SITE STATUS
Jumlah Member :
492.641 member
user online :
1034 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: ciri 2 hamil bayi perempuan diusia 4 bul

New Topic :  
Jumlah Posts : 53
Jumlah di-Like : belum ada like

Tebak jenis kelamin bayi dalam kandungan menjadi hal yang menyenangkan. Biasanya calon orangtua baru akan dibuat penasaran bahkan menebak-nebak jenis kelamin pada anak pertamanya. Mungkin sering Anda temukan ibu hamil menginginkan sesuatu yang aneh, tidak biasa atau mengidam, biasanya ibu hamil ngidam berbagai makanan dengan rasa asam atau manis, perubahan kebiasaan cenderung suka dandan atau sebaliknya, lebih cuek tidak mau merias diri. Atau tiba-tiba menyukai satu warna pakaian saja, Pink atau biru. kebiasaan-kebiasaan itu dipercayai karena bawaan bayi dan hal ini sudah menjadi mitos serta diyakini banyak orang untuk menebak jenis kelamin bayi dalam kandungan.

Berikut adalah tips menentukan jenis kelamin anak, berdasarkan mitos dan kepercayaan yang dipegang masyarakat sejak dulu :

1.Tebak jenis kelamin yang pertama,ibu hamil dapat menebak jenis kelamin bayi dengan memperhatikan kulit tubuhnya. Jika semasa kehamilan, Ibu memiliki kulit tubuh yang lembut seperti kulit bayi, kemungkinan bayi lahir jenis kelamin perempuan. Jika sebaliknya, kulit tubuh ibu cenderung kasar, kering, serta tumbuhnya bulu lebat disekitar kaki kemungkinan bayi lahir dengan jenis kelamin laki-laki. Tumbuhnya bulu kaki yang lebat disebabkan karena produksi testeron pada ibu hamil meningkat.

2.Sebaiknya Anda memperhatikan pula perubahan pada payudara. bayi lahir dengan Jenis kelamin perempuan, jika payudara ibu hamil memiliki ukuran payudara sebelah kiri lebih besar dibanding ukuran payudara kanan. Sebaliknya, jika ukuran payudara kanan lebih besar dibanding payudara kiri jenis kelamin bayi diprediksi laki-laki.

3.Cara menentukan jenis kelamin anak selanjutnya yaitu dengan memperhatikan posisi kandungan Anda. Jika cenderung berat ke atas, dipercaya bayi dalam kandungan berjenis kelamin perempuan dan sebaliknya, jika posisi kandungan berada dibawah kemungkinan bayi laki-laki.

4.Adanya perubahan hormon pada masa kehamilan, menyebabkan kecantikan ibu hamil berkurang. Seperti rambut rontok dan menipis, tidak ada keinginan untuk merias diri dan cenderung cuek dengan penampilannya, tanda-tandanya ini diyakini bayi lahir perempuan.

5.Metode selanjutnya Anda bisa mencoba tips menentukan jenis kelamin anak dengancara unik ini, Anda bisa mencobanya dengan mengayunkan kalung berbandul diatas perut ibu hamil. Perhatikan gerakannya, jika bandul mengayun dengan memutar kemungkinan bayi dalam kandungan perempuan jika bandul bergerak maju mundur, kemungkinan bayi laki-laki.

6.Selanjutnya ibu hamil perhatikan makanan yang sering diinginkan. Jika selama ngidam menginginkan makanan asin dan asam, kemungkinan bayi lahir berjenis kelamin laki-laki, jika ibu hamil mengidam makanan manis, mitosnya bayi akan lahir perempuan.

7.Apakah selama kehamilan Anda merasakan mood yang berubah-ubah? Iya! jika demikian, dipercayai pula bayi dalam kandungan Anda berjenis kelamin perempuan. Dipercayai pula, jika ketika hamil bayi perempuan ibu hamil selalu moody, kemungkinan besar bayi lahir akan membawa sifat moody.

8.Untuk menebak jenis kelamin bayi lainnya, Anda bisa memperhatikan urine pada ibu hamil. Jika urine ibu hamil berwarna tidak terlalu pekat (light) kemungkinan bayi lahir perempuan, jika warna urine pada ibu hamil berwarna pekat (Bright) kemungkinan bayi lahir laki-laki.

9.Cara menentukan jenis kelamin anak yang terakhir, dianggap paling akurat. Anda kini mempunyai kesibukan lain untuk mengetahui jenis kelamin dalam kandungan, dengan menghitung detak jantung bayi permenit. Jika detak jantung kurang dari 140 permenit, dipercayai bayi lahir perempuan dan jika detak jantung bayi lebih dari 140 permenit, dipercayai bayi lahir laki-laki.

Tips menentukan jenis kelamin anak diatas bisa Anda lakukan dengan cara menyenangkan bukan? Jenis kelamin bayi laki-laki atau perempuan memiliki keunikan masing-masing, yang terpenting adalah Anda harus lebih mempersiapkan diri untuk menjadi orangtua bijak yang penuh kasih sayang dan bisa melindungi buah hati Anda dalam segala situasi..

sumber: http://melindahospital.com/artikel/2937/Cara-Menentukan-Jenis-Kelamin-Anak-Tanpa-USG.html

dapatkan perlengkapan bayi disini moms: toko perlengkapan bayi

   


29-06-2008 09:54:46 Takut
Jumlah Posts : 161
Jumlah di-Like : belum ada like
Wah, judulnya kok takut? Apa yg ditakutkan? Sebenarnya semua pertanyaan Mas Leo ini dapat searching di google/yahoo kok. Tapi ada sedikit jawaban dari aku nih... 1. Ciri orang hamil ya macam2...misalnya: morning sick, itu mual-mual mau muntah, payudara mengeras, tidak mens/haid, nafsu makan menurun, lemes, dsb. Tapi ada juga yang ga mengalami morning sick lo!!! 2. Syarat untuk hamil: yang pasti harus mempunyai hubungan resmi suami istri disahkan agama, hehehe...oya, tentunya ya melakukan hunbungan suami istri donk...Kalo bisa wanita berusia di atas 20 thn, sehat jasmani n rohani. 3. Pertama kali berhubungan suami istri, tidak mesti hamil kok, asal yang cewek ga dalam masa subur. Apa masa subur? Cari di google atau di forum ibu hamil, bayi n balita. 4. Perubahan yang mendasar waktu hamil, ya pasti ga mens, perubahan emotional, perubahan fisik tentunya... 5. Masa subur kayaknya 14 hari setelah mens dihitung mulai saat mens (kalo ga salah), kalo mens teratur lo!   Mas, Leo...saya ga bisa jawab dengan baik. Mungkin banyak Bunda2 di forum ini bisa membantu, menambah...Thanks...
   
23-04-2014 02:12:50 BB bayi
Jumlah Posts : 146
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda karlin.. msh normal koq bund..

bayi bunda perempuan or laki-laki.. yg aku prnah baca brdasarkan kurva WHO 2005...
usia 2 bln bayi laki2 : 4.3 - 7.2 kg..
bayi perempuan : 4.0 - 6.6 kg

btw.. anak bunda minum ASI or sufor.. koq cepat bgt naik BB nya.. anak ku kmren lahir BB 2,9 kg jg.. pas 2 bln BB nya 4,7 kg...
   


