SITE STATUS
Jumlah Member :
493.873 member
user online :
1345 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: efek pada bayi saat ibu menyusui minum obat ultraflu

New Topic :  
Jumlah Posts : 23
Jumlah di-Like : belum ada like

berikut informasi yang saya kutip dari artikel Infobunda "Amankah Menyusui di kala Bunda Sakit?"

Bayi yang menyusu dari wanita yang tengah sakit bisa tertular penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, parasit dan jamur. Proses penularan bisa melalui udara, kontak kulit, dan juga melalui cairan tubuh termasuk ASI. Tetapi jangan lupa, ASI mengandung antibodi yang dibutuhkan bayi sehingga menghindarinya tertular penyakit turunan seperti diabetes, hipertensi, dll.
Jika Bunda menderita sakit yang disebabkan virus, bakteri dan jamur, seperti flu, hepatitis, cacar air, TBC Bunda masih bisa menyusui. Tetapi Bunda harus menggunakan masker mulut dan hidung untuk menghindarinya tertular. Urungkan niat untuk menciumnya. Bila menderita cacar air sebaiknya berikan saja ASI perah, apalagi kalau terdapat cacar di sekitar payudara dan areola.

dan kutipan dari Tanya Apoteker yang berjudul "meminum obat saat menyusui"
Oleh : Catur.Arizky
bolehkah ibu menyusui meminum obat2an untuk menghilangkan sakit kepala, batuk, pilek & yang lain ?
jika ibu menyusui minum obat tersebut bolehkah menyusui bayi nya atau harus ada jangka waktu untuk menyusui ?
adakah efek samping buat si bayi jika ibu menyusui meminum obat2an tersebut ?
terima kasih
      
Rachel, S.Farm, Apt menjawab
Dear Bunda, Terima kasih atas pertanyaannya.

Jika sakit, bunda dapat mengkonsumsi obat-obatan yang aman untuk ibu menyusui. Obat-obatan ini tidak akan diekskresi ke ASI sehingga tidak berbahaya untuk anak.

Obat penghilang nyeri yang mengandung parasetamol tergolong aman untuk ibu hamil dan menyusui. Obat batuk seperti obat batuk hitam atau obat herbal (misal dengan madu) aman untuk dikonsumsi saat menyusui.

Sakit pilek sebenarnya disebabkan oleh virus dan dapat sembuh dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Saat pilek saya sarankan untuk banyak istirahat, penuhi kebutuhan nutrisi, banyak minum air putih atau jus buah. Jika perlu, konsumsi suplemen vitamin C dan Zink.

   


Jumlah Posts : 5
Jumlah di-Like : belum ada like
bun,saya mw tny boleh tidak ibu menyusui minum obat maag pada saat puasa ????
   
23-03-2016 12:44:27 badan gatal-gatal
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
Siang..dok
Saya mau tanya ne..dok
Aman nggak sih buat saya ibu menyusui minum obat kapsida pembersih darah kembang bulan..dok
karna badan saya gatal-gatal..dok
Dari kemarin bulan 2 tanggal 24 saya melahir kan bayi saya yang pertama..dok
Dan sampai sekarang badan saya masih gatal-gatal dan belom hilang..dok
Kemarin saya pengen coba minum obat kapsida..dok
Cuma saya takut kan membahaya kan bayi saya..dok
Saya minta informasi nya..? Dan terima kasih atas waktu nya
   


Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15

Masa cuti berakhir. Padahal masa pemberian ASI eksklusif pada bayi belum berakhir. Bisakah ASI Eksklusif dilanjutkan? Mia resah. Bayinya baru berusia 3 bulan, masih dalam masa pemberian ASI Eksklusif sampai buah hatinya berusia 6 bulan, namun masa cuti kerjanya sudah berakhir. “Bagaimana melanjutkan ASI eksklusifnya. Masa sih harus dicampur dengan susu formula. Sayang kan?”

Benar! Alangkah sayangnya dan ruginya jika pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif sampai gagal. Pernahkah melihat bayi macan diberi makan daging? Atau, bayi kambing atau sapi, makan rumput? Sebelum usianya cukup, semua bayi mamalia makan air susu, termasuk bayi manusia.

Usia cukup bagi bayi manusia untuk mendapat makanan lain selain air susu ibu adalah setelah 6 bulan. Dari usia 0 hingga 6 bulan bayi harus mendapat ASI eksklusif, yakni pemberian ASI murni tanpa bayi diberi tambahan lain seperti cairan air putih, teh, madu, buah-buahan, maupun makanan tambahan seperti bubur susu atau bubur saring dsb., sampai usia bayi 6 bulan, menurut hasil penelitian, positif membuat bayi mendapat nutrisi terbaik; meningkat daya tahan tubuhnya, meningkat kecerdasannya, dan meningkat jalinan kasih
(bonding) dengan bunda (dan ayah).

Sayangnya, seperti Mia yang bekerja, juga Mia-Mia yang lain, masa cuti melahirkan hanya 3 atau 4 bulan saja. Masih ada ada 2 - 3 bulan lagi untuk memberikan ASI Eksklusif. Itu memang dilema. Bagaimana melanjutkan pemberian ASI eksklusif atau hanya malam hari memberi ASI, siang dengan susu formula?

