SITE STATUS
Jumlah Member :
493.836 member
user online :
1768 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: curcuma plus boleh untuk bayi usia 6 bul

New Topic :  
24-03-2015 16:03:48 Pemberian MPASI dlm sehari
Jumlah Posts : 60
Jumlah di-Like : belum ada like

Hi bunda saya coba sharing yah dikutip dari artikel info bunda mengenai "Sukseskan MPASI Pertamanya" http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=456&catid=11

"Tentunya makanan padat bayi berbeda dengan makanan padat anak-anak dan orang dewasa.  Makanan apa yang sebaiknya diberikan? Berapa banyak? Dan bagaimana menghindari makanan tertentu untuk mengurangi resiko alergi pada bayi. Yuk, simak artikel berikut.
 
Makanan Pertama
Makanan pertama apa yang harus diberikan pada bayi? Ini adalah pertanyaan umum yang dilontarkan hampir setiap orangtua, khususnya Bunda. Apakah buah terlebih dahulu, sayuran atau tepung beras?
Pisang dan tepung beras adalah makanan yang paling sering diberikan oleh orangtua di Indonesia. Ada juga yang memberikan sayuran terlebih dahulu dengan harapan si kecil mudah diberikan sayuran nantinya. Beda hal-nya dengan Negara-negara Eropa yang biasanya menggunakan apel kukus yang ditaburi sedikit kayu manis sebagai MPASI pertama.
World Health Organization (WHO) menyarankan serelia atau makanan dari beras sebagai MPASI pertama bayi untuk memperkecil resiko alergi. Tetapi pada dasarnya apapun yang ada di lemari es Bunda bisa dijadikan MPASI pertamanya karena setiap anak memiliki keadaan yang berbeda-beda.
Untuk mengecek apakah si kecil alergi terhadap suatu makanan, berikanlah makanan yang sama 3-4 hari berturut-turut. Bila ia mengalami sembelit, muncul bintik-bintik merah, dll bisa jadi ia alergi pada makanan yang Bunda berikan.
 
Tekstur dan Jadwal Makan
Selain jenis makanan, yang perlu Bunda perhatikan adalah teksturnya. Sehari-hari biasanya bayi hanya mengonsumsi ASI/Sufor yang encer, tentu saja ia akan kaget dan menolak bila diberikan makanan yang terlalu pekat. Meskipun anjuran WHO dan UNICEF, makanan pekat dapat langsung diberikan pada bayi, tetapi pada prakteknya beberapa anak mengalami sembelit setelah mengonsumsi serelia yang terlalu pekat. Untuk itu pastikan selalu teksturnya mulai dari sangat encer hingga mengental.
Sebagai contoh untuk bayi usia 6 bulan Bunda bisa membuatkan bubur tepung beras, atau bubur beras yang encer dan disaring. Berikan 2-3 sendok makan atau sekitar 30-45ml setiap kali makan.
Bayi yang baru mulai mendapat MPASI tidak memiliki jadwal makan yang mengikat. Bunda boleh saja memberikan makan di waktu pagi, siang ataupun sore. Saat memasuki usia 7 bulan mulailah memberlakukan jadwal makan.
 
Tips :
- Jangan memaksa bayi menghabiskan porsi makannya. Biarkan saja bila ia sudah tidak mau. Itu artinya perutnya sudah merasa cukup.
- Catat reaksi anak pada jenis makanan tertentu. Apakah ia suka atau tidak. Kenali makanan favoritnya.
- Beli beberapa sendok warna unik untuk merayunya pada saat ia melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM).
- Saat ibu menyusui mengonsumsi sayuran, bayi dapat mengenal rasa tersebut melalui ASI, ini bisa menjadi cara awal mengenalkan rasa makanan pada bayi sebelum mendapat MPASI"

   


24-03-2015 14:59:50 Pemberian MPASI dlm sehari
Jumlah Posts : 175
Jumlah di-Like : belum ada like

saya bantu shae ya Bund ^_^...

