SITE STATUS
Jumlah Member :
492.608 member
user online :
606 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: cukupkah ibu menyusui makan sayur

New Topic :  
Jumlah Posts : 25
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda.. mau tanya tentang asi duunk..
bunda2 di sini ada yang asinya encer gak? Aku tiap dipompa kok asinya keluarnya encer ya? wktu awal2 asinya pas keluar kentel. Padahal aku dah minum susu untuk ibu menyusui, makan sayur, buah, minum jus juga setiap hari. Tapi knp asinya keluarnya encer ya? gk begitu kentel. Debaynya sih nyusunya kuat bgt. Sharing dong bunda, asi yang bagus tuh yg kyk gmn? makasih sebelumnya..
   


26-11-2007 08:18:47 produksi ASI
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
hah ASI bau kecut?
Bukan ASInya kali... tapi payudaranya krn mama reny lom mandi ajah he..he..

Aku gak pernah tau ada ASI kecut. Yg pasti selama masih ngasih ASI ke anak, janganlah minum jamu-2an, dsb.
Yg standar aja : Susu ibu menyusui, makan sayur hijau & lauk yang banyak, makan kacang-2an + Positif thinking. Udah deh cukup gityu aja mam :)
   
14-10-2016 09:20:13 makanan untuk ibu menyusui ?
Jumlah Posts : 2504
Jumlah di-Like : belum ada like
ibu menyusui makan apapun boleh bun disarankan makan kacang"an, sayuran, atau buah"an yg mengandung banyak air untuk memperbanyak asi. kalau untuk pedas selama ddnya ga ada alergi capsaicin (senyawa pada cabai) boleh kok makan pedas.
   


22-04-2016 19:08:17 Menyusui makan cumi cumi
Jumlah Posts : 26
Jumlah di-Like : belum ada like
Mau tanya nihh
Boleh ngk ibu menyusui makan cumi cumi
   
22-04-2016 19:05:34 Menyusui
Jumlah Posts : 26
Jumlah di-Like : belum ada like
Mau tanya donkk bund
Boleh ngk ibu menyusui makan cumi cumi???
thanks
   


22-04-2016 19:02:52 Menyusui
Jumlah Posts : 26
Jumlah di-Like : belum ada like
Mau tanya nihh
Bolehh ngk ibu menyusui makan cumi cumi
Thankks
   
26-06-2015 23:45:44 cara agar asi berlimpah
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

sering disusukan secara lgsg,hindari penggunaan dot,krn membuat anak binggung punting,perbaanyak makan sayur,buah,minum air putih,istirahat yg cukup dan atur stres

jika bunda ingin menmbah ilmu lagi tentng asi gabung aja di grup FB AIMI(asosiasi ibu menyusui indonesia)

   
Jumlah Posts : 326
Jumlah di-Like : belum ada like

ASI Lancar, Puasa Tak Lewat

(Sumber dari: AIMI *dengan perubahan seperlunya*)

Bulan Ramadhan hampir tiba. Bulan penuh ibadah bagi umat muslim di dunia. Salah satu ibadah yang wajib dilakukan setiap muslim yang telah baligh (cukup umur) adalah berpuasa. Nah, bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui?

Puasa Ramadhan hukumnya tetap wajib bagi ibu hamil dan menyusui. Alhamdulillah, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa dengan berpuasa di lain waktu atau membayar fidyah.

Yang pertama, dikembalikan kepada motivasi atau niat. Jika ibu hamil dan menyusui tidak melakukan ibadah puasa karena mengkhawatirkan kesehatan dirinya, maka dia menganggap dirinya seperti orang sakit. Sehingga cara mengganti puasa sama dengan mengganti puasa dikala orang sakit, yaitu dengan berpuasa di hari lain. Namun, jika mengkhawatirkan bayinya, dianggap seperti orang tua yang tak punya kemampuan sehingga cara menggantinya selain membayar puasa-seperti cara orang tua-yaitu dengan membayar fidyah.

Yang kedua, ibu hamil atau menyusui cukup membayar fidyah saja tanpa harus berpuasa. Karena keduanya tidak berpuasa bukan karena sakit, melainkan karena keadaan yang membuatnya tidak mampu puasa. Kasusnya lebih dekat dengan orang tua yang tidak mampu berpuasa.

Apa dan bagaimana cara membayar Fidyah? Fidyah adalah memberi makan orang fakir miskin. Satu hari puasa diganti dengan satu kali fidyah. Ukuran memberi makan adalah sebesar porsi kita makan 3 kali sehari, yakni sekitar 1 mud atau 600 gram. Jika dirupakan uang, sebesar biaya kita makan 3 kali sehari.

