SITE STATUS
Jumlah Member :
493.681 member
user online :
1364 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: efek creambath untuk penyakit flu

New Topic :  
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
So long long articcle ya,bund?Poin pentingnya disini :) 20 Mitos Kampanye Hitam Anti ImunisasiDr. Widodo Judarwanto Sp.A Imunisasi adalah investasi terbesar bagi anak di masa depan. Imunisasi adalah hak anak yang tidak bisa ditunda dan diabaikan sedikitpun. Imunisasi sudah terbukti manfaat dan efektivitasnya dan teruji keamanannya secara ilmiah dengan berdasarkan kejadian berbasis bukti. Tetapi masih banyak saja orangtua dan kelompok orang yang menyangsikannya. Setiap tahun ada sekitar 2,4 juta anak usia kurang dari 5 tahun di dunia yang meninggal karena penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh vaksinasi. Di Indonesia, sekitar 7 persen anak belum mendapatkan vaksinasi. Salah satu masalah utama yang menghambat keberhasilan program imunisasi adalah penyebaran informasi yang tidak benar dan menyesatkan tentang imunisasi. Hal itu adalah wajar terjadi karena demikian banyak informasi yang beredar yang tidak berdasarkan pemikiran dan dasar ilmiah meski dilakukan oleh seorang dokter. Hambatan lain adalah munculnya kelompok-kelompok antivaksinasi yang menyebabkan kampanye hitam dengan membawa faktor agama dan budaya. Biasanya, kelompok tertentu yang menyebarkan kampanye hitam imunisasi demi kepentingan pribadi khususnya dalam kepentingan bisnis terselubung yang mereka lakukan. Sebagian kelompok ini adalah yang berdiri dibelakang oknum pelaku naturopathy, food combining, homeopathy atau bisnis terapi herbal. Inilah 20 Mitos Tidak benar Yang Disebarkan Kampanye Hitam Anti Imunisasi : 1. Imunisasi tidak aman.Tidak Benar. Saat ini 194 negara terus melakukan vaksinasi untuk bayi dan balita. Badan resmi yang meneliti dan mengawasi vaksin di negara tersebut umumnya terdiri atas para dokter ahli penyakit infeksi, imunologi, mikrobiologi, farmakologi, epidemiologi, dan biostatistika. Sampai saat ini tidak ada negara yang melarang vaksinasi, justru semua negara berusaha meningkatkan cakupan imunisasi lebih dari 90% . 2. Terdapat "ilmuwan" menyatakan bahwa imunisasi berbahaya.Tidak benar imunisasi berbahaya. "Ilmuwan" yang sering dikutip di buku, tabloid, milis ternyata bukan ahli vaksin, melainkan ahli statistik, psikolog, homeopati, bakteriologi, sarjana hukum, wartawan. sehingga mereka tidak mengerti betul tentang vaksin. Sebagian besar mereka bekerja pada era tahun 1950- 1960, sehingga sumber datanya juga sangat kuno. 3. "Ilmuwan kuno" yang sering dikutip informasi di media masa atau media elektronik lainnya adalah ahli vaksin.Tidak benar. Mereka semua bukan ahli vaksin. Contoh : Dr Bernard Greenberg (biostatistika tahun 1950), DR. Bernard Rimland (Psikolog), Dr. William Hay (kolumnis), Dr. Richard Moskowitz (homeopatik), dr. Harris Coulter, PhD (penulis buku homeopatik, kanker), Neil Z. Miller, (psikolog, jurnalis), WB Clark (awal tahun 1950), Bernice Eddy (Bakteriologis tahun 1954), Robert F. Kenedy Jr (sarjana hukum) Dr. WB Clarke (ahli kanker, 1950an), Dr. Bernard Greenberg (1957-1959), Dr. William Hay, penulis buku "Immunisation: The Reality behind the Myth"(penggagas food combioning). Neil Z. Miller sering disebut sebagai peneliti vaksin internasional ternyata adalah medical research journalist dan natural health advocate. 4. Dokter Wakefield adalah "ahli vaksin", membuktikan MMR menyebabkan autisme.Tidak benar. Wakefield juga bukan ahli vaksin, dia dokter spesialis bedah. Penelitian Wakefield tahun 1998 hanya dengan sample 18. Banyak penelitian lain oleh ahli vaksin di beberapa negara menyimpulkan MMR tidak terbukti mengakibatkan autis. Setelah diaudit oleh tim ahli penelitian, terbukti bahwa Wakefield memalsukan data, sehingga kesimpulannya salah. Hal ini telah diumumkan di majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011. 5. Imunisasi sebabkan autisme.Tidak benar. Beberapa institusi atau badan dunia di bidang kesehatan yang independen dan sudah diakui kredibilitasnya juga melakukan kajian ilmiah dan penelitian tentang tidak adanya hubungan imunisasi dan autisme. Dari hasil kajian tersebut, dikeluarkan rekomendasi untuk tenaga profesional untuk tetap menggunakan imunisasi MMR dan thimerosal karena tidak terbukti mengakibatkan Autisme. The All Party Parliamentary Group on Primary Care and Public Health pada bulan Agustus 2000, menegaskan bahwa MMR aman. Dengan memperhatikan hubungan yang tidak terbukti antara beberapa kondisi seperti inflammatory bowel disease (gangguan pencernaan) dan autisme adalah tidak berdasar. WHO (World Health Organisation), pada bulan Januari 2001 menyatakan mendukung sepenuhnya penggunaan imunisasi MMR dengan didasarkan kajian tentang keamanan dan efikasinya. Beberapa institusi dan organisasi kesehatan bergengsi di Inggris pada Januari 2001 setelah mengadakan pertemuan dengan pemerintahan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yaitu MMR adalah vaksin yang sangat efektif dengan laporan keamanan yang sangat baik. The American Academy of Pediatrics (AAP), organisasi profesi dokter anak di Amerika Serikat pada tanggal 12 - 13 Juni 2000 mengadakan konferensi dengan topik "New Challenges in Childhood Immunizations" di Oak Brook, Illinois Amerika Serikat yang dihadiri para orang tua penderita autisme, pakar imunisasi kesehatan anak dan para peneliti. Pertemuan tersebut merekomendasikan bahwa tidak terdapat hubungan antara MMR dan autisme. Menyatakan bahwa pemberian imunisasi secara terpisah tidak lebih baik dibandingkan MMR, malahan terjadi keterlambatan imunisasi MMR. Selanjutnya akan dilakukan penelitian lebih jauh tentang penyebab autisme. 6. Thimerosal dalam kandungan autism sebagai penyebab autisme. Tidak benar. Penelitian yang mengungkapkan bahwa thimerosal tidak mengakibatkan Autis dilakukan oleh berbagai penelitian di antaranya dilakukan oleh Kreesten M. Madsen dkk dari berbagai intitusi di Denmark. Mereka mengadakan penelitian bersama terhadap anak usia 2 hingga 10 tahun sejak tahun 1970 hingga tahun 2000. Mengamati 956 anak sejak tahun 1971 hingga 2.000 anak dengan autis. Sejak thimerosal digunakan hingga tahun 1990 tidak didapatkan kenaikkan penderita auitis secara bermakna. Kemudian sejak tahun 1991 hingga tahun 2000 bersamaan dengan tidak digunakannya thimerosal pada vaksin ternyata jumlah penderita autis malah meningkat drastis. Kesimpulan penelitian tersebut adalah tidak ada hubungan antara pemberian thimerosal dengan autis. Demikian juga Stehr-Green P dkk, Department of Epidemiology, School of Public Health and Community Medicine, University of Washington, Seattle, WA, bulan Agustus 2003 melaporkan antara tahun 1980 hingga 1990 membandingkan prevalensi dan insiden penderita autisme di California, Swedia, dan Denmark yang mendapatkan ekposur dengan imunisasi thimerosal. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa insiden pemberian thimerosal pada autisme tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Geier DA dalam Jurnal Americans Physicians Surgery tahun 2003, menungkapkan bahwa thimerosal tidak terbukti mengakibatkan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan) dan penyakit jantung. Melalui forum National Academic Press tahun 2001, Stratton K dkk melaporkan tentang keamanan thimerosal pada vaksin dan tidak berpengaruh terhadap gangguan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan). Sedangkan Hviid A dkk dalam laporan di majalah JAMA 2004 mengungkapkan penelitian terhadap 2.986.654 anak per tahun didapatkan 440 kasus autis. Dilakukan pengamatan pada kelompok anak yang menerima thimerosal dan tidak menerima thimerosal. Ternyata tidak didapatkan perbedaan bermakna. Disimpulkan bahwa pemberian thimerosal tidak berhubungan dengan terjadinya autis. Menurut penelitian Eto, menunjukkan manifestasi klinis autis sangat berbeda dengan keracunan merkuri. Sedangkan Aschner, dalam penelitiannya menyimpulkan tidak terdapat peningkatan kadar merkuri dalam rambut, urin dan darah anak Autis. Pichichero melakukan penelitian terhadap 40 bayi usia 2-6 bulan yang diberi vaksin yang mengandung thimerosal dan dibandingkan pada kelompok kontrol tanpa diberi thimerosal. Setelah itu dilakukan evaluasi kadar thimerosal dalam tinja dan darah bayi tersebut. Ternyata thimerosal tidak meningkatkan kadar merkuri dalam darah, karena etilmerkuri akan cepat dieliminasi dari darah melalui tinja. Selain itu masih banyak lagi peneliti melaporkan hasil yang sama, yaitu thimerosal tidak mengakibatkan autisme. 7. Semua vaksin terdapat zat-zat berbahaya yang dapat merusak otak ?Tidak benar. Isu itu karena "ilmuwan" tersebut di atas tidak mengerti isi vaksin, manfaat, dan batas keamanan zat-zat di dalam vaksin. Contoh: jumlah total etil merkuri yang masuk ke tubuh bayi melalui vaksin sekitar 2 mcg/kgbb/minggu, sedangkan batas aman menurut WHO adalah jauh lebih banyak (159 mcg/kgbb/minggu). Oleh karena itu vaksin mengandung merkuri dengan dosis yang sangat rendah dan dinyatakan aman oleh WHO dan badan-badan pengawasan lainnya. 8. Vaksin terbuat dari nanah, dibiakkan di janin anjing, babi, manusia yang sengaja digugurkan?Tidak benar. Isu itu bersumber dari "ilmuwan" 50 tahun lalu (tahun 1961-1962). Pengetahuan imunologi, biomolekuilar vaksin dan tknologi pembuatan vaksin berkembang sangat pesat. Sekarang tidak ada vaksin yang terbuat dari nanah atau dibiakkan embrio anjing, babi, atau manusia. Metode baru dan teknologi paling modern dari manipulasi biomolekuler telah diyakini teknologi vaksin baru sekarang memasuki "zaman keemasan." Perbaikan vaksin sangat mungkin dilakukan di masa depan untuk mendapatkan keamanan dan efektifitas vaksin lebih hebat lagi 9. Imunisasi tak masuk akal bermanfaat.Tidak benar. Pendapat yang menyesatkan yang tidak berdasarkan kajian ilmiah dan penelitian ilmiah dikeluarkan oleh Dr. William Hay seorang dokter yang bergerak di bidang food combining, dalam buku "Immunisation: The Reality behind the Myth""Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya." Padahal sampai saat ini 194 negara di seluruh dunia yakin bahwa imunisasi aman dan bermanfaat mencegah wabah, sakit berat, cacat, dan kematian pada bayi dan balita. Terbukti 194 negara tersebut terus menerus melaksanakan program imunisasi, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dengan cakupan umumnya lebih dari 85 %. Ribuan penelitian tentang efikasi dan manfaat vaksi secara biomolekular dan secara statistik bermanfaat secara bermakna. 10. Vaksin mengandung lemak babi ?Tidak benar. Hanya sebagian kecil dari vaksin yang pernah bersinggungan dengan tripsin pada proses pengembangan maupun pembuatannya seperti vaksin polio injeksi (IPV) dan meningitis. Pada vaksin meningitis, pada proses penyemaian induk bibit vaksin tertentu 15 ? 