SITE STATUS
Jumlah Member :
492.785 member
user online :
612 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: hamil nuda makan rujak petis

New Topic :  
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
selamat malam calon bunda uk aku 10w, sama nih baru hamil anak pertama. oiya kalo aku enggak susah makan atupun mual melainkan suka banget sama ngemil ditambah makan makanan yg rada pedas dan suka banget makan rujak. Emang apa yah bun efek k bayinya kalo kita suka makan makanan yg pedas?
   


16-02-2016 12:53:08 bagi cerita dong
Jumlah Posts : 2504
Jumlah di-Like : belum ada like
aku juga sering bobo siang tapi pas hamil ga bengkak bun kakinya. malah dulu karena makan rujak pake garem yang bikin kakiku bengkak. heheheh. mungkin bawaan ddnya bun
   
23-08-2015 10:59:49 perut mulas saat hamil muda
Jumlah Posts : 172
Jumlah di-Like : belum ada like
klo mules hindari makan yang pedes2 bun dlu saya hamil muda suka makan rujak kdg sk mules.. klo hamil muda biasanya cm pgel atau paling nyeri biasa gtu..
   


Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
salam kenal bunda. may Tanya Kali lagi hamil muda boleh gak Kalo makan rujak?
   
16-05-2014 14:29:39 hamil 6 w doyan banget rujak
Jumlah Posts : 8
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda... aku mau tanya dong, aku hamil 6w seneng banget makan rujak, asem2 pedes gt, aman ga yah buat janin bun :( abis seger sih mkn rujak
   


Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda rahma saya pernah baca di detik.com katanya vitamin c malah jangan dlu dimakan klo hamil muda takut keguguran.coba bunda makan apel atau jus apa aza.kalo saya mengurangi mual cukup makan rujak aja tapi tidak terlalu pedas.
   
12-11-2012 16:50:04 Bahaya Pepaya yang hamil muda
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : 2
 Maaf Bunda, memang benar2 bahaya ya konsumsi Pepaya Muda saat hamil?
Usia kandungan saya belum beranjak 4 minggu, baru saja saya konsumsi Pepaya Muda, lagi enak2nya makan rujak... Kepipikiran makan kedondong khawatir bahaya ternyata ga, langsung cek di internet bahayanya makan pepaya muda, ternyata nda boleh... Bagaimana dooongggg???
   
31-08-2010 22:12:57 Bahaya Pepaya yang hamil muda
Jumlah Posts : 28
Jumlah di-Like : 1
Thanks maminya epin... Kmrn Îƚū åĸų makan rujak sempet makan 3 irisan pepaya muda.. :( sebelumnya sih ÿġ mateng2 dipotong biasa... Agak ngeri ǡĵа bun pas baca kaget sendiri karena ga tau.. Kyknya bnr2 hrs byk belajar dan searching mknan sehat buat para bunda ya.. Biar ga salah mulu.. Åĸų riwayatnya Îƚū cuek ŝāма makanan bun.. Jadi pas plan hidup sehat sejak hamil, lsg heboh bingung sendiri... :) thanks again maminya epin for the explanation.. Babynya due kapan nie bun? Semoga semua lancar ya...
   
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
MAKANAN PEDAS DAN ASAM SELAGI HAMIL? BOLEH KOK!

Yang terpenting, pandai-pandailah menilai batas kemampuan diri.

Rasa asam konon membuat makanan jadi terasa menyegarkan. Citarasanya yang unik kerap diidentikkan sebagai obat ngantuk atau untuk mengurangi keluhan mual. Sementara rasa pedas memunculkan semangat dan memberi sensasi tersendiri pada si penikmat makanan tersebut.

Tak heran kalau dua citarasa ini sangat disukai banyak orang, termasuk ibu hamil. Selain itu, selama masa kehamilan juga dikenal fase ngidam yang umumnya dirasakan sebagai keluhan mual dan muntah. Untuk mengatasinya, ibu hamil menginginkan sesuatu yang terasa segar di mulut. Salah satunya makanan asam dan pedas.

Ginekolog dari Klinik SamMarie, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dr. Drajat M. Sastrawikarta, Sp.OG., menyebutkan, dalam buku-buku medis ilmu kandungan dan kebidanan, selintas memang disebutkan fase yang dinamakan ngidam/nyidam. Ngidam, kata Drajat, merupakan keinginan ibu hamil untuk menyantap sesuatu. Akan tetapi keinginan tersebut kadang berkembang tak wajar. Contohnya, tidak apa-apa bila ibu hamil ingin makan buah kecapi yang asam. Menjadi tidak wajar bila permintaan tersebut muncul saat bukan musim kecapi. Sementara pohon kecapi sendiri, di Jakarta misalnya, sudah termasuk pohon langka.

