SITE STATUS
Jumlah Member :
493.604 member
user online :
1149 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: dp polisi berangkat tugas

New Topic :  
25-11-2011 12:48:48 Hamil 9 bulan Naik Pesawat
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
sekarang kehamilan saya udah 8 bulan lebih.... waktu usia kandungan 7 bulan saya tugas luar kota ke surabaya, sebelum berangkat saya cek kesehatan dulu ke dokter terus minta surat keterangan dari dokter kandungan, pas dibandara nti konfirmasi sama pihak maskapainya. soalnya mereka agak ketakutan klo ada orang hamil naik pesawat.... takut ada apa-apa.... disuruh ttd surat persetujuan tidak menuntut mereka klo ada apa-apa sama kita.... (mungkin mereka takut klo kita akan menuntut tanggungjawab mereka klo ada apa2 sama kita). yang penting jaga kesehatan yach.... pengalaman saya kemarin walaupun naik pesawat tetap berasa cape... semoga baik-baik aja yach bun... :) btw, palembangnya dmn? saya jg orang palembang... hehehe...
   


Jumlah Posts : 235
Jumlah di-Like : 2
Bunda Rina

we are same

aq juga masih hamil muda,,, tiap hari berangkat kerja dianter suami naek motor...

suami disuruh hati-hati aja bund... terus,,, kalo ada lubang / jalan yang bergelombang....
pelan-pelan aja...

aq kalo ada polisi tidur / lubang / jalan gelombang,, biasanya reflek angkat bokong Q (alias berdiri sebentar ) biar ndak tersentak...

terus kalo di kantor... jangan terlalu lama duduk terus,,,
diselingi berdiri / jalan2 bentar di kantor....
kalo punggung sakit / pegal... di luruskan dulu,, tiduran di mushola,.,,

itu kalo aq tiap harinya sich bund,,,,

Happy Pregnant




   
Jumlah Posts : 105
Jumlah di-Like : 1
bund yg sabar yaaa, aku juga sama kok bund berangkat kerja naeik ojek plus naik busway plus jalan yg lumayan menuju kantor ..... yg penting bunda pegangin aja perut nya pas polisi tidur .. kalo naik ojek bunda bilang sebelum berangkat.. "kalo ada lobang / polisi tidur pelan2" ... mungkin si dede di dalem perut bertanya2 kali yah kalo ada guncangan ada apa .. hehee...
happy pregnant ya bund" ma av tdk terlalu membantu ....
   


Jumlah Posts : 362
Jumlah di-Like : 8
Dear bunda lvnd...salam kenal y...
Aku sekarang sedang hamil 20w n anak pertama juga...
Dan aku juga masih kerja plus naik bus plus naik ojek plus bnyk polisi tidurny juga....
Tapi Alhamdulillah klo berangkat k kantor aku dianter suami (karena setelah opname di rumah sakit gara2 hyperemesisi gravidarium) n butuh waktu sekitar 20 menit naik mobil.
Dan kalau pulang aku naik bus dan bisa memakan waktu paling lama sekitar 45 menit dari kantor.
Untuk menuju ke rumah aku juga harus naik ojek n jalannya juga banyak polisi tidurnya bund...
Alhamdulillah sampai sekarang g ap2...

Bunda keep positif thingking aj..semoga adeknya kuat...meskipun kita beraktivitas adeknya bisa tetap sehat dan terjaga...
Klo bunda selama ini tidak ada keluhan tentang kehamilannya si g ap2 bund..
Klo aku waktu naik bus n naik ojek klo jalannya bergelombang gitu perutku selalu aku elus2 n aku pegangin bund...
N mulai keluar kantor, perjalanan dengan bus dan ojek dan akhirnya sampai di rumah....aku usahain baca istigfar, tasbih n laillahhaillah....n ngomong sama dedeknya....."kita pulang dulu y dek, adek bubu dulu aj...tar klo udah nyampe rumah baru bangun.....kita pasti kuat n bisa dek...."
hihihi...maaf y bunda, jadi pnjang n lebar,,,sekedar sharing aj...
Alhamdulillah selamat ampe rumah n begitu ampe rumah si adek langsung beraksi karena mungkin dia lapar...hihi.....

semoga bisa membantu y bund...
   
07-02-2011 13:17:48 Me Time
Jumlah Posts : 187
Jumlah di-Like : 4
Just for share, bunda...
Menjadi full time mom ternyata tidak mudah... Itu sangat-sangat saya rasakan ketika cuti 4 bulan pasca melahirkan si kembar. Stress luar biasa... Saya yang biasa aktif di kantor, aktif di kampus, harus full di rumah mengurus keperluan si kembar yang baru lahir dalam keadaan prematur, yang membutuhkan perhatian extra, tanpa PRT tanpa babysitter... Apalagi mendengar si kembar yang nangis barengan, pipis barengan, nenen barengan, lengkaplah sudah kesibukan dan stress saya... Belum lagi melihat rumah yang biasa saya rapikan, tiba-tiba seperti gudang kapal pecah, berantakan luar biasa, membuat kepala rasanya mau pecah...
Setelah masa cuti melahirkan berakhir saya kembali ke kantor... Seperti menghirup udara bebas, melihat jalan-jalan diluar saya seperti baru bebas dari penjara bawah tanah... lega luar biasa.. Meski sesampainya di kantor ketika melihat foto si kembar, saya sering merasa kangen, dan meneteskan air mata.. Pulang kantor, sampai rumah, kembali saya menjadi full mom untuk si kembar. Meskipun ada Mama Mertua yang baik luar biasa, tetap sepulang kantor, semua keperluan si kembar, saya sendiri yang handle.. Saya sangat-sangat menikmati ketika mengganti popok si kembar, bercanda dengan si kembar, mendongeng buat si kembar. Namun, tetap ketika si kembar sudah mulai rewel dan manja, stress luar biasaaaa... Yang ada rasanya ingin marah-marah, semua di mata saya terasa salah... Yang semuanya berujung menjadikan saya seorang monster berwajah ibunda...
Akhirnya saya merenung... kenapa bisa jadi seperti ini... Saya tidak ingin menjadi monster untuk Kira-kara... Saya tidak ingin mendidik anak-anak saya dengan amarah... Seberapa capek nya saya, tetap itulah bagian dari tugas saya... Yang sudah menjadi pilihan saya... MENJADI IBU dari putri kembar saya... MENJADI ISTRI dari suami tercinta... MENJADI KARYAWAN di sebuah perusahaan... dan kesemuanya murni pilihan saya.. Apa yang salah dengan diri saya sehingga saya bisa berubah menjadi monster baik di rumah maupun di kantor???!
Suatu malam, jam 01.00, setelah terbangun yang kesekian kalinya, untuk kasih nenen buat si kembar, iseng-iseng saya merapikan kamar depan, kamar tempat saya biasanya membaca dan ruang kerja ayahnya, tempat teman-teman ayahnya ngumpul kalo datang ke rumah. Kamar ini memang sudah lama tidak tersentuh tangan saya sejak kelahiran si kembar. Biasanya dulu saya tidak akan membiarkan buku keluar dari raknya, kecuali buku-buku yang sedang dibaca, semua rapi pada tempatnya... Tapi semenjak kelahiran si kembar, waktu saya habis untuk si kembar. Tengah malam itu, saya rapikan satu persatu, semua buku saya kembalikan lagi ke tempatnya, Tas-tas saya rapikan, dan saya sapu sekedarnya. Tidak memakan waktu lama, kurang dari 1 jam semua sudah pada tempatnya... Meskipun saya sudah gemes ingin membersihkan dengan vacuum, tapi saya coba menahan diri, khawatir suara berisik vacuum cleaner dapat membangunkan si kembar. Setelah semua kembali ditempatnya, saya lihat sekali lagi ruangan baca dan saya amati satu persatu. Saya seperti tersentak, tiba-tiba otak saya seperti ditata ulang.. saya jadi semangat menyiapkan agenda untuk keesokan harinya. Bangun, menyiapkan sarapan pagi Kira-Kara, Memandikan Kira-Kara, Nenenin, Berangkat kantor, blaa..blaa.. Rasanya hidup saya kembali mendapatkan bahan bakar untuk kembali melaju dengan semangat dan senyum... Dan akhirnya saya mengetahui, ternyata saya membutuhkan waktu ME TIME, waktu dimana hanya ada saya sendiri, dengan kegiatan saya sendiri, dengan keasyikan saya sendiri. Tidak butuh waktu berjam-jam seperti nonton bioskop di mall untuk me-recharge tenaga dan semangat saya... Juga tidak membutuhkan uang yang banyak seperti shopping untuk membuat saya kembali percaya diri dan tersenyum... So, it's time to light up my day...

