SITE STATUS
Jumlah Member :
494.726 member
user online :
3790 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: janin usia 30 32 minggu

New Topic :  
Jumlah Posts : 62
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda mohon di baca yaaa ..
saya dpt info ini dri forum info bunda ..

Salam kenal buat semua bunda dan
moderator forum infobunda.com
Pas lagi blog surfing, saya nemu
forum ini, wahh seru bgt ya para
calon bunda ini...
Mgkn saya ingin membantu sedikit
tentang taksiran berat janin (TBJ)
normal dalam kehamilan, serta
mengenai masuk atau belumnya di
panggul.
Untuk taksiran berat janin, normalnya
pada kehamilan 28 minggu adalah
1000gram, pada 30 minggu berkisar
1300-1500gram, pada usia 32 minggu
rerata 1800-2000gram, dan saat
masuk 36 minggu normalnya sudah
diatas 2500gram.
Kita sering sekali ketemu calon ibu
yg bingung dan kaget mendengar
bahwa bayinya yg 8 bulan (32mgg)
beratnya belum 2kg. Berat segitu
masih normal bu, karena
perkembangan bayi akan mencapai
percepatan maksimal pada usia diatas
30minggu, dengan pertambahan berat
janin rerata 200gram per minggu.
Coba aja dihitung. Jika usia hamil 32
minggu taksirannya 1800gram, maka
taksiran lahir di 38 minggu (6minggu
lagi) maka beratnya akan bertambah
6x200=1200gram lagi. Jadi bayinya
akan lahir di perkiraan 3000gram
dengan konsumsi makan seperti
biasa.
Yang sering jadi bumerang adalah,
karena kurang komunikasi dan
edukasi dari tenaga kesehatannya,
setelah mendengar bhw berat
janinnya masih dibawah 2kg, si ibu
ini langsung mengkonsumsi semua
karbohidrat dan makanan manis, yg
justru berakibat janinnya tumbuh
terlalu besar.
Mengenai usia kapan kepala janin
masuk panggul. Hal pertama yg perlu
diperhatikan adalah lingkar dan
diameter kepala dari USG janin bunda.
Diameter kepala diatas 95mm berisiko
macet pada panggul normal orang
asia. Tapi pada ras tertentu memang
panggulnya lebih luas. Pemeriksaan
panggul dilakukan dgn cara
pemeriksaan dalam oleh dokter
kandungan saat sudah hamil 9 bulan,
untuk menaksir luas tulang panggul,
dan membandingkannya dgn diameter
kepala. Faktor kontraksi rahim saat
persalinan juga mempengaruhi masuk
tidaknya kepala ke panggul.
Tanda kepala masuk panggul bisa
diraba oleh dokter atau bidan anda
dengan pemeriksaan Leopold. Yg
biasa anda rasakan bila kepala sudah
masuk panggul adalah rasa tidak
nyaman di panggul bawah, sering
pipis dan susah buang air besar.
Semoga dpt bermanfaat infonya
Silakan kunjungi blog saya di http://
tanyadokterspog.com
Untuk konsultasi online bisa lewat
www.facebook.com/tanyadokterspog
atau ikuti timeline saya di twitter
@tanyadokterspog
Terimakasih dan salam sehat selalu
bagi semua
Purnawan Senoaji, SpOG
RSUP Persahabatan, RSU Permata
Cibubur, RSU Mary Cileungsi
   


Jumlah Posts : 62
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda mohon di baca yaaa ..
saya dpt info ini dri forum info bunda ..

Salam kenal buat semua bunda dan
moderator forum infobunda.com
Pas lagi blog surfing, saya nemu
forum ini, wahh seru bgt ya para
calon bunda ini...
Mgkn saya ingin membantu sedikit
tentang taksiran berat janin (TBJ)
normal dalam kehamilan, serta
mengenai masuk atau belumnya di
panggul.
Untuk taksiran berat janin, normalnya
pada kehamilan 28 minggu adalah
1000gram, pada 30 minggu berkisar
1300-1500gram, pada usia 32 minggu
rerata 1800-2000gram, dan saat
masuk 36 minggu normalnya sudah
diatas 2500gram.
Kita sering sekali ketemu calon ibu
yg bingung dan kaget mendengar
bahwa bayinya yg 8 bulan (32mgg)
beratnya belum 2kg. Berat segitu
masih normal bu, karena
perkembangan bayi akan mencapai
percepatan maksimal pada usia diatas
30minggu, dengan pertambahan berat
janin rerata 200gram per minggu.
Coba aja dihitung. Jika usia hamil 32
minggu taksirannya 1800gram, maka
taksiran lahir di 38 minggu (6minggu
lagi) maka beratnya akan bertambah
6x200=1200gram lagi. Jadi bayinya
akan lahir di perkiraan 3000gram
dengan konsumsi makan seperti
biasa.
Yang sering jadi bumerang adalah,
karena kurang komunikasi dan
edukasi dari tenaga kesehatannya,
setelah mendengar bhw berat
janinnya masih dibawah 2kg, si ibu
ini langsung mengkonsumsi semua
karbohidrat dan makanan manis, yg
justru berakibat janinnya tumbuh
terlalu besar.
Mengenai usia kapan kepala janin
masuk panggul. Hal pertama yg perlu
diperhatikan adalah lingkar dan
diameter kepala dari USG janin bunda.
Diameter kepala diatas 95mm berisiko
macet pada panggul normal orang
asia. Tapi pada ras tertentu memang
panggulnya lebih luas. Pemeriksaan
panggul dilakukan dgn cara
pemeriksaan dalam oleh dokter
kandungan saat sudah hamil 9 bulan,
untuk menaksir luas tulang panggul,
dan membandingkannya dgn diameter
kepala. Faktor kontraksi rahim saat
persalinan juga mempengaruhi masuk
tidaknya kepala ke panggul.
Tanda kepala masuk panggul bisa
diraba oleh dokter atau bidan anda
dengan pemeriksaan Leopold. Yg
biasa anda rasakan bila kepala sudah
masuk panggul adalah rasa tidak
nyaman di panggul bawah, sering
pipis dan susah buang air besar.
Semoga dpt bermanfaat infonya
Silakan kunjungi blog saya di http://
tanyadokterspog.com
Untuk konsultasi online bisa lewat
www.facebook.com/tanyadokterspog
atau ikuti timeline saya di twitter
@tanyadokterspog
Terimakasih dan salam sehat selalu
bagi semua
Purnawan Senoaji, SpOG
RSUP Persahabatan, RSU Permata
Cibubur, RSU Mary Cileungsi
   
