SITE STATUS
Jumlah Member :
492.567 member
user online :
1666 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: gerakan janin tiba tiba berkurang

New Topic :  
05-06-2015 13:50:31 janin diperut diem aja
Jumlah Posts : 203
Jumlah di-Like : belum ada like
keputihan emang biasanya warnanya putih bun kayak susu, yang bahaya nya kalo keputihan itu berbau, gatal, trus warna nya udh coklat atau kuning. Di trimester akhir emang wajar koq kalo mengalami keputihan. gerakan janin juga akan berkurang kalo udh masuk panggul, debay nya udh ga bebas gerak lagi, itu gpp bun. Yang penting air ketuban cukup dan bagus buat debay nya. Tapi dalam sehari juga harus ada pergerakan janin ya bun, bisa dihitung koq. Minimal 10x gerak janin dalam sehari, artinya debay masih baik.
   


24-05-2015 20:14:43 UK 39w
Jumlah Posts : 738
Jumlah di-Like : belum ada like
Kontraksi Palsu semakin sering, jadinya bingung bedain kontraksi asli atau palsu. hehe
Gerakan janin udah jarang2, berkurang, dan sakit karna berasa dorongan k arah miss v.
   
Jumlah Posts : 18
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda pika@ berarti tgl perkiraan persalinan anda 1 minggu lagi, jika sekarang anda merasakan mules2 tp belum sering dan kluar flek, dan blm ada bukaan,itu artinya anda belum masuk masa persalinan, anda masih punya waktu satu minggu untuk menunggu,mules yang bunda rasakan itu his palsu,atau kontraksi palsu, persalinan itu mulesnya smakin lama semakin sakit, ada kluar darah lendir,dan adanya bukaan, bunda tidak usah khawatir,,semakin bunda cemas semakin lama persalinan terjadi, karena jika cemas hormon persalinan akan terhambat...tidak usah bunda patok berapa hari lagi melahirkan, yang penting bunda kontrol setiap hari gerakan janin,,jika mulai berkurang,bawa periksa y...semangat y...

   


Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25

Artikel di Infobunda dengan judul Serba-Serbi Puasa dan Kehamilan :

Bulan Ramadhan telah tiba dan semua umat muslim menyambutnya dengan suka cita. Tak terkecuali Bunda yang saat ini mungkin sedang berbadan dua. Mungkin Bunda sudah mengetahui bahwa wanita hamil harus mencukupi kebutuhan 2500 kalori perharinya. 

Kebutuhan itu terdiri dari 50% karbohidrat (± 308 gram), 30% protein (± 103 gram) dan 10-20% lemak (± 75 gram). Jadi, bila Bunda ingin berpuasa jangan sampai mengurangi kebutuhan yang sudah ditetapkan supaya kesehatan janin tetap baik.

Perlu diketahui, selama berpuasa, gerakan janin di dalam perut tidak secepat seperti biasanya. Hal ini dikarenakan kadar glukosa yang dikonsumsi berkurang saat puasa.
Meski begitu tak perlu kuatir, Bunda tetap boleh berpuasa asalkan melakukan beberapa hal supaya si kecil tidak kekurangan nutrisi. 

Hal-hal itu antara lain :
• Berkonsultasi sebelumnya dengan dokter apakah kondisi kehamilan sekarang  
  memungkinkan Bunda menjalankan ibadah puasa.
• Mengonsumsi menu 4 sehat 5 sempurna saat berbuka dan sahur. Minum vitamin untuk 
  mencukupi kebutuhan nutrisi saat berpuasa.
• Utamakan kebutuhan kalori kurang lebih 200 kalori (setara dengan 1buah sandwich keju), 
  asam folat & zat besi (banyak terdapat di kacang-kacangan, sayuran hijau, wortel, dll),    
  protein (ikan, telur, tahu, tempe, dll) dan kalsium (susu).
• Tidak disarankan berpuasa bagi Bunda hamil yang memiliki diabetes (kencing manis) dan 
  hipertensi atau memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga.
• Hentikan puasa bila muncul gejala ; sakit kepala, keringat berlebih, panas di sekitar perut, 
  dan rasa mau pingsan.

Pilihan menu berbuka :
- Jus buah (diminum pas berbuka).
- Roti gandum (tanpa mentega) isi potongan ayam ikan tuna, telur, tomat, selada. boleh 
  menambahkan keju rendah lemak.

Pilihan menu sahur :
- Nasi, ikan, tumis kacang panjang, sup wortel atau jagung.
- Buah
- Susu
Menu di atas hanyalah sebagai pilihan, yang terpenting Bunda makan secukupnya tidak terlalu kenyang dan juga terlalu lapar. Menu 4 sehat 5 sempurna tetap yang paling utama. Selamat berpuasa!

Tips :
Salah satu alternatif kegiatan olahraga selama bulan puasa, bunda dapat memilih jalan santai lebih kurang 5-10 menit yang di dahului dengan stretching selama 5 menit. Sebagai tambahan, jangan lupa untuk melakukan relaksasi pendinginan selama 5-10 menit melalui pernafasan dan stretching supaya terhindar dari kram otot.Ini hanya dapat dilakukan apabila kondisi kehamilan bunda memungkinkan untuk melakukan olahraga.

   
Jumlah Posts : 17
Jumlah di-Like : belum ada like
@bunda ajeng ,, lum tau pasti penyebabnya selama itu sy periksa kehamilanya dibidan sy minta surat pengantar tuk usg katanya ga perlu,klu mw usg tar ajh menjelang bln ke9..kata dokter bayinya tdk dpt asupan makanan krn selaput plasentanya terlepas.. katanya mungkin faktor kecapean n bayinya terlalu aktif... yg saya rasakan bayi tdk bergerak :'( untuk informasi jika gerakan bayi yg biasa aktif tiba tiba berkurang ato tdk bergerak slama 5menit (untuk yg memasuki uk trimester ke 3) jng dianggap sepele (kadang qt merasa mngkn bayinya tdr)lebih baik segera dokter/bidan terdekat dan jng ragu untuk usg krn aman kok yang penting ibu n bayi sehat:-)
   


25-10-2013 14:18:37 plasenta mengalami pengapuran
Jumlah Posts : 90
Jumlah di-Like : belum ada like

kehamilan pertamaku dulu juga gitu bun...pertamanya aku cemas. Tapi lalu aku browsing sendiri apa itu pengapuran plasenta. Intinya sih kalau gerakan janin masih aktif kita tidak perlu terlalu cemas. MOga sehat selamat sampai tiba saat persalinan nanti ya bun... 