Beri ASI Perah

Namun, Dr. Utami Roesli SpA, MBA.IBCLC, pakar ASI, meyakinkan bahwa setelah masa cuti berakhir, ibu masih bisa memberikan ASI eksklusif. “Rugi sekali jika ibu hentikan. Sebab, usus bayi usia 3 bulan belum siap mencerna makanan selain air susu ibu. Selain itu. ASI merupakan sumber gizi ideal dengan komposisi seimbang, yang jika diberikan secara eksklusif bayi akan lebih sehat dan lebih cerdas dibanding bayi yang tidak mendapatkannya,” tegas Utami.

Untuk buah hati tercinta, seharusnya bekerja di luar rumah bukanlah halangan untuk memberikan yang terbaik untuknya, termasuk memberikan ASI secara eksklusif. “Ibu tetap bisa memberikan ASI perah, yakni ASI yang diperas dari payudara, lalu diberikan pada bayi saat ibu bekerja di kantor,” ujar Utami yang juga ketua Lembaga Peningkatan dan Pengembangan (LPP) ASI Rumah Sakit St. Carolus.

ASI perah adalah ASI yang diambil dengan cara diperas dari payudara untuk kemudian disimpan dan nantinya diberikan pada bayi. Apa tidak basi? Menurut Utami, sampai waktu tertentu dan dengan penyimpanan yang benar, ASI tidak akan basi. Misalnya, ASI tahan disimpan di dalam suhu ruangan sampai 6 jam. Jika disimpan di thermos yang diberi es batu, bisa tahan hingga 24 jam. Bahkan, kalau disimpan di kulkas ketahanannya meningkat hingga 2 minggu dengan suhu kulkas yang bervariasi. Jika disimpan di frezeer yang tidak terpisah dari kulkas, dan sering dibuka, ASI tahan 3-4 bulan. Sedangkan pada freezer dengan pintu terpisah dari kulkas dan suhu bisa dijaga dengan konstan, maka ketahanan ASI mencapai 6 bulan.

Memerah ASI bukanlah hal yang sulit, bahkan tidak selalu membutuhkan alat khusus atau pompa ASI. Cukup dengan pijitan dua jari sendiri, ASI bisa keluar lancar car! Memang membutuhkan waktu, yakni masing-masing payudara 15 menit. ASI ini bisa diberikan untuk bayi keesokan harinya. Tampung ASI tersebut di sebuah wadah, misalnya plastik gula, lalu tandai setiap wadah dengan spidol sesuai waktu pemerahan, misal plastik pertama, kedua, dst. Berikan pada bayi sesuai urutan pemerahan.

Persiapan dan Pemberian

Untuk memberi bayi ASI perahan, jauh-jauh hari sebelum masa cuti berakhir ibu memang harus menyiapkan diri sendiri dan bayi. Apalagi jika si buah hati merupakan anak pertama. Beratnya meninggalkannya memang luar biasa. Apalagi siang hari tak bersamanya dan tak menyusuinya pasti berat. Di kantor, saat payudara membengkak karena produksi ASI tak disusu bayi, ingatan ibu pastilah pada buah hati di rumah.

Mempersiapkan diri sendiri menjadi penting. Pertama, adalah mempersiapkan mental untuk meninggalkan bayi dan memupuk rasa percaya bahwa ia akan baik-baik saja di rumah. Kedua, persiapan dengan mulai belajar memerah dua minggu sebelum cuti berakhir. Ketika bayi tidur dan payudara mulai terasa membengkak, segera perahlah payudara lalu simpan di kulkas. Esok siang, ASI perah tersebut bisa ibu berikan pada bayi.

Sedangkan untuk mempersiapkan bayi, ibu harus memulai membiasakan bayi diberi ASI perahan dengan sendok, bukan botol susu. “Berikan dengan cara menyuapinya dengan sendok agar bayi tidak bingung putting. Sampai bayi usia 5 bulan, bisa terjadi bingung putting,” tegas Utami. Bingung putting terjadi jika ibu yang biasa memberi Asi lewat payudara, lalu bayi disusui dengan botol, maka ketika akan diberikan lewat payudara lagi bayi kemungkinan menolaknya. Ini lantaran, dot botol lebih lancar mengeluarkan susu dibandingkan lewat payudara.

Persiapkan Mental ‘Pengasuh’

Tetap memberi ASI selama ibu bekerja di kantor berarti ibu harus memupuk kerjasama dengan pengasuh. Ini bukan hal mudah. Apalagi jika yang ibu percayai merawatnya adalah orangtua sendiri atau mertua. Kalau mereka tidak punya pemahaman yang sama tentang pemberian dan manfaat ASI eksklusif, ditambah pengalaman mereka dulu mungkin menyusui sambil dicampur susu atau makanan padat, akan sedikit menyulitkan.

“Tapi, jangan menyerah. Pelan-pelan jelaskan sama ibu atau ibu mertua tentang pentingnya ASI eksklusif, dan bahwa usus bayi belum siap mencerna makanan. Begitu juga jelaskan pada pengasuh, kerjasama orangtua dengan pengasuh di rumah ini juga menentukan keberhasilan menyusui secara eksklusif ” tegas Utami.