20-02-2013 10:40:35 berat baby diusia 32w
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7
 Dear Bunda, perbedaan berat badan dari perkiraan acuan tidaklah menjadi masalah bila hanya berbeda tipis. Yang menjadi masalah bila interval nya sangat jauh di atas atau dibawah angka batas normal. Pada usia 30-31 minggu kehamilan berat badan janin diperkirakan sekitar 1460 gram, usia 31-32 minggu kehamilan berat badan janin diperkirakan 1610 gram dan usia 32-33 minggu kehamilan diperkirakan berat badan janin 1810 gram. Angka-angka tersebut dapat menjadi patokan perkiraan namun tidak berarti harus pasti sebesar angka tersebut, karena perkembangan dan metabolisme setiap individu berbeda-beda. 
   


Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
Salam kenal buat semua bunda dan moderator forum infobunda.com
Pas lagi blog surfing, saya nemu forum ini, wahh seru bgt ya para calon bunda ini...

Mgkn saya ingin membantu sedikit tentang taksiran berat janin (TBJ) normal dalam kehamilan, serta mengenai masuk atau belumnya di panggul.

Untuk taksiran berat janin, normalnya pada kehamilan 28 minggu adalah 1000gram, pada 30 minggu berkisar 1300-1500gram, pada usia 32 minggu rerata 1800-2000gram, dan saat masuk 36 minggu normalnya sudah diatas 2500gram.
Kita sering sekali ketemu calon ibu yg bingung dan kaget mendengar bahwa bayinya yg 8 bulan (32mgg) beratnya belum 2kg. Berat segitu masih normal bu, karena perkembangan bayi akan mencapai percepatan maksimal pada usia diatas 30minggu, dengan pertambahan berat janin rerata 200gram per minggu. Coba aja dihitung. Jika usia hamil 32 minggu taksirannya 1800gram, maka taksiran lahir di 38 minggu (6minggu lagi) maka beratnya akan bertambah 6x200=1200gram lagi. Jadi bayinya akan lahir di perkiraan 3000gram dengan konsumsi makan seperti biasa.
Yang sering jadi bumerang adalah, karena kurang komunikasi dan edukasi dari tenaga kesehatannya, setelah mendengar bhw berat janinnya masih dibawah 2kg, si ibu ini langsung mengkonsumsi semua karbohidrat dan makanan manis, yg justru berakibat janinnya tumbuh terlalu besar.

Mengenai usia kapan kepala janin masuk panggul. Hal pertama yg perlu diperhatikan adalah lingkar dan diameter kepala dari USG janin bunda. Diameter kepala diatas 95mm berisiko macet pada panggul normal orang asia. Tapi pada ras tertentu memang panggulnya lebih luas. Pemeriksaan panggul dilakukan dgn cara pemeriksaan dalam oleh dokter kandungan saat sudah hamil 9 bulan, untuk menaksir luas tulang panggul, dan membandingkannya dgn diameter kepala. Faktor kontraksi rahim saat persalinan juga mempengaruhi masuk tidaknya kepala ke panggul.
Tanda kepala masuk panggul bisa diraba oleh dokter atau bidan anda dengan pemeriksaan Leopold. Yg biasa anda rasakan bila kepala sudah masuk panggul adalah rasa tidak nyaman di panggul bawah, sering pipis dan susah buang air besar.

Semoga dpt bermanfaat infonya
Silakan kunjungi blog saya di http://tanyadokterspog.com
 Untuk konsultasi online bisa lewat www.facebook.com/tanyadokterspog atau ikuti timeline saya di twitter @tanyadokterspog

Terimakasih dan salam sehat selalu bagi semua

Purnawan Senoaji, SpOG
RSUP Persahabatan, RSU Permata Cibubur, RSU Mary Cileungsi 
   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

JARAK KEHAMILAN YANG AMAN

Jarak kehamilan terlalu dekat maupun jauh bisa membahayakan ibu dan janin. Idealnya, tak kurang dari 9 bulan hingga 24 bulan. Namun jarak ideal ini tak berlaku buat mereka yang sebelumnya menjalani persalinan sesar.

Idealnya, terang dr. Agus Supriyadi, SpOG dari RSIA Hermina, Jatinegara, jarak kehamilan tak kurang dari 9 bulan hingga 24 bulan sejak kelahiran pertama. Namun untuk jarak 9 bulan masih diembeli-embeli prasyarat, yaitu asalkan nutrisi si ibu baik. "Bila gizi si ibu tak bagus, berarti tubuhnya belum cukup prima untuk kehamilan berikutnya."

Perhitungan tak kurang dari 9 bulan ini atas dasar pertimbangan kembalinya organ-organ reproduksi ke keadaan semula. Makanya ada istilah masa nifas, yaitu masa organ-organ reproduksi kembali ke masa sebelum hamil. Namun masa nifas berlangsung hanya 40 hari, sementara organ-organ reproduksi baru kembali ke keadaan semula minimal 3 bulan.

"Bayangkan saja, rahim atau uterus sewaktu tak hamil beratnya hanya 30 g. Setelah hamil, beratnya hampir 1 kg atau 1000 g. Kenaikannya hampir 30 kali lipat, kan? Setelah persalinan, beratnya berkurang mencapai 60 g. Nah, untuk mencapai 30 g kembali butuh waktu kira-kira 3 bulan."

Begitu juga dengan sistem aliran darah. Selama hamil, ada sistem aliran darah dari ibu ke janin. Setelah lahir, tentunya aliran darah ini terputus. Untuk kembali ke kondisi aliran darah yang normal, si ibu butuh waktu sekitar 15 hari setelah melahirkan.

