SITE STATUS
Jumlah Member :
492.672 member
user online :
1656 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: ciri ciri janin sehat usia 6 bulan

New Topic :  
26-09-2013 21:56:38 tentang usg
Jumlah Posts : 22
Jumlah di-Like : belum ada like
heii bunda? q slma hamil g pernah di suntik apa2 apalg suntik tetanus. n q usg tiap bulan tiap kontrol ke dokter pasti di usg biar tau kondisi janin, air ketuban, n tali pusar jg termasuk normal g denyut jantungnya baby. n klu mau pas usia 6 bulan usg 4 dimensi biar tau wajah N jenis kelaminnya jg bs ketauan klu ada kelainan dgn janin qt. usia 6 bulan waktu yg pas krna baby nya di dlm belum terlalu besar jd kan bs liat wajahnya mirip spa hehe
   


13-06-2008 13:20:52 bayiku kurus
Jumlah Posts : 23
Jumlah di-Like : belum ada like
Assalammualaikum Geulis... Ini Bunda Rafa ada satu artikel soal bayi kurus, mungkin bisa buat masukan.   BAYI KURUS BERARTI KURANG GIZI ?Selama ini ada anggapan, bayi kurus berarti kekurangan gizi atau menderita penyakit tertentu.Padahal, penyebabnya bisa macam-macam. "Periksa ke dokter, deh, siapa tahu anakmu ada penyakit tertentu. Badannya kurus sekali." Nasehat semacam ini sering kita dengar atau justru berikan pada teman yang anaknya terlihat kurus. Padahal, untuk menentukan bayi kurus tidaknya bayi, tak cukup dilihat dari penampilannya saja. "Cara yang tepat adalah dengan mengukur dan membandingkan antara berat dan tinggi badannya, kendati tiap bayi punya berat dan tinggi badan yang berbeda," terang dr. Alinda Rubiati, Sp.A, spesialis anak dari RS Fatmawati, Jakarta. Begitu pula untuk urusan memantau kurus atau tidaknya anak, harus secara kontinyu. "Ada satu kurva atau grafik untuk melihat apakah bayi menjadi lebih kurus atau tidak," ungkap Alinda. Pencatatan biasanya dilakukan setiap bulan, sehingga akan tampak bagaimana grafik pertumbuhan badan si bayi. ACUAN KURUS Normalnya, berat badan (BB) bayi baru lahir harus mencapai 2.500 gram. Tidak terlalu besar, juga tak kelewat kecil. Sebab kalau terlalu kecil, dikhawatirkan organ tubuhnya tak dapat tumbuh sempurna sehingga dapat membahayakan sang bayi sendiri. Sebaliknya, terlalu besar juga ditakutkan sulit lahir dengan jalan normal dan mesti lewat operasi sesar. Nah, pertambahan BB bayi bisa dilihat per triwulan. Pada triwulan I, kenaikan BB berkisar 150-250 gram/minggu, triwulan II kenaikannya 500-600 gram/bulan, triwulan III naik 350 - 450 gram/bulan, dan triwulan IV sekitar 250-350 gram/bulan. Jelas terlihat,triwulan I pertambahan BB berlangsung lebih cepat dibanding dengan triwulan II, III, dan IV. "Ini wajar karena pertumbuhan BB di bulan berikutnya lebih rendah dari bulan sebelumnya. Namun bila pertumbuhan BB berkurang secara drastis, bisa dijadikan ancang-ancang untuk melakukan tindakan lanjutan." Umumnya, jelas Alinda, acuan untuk melihat normal-tidaknya BB adalah saat usianya mencapai 6 bulan dan 1 tahun. Di usia 6 bulan, BB bayi harus mencapai 2 kali lipat berat lahir dan menjadi 3 kali lipatnya pada usia 1 tahun. "Kurang dari ini, BB nya bisa disebut rendah atau ia termasuk bayi kurus." NUTRISI & PERIKSA RUTIN Bayi kurus adalah yang saat lahir BB-nya rendah atau di bawah 2.500 gram. "Penyebabnya dipengaruhi saat masih berada dalam kandungan. Inilah yang sangat menentukan karena di situlah pembentukan dan pertumbuhan organ tubuh dimulai." Kandungan yang sehat ditentukan oleh ibu yang sehat. Bila ibu menderita penyakit, semisal infeksi paru, kondisi janin pun ikut terpengaruh. Darah yang tersuplai ke tubuh janin bisa saja menjadi jalan untuk mewarisi penyakit yang diderita ibunya. "Saat lahir, bayi bisa saja menderita penyakit atau kelainan organ tubuh. Akhirnya, bayi tak sehat dan bertubuh kurus." Faktor penyebab lain adalah asupan nutrisi yang dikonsumsi ibu ketika hamil. Biasanya, berkurangnya nutrisi yang dikonsumsi si ibu, otomatis berkurang pula asupan nutrisi pada janin yang ditransportasikan lewat plasenta. Kekurangan ini bisa disebabkan karena ibu sulit sekali untuk mengkonsumsinya kala sakit selama hamil atau memang malas memperhatikan nutrisi yang diperlukan semasa hamil. Gara-gara kurang nutrisi inilah, bayi bisa mengalami BB rendah dan tampak kurus. Itu sebabnya selama hamil ibu harus kontinyu memeriksakan kandungan sebulan sekali. "Makin tua usia kandungan, pemeriksaan harus dilakukan lebih sering." Selain itu,ibu juga harus melakukan pengawasan terhadap kandungan dengan lebih saksama, sehingga bila terjadi sesuatu pada diri ibu maupun janinnya, dapat segera diketahui dan dapat dilakukan tindakan preventif sejak dini. "Yang jelas,pemeriksaan juga harus dibarengi dengan asupan gizi yang cukup dan seimbang," tegas Alinda. BERAT MANDEK Meski saat lahir BB-nya normal, belum tentu juga selanjutnya perkembangan BB-nya akan normal sesuai dengan pertumbuhannya. "Pada fase tertentu, ada kecenderungan pertambahan berat badan bayi akan melambat." Antara 1 sampai 6 bulan, pertambahan BB bayi terbilang cepat, "Tapi di atas 6 bulan, pertambahannya melambat. Ini terjadi hampir pada seluruh bayi. Salah satu penyebabnya, karena pada tahap ini biasanya bayi sudah lebih banyak bergerak dan pertumbuhannya mengarah ke pertinggian badan." Bila pertambahan BBbayi di usia 6 bulan, misalnya, menjadi tidak normal alias tidak bertambah atau malah berkurang, "Perlu dilihat penyebabnya," terang Alinda. Mungkin ada penyakit yang bersarang di tubuhnya semisal penyakit infeksi terutama TBC dan diare. "Penyakit membuat nafsu makan anak berkurang dan akhirnya BB-nya tak mau naik." Selain itu, bayi kurus juga bisa mengindikasikan kekurangan gizi. Ini umumnya karena kebiasaan di keluarga di mana kadang ibu tak cermat memberi nutrisi yang tepat untuk bayi. Padahal,bayi perlu asupan nutrisi yang seimbang. Bisa juga karena si bayi bosan dengan makanan yang itu-itu saja dan akhirnya emoh makan."Di sisi lain, kondisi psikis bayi menentukan pula keinginannya untuk makan. Kalau ia merasa tertekan karena sering dipaksa, misalnya, bisa saja nafsu makannya berkurang." Padahal, bayi dengan BB rendah berisiko terserang penyakit lebih besar dibanding dengan yang punya BB normal. "Meski belum tentu begitu jika memang kesehatannya baik-baik saja." Tapi yang jelas, saran Alinda,"Jaga BB bayi pada kondisi normal. Bila terlalu kurus, segera konsultasi ke dokter." Soalnya, lanjutnya, "Untuk mengembalikannya menjadi normal kita harus melihat apa yang menjadi sebabnya." Bila karena penyakit, harus disembuhkan dansambil menyembuhkan penyakitnya, kita pun harus melakukan konsultasi gizi untuk mengetahui gizi yang tepat bagi bayi. Untuk kembali ke kondisi normal, kata Alinda, waktu yang diperlukan sangat relatif. Bila penanganannya dilakukan dengan kontinyu dan serius, mungkin lebih cepat. Begitu pula sebaliknya. Yang jelas, bila bayi kurus tak segera diobati, dikhawatirkan akan menimbulkan komplikasi. "Bahayanya, sih, memang tidak langsung melainkan melalui proses. Karena kurang gizi, bayi jadi rentan terhadap aneka penyakit. Nah, karena sakit-sakitan, ia jadi tambah kurus." KIAT MENGATASI Jika memang penyebabnya karena penyakit, tak ada cara lain, si penyakit harus disembuhkan secara total. Pada saat yang sama pula, bayi diberi nutrisi yang cukup agar ia tidak jadi kurus. Sebab, jika bayi kena infeksi dan dibiarkan tanpa ada tindakan tepat hingga akhirnya menimbulkan masalah kekurangan gizi, misalnya, bakal sulit meningkatkan BB-nya. Penanganannya pun akan menjadi lebih kompleks. Ciri-ciri bayi malnutrisi, jelas Alinda, bisa dilihat dari fisiknya. "Bila parah hanya tinggal kulit dan tulang saja." Pemberian gizi tidak hanya satu segi saja, tetapi harus seimbang antara pemberian protein, karbohidrat, lemak, kalori, dan vitamin. Sumbernya pun tidak harus yang mahal, lebih baik dari yang murah. "Seperti protein, tak harusdari hewani saja. Dari nabati pun bisa. Misalnya anak diberitahu dan tempe." Jika berbagai upaya sudah dilakukan tapi bayi tetap kurus,"Berarti ada masalah utama yang tidak teratasi," tegas Alinda. Karena itu mencari penyebabnya menjadi sangat penting agar dapat dilakukan tindakan yang tepat. "Mungkin tidak hanya faktor penyakit infeksi atau nutrisi, pengetahuan ibu dalam hal pemberian makanan, lingkungan yang tidak mendukung, juga penting untuk diketahui." Pada kasus lain,bayi sulit makan sehingga gizi yang dibutuhkannya pun sulit sekali masuk. "Di sini perlu tindakan khusus orang tua. Kalau perlu, konsultasikan ke dokter." Mungkin karena anak alergi, kurang cocok dengan makanannya, atau ada hal lain yang menyebabkan makanan sulit masuk ke dalam tubuhnya. "Kalau memang makanannya tak cocok, ibu, kan, bisa membuatkan variasi makanan yang lain."   Bunda Rafa :)  
   
