SITE STATUS
Jumlah Member :
493.861 member
user online :
1069 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: curcuma plus untuk anak autis

New Topic :  
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Selamat Siang.
Saya mau bertanya tentang anak saya..Anak saya perempuan, saat ini sdh berumur 2th 1bln, berat sekitar 11kg.
Yang jadi pertanyaan, kenapa sampai umur 2th gigi anak saya belum tumbuh semua,hanya gigi seri bagan bawah 4 biji, gigi geraham pertama bawah dan atas, gigi taring. Sedang gigi seri bagian atas belum tumbuh..
Anak saya sejak lahir tidak minum ASI, hanya susu botol dengan merek LACTOGEN. sejak umur setahun saya sering memberi makanan dan minuman suplemen yg banyak di jual di pasaran seperti Curcuma Plus, Cerebrofort, dll.
Apakah gigi anak saya nanti bisa tumbuh lengkap..??
Apa yang harus kami lakukan agar gigi anak kamai tumbuh lengkap secepatnya..

Terimakasih atas tanggapan dan perhatian nya..

Salam
Eddy
no telp: 085246298025

Dari : Pangian dyra fitzah raihanah

Jawaban:

Dear Bunda,
Pada beberapa anak, mengalami pertumbuhan gigi lebih lambat pada anak lain pada umumnya dianggap wajar. Apabila anak Anda sudah mengalami erupsi (tumbuh gigi) pada umur ini menandakan bahwa benih gigi sudah ada. Pertumbuhan gigi tidak dipengaruhi oleh konsumsi gizi anak Anda, gigi akan tumbuh pada waktunya ketika ia telah siap untuk tumbuh. Saran saya kunjungi dokter gigi Anda untuk dilakukan check up lebih lanjut, jangan terlalu dikhawatirkan mengenai hal ini. Demikian jawaban saya.
   


Jumlah Posts : 12
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda susi dan bunda lia... anak pertama saya juga gak keluar asi waktu hamil... emang agak sulit pas abis lahir an bun.. Tapi terus dipompa aja bun dan di susu kan ke baby... paling lama juga 3 hari dah lancar... anak saya yang pertama seperti itu bun,, dianjurin kakak terus pompa setiap pagi... terus disusukan ke baby juga,,, alhamdulillah 3 hari lancar... malah kebanjiran si anak... dan alhamdulillah juga si anak dapat asi ekslusif dan 2,2 tahun baru lepas asi.. Tapi jangan lupa konsumsi sayur an ya bu... setiap makan 1 mangkuk,,, dan susu menyusui... plus jangan pernah berfikir asi kita kurang... berpikirlah bahwa asi kita banyak,, asi kita banjir,, insyaallah untuk anak cukup...
   
Jumlah Posts : 241
Jumlah di-Like : belum ada like

Pengen masakan gurih dan lezat?
Biasanya nih ibu2 suka nambahin penyedap pasaran yang tentunya mengandung MSG, nah selain ga sehat juga bisa menimbulkan berbagai macam penyakit. Khususnya buat anak-anak, pasti seneng banget kalo jadi doyan makan karena masakannya lezat bergizi dan juga BEBAS MSG.

Memperkenalkan PRODUK ORGANIK dan BEBAS MSG
Kaldu/Penyedap Alsultan Tanpa MSG membuat masakan anda beraroma dengan rasa yang lezat dan menyehatkan.
Cocok digunakan untuk berbagai macam masakan maupun campuran snack kesukaan keluarga.
Kaldu/Penyedap rasa Alsultan merupakan pilihan anda yang mengutamakan kesehatan tanpa meninggalkan kelezatan rasa dalam masakan anda.

Sehat dan Aman dikonsumsi untuk anak balita, Anak Autis, Ibu Hamil dan Menyusui
. Mempunyai Ijin DepKes dan bersertifikat HALAL.

Netto: 80gr
Pilihan rasa : AYAM dan SAPI

Komposisi:
- bawang bombay/onion flavor powder
- bawang putih/garlic flavor powder
- garam/salt
- lada putih/natural white pepper powder
- lada hitam/natural black pepper
- protein sayur/hydrolyzed vegetable protein powder
- dextrine powder
- lemak ayam/chicken fat (utk kaldu ayam) atau lemak sapi/beef fat (utk kaldu sapi)

ow ya...mau tau info tentang MSG?
MSG ( MONOSODIUM GLUTAMAT )
Sejarah
Jurnal Chemistry Senses menyebutkan, Monosodium Glutamate (MSG) mulai terkenal tahun 1960-an, tetapi sebenarnya memiliki sejarah panjang. Selama berabad-abad orang Jepang mampu menyajikan masakan yang sangat lezat. Rahasianya adalah penggunaan sejenis rumput laut bernama Laminaria japonica. Pada tahun 1908, Kikunae Ikeda, seorang profesor di Universitas Tokyo, menemukan kunci kelezatan itu pada kandungan asam glutamat. Penemuan ini melengkapi 4 jenis rasa sebelumnya - asam, manis, asin dan pahit - dengan umami (dari akar kata umai yang dalam bahasa Jepang berarti lezat). Sementara menurut beberapa media populer , sebelumnya di Jerman pada tahun 1866, Ritthausen juga berhasil mengisolasi asam glutamat dan mengubahnya menjadi dalam bentuk monosodium glutamate (MSG), tetapi belum tahu kegunaannya sebagai penyedap rasa.
Sejak penemuan itu, Jepang memproduksi asam glutamat melalui ekstraksi dari bahan alamiah. Tetapi karena permintaan pasar terus melonjak, tahun 1956 mulai ditemukan cara produksi L-glutamic acid melalui fermentasi. L-glutamic acid inilah inti dari MSG, yang berbentuk butiran putih mirip garam. MSG sendiri sebenarnya tidak memiliki rasa. Tetapi bila ditambahkan ke dalam makanan, akan terbentuk asam glutamat bebas yang ditangkap oleh reseptor khusus di otak dan mempresentasikan rasa dasar dalam makanan itu menjadi jauh lebih lezat dan gurih.
Sejak tahun 1963, Jepang bersama Korea mempelopori produksi masal MSG yang kemudian berkembang ke seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Setidaknya sampai tahun 1997 sebelum krisis, setiap tahun produksi MSG Indonesia mencapai 254.900 ton/tahun dengan konsumsi mengalami kenaikan rata-rata sekitar 24,1% per tahun .
DAMPAK MSG TERHADAP MANUSIA:
1. Dapat merusak otak
2. Menurunkan daya ingat
3. Merusak syaraf
4. Berpengaruh negatif terhadap otak janin
5. Meningkatkan obesitas
6. Menyebabkan hipertensi dan penyakit jantung

nah tuh moms...saat BERALIH KE HIDUP SEHAT ya..
apalagi khusus untuk buah hati tercinta...

   


23-09-2014 16:58:04 hipersensitif sal pencernaan
Jumlah Posts : 107
Jumlah di-Like : 4

Ya oke lah , Bunda Binti Orang Baik

Saya jadi nggak enak nih, saya yakin mother knows best , niat saya menyarankan dan mendoakan supaya bisa membantu , karena saya juga tergolong ibu baru ..

Untuk kuning , anak saya juga kulitnya kuning waktu lahir , saya pikir karena saya yang waktu hamil 8-9 bulan yag jarang keluar rumah, mungkin karena terlalu enak mendaat cuti kantor waktu itu. Logika saya , sinar matahari yang seharusnya didapatkan oleh anak saya , jadi berkurang dan anak saya kekurangan vitamin D. Memang sih menurut medis di RS JM* Mampang waktu itu harus disinar selama min 3 hari, saya dan suami sudah bawa anak saya (umur 1 minggu) kesana, plus darah anak saya dicek lab, menurut medis terkena infeksi sejenis kuman , dan hatinya sedang berusaha keras mngobati. Namun , saya diberitahu oleh seorang ibu di rumah sakit untuk dijemur saja setiap pagi saja, tidak perlu opname . Untung saya dengarkan anjuran ibu tersebut karena kebetulan Ibu dan mertua saya sudah Almarhum , jadi saya selalu mengingat-ingat pesan Alm Ibu , yang biasanya betul dan manjur anjurannya ke saya dan anak saya. Kami pikir , kalo saja anak saya diopname , tentu anak saya akan dirawat namun alangkah baiknya obat-obat tradisional ataupun alamiah dicoba dulu, InsyaAllah bisa berhasil daripada anak saya disinar dengan lampu sinar plus pakai obat-obat dan jarum yang tidak saya bayangkan sakitnya jarum tersebut (anak saya diambil darah saja salah-salah susternya mencari nadi nya karena masih kecil, itupun saya sudah melihat apalagi kalo bayi saya ditinggal saya tidak bisa bayangkan).

Menurut saya' mother knows best' dalam arti kita memang bukan lulusan kedokteran namun kita InsyaAllah diberikan rahmat untuk bisa menditeksi secara awal kenapa anak kita, itu maksud tulisan saya. Semoga berguna ya Bun dan semoga bayinya sehat selalu....amin.

   
29-06-2014 14:12:06 baby susah BAB
Jumlah Posts : 27
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda rahma babynya udah dkasi mpasi blm ? anak sya babnya 4hri skli makannya susah, suruh d kasih vitamin curcuma plus sharpy bagus ga ya bund, skrg babnya dah tiap hri tp mkn nya ttp susah
   


Jumlah Posts : 181
Jumlah di-Like : belum ada like

Bunda, di era teknologi sekarang, udah gak heran rasanya melihat kalau ada anak yang baru berumur 3 tahun udah asyik dengan gadgetnya. Beberapa gadget berlomba untuk memberikan fasilitas menarik termasuk untuk anak bunda.

Yang banyak memberikan aplikasi gratis dan gampang diunduh tentu saja aplikasi android. Dan menariknya android menawarkan berbagai aplikasi yang bisa jadi sarana bermain si kecil sekaligus menunjang kreativitasnya.

Aku akan kasih beberapa list aplikasi android yang dapat menunjang kreativitas si kecil yah bun. Yuk diliat :

  • How to Draw – Easy Lesson

Lewat aplikasi ini, bunda dapat membuat gambar yang indah untuk menghibur si kecil sekaligus melatihnya mengenal warna dan bentuk. Bunda juga bisa mengetahui cara menggambar hewan atau karakter kartun yang disuka si kecil lewat aplikasi ini. Dengan aplikasi ini bunda bisa mengajarkan  si kecil menggambar dengan cara yang modern plus menyenangkan.

  • Belajar Harian – PR Anak

Aplikasi ini sepertinya gak gratis. Tapi juga gak mahal, hanya US$ 0,90. Aplikasi ini dapat membantu bunda mengajari si kecil mengerjakan PR  dengan cara yang menyenangkan. Dilengkapi berbagai macam soal tergantung level pendidikan. Yang menarik dari aplikasi ini adalah berbagai macam soalnya yang lucu, sehingga anak dapat lebih ceria dalam belajar. Aplikasi ini gak hanya berisi soal, tapi juga materi menarik seperti mengenal alat musik, perbandingan, alam semesta, bendera kebangsaan, menghitung benda, dll.

