga
Ketika janin anda sudah lebih matang di dalam rahim, ia juga semakin kuat sehingga gerakannya yang dulu seperti kupu-kupu, kini makin bertenaga. Jangan heran bila kadang-kadang tulang rusuk, perut atau leher rahim anda mendapat tendangan keras dan menyakinkan. Bila anda mendapat “serangan” seperti ini, cobalah berganti posisi. Hal ini bisa mengubah keseimbangan janin sehingga ia bisa berhenti “menyerang”. Selain itu meskipun terkadang anda terasa ditendang dari segala arah atau merasa dipukuli oleh selusin kepalan tangan, sebenarnya hampir pasti bahwa hanya sepasang tangan saja yang “menyerang” ke segala arah, ditambah siku, lutut, dan kaki-kaki mungil.

Jadi nikmatilah gerakan janin anda dan jangan membandingkannya dengan janin orang lain, karena setiap janin adalah unik, masing-masing memiliki kekhususan pola aktivitas dan perkembangannya sendiri.

*AYU ANDHIKA*
   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10
Sekedar berbagi info aja ya Bunda-bunda sekalian  

Penggunaan empeng pada bayi masih menjadi kontroversi. Kelompok yang kontra beranggapan, empeng bisa menyebabkan serangkaian dampak kesehatan. Tidak hanya gangguan gigi dan mulut, tapi juga diare. Tidak sedikit pula yang menuduh empeng sebagai penyebab anak sulit makan dan ketidakmandirian.

Terlepas dari semua itu, ada beberapa orangtua yang merasakan manfaat positif empeng. Salah satunya Lia, sebut saja begitu. Menurut ibu satu anak ini, empeng cukup membantu anaknya yang baru berusia 4 bulan untuk tenang. "Habis dia sering rewel. Segala cara sudah dicoba tapi tak berhasil. Saya jadi sulit menemukan waktu istirahat sehingga produksi ASI berkurang. Untunglah, setelah dikasih empeng tangisannya pun berhenti."

Ia juga mengatakan, kebiasaan mengisap jari berkurang sejak anaknya kenal empeng. Meski begitu, dia mengaku membatasi penggunaan empeng. "Sebelum tidur saya akan kasih empeng, tetapi sesudah dia pulas saya mencabutnya kembali."

RAMBU-RAMBU BIJAK

Sikap bijaksana memang diperlukan dalam hal penggunaan empeng, antara lain:

* Seperti dikemukakan Spesialis anak dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Dr. Najib Advani, Sp.A (K), MMed.Paed, "Gunakan empeng hanya jika ada indikasi." Misalnya, si kecil teramat rewel meski sudah dicoba diatasi dengan berbagai cara. Empeng bisa menjadi alternatif membuat anak tenang. Namun jangan biasakan memberikan empeng setiap kali anak rewel tanpa mau tahu apa penyebab kerewelan itu sendiri. Bukankah kerewelan seorang anak bisa disebabkan berbagai faktor. Bisa karena kesepian dan ingin diajak main, kepanasan, kedinginan, tidak nyaman karena popoknya basah, atau tidak merasa aman. Siapa tahu dengan mengatasi penyebabnya, anak bisa kembali tenang tanpa empeng. Pendapat senada disampaikan pula oleh psikolog perkembangan anak, Mayke S. Tedjasaputra, MSi., dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia "Meski empeng boleh dibilang sangat berjasa menenangkan anak untuk sementara waktu, tapi jangan sampai dijadikan sebagai alat utama untuk menenangkan anak. Orangtualah yang harus lebih dulu dapat membuat anak merasa aman dan nyaman. Tentu saja dengan lebih dulu mencari penyebab mengapa anak gelisah atau sering menangis kemudian segera mencoba menanggulanginya."