dan bunda, adakah diantara 24 jam waktu bunda untuk "Me Time"??? Biasanya Bunda ngapain??? Share yuuukk... Kasih ide untuk bunda-bunda yang lain yang sedang sibuk....

salam,
-wiwid-
Bunda Kira-Kara
   


11-08-2010 15:40:20 ikutan mudik
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
yang harus diwaspadai adalah goncangan yang akan terjadi.
jika menggunakan mobil pribadi
lebih baik berhati2 jangan ngebut.
hindari lubang dan jika ketemu polisi tdr ya hati2

sebaiknya sebelum berangkat calon ibu cek up terlebih dahulu dan sampaikan ke
dokter/ bidan bahwa calon ibu akan melakukan perjalanan jauh.

semoga membantu

salam

putri a.k.a zach mom's
   
15-06-2010 16:02:42 mendidik anak lelaki
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15

Agar Anak Mandiri

Oleh: Ummu Nadzifah, S.Pd
Staf di Lembaga Bantuan Psikologi dan Manajemen (LBPM)

Dalam bahasa sehari-hari, istilah anak mandiri sering dikonotasikan dengan anak yang mampu makan sendiri atau mandi sendiri. Sebaliknya, anak yang tidak mandiri berarti anak yang segala aktivitasnya—makan, mandi, berpakaian, dan bermain—tidak mau sendiri; semua harus dilayani oleh lingkunganya.

Dalam pandangan Islam, anak yang mandiri adalah anak yang mampu memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan naluri (gharîzah) maupun kebutuhan fisik (hâjah al-’udhawiyah), oleh dirinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa bergantung pada orang lain. Bertanggung jawab maksudnya adalah meletakkan segala tanggung jawab dalam kaitannya dengan orang lain sebagai bagian yang tidak terpisahkan darinya, yakni sama-sama mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi (Taqiyuddin An-Nabhani, Hakikat Berpikir Tentang Hidup, hlm. 86-95).

Anak yang mandiri tidak berteriak minta diambilkan makan dan tidak rewel.
Anak mandiri akan melayani diri sendiri dengan mengambil makanan sendiri.
Jika terdapat anggota keluarga yang belum makan, anak mandiri tidak akan mengambil dan menghabiskan semua makanan, tetapi hanya mengambil bagiannya saja. Demikian halnya jika anak mengetahui bahwa ibunya sedang bekerja di dapur atau mengisi pengajian;
ia akan beraktivitas sendiri atau dengan temannya tanpa mengganggu ibunya.
Sebenarnya, naluri setiap bayi adalah berkembang untuk mandiri. Misalnya, mereka belajar untuk tengkurap, merangkak, berjalan, makan, dan minum sendiri. Dalam belajar berjalan, mereka berusaha sekuat tenaga untuk bisa walaupun sering jatuh dan menangis. Hal itu merupakan upaya untuk menjadi manusia yang mandiri. Hanya saja, lingkungan sering kurang tanggap dan kondusif terhadap proses kemandirian anak sehingga anak diperlakukan secara salah. Akibatnya, anak justru menjadi tidak mandiri.

Dampak Perkembangan Anak

Anak-anak yang berkembang dengan kemandirian secara normal akan memiliki kecenderungan positif pada masa depan. Dalam mengarungi kehidupan, anak mandiri cenderung berprestasi karena dalam menyelesaikan tugas anak tersebut tidak bergantung pada orang lain.
Pada akhirnya anak merasa mampu menumbuhkan rasa percaya diri. Anak mandiri yakin, seandainya ada risiko, ia mampu menyelesaikannya dengan baik. Dengan begitu, kelak anak akan tumbuh menjadi orang yang mampu berpikir serius, yakni senantiasa berusaha untuk merealisasikan sesuatu yang ditargetkan atau yang dimaksudkan (qashd, purpose) (An-Nabhani, Ibid., hlm. 130-137). Selanjutnya, ia akan tumbuh menjadi anak yang prestatif.

Demikian halnya di lingkungan keluarga dan sosial, anak yang mandiri akan mudah menyesuaikan diri (environment adjustment). Ia akan mudah untuk diterima oleh anak-anak dan teman-teman di sekitarnya. Jika demikian, kecerdasan anak—baik dalam bentuk kecerdasan intelektual (intelligence quotion), kecerdasan emosional (emotion quotion), maupun kecerdasan spiritual (spiritual quotion)—akan terus berkembang. Anak-anak seperti inilah yang kelak akan memiliki keberanian untuk melakukan amar makruf nahi mungkar sekaligus menjadi pemimpin di tengah-tengah kaum yang bertakwa.