  • Belajar Membaca

Jika si kecil sangat sulit belajar membaca, aplikasi dapat membantunya cepat belajar membaca. Ada tingkatan level mulai dari level 1 sampai level 4 yang bisa disesuaikan dengan kemampuan si kecil.

  • How to make origami

Tau origami kan bun, ituloh seni melipat kertas asal Jepang. Permainan ini dapat melatih kreativitas seseorang, termasuk anak-anak. Nah, sekarang ada versi digitalnya. Lewat aplikasi ini bunda bisa menuntun si kecil menciptakan beragam bentuk dari kertas origami yang dapat tercipta dari selembar kertas. Ada berbagai bentuk yang ditawarkan dan tentu saja menarik seperti kelinci, anjing, kucing, bola dan banyak lagi.

  • Zoola

Aplikasi ini mengajarkan anak mengenal berbagai suara ataupun nama binatang. Bukan hanya itu saja, Zoola juga menyediakan lebih dari 250 foto kualitas HD dari berbagai jenis hewan. Tenang saja bunda, anak tidak akan bisan karena aplikasi ini telah didesain secantik mungkin, dan harganya pun cukup murah yaitu sebesar US$ 2,61.

  • Istory Books Z

Jika bunda suka mendongeng untuk si kecil, aplikasi ini adalah pilihan tepat karena menyediakan berbagai cerita untuk si kecil seperti Pinokio, Cinderella dan masih banyak lagi cerita yang ditawarkan. Selain itu si kecil pun bisa belajar bahasa Inggris lewat cerita tersebut.

  • Kids Shapes (Untuk Preschool)

Aplikasi game ini mengajak si kecil bermain menggunakan berbagai macam bentuk da menemukan kecocokan dengan objek lain menjadi sebuah kesatuan. Lewat games ini si kecil akan dilatih untuk menemukan solusi dari masalah yang dihadapi. Hal ini sangat berguna dan dapat menjadi bekal di masa depannya nanti.

sumber : merries ; ciricara ; trenologi

   
29-04-2014 06:47:31 makanan tambahan
Jumlah Posts : 86
Jumlah di-Like : belum ada like
UNTUK mencapai pertumbuhan optimal, seorang bayi
memerlukan semua zat gizi makro dan zat gizi mikro
yang sesuai antara jumlah dengan kebutuhannya.
Tak dapat dipungkiri, kebutuhan nutrisi terbaik untuk
bayi berusia 0 ? 6 bulan adalah ASI.
Tapi begitu menginjak usia 6 bulan ke atas, asupan
bayi harus ditambah dengan Makanan Pendamping
ASI (MPASI). Nah, berikut panduan soal MPASI yang
perlu Anda ketahui!
Terlalu Cepat vs Terlambat
Jangan memberikan MPASI terlalu cepat (sebelum
usia 6 bulan). Di samping pencernaannya belum
sempurna, tindakan itu hanya akan memperbesar
potensi bayi terkena alergi makanan.
Juga, pemberian MPASI terlalu cepat akan
menyebabkan insting bayi untuk mengisap akan
menurun sehingga jumlah ASI yang dikonsumsi juga
menurun. Kekurangan gizi banyak terjadi karena
pemberian MPASI yang terlalu dini.
Jangan pula berikan MPASI terlambat (hanya ASI saja
setelah 6 bulan ke atas). Tak baik bagi
pertumbuhannya. Bayi bisa menderita kekurangan
gizi, berat dan panjangnya tidak sesuai dengan yang
seharusnya dicapai. Karena ASI sesudah usia 6 bulan
tidak bisa mencukupi kebutuhan bayi lagi.
Mulai Usia 6 Bulan
Berikan MPASI saat bayi berusia 6 bulan ke atas.
Mengapa? Biasanya saat itu, bayi sudah bisa
menopang kepalanya sendiri secara tegak dan
menegakkan dadanya. Dengan demikian bisa
dikatakan proses menelannya sudah lebih baik.
Sedangkan jika kepalanya masih goyang-goyang,
ditakutkan proses menelannya belum sempurna,
maka dikhawatirkan akan tersedak. Juga, fungsi
pencernaan bayi pada usia tersebut sudah lebih baik.
Tanda Bayi Siap MPASI
Berikut tanda bayi yang siap MPASI:
- Mampu duduk tegak walau masih harus dibantu
- Mampu menegakkan kepala dengan baik
- Tampak tertarik melihat makanan, sendok dan
garpu
- Tidak lagi memiliki ?refleks menolak dengan lidah?
setiap kali makanan padat disuapkan ke mulutnya
- Mampu menerima makanan yang disuapkan dengan
sendok, yang mungkin terjadi bila bayi telah mampu
menggerak-gerakkan lidahnya maju-mundur dan ke
kiri-kanan
Tunjang Berat Badan Bayi
MPASI diharapkan dapat menunjang berat badan bayi
agar sesuai dengan Kartu Menuju Sehat (KMS),
yakni: pada triwulan pertama, penambahan berat
badan bayi sebanyak 750-1000 gr/bln, triwulan
kedua sebanyak 600 gr/bln, triwulan ketiga sebanyak
400 gr/bln, dan triwulan keempat sebanyak 200-300
gr/bln.
Bubur Susu
Perkenalkan jenis MPASI kepada bayi secara
bertahap. Itulah yang dianjurkan oleh semua Dokter
Spesialis Anak (DSA).
Sebagai tahap awal, bayi yang sudah berusia 6 bulan
dapat diberikan makanan bertekstur lunak dan cair
seperti bubur susu, yaitu tepung beras plus susu.
Pemberian bubur susu ini dimulai dari 1x sehari, dan
bertahap sampai 2x dalam sehari.
Berikan pada bayi satu jenis makanan baru selama
3-4 hari berturut-turut untuk mengetahui apakah
bayi cocok dengan makanan tersebut atau tidak.
Selain bubur susu, pure buah juga dapat diberikan.
Cairan pure yang dapat digunakan adalah ASI, susu
formula atau air matang . Caranya, berikan 1-2
sendok makan pure kepada bayi. Jika tidak ada
masalah, tingkatkan secara bertahap.
Jenis buah yang dapat diberikan berupa pisang
(pisang raja atau pisang ambon), alpukat, labu dan
pepaya. Setiap jenis buah diberikan 3-4 hari
berturut-turut agar bayi dapat mengenal rasa.
Setelah itu, baru mencoba buah yang lain.
Nasi Tim Saring
Dengan bertambahnya usia bayi, maka makanan yang
diasup bayi juga akan meningkat. Setelah bubur
susu, sebaiknya bayi mulai dikenalkan dengan
makanan yang berbentuk bubur atau nasi tim saring.
Makanan ini terdiri dari beras, lauk pauk (hewani
atau nabati), dan sayur.
Pemberiannya pun bergantian antara bubur susu dan
tim saring. ?Pada frekuensi awal, bubur susu
diberikan 1-2 kali sehari. Namun ketika usia bayi 7
bulan, mengalami peningkatan, dimana bubur
susunya 2x, sedangkan tim saringnya diberikan satu
kali sehari. Ketika usia 8 bulan, bubur susu diberikan
hanya sekali, tim saringnya menjadi dua kali dengan
isi yang lebih beragam. Begitu usia bayi 9-10 bulan,
baru diberikan tim saring sebanyak 3 kali sehari,?
papar dr Tinuk Agung Meilany SpA.
Nasi Lembek
Sesudah semua tahapan tersebut, baru anak
diberikan nasi putih biasa. Disarankan nasinya masih
berupa nasi yang lembek. Namun, ada juga anak
yang tidak bermasalah diberikan nasi biasa. Jadi,
bergantung kemampuan masing-masing anak, sebab
usia lebih dari 8 bulan, anak sudah tumbuh gigi,
otomatis lebih pandai mengunyah.
Satu Macam Sayur Dulu
Pemberian sayur untuk anak pun sangat disarankan.
Sayur yang baik adalah mengandung vitamin dan
mineral, biasanya terdapat pada sayuran berwarna
hijau atau orange (bayam, kacang, buncis, wortel).
Tapi, bukan berarti sayuran berwarna lain tidak
bergizi, hanya saja kandungannya lebih rendah.
Tahapannya mulai dari 1 macam sayur, jangan
langsung 3 macam. Sebab anak bisa diare. Bayi
harus harus beradaptasi dulu dengan makanan
barunya.
Bakat Alergi: Tunda Telur
Begitu anak makan bubur boleh mulai diberikan
telur. Tapi harus diperhatikan untuk anak-anak yang
punya bakat alergi, disarankan untuk memperlambat
pemberian telur, yaitu pada usia lebih dari setahun
atau lebih bagus saat usia 2 tahun.
Selain itu, pemberian telur sebaiknya dimulai dari
kuning telur terlebih dahulu, karena alergen biasanya
berasal dari protein yakni putih telurnya, sementara
kuning telur banyak mengandung lemak dan vitamin.
Ikan: Menjelang Satu Tahun
Pada dasarnya, makanan yang diberikan untuk bayi
adalah makanan yang sehat, yang terdiri atas beras,
lauk-pauk (hewani dan nabati), buah-buahan dan
tambahan susu. Sama halnya dengan memberikan
makanan padat, lauk-pauk pun harus diberikan
secara bertahap. Mulai dari daging ayam yang
dihaluskan, lalu diselingi dengan daging sapi,
sampai ketika usianya mendekati satu tahun, si kecil
sudah boleh diberi ikan.
Tahapan MPASI
Ditegaskan dr Endang Peddyawati MS SpGK MARS,
pemberian MPASI dimulai dari bentuk makanan encer
menuju ke bentuk kental secara bertahap. Semuanya
itu disesuaikan dengan usia bayi dan kemampuan
bayi menerima makanan serta kebutuhan bayi akan
kecukupan zat gizinya. Perinciannya sebagai berikut:
- Umur 6 ? 8 bulan dapat diberikan ASI, buah dan
bubur susu/ biskuit.
- Usia 8 ? 10 bulan, dapat diberikan ASI, buah,
biskuit, bubur susu, bubur saring. Bila perlu, berikan
makanan selingan seperti finger foods (makanan
yang mudah dipegang). Misalnya, wortel yang masih
mentah atau direbus setengah matang, potongan
buah apel atau pir, kentang goreng dan lainnya.
Pada usia ini, makanan bayi sudah boleh dibubuhi
kuning telur atau ayam masak.
- Usia 10 ? 12 bulan dapat diberikan ASI, buah,
biskuit, bubur susu, nasi tim lembek.
- Pada usia 1 tahun ke atas di samping masih
mengonsumsi ASI juga sudah bisa diberikan nasi
dengan lauk pauk dan buah.
Sumber: Mom & Kiddie
   
Jumlah Posts : 395
Jumlah di-Like : 4

Dear Bunda Indah,

Terima kasih ya bun atas pertanyaannya.