Ketika memberikan fidyah, ada tata caranya juga. Salah satu yang harus diingat adalah jangan lupa mengucapkan berita serah terima/ijab kabul. Misalnya “Saya membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”. Jika meminta orang lain yang menyerahkan maka, “Ibu A membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”. Untuk detailnya, silakan konsultasi dengan pemuka agama di lingkungan Anda. 

Nah, bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa bagaimana? Selama kondisi ibu dan bayi sehat, maka diperbolehkan berpuasa. Namun, jika dikuatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kekurangan gizi, produksi ASI berkurang, sakit, dan lain sebagainya, maka Islam menyarankan untuk tidak berpuasa.

Manajemen Laktasi Ibu Menyusui Yang Sedang Berpuasa

Dengan perubahan jadwal makan, bukan berarti asupan makanan yang dikonsumsipun ikut berubah. Yang penting, ibu menyusui tetap makan 3 kali sehari dan secara disiplin mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang, yaitu dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak.

Kemudian, hal-hal berikut dapat dilakukan untuk memastikan bahwa produksi ASI selama ibu berpuasa tetap lancar dan berkualitas:

Asupan menu dengan gizi seimbang

Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas kita hari itu. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak. Jangan terlambat berbuka dan jangan makan secara asal yang penting makan ya :)

Ada beberapa tips mengenai asupan ibu menyusui selama berpuasa:

Pertama,boleh mencoba konsumsi sumber karbohidrat kompleks agar bisa membantu membuat ibu menyusui tidak lemas di tengah hari. Karbo kompleks seperti beras merah lebih lama diproses tubuh sehingga pelepasan gula menjadi energi berlangsung bertahap. Kondisi ini dapat lebih menjamin kebutuhan energi ibu sampai berbuka. 

Kedua, konsumsi sayur dan buah lebih banyak saat berbuka atau malam hari dan konsumsi protein lebih banyak saat makan sahur. Protein menjadi sumber energi, yang diolah terakhir setelah karbohidrat dan lemak. Asupan protein ini sesuai bagi busui yang membutuhkan banyak cadangan energi. Sementara serat pada buah dan sayur membantu menjaga asupan vitamin dan menjaga kesehatan pencernaan ibu selama menyusui. Usahakan stop makanan instant selama puasa ini ya, karena makanan seperti mie instant biasanya hanya mengandung kalori yg membuat kenyang tetapi minim nilai gizinya. 

Ketiga, silakan konsumsi suplemen vitamin dan mineral jika diperlukan. Tanyakan kepada dokter suplemen apa yang baik untuk ibu menyusui saat berpuasa karena saat ibu menyusui berpuasa, yang terpengaruh biasanya adalah kadar micro nutrients (elemen-elemen nutrisi yang diperlukan dalam jumlah yang kecil seperti zinc, magnesium, dan potassium), namun itu bukanlah masalah.  

Perbanyak konsumsi cairan, mulaidari berbuka hingga sahur

Jika bisa minum air putih sebanyak dua liter (sekitar 10-12 gelas sehari), ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, teh manis hangat dan susu. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui. Jika bisa, hindari teh dan kopi saat sahur karena bersifat diuretik, yang menyebabkan ibu sering buang air kecil. Akibatnya ibu berisiko kekurangan cairan akibat seringnya cairan dibuang. 

Istirahat yang cukup

Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin

sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

Ibu Bekerja

Ibu bekerja yang memerah ASI di tempat kerjanya disarankan untuk tetap melakukan kegiatan memerah ASI seperti biasa dengan tetap memperhatikan tips-tips seperti yang sudah disebutkan diatas ini. Kembali berpegang pada prinsip demand and supply, semakin banyak ASI dikeluarkan maka semakin banyak ASI yang akan diproduksi. Apabila ibu menyusui yang biasa memerah menghentikan kegiatan memerahnya selama bulan puasa, maka ASI yang diproduksi dapat berkurang, yang bukan disebabkan oleh kegiatan berpuasa tetapi karena mengurangi kegiatan memerah tadi.

Bagaimanapun, mendapatkan ASI adalah hak bayi. Jadi, dahulukan kepentingan bayi. Untuk ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan, memang dianjurkan untuk tidak berpuasa karena bayi sedang dalam tahap ASI Eksklusif dan belum memperoleh makanan tambahan apapun kecuali ASI. Ada dua alasan kenapa ibu dalam fase ASIX tidak dianjurkan berpuasa dulu: pertama, pada masa ASIX, terutama di dua bulan pertama adalah fase pemantapan menyusui. Jika proses menyusui ibu sudah mantap dan ingin mencoba puasa silakan. Tetapi jika ibu masih berjuang untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan produksi, sebaiknya tunda dulu puasanya. Kedua, bayi di bawah 6 bulan sering mengalami fase percapatan pertumbuhan (growth spurts) yang membuatnya tiiba-tiba jadi sangat sering menyusu. Jika Anda mulai kewalahan di saat fase GS ini, pertimbangkan untuk stop puasa dulu.