saya kutip dari artikel yang berjudul "Sukseskan MPASI Pertamanya" ( http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=456&catid=11 )

Makanan Pertama
Makanan pertama apa yang harus diberikan pada bayi? Ini adalah pertanyaan umum yang dilontarkan hampir setiap orangtua, khususnya Bunda. Apakah buah terlebih dahulu, sayuran atau tepung beras?
Pisang dan tepung beras adalah makanan yang paling sering diberikan oleh orangtua di Indonesia. Ada juga yang memberikan sayuran terlebih dahulu dengan harapan si kecil mudah diberikan sayuran nantinya. Beda hal-nya dengan Negara-negara Eropa yang biasanya menggunakan apel kukus yang ditaburi sedikit kayu manis sebagai MPASI pertama.
World Health Organization (WHO) menyarankan serelia atau makanan dari beras sebagai MPASI pertama bayi untuk memperkecil resiko alergi. Tetapi pada dasarnya apapun yang ada di lemari es Bunda bisa dijadikan MPASI pertamanya karena setiap anak memiliki keadaan yang berbeda-beda.
Untuk mengecek apakah si kecil alergi terhadap suatu makanan, berikanlah makanan yang sama 3-4 hari berturut-turut. Bila ia mengalami sembelit, muncul bintik-bintik merah, dll bisa jadi ia alergi pada makanan yang Bunda berikan.
 
Tekstur dan Jadwal Makan
Selain jenis makanan, yang perlu Bunda perhatikan adalah teksturnya. Sehari-hari biasanya bayi hanya mengonsumsi ASI/Sufor yang encer, tentu saja ia akan kaget dan menolak bila diberikan makanan yang terlalu pekat. Meskipun anjuran WHO dan UNICEF, makanan pekat dapat langsung diberikan pada bayi, tetapi pada prakteknya beberapa anak mengalami sembelit setelah mengonsumsi serelia yang terlalu pekat. Untuk itu pastikan selalu teksturnya mulai dari sangat encer hingga mengental.
Sebagai contoh untuk bayi usia 6 bulan Bunda bisa membuatkan bubur tepung beras, atau bubur beras yang encer dan disaring. Berikan 2-3 sendok makan atau sekitar 30-45ml setiap kali makan.
Bayi yang baru mulai mendapat MPASI tidak memiliki jadwal makan yang mengikat. Bunda boleh saja memberikan makan di waktu pagi, siang ataupun sore. Saat memasuki usia 7 bulan mulailah memberlakukan jadwal makan.
 
Tips :
- Jangan memaksa bayi menghabiskan porsi makannya. Biarkan saja bila ia sudah tidak mau. Itu artinya perutnya sudah merasa cukup.
- Catat reaksi anak pada jenis makanan tertentu. Apakah ia suka atau tidak. Kenali makanan favoritnya.
- Beli beberapa sendok warna unik untuk merayunya pada saat ia melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM).
- Saat ibu menyusui mengonsumsi sayuran, bayi dapat mengenal rasa tersebut melalui ASI, ini bisa menjadi cara awal mengenalkan rasa makanan pada bayi sebelum mendapat MPASI

   
18-03-2015 10:36:22 MPASI yg bagus
Jumlah Posts : 60
Jumlah di-Like : belum ada like

Hi Bunda ikutan share ya,dikutip dari artikel infobunda mengenai "Sukseskan MPASI Pertamanya".