20 tahun lalu, ketika panen bibit vaksin tersebut bersinggungan dengan tripsin pankreas babi untuk melepaskan induk vaksin dari persemaiannya. Tetapi kemudian induk bibit vaksin tersebut dicuci dan dibersihkan total, sehingga pada vaksin yang disuntikkan tidak mengandung tripsin babi. Atas dasar itu maka Majelis Ulama Indonesia berpendapat vaksin itu boleh dipakai, selama belum ada penggantinya. Contohnya vaksin meningokokus (meningitis) haji diwajibkan oleh Saudi Arabia bagi semua jemaah haji untuk mencegah radang otak karena meningokokus. 11. Vaksin yang dipakai di Indonesia buatan Amerika ?Tidak benar. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Bio Farma Bandung, yang merupakan BUMN, dengan 98,6% karyawannya adalah Muslim. Proses penelitian dan pembuatannya mendapat pengawasan ketat dari ahli-ahli vaksin di BPOM dan WHO. Vaksin-vaksin tersebut juga diekspor ke 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, seperti Iran dan Mesir. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Biofarma Bandung. Vaksin-vaksin tersebut dibeli dan dipakai oleh 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam 12. Program imunisasi hanya di negara Muslim dan miskin agar menjadi bangsa yang lemah?Tidak benar. Imunisasi saat ini dilakukan di 194 negara, termasuk negara-negara maju dengan status sosial ekonomi tinggi, dan negara-negara non-Muslim. Kalau imunisasi bisa melemahkan bangsa, maka mereka juga akan lemah, karena mereka juga melakukan program imunisasi, bahkan lebih dulu dengan jenis vaksin lebih banyak. Kenyataanya : bangsa dengan cakupan imunisasi lebih tinggi justru lebih kuat. Jadi terbukti bahwa imunisasi justru memperkuat kekebalan terhadap penyakit infeksi, bukan melemahkan. 13. Di Amerika banyak kematian bayi akibat vaksin ?Tidak benar. Isu itu karena penulis tidak faham data Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA Amerika tahun 1991-1994, yang mencatat 38.787 laporan kejadian ikutan pasca imunisasi, oleh penulis angka tersebut ditafsirkan sebagai angka kematian bayi 1 - 3 bulan. Kalau memang benar angka kematian begitu tinggi tentu FDA AS akan heboh dan menghentikan vaksinasi. Faktanya Amerika tidak pernah meghentikan vaksinasi bahkan mempertahankan cakupan semua imunisasi di atas 90 %. Angka tersebut adalah semua keluhan nyeri, gatal, merah, bengkak di bekas suntikan, demam, pusing, muntah yang memang rutin harus dicatat kalau ada laporan masuk. Kalau ada 38.787 laporan dari 4,5 juta bayi berarti KIPI hanya 0,9 %. 14. Banyak bayi balita meninggal pada imunisasi masal campak di Indonesia ?Tidak benar. Setiap laporan kecurigaan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) selalu dikaji oleh Komnas/Komda KIPI yang terdiri dari pakar-pakar penyakit infeksi, imunisasi, imunologi. Setelah dianalisis dari keterangan keluarga, dokter yang merawat di rumah sakit, hasil pemeriksaan fisik, dan laboratorium, ternyata balita tersebut meninggal karena radang otak, bukan karena vaksin campak. Pada bulan itu ada beberapa balita yang tidak imunisasi campak juga menderita radang otak. Berarti kematian balita tersebut bukan karena imunisasi campak, tetapi karena radang otak. 15. Demam, bengkak, merah setelah imunisasi adalah bukti vaksin berbahaya?Tidak benar. Demam, merah, bengkak, gatal di bekas suntikan adalah reaksi wajar setelah vaksin masuk ke dalam tubuh. Seperti rasa pedas dan berkeringat setelah makan sambal adalah reaksi normal tubuh kita. Umumnya keluhan tersebut akan hilang dalam beberapa hari. Boleh diberi obat penurun panas, dikompres. Bila perlu bisa konsul ke petugas kesehatan terdekat. 16. Program imunisasi gagal?Tidak benar. Isu-isu tersebut bersumber dari data yang sangat kuno (50-150 tahun lalu) hanya dari 1 - 2 negara saja, sehingga hasilnya sangat berbeda dengan hasil penelitian terbaru, karena vaksinnya sangat berbeda. Isu vaksin cacar variola gagal, berdasarkan data yang sangat kuno, di Inggris tahun 1867 - 1880 dan Jepang tahun 1872-1892. Fakta terbaru sangat berbeda, bahwa dengan imunisasi cacar di seluruh dunia sejak tahun 1980 dunia bebas cacar variola. Isu vaksin difteri gagal, berdasarkan data di Jerman tahun 1939. Fakta sekarang: vaksin difteri dipakai di seluruh dunia dan mampu menurunkan kasus difteri hingga 95 %. Isu pertusis gagal hanya dari data di Kansas dan Nova Scottia tahun 1986. Isu vaksin campak berbahaya hanya berdasar penelitian 1989-1991 pada anak miskin berkulit hitam di Meksiko, Haiti dan Afrika. 17. Program imunisasi gagal, karena setelah diimunisasi bayi balita masih bisa tertular penyakit tersebut ?Tidak benar. Program imunisasi di seluruh dunia tidak pernah gagal. Perlindungan vaksin memang tidak 100%. Bayi dan balita yang telah diimunisasi masih bisa tertular penyakit, tetapi jauh lebih ringan dan tidak berbahaya. Banyak penelitian imunologi dan epidemiologi di berbagai membuktikan bahwa bayi balita yang tidak diimunisasi lengkap tidak mempunyai kekebalan spesifik terhadap penyakit-penyakit berbahaya. Mereka mudah tertular penyakit tersebut, akan menderita sakit berat, menularkan ke anak-anak lain, menyebar luas, terjadi wabah, menyebabkan banyak kematian dan cacat. 18. Vaksin berbahaya, tidak effektif, tidak dilakukan di negara maju ?Tidak benar. Karena di Indonesia ada orang-orang yang tidak mengerti tentang vaksin dan imunisasi, hanya mengutip dari "ilmuwan" tahun 1950 -1960 yang ternyata bukan ahli vaksin, atau berdasar data-data 30 - 40 tahun lalu (1970 - 1980an) atau hanya dari 1 sumber yang tidak kuat. Atau dia mengutip Wakefield spesialis bedah, bukan ahli vaksin, yang penelitiannya dibantah oleh banyak tim peneliti lain, dan oleh majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011 penelitian Wakefield dinyatakan salah atau bohong. Ia hanya berdasar kepada 1 - 2 laporan kasus yang tidak diteliti lebih lanjut secara ilmiah, hanya berdasar logika biasa. Badan penelitian di berbagai negara membuktikan bahwa dengan meningkatkan cakupan imunisasi, maka penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi berkurang secara bermakna. Oleh karena itu, saat ini program imunisasi dilakukan terus menerus di 194 negara, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. 19. ASI, gizi, dan suplemen herbal sudah cukup menggantikan imunisasi .Tidak ada satupun badan penelitian di dunia yang menyatakan bisa, karena kekebalan yang dibentuk sangatlah berbeda. ASI, gizi, suplemen herbal, kebersihan, hanya memperkuat pertahanan tubuh secara umum, karena tidak membentuk kekebalan spesifik terhadap kuman tertentu. Kalau jumlah kuman banyak dan ganas, perlindungan umum tidak mampu melindungi bayi, sehingga masih bisa sakit berat, cacat atau bahkan mati. Imunisasi merangsang pembentukan antibodi dan kekebalan seluler yang spesifik terhadap kuman-kuman atau racun kuman tertentu, sehingga bekerja lebih cepat, efektif, dan efisien untuk mencegah penularan penyakit yang berbahaya. Selain diberi imunisasi, bayi harus diberi ASI eksklusif, makanan pendamping ASI dengan gizi lengkap dan seimbang, kebersihan badan, makanan, minuman, pakaian, mainan, dan lingkungan. Suplemen diberikan sesuai kebutuhan individual yang bervariasi. Selain itu bayi harus diberikan kasih sayang dan stimulasi bermain untuk mengembangkan kecerdasan, kreatifitas dan perilaku yang baik. 20. Imunisasi dan Konspirasi Zionisme di dalamnya.Tidak benar. Jika dirunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, dapat ditemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Di dunia internasional banyak yayasan sosial yang mendanai penelitian ilmiah tentang vaksin dan masalah kesehatan masyarakat lainnya. Memang Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia tetapi sebenarnya mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya (The UN's WHO was established by the Rockefeller family's foundation in 1948 - the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government's National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation's Public Health Service (PHS). Yayasan Rockefeller yang berdiri sejak tahun 1913 dan kredibilitasnya telah diakui dunia kesehatan Internasional yang berupaya meningkatkan kesehatan global dengan bekerja untuk mengubah sistem kesehatan sehingga lebih mudah diakses dan terjangkau masyarakat tidak mampu. Yayasan kesehatan dunia ini juga menghubungkan jaringan surveilans penyakit global untuk membantu mereka yang berjuang meminimalkan penyebaran penyakit menular yang dapat menyebabkan pandemi. Yayasan ini juga meningkatkan monitoring, deteksi dan respon terhadap penyakit menular seperti Ebola, SARS, dan flu burung untuk mencegah pandemi. Memperluas penggunaan teknologi untuk meningkatkan perawatan kesehatan. Melibatkan sektor swasta untuk bekerja dengan sektor publik dalam mengembangkan praktik dan kebijakan untuk menyediakan dan mendanai pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Sikap orang tua dalam menghadapi kampanye hitam * Bila mendengar dan mengetahui kontroversi tersebut, maka pasti akan membingungkan masyarakat awam. Hal ini terjadi karena yang memberikan informasi yang tidak benar tersebut adalah para ahli kedokteran tetapi yang tidak berkompeten sesuai keahliannya. Untuk menyikapinya kita harus cermat dan teliti dan berpikiran lebih jernih. Kalau mengamati beberapa penelitian yang mendukung adanya berbagai kejadian berhubungan dengan imunisasi, mungkin benar sebagai pemicu atau sebagai co-accident atau kebetulan. * Penelitian yang menunjukkan hubungan keterkaitan imunisasi dan berbagai hal yang tidak benar hanya dilihat dalam satu kelompok kecil (populasi). Secara statistik hal ini hanya menunjukkan hubungan, tidak menunjukkan sebab akibat. Kita juga tidak boleh langsung terpengaruh pada laporan satu atau beberapa kasus, misalnya bila orang tua anak autism berpendapat bahwa anaknya timbul gejala autism setelah imunisasi. Kesimpulan tersebut tidak bisa digeneralisasikan terhadap anak sehat secara umum (populasi lebih luas). Kalau itu terjadi bisa saja kita juga terpengaruh oleh beberapa makanan yang harus dihindari oleh penderita autism juga juga akan dihindari oleh anak sehat lainnya. Jadi logika tersebut harus dicermati dan dimengerti. * Menanggapi tantangan tersebut, Prof Sri Rezeki Hadinegoro, Ketua Pelaksana Konferensi Vaksin Se-Asia 3 mengatakan, pemerintah bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melakukan pendekatan kepada ulama dan masyarakat untuk memberikan pemahaman yang benar. "Kami tidak melawan pemahaman kelompok antivaksin, tetapi jangan memutarbalikkan fakta pada masyarakat," kata Sri dalam acara jumpa pers pelaksanaan Konferensi Vaksinasi Asia Ke-3 di Jakarta, Kamis (28/7/2011). * Ketua Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama menambahkan, masyarakat seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan keamanan dan kehalalan vaksin yang beredar. "Pemerintah menjamin semua vaksin yang beredar sesuai kaidah-kaidah yang berlaku. Pada kasus kontroversi vaksin meningitis untuk jemaah haji, kami mengikuti saran MUI," katanya. * Persoalan black campaign dari vaksin ternyata juga ditemui di negara-negara lain, misalnya di Filipina. Menurut Enrique Tayag, President of Philliphine Foundation for Vaccination, kelompok antivaksin juga menjadi tantangan. "Bagaimanapun masyarakat harus diingatkan manfaat vaksin untuk kesehatan anak jauh lebih besar daripada efek samping yang ditakutkan," katanya dalam kesempatan yang sama. Hambatan lain adalah munculnya kelompok-kelompok antivaksinasi yang menyebabkan kampanye hitam dengan membawa faktor agama dan budaya. Biasanya kelompok tertentu yang menyebarkan kampanye hitam imunisasi demi kepentingan pribadi khususnya dalam kepentingan bisnis terselubung yang mereka lakukan. Sebagian kelompok ini adalah yang dilakukan oleh oknum pelaku naturopathy, homeopathy, food combining, atau bisnis terapi herbal. Sebagian dari kelompok ini juga dilakukan oleh dokter bahkan beberapa profesor. Tetapi semuanya bukan berasal dari ahli medis, dokter atau profesior yang berkompeten di bidangnya seperti ahli kesehatan anak, ahli vaksin, ahli imunologi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak juga dokter atau profesor yang bergerak di bidang bisnis terapi alternatif atau non medis. Meski sebenarnya ilmu dan aliran terapi alternatif tersebut pada umumnya sangat baik, tetapi sayangnya sebagian kecil di antara mereka demi keberhasilan bisnis mereka mengorbankan kepentingan anak di dunia dengan menyebarkan informasi tidak benar dan menyesatkan.   