SITE STATUS
Jumlah Member :
493.729 member
user online :
1136 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: jahitan cesar bagian dlam

New Topic :  
Jumlah Posts : 558
Jumlah di-Like : belum ada like
bun gimana ya biar kulit perut di sekitar jahitan cesar lemes..ini aq kok keras kaya kaku gitu..jadi klo di usap nyeri kulitny.. harus giman ya bun biar lemes n gak nyeri lagi? pake obat atau nanti lunak sendiri???😦😦😦😦
   


Jumlah Posts : 7
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda2 yg sering sakit di bagian miss V, mgkin pengaruh krna sering nahan pipis. usahakan bunda2 nahan pipi jgan sampai sakit bru pigi pipis, krna bisa menyebabkan luka (bagian dlam) di bagian miss V, apalgi kalau bunda2 mau ngelahirin normal, usahakan jgan nahan pipis. jgan kurangi minum air krna pengaruh keseringan pipis terutama di siang hari, tp kl malam bsa dikurangi minum airnya (menurut artikel yg sya baca) moga bermanfaat
   
12-04-2014 10:36:57 melahirkan secar
Jumlah Posts : 203
Jumlah di-Like : belum ada like
wah bunda udh 3x cesar.. :O klo itu lbh baik lgsung konsul k dokter na bund.. terutama pada bekas jahitan cesar na.. aman apa tidak.. teman sy jarak na 3tahun udh bsa lahir normal..
bunda dina.. klo tman senam hamil dlu jarak 1tahun jg bsa hamil lg bund..tp ya gitu harus cesar lagi..
   


Jumlah Posts : 250
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda reni, wkt uk 36 w ssi dgn hpht bbj nya 2600 bund..kegedean gak ya.
aq jg ngerasaain keram di miss v dan kl jalan rasanya selangkangan sakit ky ngilu gt bun. perut dah turun bgt ky mau jatuh ... hr jumat bsk ku kontrol lg buat cek panggul sama bekat jahitan cesar yg pertama..smoga bs normal.
nda herliya, selamay buat kelahiran baby nya... akhir ya bs gendong si dede ya.
   
Jumlah Posts : 73
Jumlah di-Like : belum ada like
buat yg beragama islam silahkan di bca sampai sel3sai ini certa nyta dr ust nai peruqyah internasional.. Nuruddin Al Indunissy CAESAR & AL QUR’AN, SEBAGAI SOLUSINYA. KEMARIN · PUBLIK Bismillah Assholatu wa Sallamu ala Rosulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang maha luas dan kekal kasih sayangnya. Tulisan ini saya persembahkan bagi jiwa-jiwa yang sedang mencari ketenangan dan kemenangan haqiqi dalam naungan kebahagiaan islam. Dalam tulisan ini saya akan kupas secara mendalam, langkah dan tahapan bagaimana melahirkan dengan senyuman dan menangkal angkuhnya kejahatan system dunia farmasi dan industry rumahsakit. RumahSakit merupakan industry jasa yang sangat erat kaitannya dengan para pemegang dunia farmasi (industry dan penjual obat), sehingga bukan rahasia jika ada system yang serakah, yang mengikat mereka agar saling menguntungkan sementara korbannya adalah manusia secara umum dan muslim yang sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan) dan materialis (mementingkan object yang terlihat dan mengabaikan dunia spiritual yang justru lebih besar perannya). Caesarean Sections/Section Caesaria atau lebih dikenal dengan “Operasi Caesar”, merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan bayi dari rahim ibundanya dengan membedah/menyayat abdomen (perut) ibu. Proses Caesar ini terjadi dalam hitungan menit saja dan tidak sakit karena ibunda dibius terlebih dahulu, namun sehari pasca Caesar mulai terjadi sakit yang luarbiasa pada bekas operasi, punggung dan kepala. Kadang sakit ini berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya saat ibunda batuk, bersin bahkan tertawa dan resiko pada kehamilan dan kelahiran berikutnya. Jika tindakan ini menimbulkan cacat permanent pada ibu, lalu kenapa banyak orang memilih untuk pasrah Caesar bahkan ada trend Caesar dikalangan ibu-ibu yang mengaku moderen? Maka berikut ini adalah alasan-alasan Caesar secara logis/normal: 1. Ukuran bayi terlalu besar, sementara panggul sang ibu kecil. 2. Bayi menderita kelainan misalnya spina bifida. 3. Posisi kepala janin tidak berada di bawah atau sungsang. 4. Sang ibu memiliki penyakit jantung atau kondisi medis lain yang berisiko memburuk akibat tekanan saat melahirkan. 5. Penurunan suplai darah ke plasenta sebelum kelahiran. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan tubuh kecil. 6. Plasenta menghalangi leher rahim. 7. Luka terbuka yang disebabkan infeksi herpes genital yang aktif. 8. Sang ibu terinfeksi virus HIV. 9. Terdapat lebih dari satu janin dan kondisi kehamilan yang kompleks misalnya posisi janin yang kurang ideal atau kembar siam. Dan alasan lainya. Adapun trend Caesar, yang merupakan pilihan sendiri, baik karena menghindari sakitnya proses lahiran normal (semisal mulas pada bukaan 1 hingga 10, kerusakan/luka jahitan pada vagina, proses bukaan yang lama atau sakitnya saat melahirkan itu sendiri) ataupun ikut trend Caesar untuk memilik tanggal lahir yang cantik (caesar yang direncanakan) itu merupakan resiko sendiri dan bukan kesalahan dunia medis. Namun dari sebuah survey yang dikutip dari sebuah buku kehamilan oleh Nadia Mulya menunjukkan bahwa 394 responden memilih caesar karena beragam alasan. Sebanyak 83.5% di antaranya mengaku harus bersalin caesar karena keputusan dokter (komplikasi medis) atau ada indikasi medis yang mengancam keselamatan ibu dan bayi. Semoga Allah merahmati para dokter dan bidan yang jujur, memudahkan kehidupannya di dunia dan akhirat karena ini bagian dari profesi yang luhur yang menjadi solusi bagi kesulitan umat manusia di dunia modern ini. Masalah kemudian timbul, saat sebuah system memaksa mereka untuk melakukan hal yang ditolak nurani setiap manusia yang hidup hatinya. Bagaimana sikap seoran mukmin yang beriman pada taqdir menyikapi hal ini? Bukankah Allah azza wa jalla telah menentukan sunnatullah pada setiap wanita untuk mengalami kelahiran dengan normal jauh sebelum adanya Sectio Cesaria? Telah lama saya menghembuskan adanya indikasi gangguan non-medis pada proses Caesar, beberapa tahun silam saya mulai menteorikan lengkap dengan solusinya untuk mengatasi Caesar yang tidak direncanakan ini. Sebagaimana penelitian pribadi saya tentang adanya campur tangan musuh-musuh Allah (syaitan) pada banyak penyakit dalam yang kemudian mengarah pada operasi besar. Banyak sekali penyakit pada jasad yang divonis operasi (setelah melalui proses scaning yang moderen) namun kemudian tidak ditemukan penyakitnya. Alhamdulillah, dari training-training yang digelar dibawah bendera Yayasan RehabHati dan Yayasan Qur’anic Healing di Indonesia dan Malaysia banyak sekali testimony membahagiakan dari saudari-saudari kita yang tidak jadi Caesar setelah diupayakan melalui upaya spiritual dengan Teraphy Al Qur’an (ruqyah syariyyah), do’a dan sinerginya dengan Ath Tib An Nabawai atau metode pengobatan ala Nabi dengan memaksimalkan konsumsi Madu, Habbatussauda, Zaitun dan herbal Sunnah yang penuh berkah lainnya juga tidakan bekam dan upaya pengobatan tradisional lain. Alhamdulillah, bayi-bayi telah lahir dengan sempurna atas keagungan dan kekuasaan Allah melalui kedahsyatan teraphy Al Qur’an beberapa tahun kemudian setelah teori itu ditrainingkan. Bahkan salah satu trainer RehabHati yang juga praktii medis di salah satu RumahSakit Islam di Kota Wonogiri memberikan testimony yang mengejutkan bahwasannya setelah direktur rumahsakit yang juga kawan saya mengeluarkan intruksi untuk meruqyah setiap pasien yang mau Caesar 2 jam berikutnya banyak sekali –sekali lagi, banyak sekali– pasien yang tidak jadi dicaesar karena telah lahir terlebih dahulu. Anda pun, insya Allah akan melihat ramai testimony dibawah tulisan ini tentang kesaksian mereka yang telah mendapatkan berkah dari teraphy Al Qur’an ini. Setelah tahun demi tahun saya lalui dalam mensosialisasikan ruqyah syariyyah bersama team, Desember 2014 lalu saya Allah beri amanah seorang putera. Alhamdulillah lahir normal di salahsatu rumahsakit di kota Kediri. Tidak ada masalah, meski sebenarnya saya miris melihat beberapa suami dengan begitu mudahnya membubuhkan tanda-tangan Caesar untuk istrinya melalui jalur BPJS. Waktu berlalu cepat, April 2016 ini Allah memberi amanah yang kedua setelah melalui perjuangan yang panjang. Saya, ingin setiap ibu, setiap muslimah dan mukminah membaca tulisan dari jari seorang ayah ini. Seorang ayah yang mengerti bahwa melahirkan itu rasanya seperti setengah kematian, dan setelah lahiran nanti masih ada perjalanan panjang yang harus dilalui dengan tabah untuk mencapai jannah-Nya. 1 April 2016, saya sedang dalam perjalanan dari kota Sukabumi menuju kota Bogor. Istri memberitahu bahwasannya, besok, sepertinya tidak bisa menemani saya mengisi Mega Training RehabHati di kota Bogor karena mulai merasakan mulas dan sakit perut. Dan saya mengizinkannya, tentu saja meski saya tidak bisa menemani beliau mengingat MegaTraining di Bogor ini adalah salah satu event Pelatihan Ruqyah terbesar yang dikonsep beberapa bulan sebeumnya untuk menyakinkan 1000 peserta yang telah teregistrasi untuk hadir itu merasa nyaman, aman dan terkesan dalam menikmati Traning dan Teraphy Al Qur’an Gratis yang diselenggarakan Team RumahRehab Bogor. 2 April 2016, saya mengisi training dengan gelisah. Sambal sesekali melihat Handphone, seandainya saja ada kabar emergensi dari rumah karena diprediksi kisaran 12 April 2016 ini istri akan melahirkan anak keduanya. Dan malam harinya saya langsung pulang ke rumah kontrakan saya di Kota Wisata, Cibubur. 3 April 2016, Alhamdulillah kekhawatiran saya terobati. Istri sepertinya bukan mulas indikasi akan melahirkan, namun sakit perut biasa. Saya mengajak istri untuk check-up kerumahsakit, namun ia menolaknya. Saya menghormati keputusannya, dan diam-diam bertekad seandainya hingga besok dzuhur istri menolak kerumah sakit saya akan mengkondisikan agar ia bersedia dirawat. 4 April 16, 12.15 PM selepas dzuhur beliau memberi tahu bahwa lututnya mulai gemetar. Saya kaget ketika beliau mengatakan bahwa sehari semalam ini lebih dari 10 kali ke kamar mandi. Saya melihat indikasi muntaber, dan ini berbahaya, dalam kondisi mengandung bisa dehidrasi. 4 April 16, 12.45 PM taksi sudah ada didepan rumah dan membawa kami kesalah satu rumah sakit termegah di daerah ini, tentu saja bukan karena saya cukup uang namun untuk memastikan kenyamanan istri karena ini adalah hak dunia medis. Qodarullah, macet menghadang dan jam 14.00 Dokter kandungannya sudah pulang, dan baru akan buka lagi jam 17.00, akhirnya saya istri dan putra saya yang baru berusia 15 bulan belok ke salahsatu Mall untuk menunggu dokter. 4 April 16, 17.40 PM kami sudah bersama dokter pribadi istri, ia seorang muslimah muda yang ramah, berkerudung dan professional. Beliau menyimpulkan bahwa istri dehidrasi, dan air ketuban ada pada level 8 (standar sehat ada pada level 10). Dan saya menyetujui istri dirawat malam itu. Malam itu saya mulai merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah, menggendong anak kesana-kemari, check-in rawat inap, tanda tangan sana-sini, dan yang lebih berat mengkondisikan bayi tidur dirumahsakit. Alhamdulillah, semua berlalu dengan baik karena kami mengambil kelas ruang rawat inap VIP. Cukup luas untuk saya dan anak saya, babysitter, dan tentunya istri yang malam itu divonis dehidrasi dan muntaber. Setelah check-up, USG, dirawat dan check lab diketahui bahwa muntaber istri disebabkan Jamur. Dan dokter, pagi itu memberitahukan dengan senyum lega bahwa untuk Jamur sudah ada obatnya. Istri boleh pulang pagi berikutnya. 5 April 16, 11.30 AM, Alhamdulillah kami pulang dengan tenang. Dan dihari yang sama bidan memberitahu kami bahwa kondisi kandungan sekarang aman dan sudah “bukaan 1”. Dalam proses persalinan ada proses yang bernama “Pembukaan”, pembukaan atau bukaan yang dimaksud adalah pembukaan atau prosesnya mulut Rahim dari 1 hingga 10. Proses bukaan ini terjadi secara bertahap dan alami, ada semacam asam atau gas yang mendorong bayi keluar. Bayi terdorong keluar karena dorongan gas dan mengkerutnya Rahim, sehingga mulut Rahim terbuka secara bertahap. Ini proses harus dilalui seorang ibu dengan tabah, sabar dan tawakkal. Jika menyerah, maka alternative lain adalah Caesar. 8 April 2016, istri masih muntaber dan semakin lemah. Seakan obat itu tidak mempan. Dan kami kembali lagi check-up, kerumahsakit yang sama. 8 April 2016, 9.30AM kami masuk melalui pintu IGD, dan langsung dibawa keruang persalinan. Di check, dan masih bukaan 1 dan kondisi makin lemah. 8 April 2016, 9.35 AM dokter dan 1 perawat disampingnya menyampaikan kepada saya bahwa kondisi semakin lemah, dan Air ketuban semakin menyusut. Prediksi beliau sudah “Level 6”, hingga disarankan untuk diberi perangsang (Induksi) atau Cesar. 8 April 2016, 9.50 AM, saya memutuskan untuk menolak dan mengupayakan sendiri terlebih dahulu dirumah. “Saya sendiri praktisi pengobat, seperti dokter. Hanya saja, kalau dokter dibidang medis saya bagian non-medis. Saya telah banyak menembukan bahwa masalah seperti ini ada indikasi non-medis, jadi saya ingin mengupayakan terlebih dahulu dirumah”. Dokter tersenyum dan mengangguk, beliau menyerahkan sepenuhnya kepada saya, dan kami pun pulang. 8 April 2016, 12.30 PM, saya kembali sampai dirumah. Otak saya mulai berputar mencari cara, teringat sahabat saya ust. Rahmat Bekam, ketua PBI Jabar sekarang yang selama ini memberikan saran-saran herbal secara ilmiah tentang penyakit melalui tinjauan medis. Dan Istri beliau, yang juga seorang Herbalis dan Bidan Thibun Nabawi memberi 4 saran kepada istri: 1. Konsumsi Habbatussauda (menambah mules). 2. Zaitun untuk melancarkan kelahiran, oles dan minum. 3. Minum air kelapa (untuk menormalkan kembali air ketuban) meskipun sebenarnya tidak ada cara untuk menambah air ketuban. 