SITE STATUS
Jumlah Member :
493.829 member
user online :
1380 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: darah menstruasi hitam dan ada seperti u

New Topic :  
Jumlah Posts : 34
Jumlah di-Like : belum ada like
dok.tolong dong ada apa dengan saya kenapa yaa hari ke 3 mens warna nya hitam pekat dan saat kencing keluar kaya darah warnah hitam tapi ada titik putih ukuran nya kaya biji kacang ijo gitu ,
gejala pas mens bulan ini parah dok, badan saya terasa sakit di bagian punggung dan perut selama 2 hari itu,
darah mens pun lumayan banyak tapi hari ke 3 mens sedikit warna nya hitam,hari ke 4 saya udah ga ada keluar mens,
kira2 gejala apa yaa dok karna saya lagi promil anak ke 2 dan sudah tidak mengunakan KB udah 2 tahunan lebih,
mohon pecerahan nya terima kasi dok
   


11-06-2015 12:58:09 darah haid berwarna hitam
Jumlah Posts : 172
Jumlah di-Like : belum ada like
pas kemaren april saya periksa karena darah merah segar dan ada yang hitam banget kata dokter si normal bun.. asal gak ngerasa nyeri gtu ataupun buat bab gak sakit itu normal. klo sakit gtu pas kemaren saya diusg biasa + usg dalam alat yg dimasukan kedalam vagina buat ngecek dalemnya ada infeksi jamurkah gtu, kalau pas masa subur uk telur pun bisa keliatan bun klo usg lewat bawah itu bs tau telurnya uda uk brp gtu..
mending pilih spog yang cewek bun.. hihiii saya aja kemaren spog nya cewek tetep aja malu..
   
03-04-2014 11:07:31 rheumatoid arthitis
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Siang Dok.. Saya penderita RA. Saya mau bertanya, dimana saya dapat melakukan tes laboratorium untuk Rheumatoid Arthitis dengan kelengkapan detail angka keparahannya? (Kuantitatif)(untuk lokasi Jakarta dan Tangerang). Serta apakah ada dokter yang Anda dapat rekomendasikan sebagai spesialis RA yang melakukan praktek di daerah Jakarta dan Tangerang? Saya mohon bantuan infonya ya Dok. Terima kasih atas bantuannya.

Dari : ivvo

Jawaban:

Dear Bunda,



Rheumatoid arthritis adalah suatu kelainan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang bagian jaringan tubuhnya sendiri yaitu terutama  pada bagian persendian dan menimbulkan masalah seperti pembengkakan, perubahan bentuk dan rasa nyeri pada daerah tersebut. Terapi untuk keadaan ini lebih terfokus pada mengatasi gejala yang terjadi dan mencegah kerusakan yang terjadi pada sendi yang terserang.



Pemeriksaan untuk mendiagnosa penyakit ini harus dilakukan secara seksama dengan memeriksa riwayat kesehatan, keluhan yang terjadi dan juga pemeriksaan fisik. Pemeriksaan laboratorium juga dapat membantu  terutama seperti pemeriksaan Laju Endap Darah, Rheumatoid Factor dan lainnya seperti pemeriksaan X-ray yang dapat membantu diagnosa. 



Bunda dapat mengunjungi dokter umum yang ada di dekat tempat tinggal Bunda berada. Bila ternyata dokter memutuskan untuk merujuk Bunda, beliau akan memberikan surat pengantar pada dokter yang terkait.




   


Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
So long long articcle ya,bund?Poin pentingnya disini :) 20 Mitos Kampanye Hitam Anti ImunisasiDr. Widodo Judarwanto Sp.A Imunisasi adalah investasi terbesar bagi anak di masa depan. Imunisasi adalah hak anak yang tidak bisa ditunda dan diabaikan sedikitpun. Imunisasi sudah terbukti manfaat dan efektivitasnya dan teruji keamanannya secara ilmiah dengan berdasarkan kejadian berbasis bukti. Tetapi masih banyak saja orangtua dan kelompok orang yang menyangsikannya. Setiap tahun ada sekitar 2,4 juta anak usia kurang dari 5 tahun di dunia yang meninggal karena penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh vaksinasi. Di Indonesia, sekitar 7 persen anak belum mendapatkan vaksinasi. Salah satu masalah utama yang menghambat keberhasilan program imunisasi adalah penyebaran informasi yang tidak benar dan menyesatkan tentang imunisasi. Hal itu adalah wajar terjadi karena demikian banyak informasi yang beredar yang tidak berdasarkan pemikiran dan dasar ilmiah meski dilakukan oleh seorang dokter. Hambatan lain adalah munculnya kelompok-kelompok antivaksinasi yang menyebabkan kampanye hitam dengan membawa faktor agama dan budaya. Biasanya, kelompok tertentu yang menyebarkan kampanye hitam imunisasi demi kepentingan pribadi khususnya dalam kepentingan bisnis terselubung yang mereka lakukan. Sebagian kelompok ini adalah yang berdiri dibelakang oknum pelaku naturopathy, food combining, homeopathy atau bisnis terapi herbal. Inilah 20 Mitos Tidak benar Yang Disebarkan Kampanye Hitam Anti Imunisasi : 1. Imunisasi tidak aman.Tidak Benar. Saat ini 194 negara terus melakukan vaksinasi untuk bayi dan balita. Badan resmi yang meneliti dan mengawasi vaksin di negara tersebut umumnya terdiri atas para dokter ahli penyakit infeksi, imunologi, mikrobiologi, farmakologi, epidemiologi, dan biostatistika. Sampai saat ini tidak ada negara yang melarang vaksinasi, justru semua negara berusaha meningkatkan cakupan imunisasi lebih dari 90% . 2. Terdapat "ilmuwan" menyatakan bahwa imunisasi berbahaya.Tidak benar imunisasi berbahaya. "Ilmuwan" yang sering dikutip di buku, tabloid, milis ternyata bukan ahli vaksin, melainkan ahli statistik, psikolog, homeopati, bakteriologi, sarjana hukum, wartawan. sehingga mereka tidak mengerti betul tentang vaksin. Sebagian besar mereka bekerja pada era tahun 1950- 1960, sehingga sumber datanya juga sangat kuno. 3. "Ilmuwan kuno" yang sering dikutip informasi di media masa atau media elektronik lainnya adalah ahli vaksin.Tidak benar. Mereka semua bukan ahli vaksin. Contoh : Dr Bernard Greenberg (biostatistika tahun 1950), DR. Bernard Rimland (Psikolog), Dr. William Hay (kolumnis), Dr. Richard Moskowitz (homeopatik), dr. Harris Coulter, PhD (penulis buku homeopatik, kanker), Neil Z. Miller, (psikolog, jurnalis), WB Clark (awal tahun 1950), Bernice Eddy (Bakteriologis tahun 1954), Robert F. Kenedy Jr (sarjana hukum) Dr. WB Clarke (ahli kanker, 1950an), Dr. Bernard Greenberg (1957-1959), Dr. William Hay, penulis buku "Immunisation: The Reality behind the Myth"(penggagas food combioning). Neil Z. Miller sering disebut sebagai peneliti vaksin internasional ternyata adalah medical research journalist dan natural health advocate. 4. Dokter Wakefield adalah "ahli vaksin", membuktikan MMR menyebabkan autisme.Tidak benar. Wakefield juga bukan ahli vaksin, dia dokter spesialis bedah. Penelitian Wakefield tahun 1998 hanya dengan sample 18. Banyak penelitian lain oleh ahli vaksin di beberapa negara menyimpulkan MMR tidak terbukti mengakibatkan autis. Setelah diaudit oleh tim ahli penelitian, terbukti bahwa Wakefield memalsukan data, sehingga kesimpulannya salah. Hal ini telah diumumkan di majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011. 5. Imunisasi sebabkan autisme.Tidak benar. Beberapa institusi atau badan dunia di bidang kesehatan yang independen dan sudah diakui kredibilitasnya juga melakukan kajian ilmiah dan penelitian tentang tidak adanya hubungan imunisasi dan autisme. Dari hasil kajian tersebut, dikeluarkan rekomendasi untuk tenaga profesional untuk tetap menggunakan imunisasi MMR dan thimerosal karena tidak terbukti mengakibatkan Autisme. The All Party Parliamentary Group on Primary Care and Public Health pada bulan Agustus 2000, menegaskan bahwa MMR aman. Dengan memperhatikan hubungan yang tidak terbukti antara beberapa kondisi seperti inflammatory bowel disease (gangguan pencernaan) dan autisme adalah tidak berdasar. WHO (World Health Organisation), pada bulan Januari 2001 menyatakan mendukung sepenuhnya penggunaan imunisasi MMR dengan didasarkan kajian tentang keamanan dan efikasinya. Beberapa institusi dan organisasi kesehatan bergengsi di Inggris pada Januari 2001 setelah mengadakan pertemuan dengan pemerintahan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yaitu MMR adalah vaksin yang sangat efektif dengan laporan keamanan yang sangat baik. The American Academy of Pediatrics (AAP), organisasi profesi dokter anak di Amerika Serikat pada tanggal 12 - 13 Juni 2000 mengadakan konferensi dengan topik "New Challenges in Childhood Immunizations" di Oak Brook, Illinois Amerika Serikat yang dihadiri para orang tua penderita autisme, pakar imunisasi kesehatan anak dan para peneliti. Pertemuan tersebut merekomendasikan bahwa tidak terdapat hubungan antara MMR dan autisme. Menyatakan bahwa pemberian imunisasi secara terpisah tidak lebih baik dibandingkan MMR, malahan terjadi keterlambatan imunisasi MMR. Selanjutnya akan dilakukan penelitian lebih jauh tentang penyebab autisme. 6. Thimerosal dalam kandungan autism sebagai penyebab autisme. Tidak benar. Penelitian yang mengungkapkan bahwa thimerosal tidak mengakibatkan Autis dilakukan oleh berbagai penelitian di antaranya dilakukan oleh Kreesten M. Madsen dkk dari berbagai intitusi di Denmark. Mereka mengadakan penelitian bersama terhadap anak usia 2 hingga 10 tahun sejak tahun 1970 hingga tahun 2000. Mengamati 956 anak sejak tahun 1971 hingga 2.000 anak dengan autis. Sejak thimerosal digunakan hingga tahun 1990 tidak didapatkan kenaikkan penderita auitis secara bermakna. Kemudian sejak tahun 1991 hingga tahun 2000 bersamaan dengan tidak digunakannya thimerosal pada vaksin ternyata jumlah penderita autis malah meningkat drastis. Kesimpulan penelitian tersebut adalah tidak ada hubungan antara pemberian thimerosal dengan autis. Demikian juga Stehr-Green P dkk, Department of Epidemiology, School of Public Health and Community Medicine, University of Washington, Seattle, WA, bulan Agustus 2003 melaporkan antara tahun 1980 hingga 1990 membandingkan prevalensi dan insiden penderita autisme di California, Swedia, dan Denmark yang mendapatkan ekposur dengan imunisasi thimerosal. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa insiden pemberian thimerosal pada autisme tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Geier DA dalam Jurnal Americans Physicians Surgery tahun 2003, menungkapkan bahwa thimerosal tidak terbukti mengakibatkan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan) dan penyakit jantung. Melalui forum National Academic Press tahun 2001, Stratton K dkk melaporkan tentang keamanan thimerosal pada vaksin dan tidak berpengaruh terhadap gangguan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan). Sedangkan Hviid A dkk dalam laporan di majalah JAMA 2004 mengungkapkan penelitian terhadap 2.986.654 anak per tahun didapatkan 440 kasus autis. Dilakukan pengamatan pada kelompok anak yang menerima thimerosal dan tidak menerima thimerosal. Ternyata tidak didapatkan perbedaan bermakna. Disimpulkan bahwa pemberian thimerosal tidak berhubungan dengan terjadinya autis. Menurut penelitian Eto, menunjukkan manifestasi klinis autis sangat berbeda dengan keracunan merkuri. Sedangkan Aschner, dalam penelitiannya menyimpulkan tidak terdapat peningkatan kadar merkuri dalam rambut, urin dan darah anak Autis. Pichichero melakukan penelitian terhadap 40 bayi usia 2-6 bulan yang diberi vaksin yang mengandung thimerosal dan dibandingkan pada kelompok kontrol tanpa diberi thimerosal. Setelah itu dilakukan evaluasi kadar thimerosal dalam tinja dan darah bayi tersebut. Ternyata thimerosal tidak meningkatkan kadar merkuri dalam darah, karena etilmerkuri akan cepat dieliminasi dari darah melalui tinja. Selain itu masih banyak lagi peneliti melaporkan hasil yang sama, yaitu thimerosal tidak mengakibatkan autisme. 7. Semua vaksin terdapat zat-zat berbahaya yang dapat merusak otak ?Tidak benar. Isu itu karena "ilmuwan" tersebut di atas tidak mengerti isi vaksin, manfaat, dan batas keamanan zat-zat di dalam vaksin. Contoh: jumlah total etil merkuri yang masuk ke tubuh bayi melalui vaksin sekitar 2 mcg/kgbb/minggu, sedangkan batas aman menurut WHO adalah jauh lebih banyak (159 mcg/kgbb/minggu). Oleh karena itu vaksin mengandung merkuri dengan dosis yang sangat rendah dan dinyatakan aman oleh WHO dan badan-badan pengawasan lainnya. 8. Vaksin terbuat dari nanah, dibiakkan di janin anjing, babi, manusia yang sengaja digugurkan?Tidak benar. Isu itu bersumber dari "ilmuwan" 50 tahun lalu (tahun 1961-1962). Pengetahuan imunologi, biomolekuilar vaksin dan tknologi pembuatan vaksin berkembang sangat pesat. Sekarang tidak ada vaksin yang terbuat dari nanah atau dibiakkan embrio anjing, babi, atau manusia. Metode baru dan teknologi paling modern dari manipulasi biomolekuler telah diyakini teknologi vaksin baru sekarang memasuki "zaman keemasan." Perbaikan vaksin sangat mungkin dilakukan di masa depan untuk mendapatkan keamanan dan efektifitas vaksin lebih hebat lagi 9. Imunisasi tak masuk akal bermanfaat.Tidak benar. Pendapat yang menyesatkan yang tidak berdasarkan kajian ilmiah dan penelitian ilmiah dikeluarkan oleh Dr. William Hay seorang dokter yang bergerak di bidang food combining, dalam buku "Immunisation: The Reality behind the Myth""Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya." Padahal sampai saat ini 194 negara di seluruh dunia yakin bahwa imunisasi aman dan bermanfaat mencegah wabah, sakit berat, cacat, dan kematian pada bayi dan balita. Terbukti 194 negara tersebut terus menerus melaksanakan program imunisasi, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dengan cakupan umumnya lebih dari 85 %. Ribuan penelitian tentang efikasi dan manfaat vaksi secara biomolekular dan secara statistik bermanfaat secara bermakna. 10. Vaksin mengandung lemak babi ?Tidak benar. Hanya sebagian kecil dari vaksin yang pernah bersinggungan dengan tripsin pada proses pengembangan maupun pembuatannya seperti vaksin polio injeksi (IPV) dan meningitis. Pada vaksin meningitis, pada proses penyemaian induk bibit vaksin tertentu 15 ? 20 tahun lalu, ketika panen bibit vaksin tersebut bersinggungan dengan tripsin pankreas babi untuk melepaskan induk vaksin dari persemaiannya. Tetapi kemudian induk bibit vaksin tersebut dicuci dan dibersihkan total, sehingga pada vaksin yang disuntikkan tidak mengandung tripsin babi. Atas dasar itu maka Majelis Ulama Indonesia berpendapat vaksin itu boleh dipakai, selama belum ada penggantinya. Contohnya vaksin meningokokus (meningitis) haji diwajibkan oleh Saudi Arabia bagi semua jemaah haji untuk mencegah radang otak karena meningokokus. 