Benarkah imunisasi lumpuhkan generasi?Dr Piprim B Yanuarso SpA (K)Konsultan Kardiologi Anak Bagian Anak FKUI/RSCM JakartaPengurus PP IDAI, JakartaPencinta anak-anak dan ibunya anak-anak.  Pendahuluan Akhir-akhir ini kita sering mendengar atau melihat seminar dengan judul yang membuat mata seorang dokter terbelalak. "Imunisasi lumpuhkan generasi" atau "Wahai para orangtua bekali dirimu dengan pengetahuan tentang bahaya imunisasi". Sebagai seorang dokter saya lalu merenung, bila benar apa yang mereka serukan itu, betapa besar dosa saya sebagai dokter anak yang sering mengimunisasi bayi dan anak yang datang ke tempat praktek. Betapa jahatnya saya sebagai manusia karena telah mengimunisasi begitu banyak bayi dan anak selama ini, bahkan sejak saya masih sebagai dokter umum di puskesmas dahulu. Lalu saya merenung dan mencoba meneliti kembali permasalahan ini. Siapa sebenarnya yang salah dan siapa yang benar? Dalam kontroversi yang memuat perbedaan 180 derajat ini, tidak mungkin kedua-duanya salah atau benar. Pasti salah satu benar dan yang lain salah. Dan saya khawatir bila selama ini sayalah yang bersalah itu. Saya sungguh khawatir jangan-jangan saya telah melumpuhkan begitu banyak generasi muda. Jangan-jangan saya telah melakukan dosa kemanusiaan yang sangat besar. Galau habis-habisan.Rasa galau itu membuat saya membuka-buka literatur dan data yang ada tentang permasalahan imunisasi. Saya mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan seruan yang menentang keras imunisasi. Suatu pernyataan yang sangat bertolak belakang dengan yang selama ini saya pelajari bahwa imunisasi itu suatu tindakan preventif yang amat bermanfaat buat kemanusiaan. Di lain pihak kegalauan saya juga semakin menjadi bila mengingat andai seruan tersebut kemudian menyebar ke masyarakat luas lalu apa yang akan terjadi dengan bayi-bayi mungil tak berdosa itu di kemudian hari? Mungkinkah penyakit-penyakit berat yang dapat dicegah dengan imunisasi akan bangkit kembali dari kuburnya gara-gara seruan itu? Masalah ini justru menimbulkan kegalauan lebih dalam bagi saya. Apakah sebenarnya imunisasi itu? Sebelum melangkah lebih jauh mari kita bahas sekilas apakah yang dimaksud dengan imunisasi. Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak terpajan pada penyakit tersebut ia tidak menjadi sakit. Kekebalan yang diperoleh dari imunisasi dapat berupa kekebalan pasif maupun aktif. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan pasif disebut imunisasi pasif, dengan cara memberikan antibodi atau faktor kekebalan kepada seseorang yang membutuhkan. Contohnya adalah pemberian imunoglobulin spesifik untuk penyakit tertentu, misalnya imunoglobulin antitetanus untuk penyakit tetanus. Contoh lain adalah kekebalan pasif alamiah antibodi yang diperoleh janin dari ibu. Kekebalan jenis ini tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh. Kekebalan aktif dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen secara alamiah atau melalui imunisasi. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan aktif disebut imunisasi aktif dengan memberikan zat bioaktif yang disebut vaksin, dan tindakan itu disebut vaksinasi. Kekebalan yang diperoleh dari vaksinasi berlangsung lebih lama dari kekebalan pasif karena adanya memori imunologis, walaupun tidak sebaik kekebalan aktif yang terjadi karena infeksi alamiah. Untuk memperoleh kekebalan aktif dan memori imunologis yang efektif maka vaksinasi harus mengikuti cara pemakaian dan jadwal yang telah ditentukan melalui bukti uji klinis yang telah dilakukan. Tujuan imunisasi adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tersebut pada sekelompok masyarakat (populasi), atau bahkan menghilangkannya dari dunia seperti kita lihat pada keberhasilan imunisasi cacar variola. Keadaan terakhir ini lebih mungkin terjadi pada jenis penyakit yang hanya dapat ditularkan melalui manusia, seperti penyakit difteri dan poliomielitis. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan seumur hidup dan akan menjadi beban bagi masyarakat di kemudian hari. Sampai saat ini terdapat 19 jenis vaksin untuk melindungi 23 PD3I di seluruh dunia dan masih banyak lagi vaksin yang sedang dalam penelitian. Adakah bukti bahwa imunisasi bermanfaat ? Pertanyaan selanjutnya yang perlu dijawab adalah adakah manfaat imunisasi? Ataukah imunisasi hanya bikin mudhorot (keburukan) buat kemanusiaan? Untuk menjawab pertanyaan ini saya kemudian menelaah berbagai data status kesehatan masyarakat sebelum dan sesudah ditemukannya imunisasi di berbagai negara. Namun saya ingin menampilkan data dari negara maju seperti Amerika Serikat, karena kelompok antiimunisasi selalu menuduh bahwa imunisasi adalah sebuah proyek konspirasi dari negara ini untuk melumpuhkan generasi muda di seluruh dunia.Sebelum adanya vaksin polio, terdapat 13.000 - 20.000 (16.316) kasus lumpuh layuh akut akibat polio dilaporkan setiap tahun di AS meninggalkan ribuan korban penderita cacat karena polio yang mesti menggunakan tongkat penyangga atau kursi roda. Saat ini AS dinyatakan bebas kasus polio. Angka penurunan mencapai 100%.Sebelum adanya imunisasi campak, 503.282 kasus campak terjadi setiap tahun dan 20% di antaranya dirawat dengan jumlah kematian mencapai 450 orang pertahun akibat pneumonia campak. Setelah ada imunisasi campak kasus menurun hingga 55 kasus pertahun pada tahun 2006. Angka penurunan 99.9%.Sebelum ditemukan imunisasi difteri terjadi 175.885 kasus difteri per tahun dengan angka kematian mencapai 15.520 kasus. Setelah imunisasi ditemukan tahun 2001 jumlahnya menurun menjadi 2 kasus dan tahun 2006 tidak ada lagi laporan kasus difteri. Angka penurunan mencapai 100%Sebelum tahun 1940an terdapat 150.000-260.000 kasus pertussis setiap tahun dengan angka kematian mencapai 9000 kasus setahun. Setelah imunisasi pertussis ditemukan angka kematian menurun menjadi 30 kasus setahun. Namun dengan seruan antiimunisasi yang marak di AS terjadi lagi peningkatan kasus secara signifikan di beberapa negara bagian. Pada 8 negara bagian terjadi peningkatan kasus 10-100 kali lipat pada saat cakupan imunisasi pertussis menurun drastis.Sebelum vaksin HiB ditemukan, HiB nerupakan penyebab tersering meningitis bakteri (radang selaput otak) di AS, dengan 20.000 kasus per tahun. Meningitis HiB menyebabkan kematian 600 anak pertahun dan meninggalkan kecacatan berupa tuli, kejang, dan retardasi mental pada anak yang selamat. Pada tahun 2006 kasus meningitis HIB menurun menjadi 29 kasus. Angka penurunan 99.9%.Hampir 90% bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi Rubella saat hamil trimester pertama akan mengalami sindrom Rubella kongenital, berupa penyakit jantung bawaan, katarak kongenital, dan ketulian. Pada tahun 1964 sekitar 20.000 bayi lahir dengan sindrom Rubella kongenital ini, mengakibatkan 2100 kematian neonatal dan 11.250 abortus. Setelah adanya imunisasi hanya dilaporkan 6 kasus sindrom Rubella kongenital pada tahun 2000. Kasus Rubella secara umum menurun dari 47.745 kasus menjadi hanya 11 kasus pertahun pada tahun 2006. Angka penurunan 99.9%.Hampir 2 milyar orang telah terinfeksi hepatitis B suatu saat dalam hidupnya. Sejuta di antaranya meninggal setiap tahun karena penyakit sirosis hati dan kanker hati. Sekitar 25% anak-anak yang terinfeksi hepatitis B dapat diperkirakan akan meninggal karena penyakit hati pada saat dewasa. Terjadi penurunan jumlah kasus baru dari 450.000 kasus pada tahun 1980 menjadi sekitar 80.000 kasus pada tahun 1999. Penurunan terbanyak terjadi pada anak dan remaja yang mendapat imunisasi rutin.Di seluruh dunia penyakit tetanus menyebabkan kematian pada 300.000 neonatus dan 30.000 ibu melahirkan setiap tahunnya dan mereka tidak diimunisasi adekuat. Tetanus sangat infeksius namun tidak menular, sehingga tidak seperti PD3I yang lain, imunisasi pada anggota suatu komunitas tidak dapat melindungi orang lain yang tidak diimunisasi. Karena bakteri tetanus terdapat banyak di lingkungan kita, maka tetanus hanya bisa dicegah dengan imunisasi. Bila program imunisasi tetanus distop, maka semua orang dari berbagai usia akan rentan menderita penyakit ini.Sekitar 212.000 kasus mumps (gondongan) terjadi di AS pada tahun 1964. Setelah ditemukannya vaksin mumps pada tahun 1967 insidens penyakit ini menurun menjadi hanya 266 kasus pada tahun 2001. Namun pada tahun 2006 terjadi KLB di kalangan mahasiswa, sebagian besar di antara mereka menerima 2 kali vaksinasi. Terjadi lebih dari 5500 kasus pada 15 negara bagian. Mumps merupakan penyakit yang sangat menular dan hanya butuh beberapa orang saja yang tidak diimunisasi untuk memulai transmisi penyakit sebelum menyebar luas. Sebelum vaksin pneumokokus ditemukan, pneumokokus menyebabkan 63.000 kasus invassive pneumococcal disease (IPD) dengan 6100 kematian di AS setiap tahun. Banyak anak yang menderita gejala sisa berupa ketulian dan kejang-kejang. Dari data di atas para ahli menyimpulkan bahwa imunisasi adalah salah satu di antara program kesehatan masyarakat yang paling sukses dan cost-effective . Program imunisasi telah menyebabkan eradikasi penyakit cacar (variola, smallpox), eliminasi campak dan poliomielitis di berbagai belahan dunia. dan penurunan signifikan pada morbiditas dan mortalitas akibat penyakit difteri, tetanus, dan pertussis. Badan kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2003 memperkirakan 2 juta kematian anak dapat dicegah dengan imunisasi. Katz (1999) bahkan menyatakan bahwa imunisasi adalah sumbangan ilmu pengetahuan yang terbaik yang pernah diberikan para ilmuwan di dunia ini.  