SITE STATUS
Jumlah Member :
492.580 member
user online :
995 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: hamil merasakan kaki berat melangkah

New Topic :  
Jumlah Posts : 3025
Jumlah di-Like : 1
bun miftahul udh brp w skrng?



Umumnya ibu hamil (bumil) sering mengalami varises. Tak hanya di kaki, varises juga bisa terjadi pada vagina. Varises pada vagina dapat terjadi sepanjang masa kehamilan, namun biasanya lebih banyak terjadi pada kehamilan trimester akhir atau usia kehamilan di atas 32 minggu. Di mana saat itu terjadi peningkatan kadar hormon progesteron.

Umumnya varises terjadi pada bumi usia tua, karena dapat menyebabkan lemahnya dinding pembuluh darah vena, sehingga katub-katubnya pun ikut melemah. Varises jarang terjadi pada bumi usia muda, jika tidak ada faktor keturunan dan pola hidup yang memicu terjadinya varises tersebut.

Tujuh Faktor Penyebab

Varises bisa terjadi pada pria maupun wanita, namun lebih sering pada wanita, karena wanita memiliki jaringan kulit lebih lunak dan ditambah dengan gangguan hormonal yang lebih tinggi ketika mengalami pubertas dan kehamilan. Adapaun penyebab varises lainnya adalah:


1. Kehamilan. Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil membuat kaki semakin terbebani. Akibatnya, aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat dan terjadilah varises.


2. Paritas yang tinggi. Bumil yang mempunyai riwayat melahirkan anak banyak atau multipara juga mudah mengalami varises, karena wanita yang sering melahirkan cenderung memiliki otot-otot panggul yang lemah sehingga menyebabkan terjadinya pelebaran pada pembuluh darah.


3. Faktor keturunan. Kemungkinan besar, faktor keturunan menjadi penyebab terjadinya varises pada wanita usia muda. Sedangkan pada wanita yang sudah berusia, terjadi akibat perubahan hormon dan bertambahnya berat badan.


4. Kurang gerak & berdiri terlalu lama. Kurang bergerak akan menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal. Sedangkan berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah. Bila pekerjaan yang dilakukan mengharuskan banyak berdiri, maka usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis atau diam, melainkan tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat. Hal itu agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung.


5. Merokok. Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi.


6. Kolesterol & diabetes. Penderita kolesterol tinggi dan penderita diabetes mudah mengalami varises, karena kedua penyakit tersebut berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, dimana kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang dialami dapat memicu terjadinya varises.


7. Memakai sepatu hak tinggi. Pemakaian sepatu dengan hak yang terlalu tinggi bisa membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah menjadi tidak maksimal.

Dampak Varises pada Kehamilan

Bumil yang mengalami varises vagina patut waspada! Karena dapat membahayakan dan mengganggu proses persalinan. Jika bumil merasakan adanya benjolan di seputar vagina, harus benar-benar dicek bagian dalam dan luarnya. Biasanya, semakin tua usia kehamilan, varises akan semakin parah, karena bendungan dari rahim yang kian besar semakin kuat. Apalagi jika sebagian kepala janin sudah turun ke rongga panggul, aliran darah dari bawah ke atas semakin tidak lancar. Walhasil, varises semakin membesar dan bertambah parah.

Risiko varises semakin besar terjadi pada wanita yang pernah hamil dan melahirkan anak lebih dari dua kali. Juga pada wanita hamil usia di atas 40 tahun. Sebabnya, arteriosclerosis (penebalan dinding pembuluh darah) yang dialami bumil, berdampak pada dinding pembuluh darah yang kehilangan daya lentur atau elastisitasnya. Kekakuan ini akan menghambat aliran vena sehingga memudahkan varises muncul.

Bila varisesnya masih ringan, bumi dengan varises vagina masih dapat menjalani persalinan dengan normal. Namun apabila terdapat banyak varisesnya atau diderita cukup berat, sebaiknya melahirkan dengan cara sesar. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasikan risiko pecahnya dinding pembuluh darah akibat trauma atau laserasi jalan pada saat bayi lahir. Karena dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan ibu dan janinnya juga.
   