   
Jumlah Posts : 47
Jumlah di-Like : belum ada like
iya bun aqu jg sering sakit pinggang yg penting jangan tll cape.. berikut informasinya aqu copas dr internet smg bermanfaat :

Nyeri pinggang terjadi karena adanya pembesaran rahim dan perut yang mengakibatkan terjadinya perengangan otot-otot tubuh ibu hamil, mulai dari pangkal paha, perut, pinggang dan sepanjang tulang punggung sebagai tanda tubuh ibu hamil mempersiapkan ruang yang cukup untuk tumbuh kembang janin dalam rahim. Namun hal ini juga mempengaruhi keseimbangan tubuh ibu hamil yang mengakibatkan ibu hamil cenderung berjalan dengan mencondongkan tubuh ke arah belakang yang sebaliknya akan membuat rasa nyeri di pinggang.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi nyeri di pinggang:

- Saat berdiri upayakan berdiri dengan sikap tegak, punggung lurus dan sejajar bahu. Hindari membungkuk atau melengkungkan punggung ke arah belakang.

- Saat duduk, posisikan tulang punggung sejajar dengan sandaran kursi dan kedua kaki menapak di lantai (jangan menggantung). Apabila pekerjaan ibu hamil mengharuskan duduk dalam waktu yang lama, selalu perbaiki posisi duduk anda dan bila perlu ganjal bagian punggung dengan bantal tipis.

- Hindari posisi berdiri terus menerus selama 6 jam

- Apabila keluhan nyeri timbul, lakukan gerakan senam ringan untuk relaksasi otot-otot leher, punggung, pinggang dengan cara menarik nafas yang panjang dan dalam kemudian hembuskan secara perlahan melalui mulut.

- Apabila ibu hamil hendak membungkuk atau mengambil sesuatu di lantai, tekuk salah satu lutut dan pertahankan punggung tetap lurus sambil pelan-pelan melenturkan punggung ke arah depan. Jangan membungkuk secara tiba-tiba karena akan menambah keluhan nyeri pinggang.

- Berendam dengan campuran air hangat dan garam sambil dipijat perlahan di bagian pinggang dan sepanjang tulang punggung dengan arah gerakan melingkar.

- Posisi tidur yang terbaik bagi ibu hamil adalah posisi miring ke kiri karena dapat memperlancar peredaran darah dari ibu ke janin. Letakkan batal diantara kedua lutut dan dibawah perut ibu hamil.

- Lakukan senam hamil, latihan pernafasan dan jalan kaki setiap hari selama 30 menit atau sesuai dengan kemampuan ibu hamil. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter anda mengenai senam hamil yang cocok untuk kondisi tubuh ibu hamil.
   
18-03-2011 09:45:29 tali pusat melilit di leher
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
Semoga Artikel ini bisa membantu ya, bunda sekalian ....

Tindakan dini apa untuk bisa mencegah bayi kelilit tali pusar?
 

Sebenarnya lilitan tali pusat yang terjadi pada janin dalam kandungan tidak selalu

membahayakan, selama aliran darah dari ibu tetap dapat dialirkan kepada janinnya,

sehingga janin tetap mendapatkan asupan makanan. Tidak ada satupun tindakan yang

dapat dilakukan untuk menghidari lilitan tali pusat, karena lilitan tali pusat terjadi akibat

tali pusat yang terlalu panjang (panjang tali pusat setiap bayi berbeda-beda) dan akibat

gerakan-gerakan janin di dalam kandungan sehingga menyebabkan tali pusat

mengelilingi leher janin. Biasanya lilitan tali pusat ini terdeteksi melalui pemeriksaan

USG pada kehamilan di trimester ketiga, dimana tali pusat sudah tumbuh semakin

panjang. Dengan pemeriksaan kehamilan yang teratur, anda dapat mendeteksi adanya

lilitan tali pusat pada janin anda secara dini. Jika terdapat lilitan tali pusat pada bayi

anda, segeralah berkonsultasi kepada dokter spesialis kebidanan dan kandungan

sehingga dokter dapat memutuskan tindakan terbaik yang dapat dilakukan untuk

anda dan bayi anda saat proses persalinan tiba, sehingga bayi dapat dilahirkan

dengan selamat.



By: *Ayu Andhika*


   
15-03-2011 14:14:52 5 bulan sudah nendang2
Jumlah Posts : 143
Jumlah di-Like : 3

Hii bunda semua semoga Artikel ini dapat membantu bunda semua ya

Arti Tendangan Bayi

Bagaimana rasanya?
Tidak seorang pun dapat mengatakan secara jelas kepada calon ibu yang baru pertama kali hamil, tentang apa yang akan dirasakannya pada saat kehamilannya itu terjadi. Bisa jadi seratus wanita akan memberikan seratus gambaran yang berbeda. Mungkin gambaran yang paling umum adalah “terasa getaran di perut”, “seperti ada kupu-kupu di lambung”, “seperti ada orang yang memukul perutku”, “seperti suara gelembung-gelembung yang pecah”, “sakit melilit”, “seperti diputar-putar pada alat bermain di taman hiburan”. Bahkan gerakan pertama ini sering disalahartikan sebagai adanya das atau bunyi perut lapar.

Kapan bisa dirasakan?
Perasaan adanya kehidupan yang sangat berkesan ini, biasanya terjadi pada minggu ke-18 sampai 22 kehamilan. Variasi waktu memang busa terjadi. Seorang ibu yang pernah memiliki anak sebelumnya akan lebih cepat mengenali getaran janin ini (karena ia tahu apa yang ia tunggu dan otot rahimnya sudah lebih lemas, sehingga lebih mudah merasakan gerakan) daripada mereka yang baru pertama kali hamil. Seorang wanita yang ramping akan dapat merasakan gerakan-gerakan yang lemah lebih awal, sedangkan wanita gemuk mungkin tidak menyadarinya sampai gerakan tersebut sudah lebih keras. Bisa juga gerakan tidak terasa karena kesalahan deteksi umur kehamilan. Meski normal-normal saja jika janin tidak “terasa” bergerak sampai usia kehamilan 20 minggu, anda bisa meminta tolong dokter melakukan USG (ultrasonografi) untuk memeriksa kondisi bayi. Yang penting, hasil USG menunjukkan bahwa denyut jantung janin tetap kuat dan aktivitas bayi terlihat normal. Jadi tidak perlu khawatir ya! Kenapa janin yang semula bergerak tiba-tiba diam?
Setelah janin mulai bergerak, timbullah kecemasan baru jika sewaktu-waktu gerakan janin tiba-tiba menghilang atau tidak cukup sering. Frekuensi gerakan memang sangat bervariasi dan bisa kacau. Meskipun janin sebenarnya bergerak setiap saat, namun hanya beberapa gerakan cukup kuat yang dapat anda rasakan. Gerakan-gerakan lainnya tidak bisa anda rasakan karena mungkin posisi janin menghadap dan menendang ke dalam. Bisa juga anda tertidur pada saat bayi anda aktif, karena banyak bayi yang waktu aktifnya adalah tengah malam.
Yang jelas, janin juga manusia. Dan layaknya kita, kadang-kadang janin punya hari giat ketika ia menggerak-gerakkan tumitnya, lengan dan tungkai. Juga hari yang pasif saat ia lebih ingin bersantai. Kegiatan janin sering berhubungan dengan apa yang anda lakukan. Seperti bayi yang baru lahir janin menyukai buaian.
Jadi ketika anda sibuk sepanjang hari janin pun tenang, seolah-olah terbuai oleh aktivitas gerak anda, dan anda cenderung tidak merasakan gerakannya. Begitu anda berhenti bekerja janin mulai aktif bergerak. Inilah sebabnya mengapa benyak wanita hamil lebih sering merasakan gerakan janin di tempat tidur pada malam atau pagi hari. Keaktifan janin juga dapat bertambah setelah ibunya makan. Hal ini diperkirakan sebagai reaksi atas naiknya gula darah. Sebagian wanita hamil juga merasakan peningkatan kegiatan janin saat mereka sedang gembira atau gugup, mungkin janin terangsang oleh respon adrenalin ibunya.

