SITE STATUS
Jumlah Member :
493.590 member
user online :
1631 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: dp bergerak lagi isap rokok

New Topic :  
03-10-2016 23:11:44 bayi sudah jarang gerak
Jumlah Posts : 70
Jumlah di-Like : belum ada like
bun mau tanya dong, usia kehamilan aku 36 week kok bayi udah ga aktip bergerak lagi ya.. knp ya
   


01-09-2015 16:46:36 kepala gak masuk panggul
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Beberapa kemungkinan Penyebabnya :

  1. Letak plasenta
    Letak plasenta yang menutupi rongga panggul menghalangi kepala bayi masuk ke arah sana.
     
  2. Terlilit tali pusat
    Tubuh bayi yang terlilit tali pusat menyulitkannya berputar sehingga posisi kepala tetap di bawah
     
  3. Jumlah air ketuban
    Air ketuban yang terlalu banyak membuat bayi labil dalam perut, sedangkan air ketuban yang terlalu sedikit juga menyulitkan bayi untuk berputar
     
  4. Panggul Bunda terlalu sempit
    saat kepala bayi hendak masuk ia terhalang rongga panggul yang terlalu sempit sehingga saat ia bergerak lagi posisi bisa berputar dan menyebabkan bokong berada di bawah
   
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Bayi Sungsang? Jangan Panik Dulu



Setiap Bunda yang sedang hamil pasti ingin buah hati dalam kandungannya sehat dan mengharapkan lancar saat melahirkan kelak. Tapi bagaimana bila posisi bayi sungsang, apakah proses kelahiran bias berjalan lancar? Menurut dr. Nugroho Kampono SpOG (K) yang praktek di Brawijaya Women & Children Hospital, bayi memiliki kecenderungan 5-7% berada dalam posisi bokong di bawah atau biasa kita kenal dengan istilah sungsang.

Penyebabnya :

  1. Letak plasenta
    Letak plasenta yang menutupi rongga panggul menghalangi kepala bayi masuk ke arah sana.
     
  2. Terlilit tali pusat
    Tubuh bayi yang terlilit tali pusat menyulitkannya berputar sehingga posisi kepala tetap di bawah
     
  3. Jumlah air ketuban
    Air ketuban yang terlalu banyak membuat bayi labil dalam perut, sedangkan air ketuban yang terlalu sedikit juga menyulitkan bayi untuk berputar
     
  4. Panggul Bunda terlalu sempit
    saat kepala bayi hendak masuk ia terhalang rongga panggul yang terlalu sempit sehingga saat ia bergerak lagi posisi bisa berputar dan menyebabkan bokong berada di bawah


Berbahayakah ?

“Tidak berbahaya, asalkan tata laksananya harus benar.” jelas dr. Nugroho. Maksudnya saat proses persalinan normal pada bayi sungsang tim medis harus menguasai teknis khusus. Misalnya saat bokong sudah keluar dokter harus menggunakan tangannya untuk membantu mengeluarkan bagian perut, bahu, dan kepalanya.

Meski begitu, untuk Bunda yang mengandung anak pertama dan posisinya sungsang saat kehamilan memasuki 38-40 Minggu dr. Nugroho tidak menyarankan Bunda melakukan persalinan normal, karena kecenderungan cedera pada bayi lebih besar.
Tapi bila Bunda pernah melakukan persalinan normal yang artinya panggul cukup besar, melahirkan normal untuk bayi sungsang mungkin saja dilakukan, dengan syarat berat bayi tidak lebih dari 3500 gram.

Pertanyaannya sekarang bagaimana untuk mengembalikan bayi ke posisi normal?
“menungging saja sesering mungkin!” sarannya. Karena dengan menungging bokong bayi dalam rongga panggul akan keluar dan kepala akan masuk ke rongga panggul.

   


Jumlah Posts : 34
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda non@udah tk coba,,tp dedenyaa masih betah di atas,,mngkin bbj nyaa udh 3,00 yaa bund,,makanee susah bergerak lagi :(
   
20-02-2015 11:11:22 HPL Maret 2015
Jumlah Posts : 63
Jumlah di-Like : belum ada like
emg kno bun anak nya blm masuk tulang pinggul ??? kmren tmn aku juga bgtu karna debay nya kebesaran jadi debay nya gak bsa bergerak lagi untuk muter ke bawah, dan akhir nya tmn ku di caesar bun ..
coba bunda diurut bun .. share aja sih ..
   