Miskonsepsi tentang imunisasi Meskipun imunisasi telah terbukti banyak manfaatnya dalam mencegah wabah dan PD3I di berbagai belahan dunia, namun masih terdapat sebagian orang yang memiliki miskonsepsi terhadap imunisasi. Secara umum berikut ini adalah beberapa miskonsepsi yang sering terjadi di masyarakt: A. Penyakit-penyakit tersebut (PD3I) sebenarnya sudah mulai menghilang sebelum vaksin ditemukan karena meningkatnya higiene dan sanitasi.Pernyataan sejenis ini dan variasinya sangat banyak dijumpai pada literatur antivaksin. Namun bila melihat insidens aktual PD3I sebelum dan sesudah ditemukannya vaksin kita tidak lagi meragukan manfaat vaksinasi. Sebagai contoh kita lihat kasus meningitis HiB di Canada. Higiene dan sanitasi sudah dalam keadaan baik sejak tahun 1990, namun kejadian meningitis HiB sebelum program imunisasi dilaksanakan mencapai 2000 kasus per tahun dan setelah imunisasi rutin dijalankan menurun menjadi 52 kasus saja dan mayoritas terjadi pada bayi dan anak yang tidak diimunisasi. Contoh lain adalah pada 3 negara maju (Inggris, Swedia, dan Jepang) yang menghentikan program imunisasi pertussis karena ketakutan terhadap efek samping vaksin pertussis. Di Inggris tahun 1974 cakupan imunisasi menurun drastis dan diikuti dengan terjadinya wabah pertussis pada tahun 1978, ada 100.000 kasus pertussis dengan 36 kematian. Di Jepang pada kurun waktu yang sama cakupan imunisasi pertussis menurun dari 70% menjadi 20-40% hal ini menyebabkan lonjakan kasus pertussis dari 393 kasus dengan 0 kematian menjadi 13.000 kasus dengan 41 kematian karena pertussis pada tahun 1979. Di Swedia pun sama, dari 700 kasus pada tahun 1981 meningkat menjadi 3200 kasus pada tahun 1985. Pengalaman tersebut jelas membuktikan bahwa tanpa imunisasi bukan saja penyakit tidak akan menghilang namun juga akan hadir kembali saat program imunisasi dihentikan. B. Mayoritas anak yang terkena penyakit justru yang sudah diimunisasi.Pernyataan ini juga sering dijumpai pada literatur antivaksin. Memang dalam suatu kejadian luar biasa (KLB) jumlah anak yang sakit dan pernah diimunisasi lebih banyak daripada anak yang sakit dan belum diimunisasi. Penjelasan masalah tersebut sebagai berikut: pertama tidak ada vaksin yang 100% efektif. Efektivitas sebagian besar vaksin pada anak adalah sebesar 85-95%, tergantung respons individu. Kedua: proporsi anak yang diimunisasi lebih banyak daripada anak yang tidak diimunisasi di negara yang menjalankan program imunisasi. Bagaimana kedua faktor tersebut berinteraksi diilustrasikan dalam contoh berikut. Suatu sekolah mempunyai 1000 murid. Semua murid pernah diimunisasi campak 2 kali kecuali 25 yang tidak pernah sama sekali. Ketika semua murid terpapar campak, 25 murid yang belum diimunisasi semuanya menderita campak. Dari kelompok yang telah diimunisasi campak 2 kali, sakit 50 orang. Jumlah seluruh yang sakit 75 orang dan yang tidak sakit 925 orang. Kelompok antiimunisasi akan mengatakan bahwa persentase murid yang sakit adalah 67 % (50/75) dari kelompok yang pernah imunisasi, dan 33% (25/75) dari kelompok yang tidak diimunisasi. Padahal bila dihitung dari efek proteksi, maka imunisasi memberikan efek proteksi sebesar (975-25)/975 = 94.8%. Yang tidak diimunisasi efek proteksi sebesar 0/25= 0%. Dengan kata lain, 100% murid yang tidak mendapat imunisasi akan sakit campak; dibanding hanya 5,2% dari kelompok yang diimunisasi yang terkena campak. Jelas bahwa imunisasi berguna untuk melindungi anak. C. Vaksin menimbulkan efek samping yang berbahaya, kesakitan, dan bahkan kematianVaksin merupakan produk yang sangat aman. Hampir semua efek simpang vaksin bersifat ringan dan sementara, seperti nyeri pada bekas suntikan atau demam ringan. Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) secara definitif mencakup semua kejadian sakit pasca imunisasi. Prevalensi dan jenis sakit yang tercantum dalam KIPI hampir sama dengan prevalensi dan jenis sakit dalam keadaan sehari-hari tanpa adanya program imunisasi. Hanya sebagian kecil yang memang berkaitan dengan vaksin atau imunisasinya, sebagian besar bersifat koinsidens. Kematian yang disebabkan oleh vaksin sangat sedikit. Sebagai ilustrasi semua kematian yang dilaporkan di Amerika sebagai KIPI pada tahun 1990-1992, hanya 1 yang mungkin berhubungan dengan vaksin. Institut of Medicine (IOM) tahun 1994 menyatakan bahwa risiko kematian akibat vaksin adalah amat rendah (extra-ordinarily low). Besarnya risiko harus dibandingkan dengan besarnya manfaat vaksin. Bila satu efek simpang berat terjadi dalam sejuta dosis vaksin namun tidak ada manfaat vaksin, maka vaksin tersebut tidak berguna. Manfaat imunisasi akan lebih jelas bila risiko penyakit dibandingkan dengan risiko vaksin. Contoh vaksin MMR (melindungi campak, mumps (gondongan) dan rubella (campak jerman)pneumonia campak : risiko kematian 1:3000 risiko alergi berat MMR 1:1000.000Ensefalitis mumps : 1 : 300 pasien mumps, risiko ensefalitis MMR 1:1000.000Sindrom rubella kongenital : 1 : 4 bayi dari ibu hamil kena rubella Contoh vaksin DPaT (melindungi difteri, pertussis, dan tetanus)Difteri : risiko kematian 1 : 20, risiko menangis lama sementara 1 : 100Tetanus : risiko kematian 1 : 30, risiko kejang sembuh sempurna 1 : 1750Pertussis : risiko ensefalitis pertussis 1 : 20, risiko ensefalitis DPaT 1 : 1000.000  D. Penyakit penyakit tersebut (PD3I) telah tidak ada di negara kita sehingga anak tidak perlu diimunisasiAngka kejadian beberapa penyakit yang termasuk PD3I memang telah menurun drastis. Namun kejadian penyakit tersebut masih cukup tinggi di negara lain. Siapa pun termasuk wisatawan dapat membawa penyakit tersebut secara tidak sengaja dan dapat menimbulkan wabah. Hal tersebut serupa dengan KLB polio di Indonesia pada tahun 2005 lalu. Sejak tahun 1995 tidak ada kasus polio yang disebabkan oleh virus polio liar. Pada bulan April 2005, Laboratorium Bioofarma di Bandung mengkonfirmasi adanya virus polio liar tipe 1 pada anak berusia 18 bulan yang menderita lumpuh layuh akut pada bulan Maret 2005. Anak tersebut tidak pernah diimunisasi sebelumnya. Virus polio itu selanjutnya menyebabkan wabah merebak ke 10 propinsi, 48 kabupaten. Sampai bulan April 2006 tercatat 349 kasus polio, termasuk 46 kasus VDVP (vaccine derived polio virus) di Madura. Dari analisis genetik virus diketahui bahwa virus berasal dari Afrika barat. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa virus sampai ke Indonesia melalui Nigeria dan Sudan sama seperti virus yang diisolasi di Arab Saudi dan Yaman. Dari pengalaman tersebut terbukti bahwa anak tetap harus mendapat imunisasi karena dua alasan. Alasan pertama adalah anak harus dilindungi. Meskipun risiko terkena penyakit adalah kecil, bila penyakit masih ada, anak yang tidak terproteksi tetap berpeluang terinfeksi. Alasan kedua imunisasi anak penting untuk melindungi anak lain di sekitarnya. Terdapat sejumlah anak yang tak dapat diimunisasi (misalnya karena alergi berat terhadap komponen vaksin) dan sebagian kecil anak yang tidak memberi respons terhadap imunisasi. Anak-anak tersebut rentan terhadap penyakit dan perlindungan yang diharapkan adalah dari orang-orang di sekitarnya yang tidak sakit dan tidak menularkan penyakit kepadanya. E. Pemberian vaksin kombinasi (multipel) meningkatkan risiko efek simpang yang berbahaya dan dapat membebani sistem imunAnak-anak terpapar pada banyak antigen setiap hari. Makanan dapat membawa bakteri yang baru ke dalam tubuh. Sistem imun juga akan terpapar oleh sejumlah bakteri hidup di mulut dan hidung. Infeksi saluran pernapasan bagian atas akan menambah paparan 4-10 antigen, sedangkan infeksi streptokokus pada tenggorokan memberi paparan 25-50 antigen. Tahun 1994 IOM menyatakan bahwa dalam keadaan normal penambahan jumlah antigen dalam vaksin tidak mungkin akan memberikan beban tambahan pada sistem imun dan tidak bersifat imunosupresif. Data penelitian menunjukkan bahwa imunisasi simultan dengan vaksin multipel tidak membebani sistem imun anak normal. Pada tahun 1999 Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP), American Academy of Pediatrics (AAP), dan American Academy of Family Physicians (AAFP) merekomendasi pemberian vaksin kombinasi untuk imunisasi anak. Keuntungan vaksin kombinasi adalah mengurangi jumlah suntikan, mengurangi biaya penyimpanan dan pemberian vaksin, mengurangi jumlah kunjungan ke dokter, dan memfasilitasi penambahan vaksin baru ke dalam program imunisasi. F. Vaksin MMR menyebabkan autismeBeberapa orangtua anak dengan autisme percaya bahwa terdapat hubungan sebab akibat antara vaksin MMR dengan autisme. Gejala khas autisme biasanya diamati oleh orangtua saat anak mulai tampak gejala keterlambatan bicara setelah usia lewat satu tahun. Vaksin MMR diberikan pada usia 15 bulan (di luar negeri 12 bulan). Pada usia sekitar inilah biasanya gejala autisme menjadi lebih nyata. Meski pun ada juga kejadian autisme mengikuti imunisasi MMR pada beberapa kasus. Akan tetapi penjelasan yang paling logis dari kasus ini adalah koinsidens. Kejadian yang bersamaan waktu terjadinya namun tidak terdapat hubungan sebab akibat. Kejadian autisme meningkat sejak 1979 yang disebabkan karena meningkatnya kepedulian dan kemampuan kita mendiagnosis penyakit ini, namun tidak ada lonjakan secara tidak proporsional sejak dikenalkannya vaksin MMR pada tahun1988.Pada tahun 2000 AAP membuat pernyataan : "Meski kemungkinan hubungan antara vaksin MMR dengan autisme mendapat perhatian luas dari masyarakat dan secara politis, serta banyak yang meyakini adanya hubungan tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya, namun bukti-bukti ilmiah yang ada tidak menyokong hipotesis bahwa vaksin MMR menyebabkan autisme dan kelainan yang berhubungan dengannya. Pemberian vaksin measles, mumps, dan rubella secara terpisah pada anak terbukti tidak lebih baik daripada pemberian gabungan menjadi vaksin MMR, bahkan akan menyebabkan keterlambatan atau luput tidak terimunisasi. Dokter anak mesti bekerjasama dengan para orangtua untuk memastikan bahwa anak mereka terlindungi saat usianya mencapai 2 tahun dari PD3I. Upaya ilmiah mesti terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari autisme. Lembaga lain yaitu CDC dan NIH juga membuat pernyataan yang mendukung AAP. Pada tahun 2004 IOM menganalisis semua penelitian yang melaporkan adanya hubungan antara vaksin MMR dengan autisme. Hasilnya adalah tidak satu pun penelitian itu yang tidak cacat secara metodologis. Kesimpulan IOM saat itu adalah tidak terbukti ada hubungan antara vaksin MMR dengan autisme. Penutup Setelah mengkaji berbagai literatur sebagaimana disebutkan di atas, maka secara berangsur kegalauan saya menghilang. Saya semakin yakin akan kebenaran teori ilmiah berbasis bukti yang sudah ditemukan para ahli. Bahkan beberapa waktu lalu ada sejawat saya Dr Julian Sunan, seorang dokter yang masih muda dan amat ganteng (menurut pengakuannya sendiri) telah menelaah bahwa ternyata tokoh-tokoh antivaksin yang sering dikutip kelompok antivaksin di Indonesia ternyata banyak yang fiktif. Mereka melakukan pemelintiran data dan pemutarbalikan fakta. Tak heran kalau yang sangat aman dianggap sangat berbahaya dan penyakit sangat berbahaya nan mematikan dianggap tidak apa apa dan mungkin malah diajak bersahabat karib oleh kelompok antiimunisasi. Terimakasih.  Bahan bacaan : Ranuh IGNG, Suyitno H, Hadinegoro SRS, Kartasasmita CB, Ismoedijanto, Soedjatmiko. Buku Pedoman Imunisasi di Indonesia, edisi ke-4. Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta 2011.Center for Disease Control http://www.cdc.gov
   


Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
Dear Moms, Ini ada artikel soal batuk pilek pada anak, semoga bisa jadi referensi..  
Mengapa Anak Terus Panas-batuk-pilek?
Seorang bayi seharusnya jarang sakit, karena masih ditopang imunitas tinggi sewaktu dikandung atau menyusu ibunya. Penyakit sehari-hari seperti flu (yang ditandai panas-batuk-pilek), penyakit virus lain, atau bahkan infeksi kuman dapat ditolaknya. Sejak lama fakta ini telah disadari.
Coba saja, bila bayi Anda tinggal serumah dengan seorang penderita campak, maka biasanya ia tidak akan gampang tertular, dikatakan oleh Prof. Iwan Darmansjah.

Namun nyatanya, banyak anak dan bayi menjadi pelanggan dokter setiap 2 - 3 minggu karena penyakit yang sama: bolak-balik demam, batuk, dan pilek. Tentu banyak orang tua bosan. Mereka menggugat, "Mengapa ini harus terjadi, sedangkan semua kebutuhan anak saya telah dicukupi?"

Pencetus penyakit pada anak memang sulit ditentukan, karena dapat bermacam-macam, misalnya lingkungan kurang sehat, polusi tinggi, dan ada perokok di rumah. Penggunaan penyejuk udara (AC) di malam hari bisa menimbulkan alergi suhu dingin, sehingga hidung anak mampet, dan ia bernafas lewat mulut. Kipas angin dipasang di kamar tidur yang lalu meniup debu ke segala penjuru kamar. Belum lagi penularan virus di sekolah dan tempat ramai seperti mal. Juga perawat yang sedang batuk - pilek. Tak langka pula kejadian sakit gara-gara anak mengonsumsi makanan ringan tidak sehat yang membuat tenggorokan menggelitik.

Batuk - pilek beserta demam yang terjadi sekali-kali dalam 6 - 12 bulan sebenarnya masih dinilai wajar. Tetapi observasi menunjukkan bahwa kunjungan ke dokter bisa terjadi setiap 2 - 3 minggu selama bertahun-tahun. Bila ini yang terjadi, maka ada dua kemungkinan kesalahkaprahan dalam penanganannya.

Pertama, pengobatan yang diberikan selalu mengandung antibiotik. Padahal 95% serangan batuk-pilek dengan atau tanpa demam disebabkan oleh virus, dan antibiotik tidak dapat membunuh virus. Selain mubazir, pemberian antibiotik kadang-kadang justru menimbulkan efek sampingan berbahaya. Kalau dikatakan akan mempercepat penyembuhan pun tidak, karena penyakit virus memang bakal sembuh dalam beberapa hari, dengan atau tanpa antibiotik. Hal ini telah dibuktikan dengan studi terkontrol (membandingkan dengan plasebo) berulang kali sejak ditemukannya antibiotik di tahun 1950 - 1960-an. Hasilnya selalu sama sehingga tidak perlu diragukan lagi kebenarannya.

Di lain pihak, antibiotik malah membunuh kuman baik dalam tubuh, yang berfungsi menjaga keseimbangan dan menghindarkan kuman jahat menyerang tubuh. Ia juga mengurangi imunitas si anak, sehingga daya tahannya menurun. Akibatnya anak jatuh sakit setiap 2 - 3 minggu dan perlu berobat lagi. Orang tuanya lalu langsung membeli antibiotik di apotik atau pasar hanya karena setiap kali ke dokter mereka diberi obat tersebut.

Lingkaran setan ini: sakit >> antibiotik >> imunitas menurun >> sakit lagi >>, akan membuat si anak diganggu panas-batuk-pilek sepanjang tahun, selama bertahun-tahun. Komplikasi juga sering akan terjadi, yang akhirnya membawa anak itu ke kamar perawatan di rumah sakit.

Pengalaman menunjukkan, bila antibiotik dicoret dari resep (sementara obat batuk-pilek yang adekuat diberikan), setelah 1 - 3 bulan si anak tidak akan gampang terserang penyakit flu lagi. Pertumbuhan badannya pun menjadi lebih baik.

Salah kaprah kedua ialah gejala batuk - pilek yang tidak diobati secara benar; artinya, siasat pengobatan perlu diubah. Ini lantaran obat jadi yang dijual di apotek tidak selalu dapat mengatasi masalah setiap penderita. Bahkan sering terjadi, batuk - pilek malah menjadi lebih parah dan berkepanjangan.

Suatu perubahan dalam resep, yang mendasar dan individual, perlu dilakukan untuk memutus lingkaran setan panas-batuk-pilek ini. Yang utama ialah menghentikan antibiotik, tidak memberikan kortikosteroid secara terus-menerus, menghentikan pemberian obat penekan batuk dan menggantinya dengan bronkodilator, serta memberikan campuran obat pilek yang baru. Efedrin dosis kecil - dicampur dengan antihistamin yang efektif - merupakan obat pilek terbaik. Pseudo-efedrin, fenilpropanolamin, atau etilefrin yang lebih sering dijumpai dalam obat-jadi, tidak lebih baik dari efedrin, walaupun lebih mahal. Semua obat lain yang ternyata tidak terbukti efektif perlu dihentikan.

Terakhir, yang tidak kalah penting, carilah faktor pencetus yang dicantumkan di awal tulisan ini. Bila ditemukan, hindarilah. Selamat mencoba. Semoga anak Anda tidak perlu lagi begitu sering berobat karena flu!