Mungkin scott emulsions amis karena memang mengandung minyak ikan. Scott's Emulsion memiliki kandungan nutrisi penting yaitu asam lemak, omega 3, vitamin A, vitamin D, dan kalsium. Asam lemak Omega 3 memiliki kandungan DHA yang penting dan vitamin A berguna untuk menjaga fungsi penglihatan dan vitamin D untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi.

Jika kurang suka dengan rasanya, mungkin bisa mencari produk lain yang diindikasikan untuk hal yang sama seperti vidoran plus, Likurmin, Curcuma Plus atau berikan madu.

Ada metode Happy Tray, cocok untuk toddler.

Metodenya adalah meletakan makanan diatas tray yang seukuran kecil (mini bites) dengan berbagai jenis. 

Misalnya, telur puyuh rebus, brokoli rebus, wortel rebus, kol rebus, makaroni rebus dengan keju, sereal, pisang yang dipotong bulet tipis, alpukat kotak-kotak, apel kotak-kotak, kentang kukus dipotong kotak. Jadi saat bermain si kecil bisa sambil makan "happy tray"

terima kasih, semoga berhasil!

   
11-03-2014 22:59:50 garlic sauda plus propolis
Jumlah Posts : 155
Jumlah di-Like : belum ada like
murah meriah bnyk manfaat
harga hanya 35rb
lokasi cipondoh tangerang
sms/wa 087826688803
pin bb by request

Garlic Sauda plus Propolis

Isi 65 kapsul

LPPOM MUI No : 140016360701
Dinkes. RI P-IRT No. 207321603180

Komposisi:
Minyak Habbatussauda
Minyak Zaitun
Minyak Bawang Putih
Propolis

Perpaduan ini di dalam tubuh dapat mencairkan endapan-endapan toksid, meluruhkan lemak jenuh dalam pembuluh darah dan mengandung antibiotik tinggi, sehingga jika mengkonsumsi GARLICSauda` Plus PROPOLISsebelum hijamah ( bekam) , tubuh akan terasa fit dan toksid akan mudah keluar, bahkan GARLICSauda` Plus PROPOLIS dapat meluruhkan batu ginjal dan batu empedu.

Khasiat GARLIC Sauda Insya Allah sangat membantu dalam :
- Meningkatkan Imunitas / daya tahan tubuh
- Menormalkan tekanan darah tinggi ( hipertensi)
- Menurunkan kadar kolesterol
- Mengobati Diabetes ( Kencing Manis) .
- Memecahkan batu empedu dan batu ginjal.
- Mengobati Asam Urat dan Nyeri pada persendian.
- Mengobati batuk, pilek, asma, bronchitis, TBC, dll
- Mencegah dan mengobati stroke
- Mencegah dan mengobati serangan jantung
- Membunuh sel tumor dan kanker ( payudara, kista, mioma, kanker rahim dan kanker lainnya)
- Mengatasi rasa nyeri saat menstruasi dan mengontrol siklus menstruasi serta mengobati keputihan.

Aturan Pakai :
Untuk menjaga stamina : 2 kapsul/ hari
Untuk sakit ringan : 3 x 1 kapsul/ hari
Untuk sakit kronis : 3 x 2 kapsul/ hari
Untuk anak-anak : 2 x 1 kapsul/ hari
   
Jumlah Posts : 155
Jumlah di-Like : belum ada like
Garlic Sauda plus Propolis

Isi 65 kapsul

LPPOM MUI No : 140016360701
Dinkes. RI P-IRT No. 207321603180

Komposisi:
Minyak Habbatussauda
Minyak Zaitun
Minyak Bawang Putih
Propolis

Perpaduan ini di dalam tubuh dapat mencairkan endapan-endapan toksid, meluruhkan lemak jenuh dalam pembuluh darah dan mengandung antibiotik tinggi, sehingga jika mengkonsumsi GARLICSauda` Plus PROPOLISsebelum hijamah ( bekam) , tubuh akan terasa fit dan toksid akan mudah keluar, bahkan GARLICSauda` Plus PROPOLIS dapat meluruhkan batu ginjal dan batu empedu.

Khasiat GARLIC Sauda Insya Allah sangat membantu dalam :
- Meningkatkan Imunitas / daya tahan tubuh
- Menormalkan tekanan darah tinggi ( hipertensi)
- Menurunkan kadar kolesterol
- Mengobati Diabetes ( Kencing Manis) .
- Memecahkan batu empedu dan batu ginjal.
- Mengobati Asam Urat dan Nyeri pada persendian.
- Mengobati batuk, pilek, asma, bronchitis, TBC, dll
- Mencegah dan mengobati stroke
- Mencegah dan mengobati serangan jantung
- Membunuh sel tumor dan kanker ( payudara, kista, mioma, kanker rahim dan kanker lainnya)
- Mengatasi rasa nyeri saat menstruasi dan mengontrol siklus menstruasi serta mengobati keputihan.

Aturan Pakai :
Untuk menjaga stamina : 2 kapsul/ hari
Untuk sakit ringan : 3 x 1 kapsul/ hari
Untuk sakit kronis : 3 x 2 kapsul/ hari
Untuk anak-anak : 2 x 1 kapsul/ hari
   
08-02-2014 20:12:20 suplemen penambah nafsu makan
Jumlah Posts : 395
Jumlah di-Like : 4

Dear bunda Triajeng,

Terima kasih atas pertanyaannya.

Pemberian supplemen untuk anak dibawah 1 tahun sebaiknya didiskusikan dengan dokter anak terlebih dahulu. Beberapa supplemen yang bisa membantu adalah suplemen yang mengandung curcuma dan minyak ikan.

Berikut beberapa tips untuk si Picky Eater dari Infobunda.com,  :

  1. Membentuk makanan menjadi saus atau krim. 
    Anak-anak suka mencelupkan jari ke makanan, karena itu bentuklah makanan menjadi seperti krim atau saus yang beraroma. Misalnya, dengan melumatkan avokad, menghaluskan buah-buahan atau sayuran yang dimasak dengan bumbu sedikit saus salad, melumatkan kacang panjang atau buncis tanpa serat, melumatkan tahu, atau membuat krim keju halus.
  2. Membuat selai. 
    Olesan pada makanan juga disukai balita, yang umumnya berwujud selai. Buatlah selai dari avokad, keju, saus daging, mentega kacang, atau selai buah-buahan. Oleskan pada biskuit, kue-kue kering, dan roti.
  3. Menghias makanan. 
    Bentuk yang menarik juga disukai balita. Selain itu, Anda juga bisa mengakali makanan yang tidak disukai balita menjadi dimakan dengan cara meletakkannya di bawah makanan yang mereka sukai. Jadi, bila ia tidak suka sayuran, letakkan sayuran di bawah topping yang menarik, seperti keju, saus tomat, saus daging, mentega kacang, dan sebagainya, dan bentuklah dengan bentuk binatang, bulat,atau hati, sesuai selera.
  4. Buatlah finger food. 
    Piring yang penuh bisa jadi membuat anak kurang berselera makan. Karena itu, bagi Anda yang kreatif, sajikan makanan dalam porsi kecil-kecil, dan tambahlah lagi bila masih ada. Selain itu, membentuk makanan dalam wujud yang mudah disantap, seperti finger food, lebih akan menerbitkan selera mereka. Makanan seperti nugget bisa Anda buat sendiri, dan bisa terdiri dari campuran tepung, sayuran, dan daging yang menyehatkan sekaligus mengenyangkan.
  5. Gunakan kursi khusus dan sabuk pengaman. 
    Supaya anak duduk diam ketika makan, sediakan selalu kursi makan khusus untuk balita, bisa di kursi tinggi, atau di kursi yang memiliki sabuk pengaman supaya ia tidak jatuh karena banyak bergerak.
  6. Sering mengubah menu. 
    Dalam hal ini, Anda dituntut untuk bersikap fleksibel ketika mempersiapkan menu dan menyajikan makanan. Bila teknik penyajian tidak berhasil, ubahlah menunya. Cobalah berbagai teknik yang berbeda dan jenis makanan yang lebih variatif.

Semoga jawaban saya membantu bunda.

   
Jumlah Posts : 241
Jumlah di-Like : belum ada like

Pengen masakan gurih dan lezat?
Biasanya nih ibu2 suka nambahin penyedap pasaran yang tentunya mengandung MSG, nah selain ga sehat juga bisa menimbulkan berbagai macam penyakit. Khususnya buat anak-anak, pasti seneng banget kalo jadi doyan makan karena masakannya lezat bergizi dan juga BEBAS MSG.

Memperkenalkan PRODUK ORGANIK dan BEBAS MSG
Kaldu/Penyedap Alsultan Tanpa MSG membuat masakan anda beraroma dengan rasa yang lezat dan menyehatkan.
Cocok digunakan untuk berbagai macam masakan maupun campuran snack kesukaan keluarga.
Kaldu/Penyedap rasa Alsultan merupakan pilihan anda yang mengutamakan kesehatan tanpa meninggalkan kelezatan rasa dalam masakan anda.

Sehat dan Aman dikonsumsi untuk anak balita, Anak Autis, Ibu Hamil dan Menyusui
. Mempunyai Ijin DepKes dan bersertifikat HALAL.

Netto: 80gr
Pilihan rasa : AYAM dan SAPI

Komposisi:
- bawang bombay/onion flavor powder
- bawang putih/garlic flavor powder
- garam/salt
- lada putih/natural white pepper powder
- lada hitam/natural black pepper
- protein sayur/hydrolyzed vegetable protein powder
- dextrine powder
- lemak ayam/chicken fat (utk kaldu ayam) atau lemak sapi/beef fat (utk kaldu sapi)

ow ya...mau tau info tentang MSG?
MSG ( MONOSODIUM GLUTAMAT )
Sejarah
Jurnal Chemistry Senses menyebutkan, Monosodium Glutamate (MSG) mulai terkenal tahun 1960-an, tetapi sebenarnya memiliki sejarah panjang. Selama berabad-abad orang Jepang mampu menyajikan masakan yang sangat lezat. Rahasianya adalah penggunaan sejenis rumput laut bernama Laminaria japonica. Pada tahun 1908, Kikunae Ikeda, seorang profesor di Universitas Tokyo, menemukan kunci kelezatan itu pada kandungan asam glutamat. Penemuan ini melengkapi 4 jenis rasa sebelumnya - asam, manis, asin dan pahit - dengan umami (dari akar kata umai yang dalam bahasa Jepang berarti lezat). Sementara menurut beberapa media populer , sebelumnya di Jerman pada tahun 1866, Ritthausen juga berhasil mengisolasi asam glutamat dan mengubahnya menjadi dalam bentuk monosodium glutamate (MSG), tetapi belum tahu kegunaannya sebagai penyedap rasa.
Sejak penemuan itu, Jepang memproduksi asam glutamat melalui ekstraksi dari bahan alamiah. Tetapi karena permintaan pasar terus melonjak, tahun 1956 mulai ditemukan cara produksi L-glutamic acid melalui fermentasi. L-glutamic acid inilah inti dari MSG, yang berbentuk butiran putih mirip garam. MSG sendiri sebenarnya tidak memiliki rasa. Tetapi bila ditambahkan ke dalam makanan, akan terbentuk asam glutamat bebas yang ditangkap oleh reseptor khusus di otak dan mempresentasikan rasa dasar dalam makanan itu menjadi jauh lebih lezat dan gurih.
Sejak tahun 1963, Jepang bersama Korea mempelopori produksi masal MSG yang kemudian berkembang ke seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Setidaknya sampai tahun 1997 sebelum krisis, setiap tahun produksi MSG Indonesia mencapai 254.900 ton/tahun dengan konsumsi mengalami kenaikan rata-rata sekitar 24,1% per tahun .
DAMPAK MSG TERHADAP MANUSIA:
1. Dapat merusak otak
2. Menurunkan daya ingat
3. Merusak syaraf
4. Berpengaruh negatif terhadap otak janin
5. Meningkatkan obesitas
6. Menyebabkan hipertensi dan penyakit jantung

nah tuh moms...saat BERALIH KE HIDUP SEHAT ya..
apalagi khusus untuk buah hati tercinta...