18-02-2011 16:18:43 tumor pada payudara
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Ponakan saya (msh gadis, 20 thn) ada benjolan sebesar biji jagung pada payudara kirinya bagian bawah sekitar 2 thn lalu.Kalo dipegang kayak bergerak. Pernah diperiksakan dan kata dokter tumor jinak. Namun sekarang membesar dan ga bergerak lagi. Adakah kemungkinan tumor itu jadi tumor ganas?Seberapa besar bahayanya dan bagaimana mengatasinya?Thanks

Dari : Ummu Faruq

Jawaban:

Dear Bunda,

Untuk mengetahui apakah jenis benjolan tersebut berjenis ganas atau jinak, maka harus dilakukan pemeriksaan penunjang. Untuk mengetahui jenis sel apakah benjolan tersebut maka harus dilakukan biopsy pada jaringan tersebut. Tanda-tanda suatu keganasan pada payudara adalah: Terdapat benjolan pada payudara ataupun pada daerah ketiak, pembengkakan pada daerah payudara atau ketiak, rasa nyeri pada daerah tersebut, perubahan warna kulit, keluar cairan dari puting susu, puting susu yang masuk ke dalam, terdapat pitted skin (pori pori yang melebar) pada daerah payudara atau puting susu. Sebaiknya keponakan anda memeriksakan kembali dirinya kepada dokter yang dulu memeriksa, agar mengetahui perkembangan penyakitnya. Demikian jawaban saya.
   
Jumlah Posts : 94
Jumlah di-Like : 1

dear bunda riwahyu,

Biasanya umur kandungan 4 bulan sudah bisa merasakan gerakannya tp baru seperti kedutan kedutan kecil gitu bunda. biasa dalam sehari 3 -  5 kali atau lebih.
memasuki 6 bulan geraknya sudah semakin sering. bahkan bunda bisa mengajaknya bermain, jika dia bergerak bunda bisa mengelus perut sambil berikan sedikit gerakan/ mainkan jari seperti dikelitik dia akan bergerak lagi. pokoknya rasanya luar biasa bahagianya bunda. semakin dia bergerak semakin kita merasakan kehadirannya dan semakin sayang.

Ok bunda sehat yah.

   
Jumlah Posts : 141
Jumlah di-Like : 1

DEAR ALL BUNDA...ini ada sedikit cerita dari sebuah milis...mungkin bisa jadi pelajaran buat saya juga bunda semuanya

Benarkah Cara Mendidik Anak Kita?

Apa kita pernah menerangkan, atau setidaknya, sambil santai  ngomong ke anak-anak, “Bapak kepingin kamu menjadi orang yang sukses”, atau, “Jadilah orang yang banyak berguna bagi agama dan bangsa.”

Jangan-jangan kita sebagai orangtua, selama menjalani kehidupan keluarga hanya menghabiskan waktu untuk mencari nafkah? Tidak ada waktu untuk mencoba bekomunikasi dengan anak-anak kita, memberikan semangat, memberikan pandangan tentang hidup yang bakal dihadapi.

“Kamu ingin jadi apa, Nak, nanti kalau sudah besar?”

Kata-kata seperti itu untuk anak-anak kita sangatlah menyejukkan bagi hati mereka. Bukan cuma bilang, “Kamu nggak boleh ini, itu, inu, dll.” Apakah kita ingin dalam waktu membesarkan anak-anak kita hidup seperti air mengalir?

Tiba-tiba anak kita sudah masuk SD.
Tiba-tiba masuk SMA.
Tiba-tiba sudah lulus kuliah.
Tiba-tiba sudah kawin.
Tiba-tiba kita sudah punya cucu.

Tiba-tiba nyawa kita sudah mau diambil malaikat.
Hidup kita ini sangatlah pendek, Kawan. Coba dibandingkan dengan umat-umat nabi yang terdahulu. Ada yang 500 tahun, 800 tahun, dll. Umur kita juga sangatlah terbatas untuk melihat anak kita tumbuh dan berkembang.

Ada teman saya yang orangtuanya tidak ada waktu untuk mengobrol enak dengan si anak. Orangtua sibuk banting tulang untuk membiayai hidup seluruh keluarga. Orangtua pulang sampai rumah sehabis Maghrib. Gara gara capek dan bete dengan masalah pekerjaan, di rumah kerjaannya maraaaaahhhhhhh terus. Kayak nggak ada benernya urusan di rumah.