Pencetus baru telah saya temukan diantara beberapa pasien anak. Ternyata orang tua jaman ini sering entertain anaknya di Mal. Kasus pertama, anaknya terus sakit, pun bila sebelumnya sangat sehat. Berikut ini sms-nya berbunyi setelah saya tanyakan "apa yang terjadi sebelumnya?". Tadi siang jam 2 BAB-nya baik, BAK banyak & kuning tua. Dari jam 11 jalan di mal sampai jam 4 sore, dia mengeluh pusing & lelah serta suhu badan yang tinggi (demam). Saya menjawab bahwa Mal bukan tempat rekreasi yang sehat. Dengan hanya parasetamol akhirnya panas hilang dan terus sembuh.. Berapa banyak orang tua di kota Jakarta ini berbuat demikian untuk 'mengangin-anginkan anaknya? Sebagian besar akan berakhir dengan panas, batuk, pilek, berak2, dan muntah secara akut. Jelas Mal bukan tempat rekreasi yang sehat, karena penuh dengan virus dan kuman.
 (idionline/Kalbefarma)
  Bunda Rafa
   
11-02-2008 00:37:58 Imunisasi Influenza
Jumlah Posts : 368
Jumlah di-Like : 1
http://drhandri.wordpress.com/2007/01/27/imunisasi-influenza-untuk-anak/

===========================================================



Awal Info Awam About Me Mumtaz Room Info Penyakit Mal(praktek)?

Ruang Praktek DokterImunisasi influenza untuk anakJanuari 27, 2007 · Disimpan dalam Web Tetangga









Kalbefarma - Bayi dan balita yang diberikan dua dosis vaksin influenza ternyata menunjukkan penurunan terjadinya kontak terhadap penyakit flu, pneumonia dan penyakit sejenis influenza lainnya yang lebih baik, bila dibandingkan sengan pemberian yang hanya satu dosis (tidak banyak memberikan efek), hasil laporan para ahli yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatrics.



Dr. Mandy A. Allison, dari University Utah, Salt Lake City dan timnya mempelajari efektifitas dari pemberian dua dosis vaksin influenza kepada bayi dan balita jika dibandingkan dengan pemberian yang hanya satu dosis vaksin dalam mencegah terjadinya berbagai penyakit yang ada hubungannya dengan influenza.



Mereka melakukan analisa data terhadap 5.193 anak sehat yang berusia 6-21 bulan selama tahun 2003-2004. Sebagian besar dari mereka berusia 15,5 bulan.



Mereka dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok yang disebut partially vaccinated yaitu mereka yang hanya diberi satu suntikan dalam 14 hari atau lebih sebelum influenza terjadi, dan kelompok fully vactinated jika mereka mendapat dua kali suntikan dalam 14 hari atau lebih sebelum terinfeksi influenza.



Kelompok yang mendapatkan vaksinasi dua kali (fully vaccinated) dapat mencegah terjadinya influenza dan pneumonia hingga 69-87%, sedangkan kelompok yang dilakukan penyuntikan vaksinasi hanya satu kali tidak menunjukkan efek yang bermakna atau sama dengan anak yang tidak mendapatkan vaksinasi influenza.



Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa efektifitas penyuntikan vaksin influenza bagi anak usia 6-23 bulan adalah dua dosis, hal ini sudah direkomendasikan secara menyeluruh untuk dapat mencegah terjadinya berbagai penyakit influenza.



===========================================================



Array Array Array
   


Jumlah Posts : 82
Jumlah di-Like : belum ada like

Vitamax 2GS Suntik Vitamin C pus Collagen

Vitamax 2GS Suntik Vitamin C pus Collagen

Rp 900,000.00Vitamax 2GS Nano Vitamin C Collagen dengan konsentrasi maksimum vitamin C (2000mg) ekstrak kolagen (750mg). Luar biasa, ini Vitamax 2GS Nano Vitamin C Collagen dapat menunjukkan perbedaan hanya pada Suntik pertama. Anda bisa merasakan perbedaan pada kulit dan tubuh.

Manfaat Vitamax 2GS Nano Vitamin C Collagen :

  • Warna kulit Memutihkan (untuk digunakan bersama-sama dengan Tationil Glutathione)
  • Sangat meningkatkan efek pemutihan
  • Untuk mencegah kendur payudara dan pantat
  • Memudar perubahan warna hyperpigmentations kulit seperti bintik-bintik hati, bintik-bintik, bintik-bintik usia atau pigmentations kulit yang disebabkan oleh paparan sinar matahari atau selama kehamilan.
  • Meningkatkan warna kulit
  • Menjaga kolagen
  • Menjaga produksi tulang rawan dan sendi, meningkatkan elastisitas kulit, membuat lebih luwes dan kelembaban
  • Mengisi kehilangan kolagen dan meningkatkan elastisitas kulit.
  • Untuk menghaluskan keriput dan garis-garis halus di sekitar area mata, wajah, dagu dan kulit tubuh
  • Untuk meningkatkan bekas luka dan depresi
  • Menekan pembentukan jerawat / noda
  • Meminimalkan pori-pori wajah dan meningkatkan warna kulit
  • Membantu mencegah penyakit kudis, penyakit kekurangan vitamin C
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia dan mempromosikan properti antihistamin
  • Mencegah penuaan
  • Membantu penyembuhan luka dan bekas luka



Metode Suntik Vitamax 2GS Nano Vitamin C Collagen :
Disuntikkan secara IntraVena Satu atau dua ampul / suntikan setiap minggu selama 1 atau 2 bulan (* tergantung dengan metabolisme tubuh Anda). Kemudian dapat mengurangi dosis untuk 1 suntikan setiap 2 minggu untuk pemeliharaan. Sarankan menyuntikkan dengan Glutathione untuk mendapatkan hasil pemutihan terbaik.

Made in Italia
Isi : 5ml x 10 ampul/box



 

   
Jumlah Posts : 38
Jumlah di-Like : belum ada like

Cara Mengobati Penyakit Jantung Yang Mujarab Serta Tidak Mempunyai Efek Samping, Cukup Dengan Menggunakan Atau Mengkonsumsi Obat Tradisional ini. Maka Dari Itu Simak Aja Penjelasan Lengkapnya Pada alinea Berikut Ini.

Pilihan Cara Mengobati Penyakit Jantung

perlu anda ketahui juga, jika telah divonis menderita penyakit jantung koroner, bengkak serta bocor maupun lemah pada jantung tidak semata mata harus di sembuhkan dengan obat medis. Karena Ada Juga Cara Mengobati Penyakit Jantung Yang Secara Alami. semakin tumbuh dan berkembangnya ilmu pengetahuan, maka hadirlah Ramuan Tradisional Terbaik Yaitu Ace Maxs.

Nama : Mohamad Husni Taher
Umur : 57 tahun Dari Jakarta, Seorang Pengusaha Hewan Potong
Penyakit : Jantung Koroner

Mendapati saya menderita penyakit jantung koroner setelah didiagnosa dokter ahli jantung di salah satu rumah sakit swasta ternama di Jakarta, rasanya tidak mungkin, karena saya merasakan kesehatan saya baik-baik saja. Setelah menjalani perawatan dan minum obat jantung, saya merasakan ada perubahan, tetapi tetap saja dihantui perasaan takut akan terjadi serangan jantung berikutnya.

Tiba suatu hari saya diperkenalkan oleh seorang sahabat saya seorang pencinta herbal dengan ace maxs. Kata sahabat saya, ini bagus untuk penyakit jantung karena secara penelitian kulit manggis sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung dan sekaligus untuk cara mengobati penyakit jantung, apalagi kombinasinya dengan daun sirsak. Awalnya saya ragu karena saya belum dengar tentang kulit manggis yang bisa bantu penyakit jantung. Namun karena sahabat saya terus meyakini saya untuk minum produk tersebut, akhirnya saya minum juga. Setelah saya habiskan 1 botol perubahan mulai dirasakan pada tubuh saya, tubuh lebih segar, napas lebih plong dan rasa nyeri di dada sudah mulai berkurang. Saya lanjutkan sampai botol ke-6 dan saya coba periksa lagi ke dokter, hasilnya mengejutkan, saya dinyatakan sehat.

Setelah itu saya tanya ke sahabat saya, kalau saya sudah dinyatakan sembuh, bagaimana sebaiknya menurutmu, apakah saya minum produk ini selamanya ataukah saya berhenti sementara. Kata teman saya, terserah kamulah, mau lanjut atau berhenti sementara tidak masalah, namun sebaiknya dilanjutkan minumnya, namun dengan dosis yang dikurangi. Oh ya, saya minum 3 X sehari sebanyak 35 ml setara 7 sendok makan. Akhirnya saya minum ace maxs sampai saat ini dengan 1-2 kali sehari.

Sms Ke 085317668623 Dan 087826012364 Dengan Format :
CB : Jumlah Pesan : Nama Lengkap : Alamat lengkap Pengiriman : No.Hp/Telpon

Harga 220.000/botol Isi 350ml (Belum Termasuk Ongkir). Pesan Sekarang Barang Sampai Baru Ditransfer (berlaku Untuk 1 Dan 2 botol).

   


Jumlah Posts : 19
Jumlah di-Like : belum ada like

CMP TEH KESEHATAN TUBUH

Rp. 250.000

CMP (Chlorophyll Mint Powder) adalah salah satu keajaiban dunia kesehatan yang belum ada 1 ilmuwan pun yang bisa membuatnya ( CMP diambil dari ekstrak daun mulberry) dan mulberry dipercaya baik untuk detoks atau membuang racun dari tubuh kita sehingga dengan sendirinya pencernaan tubuh kita menjadi lancar.. So bisa buat diet tanpa harus olahraga n diet ketat.. ^^ 

kurus 2-3kg/minggu 12-15kg/bulan ADALAH MUNGKIN
DAPAT DIGUNAKAN UNTUK PENYAKIT :

- Radang tenggorokan, influenza, asma, bronchitis
- Sakit maag, sembelit, perut kembung
- Wasir/ambeien
- Tumor atau kanker
- Atherosklerosis, hipertensi dan jantung
- Osteoporosis
- Ginjal
- Luka baru, luka lama yang sukar sembuh
- Anemia (kurang darah)
- Diabetes, kolesterol, asam urat tinggi
- Gangguan menstruasi
- Hepatitis dan gangguan liver lainnya
- Nyeri sendi (rheumatoid arthristis)
- Nyeri tulang, nyeri otot (myalgia)
- Demam Berdarah
- Hemofilia
- Sariawan, bau mulut, bau badan

MURAH! HARGA sesuai dengan HASILNYA!
1 KOTAK = 30 sachet = 130.000
ambil 3 KOTAK atau lebih harga khusus
Cara Pemakaian untuk Diet:
3 HARI PERTAMA..minum 2 sachet setiap sebelom makan pagi, siang, malam (jam 7)..
SETELAH HARI KE-3..cukup minum 1 sachet setiap sebelum makan pagi, siang, malam (jam 7)

Makan pagi sama siangnya normal aj, cm jgn berlebihan..khusus makan malam jgn makan nasi n makannya teratur y setiap jam 7 malam..