* Empeng bisa menjadi teman tidur bagi bayi yang luar biasa rewel. Umumnya anak seperti ini memerlukan kondisi tenang sebelum bisa tertidur. Empeng bisa menjadi alternatif jika cara-cara lain, seperti mendongeng, mengusap-usap bagian tubuh tertentu tidak bisa membuatnya tenang. Jadi, jangan gunakan empeng jika anak tidak memiliki gangguan sebelum tidur. Yang tak kalah penting, orangtua juga mesti cepat-cepat mencopot empeng jika anak terlihat sudah tertidur pulas. Dengan demikian, dampak negatif penggunaan empeng dalam jangka waktu lama bisa dihindarkan.

* Jangan sekali-kali menggunakan empeng untuk menunda makan atau menyusu. Orangtua sedari awal sudah bisa membedakan jenis tangisan anak, apakah si kecil menangis lantaran lapar, haus atau bukan. Selain bisa membedakan jenis tangisan buah hatinya, orangtua juga tahu ha-rus tahu jadwal dan frekuensi menyusui. Segera susui atau beri makan anak jika dia memin-tanya. Jangan pernah menundanya dengan memberi empeng hanya karena pertimbangan "praktis", semisal si ibu tak mau repot. Pembiasaan seperti ini akan membuat pertumbuhan anak terganggu karena kurangnya asupan nutrisi.

* Saat melakukan berbagai aktivitas dengan anak, usahakan empeng tidak menempel di mulutnya. Dengan begitu, penggunaan empeng tidak menghambat proses stimulasi. Bersama anak, buatlah jadwal aktivitas yang teratur. Misalnya kapan anak bermain, bereksplorasi dengan lingkungannya, termasuk aktivitas mengajak anak berkomunikasi.

* Hentikan penggunaan empeng secara bertahap di usia 7 bulan sampai 1 tahun. Soalnya, selepas usia setahun, anak tidak berada dalam fase oral lagi sehingga keinginannya untuk mengisap-isap atau menggigit-gigit benda tidak sekuat usia sebelumnya. Alihkan perhatian anak pada aktivitas lain yang menyenangkan sekaligus mampu mengasah keterampilannya.

Semestinya, di usia 2 tahun anak sudah dapat berhenti mengempeng. Ia sudah bersosialisasi dengan lingkungan luarnya. Pemakaian empeng terlalu lama tentu bisa berdampak psikologis pada anak. Anak umumnya menjadi bahan ledekan teman-temannya. Tentu perla- kuan semacam itu sangat potensial membuat anak jadi rendah diri.

* Hindari pemakaian berlebihan. Dalam kesempatan terpisah, Prof. Dr. Drg. Retno Hayati, Sp.KGA dari RS Pondok Indah, Jakarta, bahkan menegaskan tidak ada manfaat yang berarti dari empeng. Ini berbeda dari botol susu yang berjasa menyuplai asupan nutrisi. Meskipun tidak sekeras jari, empeng juga bisa menyebabkan gigi tonggos jika durasi dan frekuensi penggunaannya sudah berlebihan. Artinya, semakin sering empeng digunakan, maka kemungkinan mengalami gigi tonggos akan semakin besar. Cara penggunaannya juga turut berpengaruh. Soalnya tidak sedikit bayi yang hobi menarik-narik empengnya ke atas. Cara ini dapat berpengaruh pada pertumbunan rahang, gigi, dan mulut si kecil. Penggunaan empeng hingga lebih dari usia 2 tahun juga bisa memperparah kondisi tersebut.

Oleh karenanya, hentikan secara bertahap penggunaan empeng ketika usia anak masih di bawah 2 tahun. Alasannya, rahang masih bisa melakukan koreksi dengan sendirinya sesuai dengan bentuk rahang dan posisi gigi. Namun selewat itu, kelainan bentuk rahang dan gigi sulit dikoreksi.

Mengapa? Karena saat mengi-sap empeng, rahang atas secara refleks akan maju ke depan. Sementara rahang bawah ber-gerak ke arah sebaliknya atau terdorong masuk ke mulut. Perubahan posisi gigi juga besar kemungkinannya terjadi jika anak mengempeng. Akan tetapi anggapan ini masih memerlukan pembuktian lebih lanjut lewat penelitian. Soalnya, banyak juga anak yang tidak mengalami dampak apa-apa meskipun menggunakan empeng.