" Makanan Pertama
Makanan pertama apa yang harus diberikan pada bayi? Ini adalah pertanyaan umum yang dilontarkan hampir setiap orangtua, khususnya Bunda. Apakah buah terlebih dahulu, sayuran atau tepung beras?
Pisang dan tepung beras adalah makanan yang paling sering diberikan oleh orangtua di Indonesia. Ada juga yang memberikan sayuran terlebih dahulu dengan harapan si kecil mudah diberikan sayuran nantinya. Beda hal-nya dengan Negara-negara Eropa yang biasanya menggunakan apel kukus yang ditaburi sedikit kayu manis sebagai MPASI pertama.
World Health Organization (WHO) menyarankan serelia atau makanan dari beras sebagai MPASI pertama bayi untuk memperkecil resiko alergi. Tetapi pada dasarnya apapun yang ada di lemari es Bunda bisa dijadikan MPASI pertamanya karena setiap anak memiliki keadaan yang berbeda-beda.
Untuk mengecek apakah si kecil alergi terhadap suatu makanan, berikanlah makanan yang sama 3-4 hari berturut-turut. Bila ia mengalami sembelit, muncul bintik-bintik merah, dll bisa jadi ia alergi pada makanan yang Bunda berikan.
 
Tekstur dan Jadwal Makan
Selain jenis makanan, yang perlu Bunda perhatikan adalah teksturnya. Sehari-hari biasanya bayi hanya mengonsumsi ASI/Sufor yang encer, tentu saja ia akan kaget dan menolak bila diberikan makanan yang terlalu pekat. Meskipun anjuran WHO dan UNICEF, makanan pekat dapat langsung diberikan pada bayi, tetapi pada prakteknya beberapa anak mengalami sembelit setelah mengonsumsi serelia yang terlalu pekat. Untuk itu pastikan selalu teksturnya mulai dari sangat encer hingga mengental.
Sebagai contoh untuk bayi usia 6 bulan Bunda bisa membuatkan bubur tepung beras, atau bubur beras yang encer dan disaring. Berikan 2-3 sendok makan atau sekitar 30-45ml setiap kali makan.
Bayi yang baru mulai mendapat MPASI tidak memiliki jadwal makan yang mengikat. Bunda boleh saja memberikan makan di waktu pagi, siang ataupun sore. Saat memasuki usia 7 bulan mulailah memberlakukan jadwal makan.
 
Tips :
- Jangan memaksa bayi menghabiskan porsi makannya. Biarkan saja bila ia sudah tidak mau. Itu artinya perutnya sudah merasa cukup.
- Catat reaksi anak pada jenis makanan tertentu. Apakah ia suka atau tidak. Kenali makanan favoritnya.
- Beli beberapa sendok warna unik untuk merayunya pada saat ia melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM).
- Saat ibu menyusui mengonsumsi sayuran, bayi dapat mengenal rasa tersebut melalui ASI, ini bisa menjadi cara awal mengenalkan rasa makanan pada bayi sebelum mendapat MPASI. "

   


27-02-2015 16:17:03 MPASI bayi 8 Bulan
Jumlah Posts : 60
Jumlah di-Like : belum ada like

Hi Bunda, untuk usia 8 bulan sudah boleh diberikan MPASI dan sekedar sharing ya bun mengenai "MPASI pertama" yang saya kutip dari artikel info bunda. (http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=456&catid=11)

"Makanan Pertama
Makanan pertama apa yang harus diberikan pada bayi? Ini adalah pertanyaan umum yang dilontarkan hampir setiap orangtua, khususnya Bunda. Apakah buah terlebih dahulu, sayuran atau tepung beras?
Pisang dan tepung beras adalah makanan yang paling sering diberikan oleh orangtua di Indonesia. Ada juga yang memberikan sayuran terlebih dahulu dengan harapan si kecil mudah diberikan sayuran nantinya. Beda hal-nya dengan Negara-negara Eropa yang biasanya menggunakan apel kukus yang ditaburi sedikit kayu manis sebagai MPASI pertama.
World Health Organization (WHO) menyarankan serelia atau makanan dari beras sebagai MPASI pertama bayi untuk memperkecil resiko alergi. Tetapi pada dasarnya apapun yang ada di lemari es Bunda bisa dijadikan MPASI pertamanya karena setiap anak memiliki keadaan yang berbeda-beda.
Untuk mengecek apakah si kecil alergi terhadap suatu makanan, berikanlah makanan yang sama 3-4 hari berturut-turut. Bila ia mengalami sembelit, muncul bintik-bintik merah, dll bisa jadi ia alergi pada makanan yang Bunda berikan.
 