Jumlah Posts : 19
Jumlah di-Like : belum ada like
pagi bundaa...aku baru aja melahirkan bayi perempuan..tgl 4 april kmren dgn cesar..berat bayi ku 2,75 kg..skrg mo di sinar..d blue light gt..agak kuning..su dna bayi sy udah 5 hari di RS..ketauan kuning nya baru sekarang.sy liat mata bayi sy juga agk kuning.g putih gt.kira2 di sinar blue light itu gpp ya?apa ada fek samping pada bayinya gak?sy kawatir..mklmum bln tau apa2..masih ank pertma.mksih bunda
   
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
seneng bisa gabung sm info bunda ada tips ga bunda2 caranya biar hamil bayi perempuan lg program anak ke 2 nich makasih
......
   


Jumlah Posts : 136
Jumlah di-Like : belum ada like
bun ktanya klo hamil bayi perempuan berasa sakitnya di perut bawah..trus kalo cowok yg sakit itu pinggang ya bun??
   
Jumlah Posts : 39
Jumlah di-Like : belum ada like
klo aku tanya2 bunda2 lain yg sudah hamil sih memang wajar begitu,kebanyakan yg aku tanya kaki sakit pegel2 itu tanda bayi laki2, klo yg hamil bayi perempuan ga ngerasa pegel2.. tp gatau jg bun, dinikmati aja.. ini aja aku habis muntah2..
   
Jumlah Posts : 6
Jumlah di-Like : belum ada like
usia kandungan qu sudah masuk minggu ke 11 aqu pengen banget kalo janin ini nantinya perempuan... krn anak pertama qu laki2 jd biar sepasang gitu.. kira2 kalo hamil bayi perempuan itu gimana ia tanda2nya?
   
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
Puji Tuhan.. bayi perempuan saya telah lahir dengan selamat pada tanggal 7 juli 2015.. berat 2,8 kg.. panjang 49 cm.. bersyukur sekali diusia satu bulan beratx sdh 4,5 kg...
   
05-05-2015 08:21:54 Mitos atau Fakta
Jumlah Posts : 738
Jumlah di-Like : belum ada like
Bayi perempuan:
Payudara berwarna pink dan lebih merah
Sering mual setiap pagi di awal kehamilan
Detak jantung bayi rata-rata kurang dari 140/menit
Pinggul dan pantat lebih besar, berat badan bertumpu di bagian pinggul
Tubuh terlihat lebih tinggi
Perut terlihat seperti semangkadan melebar
Lebih menyukai makananyang manis-manis
Tergila-gila pada buah-buahan, terutama buah yang rasanya manis
Lebih cerewet ketimbang sebelum hamil
Moody dan suka marah-marah, terutama jika udaranya panas
Sering mual terutama pada menu-menu beraroma tajam
Rambut terlihat lebih merah
Warna urine lebih gelap dari biasanya
Lebih suka tampil minimalis tanpa makeup
Dada sebelah kiri lebih besar
Bayi laki-laki:
Kelebihan berat badan cenderung membuat tubuh melebar ke depan dan samping
Jarang mual dan lebih bersikap seperti sebelum hamil
Detak jantung bayi rata-rata berkisar 140/menit
Perut bentuknya lebih bulat seperti bola
Cenderung menyukai makananyang rasanya asin dan masam
Cenderung menyukai makananyang kaya protein seperti keju, daging, telur, dan lain sebagainya
Daerah sekitar puting warnanya lebih gelap
Bulu-bulu kaki dan tangan tumbuh memanjang dan lebih subur saat sedang hamil
Kulit cenderung lebih kering
Lebih doyan dandan ketimbang biasanya, dan sangat peduli pada penampilan
Urine cenderung berwarna lebih cerah
Hidung terlihat lebih mengembang
Seringkali diserang sakit kepala
Perut terlihat berat dan menggantung ke arah bawah
Kaki terasa lebih dingin dari biasanya
»kutipan dari, http://tipspedia.net/tips-menebak-jenis-kelamin-bayi
Lima tanda janin yang ada di dalam perut Anda adalah laki-laki:
1. Bentuk perut terlihat bulat sempurna seperti bola basket.
2. Posisi perut lebih condong ke arah bawah.
3. Daerah areola (daerah hitam sekitar puting susu).
4. Detak jantung bayi kurang dari 140 detik per menit.
5. Jika menggantungkan cincin kawin di atas perut, maka
cincin tersebut akanbergerak memutar.
»dikutip dari, http://m.tribunnews.com/lifestyle/
2013/10/07/lima-tanda-bayi-dalam-kandungan-berjenis-kelamin-cowok?page=2
   
Jumlah Posts : 50
Jumlah di-Like : belum ada like
tanda˛ janin cowok. hihi

1. Posisi perut

Salah satu tanda umum Anda memiliki bayi laki-laki adalah dari posisi perut. Jika perut Anda rendah, berarti anak Anda laki-laki.

2. Warna urine

Ada banyak ibu hamil yang memeriksa warna urinenya setelah buang air kecil. Jika urine gelap, itu berarti bayi laki-laki dan jika keruh berarti anak perempuan.

3. Jerawat

Selama kehamilan, hormon bermain. Namun, jika jerawat Anda teratur, bisa menjadi tanda Anda memiliki bayi laki-laki.

4. Perut kecil

Menurut banyak perempuan, jika perut hamil Anda kecil berarti Anda memiliki anak lelaki.

5. Ukuran payudara

Selama kehamilan, payudara cenderung membesar untuk persiapan memberikan ASI. Ini adalah fakta bahwa payudara kiri lebih besar ketimbang yang kanan. Tapi, selama kehamilan, salah satu tanda Anda hamil anak laki-laki adalah ketika payudara kanan lebih besar dari sebelah kiri.

6. Kaki dingin

Jika kaki Anda terus-menerus dingin selama kehamilan, itu bisa menjadi tanda bahwa Anda hamil bayi laki-laki.

7. Detak jantung

Ketika bayi sedang diperiksa detak jantungnya, perhatikan. Jika denyut jantungnya di bawah 140 denyut per menit, bisa jadi tanda hamil bayi laki-laki.

8. Pertumbuhan rambut

Tanda lain Anda sedang hamil bayi laki-laki jika rambut Anda tumbuh lebih cepat dibanding biasanya.

9.Mengidam

Mengidam makanan asam atau asin saat hamil menjadi tanda umum bayi Anda laki-laki.

10. Posisi tidur

Selama kehamilan, Anda merasa lelah. Namun, ketika seorang wanita hamil tidur lebih miring ke kiri itu adalah bayi laki-laki.
   
Jumlah Posts : 88
Jumlah di-Like : 3
dear bunda semua...


wah selamat ya bunda smua atas kehamilannya... seneng ya rasanya jadi calon ibu. sama kaya aq dulu. sekarang anakku udh 2 yg kedua ini masih 4,5bln. gerakan bayi diusia hamil muda emg enak bund. geli2 gimana gitu. kadang jg ngerasain baby cegukan or ky ada yg terbang gitu. usia janin makin besar makin terasa gerakannya yg lebih dahsyat lagi. malah nanti qt bs liat ada tonjolan kaki or tangan di perut qt. nanti bunda2 pasti ngalamin deh. dijaga baik2 ya bund calon baby nya....
   