4. Bekam di pinggang. Dan pergelangan kaki kanan dibawah mata kaki yang merupakan titik untuk melancarkan proses pembukaan. Beliau juga, seperti saya kutif dari istri, menyarankan untuk ruqyah. “Jangan lupa ruqyah”, katanya. Saya teringat, beberapa tahun lalu pernah menemukan kasus dan menteorikan bahwa salah satu titik persembunyian syaitan yang menyebabkan keguguran adalah pada pergelangan atas kaki kanan dibawah mata kaki. 8 April 2016, 18.20 PM, selepas maghrib saya mulai mengawali proses ruqyah pada istri. PROSES RUQYAH 1 Ruqyah Syariyyah merupakan proses pembacaan Ayat Suci Al Qur’an kepada seorang mukmin yang sedang kesulitan, terutama ketika terikat/terbelenggu sebuah kondisi yang tidak dimengerti secara logis dengan harapan mendapatkan syfa atau kesembuha dan rahmat dari Allah azza wa jalla yang menciptakan dan menjaga setiap mahluk-Nya. Diawali dengan wudhu, menunaikan shalat maghrib, dan mempersiapkan 1 liter air kelapa muda dan air putih disampingnya untuk diruqyah bersamaan dengan istri. Dan istri menggunakan hijab sempurna agar khusyuk dan merupakan bagian dari adab do’a. Setelah mengucap Taawudz, Ayat Kursi, Al Falaq dan An Nas sebagai do’a perlindungan sebelum memulai ruqyah saya mengucapkan istighfar, sholawat dan berdo’a kepada Allah agar dilancarkan proses persalinan istri. Ini adalah muqodimah awal dalam setiap ruqyah syar’ie. Selanjutnya saya sentuhkan tangan kanan saya persis diperut istri, mendekatkan bibir kepadanya dan mulai membaca do’a-do’a Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam untuk mengawali ruqyah. Kemudian membaca al Fatihah, Al Baqarah 1-4, 102, 163-164, 255-257, 284-286, Al Imran 18-19 dan bayi didalam mulai bergerak-gerak seakan musafir kehausan mendapat air segar. Saya mengulang-ngulang ayat itu dan bayi mulai motah berputar-putar hingga istri saya gelid an memegangi perutnya. Ruqyah dilanjutkan dengan membaca surah-surah berikutnya hingga selesai. Ada kesimpulan besar disini, selama ini saya yakin bahwa bayi sungsang dan terikat ari-ari bisa lahir dengan normal hanya mendengar testimony kawan-kawan alumni pelatihan ruqyah yang saya bina dan juga video-video keajaiban Al Qur’an saat dibacakan pada janin dalam kandungan dan kemudian bayi sujud –saat itu– saya merasakan sendiri bahwa bayi tidak hanya bergerak namun berputar. Masyaa Allah.. Selanjutnya saya meruqyah Air kelapa dan air putih untuk minumannya. Saya dekatkan bibir saya kepada dua wadah air dan membacakan surah al Fatihah 7x, Al Kafiruun 1x, Al Falaq dan An Nass masing-masing 3x. Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam membacakan surah Al Kafirun kepada air yang dicampur garam saat mengobat luka sengatan. 9 April 2016, 18.20 PM Hari itu istri mencoba check kandungan di Klinik Bersalin Ranti di daerah ciangsana cibubur dan hasilnya menakjubkan, bidan disana mengatakan dengan penuh percaya diri bahwa air ketuban normal dan sudah mulai bukaan 2. Disana mulai ada cahaya yang merekah! Bahkan sang bidan disana menyimpulkan, masih ada satu minggu waktu untuk menunggu. Dan istri mengatakan, bahkan, bu bidan lela (istri rahmat bekam) sebelumnya prediksi bahwa masih ada dua minggu waktu. Hal ini membuat saya termenung, kenapa bisa-bisanya seorang dokter specialist menyarankan induksi dengan kondisi ketuban yang menakutkan? Apakah alat-alat itu terlalu modern? Kepenasaranan ini mulai menggelitik saya untuk menggali lebih dalam tentang apa itu Air ketuban. Saya menggalinya di internet dan juga menggali beberapa informasi dari istri tentang apa yang dokter lakukan saat USG dan kemudian menyimpulkan tentang air ketuban. Dan disini ada hal yang menarik lagi. Saat USG dokter memperlihatkan melalui layar kombinasi warna gelap, biasanya, selama usia kehamilan 1-9 bulan dilayar itu terlihat kondisi bayi dan bentuknya; tangan, jemari, kepala, kaki termasuk jenis kelaminnya. Saat alat detector ditempel di perut istri, tampilan pada layar itu hanya gelap, dengan kondisi demikian artinya air ketuban sudah hamper habis (dinding rahim melekat pada bayi, karena tidak ada air atau sedikit). Saya sontak teringat banyak kasus yang dilalui dalam teraphy ruqyah, pasien mengakui dan menyebutkan jenis penyakitnya terlihat di Xray, namun saat operasi tidak ada. Jika syaitan bisa mempengaruhi electron listrik, mempengaruhi dan merusak koneksi internet, laptop bahkan beberapa kehancuran pada bentuk-bentuk jasad, maka sangat mungkin juga mempengaruhi tampilan alat dokter kandungan. Masih segar diingatan saya ketika menteraphy seorang umaht di Kenya, afrika timur. Beliau mengaku 6 kali dioperasi dan 2 kalinya adalah operasi cesar, dari 4 operasi tersebut dokter mendeteksi benda hitam pada perutnya dan ketika dibedah benda itu tidak ada. Kasus ini banyak terjadi (sekali lagi, banyak terjadi) di rumahsakit dan kemudian mereka lari ke pengobatan alternative. Baiklah, saya melanjutkan upaya secara maksimum. Mendekatkan diri kepada Allah, menolong sebanyak-banyaknya muslimin-muslimah yang bisa ditolonga dan dimudahkan dengan teraphy Al Qur’an minggu itu. Termasuk upaya sedekah sesuai yang Allah mampukan dan takdirkan kepada kami, juga ibadah-ibadah lainnya. Berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni kami, karena tidak ada kesulitan kecuali disebabkan dosa dan kesalahan kita sendiri. Dihari yang sama saya mengisi private teraphy di rumah rehab bogor, 1 jam dari rumah. Hari itu saya sudah agak lega, tinggal menunggu hari lahir. Namun jujur, minggu itu kami lalui dengan sangat lama. “Hikmah itu selalu ada, dalam situasi tersulit sekalipun. Saat kita terbentur pada sebuah kondisi "tidak ada pilihan", sementara kaki lelah dan harus terus melangkah --maka-- disana Allah sedang mengajari kita untuk tabah. Menundukan kepala dalam-dalam, menyadari bahwa kita ini lemah tidak berdaya dihadapan ketetapan Allah yang maha gagah perkasa. Merasakan sebuah kekuatan sedang mengatur kita dengan kemahaanNya” 17 April 16, 11.35 PM. Istri saya mulai merasakan mulas hebat. Bapa Mertua dari Kediri sudah berjaga-jaga, dan Rafiq kecil tertidur pulas. Sambil memangkunya, saya berfikir keras. Seandainya dibawa kerumah sakit, apa yang akan terjadi dengan dia? Akhirnya kami menyimpulkan untuk kerumahsakit besok pagi. 18 April 16, 05.40 AM. Kami sudah ada diruang IGD, dan Istri dibawa ke ruang persalinan. Check-up dan lain-lain. Alhamdulillah sudah bukaan 3. Dan saya ke lantai 1 untuk Check-in. Istri dibawa kekamarnya. Kami tidak mengambil ruang VIP namun mengambil Ruang Kelas 1, dibawahnya. Pertimbangan mengambil ruang VIP sebelumnya adalah untuk menjaga hijab istri. Dan pertimbangan mengambil ruang kelas 1 adalah setelah kami tahu bahwa meski di ruang kelas 1, yang mana ada dua pasien tetap ada hijab. Dan yang lebih penting, ternyata semua kelas persalinannya diruang tertutup yang baik. Ini terjadi karena kami tidak pernah kerumahsakit sebelumnya. Hal yang mengesankan disana adalah ketika istri saya curhat tentang sikap salah satu bidan kepadanya, ia mengatakan ada bidan yang tidak ramah dan kasar saat cek sendiri diruang persalinan. Istri saya berkata, bidan itu berkata: “Ck..ck. Bagaimana bu upaya teraphynya. Diteraphy apa sih. Hipno-hipno gitu itu ya?” Katanya tanpa beban, bahwa seharusnya kamilah yang berkata dengan bangga karena tidak menerima atau menolak induksi minggu kemarin. Bayangkan kalau minggu kemarin melakukan induksi, pasti gagal karena belum saatnya. Dan kalau induksi gagal maka tindakan selanjutnya adalah Caesar. Istri saya menjawab: “Bukan, suami saya hanya membacakan al Qur’an kepada saya. Namanya terapy Ruqyah”. “Hh.. Yang paling penting kan mulesnya, untuk bukaan itu ya harus mules bukan diruqyah”. Kata bidan itu, menyakiti hati saya saat mendengarnya dari istri. Saya hanya berkata; “Sabar. Ini belum seberapa. Mereka hanya tidak tahu”. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik selanjutnya saya mengawasi setiap gerak dan tindakan. Disamping istri, mengatur strategi, mengatur waktu, memotivasi, menemani dan yang terpenting memastikan si kaka Rafiq tidak bosan. Bukaan 4, 5, 6 dan 7 berlalu menggembirakan meski lebih lama dari normal. Prediksi lahiran adalah selepas dzuhur, selambatnya ashar. Sebelum ganti shift bidan menyimpulkan, selambat-lambatnya maghrib insyaAllah lahir. Murotal Al Qur’an terus mengalir mewarnai keluh kesah hati kami. 18 April 16, 02.40 PM. Bidan shift sore datang, berwajah tegas-professional dan berkata; “Bu. Check lagi”. Ia memegang perut istri, memasang alat denyut jantung dan mencetaknya. Dan menawarkan oksigen, serta menaruh disampingnya. Dan ia menyimpulkan masih bukaan 7, dan menyarankan dibawa keruang persalinan. Alasannya sangat logis, agar nanti tidak buru-buru saat kontraksi. Dan saya menerimanya tanpa alasan. 18 April 16, 02.55 PM. Istri sudah diruang persalinan, dipasang infus dan selang oksigen. Hal ini membuat ayah mertua panic dan menelpon ibu mertua untuk segera kejakarta. Saya memperhatikan dengan seksama, drama ini. 18 April 16, 03.03 PM. Suster tadi kembali dan membawa selembar kertas dan papan yang ia dekap didadanya. “Bapa, ini sudah jam 3, dan saatnya lahiran. Namun kondisi mulas malah makin berkurang. Saya izin untuk memasang akselerator” kata bidan itu sangat elegan membuat saya hati-hati untuk bicara. “Akselerator, apa bedanya dengan induksi?” Jawab saya. “Beda. Kalau induksi itu membuat mulas sebelum mulas. Kalau akselerator itu menambah mulas setelah mulas. Agar lancer dan cepat lahir.” Katanya sambil senyum. Saya diam. Dan lalu menimpali. “Sama saja. Apa tidak bisa tunggu sebentar?” Kata saya kemudian. “Sudah saatnya pa, ini saran dokter” katanya. Padahal entah dimanakah bu dokter itu. “Kalau tunggu dulu bagaimana, saya kan bilang tidak mau di induksi?” Jawab saya. “Kalau bapa nolak, bapa harus menandatangani bahwa bapa menolak tindakan medis” Katanya sambil menggerak-gerakan kertas ditangannya dan tidak lupa senyum. “Tunggu satu jam!” Tukas saya. “Iya, kalau bapa nolak harus tanda tangan. Lagian, bapa ini sudah dua kali nolak induksi. Kita harus cek, ada apa ini?” Katanya membuat urat leher saya menegang. “Baik, apa susahnya tanda tangan? Tapi tujuan anda minta izin kan sebagai persetujuan. Dan ingat, praduga dokter itu juga bisa salah. Saya menunggu dari 2 minggu lalu detik-demi-detiknya. Dan, bayangkan kalau saya setuju induksi minggu lalu. Sudah rusak istri saya. Jangan samakan saya dengan pasien-pasien BPJS anda!” jawab saya meninggi. Suster itu diam, dan berkata singkat; “Baik” lalu pergi. 6 Jam dari saat itu adalah waktu sulit kami. Tidak ada poses bukaan, mulas sudah berkurang. Suster tidak lagi diruangan hanya sesekali mengecek. Diruangan sebelah terdengar jeritan tangisan bayi berulang-ulang menandai telah lahir jiwa baru. Namun kami masih menunggu, dan disaat itu pula Allah tunjukan keagungan-Nya. 18 April 16, 07.40PM. Maghrib dan Isya sudah berlalu, do’a sudah dihantar kelangit. Al Qur’an mengalun, ruangan sepi. Diblok lain Rafiq bersama bibinya sudah tertidur pulas setelah main sendiri seharian tanpa ayah dan ibunya. Dan ini adalah hal pertama baginya. Mertua saya pergi ke Airport menjemput ibu Mertua. Tinggal saya dan Istri. Wajah istri mulai pucat sudah lebih dari 20 jam proses bukaan 3 sampai 7 dan terkunci disini. Bidan mengabarkan; “Pa. jika bapa tetap tidak mau induksi. Sebaiknya dibawa lagi ke kamar inap”. Saya hanya mengangguk lemas, namun didada saya masih membara sebuah keyakinan bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan perencanaan dan jalan-jalan. Jangankan janin manusia, anai-anai dan semut kecil saja sudah Allah atur hidup dan matinya. Milyaran bakteri Allah atur hidup matinya dalam hitungan jam, apalagi manusia. Suster sibuk diruang sebelah, dan saya melepaskan genggaman tangan istri dan meletakannya di perut. Mulai melakukan upaya terakhir, sebelum istri dibawa kembali ke ruang rawat inap. PROSES RUQYAH 2. Pertama saya memberitahu dan mengajak istri untuk menghentikan proses dzikir. Karena selama proses menunggu bukaan berikutnya, saya sarankan istri untuk beberapa kalimah yang agung, diantaranya; berdzikir “Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntum minadzolimiin”, karena itu yang diucapkan Nabi yunus saat ada dalam puncak kesulitan diperut ikan. Juga dzikir “Ya Hayyu Ya Qayyum” karena itu hal yang diucapkan Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam saat ia ada dalam kondisi genting. Selanjutnya, karena masih punya wudhu, saya langsung memulainya dengan Ta’awudz, Basmallah dan surah al Fatihah dengan suara lirih dan kemudian semakin menguat. Posisi bibir sangat dekat dengan Rahim istri. Seperti ruqyah biasa saya mulai dengan Al Fatihah, Al Baqarah (1-4, 163-164, 255-257, 284-286) dan saya mengulang-ngulang secara menyeluruh tiap ayatnya sebanyak 3 sampai 7 kali, dan mengulangnya lebih banyak pada surah al Baqarah ayat 257. Kemudian dilanjut surah Al Imrah ayat 18-19 dan pada ulangan yang ke3 atau 4 saya mendengar istri berbisik lirih. “Bi. Ada sesuatu yang mengalir keluar”, katanya. Dan saya mengecek ternyata ada cairan, lendir dan bercampur darah mengalir. Saya memberitahu suster yang ada diluar da nada dua suster yang masuk mengecek dan positive ketuban pecah. Allahuakbar! Kedua suster itu pun segera membenahi ruangan dan peralatan yang disiapkan. Saya mengabari ayah ibu mertua dan juga ayah ibu kandung, memohon do’a mereka agar dimudahkan. 18 April 16, 08.50 PM Ketuban pecah dan Bukaan 8. 18 April 16, 09.40 PM Bukaan 9. 18 April 16, 10.10 PM, Dokter datang dan kepala bayi sudah meraksuk keluar. Dokter sigap menangani proses lahiran dan jam 10.15 malam itu Salman Al Farisi, putra kedua kami terlahir dengan sempurna. Berat 3.04 kg dan panjang 50cm. Saya memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan membacakan ucapan selamat datang kepada putra kedua dengan lantunan Syahadatain ditelinganya dan kemudian mentahniknya. Sesaat setelah lahiran, dan bayi mulai di observasi. Seorang suster yang baik hati, yang mengurusi proses terakhir lahiran itu berkata kepada Istri; “Bu. Disamping sedang operasi Caesar, padahal ia masuk bareng ibu dan saat itu ia juga disaranin induksi namun gagal”. Banyak sekali proses Induksi dan Caesar yang tidak wajar terjadi, tidak semua kesalahan terjadi pada praktisi medis karena mereka hanyalah instrument dari dunia farmasi dan industri rumahsakit. Kesalahan terbesar adalah pada sistem yang jahat dan kelemahan iman yang membuat ketawakalan seseorang berkurang, terlindas dunia dan orang-orang materialist. 19 April 16, 05PM, Dokter mengizinkan pulang. Seharian dikamar inap, saya dan istri mendengar rintihan pasien sebelah yang tidak henti-hentinya. Beliau di Caesar 2 hari kemarin dan hari pertama memang tidak ada tanda-tanda penderitaan, namun hari kedua saya menyaksikan derita wanita-wanita yang dioperasi. Rasa panas bekas sayatan dan jahitan, juga sakit yang menjalar dipunggung dan kepala. Selama masih ada tawakal yang tersisa, maka jangan sekali-kali serahkan istri anda untuk di Caesar. Tindakan ini hanya boleh diambil saat tidak ada pilihan, atau dalam kondisi khusus. Jangan cepat menelan mentah-mentah apa yang diprediksi dokter pengobatan dokter adalah dugaan manusia sementara Al Qur’an adalah wahyu yang pasti. Wallahu ta’ala alam.
   