Kondisi yang Harus Diperhatikan

Jika si kecil masih dalam fase ASIX (atau bahkan setelahnya) dan ibu ingin berpuasa, ada hal penting yang tidak boleh diabaikan: perhatikan sinyal sinyal yang dikirimkan tubuh Anda dan tubuh bayi. 

Apa yang harus diperhatikan dari kondisi ibu?

-Merasa sangat haus (terutama pasca menyusui/memerah).

- Urine/ air seni berwarna pekat (kuning tua/cokelat) serta bau yangtajam.

- Merasa sangat pusing dan berkunang-kunang, apalagi jika pusing tidak hilang setelah ibu beristirahat

Adalah wajar jika ibu merasa lemas.  Oleh karena itu usahakanlah untuk beristirahat paling tidak satu kali di siang hari. Atau bila tidak memungkinkan untuk tidur siang, upayakan untuk sekadar duduk,

berbaring dengan rileks. Istirahat akan sangat membantu agar hormon Oksitosin yang berfungsi untuk mengeluarkan ASI bekerja secara optimal. Jika Anda mulai pusing atau air seni Anda mulai pekat, sebaiknya hentikan dulu puasanya. Apa yang harus diperhatikan dari kondisi bayi?- Frekuensi BAK bayi sudah kurang dari 6 kali per 24 jam, warna urine bayi juga mulai pekat- Ada gejala2 dehidrasi lain pada bayi, seperti mulut yag kering, bayi terlihat sangat lemas, kulit tidak lentur, dsb.- Bayi kelihatan gelisah seharian, rewel atau berperilaku di luar kebiasaan normalnya. - Bayi mengalami diare atau demam yang mana membutuhkan extra asupan ASI agar tidak dehidrasi, terutama di masa ASIX.

Selamat menunaikan ibadah puasa dan salam ASI :) 

   
Jumlah Posts : 181
Jumlah di-Like : belum ada like

Kamu salah satu yang termasuk dalam golongan ibu muda? Bingung harus makan dan minum apa untuk kembalikan kondisi tubuh setelah melahirkan? Aku baru baca info asupan yang baik untuk kamu konsumsi bagi pemulihan kondisi tubuh kamu, bagus juga untuk menstabilkan mood dan meningkatkan kualitas ASI kamu. Langsung aja simak apa saja asupan yang baik tersebut :

Protein

Saran aku sih banyakin makan ikan, kacang-kacangan, telur, daging. Kalaupun makan daging pilih yang mengandung banyak protein misalnya daging domba. Aku pernah baca daging domba tuh kolestrol dan lemaknya sedikit, tapi proteinnya banyak, mom. Protein baik untuk perkembangan otak dan memberikan efek tenang pada otak.

Omega 3

Makanan yang mengandung omega 3 baik untuk membantu menangani depresi dan meningkatkan fungsi pada otak. Jadi mom perbanyak deh konsumsi makanan yang mengandung omega 3

Buah-buahan

Setelah melahirkan pasti butuh lebih asupan vitamin C dibandingkan saat sedang hamil. Jadi agar mom cepat pulih dan pencernaan lancar, perbanyak konsumsi buah-buahan.

Sayur-sayuran hijau

Misalnya bayam, brokoli, buncis, dan sayuran hijau lainnya yang mengandung vitamin C dan zat besi. Penting untuk memperlancar aliran darah.

Susu

Ini penting banget mom, bukan hanya buat si kecil tapi juga membantu badan mom sehat dan bugar lagi. Sebaiknya mom konsultasi ke dokter kira-kira susu yang cocok apa saja.

Air putih

Nah ini yang gak boleh lupa, minum deh 8 gelas air tiap hari, agar terhindar dari dehidrasi, terutama untuk ibu menyusui nih.

Sumber

   
04-06-2014 19:05:36 BAB bayi warna hijau
Jumlah Posts : 29
Jumlah di-Like : belum ada like
@bunda siska : pup nya masih normal itu bun. bunda siska cara ngebersihin dot nya gmn? kl bs bunda tetap kasih asi setidaknya di emut ma debay nya, ntar lama2 bnyk ko asi nya. jgn lupa makan buah dan sayur yg memperbanyak asi, minum susu, minum madu, sering2 minum air. trus kl mau mandi jgn lupa payudara nya dikompres air hangat biar asi yg beku menjadi cair dan keluar. kl mau tau lbh bnyk lg info ttg menyusui, bs gabung di fb asosiasi ibu menyusui indonesia disana bnyk sekali info2.
   