28-06-2015 12:28:24 baby gak mw bobo di kasur
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

Tanpa kita sadari, ketika melihat disekeliling kita ada perbedaan tingkat kecerdasan dan kemandirian pada anak-anak. Perbedaan tersebut bukan karena orang tua bayi kaya atau miskin, akan tetapi hal tersebut terjadi karena salah merawat dan memperlakukan anak ketika masih bayi. Jadi janganlah heran bila masa bayi yang diperlakukan mulia akan menjadi anak-anak yang tumbuh sesuai dengan harapan orang tua.

Inti dari pembentukan kecerdasan bayi dimula pada perlakuaan orang tua terhadap bayi berusia 0 – 6 bulan. Bayi pada usia tersebut selain membutuhkan pertumbuhan tubuh yang sehat, sel dan selaput otak bayi harus dapat perlakuan khusus.

Bahaya Ayunan

Indonesia memiliki tradisi mengayunkan bayi sebagai salah satu bentuk kasih sayang. Jika bayi menangis, biasanya bayi akan digendong kemudian diayun-ayunkan agar ia berhenti menangis. Tetapi tindakan ini ternyata bisa berbahaya bagi bayi itu sendiri.

Shake baby syndrom adalah salah satu bentuk kejadian yang cukup sering terjadi pada bayi tanpa kita sadari. Selain diakibatkan karena trauma, ternyata shake baby syndrom juga bisa dipicu karena mengayun-ayunkan bayi.

”Shake artinya menggoyang atau mengguncang. Shake baby syndrom merupakan kumpulan gejala yang timbul akibat melakukan gerakan menggoyang bayi terlalu keras,” ujar dr. I Gusti Ngurah Suwarba, Sp.A. dari Sub Bagian Saraf Otak Bagian SMF IKA RS Sanglah.

Lanjutnya, mengayun-ayunkan bayi dalam batas tertentu mungkin tidak apa-apa, tetapi jika sering tidur diayunan membuat bayi mengalami guncangan pada kepalanya dan akan sangat berbahaya. Efek ayunan pada bayi menurut Suwarba bisa terjadi dalam jangka pendek atau jangka panjang.

Untuk jangka pendek atau akibat yang segera terlihat adalah bayi mengalami perdarahan di mata dan otak. Tanda-tanda jika anak mengalami perdarahan pada otaknya adalah ia sering menangis dengan suara melengking dan lama.

”Ciri-ciri bayi yang mengalami pendarahan pada selaput otak dan mata, ia sering menangis dengan suara yang melengking, karena bayi mengalami sakit di kepalanya yang luar biasa, akibat dari guncangan yang didapatkan dari efek ayunan,” jelas Suwarba, sembari menambahkan kualitas ayunan yang sempit (Bahan kain) juga salah satu penyebab berkurangnya pasokan oksigen ke otak bayi, yang dapat melemahkan pertumbuhan IQ.

Perdarahan yang disebabkan oleh ayunan tidak nampak atau meninggalkan bekas dan bukti. Beda jika perdarahan karena trauma atau jatuh.

Bagaimana pun, Struktur tubuh bayi yang masih sangat lemah bila mendapatkan guncangan/ayunan yang kuat dapat menyebabkan terjadinya tarikan/rentangan antara otak dengan selaput otak yang melekat pada tulang kepala. Rentangan ini menyebabkan terjadinya robekan pembuluh darah yang menghubungkan antara otak dengan selaput otak. Gejala yang paling ringan pada bayi yang terkena sindrom tersebut adalah pendarahan di retina (selaput jala) mata dan jangka panjang dapat menyebabkan kebutaan. Pendarahan di retina tidak dapat dilihat secara klinis tetapi harus menggunakan alat oleh ahli saraf mata.

Gejala lainnya yang bersifat umum dapat dilihat antara lain muntah-muntah, penurunan kesadaraan, serta perubahan pada pupil mata. Selain itu ayunan yang kuat, dapat membuat tulang kaki, tungkai, serta lengan patah. Ini dapat terjadi karena saat mengayun bayi, yang dipegang bukan badannya melainkan kaki, lengan/ketiaknya.