Jumlah Posts : 73
Jumlah di-Like : belum ada like
buat yg beragama islam silahkan di bca sampai sel3sai ini certa nyta dr ust nai peruqyah internasional.. Nuruddin Al Indunissy CAESAR & AL QUR’AN, SEBAGAI SOLUSINYA. KEMARIN · PUBLIK Bismillah Assholatu wa Sallamu ala Rosulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang maha luas dan kekal kasih sayangnya. Tulisan ini saya persembahkan bagi jiwa-jiwa yang sedang mencari ketenangan dan kemenangan haqiqi dalam naungan kebahagiaan islam. Dalam tulisan ini saya akan kupas secara mendalam, langkah dan tahapan bagaimana melahirkan dengan senyuman dan menangkal angkuhnya kejahatan system dunia farmasi dan industry rumahsakit. RumahSakit merupakan industry jasa yang sangat erat kaitannya dengan para pemegang dunia farmasi (industry dan penjual obat), sehingga bukan rahasia jika ada system yang serakah, yang mengikat mereka agar saling menguntungkan sementara korbannya adalah manusia secara umum dan muslim yang sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan) dan materialis (mementingkan object yang terlihat dan mengabaikan dunia spiritual yang justru lebih besar perannya). Caesarean Sections/Section Caesaria atau lebih dikenal dengan “Operasi Caesar”, merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan bayi dari rahim ibundanya dengan membedah/menyayat abdomen (perut) ibu. Proses Caesar ini terjadi dalam hitungan menit saja dan tidak sakit karena ibunda dibius terlebih dahulu, namun sehari pasca Caesar mulai terjadi sakit yang luarbiasa pada bekas operasi, punggung dan kepala. Kadang sakit ini berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya saat ibunda batuk, bersin bahkan tertawa dan resiko pada kehamilan dan kelahiran berikutnya. Jika tindakan ini menimbulkan cacat permanent pada ibu, lalu kenapa banyak orang memilih untuk pasrah Caesar bahkan ada trend Caesar dikalangan ibu-ibu yang mengaku moderen? Maka berikut ini adalah alasan-alasan Caesar secara logis/normal: 1. Ukuran bayi terlalu besar, sementara panggul sang ibu kecil. 2. Bayi menderita kelainan misalnya spina bifida. 3. Posisi kepala janin tidak berada di bawah atau sungsang. 4. Sang ibu memiliki penyakit jantung atau kondisi medis lain yang berisiko memburuk akibat tekanan saat melahirkan. 5. Penurunan suplai darah ke plasenta sebelum kelahiran. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan tubuh kecil. 6. Plasenta menghalangi leher rahim. 7. Luka terbuka yang disebabkan infeksi herpes genital yang aktif. 8. Sang ibu terinfeksi virus HIV. 9. Terdapat lebih dari satu janin dan kondisi kehamilan yang kompleks misalnya posisi janin yang kurang ideal atau kembar siam. Dan alasan lainya. Adapun trend Caesar, yang merupakan pilihan sendiri, baik karena menghindari sakitnya proses lahiran normal (semisal mulas pada bukaan 1 hingga 10, kerusakan/luka jahitan pada vagina, proses bukaan yang lama atau sakitnya saat melahirkan itu sendiri) ataupun ikut trend Caesar untuk memilik tanggal lahir yang cantik (caesar yang direncanakan) itu merupakan resiko sendiri dan bukan kesalahan dunia medis. Namun dari sebuah survey yang dikutip dari sebuah buku kehamilan oleh Nadia Mulya menunjukkan bahwa 394 responden memilih caesar karena beragam alasan. Sebanyak 83.5% di antaranya mengaku harus bersalin caesar karena keputusan dokter (komplikasi medis) atau ada indikasi medis yang mengancam keselamatan ibu dan bayi. Semoga Allah merahmati para dokter dan bidan yang jujur, memudahkan kehidupannya di dunia dan akhirat karena ini bagian dari profesi yang luhur yang menjadi solusi bagi kesulitan umat manusia di dunia modern ini. Masalah kemudian timbul, saat sebuah system memaksa mereka untuk melakukan hal yang ditolak nurani setiap manusia yang hidup hatinya. Bagaimana sikap seoran mukmin yang beriman pada taqdir menyikapi hal ini? Bukankah Allah azza wa jalla telah menentukan sunnatullah pada setiap wanita untuk mengalami kelahiran dengan normal jauh sebelum adanya Sectio Cesaria? Telah lama saya menghembuskan adanya indikasi gangguan non-medis pada proses Caesar, beberapa tahun silam saya mulai menteorikan lengkap dengan solusinya untuk mengatasi Caesar yang tidak direncanakan ini. Sebagaimana penelitian pribadi saya tentang adanya campur tangan musuh-musuh Allah (syaitan) pada banyak penyakit dalam yang kemudian mengarah pada operasi besar. Banyak sekali penyakit pada jasad yang divonis operasi (setelah melalui proses scaning yang moderen) namun kemudian tidak ditemukan penyakitnya. Alhamdulillah, dari training-training yang digelar dibawah bendera Yayasan RehabHati dan Yayasan Qur’anic Healing di Indonesia dan Malaysia banyak sekali testimony membahagiakan dari saudari-saudari kita yang tidak jadi Caesar setelah diupayakan melalui upaya spiritual dengan Teraphy Al Qur’an (ruqyah syariyyah), do’a dan sinerginya dengan Ath Tib An Nabawai atau metode pengobatan ala Nabi dengan memaksimalkan konsumsi Madu, Habbatussauda, Zaitun dan herbal Sunnah yang penuh berkah lainnya juga tidakan bekam dan upaya pengobatan tradisional lain. Alhamdulillah, bayi-bayi telah lahir dengan sempurna atas keagungan dan kekuasaan Allah melalui kedahsyatan teraphy Al Qur’an beberapa tahun kemudian setelah teori itu ditrainingkan. Bahkan salah satu trainer RehabHati yang juga praktii medis di salah satu RumahSakit Islam di Kota Wonogiri memberikan testimony yang mengejutkan bahwasannya setelah direktur rumahsakit yang juga kawan saya mengeluarkan intruksi untuk meruqyah setiap pasien yang mau Caesar 2 jam berikutnya banyak sekali –sekali lagi, banyak sekali– pasien yang tidak jadi dicaesar karena telah lahir terlebih dahulu. Anda pun, insya Allah akan melihat ramai testimony dibawah tulisan ini tentang kesaksian mereka yang telah mendapatkan berkah dari teraphy Al Qur’an ini. Setelah tahun demi tahun saya lalui dalam mensosialisasikan ruqyah syariyyah bersama team, Desember 2014 lalu saya Allah beri amanah seorang putera. Alhamdulillah lahir normal di salahsatu rumahsakit di kota Kediri. Tidak ada masalah, meski sebenarnya saya miris melihat beberapa suami dengan begitu mudahnya membubuhkan tanda-tangan Caesar untuk istrinya melalui jalur BPJS. Waktu berlalu cepat, April 2016 ini Allah memberi amanah yang kedua setelah melalui perjuangan yang panjang. Saya, ingin setiap ibu, setiap muslimah dan mukminah membaca tulisan dari jari seorang ayah ini. Seorang ayah yang mengerti bahwa melahirkan itu rasanya seperti setengah kematian, dan setelah lahiran nanti masih ada perjalanan panjang yang harus dilalui dengan tabah untuk mencapai jannah-Nya. 1 April 2016, saya sedang dalam perjalanan dari kota Sukabumi menuju kota Bogor. Istri memberitahu bahwasannya, besok, sepertinya tidak bisa menemani saya mengisi Mega Training RehabHati di kota Bogor karena mulai merasakan mulas dan sakit perut. Dan saya mengizinkannya, tentu saja meski saya tidak bisa menemani beliau mengingat MegaTraining di Bogor ini adalah salah satu event Pelatihan Ruqyah terbesar yang dikonsep beberapa bulan sebeumnya untuk menyakinkan 1000 peserta yang telah teregistrasi untuk hadir itu merasa nyaman, aman dan terkesan dalam menikmati Traning dan Teraphy Al Qur’an Gratis yang diselenggarakan Team RumahRehab Bogor. 2 April 2016, saya mengisi training dengan gelisah. Sambal sesekali melihat Handphone, seandainya saja ada kabar emergensi dari rumah karena diprediksi kisaran 12 April 2016 ini istri akan melahirkan anak keduanya. Dan malam harinya saya langsung pulang ke rumah kontrakan saya di Kota Wisata, Cibubur. 3 April 2016, Alhamdulillah kekhawatiran saya terobati. Istri sepertinya bukan mulas indikasi akan melahirkan, namun sakit perut biasa. Saya mengajak istri untuk check-up kerumahsakit, namun ia menolaknya. Saya menghormati keputusannya, dan diam-diam bertekad seandainya hingga besok dzuhur istri menolak kerumah sakit saya akan mengkondisikan agar ia bersedia dirawat. 4 April 16, 12.15 PM selepas dzuhur beliau memberi tahu bahwa lututnya mulai gemetar. Saya kaget ketika beliau mengatakan bahwa sehari semalam ini lebih dari 10 kali ke kamar mandi. Saya melihat indikasi muntaber, dan ini berbahaya, dalam kondisi mengandung bisa dehidrasi. 4 April 16, 12.45 PM taksi sudah ada didepan rumah dan membawa kami kesalah satu rumah sakit termegah di daerah ini, tentu saja bukan karena saya cukup uang namun untuk memastikan kenyamanan istri karena ini adalah hak dunia medis. Qodarullah, macet menghadang dan jam 14.00 Dokter kandungannya sudah pulang, dan baru akan buka lagi jam 17.00, akhirnya saya istri dan putra saya yang baru berusia 15 bulan belok ke salahsatu Mall untuk menunggu dokter. 4 April 16, 17.40 PM kami sudah bersama dokter pribadi istri, ia seorang muslimah muda yang ramah, berkerudung dan professional. Beliau menyimpulkan bahwa istri dehidrasi, dan air ketuban ada pada level 8 (standar sehat ada pada level 10). Dan saya menyetujui istri dirawat malam itu. Malam itu saya mulai merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah, menggendong anak kesana-kemari, check-in rawat inap, tanda tangan sana-sini, dan yang lebih berat mengkondisikan bayi tidur dirumahsakit. Alhamdulillah, semua berlalu dengan baik karena kami mengambil kelas ruang rawat inap VIP. Cukup luas untuk saya dan anak saya, babysitter, dan tentunya istri yang malam itu divonis dehidrasi dan muntaber. Setelah check-up, USG, dirawat dan check lab diketahui bahwa muntaber istri disebabkan Jamur. Dan dokter, pagi itu memberitahukan dengan senyum lega bahwa untuk Jamur sudah ada obatnya. Istri boleh pulang pagi berikutnya. 5 April 16, 11.30 AM, Alhamdulillah kami pulang dengan tenang. Dan dihari yang sama bidan memberitahu kami bahwa kondisi kandungan sekarang aman dan sudah “bukaan 1”. Dalam proses persalinan ada proses yang bernama “Pembukaan”, pembukaan atau bukaan yang dimaksud adalah pembukaan atau prosesnya mulut Rahim dari 1 hingga 10. Proses bukaan ini terjadi secara bertahap dan alami, ada semacam asam atau gas yang mendorong bayi keluar. Bayi terdorong keluar karena dorongan gas dan mengkerutnya Rahim, sehingga mulut Rahim terbuka secara bertahap. Ini proses harus dilalui seorang ibu dengan tabah, sabar dan tawakkal. Jika menyerah, maka alternative lain adalah Caesar. 8 April 2016, istri masih muntaber dan semakin lemah. Seakan obat itu tidak mempan. Dan kami kembali lagi check-up, kerumahsakit yang sama. 8 April 2016, 9.30AM kami masuk melalui pintu IGD, dan langsung dibawa keruang persalinan. Di check, dan masih bukaan 1 dan kondisi makin lemah. 8 April 2016, 9.35 AM dokter dan 1 perawat disampingnya menyampaikan kepada saya bahwa kondisi semakin lemah, dan Air ketuban semakin menyusut. Prediksi beliau sudah “Level 6”, hingga disarankan untuk diberi perangsang (Induksi) atau Cesar. 8 April 2016, 9.50 AM, saya memutuskan untuk menolak dan mengupayakan sendiri terlebih dahulu dirumah. “Saya sendiri praktisi pengobat, seperti dokter. Hanya saja, kalau dokter dibidang medis saya bagian non-medis. Saya telah banyak menembukan bahwa masalah seperti ini ada indikasi non-medis, jadi saya ingin mengupayakan terlebih dahulu dirumah”. Dokter tersenyum dan mengangguk, beliau menyerahkan sepenuhnya kepada saya, dan kami pun pulang. 8 April 2016, 12.30 PM, saya kembali sampai dirumah. Otak saya mulai berputar mencari cara, teringat sahabat saya ust. Rahmat Bekam, ketua PBI Jabar sekarang yang selama ini memberikan saran-saran herbal secara ilmiah tentang penyakit melalui tinjauan medis. Dan Istri beliau, yang juga seorang Herbalis dan Bidan Thibun Nabawi memberi 4 saran kepada istri: 1. Konsumsi Habbatussauda (menambah mules). 2. Zaitun untuk melancarkan kelahiran, oles dan minum. 3. Minum air kelapa (untuk menormalkan kembali air ketuban) meskipun sebenarnya tidak ada cara untuk menambah air ketuban. 4. Bekam di pinggang. Dan pergelangan kaki kanan dibawah mata kaki yang merupakan titik untuk melancarkan proses pembukaan. Beliau juga, seperti saya kutif dari istri, menyarankan untuk ruqyah. “Jangan lupa ruqyah”, katanya. Saya teringat, beberapa tahun lalu pernah menemukan kasus dan menteorikan bahwa salah satu titik persembunyian syaitan yang menyebabkan keguguran adalah pada pergelangan atas kaki kanan dibawah mata kaki. 8 April 2016, 18.20 PM, selepas maghrib saya mulai mengawali proses ruqyah pada istri. PROSES RUQYAH 1 Ruqyah Syariyyah merupakan proses pembacaan Ayat Suci Al Qur’an kepada seorang mukmin yang sedang kesulitan, terutama ketika terikat/terbelenggu sebuah kondisi yang tidak dimengerti secara logis dengan harapan mendapatkan syfa atau kesembuha dan rahmat dari Allah azza wa jalla yang menciptakan dan menjaga setiap mahluk-Nya. Diawali dengan wudhu, menunaikan shalat maghrib, dan mempersiapkan 1 liter air kelapa muda dan air putih disampingnya untuk diruqyah bersamaan dengan istri. Dan istri menggunakan hijab sempurna agar khusyuk dan merupakan bagian dari adab do’a. Setelah mengucap Taawudz, Ayat Kursi, Al Falaq dan An Nas sebagai do’a perlindungan sebelum memulai ruqyah saya mengucapkan istighfar, sholawat dan berdo’a kepada Allah agar dilancarkan proses persalinan istri. Ini adalah muqodimah awal dalam setiap ruqyah syar’ie. Selanjutnya saya sentuhkan tangan kanan saya persis diperut istri, mendekatkan bibir kepadanya dan mulai membaca do’a-do’a Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam untuk mengawali ruqyah. Kemudian membaca al Fatihah, Al Baqarah 1-4, 102, 163-164, 255-257, 284-286, Al Imran 18-19 dan bayi didalam mulai bergerak-gerak seakan musafir kehausan mendapat air segar. Saya mengulang-ngulang ayat itu dan bayi mulai motah berputar-putar hingga istri saya gelid an memegangi perutnya. Ruqyah dilanjutkan dengan membaca surah-surah berikutnya hingga selesai. Ada kesimpulan besar disini, selama ini saya yakin bahwa bayi sungsang dan terikat ari-ari bisa lahir dengan normal hanya mendengar testimony kawan-kawan alumni pelatihan ruqyah yang saya bina dan juga video-video keajaiban Al Qur’an saat dibacakan pada janin dalam kandungan dan kemudian bayi sujud –saat itu– saya merasakan sendiri bahwa bayi tidak hanya bergerak namun berputar. Masyaa Allah.. Selanjutnya saya meruqyah Air kelapa dan air putih untuk minumannya. Saya dekatkan bibir saya kepada dua wadah air dan membacakan surah al Fatihah 7x, Al Kafiruun 1x, Al Falaq dan An Nass masing-masing 3x. Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam membacakan surah Al Kafirun kepada air yang dicampur garam saat mengobat luka sengatan. 9 April 2016, 18.20 PM Hari itu istri mencoba check kandungan di Klinik Bersalin Ranti di daerah ciangsana cibubur dan hasilnya menakjubkan, bidan disana mengatakan dengan penuh percaya diri bahwa air ketuban normal dan sudah mulai bukaan 2. Disana mulai ada cahaya yang merekah! Bahkan sang bidan disana menyimpulkan, masih ada satu minggu waktu untuk menunggu. Dan istri mengatakan, bahkan, bu bidan lela (istri rahmat bekam) sebelumnya prediksi bahwa masih ada dua minggu waktu. Hal ini membuat saya termenung, kenapa bisa-bisanya seorang dokter specialist menyarankan induksi dengan kondisi ketuban yang menakutkan? Apakah alat-alat itu terlalu modern? Kepenasaranan ini mulai menggelitik saya untuk menggali lebih dalam tentang apa itu Air ketuban. Saya menggalinya di internet dan juga menggali beberapa informasi dari istri tentang apa yang dokter lakukan saat USG dan kemudian menyimpulkan tentang air ketuban. Dan disini ada hal yang menarik lagi. Saat USG dokter memperlihatkan melalui layar kombinasi warna gelap, biasanya, selama usia kehamilan 1-9 bulan dilayar itu terlihat kondisi bayi dan bentuknya; tangan, jemari, kepala, kaki termasuk jenis kelaminnya. Saat alat detector ditempel di perut istri, tampilan pada layar itu hanya gelap, dengan kondisi demikian artinya air ketuban sudah hamper habis (dinding rahim melekat pada bayi, karena tidak ada air atau sedikit). Saya sontak teringat banyak kasus yang dilalui dalam teraphy ruqyah, pasien mengakui dan menyebutkan jenis penyakitnya terlihat di Xray, namun saat operasi tidak ada. Jika syaitan bisa mempengaruhi electron listrik, mempengaruhi dan merusak koneksi internet, laptop bahkan beberapa kehancuran pada bentuk-bentuk jasad, maka sangat mungkin juga mempengaruhi tampilan alat dokter kandungan. Masih segar diingatan saya ketika menteraphy seorang umaht di Kenya, afrika timur. Beliau mengaku 6 kali dioperasi dan 2 kalinya adalah operasi cesar, dari 4 operasi tersebut dokter mendeteksi benda hitam pada perutnya dan ketika dibedah benda itu tidak ada. Kasus ini banyak terjadi (sekali lagi, banyak terjadi) di rumahsakit dan kemudian mereka lari ke pengobatan alternative. Baiklah, saya melanjutkan upaya secara maksimum. Mendekatkan diri kepada Allah, menolong sebanyak-banyaknya muslimin-muslimah yang bisa ditolonga dan dimudahkan dengan teraphy Al Qur’an minggu itu. Termasuk upaya sedekah sesuai yang Allah mampukan dan takdirkan kepada kami, juga ibadah-ibadah lainnya. Berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni kami, karena tidak ada kesulitan kecuali disebabkan dosa dan kesalahan kita sendiri. Dihari yang sama saya mengisi private teraphy di rumah rehab bogor, 1 jam dari rumah. Hari itu saya sudah agak lega, tinggal menunggu hari lahir. Namun jujur, minggu itu kami lalui dengan sangat lama. “Hikmah itu selalu ada, dalam situasi tersulit sekalipun. Saat kita terbentur pada sebuah kondisi "tidak ada pilihan", sementara kaki lelah dan harus terus melangkah --maka-- disana Allah sedang mengajari kita untuk tabah. Menundukan kepala dalam-dalam, menyadari bahwa kita ini lemah tidak berdaya dihadapan ketetapan Allah yang maha gagah perkasa. Merasakan sebuah kekuatan sedang mengatur kita dengan kemahaanNya” 17 April 16, 11.35 PM. Istri saya mulai merasakan mulas hebat. Bapa Mertua dari Kediri sudah berjaga-jaga, dan Rafiq kecil tertidur pulas. Sambil memangkunya, saya berfikir keras. Seandainya dibawa kerumah sakit, apa yang akan terjadi dengan dia? Akhirnya kami menyimpulkan untuk kerumahsakit besok pagi. 18 April 16, 05.40 AM. Kami sudah ada diruang IGD, dan Istri dibawa ke ruang persalinan. Check-up dan lain-lain. Alhamdulillah sudah bukaan 3. Dan saya ke lantai 1 untuk Check-in. Istri dibawa kekamarnya. Kami tidak mengambil ruang VIP namun mengambil Ruang Kelas 1, dibawahnya. Pertimbangan mengambil ruang VIP sebelumnya adalah untuk menjaga hijab istri. Dan pertimbangan mengambil ruang kelas 1 adalah setelah kami tahu bahwa meski di ruang kelas 1, yang mana ada dua pasien tetap ada hijab. Dan yang lebih penting, ternyata semua kelas persalinannya diruang tertutup yang baik. Ini terjadi karena kami tidak pernah kerumahsakit sebelumnya. Hal yang mengesankan disana adalah ketika istri saya curhat tentang sikap salah satu bidan kepadanya, ia mengatakan ada bidan yang tidak ramah dan kasar saat cek sendiri diruang persalinan. Istri saya berkata, bidan itu berkata: “Ck..ck. Bagaimana bu upaya teraphynya. Diteraphy apa sih. Hipno-hipno gitu itu ya?” Katanya tanpa beban, bahwa seharusnya kamilah yang berkata dengan bangga karena tidak menerima atau menolak induksi minggu kemarin. Bayangkan kalau minggu kemarin melakukan induksi, pasti gagal karena belum saatnya. Dan kalau induksi gagal maka tindakan selanjutnya adalah Caesar. Istri saya menjawab: “Bukan, suami saya hanya membacakan al Qur’an kepada saya. Namanya terapy Ruqyah”. “Hh.. Yang paling penting kan mulesnya, untuk bukaan itu ya harus mules bukan diruqyah”. Kata bidan itu, menyakiti hati saya saat mendengarnya dari istri. Saya hanya berkata; “Sabar. Ini belum seberapa. Mereka hanya tidak tahu”. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik selanjutnya saya mengawasi setiap gerak dan tindakan. Disamping istri, mengatur strategi, mengatur waktu, memotivasi, menemani dan yang terpenting memastikan si kaka Rafiq tidak bosan. Bukaan 4, 5, 6 dan 7 berlalu menggembirakan meski lebih lama dari normal. Prediksi lahiran adalah selepas dzuhur, selambatnya ashar. Sebelum ganti shift bidan menyimpulkan, selambat-lambatnya maghrib insyaAllah lahir. Murotal Al Qur’an terus mengalir mewarnai keluh kesah hati kami. 18 April 16, 02.40 PM. Bidan shift sore datang, berwajah tegas-professional dan berkata; “Bu. Check lagi”. Ia memegang perut istri, memasang alat denyut jantung dan mencetaknya. Dan menawarkan oksigen, serta menaruh disampingnya. Dan ia menyimpulkan masih bukaan 7, dan menyarankan dibawa keruang persalinan. Alasannya sangat logis, agar nanti tidak buru-buru saat kontraksi. Dan saya menerimanya tanpa alasan. 18 April 16, 02.55 PM. Istri sudah diruang persalinan, dipasang infus dan selang oksigen. Hal ini membuat ayah mertua panic dan menelpon ibu mertua untuk segera kejakarta. Saya memperhatikan dengan seksama, drama ini. 18 April 16, 03.03 PM. Suster tadi kembali dan membawa selembar kertas dan papan yang ia dekap didadanya. “Bapa, ini sudah jam 3, dan saatnya lahiran. Namun kondisi mulas malah makin berkurang. Saya izin untuk memasang akselerator” kata bidan itu sangat elegan membuat saya hati-hati untuk bicara. “Akselerator, apa bedanya dengan induksi?” Jawab saya. “Beda. Kalau induksi itu membuat mulas sebelum mulas. Kalau akselerator itu menambah mulas setelah mulas. Agar lancer dan cepat lahir.” Katanya sambil senyum. Saya diam. Dan lalu menimpali. “Sama saja. Apa tidak bisa tunggu sebentar?” Kata saya kemudian. “Sudah saatnya pa, ini saran dokter” katanya. Padahal entah dimanakah bu dokter itu. “Kalau tunggu dulu bagaimana, saya kan bilang tidak mau di induksi?” Jawab saya. “Kalau bapa nolak, bapa harus menandatangani bahwa bapa menolak tindakan medis” Katanya sambil menggerak-gerakan kertas ditangannya dan tidak lupa senyum. “Tunggu satu jam!” Tukas saya. “Iya, kalau bapa nolak harus tanda tangan. Lagian, bapa ini sudah dua kali nolak induksi. Kita harus cek, ada apa ini?” Katanya membuat urat leher saya menegang. “Baik, apa susahnya tanda tangan? Tapi tujuan anda minta izin kan sebagai persetujuan. Dan ingat, praduga dokter itu juga bisa salah. Saya menunggu dari 2 minggu lalu detik-demi-detiknya. Dan, bayangkan kalau saya setuju induksi minggu lalu. Sudah rusak istri saya. Jangan samakan saya dengan pasien-pasien BPJS anda!” jawab saya meninggi. Suster itu diam, dan berkata singkat; “Baik” lalu pergi. 6 Jam dari saat itu adalah waktu sulit kami. Tidak ada poses bukaan, mulas sudah berkurang. Suster tidak lagi diruangan hanya sesekali mengecek. Diruangan sebelah terdengar jeritan tangisan bayi berulang-ulang menandai telah lahir jiwa baru. Namun kami masih menunggu, dan disaat itu pula Allah tunjukan keagungan-Nya. 18 April 16, 07.40PM. Maghrib dan Isya sudah berlalu, do’a sudah dihantar kelangit. Al Qur’an mengalun, ruangan sepi. Diblok lain Rafiq bersama bibinya sudah tertidur pulas setelah main sendiri seharian tanpa ayah dan ibunya. Dan ini adalah hal pertama baginya. Mertua saya pergi ke Airport menjemput ibu Mertua. Tinggal saya dan Istri. Wajah istri mulai pucat sudah lebih dari 20 jam proses bukaan 3 sampai 7 dan terkunci disini. Bidan mengabarkan; “Pa. jika bapa tetap tidak mau induksi. Sebaiknya dibawa lagi ke kamar inap”. Saya hanya mengangguk lemas, namun didada saya masih membara sebuah keyakinan bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan perencanaan dan jalan-jalan. Jangankan janin manusia, anai-anai dan semut kecil saja sudah Allah atur hidup dan matinya. Milyaran bakteri Allah atur hidup matinya dalam hitungan jam, apalagi manusia. Suster sibuk diruang sebelah, dan saya melepaskan genggaman tangan istri dan meletakannya di perut. Mulai melakukan upaya terakhir, sebelum istri dibawa kembali ke ruang rawat inap. PROSES RUQYAH 2. Pertama saya memberitahu dan mengajak istri untuk menghentikan proses dzikir. Karena selama proses menunggu bukaan berikutnya, saya sarankan istri untuk beberapa kalimah yang agung, diantaranya; berdzikir “Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntum minadzolimiin”, karena itu yang diucapkan Nabi yunus saat ada dalam puncak kesulitan diperut ikan. Juga dzikir “Ya Hayyu Ya Qayyum” karena itu hal yang diucapkan Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam saat ia ada dalam kondisi genting. Selanjutnya, karena masih punya wudhu, saya langsung memulainya dengan Ta’awudz, Basmallah dan surah al Fatihah dengan suara lirih dan kemudian semakin menguat. Posisi bibir sangat dekat dengan Rahim istri. Seperti ruqyah biasa saya mulai dengan Al Fatihah, Al Baqarah (1-4, 163-164, 255-257, 284-286) dan saya mengulang-ngulang secara menyeluruh tiap ayatnya sebanyak 3 sampai 7 kali, dan mengulangnya lebih banyak pada surah al Baqarah ayat 257. Kemudian dilanjut surah Al Imrah ayat 18-19 dan pada ulangan yang ke3 atau 4 saya mendengar istri berbisik lirih. “Bi. Ada sesuatu yang mengalir keluar”, katanya. Dan saya mengecek ternyata ada cairan, lendir dan bercampur darah mengalir. Saya memberitahu suster yang ada diluar da nada dua suster yang masuk mengecek dan positive ketuban pecah. Allahuakbar! Kedua suster itu pun segera membenahi ruangan dan peralatan yang disiapkan. Saya mengabari ayah ibu mertua dan juga ayah ibu kandung, memohon do’a mereka agar dimudahkan. 18 April 16, 08.50 PM Ketuban pecah dan Bukaan 8. 18 April 16, 09.40 PM Bukaan 9. 18 April 16, 10.10 PM, Dokter datang dan kepala bayi sudah meraksuk keluar. Dokter sigap menangani proses lahiran dan jam 10.15 malam itu Salman Al Farisi, putra kedua kami terlahir dengan sempurna. Berat 3.04 kg dan panjang 50cm. Saya memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan membacakan ucapan selamat datang kepada putra kedua dengan lantunan Syahadatain ditelinganya dan kemudian mentahniknya. Sesaat setelah lahiran, dan bayi mulai di observasi. Seorang suster yang baik hati, yang mengurusi proses terakhir lahiran itu berkata kepada Istri; “Bu. Disamping sedang operasi Caesar, padahal ia masuk bareng ibu dan saat itu ia juga disaranin induksi namun gagal”. Banyak sekali proses Induksi dan Caesar yang tidak wajar terjadi, tidak semua kesalahan terjadi pada praktisi medis karena mereka hanyalah instrument dari dunia farmasi dan industri rumahsakit. Kesalahan terbesar adalah pada sistem yang jahat dan kelemahan iman yang membuat ketawakalan seseorang berkurang, terlindas dunia dan orang-orang materialist. 19 April 16, 05PM, Dokter mengizinkan pulang. Seharian dikamar inap, saya dan istri mendengar rintihan pasien sebelah yang tidak henti-hentinya. Beliau di Caesar 2 hari kemarin dan hari pertama memang tidak ada tanda-tanda penderitaan, namun hari kedua saya menyaksikan derita wanita-wanita yang dioperasi. Rasa panas bekas sayatan dan jahitan, juga sakit yang menjalar dipunggung dan kepala. Selama masih ada tawakal yang tersisa, maka jangan sekali-kali serahkan istri anda untuk di Caesar. Tindakan ini hanya boleh diambil saat tidak ada pilihan, atau dalam kondisi khusus. Jangan cepat menelan mentah-mentah apa yang diprediksi dokter pengobatan dokter adalah dugaan manusia sementara Al Qur’an adalah wahyu yang pasti. Wallahu ta’ala alam.
   