11. Vaksin yang dipakai di Indonesia buatan Amerika ?Tidak benar. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Bio Farma Bandung, yang merupakan BUMN, dengan 98,6% karyawannya adalah Muslim. Proses penelitian dan pembuatannya mendapat pengawasan ketat dari ahli-ahli vaksin di BPOM dan WHO. Vaksin-vaksin tersebut juga diekspor ke 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, seperti Iran dan Mesir. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Biofarma Bandung. Vaksin-vaksin tersebut dibeli dan dipakai oleh 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam 12. Program imunisasi hanya di negara Muslim dan miskin agar menjadi bangsa yang lemah?Tidak benar. Imunisasi saat ini dilakukan di 194 negara, termasuk negara-negara maju dengan status sosial ekonomi tinggi, dan negara-negara non-Muslim. Kalau imunisasi bisa melemahkan bangsa, maka mereka juga akan lemah, karena mereka juga melakukan program imunisasi, bahkan lebih dulu dengan jenis vaksin lebih banyak. Kenyataanya : bangsa dengan cakupan imunisasi lebih tinggi justru lebih kuat. Jadi terbukti bahwa imunisasi justru memperkuat kekebalan terhadap penyakit infeksi, bukan melemahkan. 13. Di Amerika banyak kematian bayi akibat vaksin ?Tidak benar. Isu itu karena penulis tidak faham data Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA Amerika tahun 1991-1994, yang mencatat 38.787 laporan kejadian ikutan pasca imunisasi, oleh penulis angka tersebut ditafsirkan sebagai angka kematian bayi 1 - 3 bulan. Kalau memang benar angka kematian begitu tinggi tentu FDA AS akan heboh dan menghentikan vaksinasi. Faktanya Amerika tidak pernah meghentikan vaksinasi bahkan mempertahankan cakupan semua imunisasi di atas 90 %. Angka tersebut adalah semua keluhan nyeri, gatal, merah, bengkak di bekas suntikan, demam, pusing, muntah yang memang rutin harus dicatat kalau ada laporan masuk. Kalau ada 38.787 laporan dari 4,5 juta bayi berarti KIPI hanya 0,9 %. 14. Banyak bayi balita meninggal pada imunisasi masal campak di Indonesia ?Tidak benar. Setiap laporan kecurigaan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) selalu dikaji oleh Komnas/Komda KIPI yang terdiri dari pakar-pakar penyakit infeksi, imunisasi, imunologi. Setelah dianalisis dari keterangan keluarga, dokter yang merawat di rumah sakit, hasil pemeriksaan fisik, dan laboratorium, ternyata balita tersebut meninggal karena radang otak, bukan karena vaksin campak. Pada bulan itu ada beberapa balita yang tidak imunisasi campak juga menderita radang otak. Berarti kematian balita tersebut bukan karena imunisasi campak, tetapi karena radang otak. 15. Demam, bengkak, merah setelah imunisasi adalah bukti vaksin berbahaya?Tidak benar. Demam, merah, bengkak, gatal di bekas suntikan adalah reaksi wajar setelah vaksin masuk ke dalam tubuh. Seperti rasa pedas dan berkeringat setelah makan sambal adalah reaksi normal tubuh kita. Umumnya keluhan tersebut akan hilang dalam beberapa hari. Boleh diberi obat penurun panas, dikompres. Bila perlu bisa konsul ke petugas kesehatan terdekat. 16. Program imunisasi gagal?Tidak benar. Isu-isu tersebut bersumber dari data yang sangat kuno (50-150 tahun lalu) hanya dari 1 - 2 negara saja, sehingga hasilnya sangat berbeda dengan hasil penelitian terbaru, karena vaksinnya sangat berbeda. Isu vaksin cacar variola gagal, berdasarkan data yang sangat kuno, di Inggris tahun 1867 - 1880 dan Jepang tahun 1872-1892. Fakta terbaru sangat berbeda, bahwa dengan imunisasi cacar di seluruh dunia sejak tahun 1980 dunia bebas cacar variola. Isu vaksin difteri gagal, berdasarkan data di Jerman tahun 1939. Fakta sekarang: vaksin difteri dipakai di seluruh dunia dan mampu menurunkan kasus difteri hingga 95 %. Isu pertusis gagal hanya dari data di Kansas dan Nova Scottia tahun 1986. Isu vaksin campak berbahaya hanya berdasar penelitian 1989-1991 pada anak miskin berkulit hitam di Meksiko, Haiti dan Afrika. 17. Program imunisasi gagal, karena setelah diimunisasi bayi balita masih bisa tertular penyakit tersebut ?Tidak benar. Program imunisasi di seluruh dunia tidak pernah gagal. Perlindungan vaksin memang tidak 100%. Bayi dan balita yang telah diimunisasi masih bisa tertular penyakit, tetapi jauh lebih ringan dan tidak berbahaya. Banyak penelitian imunologi dan epidemiologi di berbagai membuktikan bahwa bayi balita yang tidak diimunisasi lengkap tidak mempunyai kekebalan spesifik terhadap penyakit-penyakit berbahaya. Mereka mudah tertular penyakit tersebut, akan menderita sakit berat, menularkan ke anak-anak lain, menyebar luas, terjadi wabah, menyebabkan banyak kematian dan cacat. 18. Vaksin berbahaya, tidak effektif, tidak dilakukan di negara maju ?Tidak benar. Karena di Indonesia ada orang-orang yang tidak mengerti tentang vaksin dan imunisasi, hanya mengutip dari "ilmuwan" tahun 1950 -1960 yang ternyata bukan ahli vaksin, atau berdasar data-data 30 - 40 tahun lalu (1970 - 1980an) atau hanya dari 1 sumber yang tidak kuat. Atau dia mengutip Wakefield spesialis bedah, bukan ahli vaksin, yang penelitiannya dibantah oleh banyak tim peneliti lain, dan oleh majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011 penelitian Wakefield dinyatakan salah atau bohong. Ia hanya berdasar kepada 1 - 2 laporan kasus yang tidak diteliti lebih lanjut secara ilmiah, hanya berdasar logika biasa. Badan penelitian di berbagai negara membuktikan bahwa dengan meningkatkan cakupan imunisasi, maka penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi berkurang secara bermakna. Oleh karena itu, saat ini program imunisasi dilakukan terus menerus di 194 negara, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. 19. ASI, gizi, dan suplemen herbal sudah cukup menggantikan imunisasi .Tidak ada satupun badan penelitian di dunia yang menyatakan bisa, karena kekebalan yang dibentuk sangatlah berbeda. ASI, gizi, suplemen herbal, kebersihan, hanya memperkuat pertahanan tubuh secara umum, karena tidak membentuk kekebalan spesifik terhadap kuman tertentu. Kalau jumlah kuman banyak dan ganas, perlindungan umum tidak mampu melindungi bayi, sehingga masih bisa sakit berat, cacat atau bahkan mati. Imunisasi merangsang pembentukan antibodi dan kekebalan seluler yang spesifik terhadap kuman-kuman atau racun kuman tertentu, sehingga bekerja lebih cepat, efektif, dan efisien untuk mencegah penularan penyakit yang berbahaya. Selain diberi imunisasi, bayi harus diberi ASI eksklusif, makanan pendamping ASI dengan gizi lengkap dan seimbang, kebersihan badan, makanan, minuman, pakaian, mainan, dan lingkungan. Suplemen diberikan sesuai kebutuhan individual yang bervariasi. Selain itu bayi harus diberikan kasih sayang dan stimulasi bermain untuk mengembangkan kecerdasan, kreatifitas dan perilaku yang baik. 20. Imunisasi dan Konspirasi Zionisme di dalamnya.Tidak benar. Jika dirunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, dapat ditemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Di dunia internasional banyak yayasan sosial yang mendanai penelitian ilmiah tentang vaksin dan masalah kesehatan masyarakat lainnya. Memang Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia tetapi sebenarnya mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya (The UN's WHO was established by the Rockefeller family's foundation in 1948 - the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government's National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation's Public Health Service (PHS). Yayasan Rockefeller yang berdiri sejak tahun 1913 dan kredibilitasnya telah diakui dunia kesehatan Internasional yang berupaya meningkatkan kesehatan global dengan bekerja untuk mengubah sistem kesehatan sehingga lebih mudah diakses dan terjangkau masyarakat tidak mampu. Yayasan kesehatan dunia ini juga menghubungkan jaringan surveilans penyakit global untuk membantu mereka yang berjuang meminimalkan penyebaran penyakit menular yang dapat menyebabkan pandemi. Yayasan ini juga meningkatkan monitoring, deteksi dan respon terhadap penyakit menular seperti Ebola, SARS, dan flu burung untuk mencegah pandemi. Memperluas penggunaan teknologi untuk meningkatkan perawatan kesehatan. Melibatkan sektor swasta untuk bekerja dengan sektor publik dalam mengembangkan praktik dan kebijakan untuk menyediakan dan mendanai pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Sikap orang tua dalam menghadapi kampanye hitam * Bila mendengar dan mengetahui kontroversi tersebut, maka pasti akan membingungkan masyarakat awam. Hal ini terjadi karena yang memberikan informasi yang tidak benar tersebut adalah para ahli kedokteran tetapi yang tidak berkompeten sesuai keahliannya. Untuk menyikapinya kita harus cermat dan teliti dan berpikiran lebih jernih. Kalau mengamati beberapa penelitian yang mendukung adanya berbagai kejadian berhubungan dengan imunisasi, mungkin benar sebagai pemicu atau sebagai co-accident atau kebetulan. * Penelitian yang menunjukkan hubungan keterkaitan imunisasi dan berbagai hal yang tidak benar hanya dilihat dalam satu kelompok kecil (populasi). Secara statistik hal ini hanya menunjukkan hubungan, tidak menunjukkan sebab akibat. Kita juga tidak boleh langsung terpengaruh pada laporan satu atau beberapa kasus, misalnya bila orang tua anak autism berpendapat bahwa anaknya timbul gejala autism setelah imunisasi. Kesimpulan tersebut tidak bisa digeneralisasikan terhadap anak sehat secara umum (populasi lebih luas). Kalau itu terjadi bisa saja kita juga terpengaruh oleh beberapa makanan yang harus dihindari oleh penderita autism juga juga akan dihindari oleh anak sehat lainnya. Jadi logika tersebut harus dicermati dan dimengerti. * Menanggapi tantangan tersebut, Prof Sri Rezeki Hadinegoro, Ketua Pelaksana Konferensi Vaksin Se-Asia 3 mengatakan, pemerintah bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melakukan pendekatan kepada ulama dan masyarakat untuk memberikan pemahaman yang benar. "Kami tidak melawan pemahaman kelompok antivaksin, tetapi jangan memutarbalikkan fakta pada masyarakat," kata Sri dalam acara jumpa pers pelaksanaan Konferensi Vaksinasi Asia Ke-3 di Jakarta, Kamis (28/7/2011). * Ketua Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama menambahkan, masyarakat seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan keamanan dan kehalalan vaksin yang beredar. "Pemerintah menjamin semua vaksin yang beredar sesuai kaidah-kaidah yang berlaku. Pada kasus kontroversi vaksin meningitis untuk jemaah haji, kami mengikuti saran MUI," katanya. * Persoalan black campaign dari vaksin ternyata juga ditemui di negara-negara lain, misalnya di Filipina. Menurut Enrique Tayag, President of Philliphine Foundation for Vaccination, kelompok antivaksin juga menjadi tantangan. "Bagaimanapun masyarakat harus diingatkan manfaat vaksin untuk kesehatan anak jauh lebih besar daripada efek samping yang ditakutkan," katanya dalam kesempatan yang sama. Hambatan lain adalah munculnya kelompok-kelompok antivaksinasi yang menyebabkan kampanye hitam dengan membawa faktor agama dan budaya. Biasanya kelompok tertentu yang menyebarkan kampanye hitam imunisasi demi kepentingan pribadi khususnya dalam kepentingan bisnis terselubung yang mereka lakukan. Sebagian kelompok ini adalah yang dilakukan oleh oknum pelaku naturopathy, homeopathy, food combining, atau bisnis terapi herbal. Sebagian dari kelompok ini juga dilakukan oleh dokter bahkan beberapa profesor. Tetapi semuanya bukan berasal dari ahli medis, dokter atau profesior yang berkompeten di bidangnya seperti ahli kesehatan anak, ahli vaksin, ahli imunologi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak juga dokter atau profesor yang bergerak di bidang bisnis terapi alternatif atau non medis. Meski sebenarnya ilmu dan aliran terapi alternatif tersebut pada umumnya sangat baik, tetapi sayangnya sebagian kecil di antara mereka demi keberhasilan bisnis mereka mengorbankan kepentingan anak di dunia dengan menyebarkan informasi tidak benar dan menyesatkan.   