Tekstur dan Jadwal Makan
Selain jenis makanan, yang perlu Bunda perhatikan adalah teksturnya. Sehari-hari biasanya bayi hanya mengonsumsi ASI/Sufor yang encer, tentu saja ia akan kaget dan menolak bila diberikan makanan yang terlalu pekat. Meskipun anjuran WHO dan UNICEF, makanan pekat dapat langsung diberikan pada bayi, tetapi pada prakteknya beberapa anak mengalami sembelit setelah mengonsumsi serelia yang terlalu pekat. Untuk itu pastikan selalu teksturnya mulai dari sangat encer hingga mengental.
Sebagai contoh untuk bayi usia 6 bulan Bunda bisa membuatkan bubur tepung beras, atau bubur beras yang encer dan disaring. Berikan 2-3 sendok makan atau sekitar 30-45ml setiap kali makan.
Bayi yang baru mulai mendapat MPASI tidak memiliki jadwal makan yang mengikat. Bunda boleh saja memberikan makan di waktu pagi, siang ataupun sore. Saat memasuki usia 7 bulan mulailah memberlakukan jadwal makan.
 
Tips :
- Jangan memaksa bayi menghabiskan porsi makannya. Biarkan saja bila ia sudah tidak mau. Itu artinya perutnya sudah merasa cukup.
- Catat reaksi anak pada jenis makanan tertentu. Apakah ia suka atau tidak. Kenali makanan favoritnya.
- Beli beberapa sendok warna unik untuk merayunya pada saat ia melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM).
- Saat ibu menyusui mengonsumsi sayuran, bayi dapat mengenal rasa tersebut melalui ASI, ini bisa menjadi cara awal mengenalkan rasa makanan pada bayi sebelum mendapat MPASI."

   
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Makanan Pertama
Makanan pertama apa yang harus diberikan pada bayi? Ini adalah pertanyaan umum yang dilontarkan hampir setiap orangtua, khususnya Bunda. Apakah buah terlebih dahulu, sayuran atau tepung beras?
Pisang dan tepung beras adalah makanan yang paling sering diberikan oleh orangtua di Indonesia. Ada juga yang memberikan sayuran terlebih dahulu dengan harapan si kecil mudah diberikan sayuran nantinya. Beda hal-nya dengan Negara-negara Eropa yang biasanya menggunakan apel kukus yang ditaburi sedikit kayu manis sebagai MPASI pertama.
World Health Organization (WHO) menyarankan serelia atau makanan dari beras sebagai MPASI pertama bayi untuk memperkecil resiko alergi. Tetapi pada dasarnya apapun yang ada di lemari es Bunda bisa dijadikan MPASI pertamanya karena setiap anak memiliki keadaan yang berbeda-beda.
Untuk mengecek apakah si kecil alergi terhadap suatu makanan, berikanlah makanan yang sama 3-4 hari berturut-turut. Bila ia mengalami sembelit, muncul bintik-bintik merah, dll bisa jadi ia alergi pada makanan yang Bunda berikan.
 