Memang di hari-hari pertama pemberian susu perah dengan sendok, bayi mungkin menolaknya. Ia bahkan bisa cemas dan gelisah. Namun, janganlah khawatir, 3 atau 4 hari setelahnya bayi akan terbiasa. Itu sebabnya, sebelum masa cuti berakhir bayi perlu dilatih disuapi susu dengan sendok. Jadi, tak perlu resah jika harus kembali bekerja, bukan?

Pemberian ASI Perahan

  • Ambil ASI berdasarkan waktu pemerahan (yang pertama diperah yang diberikan lebih dahulu).
  • Jika ASI beku, cairkan di bawah air hangat mengalir. Untuk menghangatkan, tuang ASI dalam wadah, tempatkan di atas wadah lain berisi air panas.
  • Kocok dulu sebelum mengetes suhu ASI. Lalu tes dengan cara meneteskan ASI di punggung tangan. Jika terlalu panas, angin-anginkan agar panas turun.
  • Jangan gunakan oven microwave untuk menghangatkan agar zatzat penting ASI tidak larut/hilang.
  • Berikan dengan sendok.

Simpan ASI Praktis dan Awet

  • Taruh ASI dalam kantung plastik polietilen (misl plastik gula); atau wadah plastik untuk makanan atau yang bisa dimasukkan dalam microwave, wadah melamin, gelas, cangkir keramik. Jangan masukkan dalam gelas plastik minuman kemasan maupun plastik styrofoam.
  • Beri tanggal dan jam pada masing-masing wadah.
  • Dinginkan dalam refrigerator (kulkas). Simpan sampai batas waktu yang diijinkan (+ 2 minggu).
  • Jika hendak dibekukan, masukkan dulu dalam refrigerator selama semalam, baru masukkan ke freezer (bagian kulkas untuk membekukan makanan), gunakan sebelum batas maksimal yang diijinkan. (+3-6 bulan)
  • Jika ASI beku akan dicairkan, pindahkan ASI ke refrigerator semalam sebelumnya, esoknya baru cairkan dan hangatkan. Jangan membekukan kembali ASI yang sudah dipindah ke refrigerator.

Sumber: Tabloid Ibu & Anak

sedikit esmoni td karena mendengar ada bidan yang mengatakan tdk boleh dipompa asi
karena akn merusak jaringan susu.
banyak kok ibu2 yang berhasil dengan asi perah ketika mereka bekerja.
jd si dd sebelum 6 bln cuma ASI saja.

salam

putri a.k.a zach mom's
 

   
23-07-2017 17:57:00 perkenalan
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
Assalamu'alaikum dok, saya mau tanya boleh tidak ibu menyusui minum obat kapsul dumex?
   


27-01-2016 05:19:23 obat pelancar haid
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
dok... amankah bagi ibu menyusui minum obat atau jamu pelancar haid.... soalnya saya khawatir hamil lagi, anak saya baru berusia 3 bulan melalui cesar, dan saya belum sempat menggunakan KB
   
21-01-2016 22:14:29 obat gemuk
Jumlah Posts : 69
Jumlah di-Like : belum ada like
dok..mau tanya dong boleh tdk ibu menyusui minum obat gemuk?
   
26-07-2014 23:32:49 perkenalan
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
salam kenal bun.saya mau tanya ni bun apakah boleh ibu menyusui minum obat em kapsul(obat pelancar haid).
karena saya sudah 1minggu telat dan saya juga sudah test pakai testpeck hasilnya negatif.
mohon bantuan infony ya bun.terima kasih...
   
Jumlah Posts : 17
Jumlah di-Like : belum ada like
Hai para bunda,kasih saran dong gimana caranya mengatasi batuk pada bayi 3 bulan tanpa minum obat,kasih tau donk
   
13-03-2009 14:29:52 Minum KOpi Capucino
Jumlah Posts : 26
Jumlah di-Like : 3
Blog Entry    

Boleh gak sih ibu menyusui minum kopi ?

http://www.kellymom.com/health/lifestyle/caffeine.html

By Kelly Bonyata, IBCLC

Dirangkum bebas oleh Luluk Lely Soraya I, Juli 2007

Umumnya ibu menyusui boleh saja minum minuman kafein dalam jumlah wajar. Meski demikian kafein yang ibu minum akan mempengaruhi beberapa bayi (umumnya yang berusia <6 bl). Bayi yang ibunya tidak minum kafein sama sekali selama masa hamil akan lebih sensitif terhadap kafein. Meskipun demikian, seiring dengan berjalannya waktu tingkat sensitivitas bayi terhadap kafein akan menurun. Jika bayi anda sensitif terhadap kafein akibat dari minuman yg anda konsumsi, maka anda dapat mencobanya lagi saat ia lebih besar.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyetujui konsumsi kafein pada ibu menyusui. Menurut Hale 2002 p. 100-102, kafein digolongkan dalam kategori L2 (aman) dalam Lactation Risk. Kadar kafein dalam ASI relatif rendah ( 0.06-1.5% of maternal dose) dan umumnya kadar kafein meningkat 1 jam setelah ibu mengkonsumsi minuman berkafein. Satu studi menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara berlebihan akan mengurangi kadar besi dalam ASI (Nehlig & Debry, 1994).