23-11-2010 09:25:02 kelainan rahim
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
mungkin yg dimaksud kelainan bentuk rahim kali ya.
saya bantu dengan artikel ya

Kenali Kelainan Bentuk Rahim

Dikirim oleh Evariny A. untuk Informasi Umum Kesulitan Hamil
dikunjungi: 3966 kali, 2 hari ini

Adakalanya, proses pembentukan rahim tidak berlangsung mulus. Maka, terjadilah beberapa kelainan bentuk rahim. Akibatnya sejumlah wanita mengalami masalah reproduksi.

Rahim adalah tempat janin dibesarkan. Seperti organ tubuh lainnya, rahim terbentuk seiring berlangsungnya proses tumbuh kembang janin yang berjenis kelamin perempuan. Normalnya, bentuk rahim seperti buah alpukat gepeng dan beratnya antara 30-50 gram.

Sangat jarang terjadi

Pada saat tidak hamil, besar rahim kurang lebih sebesar telur ayam kampung. Dan, rahim mempunyai 2 saluran di bagian kanan dan kiri atas yang berhubungan dengan indung telur. Saluran lain di sebelah bawah berhubungan dengan vagina.

Kelainan bentuk rahim yang sering terjadi adalah:

1.  Sebagian atau seluruh dinding rahim bagian dalam terbelah jadi 2 bagian.

2.  Menyerupai bentuk hati.

3.  Kelainan rahim ganda.

Sayangnya, sampai sekarang, penyebab kelainan bentuk rahim ini belum bisa diketahui secara pasti. Namun, ada dugaan, kelainan ini disebabkan oleh kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan.

Kenyataan lain yang mungkin dapat mengikis rasa khawatir Anda adalah, angka kejadian bentuk rahim tidak normal ini hanya sekitar 0,1% alias sangat jarang terjadi.

Dapat dikoreksi

Bentuk rahim tidak normal memang bisa jadi salah satu penyebab timbulnya masalah reproduksi (lihat Boks: Masalah yang Mungkin Timbul ). Meski begitu, ada juga wanita yang bentuk rahimnya tidak normal, tapi tetap saja mengalami haid seperti biasa. Mereka bahkan tidak pernah merasa sakit ketika haid. Bahkan, karena tidak menimbulkan gangguan atau keluhan, kelainan rahim ini bisa jadi tidak terdeteksi sama sekali sampai wanita tersebut hamil.

Selama tidak menimbulkan masalah, kelainan bentuk rahim tidak perlu dipersoalkan. Kalaupun menimbulkan gangguan atau keluhan, kelainan bentuk rahim dapat dikoreksi dengan jalan operasi. Dengan begitu, Anda bisa tetap   mengandung bayi Anda sendiri.

Dewi Handajani

Konsultasi ilmiah: dr. Lastiko Bramantyo, Sp.OG, RSIA Hermina Jatinegara, Jakarta.

Rahim Normal vs Tidak Normal

Nama

Keterangan

Penanganan

Rahim normal

Bagian luar dan dalam rahim normal.

Tidak ada.

Uterus septus

Bagian luarnya tampak normal. Namun, seba-gian atau seluruh din-ding rahim sebelah dalam terbelah (seolah -olah mempunyai se-kat) menjadi 2 bagian.

Dapat dikoreksi dengan operasi. Dari penelitian yang pernah dilakukan terlihat bahwa sekitar 80% wanita yang menjalani operasi ternyata dapat hamil sampai waktunya melahirkan.

Uterus bikornis

Bentuk rahim menye-rupai bentuk hati, mempunyai sekat di bagian dalamnya dan terbagi 2 di bagian luarnya.

Bila perlu, dapat dikoreksi dengan operasi.

Uterus didelfis

Kelainan rahim ganda karena diasosiasikan memiliki dua leher rahim. Sekitar 75% kasus ini mempunyai dinding yang memi-sahkan vagina jadi 2 bagian.

Jarang sekali dilakukan operasi untuk mengatasi kelainan ini. Bila perlu, pada usia kehamilan 18-20 minggu akan dilaku-kan operasi untuk mengikat leher rahim pada pasien yang leher rahimnya longgar.

Masalah yang Mungkin Timbul

1.  Tidak mendapat haid.

2. Sulit hamil.

3.  Keguguran berulang.

4.  Janin sungsang.

5.  Persalinan dini (kelahiran bayi prematur)

sumber: ayahbunda-online.com

coba konsultasikan ke dokter (dsog)
semoga membantu

salam

putri a.k.a zach mom's
   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

MEMANTAU BERAT BADAN BAYI

Tumbuh kembang bayi dapat tercermin dari peningkatan berat badannya.

Ada banyak cara memantau kesehatan bayi. Tapi yang termudah dan terjelas adalah dengan mengukur kondisi fisiknya. Inilah yang dikenal dengan istilah pengukuran antropometri yang mencakup pengukuran berat badan, panjang (tinggi) badan, lingkar lengan, serta lingkar kepala.

Pembahasan kali ini diutamakan pada berat badan (BB) bayi yang kerap menjadi perhatian utama karena nyata terlihat. Namun, bukan berarti orangtua boleh mengabaikan tinggi (panjang) badan, lingkar lengan serta lingkar kepala lo. Ketiga komponen itu tetap harus mendapat perhatian karena juga dapat dijadikan sebagai tolok ukur kesehatan bayi.

Sajian rubrik Dunia Bayi minggu ini menyajikan kiat-kiat cara memantau berat badan bayi plus bagaimana menjaga agar BB si kecil bisa dalam standar ideal.

Selamat mambaca!

BB TURUN DULU LANTAS NAIK

Bila dicermati pada waktu 1-2 minggu setelah lahir, bobot bayi menyusut. Karena tubuhnya masih banyak mengandung air sebagai "oleh-oleh" dari dalam rahim. Dalam rentang waktu 1-2 minggu tersebut, cairan itu sedikit demi akan keluar melalui urine dan menurunkan bobot bayi secara otomatis. Tentu saja angka penurunannya tidak drastis. Dengan begitu, jika setelah 1-2 minggu kelahiran bayi, BB si kecil turun, itu merupakan hal alamiah. Jadi tak perlu terlalu dikhawatirkan.

Di minggu-minggu berikutnya, berat badan si kecil relatif meningkat, yakni sekitar 750-1.000 gram per bulannya. Setelah usia 3-6 bulan kenaikannya tidak sebesar itu, yaitu sekitar 500– 600 gram per bulan. Nah, di usia 6-9 bulan penambahan bobotnya semakin melambat, sekitar 350–450 gram per bulan. Begitu pula ketika si kecil berusia 9-12 bulan, penambahannya tak terlalu mencolok sekitar 150–250 gram per bulannya.

Ketika memasuki usia satu tahun, umumnya penambahan berat badan bayi mulai melambat lagi. Namun, bukan berarti terjadi penurunan. Beratnya tetap meningkat, hanya saja perlahan-lahan atau tidak sepesat sebelumnya. Yang jelas, orangtua tak perlu kaget atau khawatir. Itu artinya normal-normal saja. Toh, berbagai penelitian terhadap sejumlah bayi normal dari berbagai ras juga menunjukkan adanya penurunan berat badan di rentang usia 0-12 bulan.

KEBUTUHAN ENERGI & BERAT BADAN

Agar berat badan sang buah hati tetap mengalami peningkatan yang normal dan sesuai dengan pertambahan usianya, berikan ia asupan nutrisi yang adekuat dengan komposisi zat gizi yang seimbang. Maksudnya, makanan yang dikonsumsi hendaknya mengandung unsur karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin-mineral yang cukup.