Benarkah imunisasi lumpuhkan generasi?Dr Piprim B Yanuarso SpA (K)Konsultan Kardiologi Anak Bagian Anak FKUI/RSCM JakartaPengurus PP IDAI, JakartaPencinta anak-anak dan ibunya anak-anak.  Pendahuluan Akhir-akhir ini kita sering mendengar atau melihat seminar dengan judul yang membuat mata seorang dokter terbelalak. "Imunisasi lumpuhkan generasi" atau "Wahai para orangtua bekali dirimu dengan pengetahuan tentang bahaya imunisasi". Sebagai seorang dokter saya lalu merenung, bila benar apa yang mereka serukan itu, betapa besar dosa saya sebagai dokter anak yang sering mengimunisasi bayi dan anak yang datang ke tempat praktek. Betapa jahatnya saya sebagai manusia karena telah mengimunisasi begitu banyak bayi dan anak selama ini, bahkan sejak saya masih sebagai dokter umum di puskesmas dahulu. Lalu saya merenung dan mencoba meneliti kembali permasalahan ini. Siapa sebenarnya yang salah dan siapa yang benar? Dalam kontroversi yang memuat perbedaan 180 derajat ini, tidak mungkin kedua-duanya salah atau benar. Pasti salah satu benar dan yang lain salah. Dan saya khawatir bila selama ini sayalah yang bersalah itu. Saya sungguh khawatir jangan-jangan saya telah melumpuhkan begitu banyak generasi muda. Jangan-jangan saya telah melakukan dosa kemanusiaan yang sangat besar. Galau habis-habisan.Rasa galau itu membuat saya membuka-buka literatur dan data yang ada tentang permasalahan imunisasi. Saya mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan seruan yang menentang keras imunisasi. Suatu pernyataan yang sangat bertolak belakang dengan yang selama ini saya pelajari bahwa imunisasi itu suatu tindakan preventif yang amat bermanfaat buat kemanusiaan. Di lain pihak kegalauan saya juga semakin menjadi bila mengingat andai seruan tersebut kemudian menyebar ke masyarakat luas lalu apa yang akan terjadi dengan bayi-bayi mungil tak berdosa itu di kemudian hari? Mungkinkah penyakit-penyakit berat yang dapat dicegah dengan imunisasi akan bangkit kembali dari kuburnya gara-gara seruan itu? Masalah ini justru menimbulkan kegalauan lebih dalam bagi saya. Apakah sebenarnya imunisasi itu? Sebelum melangkah lebih jauh mari kita bahas sekilas apakah yang dimaksud dengan imunisasi. Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak terpajan pada penyakit tersebut ia tidak menjadi sakit. Kekebalan yang diperoleh dari imunisasi dapat berupa kekebalan pasif maupun aktif. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan pasif disebut imunisasi pasif, dengan cara memberikan antibodi atau faktor kekebalan kepada seseorang yang membutuhkan. Contohnya adalah pemberian imunoglobulin spesifik untuk penyakit tertentu, misalnya imunoglobulin antitetanus untuk penyakit tetanus. Contoh lain adalah kekebalan pasif alamiah antibodi yang diperoleh janin dari ibu. Kekebalan jenis ini tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh. Kekebalan aktif dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen secara alamiah atau melalui imunisasi. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan aktif disebut imunisasi aktif dengan memberikan zat bioaktif yang disebut vaksin, dan tindakan itu disebut vaksinasi. Kekebalan yang diperoleh dari vaksinasi berlangsung lebih lama dari kekebalan pasif karena adanya memori imunologis, walaupun tidak sebaik kekebalan aktif yang terjadi karena infeksi alamiah. Untuk memperoleh kekebalan aktif dan memori imunologis yang efektif maka vaksinasi harus mengikuti cara pemakaian dan jadwal yang telah ditentukan melalui bukti uji klinis yang telah dilakukan. Tujuan imunisasi adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tersebut pada sekelompok masyarakat (populasi), atau bahkan menghilangkannya dari dunia seperti kita lihat pada keberhasilan imunisasi cacar variola. Keadaan terakhir ini lebih mungkin terjadi pada jenis penyakit yang hanya dapat ditularkan melalui manusia, seperti penyakit difteri dan poliomielitis. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan seumur hidup dan akan menjadi beban bagi masyarakat di kemudian hari. Sampai saat ini terdapat 19 jenis vaksin untuk melindungi 23 PD3I di seluruh dunia dan masih banyak lagi vaksin yang sedang dalam penelitian. Adakah bukti bahwa imunisasi bermanfaat ? Pertanyaan selanjutnya yang perlu dijawab adalah adakah manfaat imunisasi? Ataukah imunisasi hanya bikin mudhorot (keburukan) buat kemanusiaan? Untuk menjawab pertanyaan ini saya kemudian menelaah berbagai data status kesehatan masyarakat sebelum dan sesudah ditemukannya imunisasi di berbagai negara. Namun saya ingin menampilkan data dari negara maju seperti Amerika Serikat, karena kelompok antiimunisasi selalu menuduh bahwa imunisasi adalah sebuah proyek konspirasi dari negara ini untuk melumpuhkan generasi muda di seluruh dunia.Sebelum adanya vaksin polio, terdapat 13.000 - 20.000 (16.316) kasus lumpuh layuh akut akibat polio dilaporkan setiap tahun di AS meninggalkan ribuan korban penderita cacat karena polio yang mesti menggunakan tongkat penyangga atau kursi roda. Saat ini AS dinyatakan bebas kasus polio. Angka penurunan mencapai 100%.Sebelum adanya imunisasi campak, 503.282 kasus campak terjadi setiap tahun dan 20% di antaranya dirawat dengan jumlah kematian mencapai 450 orang pertahun akibat pneumonia campak. Setelah ada imunisasi campak kasus menurun hingga 55 kasus pertahun pada tahun 2006. Angka penurunan 99.9%.Sebelum ditemukan imunisasi difteri terjadi 175.885 kasus difteri per tahun dengan angka kematian mencapai 15.520 kasus. Setelah imunisasi ditemukan tahun 2001 jumlahnya menurun menjadi 2 kasus dan tahun 2006 tidak ada lagi laporan kasus difteri. Angka penurunan mencapai 100%Sebelum tahun 1940an terdapat 150.000-260.000 kasus pertussis setiap tahun dengan angka kematian mencapai 9000 kasus setahun. Setelah imunisasi pertussis ditemukan angka kematian menurun menjadi 30 kasus setahun. Namun dengan seruan antiimunisasi yang marak di AS terjadi lagi peningkatan kasus secara signifikan di beberapa negara bagian. Pada 8 negara bagian terjadi peningkatan kasus 10-100 kali lipat pada saat cakupan imunisasi pertussis menurun drastis.Sebelum vaksin HiB ditemukan, HiB nerupakan penyebab tersering meningitis bakteri (radang selaput otak) di AS, dengan 20.000 kasus per tahun. Meningitis HiB menyebabkan kematian 600 anak pertahun dan meninggalkan kecacatan berupa tuli, kejang, dan retardasi mental pada anak yang selamat. Pada tahun 2006 kasus meningitis HIB menurun menjadi 29 kasus. Angka penurunan 99.9%.Hampir 90% bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi Rubella saat hamil trimester pertama akan mengalami sindrom Rubella kongenital, berupa penyakit jantung bawaan, katarak kongenital, dan ketulian. Pada tahun 1964 sekitar 20.000 bayi lahir dengan sindrom Rubella kongenital ini, mengakibatkan 2100 kematian neonatal dan 11.250 abortus. Setelah adanya imunisasi hanya dilaporkan 6 kasus sindrom Rubella kongenital pada tahun 2000. Kasus Rubella secara umum menurun dari 47.745 kasus menjadi hanya 11 kasus pertahun pada tahun 2006. Angka penurunan 99.9%.Hampir 2 milyar orang telah terinfeksi hepatitis B suatu saat dalam hidupnya. Sejuta di antaranya meninggal setiap tahun karena penyakit sirosis hati dan kanker hati. Sekitar 25% anak-anak yang terinfeksi hepatitis B dapat diperkirakan akan meninggal karena penyakit hati pada saat dewasa. Terjadi penurunan jumlah kasus baru dari 450.000 kasus pada tahun 1980 menjadi sekitar 80.000 kasus pada tahun 1999. Penurunan terbanyak terjadi pada anak dan remaja yang mendapat imunisasi rutin.Di seluruh dunia penyakit tetanus menyebabkan kematian pada 300.000 neonatus dan 30.000 ibu melahirkan setiap tahunnya dan mereka tidak diimunisasi adekuat. Tetanus sangat infeksius namun tidak menular, sehingga tidak seperti PD3I yang lain, imunisasi pada anggota suatu komunitas tidak dapat melindungi orang lain yang tidak diimunisasi. Karena bakteri tetanus terdapat banyak di lingkungan kita, maka tetanus hanya bisa dicegah dengan imunisasi. Bila program imunisasi tetanus distop, maka semua orang dari berbagai usia akan rentan menderita penyakit ini.Sekitar 212.000 kasus mumps (gondongan) terjadi di AS pada tahun 1964. Setelah ditemukannya vaksin mumps pada tahun 1967 insidens penyakit ini menurun menjadi hanya 266 kasus pada tahun 2001. Namun pada tahun 2006 terjadi KLB di kalangan mahasiswa, sebagian besar di antara mereka menerima 2 kali vaksinasi. Terjadi lebih dari 5500 kasus pada 15 negara bagian. Mumps merupakan penyakit yang sangat menular dan hanya butuh beberapa orang saja yang tidak diimunisasi untuk memulai transmisi penyakit sebelum menyebar luas. Sebelum vaksin pneumokokus ditemukan, pneumokokus menyebabkan 63.000 kasus invassive pneumococcal disease (IPD) dengan 6100 kematian di AS setiap tahun. Banyak anak yang menderita gejala sisa berupa ketulian dan kejang-kejang. Dari data di atas para ahli menyimpulkan bahwa imunisasi adalah salah satu di antara program kesehatan masyarakat yang paling sukses dan cost-effective . Program imunisasi telah menyebabkan eradikasi penyakit cacar (variola, smallpox), eliminasi campak dan poliomielitis di berbagai belahan dunia. dan penurunan signifikan pada morbiditas dan mortalitas akibat penyakit difteri, tetanus, dan pertussis. Badan kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2003 memperkirakan 2 juta kematian anak dapat dicegah dengan imunisasi. Katz (1999) bahkan menyatakan bahwa imunisasi adalah sumbangan ilmu pengetahuan yang terbaik yang pernah diberikan para ilmuwan di dunia ini.  