Jika bayi anda sensitif terhadap kafein, seiring dengan bertambahnya usia sensitivitas tsb akan berkurang. Bayi baru lahir relatif sulit mencerna kafein daripada bayi yang berusia lebih besar. Demikian juga bayi prematur atau yang sakit relatif bermasalah dengan konsumsi ASI dari kafein yang diminum oleh ibu. (Tabel tdk Bisa ditampilkan).

Bayiku rewel dan gak mau tidur. Apakah ia sensitif dg kafein?

Menurut Breastfeeding Answer Book (LLLI 2003, p. 599-600), konsumsi kafein berlebihan oleh ibu menyusui ( > 750 ml per hari) dapat menyebabkan reaksi sensitif pada bayi. Seperti : mata membesar, aktif, bayi tidak dapat tidur dan bayi rewel sekali. Jika hal ini terjadi, kurangi atau hentikan secara perlahan konsumsi kafein hingga 2-3 minggu mendatang untuk melihat perubahan pada bayi. Butuh beberapa hari hingga seminggu hingga tubuh ibu menghilangkan kadar kafein dalam ASI, sehingga bayi tidak lagi rewel akibat kafein.

Bener gak sih kafein mengurangi produksi ASI ?

Tidak ada bukti bahwa kafein dapat mengurangi produksi ASI.

Mitos bahwa kafein dapat mengurangi produksi ASI tidak terbukti kebenarannya. Banyak ibu menyusui yang mengkonsumsi kafein tidak memiliki kendala dengan produksi ASInya. Memang belum ada penelitian khusus yang dapat menyatakan hal ini. Riset yang ada hanya mengenai pengaruh kafein dalam ASI dan bayi. Satu studi yang dilakukan oleh Nehlig & Debry 1994 mengindikasikan bahwa kafein dapat menstimulasi produksi ASI. Meski hal ini perlu diteliti lebih jauh. Produksi ASI dapat saja menurun, apabila bayi yang rewel dan tidak dapat tidur karena pengaruh kafein dalam ASI, relatif jarang menyusu dpada ibunya. Akibatnya produksi ASI menurun. Sekali lagi ini diakibatkan oleh frekuensi menyusu yang kurang, bukan karena pengaruh kafein.

Kafein ada dimana-mana

Kafein dapat ditemukan dalam kopi, teh, minuman bersoda, minuman berenergi, beberapa jenis obat bebas dan obat dengan resep dokter serta makanan yang mengandung kopi atau coklat. Produk herbal yang mengandung guarana/paullinea cupana, kacang kola/cola nitida, yerba maté, or the hijau juga mengandung kafein,(Tabel tdk bs ditampilkan).

Seberapa banyak kafein yang boleh ibu menyusui konsumsi?

Jawabannya sangat individual tergantung dari bagaimana reaksi bayi anda. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kadar kafein yang mempengaruhi bayi tergantung dari kondisi tiap bayi, usia bayi dan kesehatan bayi. Memang ada takaran "jangan lebih dari 500 mg per hari. Namun dari berbagai sumber menyatakan batas atas konsumsi kafein adalah 300-750 mg / hari.

<P align=left>Untuk ibu hamil, umumnya para ahli laktasi menyarankan agar membatasi asupan kafein < 300 mg/hari. Meski demikian, rekomendasi lain menunjukkan agar konsumsi kafein pada ibu hamil sebaiknya tidak melebih 150 mg/hari. (Tabel tdk bs di tampilkan).
WiOnA



 
   
Jumlah Posts : 326
Jumlah di-Like : belum ada like

ASI Lancar, Puasa Tak Lewat

(Sumber dari: AIMI *dengan perubahan seperlunya*)

Bulan Ramadhan hampir tiba. Bulan penuh ibadah bagi umat muslim di dunia. Salah satu ibadah yang wajib dilakukan setiap muslim yang telah baligh (cukup umur) adalah berpuasa. Nah, bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui?

Puasa Ramadhan hukumnya tetap wajib bagi ibu hamil dan menyusui. Alhamdulillah, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa dengan berpuasa di lain waktu atau membayar fidyah.

Yang pertama, dikembalikan kepada motivasi atau niat. Jika ibu hamil dan menyusui tidak melakukan ibadah puasa karena mengkhawatirkan kesehatan dirinya, maka dia menganggap dirinya seperti orang sakit. Sehingga cara mengganti puasa sama dengan mengganti puasa dikala orang sakit, yaitu dengan berpuasa di hari lain. Namun, jika mengkhawatirkan bayinya, dianggap seperti orang tua yang tak punya kemampuan sehingga cara menggantinya selain membayar puasa-seperti cara orang tua-yaitu dengan membayar fidyah.