Sebaliknya, anak-anak yang tidak mandiri akan berpengaruh negatif terhadap perkembangan kepribadiannya sendiri. Jika hal ini tidak segera teratasi, anak akan mengalami kesulitan pada perkembangan selanjutnya. Anak akan susah menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga ia memiliki kepribadian kaku. Anak yang tidak mandiri juga akan menyusahkan orang lain.

Anak-anak yang tidak mandiri cenderung tidak percaya diri dan tidak mampu menyelesaikan tugas hidupnya dengan baik. Akibatnya, prestasi belajarnya bisa mengkhawatirkan. Anak-anak seperti ini senantiasa bergantung pada orang lain; misalnya mulai dari persiapan berangkat sekolah, ketika di lingkungan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah, sampai dalam pola belajarnya.

Dalam persiapan berangkat sekolah, misalnya, anak selalu ingin dimandikan orang lain, dibantu berpakaiannya, minta disuapi, buku dan peralatan sekolah harus disiapkan orang lain, termasuk harus selalu diantar ke sekolah. Ketika belajar di rumah, mereka mungkin mau, asalkan semua dilayani; misalnya anak akan menyuruh orang lain untuk mengambilkan pensil, buku, serutan dan sebagainya.

Penyebab Anak Tidak Mandiri

Ada beberapa alasan yang menyebabkan anak tidak mandiri.
Pertama: adanya kekhawatiran yang berlebihan dari orangtua terhadap anaknya. Misalnya, orangtua melarang anaknya mandi sendiri karena khawatir kurang bersih; melarang anak makan sendiri karena khawatir makanan tumpah. Segala kehawatiran lingkungan yang berlebihan akan menyebabkan anak tidak mandiri.

Kedua: orangtua sering membatasi dan melarang anaknya berbuat sesuatu secara berlebihan. Setiap anak beraktivitas, orangtua sering mengatakan, “jangan” tanpa diikuti argumentasi yang jelas. Pola doktrin seperti ini membuat anak ragu-ragu untuk mengembangkan kreativitasnya. Kondisi seperti ini akan mendidik anak untuk tidak berani membuat keputusan (decession making) dalam kehidupannya sehari-hari.
Ketiga: kasih-sayang orangtua yang berlebihan terhadap anak. Misalnya, karena sangat sayang, apapun keinginan anak dipenuhi. Bahkan karena protektifnya, anak dibiarkan saja “duduk manis”, sementara orangtua atau pembantunya sibuk melayaninya. Pendidikan dengan model menjadikan anak sebagai raja kecil atau “the little king” dalam rumah merupakan penyebab anak tidak mandiri.

Agar Anak Mandiri
Untuk mencegah ketidakmandirian anak, atau agar anak mandiri, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orangtua sebagai berikut.

Pertama: memberikan pemahaman kepada anak sesuai dengan tingkat perkembangan (kemampuan) akalnya. Rasulullah saw., sebagaimana dituturkan Ali bin Abi Thalib ra., pernah bersabda:

Berbicaralah kepada manusia dengan sesuatu yang mereka ketahui. Apakah engkau suka jika Allah dan Rasul-Nya didustakan? (HR al-Bukhari).

Dengan demikian, pemberian pemahaman terhadap anak tentang arti pentingnya mandiri harus didasarkan pada argumentasi yang bisa dipahami anak dan berlandaskan akidah Islam. Tujuannya adalah agar anak menyadari pentingnya memenuhi kebutuhan sendiri secara bertanggung jawab sesuai dengan perintah Allah Swt.;
bukan melakukannya karena kebiasaan saja, takut terhadap orangtua, atau takut gagal jika tidak mandiri. Penyadaran dengan pemahaman tidak cukup dilakukan sekali. Orangtua harus sabar untuk terus membimbingnya dan disertai praktik mandiri pada anak.

Kedua: berbuatlah secara bijaksana. Dalam hal tertentu, jangan memaksa anak untuk berbuat sesuatu ataupun membiarkan anak berbuat sesuatu, kecuali sesuatu itu tidak membahayakan dirinya dan tidak menyimpang dari tata aturan Islam. Rasulullah saw. bersabda, sebagaimana dituturkan Abu Hurairah ra.:

Kamu semua disuruh untuk berlaku manis dan bijaksana, bukan berlaku kasar dan mengundang kesulitan. (HR al-Bukhari).

Dengan cara demikian, naluri anak untuk berkembang dapat tersalurkan; pola intelektualitas, emosionalitas dan kreativitas anak juga akan tumbuh. Berbeda halnya dengan anak yang senantiasa dibatasi (restricted), naluri perkembangan psikologinya bisa menjadi tumpul. Akibatnya, anak akan bergantung pada orang lain dan tidak berprestasi.

Ketiga: memberikan kasih sayang secara wajar; dalam perilaku, hadiah, maupun pujian. Rasulullah saw., sebagaimana dituturkan Abu Musa ra., pernah mendengar seorang laki-laki yang memuji seorang yang lain secara berlebihan. Lalu Beliau bersabda (yang artinya), “Kamu telah mencelakakan orang itu!” (HR al-Bukhari).
Kasih-sayang yang kurang ataupun berlebihan sama-sama memiliki dampak negatif bagi perkembangan anak.
Jika kasih-sayang orangtua kurang, anak bisa menjadi “extrem kiri”: bandel, kasar, jahat, dan sebagainya. Sebaliknya, jika anak ’kelebihan’ kasih sayang, pola kepribadian anak akan menjadi “extrem kanan”: bersikap manja sehingga malas merawat dirinya, selalu minta dituruti kemauannya, dan sering mengendalikan orangtuanya.

Keempat: memberikan cara pendidikan secara tegas kepada anak. Tidak dibenarkan jika orangtua bersifat “plintat-plintut” (inkonsisten) dalam mendidik anak. Di sinilah juga pentingnya ayah dan ibu seiring dan sejalan dalam mendidik anak.
Ketidaksejalanan ayah dan ibu dalam mendidik anak akan membuat anak bersikap tidak konsisten sehingga sikap kemandirian anak tidak berkembang secara baik.
Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb

salam

putri a.k.a zach mom's
   
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
Waduh, kebetulan saya lagi iseng nge-browsing internet dan nyari2 apa ada yang tau tentang yayasan siwi asih dan suster bernama Nining.