Penelitian yang ada saat ini baru menyebutkan, kebiasaan mengisap jari yang berlebihan bisa mengganggu pertumbuhan rahang dan gusi. Selain itu, bentuk bibir juga berkemung-kinan mengalami perubahan karena mengikuti rahang. Bibir jadi sedikit maju ke depan. Tentu saja kondisi ini akan semakin parah bila anak memiliki "berbakat" memiliki gigi maju. Jadi, hentikan penggunaan empeng jauh-jauh hari sebelum anak merasa terganggu dengan penampilannya kelak.

TIP MEMILIH EMPENG

* Meski dapat dibeli tanpa resep dokter, konsultasikan dulu pada dokter mengenai pilihan empeng yang tepat bagi bayi Anda. Ini meliputi ukuran besar-kecilnya empeng, maupun bahan yang digunakan untuk empeng tersebut.

* Jangan pilih empeng yang terlalu kecil dan terpisah karena mudah lepas dan selanjutnya bisa tertelan bayi.

* Pilihlah empeng yang lembut dan orthodontic sehingga aman diisap bayi.

* Bersihkan secara teratur. Untuk bayi di bawah 6 bulan hendaknya sebelum dipakai empeng disterilkan terlebih dulu. Sedangkan untuk bayi di atas 6 bulan cukup disiram air panas kemudian diseka hingga bersih. Ingat, empeng yang kotor dapat menjadi tempat perkembangbiakan bibit penyakit penyebab diare.

DIBUAT UNTUK MEMUASKAN BAYI

Awalnya, empeng dibuat untuk memuaskan kebutuhan bayi (pacifier). Ini karena berdasarkan tahapan perkembangan menurut teori Sigmund Freud, di usia 0-12 bulan bayi berada dalam fase oral. Dalam fase ini bayi mencari kepuasan dengan cara mengisap-isap benda yang ada di dekatnya. Tak heran jika bayi sering terlihat asyik mengisap jari, ujung bantal, selimut, kertas, mainan dan benda apa pun yang berada dalam jangkauannya.

Kalaupun kebiasaan mengisap jari menjadi pilihan favorit, tak lain karena jari merupakan bagian tubuh yang paling dekat sekaligus mungil ukurannya sehingga amat mudah dimasukkan ke dalam mulut. Kebiasaan ini cukup merisaukan orangtua karena banyak penelitian yang mengungkapkan dampak buruk kebiasaan mengisap jari. Salah satunya adalah gangguan pembentukan gigi dan rahang. Kuatnya isapan jari membuat gigi anak terancam tonggos. Selain itu, keberadaan jari yang bisa dimasukkan ke mulut kapan dan di mana saja, membuat bayi sulit menghentikan kebiasaan ini, sehingga akhirnya sangat mungkin terbawa sampai anak memasuki usia sekolah.

Selain itu, tidak sedikit anak yang mencoba menenangkan diri dari kegelisahannya lewat mengisap jarinya. Tidak cuma itu. Di masa eksplorasi, tangan dan jari-jemarinya kerap digunakan anak untuk memegang dan meraih benda-benda di dekatnya, termasuk benda-benda yang kotor dan tidak higienis. Akibatnya, tangan si kecil potensial menjadi sumber penularan penyakit seperti diare. Jarinya pun bisa mengalami penebalan yang kerap diistilahkan kapalan gara-gara sering diisap.

Itulah sebabnya, para pakar kemudian mencoba mencarikan solusi. Salah satunya dengan membuat empeng guna memenuhi kebutuhan mengisap-isap pada bayi. Model dan bentuk empeng pun dibuat sedemikian rupa sehingga dampaknya tidak seburuk mengisap jari. Tak heran kalau empeng kemudian menjadi alat ampuh untuk menenangkan kerewelan bayi.

KIAT MELEPAS EMPENG

Menghentikan kebiasaan mengempeng seharusnya jauh lebih mudah dibandingkan menghentikan kebiasaan mengisap jari. Toh, empeng bukan bagian dari tubuh bayi. Namun, sulit atau tidaknya sangat ditentukan seberapa jauh bayi Anda memiliki ketergantungan pada empeng.