Perlu diperiksa
Gerakan janin biasanya menjadi lebih teratur dan menetap, batas masa aktif dan istirahatnya menjadi lebih jelas, pada usia kehamilan 28 sampai 32 minggu. Dan dari hasil penelitian dianjurkan agar sejak minggu ke-28 ibu hamil sebaiknya gerakan bayinya dua kali sehari.
Sekali pada pagi hari saat geraknnya cenderung lebih sedikit dan sekali pada malam hari saat gerakannya biasanya lebih banyak. Caranya, perhatikan jam ketika anda menghitung. Hitung setiap gerakan janin yang terjadi (tendangan, kedutan, desisi, bergulir). Berhentilah menghitung ketika anda mencapai angka 10, dan catat waktunya. 10 gerakan ini seringkali bisa didapatkan dalam waktu 10 menit. Kadang-kadang lebih lama dari itu. Bila anda belum mencapai angka 10 dalam waktu satu jam, minumlah susu atau makan makanan ringan, kemudian berbaring, bersantailah dan mulai menghitung kembali. Bila dalam satu jam belum terjadi 10 gerakan, segera hubungi dokter anda. Meskipun kepasifan janin belum tentu merupakan masalah kadang-kadang hal ini menunjukkan adanya stres pada janin. Dalam kondisi seperti ini perlu segera dilakukan tindakan perawatan.

Tendangannya makin bertenaga
Ketika janin anda sudah lebih matang di dalam rahim, ia juga semakin kuat sehingga gerakannya yang dulu seperti kupu-kupu, kini makin bertenaga. Jangan heran bila kadang-kadang tulang rusuk, perut atau leher rahim anda mendapat tendangan keras dan menyakinkan. Bila anda mendapat “serangan” seperti ini, cobalah berganti posisi. Hal ini bisa mengubah keseimbangan janin sehingga ia bisa berhenti “menyerang”. Selain itu meskipun terkadang anda terasa ditendang dari segala arah atau merasa dipukuli oleh selusin kepalan tangan, sebenarnya hampir pasti bahwa hanya sepasang tangan saja yang “menyerang” ke segala arah, ditambah siku, lutut, dan kaki-kaki mungil.

Jadi nikmatilah gerakan janin anda dan jangan membandingkannya dengan janin orang lain, karena setiap janin adalah unik, masing-masing memiliki kekhususan pola aktivitas dan perkembangannya sendiri.

*AYU ANDHIKA*
   
09-03-2011 16:34:02 memasuki 26w mata kabur
Jumlah Posts : 64
Jumlah di-Like : 1
Bund2...usia khamilan QT sma yaaa, dan sma jga ney jgn kluhan bund2 skrg. aku jga semakin kabur pandangannya...kepala jga sering pusing. sya pernah bca artikel spt : Kehamilan 17 Tanda Darurat saat Hamil Gejala tertentu saat hamil kadang butuh pertolongan dokter segera. Jika ibu menemui gejala-gejala berikut ini, itu artinya alarm tanda bahaya telah berbunyi, dan segeralah telepon dokter untuk meminta saran tindakan apa yang seharusnya dilakukan.
1.Sakit perut yang hebat atau bertahan lama,
2.Perdarahan atau terjadi bercak dari vagina,
3.Bocornya cairan atau perubahan dalam cairan yang keluar dari vagina. Yakni jika menjadi berair, lengket, atu berdarah.

4.Adanya tekanan pada panggul, sakit di punggung bagian bawah, atau kram sebelum usia 37 minggu kehamilan.
5.Pipis yang sakit atau terasa seperti terbakar.
6.Sedikit pipis atau tidak pipis sama sekali.
7.Muntah berat atau berulangkali, atau muntah disertai sakit atau demam.
8.Menggigil atau demam di atas 101 derajat Fahrenheit (38,3 C).
9.Rasa gatal yang menetap di seluruh tubuh, khususnya jika dibarengi kulit tubuh menguning, urine berwarna gelap, dan feses berwarna pucat. 

10.Gangguan penglihatan, seperti pandangan ganda, pandangan kabur, buram, atau ada titik mata yang terasa silau jika memandang sesuatu.

11.Sakit kepala berat yang bertahan lebih dari 2-3 jam.
12.Pembengkakan atau terasa berat akibat cairan (edema) pada tangan, muka dan sekitar mata, atau

13penambahan berat badan yang tiba-tiba, sekitar 1 kilo atau lebih, yang tidak berkaitan dengan pola makan.

14.Kram parah yang menetap pada kaki atau betis, yang tidak mereda ketika ibu hamil menekuk lutut dan menyentuhkan lutut itu ke hidung.

15.Penurunan gerakan janin. Sebagai panduan umum, jika terjadi kurang dari 10 gerakan dalam 2 jam pada kehamilan minggu ke-26 atau lebih, artinya kondisi janin tidak normal

16.Trauma atau cedera pada daerah perut.
17.Pingsan atau pusing-pusing, dengan atau tanpa palpitasi (pupil mata menyempit).

Masalah kesehatan lain yang biasanya membuat ibu telepon ke dokter, meski jika tidak sedang hamil. Perlu dicatat, gejala-gejala diatas mungkin lebih atau kurang mendesak tergantung pada situasi khusus atau riwayat kesehatan ibu dan sudah berapa minggu ibu jalani kehamilan. Sebelumnya, mungkin ada baiknya jika ibu dan dokter mendiskusikan bersama berbagai titik di masa kehamilan yang mungkin bisa menimbulkan kondisi darurat. Jika ibu hamil tak yakin apakah gejala itu serius atau tidak, jangan menyimpulkannya dengan pikiran sendiri. Jika ibu hamil merasa tidak mudah memutuskannya, percayalah pada insting dan segera telepon dokter. Jika ada masalah, ibu akan mendapat pertolongan segera. Jika tidak ada masalah pun, ibu akan merasa aman kembali. Tubuh ibu hamil berubah dengan cepat sehingga sukar mengetahui apakah yang ibu alami itu normal atau tidak.

sepertinya lbh baik konsultasikan keluhan kita k spog-nya lgs yah bun, biar QT dpt penanganan yg tepat.


^hepi pregnant y bund^
   
06-10-2010 10:39:30 NUTRISI BAGI WANITA HAMIL
Jumlah Posts : 53
Jumlah di-Like : 4
lanjutan ....