   
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
So long long articcle ya,bund?Poin pentingnya disini :) 20 Mitos Kampanye Hitam Anti ImunisasiDr. Widodo Judarwanto Sp.A Imunisasi adalah investasi terbesar bagi anak di masa depan. Imunisasi adalah hak anak yang tidak bisa ditunda dan diabaikan sedikitpun. Imunisasi sudah terbukti manfaat dan efektivitasnya dan teruji keamanannya secara ilmiah dengan berdasarkan kejadian berbasis bukti. Tetapi masih banyak saja orangtua dan kelompok orang yang menyangsikannya. Setiap tahun ada sekitar 2,4 juta anak usia kurang dari 5 tahun di dunia yang meninggal karena penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh vaksinasi. Di Indonesia, sekitar 7 persen anak belum mendapatkan vaksinasi. Salah satu masalah utama yang menghambat keberhasilan program imunisasi adalah penyebaran informasi yang tidak benar dan menyesatkan tentang imunisasi. Hal itu adalah wajar terjadi karena demikian banyak informasi yang beredar yang tidak berdasarkan pemikiran dan dasar ilmiah meski dilakukan oleh seorang dokter. Hambatan lain adalah munculnya kelompok-kelompok antivaksinasi yang menyebabkan kampanye hitam dengan membawa faktor agama dan budaya. Biasanya, kelompok tertentu yang menyebarkan kampanye hitam imunisasi demi kepentingan pribadi khususnya dalam kepentingan bisnis terselubung yang mereka lakukan. Sebagian kelompok ini adalah yang berdiri dibelakang oknum pelaku naturopathy, food combining, homeopathy atau bisnis terapi herbal. Inilah 20 Mitos Tidak benar Yang Disebarkan Kampanye Hitam Anti Imunisasi : 1. Imunisasi tidak aman.Tidak Benar. Saat ini 194 negara terus melakukan vaksinasi untuk bayi dan balita. Badan resmi yang meneliti dan mengawasi vaksin di negara tersebut umumnya terdiri atas para dokter ahli penyakit infeksi, imunologi, mikrobiologi, farmakologi, epidemiologi, dan biostatistika. Sampai saat ini tidak ada negara yang melarang vaksinasi, justru semua negara berusaha meningkatkan cakupan imunisasi lebih dari 90% . 2. Terdapat "ilmuwan" menyatakan bahwa imunisasi berbahaya.Tidak benar imunisasi berbahaya. "Ilmuwan" yang sering dikutip di buku, tabloid, milis ternyata bukan ahli vaksin, melainkan ahli statistik, psikolog, homeopati, bakteriologi, sarjana hukum, wartawan. sehingga mereka tidak mengerti betul tentang vaksin. Sebagian besar mereka bekerja pada era tahun 1950- 1960, sehingga sumber datanya juga sangat kuno. 3. "Ilmuwan kuno" yang sering dikutip informasi di media masa atau media elektronik lainnya adalah ahli vaksin.Tidak benar. Mereka semua bukan ahli vaksin. Contoh : Dr Bernard Greenberg (biostatistika tahun 1950), DR. Bernard Rimland (Psikolog), Dr. William Hay (kolumnis), Dr. Richard Moskowitz (homeopatik), dr. Harris Coulter, PhD (penulis buku homeopatik, kanker), Neil Z. Miller, (psikolog, jurnalis), WB Clark (awal tahun 1950), Bernice Eddy (Bakteriologis tahun 1954), Robert F. Kenedy Jr (sarjana hukum) Dr. WB Clarke (ahli kanker, 1950an), Dr. Bernard Greenberg (1957-1959), Dr. William Hay, penulis buku "Immunisation: The Reality behind the Myth"(penggagas food combioning). Neil Z. Miller sering disebut sebagai peneliti vaksin internasional ternyata adalah medical research journalist dan natural health advocate. 4. Dokter Wakefield adalah "ahli vaksin", membuktikan MMR menyebabkan autisme.Tidak benar. Wakefield juga bukan ahli vaksin, dia dokter spesialis bedah. Penelitian Wakefield tahun 1998 hanya dengan sample 18. Banyak penelitian lain oleh ahli vaksin di beberapa negara menyimpulkan MMR tidak terbukti mengakibatkan autis. Setelah diaudit oleh tim ahli penelitian, terbukti bahwa Wakefield memalsukan data, sehingga kesimpulannya salah. Hal ini telah diumumkan di majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011. 5. Imunisasi sebabkan autisme.Tidak benar. Beberapa institusi atau badan dunia di bidang kesehatan yang independen dan sudah diakui kredibilitasnya juga melakukan kajian ilmiah dan penelitian tentang tidak adanya hubungan imunisasi dan autisme. Dari hasil kajian tersebut, dikeluarkan rekomendasi untuk tenaga profesional untuk tetap menggunakan imunisasi MMR dan thimerosal karena tidak terbukti mengakibatkan Autisme. The All Party Parliamentary Group on Primary Care and Public Health pada bulan Agustus 2000, menegaskan bahwa MMR aman. Dengan memperhatikan hubungan yang tidak terbukti antara beberapa kondisi seperti inflammatory bowel disease (gangguan pencernaan) dan autisme adalah tidak berdasar. WHO (World Health Organisation), pada bulan Januari 2001 menyatakan mendukung sepenuhnya penggunaan imunisasi MMR dengan didasarkan kajian tentang keamanan dan efikasinya. Beberapa institusi dan organisasi kesehatan bergengsi di Inggris pada Januari 2001 setelah mengadakan pertemuan dengan pemerintahan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yaitu MMR adalah vaksin yang sangat efektif dengan laporan keamanan yang sangat baik. The American Academy of Pediatrics (AAP), organisasi profesi dokter anak di Amerika Serikat pada tanggal 12 - 13 Juni 2000 mengadakan konferensi dengan topik "New Challenges in Childhood Immunizations" di Oak Brook, Illinois Amerika Serikat yang dihadiri para orang tua penderita autisme, pakar imunisasi kesehatan anak dan para peneliti. Pertemuan tersebut merekomendasikan bahwa tidak terdapat hubungan antara MMR dan autisme. Menyatakan bahwa pemberian imunisasi secara terpisah tidak lebih baik dibandingkan MMR, malahan terjadi keterlambatan imunisasi MMR. Selanjutnya akan dilakukan penelitian lebih jauh tentang penyebab autisme. 6. Thimerosal dalam kandungan autism sebagai penyebab autisme. Tidak benar. Penelitian yang mengungkapkan bahwa thimerosal tidak mengakibatkan Autis dilakukan oleh berbagai penelitian di antaranya dilakukan oleh Kreesten M. Madsen dkk dari berbagai intitusi di Denmark. Mereka mengadakan penelitian bersama terhadap anak usia 2 hingga 10 tahun sejak tahun 1970 hingga tahun 2000. Mengamati 956 anak sejak tahun 1971 hingga 2.000 anak dengan autis. Sejak thimerosal digunakan hingga tahun 1990 tidak didapatkan kenaikkan penderita auitis secara bermakna. Kemudian sejak tahun 1991 hingga tahun 2000 bersamaan dengan tidak digunakannya thimerosal pada vaksin ternyata jumlah penderita autis malah meningkat drastis. Kesimpulan penelitian tersebut adalah tidak ada hubungan antara pemberian thimerosal dengan autis. Demikian juga Stehr-Green P dkk, Department of Epidemiology, School of Public Health and Community Medicine, University of Washington, Seattle, WA, bulan Agustus 2003 melaporkan antara tahun 1980 hingga 1990 membandingkan prevalensi dan insiden penderita autisme di California, Swedia, dan Denmark yang mendapatkan ekposur dengan imunisasi thimerosal. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa insiden pemberian thimerosal pada autisme tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Geier DA dalam Jurnal Americans Physicians Surgery tahun 2003, menungkapkan bahwa thimerosal tidak terbukti mengakibatkan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan) dan penyakit jantung. Melalui forum National Academic Press tahun 2001, Stratton K dkk melaporkan tentang keamanan thimerosal pada vaksin dan tidak berpengaruh terhadap gangguan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan). Sedangkan Hviid A dkk dalam laporan di majalah JAMA 2004 mengungkapkan penelitian terhadap 2.986.654 anak per tahun didapatkan 440 kasus autis. Dilakukan pengamatan pada kelompok anak yang menerima thimerosal dan tidak menerima thimerosal. Ternyata tidak didapatkan perbedaan bermakna. Disimpulkan bahwa pemberian thimerosal tidak berhubungan dengan terjadinya autis. Menurut penelitian Eto, menunjukkan manifestasi klinis autis sangat berbeda dengan keracunan merkuri. Sedangkan Aschner, dalam penelitiannya menyimpulkan tidak terdapat peningkatan kadar merkuri dalam rambut, urin dan darah anak Autis. Pichichero melakukan penelitian terhadap 40 bayi usia 2-6 bulan yang diberi vaksin yang mengandung thimerosal dan dibandingkan pada kelompok kontrol tanpa diberi thimerosal. Setelah itu dilakukan evaluasi kadar thimerosal dalam tinja dan darah bayi tersebut. Ternyata thimerosal tidak meningkatkan kadar merkuri dalam darah, karena etilmerkuri akan cepat dieliminasi dari darah melalui tinja. Selain itu masih banyak lagi peneliti melaporkan hasil yang sama, yaitu thimerosal tidak mengakibatkan autisme. 7. Semua vaksin terdapat zat-zat berbahaya yang dapat merusak otak ?Tidak benar. Isu itu karena "ilmuwan" tersebut di atas tidak mengerti isi vaksin, manfaat, dan batas keamanan zat-zat di dalam vaksin. Contoh: jumlah total etil merkuri yang masuk ke tubuh bayi melalui vaksin sekitar 2 mcg/kgbb/minggu, sedangkan batas aman menurut WHO adalah jauh lebih banyak (159 mcg/kgbb/minggu). Oleh karena itu vaksin mengandung merkuri dengan dosis yang sangat rendah dan dinyatakan aman oleh WHO dan badan-badan pengawasan lainnya. 8. Vaksin terbuat dari nanah, dibiakkan di janin anjing, babi, manusia yang sengaja digugurkan?Tidak benar. Isu itu bersumber dari "ilmuwan" 50 tahun lalu (tahun 1961-1962). Pengetahuan imunologi, biomolekuilar vaksin dan tknologi pembuatan vaksin berkembang sangat pesat. Sekarang tidak ada vaksin yang terbuat dari nanah atau dibiakkan embrio anjing, babi, atau manusia. Metode baru dan teknologi paling modern dari manipulasi biomolekuler telah diyakini teknologi vaksin baru sekarang memasuki "zaman keemasan." Perbaikan vaksin sangat mungkin dilakukan di masa depan untuk mendapatkan keamanan dan efektifitas vaksin lebih hebat lagi 9. Imunisasi tak masuk akal bermanfaat.Tidak benar. Pendapat yang menyesatkan yang tidak berdasarkan kajian ilmiah dan penelitian ilmiah dikeluarkan oleh Dr. William Hay seorang dokter yang bergerak di bidang food combining, dalam buku "Immunisation: The Reality behind the Myth""Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya." Padahal sampai saat ini 194 negara di seluruh dunia yakin bahwa imunisasi aman dan bermanfaat mencegah wabah, sakit berat, cacat, dan kematian pada bayi dan balita. Terbukti 194 negara tersebut terus menerus melaksanakan program imunisasi, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dengan cakupan umumnya lebih dari 85 %. Ribuan penelitian tentang efikasi dan manfaat vaksi secara biomolekular dan secara statistik bermanfaat secara bermakna. 10. Vaksin mengandung lemak babi ?Tidak benar. Hanya sebagian kecil dari vaksin yang pernah bersinggungan dengan tripsin pada proses pengembangan maupun pembuatannya seperti vaksin polio injeksi (IPV) dan meningitis. Pada vaksin meningitis, pada proses penyemaian induk bibit vaksin tertentu 15 ? 20 tahun lalu, ketika panen bibit vaksin tersebut bersinggungan dengan tripsin pankreas babi untuk melepaskan induk vaksin dari persemaiannya. Tetapi kemudian induk bibit vaksin tersebut dicuci dan dibersihkan total, sehingga pada vaksin yang disuntikkan tidak mengandung tripsin babi. Atas dasar itu maka Majelis Ulama Indonesia berpendapat vaksin itu boleh dipakai, selama belum ada penggantinya. Contohnya vaksin meningokokus (meningitis) haji diwajibkan oleh Saudi Arabia bagi semua jemaah haji untuk mencegah radang otak karena meningokokus. 