Jumlah Posts : 9
Jumlah di-Like : belum ada like
sama kaya bunda vie, saya jg ga ada pantangan makan tuh, yg penting ada sayur,lauk dan buah, alhamdulillah hari ke 4 pusernya debay sdh copot sendiri. ibu menyusui itu justru harus makan bervariasi, biar gizinya cukup. ;)
   
07-02-2014 22:57:49 baby tengkurep
Jumlah Posts : 6
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda maria saya kasih artikel tntng Hebatnya ASI. klo bisa babynya diksh ASIP klo bunda kerja dan klo ada fb ikut group AIMi Asosiasi ibu menyusui indonesia. bs dksh saran. Berikut adalah share dari tulisan seorang rekan ibu Afra Amalia tentang pengalamannya waktu riset antara Susu Formula Vs ASI. Agak panjang memang tulisannya, tapi isinya sangat menarik kok. Semoga bisa menjadikan inspirasi buat bunda2 sekalian, trims. Jadi inget, dulu pernah bikin riset ttg susu formula merek X, buatan Eropa di pertengahan tahun 2008. Interviewnya sama dokter-dokter anak di Indonesia, pas banget ketika saya sedang hamil. Ketika saya ikut serta dalam riset ini, saya belum kebayang sama sekali bakal kasih ASI sampai 22bulan, dan kasih homemade food ke Alika; anak saya, dan gak memberikan susu formula sama sekali. Boro-boro kebayang pumping ASI dan bawa-bawa pompa dan segambreng peralatan perang ASI lainnya, wong dulu tuh mikirnya pasti soal "merek susu apa ya yg bagus?" atau nanya ke orang-orang: "Merek susu apa ya yang bagus?". Sampai suatu hari Saya dapat kesempatan untuk bantu di project riset tentang susu formula merek ini. Fyi: ini adalah salah satu merek susu buatan Eropa yang terkenal di Indonesia. Dan sebelum fieldwork dimulai, saya seperti biasa melakukan brainstorming meeting bersama orang brand (Orang Swiss) dan orang R&D yg menjadi salah satu peracik formula susunya (Dokter asal New Zealand). Dari hasil brainstorming meeting ternyata diketahui bahwa alasan mereka membuat study pemasaran di Indonesia karena pangsa pasar susu formula di Indonesia itu sangat besar, termasuk dalam 5 besar di dunia. Sementara, di Eropa sendiri para produsen susu formula sangat susah buat jualan produk susu formula, karena pemerintahnya sangat galak dan sangat ketat dalam mengatur penjualan susu formula. Hal ini berbeda dengan pemerintah Indonesia yang belum galak dan masih "Pro" Susu formula. Belum lagi ditambah dengan adanya stigma dari orang Eropa mengenai susu formula yang dianggap "rubbish product" - karena terlalu banyaknya process dalam pembuatannya: dari cair ke bubuk dan terlalu banyak bahan kimia yang dibutuhkan dalam proses pengubahan bentuknya dan terlalu banyak fortifikasi yang artinya terlalu banyak bahan kimia di dalamnya. Makanya produk X ini mau meningkatkan penjualannya di Indonesia, karena memang lebih mudah dan lebih gampang : Ketika Saya mendengar cerita itu di meeting itu, Saya sebenarnya sudah agak shock dengan keterangan mereka, karena pemahaman saya mengenai susu formula "yang sangat sehat" ternyata salah. Namun memang, meski sudah mendengar penjelasan orang Brand dan R&D tersebut, penjelasan tersebut masih belum begitu bisamembuat hati saya tergerak untuk memberikan ASI pada calon Bayi Saya. Saya bahkan masih terpikir untuk tetap kasih formula.... Mungkin campur laah 50% ASI : 50% formula. Kan saya kerja..?? *alesan* Setelah selesai brainstorming meeting, saya iseng bertanya pada orang R&D yg meracik susu formula merek ini, karena beliau adalah Ibu dari 1 anak, dan anaknya berusia 3thn. Tujuannya seperti biasa, karena saya ingin cari referensi mengenai merek susu formula, soalnya dia kan dokter dan R&D susu formula. Jadi pastinya referensinya OK : Jadi langsung saja Saya tanya ke beliau, "Kalau Anda dulu kasih susu