Vitamin A

Meskipun kebutuhan vitamin A meningkat selama kehamilan, suplemen vitamin A jarang direkomendasikan untuk wanita hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir. 

Cara terbaik untuk meningkatkan asupan vitamin A adalah melalui berbagai sumber makanan seperti susu, ikan, telur, dan margarine. Hati mengandung vitamin A yang terlalu tinggi dan hal ini berhubungan dengan cacat lahir, sehingga konsumsi hati selama kehamilan sebaiknya dihindari. 

Vitamin D

Vitamin D dibutuhkan untuk membantu penyerapan kalsium. Margarine, keju, ikan berlemak dan telur merupakan makanan yang mengandung vitamin D. 

Suplemen Vitamin

Suplemen multivitamin dan kalsium dapat direkomendasikan bagi wanita-wanita hamil yang: vegetarian, remaja yang mungkin kurang asupan makanan, memiliki kebiasaan merokok, obat-obatan, minum minuman beralkohol, dan wanita gemuk yang sedang mengontrol masukan kalori untuk mencegah kelebihan berat badan yang besar. 

Makan untuk Berdua

Anda tidak perlu makan berlebih selama hamil. Rekomendasi para ahli adalah asupan kalori pada trimester pertama, kira-kira sama dengan sebelum kehamilan. Pada trimester kedua, asupan kalori meningkat sekitar 10% dari trimester pertama, yakni sekitar 600kJ per hari. Tapi ingatlah bahwa kualitas nutrisi jauh lebih penting daripada kuantitas asupan makanan.  

Bahaya Diet

Beberapa wanita khawatir akan pertambahan berat badan selama kehamilan dan memutuskan untuk makan dengan jumlah sedikit untuk menghindari kegemukan. Membatasi makan atau berdiet dalam bentuk apapun dapat berdampak buruk pada kesehatan wanita hamil maupun pada bayi yang sedang dikandungnya. 

Kehamilan di Masa Remaja

Seseorang yang hamil di usia remaja membutuhkan lebih banyak zat gizi daripada seseorang yang hamil di usia dewasa, karena usia ini masih dalam tahap pertumbuhan. Kehamilan di usia remaja kemungkinan akan melahirkan bayi yang lebih kecil karena terjadi rebutan zat gizi antara sang ibu muda dengan janin yang dikandungnya.  

Anemia lebih sering terjadi pada remaja dibandingkan dengan wanita dewasa. Asupan kalsium juga penting diperhatikan karena massa tulang di usia remaja belum maksimal terbentuk dan kurangnya asupan kalsium dapat meningkatkan resiko osteoporosis di kemudian hari. 

Mual dan Muntah

Mual dan muntah, khususnya mual di pagi hari atau morning sickness merupakan hal yang umum terjadi selama kehamilan khususnya di trimester pertama. Untuk meringankannya, anda dapat mengkonsumsi makanan ringan yang mengandung sedikit karbohidrat (seperti sandwich atau buah-buahan) setiap dua atau tiga jam.  

Beberapa saran berikut ini mungkin dapat membantu:

§          Makan roti kering, biskuit atau cereal sebelum bangun tidur di pagi hari. Bangunlah secara perlahan-lahan, hindari gerakan yang dilakukan secara tiba-tiba.

§          Minumlah antara waktu makan, bukan diselingi saat makan, untuk menghindari perut kembung yang bisa membuat muntah.

§          Hindari makan dalam jumlah besar, makanan berminyak dan berbumbu tajam

§          Mencium sesuatu yang beraroma segar seperti jeruk

§          Bersantai,  beristirahat dan hiruplah udara segar sebanyak mungkin. Ventilasi kamar harus baik dan bebas dari bau.

§          Minum minuman bersoda ketika anda merasa mual secara perlahan-lahan

§          Cobalah makanan dan minuman yang mengandung jahe yang dapat mengurangi rasa mual. 

Heartburn (Rasa Panas Di Ulu Hati)

Hearburn umum terjadi selama kehamilan karena bayi yang sedang tumbuh menekan abdomen anda. Makan sedikit namun sering lebih baik daripada mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus. Cobalah untuk menghindari:

·         Makan larut malam

·         Membungkuk, mengangkat benda berat atau berbaring setelah makan

·         Mengkonsumsi teh, kopi atau alkohol secara berlebihan

·         Anda juga dapat mencoba tidur dengan bantal agak tinggi sehingga kepala sedikit terangkat.  

Alkohol

Sudah menjadi kesepakatan umum bahwa seorang wanita hamil seharusnya tidak mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Minum alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan resiko keguguran, melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir rendah (BBLR), congenital deformities, dan berdampak buruk pada kecerdasan bayi. Sampai saat ini tidak diketahui batas aman untuk konsumsi alkohol bagi wanita hamil. 

The Australian Alcohol Guidelines merekomendasikan wanita hamil ataupun yang sedang merencanakan kehamilan seharusnya tidak ‘mabuk’, yang dapat diartikan tidak perlu mengkonsumsi alkohol, atau jika tetap ingin mengkonsumsinya, harus kurang dari tujuh gelas minum standar dalam satu minggu dan tidak lebih dari 2 gelas minum standar dalam seharinya.

Infeksi Listeria

Bakteri Listeria monocytogenes dapat mencemari beberapa jenis makanan. Orang yang dalam keadaan sehat mungkin tidak merasakan dampak dari infeksi ini. Namun resiko yang besar akan dihadapi oleh wanita hamil. Bahaya terbesar akan dihadapi oleh bayi yang sedang dikandung, yakni dengan meningkatnya resiko keguguran, meninggal waktu lahir ataupun kelahiran prematur. Meskipun infeksi Listeria mudah diatasi dengan antibiotik, akan tetapi mencegah tetap menjadi jalan yang lebih baik. Beberapa jenis makanan cenderung lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri ini. Oleh karena itu, hindari jenis makanan ini jika anda sedang hamil.

Sebagai contoh adalah makanan yang belum dimasak, atau makanan beku yang tidak dihangatkan kembali, pate (pasta yang terbuat dari hati sapi), quiches (puding kering), delicatessen meats (daging olahan) seperti babi dan salami.

Makanan yang tidak dipasteurisasi

Soft serve ice cream

Keju lembut, seperti Brie dan Camembert

Organisme penyebab listeria akan musnah bila kena panas. Jadi makanan yang dimasak dengan baik tidak beresiko terpapar bakteri ini. 


   
11-05-2010 13:52:15 pendarahan
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
Berikut adalah beberapa hal yang disebut sebagai Komplikasi Kehamilan dan bahayanya: (tolong di baca perlahan..agar bunda2 lebih paham)

1. KEGUGURAN & KELAHIRAN MATI

Keguguran (Aborsi Spontan) adalah kehilangan janin karena penyebab alami sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu.
Kelahiran Mati (Stillbirth) adalah kehilangan janin karena penyebab alami pada saat usia kehamilan mencapai lebih dari 20 minggu.