Jumlah Posts : 73
Jumlah di-Like : belum ada like
buat yg beragama islam silahkan di bca sampai sel3sai ini certa nyta dr ust nai peruqyah internasional.. Nuruddin Al Indunissy CAESAR & AL QUR’AN, SEBAGAI SOLUSINYA. KEMARIN · PUBLIK Bismillah Assholatu wa Sallamu ala Rosulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang maha luas dan kekal kasih sayangnya. Tulisan ini saya persembahkan bagi jiwa-jiwa yang sedang mencari ketenangan dan kemenangan haqiqi dalam naungan kebahagiaan islam. Dalam tulisan ini saya akan kupas secara mendalam, langkah dan tahapan bagaimana melahirkan dengan senyuman dan menangkal angkuhnya kejahatan system dunia farmasi dan industry rumahsakit. RumahSakit merupakan industry jasa yang sangat erat kaitannya dengan para pemegang dunia farmasi (industry dan penjual obat), sehingga bukan rahasia jika ada system yang serakah, yang mengikat mereka agar saling menguntungkan sementara korbannya adalah manusia secara umum dan muslim yang sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan) dan materialis (mementingkan object yang terlihat dan mengabaikan dunia spiritual yang justru lebih besar perannya). Caesarean Sections/Section Caesaria atau lebih dikenal dengan “Operasi Caesar”, merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan bayi dari rahim ibundanya dengan membedah/menyayat abdomen (perut) ibu. Proses Caesar ini terjadi dalam hitungan menit saja dan tidak sakit karena ibunda dibius terlebih dahulu, namun sehari pasca Caesar mulai terjadi sakit yang luarbiasa pada bekas operasi, punggung dan kepala. Kadang sakit ini berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya saat ibunda batuk, bersin bahkan tertawa dan resiko pada kehamilan dan kelahiran berikutnya. Jika tindakan ini menimbulkan cacat permanent pada ibu, lalu kenapa banyak orang memilih untuk pasrah Caesar bahkan ada trend Caesar dikalangan ibu-ibu yang mengaku moderen? Maka berikut ini adalah alasan-alasan Caesar secara logis/normal: 1. Ukuran bayi terlalu besar, sementara panggul sang ibu kecil. 2. Bayi menderita kelainan misalnya spina bifida. 3. Posisi kepala janin tidak berada di bawah atau sungsang. 4. Sang ibu memiliki penyakit jantung atau kondisi medis lain yang berisiko memburuk akibat tekanan saat melahirkan. 5. Penurunan suplai darah ke plasenta sebelum kelahiran. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan tubuh kecil. 6. Plasenta menghalangi leher rahim. 7. Luka terbuka yang disebabkan infeksi herpes genital yang aktif. 8. Sang ibu terinfeksi virus HIV. 9. Terdapat lebih dari satu janin dan kondisi kehamilan yang kompleks misalnya posisi janin yang kurang ideal atau kembar siam. Dan alasan lainya. Adapun trend Caesar, yang merupakan pilihan sendiri, baik karena menghindari sakitnya proses lahiran normal (semisal mulas pada bukaan 1 hingga 10, kerusakan/luka jahitan pada vagina, proses bukaan yang lama atau sakitnya saat melahirkan itu sendiri) ataupun ikut trend Caesar untuk memilik tanggal lahir yang cantik (caesar yang direncanakan) itu merupakan resiko sendiri dan bukan kesalahan dunia medis. Namun dari sebuah survey yang dikutip dari sebuah buku kehamilan oleh Nadia Mulya menunjukkan bahwa 394 responden memilih caesar karena beragam alasan. Sebanyak 83.5% di antaranya mengaku harus bersalin caesar karena keputusan dokter (komplikasi medis) atau ada indikasi medis yang mengancam keselamatan ibu dan bayi. Semoga Allah merahmati para dokter dan bidan yang jujur, memudahkan kehidupannya di dunia dan akhirat karena ini bagian dari profesi yang luhur yang menjadi solusi bagi kesulitan umat manusia di dunia modern ini. Masalah kemudian timbul, saat sebuah system memaksa mereka untuk melakukan hal yang ditolak nurani setiap manusia yang hidup hatinya. Bagaimana sikap seoran mukmin yang beriman pada taqdir menyikapi hal ini? Bukankah Allah azza wa jalla telah menentukan sunnatullah pada setiap wanita untuk mengalami kelahiran dengan normal jauh sebelum adanya Sectio Cesaria? Telah lama saya menghembuskan adanya indikasi gangguan non-medis pada proses Caesar, beberapa tahun silam saya mulai menteorikan lengkap dengan solusinya untuk mengatasi Caesar yang tidak direncanakan ini. Sebagaimana penelitian pribadi saya tentang adanya campur tangan musuh-musuh Allah (syaitan) pada banyak penyakit dalam yang kemudian mengarah pada operasi besar. Banyak sekali penyakit pada jasad yang divonis operasi (setelah melalui proses scaning yang moderen) namun kemudian tidak ditemukan penyakitnya. Alhamdulillah, dari training-training yang digelar dibawah bendera Yayasan RehabHati dan Yayasan Qur’anic Healing di Indonesia dan Malaysia banyak sekali testimony membahagiakan dari saudari-saudari kita yang tidak jadi Caesar setelah diupayakan melalui upaya spiritual dengan Teraphy Al Qur’an (ruqyah syariyyah), do’a dan sinerginya dengan Ath Tib An Nabawai atau metode pengobatan ala Nabi dengan memaksimalkan konsumsi Madu, Habbatussauda, Zaitun dan herbal Sunnah yang penuh berkah lainnya juga tidakan bekam dan upaya pengobatan tradisional lain. Alhamdulillah, bayi-bayi telah lahir dengan sempurna atas keagungan dan kekuasaan Allah melalui kedahsyatan teraphy Al Qur’an beberapa tahun kemudian setelah teori itu ditrainingkan. Bahkan salah satu trainer RehabHati yang juga praktii medis di salah satu RumahSakit Islam di Kota Wonogiri memberikan testimony yang mengejutkan bahwasannya setelah direktur rumahsakit yang juga kawan saya mengeluarkan intruksi untuk meruqyah setiap pasien yang mau Caesar 2 jam berikutnya banyak sekali –sekali lagi, banyak sekali– pasien yang tidak jadi dicaesar karena telah lahir terlebih dahulu. Anda pun, insya Allah akan melihat ramai testimony dibawah tulisan ini tentang kesaksian mereka yang telah mendapatkan berkah dari teraphy Al Qur’an ini. Setelah tahun demi tahun saya lalui dalam mensosialisasikan ruqyah syariyyah bersama team, Desember 2014 lalu saya Allah beri amanah seorang putera. Alhamdulillah lahir normal di salahsatu rumahsakit di kota Kediri. Tidak ada masalah, meski sebenarnya saya miris melihat beberapa suami dengan begitu mudahnya membubuhkan tanda-tangan Caesar untuk istrinya melalui jalur BPJS. Waktu berlalu cepat, April 2016 ini Allah memberi amanah yang kedua setelah melalui perjuangan yang panjang. Saya, ingin setiap ibu, setiap muslimah dan mukminah membaca tulisan dari jari seorang ayah ini. Seorang ayah yang mengerti bahwa melahirkan itu rasanya seperti setengah kematian, dan setelah lahiran nanti masih ada perjalanan panjang yang harus dilalui dengan tabah untuk mencapai jannah-Nya. 1 April 2016, saya sedang dalam perjalanan dari kota Sukabumi menuju kota Bogor. Istri memberitahu bahwasannya, besok, sepertinya tidak bisa menemani saya mengisi Mega Training RehabHati di kota Bogor karena mulai merasakan mulas dan sakit perut. Dan saya mengizinkannya, tentu saja meski saya tidak bisa menemani beliau mengingat MegaTraining di Bogor ini adalah salah satu event Pelatihan Ruqyah terbesar yang dikonsep beberapa bulan sebeumnya untuk menyakinkan 1000 peserta yang telah teregistrasi untuk hadir itu merasa nyaman, aman dan terkesan dalam menikmati Traning dan Teraphy Al Qur’an Gratis yang diselenggarakan Team RumahRehab Bogor. 2 April 2016, saya mengisi training dengan gelisah. Sambal sesekali melihat Handphone, seandainya saja ada kabar emergensi dari rumah karena diprediksi kisaran 12 April 2016 ini istri akan melahirkan anak keduanya. Dan malam harinya saya langsung pulang ke rumah kontrakan saya di Kota Wisata, Cibubur. 3 April 2016, Alhamdulillah kekhawatiran saya terobati. Istri sepertinya bukan mulas indikasi akan melahirkan, namun sakit perut biasa. Saya mengajak istri untuk check-up kerumahsakit, namun ia menolaknya. Saya menghormati keputusannya, dan diam-diam bertekad seandainya hingga besok dzuhur istri menolak kerumah sakit saya akan mengkondisikan agar ia bersedia dirawat. 4 April 16, 12.15 PM selepas dzuhur beliau memberi tahu bahwa lututnya mulai gemetar. Saya kaget ketika beliau mengatakan bahwa sehari semalam ini lebih dari 10 kali ke kamar mandi. Saya melihat indikasi muntaber, dan ini berbahaya, dalam kondisi mengandung bisa dehidrasi. 4 April 16, 12.45 PM taksi sudah ada didepan rumah dan membawa kami kesalah satu rumah sakit termegah di daerah ini, tentu saja bukan karena saya cukup uang namun untuk memastikan kenyamanan istri karena ini adalah hak dunia medis. Qodarullah, macet menghadang dan jam 14.00 Dokter kandungannya sudah pulang, dan baru akan buka lagi jam 17.00, akhirnya saya istri dan putra saya yang baru berusia 15 bulan belok ke salahsatu Mall untuk menunggu dokter. 4 April 16, 17.40 PM kami sudah bersama dokter pribadi istri, ia seorang muslimah muda yang ramah, berkerudung dan professional. Beliau menyimpulkan bahwa istri dehidrasi, dan air ketuban ada pada level 8 (standar sehat ada pada level 10). Dan saya menyetujui istri dirawat malam itu. Malam itu saya mulai merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah, menggendong anak kesana-kemari, check-in rawat inap, tanda tangan sana-sini, dan yang lebih berat mengkondisikan bayi tidur dirumahsakit. Alhamdulillah, semua berlalu dengan baik karena kami mengambil kelas ruang rawat inap VIP. Cukup luas untuk saya dan anak saya, babysitter, dan tentunya istri yang malam itu divonis dehidrasi dan muntaber. Setelah check-up, USG, dirawat dan check lab diketahui bahwa muntaber istri disebabkan Jamur. Dan dokter, pagi itu memberitahukan dengan senyum lega bahwa untuk Jamur sudah ada obatnya. Istri boleh pulang pagi berikutnya. 5 April 16, 11.30 AM, Alhamdulillah kami pulang dengan tenang. Dan dihari yang sama bidan memberitahu kami bahwa kondisi kandungan sekarang aman dan sudah “bukaan 1”. Dalam proses persalinan ada proses yang bernama “Pembukaan”, pembukaan atau bukaan yang dimaksud adalah pembukaan atau prosesnya mulut Rahim dari 1 hingga 10. Proses bukaan ini terjadi secara bertahap dan alami, ada semacam asam atau gas yang mendorong bayi keluar. Bayi terdorong keluar karena dorongan gas dan mengkerutnya Rahim, sehingga mulut Rahim terbuka secara bertahap. Ini proses harus dilalui seorang ibu dengan tabah, sabar dan tawakkal. Jika menyerah, maka alternative lain adalah Caesar. 8 April 2016, istri masih muntaber dan semakin lemah. Seakan obat itu tidak mempan. Dan kami kembali lagi check-up, kerumahsakit yang sama. 8 April 2016, 9.30AM kami masuk melalui pintu IGD, dan langsung dibawa keruang persalinan. Di check, dan masih bukaan 1 dan kondisi makin lemah. 8 April 2016, 9.35 AM dokter dan 1 perawat disampingnya menyampaikan kepada saya bahwa kondisi semakin lemah, dan Air ketuban semakin menyusut. Prediksi beliau sudah “Level 6”, hingga disarankan untuk diberi perangsang (Induksi) atau Cesar. 8 April 2016, 9.50 AM, saya memutuskan untuk menolak dan mengupayakan sendiri terlebih dahulu dirumah. “Saya sendiri praktisi pengobat, seperti dokter. Hanya saja, kalau dokter dibidang medis saya bagian non-medis. Saya telah banyak menembukan bahwa masalah seperti ini ada indikasi non-medis, jadi saya ingin mengupayakan terlebih dahulu dirumah”. Dokter tersenyum dan mengangguk, beliau menyerahkan sepenuhnya kepada saya, dan kami pun pulang. 8 April 2016, 12.30 PM, saya kembali sampai dirumah. Otak saya mulai berputar mencari cara, teringat sahabat saya ust. Rahmat Bekam, ketua PBI Jabar sekarang yang selama ini memberikan saran-saran herbal secara ilmiah tentang penyakit melalui tinjauan medis. Dan Istri beliau, yang juga seorang Herbalis dan Bidan Thibun Nabawi memberi 4 saran kepada istri: 1. Konsumsi Habbatussauda (menambah mules). 2. Zaitun untuk melancarkan kelahiran, oles dan minum. 3. Minum air kelapa (untuk menormalkan kembali air ketuban) meskipun sebenarnya tidak ada cara untuk menambah air ketuban. 4. Bekam di pinggang. Dan pergelangan kaki kanan dibawah mata kaki yang merupakan titik untuk melancarkan proses pembukaan. Beliau juga, seperti saya kutif dari istri, menyarankan untuk ruqyah. “Jangan lupa ruqyah”, katanya. Saya teringat, beberapa tahun lalu pernah menemukan kasus dan menteorikan bahwa salah satu titik persembunyian syaitan yang menyebabkan keguguran adalah pada pergelangan atas kaki kanan dibawah mata kaki. 8 April 2016, 18.20 PM, selepas maghrib saya mulai mengawali proses ruqyah pada istri. PROSES RUQYAH 1 Ruqyah Syariyyah merupakan proses pembacaan Ayat Suci Al Qur’an kepada seorang mukmin yang sedang kesulitan, terutama ketika terikat/terbelenggu sebuah kondisi yang tidak dimengerti secara logis dengan harapan mendapatkan syfa atau kesembuha dan rahmat dari Allah azza wa jalla yang menciptakan dan menjaga setiap mahluk-Nya. Diawali dengan wudhu, menunaikan shalat maghrib, dan mempersiapkan 1 liter air kelapa muda dan air putih disampingnya untuk diruqyah bersamaan dengan istri. Dan istri menggunakan hijab sempurna agar khusyuk dan merupakan bagian dari adab do’a. Setelah mengucap Taawudz, Ayat Kursi, Al Falaq dan An Nas sebagai do’a perlindungan sebelum memulai ruqyah saya mengucapkan istighfar, sholawat dan berdo’a kepada Allah agar dilancarkan proses persalinan istri. Ini adalah muqodimah awal dalam setiap ruqyah syar’ie. Selanjutnya saya sentuhkan tangan kanan saya persis diperut istri, mendekatkan bibir kepadanya dan mulai membaca do’a-do’a Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam untuk mengawali ruqyah. Kemudian membaca al Fatihah, Al Baqarah 1-4, 102, 163-164, 255-257, 284-286, Al Imran 18-19 dan bayi didalam mulai bergerak-gerak seakan musafir kehausan mendapat air segar. Saya mengulang-ngulang ayat itu dan bayi mulai motah berputar-putar hingga istri saya gelid an memegangi perutnya. Ruqyah dilanjutkan dengan membaca surah-surah berikutnya hingga selesai. Ada kesimpulan besar disini, selama ini saya yakin bahwa bayi sungsang dan terikat ari-ari bisa lahir dengan normal hanya mendengar testimony kawan-kawan alumni pelatihan ruqyah yang saya bina dan juga video-video keajaiban Al Qur’an saat dibacakan pada janin dalam kandungan dan kemudian bayi sujud –saat itu– saya merasakan sendiri bahwa bayi tidak hanya bergerak namun berputar. Masyaa Allah.. Selanjutnya saya meruqyah Air kelapa dan air putih untuk minumannya. Saya dekatkan bibir saya kepada dua wadah air dan membacakan surah al Fatihah 7x, Al Kafiruun 1x, Al Falaq dan An Nass masing-masing 3x. Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam membacakan surah Al Kafirun kepada air yang dicampur garam saat mengobat luka sengatan. 9 April 2016, 18.20 PM Hari itu istri mencoba check kandungan di Klinik Bersalin Ranti di daerah ciangsana cibubur dan hasilnya menakjubkan, bidan disana mengatakan dengan penuh percaya diri bahwa air ketuban normal dan sudah mulai bukaan 2. Disana mulai ada cahaya yang merekah! Bahkan sang bidan disana menyimpulkan, masih ada satu minggu waktu untuk menunggu. Dan istri mengatakan, bahkan, bu bidan lela (istri rahmat bekam) sebelumnya prediksi bahwa masih ada dua minggu waktu. Hal ini membuat saya termenung, kenapa bisa-bisanya seorang dokter specialist menyarankan induksi dengan kondisi ketuban yang menakutkan? Apakah alat-alat itu terlalu modern? Kepenasaranan ini mulai menggelitik saya untuk menggali lebih dalam tentang apa itu Air ketuban. Saya menggalinya di internet dan juga menggali beberapa informasi dari istri tentang apa yang dokter lakukan saat USG dan kemudian menyimpulkan tentang air ketuban. Dan disini ada hal yang menarik lagi. Saat USG dokter memperlihatkan melalui layar kombinasi warna gelap, biasanya, selama usia kehamilan 1-9 bulan dilayar itu terlihat kondisi bayi dan bentuknya; tangan, jemari, kepala, kaki termasuk jenis kelaminnya. Saat alat detector ditempel di perut istri, tampilan pada layar itu hanya gelap, dengan kondisi demikian artinya air ketuban sudah hamper habis (dinding rahim melekat pada bayi, karena tidak ada air atau sedikit). Saya sontak teringat banyak kasus yang dilalui dalam teraphy ruqyah, pasien mengakui dan menyebutkan jenis penyakitnya terlihat di Xray, namun saat operasi tidak ada. Jika syaitan bisa mempengaruhi electron listrik, mempengaruhi dan merusak koneksi internet, laptop bahkan beberapa kehancuran pada bentuk-bentuk jasad, maka sangat mungkin juga mempengaruhi tampilan alat dokter kandungan. Masih segar diingatan saya ketika menteraphy seorang umaht di Kenya, afrika timur. Beliau mengaku 6 kali dioperasi dan 2 kalinya adalah operasi cesar, dari 4 operasi tersebut dokter mendeteksi benda hitam pada perutnya dan ketika dibedah benda itu tidak ada. Kasus ini banyak terjadi (sekali lagi, banyak terjadi) di rumahsakit dan kemudian mereka lari ke pengobatan alternative. Baiklah, saya melanjutkan upaya secara maksimum. Mendekatkan diri kepada Allah, menolong sebanyak-banyaknya muslimin-muslimah yang bisa ditolonga dan dimudahkan dengan teraphy Al Qur’an minggu itu. Termasuk upaya sedekah sesuai yang Allah mampukan dan takdirkan kepada kami, juga ibadah-ibadah lainnya. Berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni kami, karena tidak ada kesulitan kecuali disebabkan dosa dan kesalahan kita sendiri. Dihari yang sama saya mengisi private teraphy di rumah rehab bogor, 1 jam dari rumah. Hari itu saya sudah agak lega, tinggal menunggu hari lahir. Namun jujur, minggu itu kami lalui dengan sangat lama. “Hikmah itu selalu ada, dalam situasi tersulit sekalipun. Saat kita terbentur pada sebuah kondisi "tidak ada pilihan", sementara kaki lelah dan harus terus melangkah --maka-- disana Allah sedang mengajari kita untuk tabah. Menundukan kepala dalam-dalam, menyadari bahwa kita ini lemah tidak berdaya dihadapan ketetapan Allah yang maha gagah perkasa. Merasakan sebuah kekuatan sedang mengatur kita dengan kemahaanNya” 17 April 16, 11.35 PM. Istri saya mulai merasakan mulas hebat. Bapa Mertua dari Kediri sudah berjaga-jaga, dan Rafiq kecil tertidur pulas. Sambil memangkunya, saya berfikir keras. Seandainya dibawa kerumah sakit, apa yang akan terjadi dengan dia? Akhirnya kami menyimpulkan untuk kerumahsakit besok pagi. 18 April 16, 05.40 AM. Kami sudah ada diruang IGD, dan Istri dibawa ke ruang persalinan. Check-up dan lain-lain. Alhamdulillah sudah bukaan 3. Dan saya ke lantai 1 untuk Check-in. Istri dibawa kekamarnya. Kami tidak mengambil ruang VIP namun mengambil Ruang Kelas 1, dibawahnya. Pertimbangan mengambil ruang VIP sebelumnya adalah untuk menjaga hijab istri. Dan pertimbangan mengambil ruang kelas 1 adalah setelah kami tahu bahwa meski di ruang kelas 1, yang mana ada dua pasien tetap ada hijab. Dan yang lebih penting, ternyata semua kelas persalinannya diruang tertutup yang baik. Ini terjadi karena kami tidak pernah kerumahsakit sebelumnya. Hal yang mengesankan disana adalah ketika istri saya curhat tentang sikap salah satu bidan kepadanya, ia mengatakan ada bidan yang tidak ramah dan kasar saat cek sendiri diruang persalinan. Istri saya berkata, bidan itu berkata: “Ck..ck. Bagaimana bu upaya teraphynya. Diteraphy apa sih. Hipno-hipno gitu itu ya?” Katanya tanpa beban, bahwa seharusnya kamilah yang berkata dengan bangga karena tidak menerima atau menolak induksi minggu kemarin. Bayangkan kalau minggu kemarin melakukan induksi, pasti gagal karena belum saatnya. Dan kalau induksi gagal maka tindakan selanjutnya adalah Caesar. Istri saya menjawab: “Bukan, suami saya hanya membacakan al Qur’an kepada saya. Namanya terapy Ruqyah”. “Hh.. Yang paling penting kan mulesnya, untuk bukaan itu ya harus mules bukan diruqyah”. Kata bidan itu, menyakiti hati saya saat mendengarnya dari istri. Saya hanya berkata; “Sabar. Ini belum seberapa. Mereka hanya tidak tahu”. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik selanjutnya saya mengawasi setiap gerak dan tindakan. Disamping istri, mengatur strategi, mengatur waktu, memotivasi, menemani dan yang terpenting memastikan si kaka Rafiq tidak bosan. Bukaan 4, 5, 6 dan 7 berlalu menggembirakan meski lebih lama dari normal. Prediksi lahiran adalah selepas dzuhur, selambatnya ashar. Sebelum ganti shift bidan menyimpulkan, selambat-lambatnya maghrib insyaAllah lahir. Murotal Al Qur’an terus mengalir mewarnai keluh kesah hati kami. 18 April 16, 02.40 PM. Bidan shift sore datang, berwajah tegas-professional dan berkata; “Bu. Check lagi”. Ia memegang perut istri, memasang alat denyut jantung dan mencetaknya. Dan menawarkan oksigen, serta menaruh disampingnya. Dan ia menyimpulkan masih bukaan 7, dan menyarankan dibawa keruang persalinan. Alasannya sangat logis, agar nanti tidak buru-buru saat kontraksi. Dan saya menerimanya tanpa alasan. 18 April 16, 02.55 PM. Istri sudah diruang persalinan, dipasang infus dan selang oksigen. Hal ini membuat ayah mertua panic dan menelpon ibu mertua untuk segera kejakarta. Saya memperhatikan dengan seksama, drama ini. 18 April 16, 03.03 PM. Suster tadi kembali dan membawa selembar kertas dan papan yang ia dekap didadanya. “Bapa, ini sudah jam 3, dan saatnya lahiran. Namun kondisi mulas malah makin berkurang. Saya izin untuk memasang akselerator” kata bidan itu sangat elegan membuat saya hati-hati untuk bicara. “Akselerator, apa bedanya dengan induksi?” Jawab saya. “Beda. Kalau induksi itu membuat mulas sebelum mulas. Kalau akselerator itu menambah mulas setelah mulas. Agar lancer dan cepat lahir.” Katanya sambil senyum. Saya diam. Dan lalu menimpali. “Sama saja. Apa tidak bisa tunggu sebentar?” Kata saya kemudian. “Sudah saatnya pa, ini saran dokter” katanya. Padahal entah dimanakah bu dokter itu. “Kalau tunggu dulu bagaimana, saya kan bilang tidak mau di induksi?” Jawab saya. “Kalau bapa nolak, bapa harus menandatangani bahwa bapa menolak tindakan medis” Katanya sambil menggerak-gerakan kertas ditangannya dan tidak lupa senyum. “Tunggu satu jam!” Tukas saya. “Iya, kalau bapa nolak harus tanda tangan. Lagian, bapa ini sudah dua kali nolak induksi. Kita harus cek, ada apa ini?” Katanya membuat urat leher saya menegang. “Baik, apa susahnya tanda tangan? Tapi tujuan anda minta izin kan sebagai persetujuan. Dan ingat, praduga dokter itu juga bisa salah. Saya menunggu dari 2 minggu lalu detik-demi-detiknya. Dan, bayangkan kalau saya setuju induksi minggu lalu. Sudah rusak istri saya. Jangan samakan saya dengan pasien-pasien BPJS anda!” jawab saya meninggi. Suster itu diam, dan berkata singkat; “Baik” lalu pergi. 6 Jam dari saat itu adalah waktu sulit kami. Tidak ada poses bukaan, mulas sudah berkurang. Suster tidak lagi diruangan hanya sesekali mengecek. Diruangan sebelah terdengar jeritan tangisan bayi berulang-ulang menandai telah lahir jiwa baru. Namun kami masih menunggu, dan disaat itu pula Allah tunjukan keagungan-Nya. 18 April 16, 07.40PM. Maghrib dan Isya sudah berlalu, do’a sudah dihantar kelangit. Al Qur’an mengalun, ruangan sepi. Diblok lain Rafiq bersama bibinya sudah tertidur pulas setelah main sendiri seharian tanpa ayah dan ibunya. Dan ini adalah hal pertama baginya. Mertua saya pergi ke Airport menjemput ibu Mertua. Tinggal saya dan Istri. Wajah istri mulai pucat sudah lebih dari 20 jam proses bukaan 3 sampai 7 dan terkunci disini. Bidan mengabarkan; “Pa. jika bapa tetap tidak mau induksi. Sebaiknya dibawa lagi ke kamar inap”. Saya hanya mengangguk lemas, namun didada saya masih membara sebuah keyakinan bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan perencanaan dan jalan-jalan. Jangankan janin manusia, anai-anai dan semut kecil saja sudah Allah atur hidup dan matinya. Milyaran bakteri Allah atur hidup matinya dalam hitungan jam, apalagi manusia. Suster sibuk diruang sebelah, dan saya melepaskan genggaman tangan istri dan meletakannya di perut. Mulai melakukan upaya terakhir, sebelum istri dibawa kembali ke ruang rawat inap. PROSES RUQYAH 2. Pertama saya memberitahu dan mengajak istri untuk menghentikan proses dzikir. Karena selama proses menunggu bukaan berikutnya, saya sarankan istri untuk beberapa kalimah yang agung, diantaranya; berdzikir “Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntum minadzolimiin”, karena itu yang diucapkan Nabi yunus saat ada dalam puncak kesulitan diperut ikan. Juga dzikir “Ya Hayyu Ya Qayyum” karena itu hal yang diucapkan Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam saat ia ada dalam kondisi genting. Selanjutnya, karena masih punya wudhu, saya langsung memulainya dengan Ta’awudz, Basmallah dan surah al Fatihah dengan suara lirih dan kemudian semakin menguat. Posisi bibir sangat dekat dengan Rahim istri. Seperti ruqyah biasa saya mulai dengan Al Fatihah, Al Baqarah (1-4, 163-164, 255-257, 284-286) dan saya mengulang-ngulang secara menyeluruh tiap ayatnya sebanyak 3 sampai 7 kali, dan mengulangnya lebih banyak pada surah al Baqarah ayat 257. Kemudian dilanjut surah Al Imrah ayat 18-19 dan pada ulangan yang ke3 atau 4 saya mendengar istri berbisik lirih. “Bi. Ada sesuatu yang mengalir keluar”, katanya. Dan saya mengecek ternyata ada cairan, lendir dan bercampur darah mengalir. Saya memberitahu suster yang ada diluar da nada dua suster yang masuk mengecek dan positive ketuban pecah. Allahuakbar! Kedua suster itu pun segera membenahi ruangan dan peralatan yang disiapkan. Saya mengabari ayah ibu mertua dan juga ayah ibu kandung, memohon do’a mereka agar dimudahkan. 18 April 16, 08.50 PM Ketuban pecah dan Bukaan 8. 18 April 16, 09.40 PM Bukaan 9. 18 April 16, 10.10 PM, Dokter datang dan kepala bayi sudah meraksuk keluar. Dokter sigap menangani proses lahiran dan jam 10.15 malam itu Salman Al Farisi, putra kedua kami terlahir dengan sempurna. Berat 3.04 kg dan panjang 50cm. Saya memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan membacakan ucapan selamat datang kepada putra kedua dengan lantunan Syahadatain ditelinganya dan kemudian mentahniknya. Sesaat setelah lahiran, dan bayi mulai di observasi. Seorang suster yang baik hati, yang mengurusi proses terakhir lahiran itu berkata kepada Istri; “Bu. Disamping sedang operasi Caesar, padahal ia masuk bareng ibu dan saat itu ia juga disaranin induksi namun gagal”. Banyak sekali proses Induksi dan Caesar yang tidak wajar terjadi, tidak semua kesalahan terjadi pada praktisi medis karena mereka hanyalah instrument dari dunia farmasi dan industri rumahsakit. Kesalahan terbesar adalah pada sistem yang jahat dan kelemahan iman yang membuat ketawakalan seseorang berkurang, terlindas dunia dan orang-orang materialist. 19 April 16, 05PM, Dokter mengizinkan pulang. Seharian dikamar inap, saya dan istri mendengar rintihan pasien sebelah yang tidak henti-hentinya. Beliau di Caesar 2 hari kemarin dan hari pertama memang tidak ada tanda-tanda penderitaan, namun hari kedua saya menyaksikan derita wanita-wanita yang dioperasi. Rasa panas bekas sayatan dan jahitan, juga sakit yang menjalar dipunggung dan kepala. Selama masih ada tawakal yang tersisa, maka jangan sekali-kali serahkan istri anda untuk di Caesar. Tindakan ini hanya boleh diambil saat tidak ada pilihan, atau dalam kondisi khusus. Jangan cepat menelan mentah-mentah apa yang diprediksi dokter pengobatan dokter adalah dugaan manusia sementara Al Qur’an adalah wahyu yang pasti. Wallahu ta’ala alam.
   