11. Vaksin yang dipakai di Indonesia buatan Amerika ?Tidak benar. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Bio Farma Bandung, yang merupakan BUMN, dengan 98,6% karyawannya adalah Muslim. Proses penelitian dan pembuatannya mendapat pengawasan ketat dari ahli-ahli vaksin di BPOM dan WHO. Vaksin-vaksin tersebut juga diekspor ke 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, seperti Iran dan Mesir. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Biofarma Bandung. Vaksin-vaksin tersebut dibeli dan dipakai oleh 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam 12. Program imunisasi hanya di negara Muslim dan miskin agar menjadi bangsa yang lemah?Tidak benar. Imunisasi saat ini dilakukan di 194 negara, termasuk negara-negara maju dengan status sosial ekonomi tinggi, dan negara-negara non-Muslim. Kalau imunisasi bisa melemahkan bangsa, maka mereka juga akan lemah, karena mereka juga melakukan program imunisasi, bahkan lebih dulu dengan jenis vaksin lebih banyak. Kenyataanya : bangsa dengan cakupan imunisasi lebih tinggi justru lebih kuat. Jadi terbukti bahwa imunisasi justru memperkuat kekebalan terhadap penyakit infeksi, bukan melemahkan. 13. Di Amerika banyak kematian bayi akibat vaksin ?Tidak benar. Isu itu karena penulis tidak faham data Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA Amerika tahun 1991-1994, yang mencatat 38.787 laporan kejadian ikutan pasca imunisasi, oleh penulis angka tersebut ditafsirkan sebagai angka kematian bayi 1 - 3 bulan. Kalau memang benar angka kematian begitu tinggi tentu FDA AS akan heboh dan menghentikan vaksinasi. Faktanya Amerika tidak pernah meghentikan vaksinasi bahkan mempertahankan cakupan semua imunisasi di atas 90 %. Angka tersebut adalah semua keluhan nyeri, gatal, merah, bengkak di bekas suntikan, demam, pusing, muntah yang memang rutin harus dicatat kalau ada laporan masuk. Kalau ada 38.787 laporan dari 4,5 juta bayi berarti KIPI hanya 0,9 %. 14. Banyak bayi balita meninggal pada imunisasi masal campak di Indonesia ?Tidak benar. Setiap laporan kecurigaan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) selalu dikaji oleh Komnas/Komda KIPI yang terdiri dari pakar-pakar penyakit infeksi, imunisasi, imunologi. Setelah dianalisis dari keterangan keluarga, dokter yang merawat di rumah sakit, hasil pemeriksaan fisik, dan laboratorium, ternyata balita tersebut meninggal karena radang otak, bukan karena vaksin campak. Pada bulan itu ada beberapa balita yang tidak imunisasi campak juga menderita radang otak. Berarti kematian balita tersebut bukan karena imunisasi campak, tetapi karena radang otak. 15. Demam, bengkak, merah setelah imunisasi adalah bukti vaksin berbahaya?Tidak benar. Demam, merah, bengkak, gatal di bekas suntikan adalah reaksi wajar setelah vaksin masuk ke dalam tubuh. Seperti rasa pedas dan berkeringat setelah makan sambal adalah reaksi normal tubuh kita. Umumnya keluhan tersebut akan hilang dalam beberapa hari. Boleh diberi obat penurun panas, dikompres. Bila perlu bisa konsul ke petugas kesehatan terdekat. 16. Program imunisasi gagal?Tidak benar. Isu-isu tersebut bersumber dari data yang sangat kuno (50-150 tahun lalu) hanya dari 1 - 2 negara saja, sehingga hasilnya sangat berbeda dengan hasil penelitian terbaru, karena vaksinnya sangat berbeda. Isu vaksin cacar variola gagal, berdasarkan data yang sangat kuno, di Inggris tahun 1867 - 1880 dan Jepang tahun 1872-1892. Fakta terbaru sangat berbeda, bahwa dengan imunisasi cacar di seluruh dunia sejak tahun 1980 dunia bebas cacar variola. Isu vaksin difteri gagal, berdasarkan data di Jerman tahun 1939. Fakta sekarang: vaksin difteri dipakai di seluruh dunia dan mampu menurunkan kasus difteri hingga 95 %. Isu pertusis gagal hanya dari data di Kansas dan Nova Scottia tahun 1986. Isu vaksin campak berbahaya hanya berdasar penelitian 1989-1991 pada anak miskin berkulit hitam di Meksiko, Haiti dan Afrika. 17. Program imunisasi gagal, karena setelah diimunisasi bayi balita masih bisa tertular penyakit tersebut ?Tidak benar. Program imunisasi di seluruh dunia tidak pernah gagal. Perlindungan vaksin memang tidak 100%. Bayi dan balita yang telah diimunisasi masih bisa tertular penyakit, tetapi jauh lebih ringan dan tidak berbahaya. Banyak penelitian imunologi dan epidemiologi di berbagai membuktikan bahwa bayi balita yang tidak diimunisasi lengkap tidak mempunyai kekebalan spesifik terhadap penyakit-penyakit berbahaya. Mereka mudah tertular penyakit tersebut, akan menderita sakit berat, menularkan ke anak-anak lain, menyebar luas, terjadi wabah, menyebabkan banyak kematian dan cacat. 18. Vaksin berbahaya, tidak effektif, tidak dilakukan di negara maju ?Tidak benar. Karena di Indonesia ada orang-orang yang tidak mengerti tentang vaksin dan imunisasi, hanya mengutip dari "ilmuwan" tahun 1950 -1960 yang ternyata bukan ahli vaksin, atau berdasar data-data 30 - 40 tahun lalu (1970 - 1980an) atau hanya dari 1 sumber yang tidak kuat. Atau dia mengutip Wakefield spesialis bedah, bukan ahli vaksin, yang penelitiannya dibantah oleh banyak tim peneliti lain, dan oleh majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011 penelitian Wakefield dinyatakan salah atau bohong. Ia hanya berdasar kepada 1 - 2 laporan kasus yang tidak diteliti lebih lanjut secara ilmiah, hanya berdasar logika biasa. Badan penelitian di berbagai negara membuktikan bahwa dengan meningkatkan cakupan imunisasi, maka penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi berkurang secara bermakna. Oleh karena itu, saat ini program imunisasi dilakukan terus menerus di 194 negara, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. 19. ASI, gizi, dan suplemen herbal sudah cukup menggantikan imunisasi .Tidak ada satupun badan penelitian di dunia yang menyatakan bisa, karena kekebalan yang dibentuk sangatlah berbeda. ASI, gizi, suplemen herbal, kebersihan, hanya memperkuat pertahanan tubuh secara umum, karena tidak membentuk kekebalan spesifik terhadap kuman tertentu. Kalau jumlah kuman banyak dan ganas, perlindungan umum tidak mampu melindungi bayi, sehingga masih bisa sakit berat, cacat atau bahkan mati. Imunisasi merangsang pembentukan antibodi dan kekebalan seluler yang spesifik terhadap kuman-kuman atau racun kuman tertentu, sehingga bekerja lebih cepat, efektif, dan efisien untuk mencegah penularan penyakit yang berbahaya. Selain diberi imunisasi, bayi harus diberi ASI eksklusif, makanan pendamping ASI dengan gizi lengkap dan seimbang, kebersihan badan, makanan, minuman, pakaian, mainan, dan lingkungan. Suplemen diberikan sesuai kebutuhan individual yang bervariasi. Selain itu bayi harus diberikan kasih sayang dan stimulasi bermain untuk mengembangkan kecerdasan, kreatifitas dan perilaku yang baik. 20. Imunisasi dan Konspirasi Zionisme di dalamnya.Tidak benar. Jika dirunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, dapat ditemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Di dunia internasional banyak yayasan sosial yang mendanai penelitian ilmiah tentang vaksin dan masalah kesehatan masyarakat lainnya. Memang Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia tetapi sebenarnya mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya (The UN's WHO was established by the Rockefeller family's foundation in 1948 - the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government's National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation's Public Health Service (PHS). Yayasan Rockefeller yang berdiri sejak tahun 1913 dan kredibilitasnya telah diakui dunia kesehatan Internasional yang berupaya meningkatkan kesehatan global dengan bekerja untuk mengubah sistem kesehatan sehingga lebih mudah diakses dan terjangkau masyarakat tidak mampu. Yayasan kesehatan dunia ini juga menghubungkan jaringan surveilans penyakit global untuk membantu mereka yang berjuang meminimalkan penyebaran penyakit menular yang dapat menyebabkan pandemi. Yayasan ini juga meningkatkan monitoring, deteksi dan respon terhadap penyakit menular seperti Ebola, SARS, dan flu burung untuk mencegah pandemi. Memperluas penggunaan teknologi untuk meningkatkan perawatan kesehatan. Melibatkan sektor swasta untuk bekerja dengan sektor publik dalam mengembangkan praktik dan kebijakan untuk menyediakan dan mendanai pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Sikap orang tua dalam menghadapi kampanye hitam * Bila mendengar dan mengetahui kontroversi tersebut, maka pasti akan membingungkan masyarakat awam. Hal ini terjadi karena yang memberikan informasi yang tidak benar tersebut adalah para ahli kedokteran tetapi yang tidak berkompeten sesuai keahliannya. Untuk menyikapinya kita harus cermat dan teliti dan berpikiran lebih jernih. Kalau mengamati beberapa penelitian yang mendukung adanya berbagai kejadian berhubungan dengan imunisasi, mungkin benar sebagai pemicu atau sebagai co-accident atau kebetulan. * Penelitian yang menunjukkan hubungan keterkaitan imunisasi dan berbagai hal yang tidak benar hanya dilihat dalam satu kelompok kecil (populasi). Secara statistik hal ini hanya menunjukkan hubungan, tidak menunjukkan sebab akibat. Kita juga tidak boleh langsung terpengaruh pada laporan satu atau beberapa kasus, misalnya bila orang tua anak autism berpendapat bahwa anaknya timbul gejala autism setelah imunisasi. Kesimpulan tersebut tidak bisa digeneralisasikan terhadap anak sehat secara umum (populasi lebih luas). Kalau itu terjadi bisa saja kita juga terpengaruh oleh beberapa makanan yang harus dihindari oleh penderita autism juga juga akan dihindari oleh anak sehat lainnya. Jadi logika tersebut harus dicermati dan dimengerti. * Menanggapi tantangan tersebut, Prof Sri Rezeki Hadinegoro, Ketua Pelaksana Konferensi Vaksin Se-Asia 3 mengatakan, pemerintah bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melakukan pendekatan kepada ulama dan masyarakat untuk memberikan pemahaman yang benar. "Kami tidak melawan pemahaman kelompok antivaksin, tetapi jangan memutarbalikkan fakta pada masyarakat," kata Sri dalam acara jumpa pers pelaksanaan Konferensi Vaksinasi Asia Ke-3 di Jakarta, Kamis (28/7/2011). * Ketua Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama menambahkan, masyarakat seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan keamanan dan kehalalan vaksin yang beredar. "Pemerintah menjamin semua vaksin yang beredar sesuai kaidah-kaidah yang berlaku. Pada kasus kontroversi vaksin meningitis untuk jemaah haji, kami mengikuti saran MUI," katanya. * Persoalan black campaign dari vaksin ternyata juga ditemui di negara-negara lain, misalnya di Filipina. Menurut Enrique Tayag, President of Philliphine Foundation for Vaccination, kelompok antivaksin juga menjadi tantangan. "Bagaimanapun masyarakat harus diingatkan manfaat vaksin untuk kesehatan anak jauh lebih besar daripada efek samping yang ditakutkan," katanya dalam kesempatan yang sama. Hambatan lain adalah munculnya kelompok-kelompok antivaksinasi yang menyebabkan kampanye hitam dengan membawa faktor agama dan budaya. Biasanya kelompok tertentu yang menyebarkan kampanye hitam imunisasi demi kepentingan pribadi khususnya dalam kepentingan bisnis terselubung yang mereka lakukan. Sebagian kelompok ini adalah yang dilakukan oleh oknum pelaku naturopathy, homeopathy, food combining, atau bisnis terapi herbal. Sebagian dari kelompok ini juga dilakukan oleh dokter bahkan beberapa profesor. Tetapi semuanya bukan berasal dari ahli medis, dokter atau profesior yang berkompeten di bidangnya seperti ahli kesehatan anak, ahli vaksin, ahli imunologi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak juga dokter atau profesor yang bergerak di bidang bisnis terapi alternatif atau non medis. Meski sebenarnya ilmu dan aliran terapi alternatif tersebut pada umumnya sangat baik, tetapi sayangnya sebagian kecil di antara mereka demi keberhasilan bisnis mereka mengorbankan kepentingan anak di dunia dengan menyebarkan informasi tidak benar dan menyesatkan.   