Patut diperhatikan bahwa tiap kelompok usia, kebutuhan energi anak berbeda-beda. Untuk bayi usia 0-6 bulan, kebutuhan energinya adalah 550 Kkal per hari. Sedangkan yang berusia 7-12 bulan, kebutuhan energinya adalah 650 Kkal. Tambahan lagi pada bayi, jenis makanan pun disesuaikan dengan kemampuannya saat itu. Contohnya, pada usia 0–6 bulan hanya minum ASI/susu formula, kemudian bertahap diberikan bentuk makanan yang lebih bertekstur mulai dari lembut hingga lebih kasar sesuai dengan kemampuan/toleransinya.

Bila berat badan bayi mengalami penurunan, apalagi bila tren tersebut terjadi dalam 1 bulan atau bahkan lebih (berarti lebih dari sekali pengukuran), harus dicari penyebabnya. Sebaiknya segera bawa buah hati Anda ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut, apakah jumlah minum/makannya sudah mencukupi kalorinya, ataukah ada penyebab-penyebab lainnya seperti penyakit-penyakit/kelainan-kelainan tertentu. Ada banyak kemungkinan penyebabnya, di antaranya adalah:

1. Pola makan dan asupan nutrisi yang tidak seimbang dan adekuat

2. Pengetahuan orangtua tentang nutrisi untuk anak/bayi yang kurang

3. Kelainan sistem organ dalam tubuh seperti:

- Sistem pencernaannya (seperti refluks gastrointestinal, diare kronik/melanjut, kelainan anatomis bawaan, dan lain-lain),

- Sistem hormonal (defisiensi hormon pertumbuhan, gangguan kelenjar tiroid/hipotiroid, diabetes, dan lain-lain),

- Sistem imunologi (defisiensi imunitas, AIDS/HIV, alergi berat terhadap makanan tertentu sehingga penyerapannya terganggu, penyakit autoantibodi, dan lain-lain),

- Kelainan jantung bawaan,

- Penyakit kronis seperti kecacingan, tuberkulosis, dan sebagainya.

MENGENAL KMS

Untuk memudahkan mengenali status gizi bayi--- menurut berat badan, jenis kelamin, serta usia----maka standar ideal digambarkan dalam bentuk kurva yang biasanya terdapat pada kartu atau buku pantau tumbuh-kembang bayi dari puskesmas atau rumah sakit. Dengan mengetahui ukuran ideal, orangtua diharapkan bisa mengetahui status kesehataan si kecil.

Saat ini ada dua kurva pertumbuhan yang digunakan yakni kurva yang terdapat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) hasil rancangan Departemen Kesehatan dan yang dikeluarkan oleh National Center for Health Statistics (NCHS)/Centers for Disease Control (CDC) yang berasal dari Amerika Serikat. Perbedaannya, kurva pertumbuhan pada KMS hanya mencantumkan berat badan dan umur. Sedangkan pada kurva NCHS mencantumkan berat badan, tinggi badan, umur dan jenis kelamin. Jadi kurva NCHS memang lebih praktis dan mudah dibaca. Sayangnya, NCHS mengacu pada pertumbuhan anak-anak di Amerika (ras kaukasia).

Dengan kurva tersebut, orangtua tinggal menyesuaikan antara usia, jenis kelamin dan berat untuk me-ngetahui, apakah berat badan bayinya masuk ke dalam kurva normal, kurang atau berlebih. Pemantauan proses tumbuh kembang bayi ini perlu dilakukan setiap bulan, sehingga bila terjadi penyimpangan dari garis atau pita normal dapat diketahui dengan segera dan dilakukan antisipasi yang tepat.

MEMBACA KURVA

Untuk membaca kurva berat badan bayi versi NCHS atau KMS sebenarnya mudah. Langkah pertama adalah me-ngetahui berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) atau usia (dalam bulan) si bayi. Kemudian dengan berpedoman pada komponen tersebut, cobalah untuk mencari titik temunya pada kurva yang tersedia. Patut diperhatikan bila menggunakan kurva NCHS, pilihlah kurva yang sesuai dengan jenis kelamin bayi Anda. Sebab, kurva ini dibedakan antara bayi laki-laki dan perempuan.

Cobalah cermati, apakah sudah sesuai dengan garis/pita standar (normal) yang tersedia (biasanya berwarna hitam), ataukah trennya malah cenderung menuju ke bawah (garis merah). Bila penambahan BB, TB dan usia bayi sesuai atau berada pada garis/pita standar, itu berarti tumbuh kembangnya normal. Nah, sebaiknya orangtua wajib waspada bila tren grafiknya cenderung menuju ke bawah (garis merah).

Fluktuasi memang mungkin terjadi, namun bila masih dalam rentang yang normal tidak apa-apa. Tapi, tetap dianjurkan untuk meningkatkan pertambahan BB/TB sesuai dengan standar usianya. BB yang turun bukan melulu ada gangguan. Faktor genetik juga menentukan pertum-buhan si kecil. Artinya, pertambahan berat juga dapat dilihat bagaimana riwayat BB keluarganya. Maksudnya, bila orangtua memang berperawakan kurus bisa jadi anaknya pun akan memiliki perawakan yang sama dengan orangtuanya.

Utami Sri Rahayu. Foto: Iman/nakita

PERTAMBAHAN BERAT BAYI, BENARKAH TURUN NAIK?

Semua bayi dari ras-ras yang ada di dunia mengalami penurunan pertambahan berat badan di bulan-bulan tertentu.

"Dok, kenapa, ya, pertambahan berat badan bayi saya naik-turun? Bulan kemarin naik 650 gram. Eh, bulan ini naiknya cuma 350 gram. Saya khawatir terjadi apa-apa pada bayi saya," kata seorang ibu saat berkonsultasi dengan dokter anak.

Menanggapi kecemasan ibu tersebut, dr. Hanifah Oswari, Sp.A., menegaskan para orang tua untuk tidak terlalu khawatir terhadap pertambahan BB bayi yang naik-turun. Umumnya dalam waktu 2 minggu setelah lahir, BB bayi akan mengalami penurunan setidaknya sekitar 10 persen. Sebelumnya sewaktu lahir, badan bayi masih banyak mengandung air sehingga timbangannya lebih berat. Nah, dalam 2 minggu pertama itulah cairan berangsur-angsur keluar melalui saluran urin. "Ini proses yang alamiah, kok. Kebanyakan bayi akan mengalami penurunan BB," kata dokter dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Senada dengan Hanifah, penelitian yang dilakukan oleh Judith Groner juga menunjukkan bahwa dalam jangka waktu 1-2 minggu setelah lahir BB bayi akan turun sekitar 10 persen. Meski begitu, umumnya BB si kecil akan kembali seperti waktu lahir dalam beberapa pekan kemudian. Demikian hasil penelitian yang diungkapkan oleh asosiasi profesor bidang penyakit anak pada Fakultas Kedokteran, Columbus University, Ohio, Amerika Serikat.

KISARAN BB NORMAL

Bobot bayi baru lahir yang dikategorikan normal berada pada rentang 2.500 ­ 4.000 gram. Setelah itu, pertambahan bobotnya tentu akan berbeda-beda; ada yang tinggi dan ada yang rendah. Umpamanya, ada bayi yang penambahan BB-nya 600 gram per bulan. Namun, ada juga yang bertambah hanya sekitar 350 gram per bulan.