Yang kedua, ibu hamil atau menyusui cukup membayar fidyah saja tanpa harus berpuasa. Karena keduanya tidak berpuasa bukan karena sakit, melainkan karena keadaan yang membuatnya tidak mampu puasa. Kasusnya lebih dekat dengan orang tua yang tidak mampu berpuasa.

Apa dan bagaimana cara membayar Fidyah? Fidyah adalah memberi makan orang fakir miskin. Satu hari puasa diganti dengan satu kali fidyah. Ukuran memberi makan adalah sebesar porsi kita makan 3 kali sehari, yakni sekitar 1 mud atau 600 gram. Jika dirupakan uang, sebesar biaya kita makan 3 kali sehari.

Ketika memberikan fidyah, ada tata caranya juga. Salah satu yang harus diingat adalah jangan lupa mengucapkan berita serah terima/ijab kabul. Misalnya “Saya membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”. Jika meminta orang lain yang menyerahkan maka, “Ibu A membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”. Untuk detailnya, silakan konsultasi dengan pemuka agama di lingkungan Anda. 

Nah, bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa bagaimana? Selama kondisi ibu dan bayi sehat, maka diperbolehkan berpuasa. Namun, jika dikuatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kekurangan gizi, produksi ASI berkurang, sakit, dan lain sebagainya, maka Islam menyarankan untuk tidak berpuasa.

Manajemen Laktasi Ibu Menyusui Yang Sedang Berpuasa

Dengan perubahan jadwal makan, bukan berarti asupan makanan yang dikonsumsipun ikut berubah. Yang penting, ibu menyusui tetap makan 3 kali sehari dan secara disiplin mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang, yaitu dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak.

Kemudian, hal-hal berikut dapat dilakukan untuk memastikan bahwa produksi ASI selama ibu berpuasa tetap lancar dan berkualitas:

Asupan menu dengan gizi seimbang

Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas kita hari itu. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak. Jangan terlambat berbuka dan jangan makan secara asal yang penting makan ya :)

Ada beberapa tips mengenai asupan ibu menyusui selama berpuasa:

Pertama,boleh mencoba konsumsi sumber karbohidrat kompleks agar bisa membantu membuat ibu menyusui tidak lemas di tengah hari. Karbo kompleks seperti beras merah lebih lama diproses tubuh sehingga pelepasan gula menjadi energi berlangsung bertahap. Kondisi ini dapat lebih menjamin kebutuhan energi ibu sampai berbuka. 

Kedua, konsumsi sayur dan buah lebih banyak saat berbuka atau malam hari dan konsumsi protein lebih banyak saat makan sahur. Protein menjadi sumber energi, yang diolah terakhir setelah karbohidrat dan lemak. Asupan protein ini sesuai bagi busui yang membutuhkan banyak cadangan energi. Sementara serat pada buah dan sayur membantu menjaga asupan vitamin dan menjaga kesehatan pencernaan ibu selama menyusui. Usahakan stop makanan instant selama puasa ini ya, karena makanan seperti mie instant biasanya hanya mengandung kalori yg membuat kenyang tetapi minim nilai gizinya. 

Ketiga, silakan konsumsi suplemen vitamin dan mineral jika diperlukan. Tanyakan kepada dokter suplemen apa yang baik untuk ibu menyusui saat berpuasa karena saat ibu menyusui berpuasa, yang terpengaruh biasanya adalah kadar micro nutrients (elemen-elemen nutrisi yang diperlukan dalam jumlah yang kecil seperti zinc, magnesium, dan potassium), namun itu bukanlah masalah.  

Perbanyak konsumsi cairan, mulaidari berbuka hingga sahur

Jika bisa minum air putih sebanyak dua liter (sekitar 10-12 gelas sehari), ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, teh manis hangat dan susu. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui. Jika bisa, hindari teh dan kopi saat sahur karena bersifat diuretik, yang menyebabkan ibu sering buang air kecil. Akibatnya ibu berisiko kekurangan cairan akibat seringnya cairan dibuang. 

Istirahat yang cukup

Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin

sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

Ibu Bekerja

Ibu bekerja yang memerah ASI di tempat kerjanya disarankan untuk tetap melakukan kegiatan memerah ASI seperti biasa dengan tetap memperhatikan tips-tips seperti yang sudah disebutkan diatas ini. Kembali berpegang pada prinsip demand and supply, semakin banyak ASI dikeluarkan maka semakin banyak ASI yang akan diproduksi. Apabila ibu menyusui yang biasa memerah menghentikan kegiatan memerahnya selama bulan puasa, maka ASI yang diproduksi dapat berkurang, yang bukan disebabkan oleh kegiatan berpuasa tetapi karena mengurangi kegiatan memerah tadi.

Bagaimanapun, mendapatkan ASI adalah hak bayi. Jadi, dahulukan kepentingan bayi. Untuk ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan, memang dianjurkan untuk tidak berpuasa karena bayi sedang dalam tahap ASI Eksklusif dan belum memperoleh makanan tambahan apapun kecuali ASI. Ada dua alasan kenapa ibu dalam fase ASIX tidak dianjurkan berpuasa dulu: pertama, pada masa ASIX, terutama di dua bulan pertama adalah fase pemantapan menyusui. Jika proses menyusui ibu sudah mantap dan ingin mencoba puasa silakan. Tetapi jika ibu masih berjuang untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan produksi, sebaiknya tunda dulu puasanya. Kedua, bayi di bawah 6 bulan sering mengalami fase percapatan pertumbuhan (growth spurts) yang membuatnya tiiba-tiba jadi sangat sering menyusu. Jika Anda mulai kewalahan di saat fase GS ini, pertimbangkan untuk stop puasa dulu.