Tekstur dan Jadwal Makan
Selain jenis makanan, yang perlu Bunda perhatikan adalah teksturnya. Sehari-hari biasanya bayi hanya mengonsumsi ASI/Sufor yang encer, tentu saja ia akan kaget dan menolak bila diberikan makanan yang terlalu pekat. Meskipun anjuran WHO dan UNICEF, makanan pekat dapat langsung diberikan pada bayi, tetapi pada prakteknya beberapa anak mengalami sembelit setelah mengonsumsi serelia yang terlalu pekat. Untuk itu pastikan selalu teksturnya mulai dari sangat encer hingga mengental.
Sebagai contoh untuk bayi usia 6 bulan Bunda bisa membuatkan bubur tepung beras, atau bubur beras yang encer dan disaring. Berikan 2-3 sendok makan atau sekitar 30-45ml setiap kali makan.
Bayi yang baru mulai mendapat MPASI tidak memiliki jadwal makan yang mengikat. Bunda boleh saja memberikan makan di waktu pagi, siang ataupun sore. Saat memasuki usia 7 bulan mulailah memberlakukan jadwal makan.
 
Tips :
- Jangan memaksa bayi menghabiskan porsi makannya. Biarkan saja bila ia sudah tidak mau. Itu artinya perutnya sudah merasa cukup.
- Catat reaksi anak pada jenis makanan tertentu. Apakah ia suka atau tidak. Kenali makanan favoritnya.
- Beli beberapa sendok warna unik untuk merayunya pada saat ia melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM).
- Saat ibu menyusui mengonsumsi sayuran, bayi dapat mengenal rasa tersebut melalui ASI, ini bisa menjadi cara awal mengenalkan rasa makanan pada bayi sebelum mendapat MPASI

Infobunda : http://www.infobunda.com/artikel/456-Sukseskan-MPASI-Pertamanya.html#ixzz2jHOHNCl9

   


10-11-2007 08:46:04 MERAWAT GIGI BUAH HATI
Jumlah Posts : 54
Jumlah di-Like : belum ada like
Untuk menjaga kesehatan gigi pada bayi dan anak-anak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua, yaitu:

Siapkan makanan kaya kalsium (ikan & susu), fluor (teh, sayuran hijau), fosfor, serta vitamin A (wortel), vitamin C (buah-buahan), vitamin D (susu), dan vitamin E (kecambah). Mineral dan vitamin tersebut diperlukan untuk pertumbuhan gigi mereka.
Kurangi konsumsi makanan manis dan mudah melekat pada gigi, seperti permen atau coklat. Gula pada makanan manis bisa merusak gigi anak, tetapi jangan lantas melarang sama sekali untuk makan makanan manis, karena dapat menimbulkan dampak psikis. Untuk menjaga kebersihan giginya, biasakan mereka berkumur-kumur setelah makan makanan manis tersebut.

Ajari anak menggosok gigi secara teratur dan benar, minimal 2 kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Lebih baik lagi bila dilakukan setiap usai makan. Untuk bayi usia 6-11 bulan, setelah habis menyusu atau makan dibersihkan giginya dengan kapas atau kain kasa steril yang dibasahi air, diusapkan pelan-pelan ke setiap permukaan gigi. Pada anak usia 1-2 tahun mulai diperkenalkan dengan sikat gigi,

Untuk tahap pengenalan lebih baik tidak memakai pasta gigi, karena tidak semua anak bisa merasa nyaman dengan rasa pasta gigi, pasta gigi bisa-bisa dirasa aneh oleh anak. Jadi, cukup gunakan sikat gigi dibasahi air hangat matang saja. Kemudian anak dilatih memegang sikat gigi dan belajar menggosokannya secara perlahan ke setiap permukaan giginya. Setelah berjalan beberapa minggu dan anak sudah terbiasa menggosok gigi, boleh diberi sedikit demi sedikit pasta gigi khusus anak.

Upayakan untuk memperkenalkan anak secara dini mengunjungi dokter gigi sejak usia 1 tahun. Hal ini akan bermanfaat dalam membiasakan dan mengatasi rasa asing atau takut pada dokter gigi. Selain itu, hal ini juga penting agar dokter mengetahui sejak dini mengenai gangguan gigi apa saja yang bisa dialami anak tersebut. Selanjutnya ajaklah anak untuk memeriksakan kesehatan giginya secara rutin 6 bulan sekali. Terutama untuk anak-anak usia 6-11 tahun penting untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulutnya secara rutin, karena gigi mereka mengalami pergantian dari gigi susu ke gigi tetap.