Bayi tetap akan dapat tidur dengan nyenyak tanpa harus diayun dengan kuat. Karena itu adalah sifat alamiah manusia. Bila bayi telah kenyang dan tubuhnya sehat, ia pasti akan mudah untuk tidur.

Berdasarkan data kejadian di USA per tahun terjadi 1.200-1.400 kasus shake baby syndrom dengan 7-30 persen meninggal dunia, 30-50% mengalami gangguan saraf dan kecerdasan, sementara sisanya tidak memperlihatkan efek yang nyata. Untuk di Indonesia sendiri menurut Suwarba kasusnya berfluktuasi.

Pernahkan Mama mengalami kejadian seperti ini saat sedang menyusui?

1. Tiba-tiba dalam waktu beberapa hari bayi terlihat sering ingin menyusu sepanjang hari.
2. Bayi tampak selalu haus dan tidak kenyang.
3. Bayi sering ingin bangun dan menyusu di malam hari dan rewel.

Kemudian setelah mengalami hal tersebut di atas selama beberapa hari (sekitar 2-3 hari), bayi tampak tenang dan lebih sering tidur dalam waktu 1-2 hari setelahnya. Jika Mama pernah merasakan bayi menunjukkan perilaku seperti ini, bisa saja bayi Anda sedang mengalami suatu periode pertumbuhan yang dinamakan growth spurt.

Bayi akan mengalami growth spurt atau disebut juga percepatan pertumbuhan biasanya dalam 12 bulan pertama kehidupannya. Percepatan pertumbuhan di sini artinya bayi “didorong” untuk tumbuh lebih cepat dari biasanya sehingga dia membutuhkan asupan ASI lebih banyak dan tubuh Mama akan mendapatkan “natural alert” untuk memproduksi dan menyuplai ASI lebih banyak lagi sesuai kebutuhan bayi. Jadi Mama tidak perlu khawatir ASI kurang. Ingat lagi prinsip pembentukan ASI berdasarkan demand and supply process, semakin bayi menyusu lebih sering dan banyak maka semakin banyak pula ASI yang dihasilkan.

Bagaimana kita tahu bayi kita sedang mengalami growth spurt? Berikut ini adalah tanda-tandanya:

1. Bayi menyusu lebih sering dari biasanya, kadang bisa setiap jam atau setiap 30 menit sekali atau hampir nonstop.
2. Bayi lebih rewel dari biasanya, begitu rewel dan disodorkan payudara, bayi langsung mau menyusu. Mudahnya bayi lebih memilih “nempel” langsung pada Mamanya.
3. Bayi sering bangun tengah malam untuk menyusu. Bayi seakan mengerti bahwa produksi hormon prolaktin paling tinggi pada malam hari.
4. Gejala ini bisa berlangsung selama 2-3 hari, beberapa kasus ada bayi yang mengalami growth spurt sampai 1 minggu. Setelah periode growth spurt, bayi akan tidur lebih tenang dan lebih lama selama 1-2 hari, seakan-akan dia letih habis bekerja keras. Lucu ya, Ma. :)

Begitu bayi menunjukkan tanda-tanda seperti ini, suplai ASI Mama juga akan meningkat selama beberapa hari disesuaikan dengan peningkatan kebutuhan bayi. Waktu-waktu tertentu dimana bayi mungkin mengalami growth spurt yaitu selama beberapa hari pertama pasca lahir (ketika bayi sudah pulang ke rumah, pulang dari rumah bersalin), usia 7-10 hari, usia 2-3 minggu, usia 4-6 minggu, usia 3 bulan, usia 4 bulan, usia 6 bulan, usia 9 bulan atau lebih. Waktu-waktu ini tidak jadi patokan karena masing-masing bayi menunjukkan pola yang berbeda.

Jika bayi menunjukkan gejala growth spurt seperti yang sudah disebutkan di atas, bagaimana cara menanganinya? Saya akan bagi bebebrapa tips yang bisa dicoba Mama:

1. Ikuti kemauan bayi. Jika dia ingin menyusu setiap 30 menit sampai 1 jam sekali, ikuti saja karena bayi yang paling tahu seberapa banyak asupan ASI yang dia butuhkan untuk mempercepat pertumbuhannya. Ketika bayi sering menyusu, sinyal yang dicetuskan ke badan Mama untuk menghasilkan ASI juga semakin banyak. Artinya tubuh akan terus memproduksi ASI lebih banyak lagi.
2. Bayi sehat 0-6 bulan yang mengalami growth spurt tidak membutuhkan asupan lain selain ASI. Pemberian susu formula dan makanan padat hanya akan mengganggu “natural alert” atau sinyal ke tubuh Mama untuk memproduksi ASI lebih banyak lagi. Selalu tanamkan di mind-set Mama bahwa ASI akan semakin banyak karena bayi yang terus menyusu.
3. Hilangkan pikiran negatif dan kekhawatiran bahwa bayi yang terus menyusu berarti belum kenyang karena ASI-nya kurang atau ASI tidak cukup. Pikiran Mama sangat mempengaruhi proses pengeluarkan oksitosin yang tugasnya menyuplai ASI. Pikiran negatif dapat mengganggu kerja oksitosin.
4. Hindari memberlakukan jadwal menyusu pada bayi. Ini dapat membuat bayi stress dan semakin rewel. Mama juga ikut stress dan pembentukan ASI bisa terhambat.
5. Mama biasanya lebih letih ketika bayi sedang growth spurt, jangan lupa tetap makan makanan dengan gizi seimbang, banyak minum air putih, tidurlah bersama bayi ketika ia tidur.
6. Tetap perhatikan tanda bayi mendapat cukup ASI yaitu dari kenaikan berat badan bayi pada grafik pertumbuhan, frekuensi BAK minimal 6x sehari, frekuensi BAB yang sering pada awal-awal kehidupannya dan bisa menjadi jarang mulai usia 40 hari.
7. Tetap tenang dan percaya diri.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu Mama menghadapi situasi saat bayi sedang mengalami growth spurt.

Selamat menyusui. :)

   


04-01-2015 21:48:50 Kehamilan BO
Jumlah Posts : 23
Jumlah di-Like : belum ada like
perkenalkan saya wiwi...just info aja buat mba diena...saya thn lalu pernah mengalami kehamilan BO itu kehamilan yg kedua...sebelumnya saya mengalami abortus yaitu janin meninggal didalam usia 6 bulan..tenang aja mba diena yg namanya BO kemungkinan sel telur atau sperma yg kurang bagus pada saat pembuahan jadi embrio tidak dapat berkembang dan itu banyak terjadi dikarenakan juga faktor lingkungan yaitu udara dan makanan...tapi saya alhamdullilah setelah kuret yg kehamilan kedua setelah 5 bulan sudah dipercaya buat hamil lagi dan sekarang babynya sudah mau umur 4 bulan dan sehat...intinya banyak makanan yg sehat dan jauhin makanan instan...semoga membantu.
   