Saya sempet ambil suster di Yayasan Siwi Asih, Depok. Tadinya dapet no. tlp yang di Pamulang, tapi di sana lagi kosong waktu itu dan saya dikasih no tlp Yay. Siwi Asih (YSA).

Sebenernya sih tidak ada masalah. Waktu itu tanggal 29 Nov 2008, saya balik dari rmh mama dengan bayi saya yang baru berumur 1 bulan kurang 3 hari. Suami saya ngejemput saya dengan mertua dan suster yang baru diambil dari YSA. Nama susternya: Suster Sarijah, kami manggilnya suster Sari. Orangnya baik, kerjanya agak lama tapi secara keseluruhan dia baik. Sempat ada selisih pendapat dengan mertua saya, tapi setelah saya telpon ibu Kris si pemilik YSA, selisih pendapat tersebut bisa diselesaikan secara damai. Tapi sayang, si suster Sari harus berhenti kerja karena saudara iparnya yang mengasuh anaknya yang berusia 7 tahun ternyata juga lagi hamil, jadi ia harus mengurus anaknya sendiri.

Saya telpon ibu Kris, dan dengan pengertian ibu Kris bilang, iya tidak apa2, diganti aja, ia tidak memotong jatah tukar saya (2x tukar dalam 4 bulan). karena suster sari berhenti bukan karena tidak betah dan bukan karena ketidakcocokan.

Penggantinya datang, namanya (ngakunya: Laningsih), dipanggilnya: Nining, umurnya 29 tahun dan belum menikah.

Hati-hati dengannya. Semula saya terpesona dengan kelembutannya. Suaranya sedikit manja tapi lembut. Waktu itu saya masih cuti, jadi masih di rumah aja, si Nining hobi banget nongkrong di kamar saya sambil ngajak ngobrol. Sebenernya sih saya pengen baca novel, tapi ya ngobrol jg gak apa2 karena keliatannya dia baik. Kadang-kadang saya juga sambil membuka laptop mengerjakan pekerjaan kantor yang bisa dikerjakan di rumah.

Dia sempet cerita macem2, katanya dulu waktu SMU dia sempet ditawarin jadi fotomodel tapi dia tidak mau (tau ya bener apa kagak, tinggi sih, setingi saya, tapi... ya... cantik atau tidaknya seseorang relatif sihh yaaa..). Terus dia sempet minta diajarin pake komputer... nah lho, saya binun, kok suster mau belajar kmptr? Saya bilang aja, percuma belajar kmptr kl kg punya, nanti kl punya jg bisa sendiri (masa saya mau bilang ngapain suster belajar komputer?)

Dia sempet cerita dia berenti kerja di tempat yg sebelumnya krn kagak tahan, adik bos nya centil banget, suka ngisengin dia. Bisikin omongan macem-macem, apalagi kl dia lagi sendirian. Katanya sih adik bosnya itu naksir dia tapi dia sebel karena dia pernah denger si cowok itu bilang ke temen2nya kl Nining yang naksir dia.

Waktu itu sih saya iyaaaa aja. Malah saya sempet percaya dan berprasangka ke suster sari karena si Nining sempet cerita katanya si suster sari ngomong ke dia dulu waktu kerja di rumah saya kl mau pulang naek angkot, padahal kenyataannya yang pertama dianterin suami saya sampe tempat bus dan yang kedua dianterin pegawai suami saya sampe ke rumahnya di depok.

Saya sempet tugas keluar kota dan meninggalkan anak saya di rumah (bersama papa dan kakek neneknya). Waktu itu sempet kepotong liburan 1 hari (imlek) dan sekeluarga harus pergi silahturahmi ke keluarga yang lebih tua, karena rumah kami toko dan pegawai pun sedang libur, papa nya disuruh jaga rumah bersama anak saya dan si suster Nining.

Saya sebenarnya tidak suka dengan pengaturan seperti itu, tapi saya percaya 100% dengan suami saya, Tapi sejak saat itu si Nining berubah kelakuan. Setelah saya pulang ke rumah, kalau saya bilang begini atau begitu, dia selalu bilang tapi kata bapak begono, bu. Si nining jg sempet ngerusakin ASI saya (saya ninggalin ASI beku dan ASI dingin di kulkas), 240 cc lho. saya udah nanya ke suster RSB tempat saya melahirkan, katanya kalau sewakyu dinginnya agak kental dikit tidak apa2, emang kadang ada ASI yang seperti itu, manasinnya aja yang ati-ati (jangan terlau panas tapi juga jangan dengan air dingin, cukup direndem di aer yang kalau ketetesan katanya "ADUH" tapi kagak melepuh).
Si nining tetep ngotot, katanya dari dingin aja udah rusak, gitu dipanasin (direndem di air anget) jadi kuning dan berbusa. Malah waktu dia telpon saya ke kantor, dia bilang saya tunjukin ke bapak ya, bu, saya bilang buat apaan, simpen aja di kulkas biar entar sore saya liat sendiri, bapak mana ngerti.

Waktu saya keluar kota itu, anak saya kan minum susu formula karena stok ASI udah abis, ternyata suaranya jadi serak banget. Saya cuma bilang harusnya setelah minum susu diminumin air putih. Nining bilang, tapi bu kan waktu bikin susu juga udah ada airnya, jadi kagak usah minum air putih lagi gak apa-apa, di tempat kerjanya yang dulu juga waktu ke dokter katanya kg usah minumin air putih lagi krn di susunya kan udah ada airnya. Ihhhh... sebel deh, saya kan kagak tau bosnya yg dulu ke dokter mana dan bener gak dokternya bilang begitu. Cuma saya mikir aja sih, kalo kita minum sirop, kan bikinnya juga pake air putih, tapi kl minum begitu aja apalagi anget-anget, setelah minum di tenggorokan pasti kan berasa lengket.

Pernah waktu pagi2, biasanya mandi jam 7, tapi jam 7 waktu itu dia masih ketiduran lagi, baru bangun jam 8 waktu saya mau berangkat ke kantor. Saya kirakan mau dimandiin, ternyata si Nining cuma bawa-bawa baskom aja, trus saya nanya, kok kaga mandi? Dia bilang kata bapak kagak usah mandi, sekaan aja. Saya nanya ke suami saya, suami saya bilang dia kagak ngomong gitu, dia cuma nanya kok kagak mandi dan si nining bilang iya cuma sekaan aja. Dasar cowok, mungkin dia pikir kesiangan atau apa jadi dia diem aja, tapi bukan berarti dia yang nyuruh kagak mandi, kan?