Seorang bayi yang lahir pada usia kehamilan berapapun dan langsung bernafas atau jantungnya berdenyut spontan, dikatakan lahir hidup. Jika kemudian bayi tersebut meninggal, maka dikatakan sebagai kematian bayi baru lahir(kematian neonatus).

Sekitar 20-30% wanita hamil mengalami perdarahan atau kram minimal 1 kali selama 20 minggu pertama kehamilan. Sekitar separuhnya menyebabkan keguguran.

Sekitar 85% keguguran terjadi pada trimester pertama dan biasanya disebabkan oleh kelainan pada janin.
15% sisanya, terjadi pada minggu ke 13-20; duapertiganya terjadi akibat kelainan pada ibu dan sepertiganya penyebabnya tidak diketahui.

Sebelum terjadinya keguguran, wanita hamil biasanya mengalami spotting (bercak perdarahan) atau perdarahan dan keputihan dari vagina. Rahimnya berkontraksi, menyebabkan kram. Jika terjadi keguguran, maka perdarahan, keputihan dan kram menjadi lebih berat. Pada akhirnya, sebagian atau seluruh isi rahim akan keluar.

Pada keguguran stadium awal, dengan USG bisa diketahui apakah bayi masih hidup.
Setelah keguguran, USG dan pemeriksaan lainnya digunakan untuk melihat apakah semua isi rahim telah keluar.

Jika seluruh isi rahim telah keluar, maka tidak perlu dilakukan pengobatan. Jika hanya sebagian isi rahim yang keluar, maka dilakukan kuretase untuk membersihkan rahim.

Jika janin telah mati tetapi tetap berada dalam rahim (missed abortion), maka janin dan plasenta harus dikeluarkan melalui kuretase.
Untuk missed abortion stadium lanjut, bisa digunakan obat yang menyebabkan kontraksi rahim sehingga rahim mengeluarkan isinya (misalnya oksitosin).

Jika perdarahan dan kram terjadi pada kehamilan 20 minggu (ancaman aborsi), maka dianjurkan untuk menjalani tirah baring. Wanita tersebut tidak boleh bekerja dan tidak boleh melakukan hubungan seksual.
Tidak diberikan hormon karena hampir selalu tidak efektif dan bisa menyebabkan cacat bawaan, terutama pada jantung atau organ reproduksi.

Ancaman aborsi bisa terjadi jika leher rahim (serviks) membuka terlalu dini akibat kelemahan pada jaringan fibrosa. Kadang pembukaan servikal ini bisa ditutup melalui pembedahan dengan menjahitnya, yang nanti akan dibukan sesaat sebelum persalinan.

Aborsi septik adalah infeksi yang sangat serius. Isi rahim harus segera dikeluarkan dan infeksi harus diatasi dengan antibiotik dosis tinggi.


2. KEHAMILAN EKTOPIK

Kehamilan Ektopik (Kehamilan Diluar Kandungan) adalah suatu kehamilan dimana janin berkembang diluar rahim, yaitu di dalam tuba falopii (saluran telur), kanalis servikalis (saluran leher rahim), rongga panggul maupun rongga perut.

Dalam keadaan normal, sebuah sel telur dilepaskan dari salah satu ovarium (indung telur) dan masuk ke dalam tuba falopii. Di dalam tuba, dengan dorongan dari rambut getar yang melapisi tuba, dalam waktu beberapa hari, sel telur akan mencapai rahim. Biasanya sel telur dibuahi di dalam tuba falopii tetapi tertanam di dalam rahim.
Jika tuba tersumbat (misalnya karena infeksi), maka sel telur akan bergerak secara lambat atau tertahan. Sel telur yang telah dibuahi tidak pernah sampai ke rahim dan terjadilah kehamilan ektopik.

Resiko terjadinya kehamilan ektopik meningkat pada: - Kelainan tuba falopii
- Sebelumnya pernah mengalami kehamilan ektopik
- Pemakaian DES(dietilstilbestrol)
- Kegagalan ligasi tuba (prosedur sterilisasi, dimana dilakukan pengikatan atau pemotongan tuba).

Kehamilan ektopik biasanya terjadi pada salah satu tuba falopii (kehamilan tuba).
Kehamilan ektopik bisa berakibat fatal dan harus segera diatasi.

Gejala dari kehamilan ektopik adalah spotting dan kram. Gejala ini timbul karena ketika janin mati, lapisan rahim dilepaskan seperti yang terjadi pada menstruasi yang normal.

Jika janin mati pada stadium awal, maka tidak terjadi kerusakan tuba falopii. Jika janin terus tumbuh, bisa menyebabkan robekan pada dinding tuba sehingga terjadi perdarahan.
Jika perdarahan terjadi secara bertahap, bisa menimbulkan nyeri dan kadang menimbulkan penekanan pada perut bagian bawah akibat penimbunan darah.
Biasanya setelah sekitar 6-8 minggu, penderita tiba-tiba merasakan nyeri yang hebat di perut bagian bawah, lalu pingsan. Gejala ini biasanya menunjukkan bahwa tuba telah robek dan menyebabkan perdarahan hebat ke dalam perut.

Kadang kehamilan ektopik sebagian terjadi di dalam tubah dan sebagian di dalam rahim. Keadaan ini menyebabkan kram dan spotting.
Janin memiliki ruang untuk tumbuh, sehingga kehamilan ektopik biasanya baru pecah di kemudian hari, biasanya pada minggu ke 12-16.

Jika hasil pemeriksaan darah dan air kemih menunjukkan positif hamil tetapi rahim tidak membesar, maka diduga telah terjadi kehamilan ektopik. Pada USG rahim tampak kosong dan di dalam rongga panggul atau rongga perut terlihat darah.
Laparoskopi digunakan untuk melihat kehamilan ektopik secara langsung.
Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan kuldosentesis, yaitu pengambilan contoh darah yang tertimbun akibat kehamilan ektopik melalui sebuah jarum yang dimasukkan lewat dinding vagina ke dalam rongga panggul. Berbeda dengan darah vena atau arteri, darah ini tidak membeku.

Biasanya harus dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan kehamilan ektopik.
Pada kehamilan tuba, biasanya dibuat sayatan ke dalam tuba dan janin serta plasenta diangkat. Tuba dibiarkan terbuka agar penyembuhan terjadi tanpa pembentukan jaringan parut karena jaringan parut bisa menyebabkan penderita sulit untuk hamil lagi. Prosedur ini kadang dilakukan melalui suatu laparoskopi.
Jika terjadi kerusakan berat pada tuba dan tidak dapat diperbaiki, maka tuba harus diangkat.

Jika tidak terdengar denyut jantung janin, pada kehamilan tuba stadium awal bisa diberikan obat metotreksat.


3. ANEMIA

Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pengangkut oksigen) kurang dari normal.

Selama hamil, volume darah bertambah sehingga penurunan konsentrasi sel darah merah dan hemoglobin yang sifatnya menengah adalah normal.