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Stimulasi Bayi Tengkurap BAGI beberapa bayi, tengkurap sangat menyenangkan. Tapi belum tentu bagi bayi lain. Ia sangat malas bila sang mama menengkurapkannya, apalagi kalau badannya sangat montok. Hmm, sejak kapan sih biasanya bayi mulai belajar tengkurap? Adakah cara asyik agar si "malas" jadi rajin tengkurap? Nah untuk Anda yang ingin mengetahuinya, pemaparan dr Eka Nurfitri SpA dari RSUP Fatmawati, Jakarta berikut mampu menjawabnya. Bayi Mulai Tengkurap Umumnya, bayi mulai tengkurap sekitar usia 4 bulan. Tetapi sesuai dengan denver developmental screening test II, rentangnya bisa dimulai dari usia 3-7 bulan. Jadi, pada akhir bulan ke-3, kebanyakan bayi sudah mampu tengkurap dan menendang-nendang, kakinya sudah mulai menapak bila diberdirikan dan dia suka memasukkan tangan ke mulut. Sebenarnya bayi akan belajar sendiri untuk mengguling-gulingkan badannya. Bagi bayi yang montok, biasanya dia akan lebih malas untuk bergerak. Sementara itu, bayi yang terlahir prematur mungkin akan sedikit lambat perkembangannya. Nah sebagai orangtua, Anda bisa memberikan bantuan dan stimulasi untuk mempercepat proses belajarnya. Ciri Bayi Mulai Tengkurap Pada bayi normal, kemampuan tengkurap dimulai secara alamiah. Diawali dengan kemampuan memiringkan badan sekitar usia 1,5-2 bulan, bayi sudah menunjukkan keinginannya untuk tengkurap. Selanjutnya, dia akan belajar tengkurap pertama kali pada satu sisi, dilanjutkan dengan sisi yang lain, kemudian belajar berbalik lagi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua saat melatih bayi tengkurap. Pada bulan ketiga bayi belum bisa menopang kepalanya, tidak memerhatikan kedua tangannya, tidak bisa meraih benda yang ditaruh di depannya, tidak bisa menggenggam, kaki tidak menapak, dan bila diangkat kepala masih jatuh. Nah, ketika bayi Anda nanti sudah bisa tengkurap, semua hal di atas akan menjadi posisi favoritnya. Meskipun Anda telentangkan, bayi Anda akan dengan cepat berguling untuk kemudian tengkurap kembali. Siap-siap kerepotan, ya Moms, utamanya ketika ingin mengganti celana bayi Anda! Otot Semakin Kuat Ketika bayi semakin sering berguling atau tengkurap, koordinasi otot-otot tubuhnya akan dilatih untuk menjadi kuat. Pada masa ini, cobalah merangsangnya dengan memberikan permainan-permainan baru. Biarkan dia terangsang untuk meraih barang yang Anda pamerkan di depannya. Ketika bayi tengkurap, letakkan barang menarik di atas kepalanya, sehingga tangannya akan berusaha menggapai-gapai barang di atas kepalanya. Latihan-latihan sederhana ini akan memberikan efek untuk semakin memperkuat otot tangan dan koordinasi kaki, leher, tangan, kepala, dan badan. Hati-hati, Moms. Seiring semakin aktif pergerakannya, dia juga harus lebih diperhatikan. Tak bisa disangkal, bila tak berhati-hati, risiko bayi untuk terluka akibat bersentuhan dengan berbagai benda di sekitarnya, atau terkilir, bisa terjadi. Tanda Peringatan! Moms, bila pada usia 6 bulan bayi belum bisa tengkurap, juga belum menunjukkan keaktifan terhadap hal-hal di sekitarnya, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak. Bila pada usia 3 bulan, kepalanya masih jatuh terkulai atau lemas, ini suatu peringatan bahwa mungkin dia mengalami keterlambatan. Tip Agar Bayi Betah Tengkurap - Bunyikan mainan di depan bayi, kemudian pindahkan ke arah samping agar dia terangsang untuk mendekati mainannya. - Bantu bayi Anda dengan cara mendorong badannya secara perlahan. Jika sudah terbiasa, maka bayi akan mencoba untuk tengkurap sendiri. Jika masih belum bisa, jangan bosan untuk membantunya hingga bisa. - Seringlah melatih bayi dengan meletakkannya dalam posisi tengkurap. Bila bayi sedang tengkurap, balikkan tubuhnya hingga telentang. Atau sebaliknya. Awalnya cukup 3 hingga 5 menit, tidak perlu berlama-lama. Jika bayi Anda cepat menangis, balikkan kembali badannya. Namun cobalah lagi dalam beberapa waktu kemudian. Cara ini akan membantu memperkuat otot lehernya. - Latihlah motoriknya dengan sedikit memiringkan posisi bayi ketika menyusui. - Ajaklah bayi Anda bermain pada alas yang agak empuk, tanpa terlalu banyak menggendongnya. (nsa)                                          http://lifestyle.okezone.com/read/2010/03/19/27/314233/hebat-dedek-sudah-bisa-tengkurap   
   


03-01-2014 01:24:29 20bln blm bsa brjln dn bicara
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Deteksi Terlambat Bicara Pada Anak, Normal atau Berbahaya ?

Posted on Februari 26, 2012 by GrowUp Clinic 




Deteksi dini dan mengenali keterlambatan bicara pada anak sejak dini sangat penting. karena, kemampuan bicara dan bahasa adalah infestasi terbesar anak di masa depan untuk mencapai berbagai prestasi. Keterlambatan bicara sering dialami anak dengan berbagai penyebab. Orangtua harus mewaspadai gangguan bicara bila disebabkan karena gangguan yang berat. Namun sebaliknya jangan meremehkan gangguan keterlambatan bicara yang ringan. Pada gangguan keterlambatan bicara yang ringanpun akan membuat kualitas kemampuan anak dalam berkomunkiasi di masa depan tidak optimal. Deteksi dini keterlambatan bicara pada anak sangat penting untuk bisa segera dilakukan intervensi dan stimulasi lebih dini. 



* Bahasa adalah bentuk aturan atau sistem lambang yang digunakan anak dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya yang dilakukan untuk bertukar gagasan, pikiran dan emosi. Bahasa bisa diekspresikan melalui bicara mengacu pada simbol verbal. Selain itu bahasa dapat juga diekspresikan melalui tulisan, tanda gestural dan musik. Bahasa juga dapat mencakup aspek komunikasi nonverbal seperti gestikulasi, gestural atau pantomim.


Gestikulasi adalah ekspresi gerakan tangan dan lengan untuk menekankan makna wicara. Pantomim adalah sebuah cara komunikasi yang mengubah komunikasi verbal dengan aksi yang mencakup beberapa gestural (ekspresi gerakan yang menggunakan setiap bagian tubuh) dengan makna yang berbeda beda.


* Gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Keterlambatan bicara adalah keluhan utama yang sering dicemaskan dan dikeluhkan orang tua kepada dokter. Gangguan ini semakin hari tampak semakin meningkat pesat. Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 5 ? 10% pada anak sekolah.


* Penyebab keterlambatan bicara sangat luas dan banyak, Gangguan tersebut ada yang ringan sampai yang berat, mulai dari yang bisa membaik hingga yang sulit untuk membaik.


* Keterlambatan bicara fungsional merupakan penyebab yang sering dialami oleh sebagian anak. Keterlambatan bicara golongan ini biasanya ringan dan hanya merupakan ketidakmatangan fungsi bicara pada anak. Pada usia tertentu terutama setelah usia 2 tahun akan membaik. Bila keterlambatan bicara tersebut bukan karena proses fungsional maka gangguan tersebut haruis lebih diwaspadai karena bukan sesuatu yang ringan.