Usaha orangtua dalam mengupayakan ketekunan, kesabaran, ketegaran dan kreativitas mencari cara ternyata cukup berpengaruh. Selain itu, kedekatan hubungan orangtua­anak juga ikut menentukan keberhasilan. Anak umumnya akan lebih kooperatif dengan merespons ajakan orangtua apabila ia merasa dipenuhi kebutuhannya untuk dicintai (dikasihi) dan diperhatikan.

Tentu saja dalam hal ini karakter anak ikut bicara. Si kecil yang bertemperamen "keras kepala", tentu membutuhkan usaha ekstra dari orangtuanya. Tidak mudah memang karena orangtua harus membentuk kebiasaan baru pada anak untuk tidak menggunakan empeng.

Ada beberapa cara yang bisa dicoba, di antaranya:

* Tidak membeli empeng baru jika yang lama telah rusak.

* Aturlah penggunaan empeng menjadi semakin lama semakin jarang. Misalnya, hanya dipakai menjelang tidur dan tidak diberikan selama anak berada dalam keadaan "terjaga".

* Jika anak rewel, bujuklah dan ajaklah ia bermain atau melakukan aktivitas lain yang menyenangkan agar perhatiannya teralih dari empeng. Dengan demikian, anak mendapatkan aktivitas pengganti yang lebih mengasyikkan ketimbang mengempeng.

* Gantilah empeng dengan mainan gigitan/teether. Selain fungsinya hampir mirip dengan empeng, penggunaan mainan gigitan juga dianggap bermanfaat untuk mempercepat erupsi gigi susu.

EMPENG UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Sebagian kecil penyandang kebutuhan khusus ada yang dianjurkan menggunakan empeng. "Empeng membantu kemampuan mengisap pada bayi dan anak berkebutuhan khusus," aku Jeri Novaro Sumual, terapis dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta. Tentu saja dengan pemilihan empeng yang tepat dan frekuensi serta durasi penggunaan yang pas.

Namun, tidak semua pasien yang mengalami gangguan pengisapan bisa diatasi dengan pemberian empeng. Tergantung penyebab dan berat ringannya kasus. Bila gangguan pengisapan muncul akibat terganggunya pusat saraf, tentu saja penggunaan empeng nyaris tidak memberikan manfaat apa pun alias sia-sia. Yang pasti, penggunaan empeng untuk terapi harus dikonsultasikan dengan terapis.
   
14-07-2008 07:30:51 diaper or pampers
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Halo semua,   Berikut aku kutip artikel dari : http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=07315&rubrik=bayi   NYAMAN DAN AMAN PAKAI POSPAK

Nyaman karena bayi tak perlu basah oleh urinnya. Aman jika kita memakaikannya secara tepat.

"Baru juga kencing, sudah kencing lagi!" keluh seorang ibu mengenai bayinya yang masih berumur tiga bulan. Dengan terpaksa dia harus kembali mengganti celana bayinya yang basah. "Kalau begini terus, cucian numpuk deh," sesalnya. Banyak kan keluhan seperti itu keluar dari mulut ibu atau ayah baru. Memang repot rasanya apalagi karena itu pulalah tidur si bayi jadi terganggu.

Jika kemudian ayah dan ibu memutuskan memakaikan popok sekali pakai (pospak) pada bayinya, tentu saja cara ini sangatlah praktis. Bayi dapat tidur lebih tenang dan cucian tidak menumpuk. Hanya saja, tahukah Anda seluk beluk pemakaian pospak agar tak merugikan?

Dr. Ari Muhandari Ardhie, Sp.KK., ahli kulit anak dari RSAB Harapan Kita Jakarta mengungkapkan, "Orang tua perlu menyadari bahwa pospak adalah produk yang didesain untuk melindungi air seni bayi atau tinja agar tidak keluar atau bocor. Nah, bahan yang tidak bocor ini tidak memiliki pori-pori sehingga membuat kulit tidak bisa bebas bernapas."