Selama hamil, diperlukan lebih banyak zat besi (yang diperlukan untuk menghasilkan sel darah merah) karena ibu harus memenuhi kebuhan janin dan dirinya sendiri.
Jenis anemia yang paling sering terjadi pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi, yang biasanya disebabkan oleh tidak adekuatnya jumlah zat besi di dalam makanan.
Anemia juga bisa terjadi akibat kekurangan asam folat (sejenis vitamin B yang diperlukan untuk pembuatan sel darah merah).

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan darah yang menentukan jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin dan kadar zat besi dalam darah.

Anemia karena kekurangan zat besi diobati dengan tablet besi. Pemberian tablet besi tidak berbahaya bagi janin tetapi biasa menyebabkan gangguan lambung dan sembelit pada ibu, terutama jika dosisnya tingggi.
Wanita hamil dianjurkan untuk minum tablet besi meskipun jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobinnya normal, agar yakin bahwa mereka memiliki zat besi yang cukup untuk janin dan dirinya sendiri.

Anemia karena kekurangan asam folat diobati dengan tablet folat.
Untuk wanita hamil yang menderita anemia sel sabit, pengobatannya masih bersifat kontroversial; kadang perlu dilakukan transfusi darah.


4. INKOMPATIBILITAS Rh

Inkompatibilitas Rh adalah suatu ketidaksesuaian Rh di dalam darah ibu hamil dan darah bayinya.

Sebagai akibat dari inkompatibilitas Rh, tubuh ibu akan membentuk antibodi terhadap sel-sel darah merah bayi. Antibodi menyebabkan beberapa sel darah merah pecah dan kadang menyebabkan penyakit hemolitik (sejenis anemia) pada bayi.

Golongan darah ditentukan berdasarkan kepada adanya molekul-molekul pada permukaan sel darah merah. Golongan darah Rh terdiri dari beberapa molekul tersebut.
Salah satu dari molekul tersebut adalah Rh-nol-D, yang biasanya menyebabkan inkompatibilitas Rh. Jika sel darah merah memiliki molekul Rh-nol-D, maka dikatakan Rh-positif; jika tidak memiliki molekul Rh-nol-D, dikatakan Rh-negatif.

Inkompatibilitas Rh terjadi jika ibu memiliki darah dengan Rh-negatif dan janin memiliki Rh-positif yang berasal dari ayahnya. Darah janin bisa bercampur dengan darah ibu melalui plasenta (ari-ari), terutama pada akhir kehamilan dan selama persalinan.
Sel darah janin dianggap sebagai benda asing oleh tubuh ibunya, sehingga ibu menghasilkan antibodi untuk menghancurkannya. Kadar antibodi pada tubuh ibu terus bertambah selama kehamilan dan antibodi ini bisa melewati plasenta lalu masuk ke tubuh janin dan menghancurkan sebagian sel darah merah janin.
Akibatnya bisa terjadi penyakit hemolitik pada janin (eritroblastosis fetalis) atau pada bayi baru lahir (eritroblastosis neonatorum).
Tetap pada kehamilan pertama, anak yang dilahirkan jarang mengalami kelainan ini karena biasanya tidak terjadi kontak yang berarti antara darah janin dan darah ibu. Pada setiap kehamilan berikutnya, ibu menjadi lebih sensitif terhadap darah Rh-positif dan menghasilkan antibodi lebih dini.

Penghancuran sel darah merah pada tubuh janin bisa menyebabkan anemia dan peningkatan kadar bilirubin (limbah hasil penghancuran sel darah merah). Jika kadar bilirubin ini sangat tinggi, bisa terjadi kerusakan otak.

Pada pemeriksaan kehamilan biasanya dilakukan penyaringan untuk menentukan golongan darah ibu. Jika ibu memiliki Rh-negatif, dilakukan pemeriksaan golongan darah ayah. Jika ayah memiliki Rh-positif, dilakukan pengukuran kadar antibodi Rh pada ibu.

Darah ibu dan darah bayi bisa mengadakan kontak selama persalinan sehingga tubuh ibu membentuk antibodi. Karena itu sebagai tindakan pencegahan, diberikan suntikan immunoglobulin Rh-nol-D kepada ibu yang darahnya memiliki Rh-negatif dalam waktu 72 jam setelah melahirkan bayi dengan Rh-positif (bahkan juga setelah mengalami keguguran atau aborsi).
Pemberian suntikan ini menyebabkan hancurnya sel-sel dari bayi yang mungkin mensensitisasi ibu, sehingga biasanya kehamilan berikutnya tidak berbahaya.
Tetapi sekitar 1-2% ibu yang mendapatkan suntikan ini tetap mengalami sensitisasi, kemungkinan karena sensitisasi terjadi lebih dini. Untuk mencegah terjadinya sensitisasi dini, suntikan bisa diberikan pada kehamilan 28 minggu dan setelah persalinan.

Dengan mengukur kadar antibodi Rh pada ibu secara periodik, bisa diambil tindakan untuk mengantisipasi gangguan pada janin.
Jika kadar antibodi Rh terlalu tinggi, dilakukan amniosentesis (pengambilan contoh cairan ketuban untuk dianalisa). Kadar bilirubin pada contoh cairan ketuban diukur. Jika kadarnya terlalu tinggi, dilakukan transfusi darah pada janin.
Transfusi tambahan biasanya diberikan setiap 10-14 hari sampai kehamilan 32-34 minggu. Setelah lahir, biasanya diberikan 1 atau beberapa kali transfusi.
Pada kasus yang tidak terlalu berat, transfusi biasanya baru dilakukan setelah bayi lahir.


5. ABRUPSIO PLASENTA

Abrupsio Plasenta adalah pelepasan plasenta yang berada dalam posisi normal pada dinding rahim sebelum waktunya, yang terjadi pada saat kehamilan bukan pada saat persalinan.

Plasenta mungkin tidak menempel seluruhnya (kadang hanya 10-20%) atau menempel seluruhnya. Penyebabnya tidak diketahui.
Abrupsio lebih sering ditemukan pada wanita yang menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes atau penyakit rematik dan wanita pemakai kokain.

Terjadi perdarahan rahim yang berasal dari sisi tempat menempelnya plasenta. Perdarahan eksternal terjadi jika darah keluar melalui vagina, tetapi jika darah terperangkap di belakang plasenta, akan terjadi perdarahan tersembunyi.
Gejala yang timbul tergantung kepada luasnya pelepasan plasenta dan banyaknya darah yang hilang.
Gejalanya berupa:
- perdarahan vagina
- nyeri perut yang timbul secara tiba-tiba
- nyeri kram perut
- nyeri jika perut ditekan.
Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan USG.

Abrupsio plasenta menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen dan zat gizi untuk janin dan bisa menyebabkan kematian janin.
Sedangkan ibu bisa mengalami perdarahan yang serus, DIC(disseminated intravascular coagulation, bekuan darah di dalam pembuluh darah), gagal ginjal dan perdarahan ke dalam dinding rahim. Keadaan ini lebih sering terjadi pada wanita hamil yang mengalami pre-eklamsi) dan bisa merupakan petunjuk bahwa janin berada dalam keadaan gawat atau telah meninggal.