Miskonsepsi tentang imunisasi Meskipun imunisasi telah terbukti banyak manfaatnya dalam mencegah wabah dan PD3I di berbagai belahan dunia, namun masih terdapat sebagian orang yang memiliki miskonsepsi terhadap imunisasi. Secara umum berikut ini adalah beberapa miskonsepsi yang sering terjadi di masyarakt: A. Penyakit-penyakit tersebut (PD3I) sebenarnya sudah mulai menghilang sebelum vaksin ditemukan karena meningkatnya higiene dan sanitasi.Pernyataan sejenis ini dan variasinya sangat banyak dijumpai pada literatur antivaksin. Namun bila melihat insidens aktual PD3I sebelum dan sesudah ditemukannya vaksin kita tidak lagi meragukan manfaat vaksinasi. Sebagai contoh kita lihat kasus meningitis HiB di Canada. Higiene dan sanitasi sudah dalam keadaan baik sejak tahun 1990, namun kejadian meningitis HiB sebelum program imunisasi dilaksanakan mencapai 2000 kasus per tahun dan setelah imunisasi rutin dijalankan menurun menjadi 52 kasus saja dan mayoritas terjadi pada bayi dan anak yang tidak diimunisasi. Contoh lain adalah pada 3 negara maju (Inggris, Swedia, dan Jepang) yang menghentikan program imunisasi pertussis karena ketakutan terhadap efek samping vaksin pertussis. Di Inggris tahun 1974 cakupan imunisasi menurun drastis dan diikuti dengan terjadinya wabah pertussis pada tahun 1978, ada 100.000 kasus pertussis dengan 36 kematian. Di Jepang pada kurun waktu yang sama cakupan imunisasi pertussis menurun dari 70% menjadi 20-40% hal ini menyebabkan lonjakan kasus pertussis dari 393 kasus dengan 0 kematian menjadi 13.000 kasus dengan 41 kematian karena pertussis pada tahun 1979. Di Swedia pun sama, dari 700 kasus pada tahun 1981 meningkat menjadi 3200 kasus pada tahun 1985. Pengalaman tersebut jelas membuktikan bahwa tanpa imunisasi bukan saja penyakit tidak akan menghilang namun juga akan hadir kembali saat program imunisasi dihentikan. B. Mayoritas anak yang terkena penyakit justru yang sudah diimunisasi.Pernyataan ini juga sering dijumpai pada literatur antivaksin. Memang dalam suatu kejadian luar biasa (KLB) jumlah anak yang sakit dan pernah diimunisasi lebih banyak daripada anak yang sakit dan belum diimunisasi. Penjelasan masalah tersebut sebagai berikut: pertama tidak ada vaksin yang 100% efektif. Efektivitas sebagian besar vaksin pada anak adalah sebesar 85-95%, tergantung respons individu. Kedua: proporsi anak yang diimunisasi lebih banyak daripada anak yang tidak diimunisasi di negara yang menjalankan program imunisasi. Bagaimana kedua faktor tersebut berinteraksi diilustrasikan dalam contoh berikut. Suatu sekolah mempunyai 1000 murid. Semua murid pernah diimunisasi campak 2 kali kecuali 25 yang tidak pernah sama sekali. Ketika semua murid terpapar campak, 25 murid yang belum diimunisasi semuanya menderita campak. Dari kelompok yang telah diimunisasi campak 2 kali, sakit 50 orang. Jumlah seluruh yang sakit 75 orang dan yang tidak sakit 925 orang. Kelompok antiimunisasi akan mengatakan bahwa persentase murid yang sakit adalah 67 % (50/75) dari kelompok yang pernah imunisasi, dan 33% (25/75) dari kelompok yang tidak diimunisasi. Padahal bila dihitung dari efek proteksi, maka imunisasi memberikan efek proteksi sebesar (975-25)/975 = 94.8%. Yang tidak diimunisasi efek proteksi sebesar 0/25= 0%. Dengan kata lain, 100% murid yang tidak mendapat imunisasi akan sakit campak; dibanding hanya 5,2% dari kelompok yang diimunisasi yang terkena campak. Jelas bahwa imunisasi berguna untuk melindungi anak. C. Vaksin menimbulkan efek samping yang berbahaya, kesakitan, dan bahkan kematianVaksin merupakan produk yang sangat aman. Hampir semua efek simpang vaksin bersifat ringan dan sementara, seperti nyeri pada bekas suntikan atau demam ringan. Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) secara definitif mencakup semua kejadian sakit pasca imunisasi. Prevalensi dan jenis sakit yang tercantum dalam KIPI hampir sama dengan prevalensi dan jenis sakit dalam keadaan sehari-hari tanpa adanya program imunisasi. Hanya sebagian kecil yang memang berkaitan dengan vaksin atau imunisasinya, sebagian besar bersifat koinsidens. Kematian yang disebabkan oleh vaksin sangat sedikit. Sebagai ilustrasi semua kematian yang dilaporkan di Amerika sebagai KIPI pada tahun 1990-1992, hanya 1 yang mungkin berhubungan dengan vaksin. Institut of Medicine (IOM) tahun 1994 menyatakan bahwa risiko kematian akibat vaksin adalah amat rendah (extra-ordinarily low). Besarnya risiko harus dibandingkan dengan besarnya manfaat vaksin. Bila satu efek simpang berat terjadi dalam sejuta dosis vaksin namun tidak ada manfaat vaksin, maka vaksin tersebut tidak berguna. Manfaat imunisasi akan lebih jelas bila risiko penyakit dibandingkan dengan risiko vaksin. Contoh vaksin MMR (melindungi campak, mumps (gondongan) dan rubella (campak jerman)pneumonia campak : risiko kematian 1:3000 risiko alergi berat MMR 1:1000.000Ensefalitis mumps : 1 : 300 pasien mumps, risiko ensefalitis MMR 1:1000.000Sindrom rubella kongenital : 1 : 4 bayi dari ibu hamil kena rubella Contoh vaksin DPaT (melindungi difteri, pertussis, dan tetanus)Difteri : risiko kematian 1 : 20, risiko menangis lama sementara 1 : 100Tetanus : risiko kematian 1 : 30, risiko kejang sembuh sempurna 1 : 1750Pertussis : risiko ensefalitis pertussis 1 : 20, risiko ensefalitis DPaT 1 : 1000.000  D. Penyakit penyakit tersebut (PD3I) telah tidak ada di negara kita sehingga anak tidak perlu diimunisasiAngka kejadian beberapa penyakit yang termasuk PD3I memang telah menurun drastis. Namun kejadian penyakit tersebut masih cukup tinggi di negara lain. Siapa pun termasuk wisatawan dapat membawa penyakit tersebut secara tidak sengaja dan dapat menimbulkan wabah. Hal tersebut serupa dengan KLB polio di Indonesia pada tahun 2005 lalu. Sejak tahun 1995 tidak ada kasus polio yang disebabkan oleh virus polio liar. Pada bulan April 2005, Laboratorium Bioofarma di Bandung mengkonfirmasi adanya virus polio liar tipe 1 pada anak berusia 18 bulan yang menderita lumpuh layuh akut pada bulan Maret 2005. Anak tersebut tidak pernah diimunisasi sebelumnya. Virus polio itu selanjutnya menyebabkan wabah merebak ke 10 propinsi, 48 kabupaten. Sampai bulan April 2006 tercatat 349 kasus polio, termasuk 46 kasus VDVP (vaccine derived polio virus) di Madura. Dari analisis genetik virus diketahui bahwa virus berasal dari Afrika barat. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa virus sampai ke Indonesia melalui Nigeria dan Sudan sama seperti virus yang diisolasi di Arab Saudi dan Yaman. Dari pengalaman tersebut terbukti bahwa anak tetap harus mendapat imunisasi karena dua alasan. Alasan pertama adalah anak harus dilindungi. Meskipun risiko terkena penyakit adalah kecil, bila penyakit masih ada, anak yang tidak terproteksi tetap berpeluang terinfeksi. Alasan kedua imunisasi anak penting untuk melindungi anak lain di sekitarnya. Terdapat sejumlah anak yang tak dapat diimunisasi (misalnya karena alergi berat terhadap komponen vaksin) dan sebagian kecil anak yang tidak memberi respons terhadap imunisasi. Anak-anak tersebut rentan terhadap penyakit dan perlindungan yang diharapkan adalah dari orang-orang di sekitarnya yang tidak sakit dan tidak menularkan penyakit kepadanya. E. Pemberian vaksin kombinasi (multipel) meningkatkan risiko efek simpang yang berbahaya dan dapat membebani sistem imunAnak-anak terpapar pada banyak antigen setiap hari. Makanan dapat membawa bakteri yang baru ke dalam tubuh. Sistem imun juga akan terpapar oleh sejumlah bakteri hidup di mulut dan hidung. Infeksi saluran pernapasan bagian atas akan menambah paparan 4-10 antigen, sedangkan infeksi streptokokus pada tenggorokan memberi paparan 25-50 antigen. Tahun 1994 IOM menyatakan bahwa dalam keadaan normal penambahan jumlah antigen dalam vaksin tidak mungkin akan memberikan beban tambahan pada sistem imun dan tidak bersifat imunosupresif. Data penelitian menunjukkan bahwa imunisasi simultan dengan vaksin multipel tidak membebani sistem imun anak normal. Pada tahun 1999 Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP), American Academy of Pediatrics (AAP), dan American Academy of Family Physicians (AAFP) merekomendasi pemberian vaksin kombinasi untuk imunisasi anak. Keuntungan vaksin kombinasi adalah mengurangi jumlah suntikan, mengurangi biaya penyimpanan dan pemberian vaksin, mengurangi jumlah kunjungan ke dokter, dan memfasilitasi penambahan vaksin baru ke dalam program imunisasi. F. Vaksin MMR menyebabkan autismeBeberapa orangtua anak dengan autisme percaya bahwa terdapat hubungan sebab akibat antara vaksin MMR dengan autisme. Gejala khas autisme biasanya diamati oleh orangtua saat anak mulai tampak gejala keterlambatan bicara setelah usia lewat satu tahun. Vaksin MMR diberikan pada usia 15 bulan (di luar negeri 12 bulan). Pada usia sekitar inilah biasanya gejala autisme menjadi lebih nyata. Meski pun ada juga kejadian autisme mengikuti imunisasi MMR pada beberapa kasus. Akan tetapi penjelasan yang paling logis dari kasus ini adalah koinsidens. Kejadian yang bersamaan waktu terjadinya namun tidak terdapat hubungan sebab akibat. Kejadian autisme meningkat sejak 1979 yang disebabkan karena meningkatnya kepedulian dan kemampuan kita mendiagnosis penyakit ini, namun tidak ada lonjakan secara tidak proporsional sejak dikenalkannya vaksin MMR pada tahun1988.Pada tahun 2000 AAP membuat pernyataan : "Meski kemungkinan hubungan antara vaksin MMR dengan autisme mendapat perhatian luas dari masyarakat dan secara politis, serta banyak yang meyakini adanya hubungan tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya, namun bukti-bukti ilmiah yang ada tidak menyokong hipotesis bahwa vaksin MMR menyebabkan autisme dan kelainan yang berhubungan dengannya. Pemberian vaksin measles, mumps, dan rubella secara terpisah pada anak terbukti tidak lebih baik daripada pemberian gabungan menjadi vaksin MMR, bahkan akan menyebabkan keterlambatan atau luput tidak terimunisasi. Dokter anak mesti bekerjasama dengan para orangtua untuk memastikan bahwa anak mereka terlindungi saat usianya mencapai 2 tahun dari PD3I. Upaya ilmiah mesti terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari autisme. Lembaga lain yaitu CDC dan NIH juga membuat pernyataan yang mendukung AAP. Pada tahun 2004 IOM menganalisis semua penelitian yang melaporkan adanya hubungan antara vaksin MMR dengan autisme. Hasilnya adalah tidak satu pun penelitian itu yang tidak cacat secara metodologis. Kesimpulan IOM saat itu adalah tidak terbukti ada hubungan antara vaksin MMR dengan autisme. Penutup Setelah mengkaji berbagai literatur sebagaimana disebutkan di atas, maka secara berangsur kegalauan saya menghilang. Saya semakin yakin akan kebenaran teori ilmiah berbasis bukti yang sudah ditemukan para ahli. Bahkan beberapa waktu lalu ada sejawat saya Dr Julian Sunan, seorang dokter yang masih muda dan amat ganteng (menurut pengakuannya sendiri) telah menelaah bahwa ternyata tokoh-tokoh antivaksin yang sering dikutip kelompok antivaksin di Indonesia ternyata banyak yang fiktif. Mereka melakukan pemelintiran data dan pemutarbalikan fakta. Tak heran kalau yang sangat aman dianggap sangat berbahaya dan penyakit sangat berbahaya nan mematikan dianggap tidak apa apa dan mungkin malah diajak bersahabat karib oleh kelompok antiimunisasi. Terimakasih.  Bahan bacaan : Ranuh IGNG, Suyitno H, Hadinegoro SRS, Kartasasmita CB, Ismoedijanto, Soedjatmiko. Buku Pedoman Imunisasi di Indonesia, edisi ke-4. Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta 2011.Center for Disease Control http://www.cdc.gov
   