Jumlah Posts : 583
Jumlah di-Like : 5

halo para bumil,

aku jg baru aktif lagi nih setelah 2 thn sibuk sama si kecil.. hihihiii ...

kebetulan pertanyaan yg sama yg hendak aku tnykan ...

sejak hamil (skrg saya hamil 8m)  saya kog senangnya makannn .. ga ada tanda2 apapun yg menunjukkan saya lg hamil ... tandanya hny doyan makan dan perut makin gendut (spt udh 3 bln hamil) sekalipun berat badan gak bertambah. hihiiii..

yg membuat aku rada resah karena dulu sejak melahirkan anak pertama, saya ga sempat kembaliin berat badan spt seblm hamil, bhkn cenderung naik sejak mudik dan makan enak di kota tercinta hehehe ...

trus resahku yg ke-2, kadang rasa nyut nyut di tempat jahitan wkt cesar dulu .... apakah normal gara2 perut membesar ?  juga kadang sakit kl aku batuk keras ... kadang sakitnya di perut bawah bagian kanan, kadang sakitnya di kiri ... jd bingung !!  semoga semuanya baik2 aja yaaa ... tidak ada yg negatif.

dan resahku yg ke-3 ... anakku lg sakit cacar .. smntr papanya blm pernah sama sekali kena cacar... aku pernah sih dulu wkt usia 17 thn hehehe ... tp kata bbrp org ada yg kena cacar sampe 2x.. dan terus terang, aku capek sekali menghadapi anakku, yg ttp aktif sekalipun kena cacar.

resahku yg ke-4 .. blm bisa konsultasi ke dokter gyne, krn msh pada liburan ! hrrrrrrrrrrr..... dan utk USG pun ntr tunggu awal febuari ... mudahan semuanya baik saja yaahh ... sama2 bantu doa yah para bunda ... 

dan salam kenal buat yg blm kenal ;)

   
Jumlah Posts : 480
Jumlah di-Like : belum ada like
Elicina Snail Cream


Harga :
Elicina Cream 7 gr : Rp. 85.000
Elicina Cream 20 gr : Rp. 195.000
Elicina Cream 40gr : Rp. 350.000
Elicina Cream Plus 7 gr : Rp. 95.000
Elicina Cream Plus 20gr : Rp. 215.000
Elicina Cream Plus 40g : Rp. 380.000


Elicina adalah produk dari Chile. Elicina adalah produk organik, alami, hypoallergenic dan aman digunakan. Elicina adalah cream yang mempercepat proses regenerasi kulit.

Elicina cocok untuk kulit kombinasi atau berminyak. Elicina original tidak mengandung pelembab, sehingga untuk orang dengan kulit kering kami menyarankan untuk menggunakan Elicina Plus.

Elicina berfungsi untuk:
- Strechmark
- Bekas Jerawat
- Bekas Luka
- Bekas Jahitan
- Alergi
- Gigitan Serangga
- Bekas Operasi/Cesar
- Jerawat
- dll

Cara Kerja Elicina:
- Membantu pengelupasan sel kulit mati
- Menghancurkan pathogens
- Menyembuhkan dan meregenarasi jaringan tissue yang rusak
- Menghilangkan scars
- Melembutkan kulit
- Sebagai antioksidan/radical bebas
- Meningkatkan elastisitas kulit
- Kulit menjadi halus dan lembut seperti kulit bayi ^_^

Elicina cream:
- Terbuat dari 80% snail extract dan 20% cream base
- Cocok untuk semua jenis kulit
- Hypoallergenic
- Tidak ada efek samping
- Aman untuk digunakan oleh anak – anak, wanita hamil dan menyusui

Sebelum dan sesudah pemakaian Elicina:




Cara Pemakaian:
1. DI WAJAH: Oleskan di wajah yang sudah dibersihkan 2x sehari (pagi dan malam). Sesudah itu baru gunakan moisturizer bila diperlukan. Jika ingin memakai makeup bisa langsung bermakeup karena Elicina cream sangat mudah meresap di kulit wajah.
2. DI KULIT: Oleskan 2x sehari. Elicina tidak meninggalkan noda di pakaian. Pada saat pemakaian Elicina, tidak perlu dimassage karena Elicina langsung meresap begitu dioleskan.

HATI – HATI BARANG PALSU!!!

Formula Elicina Cream Plus sama dengan formula Elicina Cream, bedanya Elicina Cream Plus mengandung moisturizer.
Elicina Cream Plus = Elicina Cream + Moisturizer

Tanya Jawab

Apakah Elicina juga bekerja pada bekas luka lama?

Sebagai aturan umum, setiap luka lama pada kulit lebih sulit memudar dibandingkan saat dirawat pada tahap awal. Bekas luka lama akan memudar dengan waktu yang lebih lama. Hasil terbaik bisa diperoleh tetapi memakan waktu lebih lama, 3 sampai 4 bulan dengan penggunaan 2 kali sehari. Untuk bekas luka tubuh, adalah mungkin untuk menerapkan Elicina tiga kali sehari. Kami tidak menyarankan menggunakan Elicina lebih dari 2 kali sehari pada kulit wajah. karena kulit wajah lebih lembut.

Ingat untuk memperoleh hasil yang diinginkan pergunakan Elicina secara konsisten. Anda harus ingat bahwa setiap kondisi kulit manusia berbeda, mungkin yang satu lebih cepat bereaksi terhadap Elicina daripada yang lain.

Apakah Elicina dapat menghilangkan Strech marks?
Stretch mark memiliki tiga tahap:
1 – Purple stretch mark : ini adalah stretch mark tahap pertama dan lebih mudah untuk di pudarkan dengan penggunaan Elicina.
2 – Pink stretch mark : tahap kedua, ini masih mungkin untuk mengurangi stretch mark meski itu akan memakan waktu lebih lama. (+/- 2 bulan)
3 – White stretch mark : fase ketiga, tidak ada solusi bedan atau kosmetik yang dapat mengatasi masalah ini.Namun demikian, banyak pengguna telah mengalami strech mark jenis ini mendapati strech marks memudar setelah menggunakan Elicina selama 4 bulan dengan aplikasi 2 kali sehari.

Hasil tergantung pada dua faktor, pertama,di fase mana strech mark berada dan kedua, pada jenis kulit. Semua kulit bertindak berbeda dari satu ke yang lain. Umumnya, orang yang menggunakan Elicina telah melihat hasil pada bulan pertama penggunaan: konsistensi adalah yang terpenting.

Perawatan yang paling efektif ketika berhadapan dengan stretch mark adalah pencegahan: Untuk menghindari stretch mark muncul selama kehamilan sebaiknya gunakan Elicina sepanjang periode tersebut di daerah lebih rentan. Dengan hanya 2 aplikasi sehari Anda bisa menghindari tanda tidak diinginkan pada kulit Anda

Selanjutnya, Elicina memiliki penyerapan yang sangat cepat. Anda tidak harus “menunggu 15 menit” untuk menunggu agar cream dapat terserap dan kemudian berpakaian. Dalam hitungan detik Anda akan siap untuk pergi dan yang terbaik dari semua itu adalah bahwa Elicina tidak beraroma/berbau.Aroma kadangkala merupakan salah satu faktor yang memicu beberapa ibu hamil untuk malas menggunakan cream anti strech marks.Tekstur Elicina juga tidak berminyak/greasy karena cepat menyerap pada kulit. Pokoknya, beda dengan cream anti strech marks yang beredar di pasaran.

Bisakah Elicina membantu saya memerangi psoriasis saya?
Walaupun ada mencatat kasus dimana individu menunjukkan peningkatan yang nyata pada daerah psoriasis mereka dengan menggunakan Elicina sehari-hari, beberapa orang tidak melihat ada perbaikan sama sekali. Meskipun Elicina aman dipergunakan,dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter anda terlebih dahulu.

Bisakah Elicina membantu saya melawan vitiligo?
Tidak bisa.

Saya memiliki kulit kering, dapatkah saya menggunakan Elicina di wajah saya?
Gunakan ELICINA PLUS , karena memiliki 80% yang sama dari ekstrak siput dan menambahkan pelembab pada 20% sisa formula. Humectants ini secara effektif akan menyeimbangkan dan melembabkan kulit.Elicina Plus akan membuat kulit kencang dan elastis.

Elicina Plus sangat ideal untuk semua mereka yang memiliki kulit kering dan / atau sensitif yang memerlukan humectants lebih banyak untuk menghindari iritasi, kekeringan dan perasaan kencang pada kulit yang disebabkan oleh tindakan exfoliant dari Asam Glycolic yang muncul secara alami dalam ekstrak siput.

Dapat Elicina digunakan oleh anak-anak?
Ya. Elicina adalah natural dan hypoallergenic untuk semua jenis kulit dan anak-anak semua usia.. COANIQUEM (Corporation untuk anak-anak yang mengalami luka bakar, di Chile) menggunakannya untuk mengobati pasien cangkok kulit akibat luka bakar (anak-anak) dengan hasil yang luar biasa.

Apakah Elicina dapat mengobati Jerawat secara efektif?
Tentu saja! Elicina adalah salah satu solusi jerawat paling lengkap tersedia di pasar. Ia menangani hampir semua masalah yang terkait jerawat:
* Tindakan alami pengelupasan Elicina’s membersihkan sel-sel mati untuk menghindari penyumbatan pori dan akumulasi sebum, penyebab utama jerawat, tanpa perlu obat2an kimia, abrasi atau penggunaan zat kasar.
* Elicina mengandung antibiotik alami untuk menghindarkan anda dari infeksi.
* Allantoin alami Elicina akan menyembuhkan setiap cacat dalam waktu singkat, dan menghilangkan/memudarkan bekas jerawat./scars.
* Elicina akan akan membantu menyeimbangkan kulit Anda, sehingga kulit wajah anda tidak akan terlalu berminyak dan rawan timbul jerawar lagi.
* Sebagian besar produk pengobatan jerawat memerlukan resep atau memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Tidak demikian dengan Elicina, Anda dapat menggunakan produk yang luar biasa ini selama anda inginkan, tanpa khawatir tentang efek samping.

Apakah Elicina effektif untuk anti-wrinkle / perawatan anti penuaan ?
Tentu saja! exfoliating alami Elicina’s memunculkan lapisan kulit bagian dalam secara alami, garis ekspresi dan keriput memudar . Selain itu, Elicina adalah regenerator kulit, berkat Allantoin alam dan Kolagen, kulit Anda akan lebih elastis,lembab dan kencang.Gunakan Elicina dua kali sehari, lebih baik di pagi hari dan di malam hari, untuk mendapatkan hasil yang bermanfaat.

Untuk pemesanan silakan hubungi:
Sms : 0819-11798837
Email : rahasiacantik@ymail.com
Web : rahasiacantik.com
   
Jumlah Posts : 1049
Jumlah di-Like : belum ada like
www.ilonashop.com



Elicina 20 gr + Ice Hot Cool Slimming Gel 100 ml
Price : Rp. 300.000 Now only Rp. 205.000 (save 32%)


Elicina adalah produk dari Chile. Elicina adalah produk organik, alami, hypoallergenic dan aman digunakan. Elicina adalah cream yang mempercepat proses regenerasi kulit.

Elicina cocok untuk kulit kombinasi atau berminyak. Elicina tidak mengandung pelembab, sehingga untuk orang dengan kulit kering kami menyarankan untuk menggunakan Elicina Plus.

Elicina berfungsi untuk:
- Strechmark
- Bekas Jerawat
- Bekas Luka
- Bekas Jahitan
- Alergi
- Gigitan Serangga
- Bekas Operasi/Cesar
- Jerawat

Cara Kerja Elicina:
- Membantu pengelupasan sel kulit mati
- Menghancurkan pathogens
- Menyembuhkan dan meregenarasi jaringan tissue yang rusak
- Menghilangkan scars
- Melembutkan kulit
- Sebagai antioksidan/radikal bebas
- Meningkatkan elastisitas kulit
- Kulit menjadi halus dan lembut seperti kulit bayi ^_^

Elicina cream:
- Terbuat dari 80% snail extract dan 20% cream base
- Cocok untuk semua jenis kulit
- Hypoallergenic
- Tidak ada efek samping
- Aman untuk digunakan oleh anak – anak, wanita hamil dan menyusui

Sebelum dan sesudah pemakaian Elicina:







Cara Pemakaian:
DI WAJAH: Oleskan di wajah yang sudah dibersihkan 2x sehari (pagi dan malam). Sesudah itu baru gunakan moisturizer bila diperlukan. Jika ingin memakai makeup bisa langsung bermakeup karena Elicina cream sangat mudah meresap di kulit wajah.
DI KULIT: Oleskan 2x sehari. Elicina tidak meninggalkan noda di pakaian. Pada saat pemakaian Elicina, tidak perlu dimassage karena Elicina langsung meresap begitu dioleskan.


ICE HOT COOL SLIMMING GEL

Mendekomposisi lemak menyeluruh, efek langsung pada lemak tubuh yg membandel dengan cepat sepenuhnya dihancurkan dan dikeluarkan melalui pori-pori, lemak akan keluar dalam bentuk minyak pada permukaan kulit. Formula ini mengandung firming elemen yg dingin sehingga juga dapat memperbaiki serat kulit yang rusak, stretch mark dan kulit jeruk akan berkurang.
Dimana ada lemak berlebih, perut, lengan, paha dll cukup dioles secara rutin setiap hari. Keringat yang keluar apabila diperas dan di tuang di air, akan terlihat minyaknya. Bila tidak berkeringat , lemak akan keluar saat BAB, dalam 2-3 mggu terlihat hasilnya

Cara Pemakaian:
* Gunakan 2x sehari, pagi dan malam setelah membersihkan tubuh.
* Oleskan pd bagian yg mau dikecilkan, sambil di massage 3-5 mt hingga terasa hangat
* Dibagian yang dioles akan terasa panas, itu tandanya sedang terjadi pembakaran lemak, jika lemak berlebihan akan diikuti BAB

Komposisi : minyak sintetis squalinee, VB3, shea butter, cactus extract, dimenticone, soy isoflavouries

Peringatan :
- tidak dibenarkan sewaktu HAID
- tidak dibenarkan sewaktu HAMIL
- tidak dibenarkan pada kulit yg ALERGI
- tidak dibenarkan untuk anak2
- hindari area sensitif seperti wajah, mata, kulit ketiak, dan sekitar lipatan paha


Untuk pemesanan hubungi :
IlonaShop
Mobile : 0817-6017885 (sms only)
Website : www.ilonashop.com


Tidak melayani COD, ambil di tempat, ketemuan dan sejenisnya.