PENGARUH KULTUR

Diakui Drajat, memang tidak semua ibu hamil melewati kehamilannya dengan ngidam. Kalaupun ngidam, belum tentu muncul keinginan "dramatis" untuk melahap makanan yang bercitarasa asam dan pedas. Namun demikian, di Indonesia memang banyak penggemar makanan yang rasanya merangsang ini. Mengenai penyebab pasti mengapa selera akan makanan asam dan pedas meningkat di masa kehamilan, menurut Drajat amat sulit dijawab. Sejauh ini memang tidak ada satu teori atau buku pun yang menjelaskan mengapa demikian.

Drajat menduga, di usia kehamilan muda, kegemaran makan makanan yang asam dan pedas lebih merupakan upaya ibu menghilangkan keluhan mualnya. Meski lagi-lagi belum ada penelitian ke arah sana, tapi menurut Drajat hal ini bisa dibenarkan. Asumsinya, masyarakat kita secara turun-temurun menganggap makanan bercitarasa asam dan pedas bisa menghilangkan rasa mual. Tak heran kalau ketika hamil seorang ibu jadi menyukai rasa pedas dan asam, meski semula ia tidak seperti itu.

Contohnya, kata Drajat, ketika bepergian jauh, banyak yang membawa jeruk sebagai bekalnya. Kalau tidak, ada yang menyarankan mabuk perjalanan diatasi dengan minum rebusan asam jawa. Keduanya yang sama-

sama memiliki rasa asam diyakini bisa berfungsi sebagai obat antimual. Hal serupa juga berlaku untuk makanan yang bercita rasa pedas. Saat kita merasa mual di ulu hati seperti ingin muntah, lekaslah makan makanan yang pedas. Niscaya keinginan muntah bakal hilang dengan sendirinya. Tak percaya? Buktikan saja sendiri.

BELAJAR MENAHAN NAFSU

Yang ditekankan oleh Drajat, yaitu pentingnya membatasi konsumsi makanan pedas dan asam. Mengapa? Semata-mata untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, ibu mengalami diare yang bisa berlanjut menjadi gangguan dehidrasi sehingga membahayakan kehamilannya. Bukankah sesuatu yang berlebihan lazimnya menimbulkan dampak negatif?

Makan rujak 4 kali sehari, masing-masing dengan 20 cabe per porsi, jelas berlebihan dong. Namun lagi-lagi Drajat mengaku tak bisa menjelaskannya secara konkret mengenai batasan ini karena sifatnya memang sangat individual alias tak pernah sama. Oleh karena itu, agar kehamilan berjalan sehat dan nyaman, kenali diri sendiri.

Kalaupun ibu sudah akrab dengan makanan pedas sejak sebelum hamil, tak ada salahnya mengurangi "kualitas" pedasnya semata-mata demi menjaga sistem pencernaan dan janinnya. Nah, dengan pandai mengatur dorongan yang berlebihan, kesukaan mengonsumsi makanan pedas tetap boleh berlanjut tanpa harus mengundang risiko. Hal serupa juga berlaku juga untuk makanan dan minuman yang asam. Terlalu banyak mengonsumsi makanan/minuman yang asam juga akan membuat lambung tak nyaman. Bahkan bukan tidak mungkin akan menyebabkan perlukaan di usus bila rasa asam itu berasal dari cuka atau bahan-bahan nonbiologis lainnya. Terutama bagi mereka yang sebelumnya sudah menderita gangguan mag.

PENTINGNYA EDUKASI

Drajat sendiri tak mempermasalahkan kebiasaan ibu-ibu hamil mengonsumsi makanan dan minuman yang pedas dan asam. "Sepanjang kebiasaan tersebut tidak merugikan diri si ibu dan lingkungan, menurut saya pribadi ya biarkan saja. Apalagi setahu saya tidak ada kontraindikasi makanan dan minuman seperti ini dengan kehamilan."