Saya udah mulai kagak suka tuh. Dibilangin selalu pinteran si Nining, udah gitu ngapain coba kalo dibilangin selalu kata bapak bgini bgitu padahal suami saya kagak ngomong.

Terakhir yang paling parahnya waktu pagi anak saya ngompol, emang sih mau mandi. Tapi tatakan kain yang kena ompolnya kan masih basah, kl mau dipakai untuk tatakan mandi boleh, tapi yang basahnya jangan untuk kepala donk, masa pesing bekas pipis naik ke kepala, masih mending kl untuk pantat. Saya bilang baik2, itu basah kena ompol, yang basahnya jangan kena kepala ya. Dia bilang kagak kena, tapi kagak ngerubah letak anak saya. Saya manjat tepat tidur dan saya pegang kain di bawah kepala anak saya, basah. Si nining langsung cemberut, dan anak saya ditarik ke bawah (saya udah mau komentar lagi tuh, jangan terlalu kebawah, kan udah agak besar nanti melorot dari ranjang, tapi saya tahan-tahan ya udah deh, saya awasin ini, bisa saya tangkep kl melorot drpd dibilang bawel).
Waktu mandi, anak saya tenaganya memang kuat dan cukup tinggi untuk usianya yang baru 3 bulan setengah sehingga di belakang kepalanya harus saya jagain dengan tangan saya supaya kagak kebentur ember. Nah, waktu mau ngebalik, si Nining tidak hati2, untung tangan saya yg udah saya tarik masih sempet megangin kepala anak saya, karena si Nining ngebalik badan anak saya TANPA megangin leher belakangnya (bayangin, anak 3 1/2 bulan megangnya kayak begitu). Setelahnya waktu ngebalik, biasanya kaki anak saya ditekuk berlutut karena belum blh berdiri, anak saya langsung berdiri, saya bilang Ning bediri tuh dia, balasnya Iya udah mau diangkat, tapi kagak diangkat-angkat. Saya bilang lagi, bediri tuh, dia bilang lagi dengan cemberut: Iya udah mau diangkat.
Setelah diangkat beneran, saya marah dan saya bilang: Kalau mandiin anak ati-ati yah, pertama nyaris kebentur, kedua anak bediri-bediri sebelum waktunya katanya mau diangkat tapi kagak diangkat2.

Dia diem aja, gitu suami saya masuk untuk melihat anak saya, baru si Nining nyautin: Biasanya kl mandi  dibantuin pegangin oleh neneknya. Saya diem aja, tapi saya kesel, biasanya dia ngeledek2 saya kagak bisa mandiin anak sendiri karena saya masih takut. Nah kl mandiin harus dipegangin mah namanya dia juga belum becus.

Setelah kejadian itu tiap pagi saya yang mandiin, dibantuin suami saya. Anak saya ternyata lebih senang dan ketawa-ketawa, mungkin happy krn papa dan mamanya berduaan mandiin dia :)

Satu lagi, si Nining kl mangku anak di mobil suka ketiduran, tapi kl diminta kagak dikasih, saya sampai ikutan duduk di belakang di sebelah dia, takut seandainya dia ketiduran dan suami ngerem mendadak.

Belakangan, setelah insiden mandi itu, saya juga mangku sendiri di mobil. Dia cemberut aja kagak suka. Yang paling parahnya pernah waktu pulang, saya kan nungguin pintu mobil dibukain dari luar krn saya ngegendong anak saya. Eh si nining ikutan duduk di sebalah saya kaga turun2, suami saya negor dia: Ning, turun donk, bantuin ibu turun. Mungkin dia lagi menghayal, karena biasanya kalau dia yang gendong semua perhatian tercurah ke dia, bahkan suami saya mayungin kl lagi panas banget (ya tentu aja krn si Nining kan gendong anak kami).

Nining kerjanya juga perhitungan, dia tidak mau nyapu ataupun ngepel kamarnya sendiri. Tapi dia dengan baeraninya setelah br 1 bulan kerja, minta uang untuk keperluan sehari-harinya (sabun, sampo, odol, pembalut, dll). Katanya sabunnya tidak dijual di Indomaret (nah lho, saya sendiri cuma pakai sabun lifebouy batangan dari toko), pembalutnya harus yang merk Kotex. Suami saya tidak suka, suami bilang biasanya pembantu dibelikan kebutuhan bulanan setelah beberapa bulan kerja dan itupun mereka tidak minta, mereka biasanya membayar dengan uang, baru kalau ternyata cocok dengan pembantu tersebut dan terbukti baik ia kagak usah bayar lagi.

Terakhir sepulang dr rumah mama saya, dia ceritanya mau nyuci baju di kamar mandi, udah diberantakin papan gilesan, sabun dan ember2 tapi orangnya kagak ada. Saya sih diem aja, sebodo deh. Pulang dr rmh mama saya dia langsung ilang juga saya sebodo. Ternyata dia langsung mandi, duduk di loteng dan ceritanya nagis sesenggukan cerita ke mertua saya. Katanya mau berhenti, udah kagak tahan ama saya, bahkan mama saya ikut-ikutan marahin dia, dia mau pulang besok kagak peduli gimana.

Saya sih bilang ya berenti, berenti aja, kagak masalah, saya sendiri juga udah sempet telpon ibu kris sebelumnya nyari pengganti, tapi adanya yang lebih muda dan belum married juga, ada lagi yang jauh lebih pengalaman (Gajinya lebih mahal) jadi saya mikir, yang sepantaran aja centilnya kayak begini, apalagi yang lebih muda. Dan dengan pengalaman kayak si nining aja belagunya udah setengah mattteeee, apalagi yang lebih pengalaman.

Akhirnya suami saya ngebujukin dia 2 hari lagi krn suster penggantinya br ada 2 hr lagi, saya sih sebenernya malesss, saya bisa kok ijin cuti, dia mau berenti ya berenti aja ngapain ditahan-tahan.

Nah lho, mama saya marahin dia? Yang ada tuh mama saya cuma bilang,kl anak ngompol gantiin celananya dulu baru buka bajunya biar kagak dingin, tapi si nining dengen ngeyelnya bilang kan bajunya kena. Trus mama dan saya sih diem aja. Males dan kami juga sudah terbiasa dengan ngeyelnya si nining.