Cara Pemesanan :
1. Sms dengan menyebutkan barang yang akan di pesan + lokasi pengiriman.
2. Ilona Shop akan menginfokan ongkos pengiriman, total yang harus di bayar beserta no rekening bca / mandiri yang di gunakan untuk pembayaran.
3. Lakukan konfirmasi pembayaran via sms dengan menyebutkan :
- Metode pembayaran (transfer dari rekening bank xxxx xatas nama xxxxx / setor tunai)
- Jumlah pembayaran
- Bank tujuan
- Barang yang di pesan
- Alamat pengiriman
4. Pengiriman setiap hari Senin – Jumat via Indologistik / Jne. Hari libur tidak ada pengiriman yak
5. Barang di kirim 1 hari setelah konfirmasi pembayaran / hari pengiriman terdekat berikutnya.
6. Ilona Shop menjamin semua barang sampai ke alamat penerima.
7. HAPPY SHOPPING GIRLS ^-^
   
Jumlah Posts : 480
Jumlah di-Like : belum ada like

Elicina Snail Cream


Harga :
Elicina Cream Original 7gr : Rp 85.000
Elicina Cream Original 20 gr : Rp. 195.000
Elicina Cream Original 40gr : Rp. 350.000
Elicina Cream Plus 7gr : Rp 95.000
Elicina Cream Plus 20gr : Rp. 215.000
Elicina Cream Plus 40g : Rp. 380.000


Elicina adalah produk dari Chile. Elicina adalah produk organik, alami, hypoallergenic dan aman digunakan. Elicina adalah cream yang mempercepat proses regenerasi kulit.

Elicina cocok untuk kulit kombinasi atau berminyak. Elicina original tidak mengandung pelembab, sehingga untuk orang dengan kulit kering kami menyarankan untuk menggunakan Elicina Plus.

Elicina berfungsi untuk:
- Strechmark
- Bekas Jerawat
- Bekas Luka
- Bekas Jahitan
- Alergi
- Gigitan Serangga
- Bekas Operasi/Cesar
- Jerawat
- dll

Cara Kerja Elicina:
- Membantu pengelupasan sel kulit mati
- Menghancurkan pathogens
- Menyembuhkan dan meregenarasi jaringan tissue yang rusak
- Menghilangkan scars
- Melembutkan kulit
- Sebagai antioksidan/radical bebas
- Meningkatkan elastisitas kulit
- Kulit menjadi halus dan lembut seperti kulit bayi ^_^

Elicina cream:
- Terbuat dari 80% snail extract dan 20% cream base
- Cocok untuk semua jenis kulit
- Hypoallergenic
- Tidak ada efek samping
- Aman untuk digunakan oleh anak – anak, wanita hamil dan menyusui

Sebelum dan sesudah pemakaian Elicina:




Cara Pemakaian:
1. DI WAJAH: Oleskan di wajah yang sudah dibersihkan 2x sehari (pagi dan malam). Sesudah itu baru gunakan moisturizer bila diperlukan. Jika ingin memakai makeup bisa langsung bermakeup karena Elicina cream sangat mudah meresap di kulit wajah.
2. DI KULIT: Oleskan 2x sehari. Elicina tidak meninggalkan noda di pakaian. Pada saat pemakaian Elicina, tidak perlu dimassage karena Elicina langsung meresap begitu dioleskan.

HATI – HATI BARANG PALSU!!!

Formula Elicina Cream Plus sama dengan formula Elicina Cream, bedanya Elicina Cream Plus mengandung moisturizer.
Elicina Cream Plus = Elicina Cream + Moisturizer

Tanya Jawab

Apakah Elicina juga bekerja pada bekas luka lama?

Sebagai aturan umum, setiap luka lama pada kulit lebih sulit memudar dibandingkan saat dirawat pada tahap awal. Bekas luka lama akan memudar dengan waktu yang lebih lama. Hasil terbaik bisa diperoleh tetapi memakan waktu lebih lama, 3 sampai 4 bulan dengan penggunaan 2 kali sehari. Untuk bekas luka tubuh, adalah mungkin untuk menerapkan Elicina tiga kali sehari. Kami tidak menyarankan menggunakan Elicina lebih dari 2 kali sehari pada kulit wajah. karena kulit wajah lebih lembut.

Ingat untuk memperoleh hasil yang diinginkan pergunakan Elicina secara konsisten. Anda harus ingat bahwa setiap kondisi kulit manusia berbeda, mungkin yang satu lebih cepat bereaksi terhadap Elicina daripada yang lain.

Apakah Elicina dapat menghilangkan Strech marks?
Stretch mark memiliki tiga tahap:
1 – Purple stretch mark : ini adalah stretch mark tahap pertama dan lebih mudah untuk di pudarkan dengan penggunaan Elicina.
2 – Pink stretch mark : tahap kedua, ini masih mungkin untuk mengurangi stretch mark meski itu akan memakan waktu lebih lama. (+/- 2 bulan)
3 – White stretch mark : fase ketiga, tidak ada solusi bedan atau kosmetik yang dapat mengatasi masalah ini.Namun demikian, banyak pengguna telah mengalami strech mark jenis ini mendapati strech marks memudar setelah menggunakan Elicina selama 4 bulan dengan aplikasi 2 kali sehari.

Hasil tergantung pada dua faktor, pertama,di fase mana strech mark berada dan kedua, pada jenis kulit. Semua kulit bertindak berbeda dari satu ke yang lain. Umumnya, orang yang menggunakan Elicina telah melihat hasil pada bulan pertama penggunaan: konsistensi adalah yang terpenting.

Perawatan yang paling efektif ketika berhadapan dengan stretch mark adalah pencegahan: Untuk menghindari stretch mark muncul selama kehamilan sebaiknya gunakan Elicina sepanjang periode tersebut di daerah lebih rentan. Dengan hanya 2 aplikasi sehari Anda bisa menghindari tanda tidak diinginkan pada kulit Anda

Selanjutnya, Elicina memiliki penyerapan yang sangat cepat. Anda tidak harus “menunggu 15 menit” untuk menunggu agar cream dapat terserap dan kemudian berpakaian. Dalam hitungan detik Anda akan siap untuk pergi dan yang terbaik dari semua itu adalah bahwa Elicina tidak beraroma/berbau.Aroma kadangkala merupakan salah satu faktor yang memicu beberapa ibu hamil untuk malas menggunakan cream anti strech marks.Tekstur Elicina juga tidak berminyak/greasy karena cepat menyerap pada kulit. Pokoknya, beda dengan cream anti strech marks yang beredar di pasaran.

Bisakah Elicina membantu saya memerangi psoriasis saya?
Walaupun ada mencatat kasus dimana individu menunjukkan peningkatan yang nyata pada daerah psoriasis mereka dengan menggunakan Elicina sehari-hari, beberapa orang tidak melihat ada perbaikan sama sekali. Meskipun Elicina aman dipergunakan,dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter anda terlebih dahulu.

Bisakah Elicina membantu saya melawan vitiligo?
Tidak bisa.

Saya memiliki kulit kering, dapatkah saya menggunakan Elicina di wajah saya?
Gunakan ELICINA PLUS , karena memiliki 80% yang sama dari ekstrak siput dan menambahkan pelembab pada 20% sisa formula. Humectants ini secara effektif akan menyeimbangkan dan melembabkan kulit.Elicina Plus akan membuat kulit kencang dan elastis.

Elicina Plus sangat ideal untuk semua mereka yang memiliki kulit kering dan / atau sensitif yang memerlukan humectants lebih banyak untuk menghindari iritasi, kekeringan dan perasaan kencang pada kulit yang disebabkan oleh tindakan exfoliant dari Asam Glycolic yang muncul secara alami dalam ekstrak siput.

Dapat Elicina digunakan oleh anak-anak?
Ya. Elicina adalah natural dan hypoallergenic untuk semua jenis kulit dan anak-anak semua usia.. COANIQUEM (Corporation untuk anak-anak yang mengalami luka bakar, di Chile) menggunakannya untuk mengobati pasien cangkok kulit akibat luka bakar (anak-anak) dengan hasil yang luar biasa.

Apakah Elicina dapat mengobati Jerawat secara efektif?
Tentu saja! Elicina adalah salah satu solusi jerawat paling lengkap tersedia di pasar. Ia menangani hampir semua masalah yang terkait jerawat:
* Tindakan alami pengelupasan Elicina’s membersihkan sel-sel mati untuk menghindari penyumbatan pori dan akumulasi sebum, penyebab utama jerawat, tanpa perlu obat2an kimia, abrasi atau penggunaan zat kasar.
* Elicina mengandung antibiotik alami untuk menghindarkan anda dari infeksi.
* Allantoin alami Elicina akan menyembuhkan setiap cacat dalam waktu singkat, dan menghilangkan/memudarkan bekas jerawat./scars.
* Elicina akan akan membantu menyeimbangkan kulit Anda, sehingga kulit wajah anda tidak akan terlalu berminyak dan rawan timbul jerawar lagi.
* Sebagian besar produk pengobatan jerawat memerlukan resep atau memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Tidak demikian dengan Elicina, Anda dapat menggunakan produk yang luar biasa ini selama anda inginkan, tanpa khawatir tentang efek samping.

Apakah Elicina effektif untuk anti-wrinkle / perawatan anti penuaan ?
Tentu saja! exfoliating alami Elicina’s memunculkan lapisan kulit bagian dalam secara alami, garis ekspresi dan keriput memudar . Selain itu, Elicina adalah regenerator kulit, berkat Allantoin alam dan Kolagen, kulit Anda akan lebih elastis,lembab dan kencang.Gunakan Elicina dua kali sehari, lebih baik di pagi hari dan di malam hari, untuk mendapatkan hasil yang bermanfaat.

Untuk pemesanan silakan hubungi:
Sms : 0819-11798837
Email : rahasiacantik@ymail.com
Web : rahasiacantik.com

   
Jumlah Posts : 12
Jumlah di-Like : belum ada like
Elicina adalah produk dari Chile. Elicina adalah produk organik, alami, hypoallergenic dan aman digunakan. Elicina adalah cream yang mempercepat proses regenerasi kulit.

Elicina cocok untuk kulit kombinasi atau berminyak. Elicina tidak mengandung pelembab, sehingga untuk orang dengan kulit kering kami menyarankan untuk menggunakan Elicina Plus.



Elicina berfungsi untuk:

* Strechmark
* Bekas Jerawat
* Bekas Luka
* Bekas Jahitan
* Alergi
* Gigitan Serangga
* Bekas Operasi/Cesar
* Jerawat
* dll

Cara Kerja Elicina:

* Membantu pengelupasan sel kulit mati
* Menghancurkan pathogens
* Menyembuhkan dan meregenarasi jaringan tissue yang rusak
* Menghilangkan scars
* Melembutkan kulit
* Sebagai antioksidan/radical bebas
* Meningkatkan elastisitas kulit
* Kulit menjadi halus dan lembut seperti kulit bayi ^_^

Elicina cream:

* Terbuat dari 80% snail extract dan 20% cream base
* Cocok untuk semua jenis kulit
* Hypoallergenic
* Tidak ada efek samping
* Aman untuk digunakan oleh anak – anak, wanita hamil dan menyusui
Sebelum dan sesudah pemakaian Elicina:






Cara Pemakaian:

DI WAJAH: Oleskan di wajah yang sudah dibersihkan 2x sehari (pagi dan malam). Sesudah itu baru gunakan moisturizer bila diperlukan. Jika ingin memakai makeup bisa langsung bermakeup karena Elicina cream sangat mudah meresap di kulit wajah.

DI KULIT: Oleskan 2x sehari. Elicina tidak meninggalkan noda di pakaian. Pada saat pemakaian Elicina, tidak perlu dimassage karena Elicina langsung meresap begitu dioleskan.
Testimoni:

HATI – HATI BARANG PALSU!!!

Harga :

* Elicina Cream 20 gr : Rp. 195.000
* Elicina Cream 40gr : Rp. 350.000
* Elicina Cream Plus 20gr : Rp. 215.000
* Elicina Cream Plus 40g : Rp. 380.000
* Elicina Eye Countour Cream 15gr : Rp. 395.000 (Cream mata dari Elicina). Cara Pemakaian: Oleskan 2x sehari di area seputar mata.

Formula Elicina Cream Plus sama dengan formula Elicina Cream, bedanya Elicina Cream Plus mengandung moisturizer.
Elicina Cream Plus = Elicina Cream + Moisturizer

Tanya Jawab

Apakah Elicina juga bekerja pada bekas luka lama?
Sebagai aturan umum, setiap luka lama pada kulit lebih sulit memudar dibandingkan saat dirawat pada tahap awal. Bekas luka lama akan memudar dengan waktu yang lebih lama. Hasil terbaik bisa diperoleh tetapi memakan waktu lebih lama, 3 sampai 4 bulan dengan penggunaan 2 kali sehari. Untuk bekas luka tubuh, adalah mungkin untuk menerapkan Elicina tiga kali sehari. Kami tidak menyarankan menggunakan Elicina lebih dari 2 kali sehari pada kulit wajah. karena kulit wajah lebih lembut.

Ingat untuk memperoleh hasil yang diinginkan pergunakan Elicina secara konsisten. Anda harus ingat bahwa setiap kondisi kulit manusia berbeda, mungkin yang satu lebih cepat bereaksi terhadap Elicina daripada yang lain.

Apakah Elicina dapat menghilangkan Strech marks?
Stretch mark memiliki tiga tahap:
1 – Purple stretch mark : ini adalah stretch mark tahap pertama dan lebih mudah untuk di pudarkan dengan penggunaan Elicina.
2 – Pink stretch mark : tahap kedua, ini masih mungkin untuk mengurangi stretch mark meski itu akan memakan waktu lebih lama. (+/- 2 bulan)
3 – White stretch mark : fase ketiga, tidak ada solusi bedan atau kosmetik yang dapat mengatasi masalah ini.Namun demikian, banyak pengguna telah mengalami strech mark jenis ini mendapati strech marks memudar setelah menggunakan Elicina selama 4 bulan dengan aplikasi 2 kali sehari.

Hasil tergantung pada dua faktor, pertama,di fase mana strech mark berada dan kedua, pada jenis kulit. Semua kulit bertindak berbeda dari satu ke yang lain. Umumnya, orang yang menggunakan Elicina telah melihat hasil pada bulan pertama penggunaan: konsistensi adalah yang terpenting.

Perawatan yang paling efektif ketika berhadapan dengan stretch mark adalah pencegahan: Untuk menghindari stretch mark muncul selama kehamilan sebaiknya gunakan Elicina sepanjang periode tersebut di daerah lebih rentan. Dengan hanya 2 aplikasi sehari Anda bisa menghindari tanda tidak diinginkan pada kulit Anda

Selanjutnya, Elicina memiliki penyerapan yang sangat cepat. Anda tidak harus “menunggu 15 menit” untuk menunggu agar cream dapat terserap dan kemudian berpakaian. Dalam hitungan detik Anda akan siap untuk pergi dan yang terbaik dari semua itu adalah bahwa Elicina tidak beraroma/berbau.Aroma kadangkala merupakan salah satu faktor yang memicu beberapa ibu hamil untuk malas menggunakan cream anti strech marks.Tekstur Elicina juga tidak berminyak/greasy karena cepat menyerap pada kulit. Pokoknya, beda dengan cream anti strech marks yang beredar di pasaran.

Bisakah Elicina membantu saya memerangi psoriasis saya?

Walaupun ada mencatat kasus dimana individu menunjukkan peningkatan yang nyata pada daerah psoriasis mereka dengan menggunakan Elicina sehari-hari, beberapa orang tidak melihat ada perbaikan sama sekali. Meskipun Elicina aman dipergunakan,dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter anda terlebih dahulu.

Bisakah Elicina membantu saya melawan vitiligo?

Tidak bisa.

[b]Saya memiliki kulit kering, dapatkah saya menggunakan Elicina di wajah saya?

Gunakan ELICINA PLUS , karena memiliki 80% yang sama dari ekstrak siput dan menambahkan pelembab pada 20% sisa formula. Humectants ini secara effektif akan menyeimbangkan dan melembabkan kulit.Elicina Plus akan membuat kulit kencang dan elastis.

Elicina Plus sangat ideal untuk semua mereka yang memiliki kulit kering dan / atau sensitif yang memerlukan humectants lebih banyak untuk menghindari iritasi, kekeringan dan perasaan kencang pada kulit yang disebabkan oleh tindakan exfoliant dari Asam Glycolic yang muncul secara alami dalam ekstrak siput.

Dapat Elicina digunakan oleh anak-anak?

Ya. Elicina adalah natural dan hypoallergenic untuk semua jenis kulit dan anak-anak semua usia.. COANIQUEM (Corporation untuk anak-anak yang mengalami luka bakar, di Chile) menggunakannya untuk mengobati pasien cangkok kulit akibat luka bakar (anak-anak) dengan hasil yang luar biasa.

Apakah Elicina dapat mengobati Jerawat secara effektif?

Tentu saja! Elicina adalah salah satu solusi jerawat paling lengkap tersedia di pasar. Ia menangani hampir semua masalah yang terkait jerawat:
* Tindakan alami pengelupasan Elicina’s membersihkan sel-sel mati untuk menghindari penyumbatan pori dan akumulasi sebum, penyebab utama jerawat, tanpa perlu obat2an kimia, abrasi atau penggunaan zat kasar.
* Elicina mengandung antibiotik alami untuk menghindarkan anda dari infeksi.
* Allantoin alami Elicina akan menyembuhkan setiap cacat dalam waktu singkat, dan menghilangkan/memudarkan bekas jerawat./scars.
* Elicina akan akan membantu menyeimbangkan kulit Anda, sehingga kulit wajah anda tidak akan terlalu berminyak dan rawan timbul jerawar lagi.
* Sebagian besar produk pengobatan jerawat memerlukan resep atau memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Tidak demikian dengan Elicina, Anda dapat menggunakan produk yang luar biasa ini selama anda inginkan, tanpa khawatir tentang efek samping.

Apakah Elicina effektif untuk anti-wrinkle / perawatan anti penuaan ?

Tentu saja! exfoliating alami Elicina’s memunculkan lapisan kulit bagian dalam secara alami, garis ekspresi dan keriput memudar . Selain itu, Elicina adalah regenerator kulit, berkat Allantoin alam dan Kolagen, kulit Anda akan lebih elastis,lembab dan kencang.Gunakan Elicina dua kali sehari, lebih baik di pagi hari dan di malam hari, untuk mendapatkan hasil yang bermanfaat.

Contact Info:
Hp: 0815 9154 175 / +65 8331 7875 (sms only)
Email: indokawaii@gmail.com
Ym: b3yours3lf
BB PIN: 22756665
http://www.indokawaii.com/
http://www.elicinaindonesia.com/
   
Jumlah Posts : 22
Jumlah di-Like : belum ada like

Elicina adalah produk dari Chile. Elicina adalah produk organik, alami, hypoallergenic dan aman digunakan. Elicina adalah cream yang mempercepat proses regenerasi kulit.