Apabila anak mengeluh sakit giginya, berilah air garam untuk berkumur-kumur, kemudian segeralah bawa ke dokter gigi, karena kalau dibiarkan terlalu lama, akan menimbulkan penyakit gigi yang berlanjut, yang lebih parah.


gambar. 2
Dalam menggosok gigi, ada 3 faktor yang harus diperhatikan, yaitu:

Pemilihan sikat gigi: Untuk anak pilih sikat gigi yang kecil baik tangkai maupun kepala sikatnya, sehingga mudah dipegang dan tidak merusak gusi. Bulu sikat jangan terlalu keras / terlalu lembut terlalu jarang. Pilih yang bulu sikatnya lembut tapi cukup kuat untuk melepas kotoran di gigi. Ujung kepala sikat menyempit hingga mudah menjangkau seluruh bagian mulutnya yang relatif mungil Ujung sikat gigi dan ujung bulu sikat sedekat mungkin, bila tidak ujung sikat gigi sudah mentok ke bagian belakang tapi bulu sikat tidak kena gigi, jadi ada bagian gigi yang tidak tersikat. Ini biasanya pada gigi geraham bungsu.

Cara/gerakan sikat gigi: Pangkulah anak di depan sebuah cermin, dengan posisi membelakangi kita. Dengan begitu anak akan melihat sendiri giginya yang semula kuning setelah disikat jadi lebih putih. Sikatlah gigi pada permukaan luar dan permukaan dalam gigi, lakukan gerakan vertikal dan searah dari bagian gusi ke arah permukaan gigi (lihat gambar. 1 dan gambar. 3). Untuk rahang atas gerakan sikat dari atas ke bawah, untuk rahang bawah dari bawah ke atas. Sedangkan untuk bagian permukaan kunyah, baik gigi atas maupun bawah, teknik penyikatannya adalah gigi disikat dengan gerakan horisontal dari gigi-gigi belakang ke arah gigi depan (menarik sikat ke arah luar mulut, lihat gambar. 2 atas). Kalau teknik ini dilakukan dengan benar, hasilnya bisa lebih maksimal sementara kesehatan gusi pun tetap terjaga. Setiap permukaan gigi disikat dengan teliti, tidak usah terlalu keras, tapi mantap. Gusi harus tersikat agar sisa-sisa makanan lunak yang ada di leher gigi hilang dan selain itu juga berfungsi untuk melakukan massage (pijatan) pada gusi, sehingga gusi sehat, kenyal dan tidak mudah berdarah. Jangan lupa, permukaan lidah juga perlu disikat pelan-pelan, karena permukaan lidah itu tidak rata sehingga mudah terselip sisa-sisa makanan (lihat gambar.2 bawah).


gambar. 3
Frekuensi sikat gigi: Minimal 2 kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Idealnya sikat gigi setiap habis makan, tapi yang paling penting malam hari sebelum tidur. Sebaiknya sikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluor yang dapat menguatkan email. Untuk anak-anak berikan pasta gigi dengan rasa buah, sehingga anak gemar menggosok gigi.
Pada anak usia balita memerlukan peranan orang tua untuk membantu proses pembelajaran menggosok gigi secara rutin dan benar, karena dengan bimbingan dan penanaman kebiasaan menggosok gigi, akan bermanfaat untuk menjaga kesehatan giginya yang putih bak mutiara. Dibutuhkan kesabaran orang tua dalam proses pembelajaran ini, kadang mula-mula anak menutup rapat mulutnya setiap kali giginya mau dibersihkan. Penolakan ini wajar karena anak mengira dirinya akan disakiti. Langkah inovatif diperlukan ketika menggosok gigi si anak. Ajak si kecil melihat kakak, ayah, atau ibunya menggosok gigi. Dengan begitu anak akan melihat langsung contoh/model bagaimana cara menggosok gigi. Selain itu sikat gigi juga bisa dilakukan sambil bermain, tak perlu selalu di kamar mandi. Misalnya sambil bercermin, atau sambil menari-nari dan bernyanyi gembira. Buat acara menggosok gigi menjadi menyenangkan sehingga mereka menikmatinya dan tidak malas melakukannya. Jadikan acara sikat gigi sebagai salah satu kebutuhan yang harus dilakukan minimal dua kali sehari. Selagi membangun kebiasaan ini, sampaikan pengertian kepada anak mengenai manfaat menyikat gigi, paling konkret adalah gigi jadi bersih, putih dan sehat.