Yang parahnya, ternyata si nining tukang ngadu domba. Dia bilang dimarahin ama mama saya padahal ternyata tidak. Di rumah saya sendiri, dulu waktu awal-awal kerja, dia suka cerita-cerita ke pembantu mama saya tanpa ditanya. Dia cerita di rumah mertua saya dia susah makanlah, kagak pernah makan daging lah, makan kerupuk aja seminggu sekali juga kagak, kerupuk kl udah malem dimasukin ke kamar mertua saya (padahal ini krn di rumah mertua banyak tikus maklum toko, dan kerupuknya kerupuk bangka, mertua saya nyimpennya cuma di plastik, bukan di toples, tapi kl dia cerita ke org2 setelah dia bilang jarang banget makan kerupuk dia mau supaya org berkesan apa? Kesannya kerupuk dimasukin kamar krn takut diambil diam2 oleh dia? Padahal udah saya jelasin lho kl di rmh tuh banyak tikus), terus bilang mertua saya bawelnya setengah mati.

Mertua saya memang agak polos. Ia sempat bilang katanya suster yang baru pengganti si nining nanti belum pernah kerja lho, belum pernah ngurus bayi. Saya cuma nanya tau dari siapa, katanya dr pembantu rumahnya, saya nanya emang si embak kenal? Katanya tau dari si nining. Astagaaa, mau berenti ya berenti aja, jangan ngejelek2in calon penggantinya, Dulu waktu suster sari selisih pendapat dengan mertua saya dan bilang mau berhenti dia udah telpon ibu kris nanya ada pengganti gak dan si suster sari bilang si nining sama kok pengalamannya denga dia.

Saya juga udah telpon ibu kris sebelumnya, katanya suster penggantinya (suster yang sekarang ini), jauh lebih pengalaman, gajinya juga lebih mahal lagi. Saya sih lebih percaya dengan ibu Kris.

Suster saya yang sekarang namanya suster Sri. Kerjanya cekatan, pagi-pagi dia bangun sholat dan kemudian nyuci baju. Nyetrika baju waktu siang ketika anak saya tidur dan kerjanya sebet banget. Saya sekarang bisa sarapan dengan tenang. Dulu waktu masih si nining, pagi-pagi jam 5.30 sampai jam 7.00 saya dan suami saya sarapan dan mandi terkebut-kebut karena anak saya dipegang oleh kami berdua. Ibu mertua sibuk persiapan mau buka toko, dan si nining sibuk nyetrika di loteng.

Itu sih pengalaman saya dengan Yayasan Siwi Asih. Sejauh ini ibu kris baik, saya tidak ada masalah dengannya. Cuma hati-hati aja kalau suster yang mau ditawarkan ke ibu-ibu sekalian namanya nining / laningsih / ningsih / lanny. Karena itu suster yang sama dengan cerita saya di atas.

Semoga bermanfaat sebagai tambahan info. Kejadiannya baru aja kok. Tanggal 18 Feb 2009 kemarin si nining baru aja berhenti nya, jadi mungkin sekarang dia lagi nyari-nyari kerjaan baru.


   
20-02-2009 23:00:38 MOMMY's HOUSE Day Care
Jumlah Posts : 9
Jumlah di-Like : belum ada like

Mom's & Dad's

yang bingung mau mulai masuk kerja..
atau gak ada nanny or helper di rumah..
ke tempat eyang nya jauh.. harus jam 4 - 5 pagi jalan dari rumah trus malem kudu jemput lagi?
bobo ketemu bobo deh dede nya...
atau ada nanny or PRT tapi gak mau tinggalin sendirian di rumah?

sekarang MOMMY'S HOUSE mencoba memberikan solusi nya...

berangkat bisa bareng bunda ke kantor, pulang bisa langsung jemput, long hour lagi.. dari jam 7 pagi sampe 7 malem, jadi bunda bisa drop early karena hrs jalan ke kantor lagi, n bisa pick up a bit late, karena mungkin msh ada meeting n tugas kantor. bisa juga stay over atau sabtu & minggu dgn appointment dulu.

trus pas bunda istirahat lunch, bisa mampir2 juga, melepas kangen atau juga kasih fresh asi. karena bertempatkan dilokasi perkantoran, sekitar sudirman.
akses mudah dari THAMRIN, SUDIRMAN dan KUNINGAN.

tenaga pengurus berpengalaman, layaknya seorang bunda, karena mostly adalah juga bunda untuk anak2 nya sendiri, sehingga sudah berpengalaman terhadap anak & balita.

fasilitas yang tersedia ada sick room, breast feeding room, bed rooms, activity room, meal n snack, pool, noon garden walk, educative toys, fun n learn tv show, n baby spa, untuk yang mau kasih fresh asi, ada ASI PICK UP..!!!

bisa di booking dari sekarang.. limited seat...! bisa liat si kecil via webcam juga lho...!!

email ke mom@mommyshousedaycare.com untuk info detail yaaa..

semoga membantu yaaa..

Cheers,

Charmy

   
20-02-2009 22:57:13 MOMMY's HOUSE Day Care
Jumlah Posts : 9
Jumlah di-Like : belum ada like

Mom's & Dad's

yang bingung mau mulai masuk kerja..
atau gak ada nanny or helper di rumah..
ke tempat eyang nya jauh.. harus jam 4 - 5 pagi jalan dari rumah trus malem kudu jemput lagi?
bobo ketemu bobo deh dede nya...
atau ada nanny or PRT tapi gak mau tinggalin sendirian di rumah?

sekarang MOMMY'S HOUSE mencoba memberikan solusi nya...

berangkat bisa bareng bunda ke kantor, pulang bisa langsung jemput, long hour lagi.. dari jam 7 pagi sampe 7 malem, jadi bunda bisa drop early karena hrs jalan ke kantor lagi, n bisa pick up a bit late, karena mungkin msh ada meeting n tugas kantor. bisa juga stay over atau sabtu & minggu dgn appointment dulu.

trus pas bunda istirahat lunch, bisa mampir2 juga, melepas kangen atau juga kasih fresh asi. karena bertempatkan dilokasi perkantoran, sekitar sudirman.
akses mudah dari THAMRIN, SUDIRMAN dan KUNINGAN.

tenaga pengurus berpengalaman, layaknya seorang bunda, karena mostly adalah juga bunda untuk anak2 nya sendiri, sehingga sudah berpengalaman terhadap anak & balita.

fasilitas yang tersedia ada sick room, breast feeding room, bed rooms, activity room, meal n snack, pool, noon garden walk, educative toys, fun n learn tv show, n baby spa, untuk yang mau kasih fresh asi, ada ASI PICK UP..!!!

bisa di booking dari sekarang.. limited seat...! bisa liat si kecil via webcam juga lho...!!

email ke mom@mommyshousedaycare.com untuk info detail yaaa..

semoga membantu yaaa..