KETERANGAN UNTUK DIET:
1. Minum air putih minimal 2 liter
2. Dilarang makan nasi pas makan malam
3. Makan malam teratur setiap jam 7 malam

TIDAK ADA EFEK SAMPING KARENA 100% TERBUAT DARI HERBAL MULBERRY.

   
03-05-2014 22:43:40 4 hari tidak pup
Jumlah Posts : 86
Jumlah di-Like : belum ada like
Sebenarnya penyakit flu akan sembuh sendiri tanpa
pemberian obat-obatan, bila si kecil ditangani dengan
baik ia akan sembuh dalam 4-10 hari. Namun bisa jadi
selama rentang waktu tersebut bisa saja si kecil rewel
karena hidungnya penuh lendir. Untuk itu ada beberapa
tips yang perlu diperhatikan dalam pengeluaran lendir:
1. Jemur matahari pagi dan tetap mandi air hangat
2. Gunakan pipet khusus untuk menyedot lendir bayi.
Pastikan anda mematuhi cara kerjanya.
3. Jika ingin mengoleskan balsem oles saja di bagian
baju depan dada bayi jangan di kulitnya karena bisa saja
terjadi iritasi pada kulit.
4. Tetesi obat tetes hidung (Nacl)yang kandungannya
hanya garam. Obat ini mengencerkan lendir sehingga
lebih mudah ditelan bayi dan merangsang bersin,
sehingga lendir mudah keluar.
5. Kalau lendirnya terlalu banyak segera bawa ke dokter
anak anda, lendir akan dihisap alat yang bernama
suction (bentuknya selang kecil dan dihubungkan ke
sebuah mesin).
6. Jangan sedot lendir dihidung bayi dengan mulut
karena bisa menyebabkan dia tertular penyakit jika anda
menderita sakit tertentu.
sumber : Bayisehat.com
   
Jumlah Posts : 323
Jumlah di-Like : belum ada like

www.obatfruitplant.com / Hub 082113202202 BB 238AF029


CMP (Chlorophyll Mint Powder) adalah salah satu keajaiban dunia kesehatan yang belum ada 1 ilmuwan pun yang bisa membuatnya ( CMP diambil dari ekstrak daun mulberry) dan mulberry dipercaya baik untuk detoks atau membuang racun dari tubuh kita sehingga dengan sendirinya pencernaan tubuh kita menjadi lancar.. So bisa buat diet tanpa harus olahraga n diet ketat.. ^^ 

kurus 2-3kg/minggu 12-15kg/bulan ADALAH MUNGKIN
DAPAT DIGUNAKAN UNTUK PENYAKIT :

- Radang tenggorokan, influenza, asma, bronchitis
- Sakit maag, sembelit, perut kembung
- Wasir/ambeien
- Tumor atau kanker
- Atherosklerosis, hipertensi dan jantung
- Osteoporosis
- Ginjal
- Luka baru, luka lama yang sukar sembuh
- Anemia (kurang darah)
- Diabetes, kolesterol, asam urat tinggi
- Gangguan menstruasi
- Hepatitis dan gangguan liver lainnya
- Nyeri sendi (rheumatoid arthristis)
- Nyeri tulang, nyeri otot (myalgia)
- Demam Berdarah
- Hemofilia
- Sariawan, bau mulut, bau badan

MURAH! HARGA sesuai dengan HASILNYA!
1 KOTAK = 30 sachet = 130.000
ambil 3 KOTAK atau lebih harga khusus
Cara Pemakaian untuk Diet:
3 HARI PERTAMA..minum 2 sachet setiap sebelom makan pagi, siang, malam (jam 7)..
SETELAH HARI KE-3..cukup minum 1 sachet setiap sebelum makan pagi, siang, malam (jam 7)

Makan pagi sama siangnya normal aj, cm jgn berlebihan..khusus makan malam jgn makan nasi n makannya teratur y setiap jam 7 malam..

KETERANGAN UNTUK DIET:
1. Minum air putih minimal 2 liter
2. Dilarang makan nasi pas makan malam
3. Makan malam teratur setiap jam 7 malam

TIDAK ADA EFEK SAMPING KARENA 100% TERBUAT DARI HERBAL MULBERRY


PRODUK ASLI, JAMINAN MUTU DAN KUALITAS. Kualitas barang-barang yang kami jual dijamin asli. MENCARI AGEN DI LUAR DAERAH dengan harga Spesial Grosir.

   
Jumlah Posts : 8
Jumlah di-Like : belum ada like
4. Jambu air Jambu air memiliki efek mengurangi panas pada musim panas. Kandungan zat cair-nya yang cukup banyak, membuat buah jambu bermanfaat untuk ibu hamil. Buah jambu air bisa dijadikan jus untuk minum sehari-hari wanita hamil.
5. Cherry Diantara semua buah-buahan, buah Cherry adalah sumber terbaik untuk zat besi. Bayangkan, buah yang bentuknya kecil ini memiliki zat besi 20 kali lebih tinggi dibanding buah Apel dan Jeruk. Buah Cherry juga kaya akan karoten, vitamin B1, B1, vitamin C, asam sitrat, kalsium, dan juga fosfor. Mengkonsumsi buah ini secara teratur, dapat membantu memperkuat darah dan memperbaiki fungsi pencernaan. Selain itu, cukup makan buah Cherry selama kehamilan akan membantu kulit bayi putih dan sehat.
6. Stroberi Stroberi kaya akan Vitamin C untuk mencegah flu. Asam pektin dan organik dalam stroberi dapat mencairkan lemak dalam makanan, merangsang nafsu makan, dan meningkatkan peristaltik
7.Pisang, biasanya orang yang sedang hamil sering mengalami sembelit, krna itu pisang merupakan bahan alami yg ampuh untuk mengatasi sembelit agar anda terbebas dari masalah tersebut saat menjalani masa kehamilan.
be ready for a Healthy mom&Kids ya...
maaf bund klo postingan sy mengganggu :) sy cm ingin berbgi sehat aj ma bunda :)
   
03-01-2014 01:56:57 madu kpn boleh diberikan
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Bahaya Madu Bagi Bayi Madu memiliki sejuta manfaat. Sejak berabad-abad silam, nutrisinya menjadi andalan dalam penyembuhan dan perawatan kecantikan. Asal memperhatikan aturan konsumsinya, madu sangat menunjang kesehatan tubuh.   Dr. Arianti Widodo, SpA, mengingatkan agar madu tak diberikan kepada anak usia di bawah satu tahun. Kandungan Clostridium Botulinum atau Botulinum Toksin dalam madu memiliki efek yang berpotensi merusak tubuh anak di usia bayi.  Senyawa tersebut berperan melumpuhkan otot-otot dan memiliki efek botoks untuk menghilangkan kerutan di wajah. Anak usia satu tahun ke bawah belum memiliki kemampuan yang baik untuk merespons senyawa ini sehingga dapat menyebabkan kejang otot, seperti otot paru-paru.  "Madu lebih baik dikonsumsi anak berusia di atas dua tahun, karena sistem kekebalan tubuh mereka sudah lebih kuat dibanding anak yang berumur di bawah satu tahun," kata Arianti, dalam sebuah diskusi tumbuh kembang anak 'Family's Day Out', di Jakarta.   Selain faktor usia, jenis madu juga perlu menjadi perhatian. Sebuah studi yang dipublikasikan Live Strong memperlihatkan efek buruk madu murni yang berpotensi memicu reaksi alergi atau keracunan makanan seperti, kram perut, diare, mual, muntah dan demam. Alasannya, madu murni tidak melewati tahap pasteurisasi sehingga spora dan serbuk sari berpotensi tumbuh di dalamnya. Seperti kita tahu, madu merupakan zat manis pekat yang diproduksi lebah, salah satu jenis serangga pemakan nektar bunga dan serbuk sari. National Institutes of Health merekomendasikan agar mengonsumsi madu yang telah dipasteurisasi untuk mencegah efek buruk. Terutama untuk anak usia satu tahun ke bawah, karena efek alergi bisa sangat serius.  Berdasarkan peringatan dari Food Standards Agency (FSA), madu mengandung spora botulisme yang bisa menyebabkan penyakit serius bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan pada anak. Sebab, anak-anak di bawah usia satu tahun umumnya tidak memiliki kemampuan untuk melawannya.   sumber : http://life.viva.co.id/news/read/304422-bahaya-madu-bagi-bayi
   
Jumlah Posts : 3025
Jumlah di-Like : 1
Wanita hamil memerlukan banyak nutrisi untuk menjaga kesehatan tubuh ibu maupun bayi yang dikandung. Pasalnya, wanita yang mengandung memerlukan asupan energi lebih banyak, karena pada dasarnya energi tersebut terbagi dua dengan si calon bayi. Oleh sebab itu, cermat memilih makanan adalah hal penting agar kondisi ibu dan bayi yang dikandung tetap dalam keadaan prima sampai masa kelahiran tiba.

Salah satu makanan yang wajib dikonsumsi oleh wanita hamil adalah buah-buahan. Tentu saja tidak semua buah bisa dikonsumsi oleh wanita hamil karena ada sebagian buah yang justru sebaiknya dihindari saat masa kehamilan. Kita dapat mengatakan bahwa setiap buah punya manfaat sendiri-sendiri, tapi buah terbaik manakah yang sebaiknya dikonsumsi oleh wanita hamil?


Buah naga yang sudah matang, menurut pengobatan oriental, dapat membantu dahak yang yang kerap terjadi pada wanita hamil. Buah naga jarang menggunakan pestisida karena kulitnya yang tebal, sehingga aman dikonsumsi oleh wanita yang sedang mengandung.

Apel.. buah yang mampu menjauhkan Anda dari dokter ini tentu saja disarankan untuk wanita hamil. Pasalnya, buah Apel mengandung banyak nutrisi dan vitamin seperti asal malat, tannin, dan serat lain yang diperlukan. Banyak wanita hamil yang tidak ingin menambah berat badan tidak terlalu banyak, karena mengkonsumsi buah apel secara ideal setiap hari. Buah inijuga membantu perkembangan janin dan bermanfaat untuk mengatasi sembelit/diare yang kerap terjadi pada masa kehamilan.


Anggur adalah sumber zat besi, fosfor, kalsium, asam organik, karoten, lesitin, vitamin C, dan vitamin B1 yang sangat bermanfaat bagi ibu hamil. Selama masa kehamilan, permintaan darah jauh lebih tinggi, oleh sebab itu perlu mengkonsumsi makanan dengan sumber zat besi yang baik seperti anggur.


Jambu air memiliki efek mengurangi panas pada musim panas. Kandungan zat cair-nya yang cukup banyak, membuat buah jambu bermanfaat untuk ibu hamil. Buah jambu air bisa dijadikan jus untuk minum sehari-hari wanita hamil.