Kepastian apakah BB bayi normal atau tidak bisa dilihat dari kurva Lubchenko. Biasanya kurva ini dicantumkan dalam kartu menuju sehat (KMS) atau buku pantau tumbuh-kembang bayi yang bisa didapat di puskemas atau rumah sakit. Menurut kurva Lubchenko, ada 3 parameter utama untuk mengetahui pertumbuhan seorang bayi, yaitu bertambahnya berat badan, tinggi badan, dan ukuran lingkar kepala.

Pertambahan BB yang dikategorikan normal dibagi menjadi beberapa tahapan. Pada triwulan pertama, pertambahan BB sekitar 150-250 gram per bulan. Pada triwulan kedua sekitar 500-600 gram per bulan, sedangkan pada triwulan ketiga mencapai 350-450 gram per bulan. Lalu, pada triwulan keempat pertambahan BB berkisar antara 250-350 gram per bulan. Dari patokan di atas terlihat kalau dalam 3 bulan pertama setelah lahir, pertambahan BB berlangsung biasa-biasa saja. Kemudian, pada usia 3-6 bulan pertambahan BB terkesan melesat, dan mulai melambat saat usia di atas 6 bulan.

Yang ditekankan Hanifah, meski kenaikan BB-nya melambat, pertumbuhan anak sebenarnya berlangsung normal. Toh, sebenarnya bobot tersebut tetap mengalami penambahan walaupun lebih kecil ketimbang di bulan-bulan sebelumnya. Jadi, orang tua tak perlu khawatir. Memang, "Tak diketahui secara pasti kenapa pertambahan BB bayi menurun. Yang pasti, penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah bayi normal dari berbagai ras juga menunjukkan hal yang sama," ujarnya.

Secara garis besar, saat menginjak usia 6 bulan, rata-rata BB bayi sudah mencapai 2 kali lipat BB lahirnya. Sedangkan di usia 1 tahun BB ini sudah mencapai 3 kali lipat berat lahir. Nah, selepas usia 1 tahun, pertambahan BB mulai melambat lagi. "Hal itu memang berlangsung secara alamiah dan normal. Tak usah terlalu dipusingkan kenapa kenaikan BB yang tadinya tinggi tiba-tiba menurun. Bagaimanapun, angka-angka itu sangat bersifat individual. Tiap anak berbeda-beda tak usah dibandingkan dengan bayi yang lain," tutur Hanifah.

BB TIDAK NORMAL

Dugaan bahwa ada yang tidak beres pada pertumbuhan si kecil pantas muncul bila grafik BB pada kurva terlihat menurun drastis. Apalagi jika nafsu makannya (termasuk keinginan untuk menyusu) juga terlihat menurun. Nah, untuk mendeteksi ketidaknormalan itu, Hanifah sekali lagi menekankan pentingnya mengamati data-data yang tercatat pada kurva Lubchenko. Jangan-jangan si kecil terserang penyakit.

Sebuah studi menunjukkan adanya keterkaitan antara perubahan BB dengan kondisi pertumbuhan anak. Jika BB tak bertambah sesuai dengan grafik normal maka kemungkinan anak tengah mengalami gangguan pertumbuhan. Nah, jika dalam 2 bulan berturut-turut si kecil tidak mengalami pertambahan berat atau malah turun secara drastis, waspadai kemungkinan adanya gangguan. Masalahnya, pada usia 0-2 tahun, sekitar 80 persen jaringan otak sedang terbentuk. Segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui dan memastikan kondisi si kecil.

Gangguan pertumbuhan ini bisa terjadi dalam waktu singkat maupun jangka panjang. Merosotnya BB dalam waktu singkat bisa disebabkan oleh menurunnya nafsu makan, penyakit, atau kurangnya asupan makanan pada bayi. Sedangkan, penurunan BB sedikit demi sedikit dalam rentang waktu yang tidak sebentar biasanya dipicu oleh kelainan gagal tumbuh. Gagal tumbuh merupakan ketidakmampuan bayi/anak untuk mencapai BB atau TB sesuai jalur pertumbuhan yang normal. Penyakit infeksi juga dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak.

PENTINGNYA GIZI

ASI, seperti ditandaskan dr. Rachmi Untoro, MPH, berperan besar pada pertambahan BB bayi. Penelitian membuktikan bayi yang mengonsumsi ASI pada 2 bulan pertama semenjak lahir, mengalami pertambahan BB yang lebih cepat ketimbang bayi yang mengonsumsi susu formula. 

Meski belum ada studi yang dapat menjawab dengan pasti mengapa dengan minum ASI pertambahan BB berlangsung lebih cepat, tapi riset menunjukkan anak yang minum ASI menghabiskan energi lebih sedikit dibandingkan anak yang minum susu formula. Itulah mungkin yang menjadi penyebab bobotnya cepat bertambah. Selain itu, dengan minum ASI bayi pada dasarnya akan lebih cepat lapar dan haus. Plus, tentu saja, ASI mengandung zat-zat terbaik untuk bayi.

Rachmi juga berpendapat kalau pertumbuhan bayi tidak bisa dilihat hanya berdasarkan perubahan BB dan PB-nya saja. Namun juga, perlu diperhatikan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan gizinya. Jika keadaan gizi anak baik, barulah dapat dikatakan pertumbuhannya normal. Bukankah jika gizinya tak seimbang, pertumbuhan anak akan terganggu, seperti menjadi kurus, terlalu gemuk, atau pendek.

Kecukupan gizi sebenarnya sudah diperlukan bayi sejak di kandungan. Ibu hamil yang kurang menyantap makanan bergizi kemungkinan besar nantinya memiliki bayi dengan BB rendah dan sakit-sakitan. "Beberapa penelitian menunjukkan, bayi yang tak mendapat gizi cukup ketika masih dalam kandungan berisiko tinggi menderita penyakit degeneratif," papar Direktur Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan ini. Contohnya, hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dan gagal ginjal.

KATEGORI KURUS-GEMUK

Ada yang menyebutkan, bayi baru lahir dikatakan gemuk jika BB-nya mencapai lebih dari 3.500 gram. Atau sebaliknya, bayi yang lahir dengan BB 2.500 gram adalah kurus. Padahal kurus-gemuknya bayi tak bisa dilihat secara hitam putih seperti itu karena masing-masing menjalani proses tumbuh-kembang yang khas.

Kalaupun si kecil telihat gemuk atau kurus, tinggal dilihat saja apakah bobot tersebut masih sejalan dengan kurva pertambahan tinggi badan dan ukuran lingkar kepala yang normal. "Apakah bayi itu kurus atau gemuk tak cukup dilihat berdasarkan berat badannya, tapi bandingkan pula dengan pertumbuhan panjang badan setiap bulannya melalui kurva Lubchenko."

Untuk menyebut apakah anak kurus atau gemuk juga harus dengan melihat bagaimana riwayat berat badan keluarganya. Alasannya, faktor genetik juga menentukan pertumbuhan anak. Ada anak yang pertambahan BB-nya lambat tapi diiringi pertambahan tinggi badan yang cepat. Jadilah ia si kurus. Sebaliknya, ada anak yang pertambahan BB-nya cepat tapi pertambahan tinggi badannya lambat, maka ia disebut sebagai si gendut. Artinya, ada faktor X yang ikut mempengaruhi apakah si anak kelak tergolong gemuk atau kurus yaitu faktor genetik.