Sayangnya, tidak sedikit ibu hamil yang hanya mengikuti dorongan nafsunya dan menyampingkan akal sehat. Untuk bisa memberikan pemahaman akan pola makan dan minum yang baik kadang bukan perkara mudah. Dituntut kesabaran dari sang suami dan anggota keluarga lainnya untuk menyampaikan misi edukatifnya. Jika tak berhasil juga, lebih baik minta bantuan dokter untuk menjelaskan. Bukankah umumnya ibu hamil mau mendengarkan apa yang dikatakan dokternya.

Drajat juga mengingatkan agar ibu-ibu hamil mewaspadai mitos-mitos yang kebenarannya diragukan. Di antaranya makan asam, terutama cuka, bisa membuat rahim mengerut. Padahal, tukasnya, "Kalau memang benar demikian, seharusnya bukan rahim saja yang mengalami pengerutan, melainkan seluruh organ tubuh ibu. Karena apa yang dimakan akan diserap oleh seluruh tubuh."

Begitu juga dengan anjuran jangan banyak menyantap makanan yang pedas jika tak ingin anaknya nakal. Anjuran tersebut ada benarnya sebagian, "Tapi kalau dikait-kaitkan dengan kenakalan anak, dari mana kesimpulan tersebut didapat?" ujarnya balik bertanya

semoga membantu salam putri a.k.a zach mom's
   
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
MAKANAN PEDAS DAN ASAM SELAGI HAMIL? BOLEH KOK!

Yang terpenting, pandai-pandailah menilai batas kemampuan diri.

Rasa asam konon membuat makanan jadi terasa menyegarkan. Citarasanya yang unik kerap diidentikkan sebagai obat ngantuk atau untuk mengurangi keluhan mual. Sementara rasa pedas memunculkan semangat dan memberi sensasi tersendiri pada si penikmat makanan tersebut.

Tak heran kalau dua citarasa ini sangat disukai banyak orang, termasuk ibu hamil. Selain itu, selama masa kehamilan juga dikenal fase ngidam yang umumnya dirasakan sebagai keluhan mual dan muntah. Untuk mengatasinya, ibu hamil menginginkan sesuatu yang terasa segar di mulut. Salah satunya makanan asam dan pedas.

Ginekolog dari Klinik SamMarie, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dr. Drajat M. Sastrawikarta, Sp.OG., menyebutkan, dalam buku-buku medis ilmu kandungan dan kebidanan, selintas memang disebutkan fase yang dinamakan ngidam/nyidam. Ngidam, kata Drajat, merupakan keinginan ibu hamil untuk menyantap sesuatu. Akan tetapi keinginan tersebut kadang berkembang tak wajar. Contohnya, tidak apa-apa bila ibu hamil ingin makan buah kecapi yang asam. Menjadi tidak wajar bila permintaan tersebut muncul saat bukan musim kecapi. Sementara pohon kecapi sendiri, di Jakarta misalnya, sudah termasuk pohon langka.

PENGARUH KULTUR

Diakui Drajat, memang tidak semua ibu hamil melewati kehamilannya dengan ngidam. Kalaupun ngidam, belum tentu muncul keinginan "dramatis" untuk melahap makanan yang bercitarasa asam dan pedas. Namun demikian, di Indonesia memang banyak penggemar makanan yang rasanya merangsang ini. Mengenai penyebab pasti mengapa selera akan makanan asam dan pedas meningkat di masa kehamilan, menurut Drajat amat sulit dijawab. Sejauh ini memang tidak ada satu teori atau buku pun yang menjelaskan mengapa demikian.

Drajat menduga, di usia kehamilan muda, kegemaran makan makanan yang asam dan pedas lebih merupakan upaya ibu menghilangkan keluhan mualnya. Meski lagi-lagi belum ada penelitian ke arah sana, tapi menurut Drajat hal ini bisa dibenarkan. Asumsinya, masyarakat kita secara turun-temurun menganggap makanan bercitarasa asam dan pedas bisa menghilangkan rasa mual. Tak heran kalau ketika hamil seorang ibu jadi menyukai rasa pedas dan asam, meski semula ia tidak seperti itu.

Contohnya, kata Drajat, ketika bepergian jauh, banyak yang membawa jeruk sebagai bekalnya. Kalau tidak, ada yang menyarankan mabuk perjalanan diatasi dengan minum rebusan asam jawa. Keduanya yang sama-

sama memiliki rasa asam diyakini bisa berfungsi sebagai obat antimual. Hal serupa juga berlaku untuk makanan yang bercita rasa pedas. Saat kita merasa mual di ulu hati seperti ingin muntah, lekaslah makan makanan yang pedas. Niscaya keinginan muntah bakal hilang dengan sendirinya. Tak percaya? Buktikan saja sendiri.