Sementara untuk memulihkan energinya, si ibu harus meningkatkan gizinya. "Nah, untuk ibu-ibu yang gizinya bagus, energinya baru benar-benar prima seperti keadaan sebelum melahirkan setelah 9 bulan. Kalau belum 9 bulan, belum begitu prima energinya walaupun kelihatan tubuhnya sehat-sehat saja."

Jadi, setelah istirahat selama 9 hingga 24 bulan, diharapkan semua organ reproduksi dan bagian genital interna maupun eksterna si ibu akan kembali seperti sebelum hamil.

JARAK TERLALU PENDEK                                  

Dengan demikian, bila jarak kehamilan terlalu pendek atau kurang dari 9 bulan akan sangat berbahaya, karena organ-organ reproduksi belum kembali ke kondisi semula. Selain, kondisi energi si ibu juga belum memungkinkan untuk menerima kehamilan berikutnya. "Keadaan gizi ibu yang belum prima ini membuat gizi janinnya juga sedikit, hingga pertumbuhan janinnya tak memadai yang dikenal dengan istilah PJT atau pertumbuhan janin terhambat."

Itulah mengapa, saran Agus, ibu-ibu setelah bersalin agar menggunakan alat kontrasepsi yang tepat untuk menghindari kegagalan KB alias kebobolan. Jangan sampai, haid pertama setelah melahirkan belum muncul, ibu sudah hamil lagi. Jikapun sudah kadung hamil, "si ibu harus menjaga kondisi kehamilannya dengan lebih intensif." Artinya, kehamilan tersebut harus terus dipantau lebih ketat. Pertumbuhan janin akan dipantau dengan pemeriksaan USG serial, semisal pada usia sekian apakah beratnya sesuai dengan usianya. "Jika tak sesuai, kita harus intervensi dengan obat-obatan, vitamin, dan makanan berkalori tinggi agar beratnya kembali ke keadaan normal."

Yang pasti, tegas Agus, ibu harus memeriksakan kehamilannya secara medis, entah ke dokter kandungan dan kebidanan ataupun bidan secara teratur. "Anjuran WHO, selama kehamilan sekurang-kurangnya memeriksakan diri sebanyak 4 kali. Sekali pada trimester I, yaitu untuk memastikan kehamilannya, apakah di dalam atau di luar rahim; sekali di trimester II untuk memantau kehamilannya; dan 2 kali di trimester III untuk memantau dan meramalkan persalinannya, apakah persalinannya akan normal atau sesar."

Namun untuk kasus yang riskan seperti kebobolan ini, pemeriksaan sebaiknya dilakukan lebih sering. Pada trimester I hingga II dilakukan sebulan sekali; menginjak usia kehamilan 28 minggu 3 minggu sekali; di usia kehamilan 32 minggu dilakukan pemeriksaan 2 minggu sekali; dan setelah usia kehamilan 38 minggu seminggu sekali. "Jangan lupa, makan makanan berglukosa tinggi untuk meningkatkan berat badan."

KEGUGURAN DAN PREMATUR

Selain BB janin rendah, kemungkinan kelahiran prematur juga bisa terjadi pada kehamilan jarak dekat, terutama bila kondisi ibu juga belum begitu bagus. Padahal, kelahiran prematur erat kaitannya dengan kematian, khususnya jika paru-paru si bayi belum terbentuk sempurna.

Bisa juga terjadi perdarahan selama kehamilan yang diakibatkan plasenta previa atau plasenta yang letaknya tak sempurna. "Plasenta previa sangat erat kaitannya dengan gizi yang rendah, karena plasenta punya kecenderungan mencari tempat yang banyak nutrisinya. Kalau yang banyak nutrisinya itu terletak di bagian bawah uterus atau rahim, maka di situlah ia akan menempel. Akibatnya bisa menutup jalan lahir yang memungkinkan untuk terjadi perdarahan."

Nah, pada kehamilan jarak dekat, kemungkinan kekurangan gizi ini amat besar. Bukankah si ibu juga harus menyusui bayinya? Dengan demikian, nutrisi si ibu jadi berkurang, hingga janinnya juga bisa semakin kekurangan gizi. Makanya, saran Agus, bila ketahuan hamil, pemberian ASI sebaiknya segera dihentikan. Masalahnya bukan cuma ibu jadi kekurangan gizi, tapi juga bisa mengakibatkan keguguran. "Selama menyusui, ada pengaruh oksitosin pada isapan mulut bayi. Oksitosin ini membuat perut si ibu jadi tegang atau kontraksi. Pada kehamilan muda, bisa terjadi perdarahan atau ancaman keguguran."

Penting diketahui, syarat kehamilan yang sehat ialah cukup gizi dan penambahan BB minimal 10-12 kg, hingga BB bayi yang dilahirkan bisa mencapai di atas 2,5 kg.

Jikapun si ibu bisa mempertahankan kehamilannya hingga waktu persalinan tiba, tak berarti aman-aman saja. Soalnya, bukan tak mungkin kendala justru menghadang saat persalinan. Bahayanya, ibu mengalami kelelahan saat proses persalinan. Untuk mengejan dan hisnya juga susah. Hingga, bisa menimbulkan partus atau persalinan lebih lama.

JANGAN TERLALU JAUH

Akan halnya kehamilan dengan jarak di atas 24 bulan, menurut Agus, sangat baik buat ibu karena kondisinya sudah normal kembali. Jadi, organ-organ reproduksinya sudah siap menerima kehamilan kembali.

Bukan berarti kita bisa hamil kapan saja asal jaraknya lebih dari 24 bulan, lo. Dianjurkan, kehamilan berikutnya jangan lebih dari 59 bulan. Ingat, kita juga harus memikirkan usia saat kehamilan berikutnya! "Bila lebih dari 35 tahun usia si ibu saat kehamilan berikutnya, berarti si ibu masuk dalam kategori risiko tinggi," terang Agus. Sementara usia reproduksi yang bagus adalah 20-30 tahun.