12-11-2012 16:10:53 Q U I Z
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
Perubahan Fisik Pada Ibu

Menjadi Seorang Ibu
Kehamilan merupakan peristiwa yang sangat berarti dan dinanti-nantikan oleh setiap keluarga terutama pasangan muda. 

Tetapi kadang perubahan yang terjadi di saat seperti ini dapat menyebabkan stress fisiologis bagi calon ibu.

Secara umum, Ibu akan mengalami perubahan fisik yang jelas, seperti:

  • Berhentinya menstruasi
  • Perut dan payudara membesar
  • Terjadi perubahan pada kulit
     

Pengaruh kehamilan terhadap tiap wanita berbeda-beda. Kondisi fisik dan mental seseorang sangat mempengaruhi dampak perubahan ini.

Terhentinya menstruasi, terlebih apabila telah terlewatkan dua kali sering dijadikan acuan utama tanda kehamilan namun perlu diperhatikan dan dikonsultasikan kepada dokter kandungan, sebab perubahan iklim dan tempat atau migrasi, keadaan depresi, juga penyakit kronik dapat menyebabkan hal ini terjadi.

Perubahan di awal kehamilan
Pada trimester pertama, calon ibu akan merasakan perubahan pada kulit. Sebagian wanita akan mengeluarkan bintik-bintik kecil merah disekitar wajah, leher, dada, dan tangan namun hal ini tidak berbahaya. Calon ibu tidak perlu khawatir akan timbulnya flek hitam disekitar wajah, di tengah perut, leher, ketiak, puting susu, dan di sekitar paha atas karena biasanya tanda-tanda hitam ini akan hilang atau mulai berkurang setelah melahirkan. Begitu juga di beberapa tempat seperti di vagina, warna kulit akan menjadi lebih gelap keunguan atau kebiru-biruan.

Sensasi payudara calon ibu akan terasa lebih halus dan peka. Di bulan kedua, ukuran payudara akan membesar. Puting susu juga akan nampak lebih besar dan keras serta berwarna lebih gelap dan disekitarnya akan timbul bintik-bintik kecil. Selain itu, pembuluh darah halus akan terlihat lebih jelas.

Bukan itu saja, rasa mual sering juga terjadi di awal kehamilan. Biasanya hal ini dialami saat pagi hari atau ketika mencium bau-bauan tertentu, seperti bau amis, bau bumbu yang tajam, atau bau yang menyengat hidung lainnya.

Morning sickness
Rasa mual sering disebut ’morning sickness’. Secara fisik, keadaan ini disebabkan oleh perubahan hormon di dalam tubuh, dimana hormon estrogen dan progesteron meningkat sehingga berdampak menekan sistem syaraf pusat dan membuat penciuman ibu lebih peka. Ibu dapat menghindari bau-bauan yang terlalu menyengat, juga lebih rajin menggosok gigi karena hal ini dapat membantu.

Secara emosional hal ini terkadang timbul akibat rasa cemas calon ibu di masa kehamilannya atau keinginan untuk lebih diperhatikan oleh suami. Gejala ’morning sickness’ akan berkurang dan hampir-hampir tak terasa apabila dalam menjalani masa kehamilannya calon ibu merasa bahagia serta memiliki pola makan yang baik.

Makanan yang berlemak dan siap saji, serta pola makan yang tidak baik juga dapat berpengaruh terhadap rasa mual yang dialami oleh ibu.

Mengatasi rasa mual
Untuk mengatasi gejala ini, sebaiknya ibu mengkonsumsi makanan yang mudah dicerna seperti:

  • Kentang
  • Ubi Jalar
  • Jagung
  • Mie
     

dan makanan yang mengandung zat tepung lainnya, bukan makanan yang berlemak atau makanan siap saji. Makanlah dalam porsi yang kecil namun sering, yaitu lima sampai enam kali sehari.

Rasa ingin muntah dapat juga disebabkan karena keadaan tubuh yang kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi. Minumlah lebih banyak air putih dan jus buah serta hindari minuman bersoda karena gas dalam perut dapat mengganggu pencernaan.

Ibu dapat pula berkonsultasi dengan dokter untuk diberikan vitamin anti mual dengan dosis yang tepat.

Hal-hal yang perlu diwaspadai
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diwaspadai selama masa kehamilan. Apabila salah satu dari gejala-gejala yang ada di bawah ini timbul sebaiknya ibu berkonsultasi kepada dokter kandungan anda.

  • Kekurangan berata badan (setidaknya pertambahan berat selama hamil seluruhnya sebanyak 6 kg)
  • Balik kelopak mata pucat (harus berwarna merah atau merah muda)
  • Kaki, tangan, dan wajah terkadang bengkak
  • Emosi meledak-ledak
  • Berpenyakit, sakit jantung, radang paru-paru, dan penyakit lain
  • Sakit pada waktu buang air kecil
     
   


23-05-2016 14:10:07 sulit hamil
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,

Infobunda telah membahas masalah menstruasi, untuk mengenal menstruasi anda maka silahkan membaca:

1. Menstruasi saya sedikit, apakah itu normal?
Normal atau tidaknya menstruasi tidak bisa dilihat hanya dari berapa banyaknya darah menstruasi yang keluar. Biasanya darah menstruasi akan keluar banyak pada hari pertama hingga ketiga. Selanjutnya sedikit, bercak hingga lama kelamaan hilang. Asalkan menstruasi datang rutin setiap bulan, darah menstruasi yang sedikit bukanlah suatu masalah.

2. Mengapa darah menstruasi menggumpal?
Biasanya darah menstruasi menggumpal karena darah tertahan di dalam vagina sehingga tidak langsung keluar. Gumpalan darah ini tergolong normal karena memang hanya tampungan darah saja.

3. Mengapa menstruasi datangnya tidak beraturan di tanggal yang sama?
Menstruasi terjadi karena adanya sel telur matang yang tidak dibuahi.
Bila sel telur matang tetapi tidak pecah, maka hormon progesteron tidak akan muncul yang membuat menstruasi tertunda. Biasanya hal ini dipicu oleh masalah hormon, stres, diet yang terlalu ketat atau terjadi radang/infeksi.

4. Mengapa saat menstruasi terasa nyeri di bawah perut? Apakah itu tandanya ada endometriosis?
Pada beberapa wanita, saat menstruasi adalah saat yang menyiksa. Perut bagian bawah akan terasa nyeri dan pegal. Tetapi ada juga yang merasa nyeri terutama pada saat buang air besar (BAB). Pada saat menstruasi tubuh juga mengeluarkan zat yang akan menimbulkan rasa sakit.tetapi bila sakitnya spesifik hanya pada saat BAB saja, ada baiknya Bunda periksakan ke dokter, karena salah satu gejala endometriosis memang seperti itu.

5. Apakah kalau menstruasi tidak teratur, ada resiko tidak bisa punya anak?
Untuk memastikan hal ini Bunda harus melakukan pemeriksaan ke dokter. Biasanya menstruasi tidak teratur hanya karena gangguan hormonal saja. Tetapi supaya lebih yakin, Bunda bisa memeriksakan apakah ada siklus anovulasi, yaitu di mana sel telur tidak terlepas. Tetapi jangan kuatir. Bunda bisa melakukan terapi sejak dini untuk menyembuhkan gangguan tersebut.