Yang perlu diketahui, lanjut Hanifah, di bawah usia 2 tahun, bayi atau anak yang gemuk belum bisa dibilang kegemukan. Gemuk dalam persepsi orang dewasa adalah kelebihan simpanan lemak. Lemak ini sebenarnya berfungsi sebagai cadangan energi. Jadi, kalaupun lemak si bayi tampak berlebih, bukan berarti ia menderita obesitas. Lantaran itulah, walaupun si bayi terlihat sangat gemuk, orang tua tak perlu mengurangi asupan makanannya. Contohnya, bayi yang lahir di atas 3.500 gram tidak bisa dikatakan gemuk karena itu baru BB awalnya.

Pengecualian bisa dilakukan bila memang orang tua memiliki riwayat obesitas. Kemungkinan besar, bayi bisa mengalami hal yang sama. Kalau sudah begini, porsi makan si kecil perlu diperhatikan. Namun, penyebab obesitas tak melulu faktor genetik. Bayi yang kurang aktif bergerak juga bisa mengalami kegemukan. Apalagi bila ia selalu makan terlalu banyak. Akibatnya, sel-sel lemaknya berkembang terlalu pesat sehingga mempercepat pembentukan lemak pada tubuhnya.

PERTAMBAHAN BB BAYI PREMATUR

Bagaimana dengan berat badan bayi prematur? Apakah pertambahannya akan lebih sedikit dibandingkan anak seusianya yang lahir cukup bulan? Biasanya, lanjut Hanifah, perlu waktu beberapa tahun agar pertambahan BB anak prematur berlangsung normal. "Karena ia dilahirkan lebih cepat, anak prematur perlu waktu untuk mengejar berat atau tinggi badan anak seusianya."

Riset menunjukkan pada usia 8 tahun anak prematur rata-rata akan mampu mengejar ketertinggalan pertambahan berat dan tingginya. Namun, hasil riset memaparkan anak prematur yang lahir saat usia kehamilan belum genap 32 minggu akan tetap memiliki bobot maupun tinggi badan yang lebih kecil dibanding teman seusianya yang lahir dengan cukup bulan. 

   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

MEMANTAU BERAT BADAN BAYI

Tumbuh kembang bayi dapat tercermin dari peningkatan berat badannya.

Ada banyak cara memantau kesehatan bayi. Tapi yang termudah dan terjelas adalah dengan mengukur kondisi fisiknya. Inilah yang dikenal dengan istilah pengukuran antropometri yang mencakup pengukuran berat badan, panjang (tinggi) badan, lingkar lengan, serta lingkar kepala.

Pembahasan kali ini diutamakan pada berat badan (BB) bayi yang kerap menjadi perhatian utama karena nyata terlihat. Namun, bukan berarti orangtua boleh mengabaikan tinggi (panjang) badan, lingkar lengan serta lingkar kepala lo. Ketiga komponen itu tetap harus mendapat perhatian karena juga dapat dijadikan sebagai tolok ukur kesehatan bayi.

Sajian rubrik Dunia Bayi minggu ini menyajikan kiat-kiat cara memantau berat badan bayi plus bagaimana menjaga agar BB si kecil bisa dalam standar ideal.

Selamat mambaca!

BB TURUN DULU LANTAS NAIK

Bila dicermati pada waktu 1-2 minggu setelah lahir, bobot bayi menyusut. Karena tubuhnya masih banyak mengandung air sebagai "oleh-oleh" dari dalam rahim. Dalam rentang waktu 1-2 minggu tersebut, cairan itu sedikit demi akan keluar melalui urine dan menurunkan bobot bayi secara otomatis. Tentu saja angka penurunannya tidak drastis. Dengan begitu, jika setelah 1-2 minggu kelahiran bayi, BB si kecil turun, itu merupakan hal alamiah. Jadi tak perlu terlalu dikhawatirkan.

Di minggu-minggu berikutnya, berat badan si kecil relatif meningkat, yakni sekitar 750-1.000 gram per bulannya. Setelah usia 3-6 bulan kenaikannya tidak sebesar itu, yaitu sekitar 500– 600 gram per bulan. Nah, di usia 6-9 bulan penambahan bobotnya semakin melambat, sekitar 350–450 gram per bulan. Begitu pula ketika si kecil berusia 9-12 bulan, penambahannya tak terlalu mencolok sekitar 150–250 gram per bulannya.

Ketika memasuki usia satu tahun, umumnya penambahan berat badan bayi mulai melambat lagi. Namun, bukan berarti terjadi penurunan. Beratnya tetap meningkat, hanya saja perlahan-lahan atau tidak sepesat sebelumnya. Yang jelas, orangtua tak perlu kaget atau khawatir. Itu artinya normal-normal saja. Toh, berbagai penelitian terhadap sejumlah bayi normal dari berbagai ras juga menunjukkan adanya penurunan berat badan di rentang usia 0-12 bulan.

KEBUTUHAN ENERGI & BERAT BADAN

Agar berat badan sang buah hati tetap mengalami peningkatan yang normal dan sesuai dengan pertambahan usianya, berikan ia asupan nutrisi yang adekuat dengan komposisi zat gizi yang seimbang. Maksudnya, makanan yang dikonsumsi hendaknya mengandung unsur karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin-mineral yang cukup.

Patut diperhatikan bahwa tiap kelompok usia, kebutuhan energi anak berbeda-beda. Untuk bayi usia 0-6 bulan, kebutuhan energinya adalah 550 Kkal per hari. Sedangkan yang berusia 7-12 bulan, kebutuhan energinya adalah 650 Kkal. Tambahan lagi pada bayi, jenis makanan pun disesuaikan dengan kemampuannya saat itu. Contohnya, pada usia 0–6 bulan hanya minum ASI/susu formula, kemudian bertahap diberikan bentuk makanan yang lebih bertekstur mulai dari lembut hingga lebih kasar sesuai dengan kemampuan/toleransinya.

Bila berat badan bayi mengalami penurunan, apalagi bila tren tersebut terjadi dalam 1 bulan atau bahkan lebih (berarti lebih dari sekali pengukuran), harus dicari penyebabnya. Sebaiknya segera bawa buah hati Anda ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut, apakah jumlah minum/makannya sudah mencukupi kalorinya, ataukah ada penyebab-penyebab lainnya seperti penyakit-penyakit/kelainan-kelainan tertentu. Ada banyak kemungkinan penyebabnya, di antaranya adalah:

1. Pola makan dan asupan nutrisi yang tidak seimbang dan adekuat

2. Pengetahuan orangtua tentang nutrisi untuk anak/bayi yang kurang

3. Kelainan sistem organ dalam tubuh seperti:

- Sistem pencernaannya (seperti refluks gastrointestinal, diare kronik/melanjut, kelainan anatomis bawaan, dan lain-lain),

- Sistem hormonal (defisiensi hormon pertumbuhan, gangguan kelenjar tiroid/hipotiroid, diabetes, dan lain-lain),

- Sistem imunologi (defisiensi imunitas, AIDS/HIV, alergi berat terhadap makanan tertentu sehingga penyerapannya terganggu, penyakit autoantibodi, dan lain-lain),

- Kelainan jantung bawaan,

- Penyakit kronis seperti kecacingan, tuberkulosis, dan sebagainya.