Kondisi yang Harus Diperhatikan

Jika si kecil masih dalam fase ASIX (atau bahkan setelahnya) dan ibu ingin berpuasa, ada hal penting yang tidak boleh diabaikan: perhatikan sinyal sinyal yang dikirimkan tubuh Anda dan tubuh bayi. 

Apa yang harus diperhatikan dari kondisi ibu?

-Merasa sangat haus (terutama pasca menyusui/memerah).

- Urine/ air seni berwarna pekat (kuning tua/cokelat) serta bau yangtajam.

- Merasa sangat pusing dan berkunang-kunang, apalagi jika pusing tidak hilang setelah ibu beristirahat

Adalah wajar jika ibu merasa lemas.  Oleh karena itu usahakanlah untuk beristirahat paling tidak satu kali di siang hari. Atau bila tidak memungkinkan untuk tidur siang, upayakan untuk sekadar duduk,

berbaring dengan rileks. Istirahat akan sangat membantu agar hormon Oksitosin yang berfungsi untuk mengeluarkan ASI bekerja secara optimal. Jika Anda mulai pusing atau air seni Anda mulai pekat, sebaiknya hentikan dulu puasanya. Apa yang harus diperhatikan dari kondisi bayi?- Frekuensi BAK bayi sudah kurang dari 6 kali per 24 jam, warna urine bayi juga mulai pekat- Ada gejala2 dehidrasi lain pada bayi, seperti mulut yag kering, bayi terlihat sangat lemas, kulit tidak lentur, dsb.- Bayi kelihatan gelisah seharian, rewel atau berperilaku di luar kebiasaan normalnya. - Bayi mengalami diare atau demam yang mana membutuhkan extra asupan ASI agar tidak dehidrasi, terutama di masa ASIX.

Selamat menunaikan ibadah puasa dan salam ASI :) 

   
Jumlah Posts : 178
Jumlah di-Like : belum ada like

Tinja saat diare pada bayi bisa muncul dalam tekstur, warna dan bau yang berbeda-beda. Perbedaan tekstur tinja seperti ini biasanya tergantung dari apa yang dimakan bayi misalnya ASI, susu formula atau makanan padat.

Tinja encer satu atau dua kali keluar tidak perlu dikhawatirkan. Itu biasa terjadi di minggu atau bulan pertama. Tapi, kalau terlalu sering atau hebat, sebaiknya segera bawa bayi ke dokter. Diare disebabkan oleh banyak faktor misalnya :

  1. Gangguan pencernaan jika diare yang terjadi disertai dengan muntah, sakit perut, demam, dan menggigil.
  2. Adanya infeksi bakteri jika ada darah dalam kotoran bayi
  3. Masalah makanan atau susu jika diare terjadi setelah bayi mengkonsumsi susu formula atau terlalu banyak makanan tertentu.
  4. Infeksi parasit jika diare disertai oleh perut kembung, gas, dan kotoran yang seperti berminyak
  5. Efek samping dari obat yang dikonsumsi jika diare terjadi setelah mengkonsumsi obat tertentu seperti antibiotik atau obat lainnya.

Diare dapat mengganggu keseimbangan normal dari air dan elektrolit pada bayi. Saat air dan elektrolit ini hilang dalam jumlah banyak karena diare, bayi akan mengalami dehidrasi. Pada bayi, dehidrasi bisa terjadi sangat cepat, bisa langsung terjadi saat dia diare atau besoknya, dan ini bahaya. 

Penanganan tepat mengatasi diare pada bayi

1.Beri asupan cairan yang cukup

Jika bayi masih tergantung pada ASI, teruslah menyusui bayi secara teratur. Jika tidak, berikan bayi banyak cairan untuk menjaga tubuh mereka tetap terhidrasi.

2.Oralit

Buatkan campuran garam, gula, dan air menjadi larutan yang disebut oralit, dan berikan pada bayi sehingga tubuh mereka dapat mengganti garam atau elektrolit tubuh yang hilang karena diare

3.Berikan makanan yang mudah dicerna

Seperti misalnya nasi lembut, pisang atau bubur. Jangan beri makanan yang terbuat dari sereal atau yang semacam itu karena susah dicerna.

4.Pijat gusi bayi

Kadang, diare juga disebabkan karena rasa sakit saat tumbuh gigi. Dalam hal ini, berikan bayi mainan yang aman buat dikunyah. Bunda juga bisa memijat gusinya dengan jari untuk meringankan rasa sakitnya.

5.Beri air

Ini salah satu solusi paling umum mengatasi diare pada bayi. Berikan air agar rasa sakit di perutnya reda dan juga dapat melepaskan gas di perutnya.