formula merek apa?" (dengan keyakinan, pasti dia akan bilang merek yang dia racik). Ternyata saya mendengar jawaban diluar harapan saya, karena dia bilang:"Saya tidak kasih susu formula sama sekali" *Saya bengong*. Lalu saya tanya lagi: "Terus dikasih apa? Susu UHT?" Dijawab sama beliau: "Tidak, saya baru kasih UHT ketika umur 2 tahun" *dan saya makin bingung dan shock* Saya tanya lagi: "Terus dari 0 - 2 tahun anak Anda dikasih apa?" Dia jawab sambil tersenyum: "Saya kasih ASI, karena susu formula itu nutrisinya itu tidak sebanding dengan ASI." Agak shock denger jawaban dari si ibu R&d itu. Apalagi pas denger dia bilang lagi:"Saya menyusui smp anak saya umur 24bln, setelah itu langsung saya kasih UHT. No formula at all!" *Dan saya pun menganga* Saya tanya lagi" seriously?" Dia jawab lagi: "Yup. Very serious". Dan semua orang mendorong saya untuk memberikan ASI. Jadi masa menyusui Saya menjadi lebih mudah" Tetapi tetep aja... Meski sudah denger pengakuan si Tetapi tetep aja... Meski sudah denger pengakuan si R&D itu... Saya masih agak tidak percaya dengan pengakuan dia, sampai pada akhirnya saya menginterview 5 dokter anak di Indonesia: 3 yang Pro ASI, dan 2 Yang Tidak Pro ASI. Hasilnya? Semua dokter anak yg diinterview itu mengakui hal yg sama: ASI is the best dan paling cocok dengan metabolisme bayi. Dan susu formula cuma bisa diserap 0,sekian persen oleh tubuh bayi. Bahkan 2 dari 3 dokter yg pro ASI kasih urutan gimana nutrisi diserap bayi dari bayi msh dlm kandungan sampai dia 2 thn: ketika bayi di kandungan: bayi akan menyerap semua nutrisi dari sari makanan (bukan susu ya) yg dikonsumsi ibunya. Dan nutrisi yang dibutuhkan oleh si Bayi ketika dalam kandungan itu cuma sedikit, gak perlu jumlah yang banyak, karena si janin itu kan juga ukurannya masih sangat kecil jika dibandingkan kebutuhan manusia biasa. Jadi even Susu hamil juga tidak perlu, karena kebutuhan kalcium/folat/AA/DHA/Kolin itu bisa didapat dari makanan yang dikonsumsi oleh si Ibu. Jadi, asal Ibu makan makanan yang sehat (sayur, ikan, telur, daging, buah) secukupnya, pasti kebutuhan nutrisi sang janin dan sang Ibu akan terpenuhi. Dan dokter kandungan biasanya sudah kasih vitamin dan supplement yang menunjang nutrisi sang janin. Jadi minum susu hamil sebenarnya malah bisa membuat Ibu obesitas karena kelebihan kalori (bukan nutrisi). Ketika bayi umur 0-6bln: Bayi cuma bisa menyerap ASI, karena ASI sangat sesuai dengan pencernaan bayi yang masih sangat rentan dan sangat sensitif, karena kandungan ASI yang sangat spesifik. Dan AA, DHA, AA, dsb yang di dalam ASI-lah yang cuma bisa diserap sempurna oleh otak Bayi . Sementara kandungan dalam susu formula secara umum cuma bisa diserap bayi 5-10%kl gak salah (lupa euy, udah lama bgt soalnya risetnya) CMIIW. Ketika bayi usia 6-12bln: Bayi menyerap 70%ASI, dan 30%nya adalah sari makanan. Oleh karena dari itu, buat Ibu-ibu yang anak-anaknya usia 6-12bulan, sebenarnya di masa ini tidak perlu terlalu khawatir kalau anaknya ketika di usia ini masih susah makan, karena di masa ini sebenarnya adalah masa untuk mulai mengajarkan anak dan mengenalkan anak makanan padat, bukan untuk memenuhi kebutuhan total nutrisi harian anak. Sementara susu formula? Cuma bisa diserap sekitar 15-20% (CMIIW). Ketika bayi usia 12 - 18bln: Bayi bisa menyerap ASI 50% dan sari makanan 50% Ketika bayi usia 18-24bln:Bayi menyerap ASI sebesar 30% dan sari makanan 70%, dan disini peran ASI lebih pada daya tahan/body immunity, karena di usia ini bayi sangat rentan terkena virus/bakteri karena sudah mulai lebih banyak memakan makanan padat dan mulai mengalami fase oral alias mulai memasukkan semua barang ke mulut
   