Elicina cocok untuk kulit kombinasi atau berminyak. Elicina tidak mengandung pelembab, sehingga untuk orang dengan kulit kering kami menyarankan untuk menggunakan Elicina Plus.

Elicina Snail Cream

Elicina Snail Cream

Elicina berfungsi untuk:

  • Strechmark
  • Bekas Jerawat
  • Bekas Luka
  • Bekas Jahitan
  • Alergi
  • Gigitan Serangga
  • Bekas Operasi/Cesar
  • Jerawat
  • dll

Cara Kerja Elicina:

  • Membantu pengelupasan sel kulit mati
  • Menghancurkan pathogens
  • Menyembuhkan dan meregenarasi jaringan tissue yang rusak
  • Menghilangkan scars
  • Melembutkan kulit
  • Sebagai antioksidan/radical bebas
  • Meningkatkan elastisitas kulit
  • Kulit menjadi halus dan lembut seperti kulit bayi ^_^

Elicina cream:

  • Terbuat dari 80% snail extract dan 20% cream base
  • Cocok untuk semua jenis kulit
  • Hypoallergenic
  • Tidak ada efek samping
  • Aman untuk digunakan oleh anak – anak, wanita hamil dan menyusui

Sebelum dan sesudah pemakaian Elicina:

Cara Pemakaian:

DI WAJAH:  Oleskan di wajah yang sudah dibersihkan 2x sehari (pagi dan malam). Sesudah itu baru gunakan moisturizer bila diperlukan. Jika ingin memakai makeup bisa langsung bermakeup karena Elicina cream sangat mudah meresap di kulit wajah.

DI KULIT: Oleskan 2x sehari. Elicina tidak meninggalkan noda di pakaian. Pada saat pemakaian Elicina, tidak perlu dimassage karena Elicina langsung meresap begitu dioleskan.

HATI – HATI BARANG PALSU!!!

Formula Elicina Cream Plus sama dengan formula Elicina Cream, bedanya Elicina Cream Plus mengandung moisturizer.

Elicina Cream Plus = Elicina Cream + Moisturizer

Tanya Jawab

Apakah Elicina juga bekerja pada bekas luka lama?
Sebagai aturan umum, setiap luka lama pada kulit lebih sulit memudar dibandingkan saat dirawat pada tahap awal. Bekas luka lama akan memudar dengan waktu yang lebih lama. Hasil terbaik bisa diperoleh tetapi memakan waktu lebih lama, 3 sampai 4 bulan dengan penggunaan 2 kali sehari. Untuk bekas luka tubuh, adalah mungkin untuk menerapkan Elicina tiga kali sehari. Kami tidak menyarankan menggunakan Elicina lebih dari 2 kali sehari pada kulit wajah. karena kulit wajah lebih lembut.

Ingat untuk memperoleh hasil yang diinginkan pergunakan Elicina secara konsisten. Anda harus ingat bahwa setiap kondisi kulit manusia berbeda, mungkin yang satu lebih cepat bereaksi terhadap Elicina daripada yang lain.

Apakah Elicina dapat menghilangkan Strech marks?
Stretch mark memiliki tiga tahap:
1 – Purple stretch mark : ini adalah stretch mark tahap pertama dan lebih mudah untuk di pudarkan dengan penggunaan Elicina.
2 – Pink stretch mark : tahap kedua, ini masih mungkin untuk mengurangi stretch mark meski itu akan memakan waktu lebih lama. (+/- 2 bulan)
3 – White stretch mark : fase ketiga, tidak ada solusi bedan atau kosmetik yang dapat mengatasi masalah ini.Namun demikian, banyak pengguna telah mengalami strech mark jenis ini mendapati strech marks memudar setelah menggunakan Elicina selama 4 bulan dengan aplikasi 2 kali sehari.

Hasil tergantung pada dua faktor, pertama,di fase mana strech mark berada dan kedua, pada jenis kulit. Semua kulit bertindak berbeda dari satu ke yang lain. Umumnya, orang yang menggunakan Elicina telah melihat hasil pada bulan pertama penggunaan: konsistensi adalah yang terpenting.

Perawatan yang paling efektif ketika berhadapan dengan stretch mark adalah pencegahan: Untuk menghindari stretch mark muncul selama kehamilan sebaiknya gunakan Elicina sepanjang periode tersebut di daerah lebih rentan. Dengan hanya 2 aplikasi sehari Anda bisa menghindari tanda tidak diinginkan pada kulit Anda

Selanjutnya, Elicina memiliki penyerapan yang sangat cepat. Anda tidak harus “menunggu 15 menit” untuk menunggu agar cream dapat terserap dan kemudian berpakaian. Dalam hitungan detik Anda akan siap untuk pergi dan yang terbaik dari semua itu adalah bahwa Elicina tidak beraroma/berbau.Aroma kadangkala merupakan salah satu faktor yang memicu beberapa ibu hamil untuk malas menggunakan cream anti strech marks.Tekstur Elicina juga tidak berminyak/greasy karena cepat menyerap pada kulit. Pokoknya, beda dengan cream anti strech marks yang beredar di pasaran.

Bisakah Elicina membantu saya memerangi psoriasis saya?

Walaupun ada mencatat kasus dimana individu menunjukkan peningkatan yang nyata pada daerah psoriasis mereka dengan menggunakan Elicina sehari-hari, beberapa orang tidak melihat ada perbaikan sama sekali. Meskipun Elicina aman dipergunakan,dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter anda terlebih dahulu.

Bisakah Elicina membantu saya melawan vitiligo?

Tidak bisa.

Saya memiliki kulit kering, dapatkah saya menggunakan Elicina di wajah saya?

Gunakan ELICINA PLUS , karena memiliki 80% yang sama dari ekstrak siput dan menambahkan pelembab pada 20% sisa formula. Humectants ini secara effektif akan menyeimbangkan dan melembabkan kulit.Elicina Plus akan membuat kulit kencang dan elastis.

Elicina Plus sangat ideal untuk semua mereka yang memiliki kulit kering dan / atau sensitif yang memerlukan humectants lebih banyak untuk menghindari iritasi, kekeringan dan perasaan kencang pada kulit yang disebabkan oleh tindakan exfoliant dari Asam Glycolic yang muncul secara alami dalam ekstrak siput.

Dapat Elicina digunakan oleh anak-anak?

Ya. Elicina adalah natural dan hypoallergenic untuk semua jenis kulit dan anak-anak semua usia.. COANIQUEM (Corporation untuk anak-anak yang mengalami luka bakar, di Chile) menggunakannya untuk mengobati pasien cangkok kulit akibat luka bakar (anak-anak) dengan hasil yang luar biasa.

Apakah Elicina dapat mengobati Jerawat secara effektif?

Tentu saja! Elicina adalah salah satu solusi jerawat paling lengkap tersedia di pasar. Ia menangani hampir semua masalah yang terkait jerawat:
* Tindakan alami pengelupasan Elicina’s membersihkan sel-sel mati untuk menghindari penyumbatan pori dan akumulasi sebum, penyebab utama jerawat, tanpa perlu obat2an kimia, abrasi atau penggunaan zat kasar.
* Elicina mengandung antibiotik alami untuk menghindarkan anda dari infeksi.
* Allantoin alami Elicina akan menyembuhkan setiap cacat dalam waktu singkat, dan menghilangkan/memudarkan bekas jerawat./scars.
* Elicina akan akan membantu menyeimbangkan kulit Anda, sehingga kulit wajah anda tidak akan terlalu berminyak dan rawan timbul jerawar lagi.
* Sebagian besar produk pengobatan jerawat memerlukan resep atau memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Tidak demikian dengan Elicina, Anda dapat menggunakan produk yang luar biasa ini selama anda inginkan, tanpa khawatir tentang efek samping.

Apakah Elicina effektif untuk anti-wrinkle / perawatan anti penuaan ?

Tentu saja! exfoliating alami Elicina’s memunculkan lapisan kulit bagian dalam secara alami, garis ekspresi dan keriput memudar . Selain itu, Elicina adalah regenerator kulit, berkat Allantoin alam dan Kolagen, kulit Anda akan lebih elastis,lembab dan kencang.Gunakan Elicina dua kali sehari, lebih baik di pagi hari dan di malam hari, untuk mendapatkan hasil yang bermanfaat.


SMS ORDER 081320460075
web: www.TokoCaca.com
   
Jumlah Posts : 1049
Jumlah di-Like : belum ada like

www.ilonashop.com

http://ilonashop.com/elicina-snail-cream.html



Price :
Elicina Cream 20 gr : Rp. 250.000
Elicina Cream 40 gr : Rp. 430.000
Elicina Cream Sharing Jar 10 gr : Rp. 115.000
Elicina Cream Plus 20 gr : Rp. 275.000
Elicina Cream Plus 40 gr : Rp. 470.000
Elicina Cream Plus Sharing Jar 10 gr : Rp. 125.000


HATI – HATI BARANG PALSU!!! Ilona Shop menjamin ELICINA yang di jual adalah ASLI


Ilona Shop adalah distributor resmi dari Elicina Indonesia

Formula Elicina Cream Plus sama dengan formula Elicina Cream, bedanya Elicina Cream Plus mengandung moisturizer.
Elicina Cream Plus = Elicina Cream + Moisturizer

Elicina adalah produk dari Chile. Elicina adalah produk organik, alami, hypoallergenic dan aman digunakan. Elicina adalah cream yang mempercepat proses regenerasi kulit.

Elicina cocok untuk kulit kombinasi atau berminyak. Elicina tidak mengandung pelembab, sehingga untuk orang dengan kulit kering kami menyarankan untuk menggunakan Elicina Plus.

Elicina berfungsi untuk:
- Strechmark
- Bekas Jerawat
- Bekas Luka
- Bekas Jahitan
- Alergi
- Gigitan Serangga
- Bekas Operasi/Cesar
- Jerawat

Cara Kerja Elicina:
- Membantu pengelupasan sel kulit mati
- Menghancurkan pathogens
- Menyembuhkan dan meregenarasi jaringan tissue yang rusak
- Menghilangkan scars
- Melembutkan kulit
- Sebagai antioksidan/radikal bebas
- Meningkatkan elastisitas kulit
- Kulit menjadi halus dan lembut seperti kulit bayi ^_^

Elicina cream:
- Terbuat dari 80% snail extract dan 20% cream base
- Cocok untuk semua jenis kulit
- Hypoallergenic
- Tidak ada efek samping
- Aman untuk digunakan oleh anak – anak, wanita hamil dan menyusui

Sebelum dan sesudah pemakaian Elicina:







Cara Pemakaian:
DI WAJAH: Oleskan di wajah yang sudah dibersihkan 2x sehari (pagi dan malam). Sesudah itu baru gunakan moisturizer bila diperlukan. Jika ingin memakai makeup bisa langsung bermakeup karena Elicina cream sangat mudah meresap di kulit wajah.
DI KULIT: Oleskan 2x sehari. Elicina tidak meninggalkan noda di pakaian. Pada saat pemakaian Elicina, tidak perlu dimassage karena Elicina langsung meresap begitu dioleskan.

Tanya Jawab

Apakah Elicina juga bekerja pada bekas luka lama?
Sebagai aturan umum, setiap luka lama pada kulit lebih sulit memudar dibandingkan saat dirawat pada tahap awal. Bekas luka lama akan memudar dengan waktu yang lebih lama. Hasil terbaik bisa diperoleh tetapi memakan waktu lebih lama, 3 sampai 4 bulan dengan penggunaan 2 kali sehari. Untuk bekas luka tubuh, adalah mungkin untuk menerapkan Elicina tiga kali sehari. Kami tidak menyarankan menggunakan Elicina lebih dari 2 kali sehari pada kulit wajah, karena kulit wajah lebih lembut.

Ingat untuk memperoleh hasil yang diinginkan pergunakan Elicina secara konsisten. Anda harus ingat bahwa setiap kondisi kulit manusia berbeda, mungkin yang satu lebih cepat bereaksi terhadap Elicina daripada yang lain.

Apakah Elicina dapat menghilangkan Strech marks?
Stretch mark memiliki tiga tahap:
1 – Purple stretch mark : ini adalah stretch mark tahap pertama dan lebih mudah untuk di pudarkan dengan penggunaan Elicina.
2 – Pink stretch mark : tahap kedua, ini masih mungkin untuk mengurangi stretch mark meski itu akan memakan waktu lebih lama. (+/- 2 bulan)
3 – White stretch mark : fase ketiga, tidak ada solusi bedan atau kosmetik yang dapat mengatasi masalah ini.Namun demikian, banyak pengguna telah mengalami strech mark jenis ini mendapati strech marks memudar setelah menggunakan Elicina selama 4 bulan dengan aplikasi 2 kali sehari.

Hasil tergantung pada dua faktor, pertama,di fase mana strech mark berada dan kedua, pada jenis kulit. Semua kulit bertindak berbeda dari satu ke yang lain. Umumnya, orang yang menggunakan Elicina telah melihat hasil pada bulan pertama penggunaan, konsistensi adalah yang terpenting.

Perawatan yang paling efektif ketika berhadapan dengan stretch mark adalah pencegahan. Untuk menghindari stretch mark muncul selama kehamilan sebaiknya gunakan Elicina sepanjang periode tersebut di daerah lebih rentan. Dengan hanya 2 aplikasi sehari Anda bisa menghindari tanda tidak diinginkan pada kulit Anda.

Selanjutnya, Elicina memiliki penyerapan yang sangat cepat. Anda tidak harus “menunggu 15 menit” untuk menunggu agar cream dapat terserap dan kemudian berpakaian. Dalam hitungan detik Anda akan siap untuk pergi dan yang terbaik dari semua itu adalah bahwa Elicina tidak beraroma/berbau. Aroma kadangkala merupakan salah satu faktor yang memicu beberapa ibu hamil untuk malas menggunakan cream anti strech marks. Tekstur Elicina juga tidak berminyak/greasy karena cepat menyerap pada kulit. Pokoknya, beda dengan cream anti strech marks yang beredar di pasaran.

Bisakah Elicina membantu saya memerangi psoriasis saya?
Walaupun ada mencatat kasus dimana individu menunjukkan peningkatan yang nyata pada daerah psoriasis mereka dengan menggunakan Elicina sehari-hari, beberapa orang tidak melihat ada perbaikan sama sekali. Meskipun Elicina aman dipergunakan,dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter anda terlebih dahulu.

Bisakah Elicina membantu saya melawan vitiligo?
Tidak bisa.

Saya memiliki kulit kering, dapatkah saya menggunakan Elicina di wajah saya?
Gunakan ELICINA PLUS , karena memiliki 80% yang sama dari ekstrak siput dan menambahkan pelembab pada 20% sisa formula. Humectants ini secara effektif akan menyeimbangkan dan melembabkan kulit. Elicina Plus akan membuat kulit kencang dan elastis.

Elicina Plus sangat ideal untuk semua mereka yang memiliki kulit kering dan / atau sensitif yang memerlukan humectants lebih banyak untuk menghindari iritasi, kekeringan dan perasaan kencang pada kulit yang disebabkan oleh tindakan exfoliant dari Asam Glycolic yang muncul secara alami dalam ekstrak siput.

Dapat Elicina digunakan oleh anak-anak?
Ya. Elicina adalah natural dan hypoallergenic untuk semua jenis kulit dan anak-anak semua usia. COANIQUEM (Corporation untuk anak-anak yang mengalami luka bakar, di Chile) menggunakannya untuk mengobati pasien cangkok kulit akibat luka bakar (anak-anak) dengan hasil yang luar biasa.

Apakah Elicina dapat mengobati Jerawat secara effektif?
Tentu saja! Elicina adalah salah satu solusi jerawat paling lengkap tersedia di pasar. Ia menangani hampir semua masalah yang terkait jerawat.
* Tindakan alami pengelupasan Elicina’s membersihkan sel-sel mati untuk menghindari penyumbatan pori dan akumulasi sebum, penyebab utama jerawat, tanpa perlu obat2an kimia, abrasi atau penggunaan zat kasar.
* Elicina mengandung antibiotik alami untuk menghindarkan anda dari infeksi.
* Allantoin alami Elicina akan menyembuhkan setiap cacat dalam waktu singkat, dan menghilangkan/memudarkan bekas jerawat./scars.
* Elicina akan akan membantu menyeimbangkan kulit Anda, sehingga kulit wajah anda tidak akan terlalu berminyak dan rawan timbul jerawat lagi.
* Sebagian besar produk pengobatan jerawat memerlukan resep atau memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Tidak demikian dengan Elicina, Anda dapat menggunakan produk yang luar biasa ini selama anda inginkan, tanpa khawatir tentang efek samping.

Apakah Elicina effektif untuk anti-wrinkle / perawatan anti penuaan ?
Tentu saja! exfoliating alami Elicina’s memunculkan lapisan kulit bagian dalam secara alami, garis ekspresi dan keriput memudar . Selain itu, Elicina adalah regenerator kulit, berkat Allantoin alam dan Kolagen, kulit Anda akan lebih elastis,lembab dan kencang. Gunakan Elicina dua kali sehari, lebih baik di pagi hari dan di malam hari, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.


Untuk pemesanan hubungi :
IlonaShop
Mobile : 0817-6017885 (sms only)
Website : www.ilonashop.com


Tidak melayani COD, ambil di tempat, ketemuan dan sejenisnya.

Cara Pemesanan :
1. Sms dengan menyebutkan barang yang akan di pesan + lokasi pengiriman.
2. Ilona Shop akan menginfokan ongkos pengiriman, total yang harus di bayar beserta no rekening bca / mandiri yang di gunakan untuk pembayaran.
3. Lakukan konfirmasi pembayaran via sms dengan menyebutkan :
- Metode pembayaran (transfer dari rekening bank xxxx xatas nama xxxxx / setor tunai)
- Jumlah pembayaran
- Bank tujuan
- Barang yang di pesan
- Alamat pengiriman
4. Pengiriman setiap hari Senin – Jumat via Indologistik / Jne. Hari libur tidak ada pengiriman yak
5. Barang di kirim 1 hari setelah konfirmasi pembayaran / hari pengiriman terdekat berikutnya.
6. Ilona Shop menjamin semua barang sampai ke alamat penerima.
7. HAPPY SHOPPING GIRLS ^-^