Semoga bermanfaat buat bunda dan bayi bunda sehat-sehat selalu yah bun. Buat bunda yang bayinya terkena diare, semoga cepat sembuh yah bun.

sumber : health.detik, merdeka, medkes

   
Jumlah Posts : 143
Jumlah di-Like : 3

bunda semua ini artikel mungkin bisa membantu :

Keluhan selama kehamilan: Nyeri perut bawah, kembung dan perut tampak kecil ?

Submitted by dr. Prima Progestian, SpOG

1. Perut kembung bisa disebabkan adanya beberapa faktor : pertama, pengaruh hormonal selama hamil. Meningkatnya kadar hormon progesteron dan estrogen selama kehamilan membuat pergerakan usus menjadi lambat sehingga makanan dan gas yang diproduksi menjadi lebih lama transit di lambung dan usus sehingga dapat mengakibatkan kembung dan rasa penuh di perut.Kedua, adanya bayi yang semakin membesar mengakibatkan tekanan pada sistem pencernaan sehingga pergerakan usus juga berkurang. Selain itu tekanan pada lambung dapat mengakibatkan asam lambung yang diproduksi berada lebih lama di lambung, akibatnya rasa perih di lambung bertambah dan dapat pula menyebabkan “heart burn” atau rasa terbakar /nyeri di sekitar lambung, dada hingga ke tenggorokan. Apabila hal ini terjadi ibu dapat minum obat maag.

2. Rasa nyeri di bagian bawah perut bisa disebabkan karena : pertama, kehamilan yang semakin membesar membuat ligamentum penggantung rahim dengan dinding perut menjadi melar dan tertarik sehingga terasa nyeri. Karena lokasinya ada di kanan dan kiri rahim maka nyerinya pun bisa dirasakan pada kedua sisi atau salah satu dan berpindah-pindah. Kedua, nyeri bisa disebabkan adanya tekanan pada kandung kemih karena membesarnya rahim. Kandung kemih berlokasi di bagian bawah perut. Tekanan pada kandung kemih juga dapat membuat urin berada lebih lama di sana sehingga mengakibatkan timbulnya infeksi saluran kemih. Keluhan yang timbul bisa berupa rasa anyang-anyangan, berkemih menjadi sedikit-sedikit, sering dan nyeri, nyeri perut bawah hingga ke punggung, bahkan dapat menyebabkan timbulnya kontraksi. Ketiga, nyeri bisa dirasakan saat janin bergerak. Dengan semakin besar janin maka gerakan kepala, badan dan tendangan kakinya akan semakin kuat. Gerakan janin yang timbul bisa menyebabkan adanya kontaksi, namun kontraksi yang tidak berbahaya sehingga dapat menyebabkan persalinan. Disebut juga sebagai kontraksi Braxton-Hicks atau kontraksi palsu.

3.untuk perut kelihatannya kecil pada usia kehamilan 5 bulan bisa karena tubuh ibu yang tinggi sehingga belum jelas terlihat perut yang membuncit, semakin besar usia kandungan akan semakin jelas terlihat nantinya. Apabila  ibu memeriksakan ke dokter kandungan apakah besar janin saat ini sesuai dengan usia kehamilan? Dokter pasti akan melakukan pemeriksaan USG untuk memastikannya. Jika sesuai maka ibu tidak perlu khawatir.


   
24-03-2015 16:03:48 Pemberian MPASI dlm sehari
Jumlah Posts : 60
Jumlah di-Like : belum ada like

Hi bunda saya coba sharing yah dikutip dari artikel info bunda mengenai "Sukseskan MPASI Pertamanya" http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=456&catid=11

"Tentunya makanan padat bayi berbeda dengan makanan padat anak-anak dan orang dewasa.  Makanan apa yang sebaiknya diberikan? Berapa banyak? Dan bagaimana menghindari makanan tertentu untuk mengurangi resiko alergi pada bayi. Yuk, simak artikel berikut.
 
Makanan Pertama
Makanan pertama apa yang harus diberikan pada bayi? Ini adalah pertanyaan umum yang dilontarkan hampir setiap orangtua, khususnya Bunda. Apakah buah terlebih dahulu, sayuran atau tepung beras?
Pisang dan tepung beras adalah makanan yang paling sering diberikan oleh orangtua di Indonesia. Ada juga yang memberikan sayuran terlebih dahulu dengan harapan si kecil mudah diberikan sayuran nantinya. Beda hal-nya dengan Negara-negara Eropa yang biasanya menggunakan apel kukus yang ditaburi sedikit kayu manis sebagai MPASI pertama.
World Health Organization (WHO) menyarankan serelia atau makanan dari beras sebagai MPASI pertama bayi untuk memperkecil resiko alergi. Tetapi pada dasarnya apapun yang ada di lemari es Bunda bisa dijadikan MPASI pertamanya karena setiap anak memiliki keadaan yang berbeda-beda.
Untuk mengecek apakah si kecil alergi terhadap suatu makanan, berikanlah makanan yang sama 3-4 hari berturut-turut. Bila ia mengalami sembelit, muncul bintik-bintik merah, dll bisa jadi ia alergi pada makanan yang Bunda berikan.
 