BELAJAR MENAHAN NAFSU

Yang ditekankan oleh Drajat, yaitu pentingnya membatasi konsumsi makanan pedas dan asam. Mengapa? Semata-mata untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, ibu mengalami diare yang bisa berlanjut menjadi gangguan dehidrasi sehingga membahayakan kehamilannya. Bukankah sesuatu yang berlebihan lazimnya menimbulkan dampak negatif?

Makan rujak 4 kali sehari, masing-masing dengan 20 cabe per porsi, jelas berlebihan dong. Namun lagi-lagi Drajat mengaku tak bisa menjelaskannya secara konkret mengenai batasan ini karena sifatnya memang sangat individual alias tak pernah sama. Oleh karena itu, agar kehamilan berjalan sehat dan nyaman, kenali diri sendiri.

Kalaupun ibu sudah akrab dengan makanan pedas sejak sebelum hamil, tak ada salahnya mengurangi "kualitas" pedasnya semata-mata demi menjaga sistem pencernaan dan janinnya. Nah, dengan pandai mengatur dorongan yang berlebihan, kesukaan mengonsumsi makanan pedas tetap boleh berlanjut tanpa harus mengundang risiko. Hal serupa juga berlaku juga untuk makanan dan minuman yang asam. Terlalu banyak mengonsumsi makanan/minuman yang asam juga akan membuat lambung tak nyaman. Bahkan bukan tidak mungkin akan menyebabkan perlukaan di usus bila rasa asam itu berasal dari cuka atau bahan-bahan nonbiologis lainnya. Terutama bagi mereka yang sebelumnya sudah menderita gangguan mag.

PENTINGNYA EDUKASI

Drajat sendiri tak mempermasalahkan kebiasaan ibu-ibu hamil mengonsumsi makanan dan minuman yang pedas dan asam. "Sepanjang kebiasaan tersebut tidak merugikan diri si ibu dan lingkungan, menurut saya pribadi ya biarkan saja. Apalagi setahu saya tidak ada kontraindikasi makanan dan minuman seperti ini dengan kehamilan."

Sayangnya, tidak sedikit ibu hamil yang hanya mengikuti dorongan nafsunya dan menyampingkan akal sehat. Untuk bisa memberikan pemahaman akan pola makan dan minum yang baik kadang bukan perkara mudah. Dituntut kesabaran dari sang suami dan anggota keluarga lainnya untuk menyampaikan misi edukatifnya. Jika tak berhasil juga, lebih baik minta bantuan dokter untuk menjelaskan. Bukankah umumnya ibu hamil mau mendengarkan apa yang dikatakan dokternya.

Drajat juga mengingatkan agar ibu-ibu hamil mewaspadai mitos-mitos yang kebenarannya diragukan. Di antaranya makan asam, terutama cuka, bisa membuat rahim mengerut. Padahal, tukasnya, "Kalau memang benar demikian, seharusnya bukan rahim saja yang mengalami pengerutan, melainkan seluruh organ tubuh ibu. Karena apa yang dimakan akan diserap oleh seluruh tubuh."

Begitu juga dengan anjuran jangan banyak menyantap makanan yang pedas jika tak ingin anaknya nakal. Anjuran tersebut ada benarnya sebagian, "Tapi kalau dikait-kaitkan dengan kenakalan anak, dari mana kesimpulan tersebut didapat?" ujarnya balik bertanya


semoga membantu,

salam

putri a.k.a zach mom's
   
04-03-2009 13:25:58 Hamil Nga Ya
Jumlah Posts : 29
Jumlah di-Like : belum ada like
ola bun...bunda mens nya teratur g?klw  aku dulu gk teratur mensnya suka telat2  n ngira2 s endiri kyknya hamil nih...tes hamil sendiri hasilnya negatif besok2nya mens..sering bgt kek gt ampir tiap bulan,abis2in duit beli tes uji kehamilan huehueheue...nah  terakhir kemaren telad juga  dah males cek lagian ad darah  dikit2 kyk mens hari pertama sebelum banyak2nya..eh malah gk muncul2 lg..terus  ak cuekin lg..ampe akhirnya aku sering mual2,pusing yg luar biasa,eneq,maonya makan rujak tiap hari dll..trus malem tes sendiri pake sensitif duerrrr..kaget ternyata positif..hueheuhe gk pcy lagi besoknya tes dgn tes hamil yg berbeda merk positif jg kurang puas jg,akhirna periksa  ke dokter jreng,..dah mo 3 bulan katanya....