MENGENAL KMS

Untuk memudahkan mengenali status gizi bayi--- menurut berat badan, jenis kelamin, serta usia----maka standar ideal digambarkan dalam bentuk kurva yang biasanya terdapat pada kartu atau buku pantau tumbuh-kembang bayi dari puskesmas atau rumah sakit. Dengan mengetahui ukuran ideal, orangtua diharapkan bisa mengetahui status kesehataan si kecil.

Saat ini ada dua kurva pertumbuhan yang digunakan yakni kurva yang terdapat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) hasil rancangan Departemen Kesehatan dan yang dikeluarkan oleh National Center for Health Statistics (NCHS)/Centers for Disease Control (CDC) yang berasal dari Amerika Serikat. Perbedaannya, kurva pertumbuhan pada KMS hanya mencantumkan berat badan dan umur. Sedangkan pada kurva NCHS mencantumkan berat badan, tinggi badan, umur dan jenis kelamin. Jadi kurva NCHS memang lebih praktis dan mudah dibaca. Sayangnya, NCHS mengacu pada pertumbuhan anak-anak di Amerika (ras kaukasia).

Dengan kurva tersebut, orangtua tinggal menyesuaikan antara usia, jenis kelamin dan berat untuk me-ngetahui, apakah berat badan bayinya masuk ke dalam kurva normal, kurang atau berlebih. Pemantauan proses tumbuh kembang bayi ini perlu dilakukan setiap bulan, sehingga bila terjadi penyimpangan dari garis atau pita normal dapat diketahui dengan segera dan dilakukan antisipasi yang tepat.

MEMBACA KURVA

Untuk membaca kurva berat badan bayi versi NCHS atau KMS sebenarnya mudah. Langkah pertama adalah me-ngetahui berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) atau usia (dalam bulan) si bayi. Kemudian dengan berpedoman pada komponen tersebut, cobalah untuk mencari titik temunya pada kurva yang tersedia. Patut diperhatikan bila menggunakan kurva NCHS, pilihlah kurva yang sesuai dengan jenis kelamin bayi Anda. Sebab, kurva ini dibedakan antara bayi laki-laki dan perempuan.

Cobalah cermati, apakah sudah sesuai dengan garis/pita standar (normal) yang tersedia (biasanya berwarna hitam), ataukah trennya malah cenderung menuju ke bawah (garis merah). Bila penambahan BB, TB dan usia bayi sesuai atau berada pada garis/pita standar, itu berarti tumbuh kembangnya normal. Nah, sebaiknya orangtua wajib waspada bila tren grafiknya cenderung menuju ke bawah (garis merah).

Fluktuasi memang mungkin terjadi, namun bila masih dalam rentang yang normal tidak apa-apa. Tapi, tetap dianjurkan untuk meningkatkan pertambahan BB/TB sesuai dengan standar usianya. BB yang turun bukan melulu ada gangguan. Faktor genetik juga menentukan pertum-buhan si kecil. Artinya, pertambahan berat juga dapat dilihat bagaimana riwayat BB keluarganya. Maksudnya, bila orangtua memang berperawakan kurus bisa jadi anaknya pun akan memiliki perawakan yang sama dengan orangtuanya.

Utami Sri Rahayu. Foto: Iman/nakita

PERTAMBAHAN BERAT BAYI, BENARKAH TURUN NAIK?

Semua bayi dari ras-ras yang ada di dunia mengalami penurunan pertambahan berat badan di bulan-bulan tertentu.

"Dok, kenapa, ya, pertambahan berat badan bayi saya naik-turun? Bulan kemarin naik 650 gram. Eh, bulan ini naiknya cuma 350 gram. Saya khawatir terjadi apa-apa pada bayi saya," kata seorang ibu saat berkonsultasi dengan dokter anak.

Menanggapi kecemasan ibu tersebut, dr. Hanifah Oswari, Sp.A., menegaskan para orang tua untuk tidak terlalu khawatir terhadap pertambahan BB bayi yang naik-turun. Umumnya dalam waktu 2 minggu setelah lahir, BB bayi akan mengalami penurunan setidaknya sekitar 10 persen. Sebelumnya sewaktu lahir, badan bayi masih banyak mengandung air sehingga timbangannya lebih berat. Nah, dalam 2 minggu pertama itulah cairan berangsur-angsur keluar melalui saluran urin. "Ini proses yang alamiah, kok. Kebanyakan bayi akan mengalami penurunan BB," kata dokter dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Senada dengan Hanifah, penelitian yang dilakukan oleh Judith Groner juga menunjukkan bahwa dalam jangka waktu 1-2 minggu setelah lahir BB bayi akan turun sekitar 10 persen. Meski begitu, umumnya BB si kecil akan kembali seperti waktu lahir dalam beberapa pekan kemudian. Demikian hasil penelitian yang diungkapkan oleh asosiasi profesor bidang penyakit anak pada Fakultas Kedokteran, Columbus University, Ohio, Amerika Serikat.

KISARAN BB NORMAL

Bobot bayi baru lahir yang dikategorikan normal berada pada rentang 2.500 ­ 4.000 gram. Setelah itu, pertambahan bobotnya tentu akan berbeda-beda; ada yang tinggi dan ada yang rendah. Umpamanya, ada bayi yang penambahan BB-nya 600 gram per bulan. Namun, ada juga yang bertambah hanya sekitar 350 gram per bulan.

Kepastian apakah BB bayi normal atau tidak bisa dilihat dari kurva Lubchenko. Biasanya kurva ini dicantumkan dalam kartu menuju sehat (KMS) atau buku pantau tumbuh-kembang bayi yang bisa didapat di puskemas atau rumah sakit. Menurut kurva Lubchenko, ada 3 parameter utama untuk mengetahui pertumbuhan seorang bayi, yaitu bertambahnya berat badan, tinggi badan, dan ukuran lingkar kepala.

Pertambahan BB yang dikategorikan normal dibagi menjadi beberapa tahapan. Pada triwulan pertama, pertambahan BB sekitar 150-250 gram per bulan. Pada triwulan kedua sekitar 500-600 gram per bulan, sedangkan pada triwulan ketiga mencapai 350-450 gram per bulan. Lalu, pada triwulan keempat pertambahan BB berkisar antara 250-350 gram per bulan. Dari patokan di atas terlihat kalau dalam 3 bulan pertama setelah lahir, pertambahan BB berlangsung biasa-biasa saja. Kemudian, pada usia 3-6 bulan pertambahan BB terkesan melesat, dan mulai melambat saat usia di atas 6 bulan.

Yang ditekankan Hanifah, meski kenaikan BB-nya melambat, pertumbuhan anak sebenarnya berlangsung normal. Toh, sebenarnya bobot tersebut tetap mengalami penambahan walaupun lebih kecil ketimbang di bulan-bulan sebelumnya. Jadi, orang tua tak perlu khawatir. Memang, "Tak diketahui secara pasti kenapa pertambahan BB bayi menurun. Yang pasti, penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah bayi normal dari berbagai ras juga menunjukkan hal yang sama," ujarnya.

Secara garis besar, saat menginjak usia 6 bulan, rata-rata BB bayi sudah mencapai 2 kali lipat BB lahirnya. Sedangkan di usia 1 tahun BB ini sudah mencapai 3 kali lipat berat lahir. Nah, selepas usia 1 tahun, pertambahan BB mulai melambat lagi. "Hal itu memang berlangsung secara alamiah dan normal. Tak usah terlalu dipusingkan kenapa kenaikan BB yang tadinya tinggi tiba-tiba menurun. Bagaimanapun, angka-angka itu sangat bersifat individual. Tiap anak berbeda-beda tak usah dibandingkan dengan bayi yang lain," tutur Hanifah.