Yang paling dikhawatirkan jika usia ibu di atas 35 tahun ialah kualitas sel telur yang dihasilkan juga tak baik. Hingga, bisa menimbulkan kelainan-kelainan bawaan seperti sindrom down. Soalnya, ibu hamil usia ini punya risiko 4 kali lipat dibanding sebelum usia 35 tahun.

Tak hanya itu, saat persalinan pun berisiko terjadi perdarahan post partum atau pasca persalinan. Hal ini disebabkan otot-otot rahim tak selentur dulu, hingga saat harus mengkerut kembali bisa terjadi gangguan yang berisiko terjadi hemorrhagic post partum (HPP) atau perdarahan pasca persalinan.

Risiko terjadi preeklampsia dan eklampsia juga sangat besar, lantaran terjadi kerusakan sel-sel endotel. "Pada kasus preeklampsia berat, kita punya kebijaksanaan untuk melahirkan setelah 35 minggu dengan cara diinduksi." Adapun tanda-tanda preeklampsia: BB ibu naik terlalu cepat, terjadi pembengkakan/odem di seluruh tubuh, serta tekanan darah terlalu tinggi.

Pada kasus ini, pemeriksaan kehamilan harus lebih intensif agar bisa dipantau dan diberi obat-obatan untuk menormalkan tekanan darahnya, mengingat pertumbuhan janin akan mengalami gangguan. Bukankah suplai makanan ke janin lewat plasenta dan aliran darah ibu? Nah, pada kasus preeklampsia, sirkulasi darah ibu ke janin dan plasenta terganggu, hingga suplai makanan dari ibu ke janin jadi terganggu pula.

Itulah mengapa, janin harus terus dipantau memakai USG serial. "Bila tetap terhambat, lebih bagus ia hidup di luar rahim, minimal setelah kehamilan 35 minggu. Kecuali bila ada kelainan yang mengancam si ibu semisal ada ancaman pembekuan darah, berapa pun usia janin harus segera dikeluarkan demi menyelamatkan si ibu. Pun bila janinnya belum matang."

Bahaya lain, masalah psikis. "Bisa saja, kan, si ibu sudah lupa dengan cara-cara menghadapi kehamilan dan persalinan. Bagaimana cara mengejan, misal. Hingga menimbulkan stres baru lagi," tutur Agus.

TIDAK UNTUK YANG SESAR

Jadi, perhatikan betul-betul jarak kelahiran yang aman ini, ya, Bu-Pak. Namun tentu saja, jarak ideal ini hanya berlaku bila persalinan sebelumnya dilakukan dengan cara pervaginam atau normal. "Bila sebelumnya dilakukan sesar, sebaiknya kehamilan berikut setelah 24 bulan," anjur Agus.

Soalnya, mereka yang melahirkan lewat bedah sesar butuh waktu lebih lama lagi karena ada cacat di uterus atau rahimnya bekas tindakan operasi. "Jika sebelum 2 tahun sudah hamil lagi, dikhawatirkan jahitan-jahitan saat operasi bisa lepas. Robeknya rahim juga bisa tak terduga atau tak beraturan dan tak bisa diramalkan kapan robekan itu akan terjadi karena tak dapat didiagnosa secara dini. Kejadiannya akan sangat tiba-tiba setelah kehamilan itu menginjak usia 9 bulan."

Hal lain yang harus diperhatikan, jarak ideal ini berlaku bukan cuma untuk kehamilan kedua, tapi juga kehamilan-kehamilan berikutnya. Namun bukan berarti tingkat risikonya tetap sama, lo. Bukankah makin banyak anak berarti usia si ibu juga makin meningkat? "Nah, bila umurnya sudah tua, tentu sangat riskan untuk hamil dan melahirkan. Selain itu, recovery tubuhnya untuk kembali ke keadaan semula juga makan waktu lebih lama lagi," tutur Agus.

   


16-06-2016 12:19:35 perut melipat/ada lipatan
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Suplemen untuk ibu hamil pada umumnya mengandung berbagai vitamin dan mineral serta asam folat yang sangat penting pada kehamilan terutama awal kehamilan. Asam folat dapat mencegah kejadian keguguran serta kecacatan pada janin.
Suplemen makanan merupakan bentuk konsentrat dari vitamin, mineral dan lainnya untuk membantu mencukupi kebutuhan nutrisi Anda. Namun, suplemen makanan tidak dapat menggantikan ataupun dijadikan sumber nutrisi utama untuk mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang. Memakan buah dan sayur sangat penting terutama karena mengandung serat alami dan kandungan vitamin dan mineral lainnya yang diperlukan oleh tubuh.  Kegunaan asam folat antara lain untuk mencegah resiko terjadinya keguguran, mencegah adanya kecacatan pada persyarafan janin dan membantu pembentukan sel darah merah. Pada ibu menyusui juga di anjurkan untuk mengkonsumsi asam folat karena kebaikan dan manfaat zat tersebut. Asam folat tergolong aman untuk di konsumsi sebelum maupun saat hamil, juga ketika menyusui. Apabila anda tidak memiliki keadaan kontraindikasi terhadap asam folat seperti alergi dan lainnya maka aman untuk menggunakan asam folat, namun lebih baik anda memberitahukan dokter anda untuk hal ini. Mengonsumsi asam folat 400mcg/hari pada trimester pertama dan meneruskan hingga 600mcg/hari pada kehamilan 4-9 bulan mengurangi resiko bayi mengalami gangguan lain, seperti cacat celah bibir dan langit-langit, kelahiran premature, bayi lahir dengan berat rendah hingga keguguran. Makanan alami yang tinggi akan asam folat yakni sayuran berdaun seperti bayam, brokoli, salada, okra, asparagus, dll. Selain sayuran, buah-buahan seperti pisang dan melon juga tinggi akan asam folat. Kacang-kacangan termasuk kacang tanah dan kacang merah juga bisa menjadi alternatif lain.