Jumlah Posts : 3025
Jumlah di-Like : 1
bunda maya.. waahh aq jd penasaran tuh bun apa varises vagina... Setlh searching q nemu ttg artikel'y... Varises Kaki vs Vagina Varises adalah kelainan pada pembuluh darah vena (balik) yang terjadi karena penurunan atau hilangnya elastisitas dinding vena-vena yang berkelok-kelok atau kerusakan katub. Umumnya ibu hamil (bumil) sering mengalami varises. Tak hanya di kaki, varises juga bisa terjadi pada vagina. Varises pada vagina dapat terjadi sepanjang masa kehamilan, namun biasanya lebih banyak terjadi pada kehamilan trimester akhir atau usia kehamilan di atas 32 minggu. Di mana saat itu terjadi peningkatan kadar hormon progesteron. Umumnya varises terjadi pada bumi usia tua, karena dapat menyebabkan lemahnya dinding pembuluh darah vena, sehingga katub-katubnya pun ikut melemah. Varises jarang terjadi pada bumi usia muda, jika tidak ada faktor keturunan dan pola hidup yang memicu terjadinya varises tersebut. Tujuh Faktor Penyebab Varises bisa terjadi pada pria maupun wanita, namun lebih sering pada wanita, karena wanita memiliki jaringan kulit lebih lunak dan ditambah dengan gangguan hormonal yang lebih tinggi ketika mengalami pubertas dan kehamilan. Adapaun penyebab varises lainnya adalah: 1. Kehamilan. Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil membuat kaki semakin terbebani. Akibatnya, aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat dan terjadilah varises. 2. Paritas yang tinggi. Bumil yang mempunyai riwayat melahirkan anak banyak atau multipara juga mudah mengalami varises, karena wanita yang sering melahirkan cenderung memiliki otot-otot panggul yang lemah sehingga menyebabkan terjadinya pelebaran pada pembuluh darah. 3. Faktor keturunan. Kemungkinan besar, faktor keturunan menjadi penyebab terjadinya varises pada wanita usia muda. Sedangkan pada wanita yang sudah berusia, terjadi akibat perubahan hormon dan bertambahnya berat badan. 4. Kurang gerak & berdiri terlalu lama. Kurang bergerak akan menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal. Sedangkan berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah. Bila pekerjaan yang dilakukan mengharuskan banyak berdiri, maka usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis atau diam, melainkan tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat. Hal itu agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung. 5. Merokok. Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi. 6. Kolesterol & diabetes. Penderita kolesterol tinggi dan penderita diabetes mudah mengalami varises, karena kedua penyakit tersebut berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, dimana kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang dialami dapat memicu terjadinya varises. 7. Memakai sepatu hak tinggi. Pemakaian sepatu dengan hak yang terlalu tinggi bisa membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah menjadi tidak maksimal. Dampak Varises pada Kehamilan Bumil yang mengalami varises vagina patut waspada! Karena dapat membahayakan dan mengganggu proses persalinan. Jika bumil merasakan adanya benjolan di seputar vagina, harus benar-benar dicek bagian dalam dan luarnya. Biasanya, semakin tua usia kehamilan, varises akan semakin parah, karena bendungan dari rahim yang kian besar semakin kuat. Apalagi jika sebagian kepala janin sudah turun ke rongga panggul, aliran darah dari bawah ke atas semakin tidak lancar. Walhasil, varises semakin membesar dan bertambah parah. Risiko varises semakin besar terjadi pada wanita yang pernah hamil dan melahirkan anak lebih dari dua kali. Juga pada wanita hamil usia di atas 40 tahun. Sebabnya, arteriosclerosis (penebalan dinding pembuluh darah) yang dialami bumil, berdampak pada dinding pembuluh darah yang kehilangan daya lentur atau elastisitasnya. Kekakuan ini akan menghambat aliran vena sehingga memudahkan varises muncul. Bila varisesnya masih ringan, bumi dengan varises vagina masih dapat menjalani persalinan dengan normal. Namun apabila terdapat banyak varisesnya atau diderita cukup berat, sebaiknya melahirkan dengan cara sesar. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasikan risiko pecahnya dinding pembuluh darah akibat trauma atau laserasi jalan pada saat bayi lahir. Karena dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan ibu dan janinnya juga.
   