27-12-2013 11:40:08 meningkatkan produksi asi
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Busui Harusnya Makan Apa Sih? (copas from theurbanmama)

Saya menerima banyak pertanyaan mengenai nutrisi untuk Mama menyusui. Juga sayangnya masih banyak mitos-mitos yang salah seputar nutrisi, apa yang Mama makan, dan minum selama menyusui. 

Pertanyaan yang sering muncul misalnya:
Apa yang perlu dimakan supaya ASI keluarnya lancar?
Apakah Mama menyusui harus makan daun katuk setiap hari?
Apakah Mama yang menyusui harus lebih sering dan lebih banyak makan?
Apa yang Mama menyusui makan supaya menghasilkan ASI yang tidakbening dan lebih padat gizi juga bisa membuat bayi gampang kenyang?
Perlukah Mama menyusui minum yang banyak supaya ASI jadi banyak?

Mama juga harus kritis menyikapi berbagai iklan produk-produk yang menyatakan mampu membuat ASI Mama lebih lancar, ASI Mama lebih berkualitas, ASI Mama lebih kental, dan padat gizi. Di tulisan saya kali ini saya akan coba membahas mengenai nutrisi bagi Mama menyusui dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya sudah sebutkan sebelumnya. 

Tubuh Mama sudah dirancang Allah SWT agar siap untuk menyusui sejak di masa kehamilan. Jadi pasca Mama melahirkan, tubuh Mama punya cadangan nutrisi yang mencukupi untuk memulai proses menyusui. Mama menyusui dapat menyusui/menghasilkan ASI walaupun asupan nutrisinya tidak maksimal. Kenapa? Karena tubuh akan secara efektif menggunakan nutrisi yang ada di tubuh Mama.

Bahkan pada kasus Mama yang malnutrisi, nutrisi untuk mensintesis ASI diambil dari cadangan nutrisi yang ada pada tubuh Mama sejak kehamilan. Jadi secara umum, nutrisi yang dikonsumsi Mama menyusui sangat sedikit pengaruhnya terhadap produksi dan komposisi ASI. 

Berapa kalori yang dibutuhkan oleh Mama menyusui setiap hari?
Secara umum, rasakan kebutuhan tubuh Mama untuk makan. Ketika Mama menyusui bayi, sangat wajar bahwa Mama akan lebih sering merasa lapar, apalagi saat bayi berada dalam tahap growth spurt/percepatan pertumbuhan. Menghitung kebutuhan kalori per hari jarang diperlukan kecuali Mama menyusui punya masalah dengan kesehatan dan berat badan. Dari berbagai sumber, wanita berusia 19-50 tahun, tidak dalam kondisi hamil dan menyusui serta melakukan aktivitas sedang/normal memerlukan 1.800 ? 2.200 kcal setiap harinya. Ketika Mama menyusui saat ASI sudah matang, yaitu sekitar 28 hari pasca Mama melahirkan, menyusui secara eksklusif setiap harinya menggunakan sekitar 500 kcal. Jadi secara umum, Mama yang menyusui secara eksklusif memerlukan tambahan 300 ? 500 kcal setiap harinya (hanya menambahkan 1 atau 2 porsi camilan sehat dalam sehari).

Ketika bayi sudah mulai memasuki masa MPASI (Makanan Pendamping ASI) / selesai menjalani masa ASI Eksklusif selama 6 bulan maka kebutuhan kalori Mama secara bertahap akan berkurang. Rekomendasi dari beberapa sumber adalah Mama yang sedang menyusui mempertahankan 2.200 kcal setiap harinya, yang ideal 2.700 kcal dan 1.800 kcal adalah jumlah minimum. Apabila Mama menyusui hanya mengkonsumsi 1.500 kcal per hari maka produksi ASI tidak terganggu dan komposisi ASI tidak berubah. Produksi ASI akan mengalami masalah bila secara terus menerus Mama menyusui mengkonsumsi kurang dari 1.500 kcal per harinya. Keuntungan Mama menyusui makan secara sehat adalah untuk kesehatan Mama sendiri di masa kini dan juga di masa mendatang. 

Berapa banyak cairan yang harus diminum Mama menyusui?
Secara umum jawabannya adalah ikuti kebutuhan Mama. Secara umum Mama menyusui  akan merasa lebih sering haus terutama setelah menyusui. Penelitian menyatakan bahwa kekurangan cairan tidak menurunkan volume ASI. Panduannya, Mama menyusui membutuhkan 3,1 ? 3,8 liter (atau 13 ? 16,5 cup) cairan setiap harinya, dan cairan ini tidak hanya didapatkan dari air yang diminum tapi juga dari makanan seperti sup, buah-buahan, sayur-sayuran dll. Cara yang mudah untuk mengukur apakah Mama menyusui sudah mendapatkan cairan secara cukup adalah memperhatikan warna urin Mama. Bila warna urin kuning terang/cerah maka asupan cairan Mama baik/cukup. Tanda-tanda Mama kekurangan cairan selain bisa dilihat dari warna urin yang kuning pekat bahkan cenderung coklat, juga Mama bisa mengalami sembelit/konstipasi, bibir kering, kulit kering. Bila tanda-tanda ini dialami Mama segera tingkatkan asupan cairan Mama. 

Pertanyaan yang sering muncul juga: Perlukah Mama menyusui minum susu?
Saya masih ingat dengan baik presentasi dr Utami Roesli di Pelatihan Konseling Menyusui yang saya ikuti ini: Mamalia tidak perlu susu untuk menghasilkan susu!Jadi tidak ada hubungannya minum susu, baik itu susu cair atau susu khusus ibu menyusui dengan produksi ASI. Bila Mama senang minum susu juga tidak masalah, asal tidak berlebihan (secara umum dibatasi 500 ml/2 gelas per hari). Bila Mama tidak suka minum susu, maka nutrisi yang terdapat dalam susu bisa didapatkan di bahan makanan lain. Misalnya kalsium bisa didapatkan dari sayuran berwarna hijau, ikan teri, tahu, dll.