Sampai saat ini belum ditemukan adanya bahaya penggunaan USG pada kehamilan dan tidak ada pembatasan jumlah dilakukannya pemeriksaan USG, namun ada periode-periode penting pada kehamilan yang umumnya dilakukan pemeriksaan USG. Pemeriksaan USG pertamakali umumnya dilakukan pada usia kehamilan 7 minggu untuk memastikan adanya kehamilan dan pulsasi jantung janin. Pemeriksaan USG yang kedua biasa dilakukan pada usia kehamilan 18 – 20 minggu untuk melihat apakah ada kelainan formasi (pembentukan) janin, adanya janin kembar, posisi plasenta dan sebagainya. Pemeriksaan berikutnya biasanya dapat dilakukan pada usia kehamilan 32 minggu atau lebih , untuk melihat perkembangan dan ukuran janin serta letak plasenta. Jumlah pemeriksaan USG pada masing-masing ibu hamil dapat bervariasi tergantung dengan keadaan dan indikasi dari kehamilan tersebut

   
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,
Sampai saat ini belum ditemukan adanya bahaya penggunaan USG pada kehamilan dan tidak ada pembatasan jumlah dilakukannya pemeriksaan USG, namun ada periode-periode penting pada kehamilan yang umumnya dilakukan pemeriksaan USG. Pemeriksaan USG pertamakali umumnya dilakukan pada usia kehamilan 7 minggu untuk memastikan adanya kehamilan dan pulsasi jantung janin. Pemeriksaan USG yang kedua biasa dilakukan pada usia kehamilan 18 – 20 minggu untuk melihat apakah ada kelainan formasi (pembentukan) janin, adanya janin kembar, posisi plasenta dan sebagainya. Pemeriksaan berikutnya biasanya dapat dilakukan pada usia kehamilan 32 minggu atau lebih , untuk melihat perkembangan dan ukuran janin serta letak plasenta. Jumlah pemeriksaan USG pada masing-masing ibu hamil dapat bervariasi tergantung dengan keadaan dan indikasi dari kehamilan tersebut

   
15-04-2015 14:56:25 kepala masih diatas
Jumlah Posts : 60
Jumlah di-Like : belum ada like

Hi bunda, aku coba sharing dengan kasus yg hampir sama ya bun dikutip dari tanya dokter di infobunda

"Posisi lintang

Oleh bunda Aizar : Posisi bayi saya melintang ,bagaimn cara nya agar posisi kepala bayi saya di bawah?? Usia kandungan 32 minggu.

dr. Tanti menjawab :

Dear bunda, 

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan posisi janin letak lintang pada kehamilan. Penyebab yang umumnya terjadi antara lain panggul sempit, plasenta previa atau lainnya. Usaha yang dapat dilakukan untuk merubah posisi janin menjadi kepala di bawah adalah melakukan knee-chest position (poisisi lutut-dada), berlututlah seperti dalam posisi sujud, letakkan dada anda pada dasar lantai, bernafaslah dengan rileks, lakukan posisi ini antara 5 sampai 10 menit. Posisi knee-chest dapat dilakukan 1 sampai 3 kali sehari tergantung kemampuan Bunda dalam melakukannya. Apabila tidak ada perubahan posisi letak lintang, maka kemungkinan dokter anda akan melakukan manuver versi luar, memutar posisi janin anda dari luar perut Ibu. Bila usaha-usaha yang sudah dilakukan tidak menghasilkan perubahan posisi, maka kemungkinan dilakukan persalinan dengan jalan operasi. Diskusikan keadaan kehamilan Bunda dengan dokter yang memeriksa. Demikian jawaban, semoga dapat membantu Anda."


 
   
10-06-2014 16:20:48 bingung dengan hpl
Jumlah Posts : 1269
Jumlah di-Like : 8

Dear bunda Imas Molly,

Tidak perlu khawatir bunda, posisi janin masih dapat berubah. Dianjurkan untuk melakukan olah raga ringan, senam hamil, serta melakukan posisi knee chest ( bersujud dengan kaki sejajar pinggul dan dada lutut ) lakukan saat usia kehamilan 32 minggu dilakukan 3x/hari selama 10-15 menit.

   
16-12-2013 12:14:07 kapan waktu usg janin?
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Pemeriksaan USG pertamakali umumnya dilakukan pada usia kehamilan 7 minggu untuk memastikan adanya kehamilan dan pulsasi jantung janin. Pemeriksaan USG yang kedua biasa dilakukan pada usia kehamilan 18 – 20 minggu untuk melihat apakah ada kelainan formasi (pembentukan) janin, adanya janin kembar, posisi plasenta dan sebagainya. Pemeriksaan berikutnya biasanya dapat dilakukan pada usia kehamilan 32 minggu atau lebih , untuk melihat perkembangan dan ukuran janin serta letak plasenta. Jumlah pemeriksaan USG pada masing-masing ibu hamil dapat bervariasi tergantung dengan keadaan dan indikasi dari kehamilan tersebut.

 

   
18-11-2013 13:09:30 kapan waktu usg janin?
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Pemeriksaan USG pertamakali umumnya dilakukan pada usia kehamilan 7 minggu untuk memastikan adanya kehamilan dan pulsasi jantung janin. Pemeriksaan USG yang kedua biasa dilakukan pada usia kehamilan 18 – 20 minggu untuk melihat apakah ada kelainan formasi (pembentukan) janin, adanya janin kembar, posisi plasenta dan sebagainya. Pemeriksaan berikutnya biasanya dapat dilakukan pada usia kehamilan 32 minggu atau lebih , untuk melihat perkembangan dan ukuran janin serta letak plasenta. Jumlah pemeriksaan USG pada masing-masing ibu hamil dapat bervariasi tergantung dengan keadaan dan indikasi dari kehamilan tersebut.