Tekstur dan Jadwal Makan
Selain jenis makanan, yang perlu Bunda perhatikan adalah teksturnya. Sehari-hari biasanya bayi hanya mengonsumsi ASI/Sufor yang encer, tentu saja ia akan kaget dan menolak bila diberikan makanan yang terlalu pekat. Meskipun anjuran WHO dan UNICEF, makanan pekat dapat langsung diberikan pada bayi, tetapi pada prakteknya beberapa anak mengalami sembelit setelah mengonsumsi serelia yang terlalu pekat. Untuk itu pastikan selalu teksturnya mulai dari sangat encer hingga mengental.
Sebagai contoh untuk bayi usia 6 bulan Bunda bisa membuatkan bubur tepung beras, atau bubur beras yang encer dan disaring. Berikan 2-3 sendok makan atau sekitar 30-45ml setiap kali makan.
Bayi yang baru mulai mendapat MPASI tidak memiliki jadwal makan yang mengikat. Bunda boleh saja memberikan makan di waktu pagi, siang ataupun sore. Saat memasuki usia 7 bulan mulailah memberlakukan jadwal makan.
 
Tips :
- Jangan memaksa bayi menghabiskan porsi makannya. Biarkan saja bila ia sudah tidak mau. Itu artinya perutnya sudah merasa cukup.
- Catat reaksi anak pada jenis makanan tertentu. Apakah ia suka atau tidak. Kenali makanan favoritnya.
- Beli beberapa sendok warna unik untuk merayunya pada saat ia melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM).
- Saat ibu menyusui mengonsumsi sayuran, bayi dapat mengenal rasa tersebut melalui ASI, ini bisa menjadi cara awal mengenalkan rasa makanan pada bayi sebelum mendapat MPASI"

   
24-03-2015 14:59:50 Pemberian MPASI dlm sehari
Jumlah Posts : 175
Jumlah di-Like : belum ada like

saya bantu shae ya Bund ^_^...

saya kutip dari artikel yang berjudul "Sukseskan MPASI Pertamanya" ( http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=456&catid=11 )

Makanan Pertama
Makanan pertama apa yang harus diberikan pada bayi? Ini adalah pertanyaan umum yang dilontarkan hampir setiap orangtua, khususnya Bunda. Apakah buah terlebih dahulu, sayuran atau tepung beras?
Pisang dan tepung beras adalah makanan yang paling sering diberikan oleh orangtua di Indonesia. Ada juga yang memberikan sayuran terlebih dahulu dengan harapan si kecil mudah diberikan sayuran nantinya. Beda hal-nya dengan Negara-negara Eropa yang biasanya menggunakan apel kukus yang ditaburi sedikit kayu manis sebagai MPASI pertama.
World Health Organization (WHO) menyarankan serelia atau makanan dari beras sebagai MPASI pertama bayi untuk memperkecil resiko alergi. Tetapi pada dasarnya apapun yang ada di lemari es Bunda bisa dijadikan MPASI pertamanya karena setiap anak memiliki keadaan yang berbeda-beda.
Untuk mengecek apakah si kecil alergi terhadap suatu makanan, berikanlah makanan yang sama 3-4 hari berturut-turut. Bila ia mengalami sembelit, muncul bintik-bintik merah, dll bisa jadi ia alergi pada makanan yang Bunda berikan.
 
Tekstur dan Jadwal Makan
Selain jenis makanan, yang perlu Bunda perhatikan adalah teksturnya. Sehari-hari biasanya bayi hanya mengonsumsi ASI/Sufor yang encer, tentu saja ia akan kaget dan menolak bila diberikan makanan yang terlalu pekat. Meskipun anjuran WHO dan UNICEF, makanan pekat dapat langsung diberikan pada bayi, tetapi pada prakteknya beberapa anak mengalami sembelit setelah mengonsumsi serelia yang terlalu pekat. Untuk itu pastikan selalu teksturnya mulai dari sangat encer hingga mengental.
Sebagai contoh untuk bayi usia 6 bulan Bunda bisa membuatkan bubur tepung beras, atau bubur beras yang encer dan disaring. Berikan 2-3 sendok makan atau sekitar 30-45ml setiap kali makan.
Bayi yang baru mulai mendapat MPASI tidak memiliki jadwal makan yang mengikat. Bunda boleh saja memberikan makan di waktu pagi, siang ataupun sore. Saat memasuki usia 7 bulan mulailah memberlakukan jadwal makan.
 
Tips :
- Jangan memaksa bayi menghabiskan porsi makannya. Biarkan saja bila ia sudah tidak mau. Itu artinya perutnya sudah merasa cukup.
- Catat reaksi anak pada jenis makanan tertentu. Apakah ia suka atau tidak. Kenali makanan favoritnya.
- Beli beberapa sendok warna unik untuk merayunya pada saat ia melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM).
- Saat ibu menyusui mengonsumsi sayuran, bayi dapat mengenal rasa tersebut melalui ASI, ini bisa menjadi cara awal mengenalkan rasa makanan pada bayi sebelum mendapat MPASI