Setiap hari hal ini yang terjadi. Mood-nya orangtua yang kecapekan kerja selalu tidak bagus. Kalau orangtua mood-nya lagi bagus, tapi si anak moodnya lagi jelek, orangtuanya menganggap si anak tidak hormat. Repot.

Ada juga cerita seorang teman yang orangtuanya tak pernah peduli dengan prestasi anaknya, sebagus apapun itu. Mereka tidak pernah memberi pujian apapun ke anaknya.
Awas, anak yang tidak pernah mendapat pujian di rumah, akan mencari pujian-pujian itu di luar.

Pernah dengar kisah nyata Ny. Ani yang membunuh ketiga anaknya sendiri?

Kalau belum akan coba saya ceritakan sedikit.

Ani adalah lulusan ITB Bandung dengan IPK hampir 4 (saya lupa 3,8 atau 3,9).
Keluarganya adalah keluarga yang ilmu agamanya kuat. Apa yang kurang dari dia?

Selama hidupnya, Ani TIDAK PERNAH SEKALIPUN DI PUJI OLEH IBUNYA. Apa pun yang dia buat, sehebat dan sebaik apapun tidak pernak dipuji atau dielem (bahasa Jawanya).

Dia belajar mati-mati untuk mendapat pujian dari ibunya, sehingga lulus ITB pun cum laude. Tapi apa kata ibunya? “Gitu aja, semua orang bisa.”

Karena di omongin begitu, setelah lulus kuliah Ani tidak kerja. Melanjutkan S2-nya di ITB lagi. Hasilnya? Lulus dengan IPK 4,0.

Apa kata ibunya? Sekali lagi, “Kalau segitu sih, biasa.”

Masya Allah. Ada ya ibu yang kayak gitu?

Setelah menikah, Ani dikaruniai tiga orang anak. Yang paling besar kalau tidak salah SD. Setelah itu TK. Dan yang paling kecil masih bayi.

Karena dia memang ditempa oleh orangtuanya dengan cara yang tidak tepat, sampailah cara itu pada alam bawah sadarnya. Cara Ani mendidik anak-anaknya persis seperti ibunya mendidik dia. Meskipun dia sering sadar kalau cara tersebut keliru.

Suatu ketika waktu dia berdiam diri di rumah sambil melamun, mulailah setan berbisik, “Sebelum ketiga anakmu menjadi korban si Ani (dirinya sendiri), seperti si Ani jadi korban ibunya, mumpung mereka belum besar, lebih baik anak-anakmu dibunuh saja. Daripada mereka tersiksa seperti si Ani sampai sekarang ini.”

Ani terpengaruh. Dia ingin membunuh ketiga buah hatinya. Percobaan pertama dipergoki oleh suaminya, sehingga gagal. Percobaan kedua dipergoki oleh pembantunya, gagal maning, gagal maning.

Hingga akhirnya yang ketiga. Waktu itu suaminya ada panggilan tugas ke luar kota yang tidak bisa ditinggalkan, pembantunya disuruh beli sesuatu di tempat jauh.

Ani mengawalinya dari anak yang paling lemah, yaitu anak bayinya. Anak ketiga itu dikasih makan sampai kenyang. Setelah kenyang, dibelai-belainya agar tertidur. Setelah tidur, Ani mengambil bantal seraya berkata, “Tunggu Ibu di surga ya anakku.” Dengan dingin, bantal dibenamkan menutupi wajah si bayi. Anak lucu itu pun tidak bergerak lagi.

Anak kedua pulang dari TK, sekitar jam 9. Disuruhnya anak itu cepat tidur, padahal belum waktunya untuk tidur. Dibelai-belai rambut sang anak sampai dia benar-benar tertidur. Setelah itu prosedurnya sama persis dengan yang dilakukan pada sang bayi. Meninggallah anak kedua.

Prosedur sama juga diterapkan untuk si sulung.

Dan akhirnya terbongkarlah pebuatan Ani.

Untung bagi Ani, waktu polisi menanyai si suami apakah dia mau menuntut istrinya, dia menggeleng. Karena pria itu benar-benar tahu keadaan Ani.

Kesimpulannya, janganlah anak-anak kita menjadi Ani-Ani yang lain. Perlakukanlah mereka dengan lembut, ajarilah mereka tentang kebaikan, tentang tujuan hidup. Jangan hanya main perintah saja.

Jangan sampai pula seperti cerita salah seorang teman saya yang orangtuanya sering mengatakan tanpa sadar, “Mestinya aku ngajari kamu dari kecil, sekarang sudah terlambat.”