* Semakin dini mendeteksi keterlambatan bicara, maka semakin baik kemungkinan pemulihan gangguan tersebut Bila keterlambatan bicara tersebut nonfungsional maka harus cepat dilakukan stimulasi dan intervensi dapat dilakukan pada anak tersebut. Deteksi dini keterlambatan bicara harus dilakukan oleh semua individu yang terlibat dalam penanganan anak ini. Kegiatan deteksi dini ini melibatkan orang tua, keluarga, dokter kandungan yang merawat sejak kehamilan dan dokter anak yang merawat anak tersebut. Sehingga dalam deteksi dini tersebut harus bisa mengenali apakah keterlambatan bicara anak kita merupakan sesuatu yang fungsional atau yang nonfungsional.


 Faktor Resiko : Bayi dengan beberapa faktor resiko harus lebih diwaspadai dan dilakukan deteksi dini lebih cermat. Faktor resiko yang harus diwaspadai adalah 

* Bayi prematur terutama dengan kompolikasi sepsis, poerdarahan otak dan komplikasi lainnya

* Bayi berat badan lahir rendah

* Bayi dengan riwayat sering muntah (GER, diserta riwayat alergi dan hipersensitifitas makanan. Baca : Adakah hubungan keterlambatan bicara, GER (kebiasaan muntah) dan Alergi makanan )

* Bayi saat paska kelahiran dirawat di NICU dengan kuning sangat tinggi, terapi tranfusi tukar, gangguan kejang, peradarahan otak, lahir tidak menangis (asfiksia), harus lebih diwaspadai beresiko mengalami gangguan keterlambatan bicara

* Saudara mengalami gangguan pendengaran

* Infeksi kehamilan TORCH pada ibu hamil 




Deteksi Dini Gejala Keterlambatan Bicara Pada Anak : Beberapa tanda dan gejala yang harus diwaspadai bila anak mengalami keterlambatan bicara. Berbagai gejala tersebut dapat dilakukan sesuai tahapan umur anak. 

* Mendeteksi gangguan perkembangan bicara sesuai tahapan, tetapi secara umum dapat dilihat dari saat pertambahan usia kemampuan bicaranya menurun

(1) bila sebelumnya sering mengoceh kemudian mengocehnya menghilang atau

(2)Sebelumnya bisa mengucapkan kata mama dan papa kemudian menghilang harus dicermati ada masalah dalam perkembangan bicara.


* Deteksi dini lain adalah keterlambatan sesuai dengan tahapan usia sebagai berikut : 

4 ? 6 BULAN * Tidak menirukan suara yang dikeluarkan orang tuanya;* Pada usia 6 bulan belum tertawa atau berceloteh 

8 ? 10 BULAN * Usia 8 bulan tidak mengeluarkan suara yang menarik perhatian;* Usia 10 bulan, belum bereaksi ketika dipanggil namanya;* 9-10 bln, tidak memperlihatkan emosi seperti tertawa atau menangis 

12 ? 15 BULAN * 12 bulan, belum menunjukkan mimik;* 12 bulan, belum mampu mengeluarkan suara;* 12 bulan, tidak menunjukkan usaha berkomunikasi bila membutuhkan sesuatu;* 15 bulan, belum mampu memahami arti ?tidak boleh? atau ?daag?;* 15 bulan, tidak memperlihatkan 6 mimik yang berbeda;* 15 bulan, belum dapat mengucapkan 1-3 kata;

 18 ? 24 BULAN * 18 bulan, belum dapat menucapkan 6-10 kata; tidak menunjukkan ke sesuatu yang menarik perhatian;* 18-20 bulan, tidak dapat menatap mata orang lain dengan baik* 21 bulan, belum dapat mengikuti perintah sederhana;* 24 bulan, belum mampu merangkai 2 kata menjadi kalimat;* 24 bulan, tidak memahami fungsi alat rumah tangga seperti sikat gigi dan telepon;* 24 bulan, belum dapat meniru tingkah laku atau kata-kata orang lain;* 24 bulan, tidak mampu meunjukkan anggota tubuhnya bila ditanya 

30 ? 36 BULAN * 30 bulan, tidak dapat dipahami oleh anggota keluarga;* 36 bulan, tidak menggunakan kalimat sederhana, pertanyaan dan tidak dapat dipahami oleh orang lain selain anggota keluarga; 

3 ? 4 TAHUN * 3 tahun, tidak mengucapkan kalimat, tidak mengerti perintah verbal dan tidak memiliki minat bermain dengan sesamanya;* 3,5 tahun, tidak dapat menyelesaikan kata seperti ?ayah? diucapkan ?aya?;* 4 tahun, masih gagap dan tidak dapat dimengerti secara lengkap 


Bila terdapat beberapa tanda dan gejala tersebut sebaiknya orangtua harus waspada bahwa memang anak mengalami keterlambatan bicara. Langkah berikutnya adalah menentukan apakah jenis dan penyebab gangguan bicara tersebut. Dalam menentukan tahapan berikut ini memanglah tidak mudah. Secara umum jenis dan penyebab keterlambatan bicara pada anak dibedakan

 1. Keterlambatan bicara ringan dan tidak berbahaya sering disebut keterlambatan bicara fungsional).

 * Keterlambatan bicara ini biasanya disebabkan karena keterlambatan gangguan koordinasi oral motor atau gerakan mulut atau ketidakmatangan fungsi organ otak tetapi tanpa disebabkan karena kelainan di otak.

* Untuk memastikan status keterlambatan fungsional harus dengan cermat menyingkirkan gejala keterlambatan nonfungsional.

* Gejala umum keterlambatan bicara nonfungsional adalah adanya gangguan bahasa reseptif, gangguan kemampuan pemecahan masalah visuo-motor dan keterlambatan perkembangan, 


1. Keterlambatan bicara organik atau nonfungsional yang harus diwaspadai.Keterlambatan bicara jenis yang harus diwaspadai ini adalah keterlambatan bicara yang disebabkan karena gangguan organ tubuh terutama adanya kelainan di otak. Dicurigai keterlambatan bicara nonfungsional bila disertai 

* Kelainan neurologis bawaan atau didapat seperti wajah dismorfik, perawakan pendek, mikrosefali, makrosefali, tumor otak, kelumpuhan umum, infeksi otak, gangguan anatomis telinga, gangguan mata, cerebral palsi dan gangguan neurologis lainnya.

* Gangguan pendengaran (bila anak dapat mengikuti perintah, dapat bergoyang saat mendengarkan lagu, dan dapat bersenandung lagu biasanya bukan gangguan pendengaran tidak perlu harus tes BERA (tes gangguan pendengaran). tetapi bila tidak terdapat gangguan tersebut maka perlu diilakukan tes BERA.

* Gangguan kecerdasan : (bila dapat mengikuti perintah ringan, dapat melakukan gerakan dada, jabat tangan dan respon non verbal bnaik biasanaya bukan gangguan kecerdasan)

* Autis (bila kontak mata atau pandangan mata bisa melihat lawan bicara lama dan baik baik biasanya bukan gangguan autis. (baca : Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini : Autiskah Anak Anda ?)