 

   
30-07-2010 16:23:57 sering usg, berbahayakah?
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
dok, saya mau tanya apa bnr kalau sering2 terkena USG itu gk baik buat kandungan??? makasih sebelumny,,,

Dari : rini hidayatus sya'diyah

Jawaban:

Dear Bunda rini hidayatus sya'diyah, Sampai saat ini belum ditemukan adanya bahaya penggunaan USG pada kehamilan dan tidak ada pembatasan jumlah dilakukannya pemeriksaan USG, namun ada periode-periode penting pada kehamilan yang umumnya dilakukan pemeriksaan USG. Pemeriksaan USG pertamakali umumnya dilakukan pada usia kehamilan 7 minggu untuk memastikan adanya kehamilan dan pulsasi jantung janin. Pemeriksaan USG yang kedua biasa dilakukan pada usia kehamilan 18 – 20 minggu untuk melihat apakah ada kelainan formasi (pembentukan) janin, adanya janin kembar, posisi plasenta dan sebagainya. Pemeriksaan berikutnya biasanya dapat dilakukan pada usia kehamilan 32 minggu atau lebih , untuk melihat perkembangan dan ukuran janin serta letak plasenta. Jumlah pemeriksaan USG pada masing-masing ibu hamil dapat bervariasi tergantung dengan keadaan dan indikasi dari kehamilan tersebut. Semoga jawaban saya dapat menjawab kekhawatiran anda.
   
23-12-2008 13:40:34 bayi sungsang
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

MEMUTAR JANIN SUNGSANG

Memutar posisi janin atau versi luar, tak bisa sembarangan. Harus dilihat dulu penyebabnya dan dilakukan oleh ahlinya.

Harusnya, pada usia kehamilan di atas 8 bulan, kepala janin berada di bawah dan bokongnya di atas. Hingga, saat persalinan nanti, pengeluaran bayi jadi lebih mudah dilakukan. Akan tetapi, pada kenyataannya tak selalu posisi demikian yang diperoleh ibu hamil. Banyak pula yang mengalami kelainan posisi janin berupa letak sungsang atau letak lintang.

Tentunya, kelainan-kelainan tersebut harus diatasi sejak mulai terdeteksi. Menurut dr. Dwiana Ocvianti SpOG. dari RS Siaga Raya, Jakarta, deteksi bisa saja datang dari si ibu. Misal, pada janin sungsang, yaitu bila posisi janin memanjang sejajar sumbu panjang rahim, dengan bokong janin berada di bagian terendah, "Ibu dapat merasakan dari tendangan si janin yang lebih banyak geraknya ke bawah."

Gerakan di bawah adalah gerakan yang didominasi oleh kaki. Dengan demikian berarti kepala dan tangannya berada di atas. Padahal normalnya, setelah usia kehamilan 7-8 bulan, ibu akan merasakan gerakan janin lebih banyak di atas pusar. Ciri lain: bagian yang keras (kepala janin) mendesak tulang iga ibu hingga menimbulkan rahim sesak atau tertekan.

Ada pula gerakan janin yang mendominasi di perut sebelah kiri atau kanan. Jika ini terjadi, kemungkinannya adalah letak janin melintang. Posisi-posisi ini jelas tak seharusnya dan ibu harus segera minta kepada dokter ahli untuk mengubahnya. "Tapi ingat, penanganan harus dilakukan oleh dokter atau bidan yang benar-benar ahli. Karena tidak sembarangan kita boleh memutar-mutar janin."

Memang, aku Dwiana, ada ibu yang tak dapat mendeteksi sendiri kelainan posisi janinnya. Dia pun tak dapat mengungkapkan secara spesifik mengenai pergerakan janin hingga perlu pemeriksaan ahlinya. "Dokter atau bidan yang terlatih biasanya hanya melakukan perabaan di perut ibu. Dari perabaan itu dapat dirasakan di mana posisi kepala dan di mana posisi bokong."

Namun, pemeriksaan seperti ini sulit dilakukan terhadap ibu yang bertubuh gemuk karena rahimnya terhalang oleh lemak. Bila dokter tak yakin dengan perabaannya, akan dilakukan pemeriksaan dengan ultrasonografi.

PENYEBAB

Letak sungsang ada beberapa variasi; dari letak bokong dengan kedua tungkai kakinya ke atas dan bokong di posisi yang terendah, letak sungsang sempurna di mana kedua kaki ada di samping bokong, dan letak sungsang tak sempurna di mana selain bokong ada bagian tubuh lain seperti kaki atau lutut berada paling bawah. Pada letak sungsang tak sempurna, biasanya satu kaki menjulur ke bawah hingga ke jalan rahim.

Adapun penyebab kelainan posisi pada janin, terang Dwiana, dari si janin sendiri. "Tak ada pengaruh antara ibu yang beraktivitas tinggi, ibu yang memiliki penyakit kronis, atau ibu yang mengkonsumsi narkoba dengan kelainan posisi janin."

Dalam hal letak sungsang bisa disebabkan bayinya yang terlalu besar. "Bila tubuh bayi terlalu besar, maka kepalanya tak bisa berputar ke bawah karena tak bisa masuk ke atas panggul." Namun, kenapa si bayi terlalu besar, bisa disebabkan ibunya yang kebanyakan makan. Akibatnya, si ibu kegemukan, begitupun bayinya. "Karena itulah, ibu hamil kalau datang periksa, berat badannya ditimbang. Kalau berat badannya terlalu gemuk akan dinasihati untuk tak menambah berat badannya karena bayinya nanti terlalu besar."

Letak sungsang juga bisa terjadi saat hamil muda, di mana ukuran bayi masih kecil sementara ruangan rahim relatif luas, kepala janin akan terputar ke atas. Juga, terjadi pada ibu yang sering mengalami persalinan. Pada ibu yang sering bersalin ini, otot rahim akan molor dan ruangan rahim pada kehamilan berikutnya jadi lebih luas. Bila risiko ini ditambah lilitan tali pusat, dapat dipastikan janin akan sungsang. Lilitan tali pusat pada tubuhnya membuat dia tetap di posisi semula, kepala di atas dan bokong di bawah. "Janin yang tak bisa memutar secara alamiah ini akan sungsang hingga melahirkan nanti."