BB TIDAK NORMAL

Dugaan bahwa ada yang tidak beres pada pertumbuhan si kecil pantas muncul bila grafik BB pada kurva terlihat menurun drastis. Apalagi jika nafsu makannya (termasuk keinginan untuk menyusu) juga terlihat menurun. Nah, untuk mendeteksi ketidaknormalan itu, Hanifah sekali lagi menekankan pentingnya mengamati data-data yang tercatat pada kurva Lubchenko. Jangan-jangan si kecil terserang penyakit.

Sebuah studi menunjukkan adanya keterkaitan antara perubahan BB dengan kondisi pertumbuhan anak. Jika BB tak bertambah sesuai dengan grafik normal maka kemungkinan anak tengah mengalami gangguan pertumbuhan. Nah, jika dalam 2 bulan berturut-turut si kecil tidak mengalami pertambahan berat atau malah turun secara drastis, waspadai kemungkinan adanya gangguan. Masalahnya, pada usia 0-2 tahun, sekitar 80 persen jaringan otak sedang terbentuk. Segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui dan memastikan kondisi si kecil.

Gangguan pertumbuhan ini bisa terjadi dalam waktu singkat maupun jangka panjang. Merosotnya BB dalam waktu singkat bisa disebabkan oleh menurunnya nafsu makan, penyakit, atau kurangnya asupan makanan pada bayi. Sedangkan, penurunan BB sedikit demi sedikit dalam rentang waktu yang tidak sebentar biasanya dipicu oleh kelainan gagal tumbuh. Gagal tumbuh merupakan ketidakmampuan bayi/anak untuk mencapai BB atau TB sesuai jalur pertumbuhan yang normal. Penyakit infeksi juga dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak.

PENTINGNYA GIZI

ASI, seperti ditandaskan dr. Rachmi Untoro, MPH, berperan besar pada pertambahan BB bayi. Penelitian membuktikan bayi yang mengonsumsi ASI pada 2 bulan pertama semenjak lahir, mengalami pertambahan BB yang lebih cepat ketimbang bayi yang mengonsumsi susu formula. 

Meski belum ada studi yang dapat menjawab dengan pasti mengapa dengan minum ASI pertambahan BB berlangsung lebih cepat, tapi riset menunjukkan anak yang minum ASI menghabiskan energi lebih sedikit dibandingkan anak yang minum susu formula. Itulah mungkin yang menjadi penyebab bobotnya cepat bertambah. Selain itu, dengan minum ASI bayi pada dasarnya akan lebih cepat lapar dan haus. Plus, tentu saja, ASI mengandung zat-zat terbaik untuk bayi.

Rachmi juga berpendapat kalau pertumbuhan bayi tidak bisa dilihat hanya berdasarkan perubahan BB dan PB-nya saja. Namun juga, perlu diperhatikan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan gizinya. Jika keadaan gizi anak baik, barulah dapat dikatakan pertumbuhannya normal. Bukankah jika gizinya tak seimbang, pertumbuhan anak akan terganggu, seperti menjadi kurus, terlalu gemuk, atau pendek.

Kecukupan gizi sebenarnya sudah diperlukan bayi sejak di kandungan. Ibu hamil yang kurang menyantap makanan bergizi kemungkinan besar nantinya memiliki bayi dengan BB rendah dan sakit-sakitan. "Beberapa penelitian menunjukkan, bayi yang tak mendapat gizi cukup ketika masih dalam kandungan berisiko tinggi menderita penyakit degeneratif," papar Direktur Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan ini. Contohnya, hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dan gagal ginjal.

KATEGORI KURUS-GEMUK

Ada yang menyebutkan, bayi baru lahir dikatakan gemuk jika BB-nya mencapai lebih dari 3.500 gram. Atau sebaliknya, bayi yang lahir dengan BB 2.500 gram adalah kurus. Padahal kurus-gemuknya bayi tak bisa dilihat secara hitam putih seperti itu karena masing-masing menjalani proses tumbuh-kembang yang khas.

Kalaupun si kecil telihat gemuk atau kurus, tinggal dilihat saja apakah bobot tersebut masih sejalan dengan kurva pertambahan tinggi badan dan ukuran lingkar kepala yang normal. "Apakah bayi itu kurus atau gemuk tak cukup dilihat berdasarkan berat badannya, tapi bandingkan pula dengan pertumbuhan panjang badan setiap bulannya melalui kurva Lubchenko."

Untuk menyebut apakah anak kurus atau gemuk juga harus dengan melihat bagaimana riwayat berat badan keluarganya. Alasannya, faktor genetik juga menentukan pertumbuhan anak. Ada anak yang pertambahan BB-nya lambat tapi diiringi pertambahan tinggi badan yang cepat. Jadilah ia si kurus. Sebaliknya, ada anak yang pertambahan BB-nya cepat tapi pertambahan tinggi badannya lambat, maka ia disebut sebagai si gendut. Artinya, ada faktor X yang ikut mempengaruhi apakah si anak kelak tergolong gemuk atau kurus yaitu faktor genetik.

Yang perlu diketahui, lanjut Hanifah, di bawah usia 2 tahun, bayi atau anak yang gemuk belum bisa dibilang kegemukan. Gemuk dalam persepsi orang dewasa adalah kelebihan simpanan lemak. Lemak ini sebenarnya berfungsi sebagai cadangan energi. Jadi, kalaupun lemak si bayi tampak berlebih, bukan berarti ia menderita obesitas. Lantaran itulah, walaupun si bayi terlihat sangat gemuk, orang tua tak perlu mengurangi asupan makanannya. Contohnya, bayi yang lahir di atas 3.500 gram tidak bisa dikatakan gemuk karena itu baru BB awalnya.

Pengecualian bisa dilakukan bila memang orang tua memiliki riwayat obesitas. Kemungkinan besar, bayi bisa mengalami hal yang sama. Kalau sudah begini, porsi makan si kecil perlu diperhatikan. Namun, penyebab obesitas tak melulu faktor genetik. Bayi yang kurang aktif bergerak juga bisa mengalami kegemukan. Apalagi bila ia selalu makan terlalu banyak. Akibatnya, sel-sel lemaknya berkembang terlalu pesat sehingga mempercepat pembentukan lemak pada tubuhnya.

PERTAMBAHAN BB BAYI PREMATUR

Bagaimana dengan berat badan bayi prematur? Apakah pertambahannya akan lebih sedikit dibandingkan anak seusianya yang lahir cukup bulan? Biasanya, lanjut Hanifah, perlu waktu beberapa tahun agar pertambahan BB anak prematur berlangsung normal. "Karena ia dilahirkan lebih cepat, anak prematur perlu waktu untuk mengejar berat atau tinggi badan anak seusianya."

Riset menunjukkan pada usia 8 tahun anak prematur rata-rata akan mampu mengejar ketertinggalan pertambahan berat dan tingginya. Namun, hasil riset memaparkan anak prematur yang lahir saat usia kehamilan belum genap 32 minggu akan tetap memiliki bobot maupun tinggi badan yang lebih kecil dibanding teman seusianya yang lahir dengan cukup bulan.