   
Jumlah Posts : 19
Jumlah di-Like : belum ada like
 Hallo Bunda semua,
 
kalo pengalaman saya waktu melahirkan Tatya dulu udah 9 bulan lebih juga blom ada tanda2 apa2.Mules2pun juga ngga.akhirnya saya periksa lagi ke dokter untuk mastiin apa bayi saya dalam keadaan baik.saat masuk usia kandungan 9 bln air ketuban udah mrembes.jadi tiap hari celana dalam terasanya basah terus. setelah diperiksa ternyata kepala bayi tidak bisa masuk ke jalan lahir karena terhalang oleh ari2.jadi ari2 yang harusnya ada di atas, karena dia kekurangan asupan makanan (waktu hamil saya memang sering kali muntah sampai usia kandungan 9 bln) dia cari makanan dengan bergerak ke bawah.setelah usia kandungan enam bulan ari2 tidak bisa bergerak lagi ke atas. jadi terpaksa saya harus melahirkan caesar. karena kalopun dipaksakan lahir normal kemungkinan besar akan terjadi pendarahan. so lebih amannya saya dan suami milih untuk caesar aja...
Semoga pengalaman saya bisa menambah wawasan bunda semua...
 
Bunda Tatya

 
   
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
Hallo Bunda semua,   kalo pengalaman saya  waktu melahirkan Tatya dulu udah 9 bulan lebih juga blom ada tanda2 apa2.Mules2pun juga ngga.akhirnya saya periksa lagi ke dokter untuk mastiin apa bayi saya dalam keadaan baik.saat masuk usia kandungan 9 bln air ketuban udah mrembes.jadi tiap hari celana dalam terasanya basah terus. setelah diperiksa ternyata kepala bayi tidak bisa masuk ke jalan lahir karena terhalang oleh ari2.jadi ari2 yang harusnya ada di atas, karena dia kekurangan asupan makanan (waktu hamil saya memang sering kali muntah sampai usia kandungan 9 bln) dia cari makanan dengan bergerak ke bawah.setelah usia kandungan enam bulan ari2 tidak bisa bergerak lagi ke atas. jadi terpaksa saya harus melahirkan caesar. karena kalopun dipaksakan lahir normal kemungkinan besar akan terjadi pendarahan. so lebih amannya saya dan suami milih untuk caesar aja... Semoga pengalaman saya bisa menambah wawasan bunda semua...   Bunda Tatya
   
Jumlah Posts : 140
Jumlah di-Like : belum ada like
Dear cume... sebaik nya merokok nya di hentikan segera,krn kasihan Baby yg ada di perut ikut menghisap asap rokok yg kmu isap.....rokok itu sangat berpengaruh ke janin lho bahkan asap rokok bs menyebabkan Autis pd Baby nanti nya.sayang ga ma baby nya?????klo sayang yah hentikan donk merokok nya klo ada kemauan untk brenti merokok lama2 pasti bs berhenti dech semua nya kan demi kesehatan n pertumbuhan otak si baby...
   
26-04-2008 08:26:57 Ambeien saat hamil tua
Jumlah Posts : 8
Jumlah di-Like : 1
Kemarin aku konsul ke dokter katanya ngak papa ambeien melahirkan normal, nanti setelah melahirkan akan sembuh sendiri dan aku ngak dikasih obat untuk ambeien itu mbak, karena sebelumnya aku ngak pernah sakit ini. Baru pada kehamilan kedua ini, penyebabnya juga karena aku sulit buang air dalam beberapa hari, eh nongol tuh di lubang dubur semacam benjolan kecil tapi tidak sakit. Kadang suka aku masukan sendiri nanti dia masuk tapi kalau aku bergerak lagi dia akan keluar lagi. Dan ngak berasa apa apa (tidak Sakit. Kata dokter lihat nanti kalau sudah melahirkan baru dapat obat untuk menyembuhkannya, tapi syukur kalau itu cuma bawaan kandungan aja, semoga aja setelah lahiran udah ngak ada lagi ya mbak, soalnya benjolan itu ngak besar sih cuma sebesar telur cicak gitu.

Maksih deh atas semua saran bunda semua....
   