Cheers,

Charmy

   
20-02-2009 22:45:16 MOMMY's HOUSE Day Care
Jumlah Posts : 9
Jumlah di-Like : belum ada like

Mom's & Dad's

yang bingung mau mulai masuk kerja..
atau gak ada nanny or helper di rumah..
ke tempat eyang nya jauh.. harus jam 4 - 5 pagi jalan dari rumah trus malem kudu jemput lagi?
bobo ketemu bobo deh dede nya...
atau ada nanny or PRT tapi gak mau tinggalin sendirian di rumah?

sekarang MOMMY'S HOUSE mencoba memberikan solusi nya...

berangkat bisa bareng bunda ke kantor, pulang bisa langsung jemput, long hour lagi.. dari jam 7 pagi sampe 7 malem, jadi bunda bisa drop early karena hrs jalan ke kantor lagi, n bisa pick up a bit late, karena mungkin msh ada meeting n tugas kantor. bisa juga stay over atau sabtu & minggu dgn appointment dulu.

trus pas bunda istirahat lunch, bisa mampir2 juga, melepas kangen atau juga kasih fresh asi. karena bertempatkan dilokasi perkantoran, sekitar sudirman.
akses mudah dari THAMRIN, SUDIRMAN dan KUNINGAN.

tenaga pengurus berpengalaman, layaknya seorang bunda, karena mostly adalah juga bunda untuk anak2 nya sendiri, sehingga sudah berpengalaman terhadap anak & balita.

fasilitas yang tersedia ada sick room, breast feeding room, bed rooms, activity room, meal n snack, pool, noon garden walk, educative toys, fun n learn tv show, n baby spa, untuk yang mau kasih fresh asi, ada ASI PICK UP..!!!

bisa di booking dari sekarang.. limited seat...! bisa liat si kecil via webcam juga lho...!!

email ke mom@mommyshousedaycare.com untuk info detail yaaa..

semoga membantu yaaa..

Cheers,
Charmy

   
20-02-2009 22:30:22 MOMMY's HOUSE Day Care
Jumlah Posts : 9
Jumlah di-Like : belum ada like

Mom's & Dad's

yang bingung mau mulai masuk kerja..
atau gak ada nanny or helper di rumah..
ke tempat eyang nya jauh.. harus jam 4 - 5 pagi jalan dari rumah trus malem kudu jemput lagi?
bobo ketemu bobo deh dede nya...
atau ada nanny or PRT tapi gak mau tinggalin sendirian di rumah?

sekarang MOMMY'S HOUSE mencoba memberikan solusi nya...

berangkat bisa bareng bunda ke kantor, pulang bisa langsung jemput, long hour lagi.. dari jam 7 pagi sampe 7 malem, jadi bunda bisa drop early karena hrs jalan ke kantor lagi, n bisa pick up a bit late, karena mungkin msh ada meeting n tugas kantor. bisa juga stay over atau sabtu & minggu dgn appointment dulu.

trus pas bunda istirahat lunch, bisa mampir2 juga, melepas kangen atau juga kasih fresh asi. karena bertempatkan dilokasi perkantoran, sekitar sudirman.
akses mudah dari THAMRIN, SUDIRMAN dan KUNINGAN.

tenaga pengurus berpengalaman, layaknya seorang bunda, karena mostly adalah juga bunda untuk anak2 nya sendiri, sehingga sudah berpengalaman terhadap anak & balita.

fasilitas yang tersedia ada sick room, breast feeding room, bed rooms, activity room, meal n snack, pool, noon garden walk, educative toys, fun n learn tv show, n baby spa, untuk yang mau kasih fresh asi, ada ASI PICK UP..!!!

bisa di booking dari sekarang.. limited seat...! bisa liat si kecil via webcam juga lho...!!

email ke mom@mommyshousedaycare.com untuk info detail yaaa..

semoga membantu yaaa..

Cheers,
Charmy

   
Jumlah Posts : 141
Jumlah di-Like : 1

DEAR ALL BUNDA...ini ada sedikit cerita dari sebuah milis...mungkin bisa jadi pelajaran buat saya juga bunda semuanya

Benarkah Cara Mendidik Anak Kita?

Apa kita pernah menerangkan, atau setidaknya, sambil santai  ngomong ke anak-anak, “Bapak kepingin kamu menjadi orang yang sukses”, atau, “Jadilah orang yang banyak berguna bagi agama dan bangsa.”

Jangan-jangan kita sebagai orangtua, selama menjalani kehidupan keluarga hanya menghabiskan waktu untuk mencari nafkah? Tidak ada waktu untuk mencoba bekomunikasi dengan anak-anak kita, memberikan semangat, memberikan pandangan tentang hidup yang bakal dihadapi.

“Kamu ingin jadi apa, Nak, nanti kalau sudah besar?”

Kata-kata seperti itu untuk anak-anak kita sangatlah menyejukkan bagi hati mereka. Bukan cuma bilang, “Kamu nggak boleh ini, itu, inu, dll.” Apakah kita ingin dalam waktu membesarkan anak-anak kita hidup seperti air mengalir?

Tiba-tiba anak kita sudah masuk SD.
Tiba-tiba masuk SMA.
Tiba-tiba sudah lulus kuliah.
Tiba-tiba sudah kawin.
Tiba-tiba kita sudah punya cucu.

Tiba-tiba nyawa kita sudah mau diambil malaikat.
Hidup kita ini sangatlah pendek, Kawan. Coba dibandingkan dengan umat-umat nabi yang terdahulu. Ada yang 500 tahun, 800 tahun, dll. Umur kita juga sangatlah terbatas untuk melihat anak kita tumbuh dan berkembang.

Ada teman saya yang orangtuanya tidak ada waktu untuk mengobrol enak dengan si anak. Orangtua sibuk banting tulang untuk membiayai hidup seluruh keluarga. Orangtua pulang sampai rumah sehabis Maghrib. Gara gara capek dan bete dengan masalah pekerjaan, di rumah kerjaannya maraaaaahhhhhhh terus. Kayak nggak ada benernya urusan di rumah.

Setiap hari hal ini yang terjadi. Mood-nya orangtua yang kecapekan kerja selalu tidak bagus. Kalau orangtua mood-nya lagi bagus, tapi si anak moodnya lagi jelek, orangtuanya menganggap si anak tidak hormat. Repot.