Padahal, lanjut dokter yang biasa disapa Ari, kulit sangat butuh bernapas karena salah satu fungsinya adalah untuk penguapan atau membuang sisa-sisa metabolisme di dalam tubuh yang tidak terpakai. Kalau kulit tertutup terus-menerus maka proses penguapan akan terganggu dan membuat kulit lembap serta muncul iritasi. "Jangankan kontak dengan urin, dengan keringat pun bayi akan mengalami iritasi. Pada anak yang berbakat atopik hal ini bisa menimbulkan iritasi yang cukup hebat."

Kebutuhan bernapas, menurutnya, sangat relatif pada setiap bayi. Kalau kulitnya sangat sensitif mungkin kebutuhan untuk bernapasnya jauh lebih banyak daripada anak umumnya. "Tetapi sangat baik kalau kita memberikan sebanyak mungkin kebebasan pada kulit bayi untuk bebas bernapas agar pertumbuhannya lebih sehat."

Memang, pada saat ini sulit bagi kita untuk menghindari penggunaan pospak. Ketika ingin mengajak bayi pergi atau supaya nyaman, ia butuh pospak agar pakaiannya tetap bersih dan air seninya tidak ke mana-mana. Namun, tentu saja ini bukan alasan untuk memakaikan pospak sepanjang hari. Orang tua perlu membuat aturan bijaksana. Mungkin ketika akan pergi, setelah mandi pagi atau mandi sore dimana kita ingin mengajaknya jalan-jalan, boleh saja kita memakaikan pospak. "Yang penting, berikan sesekali waktu kepada bayi untuk bebas dari pospak sehingga kulitnya bisa bernapas dengan baik."

MENGHINDARI IRITASI

Memang, pospak saat ini sudah dibuat sedemikian rupa agar aman dan nyaman digunakan bayi. "Di dalam pospak ada satu bahan semacam gel yang akan menangkap urin. Bila urin sudah berada di dalam gel maka tidak bisa keluar lagi. Hal ini akan mengurangi dampak negatif penggunaannya," kata Ari. Namun begitu, demi keamanan kulit bayi, sangat baik bila kita memperhatikan beberapa tip berikut agar bayi terhindar dari iritasi.

* Daya tampung pospak

Penting sekali memperhatikan daya tampung pospak karena hal ini dapat kita jadikan acuan kapan kira-kira pospak perlu diganti. "Pospak yang beredar di pasaran kan beragam jenisnya. Ada yang tahan sampai sepuluh kali si bayi kencing, tapi ada juga yang hanya tahan lima kali kencing," ungkap Ari.

Nah kalau kita menyamaratakan bahwa semua produk pospak tahan hingga sepuluh kali kencing atau hingga 4 jam, mungkin kita terlambat mengganti. Padahal, mungkin pospak sudah penuh dan harus diganti satu jam yang lalu karena sudah tidak bisa menampung urin bayi. Bila demikian mungkin saja hal ini akan menimbulkan iritasi. Pokoknya, pada prinsipnya jangan sampai air kencing melebihi daya tampung pospak.

Juga, perhatikan volume kencing si kecil. Ada bayi yang volume kencingnya sedikit sehingga pemakaian pospak bisa lebih lama, tetapi ada juga bayi yang volume kencingnya sangat banyak. Maksudnya agar kita bisa mengontrol penggantian pospak, misalnya bila aturan yang tertera hingga sepuluh kali kencing mungkin pada bayi yang volume kencingnya banyak kita bisa perkirakan hingga delapan kali kencing saja.

* Setelah BAB langsung ganti

Berbeda dari urin, maka pospak yang sudah terkena feses harus langsung diganti. Feses atau tinja ini tidak bisa diserap masuk ke dalam gel yang ada di lapisan pospak dan sifatnya pun sangat iritan buat kulit bayi. Juga kemungkinan terjadi infeksi pada vagina gara-gara fases masuk ke dalamnya.

Biasanya, ketika buang air besar, sebagian bayi menunjukkan kegelisahan, seperti mengangkat-angkat pantat. Hal ini membuat kita mudah menerka kalau si bayi mungkin sedang atau baru selesai BAB. Tetapi beberapa bayi lainnya sama sekali tidak menunjukkan kegelisahan, sehingga perlu tindakan dari kita untuk sering-sering memeriksa pospak, terutama pada waktu-waktu dimana bayi biasa BAB.