Benarkah imunisasi lumpuhkan generasi?Dr Piprim B Yanuarso SpA (K)Konsultan Kardiologi Anak Bagian Anak FKUI/RSCM JakartaPengurus PP IDAI, JakartaPencinta anak-anak dan ibunya anak-anak.  Pendahuluan Akhir-akhir ini kita sering mendengar atau melihat seminar dengan judul yang membuat mata seorang dokter terbelalak. "Imunisasi lumpuhkan generasi" atau "Wahai para orangtua bekali dirimu dengan pengetahuan tentang bahaya imunisasi". Sebagai seorang dokter saya lalu merenung, bila benar apa yang mereka serukan itu, betapa besar dosa saya sebagai dokter anak yang sering mengimunisasi bayi dan anak yang datang ke tempat praktek. Betapa jahatnya saya sebagai manusia karena telah mengimunisasi begitu banyak bayi dan anak selama ini, bahkan sejak saya masih sebagai dokter umum di puskesmas dahulu. Lalu saya merenung dan mencoba meneliti kembali permasalahan ini. Siapa sebenarnya yang salah dan siapa yang benar? Dalam kontroversi yang memuat perbedaan 180 derajat ini, tidak mungkin kedua-duanya salah atau benar. Pasti salah satu benar dan yang lain salah. Dan saya khawatir bila selama ini sayalah yang bersalah itu. Saya sungguh khawatir jangan-jangan saya telah melumpuhkan begitu banyak generasi muda. Jangan-jangan saya telah melakukan dosa kemanusiaan yang sangat besar. Galau habis-habisan.Rasa galau itu membuat saya membuka-buka literatur dan data yang ada tentang permasalahan imunisasi. Saya mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan seruan yang menentang keras imunisasi. Suatu pernyataan yang sangat bertolak belakang dengan yang selama ini saya pelajari bahwa imunisasi itu suatu tindakan preventif yang amat bermanfaat buat kemanusiaan. Di lain pihak kegalauan saya juga semakin menjadi bila mengingat andai seruan tersebut kemudian menyebar ke masyarakat luas lalu apa yang akan terjadi dengan bayi-bayi mungil tak berdosa itu di kemudian hari? Mungkinkah penyakit-penyakit berat yang dapat dicegah dengan imunisasi akan bangkit kembali dari kuburnya gara-gara seruan itu? Masalah ini justru menimbulkan kegalauan lebih dalam bagi saya. Apakah sebenarnya imunisasi itu? Sebelum melangkah lebih jauh mari kita bahas sekilas apakah yang dimaksud dengan imunisasi. Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak terpajan pada penyakit tersebut ia tidak menjadi sakit. Kekebalan yang diperoleh dari imunisasi dapat berupa kekebalan pasif maupun aktif. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan pasif disebut imunisasi pasif, dengan cara memberikan antibodi atau faktor kekebalan kepada seseorang yang membutuhkan. Contohnya adalah pemberian imunoglobulin spesifik untuk penyakit tertentu, misalnya imunoglobulin antitetanus untuk penyakit tetanus. Contoh lain adalah kekebalan pasif alamiah antibodi yang diperoleh janin dari ibu. Kekebalan jenis ini tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh. Kekebalan aktif dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen secara alamiah atau melalui imunisasi. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan aktif disebut imunisasi aktif dengan memberikan zat bioaktif yang disebut vaksin, dan tindakan itu disebut vaksinasi. Kekebalan yang diperoleh dari vaksinasi berlangsung lebih lama dari kekebalan pasif karena adanya memori imunologis, walaupun tidak sebaik kekebalan aktif yang terjadi karena infeksi alamiah. Untuk memperoleh kekebalan aktif dan memori imunologis yang efektif maka vaksinasi harus mengikuti cara pemakaian dan jadwal yang telah ditentukan melalui bukti uji klinis yang telah dilakukan. Tujuan imunisasi adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tersebut pada sekelompok masyarakat (populasi), atau bahkan menghilangkannya dari dunia seperti kita lihat pada keberhasilan imunisasi cacar variola. Keadaan terakhir ini lebih mungkin terjadi pada jenis penyakit yang hanya dapat ditularkan melalui manusia, seperti penyakit difteri dan poliomielitis. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan seumur hidup dan akan menjadi beban bagi masyarakat di kemudian hari. Sampai saat ini terdapat 19 jenis vaksin untuk melindungi 23 PD3I di seluruh dunia dan masih banyak lagi vaksin yang sedang dalam penelitian. Adakah bukti bahwa imunisasi bermanfaat ? Pertanyaan selanjutnya yang perlu dijawab adalah adakah manfaat imunisasi? Ataukah imunisasi hanya bikin mudhorot (keburukan) buat kemanusiaan? Untuk menjawab pertanyaan ini saya kemudian menelaah berbagai data status kesehatan masyarakat sebelum dan sesudah ditemukannya imunisasi di berbagai negara. Namun saya ingin menampilkan data dari negara maju seperti Amerika Serikat, karena kelompok antiimunisasi selalu menuduh bahwa imunisasi adalah sebuah proyek konspirasi dari negara ini untuk melumpuhkan generasi muda di seluruh dunia.Sebelum adanya vaksin polio, terdapat 13.000 - 20.000 (16.316) kasus lumpuh layuh akut akibat polio dilaporkan setiap tahun di AS meninggalkan ribuan korban penderita cacat karena polio yang mesti menggunakan tongkat penyangga atau kursi roda. Saat ini AS dinyatakan bebas kasus polio. Angka penurunan mencapai 100%.Sebelum adanya imunisasi campak, 503.282 kasus campak terjadi setiap tahun dan 20% di antaranya dirawat dengan jumlah kematian mencapai 450 orang pertahun akibat pneumonia campak. Setelah ada imunisasi campak kasus menurun hingga 55 kasus pertahun pada tahun 2006. Angka penurunan 99.9%.Sebelum ditemukan imunisasi difteri terjadi 175.885 kasus difteri per tahun dengan angka kematian mencapai 15.520 kasus. Setelah imunisasi ditemukan tahun 2001 jumlahnya menurun menjadi 2 kasus dan tahun 2006 tidak ada lagi laporan kasus difteri. Angka penurunan mencapai 100%Sebelum tahun 1940an terdapat 150.000-260.000 kasus pertussis setiap tahun dengan angka kematian mencapai 9000 kasus setahun. Setelah imunisasi pertussis ditemukan angka kematian menurun menjadi 30 kasus setahun. Namun dengan seruan antiimunisasi yang marak di AS terjadi lagi peningkatan kasus secara signifikan di beberapa negara bagian. Pada 8 negara bagian terjadi peningkatan kasus 10-100 kali lipat pada saat cakupan imunisasi pertussis menurun drastis.Sebelum vaksin HiB ditemukan, HiB nerupakan penyebab tersering meningitis bakteri (radang selaput otak) di AS, dengan 20.000 kasus per tahun. Meningitis HiB menyebabkan kematian 600 anak pertahun dan meninggalkan kecacatan berupa tuli, kejang, dan retardasi mental pada anak yang selamat. Pada tahun 2006 kasus meningitis HIB menurun menjadi 29 kasus. Angka penurunan 99.9%.Hampir 90% bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi Rubella saat hamil trimester pertama akan mengalami sindrom Rubella kongenital, berupa penyakit jantung bawaan, katarak kongenital, dan ketulian. Pada tahun 1964 sekitar 20.000 bayi lahir dengan sindrom Rubella kongenital ini, mengakibatkan 2100 kematian neonatal dan 11.250 abortus. Setelah adanya imunisasi hanya dilaporkan 6 kasus sindrom Rubella kongenital pada tahun 2000. Kasus Rubella secara umum menurun dari 47.745 kasus menjadi hanya 11 kasus pertahun pada tahun 2006. Angka penurunan 99.9%.Hampir 2 milyar orang telah terinfeksi hepatitis B suatu saat dalam hidupnya. Sejuta di antaranya meninggal setiap tahun karena penyakit sirosis hati dan kanker hati. Sekitar 25% anak-anak yang terinfeksi hepatitis B dapat diperkirakan akan meninggal karena penyakit hati pada saat dewasa. Terjadi penurunan jumlah kasus baru dari 450.000 kasus pada tahun 1980 menjadi sekitar 80.000 kasus pada tahun 1999. Penurunan terbanyak terjadi pada anak dan remaja yang mendapat imunisasi rutin.Di seluruh dunia penyakit tetanus menyebabkan kematian pada 300.000 neonatus dan 30.000 ibu melahirkan setiap tahunnya dan mereka tidak diimunisasi adekuat. Tetanus sangat infeksius namun tidak menular, sehingga tidak seperti PD3I yang lain, imunisasi pada anggota suatu komunitas tidak dapat melindungi orang lain yang tidak diimunisasi. Karena bakteri tetanus terdapat banyak di lingkungan kita, maka tetanus hanya bisa dicegah dengan imunisasi. Bila program imunisasi tetanus distop, maka semua orang dari berbagai usia akan rentan menderita penyakit ini.Sekitar 212.000 kasus mumps (gondongan) terjadi di AS pada tahun 1964. Setelah ditemukannya vaksin mumps pada tahun 1967 insidens penyakit ini menurun menjadi hanya 266 kasus pada tahun 2001. Namun pada tahun 2006 terjadi KLB di kalangan mahasiswa, sebagian besar di antara mereka menerima 2 kali vaksinasi. Terjadi lebih dari 5500 kasus pada 15 negara bagian. Mumps merupakan penyakit yang sangat menular dan hanya butuh beberapa orang saja yang tidak diimunisasi untuk memulai transmisi penyakit sebelum menyebar luas. Sebelum vaksin pneumokokus ditemukan, pneumokokus menyebabkan 63.000 kasus invassive pneumococcal disease (IPD) dengan 6100 kematian di AS setiap tahun. Banyak anak yang menderita gejala sisa berupa ketulian dan kejang-kejang. Dari data di atas para ahli menyimpulkan bahwa imunisasi adalah salah satu di antara program kesehatan masyarakat yang paling sukses dan cost-effective . Program imunisasi telah menyebabkan eradikasi penyakit cacar (variola, smallpox), eliminasi campak dan poliomielitis di berbagai belahan dunia. dan penurunan signifikan pada morbiditas dan mortalitas akibat penyakit difteri, tetanus, dan pertussis. Badan kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2003 memperkirakan 2 juta kematian anak dapat dicegah dengan imunisasi. Katz (1999) bahkan menyatakan bahwa imunisasi adalah sumbangan ilmu pengetahuan yang terbaik yang pernah diberikan para ilmuwan di dunia ini.  