11-02-2014 14:18:51 posisi janin
Jumlah Posts : 163
Jumlah di-Like : belum ada like
kalo aq abis duduk lama buat bangun jalan rasanya kaki berat buat melangkah+pantatNya kedutan klo buat duduk bun... heheehe
   


Jumlah Posts : 112
Jumlah di-Like : 1
bunda anna bisa melakukan olahraga 20mnt-30 mnt seperti jalan pahi atau senam hamil.hindari kenaikan berat badan bun, lalu hindari posisi duduk dan berdiri dalam waktu lama, saat tidur atau duduk kalau bisa kaki dsejajarkan dgn jantung.hindari juga celana ketat. saat lahiran nanti kemungkinan besar varises hilang sndiri kcuali bbrp kasus ibu yg mmg memiliki riwayat varises sblmnya.klo tulang kemaluan itu sakit krn mmg bayi2nya sdh bertambah besar :)
   
13-05-2011 12:22:18 tanda-tanda mau melahirkan
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
siang dok, sekarang saya hamil 36 minggu berat badan si bayi 2.790kg. sdh 2 hr ini d bagian bawah perut saya suka sakit setiap 1/2 jam dan tegang trs. yang mau saya tanyakan bagaimanakah ciri-ciri mau melahirkan? apakah yg sy rasakan ini gejala awal mau melahirkan? sy kwatir msh kerja dok, kapan sebaiknya saya ambil cuti dgn keadaan perut yg sudah sering merasakan sakit dan tegang d bagian bawah?

Dari : siti saodah

Jawaban:

Dear Bunda,

Bila anda merasakan adanya tegang atau kontraksi yang teratur terus menerus, maka sebaiknya anda memeriksakan kepada dokter kandungan atau bidan anda. Kontraksi Braxton hick atau kontraksi semu tidak akan terjadi secara teratur dan tidak akan semakin kuat seperti kontraksi pada awal melahirkan. Kontraksi Braxton hick ini kerap terjadi namun bukanlah tanda awal kelahiran. Untuk memastikan keadaan anda, anda dapat memeriksakan diri pada dokter atau bidan anda. Demikian jawaban saya.
   


Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15

Keguguran (abortus) adalah “hantu” menakutkan bagi ibu yang memang mengharapkan kehamilannya. Berdoa pada Yang Maha Kuasa sudah seharusnya dilakukan untuk menjauhi kejadian yang tidak diinginkan ini. Tapi itu saja belum cukup. Ibu hamil pun mesti memiliki pengetahuan mengenai tanda-tanda dan penyebab keguguran sehingga dapat melakukan antisipasi dan tindakan penyelamatan sebelum keguguran terjadi.

GEJALA DINI

Ada beberapa tanda yang bisa dijadikan peringatan dini keguguran, setidaknya dengan begitu ibu bisa lebih waspada. Gejala-gejala tersebut adalah:

* Tidak enak badan; merasa lemas atau tidak fit seperti hari-hari sebelumnya

* Perut tidak nyaman, kepala pusing, atau terasa limbung

* Mimisan.

Jika ibu mengalami gejala tadi, beberapa tindakan ini bisa membantu mengatasinya:

- Minum air putih, setelah itu bisa diteruskan dengan minum minuman segar lain, seperti jus.

- Makan makanan bergizi. Jika tidak bisa (karena mual), makanlah buah-buahan segar, biskuit, atau minum susu.

- Hentikan semua aktivitas.

- Lakukan relaksasi (atur napas dan tenangkan pikiran). Kuatkan keyakinan bahwa ibu dapat melalui kondisi ini dengan baik. Berdoalah dan pikirkan hal-hal yang menyenangkan yang akan dilakukan dengan si jabang bayi saat ia lahir nanti.

Jika semua ini tidak membuat kondisi ibu membaik, segera hubungi dokter. Jika Anda diminta datang kontrol, sempatkan diri untuk itu. Saat pemeriksaan, ceritakan apa yang terjadi. Sebaiknya ibu tidak melewatkan satu gejala pun karena anamnesis (mencari keterangan dari pasien) sangat memengaruhi diagnosis. Akan baik bila ibu memiliki buku catatan kejadian dan pengalaman selama kehamilan.