* Kontak dengan urin harus dibilas

Pospak tidak berfungsi membersihkan urin tetapi hanya menampungnya. Sisa-sisa urin tetap menempel di kulit bayi. Nah setelah kencing berkali-kali dan pospak dilepas, maka selangkangan dan kemaluan bayi perlu dicuci dengan air bersih agar nantinya tidak muncul iritasi.

MENGATASI RUAM POPOK

- Hindari pospak

Kalau ruam popok sudah telanjur terjadi, pospak harus dihindarkan dahulu sampai kulit bayi benar-benar sembuh. Tujuannya agar kulit bayi bisa bernapas dan tidak lembap sehingga sembuh lebih cepat.

Ruam popok ditandai dengan kemerahan pada kulit yang muncul di daerah selangkangan hingga pantat. "Bila sudah muncul demikian, selain tidak dianjurkan memakaikan pospak, penanganan pun perlu segera dilakukan," kata Ari.

- Diangin-anginkan

Penanganan di hari pertama dan kedua bisa dilakukan sendiri di rumah dengan mengangin-anginkan bagian selangkangannya karena prinsip penyembuhan ruam adalah kulit harus bersih dan kering.

- Diolesi krim bayi atau bedak

Baby cream pencegah dan pereda ruam popok bisa dibeli di apotik. Bedak tabur yang bisa menyerap sisa-sisa kelembapan kulit bisa juga dipakai sehingga gesekan-gesekan pada kulit berkurang. Namun, penggunaan bedak tabur harus lebih hati-hati, tidak boleh mengenai kulit yang terbuka/luka dan selaput lendir atau kemaluan bayi perempuan. Jadi, gunakan hanya pada permukaan kulit yang tidak luka. "Bila masih ada bagian yang lecet sebaiknya jangan gunakan bedak. Dikhawatirkan partikel bedak masuk ke kulit sehingga bisa membahayakan."

Cara menggunakannya pun perlu dilakukan secara tepat. "Letakkan di atas telapak tangan ibu lalu gesekkan dengan tangan yang lain, barulah diusapkan ke kulit bayi," kata Ari.

Namun, kalau hingga tiga hari iritasi dan ruam popok tidak kunjung sembuh, sebaiknya bayi segera dibawa ke dokter karena biasanya ruam sudah ditumpangi jamur. Umumnya ditandai dengan infeksi di sela-sela paha. Penanganan lebih intensif perlu dilakukan agar tidak meluas dan semakin membahayakan.

KIAT MEMILIH POSPAK

- Ukuran

Pilihlah pospak yang seukuran dengan berat bayi dan jangan terlalu besar. Bagaimanapun, fungsi pospak adalah mencegah urin meluber. Bila ukurannya terlalu besar maka fungsinya jadi tidak efektif karena pospak tidak lekat ke tubuh bayi. Selain itu, pospak yang kebesaran pun membuat bayi tidak nyaman bergerak.

Bayi yang tumbuh dengan kaki berbentuk O juga semakin diperburuk oleh pemakaian pospak yang kebesaran. "Saya punya pasien yang memang tulangnya berbakat O, kemudian memakai pospak besar, jalannya pun jadi mengangkang," ujar Ari.

- Kualitas

Kualitas pospak juga perlu diperhatikan. Kita bisa menilainya dari kemasan, bahan yang digunakan apakah berpori atau tidak, serta penjelasan yang diberikan oleh produsen yang biasanya tertera di kemasannya.

CARA MEMBUANG POSPAK YANG BENAR

Kerapkali, orang tua keliru memperlakukan pospak bekas. Biasanya kita langsung membuang begitu saja pospak yang di dalamnya masih terdapat feses atau tinja. Seharusnya, kata Ari, sebelum pospak dibuang bersihkan dulu dari feses yang menempel di permukaannya. Tentu saja, feses dibuang ke tempat semestinya di kloset.