Miskonsepsi tentang imunisasi Meskipun imunisasi telah terbukti banyak manfaatnya dalam mencegah wabah dan PD3I di berbagai belahan dunia, namun masih terdapat sebagian orang yang memiliki miskonsepsi terhadap imunisasi. Secara umum berikut ini adalah beberapa miskonsepsi yang sering terjadi di masyarakt: A. Penyakit-penyakit tersebut (PD3I) sebenarnya sudah mulai menghilang sebelum vaksin ditemukan karena meningkatnya higiene dan sanitasi.Pernyataan sejenis ini dan variasinya sangat banyak dijumpai pada literatur antivaksin. Namun bila melihat insidens aktual PD3I sebelum dan sesudah ditemukannya vaksin kita tidak lagi meragukan manfaat vaksinasi. Sebagai contoh kita lihat kasus meningitis HiB di Canada. Higiene dan sanitasi sudah dalam keadaan baik sejak tahun 1990, namun kejadian meningitis HiB sebelum program imunisasi dilaksanakan mencapai 2000 kasus per tahun dan setelah imunisasi rutin dijalankan menurun menjadi 52 kasus saja dan mayoritas terjadi pada bayi dan anak yang tidak diimunisasi. Contoh lain adalah pada 3 negara maju (Inggris, Swedia, dan Jepang) yang menghentikan program imunisasi pertussis karena ketakutan terhadap efek samping vaksin pertussis. Di Inggris tahun 1974 cakupan imunisasi menurun drastis dan diikuti dengan terjadinya wabah pertussis pada tahun 1978, ada 100.000 kasus pertussis dengan 36 kematian. Di Jepang pada kurun waktu yang sama cakupan imunisasi pertussis menurun dari 70% menjadi 20-40% hal ini menyebabkan lonjakan kasus pertussis dari 393 kasus dengan 0 kematian menjadi 13.000 kasus dengan 41 kematian karena pertussis pada tahun 1979. Di Swedia pun sama, dari 700 kasus pada tahun 1981 meningkat menjadi 3200 kasus pada tahun 1985. Pengalaman tersebut jelas membuktikan bahwa tanpa imunisasi bukan saja penyakit tidak akan menghilang namun juga akan hadir kembali saat program imunisasi dihentikan. B. Mayoritas anak yang terkena penyakit justru yang sudah diimunisasi.Pernyataan ini juga sering dijumpai pada literatur antivaksin. Memang dalam suatu kejadian luar biasa (KLB) jumlah anak yang sakit dan pernah diimunisasi lebih banyak daripada anak yang sakit dan belum diimunisasi. Penjelasan masalah tersebut sebagai berikut: pertama tidak ada vaksin yang 100% efektif. Efektivitas sebagian besar vaksin pada anak adalah sebesar 85-95%, tergantung respons individu. Kedua: proporsi anak yang diimunisasi lebih banyak daripada anak yang tidak diimunisasi di negara yang menjalankan program imunisasi. Bagaimana kedua faktor tersebut berinteraksi diilustrasikan dalam contoh berikut. Suatu sekolah mempunyai 1000 murid. Semua murid pernah diimunisasi campak 2 kali kecuali 25 yang tidak pernah sama sekali. Ketika semua murid terpapar campak, 25 murid yang belum diimunisasi semuanya menderita campak. Dari kelompok yang telah diimunisasi campak 2 kali, sakit 50 orang. Jumlah seluruh yang sakit 75 orang dan yang tidak sakit 925 orang. Kelompok antiimunisasi akan mengatakan bahwa persentase murid yang sakit adalah 67 % (50/75) dari kelompok yang pernah imunisasi, dan 33% (25/75) dari kelompok yang tidak diimunisasi. Padahal bila dihitung dari efek proteksi, maka imunisasi memberikan efek proteksi sebesar (975-25)/975 = 94.8%. Yang tidak diimunisasi efek proteksi sebesar 0/25= 0%. Dengan kata lain, 100% murid yang tidak mendapat imunisasi akan sakit campak; dibanding hanya 5,2% dari kelompok yang diimunisasi yang terkena campak. Jelas bahwa imunisasi berguna untuk melindungi anak. C. Vaksin menimbulkan efek samping yang berbahaya, kesakitan, dan bahkan kematianVaksin merupakan produk yang sangat aman. Hampir semua efek simpang vaksin bersifat ringan dan sementara, seperti nyeri pada bekas suntikan atau demam ringan. Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) secara definitif mencakup semua kejadian sakit pasca imunisasi. Prevalensi dan jenis sakit yang tercantum dalam KIPI hampir sama dengan prevalensi dan jenis sakit dalam keadaan sehari-hari tanpa adanya program imunisasi. Hanya sebagian kecil yang memang berkaitan dengan vaksin atau imunisasinya, sebagian besar bersifat koinsidens. Kematian yang disebabkan oleh vaksin sangat sedikit. Sebagai ilustrasi semua kematian yang dilaporkan di Amerika sebagai KIPI pada tahun 1990-1992, hanya 1 yang mungkin berhubungan dengan vaksin. Institut of Medicine (IOM) tahun 1994 menyatakan bahwa risiko kematian akibat vaksin adalah amat rendah (extra-ordinarily low). Besarnya risiko harus dibandingkan dengan besarnya manfaat vaksin. Bila satu efek simpang berat terjadi dalam sejuta dosis vaksin namun tidak ada manfaat vaksin, maka vaksin tersebut tidak berguna. Manfaat imunisasi akan lebih jelas bila risiko penyakit dibandingkan dengan risiko vaksin. Contoh vaksin MMR (melindungi campak, mumps (gondongan) dan rubella (campak jerman)pneumonia campak : risiko kematian 1:3000 risiko alergi berat MMR 1:1000.000Ensefalitis mumps : 1 : 300 pasien mumps, risiko ensefalitis MMR 1:1000.000Sindrom rubella kongenital : 1 : 4 bayi dari ibu hamil kena rubella Contoh vaksin DPaT (melindungi difteri, pertussis, dan tetanus)Difteri : risiko kematian 1 : 20, risiko menangis lama sementara 1 : 100Tetanus : risiko kematian 1 : 30, risiko kejang sembuh sempurna 1 : 1750Pertussis : risiko ensefalitis pertussis 1 : 20, risiko ensefalitis DPaT 1 : 1000.000  D. Penyakit penyakit tersebut (PD3I) telah tidak ada di negara kita sehingga anak tidak perlu diimunisasiAngka kejadian beberapa penyakit yang termasuk PD3I memang telah menurun drastis. Namun kejadian penyakit tersebut masih cukup tinggi di negara lain. Siapa pun termasuk wisatawan dapat membawa penyakit tersebut secara tidak sengaja dan dapat menimbulkan wabah. Hal tersebut serupa dengan KLB polio di Indonesia pada tahun 2005 lalu. Sejak tahun 1995 tidak ada kasus polio yang disebabkan oleh virus polio liar. Pada bulan April 2005, Laboratorium Bioofarma di Bandung mengkonfirmasi adanya virus polio liar tipe 1 pada anak berusia 18 bulan yang menderita lumpuh layuh akut pada bulan Maret 2005. Anak tersebut tidak pernah diimunisasi sebelumnya. Virus polio itu selanjutnya menyebabkan wabah merebak ke 10 propinsi, 48 kabupaten. Sampai bulan April 2006 tercatat 349 kasus polio, termasuk 46 kasus VDVP (vaccine derived polio virus) di Madura. Dari analisis genetik virus diketahui bahwa virus berasal dari Afrika barat. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa virus sampai ke Indonesia melalui Nigeria dan Sudan sama seperti virus yang diisolasi di Arab Saudi dan Yaman. Dari pengalaman tersebut terbukti bahwa anak tetap harus mendapat imunisasi karena dua alasan. Alasan pertama adalah anak harus dilindungi. Meskipun risiko terkena penyakit adalah kecil, bila penyakit masih ada, anak yang tidak terproteksi tetap berpeluang terinfeksi. Alasan kedua imunisasi anak penting untuk melindungi anak lain di sekitarnya. Terdapat sejumlah anak yang tak dapat diimunisasi (misalnya karena alergi berat terhadap komponen vaksin) dan sebagian kecil anak yang tidak memberi respons terhadap imunisasi. Anak-anak tersebut rentan terhadap penyakit dan perlindungan yang diharapkan adalah dari orang-orang di sekitarnya yang tidak sakit dan tidak menularkan penyakit kepadanya. E. Pemberian vaksin kombinasi (multipel) meningkatkan risiko efek simpang yang berbahaya dan dapat membebani sistem imunAnak-anak terpapar pada banyak antigen setiap hari. Makanan dapat membawa bakteri yang baru ke dalam tubuh. Sistem imun juga akan terpapar oleh sejumlah bakteri hidup di mulut dan hidung. Infeksi saluran pernapasan bagian atas akan menambah paparan 4-10 antigen, sedangkan infeksi streptokokus pada tenggorokan memberi paparan 25-50 antigen. Tahun 1994 IOM menyatakan bahwa dalam keadaan normal penambahan jumlah antigen dalam vaksin tidak mungkin akan memberikan beban tambahan pada sistem imun dan tidak bersifat imunosupresif. Data penelitian menunjukkan bahwa imunisasi simultan dengan vaksin multipel tidak membebani sistem imun anak normal. Pada tahun 1999 Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP), American Academy of Pediatrics (AAP), dan American Academy of Family Physicians (AAFP) merekomendasi pemberian vaksin kombinasi untuk imunisasi anak. Keuntungan vaksin kombinasi adalah mengurangi jumlah suntikan, mengurangi biaya penyimpanan dan pemberian vaksin, mengurangi jumlah kunjungan ke dokter, dan memfasilitasi penambahan vaksin baru ke dalam program imunisasi. F. Vaksin MMR menyebabkan autismeBeberapa orangtua anak dengan autisme percaya bahwa terdapat hubungan sebab akibat antara vaksin MMR dengan autisme. Gejala khas autisme biasanya diamati oleh orangtua saat anak mulai tampak gejala keterlambatan bicara setelah usia lewat satu tahun. Vaksin MMR diberikan pada usia 15 bulan (di luar negeri 12 bulan). Pada usia sekitar inilah biasanya gejala autisme menjadi lebih nyata. Meski pun ada juga kejadian autisme mengikuti imunisasi MMR pada beberapa kasus. Akan tetapi penjelasan yang paling logis dari kasus ini adalah koinsidens. Kejadian yang bersamaan waktu terjadinya namun tidak terdapat hubungan sebab akibat. Kejadian autisme meningkat sejak 1979 yang disebabkan karena meningkatnya kepedulian dan kemampuan kita mendiagnosis penyakit ini, namun tidak ada lonjakan secara tidak proporsional sejak dikenalkannya vaksin MMR pada tahun1988.Pada tahun 2000 AAP membuat pernyataan : "Meski kemungkinan hubungan antara vaksin MMR dengan autisme mendapat perhatian luas dari masyarakat dan secara politis, serta banyak yang meyakini adanya hubungan tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya, namun bukti-bukti ilmiah yang ada tidak menyokong hipotesis bahwa vaksin MMR menyebabkan autisme dan kelainan yang berhubungan dengannya. Pemberian vaksin measles, mumps, dan rubella secara terpisah pada anak terbukti tidak lebih baik daripada pemberian gabungan menjadi vaksin MMR, bahkan akan menyebabkan keterlambatan atau luput tidak terimunisasi. Dokter anak mesti bekerjasama dengan para orangtua untuk memastikan bahwa anak mereka terlindungi saat usianya mencapai 2 tahun dari PD3I. Upaya ilmiah mesti terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari autisme. Lembaga lain yaitu CDC dan NIH juga membuat pernyataan yang mendukung AAP. Pada tahun 2004 IOM menganalisis semua penelitian yang melaporkan adanya hubungan antara vaksin MMR dengan autisme. Hasilnya adalah tidak satu pun penelitian itu yang tidak cacat secara metodologis. Kesimpulan IOM saat itu adalah tidak terbukti ada hubungan antara vaksin MMR dengan autisme. Penutup Setelah mengkaji berbagai literatur sebagaimana disebutkan di atas, maka secara berangsur kegalauan saya menghilang. Saya semakin yakin akan kebenaran teori ilmiah berbasis bukti yang sudah ditemukan para ahli. Bahkan beberapa waktu lalu ada sejawat saya Dr Julian Sunan, seorang dokter yang masih muda dan amat ganteng (menurut pengakuannya sendiri) telah menelaah bahwa ternyata tokoh-tokoh antivaksin yang sering dikutip kelompok antivaksin di Indonesia ternyata banyak yang fiktif. Mereka melakukan pemelintiran data dan pemutarbalikan fakta. Tak heran kalau yang sangat aman dianggap sangat berbahaya dan penyakit sangat berbahaya nan mematikan dianggap tidak apa apa dan mungkin malah diajak bersahabat karib oleh kelompok antiimunisasi. Terimakasih.  Bahan bacaan : Ranuh IGNG, Suyitno H, Hadinegoro SRS, Kartasasmita CB, Ismoedijanto, Soedjatmiko. Buku Pedoman Imunisasi di Indonesia, edisi ke-4. Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta 2011.Center for Disease Control http://www.cdc.gov
   