 Perlukah Mama menyusui mengonsumsi suplemen vitamin?
Jawabannya secara umum adalah, bila Mama makan makanan bergizi bervariasi, dan Mama serta bayi mendapatkan sinar matahari pagi yang cukup (sumber Vitamin D) maka Mama tidak perlu mengonsumsi suplemen Vitamin. Bila sejak kehamilan, Mama mengalami anemia dan pasca kelahiran juga masih mengalami anemia maka bisa diskusikan dengan dokter untuk mengkonsumsi tambahan/suplemen zat besi selain meningkatkan konsumsi makanan yang tinggi zat besi dikombinasikan dengan konsumsi sayur/buah yang kaya Vitamin C agar penyerapan zat besinya optimal. 

Perlukah Mama menyusui makan daun katuk setiap hari supaya ASInya banyak  dan lancar?
Logika sederhana saya begini, daun katuk tidak tumbuh di semua belahan dunia. Nah, para Mama menyusui yang tinggal di daerah di mana daun katuk tidak tumbuh/tidak tersedia tetap dapat menyusui dengan baik, produksi ASI nya tidak ada masalah, karena kuncinya adalah memahami Manajemen Laktasi seperti pengosongan payudara (PD) dengan baik setiap menyusui/memerah sehingga hormon Prolaktin dapat maksimal digabungkan dengan perasaan Mama yang bahagia, rileks, yakin bahwa ASInya lancar dan cukup bagi bayinya sehingga hormon Oksitosin bekerja maksimal. Sudah ada beberapa penelitian mengenai khasiat daun katuk ini. Daun katuk memiliki nama latin Sauropus androgynus leaf. Ada peneliti Indonesia yang meneliti khasiat daun katuk ini pada tikus. Hasil penelitian tersebut diterbitkan pada International Conference on Food Engineering & Biotechnology tahun 2011 di Singapura. Hasilnya bahwa pemberian ekstrak daun katuk pada tikus yang sedang menyusui meningkatkan kadar hormon prolaktin & oksitosin. Semoga di masa mendatang makin banyak penelitian mengenai hal ini dalam skala yang lebih besar. Walaupun secara penelitian ada kecenderungan bahwa daun katuk memang bermanfaat bagi para Mama menyusui tapi tidak bisa diambil kesimpulan bahwa Mama menyusui hanya mengutamakan konsumsi daun katuk ini. 

Berikutnya akan saya paparkan mengenai panduan gizi secara umum. Panduan gizi saat ini bukan lagi 4 Sehat 5 Sempurna seperti yang diajarkan ketika Mama (dan saya) waktu kecil dulu (Nasi, lauk pauk , sayur mayur, buah-buahan dan susu). Dengan panduan gizi terbaru, susu bukanlah sebagai pelengkap dalam penyempurna makanan. Sebenarnya, susu adalah sumber protein hewani yang juga terdapat pada telur, ikan, dan daging. Oleh karena itu di dalam Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS), susu ditempatkan dalam satu kelompok dengan sumber protein hewani lain. Dari segi kualitas protein, telur dalam ilmu gizi dikenal lebih baik dari susu karena daya cerna protein telur lebih tinggi daripada susu. Berdasarkan hasil kongres gizi internasional yang diselenggarakan di Roma tahun 1992, semua negara peserta (termasuk Indonesia) dianjurkan membuat pedoman umum gizi seimbang. Oleh karena itu pemerintah melalui Direktorat Gizi ? Departemen Kesehatan memasyarakatkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) pada tahun 1995. Namun baru pada tahun 2009 secara resmi PUGS diterima masyarakat, sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan No 36 tahun 2009 yang menyebutkan secara eksplisit ?Gizi Seimbang? dalam program perbaikan gizi.Pedoman ini kemudian dituangkan dalam 13 Pesan Dasar Pedoman Umum Gizi Seimbang (13 Pesan Dasar PUGS). (gambar bisa dilihat di artikel aslinya) Satu konsep lagi yang digunakan di US yg dikeluarkan oleh USDA (Departmen Agrikultura Amerika Serikat) adalah ?MyPlate?. Konsep ini diberi nama ?My Plate?, karena pengaturan komposisi makanannya diilustrasikan di atas sebuah piring makan. Piring ?My Plate? terbagi atas empat bagian, yang terdiri atas buah-buahan, sayuran, protein, dan grains (padi-padian). Penarikan konsep Piramida Makanan didasari atas pertimbangan bahwa konsep ini terlalu kompleks. Bila dibandingkan dengan Piramida Makanan, konsep ?My Plate? ini memberi porsi yang hampir sama besar pada setiap elemen makanan, tidak seperti bentuk piramida yang memiliki distribusi elemen yang cenderung terlalu berat di bagian karbohidrat dan gula (diwakili oleh roti, nasi, dan mi). Sebagai pelengkap konsep baru ini, USDA juga memberikan beberapa panduan yang lebih mendetail, yaitu: Hindari porsi yang berlebihan. Setengah dari piring terdiri atas buah-buahan dan sayuran, pilihlah jenis makanan dengan kadar sodium yang lebih rendah, Minumlah air putih daripada minuman yang manis atau mengandung gula. 