06-12-2007 12:19:50 isap jari tangan
Jumlah Posts : 162
Jumlah di-Like : 2
Halo jg mama iffa,
Kalo Faran juga dulu sempat begitu.. Nah upaya yang aku lakukan adalah tiap kali Faran mau isap jari nya, tangannya aku tarik. Trus aku kasih mainan..eh..mainannya yg dimasukin ke mulut.. Array . Nah mainan yang aku kasih itu yang memang utk dimasukin kemulut, namanya teether kl g salah. Ntr, kalo Faran dah bosen sama mainannya, suka balik lagi isap tangannya, trus aku tarik lagi sambil bilang "G usah isap jari y sayang..". Memang mama harus telaten dan sabar. Alhamdulillah dengan cara menarik tangan Faran dikala pengen dimasukin kemulut, sangat ampuh utk Faran.
Salam,
Bunda Faran
   
Jumlah Posts : 3025
Jumlah di-Like : 1
bun miftahul udh brp w skrng?



Umumnya ibu hamil (bumil) sering mengalami varises. Tak hanya di kaki, varises juga bisa terjadi pada vagina. Varises pada vagina dapat terjadi sepanjang masa kehamilan, namun biasanya lebih banyak terjadi pada kehamilan trimester akhir atau usia kehamilan di atas 32 minggu. Di mana saat itu terjadi peningkatan kadar hormon progesteron.

Umumnya varises terjadi pada bumi usia tua, karena dapat menyebabkan lemahnya dinding pembuluh darah vena, sehingga katub-katubnya pun ikut melemah. Varises jarang terjadi pada bumi usia muda, jika tidak ada faktor keturunan dan pola hidup yang memicu terjadinya varises tersebut.

Tujuh Faktor Penyebab

Varises bisa terjadi pada pria maupun wanita, namun lebih sering pada wanita, karena wanita memiliki jaringan kulit lebih lunak dan ditambah dengan gangguan hormonal yang lebih tinggi ketika mengalami pubertas dan kehamilan. Adapaun penyebab varises lainnya adalah:


1. Kehamilan. Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil membuat kaki semakin terbebani. Akibatnya, aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat dan terjadilah varises.


2. Paritas yang tinggi. Bumil yang mempunyai riwayat melahirkan anak banyak atau multipara juga mudah mengalami varises, karena wanita yang sering melahirkan cenderung memiliki otot-otot panggul yang lemah sehingga menyebabkan terjadinya pelebaran pada pembuluh darah.


3. Faktor keturunan. Kemungkinan besar, faktor keturunan menjadi penyebab terjadinya varises pada wanita usia muda. Sedangkan pada wanita yang sudah berusia, terjadi akibat perubahan hormon dan bertambahnya berat badan.


4. Kurang gerak & berdiri terlalu lama. Kurang bergerak akan menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal. Sedangkan berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah. Bila pekerjaan yang dilakukan mengharuskan banyak berdiri, maka usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis atau diam, melainkan tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat. Hal itu agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung.


5. Merokok. Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi.


6. Kolesterol & diabetes. Penderita kolesterol tinggi dan penderita diabetes mudah mengalami varises, karena kedua penyakit tersebut berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, dimana kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang dialami dapat memicu terjadinya varises.


7. Memakai sepatu hak tinggi. Pemakaian sepatu dengan hak yang terlalu tinggi bisa membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah menjadi tidak maksimal.

Dampak Varises pada Kehamilan

Bumil yang mengalami varises vagina patut waspada! Karena dapat membahayakan dan mengganggu proses persalinan. Jika bumil merasakan adanya benjolan di seputar vagina, harus benar-benar dicek bagian dalam dan luarnya. Biasanya, semakin tua usia kehamilan, varises akan semakin parah, karena bendungan dari rahim yang kian besar semakin kuat. Apalagi jika sebagian kepala janin sudah turun ke rongga panggul, aliran darah dari bawah ke atas semakin tidak lancar. Walhasil, varises semakin membesar dan bertambah parah.

Risiko varises semakin besar terjadi pada wanita yang pernah hamil dan melahirkan anak lebih dari dua kali. Juga pada wanita hamil usia di atas 40 tahun. Sebabnya, arteriosclerosis (penebalan dinding pembuluh darah) yang dialami bumil, berdampak pada dinding pembuluh darah yang kehilangan daya lentur atau elastisitasnya. Kekakuan ini akan menghambat aliran vena sehingga memudahkan varises muncul.

Bila varisesnya masih ringan, bumi dengan varises vagina masih dapat menjalani persalinan dengan normal. Namun apabila terdapat banyak varisesnya atau diderita cukup berat, sebaiknya melahirkan dengan cara sesar. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasikan risiko pecahnya dinding pembuluh darah akibat trauma atau laserasi jalan pada saat bayi lahir. Karena dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan ibu dan janinnya juga.
   