Ada juga cerita seorang teman yang orangtuanya tak pernah peduli dengan prestasi anaknya, sebagus apapun itu. Mereka tidak pernah memberi pujian apapun ke anaknya.
Awas, anak yang tidak pernah mendapat pujian di rumah, akan mencari pujian-pujian itu di luar.

Pernah dengar kisah nyata Ny. Ani yang membunuh ketiga anaknya sendiri?

Kalau belum akan coba saya ceritakan sedikit.

Ani adalah lulusan ITB Bandung dengan IPK hampir 4 (saya lupa 3,8 atau 3,9).
Keluarganya adalah keluarga yang ilmu agamanya kuat. Apa yang kurang dari dia?

Selama hidupnya, Ani TIDAK PERNAH SEKALIPUN DI PUJI OLEH IBUNYA. Apa pun yang dia buat, sehebat dan sebaik apapun tidak pernak dipuji atau dielem (bahasa Jawanya).

Dia belajar mati-mati untuk mendapat pujian dari ibunya, sehingga lulus ITB pun cum laude. Tapi apa kata ibunya? “Gitu aja, semua orang bisa.”

Karena di omongin begitu, setelah lulus kuliah Ani tidak kerja. Melanjutkan S2-nya di ITB lagi. Hasilnya? Lulus dengan IPK 4,0.

Apa kata ibunya? Sekali lagi, “Kalau segitu sih, biasa.”

Masya Allah. Ada ya ibu yang kayak gitu?

Setelah menikah, Ani dikaruniai tiga orang anak. Yang paling besar kalau tidak salah SD. Setelah itu TK. Dan yang paling kecil masih bayi.

Karena dia memang ditempa oleh orangtuanya dengan cara yang tidak tepat, sampailah cara itu pada alam bawah sadarnya. Cara Ani mendidik anak-anaknya persis seperti ibunya mendidik dia. Meskipun dia sering sadar kalau cara tersebut keliru.

Suatu ketika waktu dia berdiam diri di rumah sambil melamun, mulailah setan berbisik, “Sebelum ketiga anakmu menjadi korban si Ani (dirinya sendiri), seperti si Ani jadi korban ibunya, mumpung mereka belum besar, lebih baik anak-anakmu dibunuh saja. Daripada mereka tersiksa seperti si Ani sampai sekarang ini.”

Ani terpengaruh. Dia ingin membunuh ketiga buah hatinya. Percobaan pertama dipergoki oleh suaminya, sehingga gagal. Percobaan kedua dipergoki oleh pembantunya, gagal maning, gagal maning.

Hingga akhirnya yang ketiga. Waktu itu suaminya ada panggilan tugas ke luar kota yang tidak bisa ditinggalkan, pembantunya disuruh beli sesuatu di tempat jauh.

Ani mengawalinya dari anak yang paling lemah, yaitu anak bayinya. Anak ketiga itu dikasih makan sampai kenyang. Setelah kenyang, dibelai-belainya agar tertidur. Setelah tidur, Ani mengambil bantal seraya berkata, “Tunggu Ibu di surga ya anakku.” Dengan dingin, bantal dibenamkan menutupi wajah si bayi. Anak lucu itu pun tidak bergerak lagi.

Anak kedua pulang dari TK, sekitar jam 9. Disuruhnya anak itu cepat tidur, padahal belum waktunya untuk tidur. Dibelai-belai rambut sang anak sampai dia benar-benar tertidur. Setelah itu prosedurnya sama persis dengan yang dilakukan pada sang bayi. Meninggallah anak kedua.

Prosedur sama juga diterapkan untuk si sulung.

Dan akhirnya terbongkarlah pebuatan Ani.

Untung bagi Ani, waktu polisi menanyai si suami apakah dia mau menuntut istrinya, dia menggeleng. Karena pria itu benar-benar tahu keadaan Ani.

Kesimpulannya, janganlah anak-anak kita menjadi Ani-Ani yang lain. Perlakukanlah mereka dengan lembut, ajarilah mereka tentang kebaikan, tentang tujuan hidup. Jangan hanya main perintah saja.

Jangan sampai pula seperti cerita salah seorang teman saya yang orangtuanya sering mengatakan tanpa sadar, “Mestinya aku ngajari kamu dari kecil, sekarang sudah terlambat.”

   
Jumlah Posts : 33
Jumlah di-Like : belum ada like

 Whitening Mask Powder (WMP)-Masker Bubuk Korea

Rp 114,000.00

Masker Bubuk Korea Barang import baru datang

Tidak perlu mahal dan menghabiskan jutaan rupiah hanya untuk mendapatkan kulit putih yang didambakan. Whitening Mask Powder asli Korea dengan efek pemutihnya memberi hasil secara langsung, yang terlihat begitu selesai mandi (sebelumnya bilas dengan air hingga bersih). Fungsi Masker Bubuk Korea:

  • Membersihkan, mencerahkan serta mengangkat sel kulit mati.
  • Mengencangkan kulit atau sebagai bahan anti aging. Sangat baik bagi Anda yang memiliki kulit wajah/tubuh yang mengalami pengenduran akibat melahirkan atau memasuki golden age (usia 40 keatas).
  • Membuat kulit cerah dan bersih berseri secara alami.
  • Masker ini bersifat cool/ dingin, sehingga turut memberi sensasi dingin pada kulit sehingga kulit menjadi lebih rileks, menghilangkan kulit kusam/berkerut akibat polusi udara/AC, dan menyegarkan wajah dari penggunaan bedak/ foundation kita pakai seharian.

Dengan meluangkan waktu Anda sekitar 10 menit secara intensif untuk memasker wajah sebelum mandi, maka masker ini akan membantu dalam mengatasi timbulnya flek hitam secara dini. Masker ini juga membantu dalam mencegah Noda Hitam yang muncul tidak mengenal usia. * The Last is the reason Why This Whitening Mask, so important for you have in ur home is for BEAUTY REBORN ( 1 of way/ salah satu cara untuk menjaga kulit wajah sampai seluruh tubuh untuk senantiasa cantik dan telihat muda terawatt ) jadi untuk Perawatan dan keindahan kulit bukan hanya tugas dari salon/ dokter langganan kita saja, tapi lebih optimal bila kita Bantu juga dari Perawatan dirumah, kolaborasi perawatan dirumah dan di salon/klinik kalian akan terlihat optimal yang berhadiah Kepercayaan Diri kita meningkat, karena KECANTIKAN bukan hanya sebatas agar enak dilihat oleh orang lain tapi uga untuk menambah PD. Setelah dibilas air kulit jauh lebih putih Stok ada 2varian : -original (tanpa wangi apapun) -with parfume (recomended seller udh cobain)