   
31-08-2016 20:27:40 Pemberian MP-ASI
Jumlah Posts : 12
Jumlah di-Like : belum ada like
saya seorang ibu dengan dua orang anak.. anak kedua saya baru berusia 6 bulan.. namun perkembangan nya berbeda sekali dengan kakak nya.. maksudnya itu dalam hal pemberian MP-ASI.. putra kedua saya lebih cenderung agak susah untuk makan.. adakah saran saran dari bunda bunda sekalian?? dan pemberi vitamin penambah nafsu makan untuk usia 6 bulan apakah di perbolehkan?? ada kah rekomendasi dari bunda bunda sekalian vitamin apa yg cocok untuk bayi usia 6 bulan itu?? mohon bantuannya bunda..
   
11-07-2015 15:34:13 Pemberian MPASI dlm sehari
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

gabung aja bun d grup fb
shering resep "mpasi" harian (untuk bayi usia 6-24 bulan) part II

   
10-07-2015 12:11:34 resep bubur bayi 6 bulan
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

ayo bn gabung d grup fb

shering resep "mpasi" harian(untuk bayi usia 6-24bulan) part II

biar tambah ilmu dan bs sharing resep dan ilmu mpasi :)

   
04-07-2015 12:19:29 berat badan bayi susah naik
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

klo 2minggu pertama bs d beri menu tunggal,setelah itu bs d beri menu lengkap 4bintang(sumber karbohidrat,sumber hewani,kacang2an,buah&sayur berwarna hijau&jingga)+sumber lemak(evoo(extra virgin olive oil),eloo(extra light olive oil),ub(unsalted butter),santan fresh(bukan instant),minyak sayur,pilih salah satu dan cukup 1-2sdm/hr)
coba gabung d grup Fb
shering resep "mpasi" harian (untuk bayi usia 6-24bulan) part II

   
29-06-2015 10:37:19 MPASI sharing
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

gabung aja bun di grup fb
shering resep "mpasi" harian (untuk bayi usia 6-24bulan) part II

   
24-06-2015 09:11:02 nafas bayi grok2..
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

shering resep "mpasi" harian (untuk bayi usia 6-24bulan) part II

   
23-06-2015 18:11:17 nafas bayi grok2..
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

mending bunda duch gabung aj digrup FB
shering resep "mpasi" harian (untuk bayi usia 6-24bulan) part II
biar nambah ilmu bun,bnyk tmn2,bnyk sharing juga dan bisa bebagi solusi masalah anak

   
21-05-2015 00:20:05 Bubur Bayi
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

sebisa mungkin no makanan instan bun,sebaik apapun yg nama instan tetep gk bisa disetarakan dg homemade,no gulgar&vitamin(apapun itu) under 1year krn akan memperberat kerja ginjal,biasakan memberi makanan homade agar anak saat dewasa gk pilih2 mkanan dan doyan syur dan buah :)
bagi bunda2 yg pny fb gabung yuk di
shering resep "MPASI" harian (untuk bayi usia 6-24 bulan) part II
biar nambah ilmu dan berbagi pengalaman :)