 
   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

MAKANAN PEDAS DAN ASAM SELAGI HAMIL? BOLEH KOK!

Yang terpenting, pandai-pandailah menilai batas kemampuan diri.

Rasa asam konon membuat makanan jadi terasa menyegarkan. Citarasanya yang unik kerap diidentikkan sebagai obat ngantuk atau untuk mengurangi keluhan mual. Sementara rasa pedas memunculkan semangat dan memberi sensasi tersendiri pada si penikmat makanan tersebut.

Tak heran kalau dua citarasa ini sangat disukai banyak orang, termasuk ibu hamil. Selain itu, selama masa kehamilan juga dikenal fase ngidam yang umumnya dirasakan sebagai keluhan mual dan muntah. Untuk mengatasinya, ibu hamil menginginkan sesuatu yang terasa segar di mulut. Salah satunya makanan asam dan pedas.

Ginekolog dari Klinik SamMarie, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dr. Drajat M. Sastrawikarta, Sp.OG., menyebutkan, dalam buku-buku medis ilmu kandungan dan kebidanan, selintas memang disebutkan fase yang dinamakan ngidam/nyidam. Ngidam, kata Drajat, merupakan keinginan ibu hamil untuk menyantap sesuatu. Akan tetapi keinginan tersebut kadang berkembang tak wajar. Contohnya, tidak apa-apa bila ibu hamil ingin makan buah kecapi yang asam. Menjadi tidak wajar bila permintaan tersebut muncul saat bukan musim kecapi. Sementara pohon kecapi sendiri, di Jakarta misalnya, sudah termasuk pohon langka.

PENGARUH KULTUR

Diakui Drajat, memang tidak semua ibu hamil melewati kehamilannya dengan ngidam. Kalaupun ngidam, belum tentu muncul keinginan "dramatis" untuk melahap makanan yang bercitarasa asam dan pedas. Namun demikian, di Indonesia memang banyak penggemar makanan yang rasanya merangsang ini. Mengenai penyebab pasti mengapa selera akan makanan asam dan pedas meningkat di masa kehamilan, menurut Drajat amat sulit dijawab. Sejauh ini memang tidak ada satu teori atau buku pun yang menjelaskan mengapa demikian.

Drajat menduga, di usia kehamilan muda, kegemaran makan makanan yang asam dan pedas lebih merupakan upaya ibu menghilangkan keluhan mualnya. Meski lagi-lagi belum ada penelitian ke arah sana, tapi menurut Drajat hal ini bisa dibenarkan. Asumsinya, masyarakat kita secara turun-temurun menganggap makanan bercitarasa asam dan pedas bisa menghilangkan rasa mual. Tak heran kalau ketika hamil seorang ibu jadi menyukai rasa pedas dan asam, meski semula ia tidak seperti itu.

Contohnya, kata Drajat, ketika bepergian jauh, banyak yang membawa jeruk sebagai bekalnya. Kalau tidak, ada yang menyarankan mabuk perjalanan diatasi dengan minum rebusan asam jawa. Keduanya yang sama-

sama memiliki rasa asam diyakini bisa berfungsi sebagai obat antimual. Hal serupa juga berlaku untuk makanan yang bercita rasa pedas. Saat kita merasa mual di ulu hati seperti ingin muntah, lekaslah makan makanan yang pedas. Niscaya keinginan muntah bakal hilang dengan sendirinya. Tak percaya? Buktikan saja sendiri.

BELAJAR MENAHAN NAFSU

Yang ditekankan oleh Drajat, yaitu pentingnya membatasi konsumsi makanan pedas dan asam. Mengapa? Semata-mata untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, ibu mengalami diare yang bisa berlanjut menjadi gangguan dehidrasi sehingga membahayakan kehamilannya. Bukankah sesuatu yang berlebihan lazimnya menimbulkan dampak negatif?

Makan rujak 4 kali sehari, masing-masing dengan 20 cabe per porsi, jelas berlebihan dong. Namun lagi-lagi Drajat mengaku tak bisa menjelaskannya secara konkret mengenai batasan ini karena sifatnya memang sangat individual alias tak pernah sama. Oleh karena itu, agar kehamilan berjalan sehat dan nyaman, kenali diri sendiri.