GEJALA UMUM

Ada juga gejala umum keguguran yang memerlukan penanganan medis segera, yaitu:

1. Ibu hamil kehilangan tanda-tanda kehamilan, seperti tegangnya payudara disertai pusing dan tubuh terasa loyo.

2. Nyeri di bagian tengah perut yang bertambah parah dan berlanjut lebih dari sehari.

3. Mengalami kontraksi berlebihan. Cirinya perut mulas dan tegang yang teramat sangat.

4. Perdarahan yang cukup banyak, seperti saat menstruasi atau dalam satu jam bisa menghabiskan lebih dari dua pembalut. Namun waspadai juga keluarnya bercak-bercak darah yang berlanjut terus-menerus (selama lebih dari tiga hari).

5. Ibu mengeluarkan gumpalan berwarna merah muda atau keabuan-abuan dari vagina. Ini bisa diartikan keguguran telah dimulai. Jika ini terjadi di rumah, simpan gumpalan tersebut untuk diperlihatkan kepada dokter. Bukti ini sangat membantu dalam penegakkan diagnosis; apakah ibu hamil hanya mengalami ancaman keguguran atau memang sudah mengalami keguguran. Bila memang sudah jadi, apakah janin sudah keluar sebagian atau sudah lengkap, dan apakah membutuhkan prosedur D&C (Dilation dan Curetage).

6. Punya riwayat keguguran dan saat hamil sekarang mengalami perdarahan atau kejang, atau kedua-duanya.

Bila ibu hamil merasakan satu atau lebih gejala di atas, segeralah datang ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan yang semestinya.

TIGA JENIS ABORTUS

Apakah ibu hamil yang mengalami gejala-gejala tadi pasti akan kehilangan calon bayinya? Belum tentu. Perdarahan yang dialami ibu hamil, umpamanya, bisa bukan merupakan tanda keguguran tapi hal lain, seperti letak plasenta yang tidak benar atau karena ibu hamil mengalami trauma.

Abortus sendiri pun digolongkan menjadi tiga; abortus yang mengancam, abortus spontan, serta abortus lanjut.

* Abortus mengancam

Biasanya terjadi di antara kehamilan timester pertama dan kedua awal. Tanda-tandanya; ibu mengalami kontraksi, perdarahan, dan bisa disertai keluarnya cairan. Janin bisa diselamatkan jika masih dalam kondisi baik dan ostium (lubang rahim) belum terbuka. Sebaliknya jika lubang rahim sudah terbuka, dokter tidak bisa berbuat banyak. Kemungkinan yang terjadi adalah abortus spontan.

* Abortus spontan

Yakni keluarnya janin dari dalam rahim sebelum dapat hidup mandiri. Biasanya terjadi di kehamilan trimester pertama atau bahkan sebelum seorang wanita menyadari bahwa dirinya hamil. Dengan kata lain, abortus spontan bisa terjadi tanpa diketahui karena gejalanya mirip haid hanya lebih berat dan lebih terasa tegang. Maka itu waspadai bila ibu mengalami keluarnya bercak-bercak darah yang terus menerus, perdarahan disertai nyeri di bagian tengah perut dan kadang-kadang disertai sakit pinggang serta terdapat bekuan darah.

Penyebab abortus jenis ini adalah kelainan embrio, janin atau plasenta kekurangan hormon, penyakit infeksi yang diderita ibu seperti gondong, cacar air dan campak atau juga reaksi auto-immune dimana sel-sel kekebalan ibu menyerang janin.

* Abortus lanjut

Keluarnya hasil konsepsi yang disebabkan kelainan plasenta dan serviks atau ibu hamil terpapar bahan beracun seperti asap rokok, alkohol dan bahan kimia. Tanda-tandanya sama dengan abortus spontan.

JENIS KEGUGURAN

Istilah keguguran sendiri dibedakan berdasarkan waktu kejadiannya. Disebut keguguran dini jika terjadi sebelum minggu ke-12 kehamilan dan keguguran lambat jika terjadi setelah minggu ke-12. Pembagian lain adalah keguguran penuh dan tidak penuh. Disebut keguguran penuh apabila jaringan janin dan plasenta keluar seluruhnya dari rahim pada saat keguguran. Disebut keguguran tidak penuh jika sebagian jaringan fetus tertinggal dalam rahim.

SIAPA YANG PALING BERISIKO KEGUGURAN?