Cherry..Diantara semua buah-buahan, buah Cherry adalah sumber terbaik untuk zat besi. Bayangkan, buah yang bentuknya kecil ini memiliki zat besi 20 kali lebih tinggi dibanding buah Apel dan Jeruk. Buah Cherry juga kaya akan karoten, vitamin B1, B1, vitamin C, asam sitrat, kalsium, dan juga fosfor. Mengkonsumsi buah ini secara teratur, dapat membantu memperkuat darah dan memperbaiki fungsi pencernaan. Selain itu, cukup makan buah Cherry selama kehamilan akan membantu kulit bayi putih dan sehat.


Stroberi kaya akan Vitamin C untuk mencegah flu. Asam pektin dan organik dalam stroberi dapat mencairkan lemak dalam makanan, merangsang nafsu makan, dan meningkatkan peristaltik.
   
09-10-2013 13:02:36 sering sakit
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
dok...saya mau tanyak..apakah bayi yg berumur 2 s/d 6 bln sering terserang demam,flu dan batuk...???
anak sya sekarang berumur 5 bln 10 hari...
dari usia 2 bulan,sering terkena demam,flu dan batuk...apalagi setelah di imunisasi,badan anak sya jadi agak hangat..tapi pertumbuhan berat badannya setiap bulan naik.
mohon informasinya nya dok...
thanks :-)

Dari : afdillah permata sari

Jawaban:

Dear Bunda,



Bayi dan balita rentan terinfeksi penyakit yang diltularkan oleh virus maupun bakteri. Maka itulah pentingnya dilakukan vaksinasi untuk memberi kekebalan terhadap jenis-jenis penyakit tertentu. Masih dalam batas umum bila dalam satu bulan seorang bayi ataupun balita menderita penyakit flu dan batuk, namun akan lebih baik lagi bila Bunda dapat mencegah terpaparnya infeksi ini dengan cara, memberikan nutrisi yang baik bagi anak, menjaga kebersihan (mandi serta mencuci tangan sebelum makan) dan menjauhkan dari orang-orang yang sedang batuk dan pilek agar tidak mudah menular. Bila bersin , pilek dan batuk sering terjadi terutama tidak disertai demam dan terjadi pada saat-saat tertentu misalnya udara dingin, dapat dipikirkan kemungkinan alergi. Ikuti perkembangan dan pertumbuhan berdasarkan KMS untuk memantau perkembangan buah hati Bunda.


   
Jumlah Posts : 10
Jumlah di-Like : belum ada like
Salah satu Cara Menghilangkan Penyakit Asma yang saat ini bannyak di gunakan masyarakat pada umunya adalah dengan menggunakan alat bantu pernapasan atau inheler, tapi disini kami memberikan cara yang berbeda dengan menggunakan cara yang sangat alami yaitu dengan herbal Ace Maxs yang mahir dalam Menghilangkan Penyakit Asma.

Pemicu Datangnya Asma

Sampai saat ini penyebab penyakit asma belum di ketahui secara pasti meski telah banyak penelitian oleh para ahli. Hipotesis mengenai penyebab seseorang mengidap asma belum di sepakati oleh para ahli di dunia kesehatan. Namun demikian yang dapat di simpulkan adalah bahwa pada penderita asma saluran pernafasannya memiliki sifat yang khas yaitu sangat peka terhadap berbagai rangsangan hipereaktivitas saluran nafas seperti polusi udara (asap, debu,zat kimia), serbuk sari, udara dingin, makanan, hewan berbulu, tekanan jiwa, aroma menyengat dan olahraga.

Cara Menghilangkan Penyakit Asma Secara Alami

Kini telah hadir terobosan tebaru cara mengobati penyakit asma dengan obat herbal dari prodak Ace Maxs yang terbuat dari 2 bahan alami yaitu Kulit Manggis dan Daun Sirsak di tambah dengan madu tanpa ada efek sampingnya sama sekali bila anda komsumsi untuk menghilangkan penyakit asma, Kehadiran Ace Maxs sendiri seperti membawa angin segar untuk anda yang sedang pusing mencari pengobatan yang alami untuk penyakit asma ini.

Info Selengkapnya Klik Disini>> Cara Menghilangkan Penyakit Asma Secara Alami

Adapun tata cara pemesanan Ace Maxs secara online langsung saja kirim sms ke 081214813445 (Tsel ) atau 085798010011 (M3)dengan format sebagai berikut :

KK : Jumlah Pesanan : Nama Lengkap : Alamat lengkap No. Hp / Tlpn

Contoh :

KK : 3 botol : Rizal :  Jl. siliwangi. Tasikmalaya Jawa Barat : 08132xx


BERIKUT DAFTAR HARGA DAN DISCOUNT ACE MAXS

    1 Botol Rp. 220.000    ( Belum ongkos kirim   1 Kg  )
    2 Botol Rp. 440.000    ( Belum ongkos kirim   2 Kg  )  Discount  Rp.  10.000
    3 Botol Rp. 660.000    ( Belum ongkos kirim   3 Kg  )  Discount  Rp.  30.000
    6 Botol Rp. 1.320.000 ( Belum ongkos kirim   5  Kg )  Discount  Rp.  160.000
   
18-04-2013 10:04:42 Cara Mengatasi Diare
Jumlah Posts : 32
Jumlah di-Like : belum ada like

Pada halaman ini akan membahas tentang cara mengatasi diare secara alami >> Diare merupakan suatu penyakit dimana terjadi perubahan bentuk tinja menjadi cair atau setengah cair, Diare bisa menyerang siapa saja, Tetapi lebih sering di temukan pada anak diperkirakan anak umur 3 tahun kebawah, meskipun diare pada anak akan sembuh dengan sendirinya tetapi penangan cepat sangat di perlukan untuk mencegah terjadinya kekurangan cairan. Hasil dari survey Health Sevice Diare akut pada orang dewasa diperkirakan pertahunnya mencapai angka 99.000.000 kasus.
 

Cara Mencegah agar anda tidak terkena Diare, yang perlu anda lakukan yaitu dengan :
  • Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting yaitu: 1) sebelum makan, 2) setelah buang air besar, 3) sebelum memegang bayi, 4) setelah menceboki anak dan 5) sebelum menyiapkan makanan;
  • Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi;
  • Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa, kutu, lipas, dan lain-lain)
  • Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya menggunakan jamban dengan tangki septik.
Cara alami Mengatasi diare dengan cara yang efektif

1. Anda harus makan pisang minimal 1-2 buah dan minum air putih. Jangan makan dulu setelah semua racun dan kotoran keluar. Baru, setelah semua kotoran dan racun keluar, Anda boleh makan.

2. Anda perlu rendaman teh tubruk kental dan pahit. Perut Anda akan merasa nyaman setelah meminumnya.

3. Makan jambu batu. Sugestikan perut Anda berisi cairan. Jambu batu mujarab sekali untuk menjadikan cairan itu lebih padat.

Info Lengkapnya Klik Disini>> cara mengatasi diare
 

Kami Menawarkan Herbal Untuk mengatasi Diare, Herbal yang telah dikelola oleh para ahli kesehatan menghasilkan produk unggulan untuk kesehatan. Ace Maxs yang terbuat dari jus kulit manggis telah banyak menyembuhkan penderita diare. Ace Maxs tidak hanya menyembuhkan diare tetapi juga dapat menyembuhkan dan mencegah berbagai macam penyakit aman dan tidak menimbulkan efek samping untuk kesehatan.
 

Isi Ace Maxs 350ml. Tata cara pemesanan Ace Maxs secara online langsung saja kirim sms ke 085317668623 atau 087826012364 dengan format sebagai berikut :

NR : Jumlah Pesanan : Nama Lengkap : Alamat lengkap Pengiriman : No. Hp / TeleponContoh :NR : 3 botol : Rizal :  Jl. siliwangi. Tasikmalaya Jawa Barat : 08132xx   

BERIKUT DAFTAR HARGA DAN DISCOUNT ACE MAX

  • 1 Botol Rp. 220.000    ( Belum ongkos kirim   1 Kg  )
  • 2 Botol Rp. 440.000    ( Belum ongkos kirim   2 Kg  )  Discount  Rp.  10.000
  • 3 Botol Rp. 660.000    ( Belum ongkos kirim   3 Kg  )  Discount  Rp.  30.000
  • 6 Botol Rp. 1.320.000 ( Belum ongkos kirim   5  Kg )  Discount  Rp.  160.000
  • Apabila Ada Yang kurang di mengerti silahkan hubungi ke ( sms / Tlp ) 085317668623 atau  087826012364
 
   
Jumlah Posts : 38
Jumlah di-Like : belum ada like
Bagaimana Cara mengobati amandel tanpa operasi = langkah tepat untuk mengobati radang amandel yaitu dengan mengkonsumsi Ace Maxs, karena ace maxs merupakan produk herbal unggulan yang terbuat dari 100 % bahan alami tanpa memiliki efek samping dan telah di ferivikasi secara ketat oleh para ahli kesehatan untuk memenuhi standar kesehatan terbaik yang telah di tentukan.

Komposisi Ace Maxs terbuat dari kulit manggis dan daun sirsak serta bahan pendukungnya madu dan apel. kulit manggis banyak sekali manfaat untuk kesehatan karena memiliki zat lebih dari sekedar xanthone. xanthone yang memelihara tubuh dan menangkal radikal bebas serat mengobati berbagai macam penyakit salah satunya untuk penyakit amandel.

Yang memiliki Zat Xanthone paling banyak yaitu kulit manggis sehingga para ahli memberi julukan ” Ratu segala Buah ” Xanthone merupakan antioksidan paling penting dan kuat yang pernah ditemukan di alam. Antivirus, Antifungsi, Antiinflamasi, Antibakteri, Antikanker, Antitumor, Antiulcer, Antibakteri, Antimikroba, Antirhinoviral, Antihepatoxic dll.

Adapun khasiat dari daun sirsak = daun sirsak pada dasarnya banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan. Daun sirsak _ berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 1976. Penelitian yang melibatkan 20 laboratorium independen dan bekerja dibawah  koordinasi dan pengawasan The National Cancer Institute menemukan fakta bahwa dalam buah sirsak terdapat unsur kimia yang dapat membunuh sel kanker. Suku Indian mempercayai, bahwa manfaat buah sirsak bisa digunakan untuk obat penyakit jantung yang di derita.

Kelebihan yang dimiliki daun sirsak Selain dapat menyembuhkan penyakit kanker, daun sirsak juga dapat mengobati penyakit lainnya seperti diabetes, hipertensi, cacingan, demam, reumatik, asma, amandel dan gangguan penyakit lainnya.

Untuk Cara Pemesanannya Silahkan Ikuti Panduan Di bawah ini ::

langsung saja mengirim sms ke 085317668623 atau 087826012364 dengan cara sebagai berikut :

Nama Lengkap : Jumlah Pemesanan : Alamat lengkap Pengiriman : No. Hp / Telepon

Contoh :

Rizal Pamungkas : 3 Botol :  Jl. siliwangi. Tasikmalaya Jawa Barat : 08132xx

Pemesanan 1 dan 2 botol, barang kami kirim terlebih dahulu dan untuk 2 botol ke atas, bayar setengah dulu setelah barang sampai baru di lunasin .

Baca Juga ::

Cara Mengobati Kanker Payudara