Bila kembali pada pertanyaan: Perlukah Mama selalu mempertahankan asupan yang sempurna selama menyusui untuk menghasilkan ASI yang berkualitas?
Jawaban singkatnya adalah: Tidak Perlu :). Berbagai penelitian menyatakan bahwa kualitas makanan Mama hanya sedikit pengaruhnya pada ASI. Kualitas makanan Mama yang tidak baik pengaruhnya adalah pada kesehatan Mama sendiri.

Jadi, apakah konsep makan yang sehat direkomendasikan untuk Mama?
Tentu Saja! Konsep makan yang sehat tidak hanya dipertahankan saat Mama sedang hamil dan menyusui tapi pertahankan sepanjang waktu dan biasakan juga konsep makan yang sehat ini kepada seluruh anggota keluarga sehingga anak-anak Mama juga terbiasa dengan pola makan yang sehat sedini mungkin. 

Di akhir tulisan ini saya akan menjawab pertanyaan: Apa yang Mama menyusui makan supaya menghasilkan ASI yang tidak bening dan lebih padat gizi juga bisa membuat bayi gampang kenyang? 
Pertama yang harus dipahami bahwa ASI adalah cairan ?hidup? yang kandungan/komposisinya berubah setiap waktunya sesuai kebutuhan bayi. Di menit-menit awal menyusui, ASI awal disebut Foremilk, kaya akan protein, rendah lemak, dan cenderung lebih encer dan bening. Foremilk berfungsi sebagai makanan pembuka/penghilang haus. Foremilk tinggi kandungan lactose yang berfungsi juga untuk perkembangan otak bayi & memberikan energi.

Selanjutnya disebut Hindmilk yang kaya akan lemak yang berperan untuk pertambahan berat badan bayi & cenderung kental. Hindmilk mengenyangkan bayi seperti makanan utama. Saat menyusui, Mama tidak dapat membedakan secara pasti antara foremilk dan hindmilk. Perubahan foremilk-hindmilk berlangsung secara amat perlahan, penelitian menyatakan menyusui selama 2-3 menit saja, hindmilk sudah keluar. Penelitian juga menyatakan bahwa makin kosong payudara, makin tinggi kandungan lemak dalam ASI. Saya sudah memaparkan bahwa apa yang Mama menyusui makan tidak berpengaruh pada komposisi/kandungan ASI alias ASI akan selalu padat gizi menyesuaikan kebutuhan bayi. Mengenai ASI yang membuat bayi gampang kenyang harus pahami dulu mengenai Manajemen Laktasi. 

Observasi:
Betulkah bayi yang meminta menyusui terus menerus itu karena tidak kenyang?
Sudah betulkah posisi & pelekatan?
Apakah bayi sedang masuk di tahap Growth Spurt/ percepatan pertumbuhan?
Jadi solusi untuk bayi yang tidak mudah kenyang adalah pahami dulu sebabnya dan kalaupun ternyata bayi dalam tahap Growth spurt maka ASI Mama akan selalu cukup selama Manajemen Laktasinya baik.

 Semoga tulisan saya kali ini bermanfaat dan dapat meluruskan mitos-mitos yang mungkin sudah turun temurun kita dengar.Happy breastfeeding :)

Berliana Monika, S.T. , M.M. Konselor Laktasi & Member of La Leche League Rochester-New York. Lulusan S1 Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan ITB & S2 Magister Manajemen Universitas Indonesia.sumber: http://theurbanmama.com/articles/nutrisi-untuk-mama-menyusui.html(kalau sempat sila mampir ke sana, Bunda-bunda.... soalnya di kolom komentar banyak pertanyaan dan jawaban yang juga penting.)
   
02-06-2013 13:33:31 ASI yang langka
Jumlah Posts : 20
Jumlah di-Like : belum ada like
klw saya ASI sedikit klw saya sedang tidak makan sayur..wlw mnum susu untuk ibu mnyusui skalipun.ASI berlimpah klw makan sayur apalagi klw ditambah susu untuk ibu menyusui...mpe luber kmna2...