Kalaupun ibu sudah akrab dengan makanan pedas sejak sebelum hamil, tak ada salahnya mengurangi "kualitas" pedasnya semata-mata demi menjaga sistem pencernaan dan janinnya. Nah, dengan pandai mengatur dorongan yang berlebihan, kesukaan mengonsumsi makanan pedas tetap boleh berlanjut tanpa harus mengundang risiko. Hal serupa juga berlaku juga untuk makanan dan minuman yang asam. Terlalu banyak mengonsumsi makanan/minuman yang asam juga akan membuat lambung tak nyaman. Bahkan bukan tidak mungkin akan menyebabkan perlukaan di usus bila rasa asam itu berasal dari cuka atau bahan-bahan nonbiologis lainnya. Terutama bagi mereka yang sebelumnya sudah menderita gangguan mag.

PENTINGNYA EDUKASI

Drajat sendiri tak mempermasalahkan kebiasaan ibu-ibu hamil mengonsumsi makanan dan minuman yang pedas dan asam. "Sepanjang kebiasaan tersebut tidak merugikan diri si ibu dan lingkungan, menurut saya pribadi ya biarkan saja. Apalagi setahu saya tidak ada kontraindikasi makanan dan minuman seperti ini dengan kehamilan."

Sayangnya, tidak sedikit ibu hamil yang hanya mengikuti dorongan nafsunya dan menyampingkan akal sehat. Untuk bisa memberikan pemahaman akan pola makan dan minum yang baik kadang bukan perkara mudah. Dituntut kesabaran dari sang suami dan anggota keluarga lainnya untuk menyampaikan misi edukatifnya. Jika tak berhasil juga, lebih baik minta bantuan dokter untuk menjelaskan. Bukankah umumnya ibu hamil mau mendengarkan apa yang dikatakan dokternya.

Drajat juga mengingatkan agar ibu-ibu hamil mewaspadai mitos-mitos yang kebenarannya diragukan. Di antaranya makan asam, terutama cuka, bisa membuat rahim mengerut. Padahal, tukasnya, "Kalau memang benar demikian, seharusnya bukan rahim saja yang mengalami pengerutan, melainkan seluruh organ tubuh ibu. Karena apa yang dimakan akan diserap oleh seluruh tubuh."

Begitu juga dengan anjuran jangan banyak menyantap makanan yang pedas jika tak ingin anaknya nakal. Anjuran tersebut ada benarnya sebagian, "Tapi kalau dikait-kaitkan dengan kenakalan anak, dari mana kesimpulan tersebut didapat?" ujarnya balik bertanya.

Gazali Solahuddin. Foto: Ferdi/nakita

Mitos:
Mengonsumsi makanan pedas menyebabkan ibu yang hamil tua jadi cepat melahirkan. 

Fakta:  Sebenarnya, ibu hamil tidak punya pantangan makanan tertentu. Tapi, ada makanan yang sebaiknya dihindari, seperti makan yang berasal dari keju yang sangat lembik atau keju dari susu mentah. Makanan-makanan ini dikhawatirkan cepat busuk, sehingga mengandung bakteri yang disebut lysteria. Bakteri inilah yang sering dihubungkan dengan kemungkinan penyebab keguguran atau persalinan dini.

Makanan yang "berat", kaya bumbu dan pedas lebih baik dihindari ibu hamil karena justru akan mengaktifkan kerja usus jadi berlebihan hingga menimbulkan penyakit lain seperti diare. Selain berpeluang menginduksi rahim yang akan memperparah ancaman keguguran.

Untuk mengantisipasi morning sickness (ngidam, pusing, rasa panas di perut, mual dan muntah-muntah ) , berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

* Perhatikan dan pilihlah menu makanan yang baik.

* Jangan lupa untuk banyak minum.

* Jangan makan terlalu kenyang sekaligus. Lebih baik sering, tapi porsinya kecil atau sedikit demi sedikit.

* Hindari makanan pedas dan berbumbu tajam/merangsang. Jenis makanan ini justru akan memicu rasa mual.

   
19-11-2017 16:29:07 HPL juni 2018
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
klo ak mnrt usg sih 10 wk soalnya blm pernah haid pasca melahirkan setahun yg lalu, tetiba uda positif aja d tes hehehe,mgkn hpl bisa maju n mundut
btw ada gak yg pas hamil pernah makan sate?tr pengen bgt makan sate satu iris jd kepikiran nya sekarang