Setelah bersih, lipat popok dengan benar. Gel atau lapisan penampung air seni harus berada di bagian dalam dan tertutup oleh bagian luar pospak. "Hal ini sudah dihimbau oleh WHO sejak beberapa tahun lalu demi kesehatan," tutur Ari. Alasannya, sampah pospak yang bercampur tinja akan mencemari lingkungan rumah kita. "Bayangkan kalau tempat sampah yang ada di dalam rumah kita terisi oleh pospak yang di dalamnya ada tinja, selain bau menyengat lalat pun biasanya akan datang mengerubung."

POSPAK TRADISIONAL

Sebagian orang tua mungkin masih menggunakan popok dari lipatan kain untuk mengatasi bocornya urin bayi. Umumnya, popok ini relatif lebih aman dibanding pospak pabrikan karena memiliki pori-pori yang lebih lebar sehingga kulit lebih leluasa bernapas. Selain itu, sensitivitas kulit tetap terjaga karena bayi akan merasakan ketidaknyamanan saat kencing. Alhasil, orang tua cepat tanggap karena ketika bayi menangis kita dituntut untuk segera mengganti popoknya. Kelemahannya, popok jenis ini tidak praktis karena harus melipat-lipat kain dan memasangkannya secara pas. Belum lagi dengan posisinya yang mudah bergeser sehingga urin bayi tetap saja meluber.

Irfan Hasuki. Foto: Ferdi/nakita

   
Jumlah Posts : 178
Jumlah di-Like : belum ada like

Buat bunda yang lagi dalam masa kehamilan, ini perlu bunda tau. Si kecil sebenernya udah banyak belajar loh saat masih di dalam kandungan juga. Makin bertambah usia kandungan bunda, makin berkembang juga fungsi indera yang ada pada si kecil.

Meski dalam kandungan, si kecil akan sangat bisa ngenalin bunda dengan semua indera nya. Jadi, bunda harus mulai aktif ya sama kandungan bunda dan lebih care lagi sama si kecil walau masih dalam perut.

Ini dia pelajaran yang di pelajari sama si kecil waktu masih dalam kandungan :

Paham Suara

Si kecil udah bisa peka dengan suara-suara yang muncul dari dalam tubuh bunda kayak suara detak jantung, cegukan, sendawa dan bahkan saat bunda merasa lapar waktu ia ada di usia 7 bulan. Untuk suara yang ada di luar perut juga dia udah bisa kenali seperti melodi, intonasi dan ritme bicara bunda saat berbicara pada si kecil saat masih di dalam perut.

Belajar Penciuman

Si kecil bisa nyium aroma makanan yang dikonsumsi oleh bunda, ini juga sama dengan pekanya si kecil pada aroma bunda. Makannya ada kadang ada saran untuk jangan dulu mandi kalau mau kasih ASI ke si kecil, supaya ia nyaman saat nyium bau aroma bunda.

Ngerespon Cahaya

Saat 7 bulan juga, si kecil matanya udah kebuka loh, jadi dia akan mulai belajar ngerespon cahaya. Bisa di test dengan cara nyorotin cahaya ke perut dan pasti si kecil akan menghindari sorotan cahayanya, kita akan tau dengan gerakan dia menghindari cahaya tersebut.

Belajar Rasa Makanan

Si kecil juga udah mulai belajar untuk memilih rasa saat masih berada dalam rahim, maka dari itu kualitas makanan yang masuk ikut jadi pengaruh pada anak setelah lahir. Kalau bunda makan makanan dengan banyak jenis, si kecil juga akan lebih gampang nerima makanan baru yang dikasihi ke dia.

Belajar Gerak

Dan yang terakhir adalah bahwa si kecil udah mulai masukin tangan atau jari nya ke dalam mulut saat ia di usia 18 minggu. Makin nambah usianya, maka gerakan yang dipelajarinya juga bertambah kayak gerakin kakinya, ngayun tali pusarnya, menarik dan mukul.

Sumber

   
27-06-2014 16:17:20 Cara Terbaik Memerah ASI Bun
Jumlah Posts : 181
Jumlah di-Like : belum ada like

Saat bunda kembali kerja setelah cuti melahirkan, bunda perlu belajar bagaimana caranya memompa ASI yang maksimal agar kebutuhan bayi akan ASI eksklusif tetap terpenuhi dan kesibukan pekerjaan bunda pun tak terganggu.