Penderita segera dirawat dan menjalani tirah baring.
Jika gejalanya berkurang, penderita mulai latihan berjalan dan mungkin boleh pulang.
Jika gejalanya semakin memburuk, dilakukan persalinan dini untuk menyelamatkan ibu dan bayi.


6. PLASENTA PREVIA

Plasenta Previa adalah plasenta yang tertanam di atas atau di dekat serviks (leher rahim), pada rahim bagian bawah.

Di dalam rahim, plasenta bisa menutupi lubang serviks secara keseluruhan atau hanya sebagian.
Plasenta previa biasanya terajdi pada wanita yang telah hamil lebih dari 1 kali atau wanita yang memiliki kelainan rahim (misalnya fibroid).

Pada akhir kehamilan, tiba-tiba terjadi perdarahan yang jumlahnya bisa semakin banyak. Darah yang keluar biasanya berwarna merah terang.
Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan USG.

Jika perdarahannya hebat, dilakukan transfusi darah berulang.
Jika perdarahannya ringan dan persailinan masih lama, bisanya dianjurkan untuk menjalani tirah baring.
Hampir selalu dilakukan operasi sesar karena cenderung terjadi pelepasan plasenta sebelum waktunya, bayi bisa mengalami kekurangan oksigen dan ibu bisa mengalami perdarahan hebat.


7. HIPEREMESIS GRAVIDARUM

Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan selama masa hamil, tidak seperti morning sickness yang biasa dan bisa menyebabkan dehidrasi dan kelaparan.

Penyebabnya tidak diketahui.
Faktor psikis bisa memicu atau memperburuk muntah.

Berat badann pendertia menurun dan terjadi dehidrasi.
Dehidrasi bisa menyebabkan perubahan kadar elektrolit di dalam darah sehingga darah menjadi terlalu asam.

Jika muntah terus terjadi, bisa terjadi kerusakan hati.
Komplikasi lainnya adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah.

Penderita dirawat dan mendapatkan cairan, glukosa, elektrolit serta vitamin melalui infus. Penderita berpuasa selama 24 jam. Jika perlu, bisa diberikan obat anti-mual dan obat penenang.
Jika dehidrasi telah berhasil diatasi, penderita boleh mulai makan makanan lunak dalam porsi kecil.
Biasanya muntah berhenti dalam beberapa hari. Jika gejala kembali kambuh, maka pengobatan diulang kembali.


8. PRE-EKLAMSI & EKLAMSI

Pre-eklamsi (Toksemia Gravidarum) adalah tekanan darah tinggi yang disertai dengan proteinuria (protein dalam air kemih) atau edema (penimbunan cairan), yang terjadi pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan.
Eklamsi adalah bentuk pre-eklamsi yang lebih berat, yang menyebabkan terjadinya kejang atau koma.

Pre-eklamsi terjadi pada 5% kehamilan dan lebih sering ditemukan pada kehamilan petama dan pada wanita yang sebelumnya menderita tekanan darah tinggi atau penyakit pembuluh darah.
Eklamsi terjadi pada 1 dari 200 wanita yang menderita pre-eklamsi dan jika tidak diobati secara tepat biasanya bisa berakibat fatal.

Penyebab dari pre-eklamsi dan eklamsi tidak diketahui.
Resiko utama terjadinya pre-eklamsi adalah abrupsio plasenta.

Gejala-gejala dari pre-eklamsi adalah:
- tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 mm Hg
- wajah atau tangan membengkak
- kadar protein yang tinggi dalam air kemih.
Seorang wanita yang pada saat hamil tekanan darahnya meningkat secara berarti tetapi tetap dibawah 140/90 mm Hg, juga dikatakan menderita pre-eklamsi.

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita pre-eklamsi, 4-5 kali lebih rentan terhadap kelainan yang timbul segera setelah lahir. Bayi yang dilahirkan juga mungkin kecil karena adanya kelainan fungsi plasenta atau karena lahir prematur.

Pre-eklamsi dan eklamsi tidak memberikan respon terhadap diuretik (obat untuk membuang kelebihan cairan) dan diet rendah garam.
Penderita dianjurkan untuk mengkonsumsi garam dalam jumlah normal dan minum air lebih banyak. Sangat penting untuk menjalani tirah baring.
Penderita juga dianjurkan untuk berbaring miring ke kiri sehingga tekanan terhadap vena besar di dalam perut yang membawa darah ke jantung berkurang dan aliran darah menjadi lebih lancar.

Untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah kejang, bisa diberikan magnesium sulfat intravena (melalui pembuluh darah).

Jika pre-eklamsinya bersifat ringan, penderita cukup menjalani tirah baring di rumah, tetapi harus memeriksakan diri ke dokter setiap 2 hari.
Jika perbaikan tidak segera terjadi, biasanya penderita harus dirawat dan jika kelainan ini terus berlanjut, maka persalinan dilakukan sesegera mungkin.

Penderita pre-eklamsi berat dirawat di rumah sakit dan menjalani tirah baring.
Cairan dan magnesium sulfat diberikan melalui infus.
Dalam waktu 4-6 jam, biasanya tekanan darah kembali normal dan bayi dapat dilahirkan dengan selamat.
Jika tekanan darah tetap tinggi, sebelum persalinan dimulai, diberikan obat tambahan.

Komplikasi utama dari pre-eklamsi dan eklamsi adalah sindroma HELLP, yang terdiri dari:
 
  • Hemolisis (penghancuran sel darah merah)
  • Peningkatan enzim hati (yang menunjukkan adanya kerusakan hati)
  • Penurunan jumlah trombosit (yang menunjukkan adanya gangguan kemampuan pembekuan darah).
    Sindroma HELLP cenderung terjadi jika pengobatan pre-eklamsi tertunda.
    Jika terjadi sindroma HELLP, bayi segera dilahirkan melalui operasi sesar.

    Setelah persalinan, dilakukan pemantauan ketat untuk melihat tanda-tanda terjadinya eklamsi. 25% kasus eklamsi terjadi setelah persalinan, biasanya dalam waktu 2-4 hari pertama setelah persalinan.
    Tekanan darah biasanya tetap tinggi selama 6-8 minggu. Jika lebih dari 8 minggu tekanan darahnya tetap tinggi, kemungkinan penyebabnya tidak berhubungan dengan pre-eklamsi.


    9. HERPES GESTASIONAL

    Herpes Gestasional adalah lepuhan berisi cairan yang sangat gatal, yang terjadi selama kehamilan.

    Penggunaan istilah herpes sebenarnya tidak tepat karena ruam yang terjadi tidak disebabkan oleh virus herpes maupun virus lainnya.
    Herpes gestasional diduga disebabkan oleh antibodi abnormal yang beraksi terhadap jaringan tubuh sendiri (reaksi autoimun).
    Ruam ini bisa timbul kapanpun setelah kehamilan 12 minggu atau segera setelah persalinan.