* Ciri lain keterlambatan bicara nonfungsional biasanya termasuk keterlambatan yang berat. Ciri ketelambatan Bicara Berat 

* bayi tidak mau tersenyum sosial sampai 10 minggu

* tidak mengeluarkan suara sebagai jawaban pada usia 3 bulan.

* Tanda lainnya tidak ada perhatian terhadap sekitar sampai usia 8 bulan,

* tidak bicara sampai usia 15 bulan

* tidak mengucapkan 3-4 kata sampai usia 20 bulan 


Karakteristik berbagai keterlambatan BicaraDiagnosis Bahasa reseptif Bahasa ekspresif Kemampuan pemecahan masalah visuo-motor Pola perkembanganKeterlambatan fungsional normal Kurang normal Normal Hanya ekspresif yang terganggu Gangguan pendengaran Kurang normal Kurang normal normal DisosiasiRedartasi mental Kurang normal Kurang normal Kurang normal Keterlambatan global Gangguan komunikasi sentral Kurang normal Kurang normal normal Disosiasi, deviansi Kesulitan belajar normal,kurang normal Normal normal,kurang normal DisosiasiAutis Kurang normal normal,kurang normal Tampaknya normal, normal, selalu lebih baik dari bahasa Deviansi, disosiasi Mutisme elektif normal Normal normal,kurang normal 


Penanganan :

 * Bila tidak terdapat gangguan Autis, gangguan kecerdasan, gangguan pendengaran dan gangguan susunan saraf pusat lainnya maka biasanya masuk golongan keterlambatan bicara fungsional. Biasanya gangguan kelompok ini ringan dan dengan pertambahan usia atau setelah usia 2 tahun membaik dengan cepat. Biasanya gangguan ini bukan masalah karena kurang stimulasi, terlalu banyak melihat televisi karena yang terjadi adalah gangguan ekspresi atau gangguan koordinasi gerakan mulut. Hal ini terbukti bahwa dalam saudara yang sama faktor stimulasi dan melihat televisi sama tetapi anak yang satu terlambat bicara dan anak lain tidak terlambat bicara. Mungkin saja faktor tersebut hanya memperberat bukan penyebab utama. Gangguan kelompok ini sering terjadi pada penderita yang mengalami alergi dan hipersenitifitas makanan. (baca : Permasalahan Alergi Makanan atau baca : Adakah hubungan keterlambatan bicara, GER (kebiasaan muntah) dan Alergi makanan )

* Pada kelainan non fungsional atau gangguan organik di organ Susunan saraf pusat tampaknya harus segera dilakukan intervensi sejak dini lebih agresif Perlukah terapi bicara ?

 * Meski stimulasi dan intervensi sejak dini paling baik tetapi pada anak dengan gangguan keterlambatan bicara fungsional biasanya terapi bicara secara khusus belum diperlukan. Intervensi dan stimulasi untuk gerakan oral motor dapat dilakukan di rumah dengan penanganan dalam segi neuromotorik dapat melalui pencapaian tingkat kesadaran yang optimal dengan stimulasi sistem multisensoris, stimulasi kontrol gerak oral dan refleks menelan, teknik khusus untuk posisi yang baik. Penggunaan sikat gigi listrik kadang membantu msnstimulasi sensoris otot di daerah mulut. Tindakan yang tampaknya dapat membantu adalah melatih koordinasi gerakan otot mulut adalah dengan membiasakan minum dengan memakai sedotan, latihan senam gerakan otot mulut, latihan meniup balon atau harmonika.


Bila setelah usia 2-3 tahun perkembangan bicara masih belum optimal maka terapi bicara dan terapi sensori integration dapat segera dilakukan
   
30-12-2013 04:56:32 bayi blm tengkurap
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Stimulasi Bayi Tengkurap BAGI beberapa bayi, tengkurap sangat menyenangkan. Tapi belum tentu bagi bayi lain. Ia sangat malas bila sang mama menengkurapkannya, apalagi kalau badannya sangat montok. Hmm, sejak kapan sih biasanya bayi mulai belajar tengkurap? Adakah cara asyik agar si "malas" jadi rajin tengkurap? Nah untuk Anda yang ingin mengetahuinya, pemaparan dr Eka Nurfitri SpA dari RSUP Fatmawati, Jakarta berikut mampu menjawabnya. Bayi Mulai Tengkurap Umumnya, bayi mulai tengkurap sekitar usia 4 bulan. Tetapi sesuai dengan denver developmental screening test II, rentangnya bisa dimulai dari usia 3-7 bulan. Jadi, pada akhir bulan ke-3, kebanyakan bayi sudah mampu tengkurap dan menendang-nendang, kakinya sudah mulai menapak bila diberdirikan dan dia suka memasukkan tangan ke mulut. Sebenarnya bayi akan belajar sendiri untuk mengguling-gulingkan badannya. Bagi bayi yang montok, biasanya dia akan lebih malas untuk bergerak. Sementara itu, bayi yang terlahir prematur mungkin akan sedikit lambat perkembangannya. Nah sebagai orangtua, Anda bisa memberikan bantuan dan stimulasi untuk mempercepat proses belajarnya. Ciri Bayi Mulai Tengkurap Pada bayi normal, kemampuan tengkurap dimulai secara alamiah. Diawali dengan kemampuan memiringkan badan sekitar usia 1,5-2 bulan, bayi sudah menunjukkan keinginannya untuk tengkurap. Selanjutnya, dia akan belajar tengkurap pertama kali pada satu sisi, dilanjutkan dengan sisi yang lain, kemudian belajar berbalik lagi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua saat melatih bayi tengkurap. Pada bulan ketiga bayi belum bisa menopang kepalanya, tidak memerhatikan kedua tangannya, tidak bisa meraih benda yang ditaruh di depannya, tidak bisa menggenggam, kaki tidak menapak, dan bila diangkat kepala masih jatuh. Nah, ketika bayi Anda nanti sudah bisa tengkurap, semua hal di atas akan menjadi posisi favoritnya. Meskipun Anda telentangkan, bayi Anda akan dengan cepat berguling untuk kemudian tengkurap kembali. Siap-siap kerepotan, ya Moms, utamanya ketika ingin mengganti celana bayi Anda! Otot Semakin Kuat Ketika bayi semakin sering berguling atau tengkurap, koordinasi otot-otot tubuhnya akan dilatih untuk menjadi kuat. Pada masa ini, cobalah merangsangnya dengan memberikan permainan-permainan baru. Biarkan dia terangsang untuk meraih barang yang Anda pamerkan di depannya. Ketika bayi tengkurap, letakkan barang menarik di atas kepalanya, sehingga tangannya akan berusaha menggapai-gapai barang di atas kepalanya. Latihan-latihan sederhana ini akan memberikan efek untuk semakin memperkuat otot tangan dan koordinasi kaki, leher, tangan, kepala, dan badan. Hati-hati, Moms. Seiring semakin aktif pergerakannya, dia juga harus lebih diperhatikan. Tak bisa disangkal, bila tak berhati-hati, risiko bayi untuk terluka akibat bersentuhan dengan berbagai benda di sekitarnya, atau terkilir, bisa terjadi. Tanda Peringatan! Moms, bila pada usia 6 bulan bayi belum bisa tengkurap, juga belum menunjukkan keaktifan terhadap hal-hal di sekitarnya, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak. Bila pada usia 3 bulan, kepalanya masih jatuh terkulai atau lemas, ini suatu peringatan bahwa mungkin dia mengalami keterlambatan. Tip Agar Bayi Betah Tengkurap - Bunyikan mainan di depan bayi, kemudian pindahkan ke arah samping agar dia terangsang untuk mendekati mainannya. - Bantu bayi Anda dengan cara mendorong badannya secara perlahan. Jika sudah terbiasa, maka bayi akan mencoba untuk tengkurap sendiri. Jika masih belum bisa, jangan bosan untuk membantunya hingga bisa. - Seringlah melatih bayi dengan meletakkannya dalam posisi tengkurap. Bila bayi sedang tengkurap, balikkan tubuhnya hingga telentang. Atau sebaliknya. Awalnya cukup 3 hingga 5 menit, tidak perlu berlama-lama. Jika bayi Anda cepat menangis, balikkan kembali badannya. Namun cobalah lagi dalam beberapa waktu kemudian. Cara ini akan membantu memperkuat otot lehernya. - Latihlah motoriknya dengan sedikit memiringkan posisi bayi ketika menyusui. - Ajaklah bayi Anda bermain pada alas yang agak empuk, tanpa terlalu banyak menggendongnya. (nsa)                                         http://lifestyle.okezone.com/read/2010/03/19/27/314233/hebat-dedek-sudah-bisa-tengkurap   
   