Risiko keguguran lebih banyak dialami ibu-ibu dengan kondisi:

1. Ketika mengandung berusia lebih dari 33 tahun atau suami berusia lebih dari 53 tahun.

2. Pernah mengalami keguguran lebih dari 3 kali.

3. Pernah melahirkan bayi meninggal atau bayi cacat.

4. Punya keluarga dengan riwayat keguguran.

semoga membantu
dan menambah pengetahuan semuanya

salam

putri a.k.a zach mom's

   
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15

Berkenalan dengan Si “Kontraksi Palsu” 

 

Menjelang kelahiran sang buah hati, Anda tentu harus mulai mewaspadai tanda-tanda waktu persalinan telah tiba. Salah satu tandanya tentu saja kontraksi pada rahim Anda yang akan mendorong bayi keluar lewat jalan lahir. Namun, tidak semua kontraksi merupakan pertanda persalinan. Dunia medis mengenal kontraksi palsu yang disebut Braxton Hicks, sesuai nama penemunya.

Kontraksi yang ditemukan pada tahun 1872 oleh ahli kebidanan Inggris, John Braxton Hicks ini sebenarnya hanya berupa mengencangnya otot-otot rahim. Otak Anda mengirim sinyal agar tubuh mempersiapkan diri menghadapi persalinan dengan cara membuat kontraksi otot-otot rahim seperti yang Anda rasakan.

Biasanya kondisi ini hanya berlangsung selama 1-2 menit saja. Kontraksi ini bisa berlangsung sepanjang kehamilan, dan semakin menguat pada bulan terakhir. Tanpa kontraksi Braxton Hicks ini, persalinan cenderung lebih lama, lebih menyaktikan, dan efektivitas kontraksi sebagai usaha mendorong bayi melalui jalan lahir menjadi kurang efektif. Di sisi lain, kontraksi Braxton Hicks yang dialami menjelang persalinan juga bermanfaat untuk melunakkan mulut rahim. Meskipun kontraksi palsu ini seringkali baru dirasakan wanita hamil pada trimester ketiga, sebenarnya sudah terjadi pada minggu 28 kehamilan. Jika sudah pernah hamil sebelumnya, Anda mungkin bisa merasakan kontraksi ini lebih awal.
 

Tidak semua wanita hamil merasakan kontraksi Braxton Hicks. Bagi sebagian wanita hamil, kontraksi ini tidak menyakitkan. Tapi bagi sebagian yang lain, kontraksi ini sangat mengganggu, menyebabkan ketidaknyamanan terutama menjelang persalinan. Apalagi semakin mendekati harinya, kontraksi ini juga semakin kuat. Kontraksi ini timbul secara tidak teratur dan rentang waktunya berbeda-beda. Seringkali terasa timbul entah dari bagian perut sebelah mana.

Saat terjadi kontraksi Braxton Hicks, Anda dapat merasa otot rahim menegang. Hal ini membuat otot perut pun ikut mengencang dan keras jika disentuh. Meskipun hanya berlangsung sesaat, Anda mungkin merasakan nyeri pada perut yang kemudian menjalar ke tubuh bagian bawah. Beberapa hal yang mungkin memicu terjadinya kontraksi ini antara lain pergerakan bayi dalam rahim, setelah membawa beban yang cukup berat atau berolahraga, dehidrasi, atau setelah melakukan hubungan seksual.
 

Meskipun demikian, Anda tak perlu bingung membedakan kontraksi Braxton Hicks dengan kontraksi persalinan yang sebenarnya. Intensitas kontraksi Braxton Hicks biasanya tidak semakin kuat dan akan menghilang, sedangkan kontraksi persalinan justru menguat dari waktu ke waktu. Jika kontraksi Braxton Hicks cenderung berkurang saat Anda mengubah posisi, kontraksi persalinan justru semakin terasa. Ini karena kontraksi persalinan juga berfungsi untuk membuka dan menipiskan mulut rahim.

 
Selain itu kontraksi Braxton Hicks terjadi secara sporadis dan tak beraturan, sementara kontraksi persalinan memiliki pola tertentu dengan rentang waktu yang semakin kecil. Jika pada awalnya Anda merasakan kontraksi tiap 15 menit, setelah beberapa waktu Anda akan mengalami kontraksi tiap 10 menit, dan semakin dekat waktunya. Perbedaan lain, kontraksi Braxton Hicks cenderung tidak menyebabkan rasa sakit, hanya ketidaknyamanan. Sedangkan kontraksi persalinan menyebabkan rasa sakit.