Jumlah Posts : 34
Jumlah di-Like : belum ada like

Pengen masakan gurih dan lezat?
Biasanya nih ibu2 suka nambahin penyedap pasaran yang tentunya mengandung MSG, nah selain ga sehat juga bisa menimbulkan berbagai macam penyakit. Khususnya buat anak-anak, pasti seneng banget kalo jadi doyan makan karena masakannya lezat bergizi dan juga BEBAS MSG.

Memperkenalkan PRODUK ORGANIK dan BEBAS MSG
Kaldu/Penyedap Alsultan Tanpa MSG membuat masakan anda beraroma dengan rasa yang lezat dan menyehatkan.
Cocok digunakan untuk berbagai macam masakan maupun campuran snack kesukaan keluarga.
Kaldu/Penyedap rasa Alsultan merupakan pilihan anda yang mengutamakan kesehatan tanpa meninggalkan kelezatan rasa dalam masakan anda.

Sehat dan Aman dikonsumsi untuk anak balita, Anak Autis, Ibu Hamil dan Menyusui
. Mempunyai Ijin DepKes dan bersertifikat HALAL.

Netto: 80gr
Pilihan rasa : AYAM dan SAPI

Komposisi:
- bawang bombay/onion flavor powder
- bawang putih/garlic flavor powder
- garam/salt
- lada putih/natural white pepper powder
- lada hitam/natural black pepper
- protein sayur/hydrolyzed vegetable protein powder
- dextrine powder
- lemak ayam/chicken fat (utk kaldu ayam) atau lemak sapi/beef fat (utk kaldu sapi)

ow ya...mau tau info tentang MSG?
MSG ( MONOSODIUM GLUTAMAT )
Sejarah
Jurnal Chemistry Senses menyebutkan, Monosodium Glutamate (MSG) mulai terkenal tahun 1960-an, tetapi sebenarnya memiliki sejarah panjang. Selama berabad-abad orang Jepang mampu menyajikan masakan yang sangat lezat. Rahasianya adalah penggunaan sejenis rumput laut bernama Laminaria japonica. Pada tahun 1908, Kikunae Ikeda, seorang profesor di Universitas Tokyo, menemukan kunci kelezatan itu pada kandungan asam glutamat. Penemuan ini melengkapi 4 jenis rasa sebelumnya - asam, manis, asin dan pahit - dengan umami (dari akar kata umai yang dalam bahasa Jepang berarti lezat). Sementara menurut beberapa media populer , sebelumnya di Jerman pada tahun 1866, Ritthausen juga berhasil mengisolasi asam glutamat dan mengubahnya menjadi dalam bentuk monosodium glutamate (MSG), tetapi belum tahu kegunaannya sebagai penyedap rasa.
Sejak penemuan itu, Jepang memproduksi asam glutamat melalui ekstraksi dari bahan alamiah. Tetapi karena permintaan pasar terus melonjak, tahun 1956 mulai ditemukan cara produksi L-glutamic acid melalui fermentasi. L-glutamic acid inilah inti dari MSG, yang berbentuk butiran putih mirip garam. MSG sendiri sebenarnya tidak memiliki rasa. Tetapi bila ditambahkan ke dalam makanan, akan terbentuk asam glutamat bebas yang ditangkap oleh reseptor khusus di otak dan mempresentasikan rasa dasar dalam makanan itu menjadi jauh lebih lezat dan gurih.
Sejak tahun 1963, Jepang bersama Korea mempelopori produksi masal MSG yang kemudian berkembang ke seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Setidaknya sampai tahun 1997 sebelum krisis, setiap tahun produksi MSG Indonesia mencapai 254.900 ton/tahun dengan konsumsi mengalami kenaikan rata-rata sekitar 24,1% per tahun .
DAMPAK MSG TERHADAP MANUSIA:
1. Dapat merusak otak
2. Menurunkan daya ingat
3. Merusak syaraf
4. Berpengaruh negatif terhadap otak janin
5. Meningkatkan obesitas
6. Menyebabkan hipertensi dan penyakit jantung

nah tuh moms...saat BERALIH KE HIDUP SEHAT ya..
apalagi khusus untuk buah hati tercinta.

   
Jumlah Posts : 37
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda rosidah, saya juga hamil anak kedua, tp anak saya umur 2thn 5bln, anak saya saya berhenti kan asi umur 2thn kurang 3bln, bun, udah berhenti asi gak boleh dikasih lagi, karena asi nya udah gak bagus. coba aja kasih sesuatu di puting bunda yg dia gak suka, kalau anak saya dia gak suka curcuma plus, sekali ngasih langsung dia gak mau lg, setiap ditawarkan dia bilang, bau obat.