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
anak saya umur 4 bln alergi susu sapi, apakahmemang benear ciri bayi alergi susu sapi selalu menangis pada waktu yang sama sekitar jam 09-11 malam, hampir setiap hari. apakah susu bayi isomil advance bagus untuk bayi alergi susu sapi. thx

Dari : Karmelita Yohana

Jawaban:

Dear Bunda,

Tanda dan gejala alergi susu adalah; muntah, kembung, diare, reaksi pada kulit seperti gatal dan kemerahan, bersin, dan bayi anda rewel. Apakah Bunda telah mengenali pola jam tidur bayi Anda? Bayi baru lahir (new born / neonatus) Jumlah waktu tidur antara 10½ jam sampai 18 jam. Belum banyak pola waktu tidur bayi pada usia awal ini. Bayi anda dapat tidur hanya dalam beberapa menit ataupun berjam-jam dan terbangun karena lapar untuk meminum susu.

Usia 1 bulan Jumlah waktu tidur antara 10½ sampai 18 jam. Bayi anda mulai dapat beradaptasi dan membedakan antara waktu siang dan malam. Pada siang hari, bayi anda akan sering melakukan tidur meskipun ia telah menggunakan sebagian besar waktu malam untuk tidur.

Usia 2 bulan Jumlah waktu tidur antara 10½ sampai 18 jam. Bayi anda lebih waspada dan mengenali orang-orang disekelilingnya. Kebanyakan para bayi masih melakukan tidur siang 2 sampai 4 jam (atau lebih). Bayi anda kemungkinan sudah mulai meninggalkan minum susu pada waktu tengah malam. Usia 3 bulan Jumlah waktu tidur antara 10½ sampai 16½ jam. Beberapa bayi bahkan dapat tidur nyenyak antara 6-8 jam pada malam hari. Sebagian besar bayi melakukan 2-3 jam tidur siang.

Usia 6 bulan Jumlah waktu tidur antara 13¼ sampai 14¼ jam. Pada malam hari, bayi biasanya tidur sekitar 9-11 jam. Tidur pada pagi hari dan sore hari biasanya dilakukan dalam waktu pendek.

Usia 9 bulan Jumlah waktu tidur antara 13-14 jam. Sebagian besar para bayi tidur selama 10-11 jam tanpa terbangun. Pada usia ini, bayi anda mungkin menyukai tidur pada siang atau sore hari.

Usia 12 bulan (Balita / Toddler) Jumlah waktu tidur antara 12½-13¾ jam. Tidur nyenyak pada malam hari selama 10-12 jam, ditambah tidur pendek pada waktu siang dan sore hari.

Usia 18 bulan Jumlah waktu tidur antara 12½-13½ jam. Sebagian besar anak tidur nyenyak selama 10-11 jam pada malam hari, dan tidur beberapa jam pada siang hari.

Usia 2 tahun (Pre school) Jumlah waktu tidur antara 12½-13 jam. Sebagian besar balita berumur 2 tahun masih melakukan tidur di siang hari dan tidur malam hari setengah 10-11 jam. Mungkin anda memiliki sedikit kesulitan untuk menidurkan anak anda pada usia ini, temani Ia tidur dan bacakan cerita sebelum tidur untung menenangkannya.

Usia 3 tahun Jumlah waktu tidur antara 12 - 13 jam. Pada usia ini, anak anda mungkin sudah beralih menggunakan tempat tidur yang lebih besar. Sebagian anak tidak lagi melakukan tidur siang namun memperpanjang tidur pada malam hari. Meskipun begitu, sebaiknya anak anda melakukan tidur siang hari untuk menjaga kebugarannya.

Usia 4-5 tahun Jumlah waktu tidur antara 11-12 jam. Sebagian besar anak pada usia ini hanya tidur pada waktu malam. Bagi anak yang aktif di siang hari, kemungkinan akan lebih cepat merasa lelah dan tidur lebih awal pada petang hari.

Usia 6 tahun Jumlah waktu tidur antara 10-11½ jam, sepanjang malam. Pada usia ini, beberapa anak memiliki ketakutan terhadap gelap dan malam hari. Hal ini dapat menjadi penyebab kesulitan tidur pada malam hari.

Usia 7-8 tahun Jumlah waktu tidur antara 9½-11½ jam. Sebagian besar anak pada usia ini mendapatkan waktu tidur yang padat pada malam hari.
   
26-05-2016 11:44:17 hamil saat menyusui
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,
Meskipun ada kontroversi bahwa menyusui saat hamil akan mengurangi nutrisi pada janin dan dapat menimbulkan kontraksi pada rahim, tetapi banyak yang berpendapat bahwa tidak ada pengaruh buruk bagi bayi yang di susui maupun yang di kandung bila bunda menyusui saat hamil. Bila Bunda tidak mengalami kontraksi saat menyusui terutama bila memiliki bayi di bawah 6 bulan, tidak apa menyusui anak Anda selama Bunda mengandung anak berikutnya. Makanlah makanan yang bergizi agar kesehatan dan status gizi Bunda selalu baik selama hamil dan menyusui. Jangan lupa meminum suplemen ibu hamil terutama zat besi dan asam folat. Bagi anak yang sudah melewati usia 6 bulan , seperti anak Bunda yang sudah berusia di atas 1 tahun, bisa diteruskan dengan menyapih.