Jumlah Posts : 3025
Jumlah di-Like : 1
bunda maya.. waahh aq jd penasaran tuh bun apa varises vagina... Setlh searching q nemu ttg artikel'y... Varises Kaki vs Vagina Varises adalah kelainan pada pembuluh darah vena (balik) yang terjadi karena penurunan atau hilangnya elastisitas dinding vena-vena yang berkelok-kelok atau kerusakan katub. Umumnya ibu hamil (bumil) sering mengalami varises. Tak hanya di kaki, varises juga bisa terjadi pada vagina. Varises pada vagina dapat terjadi sepanjang masa kehamilan, namun biasanya lebih banyak terjadi pada kehamilan trimester akhir atau usia kehamilan di atas 32 minggu. Di mana saat itu terjadi peningkatan kadar hormon progesteron. Umumnya varises terjadi pada bumi usia tua, karena dapat menyebabkan lemahnya dinding pembuluh darah vena, sehingga katub-katubnya pun ikut melemah. Varises jarang terjadi pada bumi usia muda, jika tidak ada faktor keturunan dan pola hidup yang memicu terjadinya varises tersebut. Tujuh Faktor Penyebab Varises bisa terjadi pada pria maupun wanita, namun lebih sering pada wanita, karena wanita memiliki jaringan kulit lebih lunak dan ditambah dengan gangguan hormonal yang lebih tinggi ketika mengalami pubertas dan kehamilan. Adapaun penyebab varises lainnya adalah: 1. Kehamilan. Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil membuat kaki semakin terbebani. Akibatnya, aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat dan terjadilah varises. 2. Paritas yang tinggi. Bumil yang mempunyai riwayat melahirkan anak banyak atau multipara juga mudah mengalami varises, karena wanita yang sering melahirkan cenderung memiliki otot-otot panggul yang lemah sehingga menyebabkan terjadinya pelebaran pada pembuluh darah. 3. Faktor keturunan. Kemungkinan besar, faktor keturunan menjadi penyebab terjadinya varises pada wanita usia muda. Sedangkan pada wanita yang sudah berusia, terjadi akibat perubahan hormon dan bertambahnya berat badan. 4. Kurang gerak & berdiri terlalu lama. Kurang bergerak akan menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal. Sedangkan berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah. Bila pekerjaan yang dilakukan mengharuskan banyak berdiri, maka usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis atau diam, melainkan tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat. Hal itu agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung. 5. Merokok. Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi. 6. Kolesterol & diabetes. Penderita kolesterol tinggi dan penderita diabetes mudah mengalami varises, karena kedua penyakit tersebut berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, dimana kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang dialami dapat memicu terjadinya varises. 7. Memakai sepatu hak tinggi. Pemakaian sepatu dengan hak yang terlalu tinggi bisa membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah menjadi tidak maksimal. Dampak Varises pada Kehamilan Bumil yang mengalami varises vagina patut waspada! Karena dapat membahayakan dan mengganggu proses persalinan. Jika bumil merasakan adanya benjolan di seputar vagina, harus benar-benar dicek bagian dalam dan luarnya. Biasanya, semakin tua usia kehamilan, varises akan semakin parah, karena bendungan dari rahim yang kian besar semakin kuat. Apalagi jika sebagian kepala janin sudah turun ke rongga panggul, aliran darah dari bawah ke atas semakin tidak lancar. Walhasil, varises semakin membesar dan bertambah parah. Risiko varises semakin besar terjadi pada wanita yang pernah hamil dan melahirkan anak lebih dari dua kali. Juga pada wanita hamil usia di atas 40 tahun. Sebabnya, arteriosclerosis (penebalan dinding pembuluh darah) yang dialami bumil, berdampak pada dinding pembuluh darah yang kehilangan daya lentur atau elastisitasnya. Kekakuan ini akan menghambat aliran vena sehingga memudahkan varises muncul. Bila varisesnya masih ringan, bumi dengan varises vagina masih dapat menjalani persalinan dengan normal. Namun apabila terdapat banyak varisesnya atau diderita cukup berat, sebaiknya melahirkan dengan cara sesar. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasikan risiko pecahnya dinding pembuluh darah akibat trauma atau laserasi jalan pada saat bayi lahir. Karena dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan ibu dan janinnya juga.