Selain itu, sungsang juga disebabkan letak plasenta di bawah hingga kepala tak bisa turun. Sekalipun janin bisa berputar, kepala akan turun setengah hingga posisinya kadang jadi melintang. Ciri-ciri janin melintang. Tubuh akan membesar ke samping dan bagian tengah terasa kosong. Posisi ini bahkan lebih berbahaya daripada sungsang. Dalam persalinan lintang dikhawatirkan, "Selain bayinya meninggal, ibunya juga. Karena kalau bayi itu melintang, dia tak bisa lahir, padahal kontraksi rahim begitu kuat. Dengan demikian, rahim bisa pecah, yang disebut ruptura uteri," jelas Dwiana.

Hal lain yang dapat menyebabkan sungsang adalah terdapat kecacatan pada bayi. Misal, yang kepalanya besar (hidrosefalus) atau kepalanya tak ada tulang tengkorak. Kelainan-kelainan dengan bagian tubuh membesar dapat pula terjadi pada organ tubuh lain, seperti bahu, perut, dan bokong.

TAK BOLEH SEMBARANGAN

Tentunya, untuk melakukan tindakan terhadap bayi sungsang harus dilihat dulu penyebabnya. Sebab, untuk melakukan pemutaran tak boleh sembarangan. Jadi, tidak asal memutar. "Bahaya sekali melakukan tindakan pemutaran kalau kita tak tahu persis apa penyebab bayi itu menjadi sungsang," ungkap Dwiana.

Larangan pun berlaku bagi dokter atau bidan yang tak terampil melakukan pemutaran. "Yang melakukannya harus dokter atau bidan terlatih." Sebab, kalau penyebab janin sungsang adalah lilitan tali pusat, tindakan memperbaiki akan menyebabkan bayinya malah tambah terjerat. Dalam kondisi seperti ini, kepala bayi tak akan bisa turun. Seandainya dipaksakan pun, bayi akan makin terjerat. "Biasanya dokter atau bidan akan membiarkannya dalam posisi seperti ini. Kemungkinannya, persalinan dilakukan dengan jalan bedah sesar."

Dwiana lantas menggambarkan cara memutar bayi sungsang dengan tangan yang dikenal dengan versi luar. Pertama-tama, si ibu dalam posisi terlentang, kondisi relaks, dan belum ada kontraksi. "Bila sudah terjadi kontraksi, maka pemutaran tak dapat dilakukan karena rahim sudah tak relaks lagi dan ibu sudah siap melakukan persalinan."

Kemudian, "Perlahan-lahan bayi kita geser dengan tangan dari luar." Pemutaran bayi boleh diteruskan bila tak terasa sakit. Bila terasa sakit, pemutaran harus dihentikan untuk mencegah terjadi luka di rahim, misal, plasenta putus atau rahim robek. "Biasanya, pemutaran dilakukan antara 10 sampai 15 menit dalam satu kali pemutaran." Pemutaran tak dapat dilakukan setahap demi setahap. Misal, hari ini bayi diputar setengah kemudian besok setengahnya lagi.

Bagaimana dengan pengurutan? Dwiana dengan tegas melarang, "Sebaiknya jangan melakukan urut-mengurut. Ibu tak diperkenankan melakukan pemijatan di daerah perut apalagi rahim." Meskipun pengurutan dilakukan ahlinya, tetap dilarang. Apalagi bila ahli itu tak mengerti medis.

BAYI SUNGSANG HARUSKAH DILAHIRKAN SESAR?

Asalkan usia kehamilan masih di bawah 32 minggu, posisi sungsang masih dapat diperbaiki.

Dokter menyatakan janin Anda sungsang? Itu berarti, si janin dalam posisi memanjang dengan kepala di bagian atas rahim (fundus uteri) dan bokongnya ada di bagian bawah. Umumnya pada kehamilan trimester kedua, posisi sungsang sudah dapat dideteksi. Kandungan terasa penuh di bagian atas dengan gerakan janin terasa lebih banyak di bagian bawah. Ibu yang sudah pernah hamil sebelumnya akan merasa kehamilan sekarang terasa berbeda. Namun untuk memastikan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan.

Untuk langkah awal, lakukanlah pemeriksaan luar. Caranya dengan meraba bagian bawah rahim. Apakah ada bagian yang keras dan bulat menyerupai kepala di situ? Bila tidak ada, maka kemungkinan posisi janin sungsang. Jangan keliru dengan bagian bokong yang juga terasa berbentuk bulat. Cara membedakan kepala dan bokong adalah dengan menggerak-gerakkan bagian tersebut secara perlahan. Jika tak mau bergerak atau terasa sulit sekali bergerak, dapat dipastikan itu adalah bokong. Kepala lebih mudah digerakkan daripada bokong.

Selanjutnya, cobalah raba bagian atas rahim. Andaikan posisi janin memang sungsang, maka akan teraba kepalanya pada bagian ini. Denyut jantung janin pun akan teraba di posisi setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada pusar ibu. Bila masih ragu, lakukan pemeriksaan dalam atau dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG).

PENCETUS SUNGSANG

Letak janin bergantung pada proses adaptasinya di dalam rahim. Jadi, tak perlu keburu khawatir jika posisi sungsang terjadi di bawah usia kehamilan 32 minggu. Pada usia kehamilan ini, jumlah air ketuban relatif lebih banyak sehingga janin masih dapat bergerak bebas. Dari yang posisinya sungsang lantas berputar menjadi melintang lalu berputar lagi sehingga posisi kepala di bagian bawah rahim. Jangan heran kalau pada kehamilan belum cukup bulan, frekuensi letak sungsang menjadi lebih tinggi.

Memasuki usia kehamilan 37 minggu ke atas, posisi sungsang sudah sulit untuk berubah karena bagian terendah janin sudah masuk ke pintu atas panggul. Namun semestinya di trimester ketiga, bokong janin dengan tungkai terlipatyang ukurannya lebih besar daripada kepala akan menempati ruangan yang lebih besar yakni di bagian atas rahim. Sedangkan kepala berada dalam ruangan yang lebih kecil, di segmen bawah rahim. Masalahnya, mengapa posisi sungsang masih dapat terjadi hingga usia kehamilan cukup bulan?