    Ruam biasanya terdiri dari vesikel (lepuhan kecil/besar yang berisi cairan) atau bula (pembengkakan yang bentuknya tidak beraturan dan berisi carian).
    Ruam ini seringkali berawal di perut lalu menyebar.
    Segera setelah persalinan, ruam akan semakin memburuk dan menghilang dalam beberapa minggu atau bulan kemudaian.

    Ruam seringkali muncul lagi pada kehamilan berikutnya atau jika penderita menggunakan pil KB.
    Bayi yang dilahirkan mungkin memiliki ruam yang serupa, tetapi biasanya akan menghilang dalam beberapa minggu, tanpa pengobatan.

    Untuk memperkuat diagnosis, diambil kerokan kulit yang terkena dan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui adanya antibodi.

    Tujuan pengobatan adalah untuk meringankan gatal-gatal dan mencegah terbentuknya lepuhan yang baru.
    Untuk ruam yang ringan, diberikan krim kortikosteroid yang dioleskan langsung ke kulit yang terkena sesering mungkin.
    Untuk ruam yang lebih luas, diberikan kortikosteroid per-oral (melalui mulut). Mengkonsumsi kortikosteroid pada akhir kehamilan tidak akan membahayakan bayi.
    Jika setelah persalinan gatal-gatal semakin hebat atau ruam semakin menyebar, mungkin perlu diberikan kortikosteroid dengan dosis yang lebih tinggi.


    10. URTIKARIA GESTASIONAL

    Urtikaria Gestasional adalah kaligat yang terjadi pada saat hamil.

    Penyebabnya tidak diketahui.
    Kaligata biasanya timbul di perut, dan bisa menyebar ke paha, bokong, kadang sampai ke lengan.

    Ruam kaligata biasanya muncul pada 2-3 minggu menjelang persalinan. Tetapi mungkin saja timbul setelah kehamilan mencapai 24 minggu.
    Rasa gatal sering menyebabkan penderita tidak dapat tidur di malam hari.
    Setelah persalinan, kaligata biasanya menghilang dan tidak kambuh pada kehamilan berikutnya.

    Untuk mengatasi gatal-gatal dan meredakan ruam kaligata, diberikan krim kortikosteroid yang dioleskan sesering mungkin.
    Jika ruamnya lebih berat, diberikan kortikosteroid per-oral.
semoga membantu
salam

putri a.k.a zach mom's
   
Jumlah Posts : 80
Jumlah di-Like : belum ada like
Dear, All Bunda

Ga sah kawatir Bun...cepat atau lambat kita masih bisa merasakan gerakan baby kita.
Aku mulai merasakan gerakan babyku saat usia kandunganku 20 minggu. Awalnya seperti kaya ada gerakan angin gitu yg aku kira perutku kembung. Tapi lama kelamaan jadi semakin jelas dan aku sadar bahwa itu babyku.

Puncak aktif gerakan janin saat ia berusia 7bln. Wow,,sangat amazing Bun. Dia renang2 di air ketuban kesana-kemari. Nendang, ninju, ngulet, bahkan aku bisa merasakan saat babyku cegukan saat tersedak air ketuban. Wah,,lucu kan Bun??

Kini usia kandunganku sudah 34-35 minggu. Perkiraan Dsog ku sekitar 3 minggu lagi saat yg ditunggu2 selama 9bln itu tiba. Aku dan suami sudah ga sabar lagi rasanya ingin bertemu dgn buah hati tercinta.

Untuk All Bunda semoga kandungannya sehat2 aja yah sampe saat yg indah itu tiba...

Amiiin........


Lam knal semua,,,

Putri
   
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
Dear Bunda-bunda,

mau bertanya apakah ada yg mengalami pendarahan yg kayak menstruasi di minggu ke-5 dan bisa mempertahankan kehamilannya?
LMP terakhir saya tanggal 28 Oct dan saya periksa ke dr tanggal 28 Nov karena saya mengalami flek dari tanggal 23 Nov tapi kog mentruasinya gak dateng2. setelah tes Beta HCG menurut hasil saya hamil 3 minggu. kemudian tanggal 29 nov saya flek dikit dan tanggal 30-nya gak ada flek sama sekali tapi tanggal 1 des tiba2 fleknya keluar lagi akhirnya saya visit ke dr dan diminta bed rest. Pada saat saya visit ke dr saya transv usg dan menurut dokter di rahim belum terlihat kantung janin tapi memang ada satu titik yg dia duga mungkin akan menjadi kantung janinnya. dr nganjurin kontrol lagi tanggal 10 des. saya istirahat dari tgl 2 des dan fleknya smakin berkurang hingga tangal 6 des kmrn hanya sedikit sekali. tapi tiba-tiba kemaren sore saya ngerasa sedikit rasa gak enak di perut dan waktu saya ke toilet tiba-tiba keluar darah seperti menstruasi. akhirnya saya tiduran saja dan saya sempat ganti panty liner saja.
Tiba-tiba tadi pagi pada saat saya bangun pantyliner saya sudah penuh darah seperti org mens dan saya lgs ke dr lagi. menurut dr di transv masih belum kelihatan apa-apa dan dia memberi tambahan obat yg dimasukkan ke anus untuk penguat katanya dan nanti dilihat lagi apakah pendarahan terus berlangsung atau berhenti. Menurutdia takutnya terjadi pembuahan tidak sempurna dan kalau memang janin tidak bisa bertahan mungkin akan gugur dengan sendirinya.
saat ini saya lebih pasrah saja sambil melihat kondisi 2 hari kedepan dan saya sempet berpikir apakah saya perlu melakukan pemeriksaan Beta HCG lagi?
apakah ada bunda-bunda yang memiliki pengalaman seperti saya dan bagaimana akhir kehamilannya?
terimakasih sebelumya
   
17-06-2009 10:58:28 Gerak janin berkurang
Jumlah Posts : 43
Jumlah di-Like : belum ada like
hai bunda luci......

aku mo shering nih ama bunda. aku jg punya pengalaman yg sama saat kehamilan pertama ku dulu, tp karna pengetahuan ku sdkt tentang gerakan janin akhirnya aku kehilangan anak pertama ku pd saat usia kehamilanku 33mgg. gerakan sebelumnya aktif sekali tp pada hari dalam jangka wkt 2 jam ga ada aktifitas, akhirnya aku lgsg kedokter n ternyata udah ga ada denyut nya lg.padahal kl aja aku tau hari sebelumnya aku rela u/ lgsg operasi.

dokter baru bisa mengetahui penyebabnya setalah aku melahirkan. untungnya saat itu posisi anakku udah sempurna jd aku bs melahirkan normal dengan segala bentuk bantuan. penyebabnya adl tali pusatnya keiket jd asupan makan dari ku tertahan.

ini cuma pengalaman ku aja bun. emang seharusnya bunda luci terus pantau gerakan janinnya jangan sampai lengah sedikit pun. sekarang aku jg lg hamil anak ke 2 usianya baru 29 mgg. kita sama2 jaga kandungan kita ya bun.yar selamat n sehat sampai tiba waktunya melahirkan.

amin....