6. Apakah benar minum minuman dingin saat menstruasi akan memperlambat aliran darah menstruasi?
Tidak benar. Itu hanyalah mitos belaka. Minuman dingin tidak memberikan efek apa pun pada menstruasi. Darah menstruasi tidak akan membeku dan menjadi lambat karenanya.

Nah, sekarang terjawab sudah pertanya yang mungkin selama ini Bunda ragukan. Bila ada yang Bunda ragukan pada menstruasi Bunda. Jangan ragu, segeralah konsultasikan ke dokter demi kesehatan Bunda.

Tips:
- Bila Bunda melewati siklus menstruasi selama tiga kali berturut-turut segera ke dokter.

   
23-02-2016 22:16:16 Q U I Z
Jumlah Posts : 5
Jumlah di-Like : belum ada like
sebenarnya pada umumnya tdk semua ibu hamil merasakan perubahan,krn tiap org berbeda2... ada yg merasakan ngidam yg parah dan ada jg yg bahkan tdk merasakan apa2.. tp sy cba utk mnjwab tanda2 awal kehamilan yg biasa di alami bumil.
ada 15 ciri atau tanda awal kehamilan :
#1 Terlambat menstruasi
Gejala ini paling mudah dideteksi apalagi bagi Anda yang
sering mendapatkan menstruasi secara teratur.
#2 Bercak Darah
Tanda-tanda kehamilan selanjutnya, walaupun tidak
semua wanita mengalaminya, adalah timbul bercak
merah yang lebih ringan dari menstruasi.
#3 Mual
Ciri-ciri orang hamil yang satu ini paling dikenal oleh
kebanyakan wanita yang sudah pernah mengandung.
Faktor yang memicu terjadinya rasa mual karena ada
peningkatan hormon secara tiba-tiba di aliran darah.
#4 Sakit kepala
Selain rasa mual, tanda-tanda kehamilan akibat
perubahan hormon adalah sakit kepala.
#5 Mudah lelah
Rasa lelah juga merupakan salah satu pertanda ciri-
ciri orang hamil akibat peningkatan hormon di dalam
tubuh ibu hamil.
#6 Perubahan emosi
Anda merasakan perubahan mood yang tiba-tiba? Jika
YA, jangan khawatir hal itu merupakan salah satu
tanda dan gejala dalam kehamilan dimana tubuh Anda
sedang menyesuaikan diri terhadap hormon-hormon
baru.
#7 Nafsu makan meningkat atau menurun
Hal lain yang bisa dilihat dari ciri-ciri orang hamil
adalah perubahan nafsu makan yang meningkat atau
menurun.
#8 Peningkatan suhu tubuh
Apabila Anda mendapatkan suhu tubuh terus meningkat
lebih dari dua minggu, ada kemungkinan Anda sedang
hamil.
#9 Gampang terengah-engah
Tanda-tanda kehamilan lainnya adalah napas yang
mudah terengah-engah terutama saat naik tangga.
#10 Payudara membesar
Ciri-ciri orang hamil selanjutnya adalah payudara yang
semakin membesar dan daerah aerola yang bertambah
hitam.
#11 Sakit punggung
Selama masa kehamilan pula biasanya ibu hamil akan
didera sakit punggung yang diakibatkan karena
beberapa ligament di punggung sudah tidak ada.
#12 Kram
Tanda-tanda kehamilan yang satu ini terkadang sedikit
membingungkan, karena bisa dikatakan gejala
menstruasi atau justru kehamilan.
#13 Kerap buang air kecil
Jika Anda harus bolak balik terbangun dari tidur ke
kamar mandi karena perasaan buang air kecil yang kuat
bisa jadi ini salah satu ciri-ciri orang hamil juga.
#14 Konstipasi atau perut membesar
Celana kesayangan Anda mulai tidak muat? Ini adalah
tanda-tanda kehamilan berikutnya.
#15 Hidung jadi sensitif
Indera penciuman Anda semakin sensitif dengan bau-
bauan,ada kemungkinan Anda sedang mengandung.

mksih.. semoga bermanfaat info.y
   
28-07-2015 11:18:36 haid tidak teratur :(
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Mengenal Lebih Dekat dengan Menstruasi

1. Menstruasi saya sedikit, apakah itu normal?
Normal atau tidaknya menstruasi tidak bisa dilihat hanya dari berapa banyaknya darah menstruasi yang keluar. Biasanya darah menstruasi akan keluar banyak pada hari pertama hingga ketiga. Selanjutnya sedikit, bercak hingga lama kelamaan hilang. Asalkan menstruasi datang rutin setiap bulan, darah menstruasi yang sedikit bukanlah suatu masalah.

2. Mengapa darah menstruasi menggumpal?
Biasanya darah menstruasi menggumpal karena darah tertahan di dalam vagina sehingga tidak langsung keluar. Gumpalan darah ini tergolong normal karena memang hanya tampungan darah saja.

3. Mengapa menstruasi datangnya tidak beraturan di tanggal yang sama?
Menstruasi terjadi karena adanya sel telur matang yang tidak dibuahi.
Bila sel telur matang tetapi tidak pecah, maka hormon progesteron tidak akan muncul yang membuat menstruasi tertunda. Biasanya hal ini dipicu oleh masalah hormon, stres, diet yang terlalu ketat atau terjadi radang/infeksi.

4. Mengapa saat menstruasi terasa nyeri di bawah perut? Apakah itu tandanya ada endometriosis?
Pada beberapa wanita, saat menstruasi adalah saat yang menyiksa. Perut bagian bawah akan terasa nyeri dan pegal. Tetapi ada juga yang merasa nyeri terutama pada saat buang air besar (BAB). Pada saat menstruasi tubuh juga mengeluarkan zat yang akan menimbulkan rasa sakit.tetapi bila sakitnya spesifik hanya pada saat BAB saja, ada baiknya Bunda periksakan ke dokter, karena salah satu gejala endometriosis memang seperti itu.

5. Apakah kalau menstruasi tidak teratur, ada resiko tidak bisa punya anak?
Untuk memastikan hal ini Bunda harus melakukan pemeriksaan ke dokter. Biasanya menstruasi tidak teratur hanya karena gangguan hormonal saja. Tetapi supaya lebih yakin, Bunda bisa memeriksakan apakah ada siklus anovulasi, yaitu di mana sel telur tidak terlepas. Tetapi jangan kuatir. Bunda bisa melakukan terapi sejak dini untuk menyembuhkan gangguan tersebut.

6. Apakah benar minum minuman dingin saat menstruasi akan memperlambat aliran darah menstruasi?
Tidak benar. Itu hanyalah mitos belaka. Minuman dingin tidak memberikan efek apa pun pada menstruasi. Darah menstruasi tidak akan membeku dan menjadi lambat karenanya.

Nah, sekarang terjawab sudah pertanya yang mungkin selama ini Bunda ragukan. Bila ada yang Bunda ragukan pada menstruasi Bunda. Jangan ragu, segeralah konsultasikan ke dokter demi kesehatan Bunda.

Tips:
- Bila Bunda melewati siklus menstruasi selama tiga kali berturut-turut segera ke dokter.

   
Jumlah Posts : 10
Jumlah di-Like : belum ada like
tapi waktu kmarin aq hamil tanda aq sakit perut di bawah lama sekali dari sejak selesai masa subur sampai menjelang haid (gak tau kalau lg hamil) terus pd aq keras dan pusing nya hitam menonjol trus pas 5 hari sebelum haid cek ke dokter spog karena jadwal nya eh,keliatan ada dedek nya seneng bgt. tp setelah itu aq ga makan yg bergizi dan banyak pikiran akhir nya keluar flek dan selaput dedek nya.. selama 3 hari darah keluar banyak banget ga seperti m, tapi aq sekarang merasakan tanda hamil lg tp ga seperti kmarin aq mual tp ga muntah trus pd aq kenyal, pusing dan perut di bawah sakit bun semoga aja hamil ya bun.. soal nya udah setahun lebih kosong bun
   
Jumlah Posts : 178
Jumlah di-Like : belum ada like

Kalau tiba-tiba bayi yang sehat, aktif, dan makan atau minumnya normal terus tiba-tiba spontan ngeluarin cairan dari mulut biasanya bunda jadi panik. Kalau itu gumoh warnanya cenderung kekuning-kuningan biasanya seperti ASI. Ini masih normal, bun, tapi bunda perlu waspada jika warnanya seperti ini yah :

  • Warna keluar=warna masuk

Maksudnya sih warna yang muncul di muntah sama dengan warna makanan yang masuk ke perut bayi. Misalnya nih bayi baru aja makan nasi tim wortel, dan muntahnya jadi berwarna oranye. Biasanya muntah ini karena porsi makanan atau minumannya kebanyakan atau makanan dan minuman yang masuk terlalu tergesa-gesa.

  • Hijau

Cenderung tua yang keluar dari cairan empedu, dan ini indikasi sumbatan pada saluran pencernaan bayi. Kalau kondisinya begini bisa jadi bayi mengalami sumbatan di saluran cerna, tepatnya sih setelah usus dua belas jari atau deudenum.

  • Hitam

Warna ini berasal dari darah yang warnanya kehitaman dan cenderung disertai bau amis. Muntah dengan warna hitam dan kental berasal dari lambung. Terkadang saat bayi mimisan, darahnya tertelan sampai ke lambung dan menimbulkan reflex tidak enak yang membuat bayi muntah.

  • Merah

Menandakan keluarnya darah bersamaan dengan muntah. Bunda patut curiga dengan darah yang keluar ini karena bisa jadi ada pembuluh darah yang pecah, luka, atau lecet pada saluran cerna bayi. Tapi jika hanay bercak berarti ada stretching atau luka di tenggorakan bayi.