ASI perah bisa bunda dapatkan dengan cara memompa ASI dengan tangan atau juga dengan alat khusus pompa ASI yang manual ataupun elektrik. Tapi buat bunda yang masih baru masih tampak kesulitan dan belum terbiasa dengan kegiatan memompa ASI ini.

Jangan khawatir bunda bisa melakukannya bersama dengan suami. Hal ini bertujuan agar suami juga dapat merasakan hubungan spesial ibu dan anak dari proses cara memompa ASI, dampaknya keluarga akan semakin harmonis dan lebih hangat.

Perhatikan step by step nya bunda jika memompa ASI dengan tangan :

  1. Bersihkan puting susu dengan memerah sedikit ASI, lalu oleskan pada puting dan areola. Perlu tau bunda, ASI mengandung zat anti bakteri.
  2. Setelah semua siap, bunda bisa mulai memerah ASI, dimulai dengan merangsang puting agar refleks hormon prolaktin dan oksitosin muncul.
  3. Letakkan ibu jari sekitar 2-3 cm di atas puting, dan jari telunjuk serta jari tengah sekitar 2-3 cm di bawah puting, sehingga membentuk huruf C. Tekan seluruh jari sisanya ke arah dinding dada.
  4. Tekan areola dengan gerakan memutar dari belakang puting antara ibu jari dan jari lain ke arah puting lalu lepaskan. Jika dilakukan dengan benar, tentunya tidak akan sakit saat dilakukan. Ulangi ini beberapa kali sampai ASI keluar. Yakinkan ASI tidak mengalir melalui jari telunjuk bunda, sehingga terbuang.
  5. Pindah posisi ibu jari dan jari lain pada sisi kanan dan kiri areola, lalu tekan dengan cara yang sama.
  6. Agar semua waduk air susu dapat dikosongkan (di areola ada 15-20 waduk), pindahkan jari ke posisi yang lain pada payudara yang sama, setelah + 3 menit memerah pada posisi yang sama. Misalnya saja, ibu jari pada posisi jarum jam 12, 11, 10, 9, dan jam 8, masing-masing tiga menit. Jadi totalnya kira-kira 15 menit.

Cara memompa yang benar akan mampu mengosongkan payudara , yanga rtinya meningkatkan produksi ASI. Nah, payudara yang kosong itu segera mengirim sinyal ke otak agar otak memerintahkan tubuh untuk terus memproduksi air susu. Dengan begitu, produksi ASI akan lancar, maka bunda pun terhindar dari masalah saluran susu tersumbat, serta puting yang nyeri akibat tekanan di satu tempat terus menerus.

Jika memompa menggunakan alat pompa manual atau elektrik

  1. Cuci tangan bunda terlebih dahulu dengan sabun antiseptik dan air
  2. Cuci botol penyimpanan ASI yang biasanya sudah tersedia dan juga bagian-bagian dari pompa ASI dengan air panas dan sabun antiseptik khusus, bilas bersih dan keringkan.
  3. Setelah itu kompres payudara bunda dengan handuk hangat sambil dipijat dengan halus searah menuju ke puting sampai ASI terlihat keluar.
  4. Setelah keluar masukkan alat pompa kemudian lanjutkan memompa ASI menggunakan alat pompa tersebut.

Bunda juga perlu memperhatikan dalam memilih alat pompa ASI, berikut kiatnya bunda :

  1. Sesuaikan isapan pompa dengan kenyamanan bunda, misalnya pegangannya dan besar pompanya.
  2. Bentuknya sederhana sehingga mudah digunakan dan dibersihkan.
  3. Bisa menghisap lebih banyak setiap menitnya, misalnya bunda bisa pilih pompa yang bisa menghisap kedua payudara sekaligus jadi lebih efisien, bun.

sumber : merries ; ayahbunda

Nah bunda sekian tip pompa ASI dariku yah, semoga bermanfaat.