Multiparitas

Ibu telah melahirkan banyak anak sehingga rahimnya sudah sangat elastis dan membuat janin berpeluang besar untuk berputar hingga minggu ke-37 dan seterusnya.

Hamil kembar

Adanya lebih dari satu janin dalam rahim menyebabkan terjadinya perebutan tempat. Setiap janin berusaha mencari tempat yang lebih nyaman, sehingga ada kemungkinan bagian tubuh yang lebih besar (yakni bokong janin) berada di bagian bawah rahim.

Hidramnion (kembar air)

Jumlah air ketuban yang melebihi normal menyebabkan janin lebih leluasa bergerak walau sudah memasuki trimester ketiga.

Hidrosefalus

Besarnya ukuran kepala akibat kelebihan cairan (hidrosefalus) membuat janin mencari tempat yang lebih luas, yakni di bagian atas rahim.

Plasenta previa

Adanya plasenta yang menutupi jalan lahir dapat mengurangi luas ruangan dalam rahim. Akibatnya, janin berusaha mencari tempat yang lebih luas yakni di bagian atas rahim.

Panggul sempit

Sempitnya ruang panggul mendorong janin mengubah posisinya menjadi sungsang.

Kelainan bawaan

Jika bagian bawah rahim lebih besar daripada bagian atasnya, maka janin cenderung mengubah posisinya menjadi sungsang.

4 POSISI SUNGSANG

Presentasi bokong

Pada pemeriksaan dalam yang dapat teraba hanya bokong bayi saja. Terjadi karena janin meluruskan (ekstensi) kedua sendi lututnya, sehingga kedua kaki mengarah ke atas dan kedua ujungnya sejajar dengan bahu atau kepala.

Presentasi bokong kaki sempurna

Kala pemeriksaan dalam dilakukan, bokong dan kedua kaki dapat teraba.

Presentasi bokong kaki tidak sempurna

Bagian bokong teraba dengan satu kaki di sampingnya, sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas.

Presentasi kaki

Yang teraba lebih dulu adalah salah satu atau kedua kaki karena posisi kaki berada di bagian paling rendah.

MENGUBAH POSISI SUNGSANG

Cara termudah dan teraman untuk mengubah posisi janin sungsang adalah dengan bersujud (knee chest position) secara rutin setiap hari sebanyak 2 kali sehari, misalnya pagi dan sore. Masing-masing selama 10 menit. Biasanya bayi akan berputar dan posisinya kembali normal, yaitu kepala berada di sebelah bawah rahim. Pada saat kontrol kandungan, mintalah bidan atau dokter memeriksa posisi janin. Jika belum berhasil, maka ulangi latihan setiap hari. Namun, latihan ini hanya efektif jika usia kehamilan maksimal 35­36 minggu.

Cara lain yakni dengan memutar posisi janin dari luar. Tentu tindakan ini hanya boleh dilakukan oleh ahli dan tidak semua dokter kandungan mahir melakukannya. Tindakan yang dikenal dengan nama versi luar ini berisiko. Bila tali pusat terlalu panjang dapat me-lilit. Sedangkan jika tali pusat pendek, plasenta bisa lepas akibat tarikan. Lantaran itu, tindakan versi luar saat ini jarang dipraktikkan.

SAAT PERSALINAN

Posisi janin sungsang tentunya dapat memengaruhi proses persalinan. Jika yang terjadi adalah presentasi bokong murni, maka persalinan normal masih relatif mudah dilakukan. Namun, ini pun hanya berlaku bagi ibu yang sudah memiliki pengalaman melahirkan per vaginam. Sedangkan jika yang terjadi adalah presentasi kaki, pada saat ketuban pecah spontan mungkin saja tali pusat ikut keluar (prolapsus tali pusat). Jika tidak segera dilakukan persalinan, janin mungkin tidak terselamatkan. Untuk mencegahnya, persalinan dapat dilakukan dengan cara sesar.

Proses persalinan yang salah jelas dapat menimbulkan risiko, seperti janin mengalami pundak patah atau saraf di bagian pundak tertarik (akibat salah posisi saat menarik bagian tangannya ke luar), perdarahan otak (akibat kepalanya terjepit dalam waktu yang lama), patah paha (akibat salah saat menarik paha ke luar), dan lain-lain. Untuk itu biasanya dokter menggunakan partograf, alat untuk memantau kemajuan persalinan. Jika persalinan dinilai berjalan lambat, maka harus segera dilakukan operasi (seksiosesaria).

Untuk ibu yang baru pertama kali hamil atau terdapat faktor penyulit pada kehamilan seperti ketuban pecah dini atau janin besar (di atas 3,5 kg) maka persalinan sesar merupakan jalan terbaik. Dalam hal ini, serahkan keputusan terbaik kepada dokter yang menangani.

   
Jumlah Posts : 159
Jumlah di-Like : 3
alo bunda... apa sebelum usia kandungan 8 bulan bunda udah tau klo posisi janin melintang? saya pernah baca artikel ttg bayi sungsang, masih bisa berputar dibawah usia kehamilan 32 minggu, krn di usia itu bayi belum terlalu besar jadi masih ada ruang gerak dan tergantung volume air ketuban... ada beberapa dokter yg memeng dapat memutar posisi janin istilahnya versi luar namun sangat beresiko, bisa saja tali pusat bayi pendek sehingga dikhawatirkan putus atau klo kepanjangan dikhawatirkan melilit.. wahh apalagi dukun yg gak semua ngerti medis, jangan deh bunda klo ada resiko gimana, apa mereka mau tanggung jawab...sekarang bunda banyak2 berdo'a supaya dilancarkan saat persalinan... usaha bunda lainnya bunda bisa sujud nungging selama 10-15 menit untuk membantu janin memutar posisi.. InsyaAllah persalinan bunda baik caesar maupun normal diberi kelancaran ya Amin.. salam, Niswa & mom...
   
28-08-2017 22:06:49 keputihan
Jumlah Posts : 9
Jumlah di-Like : belum ada like
bun usia kehamilpanku 32 minggu q sring keputihan gatel blanget klu buat hub sering perih... itu gmn ya???? ksh solusi donk