  • Kuning

Indikasi ada virus, infeksi bakteri, gastritis, dan penyakit radang. Gak hanya itu, muntah yang warnanya kuning juga tanda bayi keracunan makanan.

sumber

   
Jumlah Posts : 181
Jumlah di-Like : belum ada like

Sore bun, sering perhatikan lebih detail gak kalau di popok bayi si kecil setiap harinya mengeluarkan urine yang berbeda-beda warnanya. Apa ini ada hubungannya dengan kondisi kesehatan bayi? Yuk kita kenali warna pipis si kecil untuk tahu kondisi kesehatan bayi bun.

Jika pipisnya warna kuning jernih

Warnanya kuning jernih berarti masih normal bunda. Normalnya warna urine bayi baru lahir (0-3 bulan) dibandingkan dengan bayi diatas 4 bulan sama. Kecuali si kecil dapat makanan tambahan atau mengkonsumsi obat, warna urine nya bisa berubah.

Apa warna urine bisa mengindikasikan penyakit?

Jika urine bayi berubah warnanya, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai jika warna urine bayi berubah dalam jangka waktu yang cukup lama, dan bisa saja ini mengindikasikan suatu penyakit seperti infeksi saluran kemih.

Warna urine seperti apa yang tidak normal?

  • Pink atau merah : kemungkinan ada darah pada urine atau juga karena pewarna makanan
  • Oranye : kemungkinan disebakan karena mengkonsumsi pyridium atau rifampisin
  • Coklat atau hitam : kemungkinannya ada myoglobin, pigment, empedu, atau mengkonsumi obat metronizadol atau nitrofuratoin
  • Biru : kemungkinan terdapat obat methylene blue, infeksi saluran kemih karena pseudomonas (yang seperti ini jarang terjadi), penyakit metaboliktriptophan herediter
  • Keruh : kemungkinan ada infeksi pada salurah kemih
  • Kuning tua : kemungkinan ini karena mengkonsumsi vitamin C, vitamin B, Betakaroten, jeruk, atau wortel.

Kalau kurang minum warna urinenya apa?

Jika cukup minum, buang air kecilnya bisa 3-4 kali sehari atau bahkan sampai 8 kali sehari. Nah jika bayi bunda kurang minum atau dehidrasi, frekuensi buang air kecilnya akan berkurang atau jumlah urine sedikit, sehingga warna urinenya akan terlihat kuning pekat.

sumber : ibuhandal, FB Merries

Nah sekarang bunda gak perlu khawatir lagi yah jika mendapati warna urine yang berubah pada popok bayi. Telusuri dulu penyebabnya dengan mengenali warnanya. Semoga info ini bermanfaat bagi bunda semua disini

   
Jumlah Posts : 65
Jumlah di-Like : belum ada like
sy ibu 27thn dgn 3 anak, dan 3x bersalin melalui proses secar krn Riwayat HT faktor Genetik....

pasca lahiran anak ketiga 25 Januari 014 lalu, sdh 4 Hari ini sy banyak mengeluarkan darah mengalir seperti air urine dan berbentuk gumpalan macam Janin/embrio yg habis d lakukan Abortus,,, (sy tdk mgkin pendarahan krn mgkin hamil, krn sy sdh melakukan tubek/steril dgn cara d potong )

darah mens pun itu tdk mgkin, darah nifas lebih tdk mgkin lagi, meskipun sy sdh curiga namun suami santai2 saja, maklumlah laki2 bkn yg mengalami sehingga tdk Merasa Ada kelainan yg terjadi,,,

2hr mengeluarkan banyak darah, sy dan suami mendatangi RS Awal Bros makassar, d kota sy ..... setelah d Periksa melalui Ultrasonografi /USG ,,,,

sekujur tubuh terasa dingin saat dokter mengatakan , bahwa d rahim sy ada Sisa Jaringan Placenta , jaringan itu sdh rusak dan memperburuk kondisi rahim sehingga menyebabkan darah terus menerus mengalir ,,,, Terjawab lah sudah :(

Dokter menyarankan u/di lakukan Kuret,,, agar tdk lg terjadi pendarahan terus menerus,,,, Kala itu sy dan suami menolak opname dan tdk menyetujui u/dilakukan kuret,,,,
ini sdh hari ke-4 rencana sore ini sy akan k dokter lain mencari second opinion,,,,


sy masih bingung dgn kasus penyakit sy ini,,,,
meskipun dokter yg menangani sy sdh dgn sangat cermat menjelaskan dgn seksama,,,,

Apa memang kasus seperti ini bisa terjadi,,,,
jika memang ini bisa terjadi, apa ini berkaitan dgn Mala Praktik atau Bukan,

dokter mohon Penjelasannya
Tks :)

   
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Dear dok,
Saya mau tnya, apa benar pengaruh dari alt,kontrspsi suntik itu menimbulkan flek n darah selain haid, istri saya suntik yg per 3 bln, tgl 19-10-2013 habisnya, bln 12 saya minta melakukan hub. Tsb tp istri saya menolak n takut, krn ada flek tsb sampai skrng, shngga saya n istri tdk perna berhubungan suami istri sampai detik ini, tolong penjelasannya dok, trima kasih

Dari : samuel ps

Jawaban:

Dear Ayahanda,



Pada penggunaan kontrasepsi KB 3 bulan (Depo) mengandung hormon progesteron. Metode kontrasepsi ini dapat memberikan efek terganggunya siklus menstruasi seperti berhentinya menstruasi, menstruasi menjadi lebih panjang dan volume banyak daripada normalnya, atau flek-flek diantara siklus menstruasi. Bila terdapat efek seperti ini, masih dianggap normal, namun bila mengkhawatirkan dapat memeriksakan diri pada dokter. Bila wanita merasa tidak nyaman dengan efek terganggunya siklus menstruasi ini, maka dapat mengganti metode kontrasepsi lainnya. Pada ibu yang menyusui, sebagai alternatif lain dapat menggunakan kontrasepsi IUD (spiral) ataupun penggunaan kondom saat berhubungan. Bila tidak sedang menyusui dapat menggunakan kontrasepsi pil KB kombinasi atau suntik 1 bulan ataupun KB IUD, karena efek terganggunya siklus menstruasi lebih jarang dikeluhkan.


   
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Dok..saya mau tanya..saya baru pertama punya anak setelah masa nifas saya suntik kb 3bulan...
Tapi setelah kb kluar darah terus menerus..dan kluar darah nya banyak...skarang udah mau 3bulan belum berhenti...
Apa itu karna tidak cocok ??apa perlu untuk ganti alat
kontrasepsi dok???

Dari : Khaka Riezca Yangselalumengerti

Jawaban:

Dear bunda,

Pada suntikan KB 3 bulan memang dapatditemukan efek terganggunya siklus menstruasi (tidak adanya menstruasi sama sekali) ataupun terjadi flek-flek kecoklatan yang berkepanjangan. Hal ini masih dianggap normal, namun tidak ada salahnya untuk melakukan check up pada dokter kandungan terutama bila Bunda mengalami perdarahan seperti menstruasi yang berkepanjangan. Bila Bunda ingin mengganti metode kontrasepsi, untuk ibu menyusui dapat menggunakan kontrasepsi KB IUD (spiral) karena tidak mengganggu produksi ASI seperti layaknya kontraseps suntiki KB 3 bulan atau pil laktasi.


   
26-03-2014 11:53:11 perdarahan setelah keguguran
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Permisi dok, kenalkan saya puspa, saya mau bertanya dok, kmrn saya keguguran tanggal 27 feb 2014 trus saya pendarahan, trus ada gumpalan darah dan ada juga keluar seperti telur sebesar sekepal tangan saya, lalu setelah beberapa hari nya saya mencoba tespack, tetapi di tespack itu muncul 1 garis yang terang, lalu seling beberapa waktu sekitar 10 menit ada 1 garis yg muncul lagi, tetapi garis nya itu tidak terlalu nampak, dan seperti buram-buram, lalu setelah beberapa minggu saya mencoba Usg kepada salah seorang dokter, dokter tersebut mengatakan bahwa beliau tidak bisa memastikan saya masih positiv hamil atau negative, karna dirahim saya ada gumpalan darah, seperti janin, tetapi itu belum bisa di pastikan bahwa itu janin atau bukan, jadi pertanyaan saya, sebenarnya saya ini masih positive hamil atau tidak? Jika tidak bagaimana cara membersihkan rahim saya, selain dg cara kuret
Dan apakah saya bisa mempunyai momongan lagi? Dan apakah disaat saya mendapatkan momongan, adakah efek untuk janin saya nanti?

Dari : puspasari delvia

Jawaban:

Dear Bunda,







Untuk membaca hasil pemeriksaan kehamilan menggunakan test pack urine, bacalah hasil pemeriksaan setelah beberapa waktu sesuai dengan anjuran yang tertera pada produk tersebut. Sebaiknya tidak membaca hasil pemeriksaan tersebut melewati waktu yang ditentukan karena sudah tidak akurat. Bila Bunda sudah memeriksakan diri pada dokter, maka ikuti nasihat dokter untuk pemeriksaan berikutnya agar dapat lebih memastikan keadaan Bunda yang sebenarnya. Adakalanya dibutuhkan beberapa pemeriksaan serta waktu untuk memonitor keadaan pasien untuk mendapatkan hasil yang lebih jelas. Bila perdarahan masih berlangsung atau semakin banyak, segera periksa pada dokter untuk penanganan yang tepat meskipun belum waktunya untuk kontrol kembali.











Pasca keguguran atau kuretase, sebaiknya Bunda menunda kehamilan sampai 3 siklus menstruasi sebelum mencoba untuk hamil kembali, agar tubuh dapat kembali pulih terlebih dahulu serta menyiapkan mental Bunda untuk kehamilan berikutnya. Makanlah makanan yang bergizi, lakukan pemeriksaan dan imunisasi serta mendapatkan suplemen asam folat agar kehamilan berikutnya dapat terjadi dengan sehat.