   
Jumlah Posts : 12
Jumlah di-Like : belum ada like
wa'alaikumussalam, salam kenal juga ya bu da pamela ^^ Alhamdulillah klo keluhannya udh hilang, jdi bisa lbh leluasa ngatur menu makanan. gpp bun klo blm keliatan di usia 16w, yg penting debaynya sehat dan normal. soalnya katanya bentuk rahim wanita itu beda2, ada yang bari 16w udh keliatan besar, ada juga yg blm terlalu kelihatan. katanya klo mulai kelihatan itu pas usia 6 bulan bun atau sekitar 24w, mau disembunyiin pake baju juga udh gk bisa soalnya perutnya udh nongol hihi. bunda bisa konsulkan kekhawatiran2 bunda sama bidan atau dokter tempat bunda kontrol setiap bulannya :)
   
Jumlah Posts : 38
Jumlah di-Like : belum ada like
inti nya sabar menghadapi pola makan anak ya bunda, lambat laun pasti ada perkembangan nya ko baik dr pola makan ataupun pertumbuhan yg lain nya . Anak aku sm dia susah makan ( susah mangap ) tp klo udah masuk mulut dia pasti kunyah dan d telan dan ga pernah d buang,cuma agak lama sih dan memerlukan kesabaran klo sampe ngabisin makanan nya. anak aku usianya udah masuk 10 bulan dia dah tumbuh gigi sejak usia 6 bulan dan skrng gigi nya dah mau 8 gigi. untuk bunda coba d usahakan kasi makan yg lain yg dia suka tp harus makanan sehat. intinya sabar , berusaha dan berdoa.
   
07-07-2015 11:32:02 bayi diare
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

Pernahkan Mama mengalami kejadian seperti ini saat sedang menyusui?

  • 1. Tiba-tiba dalam waktu beberapa hari bayi terlihat sering ingin menyusu sepanjang hari.
    2. Bayi tampak selalu haus dan tidak kenyang.
    3. Bayi sering ingin bangun dan menyusu di malam hari dan rewel.

Kemudian setelah mengalami hal tersebut di atas selama beberapa hari (sekitar 2-3 hari), bayi tampak tenang dan lebih sering tidur dalam waktu 1-2 hari setelahnya. Jika Mama pernah merasakan bayi menunjukkan perilaku seperti ini, bisa saja bayi Anda sedang mengalami suatu periode pertumbuhan yang dinamakan growth spurt.

Bayi akan mengalami growth spurt atau disebut juga percepatan pertumbuhan biasanya dalam 12 bulan pertama kehidupannya. Percepatan pertumbuhan di sini artinya bayi “didorong” untuk tumbuh lebih cepat dari biasanya sehingga dia membutuhkan asupan ASI lebih banyak dan tubuh Mama akan mendapatkan “natural alert” untuk memproduksi dan menyuplai ASI lebih banyak lagi sesuai kebutuhan bayi. Jadi Mama tidak perlu khawatir ASI kurang. Ingat lagi prinsip pembentukan ASI berdasarkan demand and supply process, semakin bayi menyusu lebih sering dan banyak maka semakin banyak pula ASI yang dihasilkan.

Bagaimana kita tahu bayi kita sedang mengalami growth spurt? Berikut ini adalah tanda-tandanya:

  • 1. Bayi menyusu lebih sering dari biasanya, kadang bisa setiap jam atau setiap 30 menit sekali atau hampir nonstop.
    2. Bayi lebih rewel dari biasanya, begitu rewel dan disodorkan payudara, bayi langsung mau menyusu. Mudahnya bayi lebih memilih “nempel” langsung pada Mamanya.
    3. Bayi sering bangun tengah malam untuk menyusu. Bayi seakan mengerti bahwa produksi hormon prolaktin paling tinggi pada malam hari.
    4. Gejala ini bisa berlangsung selama 2-3 hari, beberapa kasus ada bayi yang mengalami growth spurt sampai 1 minggu. Setelah periode growth spurt, bayi akan tidur lebih tenang dan lebih lama selama 1-2 hari, seakan-akan dia letih habis bekerja keras. Lucu ya, Ma. :)

Begitu bayi menunjukkan tanda-tanda seperti ini, suplai ASI Mama juga akan meningkat selama beberapa hari disesuaikan dengan peningkatan kebutuhan bayi. Waktu-waktu tertentu dimana bayi mungkin mengalami growth spurt yaitu selama beberapa hari pertama pasca lahir (ketika bayi sudah pulang ke rumah, pulang dari rumah bersalin), usia 7-10 hari, usia 2-3 minggu, usia 4-6 minggu, usia 3 bulan, usia 4 bulan, usia 6 bulan, usia 9 bulan atau lebih. Waktu-waktu ini tidak jadi patokan karena masing-masing bayi menunjukkan pola yang berbeda.

Jika bayi menunjukkan gejala growth spurt seperti yang sudah disebutkan di atas, bagaimana cara menanganinya? Saya akan bagi bebebrapa tips yang bisa dicoba Mama:

  • 1. Ikuti kemauan bayi. Jika dia ingin menyusu setiap 30 menit sampai 1 jam sekali, ikuti saja karena bayi yang paling tahu seberapa banyak asupan ASI yang dia butuhkan untuk mempercepat pertumbuhannya. Ketika bayi sering menyusu, sinyal yang dicetuskan ke badan Mama untuk menghasilkan ASI juga semakin banyak. Artinya tubuh akan terus memproduksi ASI lebih banyak lagi.
    2. Bayi sehat 0-6 bulan yang mengalami growth spurt tidak membutuhkan asupan lain selain ASI. Pemberian susu formula dan makanan padat hanya akan mengganggu “natural alert” atau sinyal ke tubuh Mama untuk memproduksi ASI lebih banyak lagi. Selalu tanamkan di mind-set Mama bahwa ASI akan semakin banyak karena bayi yang terus menyusu.
    3. Hilangkan pikiran negatif dan kekhawatiran bahwa bayi yang terus menyusu berarti belum kenyang karena ASI-nya kurang atau ASI tidak cukup. Pikiran Mama sangat mempengaruhi proses pengeluarkan oksitosin yang tugasnya menyuplai ASI. Pikiran negatif dapat mengganggu kerja oksitosin.
    4. Hindari memberlakukan jadwal menyusu pada bayi. Ini dapat membuat bayi stress dan semakin rewel. Mama juga ikut stress dan pembentukan ASI bisa terhambat.
    5. Mama biasanya lebih letih ketika bayi sedang growth spurt, jangan lupa tetap makan makanan dengan gizi seimbang, banyak minum air putih, tidurlah bersama bayi ketika ia tidur.
    6. Tetap perhatikan tanda bayi mendapat cukup ASI yaitu dari kenaikan berat badan bayi pada grafik pertumbuhan, frekuensi BAK minimal 6x sehari, frekuensi BAB yang sering pada awal-awal kehidupannya dan bisa menjadi jarang mulai usia 40 hari.
    7. Tetap tenang dan percaya diri.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu Mama menghadapi situasi saat bayi sedang mengalami growth spurt.

Selamat menyusui. :)

   
Jumlah Posts : 235
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda ratna, kulit perutnya tebal kah?

teman saya, usia 6 bulan br bs merasakan kedutan/tendangan bayinya krn kulitnya tebal.

tidak usah risau bun, yg penting debay sehat saat d lht d USG dan aktf bergerak.
   
Jumlah Posts : 193
Jumlah di-Like : belum ada like
kalau pengalaman saya dulu anak pertama, tidak pernah ikut senam hamil bunda...usia janin memasuki usia 8 bulan, tiap pagi jalan kaki keliling komplek, nyetrika baju duduk di lantai, dan ngepel lantai pakai tangan alias jongkok.. Alhamdulillah di usia 38 w bayinya lahir secara normal, dgn proses pembukaan 1 smp bayi lahir hanya 6 jam. Kata dokter termasuk proses yg cpt utk anak pertama :)