Untuk meminimalkan ketidaknyamanan akibat kontraksi Braxton Hicks, cobalah mengubah posisi atau menghentikan aktivitas yang sedang dilakukan. Beristirahatlah sejenak dan minum segelas air. Biasanya perubahan sederhana dapat membuat kontraksi berhenti. Jangan lupa untuk tetap mencukupi kebutuhan air karena dehidrasi seringkali menyebabkan kaku pada otot dan memicu timbulnya kontraksi Braxton Hicks.

Selain itu, seringlah mengosongkan kandung kemih karena iritasi pada organ tersebut juga dapat membuat kontraksi Braxton Hicks semakin kuat. Bernapas pelan dan dalam dapat membantu mengurangi rasa tak nyaman. Manfaatkan kontraksi ini untuk melatih kesiapan Anda menghadapi persalinan.


semoga membantu,

salam

putri a.k.a zach mom's
   
07-01-2010 17:38:28 bumil naik pesawat???
Jumlah Posts : 8
Jumlah di-Like : 2
Assalamu"alaykum

Bunda hafid, selamat atas kehamilan anda
Pada dasarnya seorang ibu hamil tidak ada aktivitas yang menjadi larangan penuh. Terkecuali ada sesuatu hal yang mengharuskan ibu itu meninggalkan suatu aktivitas. Seluruh aktivitas juga dinilai dari kemampuan masing-masing bunda. Prinsipnya Ibu hamil tidak boleh terlalu capek dan kelelahan. Karena faktor ini mampu merangsang timbulnya kontraksi yang bisa mengarah pada persalinan.
Termasuk dalam masalah trevelling selama seorang ibu hamil tidak merasa berat untuk melakukan perjalanan itu, insyaAllah aman-aman saja.
Mungkin bisa dijadikan masukan, dalam perjalan nanti pilih posisi duduk senyaman mungkin, pergunakan pakaian yang nyaman juga (longgar) , dan usahakan jangan pakai alas kaki highhills.
semoga bermanfaat.
   
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
hai bunda usia kehamianku sdh 18 w kmrin usg ud kelihatan jenis kelaminnya😍 sharing dong bunda yg dlu periksa hamil 4 bulan berat janinnya uda brp gram?😊
   
01-09-2017 17:06:26 makanan balita biar gemuk
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
makanan apa ya bunda buat anak umur 1tahun 10bulan , dan saya juga lagi hamil tua kok berat badan saya gak naik-naik , solusinya dong bunda
   
06-07-2017 20:39:54 kaki bengkak saat hamil muda
Jumlah Posts : 6
Jumlah di-Like : belum ada like
ada yang tau ngga kenapa masih hamil muda kaki bengkak seperti udh mau melahirkan ... makasih yaa
   
Jumlah Posts : 179
Jumlah di-Like : belum ada like
jngan donk bunda danizzh synk,kan lg hamil kog angkat" berat.kita klo lg hmil jgn trllu kcpean.ksian debay'a jg ngrasain lho apa yg bnda rsain.klo mmang msih kluar flek,mnding lgsg cek k dkter z.tkut'a ada apa" kita kn g tau soal sprti itu
   
10-02-2017 15:10:23 mau tanya bunda
Jumlah Posts : 7
Jumlah di-Like : belum ada like
sya hamil 28 minggu, berat badan sya meningkat 11 kg.. apakah itu normal atau kelebihan ya bunda bunda
   
Jumlah Posts : 20
Jumlah di-Like : belum ada like
pagi bun... saya juga lg hamil 27 minggu.. berat janin dah 940gr. bunda brp berat janinnya???
   
01-02-2017 13:02:37 Telapak kaki nyeri
Jumlah Posts : 9
Jumlah di-Like : belum ada like
Dok, saya hamil 27w. sejak hamil telapak kaki saya rasanya nyeri seperti kesemutan dan pegal pegal. saya sudah minum air putih 1-1,5L setiap hari, susu high calsium dan juga tambahan vit calsium. jika malas minum vit calsium malah saya tidak kuat berjalan. apa hal seperti ini wajar ?